Perdagangan Bebas by amel_valency

VIEWS: 1,863 PAGES: 28

									    TUGAS EKONOMI

PERDAGANGAN INTERNASIONAL

   PERDAGANGAN BEBAS




     NAMA KELOMPOK:

     1.Amelia P 9F/03

     2.Elisabeth T 9F/13

     3.Maria F G 9F/28

     4.Rebecca S 9F/37

     5.Siennyta O 9F/40



    SMPK SANTA AGNES

  TAHUN AJARAN 2006-2007
                                   Kata Pengantar
           Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat-
Nya yang berlimpah, kelompok kami dapat menyelesaikan makalah Ekonomi
yang berisi tentang Perdagangan Internasional. Dalam perdagangan internasional
ini kita dapat mengetahui banyak hal yang berkaitan dengan perekonomian di
beberapa negara di dunia.

           Hal tersebut sangat penting untuk dapat kita ketahui, karena jika tidak ada
perdagangan internasional serta hubungan politik antar negara, kita tidak akan
bisa mengimpor barang dari negara lain maupun mengekspor barang ke negara
lain. Hal ini juga dapat berakibat fatal bagi negara-negara di dunia karena kita
tidak akan dapat memenuhi kebutuhan yang tidak dapat diproduksi oleh negara
sendiri.

           Dalam perdagangan Internasional, kita harus dapat mengetahui jalur-jalur
perdagangan        internasional    dan   peraturan-peraturan   dalam    perdagangan
internasional. Kita dapat mengetahuinya dari berbagai media, seperti media cetak
dan media elektronik melalui teknologi Internet. Dari internet kita dapat
memperoleh berbagai macam pengetahuan tentang perdagangan internasional.

           Perdagangan internasional telah dilakukan oleh banyak negara-negara di
dunia. Dari perdagangan internasional diharapkan adanya keuntungan-keuntungan
yang dapat dirasakan oleh kedua belah pihak. Tapi tidak dapat disangkali bahwa
perdagangan internasional ini juga memiliki banyak kerugian yang diperoleh dari
negara berkembang maupun negara maju.

           Laporan ini sebagai salah satu media pendidikan dan pembelajaran yang
sangat penting peranannya dalam mencerdaskan siswa. Laporan ini disusun agar
siswa mengetahui segala kegiatan perdagangan internasional di dalam hidup
kesehariannya. Kami bermaksud memasukkan informasi yang berkaitan dengan
pokok bahasan melalui bahasa yang mudah dimengerti oleh siswa dan juga
bersifat memperkaya wawasan siswa didik.
       Hal itu kami paparkan dan sajikan agar siswa dapat dengan mudah
memahami ekonomi sebagai ilmu yang harus dikenal dan dikuasai. Kami juga
menginginkan siswa menganggap pelajaran ekonomi sebagai pelajaran yang
sangat menyenangkan dan menarik untuk dipelajari.

       Namun laporan ini tidaklah berdiri sendiri. Artinya laporan ini selesai
tidak hanya bergantung kepada kerja sama kami dalam menyelesaikannya tapi
juga bergantung kepada kreativitas guru dalm mengajarkannya kepada kami.
Maka dari itu, kami juga sangat berterimakasih kepada bapak/ibu guru atas usaha
keras beliau dalam mendidik kami.

       Kami juga menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak
khususnya orang tua yang telah terlibat dalam pembuatan laporan ini. Semoga
laporan ini dapat bermanfaaat bagi kita semua. Karena kami hanyalah manusia
biasa yang tak luput dari kesalahan, kami membuka kesempatan seluas-luasnya
dan selebar-lebarnya bagi siapapun yang memberikan kritik dan saran untuk
perbaikan laporan ini.




                                                    Surabaya, 17 September 2007




                                                                        Penulis
                                    BAB I

                            PENDAHULUAN



        Sebenarnya perdagangan internasional sudah ada sejak zaman dahulu,
namun masih dalam jumlah dan ruang lingkup yang terbatas dimana kebutuhan
penduduk suatu negara yang tidak hanya dapat dipenuhi melalui produksi dalam
negeri yaitu dengan cara barter. Namun dengan berkembangnya pengetahuan
negara-negara didunia dan keinginan manusia yang tidak pernah puas akan apa
yang telah dimilikinya, sehingga mereka berusaha untuk memberanikan diri
dalam menerima segala bentuk perubahan, sehingga menyebabkan setiap negara
didunia memiliki mata uang yang berbeda-beda, yang masing-masing mata uang
tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakatnya. Adanya mata
uang disuatu negara ini pun juga harus memenuhi syarat-syarat yang dapat
diterima secara umum, memiliki nilai yang stabil, jumlahnya dapat memenuhi
kebutuhan masyarakat, mudah disimpan, tidak mudah rusak, dan dapat dibagi-
bagi dalam nilai tertentu. Hal ini juga dapat disebabkan karena pentingnya
peranan uang dalam kebutuhan manusia sehari-hari dan ketidakefisienan
penggunaan barter sehingga masyarakat dunia lebih memilih untuk menggunakan
uang dibandingkan dengan menggunakan sistem barter.
        Selain itu uang dapat juga digunakan untuk memenuhi kebutuhan
masyarakat yang beraneka ragam dengan cara yang sangat praktis, misalnya saat
kita sedang berbelanja kita tidak perlu membawa uang dalam jumlah yang besar
karena kita dapat menggunakan alat pembayaran yang dikeluarkan oleh bank
umum seperti kartu kredit, kartu debit, traveler’s check, dsb. Dengan adanya uang
ini dapat memudahkan kita dalam melakukan proses pembayaran ataupun
transaksi jual beli.
        Sistem barter kurang cocok untuk digunakan sebagai pengganti uang
karena sangat sulit untuk mempertemukan antara orang yang memiliki barang
yang ingin ditukarkan dengan orang yang memiliki barang yang dibutuhkan.Uang
barter juga tidak dapat di bagi-bagi, sehingga jika kita mempunyai beras 500 kg,
tetapi kita hanya membutuhkan 5 kg gula, maka akan sangat sulit untuk
membaginya maupun mengembalikan sisanya karena pada zaman dahulu belum
ada perhitungan. Selain itu uang barter juga sulit untuk dibawa kemana-mana jika
ingin mencari orang yang memiliki barang yang ingin kita tukarkan tersebut.
       Dengan demikian kebutuhan masyarakat suatu negara yang tidak dapat
dipenuhi oleh produksi suatu negara dan dapat juga dipenuhi dengan cara
membeli barang dari luar negeri (impor) dan menjual barang ke luar negeri
(ekspor) dengan menggunakan mata uang yang telah disepakati oleh negara-
negara yang bersangkutan terutama pihak eksportir.
       Ada berbagai faktor pendorong munculnya Perdagangan internasional,
yaitu diantaranya adalah karena letak geografi negara yang berbeda menyebabkan
adanya perbedaan iklim dan juga karena adanya perbedaan kemampuan suatu
negara untuk memenuhi kebutuhan penduduknya yang beraneka ragam. Dengan
adanya berbagai faktor penyebab tersebut dapat mengakibatkan adanya faktor-
faktor ekonomis dan faktor nonekonomis yang mempengaruhi perdagangan
internasional.
       Negara kita sebenarnya adalah negara yang kaya akan sumber daya
manusia maupun sumber daya alamnya, namun setelah adanya seorang ahli
filsafat Yunani yang bernama Jock Soros yang telah mengacaukan mata uang
negara-negara di ASEAN dengan membeli semua mata uang negara-negara di
ASEAN dalam jumlah yang besar, lalu setelah negara-negara tersebut menjual
uangnya dan mencetak kembali uang-uang tersebut Jock Soros baru menjual
kembali uang-uang tersebut ke negara-negara asalnya sehingga mengakibatkan
mata uang di negara-negara ASEAN sempat mengalami inflasi (penurunan nilai
mata uang) besar-besaran pada tahun 1990an. Namun sayangnya negara kita
belum dapat mengembalikan kemakmurannya seperti negara-negara ASEAN
lainnya. Hal ini mengakibatkan mata uang dinegara kita menjadi mata uang yang
memiliki nilai yang paling rendah di dunia internasional. Hal ini juga dapat
diakibatkan karena kualitas sumber daya manusia di Indonesia kurang sehingga
kemampuan untuk mengolah sumber daya alam yang dimiliki sangat kurang,
sehingga negara kita harus mengekspor sumber daya alam dalam bentuk mentah
dan mengimpor kembali dalam bentuk jadi dengan harga yang lebih mahal.
       Berbagai kebijakan dan peraturan telah dibuat untuk melindungi barang-
barang produksi dalam negeri, namun pada kenyataannya sedikit banyak hal ini
telah memberikan pengaruh terhadap barang produksi dalam negeri. Terutama
sekarang ini telah disepakati oleh negara-negara ASEAN akan mengadakan
perdagangan bebas yang rencananya akan diadakan pada tahun 2010 nanti.
Kebijakan-kebijakan yang dibuat untuk membatasi masuknya barang-barang
impor ke dalam negeri dan melindungi barang-barang produksi dalam negeri akan
dihapuskan. Barang- barang impor yang semula dikenakan tarif impor sekitar 5%
untuk membatasi masuknya barang-barang impor kedalam negeri juga akan
dihapuskan.
       Dengan    dihapuskannya      hambatan-hambatan       dalam   perdagangan
internasional dapat mengakibatkan barang-barang tanpa tarif impor tersebut
semakin laku terjual di pasaran. Hal ini dapat mengakibatkan barang-barang
produksi dalam negeri menjadi kurang laku terjual. Dengan terjadinya hal ini,
dapat mengurangi jumlah produksi barang dalam negeri dan banyak perusahaan-
perusahaan yang akan menutup usahanya dan mengakibatkan bertambahnya
jumlah pengangguran di Indonesia.
       Hal ini sangat merugikan negara Indonesia sehingga dapat menjatuhkan
negara kita, terutama jika kita tidak dapat menyaingi produk-produk luar negeri.
Selain itu, dengan adanya perdagangan bebas tersebut dapat mengakibatkan
masyarakat dalam negeri berusaha untuk menghasilkan barang yang sesuai
dengan kebutuhan masyarakat luar negeri dan mengekspornya ke negara tersebut.
Adanya hal ini dapat mengakibatkan menurunnya produksi dalam negeri, karena
masyarakat    dalam   negeri   berusaha   untuk   beralih   pekerjaanya   dengan
memproduksi barang-barang yang sesuai dengan kebutuhan masyarakatnya,
sehingga dapat meningkatkan ekspor.
                                    BAB II
                                      ISI
  DAMPAK-DAMPAK PERDAGANGAN BEBAS BAGI
               NEGARA-NEGARA BERKEMBANG


         Apakah Negara berkembang itu?? Negara berkembang adalah Negara
yang belum maju 100% dan masih dalam tahap untuk mengembangkan diri
seiring dengan berjalannya waktu, Negara ini berusaha maju dalam segala bidang.
Banyak dari Negara-negara berkembang tidak bisa berdiri sendiri, mereka sangat
bergantung pada Negara-negara lain khususnya Negara maju. Di samping itu
adapula Negara berkembang yang tanpa bantuan dari Negara lain yang mampu
berdiri sendiri tidak lain adalah Negara Singapura. Mengapa begitu?? Sebab
Negara Singapura memiliki tempat pariwisata yang sangat mendukung untuk
menigkatkan devisa negaranya. Akibatnya Singapura tidak khawatir dengan isu
adanya Perdagangan bebas kira-kira tahun 2010 nanti, yang mengancam
negaranya. Jikalau nanti terjadi penurunan devisa di Singapura, maka Negara
Singapura    ini   akan   lebih   meningkatkan   pendapatannya    pada   tempat
pariwisatanya, sehingga tidak perlu terlalu khawatir terhadap isu Perdagangan
bebas.

         Perdagangan bebas pada awalnya didorong oleh keinginan masyarakat
untuk menghilangkan kemiskinan, dengan cara membantu negara-negara agar
dapat membeli barang-barang dengan harga yang lebih terjangkau (murah) dan
agar negara-negara miskin dapat meningkatkan pendapatan negaranya dengan
mengekspor barang ke luar negeri terutama menjualnya pada negara-negara yang
maju.

         Namun, sayangnya kita tidak hanya memperoleh keuntungan dari kegiatan
perdagangan internasional ini, tetapi ada juga kerugiannya terutama bagi negara-
negara berkembang. Misalnya, dapat menghancurkan barang-barang produksi
dalam negeri yang memiliki daya saing lemah, hal ini dapat mengakibatkan
banyaknya pengusaha-pengusaha yang menutup usahanya sehingga dapat
meningkatkan jumlah pengangguran di Negara tersebut. Meningkatnya jumlah
pengangguran ini dapat mengakibatkan angka kriminalitas semakin meningkat
karena    menurunnya     kemampuan     masyarakat      untuk   dapat   memenuhi
kebutuhannya, hingga akhirnya mereka menempuh jalan pintas, yaitu merampok,
mencuri ,dan melakukan tindakan kejahatan yang lain.

         Adanya perdagangan internasional juga dapat memberikan kebebasan bagi
pengusaha luar negeri untuk mengembangkan usahanya di dalam negeri, sehingga
banyak daerah pertanian yang diubah menjadi kawasan industri. Banyaknya
kawasan industri dapat mengakibatkan timbulnya pencemaran lingkungan, baik di
air maupun di udara, karena asapnya maupun karena limbah pabriknya yang
langsung dibuang ke sungai tanpa diolah terlebih dahulu.

         Selain itu, juga mengakibatkan munculnya lingkungan-lingkungan yang
kumuh, sehingga mengakibatkan berbagai macam penyakit. Industri-industri dari
luar negeri yang masuk ke Indonesia terutama bertujuan untuk mengeksploitasi
(menghabiskan) sumber daya alam yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, sehingga
dapat merugikan bangsa indonesia. Hal ini disebabkan karena industri-industri
tersebut akan menghabiskan sumber daya alam bangsa Indonesia, seperti
perusahaan Caltex yang bergerak di bidang pengeboran minyak bumi. Perusahaan
tersebut akan melakukan pengeboran minyak bumi dalam jumlah yang sangat
besar yaitu sekitar jutaan ton per hari. Hal ini telah berlangsung sejak tahun
1960’an hingga saat ini, terutama kontraknya akan diperpanjang sampai 30 tahun
mendatang. Dengan adanya kenyataan seperti ini maka perusahaan Caltex tersebut
dapat menghabiskan sumber daya alam yang bangsa Indonesia miliki, padahal
sumber daya alam minyak tersebut tidak dapat diperbaharui kembali.

         Dalam kenyataannya, ketidakseimbangan antara keuntungan dan kerugian
yang kita peroleh dari perdagangan internasional ini bagaikan semut melawan
gajah. Maksudnya apabila Negara kita megekspor barang dalam jumlah yang
sedikit, tetapi mengimpor barang dalam jumlah yang besar maka Negara kita akan
mengalami devisit (kerugian). Negara-negara yang maju yang memiliki banyak
riset (penelitian), data dan kemampuan untuk menciptakan teknologi baru, yang
berguna untuk menghasilkan devisa, dengan cara menjual teknologi tersebut ke
Negara lain misalnya persenjataan, alat-alat kedokteran, obat-obatan dll. Sehingga
dapat menyejahterakan warganya oleh sebab itu kita harus mengikuti
perkembangan teknologi supaya tidak ketinggalan dengan negara lain yang sudah
maju teknologinya. Sebab, di negara kita sumber alamnya sangat banyak tinggal
kita yang mau tidaknya untuk mengelolahnya sendiri tanpa mengandalkan
bantuan dari Negara lain supaya warga kita dapat hidup dengan sejahtera cukup
lapangan kerja dengan mengandalkan kepandaian warga Indonesia sendiri.

       Selain itu bagi negara-negara maju yang memiliki kemampuan untuk
membeli sumber daya alam, meskipun tidak memiliki sumber daya alam sendiri
negara tersebut dapat membelinya dari negara lain. Terutama jika negara tersebut
dapat membeli sumber daya alam dalam bentuk yang mentah, kemudian dapat
mengolahnya sendiri dan menjualnya kembali ke negara yang tidak mampu
mengolah sumber daya alamnya sendiri, sehingga negara maju tersebut dapat
memperoleh keuntungan dalam jumlah yang cukup besar.

       Misalnya, negara Amerika Serikat meskipun negara tersebut memiliki
sumber daya alam dalam jumlah yang sedikit, tetapi Negara tersebut memiliki
kemampuan untuk membeli sumber daya alam mentah dari Negara lain. Dan oleh
Negara Amerika Serikat tersebut sumber daya alam yang sudah dibelinya
kemudian diolah sendiri dan setelah itu dijual kembali ke Negara-negara yang lain
sehingga Negara Amerika Serikat tersebut memperoleh banyak keuntungan dari
kegiatan perdagangan tersebut. Sedangkan sumber daya alam yang dimiliki oleh
Negara Amerika Serikat tersebut dihemat.
       Untuk lebih jelasnya cara yang dilakukan oleh Negara Amerika Serikat
untuk memperoleh keuntungan dari kegiatan perdagangan tersebut adalah sebagai
berikut:

       Caranya adalah Amerika Serikat membeli sumber daya alam dalam bentuk
mentah dari Negara-negara di Asia Tenggara sampai jumlah SDA di Negara-
negara tersebut berkurang dan menipis, kemudian mengolahnya kembali.
Akibatnya,   harga SDA di Negara-negara tersebut menjadi naik kemudian
Amerika Serikat menjual SDA dalam bentuk yang sudah jadi / matang dengan
harga yang lebih mahal.

       Secara tidak langsung perdagangan bebas merupakan salah satu bentuk
penjajahan baru bagi Negara Indonesia. Adanya perdagangan bebas ini seolah-
olah untuk Negara-negara yang berkembang dan bertujuan untuk menguntungkan
negara-negara tersebut, namun pada kenyataannya justru negara-negara tersebut
yang paling banyak mengalami kerugian.

       Sebenarnya, adanya perdagangan bebas ini bertujuan untuk meningkatkan
ekspor ke negara-nagara kaya, akibatnya komoditas (bahan) yang diusahakan
adalah yang nantinya akan dibeli oleh konsumen di negara-negara kaya tersebut.
Hal ini dapat berbahaya bagi barang-barang produksi dalam negeri, karena akan
banyak masyarakat dalam negeri yang beralih pekerjaanya untuk berusaha
meningkatkan produksi barang komoditas ekspor ( contohnya kayu, gas alam,
minyak bumi, dll ) dan meninggalkan produksi dalam negeri yang sangat penting
bagi masyarakat dalam negeri terutama bagi ketahanan pangan.

       Kerugian lain yang akan terjadi adalah kerusakan lingkungan, karena
masyarakat luar negeri akan cenderung mendirikan usahanya di negara yang kaya
akan sumber daya alamnya, seperti Indonesia. Hal ini terjadi karena di Indonesia
terdapat banyak sumber daya alam, sehingga akan sangat mudah bagi negara
asing tersebut untuk mengeksploitasi (menghabiskan) sumber daya alam di
Indonesia, terutama dengan kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang
dimiliki negara tersebut, sehingga negara tersebut dapat mengolahnya menjadi
bahan baku yang matang untuk dijual kembali dengan harga yang lebih mahal.

          Bagi kaum hawa, adanya proses globalisasi yang menyebabkan
perdagangan bebas ini, memberikan pengaruh yang cukup besar. Seperti adanya
alat kosmetik, yang terbuat dari berbagai bahan garmen dan tekstil yang berasal
dari luar negeri. Pengaruh dari hal ini dapat dilihat dengan adanya penggunaan
bahan-bahan kimia yang beracun pada alat kosmetik. Serta dapat dilihat dengan
banyaknya masyarakat yang terobsesi (terpengaruh) dengan barang-barang tekstil
dari luar negeri, namun harga barang-barang tersebut sangat mahal, sehingga
masyarakat dalam negeri cenderung membuat barang-barang yang palsu.

          Perdagangan bebas ini bersifat berorientasi ekspor, artinya bersaing dalam
hal kualitas dan harga barang. Setiap negara berusaha untuk meningkatkan barang
produksinya yang akan diekspor tersebut, sehingga upah buruh akan menjadi
faktor produksi yang paling ditekan. Dengan semakin banyaknya produksi yang
akan dihasilkan, maka semakin banyak buruh yang digunakan, sehingga upah
buruh yang di berikan semakin kecil. Hal ini juga dapat mengkibatkan banyaknya
demonstrasi buruh yang menuntut kenaikan gaji yang diterimanya, sehingga
keadaan masyarakat dalam negeri menjadi kacau dan stabilitas politik menjadi
kurang aman.

          Keadaan ini dapat mengakibatkan banyaknya investor (pengusaha) luar
negeri yang meninggalkan usahanya di dalam negeri. Hal ini juga dapat
membahayakan kondisi perekonomian dalam negeri, karena larinya investor
(pengusaha) luar negeri dari Indonesia cenderung akan meninggalkan usaha yang
didirikannya di Indonesia begitu saja. Sehingga dengan kejadian ini dapat
menyebabkan meningkatnya angka pengangguran di Indonesia, karena pekerja-
pekerja     di   Indonesia    tersebut   akan   kehilangan    pekerjaanya     sebagai
buruh/karyawan       di   suatu   perusahaan    yang   ditinggal   oleh   investornya
(pengusahanya).
         Jadi, sebenarnya perdagangan bebas ini adalah persoalan dari semua
anggota masyarakat, baik laki-laki maupun perempuan, baik tua maupun muda.
Namun,persoalan mengenai perdagangan bebas ini akan lebih merugikan pihak
perempuan. Karena dengan adanya kerusakan lingkungan akibat dari limbah
pabrik yang langsung dibuang ke sungai tanpa di olah terlebih dahulu, sehingga
dapat menyebabkan kaum wanita harus berusaha lebih keras lagi untuk
menyediakan segala sesuatu yang bersih dan berkualitas baik bagi keluarganya.

         Sedangkan bagi kaum laki-laki hal ini menjadi keuntungan karena
pekerjaan yang diterimanya menjadi lebih banyak, sehingga dirinya akan lebih
tertantang untuk mengembangkan diri. Seperti halnya dengan peralihan tanaman
pangan dalam negeri ke tanaman pangan ekspor, hal ini akan lebih
menguntungkan bagi kaum laki-laki karena penyuluhan akan lebih banyak
diberikan pada kaum laki-laki dibandingkan dengan kaum wanita, sehingga
wawasan yang dimilikinya akan jauh lebih banyak daripada kaum wanita, hal ini
disebabkan karena kaum wanita harus lebih banyak mengurusi rumah tangganya .

         Sebenarnya perdagangan bebas ini merupakan sebuah konsep ekonomi
yang mengacu kepada penjualan produk antar negara tanpa adanya pajak baik
ekspor maupun impor, serta tanpa adanya hambatan perdagangan lainnya.
Perdagangan bebas sebenarnya dapat juga didefinisikan sebagai tidak adanya
hambatan-hambatan yang diterapakan oleh pemerintah dalam perdagangan antar
perusahaan-perusahaan yang berada di negara-negara yang berbeda / lain.

         Perdagangan internasional juga sering dibatasi oleh adanya berbagai
macam pajak negara, biaya tambahan yang diterapkan pada barang-barang ekspor
impor dan juga regulasi (peraturan) non tarif pada barang-barang impor. Secara
teorinya, semua hambatan-hambatan inilah yang ditolak dalam perdagangan
bebas.

         Namun, dalam kenyataannya perjanjian-perjanjian dalam perdagangan
yang didukung oleh para penganut perdagangan bebas inilah, yang sebenarnya
telah menciptakan adanya hambatan-hambatan baru pada perdagangan bebas. Dan
adanya      perdagangan   bebas   tersebut   sering   dikritik   karena   melindungi
kepentingan-kepentingan perusahan besar.

         Telah banyak para ahli ekonom yang berpendapat bahwa perdagangan
bebas telah meningkatkan standar hidup masyarakat secara meluas melalui teori
keunggulan      komparatif.   Keunggulan     komparatif    sebenarnya     merupakan
keunggulan suatu negara atau daerah untuk menghasilkan suatu barang dengan
harga lebih murah dibandingkan dengan negara lain. Sebagai contoh, yaitu negara
Inggris mampu menghasilkan sepatu dalam jumlah 10 buah dalam waktu 2 jam
dengan harga US$20, sedangkan Amerika Serikat mampu menghasilkan 10 buah
sepatu dalam waktu 4 jam dengan harga US$40. Dengan demikian Amerika
Serikat akan lebih baik mengimpor sepatu dari negara Inggris daripada harus
menghasilkan sendiri dengan harga yang lebih mahal. Hal ini juga akan menjdi
keuntungan bagi Inggris karena Inggris dapat menjadi negara pengimpor sepatu.

         Sebagian lain berpendapat bahwa perdagangan bebas memungkinkan
negara-negara maju untuk mengeksploitasi negara-negara berkembang, merusak
industri lokal serta dapat membatasi standar kerja dan standar sosial. Sebaliknya,
perdagangan bebas juga dianggap merugikan negara-negara maju, karena negara
tersebut menyebabkan pekerjaan dari negara maju berpindah ke negara lain dan
juga menyebabkan perlombaan serendah mungkin yang mengakibatkan standar
hidup dan keamanan yang lebih rendah. Perdagangan bebas dianggap mendorong
negara-negara untuk saling bergantung satu sama lain yang berarti dapat
memperkecil kemungkinan terjadinya perang.

         Kerja sama antar negara tersebut dapat memperkecil kemungkinan
terjadinya perang yang sebenarnya memang harus dihindari, karena terjadinya
peperangan sedikit banyak tetap akan mempengaruhi hasil produksi di negaranya
yang juga akan mempengaruhi perdagangan bebas. Hal ini terjadi terutama di
negara satu-satunya yang menjadi penghasil bahan-bahan kebutuhan yang terbesar
di dunia.
        Misalnya, adanya perang di Irak dapat mempengaruhi produksi minyak
bumi bagi dunia internasional. Hal ini juga dapat mempengaruhi harga minyak
dunia, karena kegiatan produksinya terhambat oleh adanya perang tersebut, dan
persedian minyak bumi di pasaran berkurang.

         Perdagangan bebas ini di Indonesia juga sering disebut dengan
Neoimperialisme (neoliberalisme). Neoliberalisme ini sering dianggap sebagai
perwujudan baru paham liberalisme yang saat ini telah dikatakan sebagai
penguasa sistem perekonomian dunia. Paham liberalisme ini dipelopori oleh
ekonom asal Inggris yang disebut sebagai bapak ekonom dunia , yaitu Adam
Smith yang dalam karyanya yang berjudul The Wealth Of Nations (tahun 1776).
Sistem ini sempat menjadi dasar perekonomian bagi negara-negara maju, seperti
Amerika Serikat dari periode 1800’an, sampai Amerika Serikat mengalami masa
kejatuhannya pada periode krisis besar (Great Depression) di tahun 1930. Sistem
ekonomi yang menekankan pada penghapusan peraturan pemerintah ini
mengalami kegagalan untuk mengatasi krisis ekonomi besar-besaran yang terjadi
pada saat itu.

        Kemudian sistem liberal ini digantikan oleh gagasan-gagasan dari John
Maynard Keynes yang telah digunakan oleh Presiden Roosevelt dalam kebijakan
New Deal. Kebijakan itu ternyata terbukti sukses karena mampu membuat negara-
negara selamat dari bencana krisis ekonomi. Inti dari gagasnnya adalah
menyebutkan tentang penggunaan full employment yang telah dijabarkan sebagai
besarnya peranan buruh dalam pengembangan kapitalisme dan pentingnya peran
serta dari pemerintah dan bank sentral dalam menciptakan lapangan kerja, yaitu
dengan cara :

    1. Biarkan pasar bekerja tanpa distorsi (unregulated market is the best way to
        increase economic growth), keyakinan ini berakibat bahwa perusahaan
        swasta harus bebas dari kebijakan pemerintah, apapun akibat sosialnya.
   2. Kurangi. pemborosan dengan mengurangi semua anggaran negara yang
       tidak perlu seperti subsidi untuk pelayanan sosial seperti anggaran
       pendidikan, kesehatan dan jaminan sosial lainnya.
   3. Mengutamakan semua badan usaha negara. Pengutamaan ini termasuk
       juga perusahaan-perusahaan strategis yang melayani kepentingan rakyat
       banyak seperti PLN, Sekolah dan Rumah Sakit. Hal ini akan
       mengakibatkan pemusatan kekuasaan di tangan sedikit orang dan
       memaksa rakyat kecil membayar lebih mahal atas kebutuhan dasar
       mereka.
   4. Adanya gagasan seperti “barang-barang publik”, “gotong-royong” serta
       berbagai keyakinan yang merupakan solidaritas sosial yang hidup di
       masyarakat   harus   digantikan   dengan    gagasan        “tanggung   jawab
       individual”. Sehingga masing-masing orang akan bertanggung jawab
       terhadap kebutuhan mereka sendiri-sendiri. Golongan paling miskin di
       masyarakat akan menjadi korban gagasan ini karena merekalah yang
       paling kesulitan untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri.

       Dalam rangka untuk memantapkan kebijakan neoliberalisme, para
pendukungnya berusaha keras untuk mengampanyekan mitos-mitos yang
berkaitan dengan neoliberalisme dan lebih lanjutnya mengenai pasar bebas. Lebih
lanjut dijelaskan oleh Mansour Fakih (2003) bahwa mitos-mitos itu diantaranya
adalah :

   1. Adanya perdagangan bebas akan menjamin harga pangan murah dan
       kelaparan tidak akan terjadi. Kenyataan yang terjadi bahwa adanya
       perdagangan bebas justru meningkatkan harga pangan.
   2. WTO (World Trade Organization) dan TNC akan memproduksi bahan
       pangan yang aman. Kenyataannya dengan penggunaan pestisida secara
       berlebih dan hasil bahan pangan dengan rekayasa genetik justru
       membahayakan      kesehatan    manusia     dan      juga     membahayakan
       keseimbangan ekologis (lingkungan).
    3. Kaum perempuan akan diuntungkan dengan pasar bebas pangan.
        Kenyataannya, petani perempuan semakin tersingkir baik sebagai
        produsen maupun konsumen.
    4. Bahwa paten dan hak kekayaan intelektual (pengetahuan) akan melindungi
        inovasi (pembaharuan) dan pengetahuan. Kenyataannya, paten justru
        memperlambat alih teknologi dan membuat teknologi menjadi mahal.
    5. Perdagangan bebas di bidang bahan pangan akan menguntungkan
        konsumen karena harganya akan menjadi murah dan banyak pilihan.
        Kenyataannya justru hal itu mengancam ketahanan pangan di negara-
        negara dunia ketiga.

      Akibat dari gagasan-gagasan yang selanjutnya diterapkan menjadi kebijakan
mengenai perdagangan internasional ini dapat kita perhatikan pada kehidupan di
negeri ini, tentang :

    1. Rakyat yang memberontak akibat kenaikan harga-harga seiring dengan
        ketetapan pemerintah mengurangi bahkan mencabut subsidi BBM.
    2. PHK      secara besar-besaran telah mewabah karena kurangnya efisiensi
        perusahaan akibat meningkatnya beban bagi biaya produksi.
    3. Selain itu, mahalnya harga obat karena paten dan hak cipta yang membuat
        rakyat makin sulit mendapatkannya, mahalnya biaya perawatan rumah
        sakit karena swastanisasi.
    4. Makin menurunnya kesejahteraan petani akibat kebijakan impor beras dan
        ditambah dengan mahalnya harga pupuk dan obat-obatan pembasmi hama.
        Masih banyak lagi contoh lain yang dapat kita perhatikan dalam kehidupan
        sehari-hari di sekitar kita.

        Adanya globalisasi dan pasar bebas memang membawa kesejahteraan dan
pertumbuhan, namun hanya bagi beberapa orang, karena sebagian besar dari dunia
ini tetap menderita. Ketika kebudayaan lokal makin menghilang akibat adanya
gaya hidup global, maka dapat mengakibatkan hampir tiga perempat penduduk di
dunia harus hidup hanya dengan uang kurang dari US$2 (kurang lebih Rp 18.000)
dalam waktu satu hari.

        Namun, pada akhirnya karena adanya situasi perekonomian global yang
telah dikuasai oleh paham liberalisme saat ini, ternyata penuh dengan mitos-mitos
palsu, yang dengan demikian kita harus dapat lebih kritis dalam menyikapinya.
Dengan penguasaan teknologi informasi dan jaringan media global yang akan
diadakan     oleh    perusahaan-perusahaan      besar     internasional,     maka     akan
memudahkan perusahaan-perusahaan tersebut untuk menyusupkan kembali mitos-
mitos tersebut di dalam pemkiran kita. Untuk itu, diperlukan adanya kewaspadaan
yang lebih dan sikap yang kritis yang didukung dengan wawasan dan pengetahuan
yang kaya.

        Terkadang dalam masyarakat di kawasan ASEAN jika ingin menunda
penyelenggaraan      perjanjian   perdagangan     bebas     tersebut,      terutama   bagi
masyarakat Indonesia yang cenderung kurang siap dalam menghadapi perubahan
yang begitu besar. Namun tidak jarang juga masyarakat dari negara lain yang
memiliki semangat keterbukaan untuk menerima adanya globalisasi, sehingga
menjadi kecenderungan bagi negara tersebut untuk membiarkan perubahan yang
besar itu terjadi.

        Hal ini ditandai dengan semakin cepatnya aliran barang dan jasa antar
negara. Perundingan-perundingan telah diadakan di beberapa kawasan untuk
mempercepat aliran barang dan jasa antar negara, sehingga dari perundingan
tersebut telah diperoleh kesepakatan untuk mengadakan kegiatan perdagangan
bebas di kawasan tersebut dengan menghilangkan berbagai hambatan-hambatan,
baik yang berupa tarif maupun non tarif

        Indonesia sebagai salah satu contoh negara yang terbuka yang mempunyai
komitmen untuk ikut serta dalam perdagangan bebas di berbagai kawasan. Selain
di kawasan ASEAN dan AFTA , Indonesia juga menandatangani perjanjian
perdagangan bebas Asia Pasifik, yang dikenal dngan APEC (Asia Pasifik
Economic Cooperation).

       Dengan demikian berdasarkan kesepakatan di antara negara-negara di
ASEAN itu diputuskan bahwa bagi produk pertanian yang belum di proses, tarif
yang dikenakan tetap diturunkan sampai 5% saja pada tahun 2003, dan untuk
seterusnya akan diturunkan tarifnya hingga 0%. Namun, khusus untuk Indonesia
dan Filipina terdapat perjajian untuk tetap menerapkan tarif di atas 5% setelah
tahun 2010 pada komoditas (barang dagangan) beras dan gula, serta membuat
kriteria pengamanan bagi produsen dalam negeri. Kesepakatan ini merupakan
jalan tengah yang tentu saja tidak mengutamakan semua tututan Indonesia.




       Pemasalahan yang cukup besar antara lain mengenai perdagangan bebas
yang menyelimuti kesiapan masyarakat Indonesia dalam AFTA dan perdagangan
bebas yang lebih besar adalah bahwa keunggulan komparatif antara negara-negara
di ASEAN sebagian besar hampir sama. Dari sisi kegiatan impor, Indonesia lebih
banyak bergantung terhadap impor dari negara-negara di luar ASEAN, yaitu
Amerika Serikat dan Jepang. Sedangkan untuk impor Indonesia terbesar untuk
sesama negara ASEAN yaitu beras yang terutama berasal dari Thailand, yang
mengalami peningkatan yang cukup besar dari tahun ke tahun. Sejak tahun 1995,
impor beras Indonesia dari Thailand mencapai 30 % dari total impor beras
Indonesia.

       Oleh karena itu, maka tidaklah mengherankan jika Indonesia mengusulkan
penundaan tarif untuk 15 komoditas pertanian termasuk beras. Namun, dengan
demikian tidak mengejutkan pula jika Thailand menolak usulan penundaan tarif
itu, Karena dengan adanya penundaan tarif tersebut, maka akan dapat
menghambat laju ekspor beras ke Indonesia. Sementara itu, tekanan terhadap
menurunnya nilai tukar rupiah terhadap nilai mata uang asing akhir-akhir ini,
sebenarnya menjadi peluang untuk meningkatkan ekspor komoditas pertanian
Indonesia. Namun akibatnya, produk hasil pertanian Indonesia menjadi relatif
lebih murah jika dibandingkan dengan mata uang asing.

       Perdagangan bebas yang telah disepakati oleh negara-negara anggota
ASEAN yang tergabung dalam AFTA yang telah mengarah pada blok
perdagangan, tidak terlalu memberikan dampak positif bagi Indonesia, karena
justru Indonesia’lah yang lebih banyak membeli produk pertanian dari negara-
negara yang tergabung dalam ASEAN. Namun, dalam selang waktu yang kurang
dari dua tuhun ini, diplomasi (perjanjian) dan perundingan dalam AFTA akan
lebih tepat jika diarahkan untuk mempercepat kesiapan seluruh negara ASEAN
dalam menghadapi perdagangan bebas dalam ruang lingkup yang lebih luas.

       Dalam tatanan kehidupan dunia yang lebih baru yang telah ditandai
dengan pemberlakuan pasar bebas pada tahun 2010 di kawasan Asia Pasifik bagi
negara-negara maju, dan pada tahun 2020 secara keseluruhan telah memacu
bangsa-bangsa yang berada di kawasan tersebut untuk melakukan berbagai upaya
yang ditujukan pada peningkatan mutu Sumber Daya Manusia (SDM). Sementara
itu, pengembangan teknologi informasi yang mampu menerobos batas ruang dan
waktu, telah memberikan peluang keterbukaan yang tidak dapat dihindari lagi.
Dengan adanya penggunaan teknologi tersebut dapat membantu masyarakat untuk
memperoleh informasi secara langsung dari berbagai media baik media cetak
maupun media elektronik.

       Keadaan yang demikian telah memberikan pengaruh terhadap perilaku
masyarakat dalam pola berpikir dan bertindak. Dari perilaku masyarakat yang
semula pola berpikirnya cara tradisional, akan berkembang menjadi lebih luas.
Hal ini antara lain dapat terlihat dalam pengembangan usaha dan jasa yang tidak
saja didasarkan pada pasar lokal dan pasar nasional, tetapi juga berorientasi pada
pasar global. Selain itu juga dapat dilihat melalui pemberian nama produk barang
dan jasa yang digunakan, juga akan dipengaruhi oleh bahasa yang dipergunakan
dalam komunikasi antar bangsa, yaitu bahasa asing.
       Selain adanya pengaruh dari luar tersebut, keadaan masyarakat di dalam
negeri, seperti perubahan dari pemerintahan sentralistik (pusat) ke otonomi daerah
serta fenomena disintegrasi bangsa ini telah membawa pengaruh terhadap sikap
bahasa masyarakat. Dalam keadaan seperti itu peran bahasa Indonesia menjadi
amat strategis. Akan tetapi, dengan adanya kebiasaan masyarakat, seperti
masyarakat Indonesia yang menggunakan bahasa asing tersebut dapat membuat
masyarakat kehilangan jati dirinya sebagai warga negara Indonesia. Dengan
dibiarkannya hal tersebut dapat membuat masyarakat Indonesia lupa dan tidak
mengenal bahasa yang selama ini telah digunakan atau disebut juga bahasa ibu.

       Perdagangan yang terjadi di kawasan nusantara sendiri dan di kawasan
Asia Tenggara sebenarnya telah praktis tanpa adanya hambatan. Hal ini berarti,
bahwa bagi kawasan Asia Tenggara, perdagangan bebas sebenarnya telah terjadi
sejak ribuan tahun yang lalu sebelum Adam Smith mengarang buku yang telah
membuktikan bahwa perdagangan bebas telah dipercaya dapat menguntungkan
dan dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat bagi negara-negara yang
melaksanakannya. Sesungguhnya, yang telah membuat perdagangan antar
kawasan di Asia Tenggara ini berkurang adalah adanya penjajahan yang telah
berlangsung ribuan tahun yang lalu. Penjajah-penjajah tersebut telah memaksa
koloni-koloninya untuk memproduksi barang-barang yang mereka butuhkan di
negara asalnya, khususnya di negara Eropa.

       Pola perdagangan yang telah dijalankan oleh negara-negara di kawasan
Asia Tenggara, sampai sekarang masih menyisahkan permasalahan yang selama
ini telah terjadi pada masa penjajahan (kolonial). Hal ini dapat terlihat dari lebih
dominannya perdagangan di setiap negara-negara di kawasan Asia Tenggara
dengan Amerika Serikat, Eropa, Jepang, daripada perdagangan yang dilakukan
oleh negara-negara antar kawasan Asia Tenggara.


       Dengan demikian sebenarnya telah banyak faktor pendorong suatu negara
untuk melakukan perdagangan bebas, yaitu :
        Agar dapat memenuhi kebutuhan barang dan jasa dalam negeri.
        Adanya keinginan untuk memperoleh keuntungan dan meningkatkan
         pendapatan negara.
        Adanya perbedaan kemampuan penguasaan IPTEK dalam mengolah
         sumber daya ekonomi.
        Adanya kelebihan produk dalam negeri, hingga perlu pasar baru untuk
         menjual produk tersebut.
        Adanya perbedaan letak geografi, seperti sumber daya alam, iklim,
         budaya,     dan   jumlah   penduduk   suatu   negara   sehingga    dapat
         mengakibatkan adanya perbedaan dan keterbatasan hasil produksi.
        Adanya kesamaan selera terhadap suatu barang.
        Keinginan untuk membuka kerja sama, hubungan politik dan
         memperoleh dukungan dari negara lain.
        Terjadinya era globalisasi sehingga tikal bakal satu negara di dunia yang
         dapat hidup sendiri.



       Dengan adanya faktor pendorong dari suatu negara dalam melakukan
perdagangan bebas, maka hal tersebut berarti bahwa ada manfaat yang ingin
diperoleh oleh negara-negara tersebut dari kegiatan perdagangan bebas, yang di
antaranya adalah :

        Memperoleh barang-barang yang tidak dapat di produksi di negara
         sendiri

           Banyak faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan hasil produksi di
           setiap negara. Faktor-faktor tersebut diantaranya adalah kondisi
           geografis yang berupa iklim yang menyebabkan sumber daya alam di
           setiap negara berbeda-beda, penguasaan IPTEK, dan lain-lain. Namun,
           dengan adanya perdagangan bebas ini setiap negara akan dapat
           memenuhi semua kebutuhan masyarakatnya yang tidak dapat di
           produksi sendiri dengan cara yang lebih mudah.
 Memperoleh keuntungan

     Sebab utama dari kegiatan perdagangan bebas adalah untuk
     memperoleh keuntungan. Walaupun suatu negara memproduksi suatu
     barang yang sama jenisnya dengan yang diproduksi oleh negara lain,
     tetapi ada kalanya lebih baik apabila negara tersebut mengekspor
     barang tersebut ke luar negeri sehingga dapat memperoleh keuntungan
     dalam jumlah yang cukup besar.

   Memperluas pasar sehingga dapat menambah keuntungannya

     Kadang-kadang para pengusaha tidak ingin menggunakan alat-alat
     produksinya secara maksimal karena takut dan khawatir akan
     terjadinya kelebihan produksi, yang dapat mengakibatkan turunnya
     harga produk mereka. Namun, dengan adanya perdaganga bebas, para
     pengusaha tersebut dapat menggunakan mesinnya secara maksimal,
     karena kelebihan produksi tersebut dapat di ekspor secara bebas ke
     luar negeri.

   Adanya transfer teknologi modern

     Perdagangan bebas memungkinkan suatu negara dapat mempelajari
     teknik produksi yang lebih efisien dengan menajamen yang lebih
     modern. Selain itu, dapat terjadi pertukaran kebudayaan antar negara
     yang melakukan perdagangan bebas.
                               BAB 3

                            PENUTUP



3.1 Kesimpulan
          Perdagangan Bebas sudah banyak dilakukan di banyak Negara, baik di
          Negara berkembang maupun Negara maju. Perdagangan bebas juga
          mempunyai keuntungan dan kerugian yang dapat mempengaruhi
          pendapatan suatu Negara. Perdagangan bebas mengeluarkan biaya,
          bahan baku (produksi), dan transportasi yang cukup besar, sehingga
          perdagangan bebas sering menimbulkan kekacauan. Karena adanya tarif
          impor maka banyaknya barang yang masuk kedalam negeri, menarik
          minat masyarakat sehingga produk dalam negeri semakin tidak diminati
          masyarakat. Dengan adanya barang produksi yang masuk, maka para
          pengusaha mengalami kerugian yang dapat menyebabkan pekerja
          kehilangan pekerjaannya karena lapangan kerja banyak yang ditutup.


3.2 Saran dan Kritik
     _
                                 KESIMPULAN

  Dengan demikian kelompok kami menyimpulkan bahwa banyak sekali
dampak-dampak yang terjadi dalam perdagangan bebas khususnya bagi
Negara-negara berkembang.

  Dampak     tersebut   ada   yang   menguntungkan   dan   adapula   yang
merugikan.Kedua dampak itu tidak seimbang antara keuntungan dan
kerugian,justru dengan adanya perdagangan bebas ini dapat            lebih
menguntungkan      Negara-negara      maju     daripada     Negara-negara
berkembang.Misalnya dampak yang menguntungkan melalui perdagangan
bebas yaitu dapat meningkatkan devisa Negara sehingga pendapatan Negara
dapat bertambah dan dengan adanya perusahaan asing dapat mengurangi
pengangguran sekaligus angka criminal karena dapat menyerap tenaga kerja
dalam jumlah yang cukup besar.

  Sedangkan dampak yang merugikan melalui perdagangan bebas yaitu
produk dalam negeri yang memiliki daya saing lemah lama-kelamaan akan
menurun bahkan dapat tersingkirkan dan diganti dengan barang produksi luar
negeri juga menimbulkan lingkungan kumuh maka dari itu timbullah berbagai
macam penyakit.

  Perubahan produk ini mempengaruhi tingkat konsumsi masyarakat
terhadap barang produksi dalam negeri,karena masyarakat akan cenderung
untuk menonsumsi produk-produk impor sehingga banyak pabrik-pabrik yang
hasil produksinya menurun,Padahal biaya untuk proses produksi tersebut
sangat mahal, dari situ perusahaan-perusahaan tersebut akan lebih memilih
untuk menutup usahanya.

  Dari kejadian ini, maka pihak yang paling dirugikan adalah para pekerja
yang harus menganggur, padahal biaya kebutuhan hidup juga semakin mahal.
Dengan demikian untuk memenuhi kebutuhannya, masyarakat tersebut akan
melakukan berbagai cara untuk dapat memenuhi kebutuhannya.
   Keadaan sosial dan politik Indonesia yang tidak stabil ini juga dapat
membuat para investor (pengusaha) dari luar negeri meninggalkan begitu saja
perusahaan yang didirikannya di Indonesia. Hal ini dikarenakan para investor
tersebut merasa tidak aman jika mendirikan perusahaan di Indonesia. Para
investor yang meninggalkan ushanya di Indonesia juga dapat merugikan
kembali rakyat Indonesia, karena akan semakin banyak masyarakat yang
menjadi pengangguran.

   Dari hal ini dapat kita ketahui bahwa pihak yang paling dirugikan adalah
masyarakat Indonesia terutama kaum miskin. Dengan demikian perdagangan
bebas ini sangat merugiakan pihak Indonesia serta dapat meningkatkan angka
kriminalitas.

   Perdagangan bebas juga mempunyai banyak factor pendorong anatra lain
yaitu ingin mendapat keuntungan dari kegiatan perdagangan tersebut,
memenuhi kebutuhan barang dan jasa bagi negara yang tidak mampu
memenuhi seluruh kebutuhan masyarakatnya dan lain-lain.

   Selain itu barang-barang yang diimpor oleh Indonesia lebih banyak yang
berasal dari negara-negara maju, khususnya kebanyakan Negara di Benua
Eropa. Maka dari itu, meskipun Indonesia tidak siap dalam menghadapi
perdagangan bebas tersebut, Indonesia tetap bersedia menyertakan diri dalam
Perdagangan bebas di kawasan ASEAN karena sebagian besar brang yang
dibutuhkan dan diimpor oleh Indonesia berasal dari negara-negara di Eropa,
bukan dari negara sesama kawasan ASEAN yang memiliki keunggulan
komparatif yang hampir sama.
                         KATA PENUTUP


      Perdagangan bebas yang kelompok kami bahas ini memberikan wawasan
dan pengetahuan yang cukup luas untuk mengetahui berbagai macam hal yang
dibahas pada uraian diatas.

      Dan juga ternyata perdagangan bebas mempunyai beberapa keuntungan dan
kerugian bagi Negara beerkembang. Tetapi hal tersebut tidak membuat Negara-
negara berkembang menjadi putus asa, tetapi tambah membuat Negara-negara
berkembang merasa tertantang untuk melakukan perdagangan bebas tersebut.

      Juga melalui perdagangan bebas ini kita dapat mengerti bahwa betapa
pentingnya perdagangan bebas itu bagi Negara-negara berkembang, karena
melalui perdagangan bebas itulah beberapa Negara memperoleh banyak
keuntungan, yang mula-mula Negara tersebut membeli sumber daya alam mentah
kemudian mengolahnya menjadi barang yang sudah jadi / matang, sehingga jika
barang-barang yang sudah jadi tersebut dijual ke Negara lain maka Negara yang
mengolah bahan mentah menjadi barang jadi / barang matang maka dapat
menjualnya dengan harga yang cukup tinggi.

      Terima kasih atas perhatian bapak/ibu guru yang bersedia untuk membaca
laporan yang kami buat dan juga membantu dalam memberikan informasi kepada
kelompok kami. Berkat informasi yang diberikan tersebut, akhirnya kelompok
kami dapat menyelesaikan tugas tersebut dengan baik.

      Semoga melalui tugas yang sudah dikerjakan oleh kelompok kami ini,
dapat memberikan pengetahuan dan wawasan kepada siswa maupun siswi tentang
Dampak-Dampak Perdagangan Bebas bagi Negara-negara Berkembang.

      Juga melalui Dampak-Dampak Perdagangan Bebas bagi Negara-negara
Berkembang kitadapat mengetahui berbagai macam permasalahan yang dihadapi
oleh Negara-negara khususnya Negara berkembang, tetapi Perdagangan bebas ini
tidak hanya memberikan permasalahan saja, tetapi juga memberikan keuntungan
yang sangat besar pula bagi Negara-negara berkembang, contohnya dapat
meningkatkan devisa Negara melalui kegiatan mengekspor dan mengimpor
barang ked an dari Negara lain. Jadi dampak keuntungan dan kerugiannya
seimbang.

     Dengan demikian kami mengucapkan banyak terima kasih atas perhatian
dan juga informasi-informasi yang diberikan bapak/ibu yang juga bersedia
membantu menyelesaikan makalah ekonomi ini. Dan juga atas perhatian orang tua
yang selalu siap membantu dalam menyelesaikan laporan makalah ekonomi ini.




                                                 Surabaya, 25 September 2007




                                                                      Penulis
DAFTAR PUSTAKA

								
To top