Intervensi menurut teori

Document Sample
Intervensi menurut teori Powered By Docstoc
					              Intervensi menurut teori


              Fokus Intervensi

              Menurut Doengoes (1999 : 458-466) pada pasien gastritis ditemukan
              diagnosa keperawatan :
              1. Kekurangan volume cairan (kehilangan aktif) berhubungan dengan
              perdarahan, mual, muntah dan anoreksia.
              Intervensi :

              a. Catat karakteristik muntah dan / atau drainase
              Rasional : membantu dalam membedakan penyebab distres gaster.
              Kandungan empedu kuning kehijauan menunjukkan bahwa pilorus terbuka. Kandungan fekal menunjukkan
              obstruksi usus. Darah merah cerah menandakan adanya atau perdarahan arterial akut.

              b. Awasi tanda vital
              Rasional : perubahan tekanan darah dan nadi dapat digunakan perkiraan kasar kehilangan darah (misal : TD <
              90 mmHg, dan nadi > 110 diduga 25% penurunan volume atau kurang lebih 1000 ml).

         c. Awasi masukan dan haluaran dihubungkan dengan perubahan berat badan. Ukur kehilangan darah / cairan
             melalui muntah, penghisapan gaster / lavase, dan defekasi.

              Rasional : memberikan pedoman untuk penggantian cairan.

         d. Pertahankan tirah baring, mencegah muntah dan tegangan pada saat defekasi. Jadwalkan aktivitas untuk
              memberikan periode istirahat tanpa gangguan.

              Rasional : aktivitas / muntah meningkatkan tekanan intra-abdominal
              dan dapat mencetuskan perdarahan lanjut.

              e. Tinggikan kepala tempat tidur selama pemberian
              antasida

              Rasional :
              mencegah refleks gaster pada aspirasi antasida dimana
              dapat menyebabkan komplikasi paru serius.

              f. Kolaborasi
              1) Berikan cairan / darah sesuai indikasi
              Rasional : penggantian cairan tergantung pada derajat hipovolemia
              dan lamanya perdarahan (akut atau kronis)

              2) Berikan obat sesuai indikasi
              Ranitidin (zantac), nizatidin (acid).
              Rasional : penghambat histamin H2 menurunkan produksi asam
              gaster.
              Antasida (misal : Amphojel, Maalox, Mylanta, Riopan)

Rasional : dapat dighunakan untuk mempertahankan pH gaster pada tingkat 4,5 atau lebih tinggi untuk menurunkan risiko
               perdarahan ulang.
              Antiemetik (misal : metoklopramid / reglan, proklorperazine /
              campazine)
              Rasional : menghilangkan mual dan mencegah muntah.

              2. Risiko tinggi kerusakan perfusi jaringan berhubungan dengan
              hipovolemia
              Intervensi :
              a. Selidiki perubahan tingkat kesadaran, keluhan pusing /
              sakit kepala
              Rasional : perubahan dapat menunjukkan ketidakadekuatan perfusi
              serebral sebagai akibat tekanan darah arteria.
              b. Selidiki keluhan nyeri dada
              15
              Rasional : dapat menunjukkan iskemia jantung sehubungan dengan
              penurunan perfusi.
              c. Kaji kulit terhadap dingin, pucat, berkeringat,
              pengisian kapiler lambat dan nadi perifer lemah.

Rasional : vasokonstriksi adalah respons simpatis terhadap penurunan volume sirkulasi dan / atau dapat terjadi sebagai efek
              samping pemberian vasopresin.

              d. Catat haluaran dan berat jenis urine

Rasional : penurunan perfusi sistemik dapat menyebabkan iskemia / gagal ginjal dimanifestasikan dengan penurunan
              keluaran urine.

              e. Catat laporan nyeri abdomen, khususnya tiba-tiba,
              nyeri hebat atau nyeri menyebar ke bahu

Rasional : nyeri disebabkan oleh ulkus gaster sering hilang setelah perdarahan akut karena efek bufer darah. Nyeri berat
              berlanjut atau tiba-tiba dapat menunjukkan iskemia sehubungan dengan terapi vasokinstriksi.

              f. Observasi kulit untuk pucat, kemerahan, pijat dengan
              minyak. Ubah posisi dengan sering
              Rasional : gangguan pada sirkulasi perifer meningkatkan risiko
              kerusakan kulit.

              g. Kolaborasi
              1) Berikan oksigen tambahan sesuai indikasi
              Rasional : mengobati hipoksemia dan asidosis laktat selama
              perdarahan akut.
              2) Berikan cairan IV sesuai indikasi
              Rasional : mempertahankan volume sirkulasi dan perfusi

              3. Ansietas / ketakutan berhubungan dengan perubahan status
              kesehatan, ancaman kematian, nyeri.
              Intervensi :
              a. Awasi respons fisiologi misal : takipnea, palpitasi,
              pusing, sakit kepala, sensasi kesemutan.

Rasional : dapat menjadi indikatif derajat takut yang dialami pasien tetapi dapat juga berhubungan dengan kondisi fisik /
              status syok.
              b. Dorong pernyataan takut dan ansietas, berikan umpan
              balik.
              Rasional : membuat hubungan terapeutik.

              c. Berikan informasi akurat
              Rasional : melibatkan pasien dalam rencana asuhan dan menurunkan
              ansietas yang tak perlu tentang ketidaktahuan.

              d. Berikan lingkungan tenang untuk istirahat
              Rasional : memindahkan pasien dari stresor luar meningkatkan
              relaksasi, dapat meningkatkan ketrampilan koping.

              e. Dorong orang terekat tinggal dengan pasien
              Rasional : membantu menurunkan takut melalui pengalaman
              menakutkan menjadi seorang diri.
              Rasional : membantu menurunkan takut melalui pengalaman
              menakutkan menjadi seorang diri.
              f. Tunjukkan teknik relaksasi
              Rasional : belajar cara untuk rileks dapat membantu menurunkan takut
              dan ansietas.

              4. Nyeri (akut / kronis) berhubungan dengan luka bakar kimia pada mukosa gaster, rongga oral, iritasi
              lambung.
              Intervensi :
              Respons fisik misalnya : refleks spasme otot pada dinding perut.
              Intervensi :
              a. Catat keluhan nyeri, termasuk lokasi,
              lamanya, intensitas (skala 0-10)



Rasional : nyeri tidak selalu ada tetapi bila ada harus dibandingkan dengan gejala nyeri pasien sebelumnya, dimana dapat

              membantu mendiagnosa etiologi perdarahan dan terjadinya komplikasi.

              b. Kaji ulang faktor yang meningkatkan
              atau menurunkan nyeri
              Rasional : membantu dalam membuat diagnosa dan kebutuhan terapi.
              c. Berikan makanan sedikit tapi sering
              sesuai indikasi untuk pasien



Rasional : makanan mempunyai efek penetralisir asam, juga menghancurkan kandungan gaster. Makan sedikit mencegah

              distensi dan haluaran gastrin.



d. Bantu latihan rentang gerak aktif /

              pasif
              Rasional : menurunkan kekakuan sendi, meminimalkan nyeri /
             ketidaknyamanan.



        e. Berikan perawatan oral sering dan tindakan kenyamanan, misal : pijatan punggung, perubahan posisi

             Rasional : nafas bau karena tertahannya sekret mulut menimbulkan tak
             nafsu makan dan dapat meningkatkan mual.

             f. Kolaborasi
             1) Berikan obat sesuai indikasi, misal :
             Antasida
             Rasional : menurunkan keasaman gaster dengan absorbsi atau
             dengan menetralisir kimia.
             Antikolinergik (misal : belladonna, atropin)



Rasional : diberikan pada waktu tidur untuk menurunkan motilitas gaster, menekan produksi asam, memperlambat

             pengosongan gaster, dan menghilangkan nyeri nokturnal sehubungan

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags:
Stats:
views:368
posted:4/7/2012
language:
pages:4
mr doen mr doen mr http://bineh.com
About just a nice girl