Rangkaian Seri dan Paralel by Sevtiandy_Muhammad

VIEWS: 604 PAGES: 19

									Memperkenalkan
                  Amelia Rosita                        Ferdian Hari P.
 Agung Liza                          Benita Fitriana




                     Lingga Olivia                        Yulianti
Khairina Cantya                      Sophia Nur K.
Rangkaian Seri Paralel Elemen Listrik dan Rangkaian
                       Listrik
KONSEP RANGKAIAN SERI PARALEL
                 I.    Rangkaian Seri
                       Dua buah elemen
                  berada dalam susunan
                  seri jika mereka hanya
                  memiliki     sebuah     titik
                  utama       yang      tidak
                  terhubung menuju elemen
                  pembawa arus pada suatu
                  jaringan.
                       Karena semua
                  elemen disusun seri, maka
                  jaringan tersebut disebut
                  rangkaian seri.
                 Dalam rangkaian seri, arus
                  yang lewat sama besar
                  pada masing-masing
                  elemen yang tersusun
                  seri.
II. Resistor Seri
• Untuk memperoleh hambatan total dari sejumlah N resistor
    yang disusun seri, maka digunakan persamaan berikut :
       RT = R1 + R2 + R3 + … + RN () …. (persm. 1)

• Untuk besarnya arus pada resistor seri, ditentukan dari
  hukum Ohm :
    I = E / RT (Ampere)…………… (persm. 2)

• Tegangan pada masing-masing elemen ditentukan dari
  hukum Ohm :
    V1 = I R1, V2 = I R2,... VN = I RN (Volt)...(persm. 3)
Daya yang diberikan pada masing-masing tahanan ditentukan dengan
menggunakan sembarang salah satu dari tiga persamaan dibawah ini,
misalnya untuk R1.
     • P1 = V1 I1 = I12 R1 = V12 /R1 (Watt)
       ……(persm. 4)

     • Daya yang diberikan oleh sumber adalah sebesar :
     •      P = E I (Watt) ……………………(persm. 5)

     • Untuk sembarang kombinasi tahanan seri :
     •      P = P1 + P2 + P3 + ….. + PN (Watt) …(persm. 6)
• Berarti bahwa : daya yang diberikan oleh
  sumber sama dengan daya yang diserap oleh
  tahanan.



III.    SUMBER TEGANGAN SERI
• Sumber tegangan dapat dihubungkan secara seri.
• Tegangan Total ditentukan dengan :
  - Penjumlahan sumber dengan polaritas yang sama
  - Pengurangan sumber dengan polaritas yang
    berlainan
IV. HUKUM TEGANGAN KIRCHOFF Utk
     RANGK. SERI
  Menyatakan bahwa : Jumlah Aljabar Potensial yang naik
   dan turun pada sebuah kalang tertutup (atau lintasan)
   sama dengan nol.
   Dinyatakan juga sebagai :

  -  V = 0 atau  Vnaik =  Vturun   …. (persm. 7)

V. PERTUKARAN ELEMEN SERI
   Elemen pada rangkaian seri dapat dipertukarkan
   dengan tanpa mempengaruhi hambatan total, arus,
   daya pada masing-masing elemen
VI. ATURAN PEMBAGI TEGANGAN
   Dalam sebuah rangkaian seri :
• Tegangan pada elemen penghambat
   akan terbagi sebagaimana besar harga
   hambatan.
• Jumlah jatuh tegangan pada tahanan seri
   akan sama besar dengan tegangan yang
   digunakan.

  Aturan Pembagi Tegangan menyatakan
  bahwa :
• Tegangan pada sebuah tahanan dalam
  rangkaian seri adalah sama dengan
  harga tahanan tersebut dikalikan dengan
  tegangan total yang digunakan pada
  elemen seri dibagi dengan hambatan
  total elemen seri.
VII. HAMBATAN DALAM DARI SUMBER TEGANGAN

• Setiap sumber tegangan mempunyai “Hambatan Dalam”.
• Dalam semua analisis rangkaian yang digunakan adalah
  - Sumber tegangan ideal (tanpa hambatan dalam)
  - Tegangan keluaran sebesar E volt baik dalam keadaan
     tanpa beban maupun berbeban penuh.
• Dalam praktek :
  - Tegangan keluaran akan sebesar E volt hanya bila
    dalam keadaan tanpa beban (IL = 0), bila berbeban
    maka tegangan keluaran sumber tegangan akan
    berkurang karena adanya jatuh tegangan pada hambatan
    dalam.
  Dalam menggunakan Hk. Tegangan Kirchoff pada kalang
  tertutup maka :
       E – IL Rd – VL = 0 …………………………. (persm. 8)
        karena E = VNL, maka
       VNL – IL Rd – VL = 0  VL = VNL - IL Rd,….(persm. 9) jika
  nilai Rd tidak tersedia, maka Rd dapat diperoleh dengan
  persamaan Rd = (VNL/ IL) – RL………………..(persm. 10).
  Sehingga didapatkan persamaan untuk sembarang selang
  tegangan atau arus, besar hambatan dalam ditentukan oleh :
        Rd = VL/  IL………………………….(persm. 11)
Ketr. : IL = Arus berbeban, VL = Tegangan berbeban
         Rd = Hambatan dalam, VNL = Tegangan tanpa beban

           Jadi untuk sembarang selang tegangan atau arus,
  besar hambatan dalam : Rd = VL / VNL,
  dimana  menunjukkan perubahan yang tertentu
VIII. RANGKAIAN PARALEL (SEJAJAR)

• Dua buah elemen, cabang, atau jaringan dalam
  keadaan paralel bila memiliki dua titik bersama.
• Untuk tahanan seri, hambatan totalnya adalah
  jumlah dari harga tahanan.
• Untuk elemen paralel, hantaran total adalah jumlah
  masing-masing hantaran individual.
• Hambatan total tahanan paralel selalu lebih kecil
  dari harga tahanan yang paling kecil.
• Hambatan total tahanan sejajar besarnya sama
  dengan harga satu buah tahanan dibagi dengan
  jumlah elemen sejajar (N)
    RT = R/N……………………….(persm. 12)
• Hambatan total dua buah tahanan sejajar adalah
  merupakan perkalian dari keduanya dibagi dengan
  jumlahnya.
       RT = R1. R2 / R1+ R2 ………..(persm. 13)
• Tegangan yang melintas elemen sejajar adalah sama
  besar.
     V1 = V2 = E …………………..(persm. 14)
• Jaringan sejajar sumber tunggal, arus sumber sama
  dengan jumlah arus cabang individual
       IS = I1 + I2 …………………(persm. 15)
IX. HUKUM ARUS KIRCHOFF Utk. RANGK.
    PARALEL / SEJAJAR
• Jumlah aljabar arus yang masuk dan yang meninggalkan
   sebuah sambungan sama dengan nol atau jumlah arus yang
   memasuki sebuah sambungan harus sama dengan jumlah
   arus yang meninggalkan sambungan tersebut.

X. ATURAN PEMBAGI ARUS Utk. RANGK.
    PARALEL
• Dua elemen sejajar yang harganya sama, maka arus akan
  dibagi sama besar.
• Elemen sejajar dengan harga yang berbeda, semakin kecil
  hambatan maka akan semakin besar arus masukan yang
  lewat.
• Arus mencari lintasan yang memiliki hambatan
  paling kecil.

XI. JARINGAN SERI PARALEL
• Adalah jaringan yang berisi susunan rangkaian
   seri dan paralel.
              KONSEP RANGKAIAN LISTRIK

Definisi - Definisi
    Rangkaian listrik adalah suatu kumpulan elemen atau
    komponen listrik yang saling dihubungkan dengan
    cara-cara tertentu dan paling sedikit mempunyai satu
    lintasan tertutup.

I.   Rangkaian Listrik
     sebuah rangkaian listrik terdiri dari tiga bagian yaitu,
     sumber daya, konduktor dan beban. Contoh sumber
     daya arus searah, yaitu batu baterai dan aki,
     sedangkan sumber arus bolak-balik, yaitu jaringan
     listrik PLN. Adapaun konduktor adalah kabel. Contoh
     beban listrik adalah alat yang dihidupkan oleh tenaga
     listrik, misalnya lampu, televisi, radio, kipas angin, dan
     lain-lain.
II. Contoh rangkaian listrik sederhana
    rangkaian yang sederhana terdiri dari sebuah sumber
    tegangan (baterai), kabel penghantar (konduktor),
    dan sebuah beban (lampu). Tegangan yang
    diperlukan lampu dapat dilihat pada lampu yang
    bersangkutan. Misalnya, tegangan baterai setinggi 3
    volt, maka tegangan yang tertulis pada lampu harus 3
    volt atau yang mendekati lebih tinggi.




            Gambar Rangkaian listrik
                  sederhana
Pada rangkaian lampu
disambung paralel
dibutuhkan sumber
tegangan yang sama
dengan jumlah tegangan
yang diperlukan oleh
sebuah lampu. Misalkan
tiap lampu membutuhkan
tegangan 3 volt maka
diperlukan sumber
tegangan 3 volt juga. Agar
lampu menyala sama
terang, maka tegangan
yang diperlukan tiap lampu
harus sama, misalnya
semua lampu memerlukan
tegangan 3 V.
• Sekian presentasi dari kami, atas perhatiannya kami
  ucapkan terima kasih..




              Sampai Berjumpa Lagi…..

								
To top