Docstoc

Kelebihan dan Kelemahan Sistem Ekonomi

Document Sample
Kelebihan dan Kelemahan Sistem Ekonomi Powered By Docstoc
					      KELEBIHAN DAN KELEMAHAN ANTARA
              SISTEM EKONOMI
                   Kapitalsme, Sosialisme, dan Islam
                     By Zainuddin, Siti Sri Mustati, Nurkhasanah1


                                                BAB I
                                        PENDAHULUAN


      A. Latar Belakang
                  Setiap manusia pasti menginginkan kesejahteraan dan kebahagiaan dalam
           hidupnya. Namun untuk mencapai hal itu, diperlukan upaya-upaya yang tidaklah
           mudah. Dalam kajian ekonomi, para pakar berupaya semaksimal mungkin dalam
           mengeluarkan pendapat mereka untuk mengeksplorasi sistem ekonomi mana yang
           dapat dijadikan referensi manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya serta
           tercapainya kesejahteraan dan kebahagiaan yang diinginkan.
                  Setiap sistem yang dibangun manusia pastinya bertujuan membuat penganut
           sistem yang bersangkutan menjadi lebih baik meskipun tujuan dari setiap sistem
           itu berbeda-beda. Tidak terkecuali sistem ekonomi, sistem ini dibuat untuk
           memecahkan masalah ekonomi. Sistem ekonomi yang diakui dunia ada tiga,
           sistem ekonomi kapitalisme, sosialisme, dan Islam.
                  Sistem-sistem ekonomi tersebut masing-masing mempunyai kelebihan dan
           kelemahan tersendiri dan dari segi tertentu. Kelebihan dan kelemahan di sinilah
           yang menarik perhatian tim penulis untuk dijadikan permasalahan dalam makalah
           ini. Yang menjadi perhatian adalah mengenai apakah sistem ekonomi Islam yang
           diagungkan para pemikir muslim sebagai sistem ekonomi yang sempurna dalam
           kehidupan ekonomis mempunyai kelemahan akan dibahas komprehensif di sini.

1
    Tim penulis adalah Mahasiswa STAIN Palangkaraya Jurusan Syariah Prodi Ekonomi Syariahangkatan 2010
                                                                                                     1
            Dalam makalah ini, penulis lebih fokus menjelaskan kelebihan dan
     kelemahan dari ketiga sistem ekonomi yang telah disebutkan di atas, ada sedikti
     definisi dan perbandingannya yang terdapat dalam pembahasan mengenai
     kelebihan dan kelemahan dari ketiga sistem ekonomi ini.


B.    Rumusan Masalah
     Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam makalah ini adalah apa kelebihan
     dan kelemahan dari ketiga sistem ekonomi:
     1.    Kapitalisme
     2.    Sosialisme
     3.    Islam


C. Tujuan Penulisan
     Tujuan penulisan makalah ini tidak lain adalah untuk mengetahui apa-apa saja
     kelebihan dan kelemahan dari sistem ekonomi sosialisme, kapitalisme, dan Islam.


D. Kegunaan Penulisan
     1.    Sebagai bahan informasi mengenai perbandingan sistem ekonomi, khususnya
          pada kelebihan dan kelemahan sistem ekonomi.
     2.     Sebagai bahan pengetahuan berupa bacaan ilmiah bagi mahasiswa yang
          mengambil mata kuliah perbandingan sistem ekonomi.
     3.     Sebagai bahan informasi dan pengetahuan untuk menambah pengalaman
          penulis dan pihak-pihak yang ingin mengadakan perkemangan mengenai
          permasalahan ini.
     4.    Sebagai bagian dari koleksi bacaan karya ilmiah di perpustakaan STAIN
          Palangka Raya.




                                                                                       2
                                             BAB II
                                      PEMBAHASAN


A. Kelebihan dan Kelemahan Sistem Ekonomi Kapitalisme
              Sistem ekonomi kapitalisme atau disebut juga ekonomi liberal pada dasarnya
    merupakan merupakan sistem ekonomi memprioritaskan kepentingan individu. Sistem
    ekonomi yang dipelopori Adam Smith ini mengandalkan mekanisme pasar sebagai
    instrumen yang paling tepat.2 Kepemilikan dalam sistem ini tentunya adalah
    kepemilikan swasta.3
              Adapun kelebihan dan kelemahan yang ada dalam sistem ekonomi kapitalisme
    yang akan dipaparkan sebagai berikut:
    1.    Kelebihan Sistem Ekonomi Kapitalisme
                 Sistem ekonomi kapitalisme menjajikan kebebasan ekonomi individual bagi
         kaum kapitalis. Tingkat kebebasan pada sistem ekonomi ini jauh lebih leluasa
         dibandingkan dengan sistem ekonomi sosialisme dan Islam. Pemahaman ini
         diinspirasi dari pemikiran Adam Smith yang mengutamakan kepentingan akan diri
         sendiri dapat membuat pasar terselenggara dengan baik dan pertumbuhan ekonomi
         yang diinginkan.4 Adapun kebebasan ekonomi yang dijanjikan kaum kapitalis
         adalah sebagai berikut:

         a.     Kebebasan Dalam Kepemilikan dan Pendapatan
                    Dalam sistem ekonomi kapitalisme, masyarakat dijamin dapat
              mendapatkan     dan    memiliki     barang    yang    diinginkan   sesuai   tingkat

2
  Pusat Pengkajian dan Pengembangan Ekonomi Islam,Ekonomi Islam, Jakarta
3
  Adimarwan Karim,Ekonomi Mikro Islam, edisi 2, Jakarta
4
  Pusat Pengkajian dan Pengembangan Ekonomi Islam,Ekonomi Islam... h. 88-89
                                                                                               3
          kepuasannya, dengan kata lain sebanyak yang mereka inginkan. Tidak ada
          batasan kepemilikan dan pendapatan, karena sistem ekonomi ini tidak
          menginginkan interferensi pemerintah dalam mengatur apa yang menjadi milik
          individu dan berapa besar batasannya.

     b.    Kebebasan Dalam Penentuan Harga dalam Mekanisme Pasar
                Sistem ekonomi kapitalisme juga membolehkan penentuan harga pasar
          oleh individu itu sendiri, bahkan melebihi harga pasaran. Hal ini dikarenakan
          salah satu motif dari sistem ini adalah keuntungan yang sebesar-besarnya, tidak
          peduli apakah harga yang ditentukan tersebut dapat memeras kepentingan
          orang lain. Selain itu, kebebasan ini juga disebabkan sistem ini menyerahkan
          mekanisme pasar dalam mengontrol pertumbuhan ekonomi sehingga tidak
          menginginkan interferensi pemerintah dalam menentukan harga pasar suatu
          barang.
2.    Kelemahan Sistem Ekonomi Kapitalisme
     a.     Terjadi Kesenjangan Distribusi dan Alokasi Sumber Daya
                Sistem ekonomi kapitalis memang memberikan kebebasan bagi setiap
          individu mengelola dan menyalurkan sumber daya dalam memenuhi
          kebutuhan mereka masing masing. Akibat distribusi dan alokasi sumber daya
          tersebut secara liberal, maka orang-orang di sekitar individu tersebut akan
          merasa kekurangan dan kehilangan haknya dalam menikmati sumber daya
          tersebut.
                Situs internet Global Issues dan koran harian Kompas sebagaimana
          yang dikutip oleh Hidayatullah Muttaqin dalam artikelya berjudul “Bagaimana
          Ekonomi Islam Mensejahterakan Dunia?” menyatakan:


                Ketimpangan dan masalah distribusi kekayaan merupakan penyakit
                kronis ekonomi Kapitalis. Menurut Human Development Report 2007,
                20% penduduk paling kaya menghasilkan 3/4 pendapatan dunia,
                sedangkan 40% penduduk paling miskin hanya menghasilkan 5%
                pendapatan dunia. Lebih dari 20% penduduk dunia hidup di bawah garis
                                                                                       4
                   kemiskinan dengan standar US$ 1,25 per hari (Globalissues.org, Poverty
                   Facts and Stats). Dalam laporan FAO, pada 2009 diprediksi dari 6,5
                   milyar penduduk dunia 963 juta di antaranya kelaparan (Kompas,
                   10/12/2008).5

                   Berdasarkan kutiapan di atas dapat dipahami bahwa kesenjangan juga
             dapat disebabkan oleh distribusi kekayaan yang tidak merata. Kesenjangan ini
             akan terus merajalela, terjadi monopoli dalam pasar dan angka kemiskinan
             semakin bertambah apabila tidak diantisipasi.
        b.    Norma dan Etika Persaingan Terabaikan
                   Mengingat motif dan tujuan sistem ekonomi kapitalis adalah
             mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya, pelaku ekonomi ini bisa saja
             mengabaikan norma dan etika yang berlaku. Hal ini sering terjadi pada pasar
             dalam bentuk persaingan bebas, mereka menghalalkan segala cara demi
             keuntungan maksimal yang diperoleh, termasuk menjatuhkan pesaingnya atau
             dengan menimbun barang agar dapat menetapkan harga setinggi mungkin.
                   P3EI menegaskan dalam bukunya “Ekonomi Islam” mengenai pasar
             persaingan bebas bahwa:


                   “Islam menolak konsep pasar dalam bentuk persaingan bebas tanpa
                   batas sehingga mengabaikan norma dan etika. Pasar seperti ini tidak
                   mampu merealisasikan tujuan mencapai falah, bahkan mungkin akan
                   mendistorsinya.”6


                   Masalah ini sebenarnya dapat diatasi dengan pengendalian tertentu
             berupa sosialisasi dan implementasi etika bisnis serta kontrol harga seperti
             pada sistem ekonomi sosialisme dan Islam atau juga kesadaran pada diri
             sendiri. Mengingat bahwa kurangya kesadaran akan pentingnya akhlak dan
             moral yang baik bagi pelaku ekonominya. Oleh karena itulah pada persaingan

5
  Hidayatullah Muttaqin, Bagaimana Ekonomi Islam Mensejahterakan Dunia,Jurnal Ekonomi Ideologis,
dari(online 28-03-2012)
6
  Pusat Pengkajian dan Pengembangan Ekonomi Islam,Ekonomi Islam... h. 83
                                                                                                   5
     tidak sehat ini, seringkali hal-hal yang negatif seperti pertikaian dan
     persengketaan terjadi dalam dunia usaha dan perlu upaya antisipasi.
c.    Minimnya Nilai Sosial
              Sistem Kapitalisme juga berdampak negatif pada kehidupan sosial
     dikarenakan kepentingan individu yang berlebihan. Para pelaku kapitalis
     mengabaikan dampak apa yang akan terjadi pada orang lain atau lingkungan
     sekitarnya. Bahkan mereka ingin menjadikan orang lain atau lingkungan
     sekitarnya sebagai tumbal dalam mendapatkan keuntungan pribadi.
              Ash-Shadr (2008 h. 91) menegaskan bahwa pada sistem kapitalisme ini,
     yang menjadi hak milik individu tidak boleh diganggu gugat. Individu tersebut
     boleh menggunakan hak miliknya sesukanya tanpa memperdulikan dampaknya
     pada orang lain yang merasa terganggu.
d.    Terhalangnya Peran Pemerintah
              Bagi pemerintah, sistem ekonomi kapitalisme merupakan hambatan
     dalam memutuskan kebijakan fiskal. Hal ini dikarenakan sistem ekonomi ini
     menyerahkan seluruhnya pada mekanisme pasar. Dengan kata lain, peran
     pemerintah di sini tidak diperlukan bila dibandingkan dengan sosialisme dan
     Islam.
       Berdasarkan beberapa kelemahan yang telah diuraikan di atas, dapat
disimpulkan bahwa kelemahan atau dampak negatif dari sistem ekonomi
kapitalisme ialah orang lain merasa dirugikan, terutama yang berada di sekitar
pelaku kapitalis. Dengan mementingkan diri sendiri, kepentingan sosial terabaikan
dan menimbulkan kesenjangan sosial.
       Masalah ini sebenarnya dapat diatasi dengan dilakukannya pembatasan-
pembatasan tertentu pada kegiatan ekonomi, seperti yang diterapkan pada sistem
ekonomi sosialisme dan Islam.




                                                                                6
B.    Kelebihan dan Kelemahan Sistem Ekonomi Sosialisme
               Sistem ekonomi sosialisme pada dasarnya merupakan sistem yang lebih kepada
     kepentingan orang lain atau bersama. Menurut Winarno dan Ismaya (2003), sosialisme
     adalah “Paham kenegaraan dan ekonomi untuk mengupayakan harta benda, industri,
     dan perusahaan menjadi milik negara.” (h. 391).
               Sistem ekonomi yang juga disebut dengan sistem ekonomi komando atau
     terpusat ini mengandalkan pemerintah sebagai instrumen utama dalam pembangunan
     ekonomi. Terutama dalam membuat kebijakan-kebijakan ekonomi seperti di antaranya
     mengatur harga pasar dan pajak.
               Sistem ekonomi yang dipelopori Karl Marx ini mempunyai keleibihan dan
     kelemahan yang akan dipaparkan sebagai berikut:
     1.    Kelebihan Sistem Ekonomi Sosialisme
          a.     Distribusi Secara Adil dan Merata
                     Sistem ekonomi sosialisme menjanjikan kesejahteraan bagi semua
               orang, hak seseorang untuk menikmati kekayaan dari orang lain akan
               terpenuhi. Pemerintah dapat membagi-bagi penghasilan atau kepemilikan dari
               seseorang ke orang lain seperti melalui pajak demi kepentingan bersama.
               Kesenjangan yang disebabkan oleh sistem kapitalisme dapat diatasi dengan
               menerapkan sistem ekonomi ini.
          b.     Terkendalinya Harga Pasar

                     Sistem ekonomi sosialisme ini juga menjanjikan bagi konsumen karena
               pemerintah membatasi harga pasar. Tidak seperti kapitalisme, biasanya batasan
               harga pasar yang ditentukan adalah harga yang terjangkau dan produsen tidak
               berhak menentukan harga yang lebih mahal dari itu.

     2.    Kelemahan Sistem Ekonomi Sosialisme
          a.     Terbatasnya Kebebasan Individu



                                                                                          7
                      Kebebasan individu dibatasi oleh pemerintah, baik dalam kepemilikan
               maupun pendapatan. Karena setiap apa yang mereka miliki dan peroleh harus
               dibagikan secara merata kepada pihak lain yang membutuhkan. Tidak
               mengherankan bahwa sistem ini merupakan mimpi buruk bagi penganut
               kapitalis.
                      Pembatasan pada sistem sosialisme berbeda dengan yang ada pada
               sistem ekonomi Islam. Syed Nawab Haider Naqwi menjelaskan strategi
               pembatasan pada sistem ekonomi Islam mengenai kebebasan individu yaitu:


                       “Bentuk terbaik ‘kebebasan’ individu adalah bentuk yang tidak
                       bertentagan dengan tuntutan kesejahteraan orang miskin dalam
                       masyarakat yang didasarkkan pada aksima tanggung-jawab. Karena
                       alasan ini, ketika Islam meminta warganya untuk berkorban, mereka
                       akan memberikannya atas dasar perintah moral dan melakukannya
                       secara suka rela”7


                      Berdasarkan kutipan di atas, Islam membolehkan kebebasan individu
               dalam kepemilikan dan berusaha selama kebebasan tersebut tidak merugikan
               orang lain atau tidak bertentangan dengan tuntutan hak orang miskin dalam
               menikmati kekayaan.
          b.    Tindakan Pemerintah yang Egois
                      Pemerintah terkadang mengeluarkan kebijakan-kebijakan fiskal atas
               inisiatif pemerintah sendiri. Hal ini dikarenakan pemerintah merupakan
               instrumen utama dalam roda perekonomian negara sekaligus mengatur
               kebijakan melalui perencanaan terpusat, sehingga tidak menutup kemungkinan
               peranan pemerintah dalam sistem sosialisme tidak pada jalan yang seharusnya.
               Alasan lain dari kemungkinan penyimpangan ini adalah pandangan sistem
               ekonomi sosialismenya cenderung sekularisme, artinya agama tidak boleh
               melakukan interferensi dalam hal ini. Dengan kata lain pemerintah terkadang
               cenderung kapitalistik dalam sistem.

7
    Syed Nawab Haider Naqvi,Menggagas Ilmu Ekonomi Islam, Bandung
                                                                                         8
                       Umer Chapra dalam buku terjemahannya berjudul Islam dan Tantangan
                Ekonomi telah menegaskan mengenai peranan pemerintah atau perencanaan
                terpusat bahwa:


                       Perencanaan pusat dan kolektivisasi tidak berhasil mendorong
                       pemerataan, bahkan menyebabkan konsenstrasi kekuatan pada segelintir
                       anggota politbiro. Ini bahkan lebih buruk daripada kapitalisme
                       monopolistik, karena meskipun mengakibatkan konsentrasi kekuasaan
                       dan kekayaan, tidak akan memungkinkannya mengumpulkan kekuatan
                       yang begitu intens, karena adanya proses pembuatan keputusan yang
                       disentralisasi secara umum. Lebih-lebih lagi, sistem sosialis yang
                       berpandangan amoral dan sekuler itu telah menjauhkan dirinya dari
                       sistem nilai yang secara sosial disepakati.8


                       Berdasarkan pendapat di atas, maka dapat dipastikan sistem ekonomi
                sosialis belum mampu mensejahterakan rakyat meskipun ada peranan
                pemerintah. Pemerataan dalam masih belum mencapai hasil yang diharapkan
                sementara kebebasan individu terisolasi oleh kebijakan pemerintah, khususnya
                pemerintah yang mementingkan diri sendiri atau lembaganya (desentralisasi
                umum).
           c.     Hilangnya Etos Kerja
                       Penerapan sistem ekonomi sosialisme yang radikal akan berdampak
                pada etos kerja individu. Hal ini biasanya terjadi dalam dunia bisnis. Batasan-
                batasan yang ditetapkan pemerintah seperti harga barang, jumlah kekayaan
                serta keuntungan yang diperoleh ditambah lagi pemerintah tidak mau peduli
                akan kualitas barang serta jerih payah pengusaha dalam mendapatkan modal
                usahanya.
                       Akibat dari campur tangan pemerintah tersebut, kebebasan individu
                terkekang, otomatis etos kerja akan berkurang terus-menerus, serta tingkat



8
    Umer Chapra,Islam dan Tantangan Ekonomi, (terj.) Ikhwan Abidin Basri, edisi 2, Jakarta
                                                                                             9
                kepuasan juga akan berkurang.9 Pada dasarnya etos kerja bermotifkan
                keuntungan maksimal yang ingin diperoleh seseorang dalam menjalankan
                usahanya. Jadi wajarlah bahwa sistem ekonomi ini berpengaruh negatif
                terhadap etos kerja seseorang.


C. Kelebihan dan Kelemahan Sistem Ekonomi Islam
                Ekonomi Islam pada dasarnya merupakan suatu sistem ekonomi yang
      regulasinya berasaskan etika dalam Al-Qur’an dan Sunnah. Sistem ekonomi yang
      terbilang normatif ini dianggap sebagai penyeimbang dari kedua sistem ekonomi
      kapitalis dan sosialisme, karena mampu menutupi kelemahan-kelemahan yang
      terdapat dalam kedua sistem tersebut.
                Sekilas sistem ekonomi Islam mirip dengan sistem ekonomi campuran, karena
      sama-sama merupakan penengah dari kedua sistem kapitalis dan sosialisme. Namun
      pada tujuan dan metode pencapaiannya Islam berbeda jauh dengan sistem campuran.
      Islam sangat menekan nilai-nilai dan prinsip-prinsip islami bila dibandingkan dengan
      sistem ekonomi campuran, sosialisme, dan kapitalisme.10
                Adapun kelebihan dan kelemahan dari sistem ekonomi Islam adalah sebagai
      berikut:
      1.    Kelebihan Sistem Ekonomi Islam
                   Mengenai kelebihan skonomi Islam sudah tidak perlu dipertanyakan lagi.
           Sistem ekonomi ini sangat cocok dan relevan bagi masyarakat yang menyadari
           pentingnya etika Islami dalam kehidupan. Adapun kelebihannya adalah sebagai
           berikut:
           a.     Terpenuhinya hak Individu dan Sosial
                      Seperti dijelaskan sebelumnya, sistem ekonomi Islam merupakan
                penyeimbang antara sistem ekonomi kapitalisme dan sosialisme. Sehingga hak



9
    Adimarwan Karim,Ekonomi Mikro Islam, ...h. 326
10
     lihat Akhmad Mujahidin,Ekonomi Islam, Jakarta
                                                                                       10
          Individu, bersama, dan Negara seimbang, baik dalam kepemilikan, pemenuhan
          kebutuhan, dan pendapatan terpenuhi.
                Ibrahim al-Tahawi sebagaimana yang dikutip oleh (2010) berpendapat
          bahwa sistem ekonomi Islam dapat diterakan dengan memberantas kemiskinan
          dan kekhawatiran masyarakat akan masalah ekonomi, dengan catatan
          kebutuham setiap orang terpenuhi. Dengan demikian sistem ekonomi Islam
          juga menjamin kebebasan setiap orang namun lebih lunak daripada
          kapitalisme.
     b.    Terjaminnya Keamanan dalam Transaksi
                Ekonomi Islam juga menjamin keamanan transaksi dengan aturan-
          aturan syariah. Hal ini bertujuan agar salah satu pihak yang bertransaksi tidak
          merasa dirugikan mengingat Sistem Ekonomi Islam juga menganut prinsip
          keadilan. Dibandingkan dengan sistem ekonomi sosialisme, sistem ini lebih
          menjamin keamanan terutama pada kehalalan suatu barang.
     c.    Distribusi yang Adil

                Distribusi yang adil dalam sistem ekonomi Islam berbeda dengan sistem
          ekonomi sosialisme pada prinsip yang dijalankan. Keadilan menurut islam
          tidak harus merata, namun disesuaikan pada kebutuhan masing-masing
          individu atau masyarakat. Hal ini berdasarkan sistem ekonomi Islam mengakui
          kepemilikan umum, individu, dan Negara.
2.    Kelemahan Sistem Ekonomi Islam
            Mengenai kelemahan yang ada pada sistem ekonomi islam, berdasarkan
     kajian pustaka, tidak ada literatur-literatur (seperti buku, artikel, dsb.) ekonomi
     Islam yang membahas kelemahan tersebut dari segi teorinya. Hal ini dikarenakan
     sistem ekonom islam menurut literatur menganggap bahwa sistem ekonomi Islam
     merupakan solusi alternatif masalah perekonomian yang disebabkan oleh
     kapitalisme dan sosialisme. Bisa diartikan bahwa sistem ekonomi Islam menurut
     para pakar, merupakan sistem ekonomi yang perfect dan relevan dalam kehidupan
     umat. Kalaupun ada, yang disinggung dari sistem ini hanyalah masalah
                                                                                      11
           implementasi dan tantangan sistem ekonomi ini dan itupun hanya beberapa dari
           literatur yang menjelaskan demikian karena sistem ekonomi Islam menuntut
           kesadaran pelakunya akan pentingnya nilai kejujuran dan keadilan, sedangkan
           dewasa ini hal tersebut sulit diterapkan. Dengan demikian sistem ekonomi Islam
           tidak mempunyai kelemahan, namun memiliki masalah-masalah tertentu yang
           harus diantisipasi.
                  Sistem ekonomi islam membutuhkan perjuangan yang ekstrim, yaitu
           menghadapi tantangan dari paham kapitalisme dan sosialisme yang sudah
           mendominasi kehidupan umat mengingat sistem ekonomi Islam masih terbilang
           baru. Kapitalisme dan sosialisme umumnya cenderung sekuler, sehingga wajar
           kalau kedatangan sistem ekonomi Islam ada yang menentangya. Meski begitu,
           dunia intelektual barat banyak mengakui kelebihan dan keutamaan sistem ekonomi
           Islam ini.
                  Dalam implementasi sistem ini juga, pada kenyataannya tidak seluruhnya
           dari sistem ekonomi Islam berjalan dengan baik. Masalahnya adalah sumber daya
           manusia terutama kualitas akidah, moral dan akhlaknya, apabila sistem ekonomi
           islam diaplikasikan dengan kualitas (akidah, moral dan akhlak) yang kurang baik
           atau bahkan tanpa itu, maka sistem ekonomi Islam tidak dapat berjalan lancar dan
           maksimal dan hanya sekedar kajian teori belaka.
                  Umer Chapra telah meneliti beberapa permasalahan dalam penerapan
           Sistem ekonomi Islam karena belum distandarisasi ditambah lagi kajian fiqih
           mengenai masalah kajian fikih mengenai keuangan masih belum menemukan titik
           terangnya. Berikut permasalahannya yang diteliti Umer Chapra terutama dalam
           dunia perbankan Islam yang akan diungkapkan di antaranya sebagai berikut:11
           a.     Aset pada bank Islam masih lebih kecil dibandingkan dengan aset bank
                konvensional. Hal ini dikarenakan bank Islam masih dalam pertimbangan bank
                sentral megenai besar aset untuk likuiditas bank serta risiko-risiko dari produk
                perbankan Islam.

11
     Lihat Umer Chapra, Masa Depan Ilmu ekonomi
                                                                                             12
  b.    Belum ada lembaga atau institusi pendukung agar sistem perbankan yang
       Islami berjalan dengan lancar dan murni syariah (full-pledged banking system),
       kalaupun ada masih belum maksimal. Lembaga tersebut perlu dalam
       menganalisis data arus kas nasabah debitur atas dana bank yang digunakan,
       mengatur proposal pembiayaan kepada nasabah, menyediakan laporan-laporan
       tentang proposal investasi baik nasabah maupun bank, dan lain sebagainya.
         Untuk dapat merealisasikan sistem ekonomi ini dengan relevan, diperlukan
  kesadaran penuh dari setiap pelaku ekonomi Islam ini serta orang yang
  menjalankan sistem ini. Upaya sosialisasi harus lebih digalakkan kepada
  masyarakat tentang keutamaan dari sistem ekonomi ini. Sistem akan berjalan
  dengan baik apabila pelaku sistem menjalankan dengan baik juga. Dengan
  demikian, baik dan buruknya suatu sistem, tergantung pada pelaku yang
  menjalankannya.




                                   BAB III
                                 PENUTUP


A. Kesimpulan
  Setiap sistem yang dijalankan pasti memiliki kelebihan dan kelemahan terutama
  dalam sistem ekonomi. Adapun kelebihan dan kelemahan dari masing-masing
  sistem ekonomi adalah sebagai berikut:

  1.    Kelebihan dan kelemahan sistem ekonomi kapitalisme:

                                                                                   13
     a.        Kelebihan sistem kapitalisme, Adanya kebebasan antar individu dalam
          kepemilikan, pendapatan, penentuan harga, serta persaingan.

     b.    Kelemahan sistem kapitalisme:

          1)     Kesenjangan dalam distribusi dan alokasi sumber daya.

          2)     Kesadaran normatif kurang bahkan terabaikan.

          3)     Nilai sosial yang minim

2.    Kelebihan dan kelemahan sistem ekonomi sosialisme:

     a.    Kelebihan sistem sosialsime:

          1)     Terjaminnya hak setiap orang

          2)     Distribusi yang adil dan merata

          3)     Harga pasar terkendali

     b.    Kelemahan sistem sosialisme:

          1)     Kebebasan individu dibatasi

          2)     Pemerintah terkadang egois dan dapat menyebabkan desentralisasi
                umum

          3)     Hilangnya etos kerja dalam berbisnis

3.    Kelebihan dan kelemahan sitem eknonomi Islam:

     a.    Kelebihan sistem ekonomi Islam:

          1)     Terpenuhinya hak individu dan sosial

          2)     Keamanan bertransaksi terjamin

                                                                               14
          b.     Masalah sistem ekonomi Islam:

                1)    Dalam penerapan, belum maksimal karena sistem ini terbilang baru
                     seperti pada dunia perbankan Islam

                2)     Dominasi kapitalisme dan sosialsime telah merajalela menjadi
                     sulitnya penyebaran paham sistem ekonomi Islam




B.    Saran
     1.        Kepada mahasiswa (i) agar dapat memahami dan melakukan penyelidikan
          lebih lanjut mengenai permasalahan yang disampaikan dalam makalah ini agar
          menambah dan memperluas wawasan pengetaguannya.
     2.        Kepada setiap mahasiswa (i) yang membaca makalah ini agar dapat
          memberikan masukan, tanggapan, dan komentar yang positif dan membangun
          agar pengembangan makalah ini lebih sempurna.
     3.        Kepada dosen yang bersangkuta agar memberikan penjelasan yang jelas,
          mendetil dan komprehensif agar mahasiwa (i) khususnya pada program studi
          Ekonomi Syari’ah STAIN Palangka Raya dapat memahami tentang bagaimana
          perbandingan sistem ekonomi khususnya pada pembahasan makalah ini
          mengenai kelebihan dan kelemahan dari sistem eknonomi.




                                                                                   15
                                DAFTAR PUSTAKA



Chapra, Umer, 2001, Masa Depan Ilmu ekonomi: Sebuah Tinjauan Islam, (terj.)

     Ikhwan Abidin, Jakarta; Gema Insani Press.


____________, 2006, Islam dan Tantangan Ekonomi, (terj.) Ikhwan Abidin Basri, edisi

     2, Jakarta: Gema Insani.


Karim, Adimarwan, 2003, Ekonomi Mikro Islam (Ed. Ke-2), Jakarta: IIIT Indonesia.


Mujahidin, Akhmad, 2007, Ekonomi Islam, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.


Muttaqin, Hidayatullah, Bagaimana Ekonomi Islam Mensejahterakan Dunia, Jurnal

     Ekonomi Ideologis, dari http://www.jurnal-ekonomi.org/bagaimana-ekonomi-

     islam-mensejahterakan-dunia/ (online 28-03-2012)


Naqvi, Syed Nawab Haider, 2003, Menggagas Ilmu Ekonomi Islam, Bandung: Pustaka

     Pelajar.


Pusat Pengkajian dan Pengembangan Ekonomi Islam, 2009, Ekonomi Islam, Jakarta:

     Rajawali Pers.




                                                                                   16

				
DOCUMENT INFO