Docstoc

PEDOMAN PERATURAN INTERNAL RS _HOSPITAL BY LAWS_

Document Sample
PEDOMAN PERATURAN INTERNAL RS _HOSPITAL BY LAWS_ Powered By Docstoc
					                 PEDOMAN
 PERATURANINTERNAL RUMAH SAKIT
      ( HOSPTTAL LAWS )
                BY



                                   c
                                   o
                                   o
                                   lrrii',,




    DEPARTEMEN         REPUBLIKINDONESIA
               KESEHATAN
      DIREKTORATJENDERALPELAYANANMEDIK
                    MEDIK DAN GIGI SPESIALISTIK
DIREKTORAT PEI-AYANAN
                     K A TA     P E I{G A ?{ T A R
        Dalamrangkameningkatkan       mutu pelayanan   rumahsakit, perlu
kejelasan  perandan fungsipemifi( pengelofa staf medisdi-rumah
                                                 dan
sakit. oleh karenaitu rumahsakit perlu mempunyai        peraturaninternal
yang mengatur pemilik, pengelolacian staf medik ftriad) tersebut.
Denganadanyaperaturaninternalrumah sakit tersebutselain dapat
sebagai acuandalammenyelenggarakan sakit,juga bertujuan
                                         rumah                      uniuk
melindungi  semua pihak  se@ra danbenar.
                                baik
 .      Pedomanperaturanintemal rumah sakit (hospitalbylaws) ini
disusundenganharapan        dapatsebagai  acuanbagi rumansjrct o'alam
menyusun    perafuran internalrumah  sakit-nyamasing-masing.   Mengingat
peraiuraninternalrumahsakitadalah'\tailor   made", makayangtercantum
dalambukupedoman adalahini       aturanminimal   yangharusadadi rumah
sakit. Rumahsakit dapat mengembangkan         sesuaikebutuhan    masing-
masing.  selainitu, setelah  peraturanintemalrumahsakitdisusun    rumJh
sakitdiharapkan  dapatmenindaklanjuti  dengan  menyusun   kebijakanteknis
operasional.
       Dalam menyusun       pedomanperaturan     internalrumah sakit ini
DireKoratPelayanan     Medikdan GigiSpesialistik  bekerja samadengan6
(enam) rumah sakit perusahaan      jawatan di Jakarta.Denganaianya
keterlibatanrumah sakit dalam penyusunan                     -
                                                   pedoman,diharapkan
pedoman   tersebutdapatlebihoperasional dapatmenjawab
                                          dan                  kebutuhan
rumahsakit
       Penyempurnaan pedoman akandilakukan
                         buku           ini                secaraberkala
disesuaikan  dengan  tuntutanpelayanan kemajuan
                                         dan            ilmu pengetahuan
danteknologi bidang
              di        kesehatan. karena masukan
                                   Oleh        itu         perba-ikandari
Dengguna ini sangat
           buku            diharapkan.

                         Jakar+.a,
                     DtrREKTORAT   JENDERAL  PE1AYANAN   MEDIK
                    Direktur Pelayanan Medik dan Gigi Spesialistik

                                     _A*\_
                            (Dr. Achmad Hardiman, MARS)
                    KATA     S A M B UT A N


      Kami menyambut  gembirapenerbitanpeftamabuku Pedoman
        InternalRumah
Peraturan             Sakit(Hospital
                                   Bylaws) Terbitnya
                                         ini.      btrkuini
diharapkandapat memenuhiharapan rumah sakit dalam upaya
penyusunanperaturan      rumah
                  internal    sakit.

       Perubahanparadigma  rumahsakitdari lembaga sosialyangkebal
hukum menjadilembaga   yang dapat sebagai  subyekhukurn,perlu di
antisipasi
         oleh rumah sakit denganrnenyusun  peraturanintemal rumah
sakitsehingga kejelasan dantanggung
             ada          hak           jawabmasing-nrasing.

        Kitasadarirumahsakit rawanterjadinya
                                           konflik, dengan adanya
peraturaninternal rumah sakit diharapkan dapat mengurangi  konflik
khususnya   antara                  yang
                  pemilik pengelola sering
                        dan                                    ini.
                                             terjadiakhir-aktiir
Di lain pihak,dengan adanya buku pedoman  peraturan internalrumah
sakit ini dapatmemacu   rumahsakit untuksegeramenyusun   peraturan
intemalrumahsakit-nya   masing-masingyangdisesuaikandengan  situasi
dankondisi.

        Selamat menggunakan  buku pedomanperaturan internal runnh
sakit ini, dan semoga dengan adanya acuan yang jelas bagi pemilik,
pengelola  dan staf medisdalam penyelenggaraan
                                             rumah sakit diharapkan
mutu pelayanan  rumahsakitdapatmeningkat.



                         Jakarta,
                                              /
                      DTREKTU J EIiDERALPEI-AYAI|ANMEDIK
                            R
                                          I

                                     I
                                    t./
                                    l'/
                                                  ---1
                    (Prof. DR. M. Ahmad Djojosugib, MHA, FICS)



ii
                       MENTERI
                            KESEHATAN
                       REPUBLIK
                             INDONESIA


                               REPUBLIK
   IGPUTUSAiliiEilTERI KESEHATAN      INDONESIA

               NOilOR -. 7721I|IENKES/SK I 2g'2
                                       lvr
                            Tentang

       PEDO}IA]{PERATURA]I     RU]IIAH
                        INTERNAT      SAKIT
                     ( nosnnar- BYrAUvs
                                     )

         MENTERIKESEHATANREPUBTIKINDOfl ESIA

Menirnbang :     a. bahwa rumah sakit tidak lagi sebagailembaga
                    sosial yang kebal hukum tetapi telah bergeser
                    menjadi lembaga yang dapat sebagai subyek
                    hukum;

                 b. bahwa perubahan paradigmatersebut perlu
                    ditindaklanjutidengan penyusunanperaturan
                           yangmengatur
                    internal             perandan fungsipemilik,
                    pengelola sbf medis;
                             dan

                                     hal
                 c. bahwaberdasarkan tersebut   diatasmakaperlu
                    pedoman  peraturaninternalrumahsakit sebagai
                    acuan bagirurnahsakitdalammenyusun peraturan
                    internalnya
                              tersebut.



                                                              lll
     Mengingat   :1.      Undang Undang No. 23 tahun 1992 tentang
                                -
                          Kesehatan.

                       2. Undang- UndangNo. 22 tahun 1999 tenbng
                          Pemerintah
                                   Daenh.
                       3. Peraturan
                                  Pemerinhh 32 tahun 1966tentang
                                           No.
                          Tenaga
                               Kesehatan.

                       4. PeraturanMenteriKesehatan No. 159.b/1988
                                                  R.I
                          tentangRumah
                                     Sakit.




                           MEMUTUSKAN


 Menetapkan        KEPUTUSAN
                           MENTERIKESEHATAN TE}|TANG
                                           R.I
                   BERTAKUNYAPEDOMANPERATURAN INTERNAL
                   RUMAHSAKIT.
     Peftama       Pedoman Perafuran Internal Rumah Sakit yang
                   diberlakukan,
                               telah disusunsebagaimana
                                                      tercantum
                   dalam lampiran
                                keputusanini.
     Kedua         Setiap rumah *:kit penyusunan  perafuran intemal
                   rumahsakitdengan  mengacu  padapedoman peraturan
                   internalrumahsakit yang disesuaikandengansituasi,
                   kondisi kebutuhan
                          dan          masing-masingrumahsakit.

     Ketiga            DireKorat Jenderalpelayanan  Medikakan melakukan
                       monitoring            penyusunan pelaksanaan
                                  dan evaluasi           dan
                       peraturaninternal
                                       rumah sakit.



lv

                                                                          I
                                                                          t
                                                                          I

                                                                          I
                                                                       l
                   MENTERI
                         KESEHATAN
                   REPUBL]KINDONESIA




Keempat   Pedoman peraturanintemal rumahsakitakandievaluasi
          dan disempurnakansecarcberkala.

Kelima    Surat Keputusanini berlaku sejak tanggal ditetapkan
          denganketentuanakan diadakanperbaikan   seperlunya
          apabiladikemudianhari terdapatkekeliruan.




                      D i te ta p ka ndi:    J A K A R T A

                      P a d a ta n g gal t   2I JUNI   2OO2

                          ,a
                                   TIIr,l PENYUSUI{
                           PERATURANINTERfi'\L RI'MAH SAKTT


Ketua        :    Dr. AcfimadHardiman,MARS

Sekretaris :                    MSc
                  Dr. Luwiharsih,

Anggffi       :

      1.   Dr. MerdiasAlrnatsier,Sp.S(K)     ( RSUPN. Ci$omangunkusumo,lakarta
                                                    Dr.                      )
     2,                   Sp.OG
           Dr. Ojajadilaga,                  ( RSUPN. Ciptomangunkusurno,
                                                    Dr.                Jakafta)
     3.    Dr. DeuriNurhana,MARS             ( RSUP.
                                                   Fatnawati, Jakarb )
     4.                     M.Kes
           Dr. QBh R AmiranU,                ( RSUP.
                                                   Fatnawati,lalcarta)
      5.   RH. DjajangA" SH,M.Kes            ( RSUP.
                                                   Persahabatan,
                                                              Jakafta)
      6.   CahWRahafi, SH                    ( RSUP.
                                                   Persahabatan
                                                              )
      7.   Dr. Tarmizil'lakim,
                             Sp.BTl(/        ( RS.JantungHarapanKita,Jakarta)
      8.   Budilrawan,SH,MH                  ( RS.JantungHarapanKita,Jakarta)
      9.   HendriMulkan,
                       SH                    ( RSAB.
                                                   HarapanKita,Jakaria)
     10. Madiftwin, SlJ,.                    ( RSAB.
                                                   HarapanKita,Jakarta)
                           MM
     11. Dt. WrcstiIndriari,                 ( RSK.
                                                  l(ankerDhannais,
                                                                 Jakarta)
     L2. Drg. Nikenlrwati S                  ( DiL Yanmed GigiSpesialisti[ Depkes )
                                                          &                       N
     13. Dr. Rat}a Mardbu,Sp.KJ              ( Dit Yanrred& Gigispesialistik,@kes RI )
     14. Dr. Surp Purfiananto                ( Dit. Yanmed GigiSpesialistiK
                                                          &                     RI
                                                                          Depkes )
     15. Dr. Asvirettyl,lGf. Asir.MPH        ( Dit. Yanmed& Gigi Speialistilq DepkesRI )
     16. Ida Ayu K ShintaDewi,Sll, M.Kes     ( Dit Yanmed& Gpi SpesialistiKDepkesRI )
     t7.   Drg. Sri Saptarini,
                             MAR$            ( Dit. Yanmed GigiSpesialisti(Depkes )
                                                          &                      RI
     18. Drg. Luki Harbntj                   ( Dit. Yanmed& GigiSpesialistilqDepkesRI )

 .:. Nam Surnber : Dr. l-lerkutanb, Sl{, FACTM




vt
                              DAFTAR ISI
               PEDOTi,IAil
                         PERATURANINTERITAI. RUMAH SAKIT
                                                                                   Hal.

    KaE Pengantar                                                                  i

    Kata Sambutan                                                                  ii

                 Menteri
    SuratKeputusan             RI
                       Kesehatan tentangPedoman
            IntemalRumah
    Perafuran            Sakit                                                     Iil

.':. Tim Penyusun                                                                  vi

*   DaftarI$                                                                       vii

*   BABI. PENDAHULUAN                                                              1

                                                                                   I
           1.2, n{uan buku@oman                                                    2
                  INTERMLRUMAH
    BABII. PEMTURAN          SAKTT
    (HOSPTTATBYLAWS)......                                                         4
           2.7.     Pengertian                                                     4
           2.7.     Fungsiperaturanintemalrumahsakit ............                  6
           2.3.     Tujuandan manfaat                                              7
           2.4.     KeranEka hukumlang mengaUrkehidupan     rumahsakit...          8
           2.5.                     peraturcn
                    Ciridan substansi       intemalrumah    sakit...............   10
           2.6.     Tingkatdanjenispemhlranintemalrumahsakit ...............       10
           2.7.     Peraturan IntemalRShubungan dengnn             RS
                                                        KodeEUk .......            12
           2.8.     Peraturan IntemalRShubungan dengan  AkeditasiRS......          i2
    BABIII.MATERI PERATURAN
                          INTERML RUMAHSAKTT                                       74
           3.1.Peraturaninternalkorporate                                          16
           3.2.Peraturanintemalstaf medis.                                         23
N   BABW.LANGKAH.I.ANGKAH
                       PEI.{YUSUNAN                                                27
*   BABV. PENUTUP                                                                  30




                                                                                    vtl
                                BAB.I

                           PENDAHULUAN
1.1. I.ATARBEITKANG

    Di masalalurumah  sakitseringdianggapsebagai  lembaga     yang
                                                         sosial
kebaf hukum berdasarkan^datrin of dtaribble immunityo, sebab
menghukUm    rumahsakituntukmembayar  ganti rugi samaartinyadengan
mengurangi asetnya, yang pada gilirannya akan mengurangi
kemampuannya    untuk menolongmasyarakat    banyak.Namun dengan
terjadinyaperubahan paradigma  perumahsakitandunia,dimana
                                             di              rumah
sakit merupakan         yang padatmodal,padatteknologi
                institusi                                 dan padat
tenaga sehingga pengelolaan rumahsakittidakbisasemata-mata  sebagai
           Maka
unit sosial.    sejaksaatitu rumah                   sebagai
                                   sakitmulaidijadikan      subyek
hukum dan sebagaitarget gugabn atas perilakunya        yang dinilai
merugikan.

   Perubahan  paradigma  tersebutjuga terjadi di Indonesia  padaawal
tahun1990-an,  dimana rumahsakittidaksebagai             semata-mata
                                               unit'sosial
tetapimenjadi sosio-ekonomi.
             unit              Rumah  sakittetapmempunyai    tanggung
jawabsosialtetapidalampengelolaan   keuangannya   menerapkan   prinsip-
prinsipekonomi. Perubahan  paradigmatersebut diikutidengan  perubahan
peraturan penyelenggaraan rumahsakitswasta.  Rumah   sakitswasta yang
sebelumnla  hanya bolehdidirikan
                               olehbadan   hukum  yayasn ataubadan
sosial       sejakhhun 1990perseroan
      lainnya,                          terbaUas baikpenanaman
                                                 (Pl-)
modaldalamnegerimaupunpenanaman        modalasingdapatmendirikan
rumahsakit.Di sisi lain rumahsakit pemerintah   baik milik Departemen
Kesehatan  maupun  pemerintah daerah seca€ bertahap   berubah  menjadi
unit swadana.  Perubahan-perubahan  tercebutsemakinterlihat di era
otonomi                13
        saatini,.dimana rumah   sakitmilikDepartemen   Kesehatan telah
menjadi  perusahaan jawatandan rumah sakit umum daerahmenjadi
berbentuk badan.
    Sepertihalnp di luar negeri,perubahan   paradigma tersebut juga
membuat   rumahsakit di Indonesia dapatsebagai subyekhukum.D! lain
pihalqperubahan  rumahsakitdari unit sosialmenjadiunit sosia.ekonomi
berdampak  semakin   kompleksnyarumahsakt dan potensial menimbulkan
konflikapabila hubungan  antarapemililqpengelola staf medistidak
                                                dan
diatur dengan baik. Oleh karena itu rumah sakit perlu rnempunyai
peraturan intemalyang mengatur   hubungan tiga unsurtersebutyang
                                           ke
disebut peraturan intemal rumahsakit. Dalammeningkatkan   kesadaran
hukum, serta kepekaan   terhadapfunhrtan secarahukum yang sering
terFdi akhir-akhir makaperaturan
                 ini               intemalrumahsakittersebutrrenjadi
acuan yangsngat penting  bagirumahsakit.

   Mengingat behrm  semuarumahsakitmengetahui dan bagaimana
                                                 apa
peraturaninternairumah sakit itu dan bagairnana carc penyusunannya
maka Departemen   Kesehatan  merasa perlu untuk mengeluarkan  buku
pedoman pemturan  internalrumahsakit yangberisipengertianperaturan
intemalrumahskit, materiatau isi perafuran  internalrumahsakitdan
langkah-langkahpenyusunan  peraturan
                                   internalrumahsakit.Adanya buku
pedoman diharapkan
        ini,           rumahsakitdapatmenyusun    perafuraninternal
rumahsakit-nyamasing-masing.

1.2" TU'UAI{ DISUSUNNYAPEDOMANPERATURAN
                                      IilTERt{At
     RUMAHSAKTT.
.    Tujuanumum:

Memberikan  informasidan acuan bagi rumah sakit dalam menyusun
percrturan
         intemalrumahsakit-nya.
.               :
     Tujuankhusus
                                                                           t
     L.z.L. Agarrumah sakitdapatmengetahui yangdimaksud
                                        apa           dengan               ''
            peraturan
                    internal
                           rumahsakit.                                       i
                                                                           I
                                                                           i

     L.2.2. Agarrumahsakitdapatmengetahui               yang
                                         rnateri substansi
                                               dan
            harusadapadaperaturan
                                internal
                                       rumahsaklt.
         i


2,

                                                                       l
{         1,2.3. Agar rumahsakit dapat menyusun
                                              peraturanintemalrumah
                 sakit-nya
                         masing-masing.
      .1.2.,4.Dapat
                  sebagaiacuanDepartemen
                                      Kesehatan
                                              darammelakukan
         i    pembinaan
                      rumahsakit.
          j   ''

                       profesionalisme
          1.2.5. Mernacu            penyelenggaraan sakit.
                                                 rumah
'::
      ,
                         BAB II
    PERATURANIT{TERNAL RU]IIAH SAKTT(HO6PITAL SYUAI''S)-
              (KONSEPDASAR DAil PRril$P)


EL PENGERTIAN

    Hospitalbytaws berasal dua buahkab yaituHospital
                         dari                         (rumah skit)
dan bylaws   (peraturansetempatatau intemal).Kata bylawsitu sendan
serirg ditufisdenganberbagaimacxtm  cara, antaralain byelaw,by-law
abu bye-law.Berdasarkan tersebutmakadatambuku pedoman
                          hal                                   ini
HospitalbylawsditerpmahkanmenjadiPERATUMN        INTERNAL  RUMAH
sAlcT.                                                      ,., .,
   Mengingat bahwaterminologi   peraturaninternalrumahsakit bukan
berasal Indonesia sulit dicari
       dari         dan           padanan  katanyamakapedudirujuk
referensi yang"authoribtive"dalambidanghukumdan bidangperyfnah
sakibn. Pembuatan definisiperaturanintemalrumahsakitharuslahekffi
hati-hatikarenamenyangkut  sebuahproduk hukum yangspesifik.
  Untukitu perludiperhatikanpengertian
                                     peraturaninternal
                                                     rumahsakit
             yang terkait langsungdengan perumahsakitan
dari surr'rb€r                                            seperti
AMibhon [vlanual Hospitals. sumber
                  for         Dari      tersebutdapatdiidentifikasi
hakekatsebuahperaturaninternalrumah sakit, subyekhukumyang
berperan, karateristik
         dan          lainnya.

   subyek hukum sekaligus pemeranutama dalam peraturan internal
rurnah sakit menurut JcAHo (Joint commision on Arcrditahod of
Haltharc Organization)adalah^govemingM,/: Selanjutnya
                                                    penggrtiln
^govemingbody"menurut  Black's
                             adalah:

      @veming My      of insfr'hftrton, organizaffion or Enimry
      maans trat My which lps tthimaE rcwerb Metmine iE
      plicia ard ontol iB activitis. ( Blackt )




4
    KaraKeristiksuatu "goveming My' adalah pemegangkekuasan
 tertinggi(ultimatepower)dalamsuatuorganisasi. Pemegang        kekuasan
 teftinggidi dalamrumahsakit adalah      pemilik atau yang mewakili.
                                                                   Oleh
 karena itu pengertian"govemingW            di Indonesiadapat diartikan
 sebagai pemilik atauyangmewakili.   Mengingat  pemilikatauyangmewakili
 merupakan   pemeran  utamadalamperaturan      internalrumahsakt maka
 yang hnruenangmenetapkan         peraturaninternal rumah sakit adalah
 pemilikatau yang mewakili,   karenaitu peraturan  internalsebuahrumah
 sakitmerupakan   produkhukum    darisuatuorganyanglebihtinggidaripada
 direkturrumahsakit,dan konsekuensi     logisnya adalahperaturanintemal
,tersebuttidak memuathal-hal yang bersifat teknis manajerialseperti
thalnya "standard openilng prMure (SOP)" suatu "technical bsK'
 teftentu atau"job dercriptbrl' seseorang.

    Peratumninternalrumah sakitlebihmerupakan'konstitusi'    (anggaran
 fumah tangga)sebuah   rumahsakit,dan secara yuridishat ini tidakdapat
 dicampurdenganaturan yang seharusnya       ditetapkanoleh eksekutif
 (Direktur
         rumah sakit)dalam safuproduk  hukum.  Kekeliruanutama   dalam
 memahamiperaturaninternal rumah sakit pada umumnya adalah
 menganggap peraturan internal
                             rumah  sakitsebagai:
                   SOP
    1. Sepercngkat rumahsakit
    2. Seperangkat peraturandireksiunfukmenyelenggarakan   rumahsakit
    3. Kebffikantertulisrumahsakit
    4. lob descripUontenaga kesehatan petugas
                                     dan         rumahsakit

     Kekeliruan pemahaman   tersebut,berakibatrumah sakit meng'anggap
  sudahmempunyai    peraturan intemalrumahsakitkarenauntukmemenuhi
  akreditasirumahsakit rumahsakittelahmenyusun   berbagai kebijakandan
  piosedur. Padahal yangdimaksud   dengan peraturan internalrumahsakit
  bukankebijakan  teknisoperasional        tetapilebihmengatur
                                    tersebut                    pemilik
. atau yang mewakili,   direKur rumahsakit dan staf medis.Tiga unsur
  tersebut yaitu pemilikatauyang mer^rakili,
                                           direkturrumahsakitdan staf
  medis rnerupakan \riad" atau\iga tungkusejerangan', sehinggaperluada
  pengaturan  yang jelasagarfungsibisnis dan fungsiiptekdapatberjalan
  selaras,yang pada akhirnyadapattercapainya   efisiensi,efeKivibs dan
  kualitaspelayanan.
  Berdasarkan   uraian tersebut diatas maka dapat ditarik kesirnpula''r
pengertianperaturan   intemal rumah sakit abu ltospibl bylans sebagai
berikut:
o Peraturan   intemal rumah sakit adalah suatu produk hukurnyang
   merupakan   konstitusisebuah rumahsakityangditebpkanolehpemilik
   rumah sakitatau  yangmewakili.
r Peraturan internal  rumahsakitbukanmerupakan    kumpulan  peraturan
   teknisadministratif ataupunklinissebuah  rumahsakit,oleh karenaihr
   SOPatau    protap, uraian tugas, surat keputusan direktur dan lain
   sebagainyabukan peftfuran intemal rumah sakit tetapi lebih
   merupakan   kebijakan teknisoperasional.
'  Peraturaninternal rumahsakitmengatur   :
   - organisasi  pemilik atau yangmewakili
   - peran,  tugasdan kewenangan     pemilikatauyangmewakili
   -   pemn,tugasdankewenangan              rumahsakt
                                    Direkttir
   - organisasi  staf medis
   - pereln, tugasdankewenangan medis
                                    staf


2.2. FUilGSI PERATURAN
                     INTERNALRUTiAHSAKTT
   Mengacu kepada          peraturan
                  pengeftian       internal
                                          rumah          maka
                                               sakitdiatas
   fungsiperaturan
                 intemalrumahsakitadalah:
2.2.t.   Sebagaiacuan bagi pemilik rumah sakit dalam melakukan
         pengawasan rumahsakitnya.
2.2.2.   Sebagai acuanbagidireKurrumaft sakitdalam           rumah
                                                    rnengelola
         sakitdan menyusun         yangbersifat
                           kebijakan            teknisoperasional.
2.2.3.   Sarana untukmenjamin           efisiensi mutu.
                              efeKifitas,       dan
2.2.4.   Sarana perlindungan hukumbagi semua   pihakyang berkaitan
         dengan rumah sakit.
2.2.5.   Sebagaiacuan bagi penyelesaian     konflik di rumah sakit
         khususnya konflikantarapemilik,direkturrumahsakitdan staf
         medis.
2.2.6.   Untuk memenuhi persryaratan
                                   akeditasi rumah sakit.
2.3. TUJUAN DAN MANFAAT PERATURANIilTERT{At RUT'IAH
     5AKIT.
          2.3.1 Tujuanperaturan
                              internal
                                     rumahsakit.
              . Umum   :
                Di milikinyasuatutabnan peraturan
                                                dasaryang mengatur
                pemilikrumahsakit atau yang mewakili,direkturrumah
...             sakitdan tenaga medis sehinggapenyelenggaraanrumah
                sakitdapatefeKif,efisien berkualibs.
                                        dan
              o Khusus :
                a. Dimilikinyapedoman  aspekhukum oleh rumah sakit
                   dalam hubungannya    dengan pemilik atau yang
                   mewakli, direkfur
                                   rumah sakitdanstaf medis.
                b. Dimilikinyapedoman aspekhukumdalampembua'ran
                   kebijakan               rumahsakit.
                            teknisoperasional
                c. Dimilikinyapedoman aspekhukumdalampengaturan
                   staf medis.
      '               peraturan
          2.3.2 Manfaat              rumah
                              internal    sakit
'               a. Untukrumahsakit
                    - RS memilikiacuan aspek hukum dalam benfuk
                       konstitusi.
                    - RSmemiliki           hukumbaikekstemal
                                   kepastian                maupun
                       intemal yarg dapat menjadi alaVsarana
                       pedindungan  hukumbagiRSatastunhrtan/gugatan.
                    - Menunjang   persyaratan         RS.
                                             akreditasi
          :                                               rnutu
                                          untukrneningkatkan
                       ft:#:funullY**nt
                   -   RS memiliki kejelasanarah dan tujuan dalam
                       melaksanakankegiatannya.




                                                                 7
      b. Untukpengelolarumahsakjt.
         -  Memilikiacuan tentang batas kewenangan, hak,
            kewajiban tanggung
                      dan         jawabyangFlas sehingga
            memudahkan   dalam menyelesaikan
                                           masalah yang
            Umbulserta dapat menjagahubungan  serasidan
            selaras.
         - Mempunyai pedoman resmi untuk menyusun
            kebipkan teknisoperasional.
      c. Untukpemerintah
         - Mengetahui  arah dan tujuan rumahsakit tersebut
            didirikan.
         - Acuan   dalammenyelesaikankonflik rumah
                                           di      sakit.
      d. Untukpemilik
         - Mengetahuitugasdan kewajibannya.
         - Acuan dalammenyelesaikankonflikinter.nal.
            Acuandalam      kinerlldireKurrurnah
                      menilai                    sakit.
      e. Untukmasyarakat
         - Mengetahuivisi, dantujuanrumah
                         misi            sakit
         -  Mengetahui dankewajiban
                     hak           pasien.
KERANGKA
       HUKUMYANG MENGATUR
                        KEHIDUPANRUIJIAH
SAKTT
Peraturan-peraturan dasarmanapenyelenggaraan
                   atas                    rumahsakit
berpijakadalah:
 o Konsitusi korporasi
      - ADPerseroan  Terbatas(pT).
      -  ADYayasan.
      - PPPerusahaan  Jawatan (perjan).
      - Peraturan yang terkaitdenganbentukbadanhukum
                  fain
         pemilikrumah sakit.
 e Peraturan
           perundangan
                     tentangkesehatan perumahsaktan
                                    dan
   -  Undang-undang
                  kesehatan.                                          l

                                                                      i
                                                                      i


                                                                     'j


                                                                     ii



                                                                 !

                                                                 I
                                                                 I
                                                             J
                                        yang
     Peraturan perundangrundangan mengafur
                dan                          rumah
     sakit.
. KebiFkan  kesehatan  pemerintah setempat
  - KebiBkan   perijinan.
    Kebijakan  pelaporan, dll.
o Peraturan intemalrumah   sakit
. Kebijakan teknisoperasional  rumahsakit
  - SOP  (Standar  Operating  Procedure)
  - Jobdescription,dll
o Afuranhukum    umum
  - KUHP
  - Undang-undanglingkungan
  - Undang-undang     tenaga  kerja

Berdasarkan tersebutdiatas maka posisi peraturaninternal
           hal
rumahsakit adalahdibawahdari anggaran dasar badanhukum
pemilikrumahsakit dan diatasdari afuranpelaksanaan
                                                 rumah
sakit.


                         YAYASAN
                           P.T
                          PERIAN
                    PerahrranIntemal RS
                     ( Hospitalbyhws )


                     ATURAN  PELAI(SANMN
                      (soP, JoB DISC,dll)
2.5. CIRTDANST,BSTAffSI
                      PERATURAil
                              IilTERT{AL      SAKTT
                                        RU]TIAH

     a. Peraturan  intemalrumahsakit adalah^bilor madd', ini berarti
        peraturan  Intemalrumahsakit dari satu rumahsakit berbeda
        dengan   rumahsakit lainnya.Hal ini disebabkan karenafaKor-
        faktor intemal RS, seperti misalnya: sejarah, pendirian,
        kepemilikan,   situasidan kondisinyaberiainan setiaprumah
                                                     di
        sakit.
     b. Perafuran   intemal rumahsakit padainUnyamengaturhal-hal
        yang merupakankonstitusi rumah sakit atau peraturan-
        peraturan  dasarrurnah  sakit.
     c. Perafuran  intremal rumah sakitpadaprinsipnyaadalah peraturan
        yangditetapkan pemilk
                          oleh       atauyangmewakili.
     d. Perafuran  internal rumah  sakitmengaturhubungan  pemilik
                                                                atau
        yangmewakli,    direkturrumahsakitdanstaf medis.
     e. Uraiandi dalam peraturanintemalrumahsakit harus tegas,
        jelasdanterperinci.
     f. Karena  rumusannya    sudah jelas,makaperaturan       rumah
                                                       internal
        sakit tidak dapat ditafsirkanlagi secaraindividual,sehingga
        terhrtup kemungkinan      unfuk mengadakan   penafsiranyang
        berbeda.
     g. Peraturan intemal rumah sakit harus diterima sebagai
        mempunyai     otoribsdanditaatiolehpihak-pihak terkait.
                                                      yang
     h. Agar tetap upto-date, maka      peraturaninternal rumah sakit
        harus evaluasi
               di          secaraberkala.                         . ..:
2.6. TIT{GKAT                  DT
            DA}IJEflIS PERATURAII DAIAM RUI.IAHSAI(TT.
     Di dalam rumah sakit ada 2 (dua) kelompok  peraturanyait-u;
     peraturandcar yang merupakan    konstitusirurnah sakit yang
     disebut perahrranintemal rumah sakit dan kebijakantekniS
     operasional.Untuk lebih plasnya kedua Kelompokpemturan
     tersebutkamiuraikansebagaiberikut:
     2.6.1. Perahrran
                    intemalrumahsakit



10

                                                                          i



                                                                          t
                                                                          ,
                                                                          I
            .  Mempunyai jenjang tertinggi karena merupakan
               konstitusiatau anggaran rumahtangEasuafu rumah
               sakit.
            .- Disusun ditetapkan
                       dan           oleh pemilikrumahsakitatau
               yangmewakili.
            c Pada umumnyamengaturtentang visi, misi, tujuan
               organisasirumahsakit dan hubungan  pemili[ direKur
I'i
               rumahsakitdanstaffmedis.
 '!-' :' 2.6.2. Kebijakan     operasional
                         teknis
                . Acuan  untukmenyusunadalahperahrran      rumah
                                                    internal
  ' r"            sakit.
             : bidang administrasi,medis, penunjangmedis dan
               3fi:'fiiT,",ij:'tsH ilSo,..
                                    ::T                   o,
 "             keperawatan.
                                       -..'rlffi'[T
             "   Kebijakanteknis ada yang berupa surat keputusan,
,i
                 sebagai contoh surat kepufusan pengangkatan,
                 penempatan atau pemberhentianpegawai. Pembuatan
                                    o tlig*" :1'Hl5l
                 ;:inl'|:l'T#fiff i:"n* **
                     * intemal"u sakit.
                 peraturan    rumah
    Pengelompokkan abs tentunyahanyasekedarunfuk memperoleh
                   di
gnmbaranyang lebih jelas tentang apa sebenamya   yang dinamakan
percturan intemalrumahsakitdan apayangdinamakan dengan kebijakan
teknisoperasional.Dengan        dapat
                         demikian   dipakaisebagaipedoman  dalam
pembuatan,  pengadaan penyempumaan
                      atau                      perafuran
                                       sistematik        intemal
rumahsakityangsudahadadi masing-masing  rumahsakit. Sebagaimana
stJdahdikatakan atas, bahwaperaturanintemal rumah sakit adatah
                di
 'bilor-madei Bdi sangattergantungkepadasituasi dan kondisidan
keadaan  rumahsakitrrya.




                                                             ll
27. PERATURAilINTERT{AL
                      RUMAHSAIGT HUBUI{GANDE]IGAN
    KODEETIK RUMA}ISAKfT.

   Anbra PeraturanIntemalRumah   Sakitdan KodeEUkRumah         ada
                                                          Saki't
sebagiansalingmenutupi (Overlapping), sehinggndalamhaFhaltei-tentu
kadargkalaagaksukaruntukmembedakannnya.    Namun ciri i.angkhas
                                                  ada
dari perahrran internal rumah sakit bahwa selain harus teitulis
perumusannp   dapatlangsung dipakai(readyfor u*) sebagai ketentuan
serta berfungsisebagaitolok-ukur.Sebaliknya  kode eUk rumah sakit
perumusanrrya masihbersifatumumdan tidak langsung   siap pakai(rpf
rdy for trc). Dengan demikianmakadalampenerapan    KodeEUk  Rumah
Sakitnnsih memerlukan penafsiranlagi. UntukFlmnrc dibawah akan
                                                           ini
        perbedaan
diuraikan         antara danperatunnintemalrumahsakit.
                        eUk                                      '

       CIRI               ETIK              PERATURAN INTERilAL
                                                   R!;
 Sifat           Seharusnya                 Waiibditaati
 TolokUkur       Hati nurani (conscience)   Ketenfuantertulis
 Dibuatoleh'     Kelompok      (self-
                         sendiri            kmilik    abu    yang
                       reoulation)
                 imposed                    mewakili
 Sanksidari      Organisasi                 - PemiliVyangmewakili
                                            - Pemerintah
 Berlaku         Intem                      Intem dan dapat dipakai
                                            sebagaiperaturanbuKi/
                                            hukum
      yang
 AFasan          Atasan/instansi            Atasan/peradilan
 berwenano       MKEK

2.8.     PER,,ATURAN
                   INTERNALRUMAHSAKIT }IUBUNGAH
                                              DENGAH
         AKR.EDITASIRS.

   Diatastelah disebutkanbahwa salah satu fungsi peraturanintemal
rurnah sakit adalah merupakansyarat keberhasilan dalam akeditasi,
karenadi dalarnakreditasirumah sakit ada parameter-pararneterlang
harus dipenuhi oleh rumah sakit yang terkait dengan ada tidaknya          i

                                                                          t
                                                                          i
                                                                          l



t2                                                                        :
                                                                          ,l




                                                                      1
                                                                      ;.
                                                                      t
                                                                      I
                                                                      I
                                                                      f
                                                                      I
  penturan intemal rumah sakib sebagaicontoh : rumah sakit harus
              visi
  mempuqrai dantujuan)rang     harusditetapkan pemilik
                                              oleh       rumah sakib
,organlsasi  rumah sakit yang harusditetapkanpemili( ada pelimpahan
,lgpwgnangan pemilikke direkturrumahsakitdan lain-lain.
               dari                                        Walaupun
, bqlum qprupakansuatu perahrraninternalrumahsaliit yang utuh tebpi
  dapat diltdikan modal dalam rnen)rusunperaturaninternalrumah sakit
  bahwpada hal-halyang mendasar   yangharusdiatur oleh pemilikrumah
,sakitataufang mewakli.
            rr
i,,.
    Keterkaitanlang Flas antara peraturan internal rumah sakit dan
 akreditasiterlihat jelas padainsffumen         versi 2002,dimanapada
                                       akreditasi
 instrumen  akrcditasi versi 2002ada parameter yang menyebutkan bahwa
 rumah sakt wajib memilikiperaturan    intemalrumahsakit atau hospital
 Dylaws.




       l.




                                                                   l3
                               BABIII.
         IIATERI PERATURA'I
                         IT{TERIIAL
                                  RUMAHSAKTT
        Dalan Bab II sudahdijelaskanbahwaperaturaninternal rurnat satit
adalalr utailor mode" dan peraturaninternal rumah sakit adalah menipakah
peraturanyang mengaturpemilik rumah sakit atau yang mewakili, direktw
rumah sakit dan staf medis. Mengacu kedua hai tersebut makq dppat
disimpulkan bahwawalaupunperaturaninternal rumah sakit bersifat "tailor
mode", namun tetap diperlukan acuanhal-hal apa sajayang perlu diatur di
dalam peraturan internal rumah sakit yang terkait dengan pemilik rumah
sakit atau yang mewakili, direlf,ur rumah sakit dan staf medis, sedangkan
                                                                        isi
masing-masing aturan tersebut merupakan kespesifikan masing-masin€
rumatr sakit. Oleh kaiena itu materi peraturan intemal rurnatr sakit yang
tercantum pada Bab m ini hanya merupakanacuanhal-hal pokok.apa saja
yang harus diatur di rumah sakit yang terkait dengan pemilik atau yang
mewakili, direktur rumah sakit dan staf medis. PadaBab tr juga disebutl'"an
batrwake tiga unsurdiatasyaitu pemilik atauyang mewakili, direktur rumah
sakit dan staf medis disebut sebagai'biad" atau "tiga tungku sejerangano' .
Mengacu kepada"triad" atau "tiga fungku sejerangan"      tersebutmaka ada2
(dua) set peraturaninternal rumah sakit, yaitu :

1. Perafuran internal yang mengahrr hubungan pernilik ataL! yang
   mewakili dengan Direktur RS (PengelolaRS) yang disebtrt peraturan
   intemal Korporate(C.orporate
                              bylaws).
2. Peraturaninternal yang mengatur staf medis yang disebut peraturan
     intemalstaf medis(Medical
                             StatrBylaws).
      Dengandemikianhubunganantara rumah sakit dengan staf
administraUf, perawatdan karyawan
             staf                      lainnyatidak diatur d! dalam
peraturan internal rurnah sakrt tebpi diatur di dalam peraturan
kepegawaian rumahsakit.Hal tersebut,terkaitdengan situasidan kondisi
dari mana  peraturaninternal rumah sakit berasal.Sbf medls dimana
peraturanintemalrumahsakitberasal padaumumrrya   obukan" merupakan
pegawairumah sakit oleh karena itu Udak terikat dengan perahrran


t4

                                                                              ?
                                                                              z
                                                                              i
                                                                              t
                                                                              I


                                                                              I
 kepegawaian   rumahsakit, misalnp jumlahpm kerja per minggu.Dalam
 ketentuan  kepegawaian, jumlahlim kerp pegawai  tidakbolehlebihdari40
 Fm   per minggu, tetapimengingat kasus                   perlu
                                        kegawatdaruratan ditangani
 sggerarnakaseorztng   doktermempunyai   kewajiban  setiapwaktubersedia
'Udtangke rumah sakit untuk menangani      kasuskegawatdaruratan,   dan
 tidak dikaitkandenganjumlah jam kerja. Sbf medis tersebutterikat
 denganaturanprofesi,oleh karenaitu staf medisperlu membuat      aturan
 serdiri yang dituangkan dalamperaturan
                          di                intemalrumahsakit"Aturan
 rnengenaistaf medis tersebut disebut peraturanintemal staf medis
 (Medical StatrBylaws). Mengingat medisdi Indonesia,
                                   staf                    khususnya di
 nimah sakit s,wasm   hampirmirip di negarclain, yaitu merupakan tenaga
 profesimandiri  (doKervisiUng praKelq doktervisitingtidakpraktek,dokter
'organlk/dokter  tetap), maka perlu ada peraturaninternal staf medis
 tersebul Padarumahsakit pemerintah,     walaupun  hampirsemuatenaga
 dokten merupakan   doktertetapnamun  karena banyak  tenagadokterrumah
 sakit pernerintah tersebutjuga bekerja rumahsakit lain yang kadang-
                                        di
 kadangpadajam kerjaoleh karena kasus
                                    ada       emergency   makaperaturan
 ,intemal staf medisperludisusun sehingga kejelasan
                                           ada           perandan fugas
 rnasing-masing.

        Peraluran  internalstaf medistersebut   bisa merupakanperaturan
  internal yang berdiri sendiri tetapi juga bisa merirpakan  salah satu
  ketenhran dalamperaturan
             di                                    Hal
                                intemalkorporate. tersebut   terganfung
  dengan jumlahdanjenisstaf medis suaturumah
                                      di            sakit.Semakinbanyak
 jumlah dan jenis staf medisdi rumahsakit makaperluperaturan      yang
, komplek  olehkarena itu periituran          staf
                                    mengenai medis     menjadiperaturan
  intemalyang berdirisendiri.  Tetapiapabila  rumahsakittersebuthanya
  kecildan hanyabeberapa   doktersajasehingga                 peraturan
                                                tidakdiperlukan
  yangkompleks   maka  peraturan  internal medisbisadisatukan
                                         staf                   dengan
  peraturan internalkorporate.

:,i*.              hal
        Berdasarkan tersebut   diatas,untukmemudahkan nrmah
                                                         bagi
 sakit yang akanmenyusun  peraturaninternalstaf medisterpisahdengan
 peraturan intemalkorporate makabukupedoman akanmenguraikan
                                                ini
 materi perafuraninternal korporatedan peraturaninternalstaf medis
 secara         Adapun
        terpisah.      materi kedua
                             dari      peraturaninternal
                                                       tersebut :
                                                               sbb

                                                                    t)
              IilTERNAt KORIIORATE(PERATURANINTERNAL
3.1. PERATUR.AN
     rlrsTrrusr)
       Mengingat   istilahkorporatepadaumumnya  digunakan untukbadan
hukumsanstamakaunh.rk        rumahsakit pemerintah digunakan
                                                  bisa         istilah
institusi sehinggaperaturaninternal koporatedisebut    juga peraturan
internalinstitusi.
Sebelum   menyusun   peraturan intemalkorporate hal-halpenting
                                              ada               yang
perludiperhatikan  yaitu:
3.1.1. Bentukbadan hukum  pemilikrumahsakit.
       Bentukbadan hukum pemilikrumah sakit akan rnempengaruhi
       oryOnisasi                         Oleh karenaitu perattrrdn
                 pemilikatau yang mewakili.
       yang rnengaturbenhJk badanhukumdarrakte badanhukumdari
       pemilik rumah sakit menjadi acuan utama dalam menyusun
       peraturanintemal korporate.Unfuk mengetahui  bentuk badan
       hukum   pemilik rurnah sakit maka perlu mengetahuimacam
       kepemilikan                     :
                  rumahsakitdi Indonesia
       a. RumahsakitmilikPemerintah
                       Kesehatan
         . ? Departenien
           . Departemen Kesehatan Departemen
                                  dan                (benfuk
                                              KeuanEan
                 hukumnya
             badan           adalah        Jawatan)
                                   Perusahaan
           o Pemerintah
                      Daerah  ProPinsi
           o PemerintahDaerahl(abupaten/Kota
           . Departemen Hankam POTRI
                                dan                     i
           . BadanUsaha  MilikNegara
      .    . Departemen lain.

       b, Rumah sakitmilikswasta
          o yayasan
          o Perseroan           (PT)                      r
                      Terbatas
          . Badan  Hukum  lainnya.
       Perbedaan kepemiiikan  tersebut diatas, akan mernpengaruhi
       organisasibadan hukum pemilik, siapa yang dimaksudyang
                   perandantugasnYa
       mewakiliserta


t6
3J1.2. Eentuk   formatpefttturan intematkorporate.
          Peraturan intemal korporateadalah"bilor madd', maka bentuk
  r,..i': formgt perafuranintemalkorporate diserahkan masing-masing
                                                       ke
          rumahsakit,dengan  altematif-altematif
                                               sebagaiberikut:
          a. Merupakan  surat keputusan  dari pemilikatau yang mewakli
             dimanamateriyang diatur dikelompokkan     nrenjadibab dan
             pasal-pasal.
'         b. Merupakan   buku yang kemudiandilampiri dengan surat
             keputusan dari pemilik atau yang mewakili untuk
             pemberlakuan tersebut.
                          buku
Beldasarkan ha! brsebut, mabri yang perlu diatur (dicantumkan)
F+aa peraturan internal fbrporae adalah :
1. 'Namq,Tujuan,   Filosofi
    a. Nama adalah  namabadan   hukum pemilik  rumahsakit.
    b. Tujuanadalah  tujuanrumah  sakit didirikan.
    c. Filosofi adalah filosofi organisasi rumah sakit, merupakan
       organisasi ataunirlaba
                 laba
2. Pengaturan  tentang Governingbody
   PadaBabiI sudahdijelaskan    yangdimaksuddengan governing body
   adalah pemilik  atauyangmewakili. Padaperaturan
                                                 internalkorporaie
   ini diharapkan kejelasan
                  ada         pengaturanmengenai pemilik
                                                       atauyang
   mewakili tersebutyaituantara rnengenai
                               lain       :
   o komposisi keanggotaan
                 atau
   . kewenangan tanggung
                   dan          jawab
   o p€t'?fl terhadap medis
                      staf
   e pengaturan   rapat

    Pada
       umumnya tanggungjawabpemilik
                                  atauyangmewakili
                                                adalah
                                                     :
   o Menetapkantujuanrurnah
                          sakit.
   o Mengawasi pelayanan
              mutu          rumahsakit.
   o Mengdwasi             pelayanan.
              keterjangkauan
   o Meningkatkanperanmasyarakat
   . Melakukan
             integrasi koordinasi.
                      dan

                                                                t7
        Agar dapat menyusunperaturan mengenaikomposisiatau
     keanggotaan, kewenangan tanggung
                             dan         jawabyanglebihrinciserta
     pengaturan                                       mana yang
                rapat maka rumah sakit harus mengetahui
     disebutpemilikatauyangmewakili dalambadan
                                   di           hukumrurpah sakit
     tersebut.Oleh karenaitu bentuk badanhukum    perlu diketahui.
     Berdasarkan kepemilikanrumahsakit, bentukbadanhukumrumah
              dikelompokkan
     sakitdapat             menjadi (lima)kelompok
                                  5              sebagaiberikut:

     a. Bentuk badan  hukum  perusahaanjawatan
              Acuan  dari bentuk badanhukum  perusahaan  jawatanadalah
        peraturanpemerintah    nomer 6 tahun 20@ tentangperusahaan
        jawatan yang kemudian ditindaklanjuti dengan peraturan
        pemerintah tentang pembentukan      perusahaan   Bwatbn pada
        masingrmasingrumah sakit perjiln. Sebenarnyaperaturan
        pemerintah tenhng pembentukan       perusahaan   jawatan pada
        masing-masing  rumahsakittersebutsudahbisadisebutperaturan
        internal korporate karena sudah mengatur mengenai
        pengorganisasian  pemilikatau yang mewakili,   tugas,wewenang
        pemilikatauyangmewakili tugas
                                   dan      direktur rumah sakit,namun
        pengaturan tersebut  belumlengkap,       hal
                                           selain tersebut  pengaturan
        internalstaf medis juEabelumada.Berdasarkan tersebut
                                                       hal        maka
        Rumah SakatPerjan masih      perlu menyusun   peraturaninternal
        rumahsakit.

              Dalam menyusun     peraturaninternal korporatedi rumah
                                 yang dimaksudgoverningbody pedu
        sakit Ferjan, identifikasi
        dilakukan dengan hati-hati oleh karena apabila peraturan
        pemerintah nomor6 tahun 2000tersebut    dikajis€caramendalam
        makadireksirumahsakitjuga memiliki    peransebagai   governing
        body. Sedangkan   DewanPengawas    malahan   bukan merupakan
        goveming  bodytetapihanyamempunyai    fungsipengawasan.  Oleh
        karena,direksi rumahsakit   perjanjuga memilikiperan sebagai
        govemingbody makapenetapan       peraturan intemal rumahsakit
        pada rumah sakit perjan dapat dilakukanoleh direksi karena
        dianggap mewakili pemilik tetapi juga bisa oleh pemililc Hal
        tersebutmemang   tidaklazimsepeftihalnyabadanhukumlainnya.

t8
          Oleh karena itu perahrranintemal korporate pada rumah sakit
          perFn akan lebih kompleks dibandingdenganrumah sakit lain.
          Dalam membuat  pengaturangoveming                  pp
                                            bodyacuanadalah No.6
          tahun 2000 tentang Penrsahaan   Jawatan (Perjan), sehingga
          komposisi,keanggotaan, wewenangdan tanggungjawab serta
          pengaturandapatmengikuti peraturanPerBntersebut.

       b. Yayasan.
             Acuan dari bentuk badan hukum yayasanadalah undang-
          undangnomer nomor 16 tahun 2001 tentangyayasandan akte
  : ) yayasanyang dimaksud  yang mewakili pemilikadalahpengurus
      yayasan.Oleh karena itu komposisidan keanggotaan      agar
'     mengacusesuai peraturanyaya$n tersebutdiatas, sedangkan
      bnggungjawabselainmengacu    kepada undang-uandangyayasan
      juga mengacutanggung jawabpemilik atauyangmewakili seperti
      tersebut
             diatas. Demikian pula pengaturanrapat sepertihalnya
      rumahsakit perlln makayang perludiatur adalahmacarn rapat,
      kapan rapat diselenggarakan, siapa yang boleh mengajukan
      diadakanrapat khusus,bagaimana    yang disebut rapat telah
      rnemenuhiquorum.

       c. Perseroan
                  Terbatas(PT).
             Acuan dari bentuk badan hukum perseroanterbatas (pT)
          adalahundang-undang nomor 1 tahun 1995tentangperseroan
'        sakit.Padarumahsakit persermn        yangdimaksud
                                       terbatas           pemilik
         atauyangmewakiliadalah          yang
                               organisasi satuleveldiatas direktur
  '      rumahsakityanglebihdikenaldengan sebutan"board director'i
                                                       of
'.:'     Komposisidan keanggotaan  serta tugas dan tanggungjawab
                 pula
         Denrikian pengaturan rapat, seperti
                                           halnya
                                                rumahsakitperjan
         mbka yang perlu diatur adalah macam rapat, kapan rapat
                       siapa yang boleh mengajukan
         diselenggarakan,                         diadakan rapat
       . khusus,        yang
                bagaimana disebut  rapattelahmemenuhiquorum.


                                                                 l9
     d. Badan  hukum lainnya.
            Yangdimaksud    badan hukumlainadalah   badan hukumyang
        belum ada undang-undangnya,           misalnya   perkumpulan,
        perhimpunan lain sebagainya, karena
                     dan                  oleh       masihada rumah
        sakit 1ang dimilikioleh badanhukurntersebut.Mengingat   belum
        ada peraturan yangjelasyangdianggap disebut
                                               bisa      sebagai yang
        mewakili pemilikmakabadanhukumtersebut       harusmenetapkan
        yangdianggap   mewakili pemilik.
                                       Mengingat  badanhukum  tersebut
        padaumumnya    merupakan  badan  hukum yangbersifatsosialmaka
        acuan mengenai komposisidan keanggotaan,           tugai dan
        wewenangdapat mengacukepadayayasanatau peraturanlaln
        yangdianggap  sesuai.
      e. Pemerintah
               Mengingat belum ada peraturan yang baku yang
         rnenetapkanbadanhukumpemilik   atauyangmewakili padarumah
         sakit pemerintahmaka pemilikrumah saklt pemerintah     perlu
         rnenetapkan yang dianggapmewakili pemilik dan mengah:r
         bagaimana komposisi, keanggotaan,tugas, tanggungjawab,
         pengaturanrapat dan lain sebagainya.Pengaturantersbbutyang
                  di
         dituangkan dalam peraturan interlalkorporateinstitusi.
                                                    /
4. Pengorganisasian
                       pemilikatau yang mewakili
        Pengorganisasian                          yang diatur pada
     peraturan      rumahsakitini antaralainmeliputi:
             internal
     . Sebutan kehra,wakilketua(bilaada),sekretaris tugasrnasing-
                                                  dan
        masing.
     o lumlahanggota
     .' Ferqnratan menBdianggota
     o Tat?cardpemilihan,pengangkatan pemberhentian
                                      dan
     . lama tugas/masa kerja

        Namunperlu diingntdalam menyusun                pemilik
                                         pengorganisasian
     abu lang mewakilitersebutperlu mengacubentuk badan hukum
     pemilikrumahsakt, baikyangmenyangkut
                                       sebutankehra,wakilketua,
              jumlahangpota lainsebagainp.
     sekreaEis,             dan

20
5. Mekanisme     pengawasan
         Diabs sudahdisebutkan    bahwasarahsatu tanggung       jawab dari
   ,
   . peryillkatau y€ng mewakiri  adarahmenruran p"nbrr*n          terhadap
     kegiatan rumah sakit.oleh karena pemilik
                                       itu         atauyangmewakili  perlu
 ' mempunyai      mekanisnre  pengawasan
 . melakukan                                dan komiti atau tim unfuk
                 pengawasan.   pembentukan   komite t"ntunyu tergantung
     kebutuhan  rumahsakitdan bentuk    badan  hril;;;ririk   rumahsakit.
,,   glgh karena.semakin  banyak   dan besarkomitetlntunya berdampak
                                                       -
 . te.rhadap   beban bjaya yang harus diunggung oien rumah sakit.
                             -kom:te
     walaupunpembentukan              tergantuni-te6utunan,
     empat                                                     namunada
            komitedasaryangdisarankan    dimiliti'obn.gouerning yaitu:
     o Komiteyang merakukan       review pefavanan    "puri"n body
                                                             (patient care
        review committee)
        Komiteyang.merakukan       pengawasan    keuangan   dan anggaran
        (finance budget
                 and       committe)
     o Komiteyang merakukan       pengawasan    bangunandan pekerjaan
        (House workscommitte)
               and
     o
        fomite yang memberikan     gran terhadap    penetapan  staf medis
        (Medical appoinment advisory committe.)
   Mengingat rumahsakitjuga adakomite-komite
              di                                    makauntukefisiensi
   pemilikrumah  sakit.atau. mewakifi
                            yang         dapatr"ngoptiralkan komite_
   komite yang sudah ada di dalam rumah saki[ oan
   mekanisme                                              agar dibuat
               hubungan   kerja antara pemitikrumah sakit atau yang
   mewakiri  dengankomite-komite     yang ada di dalam rumah sakit.
                     .
  sebagaicontohada pertemuan      beikafl antaratomite denganpemilik
  rumahsakitatauyangmewakiri. tersebut
                                    Har          karenakeemiat
  komite tersebuttelah ada di rumah sarii -seoalaimana ?;d;i
 dibawah :                                     ,              tersebut
           ini
 r Komiteyang merakukan         reviewperayanan    pasien(patientcare
     reviewcommittee),    fu{rgslkomiteini ielah oiuruun'-oleh komite
     mutupelayanan     rumah sakit.
 '   Komite yang merakukan      pengawasan   keuangan
     (financeand budgetcommitte;,rungsiko,nil"id dan anggaran
                   .
                                                       tetahdirakukan
     ofehsatuan  pengawasan   intern'(Sef-



                                                                   2l
     .   Komite yang melakukan pengawasan bangunan  dan pekerpan
         (House workscommitte),
                and                          ini
                                 fungsikomite dapatdilakukan  oleh
         pimpinanproyekpembangunan
     . Komite yang memberifairsaran terhadappenetapanstaf medis
       . {Medical                            fungsikomiteini telah
                 appoinnpntadvisorycommitte.),
      ', dilakuk6n komite,medik panitia
                  oleh          atau      kredensial.
         'i


                           diatasada yang dibawah
              -

     Komite-komite tercebut                         komitemediktetapi
     ada yang langsungdibawahDirekturRS. Apabilakomite - komite
     tersebutjuga akandimanfaatkan pemilik
                                    oleh        atauyangmewakili   rnaka
     prosedur kerja harusdibuatplas sehingga  tidakterpdi konflikantara
     direKurdengan   komite'komitetersebut,karena secarahierarki komite-
     komitetersebutbeftanggung    jawab kepada  direktur.Alternatifyang
     bisa dilakukan adalahpada waKu rapat membahas        hasil kegiatan
     komitedapatmengundang     pemilik atauyang mewakili. te;sebut
                                                           Hal
     tentunyasangattergantung   sifuasidan kondisimasing-masing   rumah
     sakit.
            rumah
     Direktur       sakit.
     Pengaturan  yang terkait dengandireKur rumah sakit antara lain
            :
     meliputi
     . Sebutan   pimpinan  tertinggi rumahsakit,dimana
                                   di                  masing-masing
        rumahsakitberbeda. yangmenyebut
                              Ada              direKurutama,
                                                           direKur,
        kepala rumah  sakit,Cll
     . Jumlah   direksi
     o Persyaratan   menjadi direksi
     o Tugasdanwewenang
     . Tatacarapengangkaian pemberhentian
                                 dan
     o Lama   tugasataumasakerja
     o Hubungan    dengan  pemilikrumahsakitatauyangmewakili
     . Hubungan    dengan  stafrmedis

7, Mekanis,nereviewdanrevisi
      Perlu disusunaturan bagaimana
                                  melakukanreview dan rgrisi
   peraturan
           intemalkorporate siapa
                           dan   yangberwenangnrelakukannya.


22
8. Peraturanrumah sakit
   Pei'lu
        ditekankanpadaperaturan
                              internal         ini
                                       korporate bahwakebijakan
   teknis operasionalrumah sakit tidak boleh bertentangan
                                                        dengan
* leraturan internal
                   korporate


3.2. PERATURANINTERNAL STAF MEDrS I             MEDTCALSTAFF
'    BYIAWS

       Peraturaninternal
                       sbf medik-adalahperaturan
                                               intemalrumahsakit
yangmengatur medis.
              staf       Yangdimaksud medikdisiniadalah
                                      staf                 doKer
dan doKer gigi. Sepertitelah disebutkan
                                      diatas,bagi rumahsakit yang
kecil,
     dimana jumlah medis
                   sbf       hanyasedikitmakaperaturaninternaistai
medis bisa dijadikansatu dengan peraturaninternal korporatedan
merupakan salahsatupasal padaperaturanintemalrumahsakit.
.                    peraturan
     Tujuan disusunnya       intemalstaf medisadalah:
a. Agarada kerjasama yang baik antarastaf medis,pemilikatau yang
   mewakili pimpinan
           dan        administratif
                                  rumah sakit.
b. Agarterjadi
             adaptasi
                    kepentingan dokter kepentingan
                                     dan           rumah  sakit.
c. Agarstaf medisbertanggungjawab mutupelayanan
                                 atas              medikrumah
   sakit.

     Fungsi

a.   Menggambarkan strukturorganisasi medis
                                   staf
b.   Prosedur
            dan persyaratan penerimaan
                                     doKer
c.   Mekanismepeer-review,       nmenf privileges,d
                          re-appoi               II
d.          pengajuan
     Prosedur         permohonan
e.   Dasarkegiatan
                 standar pelayananprofesi kodeetik.
                                        dan

Rumah sakit diharapkan dapat menyusun peraturan internal sH
medis dengan materi muatan minimal sebagai berikut :



                                                              23
l. Namaorganisasi staf medisrumahsakit ......... (sebutkan
                :                                        nama
   rumahsakit)

2. Tujuanorganismi medis:
                 staf

     Tujuanpengorgnnismian medis
                         staf     antaialainadalah:
     a. Agarsemua pasien
                       menerima pelayananrnedikyangterbaik
     b. Agar masalahmedico-administratif
                                      diselesaikan
                                                 bersamadengnn
        pihakmanajemen
     c. Mengupayakan memperbhankan govemment
                    dan                self
     d. Melaksanakankegiatanpendidikan mempertahankair
                                     dan                 standar
        pendidikan

     Keanggotaan
     a. Kualifikasi persayaratan
                  dan              menjadi         staf
                                           anggota medis.
         Rumahsakit agar rnengatur             dan persyaratan
                                     kualifikasi                  menBdi
         anggotastaf medisyaitu antaralain: lulusanfakultaskedokteran
         atau fakultaskedoktenngigi, mempunyai praKekdan lain
                                                   ijin
         sebagainya. Agar diatur pula bagaimana  kalau lulusandari luar
         negeri,bagaimana  untuk dokter warganegaraasingyang ingin
         bekerjadi rumahsakittersebr,rt, bagaimana
                                       dan             kalauhanyauntuk
         mengikuti       (pada
                  training     umumnya rumah
                                         di       sakitpendidikan).
         Etik.
         Agardiaturetikyangharus  ditaati mekanisme
                                        dan              penanganan   etik
         kedoKeran kedoKeran
                    dan           gigi.
     c. Tanggung   Bwabstaf medis  terhadap  pelayanan  klinis(medis)dan
         mutupelayanan.
     d . Sya         pengnngkabn,
            rat-syarat              pengangkatan bai.
                                                 kem l
     e.  Mekanisme  pengangkatan.
     f. Mekanisme   pengangkatan kembali.
     9.  Mekanisme  pemberhentian.
                    dan
     h . Emergenry hakistimewa      sementara.
     i . Grievance procedureyaitu prosedur untukmenangani     keluhandari
         staf medis.
     j. Intra-seruicedispute,agardiaturapabila terjadiperselisihan antara
         staf medisdengan profesilain,dengan pasien dengan
                                                    dan          direksi.

24


                                                                             i
                                                                             E
                                                                             I
                                                                             I
4. Kategoristaf medis
   Agar dibuatkan   definisioperasional yang dimaksud
                                       apa               dengandan
   wewenang  sertatanggung   iawab:
   - DoKertetap/doKer      organik
   - Dokter tamu      (dokter visiUngpraktek dan dokter visiting Udak
      pnktek)
   - DoKerkonsultan
   - Stafpengajar    (bagiRSpendidikan)
   - Staf tenagakesehatan      profesional (allied health proffesional
                                         lain
      sbfr)
      Residen, dll.

5. Pelayanan medik  danDireKurrnedik
   Yangdiaturdisiniadalah  :
   . Jenispelayanan    rnedikyangdiberikanrumahsakit.
   o Mekanisme     pengangkabn   direKur medik (apakahpemilit<
                                                             rumah
  "   sakit perlu melakukan    konsultasidengan komite medik untuk
      pengangkatan   direkturmedik)
   . Tugassertatanggungjawabnya.
   o Peran  residen peran
                    dan       pengampu  (bagirumah sakitpendidikan).
   . Upayapeningkakan      mutu   pelayanan clinicalrisk manajemen,
                                            :
      clinical govemance,    evidencebased medicine,audit medis,
      monitoring evaluasi
                  dan          mutupelayanan, mekanisme  pengawasan
      profesi,dll.

          medik.
6. , Komite
     Yangperludiaturdi komitemedikadalah:
     . Keanggobansiapa
                    :     sajayangbisamenjadi
                                            anggota
                                                  komitemedik
     . Tugas tanggung
             dan          jawabkomitemedik
     o Pengorganisasian
     . Rapat
     o Pembentukan komite-sub
                     sub         komite

7.           yang
     Pengaturan menyangkut medis.
                        Fsa
8;           mengenai
     Pegaturan     rapat.


                                                                 2s
9.   Mekanismereviewdan revisi,
                              agarditetapkan
                                           siapayangberwenang
     melakukanreview dan revisi, bagaimana  caranyadan kapan
     dilakukan.

10. Peraturandan perundangan
                           yang terkait dengankewajiban
                                                      staf
    medis       pelayanan
         terhadap       medis.




26
                               BAB. IV
            I.ANGKAH.I.ANG          NAN
                          KAH PENYUSU
    PERATURANTNTERNALRUMAH SAKIT (HOSPTTALBYIAWS)


        Langkah-langkah   penyusunan  peraturaninternal rumah sakit ini,
diharapkan dapat sebagai acuan bagi rumah sakit dalam menyusun
peraturaninternalrumah sakit-nya   masing-masing.  Namunsebelummulai
penyusunan,   ada hal-hal yang pentingyang harus diperhatikanoleh rumah
sakit yaitu :

o   Peraturaninternalrumah sakit adalah "bilor made"
    Oleh karenaitu, padawaktu menyusun    peraturaninternalrumah sakit
    jangan atau hindarimemfotocopy peraturaninternalrumah sakit dari
    rumahsakitlain. Peraturanintemaldari rumahsakit lain hanyasebagai
    acuan atau wacanasaja tidak boleh di fotocopy oleh karena peraturan
    intemalrumahsakitdari rumahsakitsatu dengarilainnyatidak sama.

c   lakrsanakanlegalaudit.
    Yang paling baik sebelummenyusunperaturaninternal rumah sakit
    adalah melakukan legal audit sehingga dapat diketahui semua
    peraturan dan perundangan    sebagaldasar penyelenggaraan  rurnah
    sakit. Legal audit ini bukan hanya sekedar melakukaninventarisasi
    peraturan yang sudahada dan yang belumdimilikitetapijuga mengkaji
    dan  menelaahsemua peraturan dan perundangantersebut apakah
    sudah kadaluwarsa,   apakahada duplikasiapakahsaling bertentangan
    dan lain-fain.

o   Peraturaninternaluntukdilaksanakanbukanmerupakan  ideologi
    Perafuran internalrumahsakit disusunbukanhanyasekedardokumen
    tersebut harus ada, tetapi harus dilaksanakankarena merupakan
    konstitusi rumah sakit. Dalam menyelesaikan  permasalahan/konflik
    intem rumah sakit maka peraturan internal rumah sakit merupakan
    acuanuntuk menyelesaikannya.



                                                                    z7
        pengulangan
o Hindari        kalimat peraturan
                       dari      perundangan
.    Jangan berlebihan diatur jugajangankurang
                      yang       dan
     Yangperludiperhatikan  adalah peraturan
                                           internalrumahsakithanya
     mengatur tungku
              tiga                  yaitu
                         sejerangan pemilik,           dan
                                               direktur staf medis
     oleh karena janganterlaluberlebihan
                 itu                       dalammengatur.   peraturan
     yang lebihrincitidak diaturdi dalamperaturan internalrumahsakit
     tetapididalam kebgakanoperasionalrumahsakit.
             penyusunan
Langkah-langkah      sebagai
                           berikut :
4.1.   Pembentukan Penyusun
                 Tim
       Tim penyusun
                  peraturan
                          intemalrumahsakitini terdiridari pemilik
       atauyangmewakili,     rumah
                      direktur     sakitdankomite medik.
4.2.   Peftemuan penyusun
                 tim
       Tujuanpeftemuan penyusun adalah
                        tim           ini       :
       a, Mengetahui memaharni
                       dan             bukupedoman    peraturan
                                                              internal
          rumah sakit   yang dikeluarkan   oleh Departemen  Kesehatan
          sehingga  ada persamaan     pengertian  dan persepsitentang
          peraturan  internalrumahsakit haFhalapa saja yang perlu
          diatur danbagaimana  mengaturnya.
       b. Terbentuknya  komitmen penyusun.
                                 tinr
       c. Agartersusun  rencanakerjadanprosedur     kerja.
       d. Penyusunan   kerangkakonsep   peraturan internal
                                                         rumahsakit.
4.3.             legal
        Melakukan audiL
        Legalaudit sebelummenyusun    peraturan        dilakukan.
                                               sebaiknya
        Dalammelakukan  legal audit bisa memintabantuandari luar
        (konsultan)
                  namun dilakukan rumah
                        bisa         oleh          sendiri
                                               sakit     terutama
        bagi rumahsakit yang telah mempunyai  bagianhukumdalam
               organisasinya.
        struktur




28
4.4.    Penyusunan peraturan
                   draft                 rumah
                                  internal      sakit.
        Draft peraturaninternal rumah sakit disusundengan mengacu
        badan hukurnkepemilikan rumah  saki, peraturan perundangan
                                                       dan
        tentangkesehatan dan perumahsakitan hasildari legalaudit..
                                             serta
4.5.    Pembahasandraft
        Dalamrnelakukanpembahasan melibatkan
                                agar       pihak-pihak
                                                     terkait.
4.6.    Penyemputnaan peraturan
                   draft            rumah
                              intemal    sakit.
4.7"    Finalisasiperafuran
                         internal
                                rumahsakit.
                 dilakukandenganpenetapan
        Finalisasi                         peraturaninternal rumah
        sakitdaripemilik
                       atauyangmewakili.

4.8.             peraturan
        Sosiatisasi              rumahsakit.
                          internal
        Sosialisasi dilakukan
                 ini         kepada                      (intemal
                                   stakeholderdan costumer
        danelstemal)

4.9.     Monitoring evaluasi
                  dan
       . Monitoring evaluasi
                  dan        pelaksanaan
                                      peraturan      rumahsakit
                                              internal
         dilakukan
                 sesuaidengan                    yang
                                      pengawasan diaturpada
                              mekanisme
         peraturan
                 internalrumahsakit.




                                                              29
                            BAB. V

                          PENUTUP


             Pedoman peraturan internalrumahsakitini disusundengan
harapan dapatsebagai acuanbagisemuarumahsakitdalammenyusun
peraturanintemalrumahsakit-nya  masing-masing diharapkan
                                               dan           rumah
                               Hal
sakit dapatsegeramenyusunnya. tersebutkarenaselainrumahsakit
rawanterjAdinF konflilgjuga karenameningkatnya   kesadaranhukumdi
masyarakat  telah meningkatkan  pula funtutan masyarakatterhadap
pelayanan rumahsakit.Dengan  adanya hospital bylawsdiharapkan dapat
sebagai acuan dalamnrenyelesaikan konflikdan tutuntanakanpelayanan
rumahsakit.Pemili.krumahsakityangtelahmenyusun     perafuranintemal
rumahsakit,  pemturan internaltenaga medisdiharapkan   dapat terus
menindaklanjutidenganmenyusun  kebijakan teknisoperasional.

      Agarperaturan
                  internalrumahsakiidapattetap"ap to date" maka
peninjauan
         secara      perludilakukan.
               berkala




                          ***y6g5x**




30

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:191
posted:4/2/2012
language:
pages:38
galih endradita galih endradita Admin www.vis-pt.com
About Hospital Manager in East Java, interesting with research in health care system.