Docstoc

Exanthem Virus pada Anak morbilliform & Varicella

Document Sample
Exanthem Virus pada Anak morbilliform & Varicella Powered By Docstoc
					Penyakit Exanthem Virus Morbilliform pada Anak I. Rubeola / Campak / Morbilli / Measles
Etiologi: Virus morbilli adalah sejenis RNA virus dengan hanya satu tipe antigen. Epidemiologi: Menular biasanya dengan kontak lansung dari droplet/titik-titik pernafasan ketika psn batuk/bersin. Terkadang lewat udara atau barang-barang terkontaminasi Pada populasi yang endemik, morbilli biasanya kena balita & anak SD, & hanya beberapa orang masih belum imun/kebal pada umur 20 thn. Komplikasi paling banyak & berat pada bayi < 1 thn Masa inkubasi: 8 – 12 hari (jarak waktu dari saat ekspos dan timbulnya ruam: 14 hari) Masa infektivitas: Mulai 1–2 hari sblm permulaan gejala (3–5 hari sblm ruam) sampai 4 hari ssdh ruamnya tampak. Psn lemah sistem imun bisa > lama. Psn SSPE tidak infeksius. Gejala Klinis 1. Stadium Kataral / Prodrom (2-4 hari): TRIAD: Febris tinggi, Batuk kering, Konjuntivitis dgn fotofobia, serta malaise/lesu, pilek, bersin. Koplik Spot (patonomonis) pada mukosa buccalis, bercak putih pada dasar erithema, terjadi 24 jam sblm exanthema lalu hilang dlm 12-18 jam. (Koplik Spot jauh lebih sering timbul pada ujian FK daripada di mulut pasien!) 2. Stadium Erupsi / Ruam: (5-7 hari): Ruam makul kmdn menjadi makulopapul mulai di airmuka & post. telinga. Kmdn ruam menyebar ke tubuh & lengan & akhirnya ke kaki. Tidak gatal. Trkdng muntah/diare. K.L. post-cx besar. Febris,batuk & konjuntivitis masih ada terus (Atyipcal Measles Sindrome: Cenderung terjadi pada psn yg immmuno-compromised (sistem imunitas lemah) Febris amat tinggi. Pneumonia (+ infiltrat pd Xray Thrx), ruam yg aneh & tidak khas (atau tidak ada ruam), kmdn edema pd tangan & kaki) 3. Stadium Konvolesens: Febris menurun, serta gejala lain.Ruamnya luntur & srng menjadi hyperpigmentasi.

Diagnosa Banding: 1. Rubella / German Measles: Gejala lebih ringan selama 3 hari, pembesaran K.L. occiputal & postaurikul (lama) Tidak ada: konjuntivititis, febris tinggi, Koplik spot, hyperpigmentasi konvolesent. 2. Roseola / Exanthema subitum: Febris amat tinggi tanpa batuk/konjuntivitis. Febris mereda lalu ruam keluar, mulai pada badan lalu menyebar centrifugal tanpa exfoliasi atau hyperpigmentasi 3. Exanthema enterovirus: Gejala-gejala non-khas: febris, ISPA, stomatitis, GEA c N/V, meningitis 4. Scarlet Fever: Sejenis infeksi Streptokokus Gol A (GAS) dgn exotoxin erithrogenik. Biasanya bersama faringitis. Kulit merah & kasar (spt kertas gosok) mulai di bagian anggota flexor & menyebar dlm 24 jam ke tubuh, kmdn exfoliasi. Lidah merah sekali spt buah Arbei (Strawberry tongue) KU bisa toksis sekali. Kini penyakit ini jarang. Rx. Abx untuk G.A. Strep. 5. Ruam Ampicillin: makulo-papular, timbul pd psn tertentu (ideosinkratis) yg sdng minum Ampicillin. Bukan allergi Komplikasi: 1. Otitis media 2. Pneumonia, dari virus morbilli atau bakteri sekunder, sangat bahaya pada anak yang malnutrisi (Cf. #4 dibawah) Kemungkinan TBC perlu diingat karena sering kali tes mantou menjadi neg ssdh infeksi mobilli. 3. Diare dan/atau Bronkitis terus-menurus, lebih sering pada anak malnutrisi yg berumur < 2 thn. 4. Ulcera pada kornea mata pada pasien yang kekurangan Vit A (Cf Pengobatan #1!) 5. Enkefalitis (1:1000) permulaan pelan-pelan, febrisnya mulai naik lagi & kesadaran menurun pd stadium 3 (ruam mulai luntur.) Koma mgkn berlangsung berbulan-bulan. Prognos: buruk >50% mati atau tercacat neurologis. 6. Black Measles: Perdarahan pada kulit, mulut dan Saluran Pencenernaan. 7. Kematian 5-25% pada negara-negara “masih berkembang”, 3 :1000 kasus di USA mati. A. Malnutrisi: pada anak yg berberat badan < 50%. (BB 90%N: 10% mati, BB 55%N: hampir 50% mati) B. Faktor: kepadatan lingkungan (overcrowding) & kalau kasusnya kedua (atau >) dlm rumah.(bkn index) 7. Subacute sclerosing panencephalitis (SSPE) (1:100.000) disebabkan infeksi kronis dr virusnya, Bisa terjadi 10 tahun sesudah kasus morbilli. Mula-mula ditandai dengan kelainan kepribadian, kemunduran di sekolah, ataxia sering terjatuh, kejang-kejang (seizures) & koma, anoxia dan kematian. Sejak vaksin campak, jarang terjadi Dx: titer antibodi morbilli sangat tinggi di serum & liquor spinalis. Rx: supportif Pengobatan 1. VITAMIN A!! Dosis: 100.000U <12 bln, 200.000U > 12 bln. Bagi anak dengan tanda kekurangan Vit A pd mata, (yaitu: buta senja, Bitot’s Spots: bercak putih keabuan pd konjuntiva bulbar dekat kornea, xerophthalmia) dosisnya diulang esok harinya dan 4 minggu kemudian. Mampu mengurangi angka mortalitas & morbiditas dengan berarti. 2. Hidrasi pada anak yang kurang cairan, dan Abx bila ada infeksi bakteri sekunder 3. Nutrisi yang memadai dengan tambahan vitamin-vitamin. 4. Pengobatan simtomatis (paracetamol, antitussif, dll)  Pencegahan: MVV

Exanthem Virus pd Anak hal 2

Pencegahan: MVV Measles Virus Vaccine, Virus attenuated,hidup, dibiakkan pada sel-sel embryo ayam, kmdn di-lyophilize agar lebih tahan hangat. Kalau diberi pd reseptor yg berumur 15 bulan, 95% mengembangkan antibodi sesudah dosis tunggal Disimpan pada 2 – 8 derajat Celsius, namun tidak dirusak kalau dibeku (frozen). Vaksin perlu dilindung dari sinar UV, lebih-lebih kalau sdh diaktivate. Dini biasanya di AS diberi dengan kombinasi vaksin Rubella dan Mumps (Parotitis): MMR pd reseptor yg berumur 12-15 bulan kmdn booster pd umur 4-6 thn (masuk TK/SD) atau 11-12 thn (masuk SMP) Di negara-negara berkembang dimana anak yg belum berumur 1 tahun srng menderita morbilli, MVV sendiri diberi kepada bayi yg berumur kira-kira 9-10 bulan. Reaksi pd reseptor: Febris 7-12 hari kmdn (5-15% >39.4 derajat C) selama 1-5 hr. Anafilaksis sngt jarang Kontraindikasi untuk menerima MVV a. Hamil b. Telah menerima Imune Globulin < 3 bln lalu. c. Psn lemah sistem imun (Rx kanker, steroid) Namun psn yg HIV seropositif (aktif atau non-aktif) dianjurkan untuk menerima MVV. d. Febris tinggi (penyakit non-febris atau febris <38 derajat Celsius bukan kontraindikasi)

II. Rubella / German Measles
Etiologi: RNA virus Epidemiology: Manusia saja sumber infeksi. Menular via kontak langsung atau droplet titik-titik dari nasofaring. Masa Inkubasi: 14 – 21 hari (biasanya ~ 16) Masa Infektiviti: 7 hari sebelum dan 14 hari sesudah ruamnya timbul. Paling mudah menular: beberapa hari sebelum dan sesudah ruamnya. Kira-kira 10-20% bayi Rubella kongenital masih positif virus hidup umur 6 bln. Gambaran Klinis (25% - 30% kasus tanpa gejala / asymptomatic) A. Postnatal: Febris ringan, ruam makulo-papular slm 3 hari, adenopati umum ttp paling tampak di Kelenjar Limp subocciput, postaurikular dan leher. Terkadang ada polyarthralgia/arthritis transien pd remaja & dewasa B. Kongenital: Trimester pertama: 80% akibat berat. Pada minggu ke13-14: 67%, Pada minggu ke26: 25% 1. Mata: katarak, mikroftalmia, glaukoma, korioretinitis 2. Jantung: PDA, Stenosis arteri pulnomaris periferalis, ASD, VSD 3. Neurologik: Tuli, Mikrokefali, meningoenkefalitis, retardasi mental 4. Lain-lain: Retardasi pertumbuhan, hepato-splenomegali, thrombositopeni, jaundis, penyakit tulang translusen, kelainan kulit (blue-berry muffin lesions) Komplikasi Kasus postnatal: Enkefalitis 1: 10.000, Thrombositopeni terkadang, Athritis transien pd remaja perump. Pengobatan: untuk gejala saja. Pencegahan: Vaksin hidup kepada semua anak > 15 bln dengan kombinasi MMR (Di Eropa remaja perumpuan) Kontraindikasi sama dengan yg sudah diberi untuk vaksin Measles di atas. HIV+ boleh menerimanya. Antibodi terhadap Rubella tidak memberi pelindungan terhadap Virus Measles/Campak.

III. Human Herpesvirus 6 / Roseola / Exanthama Subitum / Sixth Disease
Etiologi: Virus dgn genome DNA, double stranded. Epidemiologi: Manusia saja yg membawanya, Kemungkinan besar menular via titik-titik pernafasan dari pengidap. Paling sering terjadi pada anak yg berumur diantara 6 – 24 bln. Jarang sekali pd anak > 4 thn. Di populasi yang endemik, hampir semua orang > 4 thn adalah seropositif. Gambaran Klinik: Febris tinggi ~ 3-7 hari tanpa tanda lokal. 10% kejang febris Sesudah febrisnya mereda, keluar ruam, makulo-papular selama beberapa jam atau hari. Virus ini dapat “hibernate” kmdn menjadi aktif lagi tahun-tahun kelak, psn lemah imun. Belum ada pengertian sempurna tentang spektrum infeksi virus yg “baru” ini. Pengobatan: Gejala saja, Paracetamol, Valium untuk kejang-kejang. Pencegahan: Tidak ada. Antibodi terhadap HHV-6 tidak memberi perlindungan terhadap Virus Measles/Campak. Sumber: Pediatrics in Review Vol 17, No. 4, (April 1996) hal. 120-125, & Vol 19 No. 2, (February 1998) hal 70-71 1994 Redbook APP, hal 272-273, 406-412, 309-323 Catatan Kuliah Ilmu Kesehatan Anak , FK, U. Airlangga vol 2, hal 337-343 Diktat Kuliah Ilmu Kesehatan Anak 5, FK, U. Airlangga, hal 130-139

Penyakit Varicella-Zoster pada Anak
(Chicken* Pox, Cacar Air, Cangkrang, Zoster) Etiologi: sejenis alpha-herpes virus, genome DNA double stranded, viremia primer & sekunder kmdn keadaan latent di syaraf ganglia sensor. Dari ganglia itu dapat diaktifkan kembali menimbulkan kasus “shingles”/zoster. Epidemiologi: Manusia saja membawanya, * Jican (Bhs Inggris kuno) = gatal / itch Sangat mudah menular via kontak langsung dan via droplet dari luka atau titk-titik pernafasan. Penyakit ini dapat diderita semua orang namun cendererung pada anak < 10 tahun umurnya. Lebih berat pada anak yg menerimanya dari orang lain di rumah drpd kasus indexnya. Juga lebih berat primar (varicella) atau sekunder (zoster) pada orang yang lemah kekebalan (immunocompromised), pasien yang berumur < 1 thn, orang remaja, orang yang minum steriod. Kebebalan aktif alami seumur hidup. Masa inkubasi: 10 – 21 hari (biasanya diantara 14-16 hari) Masa infektiviti: 2 hari sebelum dan sampai 5 hari sesudah timbulnya ruamnya. Lesi basah. Gambaran Klinis Varicella: 1. Stadium Prodroma: (1-2 hari) Febris sedang (tidak tinggi), malaise/lesu, anoreksia/tak mau makan 2. Stadium Erupsi: A. Makula (erithema, morbilliform) menjadi papula yang menjadi vesikula (dew drop on a rose petal) kmdn menjadi pustula (terisi nanah) lalu pecah menjadi keropeng yang terlepas dalam waktu 1 minggu. Gatal! B. Erupsi ini mulai centripedal di tubuh (dada & punggung) kmdn menyebar secara centrifugal dalam 3 –4 hari sampai tersebar ke seluruh tubuh termasuk kulit kepala. C. Yang khas ialah erupsi ini terjadi pada gerombolan-gerombolan sampai pada suatu saat beberapa stadia (makula, papula, vesikula, pustula) dapat ditemukan. Kenaikan febris sering mendahului gerombolan baru. 3. Stadium Konvolesens: Febris mereda. Lesi menjadi kering & keropeng mulai lepas. Bekasnya hypopigmentasi Gambaran Klinis Prenatal: 1. 2% bayi lahir dari ibu yang menderita varicella pada trimester pertama atau kedua. 2. Sindroma Varicella Kongenital: tubuh kecil, bekas-bekas pada kulit, hypoplasia anggota badan, mikrokefali, Atrofi korteks otak, chorioretinitis, katarat mata. Gambaran Klinis Perinatal: 1. Pada bayi lahir dari ibu yg mulai ruam varicella 0 – 4 hari sebelum persalinan, 30% dilaporkan mati. 2. Dengan memberi Varicella Zoster Immune Globulin (VZIG) prognosis bayi ini sangat lebih baik. Gambaran Klinis pada Pasien Lemah Imunitas (Immunocompromised) 1. Pasien lukemia yang diobati dengan Rx imunosupresant. Juga psn yang diRx steroid (nephrosis, meningitis TB) 2. 20% psn lukemia kena “varicella progresif”: febris tinggi (>40 C), lesi yang lebih dalam, lebih lama & lebih luas, termasuk telapak tangan & kaki, viremia lebih sulit diatasi sampai organ-organ dalam: paru-paru, hati, CNS Gambaran Klinis Zoster / Shingles Rx kortikosteriod mengundang aktivasi virus VZ. Psn perlu tahu tanda-tandanya 1. Reaktivasi virus dari ganglia sensorium. Reaktivasi virus VZ biasanya hanya satu kali. (H. simplex berkali-kali) 2 Insidens bertambah dengan umur (imunitas sel-mediated melemah) nmn dpt terjadi pd bayi < 1 thn. (prenatal V.) 3. Lebih muda menderita Varicella lebih besar kemungkinan akan menderita zoster kelak 4. Distribusi pada 1 – 3 dermatone (unlateral) dengan vesikula, gatal dan mungkin nyeri (neuralgia berat jarang pada anak) 50% anak kena thorax. Pd anak lesi berlansung 3 – 4 minggu kmdn kering tanpa gejala lanjuntan/kronis. 5. Sel-sel ganglion tersebut dirusak oleh aktivasi ini. Paling bahaya pd mata Buta, harus diRx Acyclovir PO segera Diagnosa Banding 1. Impetigo Streptokokus: Sering menjadi komplikasi pada Varicella! Timbul & terbenuk keropengnya lebih cepat. 2. Scabies: tiada gejala umum, sangat gatal (lebih pd malam), timbul di “burrows” di inguina, di jari-jari. “asrama” Komplikasi 1. Superinfeksi (infeksi diatas infeksi) Bakteri: Impetigo strep & staph, cellulitis, necrotizing fasciitis (Na & Ca <) 2. Bisul tersembunyi dgn febris baru, retropharyngeal abcess, (Rupanya virus VZ melemahkan sistem imun thd bak.) 3. Ataxia Cerebellar: 1:4000 pada psn < 15 thn. Prognose baik. 4. Enkefalitis: 2:100.000, mulai pada hari ke7-ke10 dgn 2 presentasi (infeksi langsung atau hypersensitiviti post inf.) A. Permulaan pelan, lethargy, ataxia, encefalopati B. Akut: Febris tinggi, kejang-kejang, paralysis, mortalitas: 5 – 10% 5. Pneumonia lebih sering terjadi pada dewasa atau psn lemah imunitas 6. Varicella Hemorrhagica: purpura, thrombositopeni, berbahaya 7. Sindroma Reye: Muntah-muntah, status mental menurun, berasosiasi dengan Rx Aspirin/ASA Pengobatan: Acylovir untuk remaja & dewasa, Zoster, psn lemah imunitas: 80 mg/kg/hari PO dibagi 5 x 5-7 hari Untuk kasus pneumonia atau enkefalitis: 30 mg/kg/hr IV dibagi 3 x 7-10 hari Pengobatan simptomatis, paracetamol, sabun antiseptik, mandi dingin, mandi oatmeal/havermot! Pencegahan: 1. VZIG: Kalau ada eksposur thdp virus VZ: psn lemah imun, yg hamil, neonatus dari ibu yg kena, 2. Live attenuated varicella vaccine, semua anak 12-18 bulan, anak < 13 thn (1 dos), >13 thn (2 dos) Kontraindikasi: Lemah imun, lukemia, HIV+, Rx steroid (kecuali semprotan), Rx imunosupresif, hamil Sumber: Pediatrics in Review Vol 19, no. 2, Feb 1998, hal 62 – 67; 2000 Redbook, APP hal. 624 – 638


				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:2914
posted:9/23/2009
language:Malay
pages:3
kadek adi wiguna kadek adi wiguna
About curious of many medical thing.... but must set up my brain memory....