Docstoc

PEDOMAN PENATALAKSANAAN PENGELOLAAN LIMBAH PADAT DAN LIMBAH CAIR DI RS

Document Sample
PEDOMAN PENATALAKSANAAN PENGELOLAAN LIMBAH PADAT DAN LIMBAH CAIR DI RS Powered By Docstoc
					  trdomrnltnmlthtnten
'. . ftilfiilrfit|m[t[fiffidiffuntalr
                              Kata Pengantar



        Rumah sakit (RS) sebagai  salahsatusararapelayanankeseharan      bagi
 masyarakat,menghasilkanI im bah/bahanb uangan dari kegiaranp.l"y, n
 kesehatanyang dilakukannya. Limbah yang dihasilk"., ol.h rumah sakit      "-,
 memiliki kekhususantersendiriyaitu limbah medis karena memerlukan
 penanganan khusus.
        Limbah medis yang dihasilkandari seluruh kegiatanpelayananmedis
 dapat berupa limbah medis padat, cair dan gas,yang dalam penanganannya
 memerlukan suaru taralaksana   dan teknologi pengelolaankhusus. Hal ini
 dikarenakan limbah medis rumah sakir mengandung bahan-bahan yang
 bersifat infeksius dan radioaktif, yang dapat mencemari lingkungai
 sekitarnyadan berbahayabagikesehatan      manusia(tergolongtimbah 83).
        Sistempengelolaanlimbah medisrumah sakitini menjadi lebih penting
Iagi, dikarenakan meningkatnya prevalensiberbagaijenis penyakit menular
yang a.rgkakesakitandan kematiannya    tinggi sepertiHIV/AIDS, avian influ-
enza,dan lainnya. Penderitapenyakit-penyakir    infelai ini u.mumnyadirawat
di rumah sakir.Khususunruk perawatan     pasien HIV/AIDS, pemerintah    telah
menetapkan75 rumah sakit rujukan ODHA di seluruh Indonesia.Hal ini
memerlukan perhatian khusustidak hanyadari segiperawaranpenderitarrya,
nalnun dari segipenanganan limbah medisyangdihasilkannya,     sehingga
                                                                     tingkar
penularanakibatpenanganan    Iimbah yangkurangmemadaidapatditurunkan.
       Untukpelaksanaan pengelolaan   limbah padat dan cair di rumah sakit
dibutuhkan suatu pedoman, maka disusunlah buku ini. Buku pedoman
Penatalaksanaan    Limbah Padat dan cair di Rumah Sakit ini, yang
diharapkan bermanfaatsebagai    salahsatu acuan dala,mpengelolaanlimbah
di Rumah Sakit di seluruh Indonesia.



                                                          Tim Penvusun


PedomanLimbah Padardan Cair
                           Tim Penyusun



 ]. Dr. Ratna Rosira,MPHM           (DirekturBinaYanmedSpesialistik)
2. Dr. Luwiharsih,MSc               (KepalaSekpokjaHIV/AIDS)
3. Drg. Rarit Gernpari, MARS        (BinaPelayananMedik Dasar)
4. Ir. H. Farouk Mansyur            (PSPPK)
5. Ir. Sukirman                     (PSPPK)
6. Ir. Moh. Nasir, MSi              (RS Persahabatan)
7. Drs. Sunardi,MSi                 (MIPA - UI)
8. Iwan Nefawan, BSc                (P2PL)
9- Drs. \farmo SuCraiatBSc,MKes     (BBTKr,)
10.'$Tidodo                         (BBTKLIPM Jakarta)
I l. Henny Damayanti,SPsi           (SekpokjaHIV/AIDS)
12. dr. Rudy Rusli                  (SekpokjaHIV/AIDS)
13. Sri lVahy.uni                   (SekpokjaHIV/AIDS)
I 4. Febrindah\}Zidiastuti          (SekpokjaHIV/AIDS)

                         Daftar Kontributor



l.   Dra. Yanri                    (Dit. Bina Penunjang
                                                      Meciik)
2.   Thomas Patria                 (PSPPK)
3.   Sumarsono                     (BPLJH DKI Jakarta)
4.   'S(/'awan
             Kurniawan             (BPLHD DKI Jakarta)




                                               Pedoman Limbah Padat dan Cair
 5. Budi Setiawan,DKM            (RS.Sardj Jogjakarta)
                                         ito,
 6. Dini Wardiani,SKM, MKes      (SudinkesJakarta Pusat)
 7. Dr. Titi P.                  (SudinkesJakartaBarat)
 B. Dr. Joice Tirmbelaka,MARs    (SudinkesJakarta TimurT
 9. Alaidin                      (SudinkesJakarraSelaran)
 10.Artiningsih                  (Sudinyaakes Jakarta Timur)
 I l. Ketut Astiti,SKM           (RSPI Sulianti Suroso)
 12. Titik Vahyudijati          (RS. Dr.Soeromo,Surabaya)
 13. Veronica                   (RS. Dr.Soetomo, Surabaya)
 14. Atiek Ananrtati            (FHI)
 15. JeanneUktolseja            (P2ML)
 16. ZslQraMaharani             (RSCM)
 17. Agus Suyanto               (Sekpokja HIV/AIDS)




Pedoman Limbah Padatdan Cair
                                Daftar Isi


Kata Pengantar
Daf t ar K on tri b u to r                                .......................2
Daf t ar I s i ..............                            ........................4
 BAB i. PENDAHULUAN
 1.1. Latar Belakang................                  .......................8
 1.2. Tirjuan                                                 ..............9
       1.2.1. TirjuanlJmum                                       ...........9
       I.2.2. Tujuan Khusus.......
 1.3. Manfaat
       10
 1.4. RuangLingkup                                        ................
                                                                         10
1.5 Pengertian                                                    ...... l0
1.6. DasarHukum                                        ..................12
BAB II. LIMBAH PADAT DAN CAIR DI RUMAH SAKIT ...........14
2.1. JenisLimbah dan asal   limbah                                      14
                                                            .............
2.2. KarakteristikLimbah                                        ........ 17
2.3. Persyaratan   ThtalaksanaLimbah                           .........17
      2.3.1.Limbah lv{edis Padat.........                      .........t7
      2.3.2.Limbah Cair...........                     ..................
                                                                        20
2.4 Thta LaL<sana   Limbah                                      ........2l
      2.4.1.Limbah lledis Padat.........                       .........Zt
      2.4.2.Limbah Cair...........                     ..................
                                                                        28
BAB III. PENATALAKSANAAN PENGOLAFIAN LIMBAH......... 31
3.1. TeknologiPengolahan    Limbah Medis Padat.............................
                                                                        3l
      3.1.1 lnsinerasi (Pengabuan).........                       ......34
      3.1.2 DesorpsiPana^s                                      ........46
      3.1.3.Otoklaf .....                                   .............
                                                                        50
      3. 1.4 Pengolahan Limbah Medis secra Kimia ........
                                                        .................
                                                                        54


                                                  PedomanLimbah Pa&t dan Cair
       3.1.5.RadiasiGelombang   Elektromagnetik..............................
                                                                            55
       3"1.6. Keunrungandan Kerugian dari Masing-masing
             TeknologiPengolahan   Limbah Padar     Medis ...................
                                                                            57
3.2. TeknologiPengolahan   Limbah Cair ...........               ...........59
       3.2.1.TirjuanPengolahan LimbahCair ...........               .......j9
       3.2.2.JenisPengolahanLimbah Cair...........               ...........59
       3.2.3.PengolahanLimbah Cair Secara      Fisik-Kimia..................65
      3.2.4. PengolahanLimbah Cair Secara      Biclogi              .......70
      3.2.5.Pengolahan Lumpur                              .........-........94
      3.2.6. PertimbanganPemilihanJenis
             PengolahanLimbah Cair di RS .............              .......g6
      3.2.8.ProgramMinimisasiLimbah Cair RS                      ...........99
BAB W. PEMELIHARAAN FASILITAS PENGOIAHAN LIMBAH ..
      PADAT DAN CAIR                                               ...... 106
4.1. Tirjuan                                                    ..........106
4.2. Pengeniandan JenisPemeliharaan                                 ..... 106
4.3. Fasilitas PengolahanLimbah Padat.........              ..............107
4.4. Fasilitas Pengelolaan
                         Limbah Cair ...........             .............110
4.5. Monitoring dan Evaluasi  ................                        ... 115
BAB V KESEH,{IAN DAN KESETAMATAN KERJA PETUGAS .. 119
5.1. Prinsip-prinsip.............                                     ... l l9
5.2. Perlindungan  Perugas......                        ...................
                                                                          120
Daftar Pustaka                                                  ......... tZ4




Pedoman Limbah Pedatdan Cair
                               Da-ftar Thbel


Thbel 1: Model Sterilisasi untuk Limbah
          yang DimanFaatkan    Kembali                            ........ lB
Tabel2: Jenis'S?.adah Label Limbah Medis Padat
                       dan
          SesuaiKategorinya                                          ..... 19
Thbel 3: Prediksi anraraTipe RS dan Kapasiras    Mesin
          Pengolah  Limbah Padat.........                          ....-..32
Thbel 4: Macam Gknologi Pengolahan      Limbah PadatMedis...........33
Tabel 5: PerbandinganJenis Insineraror dan
          Kemampuan dalam Pengolahan      Limbah                 ......-..43
Tabel 6: Kelebihan dan Kekurangan dari Masing-masing
          TeknologiPengolahan    Limbah Padar..........              ..... 58
Tabel 7: Efisiensi PengolahanBerdasarkan    Unit Operasi cian
          lJnit ProsesPengolahan                       ......................
                                  LimbahCair ...........                   64
Thbel 8: Jenis Rak/Para-parayang Dibersihkan
          Secara MekanisMaupun Manual      .......           ..............66
Tabel 9: Penggunaan   ProsesPengolahan Biologi unruk Limbah Cur ... 72
Tabel 10: Baku Mutu Limbah Cair bagi KegiatanRumah Sakir ........ 98
Thbel 11: Kegiatan dan FrekuensiPengoperasian    dan
          Pemeliharaan  FasilitasPengelolaan                        ....
                                             Limbah Padat......... 107
Tabel 12: Kegiatan dan FrekuensiPengoperasian    dan
          Pemeliharaan  FasilitasPengelolaan Limbah Cair...............I 1 I




                                                    PcdomanLimbah Padatdan Cait
                                Daftar Gambar


  Gambar 1:    AsaILimbah dalam RumahSakit..........                  ........ 15
  Gambar 2:   JenisLimbah dalamRumah Sakit..........                   ....... 16
  Gambar 3:   Alur Penatalaksanaan Limbah Rumah Sakit ...................      30
  Gambar 4:   AIur Pengolahan  Limbah padatdi Rumah Sakir.............         32
  Gambar 5:   Rumus Molekul Diolain dan Furan                    .............35
  Gambar 6:   Kurva Suhu pembentukan     Dioksin......               .........36
  Gambar 7:   SkemaPeralatan   Scrubber....                             ...... 39
  Gambar 8:   Insinerator RuanganTir"gg"l (A) bentuk (B)
              Bentuk Thbung
   Gambar9: Insineraror   Multi Ruang................          ............... 42
   Gambar 10: Insinerator denganpemb"ka.yang Berpurar............. 43    .....
  Gambar 11: SistemDesorpsipanaspengolahLimbah
                                                                       ...... 4g
  Gambar 12: Otoklaf Uap panasuntuk ii-U"h padatlv{ediu..............
                                                                               51
  Gambar l3:JerujilPara-para(bar screen)
                                                                      ....... 67
  Gambar 14: Grir Separator(unruk memisahkanpengoror
             pasirpadalimbah)                            ..................... 68
      -                      pengolahan
  Gambar l5: Diagram Proses               Limbah Cair
             Sistem  Lumpur Aktif ..........                          .......79
  Cambar 16: Conroh Desa_in  Unit pengolafian Limbah Cair
             Sisrem Lumpur Aktif ..........                           .......7g
  Gambar 17: Diagrrm ProsespengorahanLimbah cair sistem
                                                                 RBC... g3
. Gambar 18: Diagram ProsespengolahanLimbah Cair
             denganAerasiKontak                              ................g6
     -
  Gambar 19: Diagram ProsespengolahanLimbah Cair
             SisremAnAerob Biofilter - Up Flota,                ............g0
 Gambar 20: Diagram ProsespengolahanLimbah Cair
             Sistem AnAerob-Aerob............           ...................."94
 Gambar 21: Strarcgi Pengelolaan Limbah Cair...........               .... f 00
 Gambar 22:Bagan Alir MinimisasiLimbah                  ...................I02
 Gambar 23: Nat dan Pakaian   pelindungDiri...........
                                                                    .... . L2l

Pedoman Limbah Padat dan Cair
                                   BAB I
                               PENDAHULUAN


 1..1. Latar Belakang
        Dalam pemberian pelayanankesehatan      kepada masyarakar,institusi
 Rumah Sakit (RS) secaralangsungmenghasilkanlimbah. Sumber dari
 limbah tersebutantaralain dari pelayananmedis (Rawat Inap, Rawat JaJan/
 Poliklinik, Rawat Intensif, Rawat Darurar, Haemodialisa, Kamar Jenazah
 dan Bedah Sentral). Dari penun.iang       medis (Dapur Pusar, Binatu,
 Laboratorium Klinik, LaboratoriumPatologi     Anatomi dan Radiologi.)dan
dari pericantoransertafasilitassosial(Perkantorandan administrasi, asrama
pegawai, Rumah Dinas dan Kafetaria)dan lainJain. Limbah Rumah Sakit
adalah buangan hasil prosesyang berbentuk padat, cair, dan gas dimana
sebagian   limbah tersebutmerupakanlimbah B 3 yang mengandungmikro
organismepatogen, bersifatinfeksiusdan radioaktif. Limbah tersebut
sebagian   dapatdimanFaarkan  ulangdenganteknologi rerrenrudan sebagian
lainnya sudah tidak dapardimanFaatkan    kembali (PP No 18 tahun 1999).
Dengandemikian yangdimaksuddengan         limbah rumah sakit adalahsemua
limbah yang dihasilkanoleh seluruhkegiatanRumah Sakir.
        Jenis limbah Rumah Sakit bermacam-macarn,       yaitu lirnbah padar
non   mcdis,limbah paciat medis,limbah cairdan limbah gas.Limbahlimbah
tersebut terdiri dari limbah yang infeksius, non -infelaius dan radioaktif.
Limbah infeksrus dan non infeksius akan diolah meirurut pedoman baku
yangada,oleh pihak rumah sakit, sedangkanuntuk pengolahan radioaktif
menjadi kewenanganBatan, sedangkan      pedoman penyimpanan semenrara
sudah ada dari Bina Sarana  dan prasana.Limbah 83 yangtidak dapat diolah
harus ada tempat penyimpanan sementara rumah sakit untuk kemudian
                                            di
dikirim untuk pengolahan akhir kc instansi/lembagapengolahan limbah
rumah sakit yang telah memiliki sertifikasi/rekomendasi.



Pedoman Limbah Padatdan Cair
        Dalam rangka pelaksanaan     PeraturanPemerintah nomor 27 tahun
  1999 tentang amdal, bahwa setiap usahaatau kegiaranpada dasarnya
 menimbulkan dampak terhadaplingkungan hidup, sehingga perlukan di
 Iangkah pengendalian dampak negatif sedini mungkin. Kemudian sesuai
 dengan keputusanMenteri Kesehatan nomor 286 tahun 1990, tentang
                                          RI
 keharusankegiatan dibidang kesehatan      wajib membuat amdal, maka perlu
 dilakukan pengelolaanlimbah RS secara     memadai.Manajemenpengelolaan
 limbah merupakan salah saru upaya pengendalian infeksi nosokomial di
 RS yang di tujukan untuk mencegah     terjadinyapenyebaran infeksi sekaligus
 melindungi pasien, petugas, dan pengunjung serta masyarakatdi sekitar
 Rumah Sakit.
        Berdasarkan hasil mon ito ringke 25 RS ruj ukan ODHA yang tersebar
di 13 Provinsi didapatkan bahwa hanyabeberapaRS sajayang mempunyai
sarana  dan prasarana penatalaksanaan   pengelolaan limbah padatdan limbah
cair yang memadai. Sehubungan dengan permasalahandi atas, maka
direktorat pelayananmedik memfasilitasipedomanpenatalaksanaan        limbah
padat dan limbah cair di RS unruk memberi u/awasantentang teknologi
pengolahan limbah padat dan cair.
        Setiap Rumah Sakit mempunyai kondisi lingkungan, kemampuan
finansial dan sumberdtye menusia yang berbeda, sehingga dalam
menentukan teknologi pengolah limbah mana yang sesuaiuntuk suatu
RS, sangatbcrganrung pada hal-hal tersebut.Atas dasarpemikiran itu maka
perlu di berikan banyak pilihan teknologi pcngolahlimbah dimana masing-
masing RS dapat menentukan sendiri teknologi mana yang akan dipilih
sesuaidengan kondisi RS itu sendiri.
         Mengacu pada Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup
Nomor 86 tahun 2002 Tentang Pedoman Pelaksanaan          Up"y" Pengelolaan
Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup dan
KeputusanMenteri Kesehatan      Republik IndonesiaNom or 1204 tahun 2004
tentang Pcrsy-aratan KesehatanLingkungan Rumah Sakit, dengan melihat
latar belakangdiatas, perlu suatu pedoman ddam menatalaksana    pengolahan



                                                   PedomanLimbah Padatdan Cair
 lirnbah padat dan cair di rumah sakit.

 1.2. Tujuan
 1.2.1.fujuan Umum
       sebagaipedoman dalam penatalaksanaan
                                          pengolahan limbah padat
 dan limbah cair di rumah sakir

 l.2.2.Tujuan Khusus
        l. Menjadi pedoman dalam pengelolaan   limbah padat dan cair RS
           di seluruh Indonesia.
       2- Meningkatkan pengetahuan    tentangteknologi dan pemeliharaan
           pengolahanlimbah padat dan cair di RS.
       3. Meningkatkan pengetahuan bagi manajemen RS da-lam
           pengambilan keputusan pada pemilihan teknologi pengolahan
           limbah padar dan cair
       4. Meningkarkan pengetahuanmengenaikesehatandan keselamatan
           kerja bagi perugaspengelolalimbah

1.3. Manfaat
      Pedoman penatalaksanaan    limbah padat dan cair dibuar sebagai
tuntunan bagi pihak rurnah sakit dalam mengelola limbah medis paJat
dan cair, dan dapat bermanFaatuntuk pelai<sanaan
                                               tugas berkaitan dengan
lingkup kerja dalam rangka peningkatan muru pelayananyang aman bagi
manusia dan lingkungan.

1.4.   Ruang Lird-p
      Lingkup pedoman pengelolaanlimbah padat dan cair meliputi
teknologi, pemdiharaan, pengawasan   dan tatalaksanapengolahan limbah
padat dan cair rumah sakit pada umumnya. Pedomanini hanya membahas
limbah medis saja,sedangkan  limbah norr medis dalam pedoman ini tidak


PedomanLimbah Padatdan Cair
dibahas secarakhusus karena tidak membahayakan. Limbah radioaktif,
karenasifat-sifatnyayang khasdalam pedomanini tidak dibahassamasekali.

1.5. Pengertian
      1.   Limbah rumah sakit adalahsemualimbah yang dihasilkan dari
           kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair dan gas.
      2.   Limbah padat rumah sakit adalah semua limbah rumah sakit
           yang berbentuk padat sebagai   akibat kegiatan rurnah sakit yang
           terdiri dari limbah rnedis padat dan non medis.
      3.   Limbah medis padatadalahlimbah padatyang terdiri dari limbah
           infeksius,limbah patologi, limbah benda t4"*, limbah farmasi,
           limbah sitotoksis,limbah kimiawi, limbah radioaktifi,limbah
           kontainer bertekanan, dan limbah dengan kandungan logam
           berat yang tinggi.
      4.   Limbah padat non medis adalahlimbah padat yang dihasilkan
           dari kegiatandi rumah sakit di luar medisyang berasaldari dapur,
           perkantoran, taman dan halaman yang dapat dirnanfaatkan
           kembali apabilaada teknologinya.
      5.   Lirnbah cair adalahsemuaair buangan termasukrinja yang
           berasal dari kegiatan rumah sakit yang kemungkinan
           mengandung mikroorganisme,bahan kimia beracun dan
           radioaktifserta darah yang berbahayabagi kesehatan.
      6.   Limbah gasadalahsemualimbah yang berbenuk gasyang berasal
           dari kegiatan pembakaran di rumah sakit seperti insinerator,
           dapur, perlengkapan generator, anastesidan pembuatan obat
           sitotoksik.
      7.   Limbah infeksiusadalahlimbah yang terkontaminasi organisme
           patogenyang tidak secara  rutin adadi lingkungan dan organisme
           tersebut dalam jumlah dan virulensi yang cukup untuk
           menularkan penyakit pada manusia rentan.
      8.   Limbah sangat infeksius adalah limbah berasaldari pembiakan


t2                                                PedomanUmbah Pa&t dan Cair
                                  /A\
                                  I"V"J
                                  \:rZ
             dan stock bahan sangarinFeksius,     otopsi, organ binatang
             percobaandan bahanlain yang telah diinokulasi, rerinfeksi atau
             kontak dengan bahan yang sangarinfeksius.
        9. Limbah sitotoksisadalahlimbah dari bahanyang terkontaminasi
             dari persiapan
                          dan pemberian  obat sitotoksik unruk kemorerapi
             kanker yang mempunya-ikema-mpuanunruk membunuh atau
             menghambatpertumbuhansel hidup.
        10. Limbah 83 adalahlimbah yang mengandung Bahan Berbahaya
             dan Beracun bagi kesehatan manusia dan lingkungan.
        11. Minimisasi limbah adalah upaya yang dilakukan rumah sakit
             untuk mengurangi jumlah limbah yang dihasilkan dengan cara
            mengurangi bahan (reduce),  menggunakankembali limbah (re-
            use) dan daur ulang limbah (recyctz)
       12. MSDS (Mateial SafetyData SheetllLembarDara keselamatan
            Bahan (LDKB) merupakankumpulan data keselamaran            dan
            petunjuk dalam penggunaanbahan-bahan kimia berbahaya.
            Pembuatan LDKB dimaksudkan sebagaiinFormasi acuan bagi
            para pekerja dan supervisoryang menangani langsrrngdan
            mengelola bahan kimia berbahayadalam industri maupun
            laboraroriumkimia
       13. spongioform encephalopathies    adalah penyakit infeksi yang
            disebabkanoleh prion menyerangSSP,dan menyebabkan
            gangguan neurologis yang berat
       14. Kapsulisasiadalah pengemasan   seqra rapat menyerupai kapsul
           obat.
       15. Rotary klin merupakan pembakar berbentuk silinder yang
           berputar.
       16. Agen antineoplastik adalah agenlzat yang digunakan untuk
           menghambat perrumbuhan kanker/neoplasma
       17. Insenerasi pirolitik adalah pembakaran yang mengakibatkan
           reaksi penguraian.



Pedoman Umbah Padardan Cair
1.6. Dasar Hukum
     l. Undang-undangNomor 23'lahun 1992 tentangKesehatan       ;
     2. Undang-undang Nomor 23 Thhun 1997 rcntane Pengelolaan
         Lingkungan Hidup;
     3. PeraturanPemerintahNomor 40ll99l tentangPenanggulangan
         Penyakit Menular;
     4. Peraturan Pemerintah Nomor l8ll999 jo Peraturan Pemerintah
         Nomor 85 vThhun 1999 tentangPengelolaan   Limbah Berbahaya
         dan Beracun;
     5. Peraturan Pemerintah No.27 Tahun 1999 Tentang Analisis
         Mengenai Dampak Lingkungan (Irmbaran Negara Nomor 59
         Thhun 1999, TambahanLembaranNegaraNomor 3838)
     6. Peraturan Pemerintah No.74 Thhun 2001 'lentang Pengelolaan
         Bahan Berbahayadan Beracun
     7. PeraturanPemerintahNo.82 Thhun 2001 Tentang Pengelolaan
         Kualitas Air dan PengendalianPencemaranAir (Lembaran
         Negara Thhun 2001 Nomor 153, Tambahan Lembaran Negara
         Nomor 4l5l)
     8. KeputusanMenteri Kesehatan   Republik IndonesiaNomor 875l
         Men.Kes/SK/VlIIi200 I TentangPenyusunan   Upaya Pengelolaan
         Lingkungan dan Upaya PemantauanLingkungan Hidup
         Kegiatan Bidang Kesehatan)
     9. Keputusan Menteri KesehatanRepublik Indonesia Nomor 876l
         Men.Kes/SIg'r'III/200 I Tentang Pedoman Teknis Andisis
         Dampak KesehatanLingkungan;
     10. Keputusan Menteri Kesehatan Republik IndonesiaNomor 1204i
         Menkes/SK/X .| 2004 Tenttng PersyaratanKesehatanLingkungan
         Rumah Sakit;
     11. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 58/
         Men.LH/l211995 Tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi
         Kegiatan Rumah Sakit


r4                                           PedomanLimbah Padatdm Cair
         12. KeputusanMenteri NegaraLingkungan Hidup Nomor g6l
               Merr.LH/ l0lZO0Z Tentang pedoman pelaksanaan   Upaya
               Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya pemantiuan
               Lingkungan Hidup
         tl     KepurusanMenteri NegaraLingkungan Hidup Nomor l l2l
               Men.LH/7/2003 Tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik
         r 4 . Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 45l
               Men.LH/412005 Tentang pedoman penyusunan Laporan
               PelaksanaanRencana PengelolaanLingkungan Hidup (RKL)
              dan RencanaPemantauanLingkungan Hidup (RpL).




Pedoman Limbah Padardan Cair
                                                                l5
                     BAB II
       LIMBAH PADAT DAN CAIR RUMAH SAKIT


2.1. Jenis dan asallimbah
      Limbah rumah sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari
kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, pasta (3tr4 maupun gas
yang dapat mengandung mikroorganisme patogen, bersifat infeksius,
bahan kimia beracun dan sebagianbersifat radioaktif. Untuk limbah
yang berbentuk pasta atau gel kadang agak sulit menggolongkan jenis
limbah ini sebagailimbah padat atau cair. Untuk limbah yang berbentuk
 pasta(gel, cream)contohnya salepatau oli bekas.Untuk rnemudahkan
pengolahannya   (insinerasiatau desorpsipanas) maka jenis limbah ini
sebaiknyadicampur dengan serbuk gergaji atau pasir dengan jumlah
yang cukup sehinggasetelahdicampur (diaduk) secaramerata maka
iimbah ini dapat digolongkansebagai  limbah padat. Selanjutnyauntuk
pengolahannya    dapat dilakukan di Instalasi Pengolah Limbah Padat
iIPLP)
      fual limbah antaralain dari Unit pelayananmedis, meliputi : Rawat
Inap, Rawat Jalan/ Poliklinik, Rawat Intensif, Rawat Darurat,
Haemodialisa,Kamar Jenazah    dan BedahSentral.Unit penunjang medis
meliputi : Dapur Pusat,Binatu , Laboratorium Klinik, Laboratorittm
Patologi anatomi dan Radiologi. Sedangkan Unit penunjang non medis
meliputi : Perkantoran dan administrasi, Asiama pegawai, Ruinah Dinas
dan Kafetaria.




lu                                              PedomanLimbah Pa&t dan Catr
                                  Aral limbeh RS

                                  .3il;;L\,



          .   Rawat Inap           o Laboratorium     . Logistik
          r   Rawat lalan          o Ra<Jiologi       ' Laundry
          .   Rav,rat Darurat      e Farmasi            Rekamedis
                                                      '
          .   Rawat Intensif       . Dapur Gizi       . sarana dan prasarana
          .   Haemodialisa         . ste r ilisa si     fi si k
          .   Kamar Jenazah        . Anestesi         ' !:armasi
          r   Bedah sentraln       . Kanrar ODerasi   ' Mekanikal + Elektrikal
                                                        Kesekcrtariatan
                                                      . Kesehatan Lingkungan
                        Gambarl. Asal limbah dalam rumah sakit.

       Berdasarkan bentuk fisiknya ma-kalimbah rumah sakit dapat dibedakan
menjadi 3 jenis,yaitu limbah padat,limbah cairdan limbah gas.Unruk limbah
padat, dibedakanmenjadi limbah padatmedisdan limbah padat non medis.

2.l.l.I-imbah padat rumah sakit
        Limbah padat rumah sakit adalahsemua limbah rumah sakit yang
        berbentuk padat sebagaiakibar kegiatan rumah sakit yang rerdiri
        dari limbah medis padat dan non medis
        1. Limbah non medis pa&t adalahlimbah padat yang dihesilkan
             dari kegiatan di rumah sakit di luar medis yang berasaldari dapur,
             perkantoran, taman dari halaman yang dapat dimanfaatkan
             kembali apabila ada teknologinya.
       2. Limbah medispadatadalahlimbah padaryang rerdiri dari limbah
             infelaius, limbah patologi, limbah benda t"J"-, limbah 6rmasi,
            limbah sitotoksis, limbah kimiawi, limbah radioaktif, limbah
            kontainer bertekanan, dan limbah dengan kandungan logam
            berat yang tinggi.


Pedoman Limbah Pa&r dan Cair                                                     IT
      J,    Limbah infeksius adalah limbah yang terkonta-minasi organisme
            patogen yang tidak secararutin ada di lingkungan dan organisme
            te rs c b u t d a l a m j u ml a h d an vi rul ensi yang cukup untuk
            menularkan penyakit pada manusia rentan.
      4.    Limbah sangat infeksius adalah limbah berasal dari pembiakan
            dan stoch(sediaan) bahan sangat infeksius, otopsi, organ binatang
                                                                                                   1
            percobaan dan bahan lain yang relah diinokul'si, terinfelsi atau
                                                                                              a
            kontak dengan bahan yang sangat infeksius.                                        j

                                                                                              I




2.1.2. Limbah cair rumah sakit
       Limbah cair rumah sakit adalah semuaair buangan termasuk tinja
                                                                                              I
                                                                                              il

      yang berasal dari kegiatan rumah sakit, yang kemungkinan                                4
                                                                                              t
       mengandung mikro-organisme,bahankimia beracun dan radio aktif                          I
      sertadarah yang berbahryabagikesehatan.                                                 1



                                                                                              ;
                                          ]EIIIS LIMBAH RS




           LIMBAiJ PADAT

                                            semua limbahcalr         Semu.rlimbahyang
                              --,
                     :::l pADrr I
                     I LIMBAH
                                              termasr.ik
                                            . WC/ Toilet
                                                        Can :          berben[rk Gas
                                                                       termasukhasil
                      I     r'tEprs   I                                pembakar6n  p6da
                                            . Laundry
   . Lhbah Dapur      .                                              . Inslnerator
                          Limbah lnbksirrs  , Dapur
   . Umbah            .                                              . Dapur
                          Lfnbah Patologl
     Perkantoran                                                     . Generatcr
                      .   UmbahAnEnomi
   . Umbah Taman                                                     . Anastesl
                      o   Benda T6Jam
     g. flalanlan                                                    . Obat Sitotoksis
                      .   Umbah Farmasl
                      .   umbah sitotoksls
                      .   LtmbEhKimla
                      r   Umbah Radlo Akttf
                      .   Limbah mengandung
                          Log6m Berdt

                    Gambar 2. Jenis limbah dalam rumah sakit.


                                                                PedomanLimbah Padardan Cair
  2.2    Karakteristik Limbah
         Limbah rumah sakit bisa mengandungbermacam _
                                                                   macam
  mikro.organisme, rerganrungpada jenis rumah sikir, tingkat pengolahan
  yang dilakukan sebelumdibuang dan jenis saranayangada.
                                                            LimbJ padat
  rumah sakit terdiri dari limbah padatnon rnedisian limbah
                                                              padat medis.
  Limbah padat non medis dibuang ke lokasipembuanganakhir
                                                             iang dikelola
  oleh pemerinrah daerah (pemda) atau badan rain seluai d.rg;
                                                                peraruran
  perundangan yang berlaku, dan untuk limba,hpadat medis ,Jb"gai
                                                                   tempar
  penampungan semenraraharus diolah dengan Instalasi pengolah
                                                                  rimbah
  Padat (IPLP) selambat-lambamya24 jam.
        Limbah cair rumah sakir menurut sumbe rlkegiatan
                                                                     yang
  menghasilkanlimbah cair dapat dibagi menjadi 3 (tiga) keloipok,
                                                                   yakni;
 pelayanan medik, penunjang medik, administrasi dan fasiliras
                                                                  sosial
 Adapun parameter    limbah cair yangperrudiolah adalahBoD, coD, TSS,
 NH, bebas,suhu, pH dan pOn , sesuaidengan persyaratan
                                                              Baku Mutu
          Cair bagi Kegiatan Rumah Sakit, k.p,r,rro., Menteri Negara
 fi-!S
 Lingkungan Hidup No : Kep.58/MENLH/t21t995.

 2.3.   Persyaratan Thtalaksana Limbah

        2.3.1.   Limbah Medis padat
            2.3.1.1. MinimisasiLimbah
                 1) Setiap rumah sakit harus melakukan redulsi limbah
                    dimulai dari sumber.
                2) Setiap rumah sakit harus mengelola dan mengawasi
                    pengguna:rn bahankimia yang berbahaya  dan beracun.
                3) Setiap rumah sakit harus melakukan pengeroraan  stok
                    bahan kimia dan farmasi.
                4) Setiap peralatan yang digunakan dalam pengelolaan
                   Iimbah medih mulai dari pengumpularr,p.ng*gk,rt*,
                   dan pemusnahan harus melalui sertifikasi d"ri pihak
                   yang berwenang(KLH dan Departemen perhubungan)

Pedoman Limbah Padardan Cair
                                                                     l9
     2.3.1"2. Pemilahan, Pewadahan' Pemanfaatan Kembali dan
         Daur Ulang
         1) Pemilahanlimbah harus dilakukan mulai dari sumber
            yang menghasilkanlimbah'
         2) Limbah yang akan dimanfaatkan kembali harus
            dipisahkan dari limbah Yang tidak dimanfaatkan
            kembali.
         3) Limbah benda tajam harus dikumpulkan dalam satu
            wadah tanPa memperhatikan terkontaminasi atau
            tidaknya. \ir"d"h tersebut harus anti bocor, anti tusuk
            dan tidak mudah untuk dibuka sehingga orang yang
            tidak berkepentingantidak dapat membukanya'Jarum-
            dan syri.nges  harus dipisahkan sehingga tida'k dapat
              digunakan kembali.
         4l   f-i-U"lt medis padat yang akan dimanfaatkan kembali
              harus melalui prosessterilisasisesuai  Thbel 1' Untuk
              menguji efektifitassterilisasipanas harus dilakukan tes
              Bacillusstearothermophilus unruk sterilisasi
                                           dan                 kimia
              harus dilakukantes BacillussuL'tilis'

          Tabel l. Metode SterilisasiUnruk Limbah yang.Dimanhatkan
                                    Kembali
                                             *      ----\f"kt"-K";;"k
              Metode Sterilisasi               S"h"
          . Sterilisasi
                      denganpanas

              "Poupinel"                     l7O"C          60 menit
                        basahdalam otoklaf
            - Srcrilisasi                    lzl'C          30 menit
          . Stcrilisasi
                      denganbahankimia
            - fthfene oxide (gas)          50"C- 60'C       3-8 jam
              Gluaraldehyde (cair)               -          30 menit




                                              PedomanUmbah Pa&r dan Carr
20
                  5) Limbah jarum hipodermik tidak dianjurkan untuk
                     dimanfaatkan kembali. Apabila rumah sakit tidak
                     mempunyai jarum yang sekdi pakai ldisposabl.),limbah
                     jarum hipodermik dapat dimanfaatkan kembali setelah
                      mela.lui proses salah sau metode sterilisasi pada Tabel l.

                   Thbei 2. Jenis'W'adah Label Limbah Medis PadatSesuai
                                       dan
                                         Kategorinya
                  No Kategori     'Warna   Lambang Keterangan
                                    kontainer/

                       Radioaktif   Merah                - Kantong boks timbal
                                                 4rr
                                                          dengan simbol radioaldf
                       Sangat       Kuning        -,     - Kantong plastik kuat,
                       Infelsius                 6b       anti bocor, atau
                                                          kontainer yang dapat
                                                          disterilisasi dengan
                                                          otoklaf
                       Limbah       Kuning               - Plastik kuat dan anti
                       infeksiu-s,                        bocor atau kontainer
                       patologi dan
                       anatomi
                       Sitotoksis Ungu                   - Kontainer plastik kuat
                                                          dan anti bocor
                  5    Limbah       Coklat               - Kanong plasdk atau
                       kimia dan                          kontainer
                       farmasi


                 7) Pewadahanlimbah medis padat harus memenuhi
                    persyaratandenganpenggunaanwadah dan label sepefti
                    pada Thbel 2.



PedomanUmbah Padatdan Cair
    8) Daur ulang tidak bisadilakukan oleh rumah sakit kecuali
        untuk pemulihanperakyangdihasilkandari proses    film
       sinar X.
    9) Limbah sitotoksisdikumpulkan dalam wadah yang kuat,
        anti bocor, dan diberi label bertuliskan "Limbah
       Sitotoksis".

2.3.1.3. Pengumpulan, Penganglirrtan, dan Penyimpanan
     Limbah Media Padat di Linglcungan Rumah Sakit
     1) Pengumpulan limbah medis padat dari setiap ruangan
        penghasil limbah menggunakantroli khusus yang
        tertutuP.
     2) Penyimpananlimbah medis padat harus sesuaiiklim
        tropis yaitu padamusim hujan paling lama 48 jam dan
        musim kemaraupaling lama 24 jam.

2.3.1.4. Pengumpulan, Pengemasandan Pengangkutan
     ke Luar Rumah Sakit
     1) Pengelolaharus mengumpulkan dan mengemaspada
        tempat yang kuat.
     2) Pengangkutan limbah ke luar rumah sakit menggunakan
        kendaraan khusus.

2.3.1.5. Pengolahan dan Pemusnahan
     l) Limbah medis padat tidak diperbolehkan dibuang
        langsungke tempat pembuanganakhir limbah domestik
        sebelum aman bagi kesehatan.
     2) Care dan teknologi pengolahan atau pemusnahan
                                      dengan kemampuan
        limbah medis padat disesrraikan
        rumah sakit dan jenis limbah medis padat yang ada.




                                      PedomanLimbah Padatdan Cair
        2.3.3.      Limbah Cair
                    Kualitas limbah (efluen) rumah sakit yang akan dibuang
                    ke badanair ataulingkunganharusmemenuhipersl'araran
                    baku mutu efluen sesuaiKeputusan Menteri Lingkungan
                    Hidup Nomor Kep-5B/MENLH/ 12/ I 995 arauperaruran
                    daerahs€rempar.



2.4. Tata,l.aksana Limbah
        2.4.1. Limbah Medis Padat
        2.4.1.1. MinimisasiLimbah
            1) Menyeleksi bahan-bahan         yang kurang menghasilkan
                 limbah sebelummembelinya.
            2) Iv{enggunakansedikit mungkin bahan-bahankimia.
            3) Mengutamakan metode pembersihansecara           fisik daripada
                 secarakimiawi.
            4) Mencegahbahan-bahan         yang dapat menjadi lirnbah seperti
                 dala-mkegiatan perawarandan kebersihan.
            5) Memonitor alur penggunaanbahan kimia dari bahan
                 baku sampai menjadi limbah bahan berbahayadan
                 beracun.
            6) Memesanbahan-bahan          sesuaikebutuhan.
            7) Menggunakan bahan-bahan yang diproduksi lebih awal
                 untuk menghindari kadduarsa.
            8) Menghabiskan bahan dari setiapkemasan(isi dari kemasan
                 tersebut harus habis di pergunakan sebelum kemasannya
                 di buang)
            9) Mengecek tanggal kadaluarsa bahan-bahan pada saat
                 diantar oleh distributor.




Pedoman Limbah Padat dan Cair                                            23
2.4,1.2. Pemilahan, Pewadahan,    PernanFaatan  Kembali dan Daur
    Ulang
     1) Diiakukan pemilahanjenis lirnbah medis padat mulai dari
         sumberyangterdiri dari limbah infeksius,limbahpatologi,
         limbah benda tajam, limbah farmasi, limbah sitotoksis,
         iimbah kimiawi, limbah radioaktii limbah kontainer
         bertekanan, dan limbah dengan kandungan logam berar
         yang tinggi.
    2) Tempat pewadahanlimbah medis padat:
         a) Terbuat dari bahanyang kuat, cukup ringan, tahan karat,
            kedap air, dan mempunyai permukaan yang halus pada
            bagian dalamnya, misalnya fi berglass.
         b) Di setiapsumberpenghasil   limbah medis harus tersedia
            tempat pewadahanyang terpisahdengan limbah padat
            non-medis.
         c) Kantong plastik diangkat setiap hari atau kurang sehari
            apabila 213 6agan telah terisi limbah.
         d) Untuk benda-benda    tajamhendaknyadita-mpung     pada
            tempat khusus (safefybox) seperti botol atau karton
            yang aman.
         e) Tempat pewadahanlimbah medis padat infelsius dan
            sitotoksik yang tidak langsungkontak dengan limbah
            hartts segeradibersihkandengan larutan disinfektan
            apabila akan dipergunalan kembali, sedangkan unruk
            kantong plastikyang telahdipakai dan kontak langsung
            dengan limbah tersebuttidak boleh digunakan lagi.
    3) Bahan atau dat yang dapat dimanfaatkan kembali setelah
         melalui sterilisasimeliputi pisau bedah (scapel),jarum
         hipodermik, syringes,botol gelas,dan kontainer.
    4) Alat-alat lain yang dapat dimanfaatkan kembali setelah
         melalui sterilisasiadalah radionukleida y     telah diatur
                                                    ^g


                                           Pedoman Limbah Padat dan Cair
                   tahan lama untuk radioterapiseperri pins, needles,arau
                   seeds.
             5)    Apabila steriiisasi
                                     yang dilakukan adalahsterilisasi dengan
                   ethylene oxide, maka tangki reaktor harus dikeringkan
                   sebelumdilakukan injeksi ethyleneoxide. Oleh karena gas
                   tersebutsangarberbahaya   maka sterilisasiharus dilakukan
                   oleh petugasyang terlatih. Sedangkansrerilisasidengan
                   glutaraldehydelebih aman dalam pengoperasiannya      tetapi
                   kurang efektif secaramikrobiologi.
             6)    Upaya khusus harus dilakukan apabila terbukti ada kasus
                   pencemaranspongioform encephalopathies

        2.4.r.3.Tempat Penampungan Seinentara
             1)   Bagi rumah sakit yang mempunyai Instalasi Pengolah
                  Limbah Padat (IPLP) di lingkungannya harus mengolah
                  limbahnya selambat-lambatnya jam.
                                                24
             ?)   Bagi rumah sakit yang ddak mempunyai InstalasiPengolah
                  Limbah Padat(IPLP), maka limbah medispadatnyaharus
                  dimusnahkan melalui kerjasamadengan rumah sakit lain
                  atau pihak lain yang mempunyai InstalasiPengolahLimbah
                  Padat (IPLP) untuk dilakukan pemusnahanselambat-
                  lambatnya 24 jam apabiladisimpan pada suhu ruang.

       2.4.r.4.Tiansportasi
             1 ) Kantong limbah medis padat sebelum dimasukkan ke
                kendaraan pengangkut harus diletakkan dalam kontainer
                yang kuat dan terturup.
            2) Kantong limbah medis padat harus aman dari jangkauan
                manusia maupun binatang.
            3) Petugas yang menangani limbah, harus menggunakan
                alat pelindung diri yang terdiri:



PedomanLimbah Padatdan Cair                                                25
                                                                                   ti

                                                                               d
                                                                               ,a
                                                                               :i:

                                                                               s
              a)   Topi/helm;
              b)   Masker;                                                     €
              c)   Pelindung mata;                                             g
                                                                               €
              d)   Pakaianpanjang (coverall):
              e)
              f)
              g)
                   Apron untuk indusrri;
                   Pelindung kaki/sepatu boot; dan
                   Sarungtangankhusus(disposable   glovesatau heavyduty
                                                                               f,
                   gloves').

     2.4.1.5. Pengolahan,    Pemusnahan   dan Pembuangan    Akhir Limbah
         Padat
          1) Limbah Infeksius dan BendaTaiam
              a) Limbah yang sangat infeksius seperti biakan dan
                  persediaanagen infeksius dari laboratorium harus
                  disterilisasi
                              denganpengolahan     panasdan basahseperti
                  dalam autoclafsedini mungkin. Untuk limbah infeksius
                  yang lain cukup dengan caradisinfelsi.
              b) Benda tajam harus diolah dengan Instalasi Pengolah
                                                                               fl
                                                                               I
                                                                               i
                                                                               E
                  Limbah Padat(IPLP) bila memungkinkan, dan dapat
                  diolah bersamadengan limbah infeksius lainnya.
                  Kapsulisasi juga cocok untuk benda tajam.
              c) Setelah insinerasi atau disinfeksi, residunya dapat
                  dibuang ke tempat pembuangan83 atau dibuang ke
                  Izndfll jika residunyasudah aman.
         2) Limbah Farmasi
              a) Limbah farmasi dalam jumlah kecil dapat di olal, dengan
                  insinerator pirolitik (pyro              r),
                                            lytic incinerato rotary kiln,
                  desorpsipanasatau dikubur secara     arnan,sanitary knd-
                 f.ll, dibuangke saranaair limbah atau insinerasi.Tetapi
                  dalam jumlah besar harus menggunakan fasilitas
                  pengolahanyang khusus sepertirotary kiln, kapsulisasi
                  dalam drum logam, dan inersisasi.

26                                               PedomanLimbah Padatdan Cait
                     b) Limbah padat farmasi dalam jumlah besar harus
                        dikembalikankepada   distributor,sedangkan bila dalam
                        jumlah sedikitdan tidak memungkinkandikembalikan,
                        supayadimusnahkanmelalui insineratorpada suhu di
                        atas1.000 "C ataudengandesorpsi   termal dengansuhu
                        600"c
              3)    Limbah Sitotoksis
                    a) l,imbah sitotoksissangat berbahayadan tidak boleh
                         dibuang dengan penimbunan (kndftD atau ke saluran
                        limbah umum.
                    b) Pembuanganyang dianjurkan adalah dikembalikan ke
                        perusahaanpenghasil atau distriburornya, insinerasi
                        pada suhu tinggi, dan degradasikimia. Bahan yang
                        belum dipakai dan kemasannya       masih urr.rhkar.rrl
                        kadaluarsaharus dikembalikan ke distributor apabila
                        tidak ada InstalasiPengolahLimbah padat (Ipl-pj, dan
                        diberi keterangan  bahwaobat tersebutsudahkedaluarsa
                        atau tidak lagi dipakai.
                   c) Insinerasi  padasuhu tinggi sekitar 1.200"C dibutuhkan
                       untuk menghancurkan semua bahan sirotoksik.
                       Insinerasipada suhu rendah dapat nrenghasiikanuap
                       sitotoksik yang berbahayake udara.
                   d) Insineratorpirolirikdengaa2 (dua) rungku pembakaran
                       pada suhu 1.200"C denganminimum waktu tinggal2
                       dedk atau suhu 1.000.C dengan waktu tirgg"l 5 Jetik
                       di tungku kedua sangat cocok untuk b"ha" ini dan
                      dilengkapi dengan penyaring debu.
                   e) Insinerator juga harus dilengkapi dengan peralatan
                      pembersih gas. Insinerasijuga memungkinkan dengan
                      rorary kiln yang didesain untuk dekomposisi panas
                      limbah kimiawi yang beroperasidengan baik pada suhu
                      di atas850.C.

PedomanLimbah Padatdan Cair                                               a1
                                                                                :i

                                                                               ,'{
                                                                           .d




                                                                               -q



          f) Insinerator dengan satu tungku atau pembakaran
                                                                           d
                                                                           3


             terbuka tidak tepat untuk pembuangan limbah                   .,*
                                                                           J
             sitotoksis.
          g) Metode degradasikimia yang mengubah senyawa
             sitotoksik meniadi senyawatidak beracun dapat
             digunakantidak hanyauntuk residuobat tapi juga untuk          €
             pencucian tempat urin, tumpahan dan pakaian
             pelindung.
          h) Cara kimia relatif mudah dan aman meliputi oksidasi
             oleh kalium permanganat (KMnOn) atau asam sulfat
             (H2SO4),penghilangannitrogen denganasambromida
             (HBr), atau redul<si dengan nikel dan aluminium'
          i) Insinerasi mauPun degradasikimia tidak merupakan
             solusi yang semPurnauntuk pengolahanlirnbah,
                                                                           {
             tumpahan ataucairanbiologisyang terkontaminasiagen
             antinoeplastik. Oleh karena itu, rumah sakit harus
                                                                           {
             berhati-hati dalam menanganiobat sitotoksik'
          j) Apabila cara insinerasimaupun degrada-si  kimia tidak
             tersedia,          atauinersisasi
                      kapsulisasi             dapatdipenimbangkan
             sebagai c^ra y ng dapat diPilih.
     +)   Limbah Bahan Kimiawi
          a) PembuanganLimbah Kimia Biasa
          Limbah kimia biasayang tidak bisa didaur ulang seperti
             gula, asam amino, dan garam tertentu dapat dibuang
             ke saluran air kotor' Namun demikian, pembuangan
             tersebutharusmemenuhi pirsyaratankonsentrasibahan
             pencemar yang ada sepertibahan melayang,suhu, dan
             pH.
          b) Pembuangan   Limbah KimiaBerbahayaDalamlumlah Kecil
             Limbah bahan berbahayadalam     jumlah kecil seperti
             residu yang terdapat dalam kemasansebaiknya dibuang



28                                         Pedoman Limbah Padat dan Cait
                         denganinsinerasi
                                        pirolitik, kapsulisasi,
                                                              atau ditimbun
                          (kndftt).
                      c) Pembuangan      limbah kimia berbahaya dalamjumlah besar
                           Tidak ada cara pembuanganyang a.mandan sekaligus
                           murah untuk limbah berbahaya.     pembuanganrry"l.bih
                           ditenrukan kepadasifat bahayayang dikirdung oleh
                           limbah tersebut.Limbah rertenru yang bisa dib"k",
                           sepertibanyakbahanpelarut dapat diinsinerasi.Namun
                           bahan pelarut dalam jumlah besar seperri pelarut
                           halogenidayang mengandung klorin             florin oid"k
                           boleh diinsinerasi                     "r.,.
                                               kecuali insineratornyadilengkapi
                          dengan alat pembersihS"r.
                     d) Cara lain adalahdengan mengembalikan bahan kimia
                          berbahayatersebut ke distriburornya yang akan
                          menanganinya dengan aman, atau dikirim ke negara
                          lain yang mempunyai peralatan yang cocok r'rntr.rk
                          mengolahnya.Beberapahal yang perlu diperhatikan
                         dalam penanganan     limbah kimia terbah.ya,
                         . Limbah berbahaya yang
                                                           komposisinya berbeda
                              harus dipisahkan untuk menghindari reaksi kimra
                              yang tidak diinginkan.
                         . Limbah kimia berbahaya
                                                        dalam iumlah besartidak
                             boleh ditimbun karena d"p"t m.rr.emari air tanah.
                        . Limbah kimia disinfektan
                                                        dalam jumlah besar tidak
                             boleh dikapsulisasi karena sifatnya yang korosif dan
                             mudah terbakar.
                        . Limbah padat bahan
                                                        kimia berbahaya cara
                                                                           -terlebih
                             pembuangannya harus dikonsultasikan
                                     kepada
                                          instansi
                                                 yang berwenang.
                           t'ahulu
             5)
                   a) Umbah dengankandungan mercuri atau kadmium tidak



Pedoman Umbah Padat dan Cair
                                                                               29
             boleh dibakar atau diinsinerasi karena berisiko
             mencemari udara dengan uap beracun dan tidak boleh
             dibuang ke landfili karenaoapat mencemariair tanah.
          b) Cara yang disarankan adalah dikirirn ke negara yang
             mempunyai fasilitas  pengolah limbah dengankandungan
             logam berat dnggi. Bila tidak memungkinkan, limbah
             dibuang ke tempat penyimpananyang aman (sesuai     baku
             mutu limbah 82 dari KLH) sebegai     pembuanganakhir
             unnrk limbah industri yang berbahaya" C-an lain yang
             paling sederhanaadalah dengan kapsulisasikemudian
             dilanjutkan dengan landfill hanya dalam jumlah kecil
             dapat dibuang denganlimbah biasa.
     6)   Kontainer Bertel&nan
          a) Cara yang terbaik untuk menangani limbah kontainer
             bertekananadaiahdengandaur ulang atau penggurraan
             kembali. Apabila masih dalam kondisi utuh dapat
             dikembdikan ke distributor untuk pengisian ulang gas.
             Agen halogenidadaiam benruk cair dan dikemasdalam
             botol harus diperlakukan sebagailimbah bahan kimia
             berbahayaunruk pembuangannya.
          b) Cara pembuanganyang tidak diperbolehkan adalah
            'pembaicaran
                                         karenadapat meledak.
                           atau insinerasi
             . Kontainer yan1 masih utuh
                 Kontainer-kontainer yang harus dikembdikan ke
                 penjudnya addah:
                 - Thbung atausilinder nitrogen oksidayang biasanya
                   disatukan dengan peralatananestesi.
                 - Tabung atau silinder etilen oksid^yang biasanya
                   disatukan dengan peralatansterilisasi
                : Tabung bemekanan     untuk gaslain sepertioksigen,
                   nitrogcn, karbon dioksida, udara bertekanan.
                   siklopropana, hidrogen, gaselpiji, dan asetilin.


30                                         PedomanLimbah Padatdm Carr
  '                       .      Kontainer yang sudah rusak
                                Kontainer yang rusak tidak dapat diisi ulang harus
                                dihancurkan setelahdikosongkan kemudian baru
                                dibuang ke landfill.
                                Kalengaerosol kecil harusdikumpulkan dan dibuang
                                bersama dengan limbah biasa   drlam kantongplastik
                                hitam dan tidak unruk dibakar atau diinsinerasi.
                                Limbah ini tidak boleh dimasukkan ke dalam
                                kantong kuning karena akan dikirim ke lnstalasi
                                PengolahLimbah Padat (IPLP). Kaleng aerosol
                                dalam jumlah banyak sebaiknya dikembalikan ke
                                peniualnya atau ke instalasidaur ulang bila ada.

 2.4.2. Limbah Medi.sCair
       a- Limbah medis cair harus dikumpulkan dalam kontainer yang
           sesuaidengan karakteristik bahan kimia dan radiologi, ,rolum",
           dan prosedur penanganandan penyimpanannya.
       b. saluranpembuangan     limbah harusmenggunakan     sisremsaruran
           rerrurup' kedap air dan limbah harus mengalir dengan lancar,
           serta terpisahdengansaluranair huian.
       c' Rumah sakit harus memiliki instalasipengolahanlimbah cair
          sendiri atau bersama-sarna  seanrakolektif dengan bangunan di
          sekitarnyayang memenuhi persyaratan   reknis, apabilabelum ada
          atau tidak terjangkau sistem pengolahan air limbah perkotaan.
       d- Perlu dipasangdat pengukur debitlimbah cair untukLengetahui
          debit harian limbah yang dihasilkan.
      e. Air limbah dari dapur harus dilengkapi penangkap lemak dan
          saluran air limbah harus dilengkapi/ditutup dengin gritt.
      f. Air limbah yang berasal dari laboratorium h".,rr dior"h di
          Instalasi Pengolahan Limbah (IPAL), bila tidak mempunyai
                               Air
          IPAL harus dikelola sesuaiketentuan yang beriaku melalui
          kerjasamadengan pihak tain atau pihak yang berwenang.

Pedoman Limbah Padat den Cair
                                                                                              :€
                                                                                              r*
                                                                                              q
      g.   Frekuensi pemeriksaan kualitas limbah cair terolah (ffiuent)                        =
           dilakukan setiap bulan sekali untuk swapantau dan minimal 3                         ::;
                                                                                              .'a
           bulan sekali uji petik sesuaidengan ketentuan yang berlaku.
      h.   Rumah sakit yang menghasilkan limbah cair yang mengandung
           atau terkena zat radioaktif, pengeiolaannya dilakukan sesuai
           ketentuan BAfAN.
      i.   Parameter radioaktif diberlakukan bagi rumah sakit sesuai
           dengan bahan radioaktif yang dipergunakan oieh rumah sakir
           yang bersangkutan.

       Untuk memudahkan pemahaman penatalaksanaan limbah rumah
sakit dapat dilihat alur pengelolaan limbah rumah sakit seperti pada gambar
2 dibawah ini.

                              'Lrr{BAtt Rs




                                                     Limboh coir
                                                                              IPLG
                                                                   ( Ins tdl .r l Pengol .h
                                                                        Limbah Gds)




                                        IPLP
                               ( Ir6t ltti Peooohh
                                  Umbrh Padrt)l




             Gambar 3. Alur penatalalcsanaan
                                           limbah rumah sakit.



32                                                        Pedomen Limbah Padat dan Cair
                      BAB III
        PENATALAKSANAAN PENGOI-A,HAN LIMBAH


 3.1.    Teknologi PengolahanLimbah Medis Padat


       Limbah medispadatadalahlimbah padat yang bersifatinfeksius,
 sangat infeksius atau sirotoksis. Limbah medis padat sebelum
 ditempatkan dipenampungan    sementara  harus diolah dengan Instalasi
 Pengolah Limbah Padat (IPLP) selambat-lambatnya24 jarn. perlu
 penangananyang c€paragarsifat infeksiusdari limbah tersebut tidak
 menyebar ke lingkungan. Maka pemilihan reknologi IpLp dan
 Kapasitas pengolahannya, merupakan faktor yang sangat penting
 dalam menentukan keberhasilansuatu rumah sakit mengelola
limbahnya.
       Untuk menghitung kapasitas   IPLP yang diperlukan suaru rumah
sakit belum ada rumusan yang tepat, karena ridak ada data yang clapat
dijadikan acuanunruk menenrukan   jumlah limbah yang dihasilkanrumah
sakit di Indonesia.Jumlah limbah medis suatu rumah sakit tidak hanya
bergantung dari jumlah tempat tidurnya saja, tetapi juga sangar
dipengaruhi oleh jumlah pasien dan jenis penyakit yang dideritanya.
Didalam rabel 3 dibawah ini termuat perhitu'gan sederhana     renrang
kapasitas IPLP yang diperlukan oleh rumah sakit pada berbagai kelas.
Perhitungan kapasitasIPLP hanya berdasarkan  pada jumlah tempat tidur
di dalam suetu rumah sakit dan mengabaikan jumlah pasien dan
kondisinya. Dalam tabel tersebut diasumsikan I tempat tidur didalam
suatu rumah sakit n:enghasilkan limbah padat rata-rata sebanyak 250
gram perhari , maka predilai untuk masing-masing kelas rumah sakit
dan kapasitasmesin pengolah limbah padat yang diperlukan dihitung
dengan asumsi 6 jr- kerja dalam sehari.



Pedoman Limbah Padatdan Cair                                       33
     Thbel 3. Prediksi antaratipe RS dan kapasitasmesin pengolahlimbah padat
ii,p. RS li"rhh ,.mfr*idrt     Jr"rlrh Ltt"brh I'"d"t-K"p*'t,* M.rtn futiar*,Li-
KelasA          > 400              > 100kg / hari             16,7kgljam
KelasB         300- 400          75 - 100 kg / hari      r2,5- 16,7kgtjan             1
KelasC          < 300              <75 kg I hari           < 12,5kgljam
                                                                                      g
        Pengolahanlirnbah medis padat pada prinsipnya ialah menghilangkan             .:
sifatinfeksiusdan meminimisasinya.Agar proses
                                            pengolahan  limbah medisdapat             :!
                                                                                      *
cepat dan efuien maka limbah medis tersebutharus sudah dipilah-pilah dari             I
sumbemya dengan menggunalxan      warna kantong yang berb€dadan disetiap              I
kantong diberi peringaan dan lambangnya-Diperlukan suatu disiplin tinggi              _4
                                                                                      .l
dan kemauanyang sunguh-sunguh dari selunrh i4aran pengelolamrrrah sakit               :e
                                                                                      {
untuk mewujudlan suatu nunah sakit yang benih &bas dari tumpuican limbah              *
                                                                                      t
medis maupun non medis. Padagambar/r dibawahini tendapat    alur pemilahan            .=
                                                                                      a
lirnbah padat didalam rumah sakit, denganmemahami alur pemilahan limbah
padat ini maka pengelolaanlimbah madat menjadi lebih cepatdan efuien.

                      LIMBAH PAOAT RS




                                                                   RADIO
                                                                   AKT IF




             Gambar 4. Alur pengolahan limbah padat di rumah sakit


34                                                    Pcdoman Umbah Padat dan C,arr
         Limbah padatmedisdapatdiolah denganbeberapa     cara,pengolahan
      _
  ini bertujuan untuk menghilangkansifatinfeksiusd"., p"tog.., iari limbah
 se rtarneminimisasinyasehinggadapatdibuangke tempatpenimbunan atau
 landfill dengan mudah dan aman. Banyaktersediat.t""togi
                                                               pengorahan
 limbah padat medis, dala-mTabel4 memuarjenis teknologi r".r"
                                                                    macam
 limbah padat medis yang dapat diolah.

             Tabel 4. Macam telcnologipengolahanlimbah padat medis

 TEKNOLOGI                 Limbah Limbah     Limbah Limbah Limbah Lim
                          infeksius sangar   patologi sitotoksis kimia  radio
                                  infel<sius anacomi              dan   aktif
                                                                farmasi
 INSINEMSI
DESORPSI  PANAS
OTOKI.AF UAP
PANAS
PENGOI"{HAN                                    /2
KIMIA
}IICRO\rAVE                                    /2

FREKUENSI   RADIO
RADIASI GAMMA                                  {2


Keterangan:
/ : Teknologi dapar untuk mengoiahlimbah
                                                tersebut
/t : Teknologi insinerasi dan desorpsipanas
                                                 tidak dapar mengubah bahan yang
      bersifar radio aktif menjadi tidak radio akti[, unruk bahan kimia dan farmasi
      yang beracun reknologi ini belum rentu dapat menghirangkan/mengubah
      sifat-sifarracunnya.
r'2 : Teknologi ini trdak disarankanuncuk mengolah
                                                          limbah medis yang berupa
      porongan-poronganbagian tubuh kecuali porongan-potongantubuh tersebut
     dihancurkan lebih dulu (digiling/diporong) agarukurannyamenjadi lebih kecil.



PedomanLimbah Padatdan Cair
                                                                               35
                                                                                      .:|
                                                                                            ,ij
                                                                                             -;
                                                                                            ,-s
                                                                                            :g
                                                                                            €
                                                                                            :,..
 3.1.1 Insinerasi (Pengabuan)                                                               :r:



 3"1.1.1UraianUmum
        Insinerasi adalah suaru prosesdi mana limbah padat medis dibakar
 denganoksigendari udara-    dan diubah menjadi gashasil pembakaran  serta
 residu yang berupa abu. Gas hasil pembakarandibuang seqrralangsungke
 udaraaraudiproses   lebih dulu melaluisuatualatpengendalian polusi udara.
 Residu (abu) yang ddak dapat dibakar selanjurnyadipindahkan dari tempat
pembakaranke tempat pembuanganyang disebur landfill. Insinerasisangat
 mengurangi volume dan berat limbah medis padat yang jumlahnya besar
hingga tinggal kira-kira kurang dari 5 o/o nya sert. dap"t menghilangkan
mikroba di dalam sisalimbah.
       Banyak senyawaankimia sangat beracurr terbenruk pada proses
pembakaranlimbah medis yang tidak terkontrol, apalagijika limbah medis
yang dibakar adalahlimbah medisyang heterogen.campuran material yang
beragammenyebabkan adanyatemperaturbakar dan suhu penguapanyang
berbedauntuk tiap material, sehinggahampir tidak mungkin terjadi
pembakaran sempurna untuk semuamaterial limbah medis. pembakaran
tidak sempurnainilah yang kemudian akan menghasilkanemisi seperricar-
bon monoksida dan yang paling berbahayaialah terbentuknya seiryawa
dioh-sin dan furan.



           ;GD:::qp::
                9l0t




                654
                   tliorin              *-'l'etrachlorxlibrnzo(pfdiorin
                                  1..1.7J1




                                                                  C:I

                  ]-rran          ]-1.7,8-'l   ctrachlorudihenzofuran
               Gambar 5. Rumus molekul Diolain dan Furan.


36                                                     Pcdoman Limbah Padatdan Cair
         Dioksin dan furanadalah sekelompoksenyawa (rebih dai75 va'an
                                                          kimia
  yang dibedakanoleh posisidan jumlah atom krornya)
                                                                iang tidak berwarna
  dan tidal<berbautetapisangat  beracun  dan merupakan        p.^il., timburnyaser,
  selkanker (karsinogen).pelqaruh dioksinpadamanusi"
                                                               t r"h banyakmenjadi
  perbincangandalam dua dekadeterakhirlni, karena
                                                             sampai,r , irri dioksin
  merupakan senyawa paling beracunyang pernah dir.,,'i.,.r,
                                                                       manusia. Dari
  seluruhgolongansenyawa    diolain y*.tg prli"g beracuniarahsenyawa
                                          -disingka                          2,3,7,8-
    tra-
  Te c hloro-D i benm-para-D i oxin atau              t z, 3, 7,a- TCi D yang oreh
  Badan KesehatanDunia (\7Ho) diberi nirai tingr€t bahaya
                                                                     ncun (TEF!Toxic
 EquiuabncyFacton) adatah1 Gatu)dan ini                      nilai yang paring tinggi
 dibandingkan dengan strychnine(racun tikus) hanya
                                             -.r,rl"k*          ttiood dan sianida
 (banyak digunakan untuk meracuniikan) yang
                                                     hanya r/150.000. pengaruh
 racun dari dioxin sangarmengerikan karena d"p"a *.r,y.babkan
                                                                           kerusakan
 organ sequa luas seperti gagg"* fungsi hati, j"rrurg,
                          :                                         paru, ginjal sera
              fungsi metabolismedan menyebabkan             k.Jus;k- ;d" sistem
 T:"FTgg"
 kekebalanrubuh. Padapercobaan     terhadap   ti.,".rt g di laborarorium,diolsin
         menunjukkan karsinogenik    (p..ry.b"b r.-r...1, teratogenik(penyebab
 Slbukti
 kelahiran cacat)dan mutagenik(penyebab      kerusakan      g"netiki_
                    2.500,oo0

              2
              o     ?,000,0@
              t*
              ()
              alj
              -?
              z     t,500.000

             f'{
             o      1.000.000
             6t
             IJ
             o
              ctl
              a



                           1t0   t00   Kn   g|o   lr0   l|oo   450   500   irro
                                     TEilPERATURE("C)
                     Gambar6. IGtnresuhupembentukan
                                                  Diolain.

Pedoman Limbah Padat dan Cair
                                                                                  37
                                                                                li
                                                                                .E
                                                                                     -:
       Baik dioksin mauPun furan tidak mempunyai nilai komersial,
s€n1ra1y""n terbentuk secaratidak sengajakarena akibat aktifitas
              ini
                                       sampah  atattproduk sampingpada         ,t
marlusia, misalnyapadapembakaran
pembuatan pestisida      seperti Pentachlorophenol   (PCP). Pada proses         *
pembakaran sampah, terutama jika sampah yang dibakar adalah                    4il
                                                                               €
campuranmaterialorganik yang kompleks(lignin, kayu, kertas,plastik,
dan lainnya) dengan senyawaan     yang mengandungatom Klor misalnya:
garam dapur /natrium klorida, asam klorida' senyawaanorganik yang
mengandung klor, plastik/PVC, dll. Campuran material tersebut jika
dibakar padasuhu antara25|"Csampai dengan600'C sangatberpotensi
terbentuk dioksin, apalagi jika pembakarannyatidak sempurna,
kekuranganoksigen dan pemanasannya        tidak merata. Dioksin sebagian
besar (98olo)terbentuk di fty ash (abu hasil pembakaran) dan bukan di
asapnya.  Tetapi jika suhu pembakarannya    lebih besardari 1200"C maka
dioksin akan hancur terurai membentuk karbon dioksida (COr), air
(HrO) dan asam klorida (HCl).
       Perlu dicermati bahwa persyaratan  suhu pembakaranlimbah medis
                                                                      ini
                                                                               q
                                                                               .it

pada insineratorharusdiatas1200 "C, yangdimaksudoleh persyaratan                .;;
adalah suhu gas buang hasil pembakarannya        dan bukan suhu titik api
pembakaran.     Seringterjadi padaperalataninsineratorternyatatermometer
pengukursuhu di tempatkansedemikian      rupasehingg^yanlterukur adalah
titik api pembakarnyadan bukan suhu gas buang hasil pembakaran.
Tentunya ini sangatironis, karenapembentukandiolain ada didalam gas
buang hasil pernbakaran terutarna di dalam fb-*h (abu terbang). Suhu
tinggi ini harus tetap dapat dipertahankan ketika material baru limbah
medis padat dimasukkan ke ddam insinerator. Biasanyaketika diberikan
input baru limbah medis padat, maka suhu insinerator akan turun drastis,
jika terjadi flukruasi suhu maka insinerator tersebut merupakan penghasil
dioksin.
      Pada beberapa insinerator ada yang sudah dilengkapi dengan
sistemsirkulasithermal, suhu operasidapatdinaikkan hingga lebih besar



                                                 PedomanLimbah Padatdan Carr
 dari 1200'C, namun berarti diperlukan biaya operasionalyang jauh
 lebih besar,karena bahan bakar yang diperlukan juga lebih banyak.
 Disamping hal tersebutperalataninsineratornyajuga sangat mahal
 karena bahan konstruksi logam harustahan panasdan karat pada operasi
 temperatur ringgi. Isolasi thcrmal dengan batu-tahan api juga sangar
 sulit perawatannyakarena mudah pecah pada fluktuasi remperatur dan
 getaran.
                                           juga merupakansumberurama
        Selaindioksin dan furan, insinerator
 pencemarlogam berat misalnya,raksa(Hg), timbal (Pb), kadmium(Cd),
 arsen(As),kromium(Cr). Padasuhu insinerasiyang sangattinggi logam
berat tersebur menjadi mudah sekali menguap, membentuk senyawa
oksida yang sifat racunnya ddak kalah berbahaya.Misalnya logam raksa,
merupakan racon yang sangatkuat menggangu       sistemsaraf,panca indera
dan menurunkan kecerdasan,    demikian pula pengaruhlogam-logamberat
Iain pada umumrlya. Padaproses    pembakaran juga ticiakdapatdihindarkan
terbentuknya oksida nitrogen (NO,) dan oksida sulfur (SO.), yang jika
banyak terdapatdiudara dan bercampurdenganhujan maka airnya akan
bersifatasam.Hujan asamini dapatmenyebabkan       korosif padabangunan/
gedung , ranah menjadi tandus dan gatal-gatal        jika rerkena kulit,
sedangkangasnyasendiri dapat menyebabkan          kerusakanpada sistern
pernafasan.
        Limbah yang semulabegitu besar    volurnenya,serelah  mengalami
insinerasi jumlahnya hanyatinggalseonggok     abu. Bukan berarri limbah
tersebut musnah, yang terjadi sebenarnyapada proses pembakaran
adalah mengubah limbah menjadi gas hasil pembakaran dan partikel-
partikel abu yang kemudian dipidahkan atau disebarkan ke udara.
Maka pada insinerator mutlak diperlukan alat pemroses atau
pengendali pencemaran udara agar insinerator tidak disebut sebagai
alat penyebar racun ke udara.




Pedoman Limbah Padatdan Cair                                        39
 3.1.1.2 Parameter
                 Operasional

  3.1.1.2.1 Paramerer
           .           Tbmpatpembakaran
         Beberapaparameter mempengaruhi efisiensi pengabuan limbah
       ,
  yang berupa bahanorganik, mencakupremperarur,       pengurangantekanan
  Qtresyure drop) , keburuhan oksigen, karakteristit ti-u"rt, kecepatan
 pembakaran dan konsumsi bahan bakar atau energi yang diperlik"n.
 Pressure drop adalahselisihtekanandiluar dan didalam t,r"rrg p.-bakaran,
 jtl<apressuredrop tingg,i berarti prosespembakaran k.k,.rring*n oksigen,
 hd ini merupakan indikasi terjadinya p.or., pembakaran tidlk sempurna
 dimana pada prosesini banyak dihasilkan gas karbon monoksida (co)
 dan dioftsin. Temperatur danpressure   drop sebagaisuatu indikaror proses
 pembakaran secararutin harus diawasi. Selain hal tersebur paramerer
 seperti karbon monoksida dan sifar taktembus cahayadari emisi udara
 (opasitas)  harus diawasi unruk informasi tambahan bagi operator dalam
 memelihara sisremperalataninsinerator.
        Parameter untuk operasi alat pengendalian polusi udara juga
 harus diawasi' diantaranya ialah pressuredrop, kecipat.n alir"r,, pft
 dan temperarur cairan scrubbes,     kebersihanfilter dll. Scrubberadalah
suatu alat pencuci asap yang berbentuk tabung dan didalamnya
terdapat alat penyemprot air. Asap dari hasil pemtakaraan dialirkan
dari bawah ke dalam suaru ruangan, dari bagian atas ruangan
disemprotkan cairan yang bersifar basa. Gas hasir pembakaran yang
bersifat asamkarena mengandung HCl, so, dan No^ dinetralkan oleh
larutan basa sehingga asap menjadi berrih. Disamping gas hasil
pembakaran scrubberjuga dapat menangkappartikurat-pariikulat hasil
pembakaran.




40                                               Pedoman Limbah Padardan Cair
                                          A
                                          LJ   Udara bersih




                                                     FllterUdara

                                                     Perryemprotair

                                                     Kisi-kisi
                                                     sarrng lebah

                                                       Gas hasll
                                                       pembakaran




                                  Kontrol
                                Kontrol pH
                                  kekeruhan

                          3ambar7. Skema
                                       peralatan
                                               Scrubber



3.1.1.2.2 Karakreristik  limbah
         Sifat-sifat kimia dan fisika dari limbah medis sangar beragam.
Limbah medis yang dibuang oleh rumah sakit selaluberubah-ubahsifat
dan jumlahnya seriapsaat,hd ini akansangatmenyulitkan ketika dilakukan
pengabuan.Jika kondisi limbahnya sangarbasahbanyak mengandung air
maka diperlukan bahan bakar yang jumlahnya sangarbesarhanya untuk
menguapkan atrnya dan ini merupakan pemborosan biaya. sifat limbah
yang sangatheterogenmenyebabkanfluktuasi temperaruryang sangatbesar
ketika dilakukan pembakaran hd ini menyebabkanpecahnya batu rahan
api penyekat dinding ruang pembakarsehinggaalat insinerator juga cepar
rusak.



Pedoman Limbah Pa&t darr Cair                                         4l
          Bahan yang bersifatradioakrif bageimanapun  juga sangat beresiko
jika dilakukan pengabuan karena sifat radioaktifnyaakantetaptida-kberubah.
Demikian juga jika yang diabukan ba-han    kimia yurg sangarberacun perlu
dilakukan pemantauanrerusmenerusunruk mengamatiapakahsifat racun                 .ji

dari bahan tersebutdapar hilang ketika dilakukan pengabuan,logam-logam           +i
                                                                                 ts:t
                                                                                 :.+
berat sifat racunnyatidak berubahwalaupun relah berubah rnenjadi abu.
                                                                                 $
                                                                                 a
3.1-1.2.3.Abu sisapembakaran
      Pembakaranlimbah pada insinerator selalu menghasilkan abu, abu
                                                                                 s
ini secara berkala harus dibersihkan dari ruang pembakaran. Untuk
membersihkan abu dari dalam ruang pembakaranmaka incenerator harus
dipadamkan dan didinginkan, prosesini memerlukan waktu sekitar 8 jam
                                                                                 fl
                                                                                 #
sebeluminceneratordapat dioperasikanlagi. Perludibuat suatujadual yang
ketat agar proses pembakaran limbah tidak rerganggu,kecuali jika
inceneratornyabekerjasecaraotomarispenuhsehingga sisa
                                                   abu    pembakaraa
dapat terbuang dengan sendirinya.
                                                                                 €'a:
                                                                                  .1
3.1.L.3lenis Insinerator
     Adar'beberapajenisinsinerator       digunakan
                                 yangdapar        untuk nrengolah
limbah medis, diantaranyaialah :

3.1.1.3.1 Insinerator  ruanganrunggal.
          Insineratorjenis ini merupakaninsineratoryang paling sederhana,
bentuknya seperti oven kue yang diberi cerobong asap. Ruang bakarnya
berbentuk datar sehinggalimbah yang beradadibagian dasarcenderung ddak
terbakar dan perluwaktu yangcukup lama agarseluruh limbah habis terbakar..
Pembakaran yang dihasilkan cenderung tidak sempurna karena kurangnya
pamasokan oksigen.Jika pasokanolaigen dari udara ditambahkan, mal<a
temperatur pembakaranakan turun secara   drastisdan diperlukan waktu yang
cukup lama unnrk menstabillan lagi temperaturn,ya.Pemakaianinsinerator
jenis ini untuk membakarlimbah medis sebaiknya    dihindarkan.



42                                               Pedoman Limbah Padat dan Carr
                                     @
          Ccrobongarep *



           Rumg
           brku                   Lobang udua
     Oinding bal!
     trhrn apl
  Alas pcmbaku



    RuuO rbu




                      (A)

    Gambar 8. Insinerator ruangan runggal (A) bentuk kotak (B) bentuk hbung



 3-1.1.3'2Insineraror multi ruang (Mutti chamber)denganudara yang
 dikendalikan
       Insinerator multi ruang denganudarayang dikendalikan mempunyai
 dua tempat pembakaranyang terpisah.Ruangpembakaranpertama (pri-r,
 chamber) merupakanremparmemasukkan        limbah med.is,iiruangan inilah
 pembakara' dimulai. Jumlah udara yang masuk dalam ruangan ini
 dikendalikan sehinggajumlahnya kurang dari yang dibutuhkan secara
 stokiometris. Pe.mbakaran  limbah di ruang pertama ini terjadi dalam tiga
          pertama penguapancairan yang terdapardalam il-U"lr. Kedua,
lalrapan,
bahan-bahan yang mudah menguap akan diuapkan dan dimasukkan ke
ruang pembakaran kedua (sehunder     chamber).Tahap ketiga, karbon yang
merupakan sisa pembakaran limbah dalam .u"ng p.mb"karan perrama
mulai dibakar.
       Ruang pembakaran kedua menerima masukan semua gas hasil
pembakaran tak sempurna dari ruang pembakar pertama. Dalam ruang
pembakarankedua semuagasyang dapatterbakar,dibakar dalam temperarur
yang tinggi dengan jumlah udara yang berlebihan, sehingga diharapkan
semua gas terbakar dengan sempurna. Insinerator multi ruang siring


PedomanLimbah Padatdan Cair
                                                                              43
                                                                                   :i:!

                                                                                     I
                                                                                  :*
                                                                                  *
                                                                                  t.1

                                                                                  ia
                                                                                  -.r=l


dirancang dan digunakan secarakhusus untuk membakar limbah medis                  1#
yang kadar cairannya tinggi arau sebagianbesar limbah berupa cairan.
Lobang tempat memasukkan limbah yang akan dibakar diletakkan lebih
tinggi dari pada tempat pembakaran,hal ini dimaksudkan untuk mencegah
agar cairan yang dibakar ddak meleleh arau tumpah keluar dari tempat
pembakaran.Jika hanya digunakan satu buah alat pembakar (burner) sqa
maka panas yang dihasilk-antidak cukup, biasanyaperlu ditambahkan
pembakar ta-mbahan   untuk membancumenguapkancairan yang jumlahnya
sangat besar rersebut.

                                                         Cerobong asap




                  Ruang




                    Gambar 9. Insinerator multi ruang.



3.I.l.3.3Insinerator dengantemparpembakaryang berputar (RotdryKiln)
       Insinerator dengan tempat pembakaryang berputar mempunyai dua
ruang pembakaran.Ruangpembakarpertama(primer) berupa suatusilinder
yang berputar, sedangkan  ruang pembakarkedua (sekunder)berupa silinder
atau kotak yang tetap tidak dapat berputar. Limbah dimasukkan ke dalam
ruang pembakar yang pertama dan dibakar dengan sejumlah oksigen dari
udara, setelah volume limbahnya berkurang dilanjutkan pembakaran di
ruang pembakar yang kedua-



44                                                 Pedoman Limbah Padatdan Cair
    .  Karena pembakarnya berputar maka limbah yang dibakar mengala-mi
 pengadukan sehingga pemt'akaran terjadi secara merara diseluruh bagian
 limbah. Insinerator jenis ini harganya mahal karena sistem mekaniknya
 cukup rumit"


                               K ilen                                 Cerobong
                               Ternpatpembakar
                               yang berputar                     //asap
  Tempat                           r"\^  \
                                   Lj    d2\
  memasukkan
  limbah




              Gambar 10. Insinerator denganpembakaryang beipurar.


       Dari kctiga jenis insineraror tersebut jika diperbandingkan dalam
hal harga, kemampuan dalam pengolahan limbah serra da-mpak pencemaran
yang dihasilkan dapat dilihat dalam Thbel 5 berikut ini.


   Tabel 5. Perbandinganjenis insinerator dan kemampuan dalam pengolahan
                                        limbah
'Jenis
          H-g"           Kapasitaspengolahan          Kemampuan pembakaran
insinerator
Ruangan     Medium       Kecil (tidak dapat dibuar Pembakaran           ddak merata sebab
tunggal                  dengan kapasitasbesar, limbah dirumpuk, bagianbawah
                         s e ma k i n b e s a r j u m l a h sering tidak rerbakar.Sangat
                         limbahnya pembakarannyapotensialpenghasil pencemar  gas
                         semakinti&k merata)          udara


Pedoman Limbah Padatdan Cair                                                         4)
                                                                                           s
                                                                                           ':


                                    @
                                                                                      ,in
                                                                                     -s
                                                                                     'i€


                                                                                     +#
                                                                                     ,i :




     Thbel 5. Perbandingan jenis insinerator dan kemampuan dalam pengolahan
                                 limbah (Lanjutan)

 Jenis       Harga     Kapasiras
                               pengolahan        Kemampuanpembakaran
 insinerator
 Multi       Mahal     Dapat dir anc ang s e s u a i Jika keburuhan oksigen unruk
 ruang                 kapasitasyang dibutuhkan. pembakarannya      diatur dengan
                                                 baikmakakualitaspembakarannya
                                                 cukup baik Sangptcocok unnrk
                                                 timbah yang kadar airnya dnggi.
Pembakar Sangat        Dapat dirancang sesuai Pembakaran    yang dihasilkan
berputar mahal         kapasitas
                               yang diburuhkan. sangatbaik merara diseluruh
                       Pembakaran dapat dilaku- bagian
                                                     limbahkarenalimbahyang
                       kan secaraterus rnenerus dibakar mengalamipengadukan
                       (kontinyu)               (diputar). Perlu perawaranyang
                                                 teliti agarsistemmekanik yang



 3.1.I -4 Pemeliharaan   Insinerator
          Pemeliharaanpada insinerator terurarnapada rempar penrbakaran
dan alat pengendali polusi udara. pemelihara". y".,g- baik akan                      #
memperpanjang      hidup komponenremparpembakaran,     m€ngurangipolusi
                                                                                     *
dan mengurangi biayaperbaikansebab     pekerjaanperbaikanliayanyamahal.              $
                                                                                     .c
                                                                                     r!
        Ruang pembakar selalu bekerjapada suhu ringgi maka komponen_
komponen yang terbuat dari logam akan cepatrusak atau karatan terkena
asaphasil pembakaran yang bersifatasam.Jika ruang pembakaran dilapisi
batu tahan api, maka fluktuasi suhu pembakarandan p.**rrkk"r, rimbah
cair dimana ruang pembakaran masih bersuhutinggi dapat menyebabkan
batu tahan api pecah.
        Jika insinerator dilengkapi denganscnrbbermaka pH cairan scrub-
ber harus selalu dikontrol jika pHnya rendah (asarn)maka komponen-
komponen scrubberyang terbuat dari logam akancepatrusakrerkenakarat.


46                                                   PedornanLimbah Padat dan Cair
  Demikianjugafilter debuyangterdapat dalamscrubber, filter jarang
                                                   jika
  dibersihkan
            penl'umbaranpa.r"firtermenyebabkan
                                             rli* i.-cu"'g-    g".
  hasil pembakaran tergaaggu cian prosespembakaranjuga^terhambat.

  3.1.1.5 Keunggulan    trnsinerator
          K"r.rggulan digunakan insineratorsebagai pengorahlimbah rerutarna
    . . -
  adalahsusurnyavolumelimbah setelahdilakuian
                                                   p..ig"bu".,, dari sejumlah
  besar.volume   limbah padat dapat menjadi abu yangjumrahnya
                                                                hanyasedikit
  sekali.

  3.1.1.6 KekuranganInsineraror
        Kekurangan insinerator sebagaipengolah limbah
        1) Insinerator bekerja pada suhu tin-ggi maka
                                                         peralatannyacepat
             menjadi rusak karena karatan aan ha ini menyebabkan
                                                                        biaya
            perawaranjuga tinggi.
        2) Gas-gas hasil pembakarannya dapat
                                                      mencemari udara,
            menggunakan insinerator sarnasaja dengan mengubah
                                                                     rimbah
            padat menjadi gasdan menyebarka.,.y" k. ,.d".".1i"ka
                                                                 limbahny,a
            mengandung unsur_unsuryang berbahaya        dan beracun maka
            asapdan abunya harus seraludiawasi dan dikendalikan
                                                                      karena
            bisa saja justru bahan-bahan beracun tersebut
                                                                disebarkan
            kemana-mana.
       3) Biaya operasionalnyabesar terurama bahan
                                                               bakar yang
           digunakan unluk mencapai suhu tinggi, Cemikian juga
                                                                        biay;
           bahan-bahan kimia yang digun"k* u"t"k sistem
                                                                iengendali
           pencemaran udaranya (scrubber, absorber, filter
                                                                 dan lain_
           lainnya).
       4) Harganya relatif mahar dibandingkan sistem
                                                         pengolah rimbah
           padat yang lain,- apalagrjika insinerarornya dilenfkrpi
                                                                    dengan
           sistem pengendali pencemaran udara maka harganyl
                                                                     ,"r,g".
           mahal.                                              "L"r,



PedomanUmbah Padatdan Cair
1"I.1.7. Faktor resiko bagi pengelola Insinerator
       Lingkungan tempat pengolahan limbah medis n'risalnyalingkungan
tempat beroperasinya insinerator rnerupakan daerah yang berbahayapekerja
yang berada di daerah tersebut potensial untuk terkena bahan kimia
berbahaya, terinfeksi penyakit atau terbakar, terkena soda cairan scrubber
ketika rnelakukan perawatan scrubber, terkena bahaya beracun dari senyawa
organik dan logam berat dari partikulat asapnya, orang yang bere.siko pal-
ing besar terutama adalah operator dan teknisi yang merawat peralatan
tersebut. Ketika sedang dilakukan pembersihan filter sebaiknya diberikan
"Hypoventilation" yaitu dengan mengali rkan ol<sigensecaraperlahan kepada
para teknisi yang sedang bekerja untuk mengurangi resiko terhisapnya
partikulat*partikulat yang mengandung bahan yang berbahaya dan beracun
tersebut. Resiko yang lain ialah terkena bagian insinerator yang bergerak
misalnya sabuk penggerak (belt), srlinder hidrolik, lengan pengumpan atau
poros ban berjalan (conueyor).
      Potensi ttrjadinya infeksi/peradangan dari bakteri pathogin yang
terdapat dalam limbah medis dan kemungl.jnan terjadinya ledakan atau
kobaran api karena adanya bahan yang muciah meledak atau terbakar y^ng
terdapat dalam limbah medis merupakan dua resiko yang selalu dihadapi
jika menggunakan teknologi incinerator untuk mengolah limbah medis.


3.1.2   Desorpsi Panas


3.1.2.1Uraian Umum
       Desorpsi adalah lawan kata dari adsorpsi(penyerapan),pada proses
adsorpsidihasilkan panassebaliknya  padaproses desorpsidiperlukan panas,
tetapi jika proses desorpsi dilakukan pada tekanan rendah, maka panas
yang diperlukan alsn jauh lebih rendah.
       Dalam desorpsipmas, peristiwayang terjadi addah prosesfisika jadi
bukan realsi kimia seperti pada prosespemba.karan  dimana terjadi reaksi
oksidasi. Karena tidak terjadi realsi kimia maka pada proses ini tidak



48                                                PedomanLimbah Padat dan Cair
   dihasilkan gas-gaspencemarudara, misarnyaoksida nitogen atau oksida
   sulfur penyebab hujan asamdan karbon monoksidayrrg blrn..rn. Dioksin
   Gelrawl kimia penye.bab   kanker) dalam prosesd.*rp!r panas juga tidak
   terbenruk, karenadioksin hanya t .b..,t,ri p"d" p.oro
                                                            pembakaranpada
  suhu sekitar300 - 600'c. Desorpsi   panas sangar eiektif untuk memisahkan
  bahan-bahan organik dan anorgarrik y"rrg mudah menguap
                                                                    misalnya:
  minyak, pestisidadan beberapa  logam kadmium, air raksar..,* ,ro' logam
  misal arsen,sulfur dan klor. Material yang terah terdesorpsi,
                                                                beradadalam
  bentuk uapnya akan lebih mudah ,rn.,rk dikumpulkan^ kembari
                                                                      dengan
  cara didinginkan, uap akan rerkondensasi   sehingia tcrkurnpul dan tidak
  rersebarkemana-manasehinggatidak mencemari udara.
         Dengan sisrem desorpsipanasmareriaryang berbahayadan mudah
 menguap dipisahkan lebih dulu sehinggalebih mudah ,r.rt,-rk
                                                                   ditangani,
 entah akan dibuang atau dimanfaatkan-tmbali. Sedangkanbahan-bahan
 organik yang sukar menguap akan te.urai (terkarbonisJi) menladi
                                                                       arang.
 AI*g yang dihasilkan dalam prosesini berupa serbuk ar.ng'd..,
                                                                        perL,
 dilakukan uji laboratorium untuk me.,yimp,rlkan bahwa ,J.b.rk
                                                                       ,.".rg
 tersebutbersifattoksik arau non roksik. Selanjutnya   jika serbuk ara,'gnya
 bersifatnon toksik makaarangrersebut   a-man untuk dimanFaatkan,   misJny.
 dicetak menjadi bahan bakaryang bernamabriket arang.

3.t . 2 . 2
       Padaprosesdesorpsipanas,material limbah dip".rrrk"r, pada
                                                                     suhu
sekitar 300'c diddam suatusilinder yangberputardengankondisi tekanan
udara vang rendah.             melakukan pemutaran fiengadukan) maka
                     lengan
Pemanasan   menjadi efisien karenapanasmenyebar secara           kesemua
bagian material limbah dan prosesdesoqpsi                -.r","
                                            dapat berlangsungsecaralebih
cepat.. Dalam hd pemanasanini, rimbah tiaak aiuat<a,f*rrgl,rrrg dengan
          tetapi hanya dialiri udara panas sambir dilakukan"pengadukl.
f)r{a-api
Padakondisi normd, tekanan udara I atmosfer,proses p.rrg.r."i"r, limbah
organik menjadi karbon (karbonisasi)terjadi prd".,rh,r refi,"r 400 - 600



Pedoman Limbah Padat dan Cair
                                                                        49
'c, tetapi jika karbonisasidilakukan dalarn kondisi tekanan udara lebih
kecil dari I atmosfer,penguraianlimbah organik dapat terjadi pada suhu
sekitar20a - 400 'c. selanra proses pemanasan  awal,materiallimbah yang
mudah menguap akan keluar dari limbah.
       uap ini jika didinginkan berubahbennrk menjadicairanyang setelah,
melaluibeberapa  tahappemisahan, cairanini dapatdimanfaatkanunrukbahani
bakar atau bahan pengawet. sisa material padat akan terkarbonisasimembentuk
serbuk arang. Sedangkanlimbah plastik pada prosesini tidak mengalami
perubahan,plastik hanya akan melelehdan menggumpalmenjadi
plasdk, yang mudah dipisahkan dari serbuk arang dengan cara pengalakan.
Bola-bolaplastik ini masih dapat didaur-rl*g lebih lanjut unnrk keperluan
lain.
      Lama prosses pengolahan limbah dengan cara ini sangar berganrung
dengan karakter limbah yang diolah, jika limbahnya banyak mengandung
air maka perlu waktu yang iebih lama dibandingkan limbah yang kering.
Sebagai ga-mbaran kasar, unruk sampel padat dengan 6erar 25 kg dengan
kadar air'25 o/o dapat diproses dalam *'aktu I jam dengan konsumsi bahan
bakar solar sekitar 2,8 lirer/iam.
                                                             C erobongasap



         BanberJalan
 Pengumpan
 limhah




                   Unit dsorpsi panas gak




                                            ["";ffi'":ln :,:?ilff"n
             Gamb.ar 11. Sistem desorpsipanaspengolahlimbah



50                                                 PedomanLimbah Padardan Cair
  3.1.2.3 Parameter Operasional
        Keberhasilan pengolahan limbah dengandesorpsi   panasberganrung
 pada suhu, wakru dan rendahnyarekananudara craram      1n..g* d"rorpJ
 panas'Rendahnyatekananudaradalam ruangandesorpsip*", ,.r.r,rp"L""
 faktor penting karenasangarmembanrudalamh"l p"ng,rr"ian bahanlimbah
 terhadap suhu yang diperlukan" semakin rendah ,.k*r,"., udara dalam
          desorpsipanas maka suhu yang diperlukan untuk menguraikan
 :uangan
 bahan limbah semakin rendah sehinggakonsumsi pemakaian bahan bakar
 alat menjadi semakin sedikit dan biaya operasionJ alat dapat ditekan.

 3.I.2,4 Keunggulanteknologi desorpsi   panas
 .
        Desorpsipanasberoperasi  padasuhu rendah sekitar 300 .c, sehingga
harga peralaranmenjadi relatif murah karena ridak diperlukl batu rahan
api. Peralatanmenjadi iebih awet, ridak mudah rusak dan karatan. Biaya
perawatan dan operasionaluntuk bahan bakar lebih rendah ya-itu sekitar
20o/o apabila dibandingkan dengan pengolahan limbah dengan sistem
pernbakaran   (insinerasi)
                         yang beroperasipada suhu sekitar 1200.c. Tidak
menghasilkan   bahangaspencemar    berbahayaseperti oksidanitrogen,oksida
sulfur dan rerutamatidak terbentukdioksin , karenadalam sirtem desorpsi
panascidak rerjadi reaksipembakaran.
       Serbuk karbon hasil prosesini masih dapar diolah menjadi briket
aranguntuk keperluanmemasak      atauindusrrikecil yangmemerlukanarang
untuk prosespemanasan    atau pengolahan yang memerlukan parras.Limbah
plasik masih tetap utuh tidak terbakarsehinggakemungkinan masih dapat
dldaurulang. cairan hasil kondensasiuap jika dilakukan pemisahan dapat
dimanfaatkan untuk bahan bakar cair.

3.1.2.5 Kekurangan teknologi desorpsipanas
       Kekurangan dari teknologi ini adalah pengurangan vorume bahan
Iimbah yang relatif kecil. Dari kira-kira I meter kubik bahan limbah medis
padat setelahdilakukan pengolahandengancaradesoqpsi      panastersisaserbuk
karbon kira-kira 0,1 meter kubik atau I0 o/o-

PedomanLimbah Padatdan Cair                                             <l
     'Walaupun
                 dalam sistemdesorpsipanasdikatakan bebaspolusi tetapi
mengingatsifat limbah medisyangsangat  beragam, makauntuk menjamin
keamanan lingkungan, lebih baik dalam sistem ini tetap ditambahkan
perdatan pendukung misalnya filter atau scraberyang berfungsi untuk
menyaring emisi udara dan debu (fly asb) yang dihasilkan oleh proses
desorpsipanas.

3.1.2.6. Faktor resikobagi pengeloladesorpsi
                                           panas
      Desorpsi panas memiliki unit-unit yaitu pembakar, penampung
arang, kondensat, scrubber dan cerobong asap. Flasil sisa desorpsi panas
terutama adalah debu dan sisa pembakaranyang terdapat pada bagian
penampung arangdan cerobong asap. Bagrpengeloladesorpsipanas,risiko
yang mungkin didapat adalah terpapar dengan debu dan sisa hasil
pembakaran limbah berupa karbon yang bila terhirup dapat mengganggu
sistem pernafasan.

3.1.3 Otoklaf

3.I.3.1(JraianUmum
       Pengolahanlimbah dengan teknologi Otoklaf dapat dilakukan
dengan dua cara yaitu :
       Otoklaf Uap Panas(Steam   Autoclaue) dan Otoklaf Udara Panx (Dry
Heat Autoclaue) . Pada Otoklaf Uap Panaspenghancuran jasad renik
dilakukan dengankombinasi uap, panasdan tekanan. Uap air dalam otoklaf
uap panas dihasilkan dari suatu wadah dari logam yang dipanaskan sebagai
penghasil uap panas.Tekanan, waktu dan temperatur uap air dapat diatur
sesuaikeperluan, pemanasanbiasanyadilakukan pada temperatur 121 oC
(250 'F) selama20 - 30 menit *au 132 "C (27O "F) selama3 - 10 menit
untuk rnemastikaninaktifnya bakteri, jamur, virus, mycobacieria,dan spora
bakteri. Sedangkan pada Otoklaf Udara Panas penghancuran jasad renik
dilakukan dengan udara kering atau gasCO, yang dipanaskan hingga suhu
160 - 180 'C (320 - 356 "F) selama60-120 menit.


                                                 PedomanLimbah Padardan Cair
   .    K edua pr o s e s i n i te l a h l a m a d i g u n akan untuk mensteri l kan
peralatan medis di rumah sakit selama bertahun-tahun. Otoklaf Udara
Fanas (Dry IIeat Autoclaue) hanya sesuai untuk rnensterilkan bahan
yang terbuat dari logam, gelas/kerarnik atau material lain yang tahan
panas dan tidak mengandung air, sedangkan untuk mengolah limbah
rn e dis hany a O to k l a f U a p Pa n a s (S te a m A utocl aue) yang dapat
digunakan.
       Limbah padat medis yang diolah dengan Otoklaf Uap Panas boleh
mengandung bahan yang pathogin bersama-sama dengan peralatan atau
instrumen medis. Limbah medis boleh mengandung suatu organisma
dengan konsentrasi tinggi dalam suatu campuran yang kompleks, dengan
demikian otoklaf uap panas merupakan suatu teknologi pengolahan
limbah medis yang efektif. Otoklaf uap panas sangat cocok untuk
mengolah limbah medis yang masih dapat didaur ulang, misalnya botol
plastik bekas infus, selang karet atau plastik, bekas peralatan suntik , botol
gelas dan lain-lainnya.




                                               Limbahditempatkan
                                                            khusus
                                               dalamkontainer




            Gambar 12. Otoklaf uap panasunnrk limbah padat medic



Pedoman Umbah Padatdan Cair                                                       53
3. 1.3.2 Parameter  Operasional
       Faktor yang mempengaruhikeberhasilan       dala-motoklaf uap panas
mengolahlimbah medis adalahremperarur        internal limbah, penetrasi uap
air ke dalam limbah, dan wakru pengolahan.      Faktor ini meliputi:
       1) Temperaturdan tekananyang dicapaioleh otoklaf.
            Steamotoklaf biasabekerjapadasuhu lZ!'C arau 132 "C, pada
            sutruini uap air mempunyaitekanandan suhu yang cukup besar
            untuk penetrasi ke dalam inti limbah padar sehinggaproses
           pemhancuran jasad renik efektie
       2) Ukuran limbah.
           Ukuran limbah sangar   mempengaruhi     hasil pengolahan  dengan
           otoklaf uap panas rerurama kerebalan materi limbahnya,
           misalnya potongan tubuh atau limbah patologi anatomi. Jika
           limbahnya tebal maka sulit bagi uap air untuk penetrasike dalarn
           pusat limbah, sehinggalimbah perlu dipotong-porong agar
           ukurannya lebih kecil.
      3) Penetrasiuap air ke dalam limbah
           Penetrasi air ke dalampusarlimbah sangatdipengaruhioleh
                     uap
           kara-kter bentuk (ketebalan)
                    dan                    limbah. Limbah yangcende    rung
           kedap air atau terbungkus oleh bahan yang kedap air (plastik)
          akan menyulitkan penetrasiuap air kepusatlimbah.
      4) Pengemasan     limbah yang akan diolah.
          Kantong yang digunakan untuk mengemas          limbah tidak boleh
          terturup samasekali sehinggatidak ada celah bagi uap air untuk
          penetrasi ke dalam isi kantong. Kantong-kanrong yang berisi
          limbah harus dilobangi sebelum kantong limbah dimasukkan
          ke dalam otoklaf.
      5) Orientasi limbah di dalam otoklaf
          Posisi limbah didalam mesin otoklaf harus diatur sedemikian
          rupa sehinggatidak ada limbah yang terjepit dan terturup rapar
          sehinggamengganggupenetrasiuap air kcdalam pusat limbah.



54                                               PedomanLimbah Padardan Cair
3.1.3.3 Karateristik
                   Limbah
       Tidak semuajenis limbah medis dapat diolah dengan otoklaf uap
panas,porongan-porongan   rubuh ataubinatangtidak dapatdi olah dengan
sistem ini sebabrerlalu rebal sehinggapenetrasiuap air tidak sampai ke
pusat limbah tersebut.Demikian juga limbah yang bersifatradio aktif dan
bahan kimia beracun dan bcrbahayatidak dapat di olah dengan otoklaf
uaP Panas.

3.I.3.4 Uap Air SisaProses  Otoklaf
       Uap air sisa proses Otoklaf bukan merupakan uap air yang telah
digunakan untuk prosespenghancuran,    walaupun demikian aicanlebih baik
jika sisauap a-irini bersama-sama  denganhasil kondensasi cairan limbah
dialirkan ke unit pengolahanlimbah cair untuk dilakukan pengolahan.
Limbah padat setelahprosespengolahandengan otoklaf uap panas masih
dapat dimanfaatkan kembali jika memang limbah tersebut masih
bermanfaat, karena dalam prosesini hanya terjadi penghancuran tcrhadap
semua jenis jasad renik, termasukspora hasil bakteri sedangkanlimbah
padatnya sendiri relatif masih tetap utuh tidak berubah sehinggaotoklaf
uap panasbanyak digunakanuntuk mensterilkan      peralatanmedis.

3.1.3.5. Keunggulan   Otoklaf Uap Panas
        Keunggulan oroldaf uap panasrerurarra adalahmasih rrluhnya ma-
terial yang telahdiolah dengancaraini, bolehdikaakan hampir tidak rerjadi
perubahan fisik samasekaliterhadaplimbah medisyang telah diolah dengan
teknologi ini. Jadi untuk limbah medis yang masih dapat di daur ulang
maka cara ini sangatmenguntungkan.

3.1.3.6. KekuranganOtoklaf Uap Panas
       Kekurangan cara mengolahlimbah medis dengan otoklaf uap panas
terutama adalah tidak rerjadi penguranganvolume sama sekali terhadap
lirnbah medis yang diolah dengan teknologi ini. Tidak semuajenis limbah



Pedoman Limbah Padatdan Cair                                          ))
                                @         jika yang diolah adalahlimbah
medis dapat diolah denganotoklaf uap panas,
yang sudah tidak dapat dimanfaatkan lagi, misalnya sisa makanan, kain
                                                                                 *rt+!
perban yang terkenadarah ataupotongan tubuh hasiloperasimakahasilnya
akan tetap sama seperti sebelum dilakukan pengolahan sehinggaakan
menimbulkan efek psikologis.

3.1.3.7. Faktor resikobagi pengelola otoklaf
       Semua steam autoclavesmemerlukan operator yang secaramanual
menangani pemasukkandan pengeluaranlirnbah yang akan dan telah diolah
dengan steamautockves.Yang perlu diperhatikan adalahpenggunakansarung
tangan dan maskerketika memasukkandan mengeluarkanbarang dari dalam
steamautoclaues, kebanyakan operator melakukan semuanyadengan tangan
telanjang sehinggaberesikoterkena bahan infelsius tnelalui penetrasikulit
atau tertusuk benda-benda tajam (misaljarum suntik). Jika tangan operator
tercemar limbah rumah medis penularan penyakit dapat melalui selaput
lendir. Jik mtg* opera,tortak terlindungi dapat pula tersengatpanasjika
kontak dengan dinding atau pintu steamautoklaf yang masih panas.

3.1.4 Pengolahan Limbah Medis SecaraKimia

3.1.4.I Uraian Umum
      Pengolahanlimbah medis denganbahan kimia misalnya denganza;t
antimikroba dapat dilakukan hanyadenganbahankimia saj atau ko mbinasi
                                                    a
antara sistem mekanik dengan bahan kimia- Sistem mekanik yang biasa
digunakan misalnya pemotong, pemukul, penggerus dan lain-lainya.
Efektivitas pengolahan teigantung pada karakteristik bahan kimia,
konsentrasi bahan aktif, waktu kontak dengan limbah dan karakteristik
limbah yang diolah.
      Pada umumnya bahan kimia yang digunakan sebagai pengolah
limbah hanyalah bersifat sebagaipembunuh mikroorganisma dan tidak
menghancurkan limbah medis itu sendiri, sedangkanpemotongan atau
penggerusanbersifat membanru penetrasibahan kimia ke dalam limbah


56                                               Pcdoman Limbah Padat dan Cair
                                     /A
                                     ("N1./
                                     \<i9l
  yang-diolah. Yang perlu diwaspadai
                                   ialahkemungkinan mikroo rganism anya
  kebal terhadap bahan kimia yang digunakan secararerus menerus
                                                                 dalam
  jangka wakru vang lama.

  3 .r.4 .2
       Kcunggulan bahan kimia sebagai   pengolah limbah rerurama adalah
 masih utuhnya material yang telah diolah dengancara ini, boleh dikatakan
 hampir tidak terjadi perubahan fisik sama s&ali rerhadap limbah medis
 yang telah diolah dengan reknologi ini kecuali jika limbah med.isnya
 mengdami pemotongan atau penggerusan.     Jadi untuk limbah medis yang
 masih dapat di daur ulang maka cara ini sangatmenguntungkan.

  3.1.4.3
        Kekurangan cara mengolah limbah medis dengan bahan kimia
  terutama adalah tidak terjadi penguranganvolume sama sekali terhadap
 ljm?ah,medis yang diolah dengan teknologi ini. Biaya y*r,g h"r.r,
 dikeluarkan untuk membeli bahanl.imia secara  rurin cukup b.r* d*., y..rg
 sangatmenjadi masalah   adalahpembuangan   limbah dari hasil pengolahan
         medis denganbahan kimia itu sendiri. pada umumnya sifat-sifat
 fimbah
 bahan kimianya yang mungkin berbahaya   dan beracun masih rerdapatpada
 limbah hasil pengolahan  limbah medis.

3.r.4.4.
         Jika pengolahan limbah medis menggunakan sistcm kimia atau
' mekanik untuk menonaktifkan mikroba, pekerjayang raemasukkanlimbah
  kedalam peralatan pengolahlimbah beresikor.rken. bahan yang infeksius.
  Demikian pula ketika limbah rersebut ditransporrasikan, kemungkinan
  terjadinya penularan levrat udara sangarmemungkinkan. Resiko terinfeksi
  melalui udara araupenetrasimelalui kulir ketika rerjadikontak antarapekerja
 dengan limbah medis.Terhirup udarayang telah mengandung bakteri p"rog.t
 ketika memL'uka kanrung limbah medis arau kontak dengan b"n Le4J"tt
 (conuqnr) atau wadah tempat m€masukkanlimbah (serokan)sangatmungkin


Pedoman Limbah Padardan Cair
                                                                          57
 terjadi. HaI ini juga kemungkinan dapatterjadipadapekerjayang melakukan
 pemeliharaandan reparasiperalatanpengolahlimbah secara    kiinia.

 3.1.5 Radiasi Gelombang Elektromagnetik

 3.L5.1Uraian ljmum
        Pengolahanlimbah medisdenganradiasigerombang   elektro magnetik
 pada limbah medis secara prinsip samadenganmemberikan p".,", t.rt"d"p
 limbah medis sehingga mikro organisma menjadi tidak aktifi ,.d*gloi
sgbagai  sumber panasnyaadalahgelombangelektromaknetik. Radiasi
                                                                   i*g
digunakan dapat berupa frekwensigelombangm il<ro(microuaze),frelcwenJ
radio gelombang pendek (shornuaue     radiofequencies)
                                                     arau radiasi sinar
garnma. Perbedaan penggunaan frekwensi gelombang mikro, frekwensi
radio atau radiasisinar gamma rerletakpada energihasil radiasinya.Sinar
garnma mempunyai energiya'g sangarbesarsehingga     penetrasike dalam
Iimbah dan daya rusaknyalebih besardibandingkan pad" gelombangmikro
atau radio gelombangpendek.

 3.1.5.2. Karakteristiklimbah
       Pengolahan  denganradiasi gelombangelektromaknetiksangat   cocok
 untuk limbah organik yang jumlahnya kecil retapi me.,jand,rng
 mikroorganisma yang sangar parogen misalnya sisa-sisaprep"..i biologi
 sisamakanan dari pasienyang berpenyakitmenular arau darah,porongan
 ,{"h hasiloperasipada orangyang berpenvfit sangatmenular. c.lo-blg
elektromaknetik tidak dapat digunakan jika material limbahnya b.rupl
logam, bahan logam dapat memantulkan gelombangelektromagnetik dan
sangat fatal jika mengenai operatornya.
       Limbah yang akan diolah dengan teknologi ini harus dipilah-pilah
lebih dulu untuk memisahkan limbah organik dan limbah ro, org*ik y"
terutarna logam.
       Limbah medis yang akan diradiasi ditempatkan dalam suatu
kontainer khusus limbah kemudian sumber raciiasi diarahkan pada


                                               PedomanLimbah Padatdan Cair
 permukaanataslimbah, setelah  diradiasidan organismepatogennyamari
 limbah dapat di tumpuk di tempat penimbunan unruk jangka waktu
 tertentu sebelumdibuang ke landfll.



        Keunggulan radiasi gelombang elekrro maknetik rerurarna adalah
 masih utuhnya marerialyang telahdiolah dengancaraini, boleh dikatakan
 hampir ddak terjadi perubahan fisik sama sekali terhadap limbah medis
 yang telah diolah denganteknologi ini. Jadi untuk limbah medisyang masih
 dapat di daur ulang maka caraini sangat   menguntungkan.

 3 .r.5 .3 .
        Kekurangan cara mengolah limbah medis dengan

sekaliterhadaplimbah medisyangdiolah denganteknologi ini. Tidak sernua
jenis limbah medisdapatdiolah denganteknologiini terutamalimbah logam.
Investasiawal pembelianalamyasangar      mahal terurar'a untuk sinar gamma
dan diburuhkan seorarrg  operaroryang ahli dalam mengoparasika      peraiatan
jenis ini. Biayaoperasional perawarannya mahal karenadiperlukan
                           dan                   juga
tenaga  yangahli dan terampil.Jika terjadikerusakan,  unruk mencaripenggand
bagiankomponen yang rusak,sangar        sulit didapatkan Indonesia.
                                                         di

 3.1.5.4.Faktorresikobagipengelola
                                 limbahdengan  gelombang elektromagnetik
        Pengolahandengan microwavemungkin,tidak memerlukan cara
 manual untuk memlsukkan limbah kedalam alat tetapi para pekerja op-
        microwave dapat rerinfelai ketika kontak dengan pisau pemotong
:ralor
limbah yang digunakan untuk memperkecilukuran limbah yang akan diolah
dengan microwave. Luka bakar mungkin dapat terjadi pada operator jika
tersentuh pada bagian penyuntik uap panas (steaminjecmr) atau rerkena
bocoran uap dari microwave. Disarankan untuk dilakukan dekontaminasi
jika alat microwave akan dilakukan pemeliharaanatau reparasi.



PedomanLimbah Padatdan Cair
                                                                         59
3.1.6. Keuntungan dan kerugian dari masing-masing teknologi
pengolahan limbah padat medis
       Pemahaman    terhadap beragamnya teknologisistempengolahan    limbah
padat sangatdiperlukan, sehinggakedka kita harus mengambil         kebijakan
untuk menentukan pilihan, kita sudah mempunyai gambaran yang jelas
tentang resiko terhadap pilihan yang diambil. Banyak faktor yang dapat
digunakanunruk menilai sistempengolahan      limbah manayang harusdipilih,
faktor tersebutdiantaranyaialah teknologi, harga,pelayananPurna jual dan
tersedianyasuku cadangyang menjamin umur dari sistem yang dipilih dan
faktor-faktor lain yang diantaranya dapat dilihat dalam Tabel 6 dibawah ini.

                                              teknologipengolahan
     Tabel6. Kelebihan kekurangan masing-masing
                     dan         dari
                             limbahpadat.
TEKNOLOGI              Biaya     Biaya       Biaya Minimisasi Resiko
                      lnvestasi OperasionalPerawatan volume pencemaran
                                                      limbah lingkungan
INSINEMSI              lr4ahal   Mahal      Mahal      Banyak        Tinggi'
DESORPSI              Sedang     Murah      Murah      Sedang        Rendah
PANAS
STEAM                  Mahal     Murah      Murah       Tetap        Rendah
AUTOCIAVE
PENGOLAHAN             Murah     Mahal      Murah       -fetap       Tinggi2
KIMTA
MICRO\flAVE            Mahal     Mahal      Mahal       Tetap        Rendah
FREKUENSIMDIO          Mahal     Mahal      Mahat       Tetap        Rendah
MDIASI GAMMA           Mahal     Mahal      Mahal       TbtaP        BesaC

l.     Emisi gashasil pembakarannyamengandung SO, dan NO, penyebab
       hujan asam,gr" CO dan logam-logamberat yang sangatberacun serta
       Dioksin yang dapat menyebabkan kanker, jika insineratornya tidak
       dilengkapi dengan sistem pengendali Pencemaranudara.



                                                    Pedoman Limbah Padat dan Cair
  2 . Sisa bahan kimia yang tidak ikut bereaksi dapat menyebabkan
        pencemaran lingkungan jika tidak dikeloia dengan seksama.
  3.    Limbah yang telah mengalami perlakukan dengan
                                                           racliasi gamma
        kemungkinan dapat menjadi bersifat radioaktifl


        Thbel 6 diatasbukan merupakanfaktor mutrak yang dapat digunakan
 untuk acuan penenruan pilihan, tetapi hanya                g"-b"."r, krr",
 yang                                         -.r,rp"k"i
                     penentuan pilihan, sebab faktor_faktor lain yang
       -membantu
 berhubungan de'gan geografis,finansial dan tersedian rcnagaoperaror
                                                         ya
 dilapangan sangarmenentukan pengambilan keputusan.
        Bagi rumah sakit yang tidak memiliki fasilitias pengolahan limbah
 padat disarankan untuk bekerjasamadengan institusi p."!ohh"n limbah
 padat yang mempunyai ijin operasises,railengan k t r,.,rJ. yang berlaku



 3.2. Teknologi Pengolahan Limbah Cair


3.2.I. Tirjuan Pengolahan
       Prinsip dasar pengolaha' limbah cair adalah menghirangkanarau
mengurangi kontaminan yang terdapatdi ddam limbah cair sehinggahasil
olahan limbah dapat dimar'faatkan kembali atau tidak menBganggu
lingkungan apabila dibuang ke ranah atau ke badan air penerima. secara
spesifik pengolahan limbah cair berujuan untuk:

       a. Mengurangi jumlah padatan tersuspensi
       b. Mengurangi j""rl"h   padatan rerapung
       c. Mengurangi juml"h bahan organik
       d. Menghilangkan mikroorganisme patogen
       e. Mengurangi jumlah bahan kimia yang berbahayadan beracun
       f. Mengurangi unsur nutrisi (N dan p) yang berlebihan


Pedoman Limbah Padatdan Cair
     g. Mengurangi unsurlain yangdianggapdapat menimbulkan dampak
        negatif terhadapekosistem


 3.2.2- Jenis Pengolahan Limbah Cair

3.2.2.1. Pengolahan menurut ringkatperlakuan
       Dalam terminologi pengolahanmakadikenalururan penge!
pengolahan; pengohhan pertama, pengokhan kedua dan pengolahan
Pengolahanpeftama atau "pimary trea*nen/' dimaksudkan sebagaip;
fisik. Pengolahan kedua "secondary  treAtment" dimaksudkan seb
pengolahan dengan menggunakanproseskimia atau biologis.
pengolahan ketiga atau " tertiary treatmenf' pengolahan dengan
ketiga kombinasi terseburdiatas. lJnit proseslanjutan (aduanced
biasanyadigunakan unruk mengolah limbah yang mempunyai su
khususyang tidak dapar diolah denganpengolahantahap kedua.

      Menurut Qasirr' (1985), pengolahanlimbah cair menurur tingkat
perlakuannya addah sebagaiberikut :

      I. Pre- Tieatm ent (Pra -Penge laan)
                                    lo
         Merupakan proses   pendahuluanyang berlangsung     dan dilakukan
         untuk menghilangkanbenda-benda       kasar/sampah   dalam limbah
          cair yangberukuran besardan rnudah terlihat oleh mata. Sampah
         tersebut antara lain kayu, plastik, sisakain, pasir dan lain-lain.
         Pada tahap ini digunakan filter yang disebut bar scteenuntuk
         menyaring semuasampahtersebut.Untuk meningkatkan kualitas
         Iirnbah air, barsaeen dapat disusun2-3 lapis bersamaan.
      2, Primary Treatment (Pengelolaan Primer)
         Merupakan prosesyang berlanpung sec:rra     fisik. pada tahap ini
         padatan dibiarkan mengendapatau terapung untuk kemudian
         dipisahkan. Pengolahanini pada umumnya mampu mereduksi



62                                                  I'edoman Limbah Padat dan Cair
               kadar BoD sebanyak25'30o/odan kadar suspended
                                                                       sotid (SS)
               sebanyak50-600/o
          3. Secondary Tieatrnent (pengelohan Sehunder)
               Pada rahap in-i umumnya terjadi prosesbiologis yang
                                                                         mampu
              mereduksikadar BoD sebanyak       g}-9oo/odank;da; str.b"ny.k
              50-600/o. Unit-unir pengolahan   yang terdapatdalam ,..o'd"ry
              rrearment meliputi Actiuated Sludge,AeratedLagoon,
                                                                        Srqorri_
              ing Reactor,_Aerobic Digestion process,Ti,ichling Flttrr, noutng
              Biological Contactor,Rotating Filter dan pach Eed Reactor.
         4. Tertiary fieatrnent (pengeLlaan Tersier)
             Merupakan suaru pengolahantersendiri untuk memperoleh
             s/udgedaripimarry dansecondary     neatment.Dengan pengolahan
             ini maka bahan-bahanpelarut yang tetap tinggJ setelah
                                                                          proses
             primer dan sekunderdapat dihilangkan
         5. Advance Tieatment (pengelolaanTingkat Lanjut)
             Merupakan pengolahanlebih lanjut rrr,*k
                                                                           kadar
             senyawa-senyawa                            -.r,ghilangkan
                                kimia rertenru. Biasanyadigunakan untuk
             pengolahanlimbah cair industri yang lebih ,p.rifik.

 3.2.2.2. Pengolahanmenurut sifatnya

        Pengolahanlimbah cair menurut sifatnyaadarahsebagai
                                                          berikuc

        l.   Satuan proses fisik
         .   Merupakan prosesy:rng digunakan dalam pengolahanlimbah
                                                                       cair
             dengan menggunakah gaya fisika atau mekanika fisik. Saruan
             operasi ini digunakan untuk menghilangkan zzt padatkasar
                                                                       dan
             terapungdalam limbah cair.unit-unit pengorahannya antararain:
             a. Bar screen
                  Berfungsi unruk menyaring benda-bendakasar yang
                  mengambangmaupun tersuspensi    yang tidak adakait*"p


Pcdoman Limbah Padardan Cair
                                                                            63
               didalam proses   pengolahan   limbah cair. Selainitw barscreen
              juga berfungsimelindungi peralatan mekanis dalam
               bangunanpengolahandan menghindari terjadi oya cloging
               dalam saluranpembawa-
         b.    Comminutor
               Berfiungsiuntuk memecah, memotong dan meng-
              hancurkan kotoran/sampah yang lolos dari bar screen
              sehinggaukurannya menjadi kecil dan tidak mengganggu
              prosespengolahanlimbah cair.
         c.   Grit chamber
              Berfungsiuntuk menangkapsejumlah pasir/grit yang
              terdapatdalamlimbah cair.Proses      yang terjadi samadengan
              sedimentasi,    tetapi nilai Td (wakru endap) lebih kecil dan
              memerlukan aliran yang tenang.
         d.   Aiat ukur debit
              Berfungsi untuk mengukur dan memonitor debit yang
              mengalir.Alat ukur ini adadua macam,yaitu ParshallFlume
              dan Pro or t i onaI lVe r.
                     p               i
        e.    Equalization tank
              Berfungsiuntuk meredam variasi laju aliran sehingga
              menjadi konstan
              Primary sedimentation
              Berfungsi untuk menurunkan kadar partikel diskrit yang
              terdapatddam limbah cair dengancruamengendapkannya
              secua gravitasi.

     2. Satuan proseskimia
              Merupakan metode pengolahanuntuk menghilangkan atau
        merubah kontaminan dengan qrra penarnbahan bahan kimia
        atau terjadinya reaksikimia. Satuanprosesini digunakan untuk
        menghilangkan partikel tersuspensidan koloid. Unit-unit
        pengolahannyaantara lain presipitasikimia dan desinfel,rsi.

64                                                Pcdoman Limbah Pe&t dan Carr
         3.   Satuan proses biologi
                   Merupakan proses dalam pengolahanlimbah cair dengan
              memanfaarkan aktivitas biologi/mikroorganisme untuk
              menghilangkan kontaminan dan senyawaorganik merugikan
              dalam limbah cair.

               Ada 4 macun pengolahanbiologis, yaitu:
              a. Aerobic suspendcd-groutb treatruent:
                    I) Actiuated sludge
                   2) Aerated lagoon
                   3) Sequencingbatch reactor
                   4) Aerobic digestionprocess
              b. Anobic atuched-groutth tTeatmentprocess:
                   I) Tiichlingfiher
                   2) Rotating fber
                   3) Rotating biohgical contactor
                   4) Pack bed reactor
              c. Anaerobic nrpended-grouth treatment:
                   1) Anaerobic digestion
                   2) Anaerobic contactprocess
                   S) Up-fu* anaerobicsludgeblznhet
              d. Ananobic attached-groutth treatment process:
                   I) Anaerobicflter process
                   2) Expandzd bedprocess

       Setiap tahap pengolahan limbah maka dihasilkan lumpur yang
harus diolah secarakhusus untuk memisahkan padatan dari air untuk
kemudian airnya dapat dibuang atau dipergunakan kembali. Padatan
yang dihasilkan apabila mempunyai unsur hara dapat dimanfaatkan
sebagai pupuk, namun untuk limbah infeksius maka padaean yang
dihasilkan harus dibakar.



Pedoman Limbah Pa&t dan Cair                                       65
   3.2.2.3. Kriteria Penerapan Tbknologi Pengolahan Limbah Cair
        Penjelasan diaras digunakan unruk memilih/prose.s berdasarkan
 tingkat penyisihan pengolahan (oh remoual) dari sistem pengolahan yang
direncanakan, sesuai dengan perhirungan penyisihan total yang diinginkai
(Moersidik,1999). Secara teknis kriteria yang digunakan adalah :
       a. Tingkat pengolahan yang dinyarakan dalam %o pengurangan
           BOD, COD, SS -serta     organik N dan P cukup tinggi.
       b. Stabilitas unit proses rerutarna terhadap beban kejut (shochhad_
           inp dan bahan toksik
       c.   Sistem sederhana dengan tahapan proses sedikit mungkin,l
           mudah dioperasikan narnun fleksibel terhadap pengembangan.
       d. lJmur teknis unit ddak menghasilkan produk sampingan yang
      -    membahayakan atau berdampak negatif.
       Berdasarkan acuan dari literatur maupun penelirian yang telah
dilakukan di Inconesia maka jenis operasidan prosesmenghasilkan efisiensi
pengolahan sepemi disajikan pada Thbel 7.



       TabelT. Efisiensi Pengolahan          Unit Operasi dan Unit proses
                                   Berdasarkan
                             PengolahanLimbah Cair.

                                             o/o Penghilangan
      Unit Pengolahan
                                   BOD     COD            SS       ORG-N
      Primary T|eatment            30-40   30-40         50-65
      Chcmical Processes           60-80   80-90         80-90       10-20
      Coagw ti on-fl ocuIat i on
             k
      Biological procettes
      a. Aoiuated slidgc           80-95   80-95        LO-25        15-50
      b. Orydation ditch           80-95   80-95        ro-25        15-50
      c. Tiikling filter           65-80   60-80        60-85        15-50
      d. RBC                       80-95   80-95        80-95        15-50



66                                                 PedomanLimbah Padatdan Cair
 3.2.2.4.P.dotr"r D"l"- P...t"p"n Tbkrologi P".gohh"n li-b"h c"i.
       rumah sakit
       Beberapa yang dijadikan pedomandi dalam pemilihanreknologi
                hal
       pengolahan limbah cair rumah sakit :
       1. Didnjau dari konsenrrasi   rata-rataBOD menunjukan renrang
           bebanlimbah domestik,namun apabila    ditinjau dari sebarannya
          maka bebanpuncak ada pada kategorilimbah industri dengan
          beban medium.
      2. Ditinjau dari konsentrasi  rara-raraCOD, kecualiunruk laundy
          dan dapur menunjukanrenrang     bebanlimbah domestik. Beban
          puncak pengolah dari data sebaran konsentrasi COD
          menunjukan dngkat bebanringgi denganCCD > 1500 mg/l
      3. Fraksi terbiodegradasi dari limbah organik selain dari limbah
          dapur umumnya sangatrendah (BOD/COD rasio< 0.5).
      4. Segregasilimbah  berdasarkan sumbernyadilaksanakan
                                       asal                        unruk
          memisahkan limbah klinis dan non klinis, selain untuk
          mendapatkankondisi optimum sebelumpengolahanbersama
          dilaftsanakan.
      5. Penanganan   effluen dari sisrempengolahan   limbah cair rumah
          sakitharusselalumelaluiproses  desinfeksi
                                                  untuk menapis   bakteri
          patogen pada air sebelumdibuang ke badan air penerima.

3.2.3. Pengolahan Limbah Cair SecaraFisik-Kimia
       Pengolahanlimbah rumah sakit rerdiri antaralain berdasarkanproses
fisik dan proseskirnia.
       a. Proses Fisik
           Prosesfisik merupakan prosespemisahan antara cairan dan
           padatan dengan cara pengendapan dan penyaringan
       b. Proses Kimia
           ProsesKimia merupakan prosespengikatan unsur-unsur kimia
           yang ddak dikehendaki dan tidak dapat terpisah dalam proses
           fisik dengan cara membubuhkan bahan kimia sebagai   koagulan,

Pedoman Limbah Padardan Cair
     l.    Pengolahan Pendahuluan (I-\e Tieatment)
                Pengolahan    pendahuluandilakukan rerutama unruk
           meringankan prosesselanjutnyadala.mrangka-ian   pengolahan,
          yaitu agar benda - benda kasar tidak masuk ke instalasi.
          Pengolahan menggunakan
                       ini            prosesFrika, yaitu perbedaanberat 'iE":t*
                                                                          i.jF1 i
                                                                          :7::. , I
          jenis, gaya grafitasi,pencampuranmekanis, dsb.
          Pengolahanpendahuluan bertujuan anrara lain untuk :
          -     Menyaring benda- benda kasar.
          -    Memisahkan minyak / lemak yang terdapat dalam limbah.
          -    Menangkap pasir
          -    Meratakan konsentrasi / kualitas dan aliran / kuantitas
               limbah cair yang akan diolah
          Pengolahanpendahuluan untuk menghilangkan benda-benda
          kasar. Prosesyang digunakan dengan melewatkan air limbah
          melalui para-paraatau saringankasar                           !€in:;,:j
                                                                         ;.,:i.:::
          ?. Jeruji/Para-para (Bar scteen)
               Para-parayangdipergunakandapat berupa para-pa;rayant ''t {       ;
                                                                                ri
          dibersihkan denganpembersihmekanisatau pembersihansecara             .+
                                                                                j
          manual.
                                                                                ,i



      Thbel 8. Jenis Ralc/Para-para
                                  yang dibersihkansecaramekanis maupun
                                   manual.

     Bagian-bagiannya                    Pembersihan
                                                   secara Pembersihan
                                             manual        Mekanis
     Ukuran Jeruji .
        kbar (mm)                              5-r5               5-r5
        Dalam (mm)                            25-27              25-27
     Jarakbersih antarajeruji (mm)            25-50              15-75
     Kemiringan dari aras(derajat)            30-45              0-30
     Kecepatan yang diharapkan (m/d&)         0,3-0,6            0,6-l


68                                               PedomanLimbah Padatdan Cair
                     P a ra -p a ra y a n g d i b e rs i h k a n secara manual bi asanya
              dilet a k k a n s e b e l u m a l i ra n a i r l i mbah mencapai pusar
              pemompaan dan sebelum bangunan / instalasi pengolahan air
              limbah. Karena dibersihkan secaramanual, maka kelemahan cara
              ini adalah harus tersediatenagakhusus untuk mengawasi apakah
              rak tersebut sudah penuh dengan kotoran yang menyangkut
             atau belum. Jeruji di desain berbentuk bulat diameter + I0 mm
             atau plat yang dipotong memanjang dengan bahan logam tahan
             karat dengan lebar antar kisi para-para maksimal 150 mm. Bak
             saringan sebaiknya dapat dijangkau tangan operator untuk
             memudahkan pembersihan sampah. Untuk menjaga saringan
             ini dipergunakan pelat 6qa yang berlulrang di atas jeruji.
                   Untuk menjaga agar hasil penyaringan dapat terkumpul
             s€cara baik kecepatan aliran hendaknya diperlarnbat. Agar aliran
             air dapat diperlambat dapar dibuar dasar saluran yang datar dan
             bertambah lebar pada daerah penyaringan




                              Gambar 13. Jeruji/Para-para(Bar sctem)




PedomanLimbah Padatdan Cair                                                         69
     b.   Bak PenangkapPasir
          Bak penangkap  pasirmerupakan   carapengendapan    dengan
     mengatur kecepatan  aliran.Keceparan  aliran diatur berkisar0,3
     m/detik dan partikel yang haius dapar mengendapdi sekitar
     salurankeluar bak penangkappasir.Bak ini direncanakanuntuk
     mengendapkansemua btrtiran,dan butiran yang ditangkap
     berukuran diameter0,15-0,21mm.
          Panjang bak dipengaruhi oleh kedala-man    yang ada serta
     kecepatan,sedangkan  lebar bak ditentukan oleh rata-rata aliran
     dan banyaknya bak yang dibuat. Aliran pada bak ini sebaiknya
     dibuat memutar pada daerahmasuk dan keluar.
                                                                             ..a ,4
                                                                             fn:.
                                                                             ,;lf,;
                                                                              5;
                                                                             :;_




Gambar 14. Grit Separator (untuk memisahkan pengotor pasir pada limbah)




2.   Pengolahan Pertama (Piitnary Ti,eatnent)
     Pengolahanpertarna berguna untuk mengrrrangi benda-benda
     atau pertikel-partikel padat dan terdiri dari unit pengendapan
     dengan prosessedimentasi.

     Pengolahanpertama dapat berupa:
     -   Pengendapan dengan kondisi sangattenang (sedimentasi)
     -   Penambahanbahan kimia untuk menetralkan limbah


                                              PedomanLimbah Padat dan Cair
              Prosesnetralisasilimbah adalahprosesyang dilakukan unruk
              membuar derajat keasaman limbah yang terlalu asamarau
                                            air
              terlalu basamenjadi netral (biasanya berkisarantarapH 7 * 9).
              Proses netralisasidapat dilakukan dengan mengatur pH dengan
              rnenambahkan    senyawa  asamarau basa(misalnya: NaOH)
              Proses sedimentasi adalah pemisahan suspensisecaragrafitasi
              ke dalam komponen padatan dan cairan. Sedimentasi
              diburuhkan untuk mengurangibebanpadainstalasi     pengolahan
              sekunder (biologicat) akibat beban padatan sudah terkurangi,
              sehinggaproseslanjutannya dapat berjalan lebih optimal.

        3.    Pengolahan Kimia
              Pengolahanse....a kimia berguna untuk mengikat unsur-unsur
              kimia dalam limbah cair yang ridak dikehendaki dan untuk
              mengendapkanzat padat rersuspensi.

             Pengolahankimia dapat berupa:
             -   Koagulasi dengan mena,mbahanbahan koagulan
             -   Flokulasi dengan menambahbahan flokulan
             -   Desinfeksi dengan menambah bahan desinfektan

             Pengolahankimia dilakukan padaunit koagulasi
                                                        dan unir flokulasi
             Unit Koagulasi : belguna unruk mencampurkan bahan
                                  kimia dengan air buangan sehingga
                                  merara dan terbentuk flok inti dengan
                                 cara pengadukan cepat. Unit koagulasi
                                 biasanya di temparkan sebelum proses
                                 biologi
             Unit Flokulasi    : bergunauntuk memberi kesempatan     flok
                                 inti membesar dengan cara pengad.ukan
                                 Iambat.Unit flokulasi biasanya di
                                 tempatkan

PedomanLimbeh Padat dan Cair
                                                                       7l
                             b e rg una untuk membunuh bakteri ,
                             m e n g urangi atau membunuh mi kro_
                             oganisme parhogen yang ada di dalarn air
                             limbah. Unit disinfeksi ditempatkan pada
                             akhir pengolahan limbah cair.

     KebutuhanKaporit yangakandigunakandapatdihirung denganrumus:




     Contoh:
     i. Kebutuhan kaporir untuk debit 20 m3/hari dengan konsentrasi
        yang diinginkan dalam prosesadalahr0 mg/L, dan dibuat dari
        kaporit dengan kadar 650/o,maka kebutuhan kaporit adalah:
        Kebutuhan kaporit = 20.000 ltr/hari x l0 mg/Ltr x     I
                                              65troo
                            = 307,7 grlhari
     2. Kebutuhan kaporit untuk debir 20 mj/hari dengan konsentrasi
        yang diinginkan dalam prosesadalahl0 mg/L, dan dibuar dari
        kaporit dengan kadar 95o/o,maka kebutuhan kaporit adalah:
        Keburuhan kaporit = fQ.000 ltr/hari x l0 mg/Ltr x                     :
                                                              I
                                              95/r00
                            = 210.5 grlhari




a)
                                              Pedoman Limbah Padat dan Cair
 3.2.4. Pengolahan Limbah Cair SecaraBiologi
        Dasardari pengolahan   biologi adalahmengurangiataumenghilangkan
 pencemar organik yang terdapat dalam limbah cair dengan banruan
 mikroorganisme khususnya bakreri. Dalam aktivitasnya miliroorganisme
 memerlukansumberrenaga,      karbon dan zat anorganikuntuk vitamin seperti
 nitrogen, sulfur, kalsium, fosfor dan karbon diolaida. Semua air buangan
 dapat diolah secarabiologi (biodzgrddabtz),  Se6ag^rpengolahan ,.k.rrJ..,
 pengolahanbiologi dipandang sebagai     pengolahanyttg pai"g murah dan
 efisien.

 3.2.4.1. JenisPengolahan Biologi
       Pengolahan  secara
                        biologi dapat dibedakanmenjadi dua jenis, yaitu :
       ?- Reaktor pert.mbuhan tersuspensi (suspendcd grotatb reactor)
           Pada prosespengolahanini, mikroorganisme yang berperan
           rerhadapkonversi kaadungan organik serta kandu.rgan l"i.rrrya
           menjadi biosolid dan gas, terdapat dalam keadaan rersuspensi
           cairan.
       b. Reaktor pernrmbuhan melekat (Attached grouttb reactor)
           Adalah prosespengolahandimana mikroorganisme yang
           berperan terhadapkonversi kandungan tersebut diatas, merekat
           padamediasaringsepertibatu, kerikil, keramik maupun plastik.
           Prosespengolahanini dikenal juga sebagai
                                                    fxed-ftm process.

              pengolahanbiologi limbah cair diidentifikasikan sebagai
      _ Jenis                                                        proses
, aerobik, anoksik, anaerobik dan kombinasi dari ketiga proses tersebut.
  Dalam proses rersebut dibedakan lagi menurut keadaan populasi
  mikroorganismenya' yutu susp  endedgroutth ystern (sistem pertumbuhan
  bakteri tersuspensi) dan attached grotutb s-lstem(sistem
                                                             fertumbuhan
  bakteri melekat). Jenis pengolahan biologi limbah cair tersebur disajikan
 pada (Thbel 9).




PedomanLimbah Padatdan Cair
                                                                        73
      Tabel 9. PenggunaanProsesPengolahanBiologi untuk limbah cair.

 Tip.           Jenis                                Kegunaan /Proses
 A-EROBIC
 PROCESS:
 Suspended
         growth Activated sludgeprocess
                                      :
                   Conventiond (plug flow)
                   Continuous-fiow srirred-rank
                   Sequencing batch reactor
                   Pure orygen
                                                    Carbonaceous     BOD
                                                    removal (nitrificadon)
                   Modified aeration
                   Contact sabilization
                   Extended aeration
                   Oxidation dich

                 Suspended  growtll nurrification   Nutrification
                 Aerated lagoon                     Carbonaceous  BOD
                                                    removal(nitrification)
                 Aerobic digesdon
                 . Coventional air
                  Pure orygen                       Scabiiization,
                                                                 carboneous
                                                    BOD removal
                 Thermophilic
                 High-rare aerobicalgalpon&         Carbcnaceous
                                                               BOD renroval

Atachcd growth   Trickling filrers
                  Low rate                          CarbonaceousBOD
                                                    removal (nirificadon)
                  High rate                         Carbonaceous
                                                               BOD removal
                                                    Carbonaceous
                                                               BOD removal


74                                                   PedomanLimbah Padatdan Cair
   Thbel 9. PenggunaanProsespengolahanBiologi untuk limbah cair. (taniutan)

                       Romting biological
                                        conracrors      Carbonaceous BOD
                                                        removal (nitrificadon)
                  Packed-bed  reacrors                  Nutrification
  Combined processtickling fiker - activated
                                           sludge       Carbonaceous BOD
                                                       removal (nirification)
                      Acdvatedsludge rickling filrer
                                    -                  Carbonaceous BOD
                                                       removal (nirrificadon)


 ANO)OC
 PROCESS:
 Suspended
         growrh Suspended-growth
                      denitrification                  Denitrificarion
 Atachedgrowrh        Fixed-film denitrificarion       Denitrificarion

 ANAER.OBIC
 PROCESS:
 Suspended
        growrh Anaerobicdigestion:                     Sabilization,Carbonaceous
                                                       BOD removal
                      Smndardrare,singlestage
                      High rare,singlesrage
                      Anaerobicconractprocess          Carbonaceous
                                                                  BOD removal

Aaached growth       Anerobic filter                   Carbonaceous   BOD
                                                       removd, Srabilization
                                                       (denitrification)
                     Anaerobic lagoon (ponds)          Carbonaceous BOD
                                                       removal (Srabilization)




PedomanLimbah Padatdan Cair
                                                                                 75
                                                                                      ;i4

                                                                                      ii

                                                                                    :=
                                                                                     :1t
     Thbel 9. PenggunaanProsesPengolahanBiologi untuk limbah cair. (tanjutan)

 AEROBIC /
 ANOXIC OR
 ANAEROBIC
 PROCESS
 Suspended
         solid        Singlescage  nicrificarion-    Carbonaceous
                      denitrification                BOD removal,
                                                     nitrification
                      Biological phosphorusremoval   Denitrification,
                                                     phosphateremoval
 Attached growth      Nitrifi cation-denitrifi
                                            cation   Nitrification,
                                                     denitrification
                      Land treatment
                      Slow rate
                      Rapid infilration              Carbonaceous  BOD
                                                     removal(nitrificacion,
                 Overlandflow                        Denitrification)
                           lagoon(ponds)
Combined process Facultative                         Carbonaceous  BOD removal

                      Maluration or tertiaryponds    CarbonaceousBOD
                                                     removal(bactaerial,
                                                     Decay,nitrification)
                      Anaerobic-facultativelagoon               BOD removal
                                                     Carbonaceous
                      Anaerobic-6cultative
                      aerobic lagoon                 Qarbonaceous  BOD removal
On-sicesystems        Septic tankJeachfields         Tieatment and disposal
                                                                          of
                                                     wastewater from
                      Sepdk tank-mounds              Individual residence
                                                                        and
                                                     aotherbuilding in
                      Sepdk mnk-wapotranspiration    Areasnot servedwith sewers



                                                                                      1
76                                                    PedomanLimbah Padatdan Cair

                                                                                      I
                                                                                      I
3.2.4.2. Persyaratan  dan Faktor Yang Mempengaruhi PengolahanAir
       Limbah Secara  Biologi
       Untuk mencapai  kinerjayangba,ik,makametodepengolahan     limbah
cair secara
          biologi harusmemenuhiketenruansebaga-i     berikut:
       a. Konsentrasimikroorgani.sme   yang tinggi dalam reaktor
       b. Kontak yang cukup anrara influen limbah cair dengan
          mikroorganisme
       c. Kondisi yang sesuai  untuk bereaksi denganmikroorganisme
       d. Kemudahan pemisahanmikroorganisme dari effluen
       Kondisi lingkungan sangarmempengaruhikinerja prosespengolahan
secarabiologi, terurama pada prosesbioiogi aerob. Fakror-faktor yang
mempengaruhi secara   dominan adalahsebagaiberikut :
      a. Kadar oksigen terlarut
      b. pH air buangan
      c. Kandungan nutrien
      d. Kondisi penibebanan(organik maupun hidraulik)
      e. Senyawa-senyawa    beracun (inhibitor)

3.2.4.3. Pengolahan   Limbah Cair secara Aerob
        Salahsatu contoh proses aerobyang dikenal adalahreaktor biologis
tipe film (Fixed Film Aerobic). Reaktor ini banyak dipergunakan karena
mempunyai banyak kelebihandibanding reaktor yang tidak menggunakan
media (suspended    grouth).
        Kelebihan utama dari sistem ini ialah mikroorganisme yang
menernpelpada media tidak tergusur/terbuang   akibat beban hidraulik yang
terlalu tinggi, sehinggapemeliharannyamenjadi mudah.
       Ada bermacam-macalnreaktor aerob dengan tipe pertumbuhan
melekat (attached growth). Beberapa yang rerkenal adalah tichling flter
dan rotating biological contactrr. Reaktor dengan ripe fxed-flrn aerobic
termasuk salah satu reaktor aerob dengan tipe pertumbuhan rnelekat.
Beberapaprosespengolahanlimbah cair aerob yang banyak di gunakan di
rumah sakit adalah :


PedomanLimbah Padatdan Cair
    Proses lumpur aki| (actiuated sludg)
    Pengolahan    limbah cair denganproseslumpur aktif di rumah
   sakii, umumnya rerdiri dari unir prosesdan unit operasiyang
   terdiri dari :
   -     Saringan kasar
   -     Bak pengendapawal
   -     Bak Aerasi
   -     Bak Pengendapakhir
  -      Bak klorinasi
  -      Bak smbilisasilumpur
        Sebelum limbah cair rumah sakit rnasuk ke sistem
  pengolahan ini, sebaiknyadilakukan prerrearment terhadap
  limbah cair bersumber dari dapur dan laundry. Limbah dapur
 perlu dilengkapi bak penangkaplemak (grrase  trap) danlimbah
 cair laundry perlu dinetralkantingkatpH nyasehingga  mencapai
 kisaran 6,5 - 8,5. Saringan kasar (bar screen)berlJngsi u.r*k
 menyaring padatan kasarberupa sampah-samprhy*g rerbawa
 aliran limbah cair dari sumber. padatankasaryang masuk ke
 prosespengolahanair limbah dapat mengganggu       optimalisasi
 proses,sehinggaperlu dilakukan penghilangan.padatankasar
 ini secaraperiodik harus diangkat oleh petugassecara   manual
untuk dibuang ke rempat penampungansampah, biasanya
pengangkaransampah dilakukan setiap I kalil2 hari.
        Bak pengendapan awal berfungsi untuk memisahkan
padalan yang tidak dikehendaki, sepertipasir dan lumpur padat
untuk ootimalisasi proses.Pengendapanawal bisa juga unruk
mengendapkan padatan tersuspensi(suspendzd      solid), namun
efesien penghilangannya masih rendah berkisar 3040o/o bak.
           bakpengendalanawal ini, maka bebanpengolahanpada
P:"g""
balc selanjutnya yaitu bak ekualisasi dan blk l..ari dapat              i
                                                                        I
dikurangi. Limbah cair dari bak pengendapan awal ini ,.."."             I
ouerJhut selanjutnya masuk ke bak ekualisasi.                       I
                                                                    I
                                                                    I
                                                                    I
                                                                    ,
                                      PedomanLimbah Padatdan Cair   :
                       Kegunaanbak ekualisasi     dalam sistem ini adalah untuk
                mengarur debit yang akan masuk bak aerasi,merarakan
                konsentrasiseny?waorganik, terutarna
                       Prosesyang terjadi dalambak aerasi  adalahprosesbiologi yarrg
                bekerja dengan memanfaarkanpertumbuhan mikro_..g;ir-;
                secara rersusp (swpen,/cd
                              ensi           grotuthsystem)daLam  limbah cair unnrk
                mendekomposisi     materi organik khususnya,   dalam badanlimbah
                cair. Untuk keberlanpungan prosesaerasi,dilakukan suplai udara
                untuk menransfer oksigenke dalam limbah cair dengan bantuan
                mesin blower (aaaar) dengantenagalistrik yang be.lnjsung selama
                24 jarn. Unnrk mencapaitransferoksigeny"r,g                    pada
                      bak aerasidipasan difrateryang dihubu{k""-"Lri-Il,
                                        g                              d.r,g"r, pip"
               {asar
               dari mesin blower. Diffrser ini akan memecah           yrrrg-dir,rpi"i
                                                                "a"."
               menjadi ukuran kecil-kecilberbentuk bubbte. Hasil prosesini
               terbennrkflok-flok biologi (biofu) yangterbe'tuk dari sisa  padaan
               yang ddak rerproses    dan mikro-organisme.Semakin baik proses
               aerasi,semakin banyak terbentuk biofloc yang berarti semakin
               rnencapai  kinerja pengolahan  limbah cair yang diinginkan.Bioflok
              yang terbennrkselanjutnya     secaraouerfow akandiendapkandi bak
              pengendapanakhir.
                      Padabak pengendapan       akhir ini, bioflok yang rerbentuk
              secaragravitasi akan mengendapke dasar bak yang efesiensi
              pengendapannyatergantung dari waktu endap (fudriuiic reten_
              tion time)- Akibatnya akan terjadi pemisahanantara rimbah cair
             yang sudah jernih dengan padatan yang eda. padatan yang
             mengendap ini sering dikenal dengan lumpur aktif (actiuate-d
             t          yTgmengandung konsenrat mikroorganisme. Lumpur
               ?d.S?,
             aktif ini selanjutnyadikembdikan denganmenggunak* poip"
             atau air lift pump unruk di kembalikan ke bak aerasisebagai
             r:tarn sludge,biasanya berkisar 60026,         sedang sisanya d"p"t
             dibuang kalau dianggap aman sebagai taastesludge.



Pcdoman Limbah Padat dan Cair
                                                                               79
               Air yang sudah bening dipisahkan dengandialirkan ke bak
        klorinasiuntuk dilakukanproses   pembunuhanmikro-organisme.
        Karena air limbah hasil olahan dalam sisremini diperkirakan
        masih mengandung bakteri pathogen. Bahan klorinasi yang
        sering digunakan adalahkaporit/hipoklorit. Contoh bagal alir
        proses  dan desainpengolahan  sistemlumpur aktifdisajikanpada
        gambar 11.
               Keunggulanproseslumpur aktif ini adalahdapat mengolah
        limbah cair dengan beban BOD yang besar sehingga dengan                      ,i,it :
        tidak memerlukan tempar yang besar.        ini
                                             Proses cocok digunakan                  ":, t,t
                                                                                     '.i*            ,
        untuk mengolahlimbah cair dala-m    jumlah besarsepertirumah
        sakit. Sedangbeberapakelemahannya antarala"inkemungkinan
        dapat terjadinya bulking pada lumpur akrifnya, terjadi buih,                  :'        j:

                                                                                     'ri.j
        serta jumlah lumpur vang dihasilkan cukup besar.




                                ii
                       - - - f .:[;




                                      Bak Slnblblei
                                         L!n|put



Gambar 15. Diagram ProsesPengolahanLimbah Cait Sistem Lumpur Aktif



                                                      PedomanLimbah Padat dan Cair

                                                                                            I
                           Q*-*


                                                   Bak      Baf, Std*      Bak
                                                Pengendap       Lumpur   Kbtisi




     Gambar16. ContohDesain              LimbahCair SistemLumpurAktif
                           Unit Pengolahan



            b.   Proses realdor biologis ptft^r (Rotating Biological Contactor)
                 Proses awal pengolahanlimbah cair denga reaktir biologis putar
                 ini samasepertipengolahan  lumpur aktif diatas,sedangrangkaian
                 unit operasida unit prosesnya,  yaitu terdiri dari :

                       Saringan kasar
                       Bak pengendapanawal
                       Bak kontak bilogis putar Rotating Biological Contactor
                       (RBC)
                       Bak Pengendandapan   akhir
                       Bak clorinasi
                       Bak stabilisasi
                                     lumpur

                      Pengolahanlimbah cair sistem ini merupakan teknologi
                 pengolahan limbah cair dengan sistem pertumbuhan
                 milnoorganisme melekat (anachedgrowth rystem). Prinsip kerja


    Pedoman Limbah Padatdan Cair
E
     pengolahan ini limbah cair dengan reaktor biologi putar ini
     adalahlimbah catry angmengand ng mareri organik (pencemar)
                                       u
     dikontakkan dengan lapisan mikroorganisme (bicrobialfilm)
     yang melekat pada permukaan media di dalam suatu reaktor.
           Tfiapan prosesawal dimulai dengan megalirkan limbah
     cair melalui saringan kasar (bar steen), kemudian diendapkan
     dalam bak pengendapawal untuk mengurangi beban olah pada
                         'Waktu endap dalam bak
     prosesselanjumya.                           pengendal awal ini
     2-4 jam. Lurnpur yang dihasilkan nantinya akan dipompa ke
     bak pengering lumpur untuk di stabilisasi.
           Air limbah dari bak pengendal awal dialirkan ke bak-
     reaktor biologis putrr (RotatingBiohgical Contactor)yang berisi
     piringan (disk) yang berjajar dengan putaran merlggunakan
     motor sebagai  porosnya.Padabak inilah prosesbiologi untuk
     menguraikanbahan-bahan     organikdari limbah cair berlangsung
     dengan lama waktu endap minimal 2,5 jam. Pertumbuhan                rig-'
                                                                         ::?
     mikroorganisme dalam bak ini ditandai dengan tumbuhnya bio-
     film yang melekat pada permukaan piringan. piringan (disk)
     dapat tersusun  dari bahanpolimer atau plastik yang ringan dan
     disusun secara  berjalarpada suatu poros sehinggamembentuk
     suatu modul atau paket, selanjutnyamodul tersebut diputar
     seclra berlahandalamkeadaan    tercelupsebagian dalam limbah
                                                    ke
     cair yang mengalir secara kontinyu ke dalam reaktor tersebut.
           Dengan carasepertiini mikroorganisme misalnya bakteri,
     alga, protozoa, fungi dan lainnya tumbuh melekat peda
     permukaan media yang berputar tersebut membentuk suatu
     lapisan yang terdiri dari mikroorganisme yang disebut biofilm
     (lapisan biologis). Mikroorganisme ini akan menguraikan /
     mendekomposisi senyawaorganik yang ada dalam limbah cair
     serta mengatnbil oksigen yang larut dalam air atau dari udara
     untuk proses metabolismenya, sehingga kandungan senyawa
     organik dalam limbah cair akan dapat berkurang.

82                                         PedomanLimbah Padatdan Cair
                    Padasaatbiofilm yang saratdengan miliroorganisme yang
              melekat pada media yang berupapiringan tipis tersebuttercelup
              ke dalarn limbah cair, maka mikroorganismeakan mengura,ikan
              senyawaorganik yang komplek menjadi lebih sederhana.
              Kemudian padasaatpiringan denganbiofilm berputarpadaposisi
              diatas permukaan (udara bebas),maka mikroorganisme akan
              menyerapoksigendi udarabebas      sebagai
                                                      energi.Kondisi ini akan
              terus berulangsehinggamikrorganismemelakukan metabolisme
              untuk melakukan pembelahanuntuk memperbanyak diri.
              Peningkatan populasi mikroorganisme ini akan semakin
              menguntungkan bagi peningaktankinerja IPAL sistemRBC ini.
              Padasaatrerrentulapisanbiofilm ini akan semakinrebal,namun
              dengan:adanya ya beratyang ada,lapisanrersebutakan luruh/
                              g
             jatuh dan terbawaluapan (ouerflaut) limbah cair.
                   Proses selanjutnya limbah cair hasilolahanreaktorbiologis
             putar ini dialirkan ke bak pengendap akhir, unruk dilakukan
             pemisahan padatan (bioflok) dengan cairan limbah secara
             gravitasidenganwaktu endap+ 3 jam. Dibanding proses     lumpur
             aktif, lumpur yang dihasilkandari reaktor ini lebih mudah
             mengendap,karena ukurannya lebih besardan lebih berat.
             Lumpur ini selanjutnya    dipompakanke bak pengeringlumpur
             unruk diprosesstabilisasi  lebih lanjur.
                   Air dari bak pengendap akhir ini selanjutnya dilakukan
             prosespembunuhan mikroorganismemelalui kontak dengan
             bahan desinfektan seperti kaporit dalam bak klorinasi dengan
             waktu endap + 0,5 jam. Bagan alir prosesdan contoh desain
             sistem ini disajikan pada gambar 13.

             Keunggulan pengolahan limbah cair dengan sistem RBC ini
             adalah :
             -    Pengoperasian
                              alat dan perawatannyamudah



Pedoman Limbah Padat dan Cair                                            83
                         Untuk kapasitas  kecil/paket, dibandingkan dengan proses
                         lumpur aktif konsumsienergilebih rendah
                         Dapat dipasang  beberapa tahap (multi stag), sehinggatahan
                         terhaCapfluktuasi beban pengolahan
                         Reakti nutrifikasi lebih mudah terjadi, sehinggaefesiensi
                         penghilangan   ammonium lebih besar
                         Tidak terjadi bulkingataubuih (foam)sepertipadalumpur
                         aktif.

               Sedangkelemahannyaadalah :
               -   Pengonrrolan  jumlah mikroorganismesulit dilakukaa
               -   Sensitif terhadap perubahan remperarur
                                                                                                     ::ett.
               -   Kadang-kadangkonsentrasiBOD air olahan masih tinggi
                                                                                                     3::
               -   Dapat menimbulkan perrumbuhan cacing rambut, serta
                   kadang-kadangdmbul bau yang kurang sedap.

     E r<Pbyrs^r{FAsrS
                   6{< P€r.6Fi0aP   AWA




                                                                                  8AXrCtLO€nSl




                                                  P€l'rGEfi]r'rc
                                               8A|(        tu[4arR
                                          FW


      Gambar 17. Diagram ProsesPengolahanLimbah Cair Sistem RBC



84                                                                   Pedoman Limbah Padat dan Cair
           c.     ProsesAerasi Kontak
                  Prosesaerasikontak merupakanmodel pengolahandengan
                 sistem dari pengembangan       prosespengoiahan limbah cair
                 lumpur aktif (actiaatedsladge).Yang membedakan sistem ini
                 addah adanya penggunaan      biofilter (media) pada bak proses
                 biologi tempat berlangsungnya    prosesmenghilangansenyawa
                 organik berupa bak anolaik dan bak aerasi . Sehinggaadanya
                 konrak aerasidengan biofiler ini maka disebut prosesaerasi
                 kontak.
                       Prosesawal pengolahanlimbah cair denga aerasi kontak
                 ini sama seperti pengolahanlainnya, sedang rangkaian unit
                 operasi da unit prosesnya, yaitu terdiri dari :
                 -     Saringan kasar
                 -     Bak pengendapanawal
                 -     Bak kontak anoksik
                 -     Bak kontak aerasidenganbiofilter
                 -     Bak Pengcndandapan    akhir
                 -     Bak ldorinasi
                 -                   lumpur
                       Bak stabilisasi
                       Seperti prosespengolahanlimbah cair lainnya, tahapan
                 proses awal dimulai dengan mengalirkan limbah cair melalui
                 saringan kasar (bar screen),  kemudian diendapkandalam bak
                 pengendap awal untuk mengurangi beban olah pada proses
                              'Waktu
                 selanjutnya.         endap dalam bak pengendal awal ni 2-4
                 jam. Lumpur yang dihasilkan nantinya akan dipompa ke bak
                 pengering lumpur untuk distabilisasi.
                       Limbah cair dari bak pengendapan awal sebelum
                 dimasukkan ke bak aerasi  kontak, di lakukan prosesbiologi dulu
                 dalam bak kontak anoksik (anoxic chamber)unruk dilakukan
                 kontak pada biofilter yang dipasang didalamnya.Dalam biofilter
                 ini akan tumbuh bakteriyangbersifatfakultatif (aeraob-anaerob),
                 untuk melakukan penguraian senyawaorganik dalam limbah

    Pedoman Limbah Padatdan Cair
g
t
       cair. Proseskontak limbah cair rerhadapbiofilter ini dilakukan
              up
       secara flotu denganmengalirkanlimbah ca_ir         dari bawah ke
       atas.Biofilter ini bisaterbuardari bahanplastik atau krikil/batu
       split. Dalam biofilter inilah mikroorganismeakan tumbuh
                                                                           :si
       membentuk biofilm untuk mengurangibeban organik dalam
       Iimbah cair.                                                        ;-i.l
             Limbah cair yang sudahterkurangi bebannya,kemudian
      di olah lagi dalam bak aerasi  yang dilengkapi biofilter. Bahan
      biofilter ini sama dengan bak anoksik. Prosesbiologi dalam
      bak ini dilakukan oleh mikroorganisme       aerob dengan dibantu
      suplai oksigen dari mesin blower yang di pecah membentuk
      bubble(gelembung-gelembung        kecil) denganbantuan diffuser.
      Hasil prosesini adalah rumbuhnya biofilm mikroorganisme
      pada permukaan biofilter (attachedgrotath system).Kontak
      limbah cair,oksigen(udara)denganbiofilter ini diakukan secara
      rneratadengan melakukanpengadukanmenggunakantiupan
      udara mesin blower. Mikroorganisme aerob ini akan
      menguraikan senyawaorganik dalam limbah cair melalui
     kontak dalam biofilter, sehingga       beban organik iimbah cair
     akan semakin kecil.
            Proses selanjutnya  limbah cair hasil olahan kontak aerasi
     ini dialirkan ke bak pengendapakhir, unruk dilakukan
     pemisahanpadatan (bioflok) dengan cairan limbah secara
     gravitasidengan waktu endap + 3 jam. Lumpur ini selanjutnya
     dipompa-kanke bak pengeringlumpur untuk diprosesstabilisasi
     lebih lanjur
            Air dari bak pengenal akhir ini selanjutnyadilakukan proses
     pembunuhan mikroorganisme melalui kontak dengan bahan
     desinfektan seperri kaporit dalam bak klorinasi dengan waktu
     endap + 0,5 jam. Baganalir prosesdan conroh desainsistem ini
     disajikan pada gambar



86                                          PedomanLimbah Fadat dan Cair
                  Keunggulan proseskontak aerasiini adalah :
                  -   Lahan yang dibutuhkan relatif lebih kecil.
                  -   Pengelolaanya  sangaimudah
                  -   Biaya operasionalrendah
                  -   Dibandingkan dengan lumpur aktif, lumpur yang
                      dihasilkan relatif lebih sedikit
                  -   Dapat menghilangkannitrogen dan phospor yang dapat
                      menyebabkan eutrofikasi pertumbuhan yang tidak
                      terkendali pada tanaman air (gulma)
                  -   Suplai udara untuk aerasilebih sedikit
                  -   Dapat digunakan untuk limbah cair dengan beban BOD
                      yang cukup besar

                  Kelemahannya yangscring diperolah adalah :
                  -   Dalam proses   diperlukanbahantambahar,  berupa biofilter
                  -   Biaya invetasi relatif lebih besar
                  -   Padakeadaan   jenuh denganbiofilm yang sudah tebal, maka
                      biofilter harus dibersihkanagar bekerjaopdmum.

                                                                 Pornpa Lumput
                                                                     Daut

                                                                                 Alhir
                                                                           Pe;gendrp
                                                                         Bak
                                              Anteroh
                                    8ai Kontakot                         r       Khlorinxi
                                                                             f-
         Air
    Salutm Limbah
                                                                                 AirOtahan
         l




                                                             :
                        hmpr Airlimbah                       i
               Pcnanqung
             Bak                                ff^Yfrl---
                 (inlah
              A.ir                              i \-/,"/i
                                                 8lm:t

      Gambar 18. Diagram ProsesPengolahan Limbah Cair Dengan Aerasi l6ntak



    Pedoman Limbah Padat dan Cair
e
3.2.4.4. Pengolahan   Limbah Cair secara   AnAerob
     Pengolahanlimbah cair anaerobkonvensional yang sudah lama
     dikenal umum adalah sepdk tank. Pengolahanlimbah cair dengan
     septik tank banyakmemiliki kelemahan     dari aspeklingkungan, karena
     dengan konstruksi tangki seprik yang dibagi menjadi 2 ruangan
     denganwakru endap + l-3jam tidak mampu menurunkan senyawa
     organik secarasignifikan. Sehinggauntuk pengolahan limbah cair
     dengan septik rank tidak direkomendasikan,meskipun biaya
    investasinya  relatif lebih murah.
    Sistem pengolahan limbah cair secaraanaerob seiring dengan
    perkembanganteknologi telah dikembangkanoleh para ahli dengan
    berbagaijenis modifikasi. Salahsatu modifikasi yang dikenal adalah
    prcses anerob dengan proses Biofber " (Jp FIou,".                        €
    Prosespengolahanlimbah cair dengan biofilter upflow ini terdiri dari
    2 bak pengendap    yang dilengkapidenganbiofilter atau media berupa
    plastik, keriki atau batu splir dll. Penguraiansenyawaorganik ddam
    limbah cair dilakukan oleh bakteri fakultatif dan anaerob.
    Proses awal pengolahan    limbah cair denganbioflter "up Flo#' ini sanra
    seperti pengolahanlainnya,sedangrangkaianunit operasida unit
   prosesnya,yaitu terdiri dari :

       Saringan kasar
       Bak pengendapan 1
       Bak pengendapan2
       Bak anaerob biofilter 1
       Bak anaerob biofilter 2
       Bak anaerob biofilter 3
       Bak anaerob biofilter 4
       Bak Pengendandapan    akhir
       Bak clorinasi
       Bak stabilisasilumpur



                                                 PedomanLimbah Padat dan Cair
           Seperti pros€spengolahanlimbah cair lainnya, tahapanprosesawal
           dimulai dengan mengalirkan limbah cair melalui saringankasar (bar
           screen),kemuciian diendapkandalam bak pengendapI dan 2 yang
           berfungsi sebagai sludge digestion(pengurailumpur) unilk mengurangi
           bebanolah padaproses    selanjutnya.Vakru endapdalam bak pengendap
          mencapai 1-3 hari. Efek produk bak penampung 1 dan 2 adalahlumpur
          endap (sludge) lumpur apung(sarm).Lumpur endapyangdihasilkan
                         dan
          nantinya akan dipompa ke bak pengeringlumpur untuk distabilisasi,
          sedanglumpur apung yang dihasilkan diangkat secara        periodik unnrk
          dibuang, biasanyadibakar dengaainsinerator.
          Limbah cair dari bak pengendapini selanjutnyadi alirkan ke bak
          biofilter "up flow" dengan beberapatahap proses. Biofilter ini
          mempunyai fungsi selainsebagai      tempat tumbuhnya mikroorganisme
          yang membentuk film untu,kmefirpercepat       proses penguraian   senyawa
          organik   juga berfungsisebagai    penyaringuntuk padatantersuspensi
          termasuk bakteri E. Coli.
          Prosesup flou adalah cara pengaliran limbah cair Cari bawah keatas
          mengikuti tekanan air akibat debit limbah cair yang terus menerus
          memasukisistem. Limbah cair dari bak pengendap        diatas, akan masuk
          ke bak biofilter up flow unruk melakukanprosespenguraian          senyawa
          organik denganmemanfaatkan       bakteri anaerob. Dalam bak ini dipasang
          biofilter berupa media tersusun   dari plastik,atau kerikil atau batu split
          dll. Bakteri anaerobyang tumbuh membentuk biofilm denganpopulasi
          yang dnggi di permukaan media ini akan secua cepat menguraikan
          senyawa   organik dalam limbah cair.Denganbeberapa     tahappenyaringan
          secara konmk upflow denganmediaini, secara      bertahapsenyawa    organik
          ddarn limbah cair (surfactant) akan diuraikan pula secarabertahap,
          sehinggahasil akhir akandiperolehlimbah cairyanglebih beningdengan
          bebanorganik kecil. Makin luasbidangkontak makacfesiensi       penurunan
          konsentrasisenyawa    organik (BOD) makin besar.   Selainmenghilangkan
          BOD, sistem ini mampu pula mengurangi kandungan padatan
          tersuspensi(suspendedsolid) dan total nitrogen dan phospor. Desain


     PedomanLimbah Padatdan Cair
fi
      teknis waktu endap dalam bak biofilter up flow ini adarah 6-9 jam.
      Proses  selanj rnyalimbah cairhasilolahanini dialirkan ke bak pengendap
                   u
      akhir, untuk dilakukan pemisahan   sisa-sisa
                                                 padaan y".,g r',rrih tl.b"*"
      dengan ca-iranlimbah secara    gravitasidengan wakru ..,d"p + 3 jatn.
      Lumpur ini selanjutnyadipompakanke bak pengeringlumpur untuk
      diprosesstabilisasilebih lanjut.
      Air dari bak pengenapakhir ini selanjurnyadilakukan proses
      pembunuhan mikroorganisme      melaluikontak denganbahandeslnfektan
      sepertikaporit dalamhak klorinasidengan  waktu endap+ 0,5 jam. Bagan
      alir prosesdan contoh desainsistemini disajikanpaJa gambar 15
                                                                                   =ttF
                                                                                   ;t

      Beberapakriteria reknis yang perlu diperhatian adalah :
     - Konstruksi tahan rekananbebandan tahan asam
        'Waktu
     -         tinggd total di sarankanatas3 hari
     - Dasar bak dapat dibuar horizontalataudengankemiringan terrenru
        untuk memudahkan pengurasan       lumpur
     - Pengurasan    lumpr dilakukanminimd setiap2-3 tahun
     - Tinggi biofilter (lapisan media) I - 1,5 meter

     Keunrungan sisrem ini adalah:
     - Prosesnya sangarsederhana
     - Tidak diperlukan mesinbloweryangmemerlukanbiayaoperasional
       dan pemeliharaan yang relatif tinggi
     - Tidak menggunakan bahan-bahan      kimia

     Adapun kelemahannyaadalah:
     - Memerlukan lahan yang cukup luas
     - Hanya diterapkan untuk limbah cair dengandebit yang terlalu besar
     - Menghasilkan gas pembusukan(metan dan sulfida) y"ng d"p"t
        mengganggu estetika
     - Dihasilkan scam (endapanrerapung)yang harus dibersihkan dari
       sistem.

90                                                Pedoman Lirnbah Padar dan Cair
 4r Llrnbai
   l.lii:+;




              J                                 E,fii:-.{N:   €i-:rii:r rv




                                    I
                               BiofUE

 Gambar19. Diagram Proses
                        Pengolahan LimbahCair SistemAnAerobBiofilter
                           " IJp Fhw"


3.2.4.5. PengolahanLimbah Cair secaraGabungan Aerob-1^rr.Aerob
    Sistem pengolahan limbah cair gabungan antara prosesaerob dan
    anaerob merupakan prosespengolahandengan mengkombinasikan
    kedua prosesuntuk tujuan optimalisasi  proses denganmemanfaatkan
    aktivitas bakteri anaerobdan anaerobdalam limbah cair. Pengkondisian
    lingkungan aerob dalam sistem ini menggunakan suplai oksigen
    bersumber mesin blower.
    Mengingat sistem ini memerlukan waktu endap (retentiontime) yang
    panjang, maka implikasinya pada keburuhan luas lahan yang semakin
    luas,yang seringkali menjadi kendalateknis pada pembangunan IPAL
    terutarna di rumah sakit di perkoraan.Uncuk iru, penggunaanbiofilter
    (media) pertumbuhan bakreri dalam sistem ini merupakan alternati{:
    terbaik untuk menfasati luas lahan, karena luas permukaan biofiker
    dapat meningkatkan populasi bakteri yang jauh lebih banyak dalam
    bentuk biohgic flm, sehingga kebutuhan luas kontak permukaan
    dalam sistem ini dapat diperkecil, yang berarti luas lahan yang


PedomanLimbah Padat dan Cair                                                 9l
 dibutuhkanpun menjadi kecil.
 Proses awal pengolahanlimbah cair dengangabunganprosesaerobik
 cian anae'obik ini terdiri dari rangkaianunit operasidan unir proses
 sebagaiberikut :

-   Saringan kasar
-   Bak pengendapanawal
-   Bak anaerobbiofilter 1
-   Bak anaerobbiofilter 2
-   Bak aerob biofilter I
-   Bak aerob biofilter 2
-   Bak Pengendandapan     akhir
-   Bak klorinasi -
-   Bak stabilisasi lumpur

 Seperti prosespengolahanlimbah cair lainnya, tahapan prosesawal
 dimulai dengan mengalirkaa limbah cair rnelalui saringan kasar(bar
 screen),kemudian diendapkan dalam bak pengendap awal yang
 berfungsi sebagai sludge digestion (pengurai lumpur) unruk
 mengurangi beban olah pada prosesselanjutnya.'W'aktuenciapdalam
 bak pengendapawal ini l-3 jam. Efek produk bak penampung awal
 ini adalah lumpur endap (sludge)  dan lumur apung (scum). Lumpur
endap yang dihasilkan nantinya akan dipompa ke bak pengering
lumpur unruk distabilisasi,sedanglumpur apung yang dihasilkan
                                                                                *
diangkat secaraperiodik untuk dibuang, biasanyadibakar dengan in-               g


cinerator.                                                                      €
                                                                                t'
                                                                                ,
                                                                                ir
Limbah cair dari bak pengendap ini selanjutnya di alirkan ke bak                ii
                                                                                E
anaerob biofilter dengan sistem aliran'upflota" dengan2 (dua) tahap             !
                                                                                &
proses.Penggunaanbakteri anaerobdalam proscspengolatranini dapat
                                                                                €
menurunkan secara   optimal limbah cair dengankandungan COD yang                r
                                                                                I
                                                                                3
tinggi. Untuk dirumah sakit, biasanya limbah cair denganCOD tinggi              d
                                                                                fi
                                                                                $
                                                                                ?
                                                                            fl
                                                                            q
                                            Pedoman Limbah Padat dan Cair

                                                                            g
                                                                            I
      ini bersumber dari limbah cair laundry laboratorium dan kamar operasi.
      Uraian selanjutnya prosesini samasepertipengolahan limbah cair srstem
      anaerob biofilter up flou seperti dijelaskan diatas.
      Selanjutnya, limbah cair hasil olahan proses anaerob ini memasuki
      bak aerob yang dilengkapi biofilter untuk dilakukan proses biologis
      lanjutan terhadap senyawa organik yang masih tersisa dari proses
      s ebelum ny a . P e n g g u n a a n b i o fi l te r i ni sangar efekti f untuk
      mempertahankan populasi bakteri secarastabil dalam bak aerob, karena
      dengan biofilter, sistem akan tahan terhadap shock loading rerurarna
      terhadap masuknya bahan toksik, pH tinggi dan debit limbah cair
      yang dnggi secara tiba-tiba ke dalam sisrem, karena populasi bakteri
      tetap dapat dipertahankan dalam sistem dengan terbetuknya bioflm
      yang menempel pada permtrkaannya. Proses selanjurnya sama seperri
      penjelasan proses limbah cair aerasi kontak (contact aeration) diaras.
      Proses selanjutnya limbah cair hasil olahan proses aerob ini dialirkan
      ke bak pengendap akhir, untuk dilakukan pemisahan padatan (bioflok)
      dengan cairan limbah secara gravirasi dengan waktu endap + 3 jam.
      B iof lc k ber b e n tu k l u mp u r i n i s e l a n j utnya di pompakan ke bak
     pengering lumpur untuk diproses stabilisasilebih lanjut. Bagan alir
     proses dan contoh desain sistem ini disajikan pada gambar 16.
     Yang perlu diperhatikan dalam penerapan proses pengolahan limbah
     cair gabungan sistem anaerob dan aerob ini adalah :


             Penggunaanfilter berfungsi media tumbuhnya mikroorganisme
             dan sebagai sebagai  penyaringbiologi untuk padatan tersuspensi
             termasuk bakteri E. Coli, sehingga keceparan partikel dapat
             dikendalikan, dengan kecenderunagnmengendap ke dasarbak
             Efesiensi biofilter terganrung pada luas kontak antara limbah
             cair dengan mikroorganisme yang menempel pada permukaan
             biofilter
             Sistemini selaindapat mcngurangi konsentrasiBOD dan COD,



Pedoman Limbah Padatdan Cair                                                      93
         juga dapat mengurangi konsentrasi padatan tersuspensi (SS),
         detergen (MBAS), ammonium dan phospor
         Efisiensi penghilangan phospor dalam sistenr akan lebih besar
         bila dibandingkan dengan proses anaeron saja atau aerob saja
         Keunggulan sistem ini adalah prosesnyasederhana, operasinya
         m u d a h d a n ta n p a m e n g gunakan bahan ki mi a dan dapat
         mengolahan limbah cair dengan beban organik tinggi, dapat
         menghilangkan nitrogen dan phospor, suplai olsigen relatif kecil
         dan lumpur yang dihasilkan relatif sedikit serta tahan terhadap                 : r:it

         shock loading                                                                   '!4.
                                                                                         :r
         Sedang kerugiannya, memerlukan biaya investasi yang relatif
         Iebih mahd, akan menghasilkan 6au methan dan sulfida pada
         bak anaerob.




                                                                          AIR OI, AHAN




               BAxPEN6ENOAP   ZONAANAEROa   zoNaAERos     SAKPEN€eNL|aP
                    A*AL                                      AXt{lR
                                       AERAToR




 Gambar20. Diagam ProsesPengolahanLimbah Cair SistemAnaerob-Aerob


94                                                      PedomanUmbah Padatdan Cait
 3.2.5. Pengolahanlumpur
       Prosespengolahanfisik-kimia dan biologi pada limbah cair
       rumah sakit, akan dihasilkan lumpur (studge)
                                                  dan agregaryang
       berupa endapan suspendedsolid. Pada pengolahan biologi,
       lumpur yang terbenruk berupa bioflok hasil aktivitas
       mikroorganismedalam limbah cair. Lumpur dan agregatini bisa
       mengandung bahan cemaran, rergantung dari jenis limbah
       cairnya. Untuk itu perlu dilakukan pengolahan lanjutan, agar
       prosespenanganannyatidak menimbulkan pencemaran tanah
       dan lingkungan.

        Beberapalangkah untuk mengolah lumpur dan agregatjni adalah :

        a.. Bak pengering lumpur (SludgeDrying Bed)
             Berupa bak yang rersusunatas media-media saring seperri
             kerikil, pasir dan ijuk. Media ini disusun secaraberurutan
             dari bawah bak mulai dari ijuk, kerikil dan pasir dengan
             ketebalan berimbang tergantung pada keringgian dinding
             bak. Proses pengeringandilakuan dengan cara memindahkan
             lumpur dari bak sedimenrasidan presedimentasidengan
             pompa (sentrifugalpump) dan disebarkan diatas media bak
             pengering lumpur. Pada lumpur yang terhampar di
            permukaan media bak ini, maka kandungan air akan
             terpisahkan secara gravitasi, rurun ke dasar bak, dan
            selanjutnya dengan pipa yang rerpasang air hasil saringan
            rersebutdikembalikan lagi ke bak IPAL (Aerasi). Sementara
            dengan bantuan pans matahari, lumpur yang terhampar tadi
            akan mengering membentuk cake (lapisan lumpur kering).
            Cake ini selanjutnya dilakukan pengolahan dengan cara
            dilakukan pembakaran denga incinerator, atau dengan cara
            lain dapat di buang ke TPA sampah dan dijadikan media



PedomanLimbah Padatdan Cair                                        95
    ta n a m b i l a d i p a s ti k a n tidak mengandung   l ogam berat
    (ma te ri B 3 ).


b. Bak staLrilisasi
                  lumpur (Sludge Stabilization)
    Berupa bak yang berfungsiuntuk nrenampungsludgecair dari
   sumber (IPAL) yang dipindahkan menggunak"., po-p"
    (sentrifugal
               pump). Prcsessrabilisasidi lakukan d..gr. ."..
   memberikan suplai udara (oksigen)menggunakanmesin blower
   ke dalam badaa lumpur secaramerara. pemberian oksigen ini
   akan menciptakan proses penguraian senyawa org*.rik d"r,
   anorga,niksehinggastruktur materi lumpur akan lebih stabil,
   dalam arri aman untuk dibuang ke lingkungan. Biasanyadi
   daerah perkotaan, lumpurini disedot keluar RS menggunakan
   truk tinja.

   Mesin pengering lumpur.
   Pengering lumpur ini berupamesin press  yang secara
                                                     mekanik
   menggu'akan energilistrik. lv{erodeini memerlukan investasi
   tinggi dan pengoperasian   dan pemeliharaansecarakhusus.
   Proses  kerjanya,lumpur cair dimasukkanke dalam mesin press
   ini menggunakanpompa. Padamesin ini, lumpur cair akan
   dipress secara mekanik, sehingga kandungan airnya
   terpisahkan,  sementara lumpur akan mengeringmembentuk
   cake. Cake ini di proses lanjut dengan
                                                 lembakaran
   menggunakan incinerator atau dapat dibuang ke TpA arau
   di ajdikan media tanam apabiladipastikan tidak mengandung
   materi berbahaya (materi B3).



                                                                           il

                                                                           g
                                                                           f
                                                                           g
                                             PedomanLimbah Padatdan Cair

                                                                           E
                                    @
                                    \<riz
3,2.6. Pertimbangan Pemilihan Jenis Pengolahan Limbah Cair RS
       Dengan di rumuskannyaberbagai  jenis pengolahanlimbah cair di
       atasdengan berbagaikelebihandan kekuranganddam prosesdan
       operasional/pemeliharaanya, untuk memilih jenis pengolahan
                                 maka
       limbah cur yang tepat sesua-i
                                  kebutuhan rumah sakit, maka dapat
       dirumuskan pertimbangan-pertimbangan  sebagaiberikut :

             Ketersediaan lahan
             Apabila rumah sakit terbataspenyediaan lahan yang akan
             dibangun IPAL, makasebaiknya     jenis IPAI yang dipasangadalah
             IPAL dengan pengolahansecaraaerobik. Luas lahan yang
             dibutuhkan biasanya   berl.isar2 m2 lahan per I m3 linrbah cair
             per hari yang akan diolah. Di Perkotaan,IPAI dapat dibangun
             di bawah lahan parkir atau tarnan. Untuk lokasi IFAL di bawah
             laha parkir, maka struktur dinding dan pondasi IPAL harus
             mampu mengimbangibeban berat mal<simalkendaraanyang
             parkir diatasnya.
             Untuk rumah sakitdi daerah,    yang bisanyamemiliki lahanyang
             cukup luas. sebaiknyamenggunakanIPAI dengan sistem an
             aerobik atau gabungan aerobik dan aerobik. Karena dengan
             waktu endaplebih dari 2hari,jenis IPAL ini memerlukanlahan
             yang sangatluas, kisarannya m2 lahan per 1 m3 limbah cair
                                           4
             per hari yang akan diolah. Kelebihan IPAL jenis ini adalah tidak
             memerlukan peralatan mekanikal dan elektrikal , sehingga
             mudah dasi segi pengoperasian    dan pemeliharaannya.

             Ketersediaan operator
             Ketersediaanoperator diperlukan untuk mengimbangi
             penggunaan rnesin mekanikal dan elektrikal seperti pompa,
             mesin blower, panel lisrrik dll. Operaror bertugas unruk
             melakukan operasional dan pemeliharaan operator. Untuk



Pedoman Limbah Padat dan Cair                                             97
          rumah sakit yang memilih jenis IPAI dengan sistem aerobik,
          maka penyediaan operator merupakan kewajiban, sehinggaIPAL
          akan beroperasi secaraberkelanjutan.


          Ketersediaan bahan dan suku cadang
          Ketersediaan bahan dan suku cadang terganrung pada lokasi
          rumah sakit. Rumah sakit di daerah terpencil atau didaerah
          yang jauh dari perkotaan, biasanya akan mengalami kesuliran        .:.
          bahan dan suku cadang peralaran mekanikal dan elektrikal          ,*
                                                                            ari'.t
          IPAL apabila mengalami kerusakan. Sehingga di daerah              6:
                                                                            .'ii4.ri
                                                                            :iF::
          terpencil disarankan IPAL yang akan dibangun menggunakan
          sistem anaerobik. Lain halnya untuk daerah perkotaan, dengan
          kemudahan untuk mendapatkan bahan dan suku cadang IPAI,
                                                                            :;..
                                                                            -
          maka kerusakan peralaran mekanikal dan elektrikal IPAI yang
          terjadi akan mudah diarasi.


3.2.7. Bal<u Mutu Limbah Cair RS
       Berdasarkan Undang-undang No. 23 Tahun 1997 rentang
       Pengelolaan   Lingkungan Hidup, baku muru lingkungan hidup
       didefinisikan sebagaiukuran batas atau kadar makhluk hidup, zat,
       energi, atau komponen yang aCa atau harus ada dan/atau unsur
      pencemar yang ditenggangkeberadaannya     dalam suatusumber daya
      tertentu sebagaiunsur lingkungan hidup.
      Terkait dengan kegiatan rumah sakit, Menreri Negara
      Lingkungan Hidup (MenLH) telah mengeluarkan baku mutu
      limbah cair kegiatan rumah sakit dengan keputusannyaNomor:
      Kep-058/MENLH/12l1995. Dalam keputusan ini Baku Muru
      Limbah Cair Rumah Sakit didefinisikan sebagai         maksimum
                                                       ba-tas
      limbah cair yang diperbolehkan dibuang ke lingkungan dari
      suatu kegiatan rumah sakit. Baku mutu rersebut disajikan pada
      Thbel berikut.



                                               PedomanUmbah Padatdan Cair
                                                                               ft
                                                                               B
                     Thbel l0 . Baku Mutu Limbah Cair Bagi lGgiatan Rumah Sakit

                               Parameter               Kadar Maksimum
          FISIKA:
         - Suhu                                              30 "C
         KIMIA:
         -pH                                                 6_9
         - BOD5                                            30 mg/l
         - COD                                             80 mg/l
         . TSS                                             30 mg/l
         - NH3 bebas                                       0.1mg/l
         -PO4                                               2 mgll
         MIKROBIOLOGIK:
         - MPN
         - Kumangolongan
                       Koli/100
                              ml                            10.000
         RADIOAKTTVITAS  :
             t2ft
                                                         7x 1O' zB q/L
         - 3ts                                           2x 1O' ?B q/L
           asCa
         -                                               3x 1O'zBq/L
         - t r Cr
                                                         7x 1O'?Bq/L
             67Ga
         -                                               lx 1O' ?B q/L
           tsSr
         -                                               4x 1O' ?B q/L
         _ ilrsn                                         3x 1O' ?B q/L
           t25r
                                                         1x 10'?Bq/L
             tS tI
                                                         7x lO'?Bq/L
           re2Jr
         -                                               lx 10'zBq/L
         _ 20rf'I                                        lx 10' ?B q/L




Pedoman Limbah Pa&t dan Cair                                                      99
3.2.8. Program minimisasi limbah cair RS

3.2.8.1. Strategi Pengelolaan   limbah rumah sakit
      Dengal perkembangan    reknologipengolahanlimbah cair rumah sakit
      yang semakin meningkar, maka berbagai kelebihan sistem yang
      ditawarkan pada dasarnyamerupakan penyelesaian       scsaar yang
      merupakanjawaban dari pendekatanpenangananlimbah dengan
      end ofpipe treatment.
                                                                              ...::
      Victoria - EPA ( 1993 ) telah menetapkan beberapaelemen penring         .ja;j


      dalam rangka pengelolaanlimbah rumah sakit, yaitu antara lain           .:.F
      denganminimisasi limbah dan segregasi   Limbah.
      Sehubungandengan pengelolaan      limbah rersebur,Holmes (1981)
      merumuskan strategi penangananlimbah cair seperti disajikan pada
      Gambar berikur.



   PrioritasTinggi                      Reduksi Limbah Cair
                                          P ada S umber




                                  DaurUlangdan DaurPakai




    Prioritas
            Rendah

              Gambar 21. Strategi PengelolaanLimbah Cair



                                                PedomanLimbah Padatdan Cair
3.2.8.2. Pendekatan Pengelolaan Limbah Cair
       Berkenaan dengan pengelolaan limbah, terdapat 2 cara pendekatan,
      yaitu:
       1. P end e k a ta n s e c a ra ' tra d i s i o n a l ' arau di sebut pul a dengan
              pengelolaan secara end of pipe treatment. Melalui pendekaran
              ini, limbah yang telah dihasilkan kemudian diolah hingga
              memenuhi standar yang berlaku. Jadi pendekatan ini lebih
              cenderung kepada upaya pengendalian pencemaran (pollu-
              t ion c o n tro fi . P e n d e k a ta n i n i seri ngkal i ti dak dapat
              menyelesaikan masalah pencemaran dan pada prinsipnya
              hany a b e ru p a y a u n tu k m e n g u bah dan memi ndahkan
              pencemar dari saru media ke media lain. Artinya, pendekatan
     -        ini tidak menyelesaikan masalah, namun hanya memindahkan
              masalah. Akibatnya, pendekaran ini secara lingkungan tidak
              menguntungkan.
         2.   Pendekatan secara terpadu, yaitu melalui upaya minimisasi
              limbah. Upaya ini bertujuan untuk mengurangi limbah yang
              har us d i o l a h d i te m p a t p e n g e l o l aan l i mbah maupun yang
              dibuang ke lingkungan, dengan jalan mengurangi jumlah linibah
             yang dihasilkan oleh suatu prosesproduksi pada sumbernyadanl
             atau dengan jalan memanfaatkan-nya kembali.
         Berbagai istilah dan terminologi digunakan dala-mupaya pelaksanaan
         pendekatan minimisasi limbah, namun pada prinsipnya memiliki
         pengertian dan metode yang sama (Freeman, 1988). US-EPA
         menggunakan istilah'Pencegahan Pencemaran' (Pollution Preamtion).
         Selain itu, ada pula istilah 'Reduksi Limbah' (Vl'aste Reduction),
         'Teknologi Bersih' (Clean Technohgl dan di sektor industri dikenal
         istila-h'Produksi Bersih (Clean Production).

         Adapun bagan alir prinsip minimisasi limbah pada sebuah Droses
         kegiatan disajikan pada Gambar berikut.



PedomanLimbah Padatdan Cair                                                         l 0!
                Gambar 22. Bagan Alir Minimisasi Limbah




3.2.8.3. Manfaat Penerapan Minimisasi Limbah Cair
      Definisi konsep Minimisasi Limbah yang digunakan di Indonesia
      (Bapedal, 1992) adelahsebagaiberikut:
      Minimisasi limbah (unte minimization) adalah uparya   mengurangi
      volume, konsentrasi, toksisitas, dan tingkar bahaya limbah yang
      berasaldari prosesproduksi, dengan jalan redulai pada sumbernya
      dan atau pemanfaatan limbah.


                                                PedomanLimbah Padatdan Cair
        Reduksi limbah pada sumbernya (source reduction) adalah upaya
        mengurangi volume, konsenrrasi, toksisitas, dan tingkat bahaya
        limbah yang akan menyebar di lingkungan, secaraprevendf langsung
       pada surnber pencemar.
       Pemanfaatan limbah adalah upaya mengurangi volume, konsentrasi,
       toksisitas, dan tingkat bahaya limbah yang akan menyebar di
       Iingkungan, dengan cara memanfaatkannya melalui care-cara
       penggunaan kembali (reuse), daur ulang (rerycle), serta perolehan
       kembali (recouery). Untuk kasus di rumah sakir, limbah cair hasil
       olahan uang telah memenuhi syarar dapat digunakan untuk
       penyiraman ta.rlan, penyiraman kendaraan (ambulance), pencucian
       linen kotor (membersihkan kotoran di awal proses pencucian), rua-
       ter cooling dan lainnya.
       Dalam k a i ta n n y a d e n g a n p e n g e l o laan l i mbah rumah saki t,
       pendekatan minimisasi limbah rnemiliki berbagai keuntungan
       (Topleni994), yaitu:


       a.   Mengurangi porensi bahaya limbah dalam kaitannya dengan
            kesehatan manusia dan lingkungan dengan cara meminimisasi
            limbah berbahaya dan beracun.
       b.   Penggunaan sumber daya secara rasional dan efisien.
       c.   Mengurangi biaya pengolahan limbah serempar (on- sit)
       d.   Mengurangi biaya transporr dan pengolahan limbah terpusar
            (offs;te)
       e.   Menguran-giresiko terjadinya kecelakaankerja.

                                    minimisasilimbah (Roekmijaa,l997)
       Keuntungan lain dari penerapan
       adalah :
       e. Penggunaansumberdayaalam yang efektif dan efisien
       b. Efisiensi produksi meningkar
       c. Mencegah atau mengurangi terbentuknya limbah dan bahan
           Pencemar umumnya

Pedoman Umbah Padatdan Cair                                                     103
d.   Mencegaharau menguraflgiberpindahn)'a  pencemaranrarmedia
e    Mengurangiterjadinya resikokeseharan manusiadanlingkungan
f.   Mendorong dikembangkannya     dan dilalaanakannyateknologi
     bersih dan produk akrab lingkungan
g.   Mengurangi biaya penraaranhukum
h.   Mengurangi atau menghindar dari 6iaya pembersihan
     lingkungan
     Meningkatkan daya saing dipasar internasional
     Pendekatanpengaruranbersifat flelsibel dan sukarela

Dalam dunia bisnisrermasukrumah sakit, strategiproduksi bersih/
penerapanminimisasi limbah dilaksanakandalam pengembangan
bisnisnya (Bratasida, 1996), karena :                   -

a.   M e n i n g k a tk a n
                      d a y a s a i n g dan kegi atan usahanya dapar
     berkelanjutan, mengingat semakin besarnya peranan lingkungan
     hidup dalam kebijakan perdagangan internasional
b.   D e n g a n m e m p e rri mb a n g kan aspek i i ngkungan dan seti ap
      kegiatanprosesproduksi secaraberkesinambungan,        maka
     perusahaan  memperolehkeuntunganekonornisdengan adanya
     peningkatanefbktifitasdan efesiensi disegalaaspek
c.    Berartidenganmenjdankanproduksibersih/minimisasilimbah
     perusahaandapar menurunkan biaya produksi dan biaya
     pengolahan limbah serta sekaligusmengurangi terjadinya
     kerusakan dan pencemaranlingkungan
d.   Strategiproduksi bersihini juga merupakan metode kunci untuk
     mengharmoniskan kepentingan ekonomi dan pemeliharaan
     lingkungan




                                               PedomanLimbah Padatdan Cair
                            BAB TV
                                        @
              PEMELIFIARAAN FASILITAS PENGOI-AHAN
                    LIMBAH PADAT DAN CAIR


    4.1     Ti.rjuan

       Dalam sistem pengelolaan limbah secarautuh banyak menggunakan
peralatan, rerurama peralatan mekanikal dan elektrikal. penggunaan
peralatan tersebut perlu memperhatikan kinerja yang konsisten dalam
menunjang kerersediaan pengelolaan secaraterus menerus sesuai kebutuhan.
untuk itu, diperlukan adanya pengoperxian dan pemeliharaan yang baik
agar tujuan dari upaya pengelolaan limbah dapat tercapai. Adapun tujuan
dari terselenggar'.nya pengoperasian <ian pemeliharaan yang baik adalah
sebagai berikut:
.    lJnruk memperpanjang usia kegunaan peralatan pengelolaan limbah
     yang ada.

'         Untuk menjamin ketersediaan optimal peralatan pengelolaan limbah
          yang dipasang, sehir,ggadapar mencapai efektivitas dan efisiensi yang
          optimal.

'         Ljntuk menjamin kesiapan pengoperasian peralatan pengelolaan
          limbah dalam rangka mcnjaga kesinambungan pelayanan rumah
          sakit.

'         lJntuk menjamin      kesehatan dan keselamaran petugas pengelolaan
          limbah.



4.2         Pengertian dan Jenis Pemeliharaan
     Pemeliharaan adalah suatu kombinasi tindakan yang ciilakukan
untuk menjaga peralatan atau memperbaiki hingga kondisinya dapat



Pedoman Limbah Padatdan Cair                                                l 0t
  diterima. Pemeliharaandapat dibedakan menjadi
                                                      dua jenis, yakni
  Pemeliharaanrerencanadan pemeriharaan   tak rerencana.pemeliharaan
  terencanadapat dibedakan pura menjadi pemeriharaan
                                                       pencegahan  dan
  pemeliharaan korektif. sedangkan pemeliharaar
                                                 t"k t....rcana berupa
  pemeliharaandarurat.
        Pemeliharaan pencegahan adarahpemelihara yang dirakukan
                                                    an
  denganpemikiran ke masadepan,p..rg..,d"li"n
                                                dan p..."i"."r, sesuai
 dengan rencana yang telah ait"t -,_,k".,   ,.U.t.,_.,y", meliputl
 pemeriksaan (termasuk penyetelan dan pelumasan)'
                                                           tanpa harus
 menghentikankegiatandan pengganrian    komponen minor (pekerjaan
           yang berasaldari pem..iks"an) yang perru menghentikan
 ll_"qt"tt
 I(egtatan.
       Pemeliharaan.korektif addah pemeliharaanyang
                                                        dirakukan untuk
 nremperbaiki suatu bagian (termasuk penyerelan
                                                d"r, ,Ip"r"ri) yang telah
 terhenri untuk memenuhi ,,r"t,, ko.,disi
                                          Tang dapar diterima, meliputi
 reparasinrinor yang tidak ditemukan waktu pemeriksaan
                                                       dan overhaul atau
 perbaikan menyeluruh yang rerencrna.



4.3 Fasilitas Pengolahan Limbah padat
       Pengelolaan lim^bah padat pada setiap tahapnya
                                                            menggunakan
 berbagai peralatan/ fasilitas y"r,g h"..r, iij"g"
                                                    p.r,gop.r*sian dan
 pemeliharaanagar tercapaitujuan pengeloraannya  secaraopdmal. Tahapan
yang dimaksud adalah pemilahan dan pengumpulan,
                                                           p.rg".gk.r*rr,
penyimpanan sementara  dan pengorahan. Berikut i"i aig",'f"r6,'    kegiatan
jl frfuelsi pengoperasiandan femeriharaan terhadap"fasilitas    pengeloraan
limbah padat rumah sakit.




r06                                               PedomanUmbah Padatdan Cair
                                  11.
                              Thbel
           KEGI{TAN DAN FRTKUENSI   PENGOPERASI,AN
                                                 DAN
        PEMELIH AITT{u{N
                       FASILITASPENGELOIAAN LIMBAH PADAT

 NO               KEGIATAN                  FREKUENSI
                                         M2MB38T           Sp
      Pemilahan & Pengumpulan
      'Wadah
            Limbah Padar
      a) Pembersihan                 X
      b) Pendisinfeksian             X
      Pengangkutan
      Gerobak/troli
      a) PembersihanX
      b) PedisinFek
                  ian
      c) Pemeriksaanroda                       X
      d) Pembersihanroda                       X
      e) Pernberian
                  oli                          X
      Penampurgan Sementara
      TemparPenampungan  Semenrara
      a) Pembersihan
      b) Pendisinfeksian
      c) Pemeriksaan
                   kebocoran                       X
      d) Pemeriksaan
                   fungsitutup                     X
      Pengolahan
  1   Insinerator
      a) Pemerilsaan& pembenihan abu X
      b) Pembersihanlubang abu       X
      c) PemeriksaanopacitTmonitor   X
      d) Pemeriksaanoksigenmonitor   X
      e) Pemcriksaa.r
                    :hermocoupic           X
      f) Pemerilsaan ruang bakar           X
      g) Pembersihan
                   ruang bakar                     X


Pedoman Umbah Padat dan Cair
                                          @
                                          Vr/
                                    Tabel ll.   (I^anjutan)
               KEGIATANDAN FREKUENSI
                                   PENGOPERASIAN  DAN
            PEMELIHARMN FASILITAS
                                PENGELOI,AANLIN{BAH PAD,{T
            h) Pemeriksaa;G;Gi.
           i) Penambahan  air
           j) Pemeriksaankran air
           k) Pemeriksaan
                        fungsi burner             X
           I) Pemeriksaan
                        fungsi blower             X
           m) Pemeriksaandinding
           n) Pemeriksaanfungsi scrubber                X
           o) Pembersihanscrubber
                                                                             X
          p) Pemeriksaan  cerobong
                                                                           X
          q) Pemeriksaanlevelsolar            X
          r) Penambahan  solar
                                                                                      x
     2    Desolpsi panas
          a) Pemeriksaan pembersihan
                        dan              karbon        X
          b) Pembersihan lubanginlec         X
          c) Pemeriksaanrhermocouple                           X
           d) Pemeriksaan ruang desorpsi                       X
           e) Pembersihan ruangdesorpsi
                                                                          X
          i) Pemeriksaan fungsiburner          X
          j) Pemeriksaan fungsi pompa vakum X
          l) Pemeriksaanfungsi scrubber
                                                                          X
         Q Pemerilsaan  level air padascrubber X
                                                                                 X
         g) Penambahan padascrubber
                         air
                                                                                     X
         h) Pemeriksaan kran air padascrubber X
         m) Pemeriksaan  cerobong                                        X
         n) Pemeriksaan  levelsolar           X
         o) Penambahan  solai
                                                                                     X
 3       Steam Otoklaf
         a) Pemeriksaan
                      steammonitor


1 08
                                                              PedomanLimbah Padat dm Cair
                       Tibel ll. (Lanjutan)
          KEGIAIAN DAN FREKUENSI    PENGOPERASIANDAN
       PEMELIHARAAN FASILITAS  PEN GELOLAANLIM BAH PADAT

      b) Penambahan aliran steam                Y
      c) Pemeriksaan
                   fungsi vacuum                X
      d) Pemeriksaan
                   ruang proses             X
      e) Pembersihanruang proses                X
      F) Pemeriksaan
                   pipa sream                         X
      g) Pemeriksaan
                   level air          X
      h) Penambahan air                                       X
      i) Pemeriksaanfungsi schredder            X
      j) Pemerilsaanpisau schredder                   X
      k) Pembersihan pisauschredder                       X
      l) Pemeriksaankontrol suhu       X
      m) Pemeriksaan kontrol tekanan   X
      4 Microwave
      a) Pemeriksaanpengaturwaktu
      b) Pemerilsaanmicrowavegenerator X
      d) Pemeriksaanruangproses                 X
      e) Pembersihanruangproses
      f) Pemeriksaanpipa pembuangan
        cairan                                  X
     i) Pemeriksaan
                  monitor suhu        X
     f) Pemeriksaan
                  monitor rekanan     X

Keterangan:
H    : Harian                       M:     Mingguan
2M   : Dua mingguan                 B:     Bulanan
38   : Tiga Bulanan                 T:     Thhunan
Sp   : Spesifik(Accidential'1




PedomanUmbah Padatdan Cair
 4.4      Fasilitas PengelolaanLimbah Cair
       Pengelolaanlimbah cair merupakan kegiaran
                                                      penanganan pada
 sumber,penyalurandan peng^olahan.   Kegiarana.i fr.n       pJnfperrsian
 dan pemeliharaanterhad"p frrilir", pe.ierolaan       "r,si
                                                rimbah ..iiaigtu"rt    *
 sebagaiberikut.


             KEGrdraN r"r#K'ri ?r*"oormsrAN
                   o^                     DAN
          PEMFI TFTARAAN
                       FASILITASPENGELOI.AANLIMBAH CAIR
 NO              KEGI,{IAN                      FREKUENSI
                                             M2MB38T                      Sp
       a. Penangananp"dniurnb..
 l)    AIar saniter
       a) Pembersihan sanirer
                     alar              X
       b) Pemeriksaan
                    fungsi             X
 b.    Penyaluran
 l)    Saluran
    a) Pembersihan saluran                              X
    b) Pemeriksaan fungsi                    Y
   c) Pemeriksaan aliran              X
2) Bak konrol
   a) Pembersihan
                                                  X
   b) Pemerilsaan fungsi
3) Bak Penangkaplcmak
   a) Pembersihan bak                        X
      b) Pemeriksaanlemak
                                                       X
4)    Bak Pengangkat
      a) Pembersihan  bak                    X
      b) Pemeril.rsaan
                     fungsi          X
5)    Pompa Pengangkat
      a) Pembersihan
                                             X


                                                 PedomanLimbafi Padatdan Cair
                               Iabel 12. (Lanjutan)
             KEGI TAN DAN FREKUENSI PENGOPERASTANDAN
           PEMELIHARAAN FASI
                           LITAS PENGELOLAANLIMBAH CAIR

      b) Pemerilaaanfungsi
      c) Pemeriksaanoli/gemuk
      d) Pemerilcsaanipenggancian
                               oli                                    X
      e) Penambahan/penggantiangemuk                                  X
      d) Pemeriksaankebisingan                            X
      e) Pemerilsaangetaran                               X
 6)   Screen
      a) PembersihanX
      b) Pemeriksaankondisi
 7\   Grit Chambei
      a) Pembersihandinding bak                               X
      b) Pengangkatan
                    limbah padat                      X
 8)   Comminutor
                   Fungsi
      a) Pemeriksaan
      b) Pemeriksaan 6c gemuk
                   oli                                    X
      c) Penambahan/penggantianoli                                    X
      d) Penambahan/penggantian
                              gemuk                                   X
      e) Pemeriksaan
                   alat p€motong                              X
      F) Pembersihan pemotong
                    alat                                          X
 e)   SedimentasiAw"aI
      a) Pembenihan limbah padat
      b) Pemeriksaan
                   alat mekanik                   X
      c)             level lumpur
           Pemeriksaan                            X
      d)             motor elektrik
           Pemeriksaan                                    X
      e)             level oli
           Pemeriksaan                                X
      f)   Penambahan/penggantian
                                oli                                   X
      g) Penambahan/penggantian
                              gemuk                                   X
                   fisik bak
      h) Pemeriksaan                                      X


Pedoman Umbah Padat dan Cair
                        Thbel12.(Lanjutan)
           KEGTATAN DAN FREKUENSI  PENGOPERASIANDAN
         PEMELIFIARAANFASILITASPENGELOL{AN LIMBAH CAIR

        i) Pembersihanfisik bak
       j) Pemeriksaan pembersihan
                     dan              weir            X
       h) Pemeriksaanefluen box
       i) Pemerilsaanmoror elekrrikal                 X
       j) Pemeriksaanleveloli/gemuk                   X
     k) Penambahan/pengganrian    oli                                       X
     l) Penambahan/pengganrian   gemuk                                      ]t
     m) Pembuangan   lemak
     n) Pemeriksaanpengumpulan   lumpur                         X
 L3) Disinfeksi
     a) Pemeriksaanpompa injeksi        X
     b) Pemeriksaanoli&gemuk pompa
     c) Pemeriksaanlevel disinfekran    X
     d) Penambahan  disinfekran                                             X
     e) Pemeriksaanaliran disinfekran            X
     F) Pemeriksaanaliran kontrol dosis          X
 14) Bak pengeringlumpur
     a) Pemeriksaan levellumpur
     b) Pengambilan  lumpur                                     .)t
     c) Pemeriksaanaliran air
     d) Pengangkaran  lumpur                                          X
 15) Pengukurdebir limbah cair
 16) PerawaranFilcer (pasir dan karbon akriF)
Keterangpn:
H    : Harian                           M:      Mingguan
2M   : Dua mingguan                     B:      Bulanan
38 : Tiga Bulanan                       t:      Thhunan
Sp : Spesifik ( Accidzntiat )


tt2                                                  PedomanUmbah Padatdan Cair
                                      A
                                      ("v.J
                                      \E/
4.5     Monitoring     dan Evaluasi


4.5.1. Monitoring
        Pemantauan (Monitoring) adalah suatu kegiatan yang dilakukan
untuk memantau kinerja suatu sistemyang sedangberlangsung. Pemantauan
kinerja suatu sistem ada yang perlu dilakukan secara terus-menerus
(kontinyu) tetapi ada jugayanghanya perlu dilakukan secaraberkala dalam
periode waktu tertentu misalnya: mingguan, bulanan bahkan mungkin
tahunan. Hal ini sangat bergantung pada seberapabesar pengaruh bagian
tersebut terhadap kinerja seluruh bagian sistem itu sendiri. Pada bagian-
bagian yang sangat penting perlu dilakukan pemantauan secara terus-
menerus tetapi pada bagian sistem yang kurang penting dapat dilakukan
secaraberkala. Jika pada sistem diterapkan sistem auiomatisasi, maka fungsi
pemantauan yang terus menerus dapat dikurangi atau diubah menjadi
pemantauan berkala, bahkan mungkin dapat dihilangkan sama sekali karena
pemantauannya telah dilakukan oleh sistem itu sendiri.
         Dalam sistem pengolahan limbah, monitoring perlu dilakukan
terhadap peralatan pengolah limbah (aspek teknis) dan limL,ah yang akan
diolah maupun limbah yang telah diolah (aspek non teknis). Pemantauan
aspek teknis telah tercantum dalam tabel IV. I untuk limbah padat dan
tabel IV.2 untuk limbah cair. Sedangkan aspek non teknis adalah param-
eter-parameter baku mutu yang disesuaikan dengan karakteristik masing-
masing sistem pengolah limbah bergantung pada jenis limbah dan metode
pengolahannya.


a.     Limbah     Padat
       Pemantauan pengolahan limbah padat dilakukan terhadap aspek
teknis IPLP dan aspek non teknis terhadap limbah padat J'ang akan diolah
dan hasil olahannya. Pemantauan aspek teknis IPLP sangat bergantung
pada metode yang dipilih untuk mengolah lirnbah padat tersebut seperti
yang tercantum ddam tabel IV.1. Sedangkan pemantauan terhadap limbah



Pedoman Limbah Padatdan Cair                                            l13
 yang akan diolah perlu dilakukan sebabtidak semua jenis limbah padat
 dapat langsung diolah dengan metode yang digunakan, misalnya perlu
 penyesuaianukuran dengan cara dipotong , karena ukuran limbah harus
 dapat masuk ke dalam ruangansistempengolahlimbah.
        Tujuan pe'golahan limbah padat rnedisadalah menghilangkansiFat
 infeksiusnya,yaitu dengan cara menghancurkanbakteri-bakreri yang ada
 didalamnya. untuk melihar keberhasilan   sistempengolahanlimbah padat
 medis perlu dilakukan pemanrauanterhadapsifat infelaius terhadaplimbah
 yang telah diolah, yaitu denganqua memantaukeberadaan     bakreri rerrentu
 yang dapat dijadikan acuan. Bakteri yang biasa digunakan sebagaiacuan
dalam pengolahanlimbah padarmedisadalahSporadari B.stearothennophihs
ATCC I29Bo dan B.sabtilis (glob;gOArcc 9372, sporadari kedua bakreri
ini dapat bertahan hidup_padasuhu tinggi melebihi daya tahan dari bakteri
jenis lain yang lebih patogen. Pemantauan   dapat dilakukan pada abu dan
asaphasil insinerasiatau limbah yang telah mengalamipengolahandengan
metode lain yang bukan insirrerasi.Sporakeduabakteri ini telah dijual secara
komersiai dan dapar cibeli jika <iiperlukansebagaibakteri pembanding.
       Selain sifat infeksiusnyaperlu dipantau aspekrerhadappencemaran
Iingkungan, unruk maksud ini dapat digunakanacuan-acuarl        ya-ngtelah
ditetapkan oleh pihak yang kompeten,yaitu acuan yanB disusun oleh
KLH misalnya : PeraruranPemerintahNomor r9lrggg jo peraruran
Pemerintah Nomor 85 v Tahun 1999 tentang pengelolaanLimbah
Berbahayadan Beracun, dan KeputusanMenreri Lingkungan Hidup No :
KEP-13/MENLH/3/1995 rentangBaku Mutu Emisi Sumber Tidak
Bergerak.

b.    Limbah Cair
        Monitoring penanganan limbah cair dilakukan terhadap aspek
teknis IPAL dan aspek kualitas air limbah. Aspek teknis IpAL yang
dilaporkan meliputi kegiatan-kegiataa yang sudah dijelaskan pada tabel
M2. Sedangaspek kualitas limbah cair yangdimonitor meliputi :



                                                  PedomanUmbah Pa&r dan Cair
             Monitoring Berkala :
             Monitoring yang dimaksud adalah melakukan pengabilan
             sampel/contohlimbah cair pada inlet dan oudet IPAL untuk
             dilakukan pemeriksaandi laboratorium lingkungan (misal
             BTKL, LabKesdan lainnya).Monitoring berkalaini dilakukan
             secara berkaladengan frekuensiminimal I kali setiap 3bulan,
             denganpararneter yarrgdiperiksasesuai
                                                 denganSK menlH No.
             Kep-58/MENLH/10/1995 tentang Baku Mutu Limbah Cair
             Bagi kegiatan Rumah Sakit, atau mengikuti baku mutu limbah
                       peraturandaerahyang berlaku.
             cair sesuai

             Monitoring        rutin (swa pantau) :
             Monitoring        yang dimal<sudadalah melakukan pengukuran
             lapangan(in       situ) setiaphari pada ktralitasair limbah denganpa-
             rarneterpH,       suhu, Dissolued  Oxygen(DO), KMnO4 dan TSS.

4.5.2. Evaluasi

a.     Limbah Padat
       Hasil analisislaboratorium terhadappemantauanhasil pengolahan
limbah perlu dilakukan evaluasiuntuk memberikan penilaian terhadap
kinerja sistem.Jika hasilnyamenunjukkan ketidak sesuaian   dengan nilai
baku mutu yang disepakatimaka perlu dilakukan perubahanatau perbaikan
pada sistempengolah limbah sehinggakinerjanya meningkat sesuaidengan
yang diharapkan.Jika hasil evaluasimenunjukkan nilai penyimpanganyang
sedemikian besar mungkin perlu dilakukan pemeriksaanyang tiliti (ouer-
haul) terhadap sistem seclra keseluruhan.

b.    Limbah Cair
      Hasi! analisis iimbah cair yang diperoleh dari laboratorium
lingkungan perlu dilakukan evaluasi untuk mengetahui kinerja IPAL



Pedoman Limbah Padardan Cair
                                  @
sekaligus untuk mengukur pentaatan air limbah hasil olahan terhadap baku
mutu yang berlaku. Untuk mengetahui tingkat pentaatan terhadap baku
mutll, maka setiap paralneter air limbah hasil pemeriksaan laboratorium,
konsentrasinya dibandingkan dengan baku mutu limbah cair yang berlaku.
Apabila konsentrasi seluruh parameter limbah cair berada di bawah baku
mutu limbah cair, maka IPAL di nilai memiliki kinerja olah yang baik, dan
sebaliknya. Sementara hasil pengukuran moniroring rutin digunakan sebagai
peringatan dini (early uarning) terhadap kinerja olah IPAL. Apabila di
ketahui hasil pernerilsaan harian (swa pantau) melebihi standar, maka perlu
segera di lakukan upaya perbaikan agar tidak mengganggu sistem secara
keseluruhan.
       Atas hasil analisis pemeriksaan limbah cair rumah sakit ini, maka
perlu dilakukan penyusunan laporan, baik secarainternal terhadap direksi/
manaiemen RS maupun secaraeksternal terhadap instansi terkait, sePerti
Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup/Bapedalda dil.
        Sistem pelaporan akan dilaksanakan secara periodik/berkala yang
berisi kondisi kualitas dan kuantitas lingkungan Rumah Sakit selama tahap
operasi beserta kegiatan rumah sakit yang terkait dengan lingkungan. Vaktu
pelaporan disesuaikan dengan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL).
      Pelaporan ditujukan kepada Kepala Dinas KesehatanPropinsi sebagai
instansi pembina dengan tembusan kepada Kepala BPLHD dan Kepala
Suku Dinas Kesehatan setempat.
      Seluruh informasi kegiatan pengawasan dan pemeliharaan harus
disimpan secara rapi dan teratur sebagai bahan rencana tindak lanjut. Selain
itu, data tersebut dapat dijadikan sebagai bahan analisis kinerja dan barang
bukti dalam proses penataax regulasi.
       Seluruh informasi kegiatan pengawasan dan pemeliharaan harus
disimpan secara rapi dan teratur sebagai bahan rencana tindak lanjut. Selain
itu, data tersebut dapat dijadikan sebagai bahan analisis kinerja dan barang
bukti dalam proses penaatan regulasi.




l16                                                 PedomanLimbah Padatdan Cair
                      BAB V
    KESEFIAIAN DAN KESEI..AMATAN IGRJA PETUGAS
                PENGELOIA LIMBAH


5.1    Prinsip- prinsip
      Pengelolaanlimbah rumah sakit harus menyertakan upaya
perlindungan dan pemantauan kesehatandan keselamatankerja bagi
petugas rumatr sakit, baik yang berhubungan langsung maupun tidak
langsungdenganlimbah secara    menyeluruhdan terus menerus.Beberapa
aspekyang perlu dicakup dalam upaya ini meliputi:
.    Pelatihan yang tepat untuk petugas(pelatihan K3 dan instrunentasi
     penanganan   limbah padat dan cair )
.    Penyediaan  perdatan dan pakaianunruk perlindungan petugas
.     Pembuatan program kesehatan
.     Dilakukan pemeriksaan   kesehatan bagi petugaskhusus minimal 1
      tahun satu kali (medicalChecbUp) yairu pemeriksaandarah lengkap,
      HBsAg.
.     Pemberianimunisasihepatitisbila diperlukan
.     Penang2rr?.n                      MSDS (Material Safe,rData
                 pascapajanansesuaidengan
      Sheet)
      Pelatihan bagi petugassangatpenring agar mereka mengeuhui dan
memahami risiko potensid yang berasaldari limbah, sehinggaPetugas
akan sangatmengerti perlunyaperalatandan pakaianpelindung. Demikian
pula dengan imunisasi yang tenilnya sangatbermanfaat bagi pencegahan
penularan penyakit, khususnyayang disebabkanoleh virus hepatitis B.
Petugasrumah sakit yang memiliki risiko dampak limbah antara [ain
petugas keperawatan, kebersihan,laboratorium, operator dan teknisi
pemeliharaan perdatan pengolah limbah.



PedomanLimbah Padatdan Cair                                         tt7
                                        /"-:\,

                                       tw.)
                                       \r,/
    5.2     Perlindungan Petugas
          Pemilahan, transporrasi,penanganandan pembuanganlimbah
    rumah sakit mencakup penangananterhadapmarcri yang beroorensi
    membahayakan   manusia.oleh sebabitu, perlindunganuntuk mencegah
    cederasangatpenting unruk semuaperugas   ya.g berisiko. petugasyang
    bertanggungjawab dalam pengelolaanlimbah harus memastikanbahwa
    semua risiko sudah teridentifikasidan perlindunganyang cepartelah
    tersedia.

    AIar Pelindung diri :

           Jenis alat pelindung yang dipakai-sangat
                                                  terganrungkepadabesarnya
    risiko yang berkaitan dengan limbah rumah sakir. Berikut ini perincian
    alat pelindung yang perlu disediakanbagi perugaspengumpulan arau
    penangananlimbah:
    .    Helm, denganarau ranpapenurup wajah,penggunaannya      terganrung
         pada jenis kegiatannya.
'         Masker wajah, yang diiengkapidenganfilter untuk mengabsorbsigas.
.         Pelindung mara (t&ry gogle), penggunaannya  rerganrungpada jenis
          kegiatan.
'         ouerall (coverall, seperti pakaian bengkel),wajib sesuaiperundangan.
'         Sarung tangax sekali pakai (bagi saf medis) atau sarung rangan untuk
          tugasberat (bagi tenagapenanganan   limbah), wajib sesuai
                                                                  perundangan.
.         Celemek kedap air unruk rumah sakit, wajib sesuaiperundangan.
'      Pelindung kaki dan/atau sepatuboot unruk rumah sakir, wajib sesuai
       perundangan.


       Di bawah ini pakaian pelindung untuk ransportasi limbah rumah
sakit yang direkomendasikan.



                                                      PcdomanLimbah Padatdan Cair
                   Gambar 23. Nat dan pakaianpelindung diri


PedomanLimbah Padatdan Cair                                   l 19
 Higiene Perorangan :
       Higiene perorangan
                         yg.t pendng untuk menurunkan risiko yang
 muncul akibat penangananlimbah .,r-"f,
                                        sakir. Fasilirascuci ta
 dilengkapi
          d.ng.r, sabunharusdisediakan semua
                                     bagi  ,.#f                           iil;
 berhubunganlangsung     maupun tidak langsungdenganlimbah.

Imunisasi
       Infeksi oleh virus. hepatitis B dilaporkan
                                                  telah menyerang perugas
           dan pengolahlimbah, ,.hinggape.ru dirakukan
IT*":*                                                   p-;;    imunisasi.
Selaini,', semuapetugasp€nangananlimbah
                                               perlu diimunil*i ,.."r*.

PelaksanaanPengelolaan
      Seluruh kegiatan pengelolaanyang digambarkan
                                                       dalam pedoman
ini merupakan upayap.ng.nd"li* .irit
                                     o"y"ng harus dilakukan secarabaik
dan benar' Beberapaperar,s"na"np.ng"lol""r
                                             yang perlu mendapatkan
perhatian meliputi:
                limbah (taas.te
                              segregation),
                                         yakni memilah beberapa
      lnl*"t                                                     jenis
                                 dalam*ad.ah_*"dah
                                                 ;;           ;;;;;
     *ll'::la,_cermar    fe
     berbeda dan khusus da-n menggambarkan                 ;",
                                           risiko yang berkaitan
     dengan seriapkemasanlimbahnia.
     Pengemasanyang sesuai
                                         pachaging), yakni mencegah
                           ,\apTripriate
                 ti:o,1rym.linJ""!i-p.r,,g,,a-jr."","iJ;;l;;;T.
     I:l*1f      limlih (taaste
                             ;d,rltf,ntiinr melarui
     l*TllU*t
    pelabelanyang jelas,                                   fe;ilJ;""
                                            jenis dan sumber limbah lebih
    mudah dikenali.      -.-,rngki.k"r,
    *TP",.O."ampungan yang limbah yang
                                                sesuai(appropiate udstestor-
    age)' yakni membatasi akseshanyai"d"*o.*g
                                                       y*g L..k pentingan,
    menjaga agar tidak menjadi sarang ,..*gg"
                                                    ir' b]rr*r'r; p;;g:r".,
    dan mencegah konraminasi         r.-ki."rrrfr
    Tiansportasi yang sesuai"r." (al,propriite tranrportation), yakni
    mengurangi risiko yang dihadapi petugas
                                                  yang terpajan limbah.



                                                  PedomanLimbah Padatdar Cair
Tindakan Khusus Dalam Kejadian Tirmpahan Zat betbahaya
       Bila terjadi tumpahan cakan zar berbahaya,  khususnyabila terjadi
percikan, petugasyang membersihkanharus menggunakanalat pelindung
mata, masker,sarung rangandan overall. Respirator (masker gas) sangat
dibutuhkan jika kegiatan yang dilakukan sangat berbahaya, misalnya
kegiatan yang melibatkan debu toksik, pembersihanresidu insinerator atau
pencucian aiat terkontaminasi.
       Residu harus dikumpulkan semuanya dengan menggunakan
peralatan tangan (misalnyasekop),kemudian dimasukkan ke ddam wadah
yang aman. Tetesan merkuri metalik yang tumpah harus segera
dikumpulkan. Jika bocoranatau tumpahan mengandung materi infelcsius,
lantai harus dibersihkandan didisinfeksi setelahsemualimbah terkumpul.
       Dalam mengantisipasikejadian cedera dan pajana^ zat y^ng
berbahayadiperlukan adanyaprogram penanganandan disosialisasikan
kepadaseluruhpetugas    rumah sakit.Programdibuat denganmengarrdung
unsur-unsursebagai    berikut:
.    Melakukan tindakan P3K (PertolonganPertama Pada Kecelakaan)
    segera,  seperdmembersihkan   luka dan kulir, membilas mata dengan
    air bersih, dan sebagainya.
.   Segera  melaporkankejadianyang terjadi pada petugasyang ditunjuk
     khusus bertanggung jawab. (Menyimpan segala sesuatuyang terkait
     dengan kejadian,menjelaskan   secaraterinci sumber nya'untuk
     mengidenrifikasi masalahkesehatanyang mungkin terjadi.
.    Melakukan surveilanskesehatan.
'    Melakukan pemeriksaan
                         darah atau pemeriksaanlain yang dianjurkan.
.    Melakukan pencatatankejadian.
.    Investigasi kejadian, mengidentifikasi dan menerapkan tindakan
     perbaikan untuk mencegahkejadian di masayang akan datang.




Pedoman Limbah Padardan Cair
                                DAFTAR PUSTAKA


     l.    GUIDANCE FOR EVALUATING MEDICAI \'ASTE
                                                                    TREATMENT
           TECHNOLOGIES. Final Report, prepared      by: office of Solid waste u.S.
           EnvironmenralProtectionAgenry.\Tashington,D.C
                                                               20460. January1993
 2.        chlorinated Dioxin and Furan Formation, Conrrol and
                                                                   Moniroring pre-
           sentedar II ccR Meeriing Research riiangre park September 17, 1997 Dr.
           Brian Gullett EpA (9r9) 54r_rfia
                                                @                               O..
           Randy Seeker EER Corporation (7|4) g59-ggj I RSeeker@comp,rr.ru...o-
           Incineration and Dioxins Review of Formation processes
                                                                  A consurrancy
           funded by Environmenr Australia Deparrment of the
                                                               Environmenr and
           Herimge Preparedby Environmentar and Saferyseriices @
                                                                 commonwealth
           ofAusrralia 1999
4.        ResearchDevelopment and Design of a simpre Sorid waste
                                                                   Incineraror
          DepartmenrFor InternarionalDevelopmentUK projecr to
                                                              be implemented
          by InrermediateTechnology ConsultanmLimited schumacher
                                                                    centre for
          Technologyand Developmen Bourron Hall, Bourton-on-Dunsmore,
                                   r,                                   Rugby
          cv23 9QZ uK Inregratedskills Limired l0 Broadbenr
                                                                Close, 2o-22
          Highgate High Street,London, N6 jJW.
5.         operating Experience of a Dry scrubber/Baghouseat the Shulin '$?'asre-to-
           Enerry Incineration Plent , Liang chia chang.w. L. Gore
                                                                    & Associares (Far
          East)Ltd. (Thiwan Branch) 4t}r Flooa No. 136 Secrion
                                                               3, Nanking Fast Road,
          Thipei, Thiwan, Republic of China ; Keith Fritsky
                                                            ; John R. Darrow; \( L.
          Gore &Associares,  Inc. l100 trwisville Road,po. Box l100, Erkton, M"rj-
          land21922-1100, u.s.A. @ copyrighr 200r ]J(4L. Gore
                                                                   & Associates,Inc.
6.        Thermal Desorption Technolory Tieatment oFobsolete pesticides
                                                                       Folrowed
          by Integrated Revitalisation Edward Somius THERMAL
                                                               DEsoRprIoN
          TECHNOLOGY         GROUP LLC. of North AmericaTERRA HUMANA
          Clean Technolory Engineering Ltci. of Hungary




                                                         Pcdoman Limbah Padatdm Cair
                                      /rfd\
                                      \"M'
                                       .{jY

  a
         TECHNICAL REQUIREMENTS FOR ON-SITE LO\T
                                                                TEMPERA-
         TURE THERMAL TREATMENT OF NON-HAZARDOUS
                                                                     SOILS
         CONTA.I.IINATED VT{TH PETROLEIJMI COAL TAR/ GAS
                                                                    PII.NT
         \TASTES -Final-May 29, 1996 preparedby The InterstareTechnorogy
                                                                         and
         Regulatorycooperation Low tmperature Thermal Desorption Task
                                                                      Group
         TECHNICAL REQUIREMENTS FOR ON-SITE THERMAL DESORP.
         TION OF SOLID MEDIA CONTAMINATED \NTH HAZARDOUS
         CHLORINATED ORGINICS -FINAL-September 18, 1997 prepared
                                                                          by
         The InterstateTechnolog;r
                                 and Reguratorycooperacion \zork Group Low
         Temperature.Thermal Desorption \ffork Team
 o       TECHNICAL     GUIDELINES FOR ON-SITE THERMAL DESORP.
        TION OF SOLID MEDIA AND LO\r LEVEL MIXED \VASTE
                                                                  CON-
        TAlv{I NATED'srITH   MERCURY AN D/oR FTAZARDO us c H Lo zu-
        NATED ORGANICS -FINAI- Sepcember r99B preparedbyThe Inter-
                                              2,
        stateTechnologyand Regulatorycooperation vork Group Low Tempera-
        ture Thermal Desorprion'Work Team
 10. THERMAL DESORPTION rsDs prEarer: Dr. Karhleen Miezi. Indiana
         Universiqvof Pennsylvania
                                 National Environrnenral Educarion and riain,
        ing cenrer (IUP-NEETC) Gordon Hall, 301 Easr'walkIndiana,pA
                                                                       1570i>
 I l.   TECHNICAL REQUIREMENTS FOR ON-SITE LO\f TEMPERA.
        TURE THERMAL TREATMENT OF NON-HAZARDOUS
                                                                      SOILS
        CONTAMINATED \flTH PETROLEUM/ COALTAR/ GAS PLANT
        \TASTES - Final- May 29, 1996 preparedby The InrersrateTechnology
        and Regularory cooperation Low Temperacure
                                                 Thermal Desorption Task
        Group.
t2. Thermal Desorption FederalRemediationTechnologiesRoundtable, uSA.
        hmp://www.frtr.gov Published:October I 997
1 3 . Badan Pengkajiandan PenerapanDampak Lingkungan. 1999. pelayanan
        Informasi Elektrcnik Untuk paket Teknologi pengolahanAir. Direktorar
        Teknologi Lingkungkungan. Bpp!
                                         Jakarra.


Pedoman Limbah Padatdan Cair
 14. Depertemin Kesehaan.t999. PedomanSanitasiRumah sakir Di Indone-
     sia. Ditjen PPM dan PL. Jakarta.
 t5. Djajadiningrat A. T 1998. Perencanaan
                                         PengolahanAir Buangan. Modul
         Kuliah Universitas Sahid. Jakarra.
 16. McKane, larry and Kandel Judy. 1996. Micobiologi Essentialsand Applica-
        tions. McGraw-Hill Book Company. New York.
 L /.   Metcalf & Eddy. 1991. 'Wastewarer
                                        Engineering Treatment,     Disposal and
        Reuse.3'd ed. McGraw-Hill, Inc., New York.
18. Moersidik, SS. 1993. PenangananLimbah Rumah Sakit SebagaiUpaya
        Mcngurangi Beban Pencemaran Lingkungan, Seminar Limbah Rumah Sakit,
        PPST dan FT Universitas Indonesia.Jakarta.
19. Qasim S.R1985. 'Wasre'W'ater
                              TiearmenrPlanc,Pianning, Design and Op-
        eration. CBS College Publishing.America.
'20. Sugiharto. 1987. Dasar-dasa-r
                                Pengelolaan Limbah. Penerbit Uni',.ersiras
                                          Air
        Indonesia, Jakarta.
21. Tchobanoglous.G.l99l . Vasrewarer
                                    Engineering: Treatment,Disposd and
        Reuse(Metcalf & Eddy, Inc.3 rd, revised).
                                                McGraw-Hill.Inc. NewYork
22. Badan Pengkajiancian PenerapanDampak Lingkungan. 1999. Pelayanan
        Informasi Elektronik Untuk Paket Teknologi Pengolahan Air. Direkrorat
        Teknologi Lingkungan. BPPI Jakarra.
23. McKane, Larry and KancielJudy. 1996.Micobiologi Essentials Applica-
                                                             and
        tions. McGraw-Hill Book Company. New York.
24. Metcalf & Eddy. 1991. WasrewarerEngineering Ti.eatment, Disposal and
        Reuse.3 ^ded. McGraw-Hill, Inc., New York.
25. Moersidik, SS. 1993. PenangananLimbah Rumah Sakir SebagaiUpaya
        Mengurangi Beban Pencemaran  Lingkungan, Seminar Limba,\ Rumah Sakit.
        PPST dan FT Universitas Indonesia.Jakarra.
26. Qasim S.R1985. Vasre'WarerTiearmentPlant, Planning, Design and Op-
        eration. CBS College Publishing. America.



t24                                                  Pcdoman Limbah Padat dan Cair
   )7   Tchobanoglous'G'199l 'wastewater   Engineering Tieatment,Disposaland
                               -                        :
        Reuse(Metcalf S<EddX Inc. 3 rd, revised).McGraw_Hill.Inc. Ne,,vyork.
    28. Pengelolaan  Aman Limbah Layanan  Kesehatan, editor: A. pruss,E. Girourr,
        P Rushbrock; Alih Bahasa: Munaya Fauziah,Mulia Sugiarti, Ela iaeiasari;
        Ediror edisi BahasaIndonesia:palupi Vidyasruri;
                                                        Jakarra;EGC, 200j.
   )ct  Reinhardt, PeterA. and Judirh G. Gorrion; Infectious
                                                             and Medical \Vasre
        Management;Chelsea,   Lewis publishers,Inc; 1991.
  30. Cameron, \Tilliam & Frank L. cross operadon
                                        Jr,       & Maintenance of Sew-
         ageTieatment Plants,'.lechnomicpublishing
                                                   Co.,
                                                      l976,.W.estport
  3 r.   corder A.s.' Alih BahasaKusnul Hadi, Teknik
                                                     Mana.iemen pemeliharaan,
         Penerbit Erlangga, 1992, Jakara
  32. l.andrum, VJ. & R.G. Banrorr, Medical \7aste Managemenr
                                                              and Disposal,
         Noyes Data Corporation,-I 991, New
                                              Jersey.
 33. Q.im, Syed R, Vasrewarer Tieatmenc plants, planning,
                                                          Design and Op_
         eration, CBS Collegepublishing, 19g5, Newyork.




Pedoman Limbah Padat dan Cair
                                                                          125

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:863
posted:4/2/2012
language:
pages:125
galih endradita galih endradita Admin www.vis-pt.com
About Hospital Manager in East Java, interesting with research in health care system.