Your Federal Quarterly Tax Payments are due April 15th Get Help Now >>

Sistem Reproduksi Betina 2009 by amoy09

VIEWS: 401 PAGES: 38

									SISTEM REPRODUKSI BETINA
  ORGANA GENETALIA FEMININA
    (ALAT KELAMIN BETINA)

• Organ primer : ovarium

• Organ sekunder, dalam bentuk :
  A. Saluran :
      ♣ Tuba falopii (Oviduct)
        Ujungnya berupa rumbai – rumbai yang
        disebut Fimbriae, terdapat lubang Osteum
        Tubae (Osteum Abdominale)
♣ Uterus : rahim
 Terdiri dari 3 lap :
 - endometrium (mengalami siklik setiap
   bulan / siklus menstruasi)
 - miometrium (lapisan otot polos)
 - perimetrium (jaringan ikat)
♣ Servix uteri / leher rahim : terdapat lipatan
  permukaan yang disebut → Placae Palmatae
♣ Vagina → saluran ke luar
     Lubang : Introitus Vaginae
               TUBA FALOPII
• Merupakan saluran yang membentang dari
  Ovarium – Uterus

• Susunan :
  - Lap. Serosa ( lap. Peritonial)
  - Lap. Muscularis (otot polos)
  - Lap. Mucosa → Ept. Silindris, Bersifat sekretorik

Pada oprasi KB dipotong/diikat disebut tubektomie
(mencegah fertilisasi)
• Bagian – bagian :
  1. Infundibulum : bentuk corong
            - Fimbriae
            - Osteum tuba (Abdominale)
  2. Ampulla : - berdinding tipis
               - tempat fertilisasi
  3. Isthmus : - saluran ramping & sempit
               - berhubungan dengan uterus
  4. Intramural : menembus dinding uterus
B. Kelenjar – kelenjar :
   ♣ Kel. Vestibulae
      - Sekresi lendir
      - Disepanjang saluran reproduksi, kecuali vagina.

   ♣ Kel. Bartolini
      - Sekresi lendir sebagai pelumas (lumbrikasi)
        saat intercours (hubungan seksual)

   ♣ Kel. Susu (Mammae)
      - Penghasil air susu saat laktasi (menyusui)
      - Pertumbuhan & perkembangan dikendalikan
        oleh Hormon Steroid
         ALAT KELAMIN LUAR
    ( ORGANA GENETALIA EXTERNA)
1. Clitoris : berupa tonjolan otot
     - Peka terhadap rangsangan
     - Homolog dengan penis
2. Labium minor : bibir kecil
   Labium mayor : bibir besar
      - Homolog dengan scrotum
3. Vulva : berupa celah antar bibir
4. Introitus Vaginae
       - Lubang genetalia
                     OVARIUM
• Berjumlah sepasang
• Digantung oleh ligamen : messovarium
• Terletak secara extraperitonial (retroperitonial)
  didaerah Pelvis
• Fungsi :
  - Gametogenesis : menghasilkan sel telur (ovum) oleh FSH
  - Steroidogenesis : menghasilkan hormon kelamin oleh LH
       1. Estrogen oleh Fol de Graaf
       2. Progesteron oleh Corpus Luteum

• FSH & LH merupakan hormon – hormon yang
  bersifat Gonadotrofin
           DAUR OVARIUM
♣ Daur Folikuler
  - Dimulai dari perkembangan folikuler sampai
    terbentuk Fol. de Graaf
  - Diakhiri saat ovulasi
    Hormon yang tinggi : Estrogen
♣ Daur Luteal
  - Dimulai saat terbentuk dan berfungsinya
    Corpus luetum (pasca ovulasi) diakhiri oleh
    Luteolisis
    Hormon yang tinggi : Progesteron
  - Corpus Luteum :
   ^ Dipertahankan oleh Luteotropik
     Hormon (LTH) / Prolaktin
   ^ Fungsinya dikendalikan oleh LH
   ^ Dipertahankan selama kebuntingan

Setelah luteolisis, progesteron akan turun dengan
drastis, akibatnya endometrium tidak dapat
dipertahankan, terjadilah peluruhan endometrium
yang disebut menstruasi.
                   OVARIUM
• Terbagi 2 zona / bagian :
  1. Korteks (luar) : zona Parenchima
  2. Medula (dalam) : zona Vascularis
FOLIKEL DE GRAAF
IRISAN MELINTANG OVARIUM DENGAN KORPUS LUTEUM




                    K. ALBIKANS




                                         F. DE GRAFF


      KORPUS LUTEUM
HUBUNGAN OVARIUM DENGAN ENDOMETRIUM

• Terdapat hubungan yang erat antara daur
  ovarium dengan siklus endometrium, yaitu
• Daur folikuler ovarium (estrogenik) – phase
  proliferasi (penebalan) pada endometrium
• Daur luteal ovarium (progestional) – phase
  sekresi (penggemburan) pada endometrium
• Luteolisis ovarium (progesteron turun) –
  peluruhan endometrium ( menstruasi)
 STRUKTUR ORGANA GENETALIA EXTERNA

• Tipe uterus pada Manusia : Simplex
• Vagina terbagi menjadi 2 bagian :
  - 2/3 proximal (dalam)
  - 1/3 distal (luar)
  di batasi oleh selaput hymen, terdapat lubang yang
  berbentuk sabit atau shower. Selaput hymen yang buntu
  disebut selaput hymen imperforata.
• Lubang genetalia disebut Introitus Vaginae
• Vulva merupakan celah antar labium didalamnya
  terdapat vagina
KEDUDUKAN DI DALAM TUBUH
   GAMETOGENESIS / FOLLICULOGENESIS

• Proses pertumbuhan & perkembangan Follikel
  dan Oosit
• Berlangsung di bagian korteks / zona Parenkima
  dari Ovarium
• Terbagi menjadi 2 fase – 5 tahap
  1. Fase Preantral
    - Tahap folikel primordial (dalam kandungan), oosit (2n) dilapisi
       oleh selapis epithel pipih
    - Tahap folikel primer, oosit (2n) dilapisi selapis epithel kubus
    - Tahap folikel sekunder, epithel kubus (sel folikuler) membelah,
      lapisan yang mengelilingi oosit bertambah banyak.
GAMETOGENESIS / FOLLICULOGENESIS

2. Fase Antral → terdapat vascoula / antrum
  - Tahap follikel tersier, sel folikuler terus membelah,
    folikel membesar, timbul celah (vakoula) disebut
    Vacoula call exner
  - Tahap Follikel de Graaf, folikel membesar, vakoula
    menyatu membentuk antrum foliculi yang berisi
    cairan liquor foliculi. Oosit bersifat haploid karena
    sudah menyelesaikan miosis I. selanjutnya akan
    terjadi ovulasi. Meiosis II akan diselesaikan apabila
    terjadi pembuahan oleh spermatozoa
TAHAPAN FOLIKEL
STRUKTUR OVARIUM




            Stigma
FOLIKEL PRIMORDIAL
Oogenesis
           CORPUS LUTEUM
             (PASCA OVULASI)
• Bekas yang ditinggal oleh Fol. de Graaf yang
  pecah akan mengalami perdarahan, disebut
  Corpus Rubrum (Corpus Haemoragikum)
  berwarna merah karena perdarahan, berumur
  pendek
• Segera berubah warna kuning (lutea) disebut
  Corpus Luteum
  - Pada Mencit / Rat : 2 – 3 hari
          Manusia : 12 – 15 hari
  - Dipertahankan selama kebuntingan oleh
    adanya HCG dari dinding embrio/blastosit
• Tidak bunting akan regresi (rusak) → Luteolisis
  - Berubah warna : putih (Alba) disebut Corpus
    Albicans, kemudian menjadi Stroma
• Aktifitas Cl. Dikendalikan oleh :
  1. Hormon Prolaktin (Luteotrofik Hormon / LTH)
  2. Luteinizing Hormone (LH)
• Terjadi kebuntingan → Cl. Dipertahankan
  ^ Non primata : embrio mensekresi protein trofoblastin
  ^ Gol. Primata : embrio mensekresi melalui sel – sel
    Vili -vili Chorion (selaput pembungkus) : Human
    Chorionic Gonadotrofin (HCG) → bersifat Luteotrofin
• Tidak terjadi kebuntingan → Cl. Regresi (rusak)
  → terjadi Luteolisis
  - Faktor yang berpengaruh :
      1. Estrogen mulai meningkat di ovarium
      2. LTH dan LH menurun
      3. Endometrium mensekresi Prostaglandin
         F-2α (PG F-2α) melalui peredaran darah
         menuju ovarium memacu luteolisis
          STEROIDOGENESIS
• Proses terbentuknya hormon – hormon Steroid
  (hormon kelamin) dari bahan dasar Kholesterol
  Asetat

• Dilakukan oleh :
  1. Sel – sel Theca Interna : pada Fol. de Graaf
                         LH
      Kolesterol Asetat       Pregnolon →
      Androgen (Testosteron) → Estrogen
2. Sel – sel Granulosa : pada Fol. de Graaf
                  FSH
    - Androgen            Estrogen
                     ↑
                aromatisasi oleh enzim aromate
    - Juga menghasilkan : Liquor Fulliculi
      (cairan Follikel → mengisi Antrum)
3. Corpus Luteum : Pasca ovulasi
                        LH
   Kholesterol Asetat        Pregnolon → Progesteron
HORMON – HORMON OVARIUM
1. Estrogen
  - Sumber di alam :
    ^ Ovarium : kortek Adrenal
     ^ Plasenta : tanaman
     ^ Sel lemak : sintetis
  - Jenisnya :
    ^ Estradiol : 17 α dan 17 β (paling potensial)
     ^ Estrone → hasil samping
  - Sasaran :
     1. Hipothalamus → perilaku
     2. Alat kelamin sekunder
     3. Proses metabolisme sel
         KHASIAT ESTROGEN
1. Meregangkan fimbriae dan membukanya
   Osteum Tubae
2. Meningkatkan sekresi mukosa di sepanjang
   saluran reproduksi (lendir / mukosa menjadi
   encer)
3. Cilia dari epithel pada Tuba Falopii tegak /
   meregang
4. Merangsang proliferasi / hiperplasia pada
   endometrium - uterus
5. Meningkatkan kepekaan miometrium
   terhadap efek oksitosin → partus

6. Servix uteri – relaksasi dan membuka

7. Kornifikasi epithel vagina

8. Pada vulva akan terjadi :
   - Warna kemerahan         Abang
   - Oedematus               Abuh
   - eperatur naik / hangat Anget (3A)
9. Merangsang pertumbuhan dan perkembangan
   alat kelamin sekunder (Gl. Mammae, Pelvis, suara)

10. Penimbunan lemak sub – cutan
    → kulit jadi halus – lembut

11. Garis epifise menutup lebih cepat

12. Merangsang estrus / birahi pada hewan
13. Metabolisme air dan calsium

14. Meningkatkan metabolisme sel, sebagai :
   - Growth promotor
     → meningkatkan anabolisme sehingga berat
        badan meningkat
    - Dopping : meningkatkan daya kerja tubuh
      Hati – hati bersifat karsinogenik
2. Progesteron
  - Sumber : ^ copus luteum
             ^ plasenta
             ^ sintetik
  - Sekresi dikendalikan oleh :
      ^ LTH / Prolaktin
      ^ HCG
      ^ Laktogen plasenta
      ^ LH
  - Mulai disekresi pada pasca ovulasi (stadium luteal)
  - Dipertahankan keberadaannya selama masa
    kebuntingan
  - Sekresi menurun menjelang partus (melahirkan)
   KHASIAT PROGESTERON
1. Merangsang fase sekresi pada endometrium
2. Merangsang sekresi : uterine milk pada
   miometrium → makanan embrio
3. Merangsang pertumbuhan Alveolus (kel. Asini)
   Glandula Mammae + LTH
4. Memelihara kebuntingan dengan mencegah
   kontraksi miometrium (anti abortivum)
5. Memblok birahi dan ovulasi
6. Merangsang peningkatan nafsu makan

7. Metabolisme air dan kalsium

8. Mempengaruhi hipothalamus untuk
  menimbulkan sifat keindukan (pada hewan)
 KONTROL HORMONAL SISTEM REPRODUKSI♀
POROS HIPOTHALAMUS – HIPOPHYSIS - GONAD
                    Hipothalamus
                       (Gn RH)
  _                      ↓                           _
                  Adeno Hipophysis



       FSH               LH           LTH

                        +
               Folikel → Ovulasi → Aktivasi Korpus
                                    Luteum
                         Ovarium


             Estrogen          Progesteron
                  ↓                ↓
               Organa genetalia sekunder
• Umpan balik positif hanya pada ovulasi melalui
  LH Surge (banjir LH)

• LH merangsang terjadinya ovulasi, didalam folikel
  terjadi peningkatan aliran darah, liquor folikuli
  meningkat, tekanan intra folikel meningkat, folikel
  de Graaf pecah, meninggalkan bekas luka pada
  dinding ovarium yang disebut stigma

• Bekas dari folikel de Gaaf yang pecah mengalami
  modifikasi menjadi korpus luteum

								
To top