Docstoc

upaya penanggulangan

Document Sample
upaya penanggulangan Powered By Docstoc
					             TUGAS KELOMPOK

                    PLH

UPAYA PENAGGULANGAN RUSAKNYA LAPISAN OZON




                KELAS : XI 4

               Disusun oleh :

                  1. FINNA
                 2. ISNA A.J
                  3. RIZKI .F
                   4. TIANI
                 5. YULIANA
                    KATA PENGANTAR



Puji syukur saya panjatkan kepada kehadirat tuhan yang maha esa
karena telah memberikan rahmat dan hidayat nya kepada kami
sehingga kami dapat menyelesaikan tugas individu ini, tak lupa kami
ucapkan terima kasih kepada guru PLH Yang telah memberikan tugas
ini, sehingga kami juga bisa tahu lebih banyak lagi tentang rusaknya
lapisan ozon.




                                             Cirebon, 05 April 2012




                                                             penulis
                                Upaya Penanggulangan
                      Upaya penaggulangan rusaknya lapisan ozon



 A. Pemerintah



NUSA DUA - Kementrian Lingkungan Hidup terus
melakukan upaya untuk mengatasi penipisan lapisan
ozon. Salah satu upaya yang dilakukan adalah
penegakan hukum kepada para perusahaan yang masih
menggunakan Bahan Perusak Ozon (BPO) dalam bahan
bakunya.

Deputi Menteri Negara Lingkungan Hidup bidang
Penataan Hukum Lingkungan, Kementrian Lingkungan
Hidup, Sudariyono mengatakan perdagangan dan
peredaran BOP sudah dihentikan di Indonesia sejak
keluarnya Peraturan Menteri Perdagangan pada 1 Januari 2008 lalu.

"Peraturan Menteri Perdagangan mulai 1 Januari 2008 tidak boleh lagi ada CFC (salah satu
bahan perusak ozon) masuk ke Indonesia," ujar Sudariyono di Bali Nusa Dua Convention
Centre, Bali, Rabu (23/11/2011).

Untuk mengawasi hal itu, lanjut Sudariyono, pihaknya saat ini terus melakukan kerjasama
dengan Bea Cukai untuk mengawasi importir yang dikhawatirkan masih mengirimkan BPO
ke Indonesia. Hingga saat ini belum ada kasus pelanggaran dengan masuknya BPO ke
Indonesia oleh para importir.

Jika ada yang melanggar, sesuai dengan Undang-undang Nomor 39 Tahun 2009 pasal 107
tentang pengelolaan lingkungan hidup, akan dikenai sanksi pidana paling singkat lima tahun
dan maksimal 15 tahun penjara serta denda paling sedikit Rp5 miliar dan maksimal Rp15
miliar.

Untuk membahas terkait penegakan hukum kepada para instansi terkait, Kementrian
Lingkungan hidup menyelenggarakan workshop mengenai penataan hukum terhadap
penggunaan dan perdagangan bahan perusak ozon (BPO) di Bali Nusa Dua Convention
Centre hari ini.

"Indonesia harus memiliki perangkat kebijakan mengatasi dampak pembekuan dan
penghentian pemakaian BPO," katanya.

Hal yang sama diungkapkan Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya. Kambuaya
menekankan upaya untuk penghentian penggunaan BOP dalam sektor industri.

"Salah satu cara yang dapat dilakukan Indonesia dalam menyelamatkan lapisan ozon dan juga
pengurangan pemanasan global adalah dengan penghentian konsumsi BPO secara bertahap,"
tegas Kambuaya.
Tak hanya itu, Kambuaya berh

   arap masyarakat sadar untuk tidak menggunakan produk yang memakai BPO. Hal itu
   semata-mata untuk mengurangi kerusakan lapisan ozon.

   "Upaya penataan hukum dalam penggunaan dan perdagangan BPO harus seiring dengan
   upaya sosialisasi agar masyarakat sadar untuk memilih produk tidak menggunakan BPO.
   Dengan begitu perlindungan lapisan ozon dapat terwujud," tutupnya.



 B. Industri



Penanggulangan kerusakan lapisan ozon memerlukan peran serta semua pihak, baik
pemerintah, kalangan industri, masyarakat maupun Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).
Peran pemerintah sangat strategis dalam mengeluarkan dan mengawasi berbagai regulasi
yang berpihak pada keseimbangan lingkungan. Kalangan industri, baik pemerintah maupun
swasta diharapkan tidak semata-mata mengejar profit, tetapi juga memiliki komitmen dan
idealisme yang kuat untuk mengembangkan industri yang ramah lingkungan, dengan
mentaati kaidah-kaidah dalam dokumen AMDAL. Pemberian penghargaan dan sanksi
(reward and punishment) bagi kalangan Industri akan membangkitkan semangat dan motivasi
untuk peduli lingkungan. Misalnya, pemberian sertifikat ISO pada industri yang berhasil
mensubstitusi produk freon dengan produk lain yang tidak merusak lapisan ozon. Peran LSM
juga tak kalah pentingnya dalam melakukan kajian-kajian lingkungan dan melaksanakan
fungsi kontrol terhadap masalah lingkungan. Hasil kajian LSM dapat dijadikan referens bagi
pemerintah dan masyarakat untuk menentukan industri-industri mana yang produknya ramah
terhadap lapisan ozon, sehingga layak dibeli dan diizinkan pengoperasiannya. Wahana
Lingkungan Hidup (WALHI) adalah contoh LSM yang telah banyak memberikan kontribusi
bagi penanggulangan masalah lingkungan di Indonesia, termasuk upaya penanggulangan
penipisan lapisan ozon.
Selain upaya-upaya diatas, masyarakat juga dapat melakukan program disinsentif yaitu
menumbuhkan perilaku menolak produk yang tidak ramah terhadap lapisan ozon. Hal ini
dapat dilakukan dengan cara-cara antara lain: Pertama: masyarakat sebagai konsumen
diharapkan dapat membeli produk aerosol dalam kaleng, lemari es dan alat pemadam
kebakaran yang berlabel ” Ozone Friendly ” atau ” Free CFC”. Label tersebut menunjukan
produk-produk tersebut tidak mengandung bahan perusak lapisan ozon (BPO), seperti CFC
atau halon. Kedua: Masyarakat pemilik rumah, diharapkan dapat menjadwalkan pergantian
penggunaan bahan pendingin seperti lemari es, AC dan perabot rumah tangga lainnya yang
masih menggunakan bahan pendingin CFC dan HCFC dengan non-CFC. Ketiga: Kalangan
teknisi yang bertugas memperbaiki peralatan rumah tangga, seperti kulkas atau AC perlu
memastikan bahwa peralatan tersebut aman atau gasnya tidak bocor ke atmosfir, dan juga
membantu memulai mengganti bahan pendingin dengan yang non-CFC. Keempat: Pusat-
Pusat pendidikan, dalam hal ini Guru mempunyai peran yang strategis dalam memberikan
informasi kepada murid-murid tentang pentingnya melindungi lapisan ozon. Murid akan
diajak sejak dini untuk memahami pengaruh kerusakan ozon terhadap kesehatan dan
kelangsungan hidup manusia dan makhluk lainnya dibumi, sehingga timbul motivasi untuk
melakukan upaya penanggulangannya. Kelima: Kalangan Pers dan Wartawan mempunyai
peran yang tak kalah pentingnya dalam membentuk opini publik dengan mengangkat tema
pentingnya ozon melalui media cetak maupun elektronik. Tayangan-tayangan audio-visual
tentang dampak kerusakan ozon akan mengusik nurani masyarakat untuk bergegas
melakukan upaya penyelamatan lapisan ozon dari berbagai kerusakan.
Kiranya gagasan-gagasan yang telah dipaparkan ini dapat mengelitik ego kita semua untuk
mulai melakukan upaya preventif terhadap kerusakan lapisan ozon. Mulailah dari diri kita
sendiri, karena kita dan generasi yang akan datang yang akan menikmati apa yang kita
lakukan hari ini.



 C. Masyarakat

   Cara-cara yang dapat kita lakukan untuk mencegah rusaknya lapisan ozon.

   Ancaman yang diketahui terhadap keseimbangan ozon adalah kloroflorokarbon
(CFC) yang mengakibatkan menipisnya lapisan ozon. CFC digunakan oleh
masyarakat modern dengan cara yang tidak terkira banyaknya, misalnya dengan :

    1. AC
    2. kulkas
    3. bahan dorong dalam penyembur (aerosol), diantaranya kaleng semprot untuk
       pengharum ruangan, penyemprot rambut atau parfum
    4. pembuatan busa
    5. bahan pelarut terutama bagi kilang-kilang elektronik
    Satu buah molekul CFC memiliki masa hidup 50 hingga 100 tahun dalam
atmosfer
sebelum dihapuskan. Dalam waktu kira-kira 5 tahun, CFC bergerak naik dengan
perlahan ke dalam stratosfer (10 – 50 km). Molekul CFC terurai setelah bercampur
dengan sinar UV, dan membebaskan atom KLORIN. Atom klorin ini berupaya
memusnahkan ozon dan menghasilkan LUBANG OZON. Penipisan lapisan ozon
akan menyebabkan lebih banyak sinar UV memasuki bumi.
    Maka dari itu kita harus menggunakan benda-benda yang mengandung CFC
tersebut dengan seperlunya, tidak dengan berlebihan.

   Selain itu kita juga harus menggunakan kendaraan ramah lingkungan, yaitu
seperti sepeda, becak, delman, transjakarta (mengurangi kemacatan dan pemakain
kendaraan pribadi untuk bekerja, juga mengurangi polusi udara) dan mungkin
mobil bertenaga surya untuk mengurangi polusi udara. Cara lain mengurangi polusi
udara dengan membangun taman kota, menanam pepohonan di lingkungan sekitar,
dan memperingati penebangan liar.
 D. Individu

Menutup Lubang Ozon dengan Sejuta Pohon

Ozon dilapisan stratosfer memiliki peran penting dalam menyerap radiasi sinar UV
(Ultraviolet) yang di pancarkan matahari ke bumi.Sejumlah senyawa polutan dapat
menghancurkan ozon. Data terbaru mengungkapkan bahwa kerusakan lubang ozon di kutub
Selatan sebesar 27 juta kilomter persegi. Hal ini membuatnya lebih besar dibandingkan
Amerika Utara yang luasnya sekitar 25 juta kilometer persegi.

Hal ini terjadi karena banyak sekali perilaku hidup manusia yang tanpa disadari
menyebabkan kerusakan. Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer Lembaga Penerbangan dan
Antariksa Nasional (LAPAN) merilis, bahwa lubang ozon di kutub Selatan ini bukan dalam
arti lubang yang sebenarnya pada lapisan ozon. Akan tetapi, lubang ozon merupakan
penipisan lapisan-lapisan ozon dengan konsentrasi lebih rendah dari 220 DU. Nilai ini
berdasarkan pengamatan ozon di Kutub Selatan yang tidak pernah lebih tinggi dari 220 DU
sejak tahun 1979.

Sedangkan kondisi ozon di Indonesia berdasarkan data total ozon hasil pengukuran satelit
Nimbus pada Juni 2009, ada kecendrungan penurunan konsentrasi ozon total di Indonesia
sebesar 0,29 DU/tahun. Bahan-bahan kimia perusak lapisan ozon ini terutama berasal dari
jenis chlorofluorocarbons (CFC) yang digunakan dalam berbagai produk proses seperti
lemari es, pendingin udara, proses pembuatan busa lembut, sebagai cairan pembersih.

Ozon merupakan gas yang secara alami terdapat didalam atmosfer. Lapisan ozon mulai
dikenal oleh seorang ilmuwan dari Jerman, Christian Friedrich Schonbein pada tahun 1839.
Ozon adalah hasil reaksi antara oksigen dengan sinar ultraviolet dari matahari. Istilah ‘ozon’
atau lebih tepat lagi ‘lapisan ozon’ mulai mendapat perhatian sekitar tahun 1980-an ketika
para ilmuwan menemukan adanya ‘lubang’ di lapisan ozon di Antartika.

Lubang tersebut merupakan hasil dari tenaga matahari yang mengeluarkan radiasi ultra yang
tinggi. Radiasi itu berpecah menjadi molekul oksigen sekaligus melepaskan atom bebas di
mana setengahnya diikat dengan molekul oksigen yang lain untuk membentuk ozon.

Kerusakan lapisan ozon adalah istilah yang sering digunakan untuk mendeskripsikan
berkurangnya atau hilangnya lapisan ozon yang terdapat pada lapisan atmosfir. Berdasarkan
laporan dari NASA bahwa lubang ozon di Antartika telah mencapai 29 juta Km².

Konsentrasi rata-rata lapisan ozon kurang dari 200 DU dikategorikan sebagai lubang ozon
(Ozone Hole). Penyebab rusaknya atau menipisnya lapisan ozon yaitu oleh Bahan Perusak
Ozon (BPO) yang diemisikan dari berbagai kegiatan, baik dalam menggunakan atau
memproduksi barang mengandung BPO.

Ancaman yang diketahui terhadap keseimbangan ozon adalah kloroflrokarbon (CFC) yang
mengakibatkan menipisnya lapisan ozon. CFC digunakan oleh masyarakat modern dengan
cara yang tidak terkira banyaknya, misalnya dengan : AC,Kulkas,bahan dorong dalam
penyembur (aerosol), di antaranya kaleng semprot untuk pengharum ruangan, penyemprot
rambut atau parfum pembuatan busa,bahan pelarut terutama bagi kilang-kilang elektronik.
Satu buah molekul CFC memiliki masa hidup 50 hingga 100 tahun dalam atmosfer sebelum
dihapuskan. Dalam waktu kira-kira 5 tahun, CFC bergerak naik dengan perlahan ke dalam
stratosfer (10 – 50 km). Molekul CFC terurai setelah bercampur dengan sinar UV, dan
membebaskan atom Klorin. Atom klorin ini berupaya memusnahkan ozon dan menghasilkan
lubang ozon. Penipisan lapisan ozon akan menyebabkan lebih banyak sinar UV memasuki
bumi.

Mencegah Penipisan Ozon

Berdasar pada temuan-temuan para penelitimenyebutkan, bahwa bahan perusak lapisan ozon
banyak digunakan dalam industri alat pemadam kebakaran dan Metil Bromida yang dipakai
untuk bahan pestisida. Pemakaian bahan-bahan ini meningkat dengan cepat sejak tahun 1970-
an yang menyebabkan kandungannya di atmosfer juga meningkat.

Untuk mengatasi hal ini adalah dengan cara mengubah perilaku manusia. Masyarakat harus
disadarkan bahwa manusia harus hidup lebih lama dengan suasana nyaman dan aman.
Edukasi yang disampaikan bisa dalam bentuk cerita dan bukti nyata supaya warga tergerak
hatinya untuk hidup dengan cara yang lebih baik.

Karena, sampai hari ini banyak sekali kebiasaan masyarakat yang tidak sesuai dengan pola
back to nature atau slogan Let’s Go Green yang sering dikumandangkan di televisi atau di
iklankan di media cetak. Pola hidup konsumtif dan membuang sampah sembarangan masih
lebih mendominasi kebiasaan hidup manusia di muka bumi ini. Mungkin di beberapa negara
ada aturan-aturan yang "terpaksa" membuat warganya dilisplin. Indonesia pun seharusnya
bisa mengadopsi tata cara seperti ini.

Tak perlu jauh-jauh mengambil contoh pola hidup salah yang merusak lingkungan dan alam.
Indonesia masih terkenal sebagai negara pembabat hutan, beberapa penduduknya masih jauh
dari kebiasaan hidup disiplin. Di kota Medan sendiri, masih banyak individu yang sedang
berada di dalam mobil membuang sampah sembarangan ke jalan umum. Padahal, di kiri
kanan jalan sudah disediakan tempat-tempat sampah.

Perlu diketahui, bahwa penipisan lapisan ozon akan menyebabkan lebih banyak sinar radiasi
ultra ungu memasuki bumi. Radiasi ultra ungu ini dapat membuat efek pada kesehatan
manusia, memusnahkan kehidupan laut, ekosistem, mengurangi hasil pertanian dan hutan.
Efek utama pada manusia adalah peningkatan penyakit kanker kulit karena selain itu dapat
merusak mata termasuk kataraks dan juga mungkin akan melemahkan sistem imunisasi
badan.

Pada bidang pertanian, penerimaan sinar ultra violet pada tanaman dapat memusnahkan hasil
tanaman utama dunia. Hasil kajian menunjukkan hasil tanaman seperti ‘barli’ dan ‘oat’
menunjukkan penurunan karena penerimaan sinar radiasi yang semakin tinggi. Tanaman
diperkirakan akan mengalami kelambatan pertumbuhan, bahkan akan cenderung kerdil,
sehingga merusak hasil panen dan hutan-hutan yang ada.

Radiasi penuh ini juga dapat mematikan anak-anak ikan, kepiting dan udang di lautan, serta
mengurangi jumlah plankton yang menjadi salah satu sumber makanan kebanyakan hewan-
hewan laut. Kerusakan lapisan ozon juga memiliki pengaruh langsung pada pemanasan bumi
yang sering disebut sebagai "efek rumah kaca". Usaha-usaha untuk mencegah penipisan ozon
menjadi mulai dilakukan bersama oleh semua negara di dunia.
Usaha itu pun telah digalakkan secara serius melalui UNEP (United Nation Environment
Programme) salah satu organisasi PBB yang bergerak di bidang program perlindungan
lingkungan dan alam. Oleh karena itu, kita semua harus memandang serius masalah ini dan
berupaya untuk mencegah atau meminimalkan penipisan lapisan ozon di alam ini dengan cara
meminimalkan penggunaan bahan-bahan yang dapat mempertipis ozon agar generasi yang
akan datang dapat mewarisi alam sekitar yang masih baik.

Penanaman hutan baru dapat mereduksi CO2 di atmosfer. Proses ini disebut dengan proses
berkelanjutan dari carbon. Sesuai dengan program pemerintah dengan ‘gerakan sejuta pohon‘
diharapkan dapat mengurangi pemanasan global dan menutup lubang ozon. Penanaman
pohon-pohon baru di beberapa kawasan harus dilakukan secara berkesinambungan, di mana
setiap kali ada penebangan pohon disaat itu juga ada upaya untuk menanamnya kembali
dengan pohon baru atau tanaman baru.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:957
posted:4/12/2012
language:
pages:8