Docstoc

Penyakit Streptococcus newer

Document Sample
Penyakit Streptococcus newer Powered By Docstoc
					Penyakit-Penyakit dari Bakteri Streptococcus Golongan A, Beta Hemolitik (GABHS)
Etiologi: GABHS adalah penyebab penyakit pada anak yang sangat penting karena begitu banyak anak yang menderita infeksinya (khususnya tonsilofaringitis) & bervariasi tempat, presentasi & komplikasi, baik supratif (bisul peritonsilar) dan non-supratif (demam rheumatik = DRA & glomerulonefritis akuta = GNA). Ada 80 serotipe, rheumatogenic (1,3,5,6,18,19,24), pyoderma & AGN (49,55,57). Epidemiologi: Faringitis: Kontak langsung, titik-titik pernafasan, kontaminasi makanan, Masa tunas: 3 –5 h Impetigo: Kontak pada luka, goresan kulit, gigitan nyamuk, trauma kulit.Masa tunas: 7–10 h Gambaran Klinis: 1. Rinitis seromukoid: Pada anak diantara 1 dan 3 tahun: febris moderat, anorexia, irritibel. Jarang sekali anak <3 tahun menderita faringitis “klasik” dari GABHS. DRA juga jarang <3 tahun. 2. Otitis media akut: nyeri telinga, febris, pendengaran , ISPA, Membran Timpanum merah & menonjol. 3. Impetigo Vesikelar: pustula kecil (kalau besar “bulla”: Stafalokokus aureus) di tempat trauma di kulit, pecah sendiri, kemudian berkeropeng yang berwarna kuning-madu. Gatal-gatal  berbanyak Biasanya pada kaki, tangan atau nares, perioral. Bisul-bisul BUKAN DARI MAKAN TELOR!!! Rx: (Cf 9.E) perlu 10 hari Abx PO untuk mencegah GNA. Salep tidak mengeradikasi GABHS. 4. Selulitis / Erisipelas: Selulitis superficial, kulit edema dengan batasan yang menular dan iregular, febris, mual muntah, iritibel, mudah  septisemia, perlu Abx parenteral sampai mereda lalu PO! 5. Sindroma Toxic Shock: (40-50% +Varicella) Jaringan “termakan” (flesheating), hipotensi, DIC, Gagal ginjal, Ruam, RDS, , SDP turun dengan granulosit banyuak, hypocalcemia, creatinine dan creatinine kinase naik, mortalitas: 30%, lebih sering terjadi pada dewasa tapi anak juga kena 6. Bisul/Abses Peritonsilar: cenderung anak remaja & tidak jarang terjadi, Nyeri telan hebat  ngiler, trismus & febris. Uvula tergeser kontralateral, makin besar menutup laring  sesak nafas smp mati. Jangan diizin pulang, wajib bisul diinsisi ASAP, beri Abx parenteral. Sesudah sembuh: tonsilektomi 7. Bisul/Limpadenitis 8. Pneumonia, Sepsis, Meningitis, Arthritis, Osteomyelitis, Endokarditis, miokarditis, perikarditis 9. Skarlitina / Scarlet Fever: Sejenis infeksi GABHS dgn exotoxin erithrogenik. Biasanya bersama faringitis, Kulit merah & kasar (spt kertas gosok) mulai di bagian anggota flexor & menyebar dlm 24 jam ke tubuh, kmdn exfoliasi. Lidah merah sekali spt buah Arbei (Strawberry tongue) K.U. bisa toksis sekali. Kini penyakit ini jarang. Rx. Abx untuk G.A. Strep. 10. TONSILOFARINGITIS: Masa inkubasi 2-5 hari, Berlanjutan cuma 3-5 hari & “sembuh” (gejala hilang) Tujuan Rx: mencegah Demam Rheumatik dan komplikasi lain sperti bisul peritonsilar dll. Insidens DRA tergantung serotipe A. GABHS: 8-40% anak dan 5-9% remaja yang menderita faringitis (Bagian besar faringitis: VIRUS) B. Dx Banding: Penyebab faringitis selain virus yang perlu diingat (walaupun jarang): Streptokokus Golongan C & D, mycoplasma, clamydia, N. gonorhea dan C. diphtheriae! C. Gambaran Klinis: Permulaan (onset) akut (kalau tenggorakan “gatal” beberapa hari virus) Febris: juga akut, 38-39 C. Adenopati Leher Nyeri kepala Perut/abdomen sakit atau merasa tidak enak Erithema pada farinks Exudat pada farinks Tidak ada selesma atau batuk ( virus) Namun kalau semua diatas positif, probabilitas penyebab GABHS cuma 84% D. Laborat: 1. Biakan faring: mudah/”murah”, namun ada fals+ (S aureus Beta hem) fals neg (Abx) 2. Pada periksaan darah lengkap: Sel Darah Putih biasanya tinggi 3. Rapid GABHS Antigen Detection Tests: lebih cepat, mahal, ? kalau neg, perlu dibiakkan? E. Pengobatan: a. Penicillin V 500 mg bid (sehari 2kali) x10 hari (kalau 3 hari 50% bisa “kambu”) b. Benzethine Penicillin G 600.000u (BB<27kg) 1.2juta (BB>27kg) satu kali IM c. Eritromisin esolate 20-40mg/kg/hari dibagi 2 – 4 dosis (bagi yg beralergi Pen.) Eritromisin ethyl succinate 40-50mg/kg/hari dibagi 2 - 4 dosis d. Kefelexin (15% yang beralergi Pen juga beralergi sefalosporin) selama 10 hari e. Amoxicillin 40mg/kg dibagi 3 selama 6 hari saja? (aromanya lebih enak) Ampicillin, Tetrasiklin dan Sulfanamide TIDAK cocok untuk pengobatan Faringitis GABHS. Demam Rheumatik masih dapat muncul karena GABHS tidak dieradikasi. Adanya gejala atau tidak bukan tanda yang aman bahwa GABHS sudah mati.
Bersambung: Demam Rheumatik Akut

Halaman ke2: Penyakit-Penyakit dari Bakteri Streptococcus Golongan A, Beta Hemolitik (GABHS)

I. DEMAM RHEUMATIK AKUT
Etiologi: Sequela non-supratif reaksi Ag/Ab dari Faringitis GABHS dengan serotipe tertentu Epidemiologi: Pendudukan padat, dan “praesejahtera”, faktor keturunan, faktor daerah (serotipe) Gambaran Klinis (Kriteria Jones Major) 1. Karditis: takikardi, takipnea, hepatomegali, hipotensi, bisik jantung „baru‟, P-R memanjang (EKG) 2. Polyarthritis: nyeri, panas, bengkak, merah pada >1 sendi, bergantian, biasanya yg besar: lutut, pelvis, siku 3. Nodul Subkutan: tidak nyeri, pd extensor tangan bawah, kena pd anak yang carditis lama. 4. Erythema Marginatum: lingkaran merah tidak gatal atau sakit, hampir sejarang gigi ayam 5. Chorea Sydenham: Gerakan yg kasar, sulit dikendali kecuali tidur, remaja perumpuan, depresi & emosi Kriteria Jones Minor 1. Febris: Jarang > 40 C. Sering ada gemetar dingin 2. Arthralgia: tanpa panas, bengkak, merah 3. P-R pada EKG memanjang 4. Tanda keradangan akut: LED (ESR/sed rate) naik atau C-reaktif protien +, leukositosis, 5. Anamnesa DRA dulu Untuk pastikan Dx DRA: perlu 2 Kritera Major atau 1 Major + 2 Minor PLUS tanda infeksi GABHS seperti biakan teng. +, ASO titer naik, Penyakit Skarlitina. Namun kalau Chorea ada, Dx pasti! Pengobatan DRA: A. Eradikasi GABHS (Cf. Diatas) B. Obat Anti-inflamasi: 1. Aspirin/ASA 100mg/kg/hari dibagi 4-6 dosis x 4 bulan 2. Prednisone 2mg/kg/hari dibagi 2-4 dosis (max 60mg) x 4mgg lalu taper wajib diberi kepada cariditis berat (gagal jantung, cardiomegali), dll? C. Obat Anti-konjesti Jantung: 1. Digoxin: harus hati-hati karena radang jantung, ? kurangi dosis. 2. Diuretik tetapi hati-hati atas kemungkinan syok D. Bedrest/Istirahat sampai fase akut (LED?) mereda. Hampir mustahil memaksa bedrest kalau tak mau E. CHOREA: Haloperidol 0,02-0,1mg/hr dibagi 2 dosis sangat menolong (PHB kurang) Perlu lingkunan yang tenang dan aman. Pencegahan Kambunya/Serangan ulang DRA: 1. Kalau pasien DRA kena karditis pada serangan I dan tidak diberi profilaksis, 50% mati dlm 20 thn. 2. Kalau karditis disertai gagal jantung (CHF) & tidak diberi profilaksis: 75% mati dalam 10 thn. 3. Kalau pasien DRA non-karditis pada serangan I, & tidak diberi profilaksis, 50% akan kena karditis pada serangan ulang. A. B. C. D. Benzathine Penicillin 600.000 (<27kg) – 1.200.000 IM setiap bulan IM, atau Penicillin V 250mg BID (sehari 2 kali) PO, atau Sulfisoxazole 0,5gm (<27kg) – 1,0 gm QD (sekali sehari) untuk profilaksis boleh, untuk Rx tidak! atau Erithromisin, 250mg BID kalau alergi pada Penicillin dan juga Sulfa

Pasien dengan penyakit klep jantung (Valvular Heart Disease) akibat DRA, perlu profilaksis endocarditis sebelum prosedur bedah, bronkoskopi, pasang Foley cath, cabut gigi. Amoxicillin 1,5gm (<27kg) – 3,0gm diminum 1 jam sebelum prosedur dan 6 jam kemudian

II. GLOMERULO-NEFRITIS AKUT POST STREPTOCOCCUS (GABHS)
Etiologi:Radang pada glomeruli ginjal akibat non-supratif, reaksi Ag/Ab dari infeksi GABHS di kulit atau larinks, (DRA tidak diakbatkan infeksi kulit). Merupakan bentuk GNA yang paling umum pada anak praesekolah & anak sekolah. Prog: sembuh sendiri, tanpa Rx steroid, Rx gejala saja. Gejala Klinis (tidak ada arthralgia, anemia, purpura, nyeri perut, carditis, perdarahan, hepatitis) 1. Hematuri: Gros atau Micro, Kencing berwarna merah tua/ mirip teh, (smoky) (Kalau kencing merah atau merah muda, mungkin sekali asal darahnya non-renal), + casts erithrosit, + albumenuria, leukosituria: sdkt. 2. Edema Dependen: mengalir kebawa. Pagi hari: periorbital & tubuh, Sore hari: kaki & skrotum 3. Enkefalopati Hipertensi: Nyeri kepala, mual/muntah, kurang sadar, gelisah, kejang-kejang, koma. Laborat: Titer ASO naik, Complement C-3 turun, hiponatremia (overhydration), hipocalcemia Pengobatan: Mengurangi hipertensi! Labetalol IV (alfa blok), 0,25 mg/kg tambah sampai total 1,25 . . (diastol >95 pd anak) Nefedipine (Ca chanel blok) sublingual 0,25-0,5/kg Hydralazine 0,15mg/kg, awas takikardi, combi dengan Lasix Kurangi intake air & garam selama ada gejala klinis saja Protien intake TIDAK perlu dibatasi, kalau tidak ada oliguri atau azotemia Boleh minum air putih sesuai rasa hausnya, kalau tidak ada oliguri Sumber: PREP vol 19,no. 9 (Sept 98) hal. 291-302, PREP vol 5, no. 1 (Jul 83), hal. 19-25 Manual of Pediatric Therapeutics 5th Ed, 1994, Little Brown, hal. 218-220, 401, 423-424, 513-514 Redbook 2000, AAP, hal. 526 – 536


				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:827
posted:9/23/2009
language:Indonesian
pages:2
kadek adi wiguna kadek adi wiguna
About curious of many medical thing.... but must set up my brain memory....