Docstoc

Malaria pada Anak

Document Sample
Malaria pada Anak Powered By Docstoc
					Malaria pada Anak
Etiologi: Malaria adalah penyakit disebabkan 4 spesies parasit protozoa Plasmodium, yaitu: P. vivax, P. malariae, P. ovale & P. falciparum.yang dibawa gigitan nyamuk betina Anopheles, vektornya. Epidemiologi: Penyakit malaria berada secara endemik di daerah-daerah tropis dimana tinggal >40% penduduk dunia. Daerah yg tertinggi infeksinya: Afrika tropis, Amerika Tengah & Selatan, Oceania (kecuali Polynesia) & Asia Tenggara. Di daerah iklim sedang (termasuk daerah-daerah tertentu di AS) penyakit malaria dapat menular kalau ada vektornya. Menurut WHO: 300 juta – 500 juta kasus/tahun di 90 negara, dgn 1,1 – 2 juta mati (95% di Afrika & bg besarnya anak).
Pada thn 1996 dilaporkan DK-RI, angka kesakitan malaria sudah menurun dari 2,1 per 10.000 (1989) ke 0,11. Hasil survei diluar Java Bali menunjukkan % orang yg menandung Plasmodium turun dari 4,1 – 5,5% (1989) ke 2.4%. Jumlah penderita pada 1996: ~900.000 (~40% dari kolompok usia produktif) dgn ~5.000 dirawat di RS. & 36 mati. Pada laporan yg sama, kebanyakan kasus di IrJa, tetapi masih tersisa di 216 desa di 32 kapupaten/Dati II di Jawa Bali.

Nyamuk Anopheles aktif & menggigit pada malam hari, dari senja sampai fajar. Malaria juga dapat menular melalui transfusi darah & jarum suntik tercemar. Plasmodium dapat melintas placenta  infeksi kongenital. P. vivax paling banyak di dunia. P. malariae ada di daerah tropis & temperat tetapi agak jarang. P. ovale > sering di Afrika. P. falciparum menyebab kasus yg paling gawat (& khususnya balita), hanya di daerah tropis & subtropis. Pada umumnya, resiko infeksi lebih kecil di daerah perkotaan (urban) dibanding daerah perdesaan (rural). Imunitas yg timbul sementara & tidak lengkap. Tambah infeksi, > kebal. Kalau exit daerahnya, daya imunnya . Masa inkubasi: Malaria P. falciparum: 8 – 15 hari, Malaria P. vivax: 10 – 15 hari, Malaria P. malariae: 30 – 40 hari P. vivax & P. ovale dpt bertahan / tidur di hepatosit berbulan-bulan / tahun-tahun sbg hypnozoite / dormant. Siklus hidup P. falciparum (dari Ikhtisar Penyakit Anak, Ed. 6, Jilid 1, hal. 130)

Gambaran Klinis: Gejala timbul ketika merozoite lepas dari eritrosit yg lisis / pecah. A. Pada permulaan malaria, gejalanya mirip sindroma “flu”, dgn febris yg blm mempola, nyeri kepala, myalgia. B. Pola Gejala Malaria klasik: Serangan mulai dgn 1. Menggigil & rasa dingin (15 menit) lalu, 2. Febris tinggi, gelisah, nyeri pd mata, sakit kepala, muntah, sakit sendi / tulang & iritibel (~2 jam), kmdn 3. Berkeringat, rasa paya & ngantuk (~1 jam). Serangan terjadi pada Malaria P. malariae selang 72 jam (quartana), pada Malaria P. vivax selang 48 jam (tertiana) & pada Malaria P. falciparum selang 24 – 36 jam (subtertiana). C. Gejala pada Anak: Salah satu wujud malaria neonatus ialah jaundis sesudah umur 1–2 bulan serta gagal bertumbuh / failure to thrive. Infeksi primer: Febris naik turun, lemah, iritibel, pusing, muntah, diare, kejang febris. Mudah infeksi bakteri 2er. Anak lbh tua mengeluh nyeri kepala & perut. Tkdg timbul menggigil & batuk. Hypoglycemia mgkn terjadi (Kinin?) D. Sindroma Gejala dari Malaria P. falsiparum disebab sekwestrasi parasit di peredaran kapilari dlm yg hampat sirkulasi sampai faal organ-organ lemah / gagal. Sangat berisiko bagi wanita hamilfatal pada janin & ibunya 1. Hemolysis moderat sampai gawat dan timbul segera  fatal. 20% kasus malaria di Afrika perlu transfusi. 2. Edema Paru-paru: makin sesak & stupor, sulit diatasi, sering fatal 3. Disenteri: Muntah berak yang berat, lebih sering terjadi pada bayi & anak kecil. 4. Gagal Ginjal: karena nekrosis tubular akut. Tkdg serta “Black Water Fever”, hemoglobinuria ssdh hemolysis yg hebat. Lebih sering terjadi pd org yg rentan / non-imun, yg berjalanan di daerah endemik. (<G6PD:Quinine?) 5. Gagal Peredaran Darah: lebih sering terjadi pd anak besar, hypothermia & gagal kelenjar adrenal, syok. 6. Hypoglycemia &/atau Sepsis bakteri pada pasien yang tiba-tiba memburuk harus dicuriga. 7. Malaria Serebral: lebih sering terjadi pada anak kecil. Mulai dgn febris naik turun dan tidak enak badan. Kemudian: kejang-kejang, tanda tekanan interkranial tinggi, gelisah, tkdg kaku kuduk  stupor, koma & mati. Hasil Likor Spinalis: sel putih ~20, protien ~50, tekanan niak. Prog: 10–40% mati & 2,5–10% kmplks nurologis E. Sindroma Gejala dari Malaria P. malariae 1. “Splenomegali Tropis”: serta anemia hemolitik.& hepatomegali. Ruptura lien/splen jarang terjadi. 2. Nefrosis: edema & protienuria karena komplex imun melekat pada jaringan ginjal, smp status nefritis progresif. 3. Malaria Kongenital: mirip sepsis neonatus: anorexia, gelisah, apatis, febris & tkdg jaundis. Bersambung: Laborat

Laborat: Halaman 2: Malaria pada Anak 1. Hapusan darah tebal dgn sten Field atau sten Geimmsa. Plasmodium dpt ditemukan pd hapusan titis dgn sten Wright. 2. Analisis Quantitative Buffy Coat (QBC) berhasil & sensitif, tetapi perlu banyak kasus dites sekaligus & terlalu mahal. 3. Tes ParaSight-F mendeteksi P. falciparum Histidine Rich Protien 2 (PfHRP2) dari fase asexual,memakai dipstick. Cepat & spesifik utk P. falsiparum, ttp tetap pos 14 hari ssdh Rx efektif. False pos dgn psn Faktor Rheumatoid pos* 4. Tes Malapac ICT juga mendeteksi PfHRP2 dari P. falsiparum dgn memakai kartu. Lebih cepat, lebih muda dikerjakan (tetapi lebih mahal) daripada Tes ParaSight-F. Juga tetap positif 14 hari ssdh Rx efektif. 5. Tes OptiMAL 1 Assay (Flow Inc.) mendeteksi 4 jenis Plasmodium dgn mengenali parasite lactate dehydrogenase (pLDH) yg diproduksi oleh parasit yg hidup. Maka berguna untuk mengetahui apakah Rx efektif atau tidak & dapat mendeteksi timbulnya resistansi terhadap Rx.. Tes ini juga memakai sistem dipstick, & muda dikerjakan.
* Faktor Rheumatoid bisa positif pada: artritis rheumatoid, lupus eritematosis, sindroma Sjogren, hepatitis virus, AIDs, mononucleosis, malaria, schistosomiasis, filariasis, leprosy, tuberkulosis, syphilis, neoplasm & 5% orang yg sehat!

Diagnosa Banding: 1. Demam Tifoid / Demam Enterik 4. Anemia Hemolytik lain 7. Sindroma Influenza 2. Sepsis neonatus 5. Encefalitis / Meningitis 8. Pneumonia 3. Syok Sepsis dgn D.I.C. 6. Nefritis / Nefrosis Pengobatan: 1. Penatalaksanaan suportif sangat penting: kontrol suhu badan, gizi, keseimbangan elektrosit serum, faal ginjal, anemia, kejang-kejang, pernafasan (oksejen), tekanan darah, dll 2. Antibiotika: Dosis dewasa Dosis anak-anak .
Untuk semua Plasmodium yang tidak resistan terhadap chloroquine

Chloroquine Phosphate PO
(aman utk wanita hamil)

Quinidine gluconate IV
(monitor EKG & hipotensi) atau

1 gm, 6 jam kemudian 500mg, & 500 mg pada jam 24 & jam 48 10 mg/kg (mx 600) IV dlm 2 jam. Kmdn 0,02 mg/kg/mnt tts IV kontinu sampai psn bisa minum Rx 600 mg dlm 300 mL NS IV dlm 2-4 jam Kmdn setiap 8 jam sampai psn bisa minum Rx. Max: 1800 mg/hari

16 mg/kg (Max: 1g), 6 jam kemudian 8mg/kg (Max: 500mg) & 8mg/kg pd jam 24 & jam 48  Sama dengan dosis dewasa 25 mg/kg/hari: dibagi setiap 8 jam dlm NS (2mg/mL) dalam 2-4 jam sampai psn bisa minum Rx. Max: 1800 mg/hari . 25 mg/kg sekaligus (Max 1.250 mg) 25 mg/kg/hari dibagi 3 slm 7 hari < 5 kg & > 2 bln: ¼ tablet sekaligus 5-10 kg: ½ tablet sekaligus 11-20 kg: 1 tablet sekaligus 21-30 kg: 1½ tablet sekaligus 31-45 kg: 2 tablet sekaligus > 45 kg: 3 tablet sekaligus 5 mg/kg/hari dibagi 4 slm 7 hari (max 1 g/h) 20 – 40 mg/kg/hari dibagi 3, slm 3 hari Sama seperti di atas

Quinine dihydrochloride IV
(monitor EKG & hipotensi)

Untuk P. Falsiparum (dll!) di daerah resistan terhadap chloroquine

Mefloquine hydrochoride PO (satu obat*) 1.250 mg sekaligus
atau

Quinine Sulfate PO
plus

650 mg 3X/hari slm 7 hari 3 tablet sekaligus

Pyrimethamine-sulfadoxine PO (Fansidar) (Kontraindikasi: a. Yang beralergi Rx sulfa b. Bayi < 2 bulan c. Yang hamil > 6 bulan)
atau

Tetracycline PO
atau

250 mg 4X/hari slm 7 hari 900 mg 3X/hari slm 5 hari Sama seperti di atas

Clindamycin PO Quinidine gluconate IV
(monitor EKG & hipotensi)

 * Pada jurnal Lancet: 1999, Vol 353: pp 1965-1967, dianjurkan 2Rx: Chloroquine atau Fansidar plus Artemisinin .

Pencegahan:
A. Mencegah gigitan nyamuk: Kelambu & sprei tempat-tidur diRx insektisida Permethrin & pakai penolak serangga DEET. B. Mencegah relaps P. vivax. “Radical cure” membasmi Plasmodium di hepatosit. Dimulai pd wkt dosis terakhir Chloroquine: Primaquine Phosphate 26,3 mg/ hari slm 14 hari 0,3 mg/kg/hari selama 14 hari atau 79mg/minggu slm 8 mgg Max: 26,3 mg/hari . C. Mencegah infeksi: Mefloquine (daerah resistan) 1 tablet 250 mg PO sekali seminggu < 15 kg: 5 mg/kg / minggu (Aman untuk wanita hamil) 15-29 kg: ¼ tablet / minggu 20-30 kg: ½ tablet / minggu 31-45 kg: ¾ tablet / minggu > 45 kg: 1 tablet / minggu Doxycycline (daerah resistant) 100 mg PO per hari Berumur > 8 tahun, 2mg/kg/hari, Max 100mg < 2 thn: 50 mg/hari 2-6 thn: 100 mg/hari 7-10 thn: 150 mg/hari > 10 thn: 200 mg/hari Chloroquine (daerah tidak resistan) 500 mg PO per minggu 8,3 mg/kg PO per minggu, Max 300 mg . Vaksin: Blm berhasil dari banyak proyek. Pd tgl 3 Juni 1999, Bill Gates ( Microsoft) sumbangkan $50 million utk risert! Sumber: Pediatrics in Review Vol 14, no 3: 95-97, Mar 1993, Redbook 1994, AAP. Ed. 23: 310 – 307 Ikhtisar Penyakit Anak Ed. 6, Vol 2: 129 – 131, Suara Pembaruan (koran), 19 September 1996 CDC Travel Info @ //www.cdc.gov/travel/malpreg.htm, Travel & Tropical Medicine Manuel, Ed. 2, 1995: 189-202 Africa Health Journal Vol 20: 16-18, May 1998, Royal Society of Tropical Medicine Vol 92: 33, Jan 1998
(Kontraind: wanita hamil & anak < 8 thn) Proguanil (bersama Chloroquine: sbg alternatif Mefloquine atau Doxycycline. Aman bg yg hamil)

200 mg PO per hari (digabung dgn Chloroquine tetap satu kali per minggu)


				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:4777
posted:9/23/2009
language:Malay
pages:2
kadek adi wiguna kadek adi wiguna
About curious of many medical thing.... but must set up my brain memory....