SAP - DIARE

Document Sample
SAP  - DIARE Powered By Docstoc
					      SATUAN ACARA PEMBELAJARAN
                                  DIARE

                   SATUAN ACARA PEMBELAJARAN


PENDAHULUAN
      Dari data subjektif yang disampaikan oleh petugas kesehatan dan Kepala
Puskesmas Poncol, didapatkan kasus DHF. Dari data objektif yang diperoleh dari
dokumentasi Puskesmas Poncol, kasus DHF semakin meningkat. Sehingga perlu
tindakan keperawatan salah satunya dengan melakukan Fogging (pengasapan)
pada daerah binaan Puskesmas Poncol. Maka dari itu saya ingin melakukan
penyuluhan tentang pengertian DHF, tanda dan gejala dari penyakit DHF, akibat
yang timbul bila tidak dirawat, perawatan dari penyakit DHF, cara pencegahan,
dan pemanfaatan pelayanan kesehatan .


TOPIK KEGIATAN : Pengetahuan tentang DHF
HARI/TANGGAL         : 21 Desember 2005
WAKTU                : 25 Menit
TEMPAT               : Puskesmas Poncol
SASARAN              : Seluruh pengunjung Puskesmas Poncol
PELAKSANA            :
TIU                   : Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan selama 25 menit
                         tentang DHF, diharapkan pengunjung dapat mengetahui
                         tentang penyakit DHF dan penatalaksanaannya.
TIK                   : Setelah menerima penyuluhan kesehatan selama 25 menit
                         diharapkan pengunjung dapat menjelaskan kembali
                         secara sederhana tentang :
                         A. Pengertian DHF
                         B. Penyebab DHF
                         C. Gejala dan tanda penyakit DHF
                      D. Akibat yang timbul jika tidak dirawat
                      E. Perawatan DHF
                      F. Cara pencegahan DHF
                      G. Pemanfaatan pelayanan kesehatan
METODE             : Ceramah dan tanya jawab
MEDIA              : Lembar balik dan leaflet
MATERI             : Terlampir
STRATEGI PELAKSANAAN
    A. Pembukaan
         Waktu 5 menit
         A.1 Salam terapeutik ( perkenalan )
         A.2 Evaluasi /validasi (menanyakan kondisi klien )
         A.3 Kontrak / menanyakan kontrak yang telah disepakati sebelumnya
         A.4 Menjelaskan tujuan dari penyuluhan kesehatan
    B. Pembukaan
         Waktu 15 menit
         B.1 Menjelaskan pengertian DHF
         B.2 Menjelaskan penyebab DHF
         B.3 Menjelaskan tanda dan gejala DHF
         B.4 Akibat yang timbul bila tidak dirawat
         B.5 Perawatan dari penyakit DHF
         B.6 Pencegahan DHF
         B.7 Pemanfaatan pelayanan kesehatan
    C. Penutup
         Waktu 5 menit
         C.1 Evaluasi (Menanyakan kembali materi yang telah disampaikan
              secara lisan) :
              C.1.1 Sebutkan pengertian DHF ?
              C.1.2 Apa penyebab DHF ?
              C.1.3 Apa tanda dan gejala DHF ?
              C.1.4 Apa akibat yang timbul bila tidak dirawat ?
                 C.1.5 Apa saja perawatan dari penyakit DHF ?
                 C.1.6 Sebutkan pencegahan DHF ?
                 C.1.7 Apa saja manfaat pelayanan kesehatan ?
         C.2 Rencana tindak lanjut
                 Menganjurkan pengunjung untuk menerapkan cara mencegah
                 DHF dan bila yang sudah terkena melakukan pengobatan secara
                 intensif di Puskesmas maupun di Rumah Sakit
KRITERIA EVALUASI
     A. Struktur
         A.1 SAP (Satuan acara pembelajaan / pre planning telah disusun dan
                 dikonsulkan kepada pembimbing )
         A.2 Media sudah tersedia
         A.3 Tempat sudah tersedia
         A.4 Sudah kontrak dengan petugas kesehatan
     B. Proses
         B.1 Pengunjung mengikuti penyuluhan dari awal sampai akhir
         B.2 Pengunjung datang tepat waktu
         B.3 Pengunjung kooperatif
         B.4 Pengunjung mampu memahami materi yang disampaikan
     C   Hasil
         80 % TIK dari penyuluhan dapat tercapai
                                   MATERI


A. Pengertian DHF
        Adalah penyakit demam akut pada anak dan remaja (usia 1-14 tahun)
   dengan tanda demam, nyeri otot, manifestasi perdarahan dan cenderung
   menimbulkan syok yang dapat menyebabkan kematian.
                                                     (Cristantie Effendi, 1998)
        Adalah penyakit demam berat yang sering mematikan, disebabkan oleh
   virus, ditandai oleh permeabilitas kapiler, kelaianan hemostasis dan pada
   kasus berat, sindrom syok kehilangan protein.
                                                     (Nelson, 2000)


B. Penyebab DHF
          Virus Dengue serotipe 1,2,3 dan 4 ditularkan melalui perantara
   nyamuk aedes aegepty, sedangkan nyamuk aedes albopitus dan aedes polynes
   tensis dan beberapa spesies lain merupakan vektor yang kurang berperan.
                                                    (Mansjoer, 2000)
          Virus Dengue yang menjadi penyebab penyakit ini termasuk arbovirus
   group Bm yang terdiri dari 4 tipe yaitu tipe 1,2,3,dan 4 maupun aedes
   albopitus dengan melalui gigitannya.
                                                     (Nelson, 2000)


C. Tanda dan gejala
   1. Demam mendadak 2-7 hari tanpa sebab yang jelas
   2. Lemah / lesu, gelisah, nyeri ulu hati
   3. Perdarahan kulit berupa bintik perdarahan (petechiae), lebam (ecymosis),
      atau ruam (purpura)
   4. Kadang berak darah, muntah darah, kesadaran menurun atau renjatan
      (syok ), mimisan .
      Berdasarkan beratnya penyakit DHF dibagi menjadi 4 derajat :
      a. Derajat 1 : Demam disertai gejala tidak lemas, hanya terdapat
          manifestasi perdarahan gusi, Tourniquet (positif)
      b. Derajat II : Derajat 1 disertai pendarahan lainnya
      c. Derajat III : Ditemukan kegagalan sirkulasi darah dengan adanya nadi
          cepat dan lemah, tekanan darah menurun, kulit dingin dan gelisah .
      d. Derajat IV : Keadaan yang berat ditandai dengan nadi tidak teraba dan
          tekanan darah yang tidak teratur


D. Akibat yang ditimbulkan ( Komplikasi )
   a. Perdarahan
   b. Syok
   c. Kematian


E. Perawatan DHF
        Pasien DHF terutama anak-anak memerlukan perawatan yang serius
   karena akan berakibat fatal bahkan menyebabkan kematian bila terlambat
   diatasi, oleh karena itu diperlukan penatalaksanaan medis, dan perawatan
   dengan intensif :
   a. Tirah baring / batasi aktivitas yang berlebihan
   b. Makan lunak dan minum kurang lebih 2 liter perhari, diet tinggi kalori dan
      protein
   c. Kompres hangat
   d. Monitor intake cairan dan keluaran urine
   e. Pemberian cairan melalui infus
   f. Pemberian        obat-obatan   antipiretik,   anti   koagulasi,   anti   biotik,
      kortikosteroid tergantung dari keadaan pasien
   g. Pemeriksaan laboratorium : hemoglobin, trombosit, hematrokit, leukosit.


F. Cara pencegahan DHF
   1. Menyikat bak mandi atau menguras bak mandi seminggu sekali agar telur
      dan jentiknya mati
   2. Menutup tempayan atau drum, tempat penampungan lainnya
   3. Mengubur kaleng bekas, plastik bekas, botol bekas
   4. Mengganti vas bunga, tempat minum burung secara teratur
   5. Untuk tempat air yang sulit dikuras taburkan bubuk abate kedalamnya dan
      ulangi setiap 3 bulan sekali


G. Pemanfaatan pelayanan kesehatan
        Bila ada tanda-tanda penyakit DHF pada keluarga segera bawa ke
   Puskesmas atau Rumah sakit terdekat .
DAFTAR PUSTAKA


 Effendy, Cristantie. 1995. Perawatan Pasien DHF. Jakarta : Media.
 World Health Organization. 1998. Dengue Haemorhagic Fever Diagnosis,
   Treatment, Prevention and Control. Edisi 2. Penerjemah Monica Ester. S.kep,
   Penerbit Buku Kedokteran EGC : Jakarta.
 Mansjoer, Arief, (2000), Kapita Selecta Kedokteran, Edisi III, vol.2, Media
   Aecculapius.
 Sudarta (1990), Penyakit-penyakit infeksi di Indonesia, Widya Medika,
   Jakarta.
                   SATUAN ACARA PEMBELAJARAN


PENDAHULUAN
      Dari data subjektif yang disampaikan oleh petugas kesehatan dan Kepala
Puskesmas Poncol, didapatkan kasus DHF. Dari data objektif yang diperoleh dari
dokumentasi Puskesmas Poncol, kasus DHF semakin semakin meningkat. Dan hal
ini diperkuat dengan observasi pada hari senin 12 Desember 2005 ada 9 anak SD
meninggal dunia, sehingga perlu tindakan keperawatan. Dari hasil data tersebut
saya ingin melakukan penyuluhan tentang pengertian DHF, tanda dan gejala dari
penyakit DHF, akibat yang timbul bila tidak dirawat, perawatan dari penyakit
DHF, cara pencegahan, dan pemanfaatan pelayanan kesehatan .


TOPIK KEGIATAN : Pengetahuan tentang DHF
HARI/TANGGAL         : 15 Desember 2005
WAKTU                : 25 Menit
TEMPAT               : Puskesmas Poncol
SASARAN              : Klien DHF dan keluarga
PELAKSANA            : Sri Rufiati
TIU                   : Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan selama 25 menit
                       klien dan keluarga dapat mengetahui tentang penyakit
                       DHF dan penatalaksanaan
TIK                   : Setelah menerima penyuluhan kesehatan selama 25 menit
                       diharapkan klien dan keluarga dapat menjelaskan
                       kembali secara sederhana tentang :
                       A. Pengertian DHF
                       B. Penyebab DHF
                       C. 3 dari 5 tanda dan gejala dari penyakit DHF
                       D. Akibat yang timbul jika tidak dirawat
                       E. Perawatan DHF
                       F. 2 dari 3 cara pencegahan
                       G. Pemanfaatan pelayanan kesehatan
METODE             : Ceramah dan tanya jawab
MEDIA              : Leaflet
MATERI             : Terlampir
STRATEGI PELAKSANAAN
    A. Pembukaan
         Waktu 5 menit
         A.1 Salam terapeutik ( perkenalan )
         A.2 Evaluasi / validasi (menanyakan kondisi klien )
         A.3 Kontrak / menanyakan kontrak yang telah disepakati sebelumnya
         A.4 Menjelaskan tujuan dari penyuluhan kesehatan
    B. Pembukaan
         Waktu 15 menit
         B.1 Menjelaskan pengertian DHF
         B.2 Menjelaskan penyebab DHF
         B.3 Menjelaskan tanda dan gejala DHF
         B.4 Akibat yang timbul bila tidak dirawat
         B.5 Perawatan dari penyakit DHF
         B.6 Pencagahan DHF
         B.7 Pemanfaatan pelayanan kesehatan
    C. Penutup
         Waktu 5 menit
         C.1 Evaluasi (Menanyakan kembali materi yang telah disampaikan
              secara lisan :
              C.1.1 Sebutkan pengertian DHF ?
              C.1.2 Apa penyebab DHF ?
              C.1.3 Apa tanda dan gejala DHF ?
              C.1.4 Apa akibat yang timbul bila tidak dirawat ?
              C.1.5 Apa saja perawatan dari penyakit DHF ?
              C.1.6 Sebutkan p[encegahan DHF ?
              C.1.7 Apa saja manfaat pelayanan kesehatan ?
         C.2 Rencana tindak lanjut
                 Menganjurkan klien untuk menerapkan cara mencegah DHF dan
                 bila yang sudah terkena melakukan pengoabatan secara intensif
                 di Puskesmas maupun di Rumah Sakit.
KRITERIA EVALUASI
     A. Struktur
         A.1 SAP (Satuan acara pembelajaan / pre planning telah disusun dan
                 dikonsulkan kepada pembimbing)
         A.2 Media sudah tersedia
         A.3 Tempat sudah tersedia
         A.4 Sudah kontrak dengan petugas kesehatan
     B. Proses
         B.1 Klien mengikuti penyuluhan dari awal sampai akhir
         B.2 Klien datang tepat waktu
         B.3 Klien kooperatif
         B.4 Klien mampu memahami materi yang disampaikan
     C   Hasil
         80 % TIK dari penyuluhan dapat tercapai
                                       MATERI


A. Pengertian DHF
        Adalah penyakit demam akut pada anak dan remaja (usia 1-14 tahun)
   dengan tanda demam, nyeri otot, manifestasi perdarahan dan cenderung
   menimbulkan syok yang dapat menyebabkan kematian (Cristantie Effendi,
   1998).


B. Penyebab DHF
        Penyakit DHF disebabkan oleh virus dengue melalui gigitan nyamuk
   (Aedes Aegypty atau Aedes Albopictus).


C. Tanda dan gejala
   1. Demam mendadak 2-7 hari tanpa sebab yang jelas
   2. Lemah / lesu, gelisah, nyeri ulu hati
   3. perdarahan      kulit   berupa    bintik   perdarahan   (petechiae),   lebam
      (ecchymosis), atau ruam (purpura)
   4. Kadang berak darah, muntah darah, kesadaran menurun atau renjatan
      (syok), mimisan.
      Berdasarkan beratnya penyakit DHF dibagi menjadi 4 derajat
      a. Derajat 1 : Demam disertai gejala tidak lemas, hanya terdapat
            manifestasi perdarahan gusi, Tourniquet positif
      b. Derajat II : Derajat 1 disertai pendarahan lainnya
      c. Derajat III : Ditemukan kegagalan sirkulasi darah dengan adanya nadi
            cepat dan lemah, tekanan darah menurun, kulit dingin dan gelisah
      d. Derajat IV : Keadaan yang berat ditandai dengan nadi tidak teraba
            dan tekanan darah yang tidak teratur


D. Akibat yang ditimbulkan ( Komplikasi )
   a. Perdarahan
   b. Syok
   c. Kematian
D. Perawatan
        Pasien DHF terutama anak-anak memerlukan perawatan yang serius
   karena akan berakibat fatal bahkan menyebabkan kematian bila terlambat
   diatasi, oleh karena itu diperlukan penatalaksanaan medis, dan perawatan
   dengan intensif :
   a. Tirah baring / batasi aktivitas yang berlebihan
   b. Makan lunak dan minum kurang lebih 2liter perhari , diet tinggi kalori dan
       protein
   c. Kompres hangat
   d. Monitor intake cairan dan keluaran urine
   e. Pemberian cairan melalui infus
   f. Pemberian        obat-obatan   antipiretik,   anti   koagulasi,   anti   biotik,
       kortikosteroid tergantung dari keadaan pasien
   g. Pemeriksaan laboratorium : hemoglobin, trombosit, hematrokit, leukosit.


E. Cara pencegahan : Jaga sanitasi hygiene


F. Pemanfaatan pelayanan kesehatan
        Bila ada tanda-tanda penyakit DHF pada keluarga segera bawa ke
   puskesmas atau rumah sakit terdekat .



DAFTAR PUSTAKA
 Effendy, Cristantie. 1995. Perawatan Pasien DHF. Jakarta : Media.
 World Health Organization. 1998. Dengue Haemorhagic Fever Diagnosis,
   Treatment, Prevention and Control. Edisi 2. Penerjemah Monica Ester. S.kep,
   Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta .

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:2648
posted:3/30/2012
language:Malay
pages:13