Docstoc

PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN MICROSOFT POWER POINT TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA

Document Sample
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN MICROSOFT POWER POINT TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA Powered By Docstoc
					                  SKRIPSI
  STUDI KORELASI ANTARA MEDIA PEMBELAJARAN
DENGAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS XI SMA NEGERI
          DARUSSHOLAH SINGOJURUH
         TAHUN PELAJARAN 2011/2012




                       Oleh :

                HELMY ROSYADI
                 NIM. 078620100270



       UNIVERSITAS PGRI BANYUWANGI
               TAHUN 2012
                                                                               i


                      LEMBAR PENGESAHAN



Skripsi dengan Judul : Studi Korelasi antara Media Pembelajaran dengan Minat
  Belajar Siswa Kelas XI SMA Negeri Darussholah Singojuruh Tahun Pelajaran
                                     2011/2012.
Telah dipertahankan di hadapan sidang dewan penguji skripsi pada :
Hari                       : Kamis
Tanggal                    : 16 Februari 2012
Waktu                      : 11.00 WIB


                                         Oleh :


Nama                       : HELMY ROSYADI
NIM                        : 078620100270


                               Dewan Penguji Skripsi


              Penguji I,                               Penguji II




       Dra. SRI SURACHMI, M.SI                     Drs. MISLAN, M.Pd,




                                           i
                                                                                  ii


                                 ABSTRAKSI

HELMY ROSYADI, 0786201002470
STUDI KORELASI ANTARA MEDIA PEMBELAJARAN DENGAN MINAT
BELAJAR SISWA KELAS XI SMA NEGERI DARUSSHOLAH TAHUN
PELAJARAN 2011/2012.
(82, TABEL 16, LAMPIRAN 5)


Media pembelajaran Aplikasi Presentasi dan visualitatif merupakan sebuah instrumen
baru yang sering digunakan para Guru untuk menyampaikan materinya di depan kelas.
Akan tetapi bagaimana dengan siswa yang menerima materi tersebut? Apakah media
pembelajaran semacam itu bisa memberikan manifestasi terhadap minat belajar siswa?
Dari hal itulah maka penelitian ini dibuat dengan topik hubungan / korelasi antara
media pembelajaran yang di dalamnya terdapat item Aplikasi Presentasi dan
Visualitatif terhadap minat belajar siswa Kelas XI SMA Negeri Darussholah
Singojuruh Tahun Pelajaran 2011 / 2012. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui
bagaimana pandangan siswa terhadap media serta bagaimana pengaruhnya bagi minat
belajar mereka sehari-hari.
Dalam menganalisa data penelitian, maka peneliti menggunakan Analisis Data Statistik
menggunakan Product Moment, dengan asumsi bahwa media belajar dengan minat
belajar siswa adalah setara atau lininer, dengan sumber data utama adalah
menggunakan data angket yang didukung dengan beberapa sumber lain melalui
observasi dan dokumentasi.
Dengan dasar penelitian ini, maka jawaban atas pertanyaan di atas, dapat terjawab
secara ilmiah, atas dasar pengujian statistik dan analisa data dari sumber 100
responden siswa kelas XI SMA Negeri Darussholah Singojuruh Tahun Pelajaran
2011/2012, yaitu terjadi hubungan sangat kuat yaitu r = 0,93 karena menurut Riduwan
(2005 : 138) 0,80 < r < 1,00 interpretasinya adalah Sangat Kuat.


Kata Kunci :
Daftar Pustaka : 27, tahun 1971 s.d 2011.




                                            ii
                                                                                     iii


                                 KATA PENGANTAR


       Puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan kekuatan dan
kemampuan sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini dalam waktu yang
singkat dan lancar. Selain tugas ini sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan gelar
sarjana, juga merupakan wawasan bagi peneliti untuk memahami dan merasakan,
bagaimana membuat sebuah penelitian ilmiah dengan dasar-dasar yang sesuai dengan
metode ilmiah dapat dan dipertanggung jawabkan di depan para Dosen Penguji.
       Oleh karena itu peneliti sangat berterima kasih kepada :
       1. Drs. H. Teguh Sumarno, MM. Sebagai Rektor Universitas PGRI
              Banyuwangi;
       2. Sunyoto Edy Santoso, S.Pd, selaku Kepala SMAN Darussholah Singojuruh,
              yang telah memberikan kesempatan kami untuk melakukan penelitian;
       3. Prof. Dr. Miftahul Arifin, M.Pd. Sebagai Dekan FIP IPS Universitas PGRI
              Banyuwangi;
       4. Bapak/Ibu Dosen Penguji dan para Dosen yang telah memberikan ilmunya
              kepada peneliti;
       5. Seluruh rekan-rekan seperjuangan dan civitas akademika;
       6. Almarhum Ayah, Ibu, adik-adik serta Anak dan Istriku yang telah
              memberikan kasih sayang, dukungan sepenuhnya demi kesuksesan peneliti;
       7. Semua pihak yang telah membantu terselesaikannya tugas ini.
       Semoga semua dukungan ini diberikan balasan dengan perlindungan, kasih
sayang yang lebih dari Allah SWT.
       Semoga karya yang sederhana ini memberikan sebuah inspirasi baru bagi para
pembaca dan dapat memberikan sumbangan pikiran bagi sekolah yang menjadi tempat
penelitian.
       Tiada hal yang sempurna di dunia, termasuk hasil penelitian ini. Oleh karena itu
koreksi dan saran yang konstruktif tetap peneliti harapkan untuk semakin
menyempurnakan penelitian ini.
       Demikian kata pengantar ini, semoga bermanfaat bagi kita semua.
                                                        Banyuwangi, Januari 2012
                                                                  Peneliti




                                           iii
                                                                                                                             iv


                                                  DAFTAR ISI


HALAMAN JUDUL .........................................................................................................
LEMBAR PENGESAHAN ............................................................................................. i
ABSTRAKSI ................................................................................................................... ii
KATA PENGANTAR.................................................................................................... iii
DAFTAR ISI .................................................................................................................. iv
DAFTAR TABEL ......................................................................................................... vii
LAMPIRAN - LAMPIRAN ........................................................................................ viii

BAB I            PENDAHULUAN ....................................................................................... 1
            1.1.   LATAR BELAKANG PEMILIHAN JUDUL .....................................1
            1.2.   BATASAN MASALAH / BATASAN JUDUL PENELITIAN ..........2
                   1.1.1. Studi Korelasi ............................................................................2
                          1.1.1.1. Studi .............................................................................2
                          1.1.1.2. Korelasi ........................................................................3
                   1.1.2. Media Pembelajaran ..................................................................6
                          1.1.2.1. Aplikasi Presentasi .......................................................7
                          1.1.2.2. Media pembelajaran Visualitatif ..................................8
                   1.1.3. Minat Belajar .............................................................................9
                          1.1.3.1. Aktivitas belajar siswa ...............................................10
                          1.1.3.2. Kehadiran siswa .........................................................12
                          1.1.3.3. Nilai siswa..................................................................12
                          1.1.3.4. Antusiasme Pelajaran .................................................12
                          1.1.3.5. Konsentrasi Belajar ....................................................13
                          1.1.3.6. Kedisiplinan Belajar ..................................................13
                   1.1.4. Batasan Daerah Penelitian .......................................................14
                   1.1.5. Batasan Penentuan Responden ................................................15
            1.3.   RUMUSAN MASALAH......................................................................16
                   1.3.1. Masalah Mayor ........................................................................16
                   1.3.2. Masalah Minor .........................................................................16
            1.4.   TUJUAN PENELITIAN .....................................................................17
                   1.4.1. Tujuan Umum ..........................................................................17
                   1.4.2. Tujuan khusus ..........................................................................17
            1.5.   MANFAAT PENELITIAN .................................................................17
                   1.5.1. Bagi Peneliti .............................................................................17
                   1.5.2. Bagi Guru .................................................................................17
                   1.5.3. Bagi Sekolah ............................................................................18
            1.6.   SISTEMATIKA PENELITIAN .........................................................18




                                                              iv
                                                                                                                       v

BAB II         KAJIAN TEORI DAN HIPOTESA ........................................................ 20
          2.1.   STUDI KORELASI .............................................................................20
                 2.1.1. Studi .........................................................................................20
                 2.1.2. Korelasi ....................................................................................20
          2.2.   MEDIA PEMBELAJARAN ...............................................................23
                 2.2.1. Aplikasi Presentasi ...................................................................25
                 2.2.2. Visualitatif ...............................................................................25
          2.3.   MINAT PELAJAR ..............................................................................27
                 2.3.1. Aktivitas Belajar Siswa ............................................................27
                 2.3.2. Kehadiran Siswa ......................................................................29
                 2.3.3. Nilai Siswa ...............................................................................29
                 2.3.4. Antusiasme Pelajaran ...............................................................29
                 2.3.5. Konsentrasi Belajar ..................................................................30
                 2.3.6. Kedisiplinan Belajar ................................................................30

BAB III        METODOLOGI PENELITIAN .............................................................. 32
          3.1.   METODE PENENTUAN DAERAH PENELITIAN........................32
          3.2.   METODE PENENTUAN RESPONDEN ..........................................33
          3.3.   METODE PENGUMPULAN DATA .................................................34
                 3.1.1. Angket ......................................................................................34
                 3.1.2. Observasi .................................................................................36
                 3.1.3. Dokumentasi ............................................................................42
          3.4.   METODE ANALISA DATA ..............................................................42

BAB IV         LAPORAN PENELITIAN DAN ANALISA DATA .............................. 45
          4.1.   GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN .............................45
                 4.1.1. Sejarah Singkat Daerah Penelitian ...........................................45
                 4.1.2. Sarana Prasarana ......................................................................46
                 4.1.3. Data Kepegawaian ...................................................................47
                 4.1.4. Data Siswa ...............................................................................50
          4.2.   PENENTUAN RESPONDEN .............................................................51
          4.3.   PENGOLAHAN DATA ......................................................................53
          4.4.   PENYAJIAN DATA ANGKET ..........................................................54
                 4.4.1. Angket aplikasi presentasi .......................................................54
                 4.4.2. Angket visualitatif....................................................................57
                 4.4.3. Angket minat belajar ................................................................59
          4.5.   ANALISA DATA DAN HIPOTESA ..................................................62
                 4.5.1. Hubungan Antara Aplikasi Presentasi Dengan Minat
                        Belajar ......................................................................................62
                 4.5.2. Hubungan Antara Media Pembelajaran Visualitatif
                        Dengan Minat Belajar ..............................................................65



                                                          v
                                                                                                                        vi

                     4.5.3. Hubungan Antara Media Pembelajaran Dengan Minat
                            Belajar ......................................................................................68
           4.6.      DISKUSI DAN INTERPRETASI DATA ..........................................71
                     4.6.1. Korelasi Antara Media Belajar Aplikasi Presentasi
                            dengan Minat Belajar Siswa ....................................................71
                     4.6.2. Korelasi Antara Media Belajar Visualitatif dengan Minat
                            Belajar Siswa ...........................................................................71
                     4.6.3. Korelasi Antara Media Belajar dengan Minat Belajar
                            Siswa ........................................................................................72

BAB V           KESIMPULAN, SARAN DAN PENUTUP ............................................ 73
           5.1.   KESIMPULAN ....................................................................................73
           5.2.   SARAN ..................................................................................................73
                  5.2.1. Bagi Sekolah ............................................................................73
                  5.2.2. Bagi Guru .................................................................................73
                  5.2.3. Bagi Siswa ...............................................................................74
                  5.2.4. Bagi Peneliti .............................................................................74
           5.3.   PENUTUP.............................................................................................74

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................... 75




                                                           vi
                                                                                                                    vii


                                   DAFTAR TABEL


1. TABEL 1.2.5.1    Rekapitulasi Siswa SMAN Darussholah Tahun Pelajaran
                    2011/2012 ......................................................................................15
2. TABEL 1.2.5.2    Penentuan Responden dari Siswa Kelas XI SMAN
                    Darussholah Singojuruh Tahun Pelajaran 2011/2012 ..................16
3. TABEL 1.2.5.1    Rekapitulasi Siswa SMAN Darussholah Tahun Pelajaran
                    2011/2012 ......................................................................................33
4. TABEL 1.2.5.2    Penentuan Responden dari Siswa Kelas XI SMAN
                    Darussholah Singojuruh Tahun Pelajaran 2011/2012 ..................34
5. Tabel 4.1.2.1    Data Gedung SMAN Darussholah Singojuruh Tahun
                    Pelajaran 2011/2012 .....................................................................46
6. Tabel 4.1.2.2    Data Inventaris Barang SMAN Darussholah Singojuruh
                    Tahun Pelajaran 2011/2012 ..........................................................46
7. Tabel 4.1.3.1    Data KS, Guru dan Tenaga Administrasi Berdasarkan
                    Golongan Dan Jenis Kelamin ........................................................47
8. Tabel 4.1.3.2    Daftar Nama KS, Guru PNS SMAN Darussholah Singojuruh
                    Tahun Pelajaran 2011/2012 ..........................................................49
9. Tabel 4.1.3.3    Daftar Nama Guru Tidak Tetap SMAN Darussholah
                    Singojuruh Tahun Pelajaran 2011/2012 .......................................49
10. Tabel 4.1.3.3   Data Nama Tenaga Administrasi SMAN Darussholah Tahun
                    Pelajaran 2011/2012 .....................................................................50
11. TABEL 4.1.4.1   Rekapitulasi Data Siswa SMAN Darussholah Tahun
                    Pelajaran 2011/2012 .....................................................................50
12. TABEL 4.2.1     Penentuan Responden dari Siswa Kelas XI SMAN
                    Darussholah Singojuruh Tahun Pelajaran 2011/2012 ..................51
13. TABEL 4.4.1     Hasil Angket Aplikasi Presentasi ...................................................54
14. TABEL 4.4.2     Hasil Angket Visualitatif ................................................................57
15. TABEL 4.4.3     Hasil Angket Minat Belajar Siswa .................................................59
16. TABEL 4.5.1     Analisa Data Antara Aplikasi Presentasi dengan Minat
                    Belajar ...........................................................................................62
17. TABEL 4.5.2     Analisa Data Antara Media Belajar Visualitatif dengan
                    Minat Belajar .................................................................................65
18. TABEL 4.5.3     Analisa Data Antara Media Belajar dengan Minat Belajar..........68




                                                    vii
                                                        viii


                   LAMPIRAN - LAMPIRAN



1. GAMBAR DENAH SEKOLAH
2. ANGKET PENELITIAN
3. MATRIKS PENELITIAN
4. DATA GURU DAN KARYAWAN SMAN DARUSSHOLAH SINGOJURUH
5. DATA ABSENSI SISWA
6. LISM PER 30 AGUSTUS 2011




                              viii
                                                                                    1


                                      BAB I
                              PENDAHULUAN

1.1.   LATAR BELAKANG PEMILIHAN JUDUL
       Mengajar adalah sebuah proses menyampaikan sebuah informasi kepada orang
lain dengan tujuan informasi tersebut dapat diterima, diserap, dimengerti dan dikuasai
dengan menggunakan berbagai metode dan teknik mengajar. Proses transfer informasi
yang bernilai padat dan bersifat harus tersebut sangatlah berat, terutama kepada orang
lain yang dalam dirinya belum mempunyai pengalaman, wawasan, pengetahuan serta
gambaran terhadap informasi yang sedang diterimanya.
       Guru adalah seorang sosok profesional yang bertugas melakukan transfer
informasi kepada siswa. Dari tugas inilah, seorang guru harus mampu menjadikan siswa
menguasai seluruh materi yang ia sampaikan. Dengan latar belakang siswa,
kemampuan, referensi dan stake holder yang        berbeda-beda inilah, seorang guru
memerlukan berbagai teknis penyampaian materi yang bijak dan tepat, agar apa yang
disampaikannya dapat diterima secara merata oleh seluruh siswa yang memiliki
background yang berbeda-beda.
       Salah satu instrumen pembelajaran yang menjadi jembatan transfer informasi
adalah media pembelajaran. Dengan adanya media pembelajaran, guru langsung bisa
memberikan bukti konkret atas apa yang sedang ia gambarkan, dengan harapan, siswa
bisa melihat, membandingkan, memahami, mengingat dan membuktikan atas apa yang
telah disampaikan guru kepadanya.
       Melihat perkembangan teknologi yang semakin pesat, maka pembuatan media
pembelajaran pun dapat memanfaatkan fasilitas yang bervariasi. Salah satu alternatif
misalnya menggunakan       software Microsoft Power Point, Macro Media Flash,
Publisher atau Software yang lain. Sebuah software yang dapat mempermudah guru
untuk memberikan ilustrasi, contoh-contoh peristiwa secara mudah dan indah.
       Dari hal tersebut di atas, dengan judul penelitian “STUDI KORELASI
ANTARA       MEDIA PEMBELAJARAN DENGAN MINAT BELAJAR SISWA
KELAS XI SMA NEGERI DARUSSHOLAH SINGOJURUH TAHUN PELAJARAN
2011/2012”, peneliti mencoba untuk meneliti tentang hubungan antara media belajar
dengan minat belajar siswa Kelas XI di SMA Negeri Darussholah Singojuruh Tahun
Pelajaran 2011/2012.



                                          1
                                                                                          2

1.2.   BATASAN MASALAH / BATASAN JUDUL PENELITIAN
       Batasan masalah adalah sebuah luasan dari masalah yang akan diamati dan
diteliti, dengan harapan bahwa dengan adanya batasan masalah, maka peneliti bisa
menentukan seberapa jauh penelitian dilakukan untuk mendapatkan suatu kesimpulan.
Sebab tanpa adanya batasan masalah, maka akan terjadi pengembangan-pengembangan
yang terkadang kurang relevan atau tidak relevan dengan tujuan utama dari sebuah
penelitian.
       Batasan masalah ini dibuat peneliti agar mempermudah peneliti untuk lebih
terfokus pada hal-hal yang dianggap berhubungan secara langsung atau erat dengan
judul yang peneliti angkat.
       Dalam hal ini batasan masalah dari judul penelitian “STUDI KORELASI
ANTARA MEDIA PEMBELAJARAN DENGAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS
XI SMA NEGERI DARUSSHOLAH SINGOJURUH TAHUN PELAJARAN
2011/2012” adalah sebagai berikut :
             Studi Korelasi
             Media Pembelajaran
             Minat Belajar
             Batasan Daerah Penelitian
             Batasan Penentuan Responden / Sampling
       1.1.1. Studi Korelasi
                 1.1.1.1.     Studi
                            Studi berasal dari bahasa Inggris study yang arti secara empiris
                 adalah belajar. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia studi berarti
                 “penelitian ilmiah; kajian; telaahan” (2008:1377).
                            Perbedaan antara penelitian biasa (pengamatan) dengan penelitian
                 ilmiah adalah terletak pada konsep dasar pemikiran dari masing-masing
                 penentuan obyek penelitian. Dasar pemikiran dimaksud adalah sebuah
                 kesimpulan akhir dari sebuah penelitian yang telah dilakukan oleh para
                 ahli, para ilmuwan, para tokoh yang sudah kompeten pada bidang
                 keilmuannya. Sehingga penelitian ilmiah adalah sebuah penelitian yang
                 mempunyai dasar pemikiran kuat dan dapat dipertanggung jawabkan
                 baik secara publik maupun secara keilmuan.




                                                2
                                                                          3

           Dalam hal ini studi bisa diartikan sebagai penelitian ilmiah yang
mengacu dari sebuah masalah penelitian.


1.1.1.2.     Korelasi
           Dalam teori probabilitas dan statistika, korelasi, juga disebut
koefisien korelasi, adalah nilai yang menunjukkan kekuatan dan arah
hubungan linier antara dua perubah acak (random variable).
           Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, korelasi berarti “n
hubungan timbal balik atau sebab akibat” (2008:775).
Menurut Jonathan Sarwono (2011) :
           “Korelasi merupakan teknik analisis yang termasuk dalam salah
           satu teknik pengukuran asosiasi / hubungan (measures of
           association). Pengukuran asosiasi merupakan istilah umum yang
           mengacu pada sekelompok teknik dalam statistik bivariat yang
           digunakan untuk mengukur kekuatan hubungan antara dua
           variabel. Di antara sekian banyak teknik-teknik pengukuran
           asosiasi, terdapat dua teknik korelasi yang sangat populer sampai
           sekarang, yaitu Korelasi Pearson Product Moment dan Korelasi
           Rank Spearman. Selain kedua teknik tersebut, terdapat pula
           teknik-teknik korelasi lain, seperti Kendal, Chi-Square, Phi
           Coefficient, Goodman-Kruskal, Somer, dan Wilson.”


Arif Pratisto (2004), mengatakan jenis-jenis korelasi adalah sebagai
berikut :
      1) Korelasi Product Moment (Pearson)
             Korelasi Pearson atau disebut juga korelasi product moment
             merupakan analisis korelasi untuk statistik parametrik,
             sedangkan untuk statistik non-parametrik sering digunakan
             analisis korelasi Kendall’s tau-b dan Spearman.
      2) Korelasi Rank Spearman
             Ada kalanya kita ingin mengukur kuatnya hubungan antara dua
             variabel   tidak   berdasarkan   pasangan   nilai   data   yang
             sebenarnya, tetapi berdasarkan rankingnya. Hubungan tersebut
             dinamankan


                                3
                                                                             4

              rank correlation coefficient. Analisis korelasi Spearman
              termasuk dalam statistik non-parametrik. Metode korelasi ini
              ditemukan Carl Spearman pada tahun 1904.
          3) Korelasi Kendall Tau
              Selain koefisien korelasi Spearman, terdapat metode analisis
              korelasi lain yang menguji keeratan hubungan antara variabel
              X dan Y dimana X dan Y tidak terdistribusi normal atau tidak
              diketahui distribusinya. Metode ini disebut       Kendall rank
              correlation. Korelasi     Kendall Tau juga didasarkan atas
              ranking
              data. (2004:85 – 99)


 Menurut Usman, H. dan R. Purnomo Setiady Akbar. (2000), “macam-
 macam teknik korelasi antara lain :
       Product Moment Pearson : Kedua variabelnya berskala interval
       Rank Spearman : Kedua variabelnya berskala ordinal
       Point Serial : Satu berskala nominal sebenarnya dan satu berskala
        interval
       Biserial : Satu berskala nominal buatan dan satu berskala interval
       Koefisien kontingensi : Kedua varibelnya berskala nominal” (2000:3)


           Dari pendapat para tokoh di atas, maka dalam hal penelitian ini,
 peneliti memilih Teknik Korelasi Product Moment. Dasarnya, mengingat
 judul skripsi Studi Korelasi antara Media Pembelajaran dengan Minat
 Belajar, merupakan data yang liner dan tidak berlawanan, artinya antara
 satu dengan yang lain memiliki strata dan level yang sama. Dengan
 asumsi bahwa dengan peningkatan media pembelajaran maka terjadi
 peningkatan minat belajar siswa.
           Gambaran dari korelasi ini dapat dirumuskan sebagai berikut :
                   n XY   X Y
rxy 
          N  X 2   X      nY 2  Y 
                           2                 2



Dengan langkah-langkah sebagai berikut :




                                 4
                                                                           5

1) Menuliskan Ho dan Ha dalam bentuk kalimat
   Misalnya :
   Ho : tidak terdapat hubungan antara media pembelajaran dengan
              minat belajar siswa kelas XI di SMAN Darussholah
              Singojuruh
   Ha : terdapat hubungan antara media pembelajaran dengan minat
              belajar siswa kelas XI di SMAN Darussholah Singojuruh
2) Menuliskan Ho dan Ha dalam bentuk statistik
   Misalnya :
   Ho : r = 0
   Ha : r ≠ 0
3) Menentukan X dan Y dan kemudian membuat tabel penolong.
   X adalah variabel yang mempengaruhi misal (Media Pembelajaran)
   Y adalah variabel yang dipengaruhi misal (Minat Belajar Siswa)
   Kemudian ditentukan angka dan dimasukkan dalam tabel sebagai
   berikut:
    No. Resp         X              Y        XY             X2        Y2

                    X              Y      XY           X     2
                                                                     Y    2



4) Memasukkan data dalam sebuah rumusan.
   Rumus :
                   n XY   X Y
    rxy 
            N  X 2   X     nY 2  Y 
                            2                 2



   Dengan interpretasi nilai r adalah sebagai berikut :
    r                          Interpretasi / Hubungan
    0,80 < r < 1,00            Sangat kuat
    0,60 < r < 0,80            Kuat
    0,40 < r < 0,60            Cukup Kuat
    0,20 < r < 0,40            Rendah
    0,00 < r < 0,20            Sangat Rendah
   Sumber : Riduwan (2005 : 138)
5) Menentukan taraf signifikasi (α)
   Dalam hal ini taraf signifikasi α = 0,01 atau α = 0,05
6) Menghitung dinilai r tabel (df)
   Rumus : df = n - 2


                                5
                                                                            6

     7) Menentukan kriteria pengujian
         Jika rtabel ≤ rhitung <rtabel, maka Ho diterima
     8) Membandingkan rhitung dengan rtabel
     9) Menyimpulkan


1.1.2. Media Pembelajaran
       Arsyad, Azhar menyatakan bahwa, “Kata media berasal dari bahasa latin
Medius yang secara harfiah berarti “tengah”, perantara atau pengantar. Dalam
bahasa Arab, media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada
penerima pesan”. (2009:3).
Arief S. Sardiman, dkk (2009:64) menyatakan :
     “Proses belajar mengajar pada hakikatnya adalah proses komunikasi, yaitu
     proses penyampaian pesan dari sumber pesan melalui saluran/media
     tertentu ke penerima pesan. Pesan, sumber pesan, saluran/ media dan
     penerima pesan merupakan komponen-komponen proses komunikasi.
     Pesan yang dikomunikasikan adalah isi ajaran atau didikan yang ada
     dalam kurikulum. Sumber pesannya bisa guru, siswa, orang lain ataupun
     penulis buku dan prosedur media. Salurannya adalah media pendidikan
     dan penerima pesannya adalah siswa dan juga guru. Pesan berupa isi
     ajaran dan didikan yang ada dalam kurikulum dituangkan oleh guru atau
     sumber lain ke dalam simbol-simbol komunikasi baik simbol verbal (kata-
     kata lisan ataupun tertulis) maupun simbol non verbal atau visual”
         Dari definisi di atas dapat diambil kesimpulan bahwa pengertian
  media merupakan suatu alat yang bersifat menyalurkan pesan dan dapat
  merangsang pikiran, perasaan dan kemauan anak didik sehingga dapat
  mendorong terjadinya proses belajar pada dirinya.
         Knirk & Gustafson menjelaskan bahwa, “Pembelajaran merupakan
  setiap kegiatan yang dirancang oleh guru untuk membantu seseorang
  mempelajari suatu kemampuan dan atau nilai yang baru dalam suatu proses
  yang sistematis melalui tahap rancangan, pelaksanaan, dan evaluasi dalam
  konteks kegiatan belajar mengajar”.(1985:10)
         Gagne dan Briggs mengungkapkan “Pengertian Pembelajaran sebagai
  suatu sistem yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa, yang berisi
  serangkaian peristiwa yang dirancang, disusun sedemikian rupa untuk


                                      6
                                                                            7

mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar siswa yang bersifat
internal”. (2002:3)
         Menurut UU SPN No.20 Tahun 2003 dijelaskan bahwa Pembelajaran
adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada
suatu lingkungan belajar. (2003:2)
         Pembelajaran menurut Surya, (2004) Pembelajaran merupakan suatu
proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahan
perilaku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman individu
itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.
         Dimyati & Mudjiono menjabarkan bahwa, “Pembelajaran adalah
kegiatan guru secara terprogram dalam desain instruksional, untuk membuat
siswa belajar secara aktif, yang menekankan pada penyediaan sumber
belajar”. (2005:14)
         Sehingga bisa diartikan bahwa pembelajaran adalah proses interaksi
peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan
belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat
terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan
tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik.
         Dari keterangan di atas, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran
adalah wahana penyalur informasi guna membantu proses belajar siswa agar
proses pembelajaran lebih mudah dimengerti, dipahami yang pada akhirnya
merupakan katalis dalam sebuah proses transformasi ilmu antara guru dan
siswa.
         1.1.2.1.   Aplikasi Presentasi
                 Media pembelajaran yang bertugas sebagai pendukung dari
         sebuah proses belajar mengajar, tentu harus mempunyai ke khas-an
         dan daya tarik khusus, selain merupakan suatu perwujudan alat, media
         atau bahan proses, bisa juga merupakan perwujudan suatu kejadian
         proses, hasil proses, akibat proses atau manfaat proses, yang pada
         akhirnya sebuah kegiatan transfer informasi / pembelajaran dapat
         berjalan lebih mengena, lebih mendalam dan menajamkan pemahaman
         bagi peserta didik.
                 Aplikasi adalah sebuah alternatif atau alat atau proses dalam
         melakukan sebuah kegiatan tertentu. Aplikasi dapat juga diartikan


                                   7
                                                                     8

sebagai menyatakan, melaksanakan, melakukan, memproses sebuah
teori, rumusan atau gagasan tertentu.
        Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Aplikasi adalah “n]
(1) karya hias dalam seni jahit-menjahit dng menempelkan
(menjahitkan) guntingan-guntingan kain yg dibentuk spt bunga (buah,
binatang, dsb) pada kain lain sebagai hiasan.” (2008:85).
        Sedang presentasi dalam KBBI adalah “n] (1) pemberian (tt
hadiah); (2) pengucapan pidato (pd penerimaan suatu jabatan); (3)
perkenalan (tt seseorang kpd seseorang, biasanya kedudukannya lebih
tinggi); (4)penyajian atau pertunjukan (tt sandiwara, film, dan
sebagainya) kepada orang-orang yg diundang” (2008:429)
        Dari hal tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa Aplikasi
presentasi adalah sebuah alat atau program yang digunakan untuk
mempermudah untuk menyampaikan materi, pidato, penyajian dan
sebagainya.
        Dalam hal ini aplikasi presentasi yang dimaksud adalah
software yang sering digunakan untuk melakukan presentasi di depan
kelas, misalnya : Microsoft powerpoint.


1.1.2.2.   Media pembelajaran Visualitatif
        Visualitatif berasal dari kata visual. Dalam Kamus Besar
Bahasa Indonesia, visual berarti : “dapat dilihat dengan indra
penglihatan (mata), berdasarkan penglihatan, berbentuk”. (2008:1609).
        Menurut kamus bahasa Inggris visual berarti : “v. acuity
ketajaman mata. v. aids alat-alat peraga. -visually kk. yang dapat
dilihat, dengan cara yang tampak/yang dapat disaksikan”.
        Sedangkan kata visualisasi menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia : “[n] (1) pengungkapan suatu gagasan atau perasaan dng
menggunakan bentuk gambar, tulisan (kata dan angka), peta, grafik,
dsb; (2) proses pengubahan konsep menjadi gambar untuk disajikan
lewat televisi oleh produsen”. (2008:1609).
        Menurut Ade Kurniadi,       “visualitatif adalah sebuah kata
terapan dari kata visualisasi yang bersifat objek dipredikatkan menjadi



                          8
                                                                                   9

          visualitatif yang artinya kemampuan untuk melihat, menggambarkan,
          menampilkan atau menunjukkan obyek visual” (2007:3).
                  Sebuah objek visual seperti foto, lukisan, patung, karikatur,
          gedung, alam semesta, warna, tulisan, bentuk-bentuk benda dan lain
          sebagainya, pada dasarnya sudah membawa karakter menarik dan
          menyenangkan, tergantung dari subyek pengamat, dan tujuan dari
          pengamatan subyek.
                  Dalam proses visualitatif maka obyek yang sudah ada dibuat
          menjadi lebih menarik, misal : album foto. Sebuah album foto dengan
          bingkai menarik ditambah bentuk penataan obyek foto yang tidak
          monoton serta ditambah beberapa ornamen-ornamen pendukung
          lainnya, menyebabkan foto-foto yang sudah ada tersebut menjadi lebih
          hidup, lebih bisa bercerita tentang kejadian masa lalu, atau membuat
          pengamat terkesan untuk mengamatinya lebih dalam. Software ini
          mempunyai kemampuan untuk melakukan proses visualisasi pada
          objek visual.
                  Sehingga media pembelajaran yang visualitatif adalah sebuah
          media pembelajaran yang dapat menampilkan objek-objek visual lebih
          menarik, lebih hidup dan lebih berkesan. Sehingga dalam proses
          pembelajaran dapat terdorong untuk menajamkan kesan-kesan ilmu
          dengan adanya media pembelajaran yang menarik untuk diamati lebih
          dalam    oleh   peserta     didik,   melalui   proses   visualisasi   objek
          pembelajaran.
                  Dalam hal ini yang dimaksud media pembelajaran visualitatif
          adalah media pembelajaran yang memberikan contoh sebuah peristiwa
          melalui Film, Cuplikan Film, Foto-Foto masa lalu, gambar-gambar,
          peta dan lain sebagainya.


1.1.3. Minat Belajar
       Peningkatan berasal dari tingkat atau sesuatu hal dari tetap menjadi lebih
tinggi. Menurut ilmu bahasa kata dasar yang diberi imbuhan Pe – an, berarti
menjadi kata kerja atau di kata kerjakan, di aktifkan, di predikatkan atau sebuah
kegiatan proses yang menyebabkan objek. Sehingga secara empiris peningkatan



                                       9
                                                                                  10

adalah sesuatu kegiatan atau hal yang menyebabkan sebuah kenaikan tingkat ke
lebih tinggi, lebih baik dari sebelumnya.
       Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia peningkatan berarti “nilai
makna dr makna yang biasa atau buruk menjadi makna yang baik” (2008:52).
       Untuk mengetahui seberapa tingkat minat belajar siswa, maka ada
beberapa indikator yang bisa digunakan untuk penilaian tersebut antara lain :


       1.1.3.1.     Aktivitas belajar siswa
                  Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata aktivitas adalah
       “kegiatan, keaktifan, kesibukan:” (2008:32). Sedang kata belajar adalah “
       berusaha mengetahui sesuatu; berusaha memperoleh ilmu pengetahuan”
       (2008:24).
                  Sehingga dapat diartikan bahwa aktivitas adalah suatu kegiatan,
       aksi, gerakan, dengan pola-pola yang sama secara terus menurus dalam
       sebuah proses tertentu yang sifatnya kompleks berdasarkan situasi dan
       lokasi tempat kegiatan tersebut berada.
                  Sedangkan belajar adalah sebuah proses penyerapan suatu
       informasi baik yang baru maupun yang sudah lama, dengan tujuan
       memahami lebih dalam, lebih mendetail sehingga seseorang yang belajar
       menjadi mengerti, lebih paham, lebih jelas atas informasi yang
       dipelajarinya.
       Mayer, R.E (2001: 11) menyatakan:
                  “Learning    may    occur    as   part   of   education,   personal
                  development, school or training. It may be goal-oriented and may
                  be aided by motivation. The study of how learning occurs is part
                  of neuropsychology, educational psychology, learning theory,
                  and pedagogy. Learning may occur as a result of habituation or
                  classical conditioning, seen in many animal species, or as a
                  result of more complex activities such as play, seen only in
                  relatively intelligent animals.
       Gagne (1985), menyatakan :
                  “Belajar merupakan sejenis perubahan yang diperlihatkan dalam
                  perubahan tingkah laku, yang keadaannya berbeda dari sebelum
                  individu berada dalam situasi belajar dan sesudah melakukan


                                       10
                                                                       11

       tindakan yang serupa itu. Perubahan terjadi akibat adanya suatu
       pengalaman atau latihan. Berbeda dengan perubahan serta-merta
       akibat refleks atau perilaku yang bersifat naluriah”.(1985:3)
       Menurut Slavin RT, “Belajar merupakan akibat adanya interaksi
antara stimulus dan respons” (2010:61).
       Sehingga dapat disimpulkan bahwa belajar adalah proses
interaksi antara stimulus dan respons karena adanya proses melihat,
membaca, latihan, analisa serta intuisi sehingga menghasilkan sebuah
kesimpulan, refleks yang bersifat naluriah pada seseorang yang
melakukannya.
       Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, siswa adalah “murid
(terutama pada tingkat sekolah dasar dan menengah); pelajar:
SMU”.(2008:1362).
       Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengertian siswa adalah
seseorang yang sedang belajar, atau bersekolah pada Sekolah Dasar,
Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas atau yang
sederajat.
       Dari pengertian di atas, maka aktivitas belajar siswa adalah suatu
kegiatan, aksi, gerakan, dengan pola-pola yang sama secara terus
menurus dalam sebuah proses tertentu yang sifatnya kompleks
berdasarkan situasi dan lokasi tempat kegiatan tersebut berada, dalam
upaya untuk proses interaksi antara stimulus dan respons karena adanya
proses melihat, membaca, latihan, analisa serta intuisi sehingga
menghasilkan sebuah kesimpulan, refleks yang bersifat naluriah pada
seseorang yang melakukannya pada anak yang bersekolah di SD, SMP,
SMA atau sederajat.
       Dalam hal ini aktivitas belajar siswa yang dimaksud adalah
proses interaksi siswa di dalam kelas terhadap proses pembelajaran yang
sedang berlangsung. Aktivitas ini berupa perhatian siswa, pengajuan
pertanyaan kepada guru atas hal-hal yang ingin lebih ketahui, menjawab
soal-soal dan dukungan secara sikap saat kegiatan proses belajar
mengajar.




                           11
                                                                        12

1.1.3.2.     Kehadiran siswa
           Kehadiran adalah sebuah kata yang berasal dari kata hadir. Dalam
Kamus Besar Bahasa Indonesia, hadir diartikan “[v] ada; (ada) datang”
(2008:501), sedang kehadiran diartikan “[n] perihal hadir; adanya
(seseorang, sekumpulan orang)” (2008:501).
           Dari pengertian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa
kehadiran siswa adalah keadaan di mana seorang siswa saat itu ada,
mendatangi, mengikuti atau melakukan suatu proses kegiatan di sekolah.
           Dalam hal ini kehadiran siswa dimaksud adalah tingkat kehadiran
siswa dalam rangka mengikuti kegiatan-kegiatan sekolah, baik kurikuler
maupun ekstrakurikuler, yang dapat menunjukkan bahwa siswa tersebut
menyenangi suatu proses pembelajaran pada sekolah di mana dia berada,
yang dapat dilihat melalui daftar kehadiran siswa atau jurnal kelas.


1.1.3.3.     Nilai siswa
           Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, nilai adalah “(1) harga
(dalam arti taksiran harga”.(2008:789). Nilai juga bisa diartikan catatan
berupa angka yang berisi muatan atas sebuah penghargaan terhadap
proses atau objek tertentu. Sehingga dapat diartikan bahwa nilai siswa
adalah sebuah harga atau muatan atas sebuah proses atau objek tertentu
pada seorang siswa.
           Dalam hal ini yang dimaksud nilai siswa adalah nilai-nilai yang
diperoleh dari sebuah proses pembelajaran per mata pelajaran. Tujuan
utama nilai-nilai ini adalah untuk mengevaluasi tingkat pemahaman,
tingkat penyerapan, tingkat keterampilan siswa terhadap mata pelajaran
yang ia terima.


1.1.3.4.     Antusiasme Pelajaran
           Antusiasme berasal kata dari antusias, menurut Kamus Besar
Bahasa Indonesia berarti “[a] bergairah, bersemangat”, sedangkan
antusiasme adalah “[n] kegairahan; gelora semangat; minat besar
terhadap sesuatu” (2008:81).
           Sedang pelajaran dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti
“[n] (1) yang dipelajari atau diajarkan” (2008:361). Bisa juga diartikan


                               12
                                                                       13

bahwa pelajaran adalah sekumpulan informasi yang saling berhubungan
dan saling mendukung pada sebuah topik tertentu.
           Dalam hal ini antusiasme pelajaran yang dimaksud adalah tingkat
rasa keingintahuan, ketertarikan, semangat atau minat siswa untuk
mempelajari sebuah materi yang sedang diajarkan kepadanya.


1.1.3.5.     Konsentrasi Belajar
           Kosentrasi belajar berasal dari kata konsentrasi dan belajar.
Widyatmoko, Engelbertus Kukuh (2007:21) mendefinisikan konsentrasi
(concentration) adalah pemusatan atau pengerahan (perhatiannya ke
pekerjaannya atau aktivitasnya).
           Miranda DZ, (2010:16) menyebutkan bahwa konsentrasi belajar
adalah proses pemusatan pikiran, perasaan dan hati atas hal yang
dipelajari.
           Dari pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa konsentrasi
belajar adalah pemusatan perhatian dalam proses perubahan tingkah laku
yang dinyatakan dalam bentuk penguasaan, penggunaan, dan penilaian
terhadap atau mengenai sikap dan nilai-nilai, pengetahuan dan kecakapan
dasar yang terdapat dalam berbagai bidang studi.
           Dalam hal ini konsentrasi belajar, adalah kemampuan siswa
untuk lebih memfokuskan perhatian, memfokuskan pikiran atas materi
yang sedang diterima atau sedang diajarkan, sebab dengan adanya
konsentrasi belajar maka siswa lebih bisa memahami dan menyerap lebih
dalam atas pelajaran yang dia terima.


1.1.3.6.     Kedisiplinan Belajar
           Kedisiplinan berasal kata disiplin. Dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia, disiplin adalah “taat, mengikuti, mematuhi”(2008:697).
Menurut bahasa Indonesia kata yang diberi imbukan ke – an, bisa
diartikan peristiwa yang sedang dialami atau suatu gambaran luas
tentang sebuah kata. Sehingga bisa diartikan bahwa kedisiplinan adalah
suatu gambaran luas terhadap perbuatan disiplin, atau situasi yang
sedang dilakukan dengan cara patuh terhadap sebuah aturan atau sistem.



                              13
                                                                                14

                  Kedisiplinan belajar adalah sebuah kegiatan kepatuhan akan
          belajar yang dilakukan secara sadar atas aturan sekolah, rumah tangga,
          atau kebutuhan pribadi guna lebih mendalami, menikmati dan
          mengambil keuntungan masa depan atas materi-materi pelajaran yang dia
          selesaikan dalam sebuah proses tertentu.
                  Dalam hal ini dimaksudkan bahwa kedisiplinan belajar adalah
          rasa sadar siswa untuk belajar teratur terhadap sebuah materi yang dia
          senangi, sehingga ia dapat lebih mendalami dan lebih terampil terhadap
          materi tersebut.
           Dari keterangan tersebut di atas maka dapat disimpulkan bahwa minat
   belajar adalah perubahan lebih giat untuk melakukan hal-hal yang berhubungan
   dengan belajar yang dapat dilihat dari aktivitas siswa, kehadiran siswa, nilai
   siswa, antusiasme pelajaran, konsentrasi belajar dan kedisiplinan belajar.


1.1.4. Batasan Daerah Penelitian
       Menurut Yamin Setiawan (2007), Teknik penentuan responden / sampel
dibagi atas 8 jenis teknik sampling, antara lain :
1. Proportional Random Sampling:
   Pengambilan sample dengan memperhatikan proporsi jumlah sub-sub populasi.
2. Stratified Random Sampling:
   Pengambilan sample dengan memperhatikan strata dalam populasi.
3. Cluster Random Sampling:
   Pengambilan sample dengan memperhatikan sub-sub populasi, kemudian sub-
   sub populasi yang ada dipilih satu secara random.
4. Purposive Random Sampling:
   Pengambilan sampel dengan mengacak. Sebelum diacak, dipilih terlebih
   dahulu orang-orang yang menjadi sampel penelitian berdasarkan ciri-ciri
   khusus yang berkaitan dengan tujuan penelitian.
5. Area Random Sampling:
   Pengambilan sample dengan memperhatikan besar kecilnya wilayah populasi.
6. Incidental Sampling:
   Populasi tidak jelas kedudukannya sehingga menjadikan orang-orang yang
   berhasil ditemui pada tempat dan waktu tertentu sebagai sampel penelitian.



                                       14
                                                                                       15

7. Kuota Sampling:
    Menetapkan orang-orang yang akan menjadi sampel penelitian adalah orang-
    orang yang menyerahkan / mengumpulkan angket / skala yang paling awal
    dengan jumlah tertentu yang telah ditetapkan peneliti.
8. Simple Random Sampling:
    Diperuntukkan untuk populasi yang homogen, dengan cara mengambil orang
    langsung secara random.
        Menurut Tatang M. Amirin (2011), “bahwa purposive sampling adalah
pengambilan sampel secara sengaja sesuai dengan persyaratan sampel yang
diperlukan. Dalam bahasa sederhana purposive sampling itu dapat dikatakan
sebagai secara sengaja mengambil sampel tertentu (jika orang maka berarti orang-
orang tertentu) sesuai persyaratan (sifat-sifat, karakteristik, ciri, kriteria) sampel”.
        Oleh karena itu dalam penelitian ini penentuan daerah penelitian secara
Purposive Random Sampling yaitu              di SMA Negeri Darussholah Singojuruh
Kecamatan Singojuruh Kabupaten Banyuwangi.


1.1.5. Batasan Penentuan Responden
        SMA Negeri Darussholah Singojuruh Kecamatan Singojuruh Kabupaten
Banyuwangi pada tahun pelajaran 2011/2012 yang memiliki 11 (sebelas)
Rombongan Belajar, terdiri dari Kelas X (X.1; X.2; X.3; X.4; X5), Kelas XI
(XI.IPA.1; XI.IPA.2; XI.IPS.1; XI.IPS2; XI.IPS3) dan Kelas XII (XII.IPA.1;
XII.IPA.2; XII.IPS.1; XII.IPS2), dan peneliti memilih Kelas XI sebagai obyek
penelitian.
TABEL 1.2.5.1            Rekapitulasi Siswa SMAN Darussholah Tahun Pelajaran
                         2011/2012
                                 JENIS
                                                               JUMLAH             JML
  NO          KELAS           KELAMIN            JML
                                                                                 TOTAL
                              L        P                      L          P
   1            X.1           20       21         41
   2            X.2           19       23         42
   3            X.3           23       20         43         105        104        209
   4            X.4           22       20         42
   5            X.5           21       20         41
   6          XI.IPA 1        16       26         42
   7          XI.IPA 2        14       25         39
   8          XI.IPS 1        12       24         36          75        114        189
   9          XI.IPS 2        17       19         36
   10         XI.IPS 3        16       20         36



                                            15
                                                                                         16


                                     JENIS
                                                                     JUMLAH         JML
         NO        KELAS          KELAMIN             JML
                                                                                   TOTAL
                                  L        P                         L      P
          11     XII.IPA 1        14       13           27
          12     XII.IPA 2        10       17           27
                                                                 54         68         122
          13     XII.IPS 1        14       20           34
          14     XII.IPS 2        16       18           34
               JUMLAH            234      286          520       234       286         520
         Sumber : Dokumen SMAN Darussholah Tahun Pelajaran 2011/2012
                Dari data tersebut di atas terlihat bahwa Kelas XI berjumlah 189 siswa.
       Guna mendukung kegiatan penelitian ini maka peneliti mengambil 100 responden.
                Menurut rumus Slovin dalam Susila, Spina Electra (2010:71), “rumus
       menentukan jumlah sampling adalah sebagai berikut :
                                  Jumlah Siswa per Kelas
               Jumlah Sampel                              100
                                 Jumlah Keseluruhan Siswa

                Berdasarkan rumus di atas maka pada masing-masing kelas sampel yang
       diambil dapat dihitung sebagai berikut :
       TABEL 1.2.5.2         Penentuan Responden dari Siswa Kelas XI SMAN
                             Darussholah Singojuruh Tahun Pelajaran 2011/2012
         Kelas             Jml Siswa              Jml Siswa/ Total       Dibulatkan
         Kelas XI.IPA.1       42                        22,2222                   22
         Kelas XI.IPA.2       39                       20,63492                   21
         Kelas XI.IPS.1       36                       19,04762                   19
         Kelas XI.IPS.2       36                       19,04762                   19
         Kelas XI.IPS.2       36                       19,04762                   19
                             TOTAL                                               100
         Sumber : Hasil rumusan


1.3.     RUMUSAN MASALAH
         1.3.1. Masalah Mayor
                  Adakah hubungan antara media pembelajaran dengan minat belajar
         Siswa Kelas XI SMA Negeri Darussholah Singojuruh Tahun Pelajaran
         2011/2012.


         1.3.2. Masalah Minor
              Adakah korelasi antara aplikasi presentasi terhadap minat belajar Kelas
               XI.IPS.1 SMA Negeri Darussholah Singojuruh Tahun Pelajaran 2011/2012.




                                             16
                                                                                   17


          Adakah korelasi antara    media pembelajaran visualitatif terhadap minat
           belajar Kelas XI.IPS.1 SMA Negeri Darussholah Singojuruh Tahun
           Pelajaran 2011/2012.



1.4.   TUJUAN PENELITIAN
       1.4.1. Tujuan Umum
              Ingin mengetahui adakah media pembelajaran dengan minat belajar
       Siswa Kelas XI SMA Negeri Darussholah Singojuruh Tahun Pelajaran
       2011/2012.


       1.4.2. Tujuan khusus
          Ingin mengetahui adakah korelasi antara media pembelajaran Aplikasi
           Presentasi terhadap minat belajar Kelas XI.IPS.1 SMA Negeri Darussholah
           Singojuruh Tahun Pelajaran 2011/2012
          Ingin mengetahui adakah korelasi antara       media pembelajaran visual
           terhadap minat belajar Kelas XI.IPS.1 SMA Negeri Darussholah Singojuruh
           Tahun Pelajaran 2011/2012



1.5.   MANFAAT PENELITIAN
       1.5.1. Bagi Peneliti
              Manfaat bagi peneliti adalah mengetahui seberapa erat hubungan antara
       media pembelajaran dengan minat belajar siswa Kelas XI SMA Negeri
       Darusshollah Tahun Pelajaran 2011/2012.

       1.5.2. Bagi Guru
              Manfaat bagi guru mata pelajaran adalah untuk mengetahui seberapa
       efektif dan efisiennya penggunakan media belajar terhadap proses belajar
       mengajar di sekolah. Sehingga dalam proses pencapaian target kurikulum dapat
       diselesaikan lebih efisien tanpa harus mengurangi bobot dari pengajaran yang ia
       lakukan.




                                         17
                                                                                 18

       1.5.3. Bagi Sekolah
               Bagi sekolah adalah seberapa besar dukungan sekolah dalam rangka
       memaksimalkan pengadaan media belajar, baik secara buku-buku pelajaran,
       LKS, maupun sarana dan prasarana yang dipersiapkan, guna mendukung proses
       kegiatan belajar mengajar yang dilakukan oleh guru-guru mata pelajaran.
               Dengan adanya penelitian ini diharapkan kesadaran sekolah untuk bisa
       membantu guru secara maksimal dalam rangka meningkatkan pelayanan mutu
       pendidikan di sekolahnya bagi masyarakat, demi tercapainya peningkatan
       pendidikan nasional.

1.6.   SISTEMATIKA PENELITIAN
       Dalam rangka mempermudah proses penelitian, maka sistematika penelitian
(skripsi) ini peneliti susun sebagai berikut :
       BAB I PENDAHULUAN
       1.1. LATAR BELAKANG PEMILIHAN JUDUL
       1.2. BATASAN MASALAH/BATASAN JUDUL PENELITIAN
       1.3. RUMUSAN MASALAH
       1.4. TUJUAN PENELITIAN
       1.5. MANFAAT PENELITIAN
       1.6. SISTEMATIKA PENELITIAN


       BAB II KAJIAN TEORI DAN HIPOTESA
       2.1. STUDI KORELASI
       2.2. MEDIA PEMBELAJARAN
               2.2.1. Aplikasi presentasi
               2.2.2. Visualitatif
       2.3. MINAT PELAJAR
               2.3.1. Aktivitas belajar siswa
               2.3.2. Kehadiran siswa
               2.3.3. Nilai siswa
               2.3.4. Antusiasme pelajaran
               2.3.5. Konsentrasi belajar
               2.3.6. Kedisiplinan belajar




                                             18
                                                                       19

BAB III METODE PENELITIAN
3.1. METODE PENENTUAN DAERAH PENELITIAN
3.2. METODE PENENTUAN RESPONDEN
3.3. METODE PENGUMPULAN DATA
     3.3.1. Angket
     3.3.2. Observasi
     3.3.3. Dokumentasi
BAB IV LAPORAN PENELITIAN DAN ANALISA DATA
4.1. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN
   4.1.1. Sejarah singkat daerah penelitian
   4.1.2. Sarana prasarana
   4.1.3. Data kepegawaian
   4.1.4. Data siswa
4.2. PENENTUAN RESPONDEN
4.3. PENYAJIAN DATA ANGKET
   4.3.1. Angket aplikasi presentasi
   4.3.2. Angket visualitatif
   4.3.3. Angket minat belajar
4.4. ANALISA DATA DAN HIPOTESA
   4.4.1. Hubungan antara aplikasi presentasi dengan minat belajar
   4.4.2. Hubungan antara media pembelajaran visualitatif     dengan minat
          belajar
   4.4.3. Hubungan antara media pembelajaran dengan minat belajar
4.5. DISKUSI DAN INTERPRETASI DATA


BAB V KESIMPULAN, SARAN DAN PENUTUP
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR TABEL
LAMPIRAN-LAMPIRAN




                                 19
                                          BAB II
                    KAJIAN TEORI DAN HIPOTESA


2.1.     STUDI KORELASI
         2.1.1. Studi
                Studi berasal dari bahasa Inggris study yang arti secara empiris adalah
         belajar. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia studi berarti “penelitian ilmiah;
         kajian; telaahan” (2008:1377).
                Perbedaan antara penelitian biasa (pengamatan) dengan penelitian ilmiah
         adalah terletak pada konsep dasar pemikiran dari masing-masing penentuan
         obyek penelitian. Dasar pemikiran dimaksud adalah sebuah kesimpulan akhir
         dari sebuah penelitian yang telah dilakukan oleh para ahli, para ilmuwan, para
         tokoh yang sudah kompeten pada bidang keilmuannya. Sehingga penelitian
         ilmiah adalah sebuah penelitian yang mempunyai dasar pemikiran kuat dan
         dapat dipertanggung jawabkan baik secara publik maupun secara keilmuan.
                Dalam hal ini studi bisa diartikan sebagai penelitian ilmiah yang
         mengacu dari sebuah masalah penelitian.


         2.1.2. Korelasi
              Dalam teori probabilitas dan statistika, korelasi, juga disebut koefisien
       korelasi, adalah nilai yang menunjukkan kekuatan dan arah hubungan linier antara
       dua perubah acak (random variable).
              Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, korelasi berarti “n hubungan
       timbal balik atau sebab akibat” (2008:775).
       Menurut Jonathan Sarwono (2011) :
              “Korelasi merupakan teknik analisis yang termasuk dalam salah satu
              teknik pengukuran asosiasi / hubungan (measures of association).
              Pengukuran asosiasi     merupakan istilah umum yang mengacu pada
              sekelompok teknik dalam statistik bivariat yang digunakan untuk
              mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel. Di antara sekian banyak
              teknik-teknik pengukuran asosiasi, terdapat dua teknik korelasi yang sangat
              populer sampai sekarang, yaitu Korelasi Pearson Product Moment dan
              Korelasi Rank Spearman. Selain kedua teknik tersebut, terdapat pula
                                                                                   21

       teknik-teknik korelasi lain, seperti Kendal, Chi-Square, Phi Coefficient,
       Goodman-Kruskal, Somer, dan Wilson.”
Arif Pratisto (2004), mengatakan jenis-jenis korelasi adalah sebagai berikut :
      4) Korelasi Product Moment (Pearson)
          Korelasi Pearson atau disebut juga korelasi product moment merupakan
          analisis korelasi untuk statistik parametrik, sedangkan untuk statistik
          non-parametrik sering digunakan analisis korelasi Kendall’s tau-b dan
          Spearman.
      5) Korelasi Rank Spearman
          Ada kalanya kita ingin mengukur kuatnya hubungan antara dua variabel
          tidak berdasarkan pasangan nilai data yang sebenarnya, tetapi
          berdasarkan rankingnya. Hubungan tersebut dinamankan
          rank correlation coefficient. Analisis korelasi Spearman termasuk dalam
          statistik non-parametrik. Metode korelasi ini ditemukan Carl Spearman
          pada tahun 1904.
      6) Korelasi Kendall Tau
          Selain koefisien korelasi Spearman, terdapat metode analisis korelasi
          lain yang menguji keeratan hubungan antara variabel X dan Y dimana X
          dan Y tidak terdistribusi normal atau tidak diketahui distribusinya.
          Metode ini disebut Kendall rank correlation. Korelasi Kendall Tau juga
          didasarkan atas ranking
          data. (2004:85 – 99)


  Menurut Usman, H. dan R. Purnomo Setiady Akbar. (2000), “macam-macam
  teknik korelasi antara lain :
     Product Moment Pearson : Kedua variabelnya berskala interval
     Rank Spearman : Kedua variabelnya berskala ordinal
     Point Serial : Satu berskala nominal sebenarnya dan satu berskala interval
     Biserial : Satu berskala nominal buatan dan satu berskala interval
     Koefisien kontingensi : Kedua varibelnya berskala nominal” (2000:3)


          Dari pendapat para tokoh di atas, maka dalam hal penelitian ini, peneliti
  memilih Teknik Korelasi Product Moment. Dasarnya, mengingat judul skripsi



                                      21
                                                                               22

 Studi Korelasi antara Media Pembelajaran dengan Minat Belajar, merupakan
 data yang liner dan tidak berlawanan, artinya antara satu dengan yang lain
 memiliki strata dan level yang sama. Dengan asumsi bahwa dengan peningkatan
 media pembelajaran maka terjadi minat belajar siswa.
           Gambaran dari korelasi ini dapat dirumuskan sebagai berikut :
                  n XY   X Y
 rxy 
           N  X 2   X      nY 2  Y 
                           2                 2



 Dengan langkah-langkah sebagai berikut :
10) Menuliskan Ho dan Ha dalam bentuk kalimat
   Misalnya :
   Ho         : tidak terdapat hubungan antara media pembelajaran dengan minat
              belajar siswa kelas XI di SMAN Darussholah Singojuruh
   Ha         : terdapat hubungan antara media pembelajaran dengan minat
              belajar siswa kelas XI di SMAN Darussholah Singojuruh
11) Menuliskan Ho dan Ha dalam bentuk statistik
   Misalnya :
   Ho         : r=0
   Ha         : r≠0
12) Menentukan X dan Y dan kemudian membuat tabel penolong.
   X adalah variabel yang mempengaruhi misal (Media Pembelajaran)
   Y adalah variabel yang dipengaruhi misal (Minat Belajar Siswa)
   Kemudian ditentukan angka dan dimasukkan dalam tabel sebagai berikut:
    No. Resp          X             Y            XY       X2          Y2

                     X            Y         XY         X   2
                                                                     Y    2



13) Memasukkan data dalam sebuah rumusan.
   Rumus :
                    n XY   X Y
   rxy 
             N  X 2   X       nY 2  Y 
                               2                 2



   Dengan interpretasi nilai r adalah sebagai berikut :
    r                                Interpretasi / Hubungan
    0,80 < r < 1,00                  Sangat kuat
    0,60 < r < 0,80                  Kuat
    0,40 < r < 0,60                  Cukup Kuat


                                        22
                                                                                   23


           r                          Interpretasi / Hubungan
           0,20 < r < 0,40            Rendah
           0,00 < r < 0,20            Sangat Rendah
          Sumber : Riduwan (2005 : 138)
       14) Menentukan taraf signifikasi (α)
          Dalam hal ini taraf signifikasi α = 0,01 atau α = 0,05
       15) Menghitung dinilai r tabel (df)
          Rumus : df = n - 2
       16) Menentukan kriteria pengujian
          Jika rtabel ≤ rhitung <rtabel, maka Ho diterima
       17) Membandingkan rhitung dengan rtabel
       18) Menyimpulkan


2.2.    MEDIA PEMBELAJARAN
               Arsyad, Azhar menyatakan bahwa, “Kata media berasal dari bahasa latin
        Medius yang secara harfiah berarti “tengah”, perantara atau pengantar. Dalam
        bahasa Arab, media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada
        penerima pesan”. (2009:3).
        Arief S. Sardiman, dkk (2009:64) menyatakan :
              “Proses belajar mengajar pada hakikatnya adalah proses komunikasi, yaitu
              proses penyampaian pesan dari sumber pesan melalui saluran/media
              tertentu ke penerima pesan. Pesan, sumber pesan, saluran/ media dan
              penerima pesan merupakan komponen-komponen proses komunikasi.
              Pesan yang dikomunikasikan adalah isi ajaran atau didikan yang ada
              dalam kurikulum. Sumber pesannya bisa guru, siswa, orang lain ataupun
              penulis buku dan prosedur media. Salurannya adalah media pendidikan
              dan penerima pesannya adalah siswa dan juga guru. Pesan berupa isi
              ajaran dan didikan yang ada dalam kurikulum dituangkan oleh guru atau
              sumber lain ke dalam simbol-simbol komunikasi baik simbol verbal (kata-
              kata lisan ataupun tertulis) maupun simbol non verbal atau visual”
                  Dari definisi di atas dapat diambil kesimpulan bahwa pengertian
          media merupakan suatu alat yang bersifat menyalurkan pesan dan dapat
          merangsang pikiran, perasaan dan kemauan anak didik sehingga dapat
          mendorong terjadinya proses belajar pada dirinya.


                                               23
                                                                          24

         Knirk & Gustafson menjelaskan bahwa, “Pembelajaran merupakan
setiap kegiatan yang dirancang oleh guru untuk membantu seseorang
mempelajari suatu kemampuan dan atau nilai yang baru dalam suatu proses
yang sistematis melalui tahap rancangan, pelaksanaan, dan evaluasi dalam
konteks kegiatan belajar mengajar”.(1985:10)
         Gagne dan Briggs mengungkapkan “Pengertian Pembelajaran sebagai
suatu sistem yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa, yang berisi
serangkaian peristiwa yang dirancang, disusun sedemikian rupa untuk
mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar siswa yang bersifat
internal”. (2002:3)
         Menurut UU SPN No.20 Tahun 2003 dijelaskan bahwa Pembelajaran
adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada
suatu lingkungan belajar. (2003:2)
         Pembelajaran menurut Surya, (2004) Pembelajaran merupakan suatu
proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahan
perilaku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman individu
itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.
         Dimyati & Mudjiono menjabarkan bahwa, “Pembelajaran adalah
kegiatan guru secara terprogram dalam desain instruksional, untuk membuat
siswa belajar secara aktif, yang menekankan pada penyediaan sumber
belajar”. (2005:14)
         Sehingga bisa diartikan bahwa pembelajaran adalah proses interaksi
peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan
belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat
terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan
tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik.
         Dari keterangan di atas, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran
adalah wahana penyalur informasi guna membantu proses belajar siswa agar
proses pembelajaran lebih mudah dimengerti, dipahami yang pada akhirnya
merupakan katalis dalam sebuah proses transformasi ilmu antara guru dan
siswa.




                                 24
                                                                            25

2.2.1. Aplikasi Presentasi
        Media pembelajaran yang bertugas sebagai pendukung dari sebuah
proses belajar mengajar, tentu harus mempunyai ke khas-an dan daya tarik
khusus, selain merupakan suatu perwujudan alat, media atau bahan proses, bisa
juga merupakan perwujudan suatu kejadian proses, hasil proses, akibat proses
atau manfaat proses, yang pada akhirnya sebuah kegiatan transfer informasi /
pembelajaran dapat berjalan lebih mengena, lebih mendalam dan menajamkan
pemahaman bagi peserta didik.
        Aplikasi adalah sebuah alternatif atau alat atau proses dalam melakukan
sebuah kegiatan tertentu. Aplikasi dapat juga diartikan sebagai menyatakan,
melaksanakan, melakukan, memproses sebuah teori, rumusan atau gagasan
tertentu.
        Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Aplikasi adalah “n] (1) karya
hias dalam seni jahit-menjahit dng menempelkan (menjahitkan) guntingan-
guntingan kain yg dibentuk spt bunga (buah, binatang, dsb) pada kain lain
sebagai hiasan.” (2008:85).
        Sedang presentasi dalam KBBI adalah “n] (1) pemberian (tt hadiah); (2)
pengucapan pidato (pd penerimaan suatu jabatan); (3) perkenalan (tt seseorang
kpd seseorang, biasanya kedudukannya lebih tinggi); (4)penyajian atau
pertunjukan (tt sandiwara, film, dan sebagainya) kepada orang-orang yg
diundang” (2008:429)
        Dari hal tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa Aplikasi presentasi
adalah sebuah alat atau program yang digunakan untuk mempermudah untuk
menyampaikan materi, pidato, penyajian dan sebagainya.
        Dalam hal ini aplikasi presentasi yang dimaksud adalah software yang
sering digunakan untuk melakukan presentasi di depan kelas, misalnya :
Microsoft powerpoint.

2.2.2. Visualitatif
        Visualitatif berasal dari kata visual. Dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia, visual berarti : “dapat dilihat dengan indra penglihatan (mata),
berdasarkan penglihatan, berbentuk”. (2008:1609).




                                   25
                                                                             26

       Menurut kamus bahasa Inggris visual berarti : “v. acuity ketajaman mata.
v. aids alat-alat peraga. -visually kk. yang dapat dilihat, dengan cara yang
tampak/yang dapat disaksikan”.
       Sedangkan kata visualisasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia :
“[n] (1) pengungkapan suatu gagasan atau perasaan dng menggunakan bentuk
gambar, tulisan (kata dan angka), peta, grafik, dsb; (2) proses pengubahan
konsep menjadi gambar untuk disajikan lewat televisi oleh produsen”.
(2008:1609).
       Menurut Ade Kurniadi, “visualitatif adalah sebuah kata terapan dari kata
visualisasi yang bersifat objek dipredikatkan menjadi visualitatif yang artinya
kemampuan untuk melihat, menggambarkan, menampilkan atau menunjukkan
obyek visual” (2007:3).
       Sebuah objek visual seperti foto, lukisan, patung, karikatur, gedung,
alam semesta, warna, tulisan, bentuk-bentuk benda dan lain sebagainya, pada
dasarnya sudah membawa karakter menarik dan menyenangkan, tergantung dari
subyek pengamat, dan tujuan dari pengamatan subyek.
       Dalam proses visualitatif maka obyek yang sudah ada dibuat menjadi
lebih menarik, misal : album foto. Sebuah album foto dengan bingkai menarik
ditambah bentuk penataan obyek foto yang tidak monoton serta ditambah
beberapa ornamen-ornamen pendukung lainnya, menyebabkan foto-foto yang
sudah ada tersebut menjadi lebih hidup, lebih bisa bercerita tentang kejadian
masa lalu, atau membuat pengamat terkesan untuk mengamatinya lebih dalam.
Software ini mempunyai kemampuan untuk melakukan proses visualisasi pada
objek visual.
       Sehingga media pembelajaran yang visualitatif adalah sebuah media
pembelajaran yang dapat menampilkan objek-objek visual lebih menarik, lebih
hidup dan lebih berkesan. Sehingga dalam proses pembelajaran dapat terdorong
untuk menajamkan kesan-kesan ilmu dengan adanya media pembelajaran yang
menarik untuk diamati lebih dalam oleh peserta didik, melalui proses visualisasi
objek pembelajaran.
       Dalam hal ini yang dimaksud media pembelajaran visualitatif adalah
media pembelajaran yang memberikan contoh sebuah peristiwa melalui Film,
Cuplikan Film, Foto-Foto masa lalu, gambar-gambar, peta dan lain sebagainya.



                                   26
                                                                                      27

2.3.   MINAT PELAJAR
       Peningkatan berasal dari tingkat atau sesuatu hal dari tetap menjadi lebih tinggi.
Menurut ilmu bahasa kata dasar yang diberi imbuhan Pe – an, berarti menjadi kata kerja
atau di kata kerjakan, di aktifkan, di predikatkan atau sebuah kegiatan proses yang
menyebabkan objek. Sehingga secara empiris peningkatan adalah sesuatu kegiatan atau
hal yang menyebabkan sebuah kenaikan tingkat ke lebih tinggi, lebih baik dari
sebelumnya.
       Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia peningkatan berarti “nilai makna dr
makna yang biasa atau buruk menjadi makna yang baik” (2008:52).
       Untuk mengetahui seberapa tingkat minat belajar siswa, maka ada beberapa
indikator yang bisa digunakan untuk penilaian tersebut antara lain :
          Aktivitas belajar siswa
          Kehadiran Siswa
          Nilai Siswa
          Antusiasme Pelajaran
          Konsentrasi Belajar
          Kedisiplinan Belajar

       2.3.1. Aktivitas Belajar Siswa
               Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata aktivitas adalah “kegiatan,
       keaktifan, kesibukan:” (2008:32). Sedang kata belajar adalah “ berusaha
       mengetahui sesuatu; berusaha memperoleh ilmu pengetahuan” (2008:24).
               Sehingga dapat diartikan bahwa aktivitas adalah suatu kegiatan, aksi,
       gerakan, dengan pola-pola yang sama secara terus menurus dalam sebuah proses
       tertentu yang sifatnya kompleks berdasarkan situasi dan lokasi tempat kegiatan
       tersebut berada.
               Sedangkan belajar adalah sebuah proses penyerapan suatu informasi baik
       yang baru maupun yang sudah lama, dengan tujuan memahami lebih dalam,
       lebih mendetail sehingga seseorang yang belajar menjadi mengerti, lebih paham,
       lebih jelas atas informasi yang dipelajarinya.
       Mayer, R.E (2001: 11) menyatakan:
               “Learning may occur as part of education, personal development, school
               or training. It may be goal-oriented and may be aided by motivation. The
               study of how learning occurs is part of neuropsychology, educational


                                           27
                                                                              28

       psychology, learning theory, and pedagogy. Learning may occur as a
       result of habituation or classical conditioning, seen in many animal
       species, or as a result of more complex activities such as play, seen only
       in relatively intelligent animals.
Gagne (1985), menyatakan :
       “Belajar merupakan sejenis perubahan yang diperlihatkan dalam
       perubahan tingkah laku, yang keadaannya berbeda dari sebelum individu
       berada dalam situasi belajar dan sesudah melakukan tindakan yang
       serupa itu. Perubahan terjadi akibat adanya suatu pengalaman atau
       latihan. Berbeda dengan perubahan serta-merta akibat refleks atau
       perilaku yang bersifat naluriah”.(1985:3)
       Menurut Slavin RT, “Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara
stimulus dan respons” (2010:61).
       Sehingga dapat disimpulkan bahwa belajar adalah proses interaksi antara
stimulus dan respons karena adanya proses melihat, membaca, latihan, analisa
serta intuisi sehingga menghasilkan sebuah kesimpulan, refleks yang bersifat
naluriah pada seseorang yang melakukannya.
       Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, siswa adalah “murid (terutama
pada tingkat sekolah dasar dan menengah); pelajar: SMU”.(2008:1362).
       Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengertian siswa adalah seseorang
yang sedang belajar, atau bersekolah pada Sekolah Dasar, Sekolah Menengah
Pertama, Sekolah Menengah Atas atau yang sederajat.
       Dari pengertian di atas, maka aktivitas belajar siswa adalah suatu
kegiatan, aksi, gerakan, dengan pola-pola yang sama secara terus menurus dalam
sebuah proses tertentu yang sifatnya kompleks berdasarkan situasi dan lokasi
tempat kegiatan tersebut berada, dalam upaya untuk proses interaksi antara
stimulus dan respons karena adanya proses melihat, membaca, latihan, analisa
serta intuisi sehingga menghasilkan sebuah kesimpulan, refleks yang bersifat
naluriah pada seseorang yang melakukannya pada anak yang bersekolah di SD,
SMP, SMA atau sederajat.
       Dalam hal ini aktivitas belajar siswa yang dimaksud adalah proses
interaksi siswa di dalam kelas terhadap proses pembelajaran yang sedang
berlangsung. Aktivitas ini berupa perhatian siswa, pengajuan pertanyaan kepada



                                    28
                                                                             29

guru atas hal-hal yang ingin lebih ketahui, menjawab soal-soal dan dukungan
secara sikap saat kegiatan proses belajar mengajar.

2.3.2. Kehadiran Siswa
       Kehadiran adalah sebuah kata yang berasal dari kata hadir. Dalam
Kamus Besar Bahasa Indonesia, hadir diartikan “[v] ada; (ada) datang”
(2008:501), sedang kehadiran diartikan “[n] perihal hadir; adanya (seseorang,
sekumpulan orang)” (2008:501).
       Dari pengertian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa kehadiran siswa
adalah keadaan di mana seorang siswa saat itu ada, mendatangi, mengikuti atau
melakukan suatu proses kegiatan di sekolah.
       Dalam hal ini kehadiran siswa dimaksud adalah tingkat kehadiran siswa
dalam rangka mengikuti kegiatan-kegiatan sekolah, baik kurikuler maupun
ekstrakurikuler, yang dapat menunjukkan bahwa siswa tersebut menyenangi
suatu proses pembelajaran pada sekolah di mana dia berada, yang dapat dilihat
melalui daftar kehadiran siswa atau jurnal kelas.

2.3.3. Nilai Siswa
       Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, nilai adalah “(1) harga (dalam
arti taksiran harga”.(2008:789). Nilai juga bisa diartikan catatan berupa angka
yang berisi muatan atas sebuah penghargaan terhadap proses atau objek tertentu.
Sehingga dapat diartikan bahwa nilai siswa adalah sebuah harga atau muatan
atas sebuah proses atau objek tertentu pada seorang siswa.
       Dalam hal ini yang dimaksud nilai siswa adalah nilai-nilai yang
diperoleh dari sebuah proses pembelajaran per mata pelajaran. Tujuan utama
nilai-nilai ini adalah untuk mengevaluasi tingkat pemahaman, tingkat
penyerapan, tingkat keterampilan siswa terhadap mata pelajaran yang ia terima.

2.3.4. Antusiasme Pelajaran
       Antusiasme berasal kata dari antusias, menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia berarti “[a] bergairah, bersemangat”, sedangkan antusiasme adalah
“[n] kegairahan; gelora semangat; minat besar terhadap sesuatu” (2008:81).
       Sedang pelajaran dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti “[n] (1)
yang dipelajari atau diajarkan” (2008:361). Bisa juga diartikan bahwa pelajaran



                                    29
                                                                               30

adalah sekumpulan informasi yang saling berhubungan dan saling mendukung
pada sebuah topik tertentu.
       Dalam hal ini antusiasme pelajaran yang dimaksud adalah tingkat rasa
keingintahuan, ketertarikan, semangat atau minat siswa untuk mempelajari
sebuah materi yang sedang diajarkan kepadanya.

2.3.5. Konsentrasi Belajar
       Konsentrasi belajar berasal dari kata konsentrasi dan belajar.
Widyatmoko, Engelbertus Kukuh (2007:21) mendefinisikan konsentrasi
(concentration)   adalah      pemusatan    atau   pengerahan   (perhatiannya   ke
pekerjaannya atau aktivitasnya).
       Miranda DZ, (2010:16) menyebutkan bahwa konsentrasi belajar adalah
proses pemusatan pikiran, perasaan dan hati atas hal yang dipelajari.
       Dari pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa konsentrasi belajar
adalah pemusatan perhatian dalam proses perubahan tingkah laku yang
dinyatakan dalam bentuk penguasaan, penggunaan, dan penilaian terhadap atau
mengenai sikap dan nilai-nilai, pengetahuan dan kecakapan dasar yang terdapat
dalam berbagai bidang studi.
       Dalam hal ini konsentrasi belajar, adalah kemampuan siswa untuk lebih
memfokuskan perhatian, memfokuskan pikiran atas materi yang sedang diterima
atau sedang diajarkan, sebab dengan adanya konsentrasi belajar maka siswa
lebih bisa memahami dan menyerap lebih dalam atas pelajaran yang dia terima.


2.3.6. Kedisiplinan Belajar
       Kedisiplinan berasal kata disiplin. Dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia, disiplin adalah “taat, mengikuti, mematuhi”(2008:697). Menurut
bahasa Indonesia kata yang diberi imbukan ke – an, bisa diartikan peristiwa
yang sedang dialami atau suatu gambaran luas tentang sebuah kata. Sehingga
bisa diartikan bahwa kedisiplinan adalah suatu gambaran luas terhadap
perbuatan disiplin, atau situasi yang sedang dilakukan dengan cara patuh
terhadap sebuah aturan atau sistem.
       Kedisiplinan belajar adalah sebuah kegiatan kepatuhan akan belajar yang
dilakukan secara sadar atas aturan sekolah, rumah tangga, atau kebutuhan
pribadi guna lebih mendalami, menikmati dan mengambil keuntungan masa


                                      30
                                                                             31

depan atas materi-materi pelajaran yang dia selesaikan dalam sebuah proses
tertentu.
        Dalam hal ini dimaksudkan bahwa kedisiplinan belajar adalah rasa sadar
siswa untuk belajar teratur terhadap sebuah materi yang dia senangi, sehingga ia
dapat lebih mendalami dan lebih terampil terhadap materi tersebut.
        Dari keterangan tersebut di atas maka dapat disimpulkan bahwa minat
belajar adalah perubahan lebih giat untuk melakukan hal-hal yang berhubungan
dengan belajar yang dapat dilihat dari aktivitas siswa, kehadiran siswa, nilai
siswa, antusiasme pelajaran, konsentrasi belajar dan kedisiplinan belajar.




                                    31
                                                                                    32


                                       BAB III
                       METODOLOGI PENELITIAN


3.1.   METODE PENENTUAN DAERAH PENELITIAN
       Menurut Yamin Setiawan (2007), Teknik penentuan responden / sampel dibagi
atas 8 jenis teknik sampling, antara lain :
          Proportional Random Sampling:
           Pengambilan sample dengan memperhatikan proporsi jumlah sub-sub
           populasi.
          Stratified Random Sampling:
           Pengambilan sample dengan memperhatikan strata dalam populasi.
          Cluster Random Sampling:
           Pengambilan sample dengan memperhatikan sub-sub populasi, kemudian
           sub-sub populasi yang ada dipilih satu secara random.
          Purposive Random Sampling:
           Pengambilan sampel dengan mengacak. Sebelum diacak, dipilih terlebih
           dahulu orang-orang yang menjadi sampel penelitian berdasarkan ciri-ciri
           khusus yang berkaitan dengan tujuan penelitian.
          Area Random Sampling:
           Pengambilan sample dengan memperhatikan besar kecilnya wilayah
           populasi.
          Incidental Sampling:
           Populasi tidak jelas kedudukannya sehingga menjadikan orang-orang yang
           berhasil ditemui pada tempat dan waktu tertentu sebagai sampel penelitian.
          Kuota Sampling:
           Menetapkan orang-orang yang akan menjadi sampel penelitian adalah orang-
           orang yang menyerahkan / mengumpulkan angket / skala yang paling awal
           dengan jumlah tertentu yang telah ditetapkan peneliti.
          Simple Random Sampling:
           Diperuntukkan untuk populasi yang homogen, dengan cara mengambil orang
           langsung secara random.




                                              32
                                                                                   33

        Menurut Tatang M. Amirin (2011), “bahwa purposive sampling adalah
pengambilan sampel secara sengaja sesuai dengan persyaratan sampel yang diperlukan.
Dalam bahasa sederhana purposive sampling itu dapat dikatakan sebagai secara sengaja
mengambil sampel tertentu (jika orang maka berarti orang-orang tertentu) sesuai
persyaratan (sifat-sifat, karakteristik, ciri, kriteria) sampel”.
        Oleh karena itu dalam penelitian ini penentuan daerah penelitian secara
Purposive Random Sampling yaitu di SMA Negeri Darussholah Singojuruh Kecamatan
Singojuruh Kabupaten Banyuwangi.


3.2.    METODE PENENTUAN RESPONDEN
        SMA Negeri Darussholah Singojuruh Kecamatan Singojuruh Kabupaten
Banyuwangi pada tahun pelajaran 2011/2012 yang memiliki 11 (sebelas) Rombongan
Belajar, terdiri dari Kelas X (X.1; X.2; X.3; X.4; X5), Kelas XI (XI.IPA.1; XI.IPA.2;
XI.IPS.1; XI.IPS2; XI.IPS3) dan Kelas XII (XII.IPA.1; XII.IPA.2; XII.IPS.1; XII.IPS2),
dan peneliti memilih Kelas XI sebagai obyek penelitian.


TABEL 1.2.5.1         Rekapitulasi Siswa SMAN Darussholah Tahun Pelajaran
                      2011/2012
                               JENIS
                                                                JUMLAH     JML
   NO       KELAS           KELAMIN              JML
                                                                          TOTAL
                            L        P                         L     P
    1        X.1            20       21              41
    2        X.2            19       23              42
    3        X.3            23       20              43       105   104    209
    4        X.4            22       20              42
    5        X.5            21       20              41
    6      XI.IPA 1         16       26              42
    7      XI.IPA 2         14       25              39
    8      XI.IPS 1         12       24              36        75   114    189
    9      XI.IPS 2         17       19              36
   10      XI.IPS 3         16       20              36
   11     XII.IPA 1         14       13              27
   12     XII.IPA 2         10       17              27
                                                               54    68    122
   13     XII.IPS 1         14       20              34
   14     XII.IPS 2         16       18              34
        JUMLAH             234      286             520       234   286    520
  Sumber        : Dokumen SMAN Darussholah Tahun Pelajaran 2011/2012
        Dari data tersebut di atas terlihat bahwa Kelas XI berjumlah 189 siswa. Guna
mendukung kegiatan penelitian ini maka peneliti mengambil 100 responden.



                                               33
                                                                                        34

        Menurut rumus Slovin dalam Susila, Spina Electra (2010:71), “rumus
menentukan jumlah sampling adalah sebagai berikut :
                            Jumlah Siswa per Kelas
         Jumlah Sampel                              100
                           Jumlah Keseluruhan Siswa

        Berdasarkan rumus di atas maka pada masing-masing kelas sampel yang diambil
dapat dihitung sebagai berikut :
TABEL 1.2.5.2       Penentuan Responden dari Siswa Kelas XI SMAN Darussholah
                    Singojuruh Tahun Pelajaran 2011/2012

       Kelas        Jml Siswa      Responden       Dibulatkan        L             P
Kelas XI.IPA.1          42        22,2222              22            8             14
Kelas XI.IPA.2          39       20,63492              21            7             14
Kelas XI.IPS.1          36       19,04762              19            6             13
Kelas XI.IPS.2          36       19,04762              19            9             10
Kelas XI.IPS.2          36       19,04762              19            8             11
                  TOTAL                               100            38            62
  Sumber       : Hasil rumusan Peneliti

3.3.    METODE PENGUMPULAN DATA
        3.1.1. Angket
               Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, arti kata Angket adalah
        “/angkét/ n daftar pertanyaan tertulis mengenai masalah tertentu dengan ruang
        untuk jawaban bagi setiap pertanyaan” (2008 : 71).
               Metode pengumpulan data adalah cara-cara yang dapat digunakan oleh
        peneliti untuk mengumpulkan data. Cara merujuk pada sesuatu yang abstrak,
        tetapi dapat diwujudkan dalam benda yang kasat mata, tetapi hanya dapat
        dipertontonkan penggunaannya.
               Ada beberapa pengertian kuesioner yang diungkapkan oleh para ahli
        Menurut Nazir, kuesioner atau daftar pertanyaan adalah sebuah set pertanyaan
        yang secara logis berhubungan dengan masalah penelitian, dan tiap pertanyaan
        merupakan jawaban-jawaban yang mempunyai makna dalam menguji hipotesis.
        Daftar pertanyaan tersebut dibuat cukup terperinci dan lengkap.
               Menurut     Suharsimi   Arikunto,    “Kuesioner/angket     adalah   daftar
        pertanyaan yang diberikan kepada orang lain yang bersedia memberikan respon
        sesuai dengan permintaan pengguna” (2007).




                                           34
                                                                             35

       Dengan demikian angket/kuesioner adalah daftar pertanyaan yang
disiapkan oleh peneliti dimana tiap pertanyaannya berkaitan dengan masalah
penelitian. Angket tersebut pada akhirnya diberikan kepada responden untuk
dimintakan jawaban.
       Angket merupakan daftar pertanyaan yang diberikan kepada orang lain
dengan maksud agar orang yang diberikan tersebut bersedia memberikan respon
sesuai dengan permintaan pengguna. Selanjutnya angket menurut Suharsimi
Arikunto, dapat dibedakan menjadi:
1. Angket terbuka yaitu angket yang disajikan dalam bentuk sedemikian rupa
   sehingga responden dapat memberikan isian sesuai dengan kehendak dan
   keadaannya. Angket terbuka dipergunakan apabila peneliti belum dapat
   memperkirakan atau menduga kemungkinan alternatif jawaban yang ada
   pada responden.
2. Angket tertutup yaitu angket yang disajikan dalam bentuk sedemikian rupa
   sehingga responden tinggal memberikan tanda centang (V) pada kolom atau
   tempat yang sesuai.
3. Angket campuran yaitu gabungan antara angket terbuka dengan angket
   tertutup.
       Angket sebagai alat pengumpul data mempunyai beberapa keuntungan.
Menurut Suharsimi Arikunto keuntungan menggunakan angket antara lain:
1. Tidak memerlukan hadirnya peneliti
2. Dapat diberikan secara serempak kepada banyak responden
3. Dijawab oleh responden menurut kecepatan masing-masing dan menurut
   waktu senggang responden
4. Dapat dibuat anonim sehingga responden bebas, jujur, dan tidak malu-malu
   menjawab
5. Dapat dibuat berstandar sehingga semua responden dapat diberi
        Dalam hal ini peneliti menggunakan angket / kuesioner yang bersifat
tertutup. Hal ini peneliti gunakan agar jawaban dari pertanyaan dapat dideteksi
dan dinilai sedemikian rupa, serta menghindari hal-hal yang mengembang
sehingga penelitian sulit mencari titik permasalahan untuk data pengujian.




                                   35
                                                                               36

3.1.2. Observasi
        Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, observasi “adalah n
pengamatan; peninjauan” (2008 : 1014).
        Menurut Kuswanto (2011), Observasi adalah metode pengumpulan data
melalui pengamatan langsung atau peninjauan secara cermat dan langsung di
lapangan atau lokasi penelitian. Dalam hal ini, peneliti dengan berpedoman
kepada desain penelitiannya perlu mengunjungi lokasi penelitian untuk
mengamati langsung berbagai hal atau kondisi yang ada di lapangan. Penemuan
ilmu pengetahuan selalu dimulai dengan observasi dan kembali kepada
observasi untuk membuktikan kebenaran ilmu pengetahuan tersebut.
1.   Tujuan Observasi
        Dengan observasi kita dapat memperoleh gambaran tentang kehidupan
sosial yang sukar untuk diketahui dengan metode lainnya. Observasi dilakukan
untuk menjajaki sehingga berfungsi eksploitasi. Dari hasil observasi kita akan
memperoleh gambaran yang jelas tentang masalahnya dan mungkin petunjuk-
petunjuk tentang cara pemecahannya. Jadi, jelas bahwa tujuan observasi adalah
untuk memperoleh berbagai data konkret secara langsung di lapangan atau
tempat penelitian.
2.   Jenis-jenis Observasi
        Berdasarkan pelaksanaan, observasi dapat dibagi dalam dua jenis, yaitu
observasi partisipasi dan observasi non partisipasi.
     a. Observasi partisipasi
        Observasi partisipasi adalah observasi yang melibatkan peneliti atau
        observer secara langsung dalam kegiatan pengamatan di lapangan. Jadi,
        peneliti bertindak sebagai observer atau peneliti merupakan bagian dari
        kelompok yang ditelitinya. Keuntungan cara ini adalah peneliti
        merupakan bagian yang integral dari situasi yang dipelajarinya sehingga
        kehadirannya tidak memengaruhi situasi penelitian. Kelemahannya,
        yaitu ada kecenderungan peneliti terlampau terlibat dalam situasi itu
        sehingga prosedur yang berikutnya tidak mudah dicek kebenarannya
        oleh peneliti lain.
     b. Observasi non partisipasi
        Observasi non partisipasi adalah observasi yang dalam pelaksanaannya
        tidak melibatkan peneliti sebagai partisipasi atau kelompok yang diteliti.


                                    36
                                                                              37

          Cara ini banyak dilakukan pada saat ini. Kelemahan cara ini antara lain
          kehadiran pengamat dapat memengaruhi sikap dan perilaku orang yang
          diamatinya.
3.   Instrumen yang Digunakan dalam Melakukan Observasi
          Instrumen yang digunakan dalam melakukan observasi, yaitu checklist,
rating scale, anecdotal record, catatan berkala, dan mechanical device.
     a.    Check list,
           Merupakan suatu daftar yang berisikan nama-nama responden dan
           faktor- faktor yang akan diamati.
     b.    Rating scale,
           merupakan instrumen untuk mencatat gejala menurut tingkatan-
           tingkatannya.
     c.    Anecdotal record,
           Merupakan catatan yang dibuat oleh peneliti mengenai kelakuan-
           kelakuan luar biasa yang ditampilkan oleh responden.
     d.    Mechanical device,
           Merupakan alat mekanik yang digunakan untuk memotret peristiwa-
           peristiwa tertentu yang ditampilkan oleh responden.
4.   Keuntungan          dan   Kelemahan       Penggunaan    Observasi    dalam
     Pengumpulan Data
     a.    Kelebihan observasi
           Kelebihan dari observasi, antara lain:
           1)   Pengamat mempunyai kemungkinan untuk langsung mencatat hal-
                hal, perilaku pertumbuhan, dan sebagainya, sewaktu kejadian
                tersebut masih berlaku, atau sewaktu perilaku sedang terjadi
                sehingga pengamat tidak menggantungkan data-data dari ingatan
                seseorang.
           2)   Pengamat dapat memperoleh data dan subjek, baik dengan
                berkomunikasi verbal ataupun tidak, misalnya dalam melakukan
                penelitian. Sering subjek tidak mau berkomunikasi secara verbal
                dengan peneliti karena takut, tidak punya waktu atau enggan.
                Namun, hal ini dapat diatasi dengan adanya pengamatan
                (observasi) langsung.



                                        37
                                                                                 38

     b.   Kelemahan observasi
          Kelemahan dari observasi, antara lain:
          1) Memerlukan       waktu   yang   relatif   lama   untuk   memperoleh
              pengamatan langsung terhadap satu kejadian, misalnya adat
              penguburan suku Toraja dalam peristiwa ritual kematian, maka
              seorang peneliti harus menunggu adanya upacara adat tersebut
          2) Pengamat biasanya tidak dapat melakukan terhadap suatu fenomena
              yang berlangsung lama, contohnya kita ingin mengamati fenomena
              perubahan suatu masyarakat tradisional menjadi masyarakat modern
              akan sulit atau tidak mungkin dilakukan.
          3) Adanya kegiatan-kegiatan yang tidak mungkin diamati, misalnya
              kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan hal-hal yang sifatnya
              pribadi, seperti kita ingin mengetahui perilaku anak saat orang tua
              sedang bertengkar, kita tidak mungkin melakukan pengamatan
              langsung terhadap konflik keluarga tersebut karena kurang jelas.
5.   Langkah-langkah dalam Observasi
     Langkah-langkah dalam melakukan observasi adalah sebagai berikut.
     a.   Harus diketahui di mana observasi itu dapat dilakukan.
     b.   Harus ditentukan dengan pasti siapa saja yang akan diobservasi.
     c.   Harus diketahui dengan jelas data-data apa saja yang diperlukan.
     d.   Harus diketahui bagaimana cara mengumpulkan data agar berjalan
          mudah dan lancar.
     e.   Harus diketahui tentang cara mencatat hasil observasi, seperti telah
          menyediakan buku catatan, kamera, tape recorder, dan alat-alat tulis
          lainnya.
6.   Beberapa Hal yang Menjadi Bahan Pengamatan
     Hal-hal yang biasanya menjadi pengamatan seorang peneliti yang
menggunakan metode pengamatan adalah sebagai berikut.
     a.   Pelaku atau partisipan, menyangkut siapa saja yang terlibat dalam
          kegiatan yang diamati, apa status mereka, bagaimana hubungan mereka
          dengan kegiatan tersebut, bagaimana kedudukan mereka dalam
          masyarakat atau budaya tempat kegiatan tersebut, kegiatan menyangkut
          apa yang dilakukan oleh partisipan, apa yang mendorong mereka



                                      38
                                                                                 39

          melakukannya, bagaimana bentuk kegiatan tersebut, serta akibat dari
          kegiatan tersebut.
     b.   Tujuan, menyangkut apa yang diharapkan partisipan dari kegiatan atau
          peristiwa yang diamati.
     c.   Perasaan, menyangkut ungkapan-ungkapan emosi partisipan, baik itu
          dalam bentuk tindakan, ucapan, ekspresi muka, atau gerak tubuh.
     d.   Ruang atau tempat, menyangkut lokasi dari peristiwa yang diamati serta
          pandangan para partisipan tentang waktu.
     e.   Waktu, menyangkut jangka waktu kegiatan atau peristiwa yang diamati
          serta pandangan para partisipan tentang waktu.
     f.   Benda atau alat, menyangkut jenis, bentuk, bahan, dan kegunaan benda
          atau alat yang dipakai pada saat kegiatan berlangsung.
     g.   Peristiwa, menyangkut kejadian-kejadian lain yang terjadi bersamaan
          atau seiring dengan kegiatan yang diamati.
7.   Bentuk-bentuk Metode Pengamatan
          Berdasarkan keterlibatan penelitinya, metode pangamatan dibedakan
sebagai berikut.
     a.   Pengamatan biasa
          Pada pengamatan biasa, pengamat merupakan orang yang sepenuhnya
          melakukan pengamatan (complete observer), la tidak memiliki
          keterlibatan apa pun dengan pelaku yang menjadi objek penelitian.
     b.   Pengamatan terkendali (controlled observation)
          Dalam pengamatan terkendali, pengamat juga sepenuhnya melakukan
          pengamatan. la tidak memiliki hubungan apa pun dengan objek (pelaku)
          yang diamatinya. Akan tetapi, berbeda dengan pengamatan biasa pada
          pengamatan    terkendali   orang   yang menjadi         sasaran penelitian
          ditempatkan dalam suatu ruangan yang dapat diamati oleh peneliti.
          Dalam lingkungan yang terbatas tersebut, pengamat mengadakan
          berbagai percobaan atas diri para sasaran penelitian.
          Pengamatan terkendali umumnya dikembangkan untuk meningkatkan
          ketepatan dalam melaporkan hasil pengamatan dan biasanya banyak
          digunakan dalam penelitian yang mengkhususkan perhatian pada usaha
          mengetahui sebanyak mungkin sifat kelompok kecil.



                                     39
                                                                              40

   c.   Pengamatan terlibat (participant observation)
        Pengamatan terlibat merupakan jenis pengamatan yang paling sering
        digunakan dalam penelitian antropologi khususnya etnografi. Metode
        semacam ini dalam bahasa Jerman disebut juga verstehen, yaitu suatu
        metode yang memungkinkan terjadinya keterlibatan seorang peneliti
        pada masyarakat yang dijadikan objek penelitiannya.
        Dalam pengamatan terlibat, pengamat ikut berpartisipasi dalam kegiatan
        yang diamati. Caranya peneliti datang ke lokasi penelitian, tinggal di
        tempat tersebut untuk jangka waktu tertentu, mempelajari bahasa, atau
        dialek setempat, kemudian berpartisipasi dalam kehidupan sehari-hari
        sambil melakukan pengamatan.
        Berdasarkan tingkat keterlibatan penelitinya, pengamatan terlibat
        dibedakan sebagai berikut.
        1) Pengamat sepenuhnya terlibat (complete participation).
           Pada pengamatan jenis ini, pengamat sepenuhnya terlibat sehingga
           pelaku yang menjadi objek penelitian tidak mengetahui bahwa
           mereka sedang diamati.
        2) Pengamat berperan sebagai peserta (observeras participant)
           Pada pengamatan jenis ini, keterlibatan pengamat dalam kegiatan-
           kegiatan yang diselenggarakan objek yang diteliti masih ada. Namun,
           keterlibatan ini bersifat sangat terbatas karena pengamat berada di
           tempat penelitian hanya untuk jangka pendek. Dibandingkan dengan
           pengamatan penuh, pengamatan jenis ini jelas relatif lebih mudah
           dan lebih cepat dilakukan.
        3) Pengamat berperan sebagai pengamat (complete participant as
           observer).
           Pada pengamatan jenis ini, status pengamat selaku peneliti diketahui
           para pelaku yang menjadi objek penelitian.
        Selain berdasarkan tingkat keterlibatan penelitinya, metode pengamatan
juga dibagi berdasarkan cara pengamatan yang dilakukan seperti berikut ini.
   a.   Pengamatan tidak berstruktur
        Pada pengamatan yang tidak berstruktur, tidak ada suatu ketentuan
        mengenai apa yang harus diamati oleh pengamat. Sebelum mulai



                                     40
                                                                                41

           mengumpulkan data, pengamatnya tidak mempunyai format pencatatan
           atau ketentuan baku tentang cara-cara pencatatan hasil pengamatan.
           Pengamatan yang tidak berstruktur sering digunakan dalam penelitian-
           penelitian antropologi    ataupun dalam penelitian yang sifatnya
           eksploratori.
     b.    Pengamatan berstruktur
          Pada pengamatan berstruktur, apa yang hendak diamati telah
          direncanakan oleh peneliti secara sistematis, sehingga isi pengamatan
          lebih sempit dan lebih terarah dibanding isi pengamatan yang tidak
          berstruktur. Dalam mengumpulkan data, peneliti berpedoman kepada
          format pencatatan atau ketentuan baku            yang telah ditetapkan
          sebelumnya.
8.   Alat-alat Pengamatan
          Untuk menambah ketepatan pengamatan, selain dilengkapi dengan alat-
alat untuk mencatat, biasanya peneliti juga dilengkapi dengan alat-alat sebagai
berikut.
          a.   Tape recorder, untuk merekam pembicaraan.
          b.   Kamera, untuk merekam berbagai kegiatan secara visual.
          c.   Film atau video, untuk merekam kegiatan objek penelitian secara
               audio-visual.
          d.   Buku dan pulpen, untuk mencatat hasil penelitian.
          Seorang pengamat tentu saja tidak harus menggunakan seluruh peralatan
di atas. Penggunaan alat-alat tersebut disesuaikan dengan kebutuhan penelitian
dan kemampuan peneliti.
9.   Prinsip-prinsip Pengamatan
          Untuk memperoleh hasil yang baik, seseorang yang hendak melakukan
pengamatan sebaiknya memerhatikan prinsip-prinsip pengamatan sebagai
berikut.
          a.   Pengamatan sebagai suatu cara pengumpulan data harus dilakukan
               secara cermat, jujur, dan objektif serta terfokus pada objek yang
               diteliti.
          b.   Dalam menentukan objek yang hendak diamati, seorang pengamat
               harus mengingat bahwa makin banyak objek yang diamati, makin
               sulit pengamatan dilakukan dan makin tidak teliti hasilnya.


                                      41
                                                                                        42

              c.   Sebelum        pengamatan    dilaksanakan,    pengamat      sebaiknya
                   menentukan cara dan prosedur pengamatan.
              d.   Agar pengamatan lancar, pengamat perlu memahami apa yang
                   hendak dicatat serta bagaimana membuat catatan atas hasil
                   pengamatan yang terkumpul.
              Dalam hal ini peneliti menggunakan metode observasi sebagai
       perbandingan serta validasi dari angket yang telah dibuat sebelumnya. Selain itu
       metode observasi dilakukan adalah sebagai bahan dasar pemikiran untuk
       pengolahan analisa yang akan peneliti lakukan.

       3.1.3. Dokumentasi
              Metode Dokumentasi adalah sekumpulan berkas yakni mencari data
       mengenai hal-hal berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti,
       notulen, agenda dan sebagainya. Dari pengertian di atas, dapat dipahami bahwa
       metode dokumentasi dapat diartikan sebagai suatu cara pengumpulan data yang
       diperoleh dari dokumen-dokumen yang ada atau catatan-catatan yang tersimpan,
       baik itu berupa catatan transkrip, buku, surat kabar, dan lain sebagainya.
              Adapun sumber data pengumpulan data dengan metode dokumentasi
       adalah sebagai berikut :
              1. Absensi kehadiran
              2. Jurnal Kelas
              3. Monitoring
              4. Daftar Nilai
              5. Catatan Guru BK
              Dalam hal ini data hasil dari pengumpulan data metode dokumentasi
       peneliti gunakan sebagai data awal perbandingan situasi siswa yang akan
       peneliti amati.

3.4.   METODE ANALISA DATA
              Menurut Usman, H. dan R. Purnomo Setiady Akbar. (2000), “macam-
       macam teknik korelasi antara lain :
          Product Moment Pearson : Kedua variabelnya berskala interval
          Rank Spearman : Kedua variabelnya berskala ordinal
          Point Serial : Satu berskala nominal sebenarnya dan satu berskala interval



                                           42
                                                                               43


   Biserial : Satu berskala nominal buatan dan satu berskala interval
   Koefisien kontingensi : Kedua varibelnya berskala nominal” (2000:3)
         Dari pendapat para tokoh di atas, maka dalam hal penelitian ini, peneliti
memilih Teknik Korelasi Product Moment. Dasarnya, mengingat judul skripsi
Studi Korelasi antara Media Pembelajaran dengan Minat Belajar, merupakan
data yang liner dan tidak berlawanan, artinya antara satu dengan yang lain
memiliki strata dan level yang sama. Dengan asumsi bahwa dengan peningkatan
media pembelajaran maka terjadi minat belajar siswa.
         Alasan mengapa peneliti menggunakan Teknik Korelasi Product
Moment adalah :
Kegunaan Korelasi Product Moment Pearson
   Untuk menyatakan ada atau tidaknya hubungan antara variabel X dengan
    variabel Y.
   Untuk menyatakan besarnya sumbangan variabel satu terhadap yang lainnya
    yang dinyatakan dalam persen.
Asumsi
   Data berdistribusi Normal
   Variabel yang dihubungkan mempunyai data linear.
   Variabel yang dihubungkan mempunyai data yang dipilih secara acak.
   Variabel yang dihubungkan mempunyai pasangan yang sama dari subyek
    yang sama pula
   (variasi skor variabel yang dihubungkan harus sama).
   Variabel yang dihubungkan mempunyai data interval atau rasio.
         Gambaran dari korelasi ini dapat dirumuskan sebagai berikut :
                  n XY   X Y
rxy 
         N  X 2   X     nY 2  Y 
                         2                 2



Dengan langkah-langkah sebagai berikut :
1) Menuliskan Ho dan Ha dalam bentuk kalimat
    Misalnya :
    Ho     :   tidak terdapat hubungan antara media pembelajaran dengan minat
               belajar siswa kelas XI di SMAN Darussholah Singojuruh
    Ha     :   terdapat hubungan antara media pembelajaran dengan minat
               belajar siswa kelas XI di SMAN Darussholah Singojuruh


                                    43
                                                                              44

2) Menuliskan Ho dan Ha dalam bentuk statistik
   Misalnya :
   Ho        :r=0
   Ha        :r≠0


3) Menentukan X dan Y dan kemudian membuat tabel penolong.
   X adalah variabel yang mempengaruhi misal (Media Pembelajaran)
   Y adalah variabel yang dipengaruhi misal (Minat Belajar Siswa)
   Kemudian ditentukan angka dan dimasukkan dalam tabel sebagai berikut:
    No. Resp         X             Y            XY          X2       Y2

                    X            Y            XY       X     2
                                                                     Y   2



4) Memasukkan data dalam sebuah rumusan.
   Rumus :
                    n XY   X Y
    rxy 
            N  X 2   X       nY 2  Y 
                              2                      2



   Dengan interpretasi nilai r adalah sebagai berikut :
    r                          Interpretasi / Hubungan
    0,80 < r < 1,00            Sangat kuat
    0,60 < r < 0,80            Kuat
    0,40 < r < 0,60            Cukup Kuat
    0,20 < r < 0,40            Rendah
    0,00 < r < 0,20            Sangat Rendah
   Sumber : Riduwan (2005 : 138)
5) Menentukan taraf signifikasi (α)
   Dalam hal ini taraf signifikasi α = 0,01 atau α = 0,05
6) Menghitung dinilai r tabel (df)
   Rumus : df = n - 2
7) Menentukan kriteria pengujian
   Jika rtabel ≤ rhitung <rtabel, maka Ho diterima
8) Membandingkan rhitung dengan rtabel
   Jika thitung > ttabel maka Ho dan Ha diterima
9) Menyimpulkan
   Jika Ho diterima maka ada hubungan, dan sebaliknya.




                                       44
                                                                               45


                                   BAB IV
     LAPORAN PENELITIAN DAN ANALISA DATA


4.1. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN
   4.1.1. Sejarah Singkat Daerah Penelitian
          SMA Negeri Darussholah berdiri sejak tanggal 01 Juni 2003. Pada
   awalnya sekolah ini menggunakan gedung SDN 1 Singojuruh dan Koramil
   Singojuruh sebagai tempat kegiatan belajar mengajar. Pada tanggal 3 November
   2003 SK Bupati No. 13 Tahun 2003 menyatakan tentang Pendirian SMA Negeri
   Darussholah Singojuruh. Pada tanggal 1 Desember 2005 SK Bupati Nomor
   118/881/IMB/429.012/2005 tentang Izin Mendirikan Bangunan.
          Nama Darussholah berasal dari usulan MWC NU dan beberapa tokoh
   pendiri SMA, serta lokasi tanah yang merupakan milik Pengasuh PP. Darussholah
   Gumirih, yang pada akhirnya tanah tersebut diserahkan ke Pemerintah Kabupaten
   Banyuwangi. Namun       kemudian tanah tersebut menjadi beban sekolah untuk
   membeli kepada pengasuh pondok dan sampai sekarang tanah itu belum lunas.
          Sejak saat itulah maka SMA Negeri Darussholah sudah menempati
   gedung sendiri dengan jumlah 6 RKB dan 1 buah gedung perpustakaan yang
   sampai sekarang     gedung tersebut masih digunakan sebagai kantor Kepala
   Sekolah, Guru dan Tata Usaha.
          Sejak berdiri sampai dengan sekarang, SMA Negeri Darussholah telah
   berganti pucuk pimpinan (Kepala Sekolah), dari data sekolah, daftar pimpinan
   dan periode nya adalah sebagai berikut :
          1. ASMU’I HARDI ADMOJO, SH.             Tahun 2003 (filial SMAN 1
              Rogojampi)
          2. Drs. SUHUD AR, SH., MM. Tahun 2003 – 2005
          3. Drs. CATUR PAMARTO, M.Pd. Tahun 2005
          4. HADI SUTJIPTO, S.Pd. Tahun 2006 – 2007
          5. Drs. SUTJIPTO Tahun 2007 – 2008
          6. H. MUJIB, S.Pd. Tahun 2008 – 2009
          7. Drs. YASENI Tahun 2010 – 2011
          8. Drs. EDY SUNYOTO masuk tanggal 24 Desember 2011



                                       45
                                                                               46

         Sampai saat ini, sekolah telah meluluskan 6 Angkatan yang tiap tahunnya
mengalami peningkatan prestasi baik jurusan IPA maupun IPS di tingkat
Kabupaten.


4.1.2. Sarana Prasarana
Tabel 4.1.2.1       Data Gedung SMAN Darussholah Singojuruh Tahun
                    Pelajaran 2011/2012

                                                        KETERANGAN
  No.               JENIS BANGUNAN
                                                        Jml    Luas (m2)
    1.    Ruang Teori/Kelas                             113      1.053
    2.    Laboratorium IPA
    3.    Laboratorium Kimia                              1               96
    4.    Laboratorium Fisika
    5.    Laboratorium Biologi
    6.    Laboratorium Bahasa                             1               96
    7.    Laboratorium IPS
    8.    Laboratorium Komputer
    9.    Laboratorium Multimedia                         1            96
   10.    Ruang Perpustakaan Konvensional                 1            96
   11.    Koperasi/Toko                                   1             9
   12.    Ruang BP/BK                                     1            4,5
   13.    Kamar Mandi/WC Guru Laki-laki                   1             3
   14.    Kamar Mandi/WC Guru Perempuan                   1             3
   15.    Kamar Mandi/WC Siswa Laki-laki                  2             3
   16.    Kamar Mandi/WC Siswa Perempuan                  2             3
   17.    Ruang Satpam                                    1             6
   18.    Kantin Sekolah                                  3            27
   19.    Pagar Keliling                                  1           1.000
   20.    Tempat Parkir Guru                              1            27
   21.    Tempat Parkir Siswa                             1            36
   22.    Lapangan Volly                                  1            72
   23.    Lapangan Upacara                                1           1.118
 Sumber : LISM SMAN Darussholah Tahun 2011
Tabel 4.1.2.2       Data Inventaris Barang SMAN Darussholah Singojuruh
                    Tahun Pelajaran 2011/2012

  No.                    Inventaris                           JUMLAH
  1.      Meja Guru                                             20 buah
  2.      Kursi Guru                                            40 buah
  3.      Meja Murid                                           261 buah
  4.      Kursi Murid                                          522 buah
  5.      Whiteboard                                            13 buah
  6.      Lemari Kayu                                           15 buah
  7.      Lemari Besi                                            1 buah
  8.      Komputer                                              17 buah


                                      46
                                                                                47


  No.                  Inventaris                      JUMLAH
    9.  Printer                                          1 buah
   10. Layar Proyektor                                   2 buah
   11. Proyektor                                         3 buah
   12. Laptop                                            1 buah
   13. Speaker                                           2 buah
   14. Salon Aktif                                       1 buah
   15. Alat Olah raga Atletik                             1 Set
   16. Meja Pingpong                                     1 buah
   17. Net Volley                                        1 buah
   18. Net Badminton                                     1 buah
   19. Net Pingpong                                      1 buah
   20. Bola volley                                       2 buah
   21. Bola Sepak                                        2 buah
   22. Microskup                                         5 buah
   23. Gelas Ukur                                        5 buah
   24. Cawan Petri                                       2 buah
   25. Bahan Lab IPA                                      1 set
   26. Alat Lab Ipa                                       1 set
   27. Alat kebersihan                                    5 set
   28. Tempat Sampah                                    10 buah
 Sumber : Data Sarana Prasarana SMAN Darussholah Tahun 2011
4.1.3. Data Kepegawaian
Data Kepala Sekolah, Guru dan Tenaga Administrasi berdasarkan
Golongan dan jenis kelamin

Tabel 4.1.3.1      Data KS, Guru dan Tenaga Administrasi Berdasarkan
                   Golongan Dan Jenis Kelamin

                                    Status Kepegawaian
                                      Tetap                                Jumlah
                                                                   Tidak        6)
    Jabatan
                 Gol. I   Gol. II    Gol. III  Gol. IV   Yayasan   Tetap
                 L    P   L     P    L      P   L    P   L    P    L   P   L         P
    Ka. Sek                                     1                          1          -
     Guru                            11     9   3                  9   5   23        14
 Tenaga Admin.                                                     6   2   6          2
 Sumber : LISM SMAN Darussholah Tahun 2011




                                    47
                                    48




Gambar 4.1.3. Struktur Organisasi




               48
Daftar KS dan Guru

Tabel 4.1.3.2          Daftar Nama KS, Guru PNS SMAN Darussholah
                       Singojuruh Tahun Pelajaran 2011/2012

 No                 Nama                      Nip             L/p   Guru Bidang Studi
 1    Drs. YASENI.                    19610806 199003 1 003   L     KS/ Matematika
 2    Drs.Dardiri                     19560804 198503 1 011   L     Pend. Ag. Islam
 3    Drs.Rusdi, MM.                  19660215 199412 1 003   L     Bhs. Indonesia
 4    Drs. Supriyadi                  19600926 198602 1 002   L     Sejarah
 5    Drs.Saiful Bahri, M.Si.         19621027 199003 1 003   L     PPKn
 6    Mastuki, SS.                    19690212 199903 1 004   L     Bahasa Inggris
 7    Dra. Inayah                     19631220 199703 2 001   P     Matematika
 8    Atik Suprihatiningsih, S.Pd.    19690525 200312 2 004   P     Geografi
 9    Asmuni Tarmidzi, SE.            19690504 200312 1 006   L     M. Manajement
 10   Ahmad Fatoni, S.Pd.             19710711 200312 1 003   L     Biologi
 11   Basuki Rahmat, S.Pd.            19710111 200312 1 007   L     Pend. Seni
 12   Siti Mutmainah, S.Pd.           19651020 200501 2 002   P     Ekonomi Akuntansi
 13   Trisnowati, S.Pd.               19730901 200501 2 005   P     Fisika
 14   Dra. Supiyah                    19671111 200604 2 006   P     Matematika
 15   Aliyah Lailin Naimah, S.Pd.     19801121 200604 2 029   P     Sosiologi
 16   Eko Diana Budi Santoso, S.Pd.   19711010 200701 1 058   L     Penjasorkes
 17   Dra. Eni Sugiarti               19670420 200701 2 024   P     PPKn
 18   Ali Muthohar, S.Pd.             19690321 200701 1 014   L     Matematika
 19   Lulut Noer Moch. Saichu,S.Pd.   19680120 200701 1 014   L     Bahasa Inggris
 20   Mulyati, S.Pd, MM               19740917 200801 2 018   P     Bahasa Indonesia
 21   Drs. Samsul Aripin              19631111 200801 1 006   L     BP/BK
 22   Drs.Nurholis                    19601008 200604 1 018   L     BP/BK
 23   Sudartik, S.Pd                  19710811 200801 2 019   P     Sosiologi
 Sumber : DUK SMAN Darussholah Singojuruh Revisi 27 Juli 2011
Tabel 4.1.3.3          Daftar Nama Guru Tidak Tetap SMAN Darussholah
                       Singojuruh Tahun Pelajaran 2011/2012


 No                  Nama                TMT TUGAS             Guru Bidang Studi

 1    Hari Waskito, S.Pd.                  01/06/2003     Matematika
 2    Faeruz Abadi, S.Pd.                  01/06/2003     Bahasa Inggris
 3    Langgeng Basuki, S.Pd.               01/06/2003     Biologi
 4    Imam Ahudiat, SE.                    01/06/2003     Eko/Akuntansi
 5    Indarti Retnoningtyas, S.Pd.         01/06/2003     Pend. Seni
 6    Sri Hartiwi                          01/06/2003     Ekonomi
 7    Naning Dwi Jatmiko, SH.              01/07/2004     Bahasa Indonesia
                                                                                              50



  No                 Nama                    TMT TUGAS                 Guru Bidang Studi

  8    Eko Budi Andoyo, SH                       01/07/2003     PPkn
  9    Deny Ardiyanto, SE.                       01/07/2003     Ekonomi
  10   Hoirus Sholeh, S.Pd.                      01/07/2004     Sejarah
  11   Qomari, S.Ag.                             01/07/2004     Bahasa Arab
  12   Nurul Qur'ana, S.Pd,                      01/07/2005     Kimia
  13   Ida Nurhayati, S.Pd.                      01/08/2001     B. Inggris
  14   Suroso, S.Pd.                             01/07/2005     Matematika
  15   Eni Sugiarti, Dra.                        01/07/2005     Sejarah
  16   Wahyu Pinasti, S.Pd.                      01/07/2005     Bahasa Inggris
  Sumber : DUK SMAN Darussholah Singojuruh Revisi 27 Juli 2011


 Daftar Nama Tenaga Administrasi

 Tabel 4.1.3.3          Data Nama Tenaga Administrasi SMAN Darussholah
                        Tahun Pelajaran 2011/2012


                                 Tmt              Kualifikasi
  NO         Nama                                                             Tugas
                                Bekerja           Pendidikan

                                                                   Sarana Prasarana/Teknisi
   1   Helmy Rosyadi           01/07/2003        Diploma
                                                                          Komputer
   2   Hairus Sholeh           01/07/2003        SMA                 Ka. TU / Kesiswaan
   3   Dwi Ratna Suryani       01/07/2004        SMK                       Kesiswaan
   4   Rizal Kunia Vitalis     01/07/2004        Diploma                  Kepegawaian
   5   Sam'an Hadi             01/01/2005        SD                         Satpam
   6   Hanafi                  01/07/2007        SMP                     Peramu Kebun
   7   Sahlani                 01/07/2005        SR                      Peramu Kebun
   8   Beny Ilham              01/07/2009        SMK                        Satpam
  Sumber : DUK SMAN Darussholah Singojuruh Revisi 27 Juli 2011
 4.1.4. Data Siswa
TABEL 4.1.4.1          Rekapitulasi Data Siswa SMAN Darussholah Tahun
                       Pelajaran 2011/2012
                                 JENIS
                                                                   JUMLAH                JML
  NO       KELAS              KELAMIN                  JML
                                                                                        TOTAL
                              L        P                          L              P
   1         X.1              20       21              41
   2         X.2              19       23              42
   3         X.3              23       20              43        105          104          209
   4         X.4              22       20              42
   5         X.5              21       20              41
   6       XI.IPA 1           16       26              42
   7       XI.IPA 2           14       25              39         75          114          189
   8       XI.IPS 1           12       24              36


                                            50
                                                                                              51


                               JENIS
                                                           JUMLAH            JML
     NO         KELAS       KELAMIN          JML
                                                                           TOTAL
                            L        P                    L         P
      9      XI.IPS 2       17       19        36
      10     XI.IPS 3       16       20        36
      11     XII.IPA 1      14       13        27
      12     XII.IPA 2      10       17        27
                                                          54        68        122
      13     XII.IPS 1      14       20        34
      14     XII.IPS 2      16       18        34
         JUMLAH            234      286       520        234       286        520
     Sumber : Data Siswa SMAN Darussholah Singojuruh Tahun Pelajaran 2011/2012



4.2. PENENTUAN RESPONDEN
          Dari data tersebut di atas terlihat bahwa Kelas XI berjumlah 189 siswa.
   Guna mendukung kegiatan penelitian ini maka peneliti mengambil 100 responden.
          Menurut rumus Slovin dalam Susila, Spina Electra (2010:71), “rumus
   menentukan jumlah sampling adalah sebagai berikut :
                                 Jumlah Siswa per Kelas
          Jumlah Sampel                                  100
                                Jumlah Keseluruhan Siswa

          Berdasarkan rumus di atas maka pada masing-masing kelas sampel yang
   diambil dapat dihitung sebagai berikut :
   TABEL 4.2.1              Penentuan Responden dari Siswa Kelas XI SMAN
                            Darussholah Singojuruh Tahun Pelajaran 2011/2012
                                                                           Asli         Respon
      Kelas          J. Siswa        Respon        Dibulatkan
                                                                       L          P    L     P
    XI.IPA.1           42           22,2222           22           16             26   8     14
    XI.IPA.2           39          20,63492           21           14             25   8     13
    XI.IPS.1           36          19,04762           19           12             24   6     13
    XI.IPS.2           36          19,04762           19           17             19   9     10
    XI.IPS.2           36          19,04762           19           16             20   8     11
                       TOTAL                          100                              39    61
     Sumber : Hasil rumusan Peneliti
     Daftar Nama Siswa Responden Sebagai Berikut :
     No       NIS                 Nama                          Jkel                Kelas
      1       1201    AINUL AKODAH                               P                 XI.IPA.1
      2       1205    ANA LUSIANA                                P                 XI.IPA.1
      3       1210    ANUGRAH PENTI RUSLIN                       P                 XI.IPA.1
      4       1407    INDRI                                      P                 XI.IPA.1
      5       1217    BAYU BAGUS APRILIANTO                      L                 XI.IPA.1
      6       1222    BRIAN WAHID HUDA                           L                 XI.IPA.1
      7       1225    DANU ARTHA PUTRA MASADI                    L                 XI.IPA.1
      8       1229    DEVIT KUSUMA WARDANA                       L                 XI.IPA.1



                                              51
                                                           52


No   NIS                 Nama            Jkel    Kelas
 9   1619   DHEA HANA LILIA               P     XI.IPA.1
10   1234   DIKA FARIZAL UTOMO            L     XI.IPA.1
11   1237   DINDA APRILIA WARDANI         P     XI.IPA.1
12   1238   DINY DAMAYYANTI               P     XI.IPA.1
13   1239   DWI HARI SUKAMTO              L     XI.IPA.1
14   1252   FAJAR BARUNA AJI SATRIAWAN    L     XI.IPA.1
15   1257   FRANSISCA IKEWENI             P     XI.IPA.1
16   1260   GILANG PRAMUDYA RESTUAJI      L     XI.IPA.1
17   1265   HILDA AJENG PRATIWI           P     XI.IPA.1
18   1271   IDA WALIDATIL LAILA           P     XI.IPA.1
19   1273   IKKOE SHERLY DAMAYANTI        P     XI.IPA.1
20   1275   INDRA ALI WAFA                L     XI.IPA.1
21   1276   INDRA KURNIAWATI              P     XI.IPA.1
22   1289   LA'ILUL LUTHFI HAKIM          P     XI.IPA.1
23   1194   ADIM ILHAM ASY'ARI            L     XI.IPA.2
24   1197   AHMAD NASTA'IN                L     XI.IPA.2
25   1204   ALDINO DWI S.P.               L     XI.IPA.2
26   1218   BELA SEVILLA GUNAWAN          P     XI.IPA.2
27   1224   DESI HERMAWATI                P     XI.IPA.2
28   1228   DESI WAHYU UTAMI              P     XI.IPA.2
29   1230   DEWI INTAN SARI               P     XI.IPA.2
30   1235   DINA AYU KURNIA               P     XI.IPA.2
31   1243   EKO PRASETIYO                 L     XI.IPA.2
32   1254   FIRMAN SYAH                   L     XI.IPA.2
33   1259   GHEA SELVIA                   P     XI.IPA.2
34   1262   HENDRA RIFI HERMAWAN          L     XI.IPA.2
35   1266   HURIN ROSALINA                P     XI.IPA.2
36   1290   LENI DWI ANGGRAINI            P     XI.IPA.2
37   1304   MAYA FUJI M.                  P     XI.IPA.2
38   1311   MOH. ARDI WIJAYA              L     XI.IPA.2
39   1322   NIF'AN ULUM                   P     XI.IPA.2
40   1326   NUNKKY MARCDIANINGSIH         P     XI.IPA.2
41   1329   NURAINI                       P     XI.IPA.2
42   1337   RENALDY JULIO MARIN           L     XI.IPA.2
43   1339   RENITA AYU LESTARI            P     XI.IPA.2
44   1194   ADIM ILHAM ASY'ARI            L     XI.IPA.2
45   1192   ABDUL AZIS                    L     XI.IPS.1
46   1193   ADI PRATAMA                   L     XI.IPS.1
47   1198   ANGGI PUTRI LESTARI           P     XI.IPS.1
48   1207   ANGGI GALUH PUTRI FIRDAUS     P     XI.IPS.1
49   1216   BAGUS EKO PRASETYO            L     XI.IPS.1
50   1223   DANAR JOVIAN ARISTA           L     XI.IPS.1
51   1227   DESI NOVIYANTI                P     XI.IPS.1
52   1232   DIAJENG TRYAS PRATIWI         P     XI.IPS.1
53   1241   DWI WAHYUNI                   P     XI.IPS.1
54   1242   EFENDI ISMAIL LUTFI           L     XI.IPS.1
55   1245   ELOK FAIGOTUL IMMAH           P     XI.IPS.1
56   1249   ERISA FATMAWATI               P     XI.IPS.1
57   1263   HERDINA WAHYU AL'FIEL         P     XI.IPS.1
58   1270   ICKA DUWI JAYANTI             P     XI.IPS.1
59   1282   KARIMAH                       P     XI.IPS.1



                            52
                                                                             53


      No    NIS                  Nama                  Jkel        Kelas
       60   1314   MOH. NURHUDA                         L         XI.IPS.1
       61   1317   MONICA DINNA SAHARA                  P         XI.IPS.1
       62   1320   NANA YULIYANTI                       P         XI.IPS.1
       63   1328   NUR KAMILA RAHMAWATI                 P         XI.IPS.1
       64   1195   AFGAN AFUAN WIDIAN                   L         XI.IPS.2
       65   1219   BELLA KAPRI KUMALA                   P         XI.IPS.2
       66   1247   ENDRIAN SYAH STIYONO                 L         XI.IPS.2
       67   1248   ERFIANA TIMUR WARDANI                P         XI.IPS.2
       68   1251   FAJAR ARDIYANSYAH                    L         XI.IPS.2
       69   1253   FIKRI WAHYUDI                        L         XI.IPS.2
       70   1256   FITRIA NINGSIH                       P         XI.IPS.2
       71   1264   HERU SUSANTO                         L         XI.IPS.2
       72   1267   HUSNIAH                              P         XI.IPS.2
       73   1277   INDRA NUR CAHYO                      L         XI.IPS.2
       74   1279   INTAN RAHMAWATI                      P         XI.IPS.2
       75   1280   IRHAS DWI SAPUTRO                    L         XI.IPS.2
       76   1281   ITA ERNA SARI                        L         XI.IPS.2
       77   1284   KIKI YUDIAWATI                       P         XI.IPS.2
       78   1285   KHOIRUL WASYITS                      L         XI.IPS.2
       79   1286   KIKI DWI KURNIANTI                   P         XI.IPS.2
       80   1292   LINDA WIJIYANI                       P         XI.IPS.2
       81   1296   LULUK MAS'ULAH                       P         XI.IPS.2
       82   1297   LUSY DAMAYANTI                       P         XI.IPS.2
       83   1191   ABD. AFIF                            L         XI.IPS.3
       84   1199   AHMAD SUMARYONO                      L         XI.IPS.3
       85   1200   AHMAD SUPRIYADI                      L         XI.IPS.3
       86   1206   ANDIYANTO                            L         XI.IPS.3
       87   1211   APRILIYANA                           P         XI.IPS.3
       88   1212   ARI PRASETYO                         L         XI.IPS.3
       89   1213   ARI WIBOWO                           L         XI.IPS.3
       90   1215   ARIYA NUGROHO                        L         XI.IPS.3
       91   1233   ARIYA NUGROHO                        L         XI.IPS.3
       92   1236   DINA LUTFIANA                        P         XI.IPS.3
       93   1240   DWI NOVI RATNA FAUZI                 P         XI.IPS.3
       94   1255   FISTA DESI AINURROHMAH               P         XI.IPS.3
       95   1258   FREDIKTA DANU PRAJA                  L         XI.IPS.3
       96   1261   HALIMATUS SA'DIYAH                   P         XI.IPS.3
       97   1268   HUSNUL HOLIMAH                       P         XI.IPS.3
       98   1269   IBNU MABRUR HASAN                    L         XI.IPS.3
       99   1287   KONIATUL HUSNA                       P         XI.IPS.3
      100   1288   LAILA HARDIYANI                      P         XI.IPS.3
      Sumber : Data Siswa SMAN Darussholah Singojuruh Tahun Pelajaran
                   2011/2012

4.3. PENGOLAHAN DATA
      Data yang akan diambil dalam penelitian ini adalah data Media Pembelajaran
(X) dan Minat Belajar Siswa (Y) yang akan dipecah menjadi beberapa item melalui




                                      53
                                                                                      54

penyebaran data angket pada siswa Kelas XI SMA Negeri Darussholah Singojuruh
Tahun Pelajaran 2011/ 2012. Adapun item yang dimaksud adalah sebagai berikut :
       1. Media Pembelajaran
            a) Media Pembelajaran dengan Aplikasi Presentasi
            b) Media Pembelajaran Visualitatif
       2. Minat Belajar Siswa
            a) Aktivitas Belajar Siswa
            b) Kehadiran Siswa
            c) Nilai Siswa
            d) Antusiasme Pelajaran
            e) Konsentrasi Belajar
            f) Kedisiplinan Belajar
Dari masing-masing item tersebut dibuat 12 pertanyaan dan jawaban yang terdapat skor
per jawaban, kemudian skor tersebut dimasukkan dalam data angket. Setiap pertanyaan
memiliki 3 jawaban yang nilainya telah ditentukan, yaitu Jawaban 1 Nilai = 3, Jawaban
2 Nilai = 2 dan Jawaban 3 Nilai = 1. Kemudian data tersebut dimasukkan dalam sebuah
tabel penyajian dan diolah sebagai perhitungan hubungan / korelasi antara X dan Y.
Lembar angket sebagaimana terlampir.

4.4. PENYAJIAN DATA ANGKET
      4.4.1. Angket aplikasi presentasi
    TABEL 4.4.1          Hasil Angket Aplikasi Presentasi
                                  MEDIA PEMBELAJARAN
                                             (X1)
       No                                                                       JML
                                    a. Aplikasi Presentasi
               1    2    3    4       5   6        7   8     9   10   11   12
       1      3     3    3    3       3   3        3   2     3   2    3    2     33
       2      3     3    3    3       3   3        3   3     3   2    3    3     35
       3      3     3    3    3       3   3        3   3     3   2    3    3     35
       4      3     3    3    2       3   3        3   3     3   3    3    3     35
       5      3     3    3    3       2   3        3   3     3   2    3    3     34
       6      3     3    3    3       3   3        3   3     3   3    3    2     35
       7      3     3    3    2       3   3        2   3     3   3    2    3     33
       8      3     3    3    3       2   3        2   3     3   3    2    3     33
       9      3     3    2    3       3   3        3   2     3   2    3    3     33
       10     3     3    3    2       3   3        3   2     3   3    3    3     34
       11     3     3    3    3       2   2        3   3     3   3    3    3     34
       12     3     3    3    3       3   3        2   3     3   3    2    3     34



                                              54
                                                                         55


                     MEDIA PEMBELAJARAN
                                (X1)
No                                                                 JML
                       a. Aplikasi Presentasi
     1   2   3   4      5    6        7   8     9   10   11   12
13   3   3   3   2      3    3        3   2     3   3    3    3    34
14   3   3   3   3      2    3        3   2     3   2    3    3    33
15   3   3   2   3      3    3        2   3     2   3    3    3    33
16   3   3   3   2      3    3        3   2     3   3    3    3    34
17   3   3   3   2      3    3        3   2     2   3    3    3    33
18   3   3   3   3      3    3        3   3     3   3    3    3    36
19   3   3   3   3      2    3        3   3     3   2    3    3    34
20   3   3   3   3      3    3        3   2     3   3    3    3    35
21   3   3   2   3      2    2        3   3     2   3    3    3    32
22   3   3   3   3      2    3        3   3     3   3    3    3    35
23   3   3   3   3      3    3        3   3     3   3    3    3    36
24   3   3   3   3      2    3        3   3     3   3    3    3    35
25   3   3   3   2      2    3        3   3     3   3    3    3    34
26   3   3   3   3      2    2        2   3     3   3    2    3    32
27   3   3   2   3      3    3        2   2     2   2    2    3    30
28   3   3   3   3      3    3        3   3     3   3    3    3    36
29   3   3   3   3      3    2        3   3     3   2    3    3    34
30   3   3   3   3      3    3        3   1     2   3    3    3    33
31   3   3   3   3      3    3        2   3     3   3    2    3    34
32   3   3   3   3      3    3        3   3     3   3    3    3    36
33   2   3   1   2      3    3        3   3     3   3    3    3    32
34   3   3   3   3      3    2        3   3     3   3    3    3    35
35   2   3   2   3      2    3        3   3     3   2    3    3    32
36   3   3   3   3      3    3        3   3     3   3    3    3    36
37   3   3   3   2      3    2        3   3     2   3    3    3    33
38   3   3   3   3      3    3        2   3     2   3    2    3    33
39   3   3   3   3      3    3        3   3     3   3    3    3    36
40   3   3   2   2      3    3        3   3     3   3    3    3    34
41   3   3   3   3      3    3        3   3     2   3    3    3    35
42   3   3   3   3      3    3        3   3     3   3    3    3    36
43   3   2   3   3      3    3        2   3     3   3    2    2    32
44   3   2   3   3      3    3        3   3     3   3    3    3    35
45   3   3   3   3      2    3        2   3     3   3    2    3    33
46   3   3   2   3      3    3        2   3     2   3    2    3    32
47   3   3   3   3      3    3        3   3     2   3    3    3    35
48   3   3   3   3      3    3        3   3     3   3    3    3    36
49   3   3   3   3      3    3        3   3     3   3    3    3    36
50   3   3   3   3      3    3        3   3     3   3    3    3    36
51   3   3   3   3      3    3        2   3     3   3    2    3    34
52   3   3   3   3      3    3        3   2     3   2    3    3    34
53   3   3   2   2      3    3        3   3     3   3    3    3    34



                                 55
                                                                         56


                     MEDIA PEMBELAJARAN
                                (X1)
No                                                                 JML
                       a. Aplikasi Presentasi
     1   2   3   4      5    6        7   8     9   10   11   12
54   3   3   3   3      3    3        3   3     3   3    3    3    36
55   3   3   3   2      3    3        2   3     3   3    2    3    33
56   3   3   3   3      3    3        3   3     2   3    3    3    35
57   3   3   2   3      2    3        3   3     3   3    3    3    34
58   3   3   3   3      3    3        3   3     3   3    3    3    36
59   3   3   2   2      3    3        3   3     3   3    3    3    34
60   3   3   3   3      3    3        3   3     3   2    3    3    35
61   3   3   3   3      3    3        2   2     3   2    2    3    32
62   3   3   3   2      3    3        3   3     3   3    3    3    35
63   3   3   3   3      3    3        2   3     2   3    2    3    33
64   3   2   3   3      3    2        3   2     3   2    3    3    32
65   3   2   3   3      3    3        2   3     3   3    2    3    33
66   3   2   3   3      3    3        3   2     2   3    3    3    33
67   3   3   2   3      2    3        3   2     2   3    3    3    32
68   3   3   3   3      3    3        3   3     2   3    3    3    35
69   3   3   3   3      2    3        3   3     3   3    3    3    35
70   3   3   2   2      2    2        2   2     3   2    2    3    28
71   3   3   3   3      3    2        3   3     3   3    3    3    35
72   3   3   3   3      3    3        3   3     3   3    3    3    36
73   3   3   3   3      3    3        3   3     3   3    3    3    36
74   3   3   3   3      3    3        3   2     3   2    3    3    34
75   3   3   3   2      3    3        3   3     3   3    3    3    35
76   3   3   2   3      3    2        2   3     3   3    2    3    32
77   3   3   3   3      2    3        3   3     3   3    3    3    35
78   3   3   3   3      3    3        3   3     3   2    3    3    35
79   3   2   2   3      3    2        2   3     2   2    2    2    28
80   3   2   3   3      3    3        3   3     2   3    3    3    34
81   3   3   3   2      2    3        2   3     2   3    2    3    31
82   3   3   3   3      3    3        3   3     2   3    3    3    35
83   3   3   2   2      3    2        2   3     3   3    2    3    31
84   3   3   2   2      2    2        2   3     2   2    2    2    27
85   3   3   2   2      3    3        3   3     3   3    3    3    34
86   3   3   3   3      3    3        3   2     3   3    2    3    34
87   3   3   3   3      3    3        3   3     3   3    3    3    36
88   3   3   3   3      3    2        3   2     2   3    3    3    33
89   3   3   2   3      2    3        2   3     3   3    2    3    32
90   3   3   3   3      3    2        3   2     2   2    3    3    32
91   3   3   2   3      2    2        2   3     3   3    2    3    31
92   3   3   3   3      2    2        3   3     2   2    3    3    32
93   3   3   3   3      3    3        2   2     2   3    2    3    32
94   3   2   3   2      3    2        3   3     2   2    3    2    30



                                 56
                                                                                 57


                           MEDIA PEMBELAJARAN
                                      (X1)
  No                                                                       JML
                             a. Aplikasi Presentasi
       1      2   3    4      5    6        7   8     9   10   11     12
  95   3      3   3    3      2    2        2   3     3   3    2      3    32
  96   2      3   3    3      3    3        3   3     3   2    3      3    34
  97   2      3   3    3      2    2        3   3     2   2    3      3    31
  98   3      3   2    3      3    3        3   3     3   2    3      3    34
  99   3      3   2    3      3    2        2   2     3   3    2      3    31
 100   3      3   3    3      2    3        3   3     3   3    3      3    35

                                                                     X1   591


4.4.2. Angket visualitatif
TABEL 4.4.2       Hasil Angket Visualitatif
                           MEDIA PEMBELAJARAN
                                     (X)
  No                                                                       JML
                                b. Visualitatif
       1      2   3    4      5    6        7   8     9   10   11     12
  1    3      3   2    2      2    3        3   3     3   3    3      3    33
  2    3      3   2    3      2    3        3   3     3   3    3      3    34
  3    3      3   3    3      3    3        3   3     3   3    3      2    35
  4    2      3   3    3      3    3        2   3     3   3    3      3    34
  5    3      3   3    3      3    2        3   3     2   2    3      3    33
  6    3      2   3    3      3    3        3   3     3   3    2      3    34
  7    3      3   3    3      3    3        3   2     3   2    2      3    33
  8    2      3   3    3      3    2        2   3     3   3    3      3    33
  9    3      3   3    3      2    2        3   3     3   3    3      2    33
  10   3      3   3    2      3    3        3   2     3   3    3      3    34
  11   3      3   3    3      3    3        3   3     2   2    3      3    34
  12   3      3   3    3      2    3        2   3     3   3    3      3    34
  13   3      3   3    3      3    3        3   2     3   3    3      3    35
  14   3      3   3    2      2    3        3   2     3   3    3      3    33
  15   3      3   3    3      3    3        3   2     3   2    3      2    33
  16   3      3   2    3      3    3        3   3     3   3    3      3    35
  17   2      3   3    3      2    3        2   3     3   3    3      3    33
  18   3      3   3    3      3    3        3   3     3   3    3      3    36
  19   3      3   3    2      2    3        3   3     3   3    3      3    34
  20   3      3   3    3      3    3        3   3     3   3    3      3    36
  21   3      3   3    3      3    2        2   3     3   3    3      3    34
  22   3      3   3    3      3    3        3   2     2   3    3      3    34
  23   3      3   3    3      3    3        3   3     3   3    3      3    36
  24   3      3   3    3      3    3        3   3     3   3    3      2    35
  25   3      3   3    3      3    3        3   3     3   3    3      3    36
  26   3      3   3    3      3    2        3   2     3   2    3      2    32
  27   3      3   3    2      2    2        2   3     3   2    3      2    30


                                       57
                                                                     58


                     MEDIA PEMBELAJARAN
                               (X)
No                                                             JML
                          b. Visualitatif
     1   2   3   4     5    6     7   8     9   10   11   12
28   3   3   3   3     3    3     2   3     3   3    3    3    35
29   3   2   3   3     3    3     3   3     3   3    2    3    34
30   3   2   3   2     3    3     3   3     3   2    3    3    33
31   3   3   3   3     3    2     3   3     3   3    3    3    35
32   3   3   3   2     3    3     3   3     3   3    3    3    35
33   3   3   3   3     3    3     2   3     2   3    3    3    34
34   3   3   3   3     2    3     3   3     2   3    3    3    34
35   3   3   3   3     3    2     3   2     3   2    3    3    33
36   3   3   2   3     3    3     3   3     3   3    3    3    35
37   2   3   3   3     3    3     2   3     3   3    2    3    33
38   2   3   3   3     2    3     3   3     3   2    3    3    33
39   3   3   3   3     3    2     3   3     3   3    3    3    35
40   2   3   3   2     3    3     3   3     3   3    3    3    34
41   2   3   3   3     3    3     3   3     3   3    3    3    35
42   3   3   3   3     3    3     3   3     3   3    3    3    36
43   3   3   3   3     3    2     2   2     3   3    3    3    33
44   3   3   3   3     3    3     3   3     3   3    3    3    36
45   2   3   3   3     3    3     3   2     3   3    3    2    33
46   3   3   3   3     3    2     3   2     3   2    3    3    33
47   3   3   3   3     3    2     3   3     3   3    3    3    35
48   3   3   3   3     3    3     3   3     3   3    3    3    36
49   3   3   3   3     3    3     3   3     3   3    3    3    36
50   3   3   3   3     3    3     3   3     3   3    3    3    36
51   3   3   3   3     3    3     3   3     3   3    3    2    35
52   3   3   3   3     2    2     3   3     3   3    3    3    34
53   3   3   3   3     2    3     3   3     3   3    3    3    35
54   3   3   3   3     3    3     3   3     3   3    3    3    36
55   3   3   3   2     3    2     3   2     3   3    3    3    33
56   2   3   3   3     3    3     3   3     3   2    3    3    34
57   3   2   3   3     3    3     3   3     3   3    3    3    35
58   3   3   3   3     3    3     3   3     2   3    3    3    35
59   3   3   3   2     3    3     3   3     3   3    3    3    35
60   3   3   3   2     3    3     3   3     3   3    3    3    35
61   2   3   2   3     2    3     3   2     3   3    3    3    32
62   3   3   3   3     2    3     3   3     3   3    3    3    35
63   3   3   3   3     3    2     2   2     3   3    3    3    33
64   3   3   3   2     2    3     3   3     3   3    3    2    33
65   3   3   2   3     2    3     3   3     2   3    3    2    32
66   3   3   3   3     3    3     2   3     2   2    3    3    33
67   3   3   3   3     3    3     3   3     3   1    3    1    32
68   3   3   3   3     2    3     3   3     3   3    3    3    35



                             58
                                                                                59


                            MEDIA PEMBELAJARAN
                                      (X)
  No                                                                      JML
                                 b. Visualitatif
       1       2   3    4     5    6     7   8     9   10   11       12
  69   3       3   3    3     3    3     3   3     3   3    3        3    36
  70   2       2   2    2     3    2     3   2     3   2    3        3    29
  71   2       3   3    3     3    3     3   3     3   3    3        3    35
  72   2       3   3    3     3    3     3   3     3   3    3        3    35
  73   2       3   3    3     3    3     3   3     3   3    3        3    35
  74   2       3   3    3     3    3     2   3     3   3    3        3    34
  75   3       3   3    3     3    3     3   3     3   2    3        3    35
  76   3       3   2    3     2    3     2   3     3   3    3        3    33
  77   2       3   3    3     3    3     3   3     2   3    3        3    34
  78   3       2   3    3     3    3     3   3     3   3    3        3    35
  79   2       3   3    2     2    2     3   2     3   2    3        2    29
  80   2       3   3    3     3    3     3   3     3   3    3        2    34
  81   2       3   2    2     3    3     3   3     3   3    3        3    33
  82   3       3   3    3     3    2     3   2     3   3    3        3    34
  83   2       3   2    3     3    2     3   3     3   3    3        3    33
  84   2       2   2    3     2    3     2   2     2   3    3        3    29
  85   3       3   3    3     2    3     2   3     2   3    3        3    33
  86   2       3   3    3     3    3     3   3     3   2    3        3    34
  87   2       3   3    3     3    3     3   3     3   3    3        2    34
  88   3       3   3    3     3    2     2   3     3   2    3        3    33
  89   3       3   2    3     3    2     3   2     3   3    3        3    33
  90   2       2   3    3     3    3     3   3     3   3    2        3    33
  91   3       3   3    2     2    2     2   3     3   3    3        2    31
  92   3       2   2    3     3    3     3   3     2   3    2        3    32
  93   3       3   3    3     2    3     3   2     3   2    3        3    33
  94   2       3   3    2     2    3     2   3     2   2    3        2    29
  95   2       2   3    3     3    3     3   3     2   3    2        3    32
  96   2       3   2    3     3    2     3   3     3   3    3        2    32
  97   3       3   2    2     3    2     3   3     2   3    3        3    32
  98   3       2   3    2     3    3     3   3     3   3    3        3    34
  99   2       2   3    3     3    3     3   3     1   2    3        3    31
 100   2       3   3    3     3    3     3   3     3   3    3        3    35

                                                             X2          562


4.4.3. Angket minat belajar
TABEL 4.4.3        Hasil Angket Minat Belajar Siswa
                         MINAT BELAJAR SISWA
                                  (Y)
  No                                                                      JML
           a         b       c          d      e                 f
       1       2   1   2   1    2     1   2  1   2          1        2
  1    3       3   3   3   3    3     3   2  2   2          2        2    31


                                    59
                                                                                 60


                             MINAT BELAJAR SISWA
                                      (Y)
No                                                                         JML
         a           b           c          d          e           f
     1       2   1       2     1    2     1   2    1       2   1       2
2    3       3   3       3     3    3     3   2    3       2   3       2   33
3    3       3   3       3     3    3     3   2    3       2   3       2   33
4    3       3   3       3     3    3     3   3    2       2   3       3   34
5    3       3   3       3     3    3     3   2    3       2   3       2   33
6    3       3   3       3     3    3     3   2    3       2   3       2   33
7    3       3   3       3     3    3     3   2    2       2   2       2   31
8    3       3   3       3     3    3     3   2    2       2   2       2   31
9    3       3   3       3     3    3     3   2    2       2   2       2   31
10   3       3   3       3     3    3     3   2    3       3   2       2   33
11   3       3   3       3     3    3     3   2    3       2   3       2   33
12   3       3   3       3     3    3     3   2    3       2   3       2   33
13   3       3   3       3     3    3     3   2    2       3   3       2   33
14   3       3   3       3     3    3     3   2    2       2   2       2   31
15   3       3   3       3     3    3     3   2    2       2   2       2   31
16   3       3   3       3     3    3     3   2    3       2   3       2   33
17   3       3   3       3     3    3     3   2    2       2   2       2   31
18   3       3   3       3     3    3     3   3    2       3   3       2   34
19   3       3   3       3     3    3     3   2    2       2   3       2   32
20   3       3   3       3     3    3     3   3    3       2   3       2   34
21   3       3   3       3     3    3     3   3    2       2   2       2   32
22   3       3   3       3     3    3     3   2    3       2   3       2   33
23   3       3   3       3     3    3     3   2    3       3   3       3   35
24   3       3   3       3     3    3     3   2    2       3   2       3   33
25   3       3   3       3     3    3     3   3    3       3   2       3   35
26   3       3   3       3     3    3     3   2    2       2   2       2   31
27   3       2   3       2     3    2     3   2    2       2   2       2   28
28   3       3   3       3     3    3     3   2    3       3   2       3   34
29   3       3   3       3     3    3     3   3    3       2   2       2   33
30   3       3   3       3     3    3     3   2    2       2   2       2   31
31   3       3   3       3     3    3     3   3    2       3   2       3   34
32   3       3   3       3     3    3     3   3    3       2   3       3   35
33   3       3   3       3     3    3     3   3    2       2   2       2   32
34   3       3   3       3     3    3     3   2    3       2   3       2   33
35   3       3   3       3     3    3     3   2    2       2   2       2   31
36   3       3   3       3     3    3     3   3    3       3   2       3   35
37   3       3   3       3     3    3     3   2    2       2   2       2   31
38   3       3   3       3     3    3     3   2    2       2   2       2   31
39   3       3   3       3     3    3     3   2    3       2   3       3   34
40   3       3   3       3     3    3     3   2    3       2   3       2   33
41   3       3   3       3     3    3     3   3    2       3   2       3   34
42   3       3   3       3     3    3     3   3    3       2   3       3   35
43   3       3   3       3     3    3     3   2    2       2   2       2   31
44   3       3   3       3     3    3     3   3    3       2   3       3   35
45   3       3   3       3     3    3     3   2    2       2   2       2   31
46   3       3   3       3     3    3     3   2    2       2   2       2   31
47   3       3   3       3     3    3     3   2    2       3   2       3   33
48   3       3   3       3     3    3     3   2    3       3   3       3   35
49   3       3   3       3     3    3     3   3    2       3   3       2   34



                                    60
                                                                                 61


                             MINAT BELAJAR SISWA
                                      (Y)
No                                                                         JML
         a           b           c          d          e           f
     1       2   1       2     1    2     1   2    1       2   1       2
50   3       3   3       3     3    3     3   3    3       2   3       3   35
51   3       3   3       3     3    3     3   3    2       3   2       2   33
52   3       3   3       3     3    3     3   2    2       2   3       2   32
53   3       3   3       3     3    3     3   3    2       3   2       2   33
54   3       3   3       3     3    3     3   3    3       2   3       3   35
55   3       3   3       3     3    3     3   2    2       2   2       2   31
56   3       3   3       3     3    3     3   2    3       2   3       2   33
57   3       3   3       3     3    3     3   3    2       2   3       2   33
58   3       3   3       3     3    3     3   3    3       2   3       2   34
59   3       3   3       3     3    3     3   2    2       2   3       3   33
60   3       3   3       3     3    3     3   2    3       2   3       2   33
61   3       3   3       3     3    3     3   2    2       2   2       2   31
62   3       3   3       3     3    3     3   2    3       3   2       3   34
63   3       3   3       3     3    3     3   2    2       2   2       2   31
64   3       3   3       3     3    3     3   2    2       2   2       2   31
65   3       3   3       3     3    3     3   2    2       2   2       2   31
66   3       3   3       3     3    3     3   2    2       2   2       2   31
67   3       3   3       3     3    3     3   2    2       2   2       2   31
68   3       3   3       3     3    3     3   3    2       3   2       2   33
69   3       3   3       3     3    3     3   3    3       2   3       2   34
70   3       2   2       2     3    2     3   2    2       2   2       2   27
71   3       3   3       3     3    3     3   3    3       2   3       2   34
72   3       3   3       3     3    3     3   3    3       2   3       2   34
73   3       3   3       3     3    3     3   2    3       2   3       3   34
74   3       3   3       3     3    3     3   2    2       2   3       2   32
75   3       3   3       3     3    3     3   2    2       2   3       3   33
76   3       3   3       3     3    3     3   2    2       2   2       2   31
77   3       3   3       3     3    3     3   2    3       2   3       2   33
78   3       3   3       3     3    3     3   2    3       2   3       2   33
79   3       2   3       2     2    3     2   2    2       2   2       2   27
80   3       3   3       3     3    3     3   2    2       2   3       3   33
81   3       3   3       3     3    3     3   2    2       2   2       2   31
82   3       3   3       3     3    3     3   2    2       3   3       2   33
83   3       3   3       3     3    3     3   2    2       2   2       2   31
84   3       2   3       2     3    2     2   2    2       2   2       2   27
85   3       3   3       3     3    3     3   3    2       2   2       2   32
86   3       3   3       3     3    3     3   3    2       2   2       2   32
87   3       3   3       3     3    3     3   3    3       2   3       2   34
88   3       3   3       3     3    3     3   2    2       2   2       2   31
89   3       3   3       3     3    3     3   2    2       2   2       2   31
90   3       3   3       3     3    3     3   2    2       2   2       2   31
91   3       3   3       3     3    3     3   2    2       2   2       2   31
92   3       3   3       3     3    3     3   2    2       2   2       2   31
93   3       3   3       3     3    3     3   2    2       2   2       2   31
94   3       2   3       2     2    3     3   2    2       2   2       2   28
95   3       3   3       3     3    3     3   2    2       2   2       2   31
96   3       3   3       3     3    3     3   2    3       2   2       2   32
97   3       3   3       3     3    3     2   2    2       2   2       2   30



                                    61
                                                                                                 62


                                      MINAT BELAJAR SISWA
                                               (Y)
     No                                                                                    JML
                a            b            c          d               e            f
            1       2    1        2     1    2     1   2         1       2    1       2
      98    3       2    3        2     3    2     3   3         2       3    3       3     32
      99    3       2    3        2     3    2     3   2         2       3    2       2     29
     100    3       3    3        3     3    3     3   2         3       2    3       2     33
                                                                                  Y       596



4.5. ANALISA DATA DAN HIPOTESA
    4.5.1. Hubungan Antara Aplikasi Presentasi Dengan Minat Belajar
   TABEL 4.5.1           Analisa Data Antara Aplikasi Presentasi dengan Minat
                         Belajar
                                                                                      t        r
      NO            X1       Y          X1Y          X12    Y2           df
                                                                                    0,05     0,05
        1           33       31         1.023    1.089      961           1       12,706   12,690
        2           35       33         1.155    1.225     1.089          2        4,303    3,041
        3           35       33         1.155    1.225     1.089          3        3,182    1,837
        4           35       34         1.190    1.225     1.156          4        2,776    1,388
        5           34       33         1.122    1.156     1.089          5        2,571    1,149
        6           35       33         1.155    1.225     1.089          6        2,447    0,999
        7           33       31         1.023    1.089      961           7        2,365    0,894
        8           33       31         1.023    1.089      961           8        2,306    0,815
        9           33       31         1.023    1.089      961           9        2,262    0,754
       10           34       33         1.122    1.156     1.089         10        2,228    0,705
       11           34       33         1.122    1.156     1.089         11        2,201    0,664
       12           34       33         1.122    1.156     1.089         12        2,179    0,629
       13           34       33         1.122    1.156     1.089         13        2,160    0,599
       14           33       31         1.023    1.089      961          14        2,145    0,573
       15           33       31         1.023    1.089      961          15        2,131    0,550
       16           34       33         1.122    1.156     1.089         16        2,120    0,530
       17           33       31         1.023    1.089      961          17        2,110    0,512
       18           36       34         1.224    1.296     1.156         18        2,101    0,495
       19           34       32         1.088    1.156     1.024         19        2,093    0,480
       20           35       34         1.190    1.225     1.156         20        2,086    0,466
       21           32       32         1.024    1.024     1.024         21        2,080    0,454
       22           35       33         1.155    1.225     1.089         22        2,074    0,442
       23           36       35         1.260    1.296     1.225         23        2,069    0,431
       24           35       33         1.155    1.225     1.089         24        2,064    0,421
       25           34       35         1.190    1.156     1.225         25        2,060    0,412
       26           32       31          992     1.024      961          26        2,056    0,403
       27           30       28          840      900       784          27        2,052    0,395
       28           36       34         1.224    1.296     1.156         28        2,048    0,387
       29           34       33         1.122    1.156     1.089         29        2,045    0,380
       30           33       31         1.023    1.089      961          30        2,042    0,373
       31           34       34         1.156    1.156     1.156         31        2,040    0,366
       32           36       35         1.260    1.296     1.225         32        2,037    0,360
       33           32       32         1.024    1.024     1.024         33        2,035    0,354
       34           35       33         1.155    1.225     1.089         34        2,032    0,349
       35           32       31          992     1.024      961          35        2,030    0,343
       36           36       35         1.260    1.296     1.225         36        2,028    0,338



                                                62
                                                           63

                                                  t       r
NO   X1   Y    X1Y          X12    Y2     df
                                                0,05    0,05
37   33   31   1.023    1.089      961    37   2,026   0,333
38   33   31   1.023    1.089      961    38   2,024   0,328
39   36   34   1.224    1.296     1.156   39   2,023   0,324
40   34   33   1.122    1.156     1.089   40   2,021   0,320
41   35   34   1.190    1.225     1.156   41   2,020   0,315
42   36   35   1.260    1.296     1.225   42   2,018   0,311
43   32   31    992     1.024      961    43   2,017   0,308
44   35   35   1.225    1.225     1.225   44   2,015   0,304
45   33   31   1.023    1.089      961    45   2,014   0,300
46   32   31    992     1.024      961    46   2,013   0,297
47   35   33   1.155    1.225     1.089   47   2,012   0,293
48   36   35   1.260    1.296     1.225   48   2,011   0,290
49   36   34   1.224    1.296     1.156   49   2,010   0,287
50   36   35   1.260    1.296     1.225   50   2,009   0,284
51   34   33   1.122    1.156     1.089   51   2,008   0,281
52   34   32   1.088    1.156     1.024   52   2,007   0,278
53   34   33   1.122    1.156     1.089   53   2,006   0,276
54   36   35   1.260    1.296     1.225   54   2,005   0,273
55   33   31   1.023    1.089      961    55   2,004   0,270
56   35   33   1.155    1.225     1.089   56   2,003   0,268
57   34   33   1.122    1.156     1.089   57   2,002   0,265
58   36   34   1.224    1.296     1.156   58   2,002   0,263
59   34   33   1.122    1.156     1.089   59   2,001   0,261
60   35   33   1.155    1.225     1.089   60   2,000   0,258
61   32   31    992     1.024      961    61   2,000   0,256
62   35   34   1.190    1.225     1.156   62   1,999   0,254
63   33   31   1.023    1.089      961    63   1,998   0,252
64   32   31    992     1.024      961    64   1,998   0,250
65   33   31   1.023    1.089      961    65   1,997   0,248
66   33   31   1.023    1.089      961    66   1,997   0,246
67   32   31    992     1.024      961    67   1,996   0,244
68   35   33   1.155    1.225     1.089   68   1,995   0,242
69   35   34   1.190    1.225     1.156   69   1,995   0,240
70   28   27    756      784       729    70   1,994   0,238
71   35   34   1.190    1.225     1.156   71   1,994   0,237
72   36   34   1.224    1.296     1.156   72   1,993   0,235
73   36   34   1.224    1.296     1.156   73   1,993   0,233
74   34   32   1.088    1.156     1.024   74   1,993   0,232
75   35   33   1.155    1.225     1.089   75   1,992   0,230
76   32   31    992     1.024      961    76   1,992   0,228
77   35   33   1.155    1.225     1.089   77   1,991   0,227
78   35   33   1.155    1.225     1.089   78   1,991   0,225
79   28   27    756      784       729    79   1,990   0,224
80   34   33   1.122    1.156     1.089   80   1,990   0,222
81   31   31    961      961       961    81   1,990   0,221
82   35   33   1.155    1.225     1.089   82   1,989   0,220
83   31   31    961      961       961    83   1,989   0,218
84   27   27    729      729       729    84   1,989   0,217
85   34   32   1.088    1.156     1.024   85   1,988   0,216
86   34   32   1.088    1.156     1.024   86   1,988   0,214
87   36   34   1.224    1.296     1.156   87   1,988   0,213
88   33   31   1.023    1.089      961    88   1,987   0,212
89   32   31    992     1.024      961    89   1,987   0,211
90   32   31    992     1.024      961    90   1,987   0,209
91   31   31    961      961       961    91   1,986   0,208
92   32   31    992     1.024      961    92   1,986   0,207


                       63
                                                                                                  64

                                                                                         t       r
   NO             X1          Y           X1Y           X12         Y2          df
                                                                                       0,05    0,05
    93            32          31           992      1.024           961         93    1,986   0,206
    94            30          28           840       900            784         94    1,986   0,205
    95            32          31           992      1.024           961         95    1,985   0,204
    96            34          32          1.088     1.156          1.024        96    1,985   0,203
    97            31          30           930       961            900         97    1,985   0,202
    98            34          32          1.088     1.156          1.024        98    1,984   0,200
    99            31          29           899       961            841         99    1,984   0,199
   100            35          33          1.155     1.225          1.089        100   1,984   0,198
                 3.364       3.225       108.795   113.508        104.321                     0,514

Rumus :
                       n X 1Y   X 1 Y
rxy 
           N  X 12   X 1            n Y 2   Y 
                                     2                        2




Diperoleh Data :
       n:        100
   ΣX1Y :        108.795
     ΣX1 :       3.364
      ΣY :       3.225
    ΣX12 :       113.508
  (ΣX1)2 :       11.316.496
          2
     ΣY :        104.321
          2
   (ΣY) :        10.400.625
        rtabel   0,514

Maka :
                         100108.795  3.3653.225
rxy 
          100113.508  3.364              100104.321  3.225
                                          2                                 2




        30.600
rxy            rxy  0,931 dibulatkan 0,9
        32.859
Sehingga ditemukan rhitung = 0,931


Perbandingan :
Jika rhitung < rtabel  Ho diterima
Jika rhitung > rtabel  Ho ditolak


Dari tabel di atas terlihat bahwa rhitung (0,931) > rtabel (0,514)
Maka disimpulkan bahwa ada hubungan positif antara Media Pembelajaran
dengan Aplikasi Presentasi dengan Minat Belajar Siswa Kelas XI SMAN




                                                   64
                                                                                                65

Darussholah Singojuruh dengan Hubungan yang sangat kuat yaitu 0,931
[Riduwan, 2005, 138. 0,8 s/d 1,0  Sangat Kuat].




Menurut data SPPS hasil korelasi adalah sebagai berikut :

                     Correlations

                                           X1                 Y
 X1                Pearson
                                                 1        ,931(**)
                   Correlation
                   Sig. (2-tailed)                .               ,000
                   N                            100               100
 Y                 Pearson
                                           ,931(**)                 1
                   Correlation
                   Sig. (2-tailed)            ,000                   .
                   N                          100                 100
** Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).



4.5.2. Hubungan Antara Media Pembelajaran Visualitatif Dengan Minat
          Belajar
TABEL 4.5.2             Analisa Data Antara Media Belajar Visualitatif dengan
                        Minat Belajar
                                                                                    t         r
  NO       X2            Y           X2Y          X22              Y2       df
                                                                                  0,05      0,05
      1       33             31       1.023           1.089           961    1   12,706    12,690
      2       34             33       1.122           1.156         1.089    2     4,303     3,041
      3       35             33       1.155           1.225         1.089    3     3,182     1,837
      4       34             34       1.156           1.156         1.156    4     2,776     1,388
      5       33             33       1.089           1.089         1.089    5     2,571     1,149
      6       34             33       1.122           1.156         1.089    6     2,447     0,999
      7       33             31       1.023           1.089           961    7     2,365     0,894
      8       33             31       1.023           1.089           961    8     2,306     0,815
      9       33             31       1.023           1.089           961    9     2,262     0,754
     10       34             33       1.122           1.156         1.089   10     2,228     0,705
     11       34             33       1.122           1.156         1.089   11     2,201     0,664
     12       34             33       1.122           1.156         1.089   12     2,179     0,629
     13       35             33       1.155           1.225         1.089   13     2,160     0,599
     14       33             31       1.023           1.089           961   14     2,145     0,573
     15       33             31       1.023           1.089           961   15     2,131     0,550
     16       35             33       1.155           1.225         1.089   16     2,120     0,530
     17       33             31       1.023           1.089           961   17     2,110     0,512
     18       36             34       1.224           1.296         1.156   18     2,101     0,495
     19       34             32       1.088           1.156         1.024   19     2,093     0,480
     20       36             34       1.224           1.296         1.156   20     2,086     0,466
     21       34             32       1.088           1.156         1.024   21     2,080     0,454
     22       34             33       1.122           1.156         1.089   22     2,074     0,442
     23       36             35       1.260           1.296         1.225   23     2,069     0,431
     24       35             33       1.155           1.225         1.089   24     2,064     0,421
     25       36             35       1.260           1.296         1.225   25     2,060     0,412



                                                 65
                                                                66

                                                     t        r
NO   X2    Y        X2Y      X22      Y2      df
                                                   0,05     0,05
26    32       31      992    1.024     961   26    2,056    0,403
27    30       28      840      900     784   27    2,052    0,395
28    35       34    1.190    1.225   1.156   28    2,048    0,387
29    34       33    1.122    1.156   1.089   29    2,045    0,380
30    33       31    1.023    1.089     961   30    2,042    0,373
31    35       34    1.190    1.225   1.156   31    2,040    0,366
32    35       35    1.225    1.225   1.225   32    2,037    0,360
33    34       32    1.088    1.156   1.024   33    2,035    0,354
34    34       33    1.122    1.156   1.089   34    2,032    0,349
35    33       31    1.023    1.089     961   35    2,030    0,343
36    35       35    1.225    1.225   1.225   36    2,028    0,338
37    33       31    1.023    1.089     961   37    2,026    0,333
38    33       31    1.023    1.089     961   38    2,024    0,328
39    35       34    1.190    1.225   1.156   39    2,023    0,324
40    34       33    1.122    1.156   1.089   40    2,021    0,320
41    35       34    1.190    1.225   1.156   41    2,020    0,315
42    36       35    1.260    1.296   1.225   42    2,018    0,311
43    33       31    1.023    1.089     961   43    2,017    0,308
44    36       35    1.260    1.296   1.225   44    2,015    0,304
45    33       31    1.023    1.089     961   45    2,014    0,300
46    33       31    1.023    1.089     961   46    2,013    0,297
47    35       33    1.155    1.225   1.089   47    2,012    0,293
48    36       35    1.260    1.296   1.225   48    2,011    0,290
49    36       34    1.224    1.296   1.156   49    2,010    0,287
50    36       35    1.260    1.296   1.225   50    2,009    0,284
51    35       33    1.155    1.225   1.089   51    2,008    0,281
52    34       32    1.088    1.156   1.024   52    2,007    0,278
53    35       33    1.155    1.225   1.089   53    2,006    0,276
54    36       35    1.260    1.296   1.225   54    2,005    0,273
55    33       31    1.023    1.089     961   55    2,004    0,270
56    34       33    1.122    1.156   1.089   56    2,003    0,268
57    35       33    1.155    1.225   1.089   57    2,002    0,265
58    35       34    1.190    1.225   1.156   58    2,002    0,263
59    35       33    1.155    1.225   1.089   59    2,001    0,261
60    35       33    1.155    1.225   1.089   60    2,000    0,258
61    32       31      992    1.024     961   61    2,000    0,256
62    35       34    1.190    1.225   1.156   62    1,999    0,254
63    33       31    1.023    1.089     961   63    1,998    0,252
64    33       31    1.023    1.089     961   64    1,998    0,250
65    32       31      992    1.024     961   65    1,997    0,248
66    33       31    1.023    1.089     961   66    1,997    0,246
67    32       31      992    1.024     961   67    1,996    0,244
68    35       33    1.155    1.225   1.089   68    1,995    0,242
69    36       34    1.224    1.296   1.156   69    1,995    0,240
70    29       27      783      841     729   70    1,994    0,238
71    35       34    1.190    1.225   1.156   71    1,994    0,237
72    35       34    1.190    1.225   1.156   72    1,993    0,235
73    35       34    1.190    1.225   1.156   73    1,993    0,233
74    34       32    1.088    1.156   1.024   74    1,993    0,232
75    35       33    1.155    1.225   1.089   75    1,992    0,230
76    33       31    1.023    1.089     961   76    1,992    0,228
77    34       33    1.122    1.156   1.089   77    1,991    0,227
78    35       33    1.155    1.225   1.089   78    1,991    0,225
79    29       27      783      841     729   79    1,990    0,224
80    34       33    1.122    1.156   1.089   80    1,990    0,222
81    33       31    1.023    1.089     961   81    1,990    0,221


                             66
                                                                                         67

                                                                              t        r
 NO          X2          Y       X2Y           X22          Y2        df
                                                                            0,05     0,05
  82           34          33     1.122         1.156     1.089        82    1,989    0,220
  83           33          31     1.023         1.089       961        83    1,989    0,218
  84           29          27       783           841       729        84    1,989    0,217
  85           33          32     1.056         1.089     1.024        85    1,988    0,216
  86           34          32     1.088         1.156     1.024        86    1,988    0,214
  87           34          34     1.156         1.156     1.156        87    1,988    0,213
  88           33          31     1.023         1.089       961        88    1,987    0,212
  89           33          31     1.023         1.089       961        89    1,987    0,211
  90           33          31     1.023         1.089       961        90    1,987    0,209
  91           31          31       961           961       961        91    1,986    0,208
  92           32          31       992         1.024       961        92    1,986    0,207
  93           33          31     1.023         1.089       961        93    1,986    0,206
  94           29          28       812           841       784        94    1,986    0,205
  95           32          31       992         1.024       961        95    1,985    0,204
  96           32          32     1.024         1.024     1.024        96    1,985    0,203
  97           32          30       960         1.024       900        97    1,985    0,202
  98           34          32     1.088         1.156     1.024        98    1,984    0,200
  99           31          29       899           961       841        99    1,984    0,199
 100           35          33     1.155         1.225     1.089       100    1,984    0,198
            3.374       3.225   109.077       114.094   104.321                      0,514

Rumus :
                     n X 2Y   X 2 Y
rxy 
           N  X 2 2   X 2           n Y 2   Y 
                                 2                      2




Diperoleh Data :
      n:                100
  ΣX2Y :            109.077
    ΣX2 :             3.374
     ΣY :             3.225
   ΣX22 :           114.094
  (ΣX2)2 :        11.383.876
    ΣY2 :           104.321
   (ΣY)2 :        10.400.625
        rtabel          0,514

Maka :
                      100109.077  3.3743.225
rxy 
          100114.094  3.374          100104.321  3.225
                                     2                            2




        26.550
rxy            rxy  0,937 dibulatkan 0,94
        28.344
Sehingga ditemukan rhitung = 0,937


Perbandingan :
Jika rhitung < rtabel  Ho diterima


                                              67
                                                                                           68

Jika rhitung > rtabel  Ho ditolak


Dari tabel di atas terlihat bahwa rhitung (0,937) > rtabel (0,514)
Maka disimpulkan bahwa ada hubungan positif antara Media Pembelajaran
dengan Aplikasi Presentasi dengan Minat Belajar Siswa Kelas XI SMAN
Darussholah Singojuruh dengan Hubungan yang sangat kuat yaitu 0,94,
[Riduwan, 2005, 138. 0,8 s/d 1,0  Sangat Kuat].
Menurut Hasil Analisas SPSS
                     Correlations

                                             X2             Y
 X2                Pearson
                                                   1       ,937(**)
                   Correlation
                   Sig. (2-tailed)                  .           ,000
                   N                              100           100
 Y                 Pearson
                                             ,937(**)             1
                   Correlation
                   Sig. (2-tailed)              ,000               .
                   N                          100               100
** Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).



4.5.3. Hubungan Antara Media Pembelajaran Dengan Minat Belajar
TABEL 4.5.3             Analisa Data Antara Media Belajar dengan Minat Belajar
                                                                                t        r
 NO         X            Y           XY             X2           Y2     df
                                                                              0,05     0,05
  1         33          31           1.023         1.089         961    1    12,706   12,690
  2         35          33           1.139         1.190        1.089   2    4,303    3,041
  3         35          33           1.155         1.225        1.089   3    3,182    1,837
  4         35          34           1.173         1.190        1.156   4    2,776    1,388
  5         34          33           1.106         1.122        1.089   5    2,571    1,149
  6         35          33           1.139         1.190        1.089   6    2,447    0,999
  7         33          31           1.023         1.089         961    7    2,365    0,894
  8         33          31           1.023         1.089         961    8    2,306    0,815
  9         33          31           1.023         1.089         961    9    2,262    0,754
  10        34          33           1.122         1.156        1.089   10   2,228    0,705
  11        34          33           1.122         1.156        1.089   11   2,201    0,664
  12        34          33           1.122         1.156        1.089   12   2,179    0,629
  13        35          33           1.139         1.190        1.089   13   2,160    0,599
  14        33          31           1.023         1.089         961    14   2,145    0,573
  15        33          31           1.023         1.089         961    15   2,131    0,550
  16        35          33           1.139         1.190        1.089   16   2,120    0,530
  17        33          31           1.023         1.089         961    17   2,110    0,512
  18        36          34           1.224         1.296        1.156   18   2,101    0,495
  19        34          32           1.088         1.156        1.024   19   2,093    0,480
  20        36          34           1.207         1.260        1.156   20   2,086    0,466
  21        33          32           1.056         1.089        1.024   21   2,080    0,454
  22        35          33           1.139         1.190        1.089   22   2,074    0,442
  23        36          35           1.260         1.296        1.225   23   2,069    0,431
  24        35          33           1.155         1.225        1.089   24   2,064    0,421



                                                   68
                                                        69

                                               t       r
NO   X    Y    XY       X2      Y2     df
                                             0,05    0,05
25   35   35   1.225   1.225   1.225   25   2,060   0,412
26   32   31    992    1.024    961    26   2,056   0,403
27   30   28    840     900     784    27   2,052   0,395
28   36   34   1.207   1.260   1.156   28   2,048   0,387
29   34   33   1.122   1.156   1.089   29   2,045   0,380
30   33   31   1.023   1.089    961    30   2,042   0,373
31   35   34   1.173   1.190   1.156   31   2,040   0,366
32   36   35   1.243   1.260   1.225   32   2,037   0,360
33   33   32   1.056   1.089   1.024   33   2,035   0,354
34   35   33   1.139   1.190   1.089   34   2,032   0,349
35   33   31   1.008   1.056    961    35   2,030   0,343
36   36   35   1.243   1.260   1.225   36   2,028   0,338
37   33   31   1.023   1.089    961    37   2,026   0,333
38   33   31   1.023   1.089    961    38   2,024   0,328
39   36   34   1.207   1.260   1.156   39   2,023   0,324
40   34   33   1.122   1.156   1.089   40   2,021   0,320
41   35   34   1.190   1.225   1.156   41   2,020   0,315
42   36   35   1.260   1.296   1.225   42   2,018   0,311
43   33   31   1.008   1.056    961    43   2,017   0,308
44   36   35   1.243   1.260   1.225   44   2,015   0,304
45   33   31   1.023   1.089    961    45   2,014   0,300
46   33   31   1.008   1.056    961    46   2,013   0,297
47   35   33   1.155   1.225   1.089   47   2,012   0,293
48   36   35   1.260   1.296   1.225   48   2,011   0,290
49   36   34   1.224   1.296   1.156   49   2,010   0,287
50   36   35   1.260   1.296   1.225   50   2,009   0,284
51   35   33   1.139   1.190   1.089   51   2,008   0,281
52   34   32   1.088   1.156   1.024   52   2,007   0,278
53   35   33   1.139   1.190   1.089   53   2,006   0,276
54   36   35   1.260   1.296   1.225   54   2,005   0,273
55   33   31   1.023   1.089    961    55   2,004   0,270
56   35   33   1.139   1.190   1.089   56   2,003   0,268
57   35   33   1.139   1.190   1.089   57   2,002   0,265
58   36   34   1.207   1.260   1.156   58   2,002   0,263
59   35   33   1.139   1.190   1.089   59   2,001   0,261
60   35   33   1.155   1.225   1.089   60   2,000   0,258
61   32   31    992    1.024    961    61   2,000   0,256
62   35   34   1.190   1.225   1.156   62   1,999   0,254
63   33   31   1.023   1.089    961    63   1,998   0,252
64   33   31   1.008   1.056    961    64   1,998   0,250
65   33   31   1.008   1.056    961    65   1,997   0,248
66   33   31   1.023   1.089    961    66   1,997   0,246
67   32   31    992    1.024    961    67   1,996   0,244
68   35   33   1.155   1.225   1.089   68   1,995   0,242
69   36   34   1.207   1.260   1.156   69   1,995   0,240
70   29   27    770     812     729    70   1,994   0,238
71   35   34   1.190   1.225   1.156   71   1,994   0,237
72   36   34   1.207   1.260   1.156   72   1,993   0,235
73   36   34   1.207   1.260   1.156   73   1,993   0,233
74   34   32   1.088   1.156   1.024   74   1,993   0,232
75   35   33   1.155   1.225   1.089   75   1,992   0,230
76   33   31   1.008   1.056    961    76   1,992   0,228
77   35   33   1.139   1.190   1.089   77   1,991   0,227
78   35   33   1.155   1.225   1.089   78   1,991   0,225
79   29   27    770     812     729    79   1,990   0,224
80   34   33   1.122   1.156   1.089   80   1,990   0,222


                       69
                                                                                          70

                                                                                 t       r
 NO            X          Y           XY         X2         Y2          df
                                                                               0,05    0,05
  81        32            31           992      1.024       961         81    1,990   0,221
  82        35            33          1.139     1.190      1.089        82    1,989   0,220
  83        32            31           992      1.024       961         83    1,989   0,218
  84        28            27           756       784        729         84    1,989   0,217
  85        34            32          1.072     1.122      1.024        85    1,988   0,216
  86        34            32          1.088     1.156      1.024        86    1,988   0,214
  87        35            34          1.190     1.225      1.156        87    1,988   0,213
  88        33            31          1.023     1.089       961         88    1,987   0,212
  89        33            31          1.008     1.056       961         89    1,987   0,211
  90        33            31          1.008     1.056       961         90    1,987   0,209
  91        31            31           961       961        961         91    1,986   0,208
  92        32            31           992      1.024       961         92    1,986   0,207
  93        33            31          1.008     1.056       961         93    1,986   0,206
  94        30            28           826       870        784         94    1,986   0,205
  95        32            31           992      1.024       961         95    1,985   0,204
  96        33            32          1.056     1.089      1.024        96    1,985   0,203
  97        32            30           945       992        900         97    1,985   0,202
  98        34            32          1.088     1.156      1.024        98    1,984   0,200
  99        31            29           899       961        841         99    1,984   0,199
 100        35            33          1.155     1.225      1.089        100   1,984   0,198
          3.369         3.225        108.936   113.783    104.321                     0,514

Rumus :
                     n XY   X Y
rxy 
         N  X 2   X              nY 2  Y 
                                 2                    2




Diperoleh Data :
        n:                100
    ΣXY :             108.936
      ΣX :              3.369
      Ny :              3.225
     ΣX2 :            113.783
   (ΣX)2 :         11.350.161
     ΣY2 :            104.321
   (ΣY)2 :         10.400.625
      rtabel             0,514

Maka :
                      100108.936  3.3693.225
rxy 
         100113.783  3.369             100104.321  3.225
                                        2                           2




     28.575
rxy          rxy  0,960 dibulatkan 0,96
     29.760
Sehingga ditemukan rhitung = 0,960


Perbandingan :
Jika rhitung < rtabel  Ho diterima
Jika rhitung > rtabel  Ho ditolak


                                                70
                                                                                     71



    Dari tabel di atas terlihat bahwa rhitung (0,960) > rtabel (0,514)
    Maka disimpulkan bahwa ada hubungan positif antara Media Pembelajaran
    dengan Aplikasi Presentasi dengan Minat Belajar Siswa Kelas XI SMAN
    Darussholah Singojuruh dengan Hubungan yang sangat kuat yaitu 0,960
    [Riduwan, 2005, 138. 0,8 s/d 1,0  Sangat Kuat].
    Mengurut hasil analisa SPSS
                         Correlations

                                               X              Y
     X                 Pearson
                                                     1       ,956(**)
                       Correlation
                       Sig. (2-tailed)                .           ,000
                       N                           100            100
     Y                 Pearson
                                              ,956(**)              1
                       Correlation
                       Sig. (2-tailed)             ,000              .
                       N                          100             100
    ** Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).


4.6. DISKUSI DAN INTERPRETASI DATA
    4.6.1. Korelasi Antara Media Belajar Aplikasi Presentasi dengan Minat
             Belajar Siswa
             Dari hasil analisa data di atas dapat dilihat bahwa secara umum bahwa
    Media belajar dengan menggunakan aplikasi presentasi mempunyai hubungan
    erat dengan minat belajar siswa. Terlihat dengan rumus bahwa signifikasi antara
    keduanya adalah Sangat Kuat ditunjukkan dengan angka 0,931 [Riduwan, 2005,
    138. 0,8 s/d 1,0  Sangat Kuat]. Sehingga asumsi terdapat hubungan / korelasi
    antara Media Pembelajaran Aplikasi Presentasi dengan Minat Belajar Siswa
    Kelas XI SMAN Darussholah Singojuruh Tahun Pelajaran 2011 / 2012 dapat
    adalah diterima.


    4.6.2. Korelasi Antara Media Belajar Visualitatif dengan Minat Belajar
             Siswa
             Hubungan antara media belajar visualitatif dengan minat belajar dapat
    dilihat pada Tabel 4.5.2. Dari hasil analisa data, dapat dilihat bahwa nilai rhitung
    adalah 0,937[Riduwan, 2005, 138. 0,8 s/d 1,0  Sangat Kuat]. Ini menunjukkan
    bahwa hubungan keduanya sangat tinggi karena terdapat signifikasi yang cukup
    kuat di antaranya. Oleh karena itu asumsi bahwa terdapat hubungan / korelasi

                                                     71
                                                                           72

antara media belajar Visualitatif dengan Minat Belajar Siswa Kelas XI SMAN
Darussholah Singojuruh Tahun Pelajaran 2011/2012 dapat diterima.
4.6.3. Korelasi Antara Media Belajar dengan Minat Belajar Siswa
       Sebagaimana tabel 4.5.3, yang merupakan data analisa hubungan antara
media belajar dengan minat siswa menunjukkan bahwa hasil rhitung = 0,956
[Riduwan, 2005, 138. 0,8 s/d 1,0  Sangat Kuat]. Hal ini berarti bahwa
hubungan antara keduanya adalah Sangat Kuat. Sehingga dapat diambil
kesimpulan bahwa asumsi terdapat hubungan / korelasi antara Media Belajar
dengan Minat Belajar Siswa Kelas XI SMAN Darussholah Singojuruh Tahun
Pelajaran 2011/2012 dapat diterima, atau terdapat hubungan yang positif tinggi
di antara keduanya.




                                  72
                                                                               73


                                    BAB V
           KESIMPULAN, SARAN DAN PENUTUP


5.1. KESIMPULAN
    Mengambil dari rumusan masalah, kemudian dibandingkan dengan hasil
    penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa :
    Masalah Mayor :
    Terdapat hubungan yang Sangat Kuat antara media pembelajaran dengan minat
    belajar Siswa Kelas XI SMA Negeri Darussholah Singojuruh Tahun Pelajaran
    2011/2012.
    Masalah Minor :
        Terdapat korelasi yang Sangat Kuat antara aplikasi presentasi   terhadap
         minat belajar Kelas XI.IPS.1 SMA Negeri Darussholah Singojuruh Tahun
         Pelajaran 2011/2012.
        Terdapat korelasi yang Sangat Kuat antara media pembelajaran visualitatif
         terhadap minat belajar Kelas XI.IPS.1 SMA Negeri Darussholah Singojuruh
         Tahun Pelajaran 2011/2012.


5.2. SARAN
    5.2.1. Bagi Sekolah
           Dalam rangka meningkatkan pelayanan pendidikan kepada masyarakat,
    kemudian dikembalikan kepada target kurikulum pendidikan serta pencapaian
    Ketentuan Ketuntasan Minimal pada masing-masing pelajaran, maka Media
    Pembelajaran yang Atraktif (Aplikasi Presentasi) dan Media Belajar yang
    visualitatif, merupakan salah satu instrumen yang dapat menjadi katalis dalam
    proses PBM. Oleh karena sekolah perlu menambah fasilitas, sarana – prasarana
    dan dukungan yang penuh kepada Guru Mata Pelajaran untuk dapat
    menggunakan fasilitas tersebut demi efektivitas pengajaran.


    5.2.2. Bagi Guru
           Guru adalah tulang punggung pendidikan, dimana pendidikan, kecerdasan
    bangsa terletak dari bagaimana ia mentransferkan ilmunya kepada anak didik.



                                        73
                                                                                74

     Selain kedalaman pemahaman serta wawasan pengetahuan yang mumpuni,
     seorang guru bisa menggunakan media belajar yang bervariasi serta
     menyenangkan bagi anak, sehingga apa yang telah disampaikannya dapat terserap
     sempurna. Yang pada akhirnya anak dapat mengerti, memahami, ahli dan dapat
     mengaplikasikannya di masa yang akan datang.
            Dengan adanya media belajar yang aplikatif dan visualitatif, maka guru
     dapat mempermudah penyampaian materi kepada siswa, serta dapat memberikan
     kesan mendalam kepada siswa.


     5.2.3. Bagi Siswa
            Dengan adanya instrumen media pembelajaran yang aplikatif dan
     visualitatif, maka siswa dapat menggunakan, mempelajari, mereferensi dari
     materi-materi yang telah disampaikan guru, untuk mempelajari lebih lanjut di
     rumah. Walaupun pada umumnya siswa mengalami kejenuhan setelah sekolah,
     tetapi dengan instrumen ini, siswa dapat menggunakannya pada waktu senggang
     nya untuk membuka kembali, membaca kembali, mengingat kembali, peristiwa
     pada saat materi disampaikan oleh guru, dengan harapan siswa akan lebih paham,
     lebih cinta dan lebih bersemangat untuk belajar, memahami dan menguasai atas
     materi-materi yang telah disampaikan.


     5.2.4. Bagi Peneliti
            Bagi peneliti, penelitian semacam ini merupakan latihan dan pengetahuan
     untuk membuat penelitian ilmiah di masa depan. Selain itu bahwa jawaban
     pertanyaan peneliti yang tertulis dalam rumusan masalah, dapat terjawab dengan
     benar dan memiliki dasar yang kuat. Sehingga kesimpulan dari penelitian ini
     mempunyai rasio kebenaran 95% dengan asumsi bahwa variabel bebas lain yang
     mempengaruhi adalah 5%.

5.3. PENUTUP
       Demikian Skripsi dengan Judul “Studi Korelasi Antara Media Belajar dengan
Minat Belajar Siswa Kelas XI. SMA Negeri Darussholah Singojuruh Tahun Pelajaran
2011/2012 dibuat, semoga bermanfaat bagi peneliti pribadi, maupun bagi pembaca yang
budiman.




                                        74
                                                                                 75


                           DAFTAR PUSTAKA

Paivio, A. (1971). Imagery and verbal processes. New York: Holt, Rinehart, and
        Winston.
Ade Kurniadi. (2007). Jurnal Sains dan Inovasi, Jakarta : Rineka Cipta.
Arief S. Sardiman, dkk. (2009). Media Pendidikan: pengertian, pengembangan dan
       pemanfaatannya /RAJ, Jakarta : Rajawali PT Rajagrafindo Persada.
Arif Pratisto.(2004), Cara Mudah Mengatasi Masalah Statistik dan Rancangan
       Percobaan dengan SPSS 12. Jakarta : Elexmedia Komputindo.
Arikunto, Suharsimi. (2006). Prosedur penelitian : suatu pendekatan praktek /
       Suharsimi Arikunto. Jakarta : Rineka Cipta
Arsyad, Azhar. (2009). Media Pembelajaran, Jakarta: Rajawali Pers.
D. Knirk, J. Gustafson. (1986). Instructional Technology, United Kingdom: Thomson
       Learning
Dimyati & Mudjiono. (2005). Belajar dan Pembelajaran, Jakarta : Rineka Cipta.
Djamarah, Syaiful Bahri; Zain, Aswan. (1997). Strategi belajar mengajar, Jakarta:
      Rineka Cipta.
Gagne dan Briggs. (2002). Principles of Instructional Design, New York : Holt,
      Rinehart, and Winston
Gagne, R. (1985). The Conditions of Learning (4th.). New York: Holt, Rinehart &
       Winston.
Holt, John (1983). How Children Learn. UK: UK: Penguin Books.
Lexy J. Moleong. (2004). Methodology – Research. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Mayer, R.E. (2001). Multimedia learning. New York: Cambridge University Press.
Miranda Dz. (2010). Buku orientasi belajar mahasiswa (OBM) tahun akademik
      2010/2011. Depok : Badan Penerbit FKUI (BP-FKUI)
Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. (2008). Kamus Besar Bahasa
      Indonesia, Jakarta : Gramedia.
Slavin RE. (2010). The Nature of Learning: Using Research to Inspire Practice.
       Paris, France: OECD.
Susila, Spina Electra. (2010). Taksiran regresi untuk mean populasi pada stratified
        random sampling. Jakarta : Universitas Indonesia
The Liang Gie, (1980), Cara Belajar Yang Efisien, Yogyakarta : Gajah Mada
      university Press
Usman, H. dan R. Purnomo Setiady Akbar. (2000). Pengantar Statistika. Jakarta :
      Bumi Aksara.




                                        75
                                                                                    76

Majalah :
Widyatmoko, Engelbertus Kukuh. (2007). Educare: Wahana Komunikasi Pendidikan
      vol. 3 no. 10 (Jan. 2007), hal : 21.

Alamat Website :

Alan Sohn.(2011). Microsoft PowerPoint, Dalam
       http://id.wikipedia.org/wiki/Microsoft_PowerPoint, 17 Desember 2011.
Jonathan Sarwono. (2010). Analisis Statistika, Dalam
       http://www.jonathansarwono.info/korelasi/korelasi.htm, di kutip tanggal 28
       Desember 2011)
Kuswanto. (2011). Observasi (Pengamatan Langsung di Lapangan), Dalam
     http://klikbelajar.com/pelajaran-sekolah/observasi-pengamatan-langsung-di-
     lapangan/, 20 Oktober 2011
Prof. Dr. Suharsimi Arikuno. (2007). Penelitian Tindakan Kelas (PTK), untuk Guru,
       Pengawas dan Penilai. Makalah Presentasi. Yogyakarta: Universitas Negeri
       Yogyakarta, Dalam http://www.scribd.com/doc/2473703/Penelitian-Tindakan-
       Kelas-PTK-SUHARSIMI-ARIKUNTO#archive , tanggal 7 Juli 2007
Tatang M. Amirin. (2011). Populasi Dan Sampel Penelitian 3: Pengambilan Sampel
       Dari Populasi Tak-Terhingga Dan Tak-Jelas, Dalam
       http://tatangmanguny.wordpress.com/2009/06/30/sampel-sampling-dan-
       populasi-penelitian-bagian-ii-teknik-sampling-ii/, 3 Februari 2011
Yamin Setiawan. (2007). Statistika, Dalam http://www.yaminsetiawan.com/cgi-
      bin/click.pl?id=tulisan15&url=/tulisan/tulisan15.html, 6 September 2007




                                          76

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags: SKRIPSI
Stats:
views:917
posted:3/27/2012
language:
pages:85