SISTEM SARAF OTONOM by Sevtiandy_Muhammad

VIEWS: 1,903 PAGES: 32

									            KeLompok II
Anggota :
•   Anita Meydeli
•   Aulia Prima
•   Benita Fitriana
•   Syiffa Fauziah
•   Winda Alamsari

               XI IA 2
SISTEM SARAF OTONOM
          Sistem saraf otonom atau tak sadar merupakan motorik, jadi merupakan
saraf eferen. Namun demikian bebeda dengan saraf eferen parifer. Saraf periferen
sasarannya adalah otot-otot yang bekerja di bawah kehendak, dikenal sebagai
saraf eferen somatik, sedangkan saraf eferen pada saraf otonom sasarannya
adalah alat-alat dalam sehingga dikenal dengan vseral eferen. Sistem saraf ini
mengendalikan gerak organ-organ tubuh untuk bekerja otomatis. Misalnya
peredaran, pernapasan, perubahan pupil, dan lain-lain.
          Sistem saraf otonom disusun oleh serabut saraf yang berasal dari otak
maupun dari sumsum tulang belakang dan menuju organ yang bersangkutan. Dalam
sistem ini terdapat beberapa jalur dan masing-masing jalur membentuk sinapsis
yang kompleks dan juga membentuk ganglion. Urat saraf yang terdapat pada
pangkal ganglion disebut urat saraf pra ganglion dan yang berada pada ujung
ganglion disebut urat saraf post ganglion.
          Sistem saraf otonom dapat dibagi atas sistem saraf simpatik dan sistem
saraf parasimpatik. Perbedaan struktur antara saraf simpatik dan parasimpatik
terletak pada posisi ganglion. Saraf simpatik mempunyai ganglion yang terletak di
sepanjang tulang belakang menempel pada sumsum tulang belakang sehingga
mempunyai urat pra ganglion pendek, sedangkan saraf parasimpatik mempunyai
urat pra ganglion yang panjang karena ganglion menempel pada organ yang
dibantu.
          Fungsi sistem saraf simpatik dan parasimpatik selalu berlawanan
(antagonis). Sistem saraf parasimpatik terdiri dari keseluruhan "nervus vagus"
bersama cabang-cabangnya ditambah dengan beberapa saraf otak lain dan saraf


sumsum sambung.
     Macam Macam Saraf Otak dan Pengaruhnya
No   Nama         Jenis Fungsi        Tempat Pengiriman           Yang Menyebabkan
                                      Impuls Saraf



1    Olfaktori    Sensori             Epitel Olfaktori            Indera Pembau

2    Optik        Sensori             Mata                        Indera Penglihatan

3    Okulomot     Motor               Empat otot dari enam otot   Gerakan Bola mata
     or                               mata

4    Troklear     Motor               Sato Otot dari enam otot    Gerakan bola mata
                                      mata

5    Trigeminal   Sensori dan motor   Tiga cabang: otot kepala    Gerakan otot mata yang
                                      dan wajah, gigi-gigi di     menyebabkan ekspresi sensasi
                                      rahang bawah, dan otot      pada gigi dan bagian-bagian
                                      rahang                      pada kulit rahang, gerakan
                                                                  rahang


6    Abdusen      Motor               Satu otot dari enam mata    Gerakan bola mata

7    Fasial       Sensori dan motor   Wajah dan kelenjar ludah    Sensasi dan gerak otot wajah
8    Auditori(a   Sensori       Telinga dalam              Indera pendengaran
     kustik)




9    Glosofarin Sensori dan     Lidah dan Faring           Sensasi dan pergerakan
     g          motor                                      pada lidah dan faring


10   Vagus        Sensori dan   Jeroan(jantung, lambung,   Berperan dalam gerakan
                  motor         dan lainnya                dan sensasi pada jantung
                                                           dan organ-organ dalam




11   Spinal       Motor         Jeroan(jantung, lambung,   Berperan dalam gerakan
     aksesori                   dan lainnya                dan sensasi pada jantung
                                                           dan organ-organ dalam




12   Hipoglosa Motor            Otot lidah                 Pergerakan lidah dan
     l                                                     berbicara
        Saraf Simpatis
        saraf ini berpangkal pada sumsum pada sumsum tulang belakang di
        daerah leher dan pinggang sehingga sering disebut saraf
        torakolumbal. Fungsi sistem saraf ini adalah untuk mengaktifkan
        berbagai organ tubuh agar bekerja otomatis. Serabutnya saraf
        menuju keotot polos alat peredaran, alat pernapasan dan alat
        pencernaan. Sifat saraf simpatis adalah mengaktifkan kerja alat.



Saraf Parasimpatis
Serabut saraf ini berpangkal pada sumsum lanjutan atau medulla oblongata
dan di sakrum. Sifat kerja sistem saraf ini berlawanan dengan sifat kerja
saraf simpatis. Bila saraf simpatis. Bila saraf simpatis yang menuju ke suatu
alat tubuh bekerja mengaktifkan maka kerja saraf parasimpatis yang menuju
kealat tersebut menghambat.
Sebaliknya, jika kerja saraf menghambat fungsi suatu alat maka saraf
parasimpatis akan mengaktifkannya. Efek kerja yang berlawanan tersebut
akan menghasilkan suatu peristiwa yang menuju keadaan normal.
      Fungsi dan Perbedaan
Parasimpatik                  Simpatik
• menstimulasi aliran ludah   • memperbesar pupil
• memperlambat denyut         • menghambat aliran ludah
  jantung                     • mempercepat denyut
• membesarkan bronkus           jantung
• menstimulasi sekresi        • mengecilkan bronkus
  kelenjar pencernaan         • menghambat sekresi
• mengerutkan kantung           kelenjar pencernaan
  kemih                       • menghambat kontraksi
• mengecilkan pupil             kandung kemih
         Sistem saraf pusat meliputi otak (latin: 'ensefalon') dan sumsum tulang
   belakang (latin: 'medula spinalis'). Keduanya merupakan organ yang sangat lunak,
   dengan fungsi yang sangat penting maka perlu perlindungan. Selain tengkorak dan
   ruas-ruas tulang belakang, otak juga dilindungi 3 lapisan selaput meninges . Bila
   membran ini terkena infeksi maka akan terjadi radang yang disebut meningitis.
   Ketiga lapisan membran meninges dari luar ke dalam adalah sebagai berikut:
         Durameter; merupakan selaput yang kuat dan bersatu dengan tengkorak.
   Araknoid; disebut demikian karena bentuknya seperti sarang labah-labah. Di
   dalamnya terdapat cairan serebrospinalis ; semacam cairan limfa yang mengisi sela
   sela membran araknoid. Fungsi selaput araknoid adalah sebagai bantalan untuk
   melindungi otak dari bahaya kerusakan mekanik.
         Piameter. Lapisan ini penuh dengan pembuluh darah dan sangat dekat dengan
   permukaan otak. Agaknya lapisan ini berfungsi untuk memberi oksigen dan nutrisi
   serta mengangkut bahan sisa metabolisme.
   Otak dan sumsum tulang belakang mempunyai 3 materi esensial yaitu:

1. badan sel yang membentuk bagian materi kelabu (substansi grissea)
2. serabut saraf yang membentuk bagian materi putih (substansi alba)
3. sel-sel neuroglia, yaitu jaringan ikat yang terletak di antara sel-sel saraf di dalam
   sistem saraf pusat
         Walaupun otak dan sumsum tulang belakang mempunyai materi sama tetapi
   susunannya berbeda. Pada otak, materi kelabu terletak di bagian luar atau kulitnya
   (korteks) dan bagian putih terletak di tengah. Pada sumsum tulang belakang bagian
   tengah berupa materi kelabu berbentuk kupu-kupu, sedangkan bagian korteks
   berupa materi putih.
                                                IMPULS
Bila tubuh mendapatkan rangsangan maka rangsangan tersebut akan
diterima oleh reseptor. Selanjutnya, impuls rangsangan dihantar oleh
dendrit kebadan sel saraf, selanjutnya melalui akson akan diteruskan
                       ke dendrit neuron lainnya.
 Bila impuls telah sampai di ujung akson maka ujung akson tersebut
    akan melepaskan zat yang disebut neurohumor. Zat ini bersifat
      memacu dan menghantarkan impuls ke ujung dendrit neuron
                              berikutnya.
      Untuk menghantarkan impuls diperlukan oksigen yang dapat
digunakan oleh sel saraf sendiri untuk oksidasi biologis. Oleh karena
   itu, berolahraga dan minum yang banyak dapat menyehatkan dan
                           menyegarkan otak.
    Benang saraf atau urat saraf, terdiri atas kelompok akson dan
  dendrit yang digabungkan dalam satu selubung. Sedangkan badan-
  badan sel saraf berkumpul membentuk simpul saraf atau ganglion.
        Ganglion yang terdapat diotak disebut ganglion otak dan
   yangterdapat di sumsum tulang belakang ganglion sumsum tulang
                               belakang.
  Gerak merupakan pola koordinasi yang sangat sederhana untuk menjelaskan
                         penghantaran impuls oleh saraf.
 Gerak pada umumnya terjadi secara sadar, namun, ada pula gerak yang terjadi
   tanpa disadari yaitu gerak refleks. Impuls pada gerakan sadar melalui jalan
 panjang, yaitu dari reseptor, ke saraf sensori, dibawa ke otak untuk selanjutnya
  diolah oleh otak, kemudian hasil olahan oleh otak, berupa tanggapan, dibawa
     oleh saraf motor sebagai perintah yang harus dilaksanakan oleh efektor.
   Gerak refleks berjalan sangat cepat dan tanggapan terjadi secara otomatis
terhadap rangsangan, tanpa memerlukan kontrol dari otak. Jadi dapat dikatakan
gerakan terjadi tanpa dipengaruhi kehendak atau tanpa disadari terlebih dahulu.
           Contoh gerak refleks misalnya berkedip, bersin, atau batuk.
 Pada gerak refleks, impuls melalui jalan pendek atau jalan pintas, yaitu dimulai
  dari reseptor penerima rangsang, kemudian diteruskan oleh saraf sensori ke
pusat saraf, diterima oleh set saraf penghubung (asosiasi) tanpa diolah di dalam
 otak langsung dikirim tanggapan ke saraf motor untuk disampaikan ke efektor,
yaitu otot atau kelenjar. Jalan pintas ini disebut lengkung refleks. Gerak refleks
  dapat dibedakan atas refleks otak bila saraf penghubung (asosiasi) berada di
 dalam otak, misalnya, gerak mengedip atau mempersempit pupil bila ada sinar
 dan refleks sumsum tulang belakang bila set saraf penghubung berada di dalam

             sumsum tulang belakang misalnya refleks pada lutut.
Lengkung refleks yang menggambarkan
              mekanisme
jalannya impuls pada lutut yang dipukul
                       Penghantar Impuls
                  Bila tubuh mendapat rangsangan maka rangsangan tersebut akan
     diterima oleh reseptor. Selanjutnya, impuls rangsangan dihantarkan oleh dendrit
     kebadan sel saraf, selanjutnya melalui akson akan diteruskan ke dendrit neuron
     lainnya. Hubungan antara akson suatu neuron dengan dendrit neuron lainnya di sebut
     sinapsis.
                  Bila impuls telah sampai di ujung akson maka ujung akson tersebut akan
     melepaskan zat yang disebut neurohumor. Zat ini bersifat memacu dan
     menghantarkan impuls ke ujung dendrit neuron berikutnya.

        Beberapa Neurohumor yang telah dikenal antara lain :
1.   Asetikolin, yang merupakan zat pemacu pada hubungan antara neuron dengan
     neuron, neuron dengan otot saraf lintang, dan neuron dengan otot polos usus.
2.   Adrenalin ( epineferin ), zat ini merupakan hormon yang dihasilkan oleh kelenjar anak
     ginjal dan berfungsi sebagai pemacu hubungan otot dengan neuron, dan neuron
     dengan otot polos bronkus.

                  Epineferin bekerja sebagai penghantar (inhibitor). Disamping epinefrin
     zat yang berperan sebagai inhibitor adalah zat kimi yang disebut simpatin. Kerja zat
     inhibitor dapat dihapus oleh enjim kolisnesterase yang terdapat pada sinapsis.
                  Untuk menghantarkan inpuls diperlukan oksigen yang dapat digunakan
     oleh sel saraf sendiri untuk osidasi biologis. Dalam proses ini dibebaskan CO2, yang
     dapat menyebabkan saraf mudah lelah. Kelelahan saraf dalam menghantarkan inpuls.
                  Benang-benang saraf atau urat saraf terdiri atas kelompok akson dan
     dendrit yang digabungkan dalam satu selubung. Sedangkan badan-badan sel saraf
     berkumpul membentuk simpul saraf atau ganglion. Ganglion yang terdapat di otak di
     sebut ganglion otak dan yang terdapat disumsum tulang belakang disebut ganglion
     sumsum tulang belakag.
     Penghantaran Impuls melalui sel saraf
         Penghantaran impuls baik yang berupa rangsangan ataupun
tanggapan melalui serabut saraf (akson) dapat terjadi karena adanya
perbedaan potensial listrik antara bagian luar dan bagian dalam sel.
Pada waktu sel saraf beristirahat, kutub positif terdapat di bagian luar
dan kutub negatif terdapat di bagian dalam sel saraf. Diperkirakan
bahwa rangsangan
(stimulus) pada indra menyebabkan terjadinya pembalikan perbedaan
potensial listrik sesaat. Perubahan potensial ini (depolarisasi) terjadi
berurutan sepanjang serabut saraf. Kecepatan perjalanan gelombang
perbedaan potensial bervariasi antara 1 sampai dengart 120 m per
detik, tergantung pada diameter akson dan ada atau tidaknya selubung
mielin.
Bila impuls telah lewat maka untuk sementara serabut saraf tidak dapat
dilalui oleh impuls, karena terjadi perubahan potensial kembali seperti
semula (potensial istirahat). Untuk dapat berfungsi kembali diperlukan
waktu 1/500 sampai 1/1000 detik.
         Energi yang digunakan berasal dari hasil pemapasan sel yang
dilakukan oleh mitokondria dalam sel saraf.
         Stimulasi yang kurang kuat atau di bawah ambang (threshold)
tidak akan menghasilkan impuls yang dapat merubah potensial listrik.
Tetapi bila kekuatannya di atas ambang maka impuls akan dihantarkan
sampai ke ujung akson. Stimulasi yang kuat dapat menimbulkan jumlah
impuls yang lebih besar pada periode waktu tertentu daripada impuls
yang lemah.
Penghantaran Impuls Melalui Sinapsis
         Titik temu antara terminal akson salah satu neuron dengan neuron
lain dinamakan sinapsis. Setiap terminal akson membengkak membentuk
tonjolan sinapsis. Di dalam sitoplasma tonjolan sinapsis terdapat struktur
kumpulan membran kecil berisi neurotransmitter; yang disebut vesikula
sinapsis. Neuron yang berakhir pada tonjolan sinapsis disebut neuron pra-
sinapsis. Membran ujung dendrit dari sel berikutnya yang membentuk sinapsis
disebut post-sinapsis.
         Bila impuls sampai pada ujung neuron, maka vesikula bergerak dan
melebur dengan membran pra-sinapsis. Kemudian vesikula akan melepaskan
neurotransmitter berupa asetilkolin. Neurontransmitter adalah suatu zat
kimia yang dapat menyeberangkan impuls dari neuron pra-sinapsis ke post-
sinapsis. Neurontransmitter ada bermacam-macam misalnya asetilkolin yang
terdapat di seluruh tubuh, noradrenalin terdapat di sistem saraf simpatik,
dan dopamin serta serotonin yang terdapat di otak.
          Asetilkolin kemudian berdifusi melewati celah sinapsis dan menempel
pada reseptor yang terdapat pada membran post-sinapsis. Penempelan
asetilkolin pada reseptor menimbulkan impuls pada sel saraf berikutnya. Bila
asetilkolin sudah melaksanakan tugasnya maka akan diuraikan oleh enzim
asetilkolinesterase yang dihasilkan oleh membran post-sinapsis.
         Bagaimanakah penghantaran impuls dari saraf motor ke otot? Antara
saraf motor dan otot terdapat sinapsis berbentuk cawan dengan membran
pra-sinapsis dan membran post-sinapsis yang terbentuk dari sarkolema yang
mengelilingi sel otot. Prinsip kerjanya sama dengan sinapsis saraf-saraf
lainnya.
Lokasi, anatomi, dan cara kerja
                       sinapsis
     Proses Konduksi
  Impuls saraf atau informasi berita didapat berlangsung didalam tubuh
  karena adanya loncatan listrik yang disebabkan adanya jarak antara
neuron yang disebabkan adanya jarak antara neuron yang satu dan yang
        lain, disebut sinapsis. Konduksi ini disebut sinapsis listrik.
   Pada saat plasma sel saraf dalam keadaan istirahat, membran bagian
 luarnya bermuatan listrik positif. Saat terdapat impuls, membran yang
semula positif berubah menjadi negatif. Membran berikutnya yang semula
 negatif menjadi positif. Dengan yang demikian, proses konduksi impuls
                          saraf terus berlangsung.
    Di samping sinapsis listrik, dikenal pula sinapsis kimiawi, sinapsis
   neuromuskuler, dan sinapsis neuroglandelur. Pada samping kimiawi,
    impuls saraf disampaikan melalui zat kimia tertentu yang disebut
neurotransmiter. Konduksi impuls berlangsung hanya satu arah, yaitu dari
   neuron prasinapsis keneuron paska sinapsis. Sinapsis neuromuskuler
menghubungkan neuron dan mukulus, sedangkan sinapsis neuroglanduer
   meng-hubungkan sel neuron dengan glandula atau kelenjar. Untuk
                        memahami konduksi impuls.
        Baik disadari maupun tidak,tubuh kita selalu melakukan gerak. Bahkan
seseorang yang tidak memiliki kesempurnaan pun akan tetap melakukan gerak.
Saat kita tersenyum,mengedipkan mata atau bernapas sesungguhnya telah
terjadi gerak yang disebabkan oleh kontrasi otot.
        Gerak terjadi begitu saja. Gerak terjadi melalui mekanisme rumit dan
melibatkan banyak bagian tubuh.Terdapat banyak komponen – komponen tubuh
yang terlibat dalam grak iniBaik itu disadari maupun tidak disadari.
        Gerak adalah suatu tanggapan tehadap rangsangan baik itu dari dalam
tubuh maupun dari luar tubuh. Gerak merupakan pola koordinasi yang sangat
sederhana untuk menjelaskan penghantaran impuls oleh saraf.
        Dan dalam melakukan gerak tubuh kita melakukan banyak koordinasi
dengan perangkat tubuh yang lain.Hal ini menunjukkan suatu kerja sama yang
siergis.
        Kita dapat bayangkan diri kita berada dalam sebuah lorong yang gelap
Semua indera kita pun akan siap siaga.Telinga pasti akan mendengar segala
sesuatu sehalus apa pun. Kemudian kita menabrak sesuatu. Dalam keadaan
seperti itu diri kita pasti refleks melompat bahkan akan menjerit.Denyut jantung
akan cepat dan secara refeks kita pun berlari. Begitulah salah satu contoh gerak
refleks yang terjadi pada diri kita.
        Seluruh mekanisme gerak yang terjadi di tubuh kita tak lepas dari peranan
system saraf. Sistem saraf ini tersusun atas jaringan saraf yang di dalamnya
terdapat sel-sel saraf atau neuron. Meskipun system saraf tersusun dengan
sangat kompleks,tetapi sebenarnya hanya tersusun atas 2 jenis sel,yaitu sel saraf
dan sel neuroglia.
 Gerak tubuh dapat di bedakan menjadi dua, yaitu gerak yang
disadari dan gerak yang tidak di sadari. Pada gerak yang di lalui
                            impuls.




   Gerak Sadar



                       Reseptor     Saraf Sensorik


                                                        Otak
                                    Saraf Motorik
             Efektor
Karena sesuatu dan lain hal, sering terjadi rangsangan yang melalui saraf sensorik tidak
sampai ke efektor. Peristiwa ini di sebut refleks. Refleks merupakan suatu mekanisme
respons dalam usaha melindungi tubuh atau mengelak dari rangsangan yang
membahayakan atau mencelakakan. Respons yang terjadi pada refleks berlangsung cepat
dan tidak disadari oleh yang bersangkutan. Refleks semacam ini merupakan refleks
bawaan yang pusat sumsum tulang belakang. Berdasarkan reaksi yang terjadi dari suatu
refleks, dikenal ada dua macam refleks, yaitu refleks sederhana (tunggal) dan refleks
kompleks.

a)    Refleks tunggal, bila refleks ini hanya menyrtakan efektor tunggal.
b)    Refleks Kompleks, bila refleks ini mengikutsertakan banyak efektor.

         Pada saat inpuls neuron sensori sapai sumsum tulang belakang,
      disamping diteruskan oleh neuron asiasi keneuron motorik, ada
      pula impuls yang dikirimkan ke otak besar.
         Selain refleks bawaan ada pula refleks yang dipelajari, yaitu
      suatu reaksi tubuh karena latihan secara teratur dan terus menerus,
      sehingga kalau ada rangsangan yang sesuai dengan apa yang
      dilatih tersebut reaksinya akan cepat seperti refleks. Gerak yang
      ditimbulkan oleh peritiwa refleks disebut gerak refleks. Jarak
      terpendek yang dilalui impuls untuk gerak refleks disebut lengkung
      refleks.
                 Gerak Refleks

               Neuron
Reseptor       Sensorik             Sumsum tulang belakang




                          Neuron
                          Motorik
     Efektor
 Neron sensorik dengan neuron motorik di hubungkan
oleh neuron konektor. Bila neuron konektor terdapat di
 dalam sumsum tulang belakang maka dsebut refleks
sumsum tulang belakang.Bila terletak neuron konektor
        pada otak maka disebut refleks otak.



 Refleks pupil adalah menyempit melebarnya pupil
mata guna menyesuaikan dengan intensitas cahaya
   yang masuk mata. Refleks kejap mata adalah
 menutup membukanga kelopak mata bila ada zat
  masuk atau menyesuaikan dengan kekeringan.
Kemampuan refleks seseorang merupakan sifat yang
                  dapat diturunkan
        Impuls pada gerakan sadar
melalui   jalan   panjang,   yaitu   dari
reseptor, ke saraf sensori, dibawa ke
otak untuk selanjutnya diolah oleh otak,
kemudian hasil olahan oleh otak, berupa
tanggapan, dibawa oleh saraf motor
sebagai perintah yang harus dilaksanakan
oleh efektor.

                     Gerak refleks berjalan sangat cepat dan tanggapan
                     terjadi secara otomatis terhadap rangsangan, tanpa
                     memerlukan kontrol dari otak. Jadi dapat dikatakan
                     gerakan terjadi tanpa dipengaruhi kehendak atau
                     tanpa disadari terlebih dahulu. Contoh gerak refleks
                     misalnya berkedip, bersin, atau batuk. Dimana gerak
                     refleks ini merupakan gerak yang dihasilkan oleh
                     jalur saraf yang paling sederhana. Jalur saraf ini
                     dibentuk oleh sekuen dari neuron sensorik
                     ,interneuron, dan neuron motorik, yang mengalirkan
                     impuls saraf untuk tipe refleks tertentu. Gerak refleks
                     yang paling sederhanahanya memerlukandua tipe sel
                     saraf, yaitu neuron sensorik dan neuron motorik.
                     Gerak refleks bekerja bukanlah dibawah kesadaran
 Pada gerak refleks, impuls melalui jalan pendek atau jalan
    pintas, yaitu dimulai dari reseptor penerima rangsang,
   kemudian diteruskan oleh saraf sensori ke pusat saraf,
 diterima oleh set saraf penghubung (asosiasi) tanpa diolah
  di dalam otak langsung dikirim tanggapan ke saraf motor
untuk disampaikan ke efektor, yaitu otot atau kelenjar. Jalan
   pintas ini disebut lengkung refleks. Gerak refleks dapat
      dibedakan atas refleks otak bila saraf penghubung
(asosiasi) berada di dalam otak, misalnya, gerak mengedip
     atau mempersempit pupil bila ada sinar dan refleks
sumsum tulang belakang bila set saraf penghubung berada
  di dalam sumsum tulang belakang misalnya refleks pada
                               lutut
   Mekanisme Gerak Refleks
    Pada Tubuh Manusia
       Gerak refleks adalah gerak yang dihasilkan oleh
jalur saraf yang paling sederhana. Jalur saraf ini dibentuk
oleh sekuen neuron sensor,interneuron,dan neuron
motor,yang mngalirkan impuls saraf untuk tipe reflek
tertentu.Gerak refleks yang paling sederhana hanya
memerlukan dua tipe sel sraf yaitu neuron sensor dan
neuron motor.
       Gerak refleks disebabkan oleh rangsangan tertentu
yang biasanya mengejutkan dan menyakitkan. Misalnya
bila kaki menginjak paku,secara otomatis kita akan menarik
kaki dan akan berteriak. Refleks juga terjadi ketika kita
membaui makanan enak , dengan keluarnya air liur tanpa
disadari.
  Gerak refleks terjadi apabila rangsangan yang
      diterima oleh saraf sensori langsung
  disampaikan oleh neuron perantara (neuron
  penghubung).Hal ini berbeda sekali dengan
              ekanisme gerak biasa.
  Gerak biasa rangsangan akan diterimaleh saraf
 sensorik dan kemudian disampaikan langsung
ke ota. Dari otak kemudian dikeluarkan perintah
  ke saraf motori sehingga terjadilah gerakan.
 Artinya pada gerak biasa gerakan itu diketahui
atu dikontrol oleh otak. Sehingga oleh sebab itu
     gerak biasa adalah gerak yang disaari.
Selesai

Trimakasih

								
To top