Docstoc

askep-meningitis

Document Sample
askep-meningitis Powered By Docstoc
					  ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN MININGITIS

I. LANDASAN TEORI .

  A. PENGERTIAN

               Miningitis adalah suatu reaksi peradangan yang mengenai satu atau
       semua lapisan selaput yang menghubungkan jaringan otak dan sumsum
       tulang belakang, yang menimbulkan eksudasi berupa pus atau serosa,
       disebabkan oleh bakteri spesifik / non spesifik atau virus.


  B. ANATOMI & FISIOLOGI SELAPUT OTAK.


               Selaput otak terdiri dari 3 lapisan dari luar kedalam yaitu
       Durameter, Aranoid, Piameter.
               Durameter terdiri dari lapisan yang berfungsi kecuali didalam
       tulang tengkorak, dimana lapisan terluarnya melekat pada tulang dan
       terdapat sinus venosus. Falx serebri adalah lapisan vertikal durameter yang
       memisahkan kedua hemisfer serebri pada garis tengah. Tentorium serebri
       adalah ruang horizontal dari Durameter yang memisahkan lobus oksipitalis
       dari serebelum.
               Araknoid merupakan membran lembut yang bersatu ditempatnya
       dengan parameter, diantaranya terdapat ruang subarnoid dimana terdapat
       arteri dan vena serebral dan dipenuhi oleh cairan serebrospinal. Sisterna
       magna adalah bagian terbesar dari ruang subaranoid disebelah belakang
       otak belakang, memenuhi celah diantara serebelum dan medulla
       oblongata.
               Piamater merupakan membran halus yang kaya akan pembuluh
       darah kecil yang mensuplai darah keotak dalam jumlah yang banyak.
       Piameter adalah lapisan yang langsung melekat dengan permukaan otak
       dan seluruh medula spinalis.
               Miningitis dapat disebabkan oleh berbagai organisme yang
       bervariasi, tetapi ada tiga tipe utama yakni:



  For full text, send order by email to erwin_xjo@yahoo.com                  1
     1. Infeksi bakteri, piogenik yang disebabkan oleh bakteri pembentuk pus,
         terutama meningokokus, pneumokokus, dan basil influenza.
     2. Tuberkulosis, yang disebabkan oleh basil tuberkel (Mycobacterium
         tuberculose).
     3. Infeksi virus, yang disebabkan oleh agen-agen virus yang sangat
         bervariasi.
C. ETIOLOGI & EPIDEMIOLOGI.
             Miningitis bakteri dapat disebabkan oleh setiap agen bakteri yang
     bervariasi. Haemophilus Influenza (Tipe β), Streptococcus pneumoniae,
     dan Naisseria Miningitis (meningokokus) bertanggung jawab terhadap
     meningitis pada 95 % anak-anak yang lebih tua dari usia 2 bulan.
     Haemophilus influenzae merupakan organisme yang dominan pada usia
     anak-anak 3 bulan sampai dengan 3 tahun, tetapi jarang pada bayi dibawah
     3 bulan, yang terlindungi oleh substansi bakteri yang didapat secara pasif
     dan pada anak-anak diatas 5 tahun yang mulai mendapat perlindungan ini.


             Organisme lain adalah Streptococus β hemolyticus, Staphylococcus
     aureus, dan Escherichia coli. Penyebab utama meningitis neonatus adalah
     organisme Streptococcus         β hemolyticus dan Escherichia coli. Infeksi
     Escherichia coli jarang terjadi pada anak-anak usia setelah bayi (lebih dari
     1 tahun). Meningitis meningokokus (serebrospinal epidemik) terjadi pada
     bentuk epidemik dan merupakan satu-satunya tipe yang ditularkan melalui
     infeksi droplet dari sekresi nasofaring. Meskipun kondisi ini dapat
     berkembang pada setiap usia, risiko infeksi meningokokus meningkat
     dengan seringnya kontak dan oleh karena itu infeksi terutama terjadi pada
     anak-anak usia sekolah dan adolesens.


             Laki-laki lebih sering terkena dibandingkan dengan perempuan
     terutama pada periode neonatal. Angka kesakitan tertinggi seteleh
     timbulnya meningitis mengenai anak-anak pada usia antara kelahiran
     sampai dengan empat tahun (dibawah lima tahun). Faktor maternal seperti




For full text, send order by email to erwin_xjo@yahoo.com                   2
     ketuban pecah dini dan infeksi ibu hamil selama trimester akhir
     merupakan penyebab utama meningitis neonatal.


             Terjadinya defisiensi pada mekanisme imun dan berkurangnya
     aktivitas leukosit dapat mempengaruhi insiden pada bayi baru lahir, anak-
     anak dengan defisiensi imunoglobulin, dan anak-anak yang menerima
     obat-obatan imunosupresif. Meningitis yang muncul sebagai perluasan
     dari infeksi-infeksi bakteri yang bervariasi kemungkinan disebabkan
     kurangnya resistensi terhadap berbagai organisme penyebab. Adanya
     kelainan SSP, prosedur / trauma bedah saraf, infeksi-infeksi primer dilain
     organ merupakan faktor-faktor yang dihubungkan dengan mudahnya
     terkena penyakit ini.


C. PATOFISIOLOGI

             Rute infeksi yang paling sering adalah penyebaran vaskuler dari
     fokus-fokus infeksi ketempat lain. Contohnya organisme nasofaring
     menyerang pembuluh-pembuluh darah yang terdapat didaerah tersebut dan
     memasuki aliran darah keserebral atau membentuk tromboemboli yang
     melepaskan emboli sepsis kedalam aliran darah. Invasi oleh perluasan
     langsung dari infeksi-infeksi disinus paranasal dan disinus mastoid jarang
     terjadi. Organisme-organisme dapat masuk melalui implantasi langsung
     setelah luka yang tertembus, fraktur tulang tengkorak yang memberikan
     sebuah lubang kedalam kulit atau sinus, lumbal fungsi, prosedur
     pembedahan dan kelainan-kelainan anatomis seperti shunt ventrikuler.
     Organisme-organisme yang terimplantasi menyebar kedalam cairan
     serebrospinal oleh penyebaran infeksi sepanjang rongga subarnoid.


               Proses infeksi yang terlihat adalah inflamasi, eksudasi akumulasi
         leukosit dan tingkat kerusakan jaringan yang bervariasi. Otak menjadi
         hiperemis, edema, dan seluruh permukaan otak tertutup oleh lapisan
         eksudat purulen dengan bervariasi organisme.



For full text, send order by email to erwin_xjo@yahoo.com                  3
E. MANIFESTASI KLINIK.
     Neonatus     :
         ♦ Gejala tidak khas
         ♦ Panas ±
         ♦ Anak tampak malas, lemah, tidak mau minum, muntah dan
             kesadaran menurun.
         ♦ Ubun-ubun besar kadang-kadang cembung.
         ♦ Pernafasan tidak teratur.


     Anak umur 2 bulan - > 2 tahun :
         ♦ Gambaran klasik (-)
         ♦ Hanya panas, muntah, gelisah, kejang berulang.
         ♦ Kadang-kadang “ high pitched cry “.


     Anak umur > 2 tahun :
         ♦ Panas , menggigil, muntah, nyeri kepala.
         ♦ Kejang
         ♦ Gangguan kesadaran.
         ♦ Tanda-tanda rangsang meningeal : kaku kuduk, tanda Brudzinski
             dan Kering.


     Gejala yang sering terlihat :
            Keluhan penderita mula-mula nyeri kepala yang menjalar
             ketengkuk dan punggung
            Kesadaran menurun
            Kaku kuduk, disebabkan mengejangnya otot-otot ekstensor
             tengkuk ;
            Terdapat tanda kernig dan Brundzinski yang positif.


         Tanda kernig yang positif adalah bila paha ditekuk 90° keventral,
         tungkai dapat diluruskan pada sendi lutut.




For full text, send order by email to erwin_xjo@yahoo.com             4
F. PERUMUSAN DIAGNOSTIK.


            Diagnostik miningitis akut bakteri tidak dapat dibuat berdasarkan
     gejala klinis. Diagnosis pasti hanya dapat ditegakkan berdasarkan
     pemeriksaan cairan serebrospinal melalui lumbal pungsi. Tekanan cairan
     diukur dan cairannya diambil untuk kultur, pewarnaan gram, hitung jenis,
     serta menentukan kadar glukosa dan protein. Penemuan ini umumnya
     diagnostik Kultur dan pewarnaan gram dibutuhkan untuk menentukan
     kuman penyebab. Tekanan cairan serebrospinal biasanya meningkat, tetapi
     interpretasinya seringkali sulit bila anak sedang menangis.


             Umumnya dijumpai leukositosis dengan predominan leukosit
     PMN, tapi bisa sangat bervariasi. Warna cairan biasanya opalesen sampai
     keruh, reaksi nonne dan pandy akan positif. Kadar khlorida akan menurun
     tapi ini tidak selalu terjadi. Kadar glukosa berkurang, umunya sesuai
     perbandingan lamanya dan beratnya infeksi. Hubungan antara glukosa
     dalam cairan serebrospinal dengan glukosa darah sangat penting dalam
     mengevaluasi kadar glukosa dalam cairan serebrospinal, oleh karena itu
     sampel glukosa darah diambil kira-kira 30 menit sebelum lumbal fungsi.
     Konsentrasi protein biasanya meningkat.


             Kultur darah dianjurkan pada anak-anak yang dicurigai menderita
     meningitis. Dijumpai leukositosis, pergeseran ke kiri, dan anemia
     megaloblastik.


G. PERAWATAN.
     - Pada waktu kejang.
           * Longgarkan pakaian, bila perlu dibuka
           * Hisap lendir.
           * Kosongkan lambung untuk menghindari muntah dan aspirasi
           * Hindarkan penderita dari rudapaksa (mis jatuh )
     - Bila penderita tidak sadar lama.


For full text, send order by email to erwin_xjo@yahoo.com               5
           * Beri makanan melalui sonda
           * Cegah dekubitus dan pneumonia ortostatik dengan merubah posisi
              penderita sesering mungkin.
           * Cegah kekeringan kornea dengan boorwater / salep antibiotika
     - Pada inkontinensia alvi lakukan lavement
     - Pemantauan ketat.
           * Tekanan Darah
           * Pernafasan
           * nadi
           * Produksi air kemih
           * Faal hemostasis untuk mengetahui secara dini ada DIC
     - Penanganan penyulit.
     - Fisiotherapi dan rehabilitasi.

H. PENATALAKSANAAN
     Farmakologis :
     Obat anti infeksi
       * Miningitis tuberkuosa :
         - Isoniazid 10 –20 mg/kg/24 jam oral, 2 x sehari maksimal 500 mg,
           selama 1½ tahun.
         - Rifampisin 10 –15 mg/kg/24 jam oral, 1 x sehari selama 1 tahun.
         - Streptomisin sulfat 20 – 40 mg/kg/24 jam (IM) 1-2 x sehari, selama 3
           bulan.


       * Miningitis bakterial, umur < - 2 bulan:
         - Sefalosporin Generasi ke 3
         - Ampisilina 150 – 200 mg (400mg)/kg/24 jam IV, 4-6 x sehari, dan
         - Kloramfenikol 50 mg/kg BB/24 jam IV 4 x / hari.


       * Miningitis bakterial umur > bulan:
         - Ampisilina 150 – 200 mg (400mg)/ kg/24 jam IV, 4-6 sehari .
         - Kloramfenikol 100 mg/kg/24 jam IV, 4 x sehari atau
         - Sefalosporin Generasi ke 3.

For full text, send order by email to erwin_xjo@yahoo.com                    6
     Pengobatan Simtomatis.
       * Diazepam IV; 0,2 – 0,5 mg / kg/dosis, atau rektal : 0,4 – 0,6 mg/kg/
       dosis.
         Kemudian dilanjutkan dengan:
         - Fenitoin 5 mg/kg/24 jam, 3 x sehari atau
         - Fenobarbital 5 – 7 mg /kg/24 jam, 3 kali sehari.


       * Turunkan panas:
         - Antipiretik: parasetamol/salisilat 10 mg/kg/dosis.
         - Kompres air PAM / es


     Pengobatan Suportif
       * Cairan intravena
       * Zat asam.


I. PROGNOSA

             Usia anak, kecepatan diagnosa setelah timbulnya gejala dan terapi
     yang adekwat penting dalam prognosa meningitis bakteri. Mortalitas
     miningitis neonatus kira-kira 50 % meskipun gejala yang timbul terlambat,
     sedangkan meningitis streptokokus β hemolitikus menimbulkan 15 – 20 %
     kasus fatal. Bila penyebabnya hemofilus influensya dan miningitis
     meningokokus, angka mortalitas 5 – 10 % sedangkan meningitis
     pneumokokus pada bayi dan anak-anak kira-kira 20 %.


             Gejala sisa miningitis bacteri paling sering terjadi pada anak-anak
     usia 2 tahun pertama dan sangat sedikit pada anak-anak dengan miningitis
     meningokokus. Gejala sisa pada bayi terutama disebabkan oleh
     hidrosefalus komunikasi dan efek-efek yang lebih besar berupa cerebritis
     pada otak yang belum matang. Pada anak-anak yang lebih besar gajala sisa
     dihubungkan dengan proses peradangan itu sendiri atau akibat dari
     vaskulitis (radang pembuluh darah) yang menyertai penyakit ini. Evaluasi



For full text, send order by email to erwin_xjo@yahoo.com                  7
         saraf N VIII penting atau sekurang-kurangnya follow up 6 bulan untuk
         mengkaji kemungkinan hilangnya pendengaran.


Asuhan Keperawatan Miningitis


Pengkajian Keperawatan :


         Pengkajian keperawatan meningitis tergantung pada tingkat yang luas
pada usia anak-anak. Gambaran klinis juga dipengaruhi oleh beberapa tingkat tipe
organisme dan efektivitas tetapi terhadap penyakit yang mendahuluinya. Berikut
ini pengkajian keperawatan berdasarkan golongan usia tumbuh kembang anak.
   Riwayat Kesehatan Masa Lalu.
    Mencakup beberapa pertanyaan sebagai berikut :
            - Apakah pernah menderita inpeksi saluran pernafasan akut (ISPA).
            - Apakah pernah mengalami prosedur neurosurgital
            - Apakah pernah menderita trauma yang mencederai kepala
            - Adakah kelainan bawaan (spina bifida)
            - Bagaimana riwayat kesehatan ibu selama hamil
            - Bagaimana riwayat kesehatan keluarga
            - Bagaimana riwayat imunisasi, dll.


Neonatus
         Meningitis pada bayi baru lahir dan bayi prematur benar-benar sulit untuk
didiagnosa. Manifestasinya samar-samar dan tidak spesifik. Bayi-bayi ini
biasanya tampak sehat ketika lahir, tetapi dalam beberapa hari kemudian tampak
mulai melemah. Mereka tidak mau makan, kemampuan mengisap buruk, bisa
muntah atau diare. Tonus otot melemah (hipotonus), kurang gerak, tangisan
melemah. Tanda-tanda lain yang nonspesifik yang dapat muncul meliputi
hipotermia atau demam (bergantung pada kematangan bayi), ikterik, mudah
terangsang, mengantuk, kejang, napas tidak teratur, apnea, sianosis, dan berat
badan menurun. Ubun-ubun menonjol, tegang dapat muncul atau tidak sampai




    For full text, send order by email to erwin_xjo@yahoo.com                   8
akhir perjalanan penyakit. Bila tidak diobati kondisi anak cenderung menurun
hingga kolaps sistem kardiovaskuler, kejang, dan apnea.


Bayi dan Balita
        Gambaran klasik meningitis jarang terlihat pada anak-anak usia 3 bulan –
2 tahun. Penyakit ini ditandai secara khas dengan demam, tidak nafsu makan
muntah, peka terhadap rangsangan, serangan kejang berulang, yang disertai
tangisan merintih. Ubun-ubun besar yang menonjol merupakan penemuan yang
paling bermakna dan kaku kuduk dapat muncul/tidak. Tanda-tanda Brudzinski
dan   Kernig     biasanya     tidak    membantu       diagnostik   karena   sulit   untuk
menemukannya dan mengevaluasinya pada anak-anak usia ini.


Anak dan Adolesens
        Timbulnya penyakit mungkin tiba-tiba, demam, sakit kepala, muntah yang
disertai /dengan cepat diikuti oleh perubahan sensoris. Sering kali gejala awal nya
berupa kejang yang berulang karena penyakitnya memburuk. Anak jadi mudah
terangsang, gelisah, dan dapat berkembang menjadi fotofobia, delirium,
halusinasi, kelakuan yang agresif/maniak, mengantuk, stupor, bahkan koma.
Kadang-kadang datangnya gejala perlahan-lahan, sering kali didahului oleh
gejala-gejala gastrointestinal selama beberapa hari.Kadang-kadang infeksi
sebelumnya yang telah diobati menutupi atau memperlambat tanda-tanda
meningitis.Anak menolak fleksi dari leher dan karena penyakit bertambah buruk,
leher menjadi kaku kuduk sampai kepalanya tertarik kebelakang / hiperekstensi
(opitotonus). Tanda Kernig positif, Brudzinski positif. Respons-respons refleks
bervariasi, meskipun mereka memperlihatkan hiperaktivitas. Kulit mungkin
dingin dan sianotik dengan perfusi perifer yang buruk.


PENGKAJIAN MININGITIS


1. Riwayat:                      Mengalami infeksi saluran pernapasan atau infeksi
                                 telinga, kontak dengan pasien rinitis. Pneumonia




   For full text, send order by email to erwin_xjo@yahoo.com                         9
                                 dan      otitis    media     seringkali   mendahului
                                 pneumokokus dan hemofilus miningitis.
2. Gejala subjektif:             Sakit kepala yang hebat, nyeri otot, kaku kuduk,
                                 sakit punggung, dingin, ekspresi rasa takut. Tidak
                                 enak badan dan mudah terangsang.
3. Suhu tubuh:                   38– 41° C, dimulai pada fase sistemik, kemerahan,
                                 panas, kulit kering,berkeringat.
4. Tanda Vital:                  Nadi lambat sehingga intra kranial meningkat dan
                                 Tekanan Darah meningkat.
5. Tingkat kesadaran:            Mula-mula sadar kemudian delirium dan akhirnya
                                 Koma.
6. Persarafan:                   Perubahan refleks. Tidak adanya refleks dinding
                                 abdomen, tidak adanya refleks kremasterik pada
                                 laki-laki, gangguan refleks tendon. Kaku kuduk.
                                 Tanda Brudzinski positif, tanda Kernig positif.
                                 Ubun-ubun besar menonjol (bayi).
7. Cairan & Elektrolit:          Turgor kulit jelek, berkurangnya output urin.
8. Muskuloskeletal Meningokoksemia kronik : bengkak dan nyeri pada sendi-
                                 sendi besar (khususnya lutut dan pergelangan kaki).
9. Kulit: Meningokoksemia:Ptekia dan lesipurpura yang didahului oleh ruam.
                                 Pada penyakit yang berat dapat ditemukan ekimosis
                                 yang besar pada wajah dan ekstremitas.


Diagnosa yang muncul :


   1.   Infeksi sehubungan dengan adanya kuman patogen pada cairan
        serebrospinal dan sekret saluran pernapasan.
   2. Perubahan perfusi jaringan otak sehubungan dengan peradangan dan
        edema pada otak dan selaput otak.
   3. Ketidak efektipan pola pernapasan sehubungan dengan perubahan tingkat
        kesadaran.




  For full text, send order by email to erwin_xjo@yahoo.com                      10
   4. Gangguan        perfusi      jaringan   perifer    sehubungan   dengan   infeksi
       meningokokus.
   5. Ketidak efektifan bersihan jalan nafas sehubungan dengan perubahan
       tingkat kesadaran.
   6. Nyeri sehubungan dengan peradangan pada selaput otak dan jaringan otak.
   7. Hipertemia sehubungan dengan infeksi.
   8. Potensial defisit cairan sehubungan dengan muntah dan demam.
   9. Potensial berlebihannya volume cairan sehubungan dengan sekresi ADH
       berlebihan.
   10. Takut sehubungan dengan parahnya kondisi.
   11. Kurangnya perawatan diri sendiri sehubungan dengan perubahan susunan
       saraf pusat.




Diagnosa dan Perencanaan Keperawatan yang dibahas :
1. Infeksi sehubungan dengan adanya kuman patogen pada cairan
   serebrospinal dan sekret saluran pernapasan.
   Data penunjang :
               Laboratorium positif adanya kuman penyebab
               Adanya eksudat saluran napas atas
               Riwayat infeksi saluran napas atau terpapar baru-baru ini dengan
                pasien rinitis atau meningitis
               Riwayat infeksi virus sistemik
               Riwayat memakai obat-obatan imunosupresif
   Tujuan :
               Pasien bebas dari infeksi
               Komplikasi-komplikasi meningitis bakterial dapat dicegah dengan
                terapi.
                dini dan efektif
   Intervensi :


  For full text, send order by email to erwin_xjo@yahoo.com                     11
                  Gunakan isolasi pernapasan selama 24 jam setelah permulaan
                   terapi antibiotoka untuk meningitis bakterial
                  Gunakan pelindung sekret selama dirawat karena meningitis
                  Anjurkan orang-orang yang kontak dengan pasien diperiksa dan
                   diobati
                  Bantu kumpulkan CSS. Catat jumlah dan karakterisik CSS. Beri
                   antibiotika sesegera mungkin sesuai instrusi.
      Rasionalisasi :
                  Terapi dini antibiotika penting untuk mencegah komplikasi-
                   komplikasi meningitis bakterial
                  Setiap jam itu penting
                  Mencegah penularan selama waktu penularan yang tinggi
                  Mencegah penularan kuman dan mengurangi resiko infeksi dari
                   orang-orang yang kontak dengan pasien
                  Sebagai diagnosa laboratorium untuk kuman penyebab dan
                   mencegah penularan
      Evaluasi :
          1. Pasien terbebas dari infeksi dan komplikasi meningitis
                  Laboratorium CSS : < 30 sel/mm, glukosa dan protein normal,
                   tekanan normal, dan kultur negatif.
                  Refleks pupil normal, kaku kuduk negatif, refleks abdominal
                   negatif
                  Kesadaran penuh, orentasi baik, dan memori baik.


          2.Infeksi tidak menular keorang-orang yang pernah kontak dengan pasien
                  Perawat/ tenaga medis rumah sakit dan kontak pasien bebas dari
                   infeksi


2.     Perubahan perfusi jaringan otak sehubungan dengan peradangan dan
      edema pada otak dan otak meninges.


      Data penunjang :


     For full text, send order by email to erwin_xjo@yahoo.com                   12
             Malaise, pusing, nausea, muntah, iritabilitas, kejang, kesadaran
              menurun bingung, delirium, koma.
             Perubahan refleks-refleks, tanda-tanda neurologik, fokal pada
              meningitis,     tanda-tanda     peningkatan     tekanan intrakranial (
              bradikardi, tekanan darah meningkat ), nyeri kepala hebat.
 Tujuan :
             Pasien dapat memperlihatkan perfusi jaringan memadai.
 Intervensi :
             Monitor pasien dengan ketat terutama setelah pungsi lumbal.
              Anjurkan pasien berbaring minimal 4 - 6 jam setelah pungsi
              lumbal.
             Monitor tanda-tanda peningkatan tekanan inrtakranial selama
              perjalanan penyakit (nadi lambat, tensi meningkat, kesadaran
              menurun, napas aritmik, refleks pupil menurun, kelemahan).
             Monitor tanda-tanda vital dan neurologik tiap 5           -   30 menit.
              Mengenai tekanan intrakranial catat laporkan segera perubahan-
              perubahannya kedokter.
             Hindari posisi tungkai ditekuk atau gerakan-gerakan pasien,
              anjurkan untuk bedrest.
             Tinggikan sedikit kepala pasien dengan hati-hati cegah gerakan
              yang tiba-tiba dan tidak perlu dari kepala dan leher hindari fleksi
              leher.
             Bantu seluruh aktivitas dan gerakan-gerakan pasien. Beri petunjuk
              untuk     BAB       (jangan     enema).       Anjurkan   pasien   untuk
              menghembuskan napas dalam bila miring dan bergerak ditempat
              tidur. Cegah posisi fleksi pada dan lutut.
             Waktu prosedur-prosedur perawatan disesuaikan / diatur tepat
              waktu dengan preode relaksasi / sedasi ; hindari rangsangan
              lingkungan yang tidak perlu.
             Beri penjelasan kepada pasien yang bingung ; artikan / jelaskan
              lingkungan kepasien dan reorientasikan pasien yang bingung.



For full text, send order by email to erwin_xjo@yahoo.com                       13
             Evaluasi selama masa penyembuhan terhadap gangguan motorik,
              sensorik dan intelektual.
             Beri zat hipertonik / steroid sesuai dengan instruksi.
 Rasionalisasi
             Untuk mencegah nyeri kepala yang menyertai perubahan tekanan
              intrakranial
             Untuk mendeteksi tanda-tanda syok, yang harus dilaporkan
              kedokter untuk intervensi dini.
             Perubahan-perubahan ini menandakan ada perubahan tekanan
              intrakranial dan penting untuk intervensi dini.
             Untuk mencegah peningkatan tekanan intrakranial.
             Untuk mengurangi tekanan intrakranial.
             Untuk mencegah keregangan otot yang dapat menimbulkan
              peningkatan tekanan intrakranial.
             Untuk mencegah eksitasi yang merangsang otak yang sudah iritasi
              dan dapat menimbulkan kejang.
             Untuk mengurangi disorientasi dan untuk klarifikasi persepsi
              sensoris yang terganggu.
             Untuk merujuk ke rehabilitasi.
             Untuk menurunkan tekanan intrakranial.
 Evaluasi :
     Perfusi jaringan dan oksigenasi baik
             Tanda-tanda vital dalam batas normal
             Syok dapat dihindari.
             Purpura negatif, ptekia negatif.
             Pasien sadar, disorentasi negatif, konsentrasi baik.
             Afek sesuai dengan rangsangan lingkungan.




For full text, send order by email to erwin_xjo@yahoo.com               14
Daftar Pustaka




  For full text, send order by email to erwin_xjo@yahoo.com   15

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags:
Stats:
views:184
posted:4/5/2012
language:Indonesian
pages:15
mr doen mr doen mr http://bineh.com
About just a nice girl