Docstoc

hadist (DOC)

Document Sample
hadist (DOC) Powered By Docstoc
					Pembelajaran & Pengajaran Hadis
Hadis riwayat al-lmam al-Tirmizi - Hadis Hassan Sahih
Terjemahan

                             Daripada Anas r.a. beliau berkata:
             Aku telah mendengar Rasulullah sallallahu alaihi wassallam bersabda:

                                   Allah Ta'ala berfirman:

                                  Wahai anak Adam!
               Selagi mana engkau meminta, berdoa dan mengharapkan Aku,
        Aku akan ampunkan apa-apa dosa yang ada pada dirimu dan Aku tidak peduli.
                                  Wahai anak Adam!
              Seandainya dosa-dosamu banyak sampai mencecah awan langit
     kemudian engkau memohon ampun kepadaKu, nescaya Aku akan ampunkan bagimu.
                                  Wahai anak Adam!
               Sesungguhnya engkau, andainya engkau datang mengadapKu
                           dengan dosa-dosa sepenuh isi bumi,
   kemudian engkau datang menghadapKU tanpa engkau mensyirikkan Aku dengan sesuatu,
          nescaya Aku akan mengurniakan untukmu keampunan sepenuh isi bumi.


Pengajaran hadis:

(1) Hadis ini menjelaskan betapa besar dan luasnya Rahmat dan belas kasihan Allah yang tidak
terbatas bagaikan lautan tidak berpantai.

(2) Allah berjanji akan mengampunkan segala dosa hamba-hambaNYA yang berdosa walau
berapa banyak dosa tersebut dengan syarat mereka berdoa, minta ampun dan mengharapkan
keampunanNYA dan dengan syarat dia mati dalam lman, tidak mensyirikkan Allah dengan
sesuatu.

(3) Syirik adalah dosa besar paling dahsyat yang tidak akan diampunkan oleh Allah Ta'ala
walaupun semasa di dunia dia seorang yang baik, beramal soleh dan melakukan banyak
kebajikan. Amal soleh tidak memberi apa-apa erti apabila dihimpunkan berserta syirik.
Sebaliknya, orang-orang yang melakukan dosa yang bertimbun banyaknya, dia masih
mempunyai harapan untuk mendapat kurnia dan pengampunan Allah yang Maha Pengampun
dengan sebab kelebihan imannya.

(4) Hadis ini tidak bertujuan menggalakkan orang-orang mukmin melakukan dosa, sebaliknya ia
hanya menunjukkan peri betapa besar dan luasnya rahmat dan keampunan Allah taala.

                        Hadis ini sentiasa berulang kali diPUBLISH
                     kerana mengingatkan sy dan dimuhasabah bersama
                          tentang luasnya rahmat dan kasih Allah
                         walau bertubi banyaknya dosa yang tertulis
                     Moga hidup kite sentiasa dalam perlindungan Ilahi
                             dalam taubat kepada Pemilik Jiwa
                                         insyaAllah
                                Pengertian Hadits
Hadits adalah segala perkataan, perbuatan dan ketetapan dan persetujuan dari Nabi Muhammad
SAW yang dijadikan ketetapan ataupun hukum dalam agama Islam. Hadits dijadikan sumber
hukum dalam agama Islam selain Al-Qur'an, Ijma dan Qiyas, dimana dalam hal ini, kedudukan
hadits merupakan sumber hukum kedua setelah Al-Qur'an.

Ada banyak ulama periwayat hadits, namun yang sering dijadikan referensi hadits-haditsnya ada
tujuh ulama, yakni Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Abu Daud, Imam Turmudzi, Imam
Ahmad, Imam Nasa'i, dan Imam Ibnu Majah.

Ada bermacam-macam hadits, seperti yang diuraikan di bawah ini.


          Hadits yang dilihat dari banyak sedikitnya perawi

              o   Hadits Mutawatir
              o   Hadits Ahad
                      Hadits Shahih
                      Hadits Hasan
                      Hadits Dha'if

          Menurut Macam Periwayatannya

              o   Hadits yang bersambung sanadnya (hadits Marfu' atau Maushul)
              o   Hadits yang terputus sanadnya
                      Hadits Mu'allaq
                      Hadits Mursal
                      Hadits Mudallas
                      Hadits Munqathi
                      Hadits Mu'dhol

          Hadits-hadits dha'if disebabkan oleh cacat perawi

         Hadits Maudhu'
         Hadits Matruk
         Hadits Mungkar
         Hadits Mu'allal
         Hadits Mudhthorib
         Hadits Maqlub
         Hadits Munqalib
         Hadits Mudraj
         Hadits Syadz

          Beberapa pengertian dalam ilmu hadits
          Beberapa kitab hadits yang masyhur / populer

I. Hadits yang dilihat dari banyak sedikitnya Perawi
I.A. Hadits Mutawatir
Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh sekelompok orang dari beberapa sanad yang tidak mungkin
sepakat untuk berdusta. Berita itu mengenai hal-hal yang dapat dicapai oleh panca indera. Dan
berita itu diterima dari sejumlah orang yang semacam itu juga. Berdasarkan itu, maka ada
beberapa syarat yang harus dipenuhi agar suatu hadits bisa dikatakan sebagai hadits Mutawatir:

      1. Isi hadits itu harus hal-hal yang dapat dicapai oleh panca indera.
   2. Orang yang menceritakannya harus sejumlah orang yang menurut ada kebiasaan, tidak
      mungkin berdusta. Sifatnya Qath'iy.
   3. Pemberita-pemberita itu terdapat pada semua generasi yang sama.

I.B. Hadits Ahad
Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh seorang atau lebih tetapi tidak mencapai tingkat mutawatir.
Sifatnya atau tingkatannya adalah "zhonniy". Sebelumnya para ulama membagi hadits Ahad
menjadi dua macam, yakni hadits Shahih dan hadits Dha'if. Namun Imam At Turmudzy
kemudian membagi hadits Ahad ini menjadi tiga macam, yaitu:

I.B.1. Hadits Shahih
Menurut Ibnu Sholah, hadits shahih ialah hadits yang bersambung sanadnya. Ia diriwayatkan
oleh orang yang adil lagi dhobit (kuat ingatannya) hingga akhirnya tidak syadz (tidak
bertentangan dengan hadits lain yang lebih shahih) dan tidak mu'allal (tidak cacat). Jadi hadits
Shahih itu memenuhi beberapa syarat sebagai berikut :

   1.   Kandungan isinya tidak bertentangan dengan Al-Qur'an.
   2.   Harus bersambung sanadnya
   3.   Diriwayatkan oleh orang / perawi yang adil.
   4.   Diriwayatkan oleh orang yang dhobit (kuat ingatannya)
   5.   Tidak syadz (tidak bertentangan dengan hadits lain yang lebih shahih)
   6.   Tidak cacat walaupun tersembunyi.

I.B.2. Hadits Hasan
Ialah hadits yang banyak sumbernya atau jalannya dan dikalangan perawinya tidak ada yang
disangka dusta dan tidak syadz.

I.B.3. Hadits Dha'if
Ialah hadits yang tidak bersambung sanadnya dan diriwayatkan oleh orang yang tidak adil dan
tidak dhobit, syadz dan cacat.


II. Menurut Macam Periwayatannya
II.A. Hadits yang bersambung sanadnya
Hadits ini adalah hadits yang bersambung sanadnya hingga Nabi Muhammad SAW. Hadits ini
disebut hadits Marfu' atau Maushul.

II.B. Hadits yang terputus sanadnya
II.B.1. Hadits Mu'allaq
Hadits ini disebut juga hadits yang tergantung, yaitu hadits yang permulaan sanadnya dibuang
oleh seorang atau lebih hingga akhir sanadnya, yang berarti termasuk hadits dha'if.

II.B.2. Hadits Mursal
Disebut juga hadits yang dikirim yaitu hadits yang diriwayatkan oleh para tabi'in dari Nabi
Muhammad SAW tanpa menyebutkan sahabat tempat menerima hadits itu.

II.B.3. Hadits Mudallas
Disebut juga hadits yang disembunyikan cacatnya. Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh sanad
yang memberikan kesan seolah-olah tidak ada cacatnya, padahal sebenarnya ada, baik dalam
sanad ataupun pada gurunya. Jadi hadits Mudallas ini ialah hadits yang ditutup-tutupi kelemahan
sanadnya.

II.B.4. Hadits Munqathi
Disebut juga hadits yang terputus yaitu hadits yang gugur atau hilang seorang atau dua orang
perawi selain sahabat dan tabi'in.
II.B.5. Hadits Mu'dhol
Disebut juga hadits yang terputus sanadnya yaitu hadits yang diriwayatkan oleh para tabi'it dan
tabi'in dari Nabi Muhammad SAW atau dari Sahabat tanpa menyebutkan tabi'in yang menjadi
sanadnya. Kesemuanya itu dinilai dari ciri hadits Shahih tersebut di atas adalah termasuk hadits-
hadits dha'if.


III. Hadits-hadits dha'if disebabkan oleh cacat perawi
III.A. Hadits Maudhu'
Yang berarti yang dilarang, yaitu hadits dalam sanadnya terdapat perawi yang berdusta atau
dituduh dusta. Jadi hadits itu adalah hasil karangannya sendiri bahkan tidak pantas disebut
hadits.

III.B. Hadits Matruk
Yang berarti hadits yang ditinggalkan, yaitu hadits yang hanya diriwayatkan oleh seorang perawi
saja sedangkan perawi itu dituduh berdusta.

III.C. Hadits Mungkar
Yaitu hadits yang hanya diriwayatkan oleh seorang perawi yang lemah yang bertentangan
dengan hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang terpercaya / jujur.

III.D. Hadits Mu'allal
Artinya hadits yang dinilai sakit atau cacat yaitu hadits yang didalamnya terdapat cacat yang
tersembunyi. Menurut Ibnu Hajar Al Atsqalani bahwa hadis Mu'allal ialah hadits yang
nampaknya baik tetapi setelah diselidiki ternyata ada cacatnya. Hadits ini biasa disebut juga
dengan hadits Ma'lul (yang dicacati) atau disebut juga hadits Mu'tal (hadits sakit atau cacat).

III.E. Hadits Mudhthorib
Artinya hadits yang kacau yaitu hadits yang diriwayatkan oleh seorang perawi dari beberapa
sanad dengan matan (isi) kacau atau tidak sama dan kontradiksi dengan yang dikompromikan.

III.F. Hadits Maqlub
Artinya hadits yang terbalik yaitu hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang dalamnya tertukar
dengan mendahulukan yang belakang atau sebaliknya baik berupa sanad (silsilah) maupun matan
(isi).

III.G. Hadits Munqalib
Yaitu hadits yang terbalik sebagian lafalnya hingga pengertiannya berubah.

III.H. Hadits Mudraj
Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh seorang perawi yang didalamnya terdapat tambahan yang
bukan hadits, baik keterangan tambahan dari perawi sendiri atau lainnya.

III.I. Hadits Syadz
Hadits yang jarang yaitu hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang tsiqah (terpercaya) yang
bertentangan dengan hadits lain yang diriwayatkan dari perawi-perawi (periwayat / pembawa)
yang terpercaya pula. Demikian menurut sebagian ulama Hijaz sehingga hadits syadz jarang
dihapal ulama hadits. Sedang yang banyak dihapal ulama hadits disebut juga hadits Mahfudz.

IV. Beberapa pengertian (istilah) dalam ilmu hadits
IV.A. Muttafaq 'Alaih
Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari sumber sahabat yang
sama, atau dikenal juga dengan Hadits Bukhari - Muslim.

IV.B. As Sab'ah
As Sab'ah berarti tujuh perawi, yaitu:
   1.   Imam Ahmad
   2.   Imam Bukhari
   3.   Imam Muslim
   4.   Imam Abu Daud
   5.   Imam Tirmidzi
   6.   Imam Nasa'i
   7.   Imam Ibnu Majah

IV.C. As Sittah
Yaitu enam perawi yang tersebut pada As Sab'ah, kecuali Imam Ahmad bin Hanbal.

IV.D. Al Khamsah
Yaitu lima perawi yang tersebut pada As Sab'ah, kecuali Imam Bukhari dan Imam Muslim.

IV.E. Al Arba'ah
Yaitu empat perawi yang tersebut pada As Sab'ah, kecuali Imam Ahmad, Imam Bukhari dan
Imam Muslim.

IV.F. Ats tsalatsah
Yaitu tiga perawi yang tersebut pada As Sab'ah, kecuali Imam Ahmad, Imam Bukhari, Imam
Muslim dan Ibnu Majah.

IV.G. Perawi
Yaitu orang yang meriwayatkan hadits.

IV.H. Sanad
Sanad berarti sandaran yaitu jalan matan dari Nabi Muhammad SAW sampai kepada orang yang
mengeluarkan (mukhrij) hadits itu atau mudawwin (orang yang menghimpun atau membukukan)
hadits. Sanad biasa disebut juga dengan Isnad berarti penyandaran. Pada dasarnya orang atau
ulama yang menjadi sanad hadits itu adalah perawi juga.
Jika diambil dari contoh sebelumnya maka sanad hadits bersangkutan adalah:

Al-Bukhari > Musaddad > Yahya > Syu’bah > Qatadah > Anas > Nabi Muhammad SAW

Sebuah hadits dapat memiliki beberapa sanad dengan jumlah penutur/perawi bervariasi dalam
lapisan sanadnya, lapisan dalam sanad disebut dengan thaqabah. Signifikansi jumlah sanad dan
penutur dalam tiap thaqabah sanad akan menentukan derajat hadits tersebut, hal ini dijelaskan
lebih                jauh                pada                klasifikasi               hadits.
Jadi yang perlu dicermati dalam memahami Al Hadits terkait dengan sanadnya ialah :

       Keutuhan sanadnya
       Jumlahnya
       Perawi akhirnya

Sebenarnya, penggunaan sanad sudah dikenal sejak sebelum datangnya Islam.Hal ini diterapkan
di dalam mengutip berbagai buku dan ilmu pengetahuan lainnya. Akan tetapi mayoritas
penerapan sanad digunakan dalam mengutip hadits-hadits nabawi.

IV.I. Matan
Matan ialah isi hadits baik berupa sabda Nabi Muhammad SAW, maupun berupa perbuatan Nabi
Muhammad SAW yang diceritakan oleh sahabat atau berupa taqrirnya.

V. Beberapa kitab hadits yang masyhur/populer
   1. Shahih Bukhari
   2. Shahih Muslim
   3. Riyadhus Shalihin




Tujuan Pembelajaran Qur’an Hadits
Tujuan adalah suatu rumusan yang menunjukkan dan menjelaskanhal yang ingin dicapai. Tujuan
tersebut menunjukkan atau menjelaskanperubahan apa yang harus terjadi, sebagai akibat dari
pengajaran yang dialami oleh murid. Antara lain perubahan dalam pola berfikir, dalamperasaan
serta dalam tingkah laku murid. Pengajar harus dapat mmbuatperubahan itu terjadi, dan inilah
yang disebut mengajar.Dengandemikian tujuan itu sesuatu yang diharapkan atau diinginkan dari
subyekbelajar, sehingga memberi arah, kemana kegiatan belajar-mengajar ituharus dibawa dan
dilaksanakan. Oleh karenanya tujuan itu perludirumuskan dan deskripsinya harus jelas.35Tujuan
pembelajaran atau biasa yang disebut dengan tujuaninstruksional adalah merupakan tujuan yang
hendak kita capai dalamsetiap bagian mata pelajaran apa yang kita ajarkan pada suatu
sekolahtertentu. Tujuan instruksional ini yang akan menjawab pertanyaan apayang harus dicapai
oleh peserta didik dalam mata pelajaran tertentu padasatuan bahan atau waktu
tertentu?.36Abdurrahman Annahlawi mengemukakan bahwa tujuan jangkapendek dari
pendidikan dengan al Qur’an ialah peserta didik mampumembacanya dengan baik,
memahaminya dengan baik dan menerapkansegala ajarannya.
Dengan kata lain jika pelajaran al Qur’an telah mampumerealisasikan tujuannya, niscaya akan
termasuk cara terbaik untuk merealisasikan tujuan tertinggi pendidikan islam. sebagaimana
firmanAllah Q.S Al-imron ayat 102: sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali
kamu matimelainkan dalam keadaan beragama Islam."Jadi yang dimaksud dengan tujuan
pembelajaran Qur’an haditsadalah suatu rumusan yang menunjukkan atau menjelaskan
perubahan apayang harus terjadi, sebagai akibat dari pembelajaran Qur’an hadits yangdialami
oleh peserta didik, antara lain seperti dari aspek kognitif adalahpeserta didik dapat memilih Al
Qur’an sebagai pedoman hidupnya,ditinjau dari aspek afektif, peserta didik dapat menghargai
pilihannyabahwa al Qur’an adalah pedoman hidup manusia yang paling benar, danaspek
psikomotorik, peserta didik mampu bertindak dan mengamalkanpilihannya (Al Qur’an sebagai
pedoman hidup) dalam kehidupan seharihari.

Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2197273-tujuan-pembelajaran-qur-
hadits/#ixzz1q76m2hFw

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags:
Stats:
views:74
posted:3/29/2012
language:
pages:6
mr doen mr doen mr http://bineh.com
About just a nice girl