INISIASI 1(2)
Document Sample


Oleh : Lusi R Masduki
Selamat datang Mahasiswa Universitas Terbuka dalam tutorial on line (tuton) pada mata
kuliah Materi Kurikuler Matematika SMA (PEMA 4131), mulai 2011.1 menggunakan modul
atau buku materi pokok yang sama yaitu Materi Kurikuler Matematika SMA (PEMA 4131).
Pada pertemuan Tutorial Online pertama ini akan diuraikan tentang materi:
MenelaahMateri Aljabar 1 yang meliputi,
1. Menyelesaikan masalah dalam matematika atau bidang lainnya yang penyelesaiannya
menggunakan persamaan, pertidaksamaan kuadrat dan fungsi kuadrat.
2. Menjelaskan konsep-konsep persamaan kuadrat dan pertidaksamaan kuadrat serta
fungsi kuadrat dengan menggunakan pendekatan dan atau media/alat peraga yang
sesuai.
3. Menganalisis kesalahan yang biasa dilakukan oleh guru atau siswa (jika ada) dalam
memahami konsep persamaan kuadrat dan pertidaksamaan kuadrat serta fungsi
kuadrat.
4. Menyelesaikan masalah dalam matematika atau bidang lainnya yang penyelesaiannya
menggunakan sistem persamaan linear, pertidaksamaan linear, dan program linear.
5. Menjelaskan sistem persamaan linear, pertidaksamaan linear, dan program linear
dengan menggunakan pendekatan dan atau media/alat peraga yang sesuai.
6. Menganalisis kesalahan yang biasa dilakukan oleh guru atau siswa (jika ada) dalam
memahami konsep persamaan linear, pertidaksamaan linear, dan program linear.
Dalam mempelajari inisiasi pertama ini terdapat hal-hal yang perlu menjadi perhatian:
1. Konsep Fungsi (Pengertian fungsi)
Suatu fungsi dari himpunan A ke himpunan B adalah suatu relasi yang memasangkan setiap
anggota dari A dengan tepat satu anggota dari B, dan ditulis f : A B.
2. Daerah-daerah fungsi
Jika fungsi f : A B maka:
Df = Domain = Daerah asal = {x : x A, (x , y) f}.
Rf = Range = Daerah nilai = Daerah hasil = {y: y B, (x , y) f} = f(A)
Kf = Kodomain = Daerah kawan = B, dengan f(A) B
3. Sifat-sifat Fungsi
a. Jika f : A B dan f(A) B maka f dinamakan fungsi into (fungsi ke dalam).
b. Jika f : A B dan f(A) = B maka f dinamakan fungsi onto (fungsi kepada = fungsi ke
atas = surjektif).
c. Jika f : A B, dan a1, a2 A dengan a1 a2, berlaku f(a1) f(a2) maka f dinamakan
fungsi satu-satu (injektif).
d. Jika f : A B dan f adalah fungsi injektif dan sekaligus fungsi surjektif maka f
dinamakan fungsi bijektif (korespondensi satu-satu).
4. Fungsi Aljabar
Fungsi aljabar adalah fungsi yang diperoleh dari sejumlah berhingga operasi aljabar
terhadap fungsi konstanta y = k dan fungsi identitas y = x. Operasi aljabar yang dilakukan,
meliputi penjumlahan, perkalian, pembagian, perpangkatan, dan penarikan akar. Fungsi
elementer yang tidak termasuk fungsi aljabar dinamakan fungsi transenden.
5. Fungsi Kuadrat
Fungsi kuadrat adalah fungsi yang didefinisikan dalam bentuk umum y = f(x) = ax2 + bx + c
dengan a, b, c R dan a 0. Grafik fungsi kuadrat berupa parabola
6. Persamaan Kuadrat
Persamaan yang berbentuk: ax2 + bx + c = 0 dengan a 0, a, b, c R, dinamakan
persamaan berderajat dua atau persamaan kuadrat.
Setiap persamaan yang ditulis dalam bentuk seperti di atas dengan menggunakan
transformasi elementer adalah ekuivalen dengan suatu persamaan kuadrat. Bentuk
persamaan di atas disebut bentuk standar persamaan kuadrat.
7. Sifat-sifat Persamaan
1). Jika P(x), Q(x), dan R(x) bentuk-bentuk akar dalam x maka untuk setiap nilai x, yang
mana P(x), Q(x) dan R(x) real, kalimat terbuka P(x) = R(x) adalah ekivalen dengan
tiap-tiap dari yang berikut:
A. P(x) + R(x) = Q(x) + R(x)
B. P(x) . R(x) = Q(x) . R(x)
P(x) Q(x)
C. = , R(x) ¹ 0
R(x) R(x)
2). Jika a, b R maka a . b = 0 jika dan hanya jika a= 0 atau b = 0 atau dua-duanya nol
(buktinya tidak diberikan).
8. Pertidaksamaan Kuadrat
Pertidaksamaan kuadrat adalah bentuk pertidaksamaan dengan derajat variabel tertingginya
dua. Untuk menyelesaikan pertidaksamaan kuadrat dapat dengan metode grafik dan dapat
pula dengan bantuan hasil kali dua bilangan yang hasilnya positif dan hasilnya negatif.
9. Sifat-sifat Pertidaksamaan
Jika P(x), Q(x), dan R(x) adalah ungkapan-ungkapan dalam x maka untuk semua harga-
harga x, P(x), Q(x), dan R(x) yang real, kalimat terbuka P(x) < Q(x) adalah ekuivalen
dengan tiap-tiap dari yang berikut:
A. P(x) + R(x) < Q(x) + R(x)
B. P(x) . R(x) < Q(x) . R(x)ü
ï
ï
ï
P(x) Q(x) ý untuk x { x : R(x) > 0 }
C. < ï
ï
R(x) R(x) ï
ï
þ
ü
D. P(x) . R(x) > Q(x) . R(x)ï
ï
ï
P(x) Q(x) ý untuk x { x : R(x) < 0 }
E. > ï
ï
R(x) R(x) ï
ï
þ
10. Pendekatan Penyelesaian Model Matematika
Salah satu model pendekatan untuk pembelajaran masalah yang berkaitan dengan
persamaan dan atau fungsi kuadrat serta pertidaksamaan kuadrat adalah pendekatan
Contextual Teaching and Learning (CTL) yang meliputi tujuh komponen pembelajaran
produktif, yaitu konstruktivisme (constructivism), bertanya (questioning), menemukan
(inquiry), masyarakat belajar (learning community), pemodelan (modeling), refleksi
(reflection), dan penilaian sebenarnya (authentic assessment).
11. Kemungkinan Kesalahan konsep dalam Pembelajaran Persamaan Kuadrat, Pertidaksamaan
Kuadrat dan Fungsi Kuadrat
Terjadinya miskonsepsi dalam pembelajaran persamaan kuadrat, pertidaksamaan kuadrat,
dan fungsi kuadrat di antaranya pemahaman dalil
a) a . b = 0 jika dan hanya jika a = 0 atau b = 0
b) P(x) = Q(x) adalah ekuivalen dengan P(x) . R(x) = Q(x) . R(x) dan
P(x) Q(x)
= dengan R(x) 0.
R(x) R(x)
c) P = U(x) = V(x) adalah himpunan bagian dari HP = {U(x)}2 = {V(x)}2.
12. Bentuk umum sistem dua persamaan linear dua variabel adalah:
a1x + b1y = c1
a2x + b2y = c2
dengan a1, b1 tidak serentak nol dan a2, b2 juga tidak serentak nol. Grafik himpunan
penyelesaian sistem ini ada tiga kemungkinan, yaitu dua garis berpotongan di satu titik
(tepat satu penyelesaian), dua garis sejajar (tidak mempunyai penyelesaian), dan dua garis
berimpit (mempunyai banyak penyelesaian). Untuk menyelesaikan sistem ini dapat
dilakukan dengan berbagai cara, di antaranya dengan determinan, dengan eliminasi, dan
dengan cara substitusi.
13. Grafik himpunan penyelesaian dari satu sistem pertidaksamaan linear dalam dua variabel
merupakan daerah (bidang) konveks yang merupakan himpunan semua titik-titik (x , y)
yang memenuhi pertidaksamaan-pertidaksamaan dalam sistem tersebut. Dengan kata lain,
bidang konveks ini merupakan irisan dari himpunan-himpunan penyelesaian setiap
pertidaksamaan linear dalam sistem tersebut.
14. Program linear adalah suatu cara untuk menyelesaikan suatu persoalan tertentu dalam
bentuk model matematika yang terdiri dari pertidaksamaan-pertidaksamaan linear yang
mempunyai banyak penyelesaian. Dari semua penyelesaian yang mungkin, akan didapat
satu atau lebih hasil yang paling baik (penyelesaian optimum, yaitu maksimum atau
minimum).
15. Menyelesaikan persoalan program linear dengan dua variabel.
a. Terjemahkan soalnya ke dalam bahasa matematika dan bentuklah model matematika
yang terdiri atas sistem pertidaksamaan, dan bentuk objektif ax + by yang harus
dimaksimumkan atau diminimumkan.
b. Perlihatkan himpunan penyelesaian dari sistem pertidaksamaan pada diagram
Cartesius. Titik-titik di dalam atau pada batas poligon memberikan penyelesaian yang
mungkin.
c. Pilihlah titik yang memberikan penyelesaian yang paling baik dengan menyelidiki
titik-titik di dalam daerah penyelesaian yang memberikan nilai maksimum (minimum)
kepada fungsi objektif, atau dengan menggunakan garis selidik.
d. Titik-titik optimum, untuk x, y R selalu terletak di titik-titik sudut atau pada sisi
daerah yang mungkin. Apabila memilih x, y C sebagai titik optimum maka tidak
selalu (x , y) terdapat pada titik sudut bidang konveks tetapi dekat dengan titik sudut
(x ¢, y ¢) Î R di mana f (x ¢, y ¢) optimum.
Sebagai latihan:
1. Buatlah refleksi terhadap proses pembelajaran modul 1, adakah kesalahan konsep yang
dilakukan oleh guru maupun siswa dalam memahami materi modul 1?
2. Jika ada, jelaskan bagaimana solusinya?