Docstoc

kode-etik-publikasi-ilmiah

Document Sample
kode-etik-publikasi-ilmiah Powered By Docstoc
					                            Kode Etik Publikasi
                   Forum Komunikasi Editor Jurnal Kebumian

                                                         Draft




                    Disusun oleh : Komisi Kode Etik – Forum Komunikasi Editor Jurnal Kebumian
    Dr. Eng. Imam A. Sadisun, MT. (Ketua), Prof. Mimin Karmini (Wakil Ketua), Prof. Dr. Ir. Syoni Soepriyanto., M.Sc.,
            Dr. Ir. Binarko Santoso, Ir. Dida Kusnida, M.Sc., Dr. Robert M. Delinom, Drs. Lukman Arifin, M.Si.,
                            Dr. Rachmat Heryanto, Ir. Hardoyo R., M.Sc., Ir. Oman Abdurahman



A. Kode Etik bagi Editor (Dewan Redaksi)
   1. Editor mempunyai hak untuk menentukan kebijakan yang menyangkut gaya dan format, tingkat
       keteknisan isi, bentuk dan penampilan perwajahan, ukuran pangkas serta tebal terbitan dan jilid, dan
       keberkalaan.
   2. Editor hanya bertanggungjawab pada isi dan pengolahan naskah sampai diterbitkan sesuai gaya dan
       format yang dibakukan, dan bukan pada produksi ataupun pemasaran bahan yang diterbitkan.
   3. Editor mempunyai tugas utama sebagai pengolah naskah hingga layak terbit sesuai dengan patokan
       pembakuan yang digariskan dan dipersyaratkan.
   4. Editor harus memiliki pikiran terbuka terhadap pendapat-pendapat baru yang mungkin bertentangan
       dengan pendapat yang dianut umum.
   5. Editor harus mengikuti disiplin waktu yang ketat dalam mengolah naskah dan menjadwalkan penerbitan
       agar tidak merugikan orang lain, karena adanya prioritas penemuan dan kemutakhiran data.
   6. Editor bertugas menentukan penelaah naskah yang tepat sesuai dengan bidang keahlian yang
       dibutuhkan.
   7. Editor seharusnya memberikan pertimbangan yang tidak berat sebelah pada semua naskah untuk
       publikasi.
   8. Editor seharusnya mempertimbangkan naskah untuk publikasi dengan waktu dan perhatian yang wajar.
   9. Tanggung-jawab untuk menerima atau menolak naskah terletak pada editor. Naskah dapat ditolak tanpa
       ditelaah jika dipertimbangkan tidak layak bagi jurnal.
   10. Editor seharusnya tidak mengungkapkan informasi tentang naskah pada siapapun kecuali pada seorang
       profesional yang pendapatnya dibutuhkan. Setelah diputuskan, editor dapat mengungkapkan judul
       naskah dan nama penulis makalah yang telah disetujui untuk dipublikasikan.
   11. Editor hendaknya menghormati kebebasan intelektual penulis.
   12. Tanggungjawab editorial dan otoritas atas naskah yang ditulis oleh seorang penulis yang menjadi editor
       pada suatu jurnal seharusnya diserahkan kepada orang lain. Pertimbangan editorial pada suatu naskah
       dengan penulis seorang editor dapat menimbulkan konflik kepentingan.
   13. Informasi yang tidak dipublikasikan atau interpretasi yang diungkapkan dalam suatu naskah seharusnya
       tidak digunakan dalam penelitian seorang editor tanpa persetujuan penulisnya. Jika suatu naskah
       berkaitan erat dengan penelitian editor yang mungkin akan menimbulkan konflik kepentingan, editor
       seharusnya mencari editor lain untuk menggantikan dirinya menangani naskah tersebut.
   14. Jika editor dengan bukti yang meyakinkan menemukan kesalahan mendasar pada substansi atau
       kesimpulan yang diterbitkan pada jurnal, maka editor seharusnya membuat laporan dengan menunjukkan
       kesalahan tersebut dan kalau mungkin mengoreksinya.
   15. Editor diberi kewenangan yang besar untuk menangani dan mempersiapkan naskah yang akan
       diterbitkan semata mata untuk melancarkan arus informasi guna memajukan ilmu.
    16. Editor bertindak sesuai dengan apa yang ia ketahui dan yakini, dan sesuai pula dengan kemampuan
        yang ia miliki.
    17. Editor hanya bertanggung jawab pada bentuk formal penerbitan dan pengarangnyalah yang bertanggung
        jawab atas isi dan segala pernyataan dalam setiap tulisan.
    18. Editor mempunyai hak menunjuk Penelaah ke-3 jika terjadi perbedaan penilaian oleh dua Penelaah
        sebelumnya.


B. Kode Etik bagi Penulis
    1. Kewajiban penulis adalah menyajikan karya tulis ilmiah hasil penelitian yang akurat dan diskusi yang
       obyektif.
    2. Karya tulis ilmiah hasil penelitian primer seharusnya disajikan secara detail dan dengan acuan yang
       cukup sehingga memungkinkan penulis lain untuk meneliti kembali.
    3. Penulis seharusnya mencantumkan acuan semua publikasi yang melandasi karya tulis ilmiah.
    4. Penelitian laboratorium harus berupa data tertulis yang rasional.
    5. Penulis tidak diperkenankan menyerahkan naskah yang berisi pokok penelitian yang sama pada lebih
       dari satu jurnal, kecuali bagi naskah yang ditolak atau ditarik dari publikasi.
    6. Penulis seharusnya menyebutkan sumber informasi yang dikutip, kecuali yang sudah menjadi
       pengetahuan umum. Informasi yang diperoleh secara pribadi seperti dalam percakapan, korespondensi,
       atau diskusi dengan pihak ketiga dapat digunakan.
    7. Penulis pendamping adalah mereka yang memberikan kontribusi signifikan pada penelitian. Orang yang
       telah meninggal dunia tapi memenuhi kriteria sebagai penulis pendamping hendaknya dicantumkan
       dengan catatan kaki tentang tanggal meninggalnya.
    8. Penulis yang tidak melakukan perbaikan terhadap hasil penilaian para Penelaah sesuai batas waktu yang
       telah ditetapkan, maka Editor berhak menolak naskah tersebut untuk diterbitkan.


C. Kode Etik bagi Penelaah
    1. Setiap penelaah mempunyai kewajiban moral untuk berlaku adil.
    2. Penelaah terpilih yang merasa tidak sanggup dalam menelaah suatu naskah hendaknya segera
        mengembalikannya kepada editor.
    3. Penelaah naskah hendaknya menilai dengan obyektif kualitas naskah dan menghormati kebebasan
        intelektual penulis.
    4. Penelaah hendaknya peka terhadap konflik kepentingan jika naskah yang sedang ditelaah terkait
        dengan penelitian penelaah, baik yang sedang dalam proses maupun yang telah dipublikasikan.
    5. Penelaah hendaknya tidak mengevaluasi naskah yang ditulis oleh orang yang mempunyai hubungan
        pribadi atau kerja, jika hubungan tersebut dapat menyebabkan pertimbangan yang tidak obyektif.
    6. Penelaah hendaknya memperlakukan naskah sebagai dokumen rahasia.
    7. Penelaah hendaknya menerangkan dan mendukung penilaiannya dengan memadai supaya editor dan
        penulis mengerti dasar komentarnya. Setiap pernyataan mengenai pengamatan, turunan, atau argumen
        yang telah ditulis sebelumnya, harus disertai dengan acuan yang relevan.
    8. Penelaah hendaknya waspada terhadap kealpaan penulis yang mengacu tulisan ilmuwan lain.
    9. Penelaah hendaknya memberitahu editor secara tertulis perihal kesamaan signifikan antara naskah
        yang sedang ditelaah dengan makalah yang telah terbit atau dengan naskah yang pada waktu yang
        bersamaan diserahkan pada jurnal lain.
    10. Penelaah hendaknya segera menyerahkan naskah hasil telaahannya tepat waktu.
    11. Penelaah hendaknya tidak menggunakan atau mengungkapkan informasi, argumen, atau interpretasi
        tidak terbit yang termuat di dalam naskah, kecuali dengan persetujuan penulis.




2

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags:
Stats:
views:29
posted:4/6/2012
language:
pages:2
mr doen mr doen mr http://bineh.com
About just a nice girl