INISIASI 1(2) by anamaulida

VIEWS: 55 PAGES: 4

									                                    Oleh : Lusi R Masduki

Selamat datang Mahasiswa Universitas Terbuka dalam tutorial on line (tuton) pada mata
kuliah Materi Kurikuler Matematika SMA (PEMA 4131), mulai 2011.1 menggunakan modul
atau buku materi pokok yang sama yaitu Materi Kurikuler Matematika SMA (PEMA 4131).

Pada pertemuan Tutorial Online pertama ini akan diuraikan tentang materi:

MenelaahMateri Aljabar 1 yang meliputi,
1. Menyelesaikan masalah dalam matematika atau bidang lainnya yang penyelesaiannya
   menggunakan persamaan, pertidaksamaan kuadrat dan fungsi kuadrat.
2. Menjelaskan konsep-konsep persamaan kuadrat dan pertidaksamaan kuadrat serta
   fungsi kuadrat dengan menggunakan pendekatan dan atau media/alat peraga yang
   sesuai.
3. Menganalisis kesalahan yang biasa dilakukan oleh guru atau siswa (jika ada) dalam
   memahami konsep persamaan kuadrat dan pertidaksamaan kuadrat serta fungsi
   kuadrat.
4. Menyelesaikan masalah dalam matematika atau bidang lainnya yang penyelesaiannya
   menggunakan sistem persamaan linear, pertidaksamaan linear, dan program linear.
5. Menjelaskan sistem persamaan linear, pertidaksamaan linear, dan program linear
   dengan menggunakan pendekatan dan atau media/alat peraga yang sesuai.
6. Menganalisis kesalahan yang biasa dilakukan oleh guru atau siswa (jika ada) dalam
   memahami konsep persamaan linear, pertidaksamaan linear, dan program linear.
Dalam mempelajari inisiasi pertama ini terdapat hal-hal yang perlu menjadi perhatian:

1.   Konsep Fungsi (Pengertian fungsi)
     Suatu fungsi dari himpunan A ke himpunan B adalah suatu relasi yang memasangkan setiap
     anggota dari A dengan tepat satu anggota dari B, dan ditulis f : A  B.
2.   Daerah-daerah fungsi
     Jika fungsi f : A  B maka:
     Df = Domain = Daerah asal = {x : x  A, (x , y)  f}.
     Rf = Range = Daerah nilai = Daerah hasil = {y: y  B, (x , y)  f} = f(A)
     Kf = Kodomain = Daerah kawan = B, dengan f(A)  B
3.   Sifat-sifat Fungsi
      a. Jika f : A  B dan f(A)  B maka f dinamakan fungsi into (fungsi ke dalam).
      b. Jika f : A  B dan f(A) = B maka f dinamakan fungsi onto (fungsi kepada = fungsi ke
          atas = surjektif).
      c. Jika f : A  B, dan  a1, a2  A dengan a1  a2, berlaku f(a1)  f(a2) maka f dinamakan
          fungsi satu-satu (injektif).
      d. Jika f : A  B dan f adalah fungsi injektif dan sekaligus fungsi surjektif maka f
          dinamakan fungsi bijektif (korespondensi satu-satu).
4.   Fungsi Aljabar
     Fungsi aljabar adalah fungsi yang diperoleh dari sejumlah berhingga operasi aljabar
     terhadap fungsi konstanta y = k dan fungsi identitas y = x. Operasi aljabar yang dilakukan,
     meliputi penjumlahan, perkalian, pembagian, perpangkatan, dan penarikan akar. Fungsi
     elementer yang tidak termasuk fungsi aljabar dinamakan fungsi transenden.
5.   Fungsi Kuadrat
     Fungsi kuadrat adalah fungsi yang didefinisikan dalam bentuk umum y = f(x) = ax2 + bx + c
     dengan a, b, c  R dan a  0. Grafik fungsi kuadrat berupa parabola
6.   Persamaan Kuadrat
     Persamaan yang berbentuk: ax2 + bx + c = 0 dengan a  0, a, b, c  R, dinamakan
     persamaan berderajat dua atau persamaan kuadrat.
     Setiap persamaan yang ditulis dalam bentuk seperti di atas dengan menggunakan
     transformasi elementer adalah ekuivalen dengan suatu persamaan kuadrat. Bentuk
     persamaan di atas disebut bentuk standar persamaan kuadrat.
7.   Sifat-sifat Persamaan
     1). Jika P(x), Q(x), dan R(x) bentuk-bentuk akar dalam x maka untuk setiap nilai x, yang
          mana P(x), Q(x) dan R(x) real, kalimat terbuka P(x) = R(x) adalah ekivalen dengan
          tiap-tiap dari yang berikut:
          A. P(x) + R(x) = Q(x) + R(x)
          B. P(x) . R(x) = Q(x) . R(x)
               P(x) Q(x)
          C.       =     , R(x) ¹ 0
               R(x) R(x)
     2). Jika a, b  R maka a . b = 0 jika dan hanya jika a= 0 atau b = 0 atau dua-duanya nol
          (buktinya tidak diberikan).
8.   Pertidaksamaan Kuadrat
     Pertidaksamaan kuadrat adalah bentuk pertidaksamaan dengan derajat variabel tertingginya
     dua. Untuk menyelesaikan pertidaksamaan kuadrat dapat dengan metode grafik dan dapat
     pula dengan bantuan hasil kali dua bilangan yang hasilnya positif dan hasilnya negatif.
9.   Sifat-sifat Pertidaksamaan
     Jika P(x), Q(x), dan R(x) adalah ungkapan-ungkapan dalam x maka untuk semua harga-
     harga x, P(x), Q(x), dan R(x) yang real, kalimat terbuka P(x) < Q(x) adalah ekuivalen
     dengan tiap-tiap dari yang berikut:
      A. P(x) + R(x) < Q(x) + R(x)
      B. P(x) . R(x) < Q(x) . R(x)ü
                                  ï
                                  ï
                                  ï
         P(x) Q(x)                ý untuk x  { x : R(x) > 0 }
      C.       <                  ï
                                  ï
         R(x) R(x)                ï
                                  ï
                                  þ
                                  ü
      D. P(x) . R(x) > Q(x) . R(x)ï
                                  ï
                                  ï
         P(x) Q(x)                ý untuk x  { x : R(x) < 0 }
      E.       >                  ï
                                  ï
         R(x) R(x)                ï
                                  ï
                                  þ
10. Pendekatan Penyelesaian Model Matematika
    Salah satu model pendekatan untuk pembelajaran masalah yang berkaitan dengan
    persamaan dan atau fungsi kuadrat serta pertidaksamaan kuadrat adalah pendekatan
    Contextual Teaching and Learning (CTL) yang meliputi tujuh komponen pembelajaran
    produktif, yaitu konstruktivisme (constructivism), bertanya (questioning), menemukan
    (inquiry), masyarakat belajar (learning community), pemodelan (modeling), refleksi
    (reflection), dan penilaian sebenarnya (authentic assessment).
11. Kemungkinan Kesalahan konsep dalam Pembelajaran Persamaan Kuadrat, Pertidaksamaan
    Kuadrat dan Fungsi Kuadrat
    Terjadinya miskonsepsi dalam pembelajaran persamaan kuadrat, pertidaksamaan kuadrat,
    dan fungsi kuadrat di antaranya pemahaman dalil
     a) a . b = 0 jika dan hanya jika a = 0 atau b = 0
     b) P(x) = Q(x) adalah ekuivalen dengan P(x) . R(x) = Q(x) . R(x) dan
         P(x) Q(x)
             =        dengan R(x)  0.
         R(x) R(x)
     c) P = U(x) = V(x) adalah himpunan bagian dari HP = {U(x)}2 = {V(x)}2.

12. Bentuk umum sistem dua persamaan linear dua variabel adalah:
    a1x + b1y = c1
    a2x + b2y = c2
    dengan a1, b1 tidak serentak nol dan a2, b2 juga tidak serentak nol. Grafik himpunan
    penyelesaian sistem ini ada tiga kemungkinan, yaitu dua garis berpotongan di satu titik
    (tepat satu penyelesaian), dua garis sejajar (tidak mempunyai penyelesaian), dan dua garis
    berimpit (mempunyai banyak penyelesaian). Untuk menyelesaikan sistem ini dapat
    dilakukan dengan berbagai cara, di antaranya dengan determinan, dengan eliminasi, dan
    dengan cara substitusi.
13. Grafik himpunan penyelesaian dari satu sistem pertidaksamaan linear dalam dua variabel
    merupakan daerah (bidang) konveks yang merupakan himpunan semua titik-titik (x , y)
    yang memenuhi pertidaksamaan-pertidaksamaan dalam sistem tersebut. Dengan kata lain,
    bidang konveks ini merupakan irisan dari himpunan-himpunan penyelesaian setiap
    pertidaksamaan linear dalam sistem tersebut.
14. Program linear adalah suatu cara untuk menyelesaikan suatu persoalan tertentu dalam
    bentuk model matematika yang terdiri dari pertidaksamaan-pertidaksamaan linear yang
    mempunyai banyak penyelesaian. Dari semua penyelesaian yang mungkin, akan didapat
    satu atau lebih hasil yang paling baik (penyelesaian optimum, yaitu maksimum atau
    minimum).
15. Menyelesaikan persoalan program linear dengan dua variabel.
    a. Terjemahkan soalnya ke dalam bahasa matematika dan bentuklah model matematika
         yang terdiri atas sistem pertidaksamaan, dan bentuk objektif ax + by yang harus
         dimaksimumkan atau diminimumkan.
    b. Perlihatkan himpunan penyelesaian dari sistem pertidaksamaan pada diagram
         Cartesius. Titik-titik di dalam atau pada batas poligon memberikan penyelesaian yang
         mungkin.
    c. Pilihlah titik yang memberikan penyelesaian yang paling baik dengan menyelidiki
         titik-titik di dalam daerah penyelesaian yang memberikan nilai maksimum (minimum)
         kepada fungsi objektif, atau dengan menggunakan garis selidik.
d.   Titik-titik optimum, untuk x, y  R selalu terletak di titik-titik sudut atau pada sisi
     daerah yang mungkin. Apabila memilih x, y  C sebagai titik optimum maka tidak
     selalu (x , y) terdapat pada titik sudut bidang konveks tetapi dekat dengan titik sudut
     (x ¢, y ¢) Î R di mana f (x ¢, y ¢) optimum.
Sebagai latihan:
1. Buatlah refleksi terhadap proses pembelajaran modul 1, adakah kesalahan konsep yang
    dilakukan oleh guru maupun siswa dalam memahami materi modul 1?
2. Jika ada, jelaskan bagaimana solusinya?

								
To top