Docstoc

Gastroenteritis Menular pada Anak

Document Sample
Gastroenteritis Menular pada Anak Powered By Docstoc
					Gastroenteritis Menular Akut pada Anak
Gastroenteritis, inflamasi pada gaster dan usus dengan gejala diare dll, pada anak berwujud dgn 3 presentasi 1. Akut dgn gejala biasanya < 7 hari. 2. Persisten / berkepanjangan > 14 hari, & 3. Kronis/Menahun termasuk Penyakit Crohn & Colitis Ulceratif. Epidemiologi: Biasanya terjadi 3 – 5 kali setahun pada anak. Di daerah yang terkontaminasi tinggi, bisa sampai 25 kali, & mungkin anak itu menderita diare sampai 25% dari tahun itu. Di negara-negara yang sedang berkembang (NSB), insidens diare 25 kali lebih banyak pada bayi yang diberiminum botol/dot daripada bayi yang hanya disusui ibunya. Faktor-faktor yang berhubungan: Kemiskinan, Sumber air yang tercemar, Fasilitas sanitasi (WC) yang tidak bersih, Pendidikan rendah mengenai hal-hal higenis, buta huruf dll. Cara menular bagi semua etiologi ialah via mulut (Feco-oral). Mungkin rotovirus bisa menular via saluran nafas. Di NSB diare persisten (>14 hari) hanya 3 – 11% kasus, namun: 50% moribitias dari diare, & 30-50% mortalitasnya krn ORT (oral rehidration therapy) sdh menjadi kebiasan pd kasus diare akut. Diare persisten merupakan sangat bahaya bagi anak malnutrisi & BB kurang. EAEC (Entero-adherant E. coli) Shigella, Ameba, Giardia, Cryptosporidium, Rotavirus. Perlindungan: 1. Gaster yang asam (pH<4) membasmi mayoritas besar patogen yg ditelan (Shigella kebal terhadap asam) 2. Mobilitas usus kecil cepat membuang banyak patogen. Maka obat anti-mobilitas menyulit GEA bakteri 3. Flora usus biasa bersaingan dgn patogen. Maka antibiotika luas dpt mengundang infeksi 2er: C.difficile Gambaran Klinis Diare dan Patogen yang Berhubungan
Sindroma Diare Enterotokxigenik / Sekretor Gejala: diare berair banyak dan tiada lukosit di tinja . Rx: Bismuth subsalicilate Pepto-Bismol (anti-secretory) Keracunan makanan (toksigenik) Staphylococcus aureus Bacillus cereus Clostridium perfringens Enterotoksigenik Enterotoxigenic E. coli (ETEC) Vibrio cholera Giardia lamblia Cryptosporidium Rotavirus, Norwalk virus & enterovirus GEA VIRUS: . Sindroma Diare Inflamasi / Invasif Gejala: Disenter (kram & darah di tinja), Lukosit & eritrosit (mikroskopis) di tinja Shigella Enteroinvasive E. coli (EIEC) Salmonella Campylobacter Clostridium difficile Entameba histolytica

1. ROTAVIRUS: 33 – 70% diare pd anak < 2 thn yang perlu MRS. 500,000 mati/tahun! Penyebab hanya 10% diare ringan. Inkubasi 1 – 7 hari. Diare banyak, febris, dihidrasi, intoleransi laktos, slm 3-5 h 2. Norwalk virus: Wabah di asrama, tempat rekreasi & berkema, panti asuhan, restoran. Inkubasi 1 – 3 hari. Lebih sering terjadi pada anak sekolah & dewasa drpd balita. Diare berat serta mual/muntah slm 2 hari 3. Enterovirus:
GEA BAKTERI:

Diare sektretor berlangsung lebih lama: 5 – 12 hari, Inkubasi: 8 – 10 hari.

A. Snd. Sekretor: Banyak air di tinja, gejala sistemik (febris, myalgia) tiada, tanda inflamasi usus lokal (tenesmus) tiada. 1. S. aureus & B. cereus: Toksin/racunnya dari bakteri dikonsumsi langsung, maka inkubasi: 1–6 jam. Bukan “infeksi” Berhubungan dgn wabah org yg makan dari masakan yg sama. Banyak muntah. Segera sembuh 2. C. perfringens: Diare berat & kram, dari daging atau ayam yg tercemar, toksin juga diproduksi baksil di usus kecil, Inkubasi 8 – 12 jam. Berlangsung singkat juga biasanya < 3 hari

3. ETEC & V. cholera: Patogen berkembang di usus ttp tdk invasif  hypersekresi dari enterosit di usus, slm 3 – 7 hari, Bisa cepat sekali (4 – 12 jam) dihidrasi berat. Hipokalemia, asidosis, hypoglycemia mudah tjd pd anak. Tidak ada kram abdomen. Gejala sistemik tdk ada asal terus menerima cairan ckp Tinja kolera spt “air cucian beras” keluar spt kran. Inkubasi kolera: < 1 – 3 hari. Rx. tetrasiklin

1

B. Sindroma Infasif: Enteropatogen menyerang enterosit usus  febris, myalgia, arthralgia, iritibel, kram & nyeri abdomen. Tinja positif mukus dan terkadang darah 1. Salmonella (non-typhoidal): Sering pd bayi < 6 bulan, dari susu, telor, daging / ayam yg tercemar. Perlu inokulum besar. Juga menyerang usus ileum distal  sindroma toksigenik. Inkubasi 1 – 1½ hari, berlansung 2 – 3 hari. Febris, muntah, kram abd, terkadang ada darah pd tinja. Rx kasus moderat slm 5 hr dgn TMP-SZL, Ampicillin atau Chloramphenicol. Kalau Demam Enterik & kss berat: slm 10-14 hr. 2. Shigella: penyebab utama disenteri di AS utk anak berumur 6 bln – 10 thn. Perlu inokulum kecil (tahan asam gaster) Gejala mulai seperti diare sekretor 1 – 2 hari, kemudian spt sindroma infasif, febris tinggi, darah di tinja. Sering berhubungan dgn kejang febris (neurotoxin?). Sering dihidrasi. Rx dgn Abx awal mengurangi Sx. 50%. Rx. TMP-SXL BID slm 3 – 5 hari atau Ciprofloxacin 3 – 5 hari (postpuber) 3. Campylobacter: 1/3 kasus sekretor, 2/3 kasus invasif. Penyebab 10 – 15% kasus diare sedunia. Tsrg pd bayi < 1 thn & dewasa muda. Inkubasi 1 – 7 hari. Mulai dgn gejala febris, myalgia & nyeri kepala slm 12 – 24 jm spt “flu”. Lalu kram & diare mukus & tkdg darah. Bisa merupai appendicitis akut krn limfadenitis mesenterik & nyeri abdomen. Obat antimobiliti bisa menyebab komplikasi toksik megakolon & perdarahan kolonik. Sulit dibedakan dari Shigella! Rx: Erithromicin slm 5 hr atau Cipro. slm 3 hr. 4. Clostridium difficile: Kasus nosokomial yg menerima Abx luas, Kolitis dari toksin invasif, diare, kram abdm, febris, nyeri abd bawah, lukositosis pd DL. Dx: Koloskopi  pseudomenbran kolitis. Neonatus muda kena “infeksi”, tp jarang gejalanya. Maka adanya toksin C. difficile di tinja neonatus tidak berarti, kalau bukti pseudomembran tdk tampak. Rx. Stop Abx dulu, diare akan stop. Kl tdk, beri: metronidazole GEA Protozoa: 1. Cryptosporidium: sejenis parasit intraselular, penyebab 5 – 15% kasus diare berat di puskesmas di banyak NSB. Paling berat pd bayi dan anak kecil & psn lemah imun. Dibawa binatang domestik & pets. Diare biasanya tidak berat, tkg spt kolera ringan. Biasanya tidak ada darah atau mukus di tinja. Ada kram, anorexia, malaise & BB turun. Berlangsung 2 hari – 1 bln (rata-rata 2 mgg) Penting pada psn HIV & bisa berat spt kolera &  malnutrisi. Belum ada Rx! 2. Giardia lamblia: Menular via air minum yg tercemar. Perlu inoculum kecil utk  diare pd yg rentan. Masa Incubasi: 1- 4 mgg. Parasit berletak pd selaput lendir usus, jarang invasif. Gejala pelan2 berwujud dlm 5 - 10 h. kembung, kram, mual, diare semi-cair yg tidak banyak atau sering ttp bau sekali. Pd anak tertentu nyeri abdomen tampak keras, BB turun. Sulit dibuktikan di laborat bila tidak ada kista di tinja dari paling sedikit 3 spesimen. Rx. Metronidazole slm 5 – 10 hari. 3. Entameba histolytica: endemik di NSB, M. Inkubasi: ≤ 7h. gejala pd yg rentan bisa sangat keras: colitis berat, banyak BAB, banyak darah, febris, kram & nyeri abdomen yg sangat Psn yg kebal bergejala ringan. Bisa menjadi pengidap / carrier dgn gejala ringan, spt malaise, mudah fatique, anorexia ringan, depresi. Rx. Metronidazole slm 5 – 10 hari. Terkadang komplikasi abses hepar terjadi yg perlu Rx lebih lama Pertanyaan pada kasus Diare Akut 1. Febris, kram, nyeri abdomen, tenesmus? 2. Tinja ada darah 3. Nyeri abdomen merupai appendicitis 4. Banyak kasus makan bersama Inkubasi < 6 jam: Inkubasi > 6 jam: 5. Tinja spt air cucian beras, makan sari laut kurang masak: 6. Baru sakit campak, malnutrisi, AIDS, lemah imun Yang perlu dipertimbangkan: Colitis atau ileitis inflamasi / invasif Shigella, EIEC, Ameba, Patogen invasif lain Campylobakter, Yersinia enterocolitis (AS, Eropa Utara) Staphylococcus aureus, Bacillus cereus Clostridium perfringens Vibrio cholera Salmonella, Cryptosporidium, rotavirus

2

Periksaan Feces: 1. Ada Darah 2. Ada eritrosit, lukosit pd psn diare > 3 hari, BB turun 3. Ada eritrosit saja pd psn diare > 3 hari, BB turun 4. Ada Parasit atau kistanya 5. Ada toksin C. difficile pd psn yg terima Abx luas neonatus: bayi dll: Shigella, EIEC, Ameba, Patogen invasif lain Shigella, EHEC, EIEC E. histolyitica Giardia, Amoeba, Cryptosporidium dll Mungkin tidak berarti tanpa tanda pseudomembran usus Cytotoksik colitis dari C. difficile

Penatalaksaan Umum
 Evaluasi & mengoreksi status dihidrasi  Teruskan memberi ASI  Obat anti-hipermobilitas pada umumnya tidak diberi kepada anak. Bahaya pada kasus diare invasif.  Kembali ke diet biasa segera, asal anak mau makan. (“Bland diet” khusus seperti bubur, pisang dll tidak disukai anak dan menghambat selera makan.)  Intoleransi laktos dapat terjadi pada diare rotavirus & diare invasif. Tetapi jarang perlu ganti sementara ke formula non-laktos (dasar soy/kedelai).  Pada kasus diare non-invasif, obat anti-sekretori mungkin menolong:

 Bismuth subsalicilate  Flavonoid: “Dark Chocolate” ☺
Pencegahan Umum GEA  Cuci tangan!  Minum ASI, minimal 6 bulan  Kini ada formula bayi yang mengandung “probiotik” Lactobacillus reuteri seperti yang ada di yogurt.  Cegah makanan terkontaminasi: Anti-Lalat dan lain-lain! Pencegahan GEA: Vaksin Vaksin Salmonella typhi ► Vivotif: Oral, Bakteri hidup, attenunated, Kapsul diminum 2 hari sekali kali 4 ► Typhim Vi: Injeksi 1 kali, antigen polisakeride kapsul Vaksin Vibrio cholera: Injeksi 2 kali bakteri mati, 50% efektif selama 3 – 6 bulan.

☺Vaksin Rotavirus (“Rotashield” 1998 ditarik 1999 karena komplikasi intususepsi.)  RotaTeq (Merck) hidup, PO, pentavalent, bovine (sapi) strain, Phase III 2006, 3 dosis sebelum umur 6 bulan.
Boleh diberi bersama imunasisi lain. Mencegah 74% semua kasus GEA Rotavirus & 98% kasus berat, serta 96% kasus opname.  ROTARIX (Glaxo) hidup PO, monovalent, human strain, 2 dosis, Phase III trials 2006 EVALUASI DEFISIT CAIRAN (* paling penting) GEJALA / TANDA Sensorium* Pengisian Kapilar* Selaput lendir* Air mata (menangis)* Kecepatan Nadi Kecepatan Nafas Tekanan Darah Kekuatan Nadi Turgor kulit Fontanel Mata Keluar air seni Dihidrasi ringan Normal - Iritibel 2 detik Normal Normal Cepat sedikit Normal Normal Normal Normal Normal Normal Kurang Dihidrasi Moderat Lethargi 2 - 4 detik Kurang basah Kurang Cepat Cepat Normal, tetapi Orthostasis Lemah Pelan Cekung Cekung Oliguria Dihidrasi Berat Stupor/ Tidak sadar > 4 detik Kering Tidak ada Sangat cepat Cepat & Hiperpnea Rendah / Tiada Amat lemah / Tidak ada Sangat pelan Sangat cekung Sangat cekung Oliguria / Anuria
3

Perkiraan Kekurangan Cairan
BAYI Berat Badan <10 kg Dihidrasi Ringan Dihidrasi Moderat Dihidrasi Berat 5% atau 50 mL/kg 10% atau 100 mL/kg 15% atau 150 mL/kg ANAK Berat Badan >10 kg 3% atau 30 mL/kg 6% atau 60 mL/kg 9% atau 90 mL/kg

Resusitasi Dihidrasi : ORS (Oral Rehydration Solutions)  Kalau dihidrasi ringan atau moderat & pasien masih sadar & mau minum tanpa muntah, coba ORS.  Kalau muntah (Rotavirus), berilah ORS pelan-pelan dengan sedikit-sedikit: ≈5 cc/ menit.  ORS komersial: ratio glukos : natrium mesti tepat untuk absorpsi natrium dan osmolality rendah (≤ 250)  Minuman “cairan bening” / clear liquids ( jus, Sprite, susu, kuah) tidak tepat karena ratio glukos:natrium tinggi dan osmolality tinggi Resusitasi Dihidrasi : Parenteral Kalau ada dihidrasi berat atau pengisian kapilar >2 detik atau TD kurang, langsung mulai rehidrasi IV atau I O (intraosseous) secara agresif. Asumpsi Isonatremik ● Fase I: 20 – 60 cc / kg BB cair isotonik (NS, RL) cepat sampai perfusi kapilar & TD kuat. ● Fase 2: Mengganti kekurangan plus kebutuhan sehari: Cairan IV 5% Dextrose in 0.45% NaCl.  Dihidrasi berat pada bayi (<10kg) 150cc / kg  Dihidrasi berat pada anak (>10kg) 90cc / kg (Kalium (20 mEq/L KCl) boleh ditambah kalau air seni lancar keluar) ● Fase 2 (lanjutan): Mengganti kekurangan plus kebutuhan sehari Perhitungan kebutuhan cair sehari-hari  BB < 10 kg: 100cc / kg  BB 10 – 20 kg: 1000cc + 50cc / kg > 10 kg  BB > 20 kg: 1500cc + 20cc / kg > 20 kg 50% dari jumlah kekurangan plus kebutuhan sehari diberi dalam 8 jam pertama, 50% dalam 16 jam berikutnya. Dihidrasi Hiponatremik (Na<130 mEq/L) ● Fase I sama dengan Dihidrasi Isonatremik ● Fase II Beri defisit & kebutuhan sehari sebagai Dex5%:0,9%NaCl atau Dex%:0,45%NaCl dengan monitor Na agar naik pelan-pelan.  Kalau Natrium dikoreksi cepat (0,5mEq/L / jam) pasien dapat kena myelinolysis pons bagian tengah.  Kalau pasien mulai kejang-kejang karena hyponatremia, koreksi natrium boleh dicepatkan. Dihidrasi Hipernatremik (Na>150 mEq/L) ● Fase I sama dengan Dihidrasi Isonatremik ● Fase II Koreksi hipernatremia cepat sangat bahaya (edema otak & mati)  Maka Na diturunkan pelan (<10mEq/hari)  Koreksi kekurangan cairan perlu 48 jam.  Beri Dex5% : 0,9%NaCl dengan periksa Na serum setiap 4 jam.  Kalau Na tidak turun 0,5mEq/jam, boleh beri Dex5% : 0,45%NaCl selama 4 jam. Helpful Websites     


Diarrhea: www.emedicine.com/ped/topic583.htm GEA: www.emedicine.com/ped/topic834.htm Dihidrasi: www.emedicine.com/ped/topic556.htm Rotavirus Vaccine: www.rotavirusvaccine.org/vaccine-facts.htm “Dark Chocolate” Treatment of Diarrhea: htmy.webmd.com/content/article/113/110584.htm Vaccines: www.vaccineinformation.org/
4


				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:1920
posted:9/23/2009
language:Indonesian
pages:4
kadek adi wiguna kadek adi wiguna
About curious of many medical thing.... but must set up my brain memory....