Peta Kendali Atribut dan Peta Kendali Variabel by 4xNeWb

VIEWS: 0 PAGES: 39

									PETA KONTROL ATRIBUT
Atribut
Besterfield (1998)  karakteristik kualitas yang sesuai dengan spesifikasi
  atau tidak sesuai dengan spesifikasi.

Atribut :   - goresan
            - kesalahan
            - warna


Kesalahan atau cacat  evaluasi terkait penggunaan
Ketidaksesuaian  diukur dengan spesifikasi

Peta ATRIBUT hanya mempunyai 2 nilai : YA dan TIDAK
seperti : cacat atau tidak, sesuai atau tidak sesuai, bagus atau buruk,
  terlambat atau tepat waktu
Grafik pengendali atribut dikelompokkan dalam 3
kategori:
 Meliputi grafik pengendali yang fokus pada proporsi,
  contoh:proporsi dari item cacat (p-chart) , dan jumlah
  item cacat (np-Chart). Kedua diagram diatas berdasarkan
  pada distribusi binomial.
 Berhubungan dengan dua macam diagram, yang
  berfokus pada cacat itu sendiri. Diagram untuk jumlah
  total ketidaksesuaian (c-Chart) berdasar distribusi
  poisson, chart untuk cacat perunit (u-chart) digunakan
  pada situasi ukuran unit bervariasi
 Diagram demerits perunit (U-chart), berkaitan
 dengan pengkombinasian ketidaksesuaian berbasis
 berat
1. p-chart , np-chart  berbasis pada distribusi
   binomial
2. c-chart  berbasis pada distribusi poisson
3. u-chart  ketidaksesuaian per unit
4. U-chart  kombinasi ketidaksesuaian
   dengan beban yang berbeda
                                                  p-chart
                                         (proporsi ketidaksesuain)
                  Distribusi binomial

                                                 np-chart
                                        (banyaknya ketidaksesuain)
    Peta
Control Atribut

                                                  c-chart
                                         (ketidaksesuain dlm unit
                  Distribusi Poisson           yg diinspeksi)

                                                  u-chart
                                           (bila ukuran sampel
                                                 bervariasi)
Langkah-langkah membuat peta kontrol
atribut (Besterfield, 1998)
1.   Menentukan sasaran yg akan dicapai
2.   Menentukan banyaknya sampel dan banyaknya
     observasi
3.   Mengumpulkan data
4.   Menentukan garis pusat dan batas kontrol
5.   Merevisi garis pusat dan batas-batas kontrol
 Keuntungan
  Karakteristik kualitas tertentu hanya dapat di observasi
     sebagai atribut
    Dapat menganalisis banyak karakteristik kualitas
    Peta Kontrol Atribut dapat dipahami oleh semua level
    Hemat waktu dan biaya
    Dalam tingkat pabrik, digunakan untuk menentukan
     proporsi dari item – item cacat
    Dalam tingkat departemen, untuk menjual areal
     permasalahan
Kelemahan peta kontrol atribut :

1.   Tidak dapat diketahui seberapa jauh ketidaktepatan
     dengan spesfikasi tsb.
2.   Ukuran sampel yang besar akan bermasalah bila
     pengukuran mahal atau pengujian yg menyebabkan
     kerusakan.
1. Berbasis pada dist binomial
    Probabilitas untuk memperoleh produk nonconforming
     (tidak sesuai) harus konstan
    Sampel harus identik dan independent
2. Peta kontrol p salah satu peta kontrol yang paling
   banyak digunakan
3. Tujuan Peta kontrol p
    Menyediakan indikasi yang ‘fair’ untuk kondisi umum
    Alat yang baik untuk mengkomunikasikan dengan top
     managemen
    Menyediakan informasi untuk perbaikan kualitas
    Mengukur kualitas operasi mesin, stasiun kerja, sebuah
     departemen
Sampel konstan
 Utk mengetahui kesalahan atau cacat pada sampel
  untuk setiap kali observasi :
     x
  P
     n
 Dimana :
 p = proporsi kesalahan dlm tiap sampel
 x = banyaknya produk yg salah tiap sampel
 n = bnyknya sampel yg diambil dlm inspeksi
 Center line
        g            g

        pi  xi
  p   i 1
                   i 1
            g       n.g
 Dimana :
  p = garis pusat peta kontrol proporsi kesalahan
  pi = proporsi kesalahan tiap sampel/sub group dlm tiap
  observasi
  n = banyaknya sampel yg diambil tiap observasi
  g = banyaknya observasi yg dilakukan
Peta kontrol p 3 sigma
                p(1  p)                p(1  p)
BKAp  p  3               BKBp  p  3
                   n                       n

    Batas Kontrol Atas
                               Batas Kontrol Bawah
         proporsi
                                     proporsi
 Peta np digunakan untuk mengontrol jumlah item
  nonconforming
 Batas-batas peta kontrol np :
  UCL = np  3 np(1  p)
  CL = np
  LCL = np  3 np(1  p)
Sebagai alternatif untuk menghitung proporsi cacat,
kita dapat menghitung jumlah item cacat dalam
sampel dan menggunakan perhitungan itu sebagai
dasar dari peta kendali. tidak ada penarikan kembali
dari np-chart.
Jumlah item cacat dalam sampel diasumsikan untuk
diberikan dalam distribusi binomial. Prinsip yang
sama juga digunakan untuk grafik jumlah cacat dan
pembentukan np-chart serupa dengan pembentukan
p-chrt
 Contoh penerapan: jumlah produk yang ditolak pada
 pemeriksaan dengan ukuran lot berbeda komponen
 elektronik karena tidak sesuai spesifikasi
Contoh soal
 Suatu perusahaan pembuat plastik ingin membuat
 peta pengendali untuk periode mendatang dengan
 mengadakan inspeksi terhadap proses produksi bulan
 ini. Perusahaan melakukan 25 observasi dengan
 mengambil sampel 50 buah utk setiap observasi.
observasi        ukuran sampel          banyaknya           porporsi cacat
                                        produk cacat
            1                     50                    4                    0.08
            2                     50                    2                    0.04
            3                     50                    5                     0.1
            4                     50                    3                    0.06
            5                     50                    2                    0.04
            6                     50                    1                    0.02
            7                     50                    3                    0.06
            8                     50                    2                    0.04
            9                     50                    5                     0.1
            10                    50                    4                    0.08
            11                    50                    3                    0.06
            12                    50                    5                     0.1
            13                    50                    5                     0.1
            14                    50                    2                    0.04
            15                    50                    3                    0.06
            16                    50                    2                    0.04
            17                    50                    4                    0.08
            18                    50                   10                     0.2
            19                    50                    4                    0.08
            20                    50                    3                    0.06
            21                    50                    2                    0.04
            22                    50                    5                     0.1
            23                    50                    4                    0.08
            24                    50                    3                    0.06
            25                    50                    4                    0.08
      jumlah                     1250                  90
garis pusat            90
                   p       0.072
                      1250

                        0.072 (1  0.072 )
BKA       p  0.072  3                     0.182
                               50



BKB                     0.072 (1  0.072 )
        p  0.072  3                       0.038  0
                               50
                                                                Out of statistic control

                                        p-chart

           0.25

            0.2
proporsi




           0.15                                                  Series1
                                                                 Series2
            0.1                                                  Series3

           0.05

             0
                  1   3   5   7   9   11 13 15 17 19 21 23 25
                                      observasi
Dilakukan revisi
Garis pusat :          90  10
                   p            0.067
                      1250  50


                      0.067 (1  0.067 )
BKA     p  0.067  3                     0.173
                             50


                       0.067 (1  0.067 )
BKB    p  0.067  3                       0.039  0
                              50
                           p-chart revisi

 0.2
0.18
0.16
0.14                                                          p
0.12
                                                              BPA
 0.1
                                                              BPB
0.08
0.06                                                          CL
0.04
0.02
   0
       1   3   5   7   9   11   13   15   17   19   21   23
 Garis pusat np = 90/25 = 3,6



 BPA    np  3.6  3 3.6(1  0.072)  9.08


 BPB    np  3.6  3 3.6(1  0.072)  1.88  0
                                                                              Out of statistical control

                                          np-chart

            12

            10

            8                                                                 x
jml cacat




                                                                              BPA
            6
                                                                              BPB
            4                                                                 CL
            2

            0
                 1   3   5   7   9   11    13   15   17   19   21   23   25
                                     observasi
 Dilakukan revisi :
 Garis pusat np = (90-10)/(25-1) = 3.33 dan
  p = (90-10)/(1250-50) = 0.067

 BPA     np  3.33  3 3.33(1  0.067)  8.618



 BPB     np  3.33  3 3.33(1  0.067)  1.96  0
                                      np-chart revisi

             10

             8
                                                                            x
jmlh cacat




             6                                                              BPA

             4                                                              BPB
                                                                            CL
             2

             0
                  1   3   5   7   9    11   13     15   17   19   21   23
                                       observasi
Untuk banyaknya sampel bervariasi
 Untuk sampel yg bervariasi peta yg digunakan
  hanya p-chart, bukan banyaknya kesalahan (np-
  chart)
Peta Kontrol utk banyaknya kesalahan dalam satu
unit Produk (c-chart dan u-chart)

 Peta kontrol ini digunakan untuk mengadakan pengujian
  terhadap kualitas proses produksi dengan mengetahui
  banyaknya kesalahan pada satu unit produk sebagai
  sampelnya.

 Contoh penggunaan peta ini :
  - mengetahui jumlah bercak pada sebidang tembok
  - mengetahui jumlah gelembung udara pada gelas
  - mengetahui jumlah kesalahan pemasangan sekrup pada
  mobil, dan sebagainya.
Sampel Konstan
 Menggunakan c-chart
Garis pusat (center line) :
Garis pusat               g

                          ci
                cc     i 1

Dimana :                g
c = garis pusat
ci = banyaknya kesalahan setiap unit sebagai sampel tiap
   observasi
g =banyaknya observasi yg dilakukan
Peta kontrol c 3 sigma
 BKA
        c  c 3 c

 BKB
         c  c 3 c
Contoh soal
 Bayangkan PT ABC adalah sebuah perusahaan jasa
  yng beroperasi dlm bidang transportasi taksi. Pada
  saat ini perusahaan sedang mengoperasikan 500
  Armada taksi . PT ABC ingin memantau proses
 pelayanan taksi melalui mengendalikan
 banyaknya keluhan dari pengguna taksi yg
 diterima setiap hari. Untuk itu, melalui
 pengumpulan data banyaknya keluhan selama 20
 periode pengamatan.
nomor             banyaknya keluhan
pengematan        pengguna taksi
              1                   12
              2                       8
              3                   10
                                          BUATLAH PETA CONTROL C
              4                       7
                                          DENGAN 3 SIGMA
              5                       9
              6                   11
              7                   10
              8                   12
              9                   13
             10                   12
             11                   11
             12                   14
             13                   10
             14                       9
             15                   10
             16                   12
             17                   11
             18                   10
             19                       8
             20                       9
Peta kontrol u (u-chart)
 Untuk menggunakan peta kontrol u (u-chart) ini
  terlebih dahulu diketahui banyaknya kesalahan utk
  satu unit produk.
  utk mengukur ketidak sesuaian (titik spesifik)
  per unit laporan inspeksi dalam kelompok
  (periode) pengamatan, yg mungkin memiliki
  ukuran contoh
       ci
  ui 
       n   Dimana n adalah banyaknya sampel utk setiap kali observasi
Peta control u 3 sigma utk sampel
variasi                 Dimana
 Garis pusat                  u =grs pusat
           g

           ci                 ci = bnyknya kesalahan
     u   i 1
                                pd stp unit sebagai
           ng
                                sampel tiap observasi
                        u
 BKA          u  u 3        g = bnyknya observasi
                        n       yg dilakukan
                               n = ukuran sampel
 BKB
                          u
                 u  u 3
                          n
Peta control u 3 sigma utk sampel
konstan
 Garis pusat                Dimana
           g                 u =grs pusat
           ci               ci = bnyknya kesalahan
     u   i 1
                              pd stp unit sebagai
           ng
 BPA
                              sampel tiap observasi
               u  u 3 u    g = bnyknya observasi
                              yg dilakukan
                             n = ukuran sampel
 BPB
          u  u 3 u
Contoh soal
 PT ABC adalah sebuah perusahan perakitan komputer,
 ingin memantau proses perakitan komputer dengan
 cara mengendalikan banyaknya komponen yang tidak
 memenuhi syarat per unit komputer.

 Buat peta kontrol u
nomor pengamatan        ukuran sampel       banyaknya komponen              banyaknya komponen yang
                        (n)                 yg tidak memenuhi syarat        tidak memnuhi syarat
                                            c                               perunit komputer ( u = c/n)
                    1                   5                              10
                    2                   5                              12
                    3                   5                               8
                    4                   5                              14
                    5                   5                              10
                    6                   5                              16
                    7                   5                              11
                    8                   5                               7
                    9                   5                              10
                   10                   5                              15
                   11                   5                               9
                   12                   5                               5
                   13                   5                               7
                   14                   5                              11
                   15                   5                              12
                   16                   5                               6
                   17                   5                               8
                   18                   5                              10
                   19                   5                               7
                   20                   5                               5
 Peta kontrol u dan c  perlakuan sama
 Klasifikasi nonconformities ANSI/ASQC
  Standard A3 (1978)
   Very serious  c1 w1
   Serious  c2  w2
   Major  c3  w3
   Minor  c4  w4
►   Rumus :        D   w c  w2 c2  w3c3  w4 c4
              U      1 1
                   n                n
              CL  U  w1u1  w2u 2  w3u3  w4u 4
                    w1 u1  w2 u 2  w3 u3  w4 u 4
                     2       2        2       2
              U 
                                   n
              UCL  U  3 U , LCL  U  3 U

								
To top