Docstoc

Pengaruh obat-obatan dan narkotika

Document Sample
Pengaruh obat-obatan dan narkotika Powered By Docstoc
					             Assalamualaikum Wr. Wb.
                   Selamat Pagi
                        XI IPA 2
Kelompok 3:
1. Achmad Jamaludin
2. Agung Liza
3. Denny Septiadi
4. Muhammad Ibrahim
5. Sevtiandy Muhammad
PENGARUH OBAT-OBATAN DAN NARKOTIKA
       TERHADAP SISTEM SARAF
                                    OBAT
Obat adalah suatu bahan yang berbentuk padat atau cair atau gas yang
menyebabkan pengaruh terjadinya perubahan fisik dan atau psykologik
pada tubuh. Hampir semua obat berpengaruh terhadap sistem saraf pusat.
Obat tersebut bereaksi terhadap otak dan dapat mempengaruhi pikiran
seseorang yaitu perasaan atau tingkah laku, hal ini disebut obat psykoaktif.
Penggunaan obat dalam dunia kedokteran adalah untuk menyembuhkan
atau mengembalikan tubuh dalam kondisi seimbang dengan lingkungan.
Keadaan sakit sendiri sebenarnya merupakan suatu respons terhadap
penyebab tertentu.

Obat yang berbahaya yang termasuk dalam kelompok obat yang
berpengaruh pada system saraf pusat (SSP/CNS) adalah obat yang dapat
menimbulkan ketagihan/adiksi (drug addict). Obat-obat yang sifatnya hanya
mengurangi atau menghilangkan rasa sakit tetapi tidak menghilangkan
penyebab sakit, mempunyai efek kesembuhan semu.
                         Obat Pada Sistem Saraf Pusat


1. Obat depresansia sistem saraf pusat
   Obat yang termasuk golongan ini adalah obat yang berefek menghambat aktifitas
   sistem saraf pusat secara spesifik maupun umum. Yang termasuk menghambat
   sistem saraf pusat secara umum adalah obat dalam kelompok anastesi umum
   adalah sebagai berikut:

   a) Golongan obat sedative-hipnotik
      Yang termasuk dalam golongan ini ialah obat yang yang menyebabkan
      depresi ringan (sedative) sampai terjadi efek tidur (hipnotika). Pada efek
      sedative penderita akan menjadi lebih tenang karena kepekaan kortek
      serebri berkurang. Disamping itu kewaspadaan terhadap lingkungan,
      aktivitas motorik dan reaksi spontan menurun. Kondisi tersebut secara
      klinis gejalanya menunjukkan kelesuan dan rasa kantuk. Yang termasuk
      golongan obat sedative-hipnotik adalah Ethanol (alcohol).
   b) Golongan analgesic
      Yang termasuk golongan obat analgesic adalah obat yang berefek pada
      penghilangan rasa nyeri. Yang termasuk dalam golongan obat ini adalah
      morfin dan kodein.
2. Obat stimulansia sistem saraf pusat
   Obat yang termasuk golongan ini pada umumnya ada dua mekanisme
   yaitu    Memblokade     system     penghambatan      dan   meninggikan
   perangsangan synopsis. Obat stimulansia ini bekerja pada system saraf
   dengan meningkatkan transmisi yang menuju atau meninggalkan otak.
   Stimulan tersebut dapat menyebabkan orang merasa tidak dapat tidur,
   selalu siaga dan penuh percaya diri. Stimulan dapat meningkatkan denyut
   jantung, suhu tubuh dan tekanan darah..

  a) Obat yang bersifat stimulansia sedang:
     • Cafein dalam kopi, teh dan minuman kokakola
     • Ephedrin yang digunakan untuk pengobatan bronchitis dan asthma
     • Nikotin dalam tembakau, selain bagi perokok berat yang digunakan
       untuk relaks/istirahat
  b) Obat yang bersifat stimulansia kuat:
     • Amphetamine, termasuk amphetamine yang illegal seperti “Shabu”
     • Kokaine atau coke atau crack
     • Ecstasy
3. Obat halusinogenik
   Orang yang mengkonsumsi obat ini akan menjadi orang yang sering
   berhalusinasi, misalnya mereka mendengar atau merasakan sesuatu
   yang ternyata tidak ada. Pengaruh obat halusinogenik ini sangat
   bervariasi, sehingga sulit diramalkan bagaimana atau kapan mereka
   mulai berhalusinasi. Yang termasuk obat halusinogenik adalah ekstasi.

4. Golongan Marijuna, Hashis dan Canabis
   Golongangan obat ini ialah obat yang termasuk dalam obat terlarang.
   Obat yang termasuk dalam golongan ini menyebabkan efek ketagihan
   atau adiktif/addict.
Berikut ini adalah jenis-jenis obat-obat yang mempengaruhi sistem saraf yang
akan diterangkan dalam presentasi ini:




                                                                       •Opium
                                                                       •Morfin
                                                                       •Heroin
                                                                       •Kokain




                                                                       •Nikotin
                                                                       •Kafein
                                                                       •Teobromin
                            ALKOHOL

Alkohol adalah suatu produk yang berasal dari bahan alami juga yang diproses
melalui mekanisme fermentasi buah, Jamur, dan beberapa jenis tanaman
kaktus dapat diproses menjadi obat yang bersifat halusinogenik
(menyebabkan khayalan). Alkohol merupakan obat luar yang mempunyai efek
desinfektan, artinya mampu membunuh kuman. Alkohol sering dipakai untuk
minuman yang dapat menghangatkan tubuh. Hal ini disebabkan karena
memang etanol yang digunakan sebagai bahan dasar pada minuman tersebut,
bukan metanol, atau grup alkohol lainnya. Begitu juga dengan alkohol yang
digunakan dalam dunia famasi. Alkohol yang dimaksudkan adalah etanol.
Alkohol dapat menyebabkan kecanduan atau adiksi fisiologik. Adiksi
adalah suatu kondisi dimana seseorang mengerjakan atau
menggunakan sesuatu sebagai kebiasaan (habit) atau suatu
keharusan/kewajiban (compulsory) karena bila tidak dilakukan akan
menyebabkan rasa ketidak nyamanan. Adiksi berpengaruh terhadap
psikologik dan fisiologik penderita, dimana penyalahgunaan (abuse)
obat cenderung menyebabkan terjadinya adiksi ini. Kecanduan berarti
seseorang didorong keinginan untuk meminum alkohol dengan takaran
atau kadar alkohol yang semakin menigkat.
Efek yang ditimbulkan oleh alkohol:

• Merasa lebih bebas lagi mengekspresikan diri, tanpa ada perasaan terhambat.
• Menjadi lebih emosional (sedih, senang, marah secara berlebihan).
• Muncul akibat kefungsi fisik - motorik, yaitu bicara cadel, pandangan menjadi
  kabur, sempoyongan, inkoordinasi motorik dan bisa sampai tidak sadarkan diri.
• Kemampuan mental mengalami hambatan, yaitu gangguan untuk memusatkan
  perhatian dan daya ingat terganggu.
• Pengguna biasanya merasa dapat mengendalikan diri dan mengontrol tingkah
  lakunya. Pada kenyataannya mereka tidak mampu mengendalikan diri seperti yang
  mereka sangka mereka bisa. Oleh sebab itu banyak ditemukan kecelakaan mobil
  yang disebabkan karena mengendarai mobil dalam keadaan mabuk.
• Pemabuk atau pengguna alkohol yang berat dapat terancam masalah kesehatan
  yang serius seperti radang usus, penyakit liver, dan kerusakan otak.
• Kadang-kadang alkohol digunakan dengan kombinasi obat - obatan berbahaya
  lainnya, sehingga efeknya jadi berlipat ganda. Bila ini terjadi, efek keracunan dari
  penggunaan kombinasi akan lebih buruk lagi dan kemungkinan mengalami over
  dosis akan lebih besar.
Gejala saat berhenti meminum alkohol:
• Hiperaktifitas otonomik (berkeringat, denyut nadi melebihi 100)
  peningkatan tremor tangan.
• Insomnia (tidak bisa tidur)
• Mual atau muntah
• Halusinasi atau ilusi pengelihatan, pendengaran, perabaan
• Agitasi psikomotor (gerakan menjadi kacau)
• Kecemasan
• Kejang




          Alkohol untuk Obat      Alkohol untuk Minuman Keras
                        NARKOTIKA
Dalam dunia medis, narkotika berguna untuk menghilangkan rasa sakit dan
menimbulkan ketenangan, tetapi dapat menimbulkan adiksi. Narkotika
dapat dipakai dengan berbagai cara. Beberapa dapat dimasukkan lewat
mulut dan disuntik. Jenis lainnya dipakai dalam bentuk dihisap seperti
rokok dan dihisap melalui hidung secara langsung. Berikut ini adalah bahan
yang termasuk narkotika:

1. Opium
   adalah bahan baku narkotika yang diperoleh dari kelopak bibit bunga
   madat (Papaver somniferum L. atau paeoniflorum) yang belum matang.




                     Papaver somniferum L. atau paeoniflorum
2. Morfin
   Morfin adalah hasil olahan dari opium/candu
   mentah. Morfin merupakan alkaloida utama dari
   opium. Morfin rasanya pahit, berbentuk tepung
   halus berwarna putih atau dalam bentuk cairan
   berwarna. Pemakaiannya dengan cara dihisap dan
   disuntikkan. Morfin berfungsi untuk menekan rasa
   sakit.
                                                        Morfin


3. Heroin
   Heroin mempunyai kekuatan yang dua kali lebih
   kuat dari morfin. Heroin, yang secara farmakologis
   mirip dengan morfin menyebabkan orang menjadi
   mengantuk dan perubahan mood yang tidak
   menentu. Walaupun pembuatan, penjualan dan
   pemilikan heroin adalah ilegal, tetapi diusahakan
   heroin tetap tersedia bagi pasien dengan penyakit
                                                        Heroin
   kanker.
4. Kodein
   Kodein termasuk garam/turunan dari opium. Efek codein lebih
   lemah daripada heroin, dan potensinya untuk menimbulkan
   ketergantungaan rendah. Biasanya dijual dalam bentuk pil atau
   cairan jernih. Cara pemakaiannya ditelan dan disuntikkan.
   Kodein digunakan sebagai peredam sakit ringan. Kodein selalu
   dibuat dalam bentuk pil atau cairan dan bisa diambil baik secara
   sendirian atau gabungan dengan kafein dan aspirin. Kodein
   sangat berperan untuk meredakan batuk.                             Kodein



5. Kokain
   Kokain adalah zat yang adiktif yang sering disalahgunakan dan
   merupakan zat yang sangat berbahaya. Saat ini kokain masih
   digunakan sebagai bius lokal, khususnya untuk pembedahan
   mata, hidung dan tenggorokan. Kokain diklasifikasikan sebagai
   narkotika, bersama dengan morfin dan heroin karena efek
   adiktif dan efek merugikannya telah dikenali.
                                                                      Kokain
                                 VALIUM
Valium merupakan obat yang menimbulkan rasa tenang, santai, dan tidak ada beban.
Valium termasuk obat yang tergolong kelompok sedatif-hipnotik atau ansiolitik.
Sedatif adalah obat yang menurunkan ketegangan subyektif dan menginduksi
ketenangan mental. Istilah "sedatif" sesungguhnya adalah sama dengan dengan istilah
"ansiolitik", yaitu obat yang menurunkan kecemasan.
                          AMFETAMIA

Merupakan obat perangsang yang dapat menyebabkan orang tetap terjaga.
Dengan penggunaan obat ini, bisa menimbulkan kelelahan yang berlebihan,
sehingga kesehatannya mengalami kemunduran. Bila setelah lama terjaga,
penderita meminum obat penenang seperti fortifura agar dapat tidur.




                                      AMFETAMIA
                        BAHAN PENIKMAT
Zat-zat penikmat dapat menimbulkan adiksi fisiologik. Untuk itu dianjurkan untuk
tidak menggunakan setiap hari. Berikut ini adalah yang termasuk bahan penikmat:

1. Nikotin
   Nikotin adalah obat yang bersifat adiktif, sama seperti
   Kokain dan Heroin. Bentuk nikotin yang paling umum
   adalah tembakau, yang dihisap dalam bentuk rokok,
   cerutu, dan pipa. Tembakau juga dapat digunakan
   sebagai tembakau sedotan dan dikunyah (tembakau
   tanpa asap). Nikotin merupakan racun syaraf yang
   potensial dan digunakan sebagai bahan baku berbagai
   jenis insektisida. Pada konsentrasi rendah, zat ini dapat
   menimbulkan kecanduan khususnya pada rokok. Nikotin
   memiliki kemampuan menghambat kemampuan tubuh
   untuk melawan sel-sel kanker, akan tetapi nikotin tidak
   menyebabkan perkembangan sel-sel sehat menjadi sel-           Nikotin pada rokok
   sel kanker.
Efek yang ditimbulkan oleh nikotin:
Tetapi pemaparan jangka panjang disertai dengan penurunan aliran darah, berbeda
dengan efek stimulasinya pada sistem saraf pusat, bertindak sebagai relaksan otot.
Nikotin adalah zat kimia yang sangat toksik. Dosis 60 mg pada orang dewasa dapat
mematikan, karena paralisis (kegagalan) pernafasan.
2. Kafein
   Kafein, paling sering ditemukan dalam bentuk kopi dan
   teh. Kafein terkenal dengan rasanya yang pahit dan
   berlaku sebagai perangsang sistem saraf pusat, jantung,
   dan pernafasan. Kafein juga bersifat dapat dikeluarkan
   melalui urine. Terlalu banyak kafein dapat
   menyebabkan mabuk. Antara gejala penyakit ini ialah
   keresahan, kerisauan, insomnia, keriangan, muka
   merah, dan sering kencing. Gejala-gejala ini bisa terjadi
   walaupun hanya 250 mg kafein.

3. Teobromin
   Teobromin terdapat pada coklat. Komponen itu
   termasuk ke dalam golongan methylxanthine,
   seperti halnya kafein. Namun, efek yang
   diberikannya sangat berbeda. Theobromin bersifat
   ringan dan memberikan efek stimulan yang
   lambat, sedangkan kafein bersifat kuat dan
   memberikan efek stimulan yang cepat.
                                                               Rumus KimiaTeobromin

				
DOCUMENT INFO
Stats:
views:254
posted:3/28/2012
language:Malay
pages:20
Sevtiandy Muhammad Sevtiandy Muhammad Mr. http://blogkopong.hol.es
About Jika belum kenal saya pendiam.. Jika sudah kenal saya ga bisa diam..