Docstoc

SINOPSIS ANAK DAN KEMENAKAN

Document Sample
SINOPSIS ANAK DAN KEMENAKAN Powered By Docstoc
					 SINOPSIS ANAK DAN KEMENAKAN KARYA MARAH
                 RUSLI (1926)
Mr. Moh. Yatim, yang bergelar Mr. Datuk Sutan Bahar Syah, akan diperjodohkan dengan Puti
Bidasari oleh Sutan Alam Syah; tapi ditolah oleh kedua orang tua Bidasari, Sutan Baheramsyah
dan Renosari..




Moh. Yatim yang baru kembali dari studi di Eropa dan mendapat gelar Mr. itu tidak dikehendaki
sebagai mantu oleh kedua orang tua Bidasari dengan alas an, karena Moh. Yatim bukan anak
kandung Alam Syah; tapi kononnya, anak seorang tukang pedati rendahan yang dianak-anak
oleh Sutan Alam Syah; dan kedua orang tua Bidasari hanya mau bermenantukan seorang yang
bangsawan, sebagaimana bangsawannya mereka. Bidasari pun kembali dibawa pulang oleh
kedua orang tuanya, setelah selama 14 tahun diasuh Sutan Alam Syah sebagai mamaknya; dan
semua ini terjadi juga karena hasutan Baginda mais, saudagar kaya raya yang karena
kepentingannya sendiri menghendaki Moh. Yatim sebagai menantunya.

Segala upaya dijalankan oleh Baginda Mais demi kelangsungan apa yang dikehendakinya,
dengan kekuasaan uangnya; dan guna-guna digunkannya, siasat disiasatkannya dan hasutan
dihasutkannya, asal cita-citanya terlaksana dan buat Bidasari disiapkan Sutan Malik, kemenakan
Sutan Pamean; dan Sutan Pamean seorang jemputan yang tukang kawin, ini ternyatalah nanti
bahwa ia sebenarnya ayah kandung Moh. Yatim- yang saking sering kawin, tak diketahui lagi
siapa saja isteri dan siapa saj anaknya.

Sutan Malik di suatu perayaan Hari Raya 1 Syawal, beradu mercon dengan seorang tetangganya
dan kalah. Saking panas hati dan malunya, dengan keji dibakarnya rumah tetangganya tersebut;
dan perbuatan rahasianya itu diketahui oleh Sutan Pamean, mamaknya sendiri, oleh Gempa
Alam, sahabat dan gurunya, dan oleh Marah Udin yang anak Sutan Pamean.

Marah Udin yang sering mendapat perlakuan keji dari Sutan Malik yang saudara sepupunya itu,
esoknya kena tangan jahatnya Sutan Malik lagi hingga terjatuh; dan secara kebetulan ketika itu,
Moh. Yatim sedang melewati tempat kejadian itu; dan dibawanya Marah Udin ke rumah seorang
kawannya, dokter Aziz, untuk dirawat agar baik kembali dirumah sakit; tapi Sutan Pamean yang
khawatir rahasia Sutan Malik ketahuan orang, atas saran Gema Alam, kemudian mengguna-
gunai Marah Udin dengan tinggam- sejejnis bisul besar yang dikirim dari jauh lewat mantra-
mantra seorang dukun. Marah Udin yang akibat ditinggam itu, akhirnya meninggal dunia; dan
sebelum ajalnya sampai, Marah Udin sempat membocorkan rahasia kekejian Sutan Malik yang
telah membakar rumah tetangganya tersebut kepada dokter Aziz; dan dokter Aziz, dengan
disaksikan Saleh, cepat menuliskan rahasia tersebut-yang kelak akan digunakannya buat
menghalangi perjodohan Sutan Malik dengan Bidasari dan perjodohan Moh. Yatim dengan Siti
Nurmala.

Siti Nurmala yang sejak pertama adalah kekasih dokter Aziz, akhirnya kembali ke pelukan
dokter Aziz; dan tinggallah Moh. Yatim yang masih belum jelas asal-usul keturunannya, kembali
sendiri.

Suatu hari datanglah seorang bangsawan Indarapura Sutan Ali Akbar ke Padang untuk mencari
seorang saudagar Sutan Ali Rasyid; dan secara kebetulan ia menumpang di rumah Sutan Alam
Syah, hop-jaksa Padang. Rahasia asal-usul Moh. Yatim akhirnya diselidiki, lewat perantaraan
cincin zamrud dan cerita Malin Batuah; dan ternyata bahwa sebenarnya Moh. Yatim itu adalah
anak kandung Sutan Pamean yang terlantarkan dan kemudian dipungut seorang berketurunan
rendah; dan sebelum itu juga, karean suatu pengamukan, dan telah diketahui bahwa sebenarnya
Siti Nurmala itu adlah putrid kandung Sutan Pamean.

Akibat dari melantur-lanturkan hawa nafsunya kawin sana kawin sini, Sutan Pamean, akhirnya
menginsafi semua tingkah lakunya dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi tetapi keinsafan
Sutan Pamean itu mengakibatkan Umi, saudara perempuannya sendiri, dan Sutan Malik
kemenakannya itu, menjadi tak pernah digubrisnya lagi; dan Sutan Malik yang mendemdam
akhirnya dengan keji membnunuh mamaknya itu dengan racun.

Akhir cerita, Moh. Yatim pun kawinlah dengan Bidasari setelah mendapat restu Sutan
Baheramsyah dan Renosari, karena rintangan bangsawannya telah tiada-kedua mempelai itu
keturunan bangsawan juga. Perhelatan kawin Moh. Yatim dan Bidasari dilangsungkan di Rumah
Bola, Gedung Pertemuan Umum; dan bukan di rumah adat dan gedang, sebagaimana biasanya
perhelatan kawin kaum bangsawan; dan seminggu kemudian mereka berlayar ke Jakarta (
Sumardjo, 1992:65-67).

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:672
posted:3/27/2012
language:Malay
pages:2
Description: berisikan sinopsis beberapa novel indonesia terkenal