Syphilis pada Anak

Document Sample
Syphilis pada Anak Powered By Docstoc
					Penyakit Sifilis Kongenital
Etiologi: bakteri Trepenoma pallidum, spiroketa yang bergerak Epidemiologi: Kontak transplacental dari ibu yang berinfeksi sifilis pada waktu apapun dalam kehamilannya Transmisi lebih mudah pada trimester pertama. Juga transmisi infeksi dapat terjadi pada saat lahirnya. Primer: Kalau ibunya masih awal dalam penyakit sifilis (sifilis primer: papul menjadi syanker tanpa nyeri serta adenopati tanpa nyeri) dan tidak diobati, 40% fetus mati (abortus, kelahiran mati, atau mati segera sesudah lahir). Sekunder: Kalau ibunya pada stadium sekunder (ruam makulopapular & tidak gatal pada telapak tangan & kaki, febris, anoreksia, adenopati umum, malaise) transmisi kepada fetusnya hampir 100%. Sekret dari lesi sifilis kongenital sangat mudah menular. Tetapi 24 jam sesudah antibiotika dimulai, sulit mememukan bakteri hidup di lesinya. Masa inkubasi untuk sifilis primer: ~3 minggu (10 – 90 hari) Gambaran Klinis: sangat bervariasi dari kelahiran mati (20%) sampai lahir asimptomatis A. Manifestasi Awal sebelum umur 3 bulan (lalu masuk fase laten di mana tidak ada tanda infeksi) B. Manifestasi Kemudian (Late) biasanya berwujud sesudah umur 2 tahun sampai dewasa Bagian Manifestasi Awal Stigmata Manifestasi Kemudian Kulit Ruam makulopapul Bekas “Rhagades” Kondiloma Inflamasi telapak tangan/kaki Lesi lecet di hidung, mulut, anus Gumma (inflamsi kronis Kondiloma & lunak) Kelainan pada kuku Perforasi palatum Alopecia Selaput lendir Rinitis (snuffles) Hidung pelana (saddle nose) Bercak lecet (batang hidung kolaps) Tulang Periostitis (tebal pd Xray) Dahi menonjol (bossing) Osteoperiostitis Osteokondritis (epifisitis) Gigi bertakik (Hutchinson) Tibia lengkung anterior Pseudoparalisis Gigi geraham runcing (saber shin) Daktilitis (mulberry/Moon molar) Hydrarthrosis, Arthritis Persendian Clutton (efusi
lutut bilat tanpa nyeri)

Mata

Korioretinitis Iritis Meningitis Hidrocefalus Hepatitis + jaundis Nefritis Anemia + thrombositopeni Adenopati, Gagal tubuh

Sistem Syaraf
.

Bekas Keratotik, Korioretinitis Atrofi optik Tuli

Keratitis (fotofobi, berair) Korioretinitis Atrofi optik (buta) Tuli, Epilepsi, IQ rendah Neurosifilis (meningitis
tabes dorsalis, lumpuh)

Lain-lain

Topeng sifilis

Hemoglobinuria

Laborat: VDRL pd darah tali pusat tidak lagi dianjurkan krn titer serologi dari bayi sering kurang dibandingkan dgn titer serum ibunya & mungkin tidak bereaktif ketika yg dari ibunya reaktif. IgM specific assay & PCR? Kalau diagnosa sifilis kongenital awal terduga, VDRL dari Likor spinalis dpt pastikan diagnosa bila reaktif. Juga pada Likor spinalisnya kadar protien naik dan ada pleiositosis lukosit, tetapi ada banyak variasi Pada kasus sifilis laten, Likor Spinalis mungkin normal dan VDRLnya non-reaktif. False positif VDRL: E-B virus, hepatitis B virus, herpes simplex virus, TBC, SLE, Hashimoto thyroiditis dll Diagnosa Banding: A. Awal: ISPA, difteri hidung, impetigo GABHS, moniliasis, poliomyelitis, meningitis, scabies, osteomyelitis purolenta, toxoplasma, rubella, skurvi, CMV, Sindroma, battered child B. Late: meningitis, epilepsi, phlyctenular conjunctivitis, mental retardasi, korioretinitis toxoplasma Pengobatan Sifilis Kongenital: A. Umur < 4 minggu: Penicillin Kristalin G 50.000 U/kg per dosis IV q12jam X 1 minggu lalu q8jam X 3 – 7 hari lagi. B. Umur > 4 minggu tanpa tanda nurlogis: Benzathine Penicillin G 50.000 U/kg IM setiap minggu selama 3 dosis C. Umur > 4 minggu dgn tanda nurlogis: Penicillin Kristalin G 50.000 U/kg per dosis q6jam selama 10 –14 hari LALU Benzathine Penicillin G 50.000 U/kg IM setiap minggu selama 3 dosis Dosis maximal: Penicillin Kristalin G: 3 – 4 juta U/dosis dan Benzathine Penicillin G: 2,4 juga U/dosis Bagi sifilis awal pd psn beralergi Pen: Doxycycline 100 mg PO BID X 14 hr atau Eritromisin 10mg/kg/dosis QID X 14 hr Bagi sifilis late (tanpa komplikasi) pd psn beralergi Pen: Doxycyline ( " ) X 28 hari atau Ertromisin ( " ) X 28 hari. Sumber: Pediatrics in Review, Vol. 19, No. 1, Januari 1998, hal 17 – 22 Redbook 1994, AAP, hal 445 – 455 Nelson’s Textbook of Pediatrics, 11th edition, Hal 842 – 848

Ikhtisar Penyakit Anak Edisi Keenam, Jilid satu, hal 119 – 120


				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:615
posted:9/23/2009
language:Indonesian
pages:2
kadek adi wiguna kadek adi wiguna
About curious of many medical thing.... but must set up my brain memory....