KELAINAN DAN GANGGUAN PENCERNAAN by Sevtiandy_Muhammad

VIEWS: 358 PAGES: 61

									NAMA ANGGOTA:
1. ALVIAN
2. BANYU ARYA PRATAMA
3. FRITZ WEINIG H
4. M. RYAN SAPUTRA
5. RIZKY ANDRIADI
KELAINAN DAN
  GANGGUAN
 PENCERNAAN
         Gangguan pada system pencernaan dapat timbul karena berbagai faktor,
bisa karena makanan yang kurang higienis, mkanan yang tercemar, salah makan,
dan infeksi saluran pencernaan. Gangguan system pencernaan dapat terjadi, mulai
dari mulut hingga anus. Berikut adalah beberapa penyebab terjadinya gangguan
system pencernaan yang penting.
1. Gangguan pada Mulut
  a. Parotitis atau infeksi pada kelenjar parotis. Gangguan ini sering disebut
    penyakit gondong.




     Pipi bengkak, rasa nyut-nyutan, susah bicara, susah makan, aduh...memang sengsara
     sekali ya kalau lagi gondongan. Sebenarnya penyakit ini berbahaya atau tidak? Perlu
     diobati atau bisa hilang sendiri? Kita seringkali bingung dengan berbagai pertanyaan dan
     mitos yang beredar seputar gondongan.
Apa penyebab gondongan?
Gondongan (parotitis) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus mumps yang
menyerang kelenjar ludah (kelenjar parotis). Kelenjar ini terletak di depan telinga
sehingga gejala gondongan ditandai dengan membengkaknya pipi. Pembengkakan
bisa di satu atau kedua sisi dan kelenjar ludah yang terkena bisa lebih dari satu.
Gondongan biasanya menyerang anak besar, sangat jarang terjadi pada bayi. Bisa
terjadi pada laki-laki dan perempuan.

Gejala gondongan hanya pipi bengkak
Tidak benar. Pada awal penyakit, gejala yang muncul justru demam, sakit kepala,
lesu, nafsu makan berkurang; baru kemudian disusul dengan pembengkakan pipi di
daerah rahang bawah dekat telinga dan nyeri leher/telinga. Gejala lain adalah nyeri
tenggorokan hingga tidak bisa membuka mulut dan sulit menelan, terutama pada 2
hari pertama.

Gejala gondongan lebih berat pada orang dewasa
Benar. Remaja dan dewasa, khususnya pria, bila menderita gondongan biasanya
lebih berat dan lebih lama. Pada anak-anak, gejala gondongan umumnya tidak
terlalu berat. Kendati demikian, dari keseluruhan penderita, sepertiga orang tidak
mempunyai gejala yang berat.
Gondongan bisa menyebabkan tuli dan mandul
Benar. Gejala gondongan pada anak-anak memang tidak terlalu berat, namun
bisa saja menimbulkan komplikasi dan salah satunya adalah gangguan
pendengaran. Sebelum ditemukan vaksin mumps, penyakit ini merupakan salah
satu penyebab ketulian terbanyak pada anak-anak. Timbulnya ketulian ini bisa
tiba-tiba atau bertahap, dan ketulian bisa total atau permanen.
Pada remaja dan dewasa, salah satu komplikasi mumps adalah orchitis
(peradangan testis) yang terjadi beberapa hari setelah pipi mulai bengkak.
Sekitar 30 persen laki-laki post-pubertas yang menderita gondongan akan
mengalami pembengkakan salah satu atau kedua testis yang sangat nyeri.
Akibatnya testis bisa mengalami atrofi (mengecil) secara permanen. Bila terjadi
pada laki-laki yang sudah pubertas, peradangan ini bisa menyebabkan
kemandulan (infertilitas) di kemudian hari, namun untungnya hal ini jarang terjadi.
Selain itu, gondongan bisa menimbulkan komplikasi berat antara lain radang
selaput otak (meningitis) dan radang otak (ensefalitis). Pada laki-laki kadang
terjadi radang sendi (artritis) yang bersifat sementara. Komplikasi pada organ lain
seperti jantung, pankreas, dan ovarium, bahkan kematian, bisa terjadi walaupun
sangat jarang.
Gondongan menular lewat air ludah
Benar. Selama tubuh terinfeksi, virus ini dapat ditemukan pada cairan tubuh seperti air
liur, urin, darah, dan air susu. Penularan virus melalui kontak langsung dengan cairan
tubuh atau benda yang terkontaminasi yaitu mainan, piring, dan lain-lain.

Gondongan tidak terlalu menular seperti campak atau cacar air, namun bisa terjadi
wabah jika ada sekelompok anak atau remaja yang saling kontak erat, misalnya di
sekolah atau panti asuhan. Penularan bisa terjadi 3 hari sebelum hingga 4 hari setelah
bengkaknya kempes. Orang yang kelihatannya tidak ada gejala atau gejalanya ringan
tetap dapat menularkan penyakit. Batuk, bersin, tertawa, atau sekedar berbicara saja
sudah bisa menyebarkan virus ini.

Gondongan         saat    kehamilan     bisa   membuat   janin   cacat   bawaan
Tidak benar. Hingga saat ini dikatakan bahwa infeksi mumps selama kehamilan tidak
mengakibatkan cacat bawaan pada janin, namun infeksi mumps selama trimester
pertama kehamilan dapat meningkatkan risiko keguguran. Sebaliknya, virus rubella
(campak Jerman) dapat mengakibatkan cacat bawaan pada janin. Walaupun tidak
terbukti menyebabkan cacat bawaan, vaksin mumps tidak boleh diberikan pada ibu
hamil atau wanita yang merencanakan untuk hamil dalam tiga bulan mendatang. Anak
dari seorang ibu yang hamil boleh mendapatkan vaksin MMR (Measles Mumps
Rubella); hal ini tidak berbahaya bagi si ibu.
Blau bisa untuk mengobati gondongan
Tidak benar. Banyak orang bilang bila gondongan diberi blau saja, nanti akan sembuh
sendiri. Memang gondongan akan sembuh sendiri seperti halnya penyakit lain yang
disebabkan oleh virus, namun tidak ada bukti ilmiah mengenai khasiat blau. Gejala
gondongan akan berkurang setelah 1 minggu dan menghilang setelah 2 minggu.

Perlu antibiotika untuk mengobati gondongan
Antibiotika tidak perlu diberikan karena penyakit ini disebabkan oleh virus sehingga
tidak akan mati dengan antibiotika. Secara umum tidak ada obat yang khusus untuk
gondongan, obat yang diberikan hanya untuk mengurangi gejalanya saja. Untuk
mengurangi demam dan rasa sakit dapat diberikan Parasetamol. Kompres hangat
atau dingin dapat dilakukan untuk mengurangi nyeri di pipi.

Pipi bengkak pada gondongan akan kempes dengan sendirinya, tapi berapa
lamanya tergantung pada daya tahan tubuh dan ganas tidaknya virus yang
menyerang. Jika daya tahan tubuh bagus, pasti akan lebih cepat sembuh.
Sebaliknya, jika daya tahan tubuh buruk, maka penyakitnya bisa lebih lama. Untuk
itu, pastikan asupan makanan bergizi, banyak minum, dan cukup istirahat. Makanan
sebaiknya yang lunak-lunak dulu agar tidak perlu banyak dikunyah. Hindari makanan
yang asam atau pedas karena dapat merangsang kelenjar ludah sehingga rasa nyeri
bertambah hebat. Apabila terjadi radang testis (orchitis), kompres dingin dapat
mengurangi nyeri.
Yang tidak kalah penting adalah pencegahannya. Berikan imunisasi MMR (Measles
Mumps Rubella) pada si kecil untuk mencegah penyakit campak, gondongan, dan
rubella (campak Jerman). Sebelum vaksinasi terhadap mumps dimulai pada tahun 60-
an, dilaporkan 200.000 kasus gondongan terjadi setiap tahun di Amerika Serikat. Angka
ini turun drastis menjadi kurang dari 1.000 kasus per tahun berkat pemberian vaksinasi
MMR. Kesimpulannya, gondongan bukanlah penyakit yang berbahaya namun dapat
menimbulkan komplikasi yang serius (walaupun jarang) sehingga lebih baik dicegah
dengan pemberian imunisasi MMR.
Pankreatitis Akut
DEFINISI

Pankreatitis Akut adalah peradangan pankreas yang terjadi secara tiba-tiba, bisa
bersifat ringan atau berakibat fatal.

Secara normal pankreas mengalirkan getah pankreas melalui saluran pankreas (duktus
pankreatikus menuju ke usus dua belas jari (duodenum). Getah pankreas ini
mengandung enzim-enzim pencernaan dalam bentuk yang tidak aktif dan suatu
penghambat yang bertugas mencegah pengaktivan enzim dalam perjalanannya menuju
ke duodenum.

Sumbatan pada duktus pankreatikus (misalnya oleh batu empedu pada sfingter Oddi)
akan menghentikan aliran getah pankreas. Biasanya sumbatan ini bersifat sementara
dan menyebabkan kerusakan kecil yang akan segera diperbaiki. Namun bila
sumbatannya berlanjut, enzim yang teraktivasi akan terkumpul di pankreas, melebihi
penghambatnya dan mulai mencerna sel-sel pankreas, menyebabkan peradangan yang
                                      berat.

Kerusakan pada pankreas bisa menyebabkan enzim keluar dan masuk ke aliran darah
atau rongga perut, dimana akan terjadi iritasi dan peradangan dari selaput rongga perut
(peritonitis) atau organ lainnya. Bagian dari pankreas yang menghasilkan hormon,
terutama hormon insulin, cenderung tidak dihancurkan atau dipengaruhi.
PENYEBAB

Batu empedu dan alkoholisme merupakan penyebab terbanyak dari pankreatitis akut
(hampir 80%). Batu empedu tertahan di sfingter Oddi sehingga menghalangi lubang
dari saluran pankreas. Tetapi kebanyakan batu empedu akan lewat dan masuk ke
saluran usus. Meminum alkohol lebih dari 4 ons/hari selama beberapa tahun bisa
menyebabkan saluran kecil pankreas yang menuju ke saluran pankreas utama
tersumbat, akhirnya menyebabkan pankreatitis akut.
Serangan dari suatu pankreatitis bisa dipicu oleh minum alkohol dalam jumlah sangat
banyak atau makan makanan yang sangat banyak. Beberapa keadaan lain juga bisa
menyebabkan pankreatitis akut.

Penyebab Pankreatitis Akut :
   1.  Batu empedu
   2.  Alkoholisme
   3.  Obat-obat, seperti furosemide dan azathioprine
   4.  Gondongan (parotitis)
   5.  Kadar lemak darah yang tinggi, terutama trigliserida
   6.  Kerusakan pankreas karena pembedahan atau endoskopi
   7.  Kerusakan pankreas karena luka tusuk atau luka tembus
   8.  Kanker pankreas
   9.  Berkurangnya aliran darah ke pankreas, misalnya karena tekanan darah
       yang sangat rendah
   10. Pankreatitis bawaan
GEJALA
Hampir setiap penderita mengalami nyeri yang hebat di perut atas bagian tengah,
dibawah tulang dada (sternum). Nyeri sering menjalar ke punggung. Kadang nyeri
pertama bisa dirasakan di perut bagian bawah. Nyeri ini biasanya timbul secara tiba-
tiba dan mencapai intensitas maksimumnya dalam beberapa menit. Nyeri biasanya
berat dan menetap selama berhari-hari.

Bahkan dosis besar dari suntikan narkotikpun sering tidak dapat mengurangi rasa
nyeri ini. Batuk, gerakan yang kasar dan pernafasan yang dalam, bisa membuat
nyeri semakin memburuk. Duduk tegak dan bersandar ke depan bisa membantu
meringankan rasa nyeri.

Sebagian besar penderita merasakan mual dan ingin muntah.

Penderita pankreatitis akut karena alkoholisme, bisa tidak menunjukkan gejala
lainnya, selain nyeri yang tidak terlalu hebat. Sedangkan penderita lainnya akan
terlihat sangat sakit, berkeringat, denyut nadinya cepat (100-140 denyut per menit)
dan pernafasannya cepat dan dangkal.

Pada awalnya, suhu tubuh bisa normal, namun meningkat dalam beberapa jam
sampai 37,8-38,8° Celsius. Tekanan darah bisa tinggi atau rendah, namun
cenderung turun jika orang tersebut berdiri dan bisa menyebabkan pingsan.
Kadang-kadang bagian putih mata (sklera) tampak kekuningan.
20% penderita pankreatitis akut mengalami beberapa pembengkakan pada perut bagian
atas. Pembengkakan ini bisa terjadi karena terhentinya pergerakan isi lambung dan
usus (keadaan yang disebut ileus gastrointestinal) atau karena pankreas yang
meradang tersebut membesar dan mendorong lambung ke depan. Bisa juga terjadi
pengumpulan cairan dalam rongga perut (asites).
Pada pankreatitis akut yang berat (pankreatitis nekrotisasi), tekanan darah bisa turun,
mungkin menyebabkan syok. Pankreatitis akut yang berat bisa berakibat fatal.
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan nyeri perutnya yang khas, terutama pada orang yang
menderita penyakit batu empedu atau pada alkoholik. Pada pemeriksaan fisik, otot
dinding perut tampak kaku. Pada pemeriksan dengan stetoskop, suara pergerakan usus
terdengar berkurang.

Kadar enzim yang dihasilkan oleh pankreas (amilase dan lipase) biasanya meningkat
pada hari pertama namun segera kembali normal pada hari ke3 dan ke7.
Kadang-kadang, kadar enzim ini tidak meningkat karena begitu banyaknya bagian
pankreas yang dirusak sehingga hanya sedikit yang tertinggal dan menghasilkan enzim.

Penderita pankreatitis akut berat memiliki jumlah sel darah merah yang lebih kecil dari
normal, karena adanya perdarahan ke dalam pankreas dan perut.

Pemeriksaan foto rontgen perut standar bisa memperlihatkan pelebaran usus atau
memperlihatkan satu atau lebih batu empedu. Pemeriksaan USG bisa menunjukkan
adanya batu empedu di kandung empedu dan kadang-kadang dalam saluran empedu,
selain itu USG juga bisa menemukan adanya pembengkakan pankreas.

Skening dengan tomografi bisa menunjukkan perubahan ukuran dari pankreas dan
digunakan pada kasus-kasus yang berat dan kasus-kasus dengan komplikasi (misalnya
penurunan tekanan darah yang hebat). Gambaran yang sangat jelas pada tomografi,
membantu dokter dalam menegakkan diagnosis yang tepat.
Pada pankreatitis akut yang berat, skening tomografi (CT scan) membantu
menentukan ramalan penyakitnya (prognosis). Bila pankreas tampak hanya
membengkak ringan, prognosisnya bagus. Bila tampak kerusakan pada sebagian
besar pankreas, maka prognosisnya tidak begitu baik.

Endoskopi kolangiopankreatografi rertograd (tehnik sinar X yang menunjukan
struktur dari saluran empedu dan saluran pankreas) biasanya dilakukan hanya jika
penyebabnya adalah batu empedu pada saluran empedu yang besar. Endoskopi
dimasukkan melalui mulut pasien dan masuk ke dalam usus halus lalu menuju ke
sfingter Oddi. Kemudian disuntikkan zat warna radioopak ke dalam saluran tersebut.
Zat warna ini terlihat pada foto rontgen. Bila pada rontgen tampak batu empedu, bisa
dikeluarkan dengan menggunakan endoskop.
PENGOBATAN
Sebagian besar penderita pankreatitis akut dirawat            di rumah sakit.
Penderita pankreatitis akut ringan harus menghindari semua makanan dan minuman,
karena makan dan minum merangsang pankreas untuk menghasilkan lebih banyak
enzim. Cairan dan zat gizi diberikan melalui infus.

Penderita pankreatitis akut berat biasanya dirawat di unit perawatan intensif, dimana
tanda-tanda vitalnya (nadi, tekanan darah dan pernafasan) dipantau secara ketat.
Pengeluaran air kemih diukur dengan teratur. Juga diambil contoh darah untuk
mengukur berbagai komponen darah, termasuk hematokrit, kadar gula darah, kadar
elektrolit, jumlah sel darah putih dan kadar enzim darah.

Penderita mendapat makanannya melalui infus dan tidak diberikan apa-apa lewat mulut
selama      minimal     2    minggu     dan   mungkin      selama     6    minggu.
Sebuah tabung dimasukan ke dalam hidung menuju ke lambung untuk menjaga
lambungnya tetap kosong dan untuk memberikan antasid guna membantu mencegah
terjadinya tukak lambung. Tabung ini juga berguna untuk mengeluarkan cairan dan
udara terutama bila terdapat mual dan muntah.

Volume darah dipertahankan dengan memberikan cairan intravena dan fungsi jantung
diawasi dengan ketat. Oksigen diberikan melalui sungkup muka atau tabung hidung
untuk meningkatkkan jumlahnya di dalam darah. Bila terapi ini tidak memadai, bisa
dipasang alat bantu nafas untuk membantu pernafasan penderita.Nyeri yang hebat
biasanya diobati dengan meperidine.
Kadang-kadang dibutuhkan pembedahan pada beberapa hari pertama dari pankreatitis
akut yang berat. Pembedahan mungkin digunakan untuk meringankan pankreatitis yang
disebabkan oleh cedera atau pembedahan eksplorasi bisa digunakan untuk
memperjelas diagnosis yang masih mengambang. Kadang-kadang bila kondisi
penderita memburuk setelah minggu pertama, pembedahan dilakukan untuk
mengeluarkan bagian pankreas yang terinfeksi dan tidak berfungsi.

Tejadinya infeksi pada pankreas yang meradang merupakan resiko dari pembedahan,
terutama setelah minggu pertama. Dicurigai adanya infeksi, bila keadaan penderita
memburuk dan timbul demam serta jumlah sel darah putih yang meningkat setelah
gejala lainnya menghilang.

Diagnosis ditegakkan dengan membuat biakan dari contoh darah dan melakukan
pemeriksaan CT scan. Contoh bisa diambil dari bagian pankreas yang terinfeksi dengan
memasukan jarum melalui kulit menuju ke pankreas. Infeksi diobati dengan antibiotik
dan pembedahan.

Kadang-kadang di pankreas terbentuk pseudokista, yang terisi dengan enzim pankreas,
cairan dan jaringan sisa, yang membesar seperti balon. Bila pesudokista berkembang
menjadi lebih besar dan menyebabkan nyeri atau gejala lain, dilakukan dekompresi.
Dekompresi harus segera dilakukan bila pseudokista membesar dengan cepat,
mengalami infeksi, mengalami perdarahan atau tampak akan pecah.
Tergantung pada lokasinya, dekompresi bisa dilakukan dengan memasukkan kateter
melaui kulit dan mengeluarkan isinya sampai kering selama beberapa minggu, atau
melalui prosedur pembedahan.

Jika pankreatitis akut terjadi karena batu empedu, pengobatan tergantung pada tingkat
keparahannya. Bila ringan, pengangkatan kandung empedu biasanya dapat ditunda
sampai gejalanya mereda.

Pankreatitis berat yang disebabkan oleh batu empedu dapat diobati dengan endoskopi
atau pembedahan. Prosedur pembedahan terdiri dari pengangkatan kandung empedu
dan membersihkan salurannya.

Pada penderita usia lanjut yang juga memiliki penyakit lain (misalnya penyakit jantung),
sering dilakukan endoskopi. Tetapi jika pengobatan ini gagal, harus dilakukan
pembedahan.
Bau Mulut
DEFINISI
Bau Mulut (Halitosis) adalah bau tidak sedap yang tercium ketika penderita
menghembuskan                                                    nafasnya.

Halitosis psikogenik merupakan suatu keyakinan bahwa nafas seseorang bau,
padahal sebenarnya tidak.
Masalah ini bisa terjadi pada orang yang cenderung untuk melebih-lebihkan sensasi
tubuh yang normal.
Kadang-kadang halitosis psikogenik disebabkan oleh kelainan jiwa yang serius, seperti
skizofrenia. Seseorang dengan pikiran yang obsesif bisa memiliki perasaan kotor yang
berlebihan. Seseorang yang paranoid bisa memiliki khayalan bahwa organnya rusak.
Keduanya bisa beranggapan/berkeyakinan bahwa nafas mereka bau.
GEJALA
Tercium bau yang tidak sedap ketika penderita menghembuskan nafasnya.
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejalanya,
PENYEBAB
Biasanya bau mulut disebabkan oleh makanan atau zat tertentu yang telah ditelan atau
dihirup, atau oleh fermentasi bagian-bagian makanan dalam mulut.

Bau mulut juga bisa merupakan gejala penyakit tertentu yang mempengaruhi seluruh
tubuh, seperti penyakit hati, kencing manis (diabetes) yang tidak terkontrol, atau
penyakit pada paru-paru atau mulut.

Bau     mulut   biasanya   tidak   disebabkan      oleh   masalah dalam    usus.
Kecuali selama menelan, katup kerongkongan pada mulut lambung tertutup, sehingga
bau dari lambung atau sistem pencernaan yang lebih bawah, tidak akan mencapai
mulut. Tetapi ada tumor pada kerongkongan atau lambung yang menyebabkan cairan
atau gas berbau busuk, mengalami regurgitasi ke dalam mulut.
PENGOBATAN
Penyebab fisik dapat dikoreksi atau disingkirkan. Sebagai contoh, orang bisa berhenti
makan bawang putih atau memperbaiki kebersihan mulutnya.

Banyak pewangi mulut dan semprotan mulut yang bisa dipakai, yang terbaik adalah
yang mengandung klorofil. Atau bisa juga dengan menggunakaan arang yang diaktifkan
yang akan menyerap bau.

Dokter bisa membantu meyakinkan penderita halitosis psikogenik, bahwa nafas mereka
tidak bau. Bila masalahnya berlanjut, mungkin diperlukan bantuan dari seorang
prikoterapis.
2. Gangguan pada Lambung

  Gangguan ini dapat terjadi karena hal-hal berikut
  a. Timbulnya radang pada dinding lambung. Keadaan ini bias terjadi karena
     jumlah makanan yang masuk sedikit, sedangkan produksi getah lambung,
     khususnya HCl tinggi sehingga selaput dinding lambung mengalami
     radang atau ulkus.
  b. Rusaknya sel-sel kelenjar getah lambung. Hal ini akan menyebabkan
     produksi getah lambung menurun.
  c. Gangguan pada lambung juga dapat terjadi karena adanya salah cerna,
     seperti makan terlalu banyak atau karena pengaruh alcohol dan cabai,
     sehingga dapat menimbulkan rasa nyeri. Rasa nyeri yang demikian
     disebut kolik.
Contoh Gangguan pada Lambung
Tukak Lambung (Ulkus)
Dinding lambung diselubungi mukus yang di dalamnya juga terkandung enzim.
Jika pertahanan mukus rusak, enzim pencernaan akan memakan bagian-
bagian kecil dari lapisan permukaan lambung. Hasil dari kegiatan ini adalah
terjadinya tukak lambung. Tukak lambung menyebabkan berlubangnya dinding
lambung sehingga isi lambung jatuh di rongga perut. Sebagian besar tukak
lambung ini disebabkan oleh infeksi bakteri jenis tertentu.
Beberapa gangguan lain pada sistem pencernaan antara lain sebagai berikut:
Peritonitis; merupakan peradangan pada selaput perut (peritonium). Gangguan
lain adalah salah cerna akibat makan makanan yang merangsang lambung,
seperti alkohol dan cabe yang mengakibatkan rasa nyeri yang disebut kolik.
Sedangkan produksi HCl yang berlebihan dapat menyebabkan terjadinya
gesekan pada dinding lambung dan usus halus, sehingga timbul rasa nyeri
yang disebut tukak lambung. Gesekan akan lebih parah kalau lambung dalam
keadaan kosong akibat makan tidak teratur yang pada akhirnya akan
mengakibatkan pendarahan pada lambung. Gangguan lain pada lambung
adalah gastritis atau peradangan pada lambung. Dapat pula apendiks terinfeksi
sehingga terjadi peradangan yang disebut apendisitis.
1. Gastritis
  Gastritis adalah peradangan pada lapisan lambung. Lapisan lambung menahan
  iritasi dan biasanya tahan terhadap asam yang kuat. Tetapi lapisan lambung
  dapat mengalami iritasi dan peradangan karena beberapa penyebab: bakteri,
  stres akut, obat-obatan, terutama aspirin dan obat anti peradangan non-steroid
  lainnya, virus jamur, alergi infeksi cacing gelang.
  Biasanya penderita gastritis mengalami gangguan pencernaan (indigesti) dan
  rasa tidak nyaman di perut sebelah atas. Jika seseorang merasakan nyeri perut
  sebelah atas disertai mual atau heartburn, dokter akan menduganya sebagai
  gastritis.
  Namun, bila gejalanya menetap, jarang diperlukan pemeriksaan dan pengobatan
  dimulai berdasarkan penyebab yang mungkin. Jika diagnosisnya belum
  meyakinkan, mungkin perlu dilakukan pemeriksaan lambung dengan endoskopi
  dan biopsi (pengambilan contoh lapisan lambung untuk diperiksa dibawah
                                      mikroskop).
  Jika gastritis berlanjut atau kambuh kembali, maka dicari penyebabnya, seperti
  infeksi,   makanan,       obat-obatan   atau    kebiasaan  minum    penderita.
  Gastritis karena bakteri bisa diketahui dari hasil pemeriksaan biopsi.
  Penderita gastritis karena bakteri banyak yang membentuk antibodi terhadap
  bakteri penyebabnya, yang bisa ditemukan dalam pemeriksaan darah.
2. Ulkus Peptikum



Ulkus Peptikum adalah luka berbentuk bulat atau oval yang terjadi karena
lapisan lambung atau usus dua belas jari (duodenum) telah termakan oleh
asam lambung dan getah pencernaan. Ulkus yang dangkal disebut erosi.

Ulkus peptikum terjadi pada lapisan saluran pencernaan yang telah terpapar
oleh asam dan enzim-enzim pencernaan, terutama pada lambung dan usus
dua belas jari. Nama dari ulkus menunjukkan lokasi anatomis atau lingkungan
dimana ulkus terbentuk seperti ulkus duodenalis (usus dua belas jari), ulkus
gastrikum lebih jarang ditemukan, biasanya terjadi di sepanjang lengkung atas
lambung., ulkus esofagealis dalam kerongkongan bagian bawah (esofagus)
dan ulkus stres.
3. Dispepsia
  Dispepsia adalah nyeri atau rasa tidak nyaman pada perut bagian atas atau dada,
  yang sering dirasakan sebagai adanya gas, perasaan penuh atau rasa sakit atau
  rasa terbakar di perut. Penyebab Dispepsia adalah :
 1.   Menelan udara (aerofagi)
 2.   Regurgitasi (alir balik, refluks) asam dari lambung
 3.   Iritasi lambung (gastritis)
 4.   Ulkus gastrikum atau ulkus duodenalis
 5.   Kanker lambung
 6.   Peradangan kandung empedu (kolesistitis)
 7.   Intoleransi laktosa (ketidakmampuan mencerna susu dan produknya)
 8.   Kelainan gerakan usus
 9.   Kecemasan atau depresi

 Gejalanya nyeri dan rasa tidak nyaman pada perut atas atau dada mungkin
 disertai dengan sendawa dan suara usus yang keras (borborigmi). Pada beberapa
 penderita, makan dapat memperburuk nyeri; pada penderita yang lain, makan bisa
 mengurangi nyerinya.
Gejala lain meliputi nafsu makan yang menurun, mual, sembelit, diare dan flatulensi
(perut kembung). Bila tidak ditemukan penyebabnya,dokter akan mengobati gejala-
gejalanya.

Antasid atau penghambat H2 seperti cimetidine, ranitidine atau famotidine dapat
dicoba untuk jangka waktu singkat. Bila orang tersebut terinfeksi Helicobacter pylori
di lapisan lambungnya, maka biasanya diberikan bismuth subsalisilate dan antibiotik
seperti amoxicillin atau metronidazole.
Mual & Muntah
DEFINISI
Mual adalah perasaan tidak enak di dalam perut yang sering berakhir dengan muntah.
Muntah adalah pengeluaran isi lambung melalui mulut.
PENYEBAB
Mual dan muntah disebabkan oleh pengaktivan pusat muntah di otak.
Muntah merupakan cara dramatis tubuh untuk mengeluarkan zat yang merugikan.
Muntah dapat disebabkan karena makan atau menelan zat iritatif atau zat beracun
atau makanan yang sudah rusak.
Beberapa orang menjadi mual dan mungkin muntah karena mengendarai perahu,
mobil atau pesawat terbang. Muntah bisa terjadi selama kehamilan, terutama pada
mingu-mingu pertama dan pada pagi hari.

Banyak obat-obatan, termasuk obat anti kanker dan pereda nyeri golongan opiat
seperti     morfin,        dapat     menyebabkan     mual     dan     muntah.
Penyumbatan mekanis pada usus akan menyebabkan muntah karena makanan dan
cairan berbalik arah dari sumbatan tersebut.
Iritasi atau peradangan lambung, usus atau kandung empedu, juga dapat
menyebabkan muntah.
Masalah psikis juga dapat menyebabkan mual dan muntah (muntah psikogenik).
Ada muntah yang disengaja, yaitu pada penderita bulimia untuk menurunkan berat
badannya.
Muntah yang disengaja, merupakan respon keadaan untuk memperoleh keuntungan,
seperti untuk menghindari pergi ke sekolah.

Muntah psikogenik juga dapat terjadi karena ancaman atau situasi yang tidak disukai
yang menyebabkan kecemasan.

Muntah bisa merupakan ekspresi dari permusuhan, sebagai contoh ketika seorang anak
muntah selama marah. Atau muntah mungkin disebabkan oleh pertentangan psikologis
yang kuat. Sebagai contoh, seorang wanita yang ingin memiliki anak bisa muntah pada
tanggal atau mendekati tanggal dimana dulu dia mengalami operasi pengangkatan
rahim.

GEJALA

Mual, muntah kering dan salivasi yang berlebihan sering terjadi sesaat sebelum
terjadinya muntah.

Meskipun penderita umumnya merasa tidak enak badan selagi muntah, tetapi setelah
terjadinya muntah akan timbul rasa nyaman.
DIAGNOSA
Untuk mengetahui penyebabnya, dokter akan menanyakan gejala-gejala lain yang
menyertainya.

Dilakukan pemeriksaan sederhana seperti pemeriksaan darah dan air kemih lengkap,
dan kemudian pemeriksaan darah yang lebih rumit dan pemeriksan rontgen dan USG
dari kandung empedu, pankreas, lambung dan usus.

PENGOBATAN
Bila penyebab fisiknya diketahui, maka segera diobati.

Bila masalahnya memiliki dasar psikis, pengobatan bisa terdiri dari penanaman kembali
rasa percaya diri atau obat-obatan yang diresepkan.
Mungkin perlu melakukan pertemuan rutin dengan seorang ahli jiwa untuk membantu
memecahkan masalah yang rumit.
Untuk menekan rasa mual, bisa diberikan obat anti muntah.
Hernia Hiatal
DEFINISI
Hernia Hiatal adalah penonjolan dari suatu bagian lambung melalui diafragma, dari
posisinya yang normal di dalam perut.

Diafragma adalah lembaran otot yang digunakan untuk bernafas, yang merupakan
pembatas antara dada dan perut.

Pada sliding hiatal hernia, perbatasan antara kerongkongan dan lambung, juga
sebagian dari lambung, yang secara normal berada di bawah diafragma, menonjol ke
atas diagragma.

Pada hernia hiatal paraesofageal, perbatasan antara kerongkongan dan lambung
berada dalam tempat yang normal yaitu di bawah diafragma, tetapi bagian dari
lambung ada yang terdorong ke atas diafragma dan terletak di samping
kerongkongan.

Hernia hiatal sering terjadi, terutama pada usia                  diatas   50   tahun.
Akibat dari kelainan ini bisa terjadi regurgitasi asam lambung.
PENYEBAB
Penyebab hernia hiatal biasanya tidak diketahui, tetapi bisa terjadi karena adanya
kelamahan pada jaringan penyokong.
Faktor resiko terjadinya hernia hiatal pada dewasa adalah:
- pertambahan usia
- kegemukan
- merokok.
Pada anak-anak, hernia hiatal biasanya merupakan suatu cacat bawaan.
Hernia hiatal pada bayi biasanya disertai dengan refluks gastroesofageal.
GEJALA
Penderita sliding hernia hiatal mencapai lebih dari 40% orang, tetapi kebanyakan tanpa
gejala. Gejala yang terjadi biasanya ringan.

Hernia hiatal paraesofageal umumnya tidak menyebabkan gejala. Tetapi bagian yang
menonjol ini bisa terperangkap atau terjepit di diafragma dan mengalami kekurangan
darah.

Bila keadaannya serius dan timbul nyeri, disebut penjeratan (strangulasi), yang
membutuhkan pembedahan darurat.

Kadang terjadi perdarahan mikroskopis atau perdarahan berat dari lapisan hernia, yang
bisa terjadi pada kedua jenis hernia hiatal tersebut.
Kanker Lambung
DEFINISI
Tumor jinak di lambung agaknya tidak menimbulkan gejala atau masalah medis. Tetapi
kadang-kadang, beberapa mengalami perdarahan atau berkembang menjadi kanker.

Sekitar 99% kanker lambung adalah adenokarsinoma. Kanker lambung lainnya adalah
leiomiosarkoma (kanker otot polos) dan limfoma.

Kanker lambung lebih sering terjadi pada usia lanjut. Kurang dari 25 % kanker tertentu
terjadi pada orang di bawah usia 50 tahun. Di Cina, Jepang, Cili dan Iceland, kanker
lambung sering sekali ditemukan. Di AS, lebih sering terjadi pada orang miskin, orang
kulit hitam dan orang yang tinggal di utara. Dan merupakan penyebab kematian no 7,
yang terjadi pada sekitar 8 dari setiap 100.000 orang.
PENYEBAB
Kanker lambung sering dimulai pada sisi dimana lapisan lambung meradang. Tetapi
banyak ahli yakin bahwa peradangan adalah akibat dari kanker lambung, bukan sebagai
penyebab kanker. Beberapa ahli berpendapat, ulkus gastrikum bisa menyebabkan
kanker. Tapi kebanyakan penderita ulkus dan kanker lambung, kemungkinan sudah
mengidap     kanker   yang    tidak  terdeteksi   sebelum      tukaknya   terbentuk.

Helicobacter pylori, kuman yang memegang peranan penting dalam ulkus duodenalis,
juga bisa berperan dalam terjadinya kanker lambung.

Polip lambung, suatu pertumbuhan jinak yang berbentuk bundar, yang tumbuh ke dalam
rongga lambung, diduga merupakan pertanda kanker dan oleh karena itu polip selalu
diangkat.
Kanker mungkin terjadi bersamaan dengan jenis polip tertentu, yaitu polip yang lebih
besar dari 1,8 cm atau polip yang jumlahnya lebih dari 1.
Faktor makanan tertentu diperkirakan berperan dalam pertumbuhan kanker lambung.
Faktor-faktor ini meliputi :
- asupan garam yang tinggi
- asupan karbohidrat yang tinggi
- asupan bahan pengawet (nitrat) yang tinggi
- asupan sayuran hijau dan buah yang kurang.
Tetapi tidak satupun dari faktor-faktor tersebut yang telah terbukti menyebabkan kanker.
GEJALA
Pada stadium awal kanker lambung, gejalanya tidak jelas dan sering tidak dihiraukan.
Jika gejalanya berkembang, bisa membantu menentukan dimana lokasi kanker lambung
tersebut. Sebagai contoh, perasaan penuh atau tidak nyaman setelah makan bisa
menunjukkan adanya kanker pada bagian bawah lambung.

Penurunan berat badan atau kelelahan biasanya disebabkan oleh kesulitan makan atau
ketidakmampuan menyerap beberapa vitamin dan mineral.

Anemia bisa diakibatkan oleh perdarahan bertahap yang tidak menyebabkan gejala
lainnya.
Kadang penderita juga bisa mengalami muntah darah yang banyak (hematemesis) atau
mengeluarkan tinja kehitaman (melena).
Bila kanker lambung bertambah besar, mungkin akan teraba adanya massa pada
dinding perut.

Pada stadium awal, tumor lambung yang kecil bisa menyebar (metastasis) ke tempat
yang jauh. Penyebaran tumor bisa menyebabkan pembesaran hati, sakit kuning
(jaundice), pengumpulan cairan di perut (asites) dan nodul kulit yang bersifat ganas.
Penyebaran kanker juga bisa menyebabkan pengeroposan tulang, sehingga terjadi
patah tulang.
DIAGNOSA
Gejala kanker lambung bisa dikelirukan dengan tukak lambung. Bila gejala tidak hilang
setelah penderita minum obat untuk ulkus atau bila gejalanya meliputi penurunan berat
badan, maka dicurigai suatu kanker lambung.

Pemeriksaan rontgen yang menggunakan barium untuk menandai perubahan di
permukaan lambung sering dilakukan, tetapi jarang bisa menemukan kanker lambung
yang kecil dan dalam stadium awal.

Endoskopi adalah prosedur diagnostik yang paling baik karena :
- memungkinkan dokter melihat lambung secara langsung
- bisa mencari adanya Helicobacter pylori, kuman yang berperan dalam kanker lambung
- bisa mengambil contoh jaringan untuk pemeriksaan mikroskopis.
PENGOBATAN
Polip lambung jinak diangkat dengan menggunakan endoskopi.
Bila karsinoma ditemukan di dalam lambung, pembedahan biasanya dilakukan untuk
mencoba menyembuhkannya. Sebagian besar atau semua lambung dan kelenjar
getah bening di dekatnya ikut diangkat. Bila karsinoma telah menyebar ke luar dari
lambung, tujuan pengobatannya adalah untuk mengurangi gejala dan memperpanjang
harapan hidup.
Kemoterapi       dan     terapi    penyinaran      bisa    meringankan      gejala.
Hasil kemoterapi dan terapi penyinaran pada limfoma lebih baik daripada karsinoma.
Mungkin penderita akan bertahan hidup lebih lama bahkan bisa sembuh total.
3. Gangguan pada Usus
  Bila gerakan peristaltik dinding usus cepat maka penyerapan air lambat,
  akibatnya menimbulkan diare. Sebaliknya, bila gerakan peristaltik dinding usus
  sangat lambat maka dorongan makanan juga lambat. Penyerapan air yang
  cukup tinggi menyebabkan fese keras, timbulah sembelit atau konstipasi.
  Untuk mengurangi terjadinya konstipasi dapat dilakukan dengan makan
  makanan yang banyak mengandung serat-serat selulosa, misalnya buah-
  buahan dan sayur-sayuran.
  Diare
  Apabila kim dari perut mengalir ke usus terlalu cepat maka defekasi menjadi
  lebih sering dengan feses yang mengandung banyak air. Keadaan seperti ini
  disebut diare. Penyebab diare antara lain ansietas (stres), makanan tertentu,
  atau organisme perusak yang melukai dinding usus. Diare dalam waktu lama
  menyebabkan hilangnya air dan garam-garam mineral, sehingga terjadi
  dehidrasi.
  Konstipasi (Sembelit)
  Sembelit terjadi jika kim masuk ke usus dengan sangat lambat. Akibatnya, air
  terlalu banyak diserap usus, maka feses menjadi keras dan kering. Sembelit ini
  disebabkan karena kurang mengkonsumsi makanan yang berupa tumbuhan
  berserat dan banyak mengkonsumsi daging.
Penyakit Seliak
DEFINISI
Penyakit Seliak (Nontropical Sprue, Enteropati Gluten, Celiac Sprue) merupakan
suatu penyakit keturunan, dimana terjadi alergi karena intoleransi terhadap gluten
(sejenis protein), yang menyebabkan perubahan dalam usus sehingga terjadi
malabsorbsi

PENYEBAB
Penyakit keturunan ini disebabkan oleh kepekaan terhadap gluten, yaitu protein yang
terdapat dalam terigu dan gandum hitam, dan dalam jumlah yang lebih kecil terdapat
dalam barley dan gandum.

Pada kelainan ini, sebagian dari molekul gluten bergabung dengan antibodi di dalam
usus halus, menyebabkan lapisan usus yang berjonjot-jonjot menjadi rata.
Permukaan yang rata ini kurang mampu mencerna dan menyerap makanan.
Jika makanan yang mengandung gluten ini dihindari, maka permukaan usus dan
fungsinya akan kembali normal.
GEJALA
Penyakit seliak bisa dimulai pada umur berapa saja. Pada bayi, gejalanya tidak
akan muncul, sampai dia makan makanan yang mengandung gluten.
Penyakit seliak sering tidak menyebabkan diare atau tinja yang berlemak, dan
seorang anak hanya akan menampakan gejala yang ringan, yang sering dianggap
sakit perut biasa. Beberapa anak mengalami kegagalan pertumbuhan, perut
kembung yang terasa sakit dan mengeluarkan tinja yang pucat, berbau busuk dan
jumlahnya sangat banyak. Anemia terjadi karena kekurangan zat besi. Jika kadar
protein darah menurun drastis, akan terjadi penimbunan cairan dan pembengkakan
jaringan (edema). Pada beberapa penderita, gejala tersebut tidak nampak sampai
mencapai usia dewasa.

Gejala tambahan dapat terjadi karena kekurangan zat gizi akibat malabsorbsi.
Gejala tersebut antara lai penurunan berat badan, nyeri pada tulang, kesemutan
pada lengan dan tungkai. Penderita penyakit Seliak yang sudah timbul pada masa
kanak-kanak, akan memiliki tulang-tulang panjang yang abnormal. Tergantung pada
berat dan lamanya kelainan, penderita bisa memiliki kadar protein, kalsium, natrium
dan kalium darah yang rendah.

Kekurangan protrombin yang diperlukan dalam proses pembekuan darah akan
menyebabkan penderita mudah menjadi memar dan mudah mengalami
                               perdarahan.
Anak perempuan dengan penyakit Seliak mungkin tidak akan mengalami siklus
menstruasi.
DIAGNOSA
Dicurigai suatu penyakit Seliak, bila seorang anak tampak pucat, bokongnya datar
dan perutnya buncit meskipun makannya benar; terutama jika ada riwayat penyakit
ini dalam keluarganya.

Pemeriksaan laboratorium dan foto rontgen dapat membantu memperkuat
                                diagnosis.
Kadang dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk mengukur penyerapan xilosa,
suatu gula sederhana.

Diagnosis juga diperkuat dengan melakukan biopsi usus halus, yang menunjukkan
permukaannya yang mendatar dan pemeriksaan diulang setelah makanan yang
mengandung gluten dihentikan.
PENGOBATAN

Gluten mutlak harus dihindari, karena dengan hanya makan sedikit gluten saja
sudah menimbulkan keluhan. Sebaiknya penderita berkonsultasi pada seorang
ahli gizi untuk mengetahui makanan apa saja yang dapat dimakannya, sebab
gluten juga terdapat pada sup, saus, es krim dan hotdog.

Kadang, anak-anak yang cukup serius menderita penyakit ini pada saat pertama
kali didiagnosis, membutuhkan makanan yang diberikan melalui infus secara
berkala. Tetapi hal ini jarang terjadi pada penderita dewasa.

Sebagian penderita memberikan respon yang buruk atau gejalanya akan muncul
                                       lagi.
Hal ini bisa terjadi karena diagnosis yang salah atau karena kelainan ini sudah
masuk ke dalam fase yang tidak memberikan respon.Bila hal ini terjadi maka
diberikan kortikosteroid.

Pemberian makanan yang tidak mengandung gluten akan memperbaiki
prognosis penyakit ini pada anak-anak maupun dewasa. Tetapi penyakit ini bisa
berakibat fatal, terutama jika terjadi pada dewasa dan berat. Sebagian kecil
penyakit seliak pada dewasa berkembang menjadi limfoma usus.
Kanker Usus Halus
DEFINISI
Kebanyakan tumor usus halus adalah jinak.
Tumor ganas yang kurang sering ditemukan meliputi karsinoma, limfoma dan tumor
karsinoid.

TUMOR JINAK
Tumor jinak pada usus halus meliputi:
- Lipoma (sel-sel lemak)
- Neurofibroma (sel-sel saraf)
- Fibroma (jaringan ikat)
- Leiomioma (sel-sel otot).

Kebanyakan tumor jinak tidak menyebabkan gejala. Tetapi tumor yang berukuran besar
bisa menyebabkan terdapatnya darah salam tinja, penyumbatan usus (sebagian atau
total), atau penjeratan usus bila satu bagian usus masuk ke usus yang berada di
depannya (intususepsi).

Bisa dilakukan pemeriksaan endoskopi untuk mengamati tumor dan mengambil contoh
untuk pemeriksaan mikroskopik. Foto rontgen barium dapat menunjukkan seluruh usus
halus dan bisa digunakan untuk menggambarkan keadaan tumor.
Arteriografi (foto rontgen yang diambil setelah zat warna disuntikkan ke dalam pembuluh
darah) bisa dilakukan pada pembuluh darah usus, terutama bila tumornya berdarah.
Teknetium radioaktif bisa disuntikkan ke dalam pembuluh darah dan dilihat hasilnya
pada foto rontgen. Prosedur ini membantu menentukan lokasi dari tumor yang berdarah.

Perdarahan kemudian dikoreksi dengan pembedahan. Pertumbuhan kecil bisa
dihancurkan melalui endoskopi dengan elektrokauter, panas atau fototerapi laser.

Untuk pertumbuhan yang besar, mungkin perlu dilakukan pembedahan.
TUMOR GANAS
Karsinoma pada usus halus jarang terjadi. Tetapi lebih sering terjadi pada penderita
penyakit Crohn di usus halus.

Limfoma, kanker yang terjadi pada sistem getah bening, bisa tumbuh pada bagian
tengah usus halus (jejunum) atau bagian bawah usus halus (ileum).
Limfoma bisa menyebabkan bagian usus menjadi kaku dan memanjang. Kanker ini lebih
sering ditemukan pada penderita penyakit seliak.

Usus halus, terutama ileum, adalah bagian yang paling sering terkena tumor karsinoid.
Tumor bisa menyebabkan penyumbatan dan perdarahan ke dalam usus, yang bisa
menimbulkan gejala berupa darah dalam tinja, nyeri kram perut, perut menggelembung
dan muntah. Tumor karsinoid bisa mengeluarkan hormon yang menyebabkan diare dan
kemerahan di kulit.

Diagnosis kanker usus halus dibuat berdasarkan hasil foto rontgen barium, endoskopi
atau pembedahan eksplorasi.

Pengobatan terbaik adalah pengangkatan tumor.
Sarkoma Kaposi
Sarkoma Kaposi yang sangat ganas, terutama terjadi di Afrika dan pada penerima organ
cangkokan serta penderita AIDS. Tumor ini bisa dimulai di bagian usus mana saja, tetapi
biasanya dimulai dari lambung, usus halus atau di akhir usus besar.

Walaupun biasanya tidak menimbulkan gejala, penderita bisa mengalami diare dan
tinjanya bisa mengandung protein dan darah. Bisa terjadi intususepsi (masuknya
sebagian usus ke dalam usus di dekatnya), cenderung menyumbat usus dan
menghentikan aliran darah ke usus, sehingga perlu dilakukan pembedahan darurat.

Sarkoma Kaposi juga bisa muncul sebagai bintik merah keunguan di kulit.

Untuk memperkuat diagnosis, perlu dilakukan pembedahan eksplorasi.

Pengobatannya adalah pengangkatan tumor melalui pembedahan.
4. Gangguan Pencernaan karena Infeksi
 Kemungkinan masuknya kuman penyakit bersama makanan atau minuman yang
 kita konsumsi cukup besar. Bila kuman-kuman tersebut menginfeksi saluran
 pencernaan maka terganggulah sistem pencernaan.
 Beberapa infeksi pada system pencernaan yang sangat mengganggu, yaitu
 Peritonitis
 DEFINISI
 Peritonitis adalah peradangan yang biasanya disebabkan oleh infeksi pada
 selaput rongga perut (peritoneum).
 Peritoneum adalah selaput tipis dan jernih yang membungkus organ perut dan
 dinding perut sebelah dalam.
 PENYEBAB
 Peritonitis biasanya disebabkan oleh :
1. Penyebaran infeksi dari organ perut yang terinfeksi. Yang sering menyebabkan
   peritonitis adalah perforasi lambung, usus, kandung empedu atau usus buntu.
   Sebenarnya peritoneum sangat kebal terhadap infeksi. Jika pemaparan tidak
   berlangsung terus menerus, tidak akan terjadi peritonitis, dan peritoneum
   cenderung mengalami penyembuhan bila diobati.
2. Penyakit radang panggul pada wanita yang masih aktif melakukan kegiatan seksual
3. Infeksi dari rahim dan saluran telur, yang mungkin disebabkan oleh beberapa jenis
   kuman (termasuk yang menyebabkan gonore dan infeksi chlamidia)
4. Kelainan hati atau gagal jantung, dimana cairan bisa berkumpul di perut (asites)
   dan mengalami infeksi
5. Peritonitis dapat terjadi setelah suatu pembedahan. Cedera pada kandung
    empedu, ureter, kandung kemih atau usus selama pembedahan dapat
    memindahkan bakteri ke dalam perut. Kebocoran juga dapat terjadi selama
    pembedahan untuk menyambungkan bagian usus.
6. Dialisa peritoneal (pengobatan gagal ginjal) sering mengakibatkan peritonitis.
   Penyebabnya biasanya adalah infeksi pada pipa saluran yang ditempatkan di
   dalam perut.
7. Iritasi tanpa infeksi. Misalnya peradangan pankreas (pankreatitis akut) atau
   bubuk bedak pada sarung tangan dokter bedah juga dapat menyebabkan
   peritonitis tanpa infeksi.
GEJALA
Gejala peritonitis     tergantung    pada     jenis   dan    penyebaran      infeksinya.

Biasanya penderita muntah, demam tinggi dan merasakan nyeri tumpul di perutnya.
Bisa terbentuk satu atau beberapa abses.

Infeksi dapat meninggalkan jaringan parut dalam bentuk pita jaringan (perlengketan,
adhesi) yang akhirnya bisa menyumbat usus.
Bila peritonitis tidak diobati dengan seksama, komplikasi bisa berkembang dengan
cepat. Gerakan peristaltik usus akan menghilang dan cairan tertahan di usus halus dan
usus besar. Cairan juga akan merembes dari peredaran darah ke dalam rongga
peritoneum. Terjadi dehidrasi berat dan darah kehilangan elektrolit. Selanjutnya bisa
terjadi komplikasi utama, seperti kegagalan paru-paru, ginjal atau hati dan bekuan darah
yang menyebar.
DIAGNOSA
Foto rontgen diambil dalam posisi berbaring dan berdiri. Gas bebas yang terdapat
dalam perut dapat terlihat pada foto rontgen dan merupakan petunjuk adanya perforasi.

Kadang-kadang sebuah jarum digunakan untuk mengeluarkan cairan dari rongga perut,
yang akan diperiksa di laboratorium, untuk mengidentifikasi kuman penyebab infeksi
dan memeriksa kepekaannya terhadap berbagai antibiotika.

Pembedahan eksplorasi merupakan teknik diagnostik yang paling dapat dipercaya.

PENGOBATAN
Biasanya yang pertama dilakukan adalah pembedahan eksplorasi darurat, terutama bila
terdapat apendisitis, ulkus peptikum yang mengalami perforasi atau divertikulitis. Pada
peradangan pankreas (pankreatitis akut) atau penyakit radang panggul pada wanita,
pembedahan darurat biasanya tidak dilakukan.

Diberikan antibiotik yang tepat, bila perlu beberapa macam antibiotik diberikan
bersamaan.

Cairan dan elektrolit bisa diberikan melalui infus.
Apendisitis
DEFINISI
Apendisitis merupakan peradangan pada usus buntu (apendiks).

Usus buntu merupakan penonjolan kecil yang berbentuk seperti jari, yang terdapat di
usus besar, tepatnya di daerah perbatasan dengan usus halus.

Usus buntu mungkin memiliki beberapa fungsi pertahanan tubuh, tapi bukan merupakan
organ yang penting




 Apendisitis sering terjadi pada usia antara 10-30 tahun.
PENYEBAB
Penyebab apendisitis belum sepenuhnya dimengerti. Pada kebanyakan kasus,
peradangan dan infeksi usus buntu mungkin didahului oleh adanya penyumbatan di
dalam usus buntu. Bila peradangan berlanjut tanpa pengobatan, usus buntu bisa pecah.

Usus buntu yang pecah bisa menyebabkan :
-   masuknya kuman usus ke dalam perut, menyebabkan peritonitis, yang bisa
    berakibat fatal
-   terbentuknya abses
-   pada wanita, indung telur dan salurannya bisa terinfeksi dan menyebabkan
    penyumbatan pada saluran yang bisa menyebabkan kemandulan
-   masuknya kuman ke dalam pembuluh darah (septikemia), yang bisa berakibat fatal.
GEJALA
Apendisitis memiliki gejala kombinasi yang khas, yang terdiri dari mual,
muntah dan nyeri yang hebat di perut kanan bagian bawah.
Nyeri bisa secara mendadak dimulai di perut sebelah atas atau di sekitar
pusar, lalu timbul mual dan muntah.

Setelah beberapa jam, rasa mual hilang dan nyeri berpindah ke perut kanan
bagian bawah. Jika dokter menekan daerah ini, penderita merasakan nyeri
tumpul dan jika penekanan ini dilepaskan, nyeri bisa bertambah tajam.

Demam bisa mencapai 37,8-38,8° Celsius.

Pada bayi dan anak-anak, nyerinya bersifat menyeluruh, di semua bagian
perut. Pada orang tua dan wanita hamil, nyerinya tidak terlalu berat dan di
daerah ini nyeri tumpulnya tidak terlalu terasa.

Bila usus buntu pecah, nyeri dan demam bisa                menjadi   berat.
Infeksi yang bertambah buruk bisa menyebabkan syok.
    DIAGNOSA

Pemeriksaan darah menunjukan jumlah sel darah putih agak meningkat, sebagai
respon terhadap infeksi.

Biasanya, pada stadium awal apendisitis, pemeriksaan-pemeeriksaan seperti
foto rontgen, CT scan, dan USG kurang bermanfaat.

Diagnosis biasanya ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan fisik dan
gejalanya.
PENGOBATAN

Pembedahan segera dilakukan, untuk mencegah terjadinya ruptur (peca),
terbentuknya abses atau peradangan pada selaput rongga perut
(peritonitis).

Pada hampir 15% pembedahan usus buntu, usus buntunya ditemukan
normal. Tetapi penundaan pembedahan sampai ditemukan penyebab nyeri
perutnya, dapat berakibat fatal. Usus buntu yang terinfeksi bisa pecah
dalam waktu kurang dari 24 jam setelah gejalanya timbul. Bahkan meskipun
apendisitis bukan penyebabnya, usus buntu tetap diangkat. Lalu dokter
bedah akan memeriksa perut dan mencoba menentukan penyebab nyeri
yang sebenarnya.

Pembedahan yang segera dilakukan bisa mengurangi angka kematian pada
apendisitis. Penderita dapat pulang dari rumah sakit dalam waktu 2-3 hari
dan penyembuhan biasanya cepat dan sempurna.

Usus buntu yang pecah, prognosisnya lebih serius. 50 tahun yang lalu,
kasus yang ruptur sering berakhir fatal. Dengan pemberian antibiotik, angka
kematian mendekati nol.
Divertikulitis
DEFINISI
Divertikulitis adalah peradangan atau infeksi pada satu atau beberapa divertikula.
Divertikulitis jarang terjadi pada orang yang berumur dibawah 40 tahun.




PENYEBAB
Penyebab terjadinya infeksi pada divertikula masih belum pasti.
nfeksi mungkin terjadi jika tinja atau bakteri terperangkap di dalam divertikula.
GEJALA
Gejala awalnya adalah nyeri, nyeri tumpul (biasanya pada bagian kiri bawah perut) dan
demam.
KOMPLIKASI
Peradangan pada divertikula bisa menyebabkan terjadinya hubungan abnormal (fistula)
antara usus besar dan organ lain. Kebanyakan fistula terbentuk diantara kolon sigmoid
dan kandung kemih. Fistula ini lebih sering terjadi pada pria, tapi bila rahim sudah
diangkat, resiko terbentuknya fistula pada wanita akan meningkat. Pada fistula tertentu,
isi usus, termasuk bakteri normal, masuk ke kandung kemih dan menyebabkan infeksi
saluran kemih.

Fistula lain dapat terjadi diantara usus besar dengan usus halus, rahim, vagina, dinding
perut atau bahkan dengan paha atau dada.

Komplikasi lainnya yang mungkin terjadi adalah:
-peradangan di jaringan sekitarnya
-penyebaran peradangan ke dinding usus
-pecahnya dinding divertikula
-Abses
-Infeksi perut (peritonitis)
-Perdarahan
-Penyumbatan usus.
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya.

Pemeriksaan rontgen dengan barium enema dilakukan untuk memperkuat diagnosis
atau untuk mengevaluasi masalah yang dapat merusak atau menembus usus yang
meradang, sehingga pemeriksaan ini biasanya ditunda selama beberapa minggu.

Radang usus buntu (apendisitis) dan kanker usus besar (kanker kolon) atau kanker
indung telur (kanker ovarium), paling sering dikelirukan dengan divertikulitis.
Pemeriksaan CT scan atau USG dilakukan untuk memastikan masalahnya bukan
radang usus buntu atau abses. Untuk menyingkirkan dugaan kanker, bisa dilakukan
kolonoskopi, terutama bila terjadi perdarahan.

Pembedahan eksplorasi mungkin perlu dilakukan untuk memperkuat diagnosis.
PENGOBATAN
Divertikulitis yang ringan bisa diobati di rumah dengan istirahat, diet makanan cair dan
antibiotik per-oral (melalui mulut). Gejala biasanya menghilang dengan cepat.
Setelah beberapa hari, bisa diberikan diet rendah serat dan psilium. Setelah satu bulan,
bisa mulai lagi diberikan diet tinggi serat.

Penderita dengan gejala yang lebih berat, seperti nyeri perut yang terlokalisir, demam
dan gejala lain dari infeksi serius atau komplikasi, umumnya dirawat di rumah sakit.
Diberikan cairan infus dan antibiotik, istirahat total di tempat tidur dan tidak minum
maupun makan apapun melalui mulut, sampai gejalanya menghilang.

Bila keadaannya tidak membaik, terutama bila nyeri, nyeri tekan dan demam makin
meningkat, mungkin perlu dilakukan pembedahan. Hanya sekitar 20% penderita
divertikulitis yang membutuhkan pembedahan karena keadaannya tidak membaik,
dimana sekitar 70% mengalami nyeri dan peradangan, dan yang lainnya lagi
mengalami perdarahan, fistula atau penyumbatan.

Pembedahan darurat harus dilakukan pada penderita yang mengalami perforasi dan
peritonitis.Bagian yang mengalami perforasi diangkat, dan dibuat saluran antara usus
besar dan permukaan kulit (kolostomi).
Jika terjadi perdarahan hebat, sumbernya dapat diidentifikasi dengan melakukan
pemeriksaan angiografi (menyuntikan zat warna ke dalam pembuluh darah yang
memasok darah ke usus besar lalu difoto rontgen). Penyuntikan vasopresin (obat yang
menyempitkan pembuluh balik) dapat mengendalikan perdarahan namun berbahaya,
terutama pada usia lanjut.

Pada bebarapa kasus, perdarahan timbul lagi dalam beberapa hari, sehingga diperlukan
pembedahan. Pengangkatan bagian usus yang terkena dimungkinkan hanya bila
sumber perdarahannya diketahui. Jika tidak, bagian usus yang diangkat lebih banyak
lagi (kolektomi subtotal). Bila tanpa pengobatan, perdarahan berhenti (atau berkurang),
cara terbaik untuk menentukan penyebab perdarahan adalah dengan melakukan
kolonoskopi.

Pengobatan untuk fistula meliputi pengangkatan bagian usus besar dimana fistula
dimulai dan menyatukan kembali ujung-ujungnya.
Alasan dilakukannya pembedahan elektif pada divertikulitis

 Keadaan                                  Alasan

 Terjadi 2 kali atau lebih serangan
 divertikulitis atau 1 kali serangan pada Resiko tinggi terjadinya komplikasi
 penderita dibawah usia 50 tahun

 Perkembangan penyakit yg cepat           Resiko tinggi terjadinya komplikasi

 Massa lunak di perut yang menetap        Bisa merupakan keganasan

 Foto rontgen menunjukkan perubahan
 yg mencurigakan di bagian bawah          Bisa merupakan keganasan
 usus besar (kolon sigmoid)

 Nyeri waktu berkemih pada laki-laki
                                          Merupakan petunjuk akan adanya
 dan pada wanita yang menjalani
                                          perforasi pada kandung kemih
 pengangkatan rahim
 Nyeri perut mendadak pada orang          Usus besar bisa mengalami perforasi
 yang minum kortikosteroid                ke rongga perut
SELESAI

								
To top