pti-tugas-ke

Document Sample
pti-tugas-ke Powered By Docstoc
					                                     PTI TUGAS KE-3

                                 TIFANI GALUH UTAMI




OPERASI SISTEM

Dalam ilmu komputer Sistem Operasi atau dalam bahasa Inggrisnya Operating System (OS)
adalah perangkat lunak sistem yang bertugas untuk melakukuan control atu manajemen
perangkat keras serta operasi – operasi dasar sistem termasuk menjalankan software aplikasi
seperti program program pengola kata maupun web browser.

Secara umum seistem operasi adalah software pada lapisan pertama yang diletakkan pada
memori komputer pada saat komputer dinyalakan. Sedangkan software – software lainnya
dijalankan setelah Sistem Operasi berjalan . OS melakukan tugas seperti akses antar disk,
manajemen memori, penjadwalan, dan sebagai interface antara user dan perangkat keras, input-
output, dan lain – lain.

Contoh – contoh OS :

   1. Amiga OS
      Adalah sistem operasi asli dari komputer pribadi Amiga. Sistem ini pertama kal
      dikembangkan oleh commodore international pada tahun1985 yaitu Amiga 1000. Sistem
      ini berjalan pada Motorola 68k dari mikroprosesor 16-bit dan 32-bit kecuali untuk
      AmigaOS 4 berjalan menggunakan mikroprosesor PowerPC.
      Dipuncak kernel preemptive multitasking yakni Exec, ia melibatkan suat absraksi
      perangkat keras unik Amiga, suatu sistem operasi disket yang disebut AmigaDOS.
      AmigaOS terbagi menjadi dua bagian :
      a. ROM kickstart
          Adalah ROM bootsap. Kickstart mengandung kode yang diperlukan untuk menge-
          boot perangkat keras Amiga standard an anyak komponen inti AmigaOS. Fungsi
          kickstart sebanding dengan BIOS ditambah kernel Windows utama di dalam IBM PC
          compatible.
          Tetapi, kickstart memberikan fungsionalitas yang lebih banyak pada saat boot
          daripada yang sejenis yang diharapkan di PC.
          Kickstart berisi banyak pasokan sistem operasi Amiga, seperti Exec, intuition, inti
          AmigaDOS dan fungsionalitas untuk menggunakan perangkat keras perluasan
          autoconfig
      b. Cakram workbench
   AmigaOS pada versi 4.1 memiliki kelemahan, yaitu sistem iini tidak sepenuhnya berjalan
   disemua mesin power pc. OS ini bisa digunakan pada AmigaOne SE, XE, dan AmigaOne
   mikro komputer.
2. Microsoft windows
          Atau yang lebuh dikenal dengan sebutan Windows merupakan keluarga sistem
   operasi komputer pribadi yang dikembangkan oleh Microsoft dan menggunakan GUI
   (Graphical User Interface)


           Sistem operasi windows telah berevolusi dari MS-DOS, sebuah sistem operasi
   yang berbasis modus teks dan command-line. Windows versi pertama adalah Windows
   Graphic Environment 1.0 pertama kali diperkenalkan pada 10 November 1983, tetapi
   baru keluar pasar pada bulan November tahun 1985 yang dibuat untuk memenuhi
   kebutuhan komputer dengan tampilan bergambar. Windows 1.0 merupakan perangkat
   lunak 16-bit (bukan OS) yang berjalan diatas MS-DOS dan tidak akan bisa berjalan tanpa
   adanya sistem DOS. Versi 2.x dan 3.x juga sama. Beberapa versi terakhir dari windows
   dari windows versi 4.0 sampai windows NT 3.1 merupkan sistem operasi mandiri yang
   tidak lagi bergantung pada MS-DOS.
           Kebanyakan orang menggunakan windows sehingga banyak perusahaan membuat
   aplikasi dengan basic windows. Perkembangan paling cepat dibandingkan software
   lainnya karena banyak perusahaan software yang konsisten menciptakan kemajuan pada
   sistem operas windows. Selain itu banyak GPL dan freeware gratis yang ditawarkan oleh
   windows. Selain kelebihannya, windows juga memiliki kekurangan. Karena pengguna
   dari OS ini banyak, maka dari itu sangatlah mudah untuk mengacaukan sistem ini.
   Banyak sudah virus virus yang diciptakan untuk windows.
   a. Windows 1.0
       Bukanlah sebuah paket OS GUI tetapi hanya merupakan paket GUI tambahan yang
       berjalan di atas DOS. Karena itulah nama kode yang digunakan adalah Interface
       Manager. Windows ini meggunakan tampilan bitmap dan menambahkan mouse
       sebagai satu perangkat yang dapat digunakan untuk windows.
       Windows ini juga mendukung multitasking antar banyak program dan lebih baik dari
       DOS yang hanya dapat menjalankan satu program saja pada satu waktu. Kare
       windows 1.0 masih berbasiskan DOS, hanya satu aplikasi saja yang boleh berjalan
       dimuka. Sedangkan aplikasi yang berjalan dibelakan, diberhentikan untuk sementara
       hingga pengguna mengaktifkanya kembali. Metode ini disebut juga dengan
       cooperative multitasking.
       Pada versi pertama ini Microsoft mengitegarsikan banyak program tambahan seperti
       paint brush, write, notepad, calendar, kalkulator, Cardfile, dan juga ClipBoard. Game
       yang disediakanpun hanya satu.
   b. Windows 2.0
   Merupakan versi kedua dari sistem operasi berbasis GUI buatan Microsoft yang
   dirilis pada 9 desember 1987 untuk menggantikan Windows versi 1.0. windows ini
   mendukung penggunaan kartu grafis dengan spesifikasi VGA (Video Graphic Array)
   sehingga dapat menampilkan resolusi 640 x 480 dengan 16 warna. Selain itu
   windows ini juga mendukung penggunaan prosesor intel 80286, prosesor pertama
   yang mampu untuk memproteksi area memori meski tidak dapat melakukan
   switching kembali ke dalam real mode tanpa harus melakukan restart komputer. Versi
   2.0 ini dapat pengembangan dari luar dan mulai menggunakan corel Draw dan Page
   maker, Microsoft pun mengeluarkan Microsoft Excel for windows dan Ms. Word
c. Windows 95
   Windows 95 adalah produk pertama yang dikeluarkan oleh Windows pada tahun
   1995.Di dalamnya berisi Microsoft Office 1995. Produk inilah yang membuat nama
   Microsoft Windows besar. Tentu, Microsoft Windows 95 berdiri pada tahun 1995.
   Windows 98 adalah produk kedua yang diperkenalkan oleh Microsoft Windows pada
   tahun 1998. Microsoft Windows 98 terdiri dari 2 jenis, yaitu Microsoft Windows 98
   dan Microsoft Windows 98 Second Edition. Microsoft Windows ini memakai
   Mirosoft Office 1997. Windows Millennium Edition (ME) adalah produk ketiga
   Microsoft Windows.Produk ini sebenarnya bagus,tetapi sayangnya, fitur keamannya
   mudah diterobos. Dengan Windows Update, Microsoft ini dapat mengupgrade atau
   menambahkan produk asli dari Microsoft Windows. ME sudah dilengkapi Internet
   Explorer 5.5, DirectX 8.0, Winamp versi terbaru, dan tentunya, Windows Media
   Player 8. Microsoft Windows 2000 adalah produk keempat Microsoft Windows.Versi
   ini jauh berbeda dari Windows 95, 98, dan ME yang menggunakan Microsoft Office
   1990-an. Windows ini telah dilengkapi Microsoft Office 2000. Terdapat versi biasa
   dan Professional. Ada 4 Service Pack (SP). Selanjutnya Windows XP ,terdapat 2
   versi,yakni Home dan Professional. Terdiri dari 3 SP. Tenggat waktunya sampai
   tahun 2014. Microsoft ini menggunakan logo Microsoft terbaru Plus DirectX 9.0,
   Media Player 9/10, Winamp 5/5.1, dan FireWall. XP berdiri pada tahun 2002.Produk
   ini adalah produk yang banyak diminati orang. Produk selanjutnya adalah Server
   2003, OS ini adalah sebuah server.Tentu, berdiri pada tahun 2003, sesuai namanya.
   Selanjutnya Windows Vista. Terdiri dari 4 versi, Home Basic, Home Premium,
   Business, dan Ultimate. OS ini berdiri pada tahun 2005 akhir. Selanjutnya adalah
   Windows 7. OS ini telah diluncurkan oleh Microsoft Corporation pada tanggal 22
   Oktober 2009.
   Fitur
   Windows 95 memiliki fitur-fitur sebagai berikut:
       Sebuah antarmuka grafis yang didesain ulang (sangat berbeda dengan versi
   Windows 3.x), yakni desktop yang dapat dikonfigurasikan, adanya taskbar, tombol
   Start, dan menu konteks. Kompatibilitas dengan perangkat keras yang lama, serta
     aplikasi MS-DOS 16-bit serta Windows 16-bit. Arsitektur 32-bit untuk driver
     perangkat, yang disebut oleh Microsoft Virtual Device Driver (VxD).
         Fungsi multitasking yang ditingkatkan. Windows 95 menggunakan skema
     preemptive multitasking, menggantikan skema cooperative multitasking yang
     sebelumnya digunakan oleh Windows 3.x. Subsistem jaringan, subsistem disk, dan
     subsistem pencetakan yang berbasis 32-bit dan juga terintegrasi.
         Dukungan jaringan terintegrasi yang cukup luas, mencakup Microsoft
     Networking (NetBEUI), TCP/IP, NetWare (IPX/SPX), Banyan Vines; Windows
     Messaging untuk berkirim e-mail; Dial-up Networking untuk koneksi Remote Access
     Services (RAS) dan koneksi Internet.
         Dukungan plug-and-play untuk mendeteksi instalasi perangkat keras dan
     konfigurasi terhadapnya secara otomatis.Dukungan Advanced Power Management
     (APM) untuk manajemen dayaDukungan multimedia (audio/video) terintegrasi.
     Dukungan terhadap manajemen secara terpusat dari server, seperti halnya group
     policy, dan user profile .
d.   Windows 98
     Windows 98 adalah penerus dari Windows 95, dengan tambahan dukungan AGP,
     USB, Plug and Play yang lebih baik, sistem berkas FAT32 dan Internet Explorer versi
     4.0. Windows 98 adalah upgrade dari Windows 95. Seperti yang dideskripsikan
     sebagai sistem operasi, “Works Better, Plays Better,” Windows 98 adalah versi
     windows pertama yang di desain secara spesifik untuk konsumen.
e.   Windows Me
     Windows Me, Windows ME, atau Windows Millennium Edition adalah sebuah versi
     Windows yang didesain khusus untuk pengguna rumahan, dan ditujukan untuk
     menggantikan pasar sistem operasi sebelumnya, Windows 98. Windows sendiri
     adalah sistem operasi buatan Microsoft Corporation. Seperti versi Windows
     sebelumnya, Windows Me merupakan sistem operasi transisi antara 16-bit ke 32-bit,
     sehingga semua program 16-bit dan 32-bit dapat didukung dengan baik. Oleh
     Microsoft, Windows ME ini diluncurkan pada tanggal 14 September 2000.
f.   Windows NT 3.1
     Windows NT 3.1 adalah merupakan produk pertama dari jajaran Sistem Operasi
     Server Microsoft Windows NT. Produk ini mulai diproduksi tanggal 27 Juli 1993.
     Tersedia dalam 2 versi, yaitu : Windows NT 3.1 dan Windows NT Advanced Server.
     Sistem operasi ini kemudian dikembangkan menjadi Windows NT 3.5 pada
     September 1994.
g.   Windows NT 3.5
     Microsoft Windows NT 3.5 adalah versi sistem operasi Microsoft Windows NT
     kedua, yang dirilis pada tanggal 21 September 1994. Selama pengembangan,
     Windows NT 3.5 ini memiliki nama kode "Daytona", diambil dari sebuah jalan tol di
     pantai Daytona, Florida. Windows NT pertama yang menggunakan nama "Windows
   NT Workstation" dan Windows NT Server untuk edisi-edisi yang diturunkan darinya.
   Berbeda dari versi sebelumnya, Windows NT 3.1 yang dinamakan dengan Windows
   NT (saja) dan WIndows NT Advanced Server. Pada bulan Juli 1995, Windows NT
   3.5 dengan Service Pack 3 memiliki rating C2 oleh National Security Agency (NSA)
   dengan menggunakan pengujian TCSEC C2 Criteria.
   Versi Intel x86 dari Windows NT 3.5 tidak akan bekerja dengan prosesor x86 yang
   lebih baru dibandingkan dengan prosesor Intel Pentium yang asli (P5), sehingga
   Pentium MMX, Pentium Pro, Pentium II, dan prosesor-prosesor baru pun tidak
   didukung olehnya.
   Windows NT 3.5 dihentikan dukungannya pada tanggal 31 Desember 2000.
h. Windows NT 4.0
   Microsoft Windows NT 4.0 adalah versi kelanjutan (versi keempat) sistem operasi
   berbasis kernel NT yang diluncurkan oleh Microsoft Corporation pada 29 Juli 1996.
   Sistem operasi ini dapat mendukung beberapa platform perangkat keras, mulai dari
   Intel IA-32 (x86), PowerPC dari IBM, MIPS, dan DEC Alpha dari Digital Equipment
   Corporation. Sama seperti halnya pendahulunya (Windows NT 3.51), Windows NT
   4.0 ini merupakan sistem operasi yang murni 32-bit, yang mendukung beberapa
   aplikasi DOS, OS/2 modus karakter, Windows 16-bit, Windows 32-bit, serta aplikasi
   POSIX. Karena merupakan sistem operasi 32-bit, Windows NT 4.0 mendukung
   hingga 4 gibibyte memori fisik.
   Meskipun Windows NT 4.0 menawarkan stabilitas terhadap Windows 95, Windows
   NT 4.0 kurang fleksibel jika dilihat dari perspektif pengguna desktop. Banyak dari
   kestabilan sistem operasi ini diperoleh dari proses virtualisasi terhadap perangkat
   keras dan membuat aplikasi perangkat lunak mengakses Application Programming
   Interface (API) milik Windows NT dibandingkan dengan mengakses perangkat keras
   secara langsung seperti dalam Windows 95 dan juga MS-DOS. Kekurangan dari
   metode ini adalah banyaknya pekerjaan yang harus dilakukan oleh komputer,
   sehingga aplikasi yang menggunakan perangkat keras secara intensif (seperti halnya
   game komputer) akan berjalan jauh lebih lambat dibandingkan dengan Windows 95
   atau MS-DOS. Meskipun banyak program yang ditulis dengan Win32 API dapat
   berjalan di atas Windows 95 dan Windows NT, banyak aplikasi game tiga dimensi
   tidak dapat berjalan di atasnya, mengingat dukungan Windows NT 4.0 terhadap
   DirectX masih terbatas.
   Meskipun memiliki antarmuka grafis yang sama dengan Windows 95, Windows NT
   4.0 tidaklah semudah Windows 95, khususnya ketika melakukan beberapa pekerjaan
   seperti maintenance (perawatan) dan manajemen.
   Dikotomi antara jajaran Windows NT dan Windows 9x berakhir dengan datangnya
   Windows XP, pada saat beberapa API game populer seperti halnya DirectX dan
   OpenGL telah lebih "dewasa" dan efisien untuk dibuat program aplikasinya dan
   tentunya perangkat keras telah cukup kuat untuk menjalankan pemrosesan API yang
   dulu sempat menjadi masalah.
   Windows NT 4.0 adalah versi Windows NT terakhir yang mendukung arsitektur DEC
   Alpha, MIPS, dan IBM PowerPC. Penerus Windows NT 4.0, Windows 2000 telah
   menghilangkan dukungan terhadap arsitektur-arsitektur prosesor tersebut, dan hanya
   mendukung prosesor Intel x86 saja. Windows NT 4.0 pun dihentikan dukungannya
   pada tanggal 31 Desember 2004, meskipun masih sangat banyak penggunanya
   (hingga tahun 2006). Meskipun demikian, Microsoft membujuk banyak pengguna
   Windows NT 4.0 untuk melakukan upgrade ke versi terbaru (Windows XP, Windows
   2000, atau Windows Server 2003).

i. Windows 2000
   Windows 2000 dikenal dengan kode "Windows NT 5.0" dan sebelum meluncurkan
   Windows NT 4.0, Windows 2000 sempat dikenal dengan kode "Cairo", tetapi tidak
   jadi untuk diluncurkan, sehingga Windows 2000 merupakan sebuah versi yang sama
   sekali tidak memiliki nama kode khusus. Microsoft mengubah nama "NT5" menjadi
   Windows 2000 pada tanggal 27 Oktober 1998.
   Windows 2000 Beta 1 dirilis pada tanggal 27 September 1997, dan selanjutnya
   Microsoft pun meluncurkan beberapa perbaikan dalam Windows 2000 Beta 2 dan
   hingga akhirnya pada versi Beta 3, yang merupakan leluhur dari versi Release
   Candidate (RC) yang diluncurkan pada 29 April 1999. Tercatat tiga buah versi RC
   yang dikeluarkan oleh Microsoft dari Windows 2000 Beta 3 ini di antara bulan Juli
   1999 hingga November 1999. Selanjutnya, Microsoft merilis versi RTM (Release to
   Manufacturer) dari Windows 2000 pada tanggal 12 Desember 1999, sementara dijual
   secara ritel pada tanggal 17 Februari 2000.
   Windows 2000 pun banyak disebut sebagai sistem operasi yang paling stabil pada
   zamannya oleh banyak pengamat. Akan tetapi, beberapa perusahaan yang bergerak di
   bidang pembuatan sistem operasi, seperti Novell tidak menganggapnya demikian.
   Active Directory, sebuah arsitektur layanan direktori yang dimasukkan ke dalam
   Windows 2000, tidak lebih baik dibandingkan dengan Novell Directory Services
   (NDS).
   Pada tanggal 29 September 2000, Microsoft merilis versi Windows 2000 Datacenter
   Edition. Pada tanggal 15 Agustus 2000, Microsoft merilis Service Pack 1 (SP1) untuk
   Windows 2000, dan Windows 2000 Service Pack 2 (SP2) pada tanggal 16 Mei 2001.
   Selanjutnya, pada tanggal 29 Agustus 2002, Windows 2000 Service Pack 3 pun
   diluncurkan, dan diikuti oleh Windows 2000 Service Pack 4 pada tanggal 26 Juni
   2003. Sayangnya, Microsoft mengatakan, bahwa mereka tidak akan merilis Service
   Pack lagi untuk Windows 2000, untuk membuatnya menjadi Service Pack 5, atau
   service pack yang lebih baru lagi. Pada tahun 2005, akhirnya Microsoft pun merilis
   Roll-up Update untuk Windows 2000 Service Pack 4, daripada harus meluncurkan
   Windows 2000 Service Pack 5.
   Pada tahun 2001, seiring dengan diluncurkannya Microsoft Windows XP, pasar
   Windows 2000 Professional pun menjadi lebih sedikit, karena pasar Windows XP
   lebih ditujukan untuk menggantikan Windows 9x yang sangat populer saat itu. Akan
   tetapi, Windows 2000 Server masih belum tergantikan oleh "Windows XP Server"
   yang kala itu masih belum dirilis. Ketika Windows Server 2003 dirilis, akhirnya pasar
   Windows 2000 pun seolah 'dibunuh' oleh adiknya sendiri.




   Sebenarnya, Microsoft telah mengembangkan sebuah versi Windows 2000 yang
   ditujukan untuk pasar pengguna rumahan dan sebagai pengganti Windows 9x, yang
   dinamai sebagai "Windows Neptune". Akan tetapi, versi tersebut hanya diterbitkan
   versi alpha-nya saja, dan tidak pernah dirilis versi resminya. Microsoft pun akhirnya
   membuat Windows ME (Millennium Edition) untuk merealisasikan sistem operasi
   yang dapat digunakan untuk pengguna rumahan. Unsur-unsur dalam Windows
   Neptune pun dimasukkan ke dalam Windows Whistler (atau dikenal dengan
   Windows XP). Satu-satunya elemen dari proyek Windows tersebut ke dalam
   Windows 2000 versi rilis adalah Windows 95, dan Windows 98 dapat di-upgrade
   menjadi Windows 2000, dan dukungan untuk sistem berkas FAT32.
j. Windows Vista
   Microsoft pertama kalinya mengumumkan "Longhorn" pada bulan Juli 2001, bahkan
   sebelum peluncuran Windows XP pada bulan Oktober tahun yang sama. Pada
   awalnya, Longhorn diharapkan untuk mulai dijual pada kisaran tahun 2003 sebagai
   batu loncatan di antara Windows XP dan "Blackcomb" (sekarang dikenal sebagai
   "Windows 7"). Secara bertahap, "Longhorn" nyatanya dibangun dengan banyak fitur-
   fitur dan teknologi baru dari "Blackcomb", sehingga tanggal peluncurannya pun
   berkali-kali diundur. Microsoft kemudian mengumumkan pada 27 Agustus 2004
   bahwa Perusahaan itu melakukan perubahan yang signifikan. Pembangunan
   "Longhorn" diulang kembali dan didasarkan pada basis program Windows Server
   2003. Beberapa fitur yang sebelumnya diumumkan, seperti WinFS, pun dibatalkan.
   Setelah "Longhorn" dinamai menjadi Windows Vista, sebuah uji-beta program
   dimulai, melibatkan ratusan ribu sukarelawan dan perusahaan. Pada September 2005,
   Microsoft mulai meluncurkan Community Technology Previews (CTP) secara reguler
   bagi para penguji-beta. Rilis yang pertama adalah build 5219, didistribusikan bagi
   undangan yang hadir pada Microsoft Professional Developers Conference (PDC)
   2005, dan juga dirilis bagi para penguji Microsoft Beta dan para pelanggan MSDN.
Dalam CTP-CTP berikutnya, Microsoft telah memperkenalkan banyak rencana-
rencana fitur untuk produk finalnya, seperti sejumlah perubahan untuk antarmuka
pengguna, yang didasarkan dari usulan balik dari para penguji-beta.
Windows Vista dianggap telah memiliki fitur yang lengkap dengan peluncuran build
5308 CRT, yang dirilis pada 22 Februari 2006. Pekerjaan yang menunggu para
programer Microsoft hingga tanggal akan dirilisnya versi final nanti cenderung
difokuskan pada stabilitas, kinerja, kompatibilitas aplikasi dan driver, serta
dokumentasi.
James Allchin dalam sebuah wawancara menyatakan bahwa tidak akan ada versi
"Release Candidate" (RC) seperti yang dilakukan pada versi-versi Windows yang
sebelumnya. Microsoft sebaliknya hanya akan mengirimkan CTP hingga produk
tersebut siap dipasarkan. Hanya saja dalam peluncuran Windows Vista Beta 2 bagi
para penguji pada 23 Mei 2006, dan untuk umum pada 7 Juni 2006 melalui
Microsoft's Customer Preview Program (bisa diunduh langsung ataupun dengan
memesan DVD), Microsoft memberikan petunjuk bahwa akan ada release candidate
untuk Windows Vista dengan menjanjikan sebuah Release Candidate 1 DVD kit
untuk yang memesan DVD Beta 2.
Dalam roadmap Microsoft tampaknya rencana untuk tanggal rilis ke pabrikan adalah
pada atau sebelum 25 Oktober 2006.

Fitur-fitur yang baru dan diperbaharui
Windows Vista memiliki daftar panjang untuk ratusan fitur-fitur baru, fitur-fitur yang
diubahkan, dan fitur-fitur yang ditingkatkan kemampuannya. Pada saat ini daftar
fitur-fitur tersebut belum dipublikasikan secara lengkap oleh Microsoft. Namun
demikian, berbagai fitur yang akan dimasukkan ke dalam Windows Vista tersebut
sudah mulai diperkenalkan melalui beberapa publikasi.
- Windows Aero: desain baru antarmuka pengguna, singkatan dari Authentic,
    Energetic, Reflective, and Open. Antarmuka baru ini dimaksudkan agar lebih
    estetis dan bersih ketimbang tantarmuka Windows sebelumnya, termasuk jendela-
    jendela transparan, animasi, dan tampilan yang bagus.
- Windows Shell: Windows shell yang baru ini berbeda sekali dengan Windows
    XP. Sebagai contoh, Start Menu yang telah diubah, bahkan kata "Start" pun telah
    digantikan dengan tombol Windows "Pearl" biru yang baru.
- Fasilitas Pencarian (Quick Search):
    Windows Sidebar:

Internet Explorer 7+:                               -  User Account Control:
    Windows Media Player 11:                           Windows Firewall With
    Windows Media Center:                           advanced security:
    Windows Live Show :                             - Windows Defender:
-   Windows Mail:                                -   Windows Collaboration:
-   Windows Update:                              -   SuperFetch:
-   Parental Control:                            -   ReadyBoost:
-   Windows Sideshow:                            -   ReadyDrive:
-   Speech recognition:                          -   Touchscreen:
-   New Fonts:                                   -   Problem      Reports   and
-   Games:                                           Solutions:
-   Windows Calendar:                            -   Virtual Folder:
-   Windows Photo Gallery:                       -   Teknologi Inti
-   Windows DVD Maker:


Windows Vista dimaksudkan untuk diluncurkan sebagai produk berbasis-teknologi,
sebagai sistem yang solid yang mencakup teknologi-teknologi baru tingkat tinggi.
Banyak di antaranya merupakan teknologi yang berkaitan dengan bagaimana sistem
berfungsi, yang bekerja di belakang layar dan tidak terlihat oleh pengguna akhir.
Pembangunan ulang seluruh arsitektur audio, print, tampilan layar (display), dan
stack jaringan
Protokol IPv6 yang juga bekerja bersama dengan IPv4
Struktur keamanan baru, termasuk BitLocker Drive Encryption
Peningkatan kemampuan memory manager dan process scheduler
System services dimasukkan sebagai sesi terpisah dan terisolasi, sementara proses
User sebagai sesi yang berbeda.
Address Space Layout Randomization (ASLR) untuk mencegah serangan Return-to-
libc buffer overflow.
Kernel Transaction Manager yang baru memungkinkan operasi transaksi atom
melintasi berbagai obyek yang berbeda, terutama sekali sistem file (Transactional
NTFS) dan operasi registry.
Deadlock Detection Technology merupakan teknologi baru yang akan melakukan
pengecekan atas kondisi-kondisi deadlock (kebuntuan sistem) untuk pelaporan error
Windows.
Teknologi bagi Developer
.NET Framework 3.0, sebelumnya WinFX, merupakan sebuah set teknologi yang
juga ditujukan untuk tersedia bagi Windows XP dan Windows Server 2003. Oleh
karenanya teknologi ini bukan merupakan teknologi yang eksklusi hanya untuk Vista,
tetapi dirancang selama kurun waktu pembangunan Vista. Alasan agar teknologi ini
lebih mudah diperkenalkan ke para developer dan end-user, mungkin menjadi dasar
mengapa Microsoft melakukan backport teknologi bagi sistem operasi yang
sebelumnya.
Microsoft menyebut teknologi kunci yang baru dalam versi Windows ini sebagai
"The Pillars of Vista" (Pilar-Pilar Vista).
Presentasi
Windows Presentation Foundation atau WPF, sebelumnya diberi nama-kode Avalon;
adalah sebuah sub-sistem antarmuka pengguna yang baru dan merupakan kerangka-
kerja yang didasarkan pada teknologi Direct3D (DirectX) dan grafik vektor-kerja
sama antara perangkat keras komputer grafik 3D dengan teknologi Direct3D. Lihat
juga Windows Graphics Foundation.
Komunikasi
Windows Communication Foundation atau WCF, sebelumnya diberi nama-kode
Indigo; adalah sistem komunikasi berorientasi-servis (service-oriented messaging
system) yang mengijinkan program untuk berinteroperasi secara lokal maupun remote
mirip seperti service jejaring (web).
Workflow
Windows Workflow Foundation or WF; pertama kali diumumkan pada Agustus
2005, akan mengijinkan transaksi otomatisasi dan terintegrasi dengan menggunakan
arus-kerja (workflows).
Selain itu juga ada pembangunan API (Application Program Interface) baru signikan
di dalam inti sistem operasi, khususnya penambahan .NET Framework, pembangunan
benar-benar baru bagi arsitektur audio, jaringan, pencetakan (print), dan antarmuka
video, perubahan besar dalam infrastruktur keamanan, peningkatan bagi instalasi
program aplikasi ("ClickOnce" dan Windows Installer 4.0), model baru untuk device
driver ("Windows Driver Foundation"), Transactional NTFS, serta pembaruan besar-
besaran bagi banyak sub-sistem inti seperti Winlogon dan CAPI.
Ada beberapa isu bagi delevoper perangkat lunak dalam menggunakan API grafik di
Vista. Games maupun program-program yang dibangun di atas Direct3D Versi 10
milik Vista, tidak akan bekerja di Windows versi sebelumnya, karena Direct3D 10
tidak kompatibel dengan Direct3D 9.
Fitur XP yang dihilangkan
Beberapa fitur dan komponen Windows XP yang terkenal juga telah digantikan
ataupun dihilangkan dari Windows Vista. Mungkin yang paling terlihat signifikan
adalah penghilangan Windows Messenger dan MSN Explorer, dan penggantian
NetMeeting dengan Windows Collaboration. Windows Vista juga tidak memasukkan
tema-visual (visual theme) Windows XP "Luna". Fitur "Hardware profiles" juga telah
dihilangkan, diikuti dengan penarikan dukungan untuk teknologi motherboard lawas
seperti EISA bus dan APM.
Fitur-fitur yang ditunda/dibatalkan
WinFS adalah nama-kode untuk sebuah sistem file baru dengan sifat relational
database yang dibangun di atas sistem NTFS dan SQL Server 2005. Pada bulan
Agustus 2006, Microsoft mengumumkan bahwa WinFS batal dimasukkan dalam
Windows Vista. Hal ini dikarenakan belum selesainya pengembangan teknologi ini.
Microsoft telah mengerjakan teknologi ini sejak pertengahan tahun 1990an. Sedianya,
Microsoft akan meluncurkan WinFS secara terpisah dari Vista, tapi pada 23 Juni
2006 kembali diumumkan bahwa Microsoft memutuskan untuk mengintegrasikan
beberapa dari fitur yang telah dikembangkan ini dalam versi selanjutnya dari
ADO.NET dan SQL Server, secara efektif sekaligus membatalkan proyek WinFS.
Sehubungan dengan isu penjadwalan, Windows PowerShell, dengan nama-kode
Monad juga tidak akan dimasukkan dalam Windows Vista. Namun demikian,
Microsoft telah mengumumkan bahwa fitur ini akan tersedia untuk diunduh secara
terpisah dalam kuartal keempat 2006.

Arsitektur keamanan Next-Generation Secure Computing Base juga diabaikan dari
Windows Vista, dikarenakan masih sedikitnya developer pihak-ketiga untuk
mendukung sistem ini.
Dukungan untuk Intel Extensible Firmware Interface (semacam sistem BIOS baru)
juga dibatalkan karena sedikitnya dukungan untuk komputer desktop.
PC-to-PC Sync, sebuah teknologi Peer-to-peer untuk sinkronisasi folder antar
komputer-komputer yang menjalankan Vista, juga dibatalkan karena masalah
kualitas. Kemungkinan teknologi ini tetap akan dikembangkan di masa depan.
Antarmuka grafis
Antarmuka baru Vista, Windows Aero, dibangun di atas sebuah mesin baru yang
bernama Desktop Window Manager. Windows Aero, juga dikenal sebagai Aero
Glass, menambahkan dukungan untuk grafik 3D (dikenal sebagai Flip 3D), jendela
transparan, animasi, dan efek visual lainnya. Windows Aero membutuhkan kartu
grafis high-end dan kapasitas perangkat keras seperti:
memori grafis 64MB direkomendasikan untuk set layar 1024x768, dan 128MB untuk
1600x1200+. minimal 32 bit per pixel
3D hardware accelleration yang mendukung DirectX 9.0 memori dengan lebar pita
(bandwidth) direkomendasikan 2GB/s mampu menggambar ~1.5 juta segitiga/detik,
dengan satu jendela hingga ~150 segitiga mendukung driver Windows Display Driver
Model (WDDM).
Vista juga menawarkan model Aero lainnya:
Mode Standard, adalah varian Windows Aero tanpa tranparan, animasi, dan efek
grafis lainnya seperti Flip 3D.
Mode Windows Classic, juga tersedia sebagai antarmuka yang paling dasar. Classic
memiliki tampilan yang mirip dengan Windows 2000 dan tidak menggunakan
Desktop Composition Engine yang baru. Classic memerlukan driver-driver Windows
XP Display Driver Model (XPDM) atau WDDM dan kartu grafis yang mendukung
Windows 2000.
Kebutuhan perangkat keras
Menurut Microsoft, komputer yang dapat menjalankan Windows Vista
diklasifikasikan sebagai "Vista Capable" dan "Vista Premium Ready"
Komputer "Vista Capable" memerlukan minimal prosesor 800MHz, 512MB RAM,
dan kartu grafis dengan kelas DirectX 9. Namun klasifikasi ini tidak akan mampu
untuk mendukung grafis high-end Vista, termasuk antarmuka Aero.
Komputer "Vista Premium Ready" memerlukan setidaknya prosesor 1GHz, 512 MB
RAM, dan kartu grafis yang kompatibel dengan antarmuka Aero minimal 128MB
serta mendukum WDDM yang baru.
Logo komputer yang siap untuk dipasangi Windows Vista (meski dikonfigurasi untuk
Windows XP
Komputer Vista Capable atau sejenis, memerlukan minimal prosesor dengan
kecepatan 800 MHz, Memory 512 MB RAM dan kartu grafis yang mendukung
DirectX 9. Komputer jenis ini tidak mampu mendukung grafis high-end Vista,
termasuk antarmuka Aero. Sebaliknya Komputer Vista Premium Ready dapat
mendukung fitur "high-end" Vista tetapi, sedikitnya diperlukan prosesor 1 GHz ,
memory utama 1 GB, dan kartu grafis yang kompatibel dengan Aero dengan memory
minimal 128 MB dan mendukung Windows Display Driver Model yang baru.
Edisi-edisi Windows Vista
a. Windows Vista Starter
Mirip seperti Windows XP Starter Edition,edisi ini masih berteknologi 32-bit, edisi
ini dibatasi untuk area lokal, terutama sebagai alternatif legal ketimbang penggunaan
kopi bajakan. Pengguna edisi ini akan sangat dibatasi pemakaiannya, misalnya hanya
bisa untuk memakai tiga program sekaligus dalam satu waktu, pembatasan koneksi
jaringan, dan physical memory dibatasi hanya hingga 256MB.
b. Windows Vista Home Basic
Seperti Windows XP Home Edition,dengan teknologi 64-bit, fiturnya juga bertambah
banyak. Tetapi tidak sebanyak edisi yang lain, Home Basic ditujukan bagi pengguna
rumahan yang tidak memerlukan fasilitas lebih tinggi. Tema "Aero Glass" dengan
efek transparan juga tidak akan termasuk dalam Edisi ini. Home Basic hanya
mendukung hingga 8GB physical memory.
c. Windows Vista Home Premium
Didasari Windows Vista Home Basic, edisi ini memiliki tambahan dukungan fitur-
fitur lebih tinggi yang ditujukan untuk segmen pengguna rumahan, seperti dukungan
HDTV dan pembuatan menu DVD. Tambahan lainnya adalah games yang lebih
banyak, dukungan untuk komputer tablet dan mobile, sistem enkripsi file, serta
aplikasi manajemen foto. Edisi ini mirip dengan Windows XP Media Center Edition
dan Tablet PC Edition. Home Premium mendukung hingga 16GB physical memory.
d. Windows Vista Busines
Sebanding dengan Windows XP Professional, dan ditunjukan untuk pengguna bisnis.
Fitur Media Center yang ada dalam Home Premium tidak dimasukkan dalam edisi
       ini, tetapi memiliki fasilitas IIS web server, dukungan faksimili, offline files,
       dukungan dual physical processor, Remote Desktop, kolaborasi P2P, dan mampu
       menangani hingga 128GB memori. Aktivasi produk tidak diperlukan untuk edisi ini.
       e. Windows Vista Enterprise
       Edisi ini ditujukan untuk segmen enterprise, dan merupakan edisi tingkat tinggi dari
       edisi Business. Fitur-fitur tambahannya di antaranya adalah versi sesi-tunggal dari
       Virtual PC, dukungan antarmuka multibahasa, BitLocker Drive Encryption, dan
       dukungan untuk aplikasi UNIX. Edisi ini tidak akan tersedia melalui saluran retail
       ataupun OEM, melainkan melalui Microsoft Software Assurance.

       f. Windows Vista Ultimate
       Edisi ini menggabungkan seluruh fitur-fitur Home, Premium, dan Enterprise. Dalam
       edisi ini juga ditambahkan dukungan pembuatan podcast (yang dialihbahasakan oleh
       Microsoft menjadi "blogcasting"), program peningkat-kinerja game (WinSAT),
       fasilitas DVD ripping, dan layanan online khusus untuk media yang dapat diunduh,
       serta opsi layanan pelanggan tambahan lainnya. Edisi Ultimate ditujukan sebagai
       edisi Vista yang paling impresif, ditujukan bagi para pengguna high-end, pemain
       game, para profesional multimedia, serta para pecandu PC. Seperti edisi Business dan
       Enterprise, aktivasi produk juga tidak diperlukan.
   k. Windows 7
       Mainstream supporWindows 7 (sebelumnya berkodekan Blackcomb atau Vienna)
       merupakan versi terbaru Microsoft Windows yang akan menggantikan Windows
       Vista.[2] Microsoft mengumumkan bahwa pengembangan Windows 7 akan berjalan
       dalam tiga tahun. Versi klien dari Windows 7 akan dirilis dalam versi 32-bit dan 64-
       bit walaupun versi servernya (yang akan menggantikan Windows Server 2008) akan
       dirilis hanya dalam versi 64-bit, yang akan dinamakan Windows Server 2008 R2.
       Komputer akan memberitahu jika terjadi perubahan pada komputer tersebut.
       Windows 7 diluncurkan pada tanggal 22 Oktober 2009. Setiap pengguna akan
       mendapat perlindungan 3 lapis jika ada permintaan mengunduh file dari yang tak
       dikenal. Windows 7 didesain dengan fitur baru dan peningkatan performa dari
       Windows Vista.
3. Linux
   Linux adalah sebuah Unix-jenis sistem operasi awalnya dibuat oleh Linus Torvalds
   dengan bantuan dari pengembang di seluruh dunia. Dikembangkan di bawah GNU
   General Public License, kode sumber untuk Linux tersedia secara bebas untuk semua
   orang.Ada banyak Varian dari Linux yang di kembangkan di seluruh dunia sebagai
   Sistem operasi yang Free dan Open source yang sering di kenal dengan Istilah FOSS
   (Free/Open Source Software).Foss adalah Konsep berbagi
   Nama "Linux" berasal dari nama kernelnya (kernel Linux), yang dibuat tahun 1991 oleh
   Linus Torvalds. Sistemnya, peralatan sistem dan pustakanya umumnya berasal dari
sistem operasi GNU, yang diumumkan tahun 1983 oleh Richard Stallman. Kontribusi
GNU adalah dasar dari munculnya nama alternatif GNU/Linux.
Linux telah lama dikenal untuk penggunaannya di server, dan didukung oleh perusahaan-
perusahaan komputer ternama seperti Dell, Hewlett-Packard, IBM, Novell, Oracle
Corporation, Red Hat, dan Sun Microsystems. Linux digunakan sebagai sistem operasi di
berbagai macam jenis perangkat keras komputer, termasuk komputer desktop,
superkomputer, dan sistem benam seperti pembaca buku elektronik, sistem permainan
video (PlayStation 2, PlayStation 3 dan XBox[5]), telepon genggam dan router. Para
pengamat teknologi informatika beranggapan kesuksesan Linux dikarenakan Linux tidak
bergantung kepada vendor (vendor independence), biaya operasional yang rendah, dan
kompatibilitas yang tinggi dibandingkan versi UNIX tak bebas, serta faktor keamanan
dan kestabilannya yang tinggi dibandingkan dengan sistem operasi lainnya seperti
Microsoft Windows. Ciri-ciri ini juga menjadi bukti atas keunggulan model
pengembangan perangkat lunak sumber terbuka (opensource software).
Sistem operasi Linux yang dikenal dengan istilah distribusi Linux (Linux distribution)
atau distro Linux umumnya sudah termasuk perangkat-perangkat lunak pendukung
seperti server web, bahasa pemrograman, basisdata, tampilan desktop (desktop
environment) (seperti GNOME dan KDE), dan paket aplikasi perkantoran (office suite)
seperti OpenOffice.org, KOffice, Abiword, dan Gnumeric.
Sejarah
Richard Stallman, pendiri proyek GNU, dan Linus Torvalds, pembuat kernel Linux
Sistem operasi Unix dikembangkan dan diimplementasikan pada tahun 1960-an dan
pertama kali dirilis pada 1970. Faktor ketersediaannya dan kompatibilitasnya yang tinggi
menyebabkannya dapat digunakan, disalin dan dimodifikasi secara luas oleh institusi-
institusi akademis dan pada pebisnis.
Proyek GNU yang mulai pada 1984 memiliki tujuan untuk membuat sebuah sistem
operasi yang kompatibel dengan Unix dan lengkap dan secara total terdiri atas perangkat
lunak bebas.[6] Tahun 1985, Richard Stallman mendirikan Yayasan Perangkat Lunak
Bebas dan mengembangkan Lisensi Publik Umum GNU (GNU General Public License
atau GNU GPL). Kebanyakan program yang dibutuhkan oleh sebuah sistem operasi
(seperti pustaka, kompiler, penyunting teks, shell Unix dan sistem jendela) diselesaikan
pada awal tahun 1990-an, walaupun elemen-elemen tingkat rendah seperti device driver,
jurik dan kernel masih belum selesai pada saat itu.[7] Linus Torvalds pernah berkata
bahwa jika kernel GNU sudah tersedia pada saat itu (1991), dia tidak akan memutuskan
untuk menulis versinya sendiri.
Pemrograman di Linux
Kebanyakan distribusi Linux mendukung banyak bahasa pemrograman. Koleksi
peralatan untuk membangun aplikasi dan program-program sistem operasi yang umum
terdapat di dalam GNU toolchain, yang terdiri atas GNU Compiler Collection (GCC) dan
GNU build system. GCC menyediakan kompilator untuk Ada, C, C++, Java, dan Fortran.
Kernel Linux sendiri ditulis untuk dapat dikompilasi oleh GCC. Kompilator tak bebas
(proprietary) untuk Linux antara lain adalah Intel C++ Compiler dan IBM XL C/C++
Compiler.
Kebanyakan distribusi juga memiliki dukungan untuk Perl, Ruby, Python dan bahasa
pemrograman dinamis lainnya. Contoh bahasa pemrograman yang tidak umum tetapi
tetap mendapat dukungan di Linux antara lain adalah C# dengan proyek Mono yang
disponsori oleh Novell, dan Scheme. Sejumlah Java Virtual Machine dan peralatan
pengembang jalan di Linux termasuk Sun Microsystems JVM (HotSpot), dan J2SE RE
IBM, serta proyek-proyek sumber terbuka lainnya seperti Kaffe. Dua kerangka kerja
utama untuk pengembangan aplikasi grafis di Linux adalah GNOME dan KDE. Proyek-
proyek ini berbasiskan GTK+ dan Qt. Keduanya mendukung beragam bahasa
pemrograman. Untuk Integrated development environment terdapat Anjuta,
Code::Blocks, Eclipse, KDevelop, Lazarus, MonoDevelop, NetBeans, dan Omnis Studio,
sedangkan penyunting teks yang telah lama tersedia adalah Vim dan Emacs
Sebagian besar distribusi Linux didisain untuk penggunaan umum di komputer meja dan
peladen, tetapi terdapat distribusi yang dikhususkan untuk tujuan dan lingkungan yang
berbeda yang tergantung kepada dukungan arsitektur komputer, sistem benam, stabilitas,
keamanan, lokalisasi ke wilayah atau bahasa tertentu, kelompok pengguna tertentu,
dukungan aplikasi waktu nyata, atau lingkungan desktop tertentu. Beberapa distribusi
bahkan mengikutkan hanya perangkat lunak bebas. Sekarang ini ada sekitar tiga ratus
distribusi yang secara aktif dikembangkan, dengan sekitar selusin distribusi yang menjadi
terpopuler untuk penggunaan secara umum.
Linux adalah sistem operasi yang di-porting secara luas. Kernel Linux awalnya didisain
hanya untuk mikroprosesor Intel 80386, sekarang kernel Linux telah jalan di beragam
arsitektur komputer antara lain di perangkat hand-held iPAQ berbasis ARM, komputer
mainframe IBM System z9, dari peralatan berupa telepon bergerak hingga
superkomputer. Terdapat distribusi yang dikhususkan untuk sejumlah kecil arsitektur.
Fork kernel ELKS dapat dijalankan di mikroprosesor 16-bit Intel 8086 atau Intel 80286,
sementara fork kernel µClinux dapat dijalankan di atas sistem yang tidak memiliki
sebuah unit manajemen memori.
engguna Linux, yang pada umumnya memasang dan melakukan sendiri konfigurasi
terhadap sistem, lebih cenderung mengerti teknologi dibanding pengguna Microsoft
Windows atau Mac OS. Mereka sering disebut hacker atau geek. Namun stereotipe ini
semakin berkurang dengan peningkatan sifat ramah-pengguna Linux dan makin luasnya
pengguna distribusi. Linux telah membuat pencapaian yang cukup baik dalam pasaran
komputer server dan komputer tujuan khusus, seperti mesin render gambar dan server
web. Linux juga mulai populer dalam pasaran komputer desktop.
Linux merupakan asas kepada kombinasi program-server LAMP, kependekan dari Linux,
Apache, MySQL, Perl/PHP/Python. LAMP telah mencapai popularitas yang luas di
kalangan pengembang Web.
Linux juga sering digunakan sebagai sistem operasi embeded. Biaya pengadaan Linux
yang murah memungkinkan penggunaannya dalam peralatan seperti simputer, yaitu
komputer berbiaya rendah yang ditujukan pada penduduk berpendapatan rendah di
Negara-negara berkembang.
Dengan lingkungan desktop seperti KDE dan GNOME, Linux menawarkan antarmuka
pengguna yang lebih menyerupai Apple Macintosh atau Microsoft Windows daripada
antarmuka baris teks seperti Unix. Oleh karena itu, lebih banyak program grafik dapat
ditemui pada Linux yang menawarkan berbagai fungsi yang ada pada utilitas komersil.



Pasar serta kemudahan pemakaian
Saat ini, linux yang pada awalnya hanya merupakan sistem operasi yang digunakan oleh
peminat komputer, telah menjadi sistem yang lebih mudah digunakan (user-friendly),
dilengkapi dengan antarmuka grafis dan ketersediaan berbagai macam aplikasi yang lebih
mirip dengan sistem operasi lainnya, daripada hanya sebatas baris perintah Unix. Namun
kesan ini telah menimbulkan banyak kritikan, termasuk dari pendukung Linux. Mereka
berpendapat bahwa Linux dan proyek program bebas masih belum mencapai faktor
"kemudahanan dalam pemakaian" yang memuaskan. Persoalan tentang kemudahan Linux
dibanding Windows atau Macintosh masih menjadi isu perdebatan yang hangat. Pasaran
Linux pada segmen komputer meja masih lebih kecil namun semakin berkembang.
Menurut Lembaga Penyelidikan Pasaran IDC, besar pasaran Linux pada tahun 2002
adalah 25% pada segmen server, dan 2.8% pada segmen pasar Komputer pribadi.
Bagi mereka yang terbiasa menggunakan Windows atau Macintosh, Linux mungkin
terasa lebih sukar, hal ini disebabkan karena perbedaan dalam melakukan berbagai kerja
komputer. Dan lagi, pengguna perlu mengganti program yang sering mereka gunakan
dengan program lain sebagai pengganti bila program tersebut tidak didapati dalam Linux
(atau pilihan yang agak terbatas, misalnya permainan komputer). Faktor lain adalah sifat
keraguraguan pengguna untuk melepaskan sistem operasi mereka yang biasa mereka
pergunakan (banyak pengguna masih menggunakan Windows). Selain itu, kebanyakan
komputer baru telah dilengkapi dengan sistem operasi Windows siap pakai (preinstalled).
Faktor-faktor ini menyebabkan perkembangan Linux yang agak lambat.
Walau bagaimanapun, kelebihan Linux seperti biaya rendah, sekuritas yang lebih aman,
dan tidak bergantung pada vendor, telah meningkatkan penggunaan yang luas di kalangan
korporasi dan perkantoran. Dalam situasi ini, halangan yang disebut di atas dapat
dikurangi karena hanya aplikasi/utiliti yang terbatas digunakan, serta administrasi dan
konfigurasi komputer (administration) dikendalikan oleh sekumpulan pekerja pakar IT
yang sedikit.
Terdapat berbagai kajian yang dilakukan terbatas biaya serta kemudahanan Linux.
Relevantive (sebuah lembaga berpusat di Berlin, yang mengkhususkan diri dalam riset
lembaga tentang ke'mudahan'an program, serta servis web) telah membuat kesimpulan
   bahawa ke-dapatpakai-an Linux dalam pekerjaan dengan menggunakan komputer meja
   adalah hampir sama dengan Windows XP. Bagaimanapun, kajian oleh IDC (yang
   dibiayai oleh Microsoft) mengklaim bahwa Linux mempunyai biaya pemilikan (Total
   Cost of Ownership) yang lebih tinggi dibanding Windows.
   Linux juga sering dikritik karena jadwal penembangannya yang tidak dapat diduga.
   Secara langsung, menyebabkan minat penggunaan linux pada lapisan pengguna
   Enterprise lebih kecil dibandingkan sistem operasi lain (Sumber:Marcinkowski, 2003).
   Disamping itu, ragam pilihan distribusi Linux yang cukup banyak juga dikatakan
   membingungkan konsumer, dan vendor program.


   Instalasi
   Proses instalasi Linux yang sukar seringkali menjadi penghalang bagi pengguna baru,
   namun proses ini sekarang sudah menjadi lebih mudah. Dengan penerimaan Linux oleh
   beberapa pabrikan komputer pribadi besar, komputer terpasang (built up) dengan
   distribusi Linux siap pakai saat ini banyak tersedia. Selain itu, terdapat juga distribusi
   Linux yang dapat dijalankan (boot) secara langsung dari cakram optik (CD) tanpa perlu
   diinstalasi ke cakram keras (hard disk); hal ini dikenal dengan istilah Live CD. Contoh
   distribusi dalam bentuk Live CD adalah Knoppix/Gnoppix, Kubuntu/Ubuntu dan Gentoo.
   Saat ini hampir semua distribusi Linux menyediakan versi Live CD untuk produknya.
   ISO image untuk cakram optik untuk distribusi Linux tersebut biasanya dapat diunduh
   dari Internet, dibakar ke CD, dan selanjutnya dapat digunakan sebagai CD yang siap
   untuk proses boot.
   Instalasi Linux juga merupakan instalasi berupa suite, yaitu dimana penginstalasian
   tersebut secara otomatis menginstalasi program-program standar, seperti pemutar MP3,
   Office Suite, dan pengolah gambar.
4. Symbian OS
   Saat ini Symbian OS banyak telah banyak digunakan oleh berbagai vendor produk
   peralatan komunikasi mobile pada berbagai jenis produk mereka yang bervariasi. Variasi
   dari sisi hardware ini dimana Symbian OS diimplementasi dapat dimungkinkan karena
   sistem operasi ini memiliki antarmuka pemprograman aplikasi (Application
   Programming Interface; API). API mendukung terhadap komunikasi dan tingkah laku
   yang umum pada hardware yang dapat digunakan oleh objek aplikasi lain. Hal ini
   dimungkinkan karena API merupakan objek antarmuka yang didefenisikan pada level
   aplikasi, yang berisikan prosedur dan fungsi (dan juga variabel serta struktur data) yang
   mengelola/memanggil kernel dimana sebagai penghubung antara software dan hardware.
   Dengan adanya standar API ini membantu pihak pengembang untuk melakukan
   penyesuaian atas aplikasi yang dibuatnya agar dapat diinstal pada produk telepon
   bergerak yang bermacam-macam.
   Mirip seperti sistem operasi desktop, Symbian OS mampu melakukan operasi secara
   multithreading, multitasking dan pengamanan terhadap memori. Dan semua
   pemrograman pada Symbian dilakukan secara event-based, artinya hardware CPU
   menjadi tidak aktif ketika tidak ada inputan berupa aktivitas tertentu. Namun perlu
   dipahami sistem operasi ini memang ditujukan untuk diinstal pada peralatan mobile
   dengan keterbatasan sumber daya. Multithread dan multitasking memberikan
   kemampuan Symbian OS untuk menjalankan lebih dari satu aplikasi sekaligus. Namun
   khusus ini, adanya preemptive multitasking kernel akan memberi tiap-tiap program suatu
   pembagian waktu pemprosesan yang dilakukan bergantian dengan cepat sehingga
   nampak bagi pemakai seolah-olah proses ini dieksekusi secara bersamaan. Untuk itu telah
   didefinisikan penjadwalan berdasar prioritas tertentu untuk menentukan proses mana
   yang berjalan terlebih dahulu dan proses apa berikutnya serta berapa banyak waktu akan
   jadi diberi.
   Symbian OS sendiri bukanlah software yang sifatnya open source secara penuh karena
   meskipun terdapat ketersedian API dan dokumentasinya, yang banyak membantu pihak
   pengembang aplikasi untuk membuat software yang berjalan di atas sistem operasi ini,
   dipublikasi untuk umum namun tidak untuk kode source sendiri.
   Sejarah
   Pada tahun 1980, berdiri perusahaan pengembang software Psion yang didirikan oleh
   David Potter. Produk dari perusahaan itu diberi nama EPOC. Sistem operasi ini lebih
   difokuskan pada penggunaannya di telepon bergerak. Pada tahun 1998, terjadi sebuah
   kerjasama antara perusahaan Ericsson, Nokia, Motorola dan Psion untuk mengeksplorasi
   lebih jauh kekonvergensian antara PDA dan telepon selular yang diberi nama Symbian.
   Pada tahun 2004 Psion menjual sahamnya dan hasil kerjasama ini menghasilkan EPOC
   Release 5 yang kemudian dikenal dengan nama Symbian OS v5. Sistem operasi dari
   Symbian OS v5 itu sudah mulai mengintegrasikan kebutuhan implementasi aplikasi pada
   perangkat seperti PDA selain telepon seluler.
   Kemudian muncul perangkat yang dinamakan smartphone dan muncullah pula versi-versi
   terbaru dari Symbian OS hingga ada yang disebut dengan Symbian v6.0 atau yang lebih
   terkenal dengan nama ER6 yang merupakan versi pertama dari Symbian OS. Sifatnya
   terbuka karena pada sistem ini dapat dilakukan instalasi perangkat lunak oleh berbagai
   pengembang aplikasi. Pada awal tahun 2005, muncul Symbian OS v9.1 dengan sistem
   keamanan platform baru yang dikenal sebagai capability-based security. Sistem
   keamanan ini mengatur hak akses bagi aplikasi yang akan diinstal pada peralatan dalam
   hal mengakses API.
   Muncul pula yang disebut dengan Symbian OS v9.2 yang melakukan perbaharuan pada
   teknologi konektifitas Bluetooth dengan digunakannya Bluetooth v.2.0. Sedangkan yang
   terbaru, Symbian mengeluarkan Symbian OS v9.3 (dirilis pada tanggal 12 Juli 2006)
   telah mengusung teknologi wifi 802.11 dan HSDPA sebagai bagian dari komponen
   standarnya.
5. GNU
GNU (diucapkan /ɡəˈnuː/ (bantuan·info), atau di beberapa negara /ˈnjuː/) adalah suatu
sistem operasi komputer yang sepenuhnya terdiri dari perangkat-perangkat lunak bebas.
Namanya merupakan akronim berulang untuk GNU's Not UNIX (GNU bukanlah UNIX);
nama itu dipilih karena rancangannya mirip Unix, tetapi berbeda dari UNIX, GNU tidak
mengandung kode-kode UNIX.[1] Pengembangan GNU dimulakan oleh Richard
Stallman dan merupakan fokus asli Free Software Foundation (FSF).
GNU dikembangkan oleh Proyek GNU, dan program-program yang dirilis di bawah
bantuan projek bernama paket-paket GNU atau program-program GNU. Komponen-
komponen dasar sistem ini terdiri dari GNU Compiler Collection (GCC), GNU Binary
Utilities (binutils), shell bash, GNU C library (glibc), dan GNU Core Utilities (coreutils).

GNU selalu dikembangkan. Kendati hampir semua komponen telah lama dirampungkan
dan telah digunakan untuk proses produksi selama satu dasawarsa atau lebih, kernel
resminya, GNU Hurd, tidaklah lengkap dan tidak semua komponen GNU dapat berjalan
dengannya. Dengan demikian, kernel Linux sebagai pihak ketiga paling banyak dipakai
untuk menggantikannya. Sementara kernel ini tidak secara resmi diadopsi oleh projek
GNU, beberapa perangkat lunak pihak ketiga disertakan, misalnya X.Org yang dirilis
oleh X Window System dan sistem typesetting TeX. Banyak program GNU juga telah
diportasi ke beberapa sistem operasi lain, misalnya Microsoft Windows, varian BSD, Sun
Solaris, dan Mac OS.
Lisensi Publik Umum GNU (GPL), LGPL, dan Lisensi Dokumentasi Bebas GNU
(GFDL) ditulis untuk GNU, tetapi juga dipakai oleh banyak projek yang tidak
bersangkutan.
Perencanaan untuk sistem operasi GNU diperkenalkan kepada khalayak ramai pada 27
September 1983, melalui newsgroup net.unix-wizards dan net.usoft oleh Richard
Stallman.[2] Pengembangan perangkat lunak mulai dikembangkan pada 5 Januari 1984,
ketika Stallman keluar dari pekerjaannya di Laboratorium Kecerdasan Buatan, Institut
Teknologi Massachusetts, jadi mereka tidak dapat mengakui kepemilikan atau
mengganggu penyebaran GNU sebagai perangkat lunak bebas. Richard Stallman memilih
nama GNU dengan menggunakan permainan kata-kata, termasuk lagu The Gnu.
Tujuannya adalah untuk mewujudkan sistem operasi yang sepenuhnya bebas. Stallman
ingin para pengguna komputer bebas, seperti pada era 1960-an dan 1970-an — bebas
mempelajari kode sumber perangkat lunak yang mereka gunakan, bebas berbagi
perangkat lunak dengan orang lain, bebas memodifikasi perilaku perangkat lunak, dan
bebas merilis versi-versi perangkat lunak yang mereka modifikasi. Filsafat ini kemudian
diumumkan sebagai GNU Manifesto pada Maret 1985.
Pengalaman Richard Stallman dengan Incompatible Timesharing System (ITS), sistem
operasi kuno yang ditulis menggunakan bahasa assembly (rakitan) yang menjadi usang
karena dihentikannya PDP-10, arsitektur komputer tempat ditulisnya ITS, mengarah
kepada suatu keputusan bahwa sistem portabel adalah sebuah keperluan.[4] Oleh karena
   itulah GNU sebagian besar kompatibel dengan Unix. Di waktu yang sama, Unix telah
   menjadi sistem operasi tak bebas yang umum dipakai. Perancangan Unix telah terbukti
   kokoh, dan modular, jadi perancangan tersebut dapat diterapkan kembali bagian demi
   bagian.
   Banyak perangkat lunak yang diperlukan harus ditulis dari scratch (goresan awal), tetapi
   komponen-komponen bebas kompatibel yang ada juga dipakai, misalnya sistem
   typesetting TeX, dan X Window System. Sebagian besar dari GNU ditulis oleh
   sukarelawan; pada waktu luangnya, beberapa lagi dibayar perusahaan, lembaga
   pendidikan, dan organisasi nirlaba lainnya. Pada Oktober 1985, Stallman mendirikan
   Free Software Foundation (FSF). Di penghujung 1980-an dan awal 1990-an, FSF
   menyewa para pengembang perangkat lunak untuk menulis perangkat-perangkat lunak
   yang diperlukan GNU.
   Karena GNU meraih kemasyhuran, badan-badan usaha yang berminat mulai menyokong
   pengembangan atau menjual perangkat lunak GNU dan dukungan teknisnya. Yang paling
   mengemuka dan berjaya dari semua itu adalah Cygnus Solutions, kini bagian dari Red
   Hat.
6. Haiku
   Haiku, sebelumnya dikenal sebagai OpenBeOS, adalah sebuah proyek sistem operasi
   open source untuk menciptakan Be Operating System pada komputer x86 dan PowerPC.
   Dimulai sebagai "OpenBeOS" pada 2001 setelah Be dibeli oleh Palm, Inc. dan BeOS
   tidak lagi dilanjutkan. Pada 2004 nama baru dipilih untuk menghindari pelanggaran hak
   nama Palm. Proyek ini dikendalikan oleh Haiku Incorporated, sebuah perusahaan nirlaba
   di New York.
7. ReactOS
   ReactOS adalah sebuah proyek perangkat lunak yang bertujuan untuk mengembangkan
   sebuah sistem operasi yang kompatibel secara biner dengan perangkat lunak aplikasi dan
   device driver untuk keluarga sistem operasi Microsoft Windows NT 5.x dan yang lebih
   tinggi (Windows 2000 dan yang setelahnya). ReactOS merupakan salah satu perangkat
   lunak bebas yang menggunakan proses reverse engineering berupa clean room secara
   keseluruhan.
   Meskipun proyek tersebut sedang dalam tahapan alpha, banyak aplikasi Windows yang
   telah dapat berjalan dengan baik. Hal ini memang dikarenakan antarmuka dengan aplikasi
   yang digunakannya sebagian besar berbasiskan Wine yang dapat melakukan emulasi
   terhadap lingkungan kerja Microsoft Windows yang telah berjalan stabil di dalam sistem
   operasi UNIX. Kernel ReactOS sendiri ditulis dari awal.
   ReactOS sebagian besar ditulis di dalam bahasa pemrograman C, dengan beberapa
   elemen, seperti ReactOS Explorer, ditulis di dalam bahasa C++. Komponen-komponen
   ReactOS tersedia secara bebas di bawah GNU General Public License (GNU GPL), GNU
   Lesser General Public License (GNU LGPL), dan juga BSD License.
8. Syllable Desktop
   Syllable adalah sebuah sistem operasi bebas dan sumber terbuka untuk prosesor Pentium
   dan yang kompatibel dengannya. Tujuannya untuk menciptakan sebuah sistem operasi
   desktop yang mudah digunakan untuk pengguna rumahan dan kantor kecil. Sistem ini di-
   fork dari AtheOS yang stagnan pada Juli 2002.
   Sistem ini memiliki web browser bawaan (ABrowse yang didasarkan kepada WebKit),
   email client (Whisper), pemutar media, IDE, dan banyak aplikasi lain.




   Fitur-fiturnya menurut situs resminya adalah:
       - Sistem berkas terjurnal 64-bit bawaan, AtheOS File System (biasa disebut AFS,
           yang tidak sama dengan Andrew File System)
       - API yang berorientasi C++
       - Lingkungan Desktop berorientasi objek grafis pada arsitektur GUI bawaan
       - Hampir semuanya menganut POSIX
       - Software ports, meliputi Emacs, Vim, Perl, Python, Apache dan lain-lain.
       - GNU toolchain (GCC, Glibc, Binutils, Make)
       - Pre-emptive multitasking dengan multithreading
       - Symmetric multiprocessing (dukungan prosesor majemuk)
       - Device driver untuk perangkat keras yang umum ditemui (video, suara, chip
           jejaring)
       - Driver sistem berkas untuk FAT (baca/tulis), NTFS (baca) dan ext2 (baca)
       - Rebol sebagai bahasa skrip sistem
9. MorphOS
   MorphOS adalah sebuah sistem operasi yang bersifat campuran antara sumber tertutup
   dan sumber terbuka, diproduksi untuk komputer berbasis prosesor Pegasos PowerPC,
   sebagian besarnya model-model komputer Amiga yang dilengkapi akselerator PPC dan
   sederetan board pengembangan Freescale yang menggunakan Genesi Firmware,
   termasuk di antaranya EFIKA dan mobileGT. Inti sistem operasi ini didasarkan pada
   microkernel Quark (kernel), yang merupakan sumber tertutup, kendati beberapa pustaka
   dan bagian lainnya adalah sumber terbuka, misalnya Ambient (antarmuka desktop).
   OS ini dikembangkan untuk prosesor PowerPC oleh Freescale dan IBM sambil
   mendukung aplikasi-aplikasi asli AmigaOS MC680x0 melalui emulasi berbasis
   penugasan tertutup, dan sebagian besar aplikasi AmigaOS/PPC melalui pembungkus
   API. Sistem operasi ini API-kompatibel dengan AmigaOS 3.1 dan memiliki GUI yang
   didasarkan pada Magic User Interface.
   Di samping Pegasos versi MorphOS, terdapat sebuah versi "PowerUP" untuk komputer-
   komputer Amiga yang dilengkapi kartu akselerator PPC yang diproduksi oleh Phase5.
   Versi ini bebas, meskipun mengalami pelambatan setelah tiap dua jam sesi jika tidak
    didaftarkan. Pendaftaran tidaklah berbiaya. Perbaruan terakhir PowerUP MorphOS
    adalah pada 23 Februari 2006, tetapi tidak melebihi himpunan fitur atau kemajuan rilis
    Pegasos.
    Sebuah versi MorphOS untuk EFIKA, mainboard yang sangat kecil yang didasarkan pada
    prosesor PPC berdaya sangat rendah, MPC5200B PPC dari Freescale, telah diunjukkan
    pada pameran-pameran dan penarikan pembeli di Jerman. Rilis MorphOs terkini (sejak
    2.0) mendukung EFIKA.
10. AROS
    Adalah sebuah OS open source ringan yang didesign untuk lebih baik dari AmigaOS

				
DOCUMENT INFO
Categories:
Tags:
Stats:
views:25
posted:4/2/2012
language:Indonesian
pages:22