Docstoc

SKRIPSI PENGARUH PERPUTARAN AKTIVA TETAP DAN PERPUTARAN PIUTANG TERHADAP PROFITABILITAS

Document Sample
SKRIPSI PENGARUH PERPUTARAN AKTIVA TETAP DAN PERPUTARAN PIUTANG TERHADAP PROFITABILITAS Powered By Docstoc
					                                BAB I
                            PENDAHULUAN


A.   Latar Belakang Masalah

          Setiap perusahaan menpunyai harta      ( aktiva ) untuk mendukung

     kegiatan usahanya. Aktiva itu dibagi menjadi dua yaitu: aktiva lancar dan

     aktiva tetap. Aktiva tetap dibagi menjadi dua golongan yaitu, aktiva tetap

     berwujud dan aktiva tidak berwujud. Aktiva tetap adalah aktiva berwujud

     yang dimiliki untuk digunakan dalam kegiatan usaha perusahaan, dan

     mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun, berupa: tanah, bangunan,

     peralatan,dsb. Aktiva ini berfungsi untuk mendukung          menjalankan

     kegiatannya, yaitu kegiatan yang dilakukan     perusahaan dalam rangka

     memperoleh dana. Aktiva tetap memiliki peranan penting dalam

     menyediakan informasi yang bermanfaat bagi kreditor dan investor.

          Aktiva memiliki tiga karakteristik utama yaitu, memiliki manfaat

     ekonomi dimasa mendatang, dikuasai oleh suatu unit usaha, hasil dari

     transaksi masa lalu.     Aktiva tetap lazimnya dicatat sebesar harga

     perolehannya.   Aktiva tetap juga disusutkan dengan mengunakan harga

     perolehan aktiva tersebut kemudian dibebankan kepada periode-periode

     dalam masa penggunaannya.       Penyusutan aktiva tetap    dicatat sebagai

     berikut, debet pada perkiraan beban penyusutan dan kredit pada perkiraan




                                          1
akumulasi penyusutan. Sedangkan yang dimaksudkan dengan perputaran

aktiva tetap yaitu “Posisi aktiva tetap dan taksiran waktu perputaran aktiva

tetap yang dinilai dengan menghitung tingkat perputaran aktiva tetap yaitu,

dengan membagi penjualan dengan total aktiva tetap bersih“. Maka dapat

disimpulkan bahwa perputaran aktiva tetap ditentukan oleh 2 faktor utama

yaitu, penjualan dan total aktiva tetap bersih. Yang dimaksud total aktiva

tetap bersih adalah total aktiva tetap setelah dikurangi penyusutan aktiva

tetap.

             Piutang timbul karena adanya transaksi penjualan barang atau

jasa secara kredit. Ini berarti perusahaan mempunyai hak klaim terhadap

seseorang atau perusahaan lain. piutang termasuk dalam golongan aktiva

lancar. Perusahaan pasti memiliki beberapa pelanggan yang tidak sanggup

membayar atau akan melunasi hutang mereka. Rekening pelangggan seperti

itu umumnya disebut piutang tidak tertagih atau piutang ragu-ragu, dan

merupakan suatu kerugian atau beban penjualan secara kredit. Ada dua

metode untuk mengukur piutang ragu-ragu yaitu metode cadangan dan

metode penghapusan langsung

         Dalam metode cadangan menyaratkan pengakuan piutang ragu-ragu

dalam periode dimana terjadi penjualan, bukan dalam periode terjadi

penghapusan sesungguhnya. Metode cadangan ini mencatat kerugian

piutang dagang berdasarkan estimasi. Untuk menentukan jumlah cadangan




                                      2
piutang ragu-ragu dapat dipakai dua dasar yaitu persentase penjualan

(pendekatan laba-rugi) dan persentase piutang dagang (pendekatan neraca).

Sedangkan metode penghapusan langsung, kerugian piutang ragu-ragu tidak

diestimasi dan tidak mengunakan      rekening cadangan, karena langsung

dicatat debet beban penghapusan piutang dan kredit piutang usaha.

     Perputaran piutang adalah rasio yang memperlihatkan lamanya untuk

mengubah piutang menjadi kas. Putaran piutang dihitung dengan membagi

penjualan kredit bersih dengan saldo rata-rata piutang. Saldo rata-rata

piutang dihitung dengan menjumlahkan saldo awal dan saldo akhir dan

kemudian membaginya menjadi dua.

     Tujuan yang paling mendasar dari operasi perusahaan adalah

perusahaan harus memperoleh laba yang besar. Profitabilitas adalah

kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode

tertentu. Ada banyak ukuran profitabilitas contohnya : Profit Margin, ROA,

ROE, dan lain-lain.    Alat yang umum digunakan untuk mengevaluasi

profitabilitas dihubungkan dengan penjualan yaitu laporan laba rugi dimana

setiap posnya dinyatakan dalam persentase penjualan. Dengan demikian

dalam memperoleh piutang dapat ditagih sangat berhubungan dengan

profitabilitas perusahaan. Karena profitabilitas perusahaan menunjukkan

suatu perbandingan antara laba dan penjualan.




                                     3
           Maka berdasarkan uraian-uraian di atas yang menggerakkan pikiran

     penulis untuk turut serta membahas tentang perputaran piutang terhadap

     profitabilitas. Sesuai dengan kemampuan dan pengetahuan penulis, maka

     penulis tertarik untuk menulis skripsi dengan judul “PENGARUH

     PERPUTARAN AKTIVA TETAP DAN PERPUTARAN PIUTANG

     TERHADAP          PROFITABILITAS           (   STUDI     EMPIRIS       PADA

     PERUSAHAAN YANG LISTING DI BEJ ) ”




B.   Identifikasi Masalah

     Berdasarkan uraian diatas, identifikasi masalah dalam penelitian ini yaitu :

     1. Apakah perputaran aktiva tetap berhubungan dengan profitabilitas?

     2. Apakah perputaran piutang usaha berhubungan dengan profitabilitas ?

     3. Apakah perputaran aktiva tetap berpengaruh signifikan             terhadap

         profitabilitas ?

     4. Apakah perputaran piutang usaha berpengaruh signifikan terhadap

         profitabilitas ?



C.   Batasan Masalah

           Dalam skripsi ini masalah yang akan dibahas dibatasi pada pengaruh

     hubungan Perputaran       Aktiva Tetap dan Perputaran Piutang          dengan

     Profitabilitas.




                                            4
D.   Rumusan Masalah

           Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka perumusan masalah

     skipsi ini adalah sebagai berikut:

     1.    Apakah perputaran piutang berpengaruh terhadap profitabilitas ?

     2.    Apakah perputaran aktiva tetap berpengaruh terhadap profitabilitas ?

     3.   Apakah perputaran aktiva tetap dan perputaran piutang berpengaruh

          terhadap profitabilitas ?




E.   Tujuan Penelitian

           Tujuan yang ingin dicapai dalam melakukan penelitian ini adalah

     sebagai berikut:

     1.   Untuk mengetahui tentang pengaruh perputaran piutang terhadap

          profitabilitas

     2.   Untuk mengetahui tentang pengaruh perputaran aktiva tetap terhadap

          profitabilitas.

     3.   Untuk mengetahui tentang hubungan             perputaran aktiva tetap dan

          perputaran piutang terhadap profitabilitas.




                                           5
F.   Manfaat Penelitian

     1.   Bagi Pembaca atau pihak lain

          Sebagai masukan dan acuan maupun referensi kepada pembaca untuk

          lebih mengetahui tentang hubungan         peredaran aktiva tetap dan

          peredaran piutang terhadap profitabilitas .

     2.   Bagi Penulis

          Untuk menambah wawasan dan pengetahuan dalam memahami

          mengenai pengaruh perputaran aktiva tetap dan pengaruh peredaran

          piutang terhadap profitabilitas.




                                             6
                                   BAB II

     LANDASAN TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS




A.    Perputaran Aktiva Tetap

      1. Pengertian Aktiva tetap

                Menurut Hendi Somantri         (2000:121) “Aktiva tetap atau

         disebut plant assets adalah aktiva berwujud yang dimiliki untuk

         digunakan dalam kegiatan usaha perusahaan, dan mempunyai masa

         manfaat lebih dari satu tahun”.

                Suatu benda berwujud harus diakui sebagai suatu Aktiva dan

         dikelompokan sebagai aktiva tetap apabila :

         a.   Besar kemungkinan bahwa manfaat keekonomian dimasa yang

              akan datang

         b.   Berkaitan dengan entitas tertentu

         c.   Memajukan pengorbanan ekonomi untuk memperoleh aktiva

         d.   Menunjukan proses akuntansi

         e.   Berkaitan dengan dimensi waktu




                                           7
       Jadi yang dimaksud aktiva tetap adalah aktiva yang diperoleh

dalam bentuk siap pakai atau dengan dibangun lebih dahulu, yang

digunakan dalam operasi perusahaan, tidak dimaksudkan untuk dijual

dalam rangka kegiatan normal perusahaan dan mempunyai masa lebih

dari satu tahun. Aktiva tetap lazimnya dicatat sejumlah harga perolehan.

yang dimaksud harga perolehan adalah sejumlah uang yang dikeluarkan

atau hutang yang timbul untuk memperoleh aktiva tetap, sampai aktiva

tetap yang bersangkutan siap dioperasikan, maka harga perolehan

ditetapkan sebagai berikut :

1)   Aktiva tetap yang diperoleh dalam bentuk siap pakai, harga

     perolehan ditetapkan atas dasar harga beli ditambah dengan harga

     biaya yang terjadi sebubungan dengan usaha menempatkan aktiva

     tetap yang bersangkutan. Contoh : biaya pemasangan, percobaan,

     dll.

2)   Aktiva tetap yang dibangun sendiri, harga perolehan ditetapkan

     atas   dasar   biaya-biaya   yang   terjadi   sehubungan   dengan

     pembangunan aktiva tetap yang bersangkutan, hingga siap

     dipergunakan. Contoh : biaya tenaga kerja, biaya tak langsung.

3)   Aktiva tetap yang diperoleh melalui pertukaran non moneter, harga

     perolehan ditetapkan atas dasar harga pasar aktiva diserahkan atau




                                  8
        harga pasar aktiva diterima, tergantung harga mana yang lebih

        wajar.

   4)   Aktiva tetap yang diperoleh dari sumbangan, harga perolehan

        ditetapkan atas dasar harga pasar aktiva yang terima atau harga

        taksiran yang wajar.




2. Pengertian dan Penilaian Perputaran Aktiva tetap

          Menurut Beams ( 2000: 121) perputaran aktiva tetap adalah

   “Posisi aktiva Tetap dan taksiran waktu perputaran aktiva tetap

   dapat dinilai dengan menghitung tingkat perputaran aktiva tetap

   yaitu, dengan membagi penjualan dengan total aktiva tetap bersih“.

           Maka dapat disimpulkan bahwa perputaran aktiva tetap

   ditentukan oleh 2 faktor utama yaitu, penjualan dan total aktiva tetap

   bersih. Yang dimaksud total aktiva tetap bersih adalah total aktiva tetap

   setelah dikurangi penyusutan aktiva tetap.

   Metode perputaran total aktiva adalah :

   Perputaran total aktiva tetap :          Penjualan

                                     Total aktiva tetap bersih




                                       9
   Waktu perputaran total aktiva :             365

                                       Peputaran total aktiva




3. Prinsip Penilaian Aktiva tetap

          Penilaian aktiva tetap berkaitan dengan penentuan nilai

   pertukaran dari aktiva tersebut. Ada dua jenis pertukaran yaitu, nilai

   keluaran dan nilai masukan. Nilai keluaran adalah: aliran dana yang

   diperkirakan akan diterima perusahaan dimasa uang akan datang sesuai

   dengan harga pertukaran. sedangkan nilai masukan menunjukan jumlah

   rupiah yang harus dikeluarkan perusahaan untuk memperoleh aktiva

   yang akan digunakan dalam kegiatan operasi perusahaan.

          Dalam hubungannya dengan pengeluaran-pengeluaran yang

   berhubungan dengan pengunaan aktiva tetap terdiri dari:

   a. Pemeliharaan (Maintenance)

      Adalah pengeluaran yang bertujuan untuk mempertahankan aktiva

      tetap pada kondisi yang tetap baik. Dengan demikian tidak

      mengakibatkan penambahan manfaat.

   b. Reparasi




                                     10
      Adalah pengeluaran yang      bertujuan mengembalikan aktiva tetap

      pada kondisi semula. Manfaat ini hanya untuk kelangsungan

      jalannya operasi.

   c. Penggantian (Replacement)

      Adalah pengeluaran untuk mengantikan sebagian (komponen) aktiva

      tetap yang rusak berat. Akan menambah terhadap usia pengunaan

      aktiva tetap yang bersangkutan .

   d. Perbaikan (Betterment)

      Adalah pengeluaran yang bertujuan untuk meningkatkan akiva tetap

      dari kondisi semula kepada kondisi yang lebih baik.




   e. Penambahan (Addition)

      Adalah pengeluaran yang bertujuan untuk memperluas dan

      peningkatan fasilitas yang sudah ada, misalnya penambahan

      bangunan.

4. Penyusutan Aktiva Tetap

         Menurut Hendi Somantri (2000:126) penyusutan adalah

   “Alokasi jumlah suatu aktiva yang dapat disusutkan sepanjang

   masa manfaat yang diestimasi, penyusutan untuk periode akuntansi




                                    11
dibebankan ke pendapatan baik secara langsung maupun tidak

langsung”.

       Nilai perolehan aktiva tetap, selama masa penggunannya akan

turun setiap saat, sehingga habis masa pengunaannya aktiva tetap

dianggap sudah tidak mempunyai manfaat lagi bagi perusahaan.

Karena aktiva tetap memberikan manfaat selama beberapa periode

akintansi, maka kerugian tersebut harus dibebankan kepada periode–

periode selama masa penggunaannya.

       Besarnya penyusutan yang menjadi beban setiap periode selam

masa penggunannya. Aktiva tetap, tergantung kepada empat faktor

sebagai berikut :

a. Harga Perolehan

b. Nilai Sisa atau Nilai Residu

           Adalah nilai aktiva tetap setelah habis masa penggunannya,

   biasanya ditetapkan atas dasar taksiran.




c. Usia Ekonomis atau Usia Manfaat

d. Metode Penyusutan yang diterapkan

           Metode penyusutan pada dasarnya dirancang atas dasar

   faktor-faktor tertentu contohnya : faktor waktu, faktor penggunaan.



                                  12
Metode penyusutan yang berdasarkan kepada faktor waktu antara

lain :

1).      Metode Garis Lurus

         Dimana metode ini , beban penyusutan tiap tahun penggunan

         aktiva tetap jumlahnya sama.

         Penyusutan = Harga perolehan – Nilai Residu

                                 Usia Ekonomis




2).      Metode Beban Menurun yaitu :

         a). Metode Jumlah Angka Tahun

            Metode ini penyusutan untuk tiap tahun jumlahnya

            menurun

            Penyusutan :   Sisa usia aktiva tetap x jmlh yang

            disusutkan

                                  Jmlh angka tahun usia

         b). Metode Menurun Ganda

            Penyusutan ditetapkan atas dasar prosentase tertentu yang

            dihitung dari harga buku pada tahun yang bersangkutan.




                                 13
                 Sedangkan metode penyusutan yang didasari kepada faktor

           penggunaanya, terdiri dari :

           1.   Metode Satuan Jam Kerja

                Metode ini, beban penyusutan ditetapkan atas dasar jam kerja

                yang dapat dicapai dalm periode yang bersangkutan .

                B. penyusutan : jam kerja yg dicapai x tarif penystan tiap jam

                kerja

                Tarif penyusutan tiap jam kerja :         harga perolehan –nilai

                residu

                                                   Taksiran jam kerja yg dpt

                dicapai




           2.   Metode Satuan Hasil Produksi

                Metode ini sama dengan satuan jam kerja, yaitu berdasarkan

                kepada faktor penggunaannya.

                Tarif penyusutan tiap satuan :     harga perolehan –nilai residu

                                                 Taksiran jmlh satuan yg dihslkan




B.   Perputaran Piutang Usaha.




                                          14
1.   Pengertian Piutang

          Piutang merupakan salah satu unsur dari aktiva lancar dalam

     neraca perusahaan yang timbul akibat adanya penjualan barang dan

     jasa atau pemberian kredit terhadap debitur yang pembayaran pada

     umumnya diberikan dalam tempo 30 hari (tiga puluh hari) sampai

     dengan 90 hari       (sembilan puluh hari). Dalam arti luas, piutang

     merupakan tuntutan terhadap pihak lain yang berupa uang, barang-

     barang atau jasa-jasa yang dijual secara kredit. Piutang bagi kegunaan

     akuntansi lebih sempit pengertiannya yaitu untuk menunjukkan

     tuntutan-tuntutan pada pihak luar perusahaan yang diharapkan akan

     diselesaikan dengan penerimaan jumlah uang tunai.

          Pada umumnya piutang timbul akibat dari transaksi penjualan

     barang dan jasa perusahaan, dimana pembayaran oleh pihak yang

     bersangkutan baru akan dilakukan setelah tanggal transaksi jual beli.

     Mengingat piutang merupakan harta perusahaan yang sangat likuid

     maka harus dilakukan prosedur yang wajar dan cara-cara yang

     memuaskan dengan para debitur sehingga perlu disusun suatu

     prosedur yang baik demi kemajuan perusahaan.

          Piutang dapat digolongkan dalam dua kategori yaitu piutang

     usaha dan piutang lain-lain”.

          Menurut Soemarso (2002:338) piutang usaha adalah:



                                     15
     “Perusahaan mempunyai hak klaim terhadap seseorang

atau perusahaan lain dengan adanya hak klaim ini perusahaan

dapat   menuntut     pembayaran      dalam    bentuk      uang   atau

penyerahan aktiva atau jasa lain kepada pihak dengan siapa ia

berpiutang”.




     Piutang usaha menunjukkan klaim yang akan dilunasi dengan

uang yang tidak didukung dengan janji tertulis yang timbul dari

penjualan barang-barang atau jasa-jasa yang dihasilkan perusahaan.

     Piutang usaha meliputi piutang yang timbul karena penjualan

produk atau penyerahan jasa dalam rangka kegiatan usaha normal

perusahaan.

     Piutang usaha adalah tagihan yang tidak didukung dengan janji

tertulis yang hanya dilengkapi oleh surat jalan, faktur/tanda terima

lainnya yang telah ditandatangani oleh debitur sehingga pernyataan

telah menerima barang ada didalam surat-surat tersebut.

    Selain itu pengertian piutang yang pada umumnya digolongkan

dalam aktiva lancar yang berarti bahwa tagihan-tagihan pada pihak

lain yang nantinya akan diminta pembayarannya dalam jangka waktu




                               16
yang tidak lama (kurang dari satu tahun) yang biasanya digolongkan

dalam piutang jangka pendek.

Piutang usaha jangka pendek dapat dibagi atas dua yaitu:

a.   Piutang usaha/piutang terhadap langganan

     Piutang usaha/piutang terhadap langganan dalam perkiraan

     piutang usaha dicatat sebagai tagihan yang timbul dari penjualan

     barang atau jasa yang merupakan usaha perusahaan yang

     normal/kurang dari 1 tahun, disajikan dalam neraca sebagai

     aktiva lancar, tetapi apabila telah lebih dari jangka waktu 1 tahun

     maka akan dilaporkan sebagai aktiva tidak lancar. Jadi tagihan

     kepada langganan yang biasanya disebut piutang dagang adalah

     tuntutan keuangan terhadap pihak lain baik perorangan maupun

     organisasi-organisasi atau debitur-debitur lainnya.

b.   Piutang yang akan diterima

     Piutang yang akan diterima merupakan kontrak prestasi yang

     sebenarnya sudah menjadi         hak perusahaan,      akan tetapi

     belum/tidak saatnya untuk diterima, piutang ini timbul pada suatu

     akhir periode dimana sebenarnya tagihan tersebut akan diterima

     pada periode yang akan datang.

     Hal-hal yang termasuk dalam piutang yang akan diterima adalah:




                                17
        1. Bunga yang masih harus diterima yang timbul dari aktiva

            yang dimiliki perusahaan, seperti wesel tagih dan bon.

        2. Piutang sewa yang masih harus diterima yang timbul dari

            hasil penyewaan, seperti gedung, mobil dan alat-alat besar

            lainnya.

        3. Pendapatan piutang merupakan pendapatan yang akan

            diterima sebagai hasil investasi dalam perusahaan.

         Penggolongan piutang dan umur piutang dapat digolongkan ke

   dalam 4 jenis, yaitu:

   a.    Piutang lancar adalah piutang yang diharapkan tertagihnya

         dalam 1 tahun atau siklus usaha normal

   b.    Piutang tidak lancar adalah tagihan/piutang yang tidak dapat

         ditagih dalam jangka waktu 1 tahun

   c.    Piutang yang dihapuskan adalah suatu tagihan yang tidak dapat

         ditagih       lagi   dikarenakan      pelanggan         mengalami

         kerugian/bangkrut (tidak tertagih)

   d.    Piutang dicadangkan adalah tagihan yang disisihkan sebelumnya

         untuk menghindari piutang tidak tertagih

2. Perputaran Piutang




                                   18
     Piutang yang dimiliki oleh suatu perusahaan mempunyai

hubungan yang erat dengan volume penjualan kredit, karena

timbulnya piutang disebabkan oleh penjualan barang-barang secara

kredit dan hasil dari penjualan secara kredit netto dibagi dengan

piutang rata-rata merupakan perputaran piutang.

     Nilai dari perputaran piutang tergantung dari syarat pembayaran

piutang tersebut. Makin lunak atau makin lama syarat pembayaran

yang ditetapkan berarti makin lama modal terikat dalam piutang.

Mengenai perputaran piutang.

     Pendapat mengenai perputaran piutang menurut Drs. Munawir

(2004:75) mengatakan bahwa: “Posisi piutang dan taksiran waktu

pengumpulannya dapat dinilai dengan menghitung tingkat

perputaran piutang turn over receivable yaitu, dengan membagi

total penjualan kredit neto dengan piutang rata-rata”.




     Menurut Warren Reeve (2005:407) perputaran piutang adalah

“Usaha (account receivable turn over) untuk mengukur seberapa

sering piutang usaha berubah menjadi kas dalam setahun”.

     Dari dua pendapat diatas maka dapat disimpulkan bahwa

perputaran piutang itu ditentukan dua faktor utama, yaitu penjualan




                               19
kredit dan rata-rata piutang. Rata-rata piutang dapat diperoleh dengan

cara menjumlahkan piutang awal periode dengan piutang akhir

periode dibagi dua. Adakalanya angka penjualan kredit untuk suatu

periode tertentu tidak dapat diperoleh sehingga yang digunakan

sebagai penjualan kredit adalah angka total penjualan.

     Dari uraian di atas maka perputaran piutang dapat dirumuskan

sebagai berikut:

     Rata-rata piutang    =      Piutang awal + piutang akhir

                                             2

     Perputaran piutang =        Penjualan kredit bersih

                                    Piutang dagang




     Dari definisi dapat diketahui bahwa rasio perputaran yang tinggi

mencerminkan kualitas piutang yang semakin baik. Tinggi rendahnya

perputaran piutang tergantung pada besar kecilnya modal yang

diinvestasikan dalam piutang. Makin cepat perputaran piutang berarti

semakin cepat modal kembali. Tingkat perputaran piutang suatu

perusahaan dapat menggambarkan tingkat efisiensi modal perusahaan




                               20
yang ditanamkan dalam piutang, sehingga makin tinggi perputaran

piutang berarti makin efisien modal yang digunakan.

      Selain perputaran piutang yang digunakan sebagai indikator

terhadap efisien atau tidaknya piutang, ada indikator lain yang cukup

penting yaitu jika waktu rata-rata pengumpulan piutang (average

collection periode). “Jangka waktu pengumpulan piutang adalah

angka yang menunjukkan waktu rata-rata yang diperlukan untuk

menagih piutang.” (Munawir 2004:76)

      Perumusan dari uraian di atas adalah sebagai berikut:

      Periode rata-rata pengumpulan piutang =           360

                                                 Perputaran piutang




      Periode rata-rata penagihan piutang =        Piutang dagang x

365

                                                   Penjualan kredit




      Jumlah hari penjualan dalam piutang memberi tolak ukur

mengenai lamanya waktu piutang dagang yang beredar. Semakin

besar rasio umur piutang, semakin besar kemungkinan rasio tidak

tertagihnya piutang.



                               21
       Perubahan rasio antara penjualan kredit dan rata-rata piutang

disebabkan oleh banyak hal. Munawir (2004:75) mengemukakan

bahwa faktor-faktor penyebabnya adalah sebagai berikut:

1.     Turunnya penjualan dan naiknya piutang

2.     Turunnya piutang dan diikuti turunnya penjualan dalam jumlah

       yang lebih besar

3.     Naiknya penjualan diikuti naiknya piutang dalam jumlah yang

       lebih besar

4.     Turunnya penjualan dengan piutang yang tetap

5.     Naiknya piutang sedangkan penjualan tidak berubah.

       Terlepas dari hal-hal tersebut diatas, dalam piutang, resiko

kerugian akibat piutang yang tidak dapat diterima pembayarannya

selalu ada. Ada dua metode penyisihan piutang yaitu :

a. Metode penghapusan langsung

     Dalam metode ini kerugian piutang yang tidak bisa ditagih, dicatat

     langsung pada periode saat terjadinya penghapusan piutang dengan

     perkiraan debet “beban penghapusan piutang” dan kredit perkiraan

     ”piutang dagang”.

2. Metode Penyisihan/cadangan.




                                 22
Ada metode ini, setiap akhir periode dilakukan penaksiran terhadap

piutang yang dimiliki perusahaan, sehingga diperoleh taksiran dari

piutang yang disangsikan dapat diterima pembayarannya. Taksiran

ini dicatat pada perkiraan debet “beban piutang“ dan kredit pada

perkiraan “penyisihan piutang“. Jumlah taksiran kerugian piutang

dapat ditetapkan atas dasar :

a. Atas dasar jumlah penjualan

   Piutang terjadi karana akibat dari penjualan kredit maka

   taksiran menhunakan jumlah penjualan selama periode

   bersangkutan. Yaitu dengan membandingkan kerugian piutang

   yang sebenarnya terjadi           dengan total pejualan kemudian

   dilakukan perubahan-perubahan atas kemungkinan yang akan

   datang. Biasanya dalam bentuk persentase.

b. Atas dasar saldo piutang

   Jumlah ini dihitung dengan cara mengalikan suatu persentase

   tertentu dengan saldo piutang pada akhir periode. Dengan

   demikian yang dijadikan dasar adalah jumlah piutang dagang

   yang dimiliki perusahaan pada akhir periode.

c. Atas dasar analisis usia piutang




                                23
Penerapan metode ini pada dasrnya sama dengan penentuan

taksiran kerugian piutang atas dasar saldo piutang, metode ini

dikelompokan menjadi kelompok piutang yang belum jatuh

tempo, dan kelompok yang telah jatuh tempo. Sedangkan

kelompok yang telah jatuh tempo dikelompokkan atas dasar

lamanya jatuh tempo.       Lamanya tunggakan, dihitung dari

tanggal jatuh tempo piutang sampai       tanggal 31 Desember.

Contoh : Jatuh tempo piutang tgl 10 November 2004 tapi

sampai tgl 31 Desember 2004 belum dibayar maka dihitung

sebagati berikut :

    Bulan November , 30 hari -10 hari      = 20 hari

    Bulan Desember…………………… = 31 hari

                                            51 hari

Dengan demikian piutang telah lewat jatuh tempo selama 51

hari.        Dan besarnya presentase taksiran kerugian tiap

kelompok piutang, ditetapkan atas dasar kelompok usia

masing-masing dengan demikian jurnal penyesuaian yang

harus dibuat adalah :

( debet ) Beban piutang sangsi                    xxxx    -

( kredit )      Penyisihan untuk piutang sangsi    -     xxxx




                          24
               Beban piutang sangsi akan mempengaruhi secara langsung laporan

               laba – rugi.

C.   Profitabilitas

          Profitabilitas suatu perusahaan menunjukkan perbandingan antara laba

     dengan aktiva atau modal yang menghasilkan laba tersebut. Dengan kata

     lain. Profitabilitas adalah sebagai berikut: “Kemampuan suatu perusahaan

     untuk mencapai laba”.

          Menurut G. Sugiyarso dan F. Winarni (2005:118) profitabilitas

     adalah “Menunjukkan kemampuan perusahaan memperoleh laba

     dalam hubungan dengan penjualan total aktiva maupun modal

     sendiri”. Dari definisi ini terlihat jelas bahwa sasaran yang akan dicari

     adalah laba perusahaan.

      1. Jenis-jenis Profitabilitas dan Pengukurannya

                 Adapun jenis-jenis profitabilitas dan pengukurannya adalah

           sebagai berikut: Menurut Sofian Syafri Harahap (2001:304)

          a.      Profit Margin

                  Profit Margin = Pendapatan bersih

                                     Penjualan




                                         25
     Angka ini menunjukkan berapa besar persentase pendapatan

     bersih yang diperoleh setiap penjualan. Semakin besar rasio ini

     semakin baik karena dianggap kemampuan perusahaan dalam

     mendapatkan laba cukup tinggi.

b.   Retrun on Asset (ROA)

     ROA     =   Laba Bersih

                 Total Aktiva




     Rasio ini menggambarkan perputaran aktiva diukur dari

     volume penjualan. Semakin besar rasio ini semakin baik. Hal

     ini berarti bahwa aktiva dapat lebih cepat berputar dan meraih

     laba.

c.   Return On Equity (ROE)

     ROE     =         Laba bersih

                 Rata-rata modal (equity)




     Rasio ini menunjukkan berapa persen diperoleh laba bersih bila

     diukur dari modal pemilik. Semakin besar semakin bagus.

d.   Basic Earning Power




                               26
        Basic Earning Power         =      Laba sebelum bunga dan

pajak

                                           Total aktiva




        Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan memperoleh

        laba diukur dari jumlah laba sebelum dikurangi bunga dan

        pajak dibandingkan dengan total aktiva. Semakin besar rasio

        semakin baik.

e.      Earning Per Share ( EPS )

        Earning Per Share = Laba bagian saham bersangkutan

                                        Jumlah saham




        Rasio ini menunjukkan berapa besar kemampuan perlembar

        saham menghasilkan laba.

f.      Contribution Margin

        Contribution Margin         =      Laba kotor

                                           Penjualan




                               27
          Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan melahirkan

          laba yang akan menutupi biaya-biaya tetap atau biaya operasi

          lainnya. Dengan pengetahuan atas rasio ini kita dapat

          mengontrol pengeluaran untuk biaya tetap atau biaya operasi

          sehingga perusahaan dapat menikmati laba.

   g.     Rasio rentabilitas

          Ini biasa juga digambarkan dari segi kemampuan karyawan,

          cabang, aktiva tertentu dalam meraih laba, misalnya:

          kemampuan karyawan per kepala meraih laba dapat dihitung:

             Jumlah laba

          Jumlah karyawan




    Tapi rasio ini dapat juga digolongkan sebagai rasio produktivitas.




2. Manfaat Profitabilitas




                                    28
         Profitabilitas yang digunakan seabgai criteria penilaian hasil operasi

         perusahaan mempunyai manfaat yang sangat penting dan dapat dipakai

         sebgai berikut :

         a.     Analisis kemampuan menghasilkan laba itunjukan untuk

                mendeteksi penyebab timbulnya laba atau rugi yang dihasilkan

                oleh suatu objek informasi dalam periode akuntansi tertentu.

         b.     Profitabilitas   dapat   dimanfaatkan     untuk   menggambarkan

                kriteria yang     sangat diperlukan dalam menilai sukses suatu

                perusahan dalm hal kapabilitas dan motivasi dari manajemen.

         c.     Profitabilitas merupakan suatu alat untuk membuat proyeksi

                laba perusahaan karena menggamberkan korelasi antra laba dan

                jumlah modal yang ditanamkan.

         d.     Profitabilitas   merupakan     suatu    alat   pengendalian   bagi

                manajemen, profitabilitas dapat dimanfaatkan oleh pihak intern

                untuk menyusun target, budget, koordinasi, evaluasi hasil

                pelaksanaan operasi perusahaan dan dasar pengambilan

                keputusan .




D.   Hubungan antar Variabel




                                          29
1. Aktiva tetap dengan profitabilitas

          Aktiva perlu didefinisikan karena definisi tersebut akan

   digunakan untuk mengidentifikasi peristiwa ekonomi yang harus diukur,

   diakui, dan dilaporkan dalam neraca. Penilaian terhadap aktiva

   merupakan proses penentuan besarnya potensi jasa (aktiva) yang dapat

   digunakan pada periode mendatang. Didalam             aktiva juga ada

   pengeluaran yang di gunakan oleh aktiva tetap.

          Pengeluaran pada dasarnya dapat dibedakan antara pengeluaran

   modal dan pengeluaran pendapatan.       Pengeluaran    modal    adalah

   pengeluran yang manfaatnya dapat dinikmati dalam waktu lebih dari

   satu periode akuntansi, biasanya merupakan biaya yang harus menjadi

   beban periode-periode selama umur manfaatnya, contoh: pengantian,

   perbaikan, penambahan. Dari kesimpulan tersebut maka dapat

   disimpulkan bahwa: jika mengakibatkan penambahan manfaat dari

   aktiva dan jumlahnya cukup berarti maka akan dianggap sebagai

   “pengeluaran modal“.     Pengeluaran ini akan dicatat sebagai berikut:

   dicatat debit pada perkiraan aktiva tetap dan kredit akumulasi

   penyusutan.

          Pengeluaran pendapatan adalah pengeluaran yang manfaatnya

   dinikmati hanya dalam periode saat terjadinya. Pengeluaran ini biasanya

   dihubungkan dengan pendapatan, sehingga biaya ini menjadi beban




                                    30
   periode saat terjadinya, contoh : beban pemeliharaan, beban reparasi.

   Pengeluaran ini akan dicatat sebagai berikut :      debit pada perkiraan

   beban yang bersangkutan dan kredit pada perkiraan kas atau hutang.

   Maka pada pengeluaran pendapatan ini akan mempengaruhi dalam

   perhitungan laba rugi perusahaan.

2. Piutang dagang dengan profitabilitas

        Kebijakan penjualan kredit diberlakukan perusahaan untuk

   menambah tingkat penjualannya yang mana dengan bertambahnya

   penjualan maka diperkirakan akan menambah keuntungan/laba yang

   akan diperoleh perusahaan. Tetapi        kaidah umum, semakin banyak

   putaran piutang, maka semakin banyak sumber daya perusahaan yang

   terbenam dalam piutang, dan jika          perusahan tidak cepat dalam

   melakukan    penagihan     piutang maka akan terjadi kerugian pada

   perusahaan. Karena periode penagihan yang lebih panjang umumnya

   berarti kemungkinan penagihan yang lebih rendah.

        Piutang yang ada biasannya dibuatkan tabel piutang dari situ kita

   dapat melihat sudah berapa lama piutang yang kita punya. Dan kita

   dapat menukur berapa besar yang bisa kita dapat .




                                       31
E   Kerangka Pemikiran

         Dalam melakukan penelitian penulis membuat kerangka pemikiran

    sebagai berikut:

                                   Gambar I


             X1 = Perputaran aktiva tetap
                                                            Y = Profitabilitas


             X2 = Perputaran Piutang




         Sumber : penulis




    Keterangan :




    1. Variabel bebas Pertama ( X1 ) = Perputaran Aktiva tetap

    2. Variabel bebas Kedua ( X2 ) = Perputaran Piutang

    3. Variabel Terikat ( Y )       = Profitabilitas




F   Hipotesis



                                            32
      Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah

penelitian, karena rumusan masalah penelitian biasanya disusun dalm bentuk

kalimat pertanyaan. Dikatakan sementara, karena jawaban yang diberikan

baru berdasarkan pada teori yang relevan. Sedangkan fakta-fakta empiris

yang diperoleh melalui pengumpulan data.

      Penelitian dibedakan menjadi dua jenis yaitu : hipotesis penelitian dan

hipotesis stastitik. Penelitian yang merumuskan hipotesis adalah penelitian

yang mengunakan pendekatan kuantitatif. Sedangkan Pada penelititan

statistik adalah penelitian yang bekerja berdasarkan sample. Hipotesis

merupakan pernyataan sementara mengenai hubungan antara variable-

variabel yang menjadi objek penelitian dalam penelitian ini dapat

dirumuskan suatu hipotesis mengenai apakah ada hubungan yang

berpengaruh perputaran piutang dan perputaran aktiva tetap terhadap

profitabilitas yaitu :

      Perumusan Pada penelitian ini hipotesis yang digunakan adalah:

      H1 = Perputaran Aktiva tetap berpengaruh terhadap Profitabilitas

      H2 = Perputaran Piutang berpengaruh terhadap Profitabilitas

      H3 = Perputaran Aktiva tetap dan Perputaran Piutang berpengaruh

            Profiitabilitas




                                      33
                                   BAB III

                     METODELOGI PENELITIAN



A. Metode Penelitian

         Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk

   mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Metode Penelitian

   Survey adalah usaha pengamatan untuk mendapatkan keterangan-keterangan

   yang jelas terhadap suatu masalah tertentu dalam suatu penelitian. Tujuannya

   adalah untuk membuat gambaran secara sistematis, faktual,akurat mengenai

   fakta-fakta serta hubungan antara fenomena yang diteliti dan secara statistik

   ada pengaruhnnya terhadap tingkat perputaran.

         Dalam melakukan penelitian, penulis menggunakan metode analisis

   korelesional. Metode analisis korelesional bertujuan untuk membandingkan

   komponen keseluruhan besar kecilnya pengaruh aktiva tetap terhadap

   profitabilitas. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan

   antara variabel, apakah ada hubungan positif/negatif, sempurna/tidak, cukup

   kuat/ tidak.




                                           34
B. Populasi dan Sampel

   1. Populasi

             Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau

        subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik yang ditetapkan oleh

        peneliti untuk dipelajari dan kemudian dapat ditarik kesimpulannya.

        Dalam penelitian ini populasi yang dimaksud adalah perusahaan yang

        dilisting di Bursa Efek Jakarta dari tahun 2001 sampai tahun 2006 yang

        difokuskan pada kelompok sektor customer goods (makanan & minuman,

        rokok, obat-obatan, kosmetik). Dari tahun 2001 sampai dengan tahun 2006

        yang tercatat sebanyak 34 perusahaan. Yang terdiri dari: 4 perusahan

        rokok, 10 perusahan obat-obatan, 17 perusahan makanan dan minuman, 3

        perusahan kosmetik tetapi penulis hanya mengunakan 21 perusahaan saja.

   2.   Sampel

             Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki

        oleh suatu populasi. Dalam penelitian ini, studi kasus dilakukan di Bursa

        Efek Jakarta dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan

        secara sampling, dimana penulis mencari sampel untuk mewakili

        penelitian dengan kretiria yang ditentukan sebagai berikut:

           1. Perusahaan customer goods yang terdaftar di BEJ pada periode

               penelitian antara tahun 2001 sampai dengan tahun 2006.

           2. Selama periode penelitian, perusahaan memuat laporan keuangan

               tahunan dan dipubrikasikan secara luas.



                                            35
C. Data Penelitian

        Pada data penelitian ini mengunakan data sekunder, yaitu : nilai

   piutang, aktiva tetap, total aktiva, penjualan, laba bersih perusahaan yang

   dilisting di Bursa Efek Jakarta. Ada beberapa jenis data penelitian, berikut ini

   akan diuraikan data penelitian yang diperoleh :

   1. Menurut sumbernya

              Data penelitian menurut sumbernya adalah laporan keuangan

      (neraca, laporan laba rugi)

   2. Menurut cara perolehannya

              Data penelitian menurut cara perolehannya yaitu melihat data-data

      perusahan yang listing di Bursa Efek Jakarta selama tahun 2001 sampai

      2006.

   3. Menurut waktu pengumpulannya

              Data penelitian waktu pengumpulannya yaitu data yang

      dikumpulkan melalui kunjungan ke Bursa Efek Jakarta pada tanggal 14

      Juni 2007 untuk meminta data-data yang diperlukan untuk keperluan

      skripsi ini.

   4. Menurut sifatnya

              Data penelitian menurut sifat yaitu data kuantitatif. Data kuantitatif

      adalah data yang berbentuk angka atau data kualitatif yang diangkakan.




                                             36
D. Pengumpulan Data

        Pengumpulan data merupakan langkah yang amat penting dalam metode

   ilmiah, karena pada umumnya digunakan untuk menguji hipotesis yang telah

   dirumuskan.

        Penulis mengunakan teknik pengumpulan data melalui observasi

   lapangan, Pengumpulan data dilakukan dengan cara berkunjung ke Bursa

   Efek Jakarta untuk memperoleh data keuangan perusahaan. Data itu diambil

   selama periode 2001 hingga 2006.

        Hubungan antara teknik pengumpulan data dengan masalah yang ingin

   dipecahkan selalu ada. Masalah memberikan arah dan mempengaruhi teknik

   pengumpulan data. Penulis menggunakan teknik sampel dalam

   mengumpulkan data. Sumber yang digunakan peneliti dalm mengumpulkan

   data adalah data sekunder. Menurut Sugiyono ( 2004 :129 ) “Data sekunder

   adalah sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul

   data, misalnya melalui orang lain atau dokumen”.



E. Operasionalisasi Variabel dan Pengukuran

   1. Variabel Penelitian

            Berdasarkan judul yang diambil oleh penulis maka variabel yang

      dipakai, ada tiga (3) variabel unutuk penelitian ini, Yaitu :




                                           37
   1.      Perputaran Aktiva tetap       = Variabel Independen (X1)

   2.      Perputaran Piutang dagang     = Variabel Independen (X2)

   3.      Profitabilitas                = Variabel Dependen (Y)

2. Definisi Operasional

          Definisi operasional adalah suatu pernyataan yang berkaitan dengan

   pengukuran yang ditekankan pada sifat-sifat konsep yang dapat diamati

   dan diukur. Karena itu, operasional variabel berguna untuk memperoleh

   nilai-nilai rasio keuangan yang akan dianalisis dalam analisis kuantitatif.

          Berikut ini merupakan penjelasan dari masing-masing variabel

   tersebut antara lain :

   a. Variabel Independen Pertama (X1) = Perputaran Aktiva Tetap

        Dalam penelitian ini, penulis menggunakan Perputaran Aktiva Tetap

        sebagai variabel independen pertama. Perputaran Aktiva Tetap

        menunjukkan perputaran aktiva tetap yang dimiliki perusahaan yang

        bias digunakan untuk mendapatkan laba.

   b. Variabel Independen Kedua (X2) = perputaran Piutang

        Dalam penelitian ini, penulis menggunakan perputaran Piutang

        sebagai variabel independen kedua. perputaran Piutang mengukur

        seberapa efektif perusahaan memperoleh laba.




                                        38
   c. Variabel Dependen (Y) = Profitabilitas

      Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pertumbuhan Profitabilitas

      sebagai variabel dependen. Profitabilitas merupakan kenaikan atau

      penurunan Profitabilitas yang diperoleh perusahaan di masa

      mendatang.



3. Pengukuran Masing-Masing Variabel

   Masing-masing variabel memiliki alat ukur tersendiri contohnya :

   1. Perputaran Aktiva Tetap (X1)

      Untuk mencari peputaran aktiva tetap digunakan rumus :



      Perputaran total aktiva =          Penjualan

                                 Total aktiva tetap bersih

   2. Perputaran Piutang (X2)

      Untuk mencari peputaran piutang mengunakan rumus :

      Perputaran piutang = Penjualan kredit bersih

                                  Piutang dagang

   3. Profitabilitas (Y)

      Sedang untuk mencari Profitabilitas digunakan rumus :

      ROA =        laba bersih

                   Total Aktiva




                                         39
F Analisis Data

         Analisis data dalam penelitian ini dilakukan sesuai dengan jenis

   pengolahan data yang dilakukan dan penyusunannya untuk keperluan

   penelitian. Untuk mengukur pengaruh piutang dan aktiva tetap             terhadap

   profitabilitas     menggunakan analisis korelesional      Analisis korelasi untuk

   mengetahui apakah variabel independen memiliki hubungan dengan variabel

   dependen. Analisis statistik ini dapat dijelaskan sebagai berikut :

   1. Statistik Deskriptif

               Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk

       menganalisa data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data

       yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat

       kesimpulan yang berlaku untuk umum.

       Dalam deskriptif data penelitian ini terdiri dari :

       a. Mean (rata-rata hitung)

                    Mean (rata-rata hitung) ialah suatu nilai yang diperoleh dengan

           jalan membagi seluruh nilai pengamatan dengan banyaknya

           pengamatan.

           Rumus :

                       1   2     i     n
           X     
                                    n

       b. Median




                                              40
       Median ialah Salah satu teknik penjelasan kelompok yang

  didasarkan atas nilai tengah dari kelompok data yang telah disusun

  urutannya dari yang terkecil sampai yang terbesar, atau sebaliknya dari

  yang terbesar. (Sugiyono, 2002:40)

  Rumus :

              1    
               nF
   d  b  p  2   
                 f 
                   
                   

  Dimana :

  Md = Median

  B   = Batas bawah, dimana median akan terletak

  n   = Banyak data atau jumlah sampel

  F   = Jumlah semua frekuensi sebelum klas median

  F   = Frekuensi klas median



c. Modus

       Modus ialah Teknik Penjelasan Kelompok yang didasarkan atas

  nilai yan sedang populer (Yang menjadi mode) atau yang sering

  muncul dalam kelompok tersebut.

  Rumus :

      X          Y               Modus = Xi, kalau fi terbesar
      x1         F1      Xi    = nilai yang ke=i dari tabel frekuensi




                                  41
       x2       F2       fi     = frekuensi dari Xi
        .        .       i      = 1, 2, ..., k (k = banyak kelas dari tabel
        .        .                frekuensi)
        .        .
        .        .
       xi       fi
        .        .
        .        .
        .        .
       xk       fk
d. Rentang Data

        Rentang Data range dapat diketahui dengan jalan mengurangi

   data yang terbesar dengan data terkecil yang ada pada kelompok itu.

   Rumusnya adalah :

   R  t  r

   Dimana :

   R = Rentang

   X t = Data terbesar dalam kelompok

    r = Data terkecil dalam kelompok

e. Range

   Range ialah selisih antara nilai maksimum dan minimum dalam suatu

   kelompok nilai.

   Rumus :

   Range = Xn – X1

   Dimana :

   Xn = Nilai Maksimum




                                  42
   X1 = Nilai Minimum

f. Varians

            Salah satu teknik statistik yang digunakanuntuk menjelaskan

   homogenitas adalah varians. Varians merupakan jumlah kuadrat semua

   deviasi nilai – nilai individual terhadap rata – rata kelompok. Akar

   varians disebut standar deviasi atau simpangan baku. Varians populasi

   diberi simbol      .2
                           dan standar deviasi adalah  , sedangkan varians

   untuk sampel diberi simbol S 2 dan standar deviasi sampel diberi

   simbol S.

   Rumus :

       (  i   ) 2
     2

             n

   Sedangkan standard deviasinya =

             (  i   ) 2
   
                   n

   Rumus tersebut digunakan untuk data populasi, sedangkan untuk data

   sampel rumusnya tidak hanya dibagi dengan n saja, tetapi dibagi

   dengan n – 1. (n – 1) derajat kebebasan.

             (  i  ) 2
   S   2
           
                (n  1)

   dan,




                                          43
          (  i   ) 2
       S
             (n  1)

      Dimana:

       2 = Variabel populasi

            = Simpangan baku populasi

       S 2 = Varians sampel

       S     = Simpangan baku sampel

       n = Jumlah sampel

      Xi = Nilai X ke i sampai ke n

   g. Standard Deviasi

              Standard deviasi atau simpangan baku dari data yang telah

      disusun dalam tabel distribusi frekuensi atau data bergolong, dapat

      dihitung dengan rumus sebagai berikut :

              f i (  i  ) 2
       S
                    (n  1)

2. Pengujian Normalitas

           Pengujian ini bertujuan untuk menguji apakah dalam suatu model

   regresi, variabel dependen dan variabel independen keduanya mempunyai

   hubungan distribursi normal atau tidak. Model regesi yang baik adalah

   memiliki distribusi normal atau mendekati normal.




                                       44
      Salah satu cara untuk menguji normalitas adalah One Sample

   Kolmogorov Smirnov Test. Data dikatakan berdistribusi normal jika

   Asymp.                  Sig (2-tailed) > 0,05. Dan data dikatakan tidak

   berdistribusi normal jika Asymp. Sig (2-tailed) < 0,05.



3. Analisis Korelasi

          Pengujian ini bertujuan untuk menguji apakah dalam suatu model

   mempunyai suatu hubungan atau tidak.

   Analisis yang terdapat dalam statistik inferensial, yaitu :

   a. Koefiensi Korelasi Linier Sederhana

             Analisa koefiensi korelasi ini digunakan untuk mengetahui kuat

      atau tidaknya korelasi yang diukur dengan suatu nilai yang disebut

      korelasi sederhana.

      Rumus korelasi sederhana

                           nXY  X  Y 
           r=
                nX   2
                            X 
                                     2
                                          nY   2
                                                       Y 
                                                                2
                                                                    
      Keterangan :

      r                                           =                           Koefisien Korelasi

      n                                           =                         Jumlah sampel/tahun

                                                 =                         Jumlah nilai variabel

      X                                           =                     nilai variabel independen




                                                  45
   Y                                       =               nilai variabel dependen

   Secara umum nilai koefisien korelasi teletak antara –1 dan 1 atau

   –1  r < 1 koefisien korelasi mempunyai nilai paling kecil –1 dan

   paling besar +1 dengan kriteria sebagai berikut :

   Jika r = +1, Korelasi antara x1, x2 (Perputaran piutang dan Perputaran

   aktiva tetap) dan y (Profitabilitas) sempurna dan positif (mendekati 1 ,

   hubungan sangat kuat dan positif) searah.

   Jika r = -1, korelasi antara x1,x2 (Perputaran piutang dan Perputaran

   aktiva tetap) dan y (laba) kuat negatif (mendekati -1 hubungan sangat

   kuat dan negatif) tdak searah.

   Jika r = 0, korelasi antara x1, x2 (Perputaran piutang dan Perputaran

   aktiva tetap) dan y (laba) lemah sekali (tidak ada pengaruh/ hubungan

   sama sekali)

b. Korelasi linier Berganda

            Analisis korelasi berganda digunakan untuk mengetahui tingkat

   hubungan antara satu atau lebih variabel independen dan satu variabel

   dependen. Menurut Sugiyono (2006:258), rumus korelasi berganda

   adalah sebagai berikut:

                     b1  X 1Y  b2  X 2Y  b3  X 3Y
    R yx1x 2 x 3 
                                  Y   2




   Dimana :




                                           46
R yx1 x2 x3      = Korelasi antar variabel X1, X2 dan X3 secara bersama-

sama

                   dengan variabel Y

b1 – b3          = Koefisien regresi




X Y     1       = Jumlah antara X1 dengan Y


X Y     2       = Jumlah antara X2 dengan Y

Y      2
                 = Jumlah Y2



                                  Tabel 1
                  Pedoman untuk memberikan interpretasi
                         terhadap koefisien korelasi
               Interval Koefisien                Tingkat Hubungan

               0,00 – 0,199                             Sangat lemah

               0,20 – 0,399                             Lemah

               0,40 – 0,599                             Sedang

               0,60 – 0,799                             Kuat

               0,80 – 1,000                             Sangat kuat

Sumber: Sugiyono, 2004, Metodologi Penelitian Bisnis. CV. Alfabeta, Bandung. hal. 183



            Secara umum nilai koefisien korelasi terletak antara -1 dan +1

atau -1 < r < 1, dengan kata lain koefisien kolerasi mempunyai nilai

paling kecil -1 dan paling besar +1 dengan kriteria sebagai berikut :



                                        47
   1. Jika r = +1, atau mendekati +1, maka hubungan antara variabel X

       dan Y sangat kuat positif.

   2. Jika r = -1, atau mendekati -1, maka hubungan antara variabel X

       dan Y sangat kuat dan negatif.

   3. Jika r = 0, atau mendekati 0, maka hubungan antara variabel X dan

       Y sangat lemah sekali dan tidak ada hubungan.

c. Analisa Persamaan Regresi Linier Sederhana

         Salah satu tujuan analisis data ialah untuk memperkirakan atau

   memperhitungkan besarnya efek kuantitatif dari perubahan suatu

   kejadian terhadap kejadian lainnya.

         Penelitian ini menggunakan analisa bentuk persamaan regresi

   linier sederhana yaitu untuk mengetahui apakah ada pengaruh harga

   jual terhadap laba.

         Apabila dua variabel yaitu piutang, aktiva dan laba mempunyai

   hubungan (korelasi), maka perubahan nilai variabel yang satu akan

   mempengaruhi nilai variabel lainnya.

   Persamaan regresi linier sederhana adalah :

          Ŷ = a + bx+ ε

   Dimana :

   Ŷ       =   Subjek dalam variabel dependen (Laba ) yang diprediksi

   a       =   Harga Konstan

   b       =   Koefisien Regresi



                                    48
     x          =     Subjek dalam variabel independen yang mempunyai nilai

                      tertentu

     ε          =     Error term


     Dengan a =
                                         
                             Y X 2  XY
                                 nX  X 
                                      2           2




                             nXY  XY
                    b =
                             nX 2  X 
                                              2




d. Uji Signifikansi Koefisien Regresi linier Ganda

     Persamaan regresi linier ganda adalah :

                Ŷ = a + b1x1+ b2x2 +ε

     Dimana :

     Ŷ          =     Subjek dalam variabel dependen (Laba ) yang diprediksi

     a          =     Harga Konstan

     b1-2       =     Koefisien Regresi

     x1         =     Subjek dalam variabel aktiva tetap

     x2         =     Subjek dalam variabel piutang

     ε          =     Error term



Untuk mencari nilai a, b1, b2 dan Untuk mencari nilai a, b1, b2 dan Untuk

mencari nilai a, b1, b2 dan b3 maka digunakan rumus sebagai berikut :

a = Ŷ - b1X1 - b2X2

1.   X Y   1        = b1 ∑X12 + b2 ∑X1 ∑X2 + b3 ∑X1 ∑X3



                                              49
      2.   X Y 2      = b1 ∑X1 ∑X2 + b2 ∑X22 + b3 ∑X2 ∑X3

      3.   X Y 3      = b1 ∑X1 ∑X2 + b2 ∑X2 ∑X3 + b3 ∑X3

G. Pengujian Hipotesis

           Pengujian hipotesis yaitu untuk menguji apakah data koefisien dari

    korelasi dan regresi yang dilakukan dengan uji “t”, dimana uji “t” digunakan

    untuk menguji variabel bebas atau variabel independen secara individual

    terhadap variabel terikat atau dependen dengan langkah sebagai berikut :

           1. Uji Signifikan Korelasi

              a. Perumusan Hipotesis

                     Ho :   0

                    1 :   0

              b. Statistik Uji

                           r n2
                    to 
                            1 r2

                    dimana :

                    t = t hitung yang selanjutnya dikonsultasikan dengan t tabel

                    r = koefisien korelasi

                    n = jumlah sampel

              c. Kriteria Uji : to  ttabel : Signifikan o ditolak

           2. Uji Signifikan Regresi

              a. Perumusan Hipotesis




                                             50
    o :   0

   H1 :  ≠ 0

b. Statistik Uji

                 b
    t hitung 
                 sb

   dimana :

   Sb = Standart Error of Regression Coefisient



           Sebelum menentukan Sb, tentukan terlebih dahulu Se

   yaitu Standart Error of Estimasi dengan rumus sebagai berikut

   :


    Se 
             1
             n
                  
                y 2  b 2 x 2    

   Sehingga Sb adalah :

                 Se
    Sb 
                 x 2

                                                          
c. Kriteria Uji : Ho ditolak jika terhitung < - t  ; n  2  , atau
                                                  2        

                            
       t hitung  t  ; n  2  dengan   5%
                    2        



                      2 = 0.05                      2 = 0.05




                                       51
                   -t tabel       0         t tabel
        Langkah terakhir adalah dibuat kurva distribusi t yang

   menentukan letak daerah penolakan Ho dan daerah penerimaan

   Ha. Dengan ini maka hipotesis dapat disimpulkan.



d. Koefisien Determinasi

   Koefisien Determinasi ini digunakan untuk mengetahui

   prosentase besarnya pengaruh variabel terikat terhadap variabel

   bebas.

   Rumus koefisien determinasi sebagai berikut :

                      KD  R 2 x 100 %

   Dimana :

   KD = Koefisien Determinasi

   R   = Keofisien korelasi

   Taraf nyata  = 0, 05 artinya bahwa besarnya resiko yang harus

   ditanggung oleh pengambil keputusan sebesar 5% apabila

   keputusan tersebut salah.




                              52

				
DOCUMENT INFO
Description: Pengaruh Perputaran Aktiva, Perputaran Piutang Terhadap Profitabilitas, Pengaruh Perputaran Piutang, Profit Margin, Retrun On Asset, Return On Equity, Basic Earning Power, Earning Per Share, Contribution Margin, Rasio Rentabilitas , Uji Signifikan Korelasi, Uji Signifikan Regresi, Koefisien Determinasi http://www.docstoc.com/profile/jayus10