Docstoc

tugas MK PENDIDIKAN DASAR KOMPUTER

Document Sample
tugas MK PENDIDIKAN DASAR KOMPUTER Powered By Docstoc
					 MATA KULIAH PDK                     DOSEN PENGASUH

TUGAS TERSTRUKTUR                 ERFAN MAULANA, S.Pd.I



                    MAKALAH :

      SEJARAH ISLAM DAN
  PERKEMBANGAN PENDIDIKAN
            ISLAM

                       OLEH :
             SATRIA INDRAJAYA
               NIM : 08.11.10.0101.02015




      SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH
          DARUL ULUM KOTABARU
            SEMESTER TUJUH (VII)
                    TAHUN 2012
                           1
                  KATA PENGANTAR


       BismiLLAhirrohmaanirrohiim. . . AlhamduliLLAhiRoBBil’aalamiin. . .

       Segala puja hanya bagi ALLAh subhanahu wa ta’ala dan puji syukur saya
panjatkan ke hadiratNYa, serta hanya kepadaNYa jualah saya memohon
pertolongan sehingga dapat menyelesaikan penyusunan makalah dengan judul
“Sejarah Islam dan Perkembangan Pendidikan Islam”

       Makalah ini disusun disusun untuk memenuhi salah satu tugas mandiri
sebagai nilai tambah dalam mata kuliah PENDIDIKAN DASAR KOMPUTER
yang diberikan oleh dosen pengasuh bapak Erfan Maulana, S.Pd.I.

       Saya menyadari bahwa penyusunan makalah ini pastilah tak lepas dari
kesalahan dan kekurangan serta masih jauh dari kesempurnaan. Hal ini
dikarenakan keterbatasan kemampuan dan sempitnya ilmu pengetahuan yang saya
miliki. Oleh karena itu saya sangat mengharapkan saran dari pembaca sekalian
serta kritik yang membangun tentu akan saya terima dengan penghargaan yang
setinggi-tingginya, demi perbaikan menuju kesempurnaan makalah ini.

       Akhirnya dalam kesempatan ini tidak lupa saya mengucapkan sebesar-
besar terimakasih dan apresiasi yang tak terhingga kepada semua pihak yang
terkait, khususnya dosen pengasuh yang telah memberikan bimbingan, bantuan,
baik moral maupun material hingga spiritual, sehingga makalah ini dapat
terselesaikan dengan baik. Besar harapan saya semoga makalah sederhana ini bisa
memberikan manfaat yang banyak bagi kita semua.

       Dan kepada ALLAh Subhanahu Wa Ta’ala jualah sepatutnya kita berserah
diri dan memohon pertolongan. Semoga ALLAh selalu memberikan rahmat,
bimbingan, petunjuk dan pahala yang berlipat ganda serta senantiasa melindungi




                                      2
kita semua, terutama bagi kita para penuntut ilmu, di bawah naungan kasihNYa,
dengan penuh keridhoan, barokah dan maghfirohNYa.

      Aamiin, aamiin.., ALLAhumma aamiin...!




                                                Pagatan,   25 Januari 2012




                                                              Penyusun




                                     3
                                       DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR ........................................................................... hal. 2 - 3

DAFTAR ISI ......................................................................................... hal. 4

SEJARAH LAHIRNYA ISLAM                            ........................................................ hal. 5 - 7

PROSES MASUK DAN
BERKEMBANGNYA AGAMA ISLAM
DI INDONESIA .................................................................................... hal. 8 - 11
PENUTUP .............................................................................................. hal. 12

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................... hal. 13




                                                         4
              SEJARAH LAHIRNYA ISLAM




       Islam merupakan salah satu agama besar di dunia saat ini. Agama ini lahir
dan berkembang dari Tanah Arab. Pendirinya ialah MuhaMMad bin ‘AbduLLAh.
Agama ini lahir pada waktu kejahatan merajalela, banyak kejumudan dan
rendahnya moral umat manusia pada masa itu. Jazirah Arab sebelum kedatangan
Islam merupakan sebuah kawasan yang dilewati oleh jalur sutera, yaitu jalur
untuk perdagangan. Kebanyakan bangsa Arab merupakan penyembah berhala dan
sebagian merupakan pengikut agama Kristen dan Yahudi. Mekah adalah tempat
suci bagi bangsa Arab ketika itu karena terdapat berhala-berhala mereka dan
Telaga Zamzam serta yang paling penting sekali ialah Ka’bah yang didirikan
Nabi Ibrahim beserta Ismail ‘Alaihis Salam.

       Manusia pada saat itu hidup dalam keadaan moral yang rendah dan
kebodohan (jahiliyah). Mereka sudah tidak lagi mengindahkan ajaran-ajaran nabi-
nabi sebelumnya. Hal itu menyebabkan manusia berada pada titik terendah.
Penyembahan berhala, pembunuhan, perzinahan, dan perbuatan rendah lainnya
terjadi dimana-mana.

       MuhaMMad bin AbduLLAh, dilahirkan di Mekah pada Tahun Gajah
yaitu 570 masehi. Terlahir dari rahim seorang perempuan mulia serta terhormat
Siti Aminah. Ia menjadi yatim sesudah kedua orang tuanya meninggal dunia.
MuhaMMad akhirnya dibesarkan oleh pamannya, Abu Thalib. MuhaMMad
menikah dengan Siti Khadijah dan menjalani kehidupan yang bahagia.

       Namun, ketika Nabi MuhaMMad SholaLLAhu’Alaihi Wasallam berusia 40
tahun, beliau didatangi Malaikat Jibril. Sesudah beberapa waktu RosuluLLAh
mengajar ajaran Islam secara tertutup kepada rekan-rekan terdekatnya, yang
dikenal sebagai “as-Sabiqun al-Awwalun” (Orang-orang pertama yang memeluk
Islam) dan seterusnya secara terbuka kepada seluruh penduduk Mekah.


                                       5
       Dalam catatan sejarah, Islam sudah mulai disiarkan sekitar tahun 612
masehi ketika ALLAh menurunkan wahyu yang pertama kepada utusanNYa
RosuluLLAh Nabi MuhaMMad SholaLLAhu’Alaihi Wasallam di Goa Hira,
Mekah. Karena penyebaran agama baru ini mendapat tantangan dari
lingkungannya, Nabi MuhaMMad kemudian pindah (hijrah) ke Madinah pada
tahun 622. Nabi MuhaMMad mendirikan wilayah kekuasaannya di Madinah.
Pemerintahannya didasarkan pada pemerintahan Islam. RosuluLLAh kemudian
menyebarluaskan Islam yang sekaligus memperluas wilayahnya. Dari sinilah
Islam berkembang ke seluruh dunia.
       Setelah Nabi MuhaMMad wafat pada tahun 632, kerajaan Islam
berkembang hingga Samudra Atlantik dan Asia Tengah di sebelah Timur. Proses
penyebarluasan Islam dilanjutkan oleh para khalifah yang ditunjuk oleh Nabi
SholaLLAhu’Alaihi Wasallam,berturut-turut para khulafa-ur rosyidin (pemimpin
yang lurus) ini memimpin kaum muslimin
       Sampai tahun 750, wilayah Islam telah meliputi Jazirah Arab, Palestina,
Afrika Utara, Irak, Suriah, Persia, Mesir, Sisilia, Spanyol, Asia Kecil, Rusia,
Afganistan, dan daerah-daerah di Asia Tengah. Pada masa ini yang memerintah
ialah Bani Umayyah dengan ibu kota Damaskus.
       Berdirinya    kerajaan-kerajaan       Islam   seperti   kerajaan   Umayyah,
Abbasiyyah, Turki Seljuk, dan Kekhalifahan Ottoman, Kemaharajaan Mughal,
India, dan Kesultanan Melaka telah menjadi kerajaaan yang besar di dunia.
Banyak ahli-ahli sains, ahli-ahli filsafat dan sebagainya muncul dari negeri-negeri
Islam terutama pada Zaman Emas Islam. Karena banyak kerajaan Islam yang
mendirikan sekolah dan madrasah-madrasah.

       Pada tahun ini Bani Umayyah dikalahkan oleh Bani Abbasiyah yang
kemudian memerintah sampai tahun 1258 dengan ibu kota di Baghdad. Pada masa
ini, tidak banyak dilakukan perluasan wilayah kekuasaan. Konsentrasi lebih pada
pengembangan ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan peradaban Islam. Baghdad
menjadi pusat perdagangan, kebudayaan dan ilmu pengetahuan.




                                         6
       Setelah pemerintahan Bani Abbasiyah, kekuasaan Islam terpecah.
Perpecahan ini mengakibatkan banyak wilayah yang memisahkan diri. Akibatnya,
penyebaran Islam dilakukan secara perorangan. Agama ini dapat berkembang
dengan cepat karena Islam mengatur hubungan manusia dan Tuhan. Islam
disebarluaskan tanpa paksaan kepada setiap orang untuk memeluknya.

       Di abad ke-18 dan 19 masehi, banyak daerah Islam jatuh ke tangan Eropa.
Kekaisaran Islam terakhir tumbang setelah Perang Dunia I, yaitu pada masa
berakhirnya Kerajaan Ottoman.




                                      7
                  PROSES MASUK DAN
     BERKEMBANGNYA AGAMA ISLAM
                         DI INDONESIA



       Sejarah mencatat kaum pedagang memegang peranan penting dalam
penyebaran agama dan kebudayaan Islam. Agama Islam pertama masuk ke
Indonesia melalui proses perdagangan, pendidikan, dll. Letak Indonesia yang
strategis menyebabkan timbulnya bandar-bandar perdagangan yang turut
membantu mempercepat penyebaran tersebut. Di samping itu, cara lain yang turut
berperan ialah melalui dakwah yang dilakukan para mubaligh.

       Tokoh-tokoh penyebar Islam yang paling berpengaruh di Indonesia adalah
sembilan orang waliyuLLAh yang berasal dari tanah Jawa, mereka disebut
Walisongo oleh masyarakat Jawa, yang berarti sembilan wali.

       Walisongo antara lain; Sunan Ampel, Sunan Bonang, Sunan Muria,
Sunan Gunung Jati, Sunan Kalijaga, Sunan Giri, Sunan Kudus, Sunan
Drajat, Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim).

       Pada tahun 30 Hijriah atau 651 Masehi, hanya berselang sekitar 20 tahun
dari wafatnya RosuluLLAh SholaLLAhu’Alaihi Wasallam, Khalifah Utsman ibn
Affan RodhiyaLLAhu‘Anhu mengirim delegasi ke Cina untuk memperkenalkan
Daulah Islam yang belum lama berdiri. Dalam perjalanan yang memakan waktu
empat tahun ini, para utusan Utsman ternyata sempat singgah di Kepulauan
Nusantara. Beberapa tahun kemudian, tepatnya tahun 674, Kekhalifahan
Umayyah telah mendirikan pangkalan dagang di pantai barat Sumatera. Inilah
perkenalan pertama penduduk Indonesia dengan Islam. Sejak itu para pelaut dan




                                      8
pedagang Muslim terus berdatangan, abad demi abad. Mereka membeli hasil bumi
dari negeri nan hijau ini sambil berdakwah.

       Lambat laun penduduk pribumi mulai memeluk Islam meskipun belum
secara besar-besaran. Aceh, daerah paling barat dari Kepulauan Nusantara, adalah
yang pertama sekali menerima agama Islam. Bahkan di Acehlah kerajaan Islam
pertama di Indonesia berdiri, yakni Pasai. Berita dari Marco Polo menyebutkan
bahwa pada saat persinggahannya di Pasai tahun 692 H / 1292 M, telah banyak
orang Arab yang menyebarkan Islam. Begitu pula berita dari Abu Abdullah
Muhammad bin Battutah, atau lebih dikenal dengan nama Ibnu Batthutah
pengembara Muslim dari Maghribi, yang ketika singgah di Aceh tahun 746 H /
1345 M, menuliskan bahwa di Aceh telah tersebar mazhab Syafi’i. Adapun
peninggalan tertua dari kaum Muslimin yang ditemukan di Indonesia terdapat di
Gresik, Jawa Timur. Berupa komplek makam Islam, yang salah satu diantaranya
adalah makam seorang Muslimah bernama Fatimah binti Maimun. Pada
makamnya tertulis angka tahun 475 H / 1082 M, yaitu pada jaman Kerajaan
Singasari. Diperkirakan makam-makam ini bukan dari penduduk asli, melainkan
makam para pedagang Arab.

       Sampai dengan abad ke-8 H / 14 M, belum ada pengislaman penduduk
pribumi Nusantara secara besar-besaran. Baru pada abad ke-9 H / 14 M, penduduk
pribumi memeluk Islam secara massal. Para pakar sejarah berpendapat bahwa
masuk Islamnya penduduk Nusantara secara besar-besaran pada abad tersebut
disebabkan saat itu kaum Muslimin sudah memiliki kekuatan politik yang berarti.
Yaitu ditandai dengan berdirinya beberapa kerajaan bercorak Islam seperti
Kerajaan Aceh Darussalam, Malaka, Demak, Cirebon, serta Ternate. Para
penguasa kerajaan-kerajaan ini berdarah campuran, keturunan raja-raja pribumi
pra Islam dan para pendatang Arab.

       Pesatnya Islamisasi pada abad ke-14 dan 15 M antara lain juga disebabkan
oleh surutnya kekuatan dan pengaruh kerajaan-kerajaan Hindu Budha di
Nusantara seperti Majapahit, Sriwijaya dan Sunda. Thomas Arnold dalam The



                                        9
Preaching of Islam mengatakan bahwa kedatangan Islam bukanlah sebagai
penakluk seperti halnya bangsa Portugis dan Spanyol. Islam datang ke Asia
Tenggara dengan jalan damai, tidak dengan pedang, tidak dengan merebut
kekuasaan politik. Islam masuk ke Nusantara dengan cara yang benar-benar
menunjukkannya sebagai rohmatan lil’alamin, rahmat dan keselamatan bagi
seluruh alam.

       Dengan masuk Islamnya penduduk pribumi Nusantara dan terbentuknya
pemerintahan-pemerintahan Islam di berbagai daerah kepulauan ini, perdagangan
dengan kaum Muslimin dari pusat dunia Islam menjadi semakin erat. Orang Arab
yang bermigrasi ke Nusantara juga semakin banyak. Yang terbesar diantaranya
adalah berasal dari Hadramaut, Yaman. Dalam Tarikh Hadramaut, migrasi ini
bahkan dikatakan sebagai yang terbesar sepanjang sejarah Hadramaut.

       Namun setelah bangsa-bangsa Eropa Nasrani berdatangan dan dengan
rakusnya menguasai daerah demi daerah di Nusantara, hubungan dengan pusat
dunia Islam seakan terputus. Terutama di abad ke 17 dan 18 Masehi.
Penyebabnya, selain karena kaum Muslimin Nusantara disibukkan oleh
perlawanan menentang penjajahan, juga karena berbagai peraturan yang
diciptakan oleh kaum kolonialis. Setiap kali para penjajah – terutama Belanda –
menundukkan kerajaan Islam di Nusantara, mereka pasti menyodorkan perjanjian
yang isinya melarang kerajaan tersebut berhubungan dagang dengan dunia luar
kecuali melalui mereka. Maka terputuslah hubungan ummat Islam Nusantara
dengan ummat Islam dari bangsa-bangsa lain yang telah terjalin beratus-ratus
tahun. Keinginan kaum kolonialis untuk menjauhkan ummat Islam Nusantara
dengan akarnya, juga terlihat dari kebijakan mereka yang mempersulit pembauran
antara orang Arab dengan pribumi.

       Semenjak awal datangnya bangsa Eropa pada akhir abad ke-15 Masehi ke
kepulauan subur makmur ini, memang sudah terlihat sifat rakus mereka untuk
menguasai. Apalagi mereka mendapati kenyataan bahwa penduduk kepulauan ini
telah memeluk Islam, agama seteru mereka, sehingga semangat Perang Salib pun



                                      10
selalu dibawa-bawa setiap kali mereka menundukkan suatu daerah. Dalam
memerangi Islam mereka bekerja sama dengan kerajaan-kerajaan pribumi yang
masih menganut Hindu / Budha. Satu contoh, untuk memutuskan jalur pelayaran
kaum Muslimin, maka setelah menguasai Malaka pada tahun 1511, Portugis
menjalin kerjasama dengan Kerajaan Sunda Pajajaran untuk membangun sebuah
pangkalan di Sunda Kelapa. Namun maksud Portugis ini gagal total setelah
pasukan gabungan Islam dari sepanjang pesisir utara Pulau Jawa bahu membahu
menggempur mereka pada tahun 1527 M. Pertempuran besar yang bersejarah ini
dipimpin oleh seorang putra Aceh berdarah Arab Gujarat, yaitu Fadhilah Khan
Al-Pasai, yang lebih terkenal dengan gelarnya, Fatahillah. Atau dalam lidah
Portugis disebut Falatehan. Sebelum menjadi orang penting di tiga kerajaan
Islam Jawa, yakni Demak, Cirebon dan Banten, Fatahillah sempat berguru di
Mekah. Bahkan ikut mempertahankan Mekah dari serbuan Turki Utsmani.

       Kedatangan kaum kolonialis di satu sisi telah membangkitkan semangat
jihad kaum muslimin Nusantara, namun di sisi lain membuat pendalaman akidah
Islam tidak merata. Hanya kalangan pesantren (madrasah) saja yang mendalami
keislaman, itupun biasanya terbatas pada mazhab Syafi’i. Sedangkan pada kaum
Muslimin kebanyakan, terjadi percampuran akidah dengan tradisi pra Islam.
Kalangan priyayi yang dekat dengan Belanda malah sudah terjangkiti gaya hidup
Eropa. Kondisi seperti ini setidaknya masih terjadi hingga sekarang. Terlepas dari
hal ini, ulama-ulama Nusantara adalah orang-orang yang gigih menentang
penjajahan. Meskipun banyak diantara mereka yang berasal dari kalangan tarekat,
namun justru kalangan tarekat inilah yang sering bangkit melawan penjajah. Dan
meski pada akhirnya setiap perlawanan ini berhasil ditumpas dengan taktik licik,
namun sejarah telah mencatat jutaan syuhada Nusantara yang gugur pada berbagai
pertempuran melawan Belanda, sejak perlawanan kerajaan-kerajaan Islam di abad
16 dan 17 seperti Malaka (Malaysia), Sulu (Filipina), Pasai, Banten, Sunda
Kelapa, Makassar, Ternate, hingga perlawanan para ulama di abad 18 seperti
Perang Cirebon (Bagus rangin), Perang Jawa (Diponegoro), Perang Padri (Imam
Bonjol), dan Perang Aceh (Teuku Umar).



                                       11
                           PENUTUP



      Demikianlah makalah sederhana ini saya buat, semoga bisa
menjadi bahan pelajaran yang bermanfaat bagi kita semua. Tak lupa saya
ucapkan banyak terima kasih kepada dosen pengasuh bapak Erfan
Maulana, S.Pd.I yang telah membimbing saya sehingga saya dapat
merampungkan makalah ini.

      Terima kasih kepada rekan-rekan mahasiswa khususnya teman-
teman saya di STIT Darul Ulum Tanah Bumbu yang telah banyak
memberi masukan kepada saya. Dan kepada pembaca semua yang telah
meluangkan waktunya untuk membaca makalah ini. Kelebihannya
adalah ALLAh jua yang mengilhamkan ilmu kepada kita.

       Makalah ini juga tak luput dari kesalahan, karena itu kritik dan
saran yang membangun dari pembaca semua akan menjadi masukan
yang sangat berarti bagi saya agar dapat memperbaikinya di kemudian
hari. Akhirul kalam, atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.




                                             Pagatan, 1 Februari 2012




                                                   Penyusun




                                  12
                    DAFTAR PUSTAKA




Jejak-jejak Wali Songo. Hakim, AR. MITRAUMMAT; Surabaya: 1998

Sejarah Peradaban Islam. Hikmah, Dra. DIKTAT STIT DARUL ULUM; Tanah
Bumbu: 2009

http://www.wikipedia.org

http://www.istanailmu.com




                                  13

				
DOCUMENT INFO
Categories:
Tags:
Stats:
views:26
posted:4/14/2012
language:
pages:13