Artikel Menjangakau yang tak terjangkau

Document Sample
Artikel Menjangakau yang tak terjangkau Powered By Docstoc
					                             Jangan Lupakan Kami!
                                           Oleh:
                                       MS. Salman

Tatkala sebagian pemberitaan media massa, cetak dan elektronik menyorot rencana pemerintah
menaikkan bahan bakar minyak, ada sekelompok masyarakat anak bangsa ini yang masih “buta”
terhadap semua hiruk pikuk permasalahan bangsa ini. Bukan karena ketidakpedulian mereka
terhadap semua itu, sebagaimana sebagian pula anak bangsa memilih sikap tersebut, tetapi
memang ketidakmampuan mereka mencerna atau memahami semua yang terjadi karena
kekurangpengetahuan mereka akan hal tersebut. Kealpaan mereka terhadap sebagian besar
kejadian yang bersinggungan langsung dengan ilmu pengetahuan dan teknologi disebabkan
mereka memang belum pernah mengecap manis dan pentingnya pendidikan.

Diakui atau tidak, kenyataan menunjukkan bahwa di beberapa pelosok negeri ini masih banyak
saudara sebangsa dan setanah air dengan kita yang luput dengan keberadaan sekolah untuk
mereka. Hal ini juga merupakan permasalahan besar bangsa ini yang mungkin lebih besar dari
permasalahan BBM. Kasak kusuk elit negeri ini menyangkut berbagai permasalahan bangsa,
haruslah memasukkan pula keterpurukan sebagian anak bangsa dalam hal pendidikan sebagai
hak azasi manusia, dalam list permasalahan bangsa yang membutuhkan pemecahan bersama.
Empunya negeri ini bukan hanya yang berada di kota-kota yang telah mengecap pendidikan
tinggi bahkan sangat tinggi sampai ke luar negeri, tetapi saudara-saudara kita yang hidup di
ujung-ujung negeri ini, juga memunyai hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang
layak. Mungkin mereka tak pernah terpantau oleh media, atau tak pernah bersuara terhadap
“ketidakadilan” yang mereka alami selama ini sebagai pemilik sah negeri ini juga.

Sudah saatnya pemerintah untuk melirik keberadaan mereka dengan memberikan sarana dan
prasarana pendidikan, khususnya sekolah bagi mereka. Ini merupakan kewajiban penyelenggara
pemerintahan sebagai bagian dari amanah dalam memimpin negeri ini, sedangkan pada sisi
mereka merupakan hak sebagai bagian dari rakyat Indonesia. Memang bukan pekerjaan yang
mudah, tetapi dibutuhkan komitmen dan semangat nasionalisme sebagai bangsa yang besar.
Selama ini, mungkin bangsa ini dininabobokkan dengan anggaran pendidikan yang cukup besar
dan merasa sangat besar. Hal ini disebabkan karena pandangan dalam melayani kebutuhan
pendidikan hanya terbatas pada yang diketahui selama ini. Jika itu layanan terhadap sekolah,
maka sekolah-sekolah yang dimaksud adalah yang telah ada dan pada daerah-daerah yang
selama ini memang terjangkau dan terlayani. Kita lupa bahwa masih banyak anak-anak bangsa di
pelosok-pelosok tertentu negeri ini memang belum pernah merasakan yang namanya pendidikan.
Perlu dana yang sangat besar untuk menjangkau mereka yang akses menuju mereka saja sulit,
apalagi dengan mendirikan sarana pendidikan di wilayah tersebut. Tetapi, ini harus dimulai
sekarang dan tak mungkin lagi untuk menundanya. “Dosa” bangsa ini akan semakin bertumpuk
jika mereka yang selama ini tak terjangkau tetap didiamkan demikian, apalagi jika alasan bahwa
mereka juga tidak menuntutnya.

Kehausan mereka yang belum pernah mengecap pendidikan, meski tak disuarakan tetapi bangsa
ini harus merasakannya. Bangsa ini harus mendengar teriakan batin mereka yang seolah-olah
berteriak: “Jangan lupakan kami!!”. Pentingnya terus mengembangkan apa yang telah ada
selama ini sebanding dengan pentingnya kita memerhatikan pula apa yang selama ini terlupakan.
Bangsa ini dikenal sebagai bangsa yang tidak tertinggal disbanding bangsa lainnya dalam hal
pendidikan, bahkan di banyak kesempatan menyaingi bahkan mengalahkan bangsa lainnya di
dunia ini. Namun, akankah penilaian tersebut hanya dilihat dari sebagian saja anak bangsa yang
telah mengharumkan negeri ini. Tentu kita ingin agar penilaian tersebut secara universal
sehingga semakin menambah kepercayaan diri sebagai bangsa yang besar.

Perjuangan rakyat semesta yang pernah digelorakan para pahlawan bangsa ini dalam merebut
kemerdekaan, harus menjiwai derap langkah kita dalam memajukan pendidikan di Indonesia.
Seluruh wilayah dan seluruh anak bangsa harus mendapat kesempatan dan layanan yang sama
terhadap pendidikan. Maju bersama dan saling memajukan, merupakan esensi dari keberhasilan
perjuangan merebut kemerdekaan ini oleh para pahlawan tersebut. Pendidikan sebagai sarana
terpenting dalam mengisi kemerdekaan harus merata untuk siapa saja dan dimana saja. Jangan
sampai persoalan-persoalan di luar pendidikan dapat menghambat memajukan pendidikan di
seantero negeri ini. Persoalan tersebutlah yang harus dicarikan solusi pemecahannya, bukan niat
baik dalam menjangkau mereka dengan pendidikan yang harus tertunda atau terhenti. Lima,
sepuluh, lima belas tahun ke depan, hasil dari usaha ini akan terlihat dan sangat memengaruhi
kemajuan Indonesia secara keseluruhan. Yakinlah…!

				
DOCUMENT INFO
Categories:
Stats:
views:9
posted:3/29/2012
language:Indonesian
pages:2