SEJARAH ASURANSI ZAMAN YUNAN I by 9H95h7

VIEWS: 53 PAGES: 234

									SEJARAH ASURANSI

ZAMAN YUNANI
-ISKANDAR ZULKARNAEN /ALEXANDER (356-
323 SM
-DIBUAT POLICE > BUDAK-BUDAK DIBAYAR
/TH.
-ISI PERJANJIAN >TANGGUNG JWB KEPALA
DAERAH
-PREMI ASURANSI>SUKSES
-ASURANSI = PERTANGGUNGAN.
         KOTA PRAJA YUNANI
   DAPAT UANG YG DIBUTUHKAN DGN JALAN
    MEMINJAM SEBESAR 3.600 DRACHMEN
    DENGAN JANJI KEPEMI LIK UANG AKAN
    MEMBERIKAN BU NGA 30 DRACHMEN
    TIAP BULAN SAMPAI WAFAT DAN SAAT
    WAFAT AKAN DAPAT 150 DRACHMEN
    BIAYA MENGUBUR. = ASURANSI JIWA
       COLLEGIUM LEMBAESIS:
   ANGGOTA MEMBAYAR UANG PANGKAL/
    IURAN TIAP BULAN DENGAN DIJANJIKAN
    JIKA ANGGOTA DINAS KETENTARAANNYA
    NAIK PANGKAT AKAN DAPAT UANG 500
    DINAR UNTUK BIAYA PESTA. JUGA JIKA
    DIPINDAHTUGASKAN AKAN DAPAT 500 DI
    NAR DITAMBAH 200 DINAR UNTUK BIAYA
    PENGANGKUTAN KETEMPAT BARU DAN JI
    KA MENINGGAL HAK AHLI WARIS DAPAT
    500 DINAR = ASURANSI JIWA SALING
    MEN JAMIN (ONDERLINGE LEVENSVERZEKERING)
        KEBESARAN ROMAWI (106-43 TH SM)


   MUNCULNYA BANYAK PERJANJIAN YANG
    MENGANDUNG UNSUR-UNSUR ASURANSI GANTI
    KERUGIAN DAN ASURANSI SEJUMLAH UANG
    (SEMMENVERZEKERING) ATAU PER KUMPULAN
    (COLLEGIUM) PARA ANGGOTA BAYAR UANG
    PANGKAL 100 ASSES DAN IU RAN 5 ASSES
    TIAP BULAN JIKA ANGGOTA MENINGGAL MAKA
    AHLI WARIS MENDAPAT 300 BIAYA
    PENGUBURAN. PERKUMPULAN .
     TAHUN 1118 DI ICELAND DAN 1240 VLAAN DEREN
           DERMAK DAN SLEESWIJK JERMAN


   SUDAH MUNCUL PERJANJIAN DENGAN TUJUAN MEMBAGI RE SIKO
    ATAS KEBAKARAN. DIBARENGI ASURANSI PENGANGKU TAN LAUT.
 DIMULAI DI LAUT TENGAH SETELAH DIADAKAN
  PENGIRIMAN TENTARA DARI BERBAGAI NEGARA DI
  EROPA BARAT GUNA MEMBEBASKAN JERU SALEM
  TEMPAT SUCI UMAT KRISTEN DARI PENGUASAAN
  AGAMA LAIN.
 PENGANGKUTAN LAUT BESAR RESIKONYA BELUM
  ADA ALAT KOMUNIKASI SEPERTI SEKARANG INI TI
  DAK ADA RADIO,RADAR SEHINGGA SULIT ANTISI
  PASI BAHAYANYA..
       BELANDA UNTUK (KUH DAGANG) RANCANGANNYA HANYA
                 MEMUAT PERATURAN ASURANSI LAUT.


SETELAH KITAB UNDANG-UNDANG PERNIAGAAN (WETBOEK VAN KO
OP HANDEL) TH 1838 TERMUAT PERATURAN MENGENAI ASURANSI KE
BAKARAN, ASURANSI HASIL BUMI DAN ASURANSI JIWA. SISTEM INI MA
SIH JUGA BERLAKU DI INDONESIA
Zaman Kodifikasi Prancis
Prancis melakukan kodifikasi Hk. Perdata dan Hk. Dagang di selengga
rakan Kaisar Napoleon dimuat 2 kitab Code Civil Kitab Hk. Perdata
dan Code de Commerce Kitab Hk. Dagang.
Buku Mr HJ Scheltema menyimpulkn Asuransi adanya beberarapa pe
ristiwa dari Zaman Yunani –Abad pertengahan mengandung persama
an yg menyangkut masalah Perjanjian Pertanggungan Pertanggungan
itu sendiri mulanya pertanggungan sejumlah uang akhirnya berkem
bang menjadi pertanggungan kebakaran & pertanggungan laut.
       ABAD PERTENGANHAN TH 900


   DI EXETER NEGARA INGGRIS ADA
    PERKUMPULAN / GILDE PEKERJA AN
    =TUKANG BATU -TUKANG KAYU -
    PEMBUAT ROTI. DIJANJIKAN BILA
    RUMAHNYA TERBAKAR AKAN DIBE
    RIKAN SEJUMLAH UANG DARI DANA
   GILDE = SISTEM ASURANSI KEBAKARAN
    ZAMAN SESUDAH ABAD PERTENGAHAN HINGGA SEKARANG

 ASURANSI LAUT BERKEMBANG PESAT JADI HAL
  BIASA UNTUK NEGARA EROPA BARAT SELAN
  JUTNYA ASURANSI KEBAKARAN YANG DIMULAI
  DI NEGARA INGGRIS PADA ABAD 17 DAN ABAD
  18 NEGARA PRANCIS DAN NEGARA BELANDA.
 ZAMAN KODIFIKASI PRANCIS
 KODIFIKASI HUKUM PERDATA DAN HUKUM DA
  GANG YANG DILAKUKAN KAISAR NAPOLEON DI
  MUAT DALAM KITAB CODE CIVIL (KUH PER)
  DAN CODE DE COMMERCE (KUH DAGANG)
 PADA ABAD 19 CODE DE COMMERCE HANYA
  TERMUAT PASAL ASURANSI LAUT.
           HUKUM ASURANSI
ASURANSI---
Kemauan menetapkan kerugi an kecil (se di kit) yang pasti
sebagai peng ganti (substitusi) kerugi an besar belum pasti
Kesimpulan Orang bersedia membayar kerugian nilai sedi
kit masa sekarang agar bi sa menghadapi kerugian besar
dalam waktu mendatang.
Contoh :     *Asuransi Kebekaran
Orang mengasuransikan rumahnya dengan bayar premi pa
da perusahaan Asuransi bila terjadi kebakaran perusahaan
menanggung kerugian terjadi.
                  ASURANSI UMUM
Underwriting pada asuransi umum=mobil,kapal,kebakaran
Untuk asuransi ini tidak sulit seleksinya.
1.Asuransi Mobil.
Dalam asuransi mobil yang terutama diperhatikan ialah:
a.Sifat-sifat pengendaranya,
b.Kegunaan kendaraan tersebut,
c.Peraturan-peraturan yang telah ada,
d.dll.
           ASURANSI LAUT/KAPAL

Dalam asuransi laut proses underwriting dpt
dijalankan mis : sebuah kapal seleksi resiko
dgn menilai :
a.Umur/usia kapal,
b.Kontruksi/bentuk kapal,
c.Besar uang pertanggungan,
d.Tahun pembuatan kapal,
e.Kapasitas dll.
          ASURANSI KEBAKARAN

Proses underwritingnya resiko bisa di
terima atau ditolak tergantung kepada
a.Lokasi rumah,
b.Konstruksi rumah,
c.Besarnya uang jaminan,
d.dll
Bahwa semua bentuk pertanggungan wajib menjalankan selection
of risks atau proses underwriting.Agar bisa men dapatkan
keuntungan,perusahaan harus mengadakan eva luasi terlebih
dahulu terhadap semua resiko yg hendak dia suransikan.
Keuntungan asuransi.
Bagaimana bentuk/corak struktur perekomian sesuatu ne
gara,apakah negara sosialis atau kapitalis RPOFIT itu PENTING


PTOFIT dapat dipakai sebagai salah satu ukuran, apakah perusahaan
bekerja dengan efisien / tidak.efisien tidak saja didasrkan kepada keun
tungan yang diperoleh, akan tetapi juga harus diperhatikan faktor-fak
tor lainnya al:
 1.Efisiensi bisa dilihat dari biaya operasi (cost of operations)
 2.Efisiensi dapat diukur dengan social cost yaitu keuntungan
   /kegunaannya bagi masyrakat.
 Jadi kreteria/standar yang dipakai untuk menentukan efisien
 si tersebut luas sekali.


KEUNTUNGAN
Ada beberapa jenis keuntungan dalam perusahaan asuransi.
1. Underwriting Profit
  Keutungan yang diperoleh dengan dijalankannya process under
  writing.Jadi dengan pemilihan resiko-resiko itu,kita mengaharap
  kan berapa keuntungan yang digunakan untuk perusahaan asu ransi
   tersebut.
  Investment Profit.
  Surplus yang diperoleh dari hasil invetasi /penanaman modal.
  Dalam perusahaan asuransi laba itu tercipta melalui premi. Dari
  sekian banyak premi yang diterima, tidak semuanya digunakan
  (underned premium), dan dari mpremi inilah dipakai untuk mela
  kukan investasi dengan tujuan memperoleh keuntungan.

Interest Profit
Keuntungan yang didapat dari perhitungan bunga.Jika dalam
menghitung interest 5% setahun, sedangkan rate of interest
yang berlaku pada kenyataannya 10% maka keuntungan yg
diperoleh dari perbedaan rate of interest tersebut, dinamakan
Interest profit.
Exspense Profit
Keuntungan yang diperoleh berdasarkan perhitungan biaya biaya
pengeluaran perusahaan. Diasumsikan baiaya untuk operasi peru
sahaan Rp 5.000.000 tetapi ternyata cost sebenarnya lebih rendah
yaitu Rp 4.000.000.
Jadi yang diharapkan tidak sama dengan yang sebenarnya. Sisa da ri
yang kita ramalkan itu Rp 1.000.000 disebut Expsense Profit
                ASURANSI MENURUT UU
*PENANGGUNG > VERZEKERAAR =MEMBERI
*TERTANGGUNG>VERZEKERDE =TERIMA
-ASURANSI > CONSENSUEL = SEPAKAT
 SESUAI UU : -ISI PERJANJIAN SUATU KEPENTINGAN NYATA
             -DILARANG MENANGGUNG MELEBIHI HARGA
             -DILARANG MENG-ASURANSIKAN RANGKAP
ASURANSI JADI BATAL BILA :
-MEMBUAT PERJANJIAN SAAT ITU BELUM TAHU UNTUNG/RUGINYA TERJADI
 SESUATU DIBELAKANG HARI.
-KEJADIAN DISENGAJA.
APA TUJUAN IKUT ASURANSI ?
                        -UNTUK MENDAPATKN PENGGANTIAN KERUGIAN
                        -UNTUK DAPAT SEJUMLAH UANG
UNSUR ASURANSI PS 246 KUHD
                        -UNSUR PREMI
                        -UNSUR GANTI RUGI
                        -UNSUR PERISTIWA BELUM TENTU TERJADI
         Makna antara Asuransi dan
                Perjudian :
Asuransi:
  -Bertujuan untuk mengurangi resiko.
  -Mempunyai sifat social pada Masyarakat.
  -Besarnya resiko(kerugian) yg timbul bisa diketahui.
  -Kontrak perjanjian saling mengikat.

Perjudian
-Permulaan resiko belum muncul. setelah kalah resiko baru muncul
 belum ada menjadi ada (creating of risks).
   -Judi tidak bersifat social-merusak amoral.
   -Kontrak pada gambling / perjudian tidak mengikat dan bersifat
    lesan.
      ASURANSI - PERJUDIAN
      (Insurance vs Gambling)
   Asuransi bertujuan untuk memindahkan resiko in dividu
    kepada perusahaan asuransi. Tujuan per tanggungan
    untuk mengurangi resiko-resiko yang yang ada dalam
    diri setiap orang / masyarakat
   Gambling (perjudian) tidak mengurangi resiko mela
    inkan menciptakan resiko. Asuransi bertujuan utk
    memindahkan resiko individu kepada perusahaan
    asuransi. Tujuan pertanggungan untuk mengurangi
    resiko-resiko yang kita temui disetiap kegiatan ma nusia.
   Sedangkan Gambling (perjudian) tidak mengurangi
    resiko melainkan menciptakan resiko. Tetapi anta ra
    asuransi dan perjudian ada hal penting al:
    ASURANSI dan PENJUDIAN (Insurance vs Gambling)
    Asuransi bertujuan untuk memindahkan resiko individu ke
     pada perusahaan asuransi. Tujuan pertanggungan untuk me
     ngurangi resiko-resiko yang kita temui dalam masyarakat se
     dangkan Gambling (penjudian) tidak mengurangi resiko me
     lainkan menciptakan resiko. Makna antara asuransi dan pen
     judian :
    Asuransi:
        Bertujuan untuk mengurangi resiko.
        Mempunyai sifat social pada Masyarakat.
        Besarnya resiko (kerugian) yg timbul bias diketahui.
        Kontrak perjanjian saling mengikat.
    Perjudian
    Permulaan resiko belum muncul. setelah kalah resiko ba ru
     muncul belum ada menjadi ada (creating of risks).
    Judi tidak bersifat social.merusak amoral
    Kontrak pada gambling tidak mengikat dan bersifat lesan.
Pencegahan dari kerugian (Prevention of Loss) Keuntungan yang dida
pat al :
Mengurangi / memperkecil kerugian (reducing of loss) Mengurangi biaya(cost)
pertanggungangan. mis : Supaya ter hindar dari kebakaran bahan yg dipakai
harus tahan dari api dan tidak mudah terbakar.
Jenis Pencegahan dan Usaha Proteksi
Tujuan memperkecil kerugian (Loss) yang terjadi.
Tipe-tipe pencegahan al:
1.Truly Preveintive
  Mengeliminasi yang menimbulkan kerugian (cause of loss)“Help Insurance”
  untuk mengurangi resiko (sakit) dengan cara mendirikan poliklinik dan ru
  mah sakit.
2.Protective (Quasi Preventive)
  Melindungi Orang / barang yang akan dirugikan (the purpose of which is to
  protectthing or person subyect to damage).
3.Minimizing (mengurangi kerugian)
  Kerugian diusahakan seminimum mungkin.
4.Salvaging : Tujuan
  Melindungi barang yang rusak agar tidak bertambah rusak. mis:Kapal yang
  rusak dilindungi supaya tidak tambah rusak biaya semua itu ditanggung
  asuransi.
 Jenis Pencegahan dan Usaha
           Proteksi
  Tujuan memperkecil kerugian (Loss) yang terjadi.Tipe -
   tipe pencegahan al:
1.Truly Preveintive
 Mengeliminasi yang menimbulkan kerugian (cause of
   loss)
 “Help Insurance” untuk mengurangi resiko (sakit) dgn
   cara mendirikan poliklinik dan rumah sakit.
2. Protective (Quasi Preventive) Melindungi Orang / barang
   yang akan dirugikan (the purpose of which is to protect
   thing or person subyect to damage).
3. Minimizing (mengurangi kerugian) Kerugian diusahakan
   seminimum mungkin.
4. Salvaging : Tujuan: Melindungi barang yang rusak agar
   tidak bertambah rusak. mis:Kapal yang rusak dilindungi
   supaya tidak tambah rusak bia ya semua itu ditanggung
   asuransi.
          Ada dua macam Probability
1.A priory probability (kemungkinan secara
    apriori) A priory probability sutau kejadi an sudah
    diketahui sebelumnya. mis : pelemparan mata uang
    (tossing coins) diperoleh hasil head dan tail. Mata
    uang tersebut jumlahnya sama.
2.Emperical probability(berdasarkan empiris) kejadian-
    kejadian yang bisa diketahui me lalui pengalaman
    empiris sehari-hari. Mis, bu ruh dipabrik setiap
    bulannya ada kece lakaan kerja sekian persen tiap
    bulan / tahun.
      Hukum Jumlah Bilangan yang Besar
         (The Law of Large Number)

Diasuransi dikenal Law of Large Numbers. Hukum dlm jum
lah yang besar arti: Resiko yang diper tanggungkan harus
dalam jumlah besar.
mis:
Asuransi Mobil 20 Unit yang diasuransikan.
Asuransi Jiwa Law of Large Numbers dengan mem perhi
tungkan kemungkinan probability dari 15.000 Orang umur
25 tahun bisa capai umur 56 tahun bila telah diketahui 14.
900 orang bisa 56 tahun maka di tetapkan premi (penentu
an tarif)
Probability selalu ada disetiap hari dlm kehidupn kita penga
laman) dan melekat dalam Asuransi.
               Faedah Asuransi
   Asuransi banyak digunakan perseorangan (individu)
    masyrakat maupun perusahaan.
   Asuransi adalah a social device for elimina ting or
    reducing the cost to society of cer tain types of risk.
    Dengan adanya asuransi dapat menampung sekian
    banyak resiko yg kita temui dalam masyarakat sehari-
    hari.
Faedah Asuransi
Asuransi banyak digunakan perseorangan (individu) masyrakat maupun pe
rusahaan.
Asuransi adalah a social device for eliminating or reducing the cost to socie
ty of certain types of risk. Dengan adanya asuransi dapat menampung sekian
banyak resiko yang kita temui dalam masyara kat sehari-hari.
Riegel dan Miller bukunya Insurance principles and Practices fae dah asu
ransi : Asuransi menyebabkan atau membuat masyarakat dan perusahaan
keadaan aman.
Dengan membeli asuransi para pengusaha atau orang akan menjadi te nang
jiwanya.
Dengan asuransi efisiensi perusahaan (business efficiency) dapat dipertahan
kan.
Guna menjaga kelancaran perusahaan (going concern) dengan jalan pertang
gungan, resiko dapat dikurangi mis si A dan B mendirikan perusahaan ”Fir
ma“keduanya membeli asuransi (life insurance) jika B meninggal demi men
jaga efisiensi kelancaran perusahaan.dan agar firma tetap dapat hidup terus
tidak perlu bubar. Dengan cara si A akan mengambil alih saham B disertai
adanya jaminan hal ini untuk tujuan efisiensi dalam produksi, distribusi dll.
Asuransi terdapat suatu kecenderungan penarikan biaya dilakukan seadil
mungkin (the equitable assetment of cost) ongkos-ongkos asuransi harus
adil sesuai besar kecil nya resiko ynag dipertanggungkan. Mis asuransi jiwa
seorang telah tua sekali asuransi lebih besar daripada orang yang masih
muda.
4. Asuransi sebagai dasar pemeberian kridit (Insurance serves as a basis of
   credit)
   a.Asuransi pengangkutan yang ada hubungan dengan tata perdagangan
      internasional.
Seorang pengusaha ajukan kridit pada bank selain memiliki bill of lading, ko
nosemen pengusaha juga harus mempunyai “sertifikat asuransi “
   b.Pinjaman hipotek (jangka panjang) pemberi kridit (bank) mensyaratkan
      peminjam harus harus mempunyai asuransi.yang diasuransikan al :
      Rumah, kapal, pabrik dll
5. Asuransi sebagai alat penabung (saving) mis Asuransi jiwa saat ini kita me
   ngeluarkn uang, sedangkan penggunaan dikemudian hari hanya sayang
   asuransi jiwa kurang me narik sebab kurang menguntungkan bagi masya
   rakat berpendapatan rendah, ekono mi tidak stabil terutama akibat mero
   sotnya nilai uang.
Asuransi dipandang sebagai suatu sumber pendapatan earning
power didasarkan ke pada Financing the business. al mesin-me
sin dalam kontribusi kapasitas produksi dari mesin. Sedangkan
pada manusia pada sumber pendapatannya berapa didapat ti
ap bulannya. Mis seorang pimpinan puncak (top level manage
ment) pendapatan sekian bila dia meniggal dunia perusahaan
asuransi akan membayarnya asuransi seperti ini banyak terda
pat pada orang-orang penting (keyman) seperti insinyur atom
dll yg dia suransikan perusahaan tersebut.Dengan demikian asu
ransi banyak sekali manfaatnya.
      Riegel dan Miller bukunya Insurance Principles and
                  Practices Faedah Asuransi
-Asuransi menyebabkan atau membuat masyarakat dan perusahaan keadaan
aman. Dengan membeli asuransi para pengusaha atau orang akan menjadi
tenang jiwanya.
-Dengan asuransi efisiensi perusahaan (business effici ency) dpt dipertahan
kan.
Guna menjaga kelancaran perusahaan (going concern) dgn jalan pertanggu
ngan, resiko dapat dikurangi mis si A dan B mendiri kan perusahaan “Firma“
kedua nya membeli asuransi (life insuran ce) jika B meninggal demi menjaga
efisiensi kelancaran perusaha an. dan agar firma tetap dapat hidup terus ti
dak perlu bubar. Dengan cara si A akan mengambil alih saham B disertai ada
nya ja minan hal ini untuk tujuan efisiensi dalam pro duksi, distribusi dll.
-Asuransi terdapat suatu kecenderungan penarikan bia ya dilakukan seadil
mungkin (the equitable assetment of cost) ongkos-ongkos asuransi harus
adil sesuai be sar kecilnya resiko yang dipertang gungkan. Mis Asu ransi jiwa
seorang telah tua sekali asuransi lebih besar daripada orang yang masih
muda.
Asuransi sebagai dasar pemberian kridit (Insurance serves as a basis of cre
dit)
a. Asuransi pengangkutan yang ada hubungan dengan tata perdagangan in
    ternasional.Seorang pengusaha ajukan kridit pada bank selain memiliki
    bill of lading, konosemen pengusaha juga harus mempunyai “sertifikat
    asuransi “
b.Pinjaman hipotek (jangka panjang) pemberi kridit (bank) mensyaratkan pe
   minjam harus harus mempunyai asuransi.yang diasuransikan al : Rumah,
   kapal, pabrik dll
Asuransi sebagai alat penabung (saving) mis Asuransi jiwa saat ini kita me
ngeluarkn uang, sedangkan pengguna an dikemudian hari hanya sayang asu
ransi jiwa kurang menarik sebab kurang menguntungkan bagi masyarakat
berpendapatan rendah, ekonomi tidak stabil teru tama akibat merosotnya ni
lai uang.
Asuransi dipandang sebagai suatu sumber pendapatan (ear ning power) dida
sarkan ke pada Financing the busines al. mesin-mesin dalam kontribusi kapa
sitas produksi da ri mesin. Sedangkan pada manusia pada sumber pendapa
tannya berapa didapat tiap bulannya. Mis seorang pimpinan puncak (top le
vel management) pendapatan sekian bila dia meninggal dunia perusahaan
asuransi a kan membayarnya asuransi seperti ini banyak terdapat pada org-
orang penting (keyman) seprti ir atom dll yang diasuransikan perusahaan
tersebut. Dengan demi kian asuransi banyak sekali manfaatnya.
     PENGERTIAN RESIKO (PROBILITY) RUGI DALAM
                    ASURANSI
RESIKO (Risk)
Tidakketentuan/uncertainty yg mungkin melahirkan kerugian
(Loss) dalam Asuransi. al Ketidaktentuan Ekonomi (Economic
uncertainty) kejadian yg timbul akibat perubahan selera atau
minat konsumen hal harga, teknologi atau penemuan baru.
Akibat karena alam (Uncertainty of nature) al. Kebakaran, badai
topan, banjir.
Akibat perilaku manusia (human uncertainty) al Peperangan,
pencurian,perampokan dan pembunuhan.
Dari ketiga ketidaktentuan diatas yang bisa dipertanggungkan
akibat alam dan akibat manusia. Sedangkan yang Ekonomi ti
dak bias diasuransikan karena bersifat spekulatif (unsur ekono
mis) sulit diukur.
HAZARD
Suatu keadaan yang menambah kemungkinan terjadinya peril
(kerugian) atau Hazard is a condition that increases the change
of loss arising from peril.
Hazard dibagi :
Physical hazard, yang berbentuk fisik dan mengandungunsur
obyektif : mis kerusakan secara fisik akibat terbakar, tabrakan.
Moral hazard, hazard yang menyangkut diri seseorang mengan
dung unsure subyektif. mis dengan sengaja menubrukkan mobil
ke pohon agar bisa mendapatkan ganti kerugian


MORALE HAZARD
Hazard yang ditimbulkan oleh tindakan kurang hati-hati sehing
ga menimbulkan kerugian.
Mis : Seseorang mengendarai mobil terlalu cepat pada waktu
hujan lebat.Tindakan ini bisa mendatangkan kecelakaan Hazard
dapat menimbulkan kerugian untuk pertanggungan.
  Pembagian Hazard dihubungkan dengan resiko.
  Resiko Pribadi dan Resiko Keluarga (Personal & Family Risks)
  Personal dan Family risks dihubungkan dengan Those loss of
  income and property (kehilangan pendapatan dan milik).


Kehilangan Pendapatan (Loss Income) disebabkan :
Kematian (death) Kematian menimbulkan kehilangan pendapatn
pada seseorang atau keluarga.
Cacat permanent (permanent disability) Seseorang tidak mampu
lagi mencari pengahasilan mis karena sakit, kecelakaan.cacat se
mentara (temporary disability)sementara waktu tidak bisa menca
ri nafkah.
Pengangguran (unemployment) Seseorang yang menganggur be
rakibat kehilangan penghasilan
 RESIKO diklasifikasikan :
 Speculative risks, Resiko yang bersifat spekulatif yang bisa
 men datangkan rugi / laba
 Contoh : Seorang pedagang bisa untung / rugi dalam
 usahanya.
 2. Pure risks, Resiko yang selalu menyebabkan kerugian.
 Perusahaan Asuransi beroperasi bidang pure risks,
 (Kematian, Kapal tenggelam, Ke bakaran.

PERIL
  Adalah segala sesuatu yang menimbulkan kerugian. Peril
  dan Risks erat sekali.
 Kerugian Hak Milik ( Loss of Property)
 Disebabkan al:
 Kebakaran (fire) Kilat (Lightning) Angin Badai (windstrong) Air bah
 (Water leakage) Gempa bumi (earthquakes) Ledakan ( Explotion)
 Huru-hara (riot and civil cammotion) Perampokan, pencurian (burg
 lary, thieve or robbery) Pemalsuan surat tangan (forgery) Penggela
 pan (Fraud) Hujan es (frost)

Resiko Perusahaan (Business Risks) al :
Perils of transportation of good on land sea. Kerugian terjadi pada saat me
ngangkut barang-barang didarat atau laut. Sering hal tersebut telah diasuran
sikan kusus angkutan laut pada marine insurance Hail (angin panas) Frost
(udara rendah) dan kasus lain yg merusak tanaman. Di Negara Indonesia be
lum berkembang kecuali asuransi hasil pertanian.
Asuransi Tebu Dishonesty of employees ketidakjujuran pegawai.
mis. Melarikan uang, korupsi, serta penggelapan.
Failure of contracts to fulfil contract (kegagalan dalam memenuhi kontrak)
Mis : pemborong harus memenuhi suatu kontrak jika pekerjaannya tidak se
      lesai pd waktunya maka kena ganti rugi (denda) dari asuransi sesuai
      prosentase.
Strikes (Pemogokan) menyebabkan kerugian pada perusahaan
berakibat bagi para pegawai kehilangan penghasilan untuk
memperkecil dengan jalan asuransi.
Mis :
Kematian (death) Kematian adanya resiko perseorangan dan fa
mili org berusaha untuk menutupi resiko tersebut dengan mem
beli asuransi jiwa.
Tidak mampu selamanya (permanent disability) Ditutup dengan
asuransi sakit atau kecelakaan.
Tempo rary disability bisa ditutup dengan asuransi sakit.
Pengangguran (unemployment) Pengangguran dijamin oleh Ne
gara dinegara-negara yang sudah maju.Hak milik (property) di
asuransikan pada asuransi kerugian atau asuransi umum.
-Melaporkan treaty reasuransi paling lambat akhir Pebruari th
 yg bersangkutan.
-Menyampaikan keuangan yg telah diaudit selama 12 bl.
-Mengumumkan neraca dan perhitungan laba/rugi bagi PT.
-Melaporkan setiap perubahan alamat kantor pusat /cabang
paling lambat 7 th sejak perubahan.
RESIKO DAN ASURANSI
Pada hakekatnya kehidupan Manusia selalu berkisar
pada dua hal yaitu menyenangkan / positif dan tidak
menyenangkan / negatif Kedua kehidupan ter sebut
akan menciptakan suatu keadaan yg tidak pasti terhadap
kehidupan diri Manusia

 Keadaan tidak pasti inilah merupakan titik awal
  dan titik akhir dr kehidupan Manusia.
 Ktidak pastian tersebut bersumber pd dua
  pertanyaan pokok yg jawabannyapun bersifat
  mistirius.
 Pertanyaan itu adalah:
-Apakah ?
Seseorang itu akan tetap berbahagia dan be runtung atau tidak.
-Apakah ?
Seseorang itu akan menderita kerugian atau tidak


Pertanyaan diatas tidak mungkin dijawab dengan suatu ja
waban yg pasti oleh siapa pun. Mengingat jawaban jg tdk
pasti maka kita akan menghadapi keadaan yg lebih jelas
ialah bahwa sesungguhnya kehidupan Manusia itu selalu
berkisar atas ketidakpastian yg ber kepanjangan dan terus
-menerus
Keadaan yg tidak pasti disebut sebagai suatu RESIKO.
Dengan demikian dpt dirumuskn pertanyaan: Apakah
manusia (seseorang) akan selalu mengha dapi resiko ?
Jawabnya Ya
Pada prinsipnya Manusia itu selalu menghadapi re siko
krn memang sesungguhnya Manusia itu pada
hakekatnya merupakn suatu sobyek tumpuan resi ko yg
sebagaimana sifat hakiki Manusia itu sendiri.

   Jadi Resiko itu merupakan sesuatu yg tidak dipi sahkan
    dari kehidupan Manusia dan tdk seorang pun yg dapat
    bebas dari suatu resiko
   Pendapat S R Diacon dan R L Carter:
   Resiko itu ada setiap kali orang tdk dapat mengu asai
    dengan sempurna/mengetahui lebih dulu me ngenai
    masa depan.
                    RESIKO (Risk)
   Ketidakketentuan atau uncertainty yang mungkin mela hirkan kerugian
    (Loss) dalam Asuransi. al
   Ketidaktentuan Ekonomi (Economic uncertainty) kejadian yang timbul
    akibat perubahan selera / minat konsumen hal harga, teknologi atau
    penemuan baru.
   Akibat karena alam (Uncertainty of nature) al.Kebakaran, badai topan,
    banjir.
   Akibat perilaku manusia (human uncertainty) al Pepera ngan,
    pencurian,perampokan dan pembunuhan.
   Dari ketiga ketidaktentuan yang bisa dipertanggungkan akibat alam dan
    akibat manusia. Sedangkan yang Ekono mi tidak bisa diasuransikan karena
    bersifat spekulatif (unsur ekonomis) sulit diukur.
       RESIKO diklasifikasikan

1.Speculative risks, Resiko yang bersifat spekulatif
    yang bisa mendatangkan ru gi / laba Contoh :
    Seorang pedagang bisa untung / rugi dalam usa
    hanya.
2.Pure Risks, Resiko yang selalu menye babkan keru
    gian.Perusahaan Asuransi beroperasi bidng pure
    risks, (Kematian,Kapal tenggelam ,Kebakaran.
                 PEMILIHAN RESIKO
                  (UNDERWRITING)
Asuransi dengan underwriting adalah pemilihan resiko yang aman
agar perusahaan mendapat keuntungan (profit).Dari resiko-resiko yang
kita pilih ada yang bisa diterima (accep tance of risks) dan ada pula yg
tidak bisa diterima.
Dalam mengadakan seleksi resiko-resiko tersebut hrs menilai apakah
resiko-resiko itu mempunyai sifat
1.Morale hazards.
2.Morale hazards atau hak.
3.Physical hazards.
Proses underwriting bisa dijalankan pada :
Asuransi Jiwa
   Pertanggungan jiwa diadakan seleksi yaitu apakah seorang calon ter
   tanggung bisa atau tidak sebagai calon tertanggung setiap perusaha
   an mempunyai syarat tersendiri utk menerima / menolak si tertang
   gung. Pada perusahaan asuransi ada bagian underwriting tersendiri
   untuk mencek syarat-syarat tersebut
Pendapat Mehr dan Osler dalam buku Modern Life Insu rance,
underwri ting adalah:Dalam proses seleksi kese hatan harus
pula diperhatikan hal-hal yg berhubungn dengan kebiasaan,
pekerjaan dsb.
The process used to determine average good health (and the
other factors involved,such as habits and assupation is known
as under writing the risk or selecting the risk.


1.Faktor-faktor yg menyebabkan diadakannya Underwriting-Un
  derwriting perlu dijalankan:
  Dalam asuransi jiwa penting karena ada hubungan dgn mor
  tality (angka kematian). Setiap perusahaan menyusun morta
  lity table berdasrkan pada kumpulan yang menyangkut :
  keadaan kesehatan,serta pendapatan harus sesuai Premi di
  dasarkan kepada CSO 1941,sesudah mortality table ditetap
  kan perusahaan bersedia menerima orangorang (resiko) arti
  seleksi kita temui
Pada mereka yang kurang sehat dan mempunyai maksud-maksud tertentu
untuk mendapat asuransi (moral hazards)
Untuk mengadakan seleksi ada dasarnya yaitu:
a. Umur tertanggung,
b.Jenis kelamin (pria atau wanita)
c.Macam asuransi yang diinginkan,
d.Alamat / tempat tinggal,
e.Keadaan kesehatan badan,
f. Pekerjaan,
g.Keadaan struktur keluarga / famili,
h.Keadan keuangan dll.


Untuk mengetahui mulai a s/d h bisa memperoleh informasi melalui :
a.Surat-surat permohonan asuransi,
b.Laporan-laporan dari luar perusahaan,
c.Laporan yang disusun dari peursahaan bersangkutan
d.Inspection report (hasil inpseksi),
e.Medical informations bureau,
Numerical Rating
Tujuannya ialah untuk menetukan mana resiko yang disub-standar
diterima atau ditolak.
Resiko yang sub-standar bisa dihubungkan al :
-untuk tinggi badan dan berat badan harus tertentu.
-umur tertentu serta tekanan darah harus harus tertentu.
 (tinggi / rendah) itu gunanya numerical rating.
   RISK MANAGEMENT


   Risk Management ialah peninjauan resiko dr sudut pandang
    seorang manajer asuransi (Risk Manager)
   Resiko dalam masyarakat dilihat dari dua segi :
   1.Pembeli asuransi (pemegang polis)
   2.Penjual asuransi (perusahaan asuransi)
   Bagi seorang risk manager yang penting untuknya ialah meli
    hat resiko dari pembeli asuransi.
   Usaha yang dijalankan harus menitikberatkan pada Prevention
    of Loss oleh karena banyaknya resiko bisnis didalam masyara
    kat yg hrs dihadapi.
   Fugnsi pimpinan bagian asuransi ialh untuk memikirkan bagai
    mana caranya agar resiko dapat ditangani.
Risk Management bisa timbul dalam masyarakat bilamana
  -Perusahaan berkembang terutama perusahaan industri.
   Karena meluasnya industri akan menyebabkan resiko
   yg ada bertambah “Komplek”
  -Dengan majunya perindustrian maka hazard akan ber
   tambah besar.
  -Untuk menampung a dan b tersebut perlu adanya bagi
    an tersendiri dalam perusahaan guna mengatur resiko
    tsb. Dengan timbulnya Risk Manager yang mempunyai
    tanggungjawab khusus dalam soal-soal perasuransian.
Di USA Risk Manager bisa timbul dengan cpt karena nega
  ra tersebut mempunyai proses yg cepat pertumbuhan
  ekonomi dan industrinya
TUGAS RISK MANAGER
Risk manager dalam perusahaan harus memperhatikn hal-hal :
Menentukan serta menganalisis resiko yg dihadapi oleh perusahaan
(to determine and analyze the risk) utk menentukan besarnya resiko
ditentukan pula tindakan-tindakan yg harus dijalankan (prevention
of loss) mis:membuat gedung yg tahan akan api (fire insurance)
Cara apakah guna menanggulangan resiko ?
a.Mengasuransikan (resiko dibebankan asuransi)
b.Self Insurance kita tanggung sendiri resiko yg terjadi tdk dipindah
  kan pada Asuransi
Mis: Perusahaan pengangkutan yg menggunakan Self Insurance utk
      semua alat-alat yang dimilikinya.

Caranya:
Dengan mengadakan cadangan, yaitu “cadangan asuransi” tujuan
nya utk menggan tiperalatan yg telah disusutkn nilainya.Hanya peru
sahaan-perusahaan besarlah yg bisamenjalankan Self Insurance krn
perusahaan besar berlaku the Law of Large Number.
Assume of Risk, Resiko yg mungkin timbul tidak dipertanggungkan
yaitu scr untung-untungan saja (spekulasi).
Risk Mangaer harus mengetahui serta paham akan limu asuransi.
Ketiga faktor diatas yg harus diketahui dan dimengerti oleh manajer
asuransi untuk itu manajer harus melihat :
a.Kerugian-kerugian yg mungkin timbul
b.Menilai kerugian yg sesungguhnya (actual Losses)
c.Berusaha utk mengadakan prevention of loss
d.Mengestimasi real loss dengan expexted losses

PERSOALAN KETATALAKSANAAN MASALAH MANEJEMN BAGI
PERUSAHAAN PERUSAHAAN ASURANSI DI INDONESIA

Masalah manajemen merupakan persoalan pokok bagi Negara
kita sebagai suatu negara yang sedang berkembang.Maju mun
durnya suatu perusahaan asuransi, tidak tergantung pada akti
vitasnya saja(operation)tetapi juga banyak dipengaruhi oleh so
al-soal ketatalaksanaan (manajemen).
Kita liha problematika asuransi umum di Indonesia :
1.Masalah Internal
a.Lack of managerial skill, lack of moder administratioan;
b.Kurang latihan,pengalaman,skill dan technical mknowho;
c.Kurangnya tenaga kerja yg berkualitas, acceptable dan capable;
d.Kurang kesempatan bekerja yg disebabkan oleh rendahnya tingkat upah
  serta biaya-biaya penghidupan yg meningkat setiap hari
e.Persoalan tingkat tarif yg konstan (fixed) sedangkan biaya-biaya asuransi
  meningkat terus (cost of insurance)
Faktor eksternal berpengaruh pada operasi perusahaan mis:
1.Keadaan ekonomi tidak stabil yg membawa pengaruh pada hasrat mena
    bung serta utk melaksanakn investment (fixed in vestment).
2.Karena pengaruh keadaan moneter dan kebijaksanaan keuangan pemerin
   tah (perpajakan)
3.Aspek undang-undang serta bertambah besarnya pengawasan negara utk
    campur tangan dlm perusahaan-perusahaan asuransi (perusahaan-perusa
    haan negara).
Kedua faktor diatas baik bersifat Intern maupun Ekstern memberi pengaruh
kepada pertumbuhan perusahaan asuransi, terutama bagi negara Indonesia
yg sedang menuju kepada tinggal landas(take Off) dalam pembangunan eko
nominya untuk mencapai masyarakat yg adil dan makmur.
          Bentuk-Bentuk Asuransi di Indonesia

   Asuransi kerugian (Asuransi umum) Mengenai hak milik, keba
    karan dll.
   Asuransi Varia al : Asuransi laut, Asuransi kecelakaan, Asu
    ransi mobil, Asuransi pencurian.
   Asurnasi Jiwa (Life Insurance) menyangkut kemtian, sakit,
    cacat
   Asuransi sosial (Social Insurance) = Asuransi wajib setiap org
    harus memiliki.Tujuannya supaya setiap orang ada jaminan
    dihari tua (olda ge) dilaksanakan dengan paksa dgn potong
    gaji 10% / bln jika orang sakit dijamin pengobatannya, kece
    lakaan, invalid,sampai umur tua dan yang menyebabkan, pe
    ngangguran.
 Pendapat John H Magee General Insurance
 Asuransi Sukarela (voluntary Insurance)
 Asuransi ini sukarela (voluntary) tidak dengan paksaan.
 a.Government insurance.
   Asuransi Pemerintah :
  Jaminan kepada prajurit cacat/veteran/PNS
 b.Commercial insurance : Asuransi untuk melindungi eseorang kelu
   arga atau perusahaan dari segala resiko yang akan mendatangkan
   kerugian. Tujuan asuransi sendiri komersial dgn motif keuntungan
   (profit motive).

Comercial Insurance dapat digolongkan
(Asuransi Jiwa (Personal Life Insurance)
Bertujuan untuk memberikan jaminan pd seseorang / keluarga yg disebab
kan kematian, kecelakaan serta sakit.
al : PT As Jiwa Sraya
    As Jiwa Darma Nasional
    As Jiwa Bumi Putra 1912
Di Indonesia Asuransi Jiwa belum terkenal (berkembang) yang
ber kembang yaitu Asuransi : Umum. Kebakaran, dan Mobil

Asuransi Kerugian (Property Insurance)
Bentuknya sama dengan Asuransi Umum di Indonesia tujuan
mem berikan jaminan kerugian disebabkan karena kebakaran,
pencurian, asuransi laut.
 al : PT Reasuransi Umum Indonesia;
      PT Asuransi Kerugian.

Marine Insurance ( Asuransi Laut)
Dengan mempertanggungkan kapal, muatan (kargo) dll.
Jadi segala kerugian mungkin terjadi pada masa yang akan dtg
kita pindahkan (shift) kepada perusahaan asuransi.
Ps 246 KUHD :
Asuransi atau Pertanggungan adalah Suatu Perjanjian seorang
Penanggung Mengikatkan diri ke pada Tertanggung dengan me
nerima suatu Premi untuk menggantikan suatu kerugian, kerusa
kan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan yg mungkin
diderita suatu peristiwa yg tak tentu



   Ps 246 KUHD Ada 3 Unsur
   - Tertanggung

     - Penanggung
     - Kejadian Blm Jelas Terjadi
Menurut Prof. Dr. Wirjono Prodjodikoro. Asuransi masuk go
longan Persetujuan Untung-Untungan (Konsovereenkomst).
Persetujuan Untung-Untungan sesuai Ps 1774 KUHPer suatu perbuatan
yg hasilnya mengenai untung rugi baik bagi semua pihak bergantung pa
da suatu kejadian yg blm ten tu. Demikian juga : Persetujuan pertanggu
ngan, Bunga ca gak hidup, Perjudian dan Pertaruhan.


     Tegasnya Ps 1774 KUHPer Bahas Tentang:
     Persetujuan Untung-untungan.
     3 contoh al :
     1. Asuransi
     2. Bunga cagak hidup(Bunga utk slm hidup seseorang)
     3.Perjudian dan Pertaruhan
Pendapat lain:
3 Unsur tsb kurang tepat jika dipandang dari segi arti karena dikata
kannya hasil pelaksanaan persetujuan berupa untung atau rugi ter
gantung pd peristiwa yg belum tentu akan terjadi sebetulnya yg ter
gantung secara langsung ini ialah pelaksanaan kewajiban pihak penja
min.
Pelaksanaan ini berarti rugi bagi si penjamin, Sedangkan kalau kewa
jiban pihak penjamin tidak perlu dilaksanakan, berarti untung bagi si
penjamin.


Persetujuan Untung-untungan sebetulnya mengakibatkan suatu perjan
jian bersyarat dari pihak penjamin yg diatur Ps 12, 53 s/d 1267 BW
Dalam Ps 1774 BW hal Asuransi diatur dalam Hk Perniagaan Dalam
Buku I titel 9 dan 10 serta Buku II titel 9 dan 10
      SIFAT DAN CIRI KHUSUS ASURANSI


Sifat Perjanjian aletoir
-Prestasi penanggung memberikan ganti rugi sejumlah uang kepada
 tertanggung diganti suatu peristiwa yg belum pasti terjadi (onzeker
 voorval).
-Terdapat kesenjangan waktu antara prestasi haknya tertanggung be
 da dgn perjanjian secara umum dijalankan bersamaan maka perjanji
 an disebut perjanjian bersyarat (conditional).
                   Ciri Khusus

Perjanjian asuransi adalah perjanjian yg melekat pada
syarat penanggung karena di dlm perjanjian asuransi pa
da hakikatnya syarat dan kondisi perjanjian hampir selu
ruhnya di tentukan dan diciptakan oleh penanggung/pe
rusahaan asuransi sendiri, dan bukan karena adanya ka
ta sepakat yang murni atau krn hasil tawar menawar.
   Bentuk Perjanjian Asuransi
Sebagian terbesar ditentukan sepi hak penang
gung.
Penanggung dianggap sbg penyusun perjanjian
maka harus banyak tahu peraturan yang ada.
     OBYEK-SUBYEK DAN KEPENTINGAN DALAM
                  ASURANSI

a. Obyek Asuransi :
Obyek Perjanjian pada umumnya.
OBYEK dalam suatu perjanjian dapat diartikan sebagai hal yg diperlu
kan oleh SUBYEK suatu hal yg penting dlm tujuan membentuk suatu
perjanjian. Sehingga hal yg diwajibkan kpd pihak yg berkewajiban (de
bitur) terhadap mana pihak yg berhak (kreditur) mempunyai hak ada
lah merupakan obyek dalam hubungan hukum mengenai perjanjian.
Mengenai obyek perjanjian itu lebih jelas ada hubungan hukum peri
hal perjanjian ini mengenai suatu benda contoh : jual beli, sewa me
Nyewa, gadai.
Sebaliknya ada suatu perjanjian dimana obyeknya bukan suatu benda
yaitu perjanjian perburuhan.Penanggungan dengan orang borg-tocht
Dading Ps 1851 KUH Per, pemberian kuasa (lasgeving) mis : Ps 1851
KUH Per.
Perdamaian adalah suatu persetujuan dengan mana kedua belah pi
hak dengan menyerahkan menjanjikan atau menahan suatu barang
mengakhiri suatu perkara yg sedang ber gantung dan men cegah
timbulnya suatu perkara.
Semua perjanjian umumnya menyinggung hal kekayaan harta benda
seseorang. Maka hukum perjanjian masuk golongan Hk Kekayaan
Harta, Hk Kekeluargaan dan Hk. Perkawinan.
 b.Pengertian Obyek Asuransi (Voorwerp der Verzekerring)
 Ps 268 KUHD : Suatu pertanggungan dpt mengenai segala kepentingan yg
 dapat dinilaikan dengan uang, dapat diancam oleh bahaya dan tidak dikecu
 alikan oleh UU
 Ps 268 KUHD yang menjadi obyek Asuransi semua kepentingan yang :
 -Dapat dinilai dengan jumlah uang
 -Dapat takluk pada macam-macam bahaya
 -Tidak dikecualikan oleh Undang-undang
           Perjanjian asuransi adalah
           perjanjian yang melekat.
   Karena melekat itulah selaku penanggung maka mu
    tlak berperan ganda sehingga sebagai ter tanggung
    ada kecenderungan banyak kelemahan. Sebab dlm
    perjanjian asuransi orentasi kepada penanggung
    semata dan memang diciptakan untuk menghindari
    peran tertanggung lebih besar.
    SIFAT ASURANSI SEBAGAI GEJALA HUKUM
 PENGERTIAN PERDATA 
 ASURANSI /PERTANGGUNGAN STABLAD 1847
 PS 1774   1774 (2) BW (Peristiwa blm tentu terjadi)
 PENGERTIAN PS 246 KUHD 
 *SUATU PERJANJIAN
PENANGGUNG <>TERTANGGUNG
 SIFAT-SIFAT ASURANSI
 ASAS PERJANJIAN
                  *PERJANJIAN BERSYARAT
                  *PERJANJIAN TIMBAL BALIK
PROF. EMY : 5 SIFAT LAIN --
*SIFAT PERSETUJUAN
*SIFAT TIMBAL BALIK
*SIFAT KONSENSUAL
*SIFAT PERKUMPULAN
*SIFAT PERUSAHAAN
          PASAL 247 KUHD BANYAK PERUBAHAN
          *ASURANSI KEBAKARAN
          *ASURANSI PERTANIAN
          *ASURANSI LAUT
          *ASURANSI DARAT
          *ASURANSI PERBUDAKAN
   OBYEK-SUBYEK DAN KEPENTINGAN ASURANSI
   *OBYEK SECARA UMUM          -HAK DEBITUR
   -HAK KREDITUR               -PS 1851 KUH PER
   *OBYEK ASURANSI PS 268 KUHD
                   -JUMLAH UANG
                   -TAKLUK MACAM-2 BAHAYA
                   -TIDAK DIKECUALIKAN UU
   *PS 250 KUHD PERKECUALIAN
   -TIDAK ADA KEPENTINGAN
   *JAMINAN ASURADOR
   - KERUGIAN NYATA
   *PS 253 KUHD
           SIFAT ASURANSI SEBAGAI GEJALA
                      HUKUM


PENGERTIAN PERDATA >ASURANSI /PERTANGGUNGAN
STABLAD 1847 PS 1774 (2) BW (Peristiwa blm tentu
terjadi)
PENGERTIAN HK DAGANG PS 246 KUHD           SUATU PER
JANJIAN PENANGGUNG <>TERTANGGUNG.
         SIFAT-SIFAT ASURANSI
 *ASAS PERJANJIAN
 *PERJANJIAN BERSYARAT
 *PERJANJIAN TIMBAL BALIK
   PROF. EMY : Ada 5 SIFAT
   *SIFAT PERSETUJUAN
   *SIFAT TIMBAL BALIK
   *SIFAT KONSENSUAL
   *SIFAT PERKUMPULAN
   *SIFAT PERUSAHAAN
    PASAL 247 KUHD TERJADI
          PERUBAHAN

 *ASURANSI KEBAKARAN
 *ASURANSI PERTANIAN
 *ASURANSI LAUT
 *ASURANSI DARAT
 *ASURANSI PERBUDAKAN
     SUBYEK KEPENTINGAN ASURANSI
 -PERSETUJUAN PS 1313 KUH Per.
 -KEPENTINGAN PIHAK Ke-3 Ps-1316,1317 KUHPer
 -KEUNTUNGAN PRIBADI Ps 1315 KUHPer
 -PS 264 W v K SAH BAGI PIHAK Ke-3
 (Asuransi Jiwa) A – Asurador – Byr Premi si B
 -PS 256 W v K
 *POLIS NAMA DIRINYA / ORANG LAIN
 (Untuk kepentingan Org k-3 tdk terlacak)
 -PS 265 W v K
 *Syarat Mewakili Org ke-3 ada Srt Kuasa
 - PS 266 W v K
 *Batal Demi Hukum
 -PS 62 – 73 W v K (Makelar)
 Perantara Dlm Asuransi –Agen Per. As
   MAKELAR KHUSUS ASURANSI
   -PS 260 DAN PS 261 W v K
    Ps 260
   (Polis dlm waktu 8 hr hrs diserahkan Terjamin)
   Ps 261
   (Makelar hrs memberi ganti rugi jika lalai)
   =MAKELAR KUSUS ASURANSI LAUT=
       Ps 681 – 685 W V K
       Ps 681(Kewajiban Makelar)
   -Membuat Nota                     -Mengisi Polis
   -Daftar Polis                     -Mencatat Kagiatan
   -Malaporkan                       -Memberi turunan

-PS 67 W v K
   (1) Makelar Wajib Mencatat utk Tertanggung
  Makelar wajib memperlihatkan catatan utk dicocokkan atas
  permintaan Hakim
                 PEMBAYARAN PREMI

   (Makelar harus menanggung Pembayaran Premi
    pihak yg dijamin walaupun Terjamin belum bayar pd
    Pihak penjamin).
    *PS 682 W V K
   -Makelar tdk berkewajiban bayar premi jika dalam
    Polis tidak menyebutkan
   *PS 683 W V K
   -Makelar bertanggungjwb sampai harta kekeyaan jika
    (Jatuh Pailit) secara umum Makelar kurang diminati
    mrk lebih percaya pada agen-agen Per. Asuransi.
   PS 685 W v K
   *Terjamin Pailit dan belum bayar Premi maka Makelar
    berhak menerima kembali Premi yang telah
    dibayarkan dari Asurador
DASAR-DASAR PERJANJIAN ASURANSI

Dasar Perjanjian
1. Harus ada persesuaian paham ( meeting of mind) terhadap pihak-
pihak yang mem buat perjanjian. Benda yang dipertang gungkan hrs
jelas mis diasuransikan sebuah kapal beserta muatannya dan harus di
jelaskan dalam kontrak asuransi (polis asuransi).
2. Pihak yang melaklukan perjanjian mutlak berwenang, mampu, ca
kap membuat per janjian. yang dilarang oleh UU al : anak dibawah
pengampuan, orang gila, wanita te lah menikah. (seizin suami).
3. Membuat perjanjian harus mempunyai tujuan tertentu / konsi dera
si yang berguna al. suatu hak milik
a.Perusahaan asuransi akan membayar kerugian bilamana terjadi ke
rusakan pada hak milik seseorang.
b.Tertanggung akan membayar premi dalam pertanggungan tersebut
Kontrak asuransi tidak boleh bertentangan dgn kepentingan umum,
moral, undang undang serta peraturan yang ada.
Sifat Pertanggungan
1. Kontrak asuransi Aleatory Contracts dalam perjanjian jumlh yang
   dibayarkan tidak sama besarnya dengan banyaknya jumlah uang
   yang diterima.
   Mis Pembayaran premi tidak sama besarnya dengan uang yg kita
   terima kembali bila terjadi penggantian kerugian (claim)
2. Dalam pertanggungan tdk ada lagi tawar menawar utk mem buat
   perjanjian (Contract of adhesion)Contrak disusun oleh perusaha
   an asuransi,dimana kita menerima atau menolak kontrak tersebt
   (to take it or life it)
3. Perjanjian merupakan kontrak unilateral (unilateralcontract) arti
   dengan telah diba yarnya premi maka perusahaan asuransi harus
   melunasi ganti kerugian sesuai yang di janjikan dgn ketentuan yg
   berlaku terpenuhi
4. Kontrak asuransi harus dibuat secara jujur (a contract uber rimac
   fidei/ contract of ut most good faith). Kusus asuransi pengangku
   tan karena tdk cukup waktu meneliti bagi peru sahaan asuransi.
5. Perjanjian asuransi merupakan contract of indemnity arti kita tdk
   boleh mencari ke untungan dalam sautu kontrak asuransi mis :
   sengaja merusak barang dengan tujuan dapat penggantian yang
   baru. Muncullah :
a. Doctrine of insurance interest arti benar-benar terjadi kerugian, pembeli
   asuransi berhak minta ganti kerugian terhadap milik yang
   ditanggungkan.
b.Doctrine of limitation of recovery arti ada jumlah tertentu / jumlah
  maksimum yang bias diberikan kepada seseorang (penggantian ke
  rugian).
c.Doctrine of subgrogations arti subrogasi hak utk menagih terhadap pihak
   ke tiga dioper oleh perusahaan asuransi.
6.Warranty arti suatu jaminan yang dijanjikan terpenuhi pada
  masa yang akan datang.
7.Ambiguity arti bila terjadi perselisihan maka hakim akan mem
  benarkan tertanggung.Sebab pembeli tidak menguasai soal
  asuransi.
  Kontrak asuransi di Standardisasikan bila terdapat penyimpa
  ngan dibuat endorsemen :
  Yaitu :
Penyebab batalnya polis asuransi atau tidak berlaku.
1.Pembeli asuransi (insured) memberi keterangan yang tidak benar
  walaupun keterangan itu tidak disengaja.
2.Terdapat asuransi ganda al
  -benda sama
  -bahaya dipertanggungkan sama- masa / waktu juga sama bahaya/
   resiko sudah ada sebelum barang itu dipertanggungkan lagi
  -barang telah diasuransikan dn dipertanggungkan lagi nilai penuh
  -barang yang dilarang oleh Undang-undang atau pihak yang berwa
   jib
PERSAINGAN (COMPETITION)
   Perubahan struktur perekonomian;
   Adanya PP / UU Pemerintah;
   Dalam penyusunan tarif asuransi harus memperhatikan fakto-faktor:
   Hazard yang luar biasa yang terdapat pada suatu daerah tertentu.
   Harus diperhatikan pula kemampuan tertanggung (potential in sured)
    apakah pembeli asuransi mampu membayar tarif asuran si.
   Harus memperhatikan keadaan kapal yang akan dipakai me ngangkut
    muatan/penumpang.
   Perusahaan asuransi harus berhati-hati dalam menentukan tarif
    tersebut sebab jika terlalu rendah perusahaan tidak bisa menutupi
    biaya operasi (cost of operations) Sedangkan bila tariff terlalu ting gi,
    mungkin pembeli akan berkurang, karena banyaknya persai ngan
    antara perusahaan - perusahaan asuransi yang ada.
   Sesungguhnya untuk mengadakan persaingan dalam tarif cukup sulit,
    karena ada bermacam-macam polis asuransi. Disamping itu resiko dan
    hazard banyak pula jenisnya.
   Dalam menentukan tarif banyak unsur-unsur.
   Kemungkinan (probability)
   Value judgement
   Policy pihak pemerintah.
TARIF ASURANSI arti merupakan suatu harga satuan dari suatu kontrak
    asuransi tertentu, untuk orang tertentu, terhadap karugian tertentu,
    dan digunakan untuk masa tertentu pula.
   Tarif asuransi beberapa unsure :
   Harga satuan.
   Digunakan terhadap orang tertentu.
   Kerugian tertentu.
   Masa tertentu.
   Dalam menentukan tarif harus diperhitungkan kemungkinan rugi
    (probability of loss) dan penyisihan sebagian kecil dana untuk
    keuntungan (profit). Biasanya tidak tarif saja yang merupakan
    problema, tetapi dalam menentukan unit sudah merupakan persoalan
    pula. Perhitungan premi diperoleh dengan mengalihkan tariff dengan
    jumlah unit.
   Pada asuransi kebakaran sering digunakan unit per 100 atau 1.000
    sedangkan asuransi mobil hanya satu unit. Tarif dapat dikatakan
    sebagai alat untuk mengukur resiko yang realitis (reality of risks)
    berkisar dan tergantung kepada mutunya, makin besar kemungkinan
    rugi makin besar pula tarifnya.
BESARNYA Unit Dipakai untuk Mengukur Besarnya Resiko.
   Dalam memilih unit-unit untuk menentukan premi bukanlah unit yang ideal, tetapi
    unit yang sesuai dengan contoh dan keadaan sebenarnya. Dengan demikian, kita
    akan memperoleh tariff yang ideal yang sesuai dengan keadaan sesungguhnya.
   Hal terpenting adalah tariff yang ideal. Tarif yang ideal arti: tariff tersebut dapat
    mengahsilkan pendapatan bagi perusahaan, untuk mengganti kerugian yang
    terjadi dan memberikan sedikit keuntu ngan untuk kelangsungan hidup
    perusahaan yang bersangkutan.
   Tarif ideal harus memenuhi beberapa unsur:
   Adequate, berarti harus cukup uang untuk memayarakatkan kerugian-kerugian
    dari uang yang diperoleh dari pengumpu lan uang tersebut.
   Notexcessive, arti tariff jangan berlebih-lebihan, harus mem perhatikan pembeli,
    competitior.
   Equity, arti dengan tidak membeda-bedakan resiko yang kua litasnya (adil).
   Flexible, arti tariff harus disesuiakan dengan keadaan bila mana keadaan berubah,
    tariff menghendaki perubahan pula dan factor perangsang (incentives) sangat
    penting.
   Cara Menghitung Resiko
   Untuk menghitung tariff asuransi harus menganalisis lebih dahulu bagian-bagian
    dari tarif tersebut. Ada tiga komponen al:
   Untuk membayar kerugian yang terjadi;
   Untuk menutupi biaya pengeluaran (cost of operations);
   Sebagian dari profit/keuntungan untuk kepentingan perusa haan;
   Berapa banyak prosentase yang digunakan untuk menutupi kerugian,
    biaya pengeluaran, dan profit memerlukan statistis dan kalkulasi
    matematis serta pengalaman masa lalu.
   Mis. Asuransi Mobil
   Tarif Asuransi 1 tahun Rp 3.200. Menurut pengalaman kerugian
    meningkat menjadi 10%. Untuk tahun yang akan dating harus dinaikkan
    sebesar 10% x Rp 3.200 = Rp 320. menja di Rp 3.520.00. Disamping
    kita melihat/meramalkan kenaikan jumlah kerugian 10% harus dihitung
    berapa besarnya.
   Cost exploitations;
   Profit yang diharapkan bisa diperoleh perusahaan (mis 5%)
   Mis:Biaya exploitasi 40% dan profit yang diharapkan 5% maka sekarang
    kita dapat menghitung besarnya tariff yang dibayar oleh pembeli
    asuransi yaitu :
   3520      =RP 6.400.00       3520              3250 x 100
   1-0,45                      1-0,45                  55
   Dari jumlah Rp 6.400,00 ada tiga komponen:
   55% untuk merealisasikan kerugian yang terjadi disebut gross premium
    (premi bruto)
   40% untuk menutupi expenses (biaya)
   5% untuk profit perusahaan.
   Sedangkan jumlah Rp 3.520.00 dinamakan premi murni (pure premium).
   Tarif asuransi digolongkan atas dua jenis:
   Manual Rate / Class Rate
   Untuk membuat manual rate perlu klasifikasi dan pengalaman yang
    banyak sekali agar memenuhi the law of large number serta dapat
    dipercaya (credibility).
   Statistik asuransi sangat penting dalam pembuatan manual rate sebab
    tariff yang di tentukan sangat mempengaruhi dalam menentukan ganti
    kerugian dan menutupi bia ya-biaya yang dikeluarkan (expense leading)
    untuk itu perlu data yang akurat.
       Expense leading dinayatakan 5% dari tariff atau sebagai tam
       bahan yang berupa sejum lah uang tertentu. bagian untuk
       membayr kerugian/loss disebut pare premium dan bilamana
       dinyatakan dalam sejumlah uang tertentu, jika dinyatakan
       dalam % dari tariff disebut expected loss ratio.
   Jadi Expenses Leading Loss Ratio adalah komplementer mis:
   Tarif untuk asuransi tertentu besarnya Rp 2.000.00 Sejumlah Rp 1.200
    dibayarkan untuk membayar kerugian atau loss, sedangkan sisanya Rp
    800 untuk cost of exploitations dan underwriting profit. Yang Rp 1.200
    inilah yang dinamakan pure premium dan dinyatakan dalam persen yakni
    60% dan ini yang disebut the expected ratio.
   Sedangkan Expense Loading dan Profit sejumlah 40% / Rp800.00 Jadi
    dalam menen tukan tariff secarfa manual diadakan penggolongan/klasifikasi
    dari milik yang berhak dipertanggungkan.
   Merit Rating
   Metode ini tiap-tiap resiko dipertimbangkan keadaannya masing-masing.
    Merit Rating digunakan pada asuransi kebakaran.
   Mis; Pabrik diperhitungkan keadaan gedung yang mau diasuransikan
    (konstruksi, lokasi dan sebagainya). Ini berguna untuk menjaga agar
    jangan bertentangan dengan tariff ideal, yakni supaya jangan terdapat
    diskriminasi dalam pertanggungannya.
   Contoh Merit Rating :
   Merit Rating pada asuransi kebakaran di USA, digolongkan atas sepuluh
    kota. Setiap kota yang merupakan kelas terbaik (keamanan, kebersihan)
    dianggap sebagai kelas satu dalam penggolongan tersebut.
   Bilamana rumah/gedung-gedung yang ada di kota satu itu diasuransikan,
    maka premi / tarif asuransi ditetapkan lebih rendah daripada kota-kota
    lainnya.
   Untuk itu resiko dinilai satu persatu (individual of risk). Sedang kan pada
    manual rate,re siko tersebut kita klasifikasi tidak dihi tung secara individual.
   Hal yang lebih mudah diapakai dalam praktik ialah manual rate daripada
    merit rating, se bab pada class rate telah terklasifikasi semuanya.
             USAHA DAN PERUSAHAAN
                PERASURANSIAN

 Perasurasian kegiatan usaha bergerak bidang asuransi
                  dan penunjangnya
                 Ps 2 huruf (a) UU Nomor 2 Tahun 1992
  Usaha asuransi adalah usaha jasa keuangan yang dengan menghim pun
dana masyarakat melalui pengumpulan premi asuransi memberi kan perlindu
    ngan kepada ang gota masyarakat pemakai jasa asuransi terhadap
 kemungkinan timbulnya kerugi an karena suatu peristiwa yang tidak pasti
           atau terhadap hidup atau meninggal nya seseorang.
                 Ps 2 huruf (b) UU Nomor. 2 Tahun 1992
 Usaha penunjang usaha asuransi adalah usaha yg menyelenggarakan jasa
               keperan taraan,penilaian kerugian asuransi.
      USAHA ASURANSI DIKELOMPOKKAN 3
                  JENIS
             PASAL 3 huruf (a) UU Nomor 2 Tahun 1992
a.Usaha Asuransi Kerugian
  Memberikan jasa dalam penanggulangan resiko atas kerugian,
  kehilangan manfaat dan tanggungjawab hukum kepada pihak
  ketiga yg timbul dari peristiwa tidak pasti.
b.Usaha Asuransi Jiwa
  Memberikan jasa dalam penaggulangan resiko yang dikaitkn
  denga hidup atau meninggalnya seseorang yg dipertanggung
  kan.
c.Usaha Reasuransi
  Memberikan jasa dalam asuransi ulang terhadap resiko yg di
  hadapi oleh Perusahaan Asuransi Kerugian dn atau Perusaha
  an Asuransi Jiwa
      5 JENIS USAHA PENUNJANG ASURANSI
            UU NOMOR 2 TAHUN 1992

a.Usaha Pialang Asuransi
  Memberikan jasa keperantaraan dalam penutupan asuransi dan
  penanganan penyelesaian ganti kerugian asuransi dengan bertin
  dak utk kepentingan tertanggung.
b.Usaha Pialang Reasuransi
  Memberikan jasa keperantaraan dlm penempatan reasuransi dan
   penanganan penyelesaian ganti kerugian reasuransi dgn bertin
   dak untuk kepentingan Perusahaan Asuransi.
c.Usaha Penilaian Kerugian Asuransi
  Memberikan jasa penilaian terhadap kerugian pd obyek asuransi
  yg dipertanggungkan.
d.Usaha Konsultan
  Memberikan Jasa konsultasi hal asuransi
e.Usaha Agen Asuransi
  Memberikan jasa keperantaraan dlm rangka pemasaran jasa asu
              PENGELOMPOKAN JENIS USAHA
                 PERASURANSIAN PS 3

Arti :Perusahaan yg melakukan usaha asuransi adalah perusahaan yg
menanggung resiko asuransi. Sedangkan dlm asuransi dalam usaha
kegiatannya tdk menanggung resiko adalah disebut usaha penunjang
asuransi tetapi sebagai sesama penyedia jasa merupakn mitra saling
melengkapi.

SIFAT PENYELENGGARAAN ASURANSI ADA 2 KELOMPOK
a.Usaha Asuransi Sosial
 Penyelenggaraan Program Asuransi Sosial yg bersifat wajib (compul
 sory) berdasarkan undang-undang dn memberikan perlindungan da
 sar utk kepentingan masyarakat.
                b.Usaha Asuransi Komersial
 Penyelengaraan Program Asuransi kerugian dan Asuran si
   Jiwa yg bersifat kesepakatan (voluntary) berdasarkan
  kontrak asuransi dengan tujuan memperoleh keuntungn
                      (motif ekonomi)


BENTUK HUKUM USAHA ASURANSI
Ketentuan Ps 7 (1) UU No. 2 Tahun 1992


USAHA ASURANSI
HANYA DAPAT DILAKUKAN OLEH BADAN HUKUM YG BERBENTUK
a.Perusahaan Perseroan (Persero) UU No.12/1998
b.Koperasi                       UU N0.25/1992
c.Perseroan Terbatas (PT)        UU N0. I/1995
    40/2007
d.Usaha Bersama (Mutual)
                 IZIN USAHA PERASURANSIAN

Setiap usaha perasuransian wajib memperoleh izin usaha dari Menteri
Keuangan kecuali bagi perusahaan yang menyelenggarakan Program
Asuransi Sosial Ps 8 ayat 1 UU N0. 2 Tahun 1992 Khusus Badan Usaha
Milik Negara yg menyelenggarakan Program Asuransi Sosial dituangkan
dalam Peraturan Pemerintah yang berarti Pemerintah memang menugas
kan badan Usaha Milik Negara untuk melaksanakan Program Asuransi
Sosial dengan demikian tidak perlu minta izin usaha dari Menteri Keua
ngan.
UNTUK MENDAPATKAN IZIN USAHA sesuai ayat (1) UU N0. 2/1992
a.Anggaran Dasar                   b.Susunan Organisasi
c.Permodalan                       d.Kepemilikan
e.Keahlian bidang perasuransian    f.Kelayakan rencana kerja
g.Hal lain sebagai pendukung
Usaha Perasuransian
Asuransi : Darat (Land Transportation)
           Laut (Marine Insurance)
           Udara (Aviation Insurance)
Asuransi Kebakaran
Asuransi Kredit
Asuransi Jiwa
Asuransi Sosial : Kecelakaan Penumpang, Lalulintas Jalan, ASTEK, PNS,
ASABRI, Kesehatan.
Asuransi Tanggunggugat (Liability Insurance) kelalalan akibat karyawannya
Asuransi Mobil
Asuransi Satelit Antariksa
Reasuransi

Kepemilikan
Ketentuan UU Nomor 2 Tahun 1992 Ps 8 (1)
Perusahaan Asuransi hanya bisa didirikan oleh : a.Warga Negara / Badan
Hukum Indonesia b.Warga Negara Indonesia Patungan Warga Asing Ps 8 (1)
a) Ketentuan UU Nomor 2 Tahun 1992 Ps (2) b) -Perusahaan yg mempu
  nyai kegiatan usaha sejenis. -Pemiliknya sesuai dengan Asuransi
  Kerugian / Reasuransi
      Tujuan
      Perusahaan Asuransi Dalam Negeri Patungan Dengan
      Perasuransian Asing
a.Perusahaan Reasuransi Luar negeri brsama Perusahaan dlm nege
  ri bisa sama-sama mendirikan Asuransi Kerugian atau Reasuransi.
b.Perusahaan Asuransi Kerugian luar negeri dgn Perusahaan Reasu
  ransi dalam negeri dapat mendirikan usaha bersama didlm negeri.

MODAL PERUSAHAAN
Pemilik Warganegara Indonesia Ps 6 PP Nomor 73 Tahun 1992
a.Perusahaan Asuransian Kerugian : Rp 3.000.000.000 (tiga miliar )
b.Perusahaan Asuransi Jiwa : Rp. 2.000.000.000 (dua miliar)
c.Perusahaan Raeasuransi : Rp. 10.000.000.000 (sepuluh miliar)
d.Perusahaan Pialang Asuransi: Rp 500.000.000 (lima ratus juta)
e.Perusahaan Pialang reasuransi : Rp. 500.000.000 (lima ratus juta)
Persaratan modal tidak berlaku bagi: Agen Asuransi,Perusahaan Penilai Ke
                                  rugian Asuransi, Perusahaan Konsultan.
        Modal Penyertaan Langsung Pihak Asing

a.Perusahaan Asuransi Kerugian Rp. 15.000.000.000.
b.Perusahaan Asuransi Jiwa Rp. 4.500.000.000.
c.Perusahaan Reasuransi Rp.30.000.000.000
d.Perusahaan Pialang Asuransi Rp.3.000.000.000
e.Perusahaan Pialang Reasuransi Rp.3.000.000.000
-Saat pendirian perusahaan penyertaan langsung pihak asing
 bisa memiliki max 80% dengan syarat mutlak memuat kesepa
 katan mengenai peluang/rencana peningkatan kepemilikan sa
 ham pihak Indonesia.
-Awal pendirian Perusahaan Asuransi dn Reasuransi hrs menempat
 kan minim 20% dari modal disetor dalam bentuk deposito dgn per
 panjangan otomatis diBank Umum diIndonesia deposito itu utk men
jamin atau melindungi para pemegang polis.
              Penempatan Deposito :
-Harus atas nama Menteri Keuangan utk kepentingan Perusahaan tsb
-Disesuaikan volume usaha serta ditetapkan Menteri Keuangan.
-Dapat cair atas persetujuan Menteri Keuangan atas permintaan :
 .Likuidator
 .Perusahaan yg bersangkutan dgn ketentuan telah selesai kewajibannya Ps
    7 PP N0. 73 Tahun 1992 isi -Saat pendirian minim 20%
                               -Deposito jaminan terakhir
                               -Deposito hrs an MenKeu.
                               -Harus sesuai volume usaha
         PENYELENGGARAAN USAHA ASURANSI


Program Asuransi Kerugian / Jiwa
-Informasi yang relevan tidak bertentangan dengan persyaratan dlm polis
 dan tidak menyesatkan Ps 17 PP Nomor 73 Tahun 1992
-Pemasaran program asuransi : setiap kegiatan scr langsung/ tdk langsung
 utk menarik calon tertanggung, termasuk kegiatan promosi, iklan, brosur
 Ps 18 PP Nomo 73 Tahun 1992 :
 .Harus melaporkan ke Men Keu setiap program baru.
 .Polis tidak boleh menagndung penafsiran yang berbeda-beda.
 .Tidak diperolehkan menawarkan program bersifat mempersulit nasa
  bah.
-Polis:isi perjanjian asuransi tidak boleh mengadung kata-kata atau kalimat
 yg menimbulkan penafsiran tidak jelas : Ps 19 PP Nomor 73 Th 1992.
-Dalam Polis atau dokumen merupakan satu kesatuan harus dimuat rincian
 dan bagian premi yg dibayar kepada Perusahaan Asuransi
              PP Nomor 73 Tahun 1992 Ps 20
    Premi harus ditetapkan pada tingkat yg mencukupi,tidak
           berlebihan dan tidak secara diskriminatif
Tingkat premi dinilai tidak mencukup apabila :
a.Rendah tidak sebanding manfaat yang diperjanjikan dalam polis
  asuransi yang bersangkutan.
b.Penetapan tingkat premi scr berkelanjutan akan membahayakan
  tingkat solvabilitas / kesahatan perusahaan.
c.Penerapan tingkat premi scr berkelanjutan akan dapat merusak
  iklim kompetisi yang sehat.
Tingkat premi dinilai berlebihan apabila sedemikian tinggi sehing
ga sangat tidak sebanding dengan manfaat yang diperjanjikan da
lam polis asuransi yg bersangkutan
Penerapan tingkat premi asuransi harus didasarkan pada perhitu
ngan analisis resiko yang sehat.
       Pertanggungjawab Pembayaran Premi
                  Segi Hukum
-Premi asuransi dapat dibayar sendiri oleh nasabah / lewat Pialang Asuransi dimana
 Pialang asuransi berkwajiban menyerahkan premi kepada Perusahaan Asuransi se
 belum berakhirnya tenggang waktu pembayaran premi ditetapkan dalam polis asu
 ransi yg bersangkutn.
-Manakala Pialang asuransi menyerahkan premi ternyata lewat waktu maka Pialang
 secara hukum bertanggungjawab : Ps 22 PP N0. 73 Tahun 1992 : Dalam hal pe
 nyerahan premi oleh Pialang Asuransi dilakukan setelah berakhir tenggang
 waktu Perusahaan Pialang Asuransi yg bersangkutan wajib bertanggung ja
 wab atas pembayaran klaim yg timbul dari kerugian yg terjadi dlm jangka
 waktu antara tenggang waktu samapi dengan diserahkannya premi kepada
 Perusahaan Asuransi
-Perusahaan Asuransi /Reasuransi dilarang melakukan tindakan yg memperlambat
 penyelesaian/pembayaran klaim / tidak melakukan tindakan yg seharusnya dilaku
 kan yg dpt mengakibatkn kelambatan penyelesaian/pembayaran klaim.
          PENGATURAN DAN PENGAWASAN
           USAHA ASURANSI DI INDONESIA



ASURANSI DIKENAL TH 1965
-DEPARTEMEN URUSAN PERASURANSIAN
-Sesuai LBO (Levennerzekerings Bedrijf Ordonantie) S.K
 MenKeh No. 3/SK/1965 13 September1965
-Peraturan yg dikeluarkan Pemerintah bersifat PUBLIK
 Administratif dn Mengatur mekanisme pasar dn Industri
 perasuransian serta memberi perlindungan Masyarakat
-Peraturan itu meliputi perizinan dan pengawasan pada
 Asuransi
Pasal 8 Keputusan Presiden R.I Nomor 40 Tahun 1988


Pengawasan dan pembinaan terhadap
a.Perusahaan asuransi kerugian,
b.Perusahaan Reasuransi.
c.Perusahaan broker asuransi.
 Oleh Menteri Keuangan. Keputusan Presiden
 No -mor 15 Tahun 1978.yaitu Direktorat
 Lembaga Keuangan dalam lingkungan
 Direktorat Jende ral Moneter Dalam Negeri.
Pengaturan Asuransi
Hk. Asuransi Diatur Dalam KUHD
Buku I titel 9 dan 10 Buku II titel 9 dan 10 dengan rincian:
Buku I titel 9
Mengatur Asuransi kerugian
Buku I titel 10
Mengatur Asuransi terhadap Bahaya Kebaka ran,Bahaya
Pertanian dan Asuransi Jiwa

   Buku I titel 10 dibagi beberapa bagian:
   Pertama : Mengatur Asuransi Kebakaran
   Kedua : Mengatur bahaya pertanian
   Ketiga : Mengatur asuransi jiwa

   Buku II titel 9
            Asuransi Mengatur bahaya laut dan perbu
            dakan
 Buku II titel 9 dibagi atas:
 Pertama: Mengatur tentang bentuk dan isi asuransi
 Kedua: Mengatur tentang anggaran dr barang-barang yg diasuran
 sikan
 Ketiga : Mengatur tentang awal & akhir bahaya

 Keempat : Mengatur hak dan kewajiban penanggung dan tertang
           gung
 Kelima : Mengatur Abandonnemen
 Keenam : Mengatur kewajiban & hak makelar dalam asuransi laut.

Buku II titel 10:
  Menagtur Asuransi Pengangkutan didarat, sungai serta perairan
  Masih banyak jenis-jenis Asuransi dalam praktek diatur dlm KUHD
  al:
  -Asuransi pencurian dan pembongkaran
  -Asuransi kecelakaan
    TUGAS DEP.KEUANGAN
    -Sebagai Departemen Tehnis membidangi keuangan dan
    Moneter
     -Berwenang mengeluarkan peraturan bersifat Publik
    Administratif al:
    *Perj. Usaha Asuransi dan Reasuransi
           *Permodalan
           *Pengelolaan Keuangan
           *Hal-hal yg bersifat tehnis Asuransi.

PERUBAHAN MENDASAR : Paket Kebijakan Deregulasi 20 Des 1988 ada 2
Jenis Usaha Asuransi Jiwa dan Asuransi Kerugian
USAHA ASURANSI JIWA
SK. Men Keu R I No. 1250/K.M.K.013/1988 Tentang Perizinan Usaha Asu
ransi Jiwa scr Nasional maupun Patungan
Usaha Asuransi Nasional :
-Harus PT atau Koperasi
-Modal Minim 2 M
-Dana Jaminan 20%
-PT Saham Milik WNI
-PT Jabatan Direksi Tdk Rangkap Usaha lain
-Miliki NPWP

    Usaha Asuransi Patungan :
-Berbentuk PT
-Saham Asing Max 80 %
-Modal Stor Minim 4.500.000.000
-Dana Jaminan 20%
-Memiliki Akta Perjanjian Kerjasama
-Ada Neraca Pembukuan
-Komisaris dan Direksi WNI
-Direksi tdk boleh rangkap jabatan eksekutif
-Memiliki NPWP
       ASURANSI KERUGIAN
-SK.Presiden RI No.40 Th1988 Bidang Usaha Asuransi
Kerugian bersamaan Paket Deregulasi 20 Des. 1988
meliputi:
*Asuransi Kerugian
*Reasuransi
*Broker Asuransi
*Adjuster Asuransi
Usaha-usaha diatas bentuk badan usahanya adalah :
PT. Koperasi dan Patungan.
PEMBINAAN DAN PENGAWASAN
-Sifat Kusus : Kep. Presiden RI N0. 40 Th 1989 Tentang Usaha
 dibidang Asuransi Kerugian.
-Pembinaan dan Pengawasan dilakukan Men Keu.Dengan Kep.
 Men Keu RI N0.1249/KMK.013/1989 Tata Cara Pelaksanaan
 nya.
Bentuk Pembinaan Meliputi al:
-Persyaratan Pendirian Perusahaan Asuransi
-Persyaratan Keuangan yg hrs dipenuhi hub. dgn Izin.
-Persyaratan Keuangan Berhub. dgn Penyelenggaraan
Dalam Rangka Jaminan Kepastian pd Masyrakat
-Investasi
 Asuransi Jiwa dalam bentuk :
 Deposito Berjangka,Tanah, Bangunan,Hipotik, Pinjaman Polis
 Saham, Obligasi, Srt Berharga lain.
-Investasi As. Kerugian wktnya lebih pendek berupa Deposito
 Berjangka, Tanah dan Bangunan serta Saham, Obligasi dan
 Surat Berharga lain.
  PEMBINAAN ASURANSI SOSIAL / ASURANSI
                 JIWA
-SK. Men Keu N0. 1250/KMK.013/1988 20 Des 1988 Meliputi Al:
  A. Penutupan Polis Rupiah/Asing
  B. Pemasaran Program minta izin Men Keu dilampiri :
-Uraian Santunan, Tarif serta Programnya
-Tabel tariff, Cadangan Premi dan Nilai Tunai
 C. Pembentukan Cadangan Premi
   -Setiap As. Jiwa Nasional atau Patungan tiap th wajib
   membentuk cadangan Premi.
 D. Pertanggungan Tambahan
     -Hanya dipasarkan pada As. Kecelakaan diri dan As.Kesehatan
      dengan jumlah santunan tambahan max. 3 x jumlah uang tang
     gungan pokok.
 E. Investasi
 Dari 75% cadangan Premi wajib di Investasikan di Indonesia Jenis Inves
 al:
 Deposito berjangka Tanah dan bangunan Hipotik Pinjaman Polis Saham
 obligasi dn Surat berharga lain yg terdapat di Bursa Efek.

Asuransi Jiwa Patungan dilarang investasi dengan dana pin
jaman dlm bentuk apapun
F. Dana Jaminan
   As. Jiwa Nasional / As. Patungan wajib menempatkan dana jami nan 45% dari ca
   dangan premi dari th sebelumnya.
G. Laporan
     Setiap As. Wajib menyampaikan laporan pada Men Keu meliputi
     -Laporan keuangan
     -Laporan operasional
     -Laporan inbestasi
H. Laporan Triwulan Tingkat Solvabilitas Yang blm diaudit : Laporan operasional dan In
   vestasi Wajib disampaikan paling lam bat 3 bl akhir th buku.
   Yang sdh diAudit Akuntan Publik wajib melaporkan paling lambat 12 bl akhir buku.
     Bagi pelanggar dikenakan denda Rp 100.000,- per hari
I.   Pemeriksaan Langsung oleh Men Keu. Dengan tujuan Ketaatan Mendapatkan pembi
     naan yg tepat
Y.Keagenan Pers. As. dpt mempergunakan agen As atas nm Persh. Asuransi.
     PEMBINAAN DAN PENGAWASAN ASURANSI
                 KERUGIAN
Srt. Kep. Men Keu RI N0. 1249/KMK.012/1988
Membina As. Kerugian dan Reasuransi meliputi :
  -Spy tetap mempertahankan tingkat solvabilitas minim 10% dari
   premi net.
  -Menyusun neraca laba/rugi PT dan sisa usaha utk Koperasi
  -Memberi cadangan premi dan klaim sesuai Kep. Men. Keu No. 59/
   KMK. 04/1983 serta perubahannya.
  -Memiliki retensi sendiri minim 2,5% dari kekayaan.
  -Memiliki dukungan reasuransi setiap penutupan obyek yg melebihi
   retensi sendiri.
  -Melaporkan treaty reasuransi paling lambat akhir Pebruari th yg
   bersangkutan.
  -Menyampaikan keuangan yg telah diaudit selama 12 bl.
  -Mengumumkan neraca dan perhitungan laba/rugi bagi PT.
  -Melaporkan setiap perubahan alamat kantor pusat/cabang paling
   lambat 7 th sejak perubahan.
Asuransi Kerugian Perusahaan
Asuransi pertanggungjawaban atas pihak ketiga akibat per buatan mela
wan hukum
Asuransi Kredit
Menanggung kerugian yg timbul/diderita ber hubung debitur tidak dapat
mengembalikan kredityg diambilnya.
Asuransi atas kerugian yg diderita Perusahaan
Asuransi wajib Kecelakaan Penumpang yg diatur UU No. 33 th 1964.
Asuransi Kecelakaan Lalu Lintas Jalan UU No. 34 th 1964 yang telah
diperbaharui N0. 14 th 1992 serta N0. 22 th 2009
             JAMINAN SOSIAL
                 (SOCIAL INSURANCE)
Jaminan sosial sebetulnya tidaklah menjamin suatu resiko
didalam pertanggungan asuransi jiwa, alasannya tidak
menjamin re siko kematian sebab pada umumnya uang yang
dibayrkan kepada pihak yang bersangkutan merupakan uang
yang ditabung
tiap-tiap yang diambil gajinya.
Dalam hubungan ini dapat kita lihat bahwa sebenr nya seseo
rang melakukan penabungan. Perbedaan dengan menabung
biasa adalah dalam cara yang dipakai ialah secara tidak
langsung, seolah-olah mengadung paksaan (tiap-tiap bulan di
ambil melalui pembayaran gaji. Sedangkan arti de ngan
menabung (saving) ialah bagian daripada pen dapa tan yang
tdk dikonsum si, digunakan untuk di simpan dan menabung
secara sukarela (voluntary)
  Jadi jaminan sosial tersebut adalah compulsary insurance yg
    bertujuan memberikan jaminan sosial untuk masyarakat.
   Compulsary insurance dijalankan dengan paksaan (force sa
ving), oleh karena itu setiap warga negara diwajibkan ikut ser ta
   dengan jalan memotong gaji tiap-tiap bulan (iuran pensiun)
  Jaminan sosial umumnya lebih banyak menyangkut “kesejah
 teraan sosial” dari masyarakat daripada arti mempertanggung
  kan resiko-resiko kerugian. Agar dapat membedakan dengan
     nyata pengertian asuransi jiwa dengan jaminan sosial.

Jaminan sosial dapar dirumuskan secara umum sebagai
  segalamacam jaminan serupa dengan asuransi yang
  melindungi org terhadap resiko sosial
Pada umumnya Jaminan sosial yang didukung ialah resiko sosial
  dan merupakan tanggungjwab kepada masyarakat
  merupakn jaminan. Sedangkan pada asuransi yang dijamin
  adalah resiko pribadi.
Ciri-ciri dari jaminan sosial:
1.Resiko yang dijamin menyangkut umum dan merupakan tang
  gungjawab masyarakat.
2.Jaminan ini dianggap menguntungkan rakyat seluruhnya.
3.Jaminan sosial menanggung sebagian bsr dari penduduk
4.Orang-orang yang langsung berkepentingan tidak memikul se
  luruh pembiayaan dan acapkali hanya sebagian kecil saja yg
  mereka pikul.
5.Tunjangan yang didapatkan lazimnya hanya memenuhi kebu
  tuhan primer yg minimum (subsistence level)
6.Ikut serta dalam jaminan dan iuran lazimnya diwajibakan
7.Jaminan yang diselenggarakan atas dasar tidak mencari
  keuntungan.
8.Tujuan yang akan dicapai ialah Kesejahtera an sosial (social
welfare) dan bukan keadilan bagi perseorangan.
                  INTI JAMINAN SOSIAL

1.Untuk mencapai kesejahteraan masyarakata umumnya,
2.Yang dijamin adalah resiko sosial,
3.Jaminan merupakan beban masyarakat seluruhnya,
4.Tidak mempunyai motif mencari keuntungan (profit motive)
Contohnya:
-Jaminan hari tua (old age)
-Uang tunggu (waiting time)
-Pengobatan
-Pensiun (pensions)
Social Insurance dikenal di Indonesia
a.Pensiun pegawai negeri
b.Tabungan asuransi pegewai negeri Taspen)
  TABUNGAN ASURANSI PEGAWAI NEGERI (TASPEN)
         DAN PENSIUN PEGAWAI NEGERI

Semula berasal Forced Saving bertujuan utk memberikn tam
bahan pada pensiun.
Pada Jaminan Sosial ada 3 macam resiko yg dijamin :
1.Death benefit (jaminan kematian)
2.Maturity benefit (setelah waktu tertentu pegawai menerima
  sejumlah uang pertanggungan.
-Jika pegawai setelah pensiun dan masih hidup maka ia men
 dapat uang tunjangan hidup (maturity benefit)
-Jika mereka sudah meninggal yg berhak menerima uang tun
 jangan adalah ahli warisnya (death benefit)
*Disability benefit:Jaminan diberikan karena tdk mampu men
 jalankan tugas akibat kecelakaan krn tangannya buntung.
         SIFAT/JENIS ASURANSI
          DI AMERIKA SERIKAT
Didasarkan prinsip adequancy .
Dimana setiap warga negara harus mempu
nyai jaminan sosial tersebut ini mengingat
kan saat perang dunia II banyak pengang
guran terjadi
Bagi mereka yang punya income rendah
akan menerima jaminan relatif lebih besar
dari pada yg punya income lebih tinggi
Faktornya: Premi yang dibayar adalah sa
ma meskipun keluarga tersebut jumlahnya
besar / kecil
        OLD AGE SURVIVOR INSURANCE (OASI)

Asuransi yang memberikan jaminan hari tua
Tujuan OASI adalah :
a.Memberikan jaminan pad hari tuanya
b.Memberikan survivro benefit setelah menca pai umur
  tertentu
mis: Setelah umur 70 th ia masih hidup.

UNEMPLOYMENT CONPENSATION INSURANCE
Bentuk asuransi yang diberikan kepada penganggur-
penganggur mis : Orang itu sehabis perang mengalami
                 depresi dll
         WAR RISK LIFE INSURANCE
Diberikan kpd anggota angkatan bersenjata yang
karena resiko akibat peperangan (war risk)
Contoh : Sokongan kepada istri tentara invalid dll.
DiIndonesia ada badan tersendiri yaitu sokongan un
tuk kaum veteran.
Jaminan War Risk pada umumnya jaminan berbentuk:
a.Death Benefit.
b.Disaility Benefit
Untuk negara maju AS Social Insurance hanya digunakan
sebagai supplement atau tambahan dan Commercial Insu
rance karena resikonya besar maka swasta tidak sanggup
Menampung resiko-resiko yg ada pd social insurance.
Jadi Pemerintah / Negeara yg harus mengambil alih resiko
Jaminan Sosial Untuk Negara-Negara Sosialis mis: Rusia, RRC,Ceko
di kelola oleh Pemerintah seberapa jaminannya itu semua sudah ditentu
kan dalam plan.
*Sedangkan Negara Indonesia suatu Negara yang sedang menuju kepa
da masyarakat adil makmur social Insurance tdk sama sebab disamping
perusahaan pemerintah PT Asuransi Jiwa Raya yg meme gang peranan
dan perusahaan swasta masih diberi kesem patan un tuk menjalankan
usahany dalam bidangnya masing-masing
           ASURANSI SBG LEMBAGA
           LEMBAGA atau INSTITUSI
ORGANISASI MASYARAKAT
 -MEMBERI PELAYANAN PD MASY.BUKAN UTK PRIBADINYA.
 =PERUSAHAAN SBG LEMBAGA EKONOMI :
 CIRI KUSUS:
 BUAT KARYA EKONOMI SBG TUGAS DAN TANGGUNGJWB
   SERTA TUJUAN (Relasi).
P.F DRUCKER - HAKEKAT PERUSAHAAN
 1. PEMASARAN (Masukan – Pembiayaan)
 2. PEMBAHARUAN (Hasilkan Produk Beda) =PERUSAHAAN -
   MASARKAN PRODUK / JASA.
   PERUSAHAAN ASURANSI:
 -JUAL JASA (ALIH RESIKO) PROTEKSI
 -SBG PENGUMPUL DANA PREMI
 *KONSEP PERALIHAN SUATU RESIKO
   -DIRI MANUSIA-RESIKO KERUGIAN        – MURNI :
   -PERDAGANGAN                          -INDUSTRI
   -PENGANGKUTAN
                      REASURANSI (Reinsurance)

   Mempertangungkan kembali Resiko dari P As - X ke P As.lainnya
   P As–Menahan besarnya RETENSI (Retention)Tertanggung RETENSI = Batas
    Max uang pertanggungan / P mau menanggung
   Contoh:
   As. X
   Menetapkan batas RETENSI RP 1.000.000,- mau menanggung.
   Besar uang pertanggungan Rp 3.000.000,- dengan demikian sisa RETENSI As
    X diReasuransikan pd As. lain Rp 2.000.000,-
   Batas RETENSi                     Rp        1.000.000,-
   Uang Pertanggungan Rp            3.000.000,-
   di Reasuransikan                  Rp        2.000.000,-
   Kewajiban bagi As X jika terjadi klaim sebesar Rp 1.000.000,- si sanya menjadi
    kewajiban REASURANSI.
   Faktor-Faktor Menentukan Besarnya Retensi:
   P sudah lama berdiri scr finansial relatif baik
   Banyaknya uang pertanggungan dan pemegang polis
   Uang pertanggungan rata-rata dibagi pemegang polis
           Contoh :
           As X
           Jumlah Uang Pertanggungan Rp 10.000.000,-
           Pemegang Polis 100 Orang
           As Y
           Uang Pertanggungan Rp 10.000.000,-
           Pertanggungan Polis 1000 Orang
   Hitung Rata-rata
   As X
   Pertanggungan rata-rata Rp 10.000.000,-
   Di bagi 100 Org =          Rp      100.000,-
   As Y
   Pertanggungan rata-rata Rp 10.000.000,-
   Di bagi 1000 Org =         Rp      10.000,-
   Pertanggungan rata-rata As X lebih besar As Y penyebabnya
    Jumlah unit As Y lebih besar bila terjadi tuntutan ganti rugi.
    As X akan membayar Rp 100.000,- sedangkan As Y akan
    membayar Rp 10.000,- maka As X akan menentukan batas
    RETENSI lebih rendah dari As Y atau sama selebihnya
    dipindahkan atau di Reasuransikan.
      REASURANSI UMUM
      Ditemui pd As Kerugian al:
      As Kebakaran
      As Laut
      As Mobil
       Sifat Kontrak / Perjanjian Reasuransi Fakultatif:
      -Tidak Mutlak – Segalanya harus dirundingkn lebih dahulu
      -Setiap Resiko dipertimbangkan sendiri oleh P Asuransi
      -Reasurasi bisa terlaksana jika telah tercapai kesepakatan.
Reasuransi dgn Perjanjian
Sebelaum dibuat kontrak Reasuransi terlebih dahulu dilakukan perjanjian
dan P As. berhak menentukan resiko-resiko mana yang ditang gung sendiri
oleh Perusahaan
*Reasuransi Perjanjian Otomatis
 P Asuransi menentukan lebih dahulu semua resiko dalam Perusahaan dan
setelah itu ditetapkan batas Retensi,dan berapa resiko yang di tahan dalam
perusahaan sisanya dipindahkan kepada perusahaan Reasuransi (Reinsurer)
secara otomatis diterima Perusahaan Reasuransi.
*Reasuransi Perjanjian Quanta share
 Bentuk ini ditentukan berapa (%) yang akan dipikul masing- masing pihak
jika terjadi kerugian.
 Contoh :
 Quanta share dikatakan 60% oleh perusahaan asuransi 40% lebih
 perusa haan asuransi. Jika kerugian diatas batas retensi mis :
 Rp. 100. 000,- maka 60% ditanggung oleh perusahaan asuransi Rp
 (60.000,) sedangkan 40% ditanggung reasuransi Rp (40.000,).-

Reasuransi atas dasar excess of loss.
  Dipakai bilamana :-Jumlah uang besar
                   -Jumlah kerugian besar pula diatas retensi
  Untuk memperkecil resiko P Asuransi selalu memakai cara ini.
 Contoh :
 Batas retensi Rp 500.000,- karena yang diderita Rp 800.000,-
  sisa Rp 300.000,- diatas batas retensi perusahaan.
 Maka dibuatlah perjanjian / kontrak dengan P Asuransi jika
  terjadi ke rugian diatas batas retensi (Rp 300.000,-) P
  Reasuransi akan memikul resiko kerugian.
       Batas Retensi      Rp 500.000,-
       Kerugian aktual    Rp 800.000,-
       Excess of loss     Rp 300.000,- dibayar oleh Reasurer
                            RETROSESI
Reasuransikan kembali yang telah direasuransikan. Retrosesi kita temui
  karena perusahaan reasuransi tidak sanggup menerima/menanggung
  semua resiko yang ditang gung. Hal ini terjadi karena :
 -Batas retensi perusahaan terbatas.
 -Resiko-resikonya besar.
 Contoh : Reinsurer Luar negeri
           Reinsurer dalam Negeri
           ABC
           Cab. P Asuransi
           Pedagang / Eksportir/Importir

*Hubungan Dalam Reasuransi
 Antara Tertanggung dengan Asuransi adalah langsung (direct) sedang
  kan tertanggung idak mempunyai hubungan langsung sm reinsurer.
 Contoh :
 Si Amad ikut asuransi X membeli Polis Rp 1.000.000,-. Batas retensi As.
  X Rp 500.000.- sisanya Rp 500.000.- direasuransikan pada Y jadi Amad
  tidak ada hub. Lang sung sm Y jika terjadi claim maka P As X akan
  membayar penuh yang menjadi hak amad.
PERJANJIAN REASURANSI
DUA BENTUK : REASURANSI MENURUT :
 -PERBANDINGAN TERTENTU (PROPORSIONAL)
 -DAN TIDAK PROP. (NON PROPORSIONAL)

(DUA HAL DIATAS BS PERJANJIAN WAJIB)
+DUA METODE REASURANSI+
 1.FAKULTATIF INSIDENTAL :
      *PERTANGGUNGAN LANGSUNG:
      -CEDING COMPANY/ LEMBAGA AMBIL ALIH
 KEDUDUKAN PENANGGUNG PERTAMA SESUAI POLIS ASLI.
-TRANSAKSI/RESIKO BERDIRI SENDIRI.
-MENDPTKAN INFORMASI SETIAP RESIKO.
-ADA KEBEBASAN MEMILIH YA / TDK.
(PEMBERIAN DARI CEDING COMPANY)
-REASURADUR/PENANGGUNG ULANG BERHAK MNDPTKAN
INFORMASI DARI CEDING COMPANY.
        2.FAKULTATIF NON INSINDENTAL :
              *PERTANGGUNGAN LANGSUNG
              -SCR TERATUR (FACULTATIVE TREATY)
              -SUDAH PAKAI PERJANJIAN DGN MEMPER
        HATIKAN FAKTOR-2: LIMIT, KAPASITAS,
        SYARAT-2 POLIS DLL.

BENTUK PERALIHAN REASURANSI SEMI FAKULTATIF (PER
JANJIAN OBLIGATORIR) DENGAN PERJANJIAN / KONTRAK /
TREATY ANTARA CEDING COMPANY >< ASURADUR.
*METODE REASURANSI SEMI FAKULTATIF :
-Penanggung/Ceding Company tdk diwajibkan memberikan /menyerah
kan semua resiko kpd Penangggung ulang (not obligated to cede) tetapi
penanggung ulang diwa jibkan utk menerima semua resiko dari ceding
company.
 METODE PERJANJIAN KONTRAK/OBLIGATOIR:
 -Hubungan Reasuransi dapat terjadi adanya perjanjian atau kontrak.
  Ceding Company maupun Reasuradur punya kewajiban yang terikat dgn
  yg lain sesuai perjanjian yg dibuat.
 -CEDING COMPANY berkewajiban menyerahkan Resiko yg ia terima pd
  reasuradur, sedang Reasuradur berkewajiban untuk menerima resiko itu se
  suai ketentuan dan syarat sesuai perjanjian dibuat.
METODE REASURANSI OBLIGATOIR ADA 2
Pembagian Resiko antara Ceding Company dgn reasura dur
(Sharing of Risk).
-Surplus Treaties / Excess Treaties
-Quota Share Treaties
 b.Pertanggunganjawaban (Resposibility) dari Reasuradur hanya suatu
   jumlah kerugian yg melebihi jumlah tertentu.
-Quata Share Treaty:
  Ceding Company harus mereasuransikan suatu presenta se tertentu
  dari polis-polis yg ia keluarkan.
  Surplus Treaties :
  Ceding Company hanya mereasuransikan jumlah yg melebihi“
  Kemam puan sendiri”atau Own Retention kpd Penanggung
  Ulang/Reasuradur ini dilakukan oleh Asuransi Jiwa.
METODE KONTRAK KERUGIAN LEBIH (Excess Of Loss Treaty)
 -Non Proportional
 Setiap klaim yg timbul menjadi tanggungjawab Ceding Company
  (Underlying Retention) sisanya menjadi tanggung jwb Reasuradur
  (penangung ulang) sesu ai kesepak tan yg dibuat. Khusus As Keba
  karan,
 -Pool/Gabungan
 Kerjasama antar Perush. As. menanggung scr bersama resiko yg di
  terima oleh masing-2 Ceding Company dari Tertanggung.
Perusahaan Reasuransi:
Menanggung Resikonya sendiri juga Resiko dari Ceding Compa
ny dan Peru sahaan Reasuransi dpt pula melaimpahkan Resiko
nya pada Perusahaan Reasuransi lain kegiatan tersebut disebut
Retro sesi (Retrocession) yaitu Reasuransi dari Reasuransi pula.

Praktek
Apakah setiap Perusahaan Asuransi sbg panangung pertama/
Ceding Company dalam menutup perjanjian Reasuransi itu be
nar-benar atas dasar dan tujuan demi tanggungjawabnya kpd
para nasabah ?
Hubungan Hukum
Penanggung pertama (Ceding Company) dgn Perusahaan Rea
suransi akan ber kembang sesuai dgn kebutuhan hu kum sesuai
Ps 271 KUHD
                           Bagan
                     Bentuk Reasuransi

    Proposional                             Non Proporsional



Quota Share Surplus         Excess              Excess of
                       Of Loss       Loss ration
                                  atau
                                 Stop Loss

                       Untuk            Untuk
                     Setiap resiko      Setiap resiko
                  (On a perrisk basis) (On a per event basis)
REASURANSI BAGI PENANGGUNG/PERUSAHAAN As.
Perusahaan sbg penanggung pertama sama halnya dengn tertang
gung yg mempunyai resiko terhadap konsekuensi keuangan terten
tu karena terjadinya suatu peristiwa yg belum pasti terjadi.
Konsekuensi keuangn yang timbul belum pasti dapat diatasi sendi
ri dan dapat dipikul sendiri. Dengan peralihan resiko merupakan
salah satu upaya mengatasi konsekuen si tsb. Penanggung umum
nya menempuh salah satu upaya efektif me ngatasi kesulitan dgn
cara Reasuransi sebab Reasuransi da pat melaksanakan fungsi me
ngalihkan dan menyebarkan resiko.
Industrial All Risks (IAR) atau Property All Risks (PAR) Jaminan
dalam polis ini lebih luas dari pada jaminan di PSKI. Polis asu
ransi ini memberikan ganti rugi ats kerusakn atau kerugian har
ta benda yang dipertanggungkan yg disebabkan oleh peristiwa
yang tiba-tiba dan tidak terduga kecuali oleh hal-hal yang dike
cualikan di dalam pengecualian (Exclusion) di dalam polis.
Jaminan yang diberikan olh polis ini antara lain kerugian akibat
bencana alam seprti banjir, tanah longsor, badai, dll. Property
yang biasanya dipertanggungan dengan polis ini adalah pabrik
gedung perkantoran, hotel, apartemen, shopping center, dll.
   Pengertian Asuransi Umum
   Asuransi ASEI saat ini telah menjalankan usaha dibidang Asuransi
    Umum untuk terus melayani seluruh nasabah didalam melindungi
    risiko setiap usaha yang dijalankan oleh nasabah Asuransi ASEI.
   Asuransi Harta Benda (Property Insurance)
   Asuransi yang menjamin kerusakan atau kerugian pada harta benda
    akibat kebakaran, bencana alam, kerusuhan, atau kerusakan lainnya
    yang timbul dari suatu kejadian yang tiba-tiba. Selain itu, disediakan
    juga jaminan atas kerugian sebagai akibat terganggunya usaha (bu
    siness interruption) yang disebabkan kebakaran.
   Jenis-jenis asuransi harta benda:
   Polis Standar Kebakaran Indonesia (PSKI)Harta benda yang umum
    nya diasuransikan dengan jaminan PSKI adalah rumah tinggal, kan
    tor, ruko, dll. Ganti rugi diberikan kepa da tertanggung atas kerusa
    kan atau kerugian harta benda yang dipertanggungkan yg disebab
    kan oleh kebakaran, sambaran petir, ledakan, kejatuhan pesa wat
    terbang, serta asap yang berasal dari kebakaran harta yang diper
    tanggungkan. Harta benda yang umum nya diasuransikan dalam po
    lis PSKI adalah rumah tinggal, kantor, ruko, dll.
   Asuransi Rekayasa (Engineering Insurance)
   Asuransi yang menjamin kerusakan atau kerugian akibat kerusakan mate
    rial dan tanggung jawab terhadap pihak ketiga selama masa pembangu
    nan (construction) atau pada saat pemasangan (erection), serta kerusa
    kan atau kerugian pada peralatan mesin atau elektronik.
   Secara umum, jenis-jenis asuransi rekayasa (Engineering Insurance) diba
   gi menjadi 2 (dua) kelompok besar yaitu Asuransi Engineering Proyek dan
   Asuransi Engineering Non Proyek:
Ada dua macam pertanggungan (polis) untuk Engineering Proyek,
yaitu:
 Asuransi Konstruksi (Contractor All Risks/CAR) Asuransi CAR memberikan
   jaminan atas kerusakan atau kerugian objek yang dipertanggungkan pd
   saat pelaksanaan pemba ngunan konstruksi dan selama masa pemelihara
   an. Selain itu, jaminan juga diberikan atas tanggung jawab hukum terha
   dap pihak ketiga selama aktifitas pembangunan konstruksi tersebut.
   Contoh: pembangunan jalan, jembatan, gedung, dll.
   Asuransi Pemasangan (Erection All Risks Insurance / EAR) Asuransi
    EAR memberikan jaminan atas kerusakan atau kerugian objek yang
    dipertanggungkan pada saat pemasa ngan konstruksi dan selama
    masa pemeliharaan. Selain itu, jaminan juga diberikan atas
    tanggung jawab hukum terhadap pihak ketiga selama aktifitas
    pemasangan konstruksi tersebut. Contoh: pemasangan mesin
    pabrik, pemasangan antena, dll.
   Ada beberapa Jenis pertanggungan untuk Engineering Non
    Proyek, yaitu:
   Asuransi Peralatan Elektronika (Electronic Equipment Insurance /
    E.E.I) Asuransi EEI memberikan jaminan atas kerusakan atau
    kerugian atas peralatan elektronik akibat baha ya yang datangnya
    dari luar, misalnya short circuit, kebakaran, dll. Contoh: asuransi
    pera latan studio televisi, CCTV, peralatan telekomunikasi, dll
   Asuransi Kerusakan Mesin (Machinery Breakdown Insurance / M.B)
    Asuransi MB mem berikan jaminan atas kerusakan atau kerugian
    atas mesin-mesin yang rusak atau berhenti beroperasi yang
    diakibatkan oleh kerusakan mesin itu sendiri dan bukan bera sal dari
    bahaya yang datangya dari luar. Contoh: asuransi mesin-mesin
    pabrik, refrige rator, dll.
   Loss of Profit following Machinery Breakdown (M.L.O.P) Insurance
    Asuransi MLOP memberikan jaminan atas kehilangan keuntungan
    kotor (Gross Profit) yang timbul dari rusaknya mesin-mesin,
    refrigerator dan mesin-mesin lain yang dijamin dibawah polis asuran
    si Machinery Breakdown.
   Boiler & Pressure Vessel Insurance Asuransi ini menjamin kerugian
    akibat meledaknya boiler (ketel uap) atau pressure vessel (bejana
    tekan). Jaminan yang diberikan antara lain kerusakan pada objek
    yang dipertanggungkan, kerusakan pada harta benda milik Tertang
    gung, dan tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga baik berupa
    cidera badan atau kerusakan property.
   Deterioration of Stock (D.O.S) Insurance Asuransi D.O.S
    memberikan jaminan kerugian atas pembusukan barang-barang di
    dalam ruangan pendingin akibat kerusakan mesin pendingin. Untuk
    bisa mendapatkan jaminan klaim asuransi ini, maka mesin pendingin
    tersebut harus diasuransikan di bawah polis Machinery Breakdown.
   Civil Engineering Completed Risk (C.E.C.R) Insurance Asuransi ini
    memberikan jaminan untuk pekerjaan sipil yang selesai dibangun
    seperti jembatan, bendungan, pelabuhan, dan bangunan sipil
    lainnya. Jaminan yang diberikan polis ini antara lain kerusakan
    akibat kebakaran, gempa bumi, banjir, tanah longsor, badai, dll.
   Asuransi Peralatan Berat (Contractor's Plant and Machinery / CPM)
    Asuransi CPM ini memberikan jaminan atas kerusakan atau kerugian
    pada alat-alat berat yang digunakan yang disebabkan oleh bahaya
    tabrakan, terguling, pencurian, bencana alam, dll. Contoh: asuransi
    untuk traktor, excavator, buldozer, dll.
   Asuransi Pengangkutan (Marine Cargo Insurance)
   Asuransi yang menjamin kerusakan atau kerugian barang yang
    diangkut dari satu tempat ke tempat lain baik dengan alat angkut
    darat (truck, kereta, trailer), laut (kapal) atau udara (pesawat).
   Jaminan yang disediakan antara lain kondisi all risks yakni menjamin
    semua risiko yang mengakibatkan kerugian atau kondisi terbatas
    yakni kerugian akibat risiko-risko yang disebutkan di dalam polis
    seperti kebakaran, kecelakaan alat angkut (terdampar, kandas,
    tenggelam, terbalik, tabrakan), bongkar muat di pelabuhan darurat,
    gempa bumi, letusan gunung berapi, pembuangan barang ke laut
    (jettison), kontribusi kerugian umum (general average) dan
    penyebab lainnya.
   Asuransi Rangka Kapal (Marine Hull Insurance)
   Asuransi yang menjamin kerusakan atau kerugian pada kapal akibat
    bahaya-bahaya di laut (perils of the seas) seperti cuaca buruk,
    tabrakan, kandas, terdampar, tenggelam, tabrakan, serta menjamin
    risiko kebakaran, ledakan, pembajakan (piracy), pembuangan
    barang ke laut (jettison), tabrakan, kelalaian nahkoda/crew, dll.
    Selain itu juga menjamin tanggung jawab kepada pihak ketiga
    akibat tabrakan kapal (collision liability) dan menjamin juga
    kontribusi kerugian umum (general average).
   Jaminan polis yang tersedia antara lain jaminan/kondisi penuh (full
    terms) dan jaminan total loss. Kondisi penuh menjamin untuk keru
    gian sebagian (partial loss) dan kerugian seluruhnya (total loss). Se
    dangkan kondisi total loss hanya menjamin kerugian kerugian selu
    ruhnya (total loss) saja.
   Selain itu, juga tersedia asuransi pembangunan kapal (builders' risks
    insurance) yang memberikan jaminan atas risiko-risiko yang terjadi
    selama pembangunan kapal di galangan kapal hingga penyera han
    kapal kepada pemiliknya. ASEI juga dapat menyediakan jaminan
    atas tanggung jawab pihak galangan kapal pada saat
    memperbaiki/mereparasi kapal (ship repairers' liability insurance).
   Asuransi Usaha Minyak & Gas Bumi (Oil & Gas Insurance)
   Saat ini Asuransi ASEI sedang mempersiapkan dengan matang produk-
    produk untuk asu ransi minyak dan gas bumi dengan membentuk unit
    khusus yang menangani asuransi minyak dan gas bumi, training untuk
    karyawan, dan pembentukan sistem yang mendu kung bidang asuransi ini.
   Asuransi minyak dan gas bumi ini menjamin kerusakan atau kerugian pada
    peralatan eks plorasi dan produksi minyak. Peralatan yang dapat
    diasuransikan antara lain jack-up, semi-submersible, ship-shape, platform,
    dan peralatan eksplorasi dan produksi lainnya baik di darat (onshore)
    maupun di laut (offshore).
   Selain itu, penutupan asuransi juga bisa diberikan untuk proyek
    pembangunan rig, pema sangan pipa, dan pekerjaan lain yang berkaitan
    dengan bisnis minyak dan gas bumi.
   Asuransi Pesawat (Aviation Insurance)
   Asuransi yang menjamin kerusakan atau kerugian pesawat baik selama
    penerbangan, mooring, maupun saat berada di atas tanah (on the ground).
    Jaminan asuransi diberikan pada kerusakan atau kerugian pada badan
    pesawat (hull), suku cadang (spares), tanggung jawab terhadap
    penumpang (passenger legal liability) dan tanggung jawab kepada pihak
    ketiga (third party liability). Jaminan dasar bisa diperluas untuk risiko
    perang (war risks), pembajakan (hi-jacking) dan risiko-risiko lainnya (allied
    perils).
   Jaminan juga disediakan untuk asuransi kecelakaan diri (personal
    accident) crew pesawat dan untuk pilot yang kehilangan liesensi
    terbang (loss of license) akibat kecelakaan atau sakit.
   Selain itu, asuransi ini juga menyediakan jaminan untuk airport
    owner liability yakni jaminan atas tanggung jawab manajemen
    bandara kepada pihak ketiga yang berupa peng gantian atas
    kerusakan material dan cidera badan sebagai akibat operasionalisasi
    bandara.
   Asuransi Satelit (Space Insurance)
   Asuransi ini menjamin kerusakan atau kerugian satelit, termasuk
    tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga.
   Jenis-jenis jaminan yang diberikan antara lain:
   Construction Insurance Memberikan jaminan atas kerusakan atau
    kerugian pada saat satelit dibuat di pabrik pembuat.
   Pre-Launch Insurance Memberikan jaminan atas kerusakan atau
    kerugian pada saat satelit diangkut dari pabrik pembuat ke launch
    site, perakitan dan verifikasi sub sistem satelit, hingga final test atas
    satelit sebelum diluncurkan.
   Launch Insurance Memberikan jaminan atas kerusakan atau
    kerugian (termasuk kegaga lan peluncuran) pada satelit yang
    dimulai dari penyalaan roket hingga satelit mencapai orbitnya.
   Satelit In-Orbit insurance Memberikan jaminan atas kerusakan atau
    kerugian pada fase operasional satelit yakni saat satelit beroperasi
    di orbit yang telah ditetapkan.
   Liability Insurance Memberikan jaminan atas tanggung jawab
    kepada pihak ketiga (pro perty damage dan bodily injury) sejak
    masa konstruksi satelit hingga fase operasional satelit.
   Asuransi Kecelakaan Diri (Personal Accident Insurance)
   Asuransi yang menjamin kerugian akibat kecelakaan diri
    Tertanggung atau orang yang dipertanggungkan yaitu orang lain
    yang mempunyai hubungan dengan Tertanggung, seperti karyawan
    Tertanggung, anggota keluarga Tertanggung, dll.
   Cover yang diberikan adalah jaminan atas kecelakaan yang
    mengakibatkan meninggal dunia, catat tetap (baik sebagian atau
    seluruhnya), cacat sementara (baik sebagian atau seluruhnya) dan
    beaya pengobatan.
   Asuransi Tanggung Gugat (Liability Insurance)
   Asuransi yang menjamin tanggung jawab hukum kepada pihak
    ketiga baik berupa cidera badan (bodily injury) atau kerusakan harta
    benda (property damage) sehubungan dengan aktifitas bisnis yang
    dijalankan oleh Tertanggung.
   Jenis asuransi ini antara lain:
   Comprehensive General Liability
   Public Liability
   Employer's Liability, dll
   Asuransi Uang (Money Insurance)
   Asuransi yang menjamin kerugian akibat hilangnya uang
    tertanggung.
   Jenis asuransi ini terdiri dari:
   Asuransi Cash In Safe (CIS) Yaitu asuransi yang menjamin
    hilangnya uang tertang gung yang disimpan di dalam brankas,
    lemari besi atau tempat penyimpanan uang lain nya.
   Asuransi Cash In Transit (CIT) Yaitu asuransi yang menjamin
    kehilangan uang tertang gung selama dalam pengiriman dari satu
    tempat ke tempat lain.
   Asuransi Cash In cashier's Box (CICB) Yaitu asuransi yang menjamin
    hilangnya uang tertanggung saat disimpan di kasir atau loket-loket
    dimana transaksi dilakukan.
   Asuransi Fidelity Guarantee (FG) Yaitu asuransi yang menjamin
    hilangnya uang ter tang gung akibat ketidakjujuran karyawan yang
    dipercaya dalam mengelola uang.
Asuransi Kebongkaran (Burglary Insurance)
Asuransi yang menjamin kehilangan harta benda Tertanggung akibat
pencurian/ pem bongkaran yang dilakukan oleh pencuri dengan cara
kekerasan/merusak pada saat masuk atau keluar ruangan tempat har
ta benda berada.
ASURANSI LAUT
Pembagian Asuransi Pengangkutan
Asuransi Laut pada umumnya lebih dikenal dunia asuransi sebagai asuransi laut yang fungsi
nya mengankut barang dagangan serta komoditi lainnya dengan alat angkut yaitu kapal, pera
hu motor dan perahu layar.
           Bahaya yang dipertanggungkan mis kebakaran.
           Jasa yang dijanjikan
           Kerugian apa saja yang dilindungi perusahaan asuransi
           Besarnya jumlah pertanggungan
           Harus melihat pihak-pihak yang mengadakan kontrak
           Benda / milik apa yang dipertanggungkan
           Batas waktu kontrak jangka pendek / panjang.
Semua ini bisa dilihat didalam POLIS dalam pembuatan kontrak. Polis merupakan suatu sta
temn yang dibuat oleh tertanggung dida lamnya dimasukkan hal-hal yang dikecualikan dan
syarat-syarat (conditions) apa saja yang harus dipenuhi termasuk disebut Resiko (all risk) da
lam asuransi pengangkutan dipakai (exlusion clause) atau disebut satu persatu da lam resiko
(named risk).
Secara umum Polis memuat al:
1.Tanggal diadakan perjanjian,hal ini penting untuk menghindari pertanggungan ganda(doble
    of indemnity) yang sah perjanjian yang lebih dahulu.
2. Nama yang diasuransikan diri sendiri / orang lain / pihak ketiga (insuring agree ment)
3. Barang yang diasuransikan tertera dengan jelas dan terang
4. Besarya pembayaran premi
   Asuransi Pengangkutan dibagi atas dua bagian:
   a. Asuransi Pengangkutan Laut (Marine Insurance)
      Dari zaman dulu hanya menutup kerugian yang terjadi di laut saja
      (perils of the sea)
   b. Asuransi Pengangkutan Darat (Inland Marine Insurance)
       Asuransi Darat menutupi resiko atau kerugian yang terjadi pa
        da transportasi darat seperti angkutan kereta api, truk. Sedang
        kan perkembangan transportasi maju pesat sehingga sector pe
        rasuransi kurang bisa mengimbangi.
   Pertumbuhan Asuransi serta Kaitannya dengan Kerugian yang
    terjadi pada Sektor Trans portasi.
   Pertumbuhan asuransi erat sekali dengan kemajuan transportasi (Darat,
    Laut dan Udara) Perasuransian di Indonesia tertinggal sama kemajuan
    sistim transportasi dan industri.
   Akhir-akhir ini sering terjadi kecelakaan (resiko) pada angkutan Darat,
    Laut dan Udara) penangananya masih minim sekali. Asuransi laut
    awalnya hanya menjamin resiko kerugi an total atas kapal (total loss)
    dan lambat laun polis asuransi juga menutupi kerugian se bagian atas
    kapal (partial loss), menjamin kerugian terhadap barang-barang (kargo)
    serta kerugian yang terjadi menyangkut dengan biaya-biaya angkutan
    (freight).
   Resiko yang dijamin pada Asuransi Laut
   Jenis kerugian yang dapat dipertanggungkan adalah:
   Kapal serta kelengkapannya (vessel interest)
   Barang-barang muatan (Cargo)
   Pengahasilan/pendapatan dari hasil uang tambang (freight) komisi dan
    keuntungan yang diharapkan.
   Beban wajib (Liability interest) yang menimpa si pemilik kapal.
   Contoh beban wajib: kapal A ditabrak kapal B dalam hal ini timbul wajib
    terhadap A di mana kapal B harus mengganti kerugian yang terjadi atas
    kapal A.
   Penyelesaian :
   Lewat Asuransi Pengangkutan (Insurer). Dalam laut ada tiga hal yang
    harus diperhatikan oleh pemilik kapal sebelum dipertanggungkan yakni:
   Kapal Layar Laut (Sea Worthiness)
    Perusahaan Asuransi menghendaki bahwa kapal yang diasuransikan
    harus “Layak laut” arti kapal dilengkapai dengan nakhoda, awak kapal,
    perlengkapan kapal, yang ditentukan oleh undang-undang pelayaran.
   Yang menentukan kapal layak laut dan tidak adalah Biro Kalsifikasi
    Indonesia, Syahban dar dan Direktorat Perkapalan pada Direktorat
    Jenderal Perhubungan Laut.
   Deviasi (Deviation)
   Kapal yang diasuransikan harus memenuhi persyaratan trayek/rute
    yang telah ditetapkan, tidak boleh mengadakan penyimpangan dari
    trayek yang telah ditetapkan sebelumnya dalam melaksanakan
    pelayaran.
   Legalitas
   Kapal harus memenuhi syarat-syarat legalitas/hukum yang berlaku.
   Contoh : Bila sebuah kapal di charter dari luar negeri harus
    menggunakan bendera Indo nesia, termasuk di dalamnya kapal
    yang dibeli dengan cara leasing (sewa beli)
   Kerugian (Average)
   Dengan asuransi laut ada beberapa hal yang menyangkut dengan
    kerugian (averge) Kerugian pada asuransi laut daapt pula diartikan
    dengan kerusakan (damage). Pada pertanggungan angkutan laut
    kita temui istilah general average (kerugian umum). Kerugi an
    parsial ialah kerugian sebagian dan tidak seluruh kapal rusak,
    sebagian lagi masih utuh keadaannya. Disamping itu asuransi laut
    mengenal pula istilah franchise yang artinya jumlah minimum
    persentasi (%) yang dapat diganti atas kerugian yang terjadi atas
    kapal.
Klasifikasi Polis Asuransi.
Ada 4 Kelompok
1. Polis mengenai kapal (hull policies)
Polis yang menyangkut kapal terdiri atas beberapa jenis bergantung pada macam-ma
cam resiko; kapal uap, kapal motor, kapal penumpang, kapal barang, resiko pelabu
Han.
2. Polis muatan (Cargo Policies)
Polis muatan (Cargo) umumnya dibuat hanya satu resiko (single risk) mis untuk satu
kali pelayaran dari pelabuhan Medan ke Jakarta.
3. Polis beban wajib (Liability Policies)
Dalam polis asuransi dinayatakan bahwa disamping polis pertanggungan diatas dise
butkan pula beban wajib contoh: Liability interest.
4. Polis uang tambang (Freight Policies)
Polis ini yang dijamin hilangnya uang yg akan diterima (profit) serta uang tambang
itu sendiri.
Perjanjian dalam Asuransi Laut.
a. Werehouse to warehaouse clouse.
Berlaku pada waktu pengiriman barang, yaitu perjanjian asuransi antara pengiriman
barang dari satu gudang pelabuhan ke gudang pelabuhan lainnya.
Mis pengiriman barang dari gudang Belawan sampai ke Guadang Tanjung Priok.
Kita mempertanggungkan barang dari Belawan sampai masuk ke Bea Cukai Tanjung
Priok
b. Free of strike riot and civil commotions.
Kerugian yang disebabkan oleh pemogokan. Mis barang-barang telah
masuk kepalabuhan kemudian timbul pemogokan buruh yg mengaki
batkan kerusakan pada pada barang atau barang tidak bisa dibong
kar/dimuat ke kapal kondisi ini bisa diasuransikan.
c. Memorandum clause/deductible clause
Kerusakan-kerusakan kecil mengganggu administrasi perusahaan
untuk merealisasi
Pembayarannya. Oleh sebab itu, dibuat satu clausule yg membatasi
claim tersebut.
d. Free of particular average clause.
Bilamana terjadi kerugian kecil ada polis yang menyatakan bahwa
ba rang-barang tidak diganti oleh perusahaan asuransi seratus per
sen. Perusahaan akan mengganti sebagian saja dan ini tergantung
kepada pejanjian antara teratanggung dan perusahaan asuransi.
e. Free of particular average of American clause.
Perusahaan akan mengganti kerugian kalau salah satu bencana dise
butkan dalam kontrak tersebut mis : kapal tenggelam,terdampar dn
   terbakar
   f. Collision clause
       Bilamana ada 2 kapal bertabrakan di laut, masing-masing
    mengadakan pertanggungan
   untuk menghadapi resiko yang mungkin terjadi. Dalam polis
    asuransi harus dinyatakan bahwa kerugian yang diderita akibat
    tabrakan kapal akan diganti oleh perusahaan asuran si. Kapal mana
    yang bersalah harus dibuktikan dnegan pengadilan di Indonesia
    melalui Mahkamah Pelayaran. Under Writer akan mengajukan claim
    terhadap kapal yang bersa lah dan penggantian akan dibayarkan
    terhadap kapal yang ditabrak (damage). Besarnya jumlah kerugian
    harus dinilai terlebih dahulu oleh claim adjuster dari perusahaan
    asuransi yang bersangkutan.
   g. Negligence clause
        Bagi Negara yang sudah maju seperti USA, Inggris, Jerman da
        pat diadakan perjanjian ang disebabkan oleh kelalaian nakho
        kapal dan ini bias diasuransikan.
        Conoth:
        Kelalaian yang timbul menyebabkan kapal terlambat berangkat
    diakrenakan “bahan bakar” belum diisi kedalam tanki secukupnya.
    Lalai disini adalah dalam hal pengisian bahan baker dan tidak
    mengandung unsure disengaja.
Sifat-sifat Kerugian pada Asuransi Laut.
Ada dua macam sifat kerugian al:
a.General average yaitu semua kerugian yang akan didukung
     oleh semua pihak dan untuk kepentingan umum. Lazim
     pula disebut dengan nama avery gross. Pada general
     average kita lihat adanya tiga jensi unsure untuk
     menetapkan kerugian tersebut:
   Secara sukarela (voluntary)
   Merupakan keharusan (necessary)
   Ada hasilnya (successful)
    Contoh: Waktu kapal sedang berlayar dating angina badai,
     hingga menyebabkan patah nya tiang kapal dan tidak
     dipenuhi unsure voluntary. Jika nakhoda kapal menyruh
     memotong tiang maka dalam hal ini kita lihat ketiga unsur
     tadi yaitu voluntary, necessary dan bila ternyata kapal
     selamat tindakan nakhoda berhasil (successful)
b.Particular average (every partikelir)
        Kerugian sebagian yang diderita oleh satu pihak dan
        tidak untuk kepentingan umum.
        Mis: kerugian yang diderita oleh pemilik barang saja.
Dalam abad 19 ada disetujui bahwa bencana peperangn tidak dimasukkan
dalam pertang gungan biasa. Hal ini ada dua cara:
Asuransi hanya menjamin terhadap bencana laut, kecuali kerugian yg tim
bul dari kelakuan perang (perampasan,perampokan,penahanan oleh kapal
perang kedua belah pihak setuju bahwa pertanggungan dari pihak penang
gung (insurer) dibatalkan bila disebabkan oleh kelakuan perang.

TARIF ASURANSI (Rate of Insurance)
Menghitung premi (premium) pada asuransi merupakan bagian yg paling
penting. Dan bagian yang tugasnya menghitung disebut Aktuaria petugas
Aktuaria. Pembuatan tariff pada value judgement sampai kepada highly
scientific. Value judgement guna menghitung premi pada asuransi laut ber
dasarkan pengalaman saja.Yang mengguna kan scientific pada asuransi ji
wa dimana banyak menggunakan rumus-rumus matema tik dan statistic
(mortality table).
Pada asuransi laut tidak diumumkan karena tidak ada standardisasi utk
meng hitung ta rif berdasar kepada pengala man-pengalaman yang telah
lalu dan tidak pakai rumus-rumus seperti dalam asuransi jiwa tariff terjadi
berdasarkan bargaining atau tawar-menawar antara perusahaan dengan
 pembeli asuransi serta sudah ada table tertentu untuk menetapkan besar
nya tarif.Didalam asuransi pengangkutan laut,ditekankn pada pengalaman
-pengalaman masa lampau saja dengan demikian tariff bisa berubah-ubah
hal itu disebabkan :
Asuransi Molest
Berasal dari bahasa Latin arti susah atau kesusahan,sedangkan dalam asuransi perkata
an molest dihubungkan dengan:
Bencana peperangan;
Pemogokan;
Molest tersebut untuk pertanggungan asuransi sebagai berikut:
Asuransi molest ialah setiap kerusakan atau kesukaran yang kurang lebih bersifat kejaha
tan atau dilakukan dengan sengaja oleh pihak ketiga.
Kegiatan dilakukan dengan sengaja. Kejahatan atau kesukaran yang dilakukan dengan ti
dak sengaja atau disebabkan kealpaan sendiri, tidak dpt dianggap sebagai molest dalam
pengertian ini.
Dalam asuransi Inggris molest disebut dengan istilah molestation atau digunakan dalam
arti lebih luas dalam masa peperangan (wark risk).
Molest disini terhadap:
Molest pemogokan
Perampasan,pensitaan kapal,
Molest darat,
Molest kapal yang disebabkan kena torpedo.
Menurut VD Grinton Molest perang adalah tiap-tiap kejadian yg mengakibatkan kerugi
an, kejadian mana disebabkan oleh peperangan.
Molest menurut UU Sesuai Ps 637 KUH Perniagaan maksud Molest ialah Kerugian dan
kerusakan disebabkan oleh kekerasan,perampasan,penahan atas perintah yang berwajib
sebagai pembalasan.Pengertian ini berasal dari zaman lampau arti Molest masa sekarang
memapunyai pengertian yg lebih baik. Pasal 647 KUH Perniagaan mengatakan bahwa yg
diartikan dengan Molest ialah Molest di laut.
 Dalam abad 19 ada disetujui bahwa bencana peperangn tidak
  dimasukkan dalam pertang gungan biasa. Hal ini ada dua cara:
 Asuransi hanya menjamin terhadap bencana laut, kecuali
  kerugian yang timbul dari kelakuan perang (perampasan,
  perampokan, penahanan oleh kapal perang);
 Kedua belah pihak setuju bahwa pertanggungan dari pihak
  penanggung (insurer) dibatalkan bila disebabkan oleh
  kelakuan perang.
SIFAT KHUSUS KONTRAK ASURANSI PENGANGKUTAN :

a.kontrak yang dibuat harus berdasarkan kejujuran (unberimaefidei) untuk itu peru sa
 haan asuransi tidak banyak waktu utk meneliti dan menyelidiki semua informasi yg
 diberikan oleh pembeli asuransi.
b.kontrak hendaknya jelas dan mudah ditafsirkan serta distandardisasi (supaya ada
  keseragaman).
c.kontrak yang dibuat hendaknya diselaraskan dgn kemajuan dalam perekonomian
 dan perdagangan.
d.pada umumnya kontrak asuransi pengangkutan bersifat perorangan yang berarti po
  lis asuransi tersebut dapat kita pindahkan kpd orang lain atau pihak ketiga tanpa di
  ketahui oleh perusahaan asuransi.
JAMINAN ASURANSI LAUT
Dalam pengangkutan Laut ada 3 kepentingan yang bisa dijamin
1.Badan kapal beserta perlengkapan dn keuntungan yg diharapkan (hull).
2.Semua barang dagangan termasuk pula keuntungan yg diharapkan (cargo).
3.Biaya-biaya pengangkutan yg akan diperoleh oleh pemilik kapal (freight). Ada ju
  ga yg dilindungi olh perusahaan asuransi yaitu: bagian ke 4. beban wajib (liability)
  contoh:sebuah kapal menubruk kapal lainnya dalam hal ini perusahaan asuransi bi
  sa membayar ganti kerugian.
Akhir-akhir ini sering terjadi kecelakaan (resiko) pada angkutan Darat,
Laut dan Udara) penangananya masih minim sekali. Asuransi laut
awalnya hanya menjamin resiko kerugian total atas kapal (total loss)
dan lambat laun polis asuransi juga menutupi kerugian sebagian atas
kapal (partial loss), menjamin kerugian terhadap barang-barang (kar
go) serta kerugian yang terjadi menyangkut dengan biaya-biaya angku
tan (freight).

Resiko yang dijamin pada Asuransi Laut
    -Jenis kerugian yang dapat dipertanggungkan adalah:
    -Kapal serta kelengkapannya (vessel interest)
    -Barang-barang muatan (Cargo)
    -Pengahasilan/pendapatan dari hasil uang tambang (freight) komi
      si dan keuntungan yang diharapkan.
    -Beban wajib (Liability interest) yang menimpa si pemilik kapal.
Contoh beban wajib: kapal A ditabrak kapal B dalam hal ini timbul wa
    jib terhadap A di mana kapal B harus mengganti kerugian yang
    terjadi atas kapal A.
Penyelesaian :
 Lewat Asuransi Pengangkutan (Insurer). Dalam laut ada tiga hal yg
  harus diperhatikan oleh pemilik kapal sebelum diper tanggungkan
  yakni:
 Kapal Layar Laut (Sea Worthiness)
 Perusahaan Asuransi menghendaki bahwa kapal yang diasuransikan
  harus “Layak laut” arti kapal dilengkapai dengan nakhoda, awak ka
  pal, perlengkapan kapal, yang ditentukan oleh undang-undang pela
  yaran.
 Yang menentukan kapal layak laut dan tidak adalah Biro Kalsifikasi
  Indonesia, Syahban dar dan Direktorat Perkapalan pada Direktorat
  Jenderal Perhubungan Laut.
 Deviasi (Deviation)
 Kapal yang diasuransikan harus memenuhi persyaratan trayek/rute
  yang telah ditetapkan, tidak boleh mengadakan penyimpangan dari
  trayek yang telah ditetapkan sebelumnya dalam melaksanakan pela
  yaran.
Legalitas
Kapal harus memenuhi syarat-syarat legalitas/hukum yang berlaku.
Contoh:Bila sebuah kapal dicharter dari luar negeri harus menggunakan bendera In
         donesia, termasuk di dalamnya kapal yang dibeli dengan cara le asing (sewa
         beli)
Kerugian (Average)
Dengan asuransi laut ada beberapa hal yg menyangkut dgn kerugian averge. Kerugi
     an pada asuransi laut daapt pula diartikan dgn kerusakn damage. Pada pertang
     gungan angkutan laut kita temui istilah general average (kerugian umum). Ke
     rugian parsial ialah ke rugian sebagian dan tidak seluruh kapal rusak, sebagian
     lagi masih utuh keadaannya. Disamping itu asuransi laut mengenal pula istilah
     franchise yang artinya jumlah mi nimum persentasi (%) yang dapat diganti atas
     kerugian yg terjadi atas kapal.
Klasifikasi Polis Asuransi.
     Ada 4 Kelompok
Polis mengenai kapal (hull policies)
1.Polis yang menyangkut kapal terdiri atas beberapa jenis bergantung pada macam –
  macam resiko; kapal uap, kapal motor, kapal penumpang, kapal barang, resiko pe
  labuhan.
2.Polis muatan (Cargo Policies)
  Polis muatan (Cargo) umumnya dibuat hanya satu resiko (single risk) mis : untuk
  satu kali pelayaran dari pelabuhan Medan ke Jakarta.
3. Polis beban wajib (Liability Policies)
   Dalam polis asuransi dinya takan bahwa disamping polis pertanggu ngan
   diatas disebutkn pula beban wajib contoh: Liability interest.
4. Polis uang tambang (Freight Policies)
   Polis ini yg dijamin hilangnya uang yang akan diterima profit serta uang
   tambang itu sendiri.
Perjanjian dalam Asuransi Laut.
   a. Werehouse to warehaouse clouse.
   Berlaku pada waktu pengiriman barang,yaitu perjanjian asuransi antara
   pengiriman barang dari satu gudang pelabuhan ke gudang pelabuhan lain
   nya.
Mis pengiriman barang dari gudang Belawan sampai ke Guadang Tanjung
   Priok. Kita mempertanggungkan barang dari Belawan sampai masuk ke
   Bea Cukai Tanjung Priok.
   b.Free of strike riot and civil commotions.
   Kerugian yang disebabkan oleh pemogokan. Mis barang-barang telah ma
   suk kepalabuhan kemudian timbul pemogokan buruh yg mengakibatkan
   kerusakan pada pada barang atau barang tidak bias dibongkar/dimuat ke
   kapal kon disi ini bias diasuransikan.
c. Memorandum clause/deductible clause
   Kerusakan-kerusakan kecil mengganggu administrasi perusahaan
   untuk merealisasi Pembayarannya.Oleh sebab itu, dibuat satu clau
   sule yang membatasi claim tersebut.
d. Free of particular average clause.
   Bilamana terjadi kerugian kecil ada polis yang menyatakan ahwa
   barang-barang tidak diganti oleh perusahaan asuransi seratus per
   sen. Perusahaan akan mengganti sebagian saja dan ini tergantung
   kepada pejanjian antara teratanggung dan perusahaan asuransi.
e. Free of particular average of American clause.
   Perusahaan akan mengganti kerugian kalau salah satu bencana
    disebutkan dalam kontrak tersebut mis : kapal tenggelam,
   terdam par dan terbakar
d. Collision clause
Bilamana ada 2 kapal bertabrakan di laut, masing-masing mengadakan
pertanggungan untuk menghadapi resiko yang mungkin terjadi. Dalam
polis asuransi harus dinyatakan bahwa kerugian yang diderita akibat ta
brakan kapal akan diganti oleh perusahaan asuran si. Kapal mana yang
bersalah harus dibuktikan dnegan pengadilan diIndonesia melalui Mah
kamah Pelayaran.Under Writer akan mengajukan claim terhadap kapal
yang bersalah dan penggantian akan dibayarkan terhadap kapal yg dita
brak (damage). Besarnya jumlah kerugian harus dinilai terlebih dahulu
oleh claim adjuster dari perusahaan asuransi yang bersangkutan.
e. Negligence clause
   Bagi Negara yang sudah maju seperti USA, Inggris, Jerman dapat di
   adakan perjanjian ang disebabkan oleh kelalaian nakhoda kapal dn
   ini bisa diasuransikan.
Contoh:
  Kelalaian yang timbul menyebabkan kapal terlambat berangkat dika
  renakan “bahan bakar” belum diisi kedalam tanki secukupnya. Lalai
  disini adalah dalam hal pengisian bahan baker dn tidak mengandung
  unsure disengaja.
Sifat-sifat Kerugian pada Asuransi Laut.
Ada dua macam sifat kerugian al:
General average yaitu semua kerugian yang akan didukung olh semua
    pihak dan untuk kepentingan umum. Lazim pula di sebut dengan
    nama avery gross. Pada general average kita lihat adanya tiga je
    nis unsure untuk menetapkan kerugian tersebut:
   Secara sukarela (voluntary)
   Merupakan keharusan (necessary)
   Ada hasilnya (successful)
Contoh: Waktu kapal sedang berlayar dating angina badai, hingga me
    nyebabkan patah nya tiang kapal dan tidak dipenuhi unsure volun
    tary. Jika nakhoda kapal menyruh memotong tiang maka dalam
    hal ini kita lihat ketiga unsur tadi yaitu voluntary, necessary dan
    bila ternyata kapal selamat tinda kan nakhoda berhasil (success
    ful)
b. Particular average (every partikelir)
   Kerugian sebagian yang diderita oleh satu pihak dan tidak untuk ke
    pentingan umum.
   Mis kerugian yang diderita oleh pemilik barang saja.
   Asuransi Pengangkutan Darat :
    Angkutan Darat (Inland Marine)
    Lahir dari Pengangkutan Laut para pengririm mu lai menu ntut
    proteksi untuk barang kiriman mere ka. Sekarang ini banyak
    asuransi yg masuk ke dalam mis: asuransi terowo ngan, Rambu-
    rambu pelabuhan udara, paket pos dll.
    Dengan perjalanan waktu Asuransi Darat mulai menerima re siko yg
    tidak diterima oleh perusahaan asuransi lain ini kare na longgarnya
    ketentuan Ne gara atas para penanggung asu ransi pengangku tan
    dibandingkan ketentuan asu ransi keba karan dan kecelakaan.Tarif
    asuransi pengangkutn umumnya tidak dikendalikan, sedangkan
    tariff asuran si kebakaran dia tur dengan ketat.
   Bisnis Asuransi Pengangkutan ditentukan 3 katagori:
    -Asuransi pengiriman barang dalam negeri. (Untuk mem berikan
    perlindungan terhadap setiap barang yg dikirim dalam negeri,
    formulir dikelom pokkan menurut alat pe ngangkutan yg digunakan
    Mis : Kereta api. Truk dan Pos).
Asuransi alat-alat pengangkutan dan komunikasi
(Jembatan, Terowongan dan alat transport,komunikasi
lainnya.Terhadap bahaya kebakaran,badai, kebocoran, hujan salju, ledakan,
    gempa bumi,keributan dll).
Asuransi angkutan Darat Kendaraan yg dige rakkan olh motor
    mekanik.
    Mis, Mobil Sedan Bis umum,pic-up, truck, trailer,container,
    kendaraan beroda tiga-dua kereta api, trem.

Klasifikasi Kendaraan
  Kendaraan digolongan 4 golongan :
1. Gol. I Mobil penumpang
2. Gol. 2 Bis dan kendaraan pariwisata
3. Gol. 3 Kendaraan pengangkutan barang mis :
   Truck, Trailer, Container
4. Gol. 4 Berbagai jenis dan tipe kendaraan ro
   da 3 dan 2
Obyek Asuransi
Berbagai macam bahaya yg akan menimbul
kan Kerusakan/kerugian utk kendaraan ma
upun barang muatannya
Asuransi angkutan darat ada 3 macam
1.  Asuransi keselamatan penumpang
2.  Asuransi barang yg diangkut
3.  Asuransi kendaraan pengangkut
Bahaya atau Resiko Dalam Angkutan Darat
    1.Angin topan,angin ribut,gempa bumi,letusan gunung
      berapi, banjir.
    2.Tabrakan / bersenggolan sesama kendaraan pengang
      kut, menabrak benda keras, tergelincir keluar dr jalan
      atau rel, jatuh ke sungai atau jurang
    3.Penahanan / penyitaan oleh yg berwajib /penahanan
      oleh penduduk
    4.Peperangan, sabotase, pembajakan, perampasan.
    5.kerusuhan, kekacauan, pemogokan, demontrasi,keba
      karan, pencurian, kehilangan.
Asuransi Terhadap Penumpang
-Keselamatan terhadap penumpang ditutup asuransi oleh pe
 ngangkut kpd perusahaan asuransi kerugian, di Indonesia
 jaminan diberikan PT Jasa Raharja.
-Premi asuransi ditentukan sepihak oleh penanggung ditam
 bahkan kpd harga karcis penumpang.
 Premi oleh pengangkut disetor kePenanggung jk terjadi musi
 bah penumpang menderita luka/meninggal / cacat permanen
 seumur hidup maka penanggung memberikn santunan sbb:
-Biaya perawatan & pengobatan yg luka2 sampai sembuh.
-Santunan sejumlah uang kpd ahli waris bagi yg meninggal.
-Biaya perawatn,pengobatan & sejumlah uang yg cacat sela
 manya
Asuransi Terhadap Barang
Barang yg diangkut lewat darat ditutup Asuransi oleh
   Perusahaan
asuransi kerugian dengan pakai
Polis.
Isi Polis:
1. Nama dan alamat tertanggung dan pialang jika pakai
   perantara.
2. Bahaya / resiko yg ditanggung olh kondisi (standar).
3. Bahaya mulai ditanggung dan saat bahaya berakhir di
   tanggung / saat polis mulai berlaku serta berakhir.
4. Keterangan dan data barang yg ditanggung
   sepengetahuan oleh tertanggung dan broker jika ada.
5.Perjanjian yg telah dibuat tertanggung dgn pihak ke-3
   bila ada mengenai barang yg ditanggung.
6.Tanggal perjanjian asuransi (tgl provisional covernote) Nama dan ala
   mat pengangkut /ekspeditur yg merima pengangkutan
7. Nama dan alamat pengangkut / ekspeditur yg menerima

8. Jumlah nilai pertanggungan dan prosedur menemukan harga
   penanggungan (real value,insured value,agreed value)
9.Nama barang dan tujuan
10.Tarif premi (%) dan jumlah premi.
 Butir 3 mulai berlaku dn berakhirnya jaminan penanggung dpt dgn
syarat dari gudang ke gudang jd sejak barang dikeluarkan dr gudang
sampai msk ke tempat gudang yg dituju.
Ps 688 KUHD bahwa jamina dr penanggung mulai berlaku sejak ba
rang telah disampaikan kekendaraan yg akan mengangkut ke tempat
tujuan/sejak disampaikan kekantor/sejak barang diterima oleh pe
ngangkut/ekspeditur. Jaminan berakhir barang telah diserahkan oleh
pengangkut kpd tertanggung /org yg diberi kuasa
Asuransi Terhadap Kendaraan
Kendaraan angkutan darat dututup asuransinya oleh perusahaan
 asuransi kerugian. Polis yg digunakan berupa polis perjalanan darat
/ polis waktu.
-Polis perjalanan: Jaminan dr penanggung berlaku untuk satu kali
 perjalanan mulai dari tempat peberangkatan hingga sampai tujuan.
 Umumnya digunakan polis waktu,yaitu jaminan dr penanggung ber
 laku selama jangka waktu tertentu (1 tahun,½ tahun,3 bulan / 1
bulan)
Untuk kendaraan bermotor, Dewan Asuransi Indonesia mengeluarkn
kondisi standar asuransi kendaraan bermotor, yg berlaku diseluruh
Indonesia dan mengikat semua perusahaan asuransi.
Ps 1365, 1366 dan 1367 KUHPer menetapkan bahwa:
Setiap perbuatan melanggar yg membawa kerugian pd org lain mewajibkan
orang yg karena salahnya menrbitkan kerugian itu.
Mengganti kerugian Ps 1365.
Setiap org bertanggungjawab tdk hanya kerugian yg disebabkan perbuatan
nya tapi krn kerugian yg disebabkn kelalaian / kekurang hati-hatian Ps 1366
KUH per.
Seseorg bertanggungjawab ats kerugian tdk hanya akibat per buatannya saja
tapi krn perbuatan yg dilakukan org lain yg menjadi tanggungannya atau krn
barang tsb dibawah penga wasannya. Ps 1367 KUH Per.
Asuransi KendaraanResiko kecelakaan dr dalam maupun dr luar.
Dalam : Karena kesalahan, kelalaian,/kesengajaan pengemudi.
Mis      : Menabrak kendaraan lain
Luar : Ditabrak kendaraan lain, dirusak, / atau di bakar
Semua resiko diatas akan menimbulkan kerugian finansial bagi pemiliknya,
bukan hanya berupa finansial jugatanggung jawab terhadap pihak lain.
Mengatasi Resiko
Kerugian finansial Kendaraan yg mengalami kecelakaan merupakan
tanggungjwb terhdp pihak lain yg dirugikan beban bagi pemilik yg tdk
mampu dipikul sendiri keadaan demikian tentu membutuhkan bantuan
ASURANSI untuk menanggulangi.
Resiko-Resiko yg di Tanggung Asuransi
1. Kebakaran akibat petir, api / etikat jahat org lain.
2. Kerusakan diakibatkan krn kecelakaan : Benturan, Peledakan
   Tergelincir, Tabrakan, Terbalik dan akibat org lain
3. Pencurian / kehilangan ats peralatan kendaraan / pencurian dgn keke
   rasan / ancaman tujuan memudahkan pencurian.

Biaya menjaga dn menarik / mengangkut kendaraan bermotor yg rusak
ke bengkel yg ditunjukkan penanggung dgn ganti rugi maksimal 0,5%
dr harga tanggungan.
Tanggungjawab Yuridis
Tanggungjwb Hukum terhadap pihk ke-3 bila ada pihak ke-3 yg
menderita kerugian yg disebabkan kendaraan bermotor yg diasu
ransikan dlm suatu kecelakaan.
Pihak ke-3 tsb ditanggung olh Polis dgn ganti rugi maksimal sebe
sar harga penanggungan tercantum dlm polis.
Harga pertanggungan dapat ditetapkan sesuai deng yg dikehenda
ki olh tertanggung, tetapi dibatasi olh harga pertanggungan maksi
 mal
Resiko Suplemen
Ditanggung Polis sendiri :
1.Resiko huru-hara dgn tambahan premi 2.5% dr
  harga pertanggungan.
2.Tanggungjwb pd penumpang dan besarnya pre
  mi ditentukan oleh penanggung sendiri.

Pengecualian Terhadap Resiko
Perusahaan Asuransi tidak membayar ganti rugi :
1.Kerugian angkutan, kehilangan upah (sewa)
Pengecualian Prinsip Utama
Tidak dijamin kerugian /kerusakan ats kendaraan bermo
Tor tanggungjwb berikut ini :
1.Kendaraan digunakan menarik kendaraan lain/untuk belajar.
2. Karena kelebihan muatan.
3.Kendaraan kondisi rusak dipakai tanpa sepengatahuan ter
  tanggung.
4.Kendaraan dikemudikan org yg tidak punya SIM / mabuk
5.Berkendara tidak mematuhi Lalu Lintas.
6.Akibat alam.
7.Akibat langsung / tdk langsung : Yg berhubungan dengan :
       a.Perang, bencana perang
       b.Perang saudara, gejolak dalam negeri.
       c. Huru hara, kerusuhan penduduk
       d.Sabotase, teror
       e. Penyitaan untuk tujuan militer.
       f. Penggunaan kendaraan dalam tugas operasional
         kepolisian / militer.
Pengecualian Tugas
Perusahaan Asuransi tdk menanggung kehila
ngan atau kerusakan kendaraan:
1.Disebabkan reaksi Atom
2.Kesalahan konstruksi / karat keausan / salah
  penggunaannya
        Resiko atas Beban Sendiri
Resiko sendiri (own risk) Besar resiko sendiri
umumnya ditentukan olh pihak penanggung, na
mun bisa dirunding.
Mis: Resiko sendiri ditetapkan Rp 5.000.000,-maka se
     tiap terjadi tuntutan ganti rugi (claim) tertang
     gung hrs menanggung resiko sendiri Rp 5 Jt. Bila
     claim Rp 3. 000.000 / lbh kecil, kerugian itu dipi
     kul sendiri olh tertanggung.Jadi resiko sendiri me
     rupakan batas klaim yg memperoleh ganti rugi dr
     penanggung
                  Nilai Asuransi
Nilai sesuai harga yg disepakati antara penang
gung dan tertanggung (agreed value). Dengan
max. sebesar harga sebenarnya (real value) ken
daraan bermotor dijual harga umum.
Bila ada peralatan tambahan hrs disebutkan scr
rinci beserta harga al. Audio visual, lcd dll.
        Pertanggungan di Atas Nilai Asuransi
        Pertanggungan tsb dilarang (over insured)

Pertanggungan di Bawah Nilai Dibawah harga (under insured)
Harga pertanggungan lebih kecil dr harga sebenarnya scr
prinsip tdk diperbolehkan tapi tidak bs dihindarkan akn tetapi
dikenakan syarat pro rata. bila terjadi klaim & ganti rugi dr
penanggung ditetapkan menurut syarat pro rata :
Mis : Mobil seharga Rp. 100.000.000,- ditutup pertanggungan
      dgn harga pertanggungan Rp 60.000.000 bila terjadi klaim
mis :
      Rp 10.000.000,- maka ganti rugi sebesar
      Rp 60.000.000,- x Rp 10.000.000,- = Rp. 6.000.000,-
      Rp 10.000.000,
         BEBERAPA TARIF PREMI :
         -Tarif Premi Dasar
         -Tarif PremiTanggung Jawab Hukum (TJH)
         -Tarif Premi Tambahan


Tarif Premi Dasar.
Tarif untuk resiko gabungan yg ditentukan dua ting
katan harga pertanggungan.
Mis : Harga pertanggungan Rp 10.000.000,- untuk harga
pertanggungan Rp 4.000.000,-ditentukan preminya X %
Dan harga pertanggungan Rp 6.000.000,-ditentukan Y%
Untuk jaminan selama 1 th X % lebih besar dari Y %
   Premi Asuransi Tarif Premi Dasar


Tarif ditentukan Ceding Company berdasarkan :
-Kondisi
-Usia
-Jenis kendaraan
-Tujuan pemakaian
Catatan : Kendaraan kantor lebih rendah preminya
                Perhitungan Premi

Nilai asuransi 1 kendaraan Rp 8.000.000,- sesuai harga sebe
narnya.Untuk harga pertanggungan Rp3.000.000,-premi 5%
dan harga pertanggungan Rp 5.000.000,-premi 3% dan harga
pertanggungan TJH Rp. 1.000.000,- Premi 1%
Perhitungna premi jaminan selama 1 tahun
Premi dasar 5% x Rp 3.000.000 = Rp 150.000
Premi dasar 3% x Rp 5.000.000 = Rp 150.000
Premi TJH 1% x Rp 1.000.000 = Rp 10.000
                                     Rp 310.000
Ditambah bea Materai dan biaya Polis
       Cara Pembayaran Premi
Premi dibayar dimuka untuk jaminan selama 1tahun
(12 bulan) dan bisa diansur secara semester atau tri
wulan.
*Cicilan secara semester.
Semester pertama 65% dari premi satu tahun.
Semester kedua 35% dari premi satu tahun
                Cicilan secara Triwulan
   -Triwulan pertama sebesar 40% dr premi satu tahun
     -Triwulan kedua sebesar 40% dr premi satu tahun
     -Triwulan ketiga sebesar 10% dr premi satu tahun
   -Triwulan keempat sebesar 10% dr premi satu tahun

Premi Jangka Pendek
Umumnya asuransi kendaraan bermotor dilakukan sela
ma satu tahun, dapat juga ditutup asuransi kendaraan
bermotor untuk jangka pendek minim 1 minggu.
    Prosedur Menutup Asuransi

Surat Permohonan.
Penutupan asuransi kendaraan bermotor dimulai pengisi
an Surat Permohonan Pertanggungan (SPP) oleh calon
Tertanggung. Surat ini adalah penjelasan mengenai ken
daraan yg akan diasuransikan dan bagian yg tdk bisa ter
pisahkan dari polis kendaraan yg akan dikeluarkn olh pe
nanggung
               Claim Ganti Rugi
Bila terjadi kerugian / kerusakan kendaraan yg diasuran si
kan, tertanggung diwajibkan memberita hukan kpd panang
gung dlm jangka waktu selambat-lambatnya 72 jam setelah
kecelakaan.
Tuntutan ganti rugi dr pihak ke-3 pd tertanggung selambat-
lambatnya 72 jam setelah diketahui ada tuntutan dan mem
beritahukan kpd penaggung disertai dokumen dan penjela
san sebab-sebab dan macam kerugian/kerusakan yg diderita
pihak ke-3 bila terjadi kerugian,kerusakan dan pencurian
yg menjadi dasar penuntutan ganti rugi pd penanggung ada
lah surat laporan dr Polisi
     Data yg dibutuhkan untuk Asuransi

Data dr calon tertanggung SPP sbb :
1. Nama, alamat dan pekerjaan pemohon.
2. Merek, jenis, warna dan tahun pembuatan.
3. Nomor angka, mesin dan polisi kendaraan.
4. Daya angkat dan tujuan penggunaan.
5. Resiko yg ditanggung & harga pertanggunan.
6. Tanggung jwb hukum yg diminta tertanggung.
7. Jangka waktu pertanggungan.
8. Keterangan yg dianggap perlu.
          Dokumen Ganti Rugi

Dokumen yg wajib disampaikan Tertanggung kpd Pe
nanggung utk Tuntutan Ganti Rugi sbb:
-Surat isian laporan kerugian
-Surat keterangan dari Kepolisian. hilang / kecelakan
-Surat tuntuan pihak ke-3 pd kejadian kecelakaan
-Surat tuntutan dr tertanggung kpd pihk ke-3 jika ke
 rugian disebabkan pihak ke-3
-Surat kepemilikan
-Polis asli bila kerugiannya total (total loss)
                Ganti Rugi

-Setiap kerugiankendaraan bermotor penanggung
 hanya membayar ganti rugi max. sebesar harga per
 tanggungan dikurangi dgn resiko sendiri. Hal ini
 under–insured besarnya ganti rugi dihitung syarat
 pro rata.
-Jika kendaraan mengalami kerusakan,penanggung
 an berhak menurut pilihannya, menyuruh memper
 baiki yg rusak atau mengganti denagn penunjukan
 bengkel oleh penanggung / mengganti dgn uang.
    Perbaikan kerusakan ternyata tidak memuaskn
  Tertanggung maka dalam waktu 14 hr Tertang gung
   harus menyampaikan scr tertulis pd Pena nggung .

Tuntutan ganti rugi TJH dr Pihak ke-3 Tertang
gung berkewajiban membuktikan bahwa ia benar
-benar harus mengganti kerugian diderita pihak
ke-3 tsb.
           Pembatalan Claim
Hak-hak Tertanggung atas penggantian kerugian hilang
sbb:
-Tertanggung tdk memenuhi kewajiban berdasarkn syarat
  polis.
-Tuntutan ganti rugi tdk diajukan kpd penanggung dlm
 jangka 12 bulan setelah kejadian.
-Ganti rugi yg disetujui penanggung tdk ditagih dlm jang
 ka 3 bulan sejak disetujui oleh penanggung
-Tuntutan ganti rugi ditolak penanggung maka dlm waktu
 3 bulan sejak penolakn tertanggung harus mengajukn aca
 ra penyelesaian arbitrase
          Pertanggungan Berakhir
Disebabkan :
-Pertanggungan di batalkan dengan alasan yg bisa diper
tanggungjwbkn dan pertanggungan berakhir 24 jam sejak
pemberitahuan tertulis disampaikn pd pihak lain
*Jika tertanggung yg membatalkan pertanggungan maka
 penanggung berhak menahan sejumlah uang premi yg te
 lah dibayar tertanggung dihitung jika ad kelebihan akan
 dikembalikan.
*Jika penanggung yg membatalkan pertanggungan mk
 tertanggung berhak ats pengembalian sebagian uang pre
 mi yg telah dibayarkan, atas dasar perhitungan pro rata
 antara jangka waktu polis berlaku dengn jangka waktu
 pertanggungan yg dibatalkan penanggung
        Berakhirnya Asuransi
-Asuransi berakhir bila jangka waktu berlaku
 polis telah habis.
-Pertanggungan berakhir jika telah dilakukan
 penggantian kerugian.
-Pertanggungan kendaraan bermotor yg diasur
 ansikan tidak lagi dlm kekuasaan tertanggung
 sbg akibat dr peristiwa yg tidak terjamin olh Po
 lis atau scr sah tidak lagi dlm pemilikan tertang
 gung.
PERLINDUNGAN HUKUM NASABAH
  ASURANSI DALAM TINJAUAN
 HUKUM PERLINDUNGAN KONSUMEN
 >ASURANSI ------- KOTA BESAR --------
  HADIR
 >ASURANSI-------- MENGALIHKAN
  /MEMBAGIKAN RESIKO
 INDONESIA ---- MINDED :    ASURANSI
  JIWA
                        ASURANSI
  KEBAKARAN
                        ASURANSI
  PENDIDIKAN
ASURANSI BERLOMBA MENCARI NASABAH DENGAN JANJI MENARIK


   PERLINDUNGAN HUKUM BAGI NASABAH
   U U NO. 8 / 1999 -- UU PERLINDUNGAN HAK KONSUMEN
   HAL POKOK DAPAT TIDAKNYA DITERAPKAN KETENTUAN-
    KETENTUAN UU ITU :
   -APAKAH PERUSAHAAN ASURANSI DAPAT DIKATAGORIKAN
    SEBAGAI KONSUMEN ?
   -APAKAH USAHA JASA PERUSAHAAN DAPAT DIKATOGORIKAN JASA
    ?
   MASALAH PENTING
   -PENEGAKAN HAK KONSUMEN
   -LARANGAN KLAUSULA BAKU BAGI PERUSAHAAN UMUM
   PERUSAHAAN ASURANSI MEMENUHI KRETERIA PELAKU
    USAHA :
   -ASURANSI KERUGIAN           -REASURANSI
   -ASURANSI JIWA               -PIALANG ASURANSI
   -PIALANG REASURANSI          -AGEN ASURANSI
   PERUSAHAAN ASURANSI YANG MEMBUAT POLIS :
   -ASURANSI KERUGIAN
   -ASURANSI JIWA
   KAITAN UU N0. 8 / 1999 TENTANG PERLIDUNGAN
    KONSUMEN
   -PELAKU USAHA ----PERUSAHAAN ASURANSI SEBAGAI KATAGORI
   -USAHA ASURANSI--USAHA JASA KEUANGAN
   MENURUT UU N0. 8/1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN
   -LAYANAN KONSUMEN : NASABAH ASURANSI SETIAP ORANG
    PEMAKAI DALAM
     MASYARAKAT UNTUK KEPENTINGAN SENDIRI,KELUAR
     GA,ORANG LAIN.
KAITAN PERJANJIAN ASURANSI
   -PERJANJIAN PERTANGGUNGAN PERUSAHAAN ASURANSI
   -SELAKU PELAKU USAHA SEBAGAI PENANGGUNG
   -PIHAK NASABAH ATAU KONSUMEN SEBAGAI PIHAK
    TERTANGGUNG HARUS
    BAYAR PREMI
PENEGAKAN HAK KONSUMEN BAGI NASABAH
  ASURANSI DAN HAK HAKNYA
   -INFORMASI YANG BENAR, JELAS DAN JUJUR
   -DIDENGAR PENDAPAT DAN KELUHAN ATAS JASA
    ASURANSI YANG DIIKUTI
   -DIPERLAKUKAN/DILAYANI SECARA BENAR,JUJUR DAN
    TIDAK DISKRIMINATIF.
   -MENDAPATKAN KOMPENSASI GANTI RUGI APABILA
    JASA YANG DITERIMA
    TIDAK SESUAI SEBAGAIMANA MESTINYA.
   -MENDAPATKAN ADVOKASI, PERLIDUNGAN HUKUM
    YANG LAYAK.
   LARANGAN KLAUSULA BAKU
   -PERJANJIAN -- BENTUK TERTULIS
                   STANDARD CONTRAK
                   POLIS ASURANSI / STANDARD
   POLIS STANDARD KEBAKARAN DI INDONESIA
   STANDARD -FORMAT PERJANJIAN
           -MODEL
           -RUMUSAN
           -UKURAN
   4 POIN DIATAS DITENTUKAN PELAKU USAHA
   -BENTUK BLANGKO CETAKAN TIDAK MUDAH DIUBAH /
    DIGANTI
   -RUMUSAN DALAM KLAUSULA MERUPAKAN
    PERNYATAAN KEHENDAK SENDIRI
   KEUNTUNGAN PENGUSAHA :
   -EFISIENSI BIAYA, WAKTU DAN TENAGA
   -PRAKTIS – NASKAH TERSEDIA SEWAKTU-WAKTU
   -PENYELESAIAN CEPAT-NASABAH TINGGAL TANDA
    TANGAN
   -BLANGKO DALAM JUMLAH BANYAK
   UU N0. 8 / 1999 PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KONSUMEN
    KLAUSULA BAKU YANG MELARANG BAGI PELAKU USAHA
    ASURANSI :
   -MENYATAKAN PENGALIHAN TANGGUNGJAWAB PELAKU USAHA
   -MENYATAKAN TUNDUKNYA KONSUMEN KEPADA PERATURAN
    YANG BERUPA
    ATURAN BARU, TAMBAHAN, LANJUTAN / PENGUBAHAN YANG
    DIBUAT SEPIHAK.
   -PELAKU USAHA DILARANG MENCANTUMKAN KLAUSULA BAKU
    YANG
    LETAK/BENTUKNYA SULIT TERLIHAT/TIDAK DAPAT
    DIBACA/SUULIT
    DIMENGERTI.
   -BAGI PELAKU USAHA YANG MELANGGAR PS 18 UU
    PERLINDUNGAN
    KONSUMEN MAKA DIKENAKAN SANKSI PIDANA PENJARA MAX 5
    TH / PIDANA
    DENDA MAX 2 MILLIAR SERTA KLAUSULA YANG DIBUAT
    DIANGGAP BATAL
    DEMI HUKUM.
ASURANSI SYARAIAH

Pandangan :
Bhs Arab
1. Takaful     = Menolong,mengasuh,memelihara dll
2. Ta’min      = Ketenangan, rasa aman, bebas rasa takut.
3. Tadhamun = Saling menanggung sgl musibah terjadi

Asuransi Syariah usaha saling melindungi dan tolong menolong di
antara sejumlah orang/pihak melalui dana investasi bentuk aset/
tabarru yg mem berikan pola pengembalian untuk mengha dapi re
siko tertentu lewat akad (perikatan) sesuai syariah Sesu ai Ps 246
KUHD.
Suatu perjanjian dengan mana seorang penanggung mengikatkan
diri kpd seorang tertanggung dgn suatu premi utk memberikan
penggantian kpdnya krn suatu kerugian,kerusakn atau kehilangan
ke untungan yg diharapkan yg mungkin akan dideritanya krn suatu
peristiwa yg tak tentu.
Prinsip Asuransi Syariah yang berlaku di Indonesia
Operasional berbeda dengan Asuransi konvensional.
Kiat yg dikembangkan Asuransi Syariah adalah tolong
menolong setiap pemegang polis wajib memberikan derma
guna keperluan dana tolong menolong serta dana pembinaan
umat dan akan dapat keuntungan pribadi juga dapat keuntu
ngan bersama.
Asuransi Syariah/Takaful diawasi Dewan Pengawas Syariah.
Keberadaan Dewan untuk mengawasi penggunaan & pendis
tribusian dana yg diperoleh serta mensahkn produksi yg akn
dipasarkn serta cara pemasaran dan operasional dilapangan.
Pengertian Asuransi Secara Umum
1. Maksud dan tujuan yg ingin dicapai ada 3
1.Asuransi ganti kerugian =Memuat perjanjian/kesepakatan
                             Kebakaran, Angkutan
2.Asuransi sejumlah uang=Sejumlah uang jd kesepakatan
                            Jiwa dan Kecelakaan
3.Asuransi wajib=Salah satu pihak mewajibkan yaitu Pemerin
                 tah sebagai penanggung.
                 Tujuan membantu yg lemah tujuan lain guna
                 mengumpulkan sejumlah premi untuk tujuan
                 yg lebih penting
Kedua :
Aspek yg menyelenggarakan badan usaha dibagi 2
Asuransi premi :
Terdapat perusahaan asuransi disatu pihak dengan pihak ter tanggung /
Nasabah.
*Asuransi saling menanggung.
Ada suatu persetujuan dr pihak tertanggung mereka tdk mem bayar premi
tp iuran kpd pengurus dan perkumpulan mrk akan menerima pembayaran
bila memenuhi syarat bila terjadi peris tiwa.


ASAL ASUL HK. ASURANSI SYARIAH
Berbeda dengan Asuransi Konvensional Asuransi Syariah saat ini
di Indonesia berasal dari suku Arab sebelum Zaman Rasulullah
disebut aqilah. pendapat Thomas Patrick dalam buku Dictionary
of Islam : Bahwa bila salah satu anggota suku terbunuh oleh suku
Lain Kel.korban akan dibayar sejumlah uang darah (diyat) sebgai
kompensasinya dr Kel. Pembunuh yg disebut (aqilah).
Al-Aqilah adalah saling memikul dan bertanggungjawab untuk keluarganya
jika kel. nya ada yg terbunuh maka ahli waris kor ban akan dibayar dengan
uang darah sedang kel.Pembunuh me ngumpulkan dana (al-kanzu) diberikan
kel.yg terlibat pembunu han tsb.Jadi sistim Asuransi Syariah sbg
pengembangn prinsip tolong menolong melalui dana Tabarru dimana juga
memasuk kan unsur Investasi (as jiwa) dengan akad bagi hasil (Mudha ra
bah) maupun Fee (Wakalah).



Al-Muwalah :
Perjanjian jaminan.
Akan menjamin seseorang yg tidak memeliki harta wa
risan & tidak diketahui ahli warisnya Penjamin setuju
menanggung biaya hidupnya.
      Pertumbuhan dan Perkembangan Asuransi Syariah


Warga Islam juga membutuhkan asuransi untuk melin
dungi harta dan keluarganya dari bencana/musibh. Kel
yg hanya mengandalkan dari Suami tentu akan sangat
terganggu keuangan jika terjadi musibah menimpanya.
Istri dan Anak belum tentu mampu mememuhi kebutu
han hidupnya sementara Lembaga Amil Zakat belum
optimal dalam mengatasi masalah.
Asuransi sebagai penanggulangan terhadap resiko ju ga
dibutuhkan sektor usaha.
Usaha yg sdh maju dan menguntungkan tentu bs bangkrut seketika bila
terjadi kebakaran. Untuk itu ditinggal suami dn usaha bangkrut sebenarnya
tidak perlu terja di jika ada per lindungan dr Asuransi. Asuransi memang
tdk dpt mencegah musibah tetapi setidaknya dpt me nanggulangi keuangan
yg terjadi.


Bagaimana masyarakat Islam tertarik Asuransi apa
bila ternyata mengandung unsur ketidakhalalan.
Masalah tersebut bisa diatasi melalui asuransi syari
ah atau Konvensional yg membuka cabang khusus
Syariah
   Ciri Asuransi Syariah dan Asuransi Konvensional

Kedua bentuk asuransi tidak terlalu kentara sebab scr teknis
prosedur ada kemiripan yang mendasari perbedaan yaitu per
janjian transaksinya. Pada konVensional Nasabah membeli
perlindungan atau jaminan dr perusahaan Asuransi. Pd Asu
ransi Syariah Perjanjiannya adalah Nasabah mengikat diri da
lam suatu komunitas dan saling menanggung jika ada musi
bah jadi perjanjian tsb mengandung konsekuensi berbeda
pula. al. kepemilikan uang premi yg sudah dibayarkan sepe
nuhnya menjadi milik perusahaan Asuransi. Sedang As Sya
riah premi yg dibayar nasabah tetap menjadi milik Nasabah
yg diamanhkan pd perusahaan asuransi syariah untuk dikelo
la dan dikembangkan dananya.
 Sebagai besar asuransi yg dibeli oleh Masyarakat adalah yg
 mengandung investasi (as dwiguna) Asuransi konven sional
 menginvestasikan dana didapat tanpa memper timbangkan faktor
 halal dan haram. Sehingga uang yg diperoleh nasabah tidak terjaga
 kehalalannya. Serta yg penting jg keberadaannya diawasi olh badan
 pengawas syariah untuk memastikan agr tidak bertentangan dngn
 hukum syariah.

Asuransi Syariah di Indonesia mulai dikenal th 1994 ditandai de
ngan salah satu perusahaan Asuransi Syariah Takaful. Awalnya
terjadi pertentangan kalangan orang Islam bahwa Asuransi sm
dengan menentang Qadha dn Qadar bertentangan takdir.
Mereka berangapan kecelakaan,kemalangan dn kematian meru
pakan takdir Allah dan tdk dpt ditolak. Menurut Firman Allah
QS Al Hasyr 59(18) Manusia diperintahkan utk membuat peren
canaan.
           Pertumbuhan Asuransi Syariah

Dibarengi pertumbuhan di beberapa Negara
  al :
Brunei 1993 : Insurance Islam TAIB
             Tabung Amanah Islam
             Takaful and Re Takaful Co
Banglades 1999 : Life Takaful
                 General Takaful
Malaysia 1997 : Asean Takaful Group
              Syarikat Takaful Malaysia
Turkey 1993 : Ihlas Sigorta
Australia 1999 : Takaful Australia
     Singapore 1982 : Syarikat Takaful Singapura
     Srilangka 1999 : Amana Srilangka
     Trinidad 199 : Takaful T & T
     USA 1996 : Takaful USA Management Services
Berdasarkan sensus jumlah penduduk Indonesia.
-Kelompok umur 0-14 tahun = 63,2 juta / 30%
-Kelompok umur 15-64 tahun = 133,1 juta / 64,6%
-Kelompok umur 65 tahun keatas = 9,5 juta /4,7%
Data diatas penduduk berusia muda mengalami penurunu
nan dan usia tua meningkat maka berumur produktif menja
di mayoritas penduduk nasional sebanyak 205,9 juta jiwa.
Penduduk yg produktif tentu akn mendorong akan kebutu
han jaminan masa depan yg lebih baik sehingga diperlukn
     Asuransi yg sduah mendapat Rekomendasi DPS MUI

-Asuransi PT Syariah Takaful
-PT Asuransi Syariah Mubarakah
-PT MAA Life Assurance
-PT Great Eastem Life Indonesia
-PT Asuransi Tri Pakarta
-PT AJB Bumi Putera 1912
Dst.........sebanyak 47 Perusahaan Asuransi diIndonesia
               Dasar Hukum Asuransi Syariah
Firman Allah SWT Dalam Alqur’an QS An-Nissa (4) ayat 9
Dan hendaklah takut kpd Allah orang-2 yg seandainya meninggalkn dibe
lakang mereka anak2 yg lemah,yg mereka khawatir terhadap kesejahtera
an mereka.Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kpd Allah dan hen
daklah mereka mengucapkan perkataan benar.
Ayat ini menggambarkan agar Manusia berpikir arti pentingnya planing
atau perencanaan dalam mempersiapkan hari depan.
Dicontohkan Nabi Yusuf as. Dalam menghadapi hari yg buruk masa yg
akn datang Qs Yusuf 12 ayat 43-49
Raja bermimpi :Melihat 7 ekor sapi betina yg gemuk dimakan 7 ekor sapi
yg kurus serta 7 butir gandum yg hijau dan 7 butir gandum yg kering.
Yusuf menjawab: Supaya kamu bertahan tujuh tahun lamanya maka apa
yg kamu tuai hendaklah kamu simpan kecuali sedikit utk kamu makan.
Kemudian setelah itu akan datang tujuh tahun yg amat sulit yg mengaha
biskan ap yg kamu simpan utk menghadpi nya tahun sulit, kecuali sedikit
dari bibit gandum yg kamu simpan. Setelah itu akan datang tahun yg pd
nya Manusia diberi hujan cukup dan saat itu mereka memeras anggur.
Sesuai ayat tersebut sebagian ulama menjadikan dasar hukum
tentang kebolehan (mubah) dalam pelaksanaan asuransi yg
berdasarkan prinsip Syariah. Dengan dmiki an seseorang hrs
memprediksi kehidupannya bila terjadi sesuatu musibah dimasa yg
akan datang seperti musibah bencana tsunami, tabrakan, kematian
dll.


Hadits Nabi Muhammad saw.
Diriwayatkan Abu Musa ra. Rasullah saw bersabda.
Seorang mukmin terhadap mukmin yg lain adalah seperti sebuah bangu
nan dimana sebagiannya menuatkan sebagian yg lain.
Diriwayatkan An-Nu’man bin Bansyir ra. Rasullah saw bersabda.
Perumpamaan orang2 mukmin dalam hal berkasih sayang dn saling cin
ta-mencintai adalah seperti sebatang tubuh. Apabila salah satu anggota
nya mengadu kesakitan, maka seluruh anggota tubuh yg lain turut mera
sa sakit
Diriwayatkan Ibu Umar ra : Rasullah bersabda.
Seorang muslim adalah bersaudara dengan muslim lainnya jadi ti dak
boleh menzalimi dan menyusahkannya.
Barang sia pa yg mau memenuhi kebutuhan saudaranya, maka Allah pun
akan berkenan memenuhi kebutuhannya.
Barang siapa yg melapangkn satu kesusahan kpd seorang muslim, maka
Allah akan melapangkan salah satu kesusahan di antara ke susahan-
kesusahan di hari kiamat nanti.
Barang siapa yg menutup keaiban seorang muslim maka Allah akn
menutup keaibannya di hari kiamat.

Diriwayatkan Anas bin Malik ra. Nabi saw bersabda.
Tidak sempurna iman seseorang itu, sebelum dia mencintai sauda
ranya atau sebelum dia mencintai tetangganya, sebagaimana dia
mencintai dirinya sendiri.
KEJAHATAN ASURANSI
 -Pegawai (Intern)
 -Agen Supervisor (Intern)
 -Pemegang Polis (Ekstern)
Pasal-Pasal Dalam KUHP yang terkait


 Pembakaran Ps 187 KUHP
 Pemalsuan Ps 263, 266 KUHP
 Penggelapan Ps 378,379,379a KUHP
 Penipuan Ps 378, 379, 379a KUHP
    Penjabaran Pasal Dalam KUHP :

 Jika suatu perusahaan yg terkait dengan
  asuransi, dalam rangka mendapatkan
  klaim asuransi, pelaku sengaja membakar
  tempat usahanya seoalh-olah terjadi keba
  karan.
 Perbuatan tersangka tersebut telah meme
  nuhi Unsur-unsur Ps 187 KUHP
       Penjabaran Dalam UU N0. 25 Th 2003
             Tentang Pencucian Uang

 Jika harta kekayaan yang diperoleh dari Tindak
  Pidana dibidang Asuransi tersebut ditempatkan
  kedalam penyediaan jasa keuangan, Ditransfer
  dari suatu penyedia jasa keuangan ke penyedia
  jasa keuangan yang lain, dibayarkan atau diben
  lajakan, dihibahkan, dittpkan, dibawa ke luar ne
  geri, dibakar dengan mata uang atau surat bar
  harga.
 Maka perbuatan tersangka telah memenuhi Un
  sur-unsur Ps 3 ayat (1)huruf a,b,c,d,e,f,g UU No.
  25 Tahun 2003 Tentang Tindak Pidana Pencuci
  an uang.
Jika pemegang polis merekayasa kesehatn ter
tanggung, merekayasa hubungan kepentingan
asuransi antar pemegang polis tertanggung de ngan
ditunjuk sebagai ahli waris, merekayasa sebab-sebab
kematian dimana semua perbua tan tersebut
dilakukan dengan mengusahakan surat keterangan
yang isi tidak benar.
Maka perbuatan tersangka telah memenuhi un sur-
unsur Ps 263 KUHP


Undang-Undang N0. 2 Tahun 1992
Tentang Usaha Perasuransian Ps 21 Keten
tuan Pidana
Ijin Usaha
Gelapkan Premi Asuransi,Gelapkan,Alih,Jamin,
Anggunkan, Menerima,Nadah,Beli, Anggunan,
Jual,Kembali.Palsukan Dokumen.

								
To top