Docstoc

Rekam Medik - Rev. Mar' 07

Document Sample
Rekam Medik - Rev. Mar' 07 Powered By Docstoc
					        PEDOMAN SURVEI AKREDITASI RUMAH SAKIT
                  PEDOMAN KHUSUS

                            REKAM MEDIK
STANDARD 1. FALSAFAH DAN TUJUAN

       Rumah sakit harus menyelenggarakan rekam medis yang merupakan bukti
       tentang proses pelayanan medis kepada pasien.

S.1.P.1. Rekam Medis untuk setiap       pasien dibuat sesuai Buku Pedoman
         Penyelenggaraan Rekam Medis (BPPRM).
Skor     :
 0       =    Tidak ada BPPRM
  1      =    Ada BPPRM, edisi lama; tidak lengkap
  2      =    Ada BPPRM, edisi lama; lengkap
  3      =    Ada BPPRM, edisi baru; tidak lengkap
  4      =    Ada BPPRM, edisi baru; lengkap
  5      =    Ada BPPRM, edisi baru; lengkap; Telah diadakan sosialisasi kepada
              unit terkait.
D.O.          Penyusunan dan penetapan BPPRM harus mengacu pada Buku
              Petunjuk Penyelenggaraan Rekam Medis/Medical Record Rumah
              Sakit yang ditetapkan oleh Departemen Kesehatan pada bulan Januari
              1997.
              Rekam medis sangat dibutuhkan untuk mendukung pendidikan dan
              penelitian dan juga menjadi instrumen penting dalam menangani
              masalah mediko-legal yang mungkin terjadi di rumah sakit.
              BPPRM diberlakukan selama 2 (dua) tahun dan harus selalu
              diperbaharui melalui penetapan tertulis dari direktur rumah sakit.
              Yang dimaksud dengan “edisi baru” ialah jika BPPRM masih berlaku
              didalam kurun waktu 2 (dua) tahun sejak tanggal terakhir BPPRM
              ditetapkan.
              Yang diartikan dengan “lengkap” jika BPPRM memuat, (1) keputusan
              direktur rumah sakit, (2) Pedoman Penyelenggaraan Rekam Medis,
              (3) semua formulir isian yang digunakan di rumah sakit, (4) semua
              Juklak/SOP yang berlaku, (5) struktur organisasi unit kerja rekam
              medis, (6) keputusan direktur tentang pembentukan Komite/Sub
              Komite/Panitia Rekam Medis.
              BPPRM dapat dibagi menjadi 2 (dua) atau 3 (tiga) buku. Misalnya
              Buku I memuat keputusan direktur tentang berlakunya BPPRM,
              Pedoman Penyelenggaraan Rekam Medis, keputusan direktur tentang
              pembentukan Komite/Sub Komite/Panitia Rekam Medis, struktur
              organisasi unit kerja rekam medis. Sedang, Buku II memuat
              keputusan direktur tentang berlakunya BPPRM, semua formulir dan
              Juklak/SOP.
              Yang dimaksud dengan “sosialisasi” adalah penjelasan kepada unit
              kerja terkait agar dipahami secara garis besar isi BPPRM.




                                                                            109
C.P. :   D=    Buku Pedoman Penyelenggaraan Rekam Medis terkini / baru.
         O =   -
         W = -

Skor



Catatan /keterangan :




                                                                          110
STANDARD 2. ADMINISTRASI DAN PENGELOLAAN

S.2.P.1. Ada unit kerja dalam struktur organisasi rumah sakit dibentuk untuk
         mengelola penyelenggaraan rekam medis (RM).
Skor        :
 0          =   Tidak ada unit kerja rekam medis untuk mengelola penyelenggaraan RM.
  1         =   Ada unit kerja RM yang berfungsi rangkap melaksanakan kegiatan lain.
  2         =   Ada unit kerja RM berfungsi terbatas.
  3         =   Ada unit kerja RM berfungsi memadai.
  4         =   Ada unit kerja RM berfungsi hampir optimal.
  5         =   Ada unit kerja RM berfungsi optimal.

D.O.    :       Yang dimaksud dengan :
                a. “berfungsi terbatas” jika tidak ada yang ditetapkan sebagai kepala unit
                   kerja RM dengan jumlah pegawai 50 % dari jumlah yang dibutuhkan.
                b. “berfungsi memadai” jika sudah ada kepala unit kerja yang ditetapkan
                   dan memenuhi syarat kualifikasi jabatan. Pegawai yang tersedia
                   berjumlah 50% - 75 % dari jumlah yang dibutuhkan.
                c. “berfungsi hampir optimal” jika sudah ada kepala unit kerja yang
                   ditetapkan dan memenuhi syarat kualifikasi jabatan. Pegawai yang
                   tersedia berjumlah 75%-90% dari jumlah yang dibutuhkan.
                d. “berfungsi optimal” jika sudah ada kepala unit kerja yang ditetapkan dan
                   memenuhi syarat kualifikasi jabatan. Pegawai yang tersedia berjumlah
                   100% dari jumlah yang dibutuhkan.
                Yang dimaksud dengan kualifikasi jabatan kepala unit kerja rekam medis
                adalah minimal lulus pendidikan formal D-3 Rekam Medis.
                Direktur rumah sakit harus menetapkan secara tertulis Pola Ketenagaan di
                unit kerja rekam medis untuk menentukan kebutuhan pergawai berikut
                dengan kualifikasinya berdasar beban kerja atau metoda lain.
                Yang dimaksud dengan “berfungsi” adalah apabila unit kerja rekam medis
                mempunyai program kerja, jadwal kegiatan untuk melaksanakan program
                kerja, adanya laporan kegiatan yang disampaikan secara berkala dan adanya
                pertemuan berkala dari pegawai.




                                                                                       111
C.P. :   D=    Struktur organisasi RS, bagan organisasi unit R.M, uraian tugas,
               SK Pengangkatan Ka unit RM, Ijazah/sertifikat, program kerja, jadwal
               kegiatan, kegiatan pertemuan, laporan pelaksanaan program kerja
         O =   Unit kerja RM
         W =   Direksi, Kepala unit kerja R.M

Skor


Catatan /keterangan :




                                                                               112
S.2.P.2. Komite / Sub Komite / Panitia Rekam Medik harus dibentuk untuk melakukan
         monitoring dan evaluasi penyelenggaraan rekam medis di rumah sakit.

Skor         :
 0           =   Tidak ada Komite Rekam Medik (KRM).
  1          =   Ada KRM, ditetapkan oleh direktur rumah sakit; KRM belum
                 berfungsi.
  2          =   Ada KRM, belum ditetapkan oleh direktur rumah sakit; KRM sudah
                 berfungsi terbatas.
  3          =   Ada KRM, sudah ditetapkan direktur rumah sakit; KRM sudah
                 berfungsi memadai.
  4          =   Ada KRM, sudah ditetapkan direktur rumah sakit; KRM sudah
                 berfungsi penuh.
  5          =   Ada KRM, sudah ditetapkan direktur rumah sakit; KRM sudah
                 berfungsi penuh serta menjadi rujukan penyelenggaraan rekam medis
                 bagi rumah sakit lain.

D.O.     :       Yang dimaksud dengan :
                  a. “berfungsi terbatas” jika KRM hanya menyelenggarakan
                     pertemuan 1 (satu) kali dalam tiga bulan terakhir dan KRM tidak
                     mempunyai program kerja.
                  b. “berfungsi memadai” jika KRM menyelenggarakan pertemuan 2
                     (dua) kali dalam tiga bulan terakhir dan KRM tidak mempunyai
                     program kerja.
                  c. “berfungsi penuh” jika KRM menyelenggarakan pertemuan
                     secara teratur 2 (dua) kali setiap bulan dan KRM sudah
                     mempunyai program kerja.
                  d. “rujukan” adalah jika KRM dapat memberikan saran, petunjuk
                     atau pelatihan bagi petugas rekam medis dari rumah sakit lain.
                 Kepala unit kerja rekam medis harus ditetapkan sebagai sekretaris dari
                 KRM.

C.P. :   D=  SK pembentukan KRM, uraian tugas KRM, program kerja KRM,
             jadwal pertemuan KRM, notulen pertemuan KRM, laporan pertemuan
             di KRM
         O = -
         W = Ketua dan Sekretaris KRM.

Skor


Catatan /keterangan :




                                                                                   113
STANDARD 3. STAF DAN PIMPINAN

       Pelayanan rekam medis diselenggarakan untuk mencapai tujuan pelayanan
       rumah sakit.

S.3.P.1. Tersedia staf dengan jumlah dan kualifikasi sesuai tugas dan fungsinya.

Skor       :
 0         =   Tidak ada unit kerja rekam medis
  1        =   Ada unit kerja rekam medis; tenaga staf tidak ada
  2        =   Ada unit kerja rekam medis; jumlah dan kualifikasi tenaga staf tidak
               memenuhi syarat
  3        =   Ada unit kerja rekam medis; jumlah tenaga memenuhi syarat;
               sebagian besar tenaga belum memenuhi syarat kualifikasi
  4        =   Ada unit kerja rekam medis; jumlah tenaga memenuhi syarat;
               sebagian besar tenaga sudah memenuhi syarat kualifikasi
  5        =   Ada unit kerja rekam medis; jumlah dan kualifikasi staf memenuhi
               syarat.

D.O.       :       Unit kerja rekam medik lihat DO pada S2.P1
                   Pimpinan rumah sakit harus menetapkan tertulis pola ketenagaan
                    di unit kerja rekam medis agar dapat dihitung jumlah tenaga yang
                    harus ada disertai persyaratan kualifikasinya

C.P. :    D=   SK pengangkatan, persyaratan pegawai, uraian tugas, evaluasi
               terhadap jumlah dan kualifikasi staf rekam medis.


         O =   Staf RM
         W = Kepala unit kerja rekam medis, Direksi

Skor



Catatan /keterangan :




                                                                                   114
STANDARD 4. FASILITAS DAN PERALATAN

         Fasilitas dan peralatan yang cukup harus disediakan agar tercapai pelayanan yang
         efisien.

S.4.P.1. Ruang dan fasilitas kerja harus disediakan untuk mendukung pelayanan rekam
         medis di rumah sakit.

Skor          :
 0            =    Tidak ada ruang dan fasilitas kerja yang disediakan.
  1           =    Ruang dan fasilitas kerja yang disediakan digunakan bersama dengan unit
                   kerja lain.
  2           =    Ruang dan fasilitas kerja yang disediakan khusus bagi unit kerja rekam
                   medis tidak mencukupi menampung beban kerja; Ruang penyimpanan
                   berkas RM aktif dan non-aktif tidak dipisahkan.
  3           =    Rang dan fasilitas kerja yang disediakan khusus bagi unit kerja rekam medis
                   tidak mencukupi menampung beban kerja; Ruang penyimpanan berkas RM
                   aktif dan non-aktif sudah terpisah.
  4           =    Ruang dan fasilitas kerja yang disediakan khusus bagi unit kerja rekam
                   medis mencukupi menampung beban kerja; Ruang penyimpanan berkas RM
                   aktif dan non-aktif tidak dipisahkan.
  5           =    Ruang dan fasilitas kerja yang disediakan khusus bagi unit kerja rekam
                   medis mencukupi menampung beban kerja. Ruang penyimpanan berkas RM
                   aktif dan non-aktif sudah terpisah.

D.O.      :           Yang dimaksud dengan fasilitas kerja adalah, antara lain, meja kursi
                       kerja, tempat menyimpan berkas surat-menyurat, telepon, mesin ketik,
                       komputer, papan tulis, tempat istirahat piket petugas rekam medis, jam
                       dinding, kalkulator,dan lain-lain.
                      Yang diartikan dengan ruang kerja “tidak mencukupi menampung beban
                       kerja” adalah jika ruang kerja terlalu kecil untuk menampung kegiatan
                       assembling berkas, coding berkas, tata usaha unit rekam medis,
                       tempat/ruang menyimpan berkas rekam medis aktif. Ketidak cukupan
                       ruang kerja akan mempengaruhi pengaturan alur penanganan berkas
                       rekam medis.
                      Ruang penyimpanan berkas rekam medis aktif dan non-aktif harus
                       terpisah.


C.P. :        D=   Denah ruangan, flow chart penanganan berkas rekam medis
          O =      Ruang RM, rambu-rambu penunjuk arah
          W =      Kepala RM

Skor


Catatan /keterangan :




                                                                                          115
STANDARD 5. KEBIJAKAN DAN PROSEDUR
         Harus ada kebijakan dan prosedur yang tertulis yang mencerminkan pengelolaan unit
         rekam medis untuk menjadi acuan bagi staf rekam medis yang bertugas.

S.5.P.1. Sistem identifikasi pasien ditetapkan dalam Buku Pedoman Penyelenggaraan Rekam
          Medis (BPPRM).

Skor          :
 0            =   Tidak ada sistem identifikasi, tidak ada nomor RM seragam, tidak ada
                  KIUP.
  1           =   Ada sistem identifikasi, tidak ada nomor RM seragam, tidak ada KIUP.
  2           =   Ada sistem identifikasi, tidak ada nomor RM seragam, ada KIUP.
  3           =   Ada sistem identifikasi, tidak ada nomor RM seragam, tidak ada KIUP.
  4           =   Ada sistem identifikasi, ada nomor RM seragam, ada KIUP.
  5           =   Ada sistem identifikasi, ada nomor RM seragam, ada KIUP disertai adanya
                  evaluasi terhadap system identifikasi dan KIUP.

D.O.      :          Yang dimaksud dengan “sistem identifikasi” adalah cara melakukan
                      identifikasi pasien dan identifikasi berkas/dokumen rekam medis.
                      Identifikasi berkas rekam medis ini mutlak diperlukan untuk
                      mempermudah dan mempercepat pencarain berkas rekam medis melalui
                      peng-index-an yang diatur dalam Juklak/SOP.
                     Identifikasi pasien harus dilakukan secara lengkap dan memberikan
                      nomor RM tunggal yaitu pasien memperoleh satu nomor selama
                      menjalani proses pelayanan disemua unit pelayanan di rumah sakit.
                     Identifikasi bayi baru lahir di rumah sakit diberikan dengan cara
                      membuat Cap Kaki Bayi Kanan Kiri, membuat Cap Ibu Jari tangan dari
                      ibunya bayi, pemberian gelang nama kepada bayi
                     Sistem dokumentasi adalah perekaman kegiatan pelayanan yang meliputi
                      penanggung jawab pengisian R.M, ketentuan pengisian R.M, formulir-
                      formulir dan cara pengisian R.M.
                     KIUP adalah Kartu Indeks Utama Pasien. Jika sistem dilakukan dengan
                      komputer, harus ditetapkan dalam BPPRM rumah sakit. Back-up KIUP
                      harus dibuat dengan membuat print-out KIUP secara berkala.
                     Yang dimaksud dengan evaluasi adalah evaluasi terhadap pelaksanaan
                      sistem identifikasi, indeks induk dan sistem dokumentasi lainnya apakah
                      sudah sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan rumah sakit
                     Tindak lanjut adalah tindak lanjut dari hasil evaluasi
C.P. :    D=      BPPRM yang ditetapkan direktur rumah sakit
          O =     Ruang RM, tempat pendaftaran pasien, ruang rawat inap bayi baru lahir
          W =     Kepala ruang rawat inap bersalin.

Skor


Catatan /keterangan :




                                                                                          116
S.5.P.2. Kebijakan tentang Informed Consent (IC), Penggunaan Simbol, Tanda
         Khusus, International Classification of Diseases (ICD) harus ditetapkan
         dalam Buku Pedoman Penyelenggaraan Rekam Medis (BPPRM).

Skor         :
 0           =    Tidak ada kebijakan yang ditetapkan.
  1          =    Kebijakan ditetapkan tidak tertulis.
  2          =    Kebijakan ditetapkan tertulis oleh kepala unit kerja rekam medis.
  3          =    Kebijakan ditetapkan dalam BPPRM, tidak lengkap.
  4          =    Kebijakan ditetapkan dalam BPPRM, lengkap
  5          =    Kebijakan ditetapkan dalam BPPRM, lengkap, disertai adanya evaluasi,
                  rekomendasi dan tindak lanjut oleh Komite/Sub-Komite/Panitia Rekam
                  Medis.

D.O.     :        Yang dimaksud dengan “kebijakan” adalah ketentuan tertulis yang bersifar
                  mengikat dari pimpinan rumah sakit untuk dilaksanakan. Kebijakan tentang
                  IC memuat :
                      1. keharusan dokter memberikan penjelasan sebelum tindakan medik
                          dilakukan
                      2. setelah penjelasan diberikan, keharusan meminta persetujuan pasien
                          atau keluarganya
                      3. keharusan       dokter    yang     memberikan    penjelasan   dan
                          pasien/kleuarganya menanda tangani formulir IC
                      4. keharusan saksi ikut menanda tangani formulir IC.
                  Kebijakan ini harus ditetapkan mengacu pada pedoman yang dimuat dalam :
                      1. Peraturan        Menteri       Kesehatan     RI      Nomor       :
                          585/MENKES/PER/IX/1989 tentang Persetujuan Tindakan Medik.
                      2. Keputusan Direktur Jenderal Pelayanan Medik, Nomor :
                          HK.00.06.3.5.1866 tentang Pedoman Persetujuan Tindakan Medik
                          (Informed Consent) tanggal 21 April 1999.
                  Jenis tindakan medik yang harus disertai dengan IC harus ditetapkan
                  pimpinan rumah sakit berdasarkan usulan dari Komite Medik.
                  Kebijakan ini harus dilaksanakan dengan Petunjuk Pelaksanaan dan SOP
                  yang diperlukan. Evaluasi terhadap pelaksanan ketentuan tentang IC ini
                  harus dibuat harus dibuat secara berkala.
                  ICD yang digunakan adalah ICD ke X .
C.P. :       D=   Edaran Direktur Jenderal Pelayanan Medik,Departemen Kesehatan 1999,
                  SK tentang Informed Consent, Juklak dan SOP, Formulir IC, hasil evaluasi
                  dan tindak lanjut, BPPRM.
         O =
         W =      Kepala ruangan Instalasi / unit kerja rawat inap, Kepala kamar operasi,
                  Kepala unit kerja rekam medik, kepala IGD.

Skor


Catatan /keterangan :




                                                                                       117
S.5.P.3. Rekam medis harus diisi dengan jelas, benar, lengkap dan tepat waktu oleh
         petugas yang berwenang.

Skor         :
 0           =   Tidak ada rekam medis.
  1          =   Rekam medis diisi oleh petugas yang tidak berwenang.
  2          =   Rekam medis, diisi tidak jelas, tidak benar, tidak lengkap dan tidak
                 tepat waktu oleh petugas yang berwenang.
  3          =   Rekam medis, diisi jelas dan benar oleh petugas yang berwenang;
                 tetapi tidak lengkap dan tidak tepat waktu.
  4          =   Rekam medis diisi benar, jelas, lengkap dan tepat waktu oleh petugas
                 yang berwenang.
  5          =   Ada rekam medis, diisi oleh yang berwenang, jelas, benar, lengkap,
                 tepat waktu., telah dilakukan evaluasi dan tindak lanjut terhadap
                 pengisian rekam medis.

D.O.     :        Yang berwenang adalah petugas rekam medis, petugas administrasi
                   pelayanan, petugas pelayanan medis dan keperawatan sesuai
                   dengan uraian tugas masing-masing.
                  Jelas adalah dapat dibaca oleh setiap orang yang berkepentingan.
                  Benar adalah sesuai dengan bukti diri pasien.
                  Lengkap adalah dokumen rekam medis diisi secara lengkap sesuai
                   dengan pedoman tertulis.
                  Tepat waktu adalah penyelesaian/pengisian rekam medis sesuai
                   dengan batas waktu yang telah ditetapkan dalam pedoman tertulis.
                   2 x 24 jam : Rekam Medis kembali dari ruangan ke Rekam Medis
                   14 hari      : selesai di lengkapi di ruang perawatan kemudian
                                  kembali ke unit RM.
                   30 hari      : semua laporan PA selesai untuk disimpan.
                  Pedoman tertulis sesuai D.O, S.1, P.1.


C.P. :   D=      Sampling dokumen rekam medis, agenda/buku penyerahan dokumen
                 rekam medis.
         O =     Penerimaan pasien.
         W = Petugas rekam medis, kepala ruang rawat inap

Skor


Catatan /keterangan :




                                                                                 118
STANDARD 6. PENGEMBANGAN STAF DAN PROGRAM PENDIDIKAN

       Semua staf mempunyai kesempatan untuk mengikuti pendidikan berkelanjutan
       yang berguna untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan.

S.6.P.1. Program pendidikan dan pelatihan harus diselenggarakan untuk mendukung
         fungsi unit kerja rekam medis dan meningkatkan kinerja pegawai yang
         bertugas di unit rekam medis.

Skor       :
  0        =   Tidak ada program pendidikan dan atau pelatihan.
  1        =   Ada program Diklat tidak lengkap dan tidak terstruktur.
  2        =   Ada program Diklat terstruktur akan tetapi tidak lengkap.
  3        =   Ada program Diklat lengkap akan tetapi tidak terstruktur.
  4        =   Ada program Diklat lengkap dan terstruktur.
  5        =   Ada program Diklat lengkap dan terstruktur disertai dengan evaluasi
               terhadap program dan tindak lanjutnya.

D.O.   :       Program pelatihan lengkap mencakup :
                Program orientasi bagi pegawai baru yang akan bekerja di unit
                  kerja rekam medis atau pegawai lama yang akan dipindah tugaskan
                  ke unit kerja rekam medis. Program orientasi Pegawai Baru
                  mencakup orientasi yang bersifat Umum terfokus pada orientasi
                  umum tentang visi, misi, tujuan rumah sakit; tentang organisasi dan
                  keadaan lingkungan rumah sakit. Kecuali orientasi bersifat Umum
                  juga harus diberikan orientasi bersifat Khusus terfokus pada hal-hal
                  spesifik berkaitan dengan tugas pekerjaannya di unit rekam medik.
                  Orientasi umum ini diselenggarakan oleh Unit Kerja Diklat rumah
                  sakit bersama-sama dengan pegawai baru lain yang berasal dari
                  luar unit kerja rekam medis. Orientasi Khusus diselenggarakan di
                  unit kerja rekam medis diawasi oleh kepala unit kerja rekam medis.
                Program pendidikan dan pelatihan berkelanjutan bagi pegawai
                  lama diselenggarakan oleh unit kerja Diklat rumah sakit berdasar
                  usulan dari semua unit kerja didalam rumah sakit.untuk.

               Yang dimaksud dengan “terstruktur” adalah jika program Diklat
               disusun dan dilaksanakan oleh unit kerja rekam medis dan bukan
               dilakukan secara pribadi oleh setiap pegawai yang ada.
               Program ini, baik program orientasi maupun program diklat
               berkelanjutan harus didukung dengan sebuah kerangka acuan jelas.
               Semua kegiatan dalam program Diklat dilaporkan dan
               dikoordinasikan oleh unit kerja Diklat rumah sakit.




                                                                                  119
C.P. :   D = Program Diklat, kerangka acuan (TOR), laporan pelaksanaan
         O = -
         W = Pimpinan rekam medis dan unit kerja Diklat rumah sakit, pegawai
             unit kerja rekam medis.


Skor :



Catatan /keterangan :




                                                                        120
STANDARD 7. EVALUASI DAN PENGENDALIAN MUTU

         Ada prosedur baku untuk menilai kualitas pelayanan dan mengoreksi masalah
         yang ada.

S.7.P.1. Monitoring dan evaluasi dilakukan secara berkala terhadapa indikator klinik.

Skor         :
 0           =   Tidak ada kegiatan monitoring dan evaluasi terhadap indicator klinik.
 1           =   Monitoring terhadap indikator klinik dilakukan tidak tertaur oleh unit
                 kerja Rekam Medis (RM); Tidak ada evaluasi.
  2          =   Monitoring terhadapa indicator klinik dilakukan teratur oleh unit RM;
                 Tidak ada evaluasi
  3          =   Monitoring terhadap indikator klinik dilakukan teratur oleh unit kerja
                 RM; Ada evaluasi.
  4          =   Monitoring terhadap indikator klinik dilakukan teratur oleh
                 Komite/Sub-Komite/Panitia Rekam Medis; ada evaluasi.
  5          =   Monitoring terhadap indikator klinik dilakukan teratur oleh
                 Komite/Sub-Komite/Panitia Rekam Medis; Ada evaluasi disertai
                 rekomendasi dan tindak lanjutnya.

D.O.     :       Yang dimaksud “indikator klinik” adalah Angka Ketidaklengkapan
                 Pengisian Catatan Medik atau disingkat KLPCM. Indikator ini
                 tercantum dalam Buku Petunjuk Pelaksanaan Indikator Mutu
                 Pelayanan Rumah Sakit (World Health Organization-Direktorat
                 Jenderal Pelayanan Medik, Departemen Kesehatan , 2001).
                 Pengumpulan, pengolahan dan analisis KLCPM harus disertai
                 kerangka acuan kelas dan dilakukan 3 (tiga) bulan sekali terus
                 mnenerus dan kemudian dibuat kesimpulan tentang kecenderungan
                 angka KLPCM dan kemudian dilaporkan kepada Pimpinan Rumah
                 Sakit, Ketua Komite Medis dan unit kerja yang mengelola asuhan
                 keperawatan.

C.P. :    D=     Kerangka acuan KLPCM, dokumen evaluasi, hasil analisis, laporan
                 dan rekomendasi.
         O =
         W = Ketua Komite/Sub-Komite/Panitia Rekam Medis, Kepala unit kerja
             rekam medis.

Skor :


Catatan /keterangan :




                                                                                   121
S.7.P.2. Laporan berkala harus dibuat dan disampaikan kepada semua pihak terkait
         dengan penyelenggaraan rekam medis.

  Skor        :
   0          =   Tidak ada laporan.
    1         =   Ada laporan, tidak lengkap, tidak teratur, sirkulasi terbatas tanpa
                  analisis.
    2         =   Ada laporan, lengkap, tidak teratur, sirkulasi terbatas, tanpa analisis.
    3         =   Ada laporan, lengkap, teratur, sirkulasi terbatas, tanpa analisis.
    4         =   Ada laporan, lengkap, teratur, sirkulais luas, dengan analisis.
    5         =   Ada laporan, lengkap, teratur, sirkulasi luas, dengan analisis dan
                  rekomendasi serta tindak lanjut.

  D.O.    :       Yang dimaksud dengan “lengkap” ialah laporan memuat hal-hal yang
                  ditetapkan oleh Departemen Kesehatan dan berikut laporan kepada
                  unit pelayanan didalam rumah sakit.
                  Yang dimaksud dengan “teratur” adalah jika laporan disampaikan
                  menurut jadwal tertentu secara teratur (mingguan, bulanan, tahunan)
                  sesuai yang ditetapkan oleh Direktur rumah sakit.
                  Yang dimaksud dengan “sirkulasi luas” adalah jika laporan
                  disampaikan juga kepada instansi diluar rumah sakit, misalnya ke
                  Departemen Kesehatan, Dinas Kesehatan setempat.
                  Direktur rumah sakit harus menetapkan tertulis sebuah pedoman, data
                  dan atau informasi yang harus dilaporkan dan jadwal laporannnya.
                  Salah satu hal yang harus dilaporkan dan dibuat analisisnya adalah
                  gambaran Grafik Barber Johnson dengan analisisnya dan dilaporkan
                  satu tahun sekali kepada Direktur rumah sakit.

 C.P. :   D=      Keputusan Direktur rumah sakit tentang pelaporan, jadwal pelaporan,
                  sirkulasi laporan, grafik Barber Johnson dan analisisnya.
          O =
          W =

 Skor


 Catatan /keterangan :




                                     *** Rev. Maret 2007 ***




                                                                                       122

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:312
posted:4/2/2012
language:Malay
pages:14
galih endradita galih endradita Admin www.vis-pt.com
About Hospital Manager in East Java, interesting with research in health care system.