bola voly by maxsouna

VIEWS: 122 PAGES: 5

									Karya Tuli Bola Volly
Relevansi Media Grafis dalam Menunjang Pelaksanaan Pembelajaran Matematika di SD Kelas Rendah
Anak usia SD kelas rendah (6-7 tahun) berada pada masa transisi tahap praoperasional dan konkret
operasional. Pada tahap ini anak masih sulit untuk diajak berpikir tentang hal-hal yang abstrak. Agar pengajaran
berjalan dengan baik, Piaget (Woolfolk, MC. Chomanilcolich, 1984) memberikan petunjuk untuk mengajar siswa
praoperasional yaitu: Gunakan benda-benda/alat yang konkret dan alat peraga untuk membantu dalam
mengilustrasikan pelajaran dan memahami materi yang sedang dibicarakan, seperti demonstrasi fisik,
menggunakan gambar-gambar tentang suatu kejadian Berikan perintah yang relatif singkat, berikan pengayaan
pada saat mengucapkan kata-kata, berikan petunjuk kemudian perintahkan siswa untuk mendemonstrasikan di
depan kelas. Hindarkan pelajaran-pelajaran sosial tentang dunia luar yang terlalu jauh dari jangkauan
pengalaman siswa. Dan hindarkan penyajian materi dengan ceramah yang terlalu panjang. Berikan siswa praktik
sebanyak-banyaknya untuk membantu perkembangan keterampilan dan intelektualisasinya misalnya
mengunakan guntingan-guntingan gambar, huruf-huruf untuk menyusun kalimat. Hindarkan pengunanaan buku
pegangan yang berlebihan. Sedangkan pelajaran untuk tahap perkembangan konkret operasional, Piaget
menyarankan : Melanjutkan prinsip penggunaan hal yang bersifat konkret sebagai media dan penggunaan
perintah-perintah singkat. Menyusun materi dengan singkat dan jelas. Memberi kesempatan kepada siswa untuk
mengelompokkan objek/ide dari yang sederhana ke yang kompleks. Berikan problem yang menuntut pemikiran
logis analisis sederhana untuk memecahkan masalah. Dari uraian di atas jelas terlihat bahwa media grafis
memegang peranan penting dalam rangka melaksanakan pengajaran dan sesuai ...
 Read More
Kerangka Isi Tingkat Abstrak - Elaborasi
Advance organizer, atau kerangka isi tingkat abstrak, tidak seperti prates dan pemberitahuan tujuan yang
dimaksudkan untuk menyiapkan atau mewaspadakan siswa, ia dimaksudkan untuk menyediakan kerangka
konseptual yang dapat digunakan oleh siswa untuk memperoleh kejelasan lebih dulu mengenai apa yang akan
dipelajari kemudian. Ausubel (1963) mengungkapkan bahwa adÂ-vance organizer dapat dipakai untuk
memudahkan belajar bahan-bahan tertulis. Tujuan advance organizer, menurut Ausubel (1963: 23), adalah
mengaitkan bahan bermakna yang akan dipelajari dengan struktur kognitif yang dimiliki siswa. Barnes dan
Clawson (1975) mengaji sejumlah penelitian tentang advance organizer. Pertanyaan yang diajukan dalam kajian
mereka adalah: "Apakah advance organizer dapat memudahkan belajar?" Dari 32 penelitian yang dikajinya, 12
di antaranya memperlihatkan bahwa advance organizer secara signifikan memudahkan belajar siswa, dan 20
sisanya menunjukkan perbedaan yang amat kecil (tidak signifikan). Hartley dan Davies (1976) merangkum hasil
kajiannya mengenai variabel ini sebagai berikut: Sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa advance
organizer memudahkan belajar, dan sekaligus meningkatkan retensi. Ada 10 penelitian yang memperlihatkan
temuan seperti ini. Penelitian lain menemukan bahwa pengaruh advance organizer terhadap belajar dan retensi
tidak signifikan. Ada 15 penelitian yang termasuk kelompok ini. Sejumlah penelitian yang dilibatkan dalam kajian
Barnes dan Clawson (1975) tidak dicakup dalam kajian Hartley dan Davies (1976). Beberapa siswa cenderung
mendapat keuntungan lebih banyak dari advance ...
Read More
Abstrak dalam karya ilmiah
Abstrak adalah ringkasan tentang apa yang telah ditulis dalam suatu karya ilmiah, yaitu berisi ide pokok
penulisan suatu karya ilmiah. Abstrak yang baik harus mencakup hal-hal sebagai berikut : Abstrak Makalah
Ilmiah, biasanya berisi alasan singkat mengapa memilih judul dan tujuannya. Masalah apa saja yang dibahas
dan tindakan apa yang dilakukan oleh penulis berkenaan dengan masalah tersebut serta bagaimana hasil akhir
dari tindakan-tindakan tersebut. Abstrak laporan/report, berisi alasan memilih judul dan tujuannya secara
singkat, masalah apa saja yang akan dipecahkan (masalah penelitian, bagaimana prosedur penelitiannya, apa
hasil akhir dari penelitian yang dilakukan) abstrak biasanya terdiri dari 200 kata adalah merupakan resume dari



                                                      1/5
suatu karya ilmiah dapat pula disebut sari tulisan/symbolis. Pada karya ilmiah biasanya abstrak dibuat antara
lain untuk memudahkan pembaca mencari bahan referensi literature yang diinginkan. Dengan cukup membaca
abstrakm seseorang dapat menentukan apakah karya tulis para peneliti yang sedang mencari bahan literature
untuk mendukung penulisan maupun penelitian mereka. ...
 Read More
Aplikasi Logika Fuzzy untuk Mengatur Putaran Kipas pada Suatu Ruangan
ABSTRAK Azizah, Evi Nia. 2005. Aplikasi Logika Fuzzy untuk Mengatur Putaran Kipas pada Suatu Ruangan.
Skripsi, Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hery Susanto, M.Si., (II)
Mohamad Yasin, S.Kom, M.Kom Teknologi dengan kontrol logika fuzzy merupakan suatu alat yang digunakan
untuk mengendalikan suatu proses tertentu melalui suatu aturan penarikan kesimpulan yang berdasar pada
logika fuzzy. Sistem kontrol dengan logika fuzzy ini mampu mengendalikan suatu alat sehingga dapat beroperasi
sesuai dengan kondisi yang diinginkan. Salah satu terapan dari logika fuzzy yang akan dibahas dalam skripsi ini
adalah pengaturan putaran sebuah kipas dalam suatu ruangan. Kecepatan putaran kipas dipengaruhi oleh luas
ruangan dan jumlah orang yang berada dalam ruangan tersebut. Prinsip utama proses pengontrolan putaran
kipas dengan metode logika fuzzy adalah kecepatan putaran kipas dapat berubah dengan sendirinya,
tergantung pada luas ruangan dan jumlah orang. Luas ruangan dan jumlah orang ini kita anggap sebagai input,
sedangkan outputnya berupa kecepatan putaran kipas. Dengan mengubah kedua variabel input di atas menjadi
variabel fuzzy kemudian mengolahnya melalui beberapa langkah dengan menggunakan kontrol logika fuzzy,
akan diperoleh suatu nilai output tertentu yang menyatakan kecepatan putaran kipas yang sesuai. Dari output
inilah nantinya sensor dapat menentukan level kecepatan putaran kipas mana yang sesuai sehingga didapatkan
kondisi yang diinginkan. ...
 Read More
Diagnosis Kesulitan Belajar Matematika
ABSTRAK Furqon, Lailul. 2007. Diagnosis Kesulitan Belajar Matematika Siswa SMP Negeri 8 Malang pada
Pokok Bahasan Lingkaran dan Pengajaran Remidialnya. Skripsi. Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA
Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Askury, M.Pd., (II) Dra. Etty Tedjo Dwi Cahyowati, M.Pd
Kesulitan belajar sering dialami oleh siswa dalam proses pembelajaran. Kesulitan belajar tersebut terlihat dari
kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam mengerjakan soal-soal sehingga menyebabkan prestasi
belajar rendah atau tidak memuaskan. Mendiagnosis kesulitan belajar matematika siswa serta berusaha
menangani kesulitan tersebut melalui pengajaran remedial, merupakan bagian yang memegang peranan
penting dalam kegiatan mengajar. Penelitian ini dilakukan untuk mendiagnosis kesulitan belajar siswa kelas VIII
SMP Negeri 8 Malang dalam mempelajari materi matematika pada pokok bahasan lingkaran dan menentukan
bentuk pengajaran remidial yang sesuai. Pengajaran remidial tersebut dilakukan untuk membantu siswa
mengatasi kesulitan-kesulitan yang mereka hadapi. Pendekatan dalam penelitian adalah pendekatan kualitatif.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Data penelitian yang digunakan meliputi data
tertulis berupa jawaban-jawaban siswa pada ulangan harian (tes diagnosis), berupa kata-kata yang diperoleh
dari wawancara dengan beberapa siswa, serta hasil pengamatan terhadap proses belajar-mengajar selama
penelitian berlangsung. Tahap-tahap yang dilakukan dalam penelitian ini adalah: (1) Melaksanakan (tes
diagnosis) ulangan harian, (2) Menentukan jenis kesulitan yang dialami siswa berdasarkan jawaban-jawaban
mereka, (3) Menentukan ...
Read More
Pengaruh Faktor Eksternal Terhadap Prestasi Belajar Siswa dalam Mata Pelajaran ekonomi
ABSTRAK Agustin, Sri. 2008. Pengaruh Faktor Eksternal Terhadap Prestasi Belajar Siswa dalam Mata
Pelajaran ekonomi kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Kalianget. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan Program
studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Sri Umi Mintarti
W, S.E. M.P. Ak. (2) Dr. Hadi Sumarsono, ST, M.si. Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan manusia yang
sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Melalui pendidikan diharapkan siswa memperoleh
pengetahuan, keterampilan dan sikap yang sangat diperlukan untuk memecahkan persoalan yang dihadapi.




                                                      2/5
Pendidikan memiliki peran penting dalam mencerdaskan bangsa. Proses belajar tidak selalu berhasil, hasil yang
dicapai antara siswa yang satu dengan yang lain memiliki perbedaan. berhasil tidaknya proses belajar mengajar
tergantung dari faktor-faktor yang mempengaruhi proses belajar siswa. Faktor-faktor yang mempengaruhi
prestasi belajar banyak jenisnya tapi digolongkan menjadi dua golongan yaitu faktor eksternal dan faktor
internal. Guru ekonomi harus mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi prestasi siswa dalam pelajaran
ekonomi salah satu faktor yang sangat mempengaruhi prestasi belajar siswa adalah faktor eksternal. Faktor
internal sangat mempengaruhi belajar siswa namun faktor internal dipengaruhi oleh faktor eksternal.Penelitian ini
dilakukan untuk mengetahui tentang kondisi dan pengaruh faktor eksternal (lingkungan keluarga, lingkungan
sekolah dan lingkungan masyarakat) secara parsial maupun simultan terhadap prestasi belajar siswa dalam ...
 Read More
Potensi Komputer untuk membantu memamhami Pola Pikir Dan Tingkat Keabstrakan Matematika
Sekolah
Pola pikir dalam matematika sebagai ilmu adalah deduktif. Artinya, sifat atau teorema yang ditemukan secara
induktif ataupun empirik harus kemudian dibuktikan kebenarannya secara deduktif. Namun, dalam matematika
sekolah pada proses pembelajarannya dapat digunakan pola pikir induktif. Ini berarti dalam menyajikan proses
pembelajaran matematika pada jenjang SD atau SLTP perlu dimulai dengan contoh-contoh, yaitu hal-hal yang
khusus dan selanjutnya secara bertahap, menuju pada suatu simpulan atau sifat yang umum. Simpulan atau
sifat unium. ini dapat saja berupa definisi ataupun teorema. Hal ini dimaksudkan untuk menyesuaikan dengan
tahap perkembangan intelektual siswa dalam memahami matematika. Namun demikian, pada jenjang SLTP
untuk menyajikan topik-topik tertentu tidak harus menggunakan pola pikir induktif. Pengenalan pola pikir deduktif
sudah dapat dimulai secara terbatas dan selektif. Sedangkan pada jenjang SMA, penggunaan pola pikir induktif
dalam penyaJian suatu topik sudah semakin dikurangi.Sementara itu, pada matematika sekolah sifat abstrak
terhadap objek matematika masih tetap ada. Sifat abstrak ini merupakan salah satu penyebab sulitnya seorang
guru mengajarkan matematika di sekolah. Oleh karenanya, menurut Soedjadi (2000) seorang guru matematika
pada waktu membelajarkan matematika di kelas, yang bersangkutan harus berusaha mengurangi sifat abstrak
dari objek matematika. Hal iini dimaksudkan untuk memudahkan siswa dalam menangkap pelajaran matematika
di sekolah. Dengan kata lain, seorang guru ...
 Read More
Pengelolaan Laboratorium Multimedia Education (ME) Berorientasi pada KTSP di SMK Negeri 10
Surabaya
Nurista Purnamasari ABSTRAKÂ Dalam upaya peningkatan mutu dan kualitas pendidikan, peningkatan dan
perombakan komponen pendidikan terus dilakukan. Berbagai program dan kebijakan digulirkan baik oleh
pemerintah maupun sekolah. Begitu pula dalam pemenuhan sarana dan prasarana pendukung pembelajaran.
Selain pemenuhan tersebut juga harus dibarengi dengan pengelolaan yang baik dan sesuai dengan standar
nasional dan landasan pembelajaran (KTSP) yang berlaku, agar dapat sepenuhnya mendukung pembelajaran.
Fokus dari penelitian ini yaitu untuk melihat apakah pengelolaan laboratorium Multimedia Education di SMK
Negeri 10 Surabaya sudah sesuai dengan KTSP atau belum, yang mana KTSP menjadi landasan dalam
pembelajaran dan berpengaruh langsung terhadap fungsi laboratorium Multimedia Education sebagai sarana
pendukung pembelajaran. Secara singkat penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan
(organisasi dan personil) sebuah laboratorium komputer dengan basis multimedia (Laboratorium Multimedia
Education) di SMK Negeri 10 Surabaya yang berorientasi pada kurikulum (KTSP). Dimana laboratorium
Multimedia Education sendiri termasuk salah satu komponen sistem instruksional. Penelitian ini merupakan jenis
penelitian kualitatif deskriptif yang mana hasil penelitian dijabarkan secara deskriptif untuk melihat seperti apa
pengelolaan laboratorium ME yang berorientasi pada KTSP di SMK Negeri 10 Surabaya, dan hal apa saja yang
perlu ditingkatkan, dikembangkan maupun dibenahi dalam pengelolaan laboratorium agar orientasinya
benar-benar sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Dalam penelitian ini menggunakan tiga metode
pengumpulan data, yaitu ...
Read More




                                                       3/5
Karakter Peduli Sesama: Bercengkerama dengan Yatim
Kegiatan mahasiswa pada tingkat jurusan umumnya berkaitan dengan kegiatan akademik, seni, keagamaan,
atau olah raga. Semua kegiatan dilaksanakan secara terprogram dan dirancang oleh kepengurusan mahasiswa
dalam BEMJ (badan eksekutif mahasiswa jurusan). Kegiatan tersebut secara tersendiri membangun karakter
mahasiswa dalam menghadapi dinamika dunia kehidupan di kampus. Kegiatan seperti seminar, olimpiade siswa
SD, SMP, atau SMA, Englishday, desain grafis club, atau lomba karya tulis membangun karakter kecerdasan.
Kegiatan ini masih bersifat akademik yang melibatkan mahasiswa, dosen, maupun pihak lain. Kegiatan seni
yang dilaksanakan terbatas pada seni musik. Kegiatan ini membangun rasa keindahan, penghargaan terhadap
estetika, maupun kreativitas. Kegiatan olahraga dilaksanakan dengan lomba-lomba seperti sepak bola, basket,
futsal, atau bola volley. Karakter yang dikembangkan adalah sportifitas, daya tahan, kerjasama, atau pun
disiplin. Sedang kegiatan keagamaan dilaksanakan untuk membangun karakter keimanan, ketakwaan, toleran,
dan menghargai orang lain. Kegiatan yang dilaksanakan umumnya kajian rutin atau peringatan hari besar
keagamaan seperti idul fitri atau natal. Dari beberapa kegiatan yang rutin dilaksanakan mahasiswa terdapat satu
kegiatan yang cukup unik, yaitu bantuan kepada anak yatim. Motivasi kegiatan ini tentunya menggugah karakter
kepedulian mahasiswa terhadap sesama, berbagi harapan dengan para anak yatim. Kegiatan semacam ini
mungkin biasa bagi masyarakat, seseorang yang mempunyai kelebihan berbagi dengan yang membutuhkan.
Fenomenanya berbeda karena yang berbagi adalah ...
Read More
Mengajar Pendidikan karakter dengan Berkarakter
Begitu gerakan pendidikan karakter mulai dicanang sejak tahun 2009, maka semangat mengimplementasikan
gagasan itu mulai menggulir pada semua jenjang pendidikan. Pendidikan karakter dapat dimaknai sebagai
nilai-nilai yang diwujudkan dalam perilaku nyata sehari-hari yang bersumber dari norma agama, etika, adat
istiadat, budaya, maupun undang-undang atau peraturan. Pembangunan karakter sebenarnya sudah lama
menjadi kebijakan dan diintervensikan dalam pendidikan. Kita mengenal pendidikan agama, pendidikan budi
pekerti, pendidikan moral pancasila, pendidikan kewarganegaraan, pendidikan kepribadian, pembiasaan, atau
kegiatan intra maupun ekstrakurikuler yang membangun karakter, seperti pramuka atau pencinta alam. Di
lingkungan masyarakat maupun keluarga sebenarnya upaya menumbuhkan karakter yang baik telah banyak
dilakukan, seperti sopan santun, jujur, atau bertanggung jawab. Namun demikian, upaya-upaya itu belum secara
luas tampak dalam kehidupan sehari-hari, dan belum menjadi karakter yang menyatu dengan pribadi
keseharian. Keprihatinan lemahnya karakter generasi bangsa dan kecenderungan kebutuhan manusia yang
berkarakter dalam menghadapi persaingan global, mendorong pemerintah menggelorakan gerakan baru yang
berlabel pendidikan karakter. Pendidikan karakter memang tidak dipaksakan sebagai mata kuliah atau pelajaran
baru yang harus diajarkan kepada siswa (mahasiswa), tetapi diintegrasikan secara sistematis pada semua
aspek aktivitas pendidikan seperti kegiatan belajar mengajar, budaya sekolah maupun ekstrakurikuler. Begitu
urgennya pendidikan karakter tersebut, sehingga pada tingkat program studi upaya mengintervensi kepada
mahasiswa terutama calon guru telah dimulai, yaitu ...
 Read More
Organisasi Kemahasiswaan sebagai wahana untuk membangun karakter pemimpin
Hampir di setiap perguruan tinggi pasti ada organisasi kemahasiswan,sebagai wahana untuk
meengatualisasikan kreatifitas dan potensi mahasiswa. Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Republik Indonesia Nomor: 155/U/1998 tentang Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan di
Perguruan Tinggi, pada Pasal 3 (1) dijelaskan bahwa di setiap perguruan tinggi terdapat satu organisasi
kemahasiswaan intra perguruan tinggi yang menaungi semua aktivitas kemahasiswaan. Organisasi
kemahasiswa intra ini dibentuk pada tingkat perguruan tinggi, fakultas, dan jurusan. Pada Pasal 5 dijelaskan
bahwa organisasi kemahasiswaan intra perguruan tinggi mempunyai fungsi sebagai sarana dan wadah:
perwakilan mahasiswa tingkat perguruan tinggi untuk menampung dan menyalurkan aspirasi mahasiswa,
menetapkan garis-garis besar program dan kegiatan kemahasiswaan; pelaksanaan kegiatan kemahasiswaan;
komunikasi antar mahasiswa; pengembangan potensi jatidiri mahasiswa sebagai insan akademis, calon ilmuwan
dan intelektual yan berguna di masa depan; pengembangan pelatihan keterampilan organisasi, manajemen dan



                                                     4/5
kepemimpinan mahasiswa; pembinaan dan pengembangan kader-kader bangsa yang dalam melanjutkan
kesinambungan pembangunan nasional; untuk memelihara dan mengembangkan ilmu dan teknologi yang
dilandasi oleh norma-norma agama, akademis, etika, moral dan wawasan kebangsaan. Diantara fungsi
organisasi tersebut, fungsi pengembangan keterampilan organisasi dan kepemimpinan mahasiswa merupakan
hal yang penting. Hal ini disebabkan mahasiswa, selain calon ilmuwan, juga calon pemimpin bangsa di masa
depan. Mahasiswa adalah sebagian kecil dari generasi muda yang nanti diharapkan sebagai pemimpin. Oleh
karena itu, perlu dipersiapkan secara ...
Read More
Pembinaan Karakter Melalui Perpustakaan Kelas, Pajangan, dan Partisipasi Masyarakat di Sekolah Dasar
A. PENDAHULUAN Pendidikan di SD/MI bertujuan untuk meletakkan dasar-dasar kecerdasan, pengetahuan,
kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Tujuan
itu diharapkan dapat dicapai meÂ-lalui berbagai mata pelajaran seperti yang tercantum dalam Peraturan Menteri
Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk
Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Salah satuÂ-nya melalui Mata Pelajaran Bahasa Indonesia. Mata
Pelajaran Bahasa Indonesia SD/MI diharapkan dapat menanamkan dasar-dasar keterampilan (1) menyimak,
berbicara, membaca, dan menulis; (2) berpikir logis, kritis, dan kreatif; (3) berkomunikasi secara jelas dan
santun; serta (4) memiliki kegemaran membaca dan menulis. Dasar-dasar keterampilan terÂ-sebut, selain dapat
menunjang keberhasilan peserta didik dalam mempelajari semua mata pelajaran di sekolah, juga memiliki peran
sentral dalam perÂ-kemÂ-bangÂ-an intelektual, sosial, dan emosional peserta didik. Untuk memenuhi harapan
terÂ-sebut diperlukan suasana belajar yang kondusif. Lingkungan kelas sebagai lingkungan belajar memiliki
peranan penting dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif. Keberagaman sumber belajar, keberadaan
sudut baca, dan ketersediaan pajangan sebagai media komunikasi, serta pemanfaatannya yang dinamis
merupakan ciri keberhasilan penataan lingÂ-kungan kelas yang menyenangkan. Tetu saja kebersihan, sirkulasi
udara, penÂ-cahaÂ-yaÂ-an, dan pengaturan tempat duduk merupakan ciri lainnya yang perlu diupayaÂ-kan.
Lingkungan kelas yang menyenangkan akan memotivasi peserta didik untuk senang belajar sehingga ...
 Read More




                                                     5/5

								
To top