Perlukah Task Killer Pada Android?

Document Sample
Perlukah Task Killer Pada Android? Powered By Docstoc
					PERLUKAH TASK KILLER PADA ANDROID?
Submitted by Max inovasi on 15:09




Sering kali kita jumpai banyak pertanyaan yang membuat suatu kesalah pahaman
tentang task killer, Android perlu pake task killer ga sich?


Task killer apa ya yang bagus buat Android saya? Task killer yang berbayar,
ratingnya tinggi, jumlah yang downloadnya juga banyak banget, dan yang paling
penting harganya juga paling mahal di antara task killer-task killer yang lainnya.
Menurut anda task killer ini bagus? Task killer bisa mempercepat kinerja android
saya yang agak lemot ini?
Mari kita share bersama apakah task killer itu dan seberapa penting task killer
Seperti layaknya suatu pertanyaan pasti ada yg pro dan ada yang kontra, mari kita
share seberapa penting peran task killer menurut logika kerja android
Sebelumnya mari kita kenali system kerja android kita,


Android adalah operasi sistem multitasking, Android bekerja dengan              ethos
metodologi tidak meng-kill task. Designernya dengan sengaja meninggalkan       fungsi
mengkill task untuk menutup aplikasi. Mereka memutuskan untuk melakukan        hal ini
atas dasar bahwa pengguna ponsel akan berulang-ulang dan akan                  sering
berinteraksi dengan berbagai macam aplikasi sepanjang hari.


Apakah Proses itu?
Proses adalah kegiatan yang dapat dilakukan oleh 1 atau lebih aplikasi. Ketika Anda
memikirkan sebuah aplikasi yang benar-benar melakukan sesuatu, misalnya
bermain musik, posting pesan ke facebook atau syncing rss feed Anda, ini adalah
proses. Namun, penting untuk dicatat bahwa hanya karena proses tersebut ada,
tidak berarti; dia sedang bekerja. dengan kata lain mungkin lebih mudah untuk
mengatakan bahwa proses ini dalam keadaan idle atau aktif.


Apakah Application itu?
Aplikasi adalah sesuatu yang membuat banyak penggunaan proses yang berbeda
untuk menyediakan Anda dengan beberapa fungsi yang diinginkan. Sebagai contoh,
facebook atau aplikasi twitter. Aplikasi juga dapat idle atau aktif, tergantung apakah
telah ada proses aktif saat ini terkait dengan aplikasi tersebut.


Apa itu RAM?
RAM: Random Access Memory adalah memori sementara yang digunakan oleh CPU
(Central Processing Unit) untuk mengakses informasi atau data-data yang
diperlukan untuk menjalankan suatu “proses”. Semakin besar RAM, maka secara
garis besar akan mempercepat kinerja sistem karena CPU dapat mengakses lebih
banyak         informasi      pada         saat       yang       bersamaan.



Kalo android sistem multitasking,berarti tidak perlu task killer?
Jawabnya: TIDAK, mengapa tidak? Ketika Anda meninggalkan suatu aplikasi,
aplikasi juga diijinkan untuk menjaga agar proses yang berjalan di background (true
multitasking) yang memungkinkan untuk melanjutkan melakukan pekerjaan apapun
yang perlu dilakukan.


Akhirnya ketika tidak akan ada memori yang tersisa, apakah itu waktunya untuk
menggunakan Task killer? Tidak! Android cukup pintar untuk mengenali jika aplikasi
bekerja dengan lambat pada 'low memory', dan akan mulai untuk menutup aplikasi
yang mereka anggap memiliki prioritas rendah. Android menentukan prioritas
dengan mendeteksi aplikasi yang telah Anda gunakan jarang (pada saat itu), dan
tidak penting untuk HP anda (ciri aplikasi seperti ini yang akan ditutup pertama kali
oleh Android). Ini belum termasuk aplikasi yang saat ini di latar depan, misalnya
aplikasi inti seperti alarm jam. Ketika Android tidak menutup aplikasi sendiri untuk
membebaskan memori, dengan cara yang sangat pintar Android akan membuka
aplikasi yang sudah ditutup, ia akan mengembalikannya seakan-akan tidak pernah
ditutup sama sekali (ini sebenarnya mirip dengan apa disebut oleh IOS 'main
multitasking').


Apakah penggunaan Android Task Killer akan mempercepat kinerja dan
menghemat baterai handheld Android yang saya miliki?
Jawabnya: Tidak juga,Task Killer benar-benar melakukan sebaliknya, mereka
membuat hidup baterai Anda lebih pendek! Mari kita melihat apa yang sebenarnya
Anda lakukan ketika Anda membunuh tugas. Anda benar-benar menghapusnya dari
memori. Ok, jadi dibandingkan dengan membiarkannya dalam memori Anda
berharap untuk menghemat baterai? Tidak, banyak atau tidak sedikit memori yang
digunakan oleh aplikasi ataupun bebas, baterai akan menggunakan jumlah yang
sama. Anda malah benar-benar mengurangi masa pakai baterai karena ketika
berikutnya Anda menggunakan aplikasi itu, Anda harus membuka ulang kembali,
dan ini lebih menggunakan memori daripada sekedar meng-loadnya dari memori.


Task Killer membuat telepon Anda menjadi tidak stabil. Membunuh Proses adalah
tindakan yang buruk karena mungkin proses itu akan digunakan oleh aplikasi lain.
Ketika Anda membunuh, Anda yang menyebabkan gangguan dalam OS, memaksa
aplikasi untuk membuka kembali, untuk membuka kembali proses yang digunakan
bersama oleh aplikasi lain.


Kalau begitu, maka tidak diperlukan RAM besar pada handheld Android?
Jawabnya: Tergantung kebutuhan. Sebagai contoh, bila sebuah aplikasi katakanlah
membutuhkan RAM sebesar 300 MB untuk dapat berjalan dengan normal, dan dari
sisi hardware handheld Android hanya memilik RAM sebesar 256 MB, maka
walaupun semua aplikasi yang berjalan di background sudah dimatikan oleh sistem
Android, namun tetap saja akan terjadi kondisi dimana aplikasi tidak dapat berjalan
/ berjalan lambat akibat kekurangan RAM.
Saya menggunakan Android Task Killer dan saya merasakan kinerja ponsel
saya meningkat dan lebih hemat baterai?
Jawabnya: Hal tersebut bisa diakibatkan oleh tiga hal. Yang pertama, task killer
mematikan aplikasi yang tidak bekerja dengan sempurna (aplikasi rusak / bad code)
yang membuat sistem operasi Android dan CPU bekerja ekstra. Kedua, task killer
mematikan aplikasi yang menggunakan koneksi internet secara terus menerus dan
ketiga, itu hanya sugesti rekans saja :)

Tidak ada tombol keluar, itulah kenapa saya menggunakan Task Killer
Tidak ada tombol keluar karena android dirancang untuk user yang tidak butuh
menutup aplikasi. Jika aplikasi perlu ditutup, Android akan melakukannya sendiri.




Jika anda menginstall Android task killer, sebagai contoh yang terkenal Advance
Task Killer, pada aplikasi tersebut akan terlihat daftar aplikasi yang sedang aktif dan
aplikasi yang sedang berjalan di background (aplikasi yang masih berjalan namun
sudah/sedang tidak digunakan). Pada Aplikasi tersebut tertera juga sisa memori
RAM (available memory) yang tidak terpakai pada telepon anda.


Jika anda mematikan salah satu aplikasi, maka available memory akan meningkat.
Anda dapat mematikan aplikasi satu persatu maupun sekaligus. Anda dapat
mengaturnya agar dapat mematikan aplikasi secara otomatis pada interval waktu
tertentu atau ketika layar dimatikan.


Setiap aplikasi Android yang berjalan akan “memakan” memori RAM telepon anda.
Semakin banyak aplikasi yang diaktifkan, semakin sedikit sisa memori (available
memory) yang tersisa. Hal inilah yang sering disalah artikan oleh pengguna
handphone Android. Kebanyakan dari pengguna berpikir semakin sedikit aplikasi
yang aktif dan semakin banyak sisa memori yang tersedia, maka semakin cepat
kinerja ponsel dan juga akan semakin irit baterai. Hal ini tidaklah benar. Pada sistem
Android, setiap aplikasi yang tidak aktif digunakan akan disimpan dalam sistem
“memori” telepon. Aplikasi yang disimpan dalam memori atau berjalan di
background akan lebih cepat untuk di aktifkan kembali jika sewaktu-waktu
    diperlukan. Dengan mematikan aplikasi yang berjalan di background justru akan
    membuat handphone mengeluarkan energi lebih banyak ketika aplikasi tersebut
    ingin diaktifkan kembali yang pada akhirnya justru membuat baterai menjadi boros.


    Selama aplikasi tersebut tidak aktif atau tidak menggunakan CPU dan hanya
    menggunakan memori RAM HP Android anda, maka aplikasi tersebut tidak akan
    membuat ponsel anda menjadi lebih boros. Anda juga tidak perlu khawatir
    kekurangan memori RAM jika sewaktu-waktu anda ingin mengaktifkan, misalnya
    game HD (high definition) yang membutuhkan RAM besar, karena sistem Android
    akan secara otomatis mematikan aplikasi-aplikasi yang berjalan di background yang
    tidak diperlukan agar dapat memberikan available memory (RAM) yang lebih
    banyak. Artinya anda tidak perlu khawatir akan ada penurunan performa handphone
    jika banyak aplikasi yang berjalan di background.


    Sistem kerja Android yang secara otomatis mematikan aplikasi bila diperlukan
    membuat beberapa (bahkan banyak) pengembang aplikasi yang membuat aplikasi
    android yang tidak memiliki tombol exit, atau setidaknya tombol exit agak
    merepotkan untuk di akses.


    Catatan:
   Kondisi ini berlaku untuk sistem operasi Android. Untuk sistem operasi lainnya, pada
    umumnya tidak akan secara otomatis mematikan aplikasi bila dibutuhkan RAM lebih
    banyak, sehingga untuk meningkatkan kinerja, pengguna harus mematikan aplikasi
    yang tidak terpakai.
   Task killer yang saya bahas merupakan task killer dari pihak ketiga bukan task
    manager bawaan dari STOCK ROM, karena walaupun ada beberapa persamaan
    antara default dengan dari pihak ketiga namun terdapat perbedaan, untuk task
    manager (biasanya samsung) dari default biasa, pabrik telah memikirkan lebih
    lanjut untuk pemasangan dan fungsi task manager tersebut berbeda dengan task
    killer dari pihak ketiga.

    Resiko Menggunakan Android Task Killer
    Penggunaan task killer memiliki resiko. Jika anda tidak sengaja mematikan aplikasi
    yang diperlukan oleh sistem Android, maka ponsel tidak akan beroperasi
    sebagaimana mestinya. Sebagai contoh, tanpa sengaja aplikasi push email anda
    matikan dan ponsel Android anda terlihat seperti berjalan normal, namun tanpa
    disadari anda tidak akan menerima notifikasi bila ada email baru.


    Namun, sebenarnya hal ini sudah di antisipasi oleh pembuat Advance Task Killer
    (ATK) dengan membuat pengaturan ignore list (daftar hirau) yaitu anda dapat
    menentukan aplikasi mana saja yang tidak boleh dimatikan. Selain itu ATK dapat
    membantu anda untuk memilih aplikasi mana saja yang sebaiknya di masukkan
    dalam ignore list secara otomatis.


    Kesimpulan
    Sejak lama topik ini merupakan perdebatan yang cukup panas dan pada forum-
    forum Android banyak yang saling memberi pendapat baik berdasarkan pengalaman
    masing-masing maupun dengan menggunakan data teknis yang mereka miliki.
     Sebagian mengatakan bahwa Android Task Killer sangat diperlukan, sebagian
    lainnya mengatakan sebaliknya. Saya tidak menganjurkan dan juga tidak melarang
anda untuk menggunakan Android task killer. Apabila anda merasa nyaman dan
merasakan manfaat dari penggunaan Android Task Killer, maka hal tersebut sah-sah
saja dilakukan.


Task killer diperlukan untuk mematikan aplikasi yang berjalan dengan tidak
semestinya, misalnya dalam kasus yang kadang2 saya alami, saat aplikasi browser
Opera tidak mau koneksi ke internet, saya matikan terlebih dahulu menggunakan
task killer lalu saya aktifkan kembali Browser Opera dan koneksi menjadi normal
kembali.


Kami Sarankan jangan mengatur task killer untuk secara otomatis mematikan
aplikasi pada handphone Android anda, karena ada kemungkinan membuat sistem
operasi Android menjadi tidak stabil. Namun, jika anda yakin bahwa aplikasi yang
akan dimatikan secara otomatis tidak akan membawa dampak apapun pada HP
anda, maka Anda dapat mematikan aplikasi tersebut.


Jika anda menghendaki android anda             berjalan    lancar   dan   baterai
hemat,maka:
1.Uninstall aplikasi yang tidak diperlukan


2.Hapus file yang tidak dperlukan unt memberi space,sebagai ketika anda
memount,copy,cut,paste,rename,delete atau edit maka anda perhatikan scanning
media files*lihat notif atas* akan lama jika file penuh


3.Unt menghemat baterai anda bisa lakukan langkah disini


Sumber: http://maxiandroid.blogspot.com

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:104
posted:4/4/2012
language:Indonesian
pages:5
Description: Perlukah Task Killer Pada Android?