Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

susunan kulit manusia

VIEWS: 644 PAGES: 4

susunan kulit manusia

More Info
									Susunan kulit Manusia                         2012


       Susunan kulit manusia




                        www.triwahyu.web.id   Page 1
Susunan kulit Manusia                                                                                  2012




       Kulit manusia tersusun atas dua lapisan, yaitu epidermis dan dermis. Epidermis dan dermis dapat
       terikat satu sama lain akibat adanya papilare dermis dan rabung epidermis.


           1. Epidermis merupakan lapisan teratas pada kulit manusia dan memiliki tebal yang berbeda-
               beda: 400-600 μm untuk kulit tebal (kulit pada telapak tangan dan kaki) dan 75-150 μm
               untuk kulit tipis (kulit selain telapak tangan dan kaki, memiliki rambut). Selain sel-sel epitel,
               epidermis juga tersusun atas lapisan:
              Melanosit, yaitu sel yang menghasilkan melanin melalui proses melanogenesis.
              Sel Langerhans, yaitu sel yang merupakan makrofag turunan sumsum tulang, yang
               merangsang sel Limfosit T, mengikat, mengolah, dan merepresentasikan antigen kepada sel
               Limfosit T. Dengan demikian, sel Langerhans berperan penting dalam imunologi kulit.
              Sel Merkel, yaitu sel yang berfungsi sebagai mekanoreseptor sensoris dan berhubungan
               fungsi dengan sistem neuroendokrin difus.
              Keratinosit, yang secara bersusun dari lapisan paling luar hingga paling dalam sebagai
               berikut:
           1. Stratum Korneum, terdiri atas 15-20 lapis sel gepeng, tanpa inti dengan sitoplasma yang
               dipenuhi keratin.
           2. Stratum Lucidum, terdiri atas lapisan tipis sel epidermis eosinofilik yang sangat gepeng, dan
               sitoplasma terdri atas keratin padat. Antar sel terdapat desmosom.
           3. Stratum Granulosum, terdiri atas 3-5 lapis sel poligonal gepeng yang sitoplasmanya berisikan
               granul keratohialin. Pada membran sel terdapat granula lamela yang mengeluarkan materi
               perekat antar sel, yang bekerja sebagai penyaring selektif terhadap masuknya materi asing,
               serta menyediakan efek pelindung pada kulit.
           4. Stratum Spinosum, terdiri atas sel-sel kuboid. Sel-sel spinosum saling terikat dengan filamen;
               filamen ini memiliki fungsi untuk mempertahankan kohesivitas (kerekatan) antar sel dan
               melawan efek abrasi. Dengan demikian, sel-sel spinosum ini banyak terdapat di daerah yang
               berpotensi mengalami gesekan seperti telapak kaki.



                                                               www.triwahyu.web.id                      Page 2
Susunan kulit Manusia                                                                                   2012

           5. Stratum Basal/Germinativum, merupakan lapisan paling bawah pada epidermis, terdiri atas
               selapis sel kuboid. Pada stratum basal terjadi aktivitas mitosis, sehingga stratum ini
               bertanggung jawab dalam proses pembaharuan sel-sel epidermis secara berkesinambungan.
           6. Dermis, yaitu lapisan kulit di bawah epidermis, memiliki ketebalan yang bervariasi
               bergantung pada daerah tubuh dan mencapai maksimum 4 mm di daerah punggung. Dermis
               terdiri atas dua lapisan dengan batas yang tidak nyata, yaitu stratum papilare dan stratum
               reticular.
              Stratum papilare, yang merupakan bagian utama dari papila dermis, terdiri atas jaringan ikat
               longgar. Pada stratum ini didapati fibroblast, sel mast, makrofag, dan leukosit yang keluar
               dari pembuluh (ekstravasasi).
              Stratum retikulare, yang lebih tebal dari stratum papilare dan tersusun atas jaringan ikat padat
               tak teratur (terutama kolagen tipe I)
       Selain kedua stratum di atas, dermis juga mengandung beberapa turunan epidermis, yaitu folikel
       rambut, kelenjar keringat, dan kelenjar sebacea


              Rambut, merupakan struktur berkeratin panjang yang berasal dari invaginasi epitel epidermis,
               yaitu folikel rambut. Pada folikel ini terdapat pelebaran terminal yang berbentuk benjolan
               pada sebuah papilla dermis. Papila dermis tersebut mengandung kapiler dan ditutupi oleh sel-
               sel yang akan membentuk korteks rambut, kutikula rambut, dan sarung akar rambut.
              Kelenjar keringat, yang terdiri atas kelenjar keringat merokrin dan kelenjar keringat apokrin
           1. Kelenjar keringat merokrin, berupa kelenjar tubular sipleks bergelung dengan saluran
               bermuara di permukaan kulit. Salurannya tidak bercabang dan memiliki diameter lebih kecil
               dari bagian sekresinya 0,4 mm. Terdapat dua macam sel mioepitel yang mengelilingi bagian
               sekresinya, yaitu sel gelap yang mengandung granula sekretoris dan sel terang yang tidak
               mengandung granula sekretoris.
           2. Kelenjar keringat apokrin, memiliki ukuran lebih besar (3-5 mm) dari kelenjar keringat
               merokrin. Kelenjar ini terbenam di bagian dermis dan hipodermis, dan duktusnya bermuara
               ke dalam folikel rambut. Terdapat di daerah ketiak dan anus.
              Kelenjar sebacea, yang merupakan kelenjar holokrin, terbenam di bagian dermis dengan
               jumlah bervariasi mulai dari seratus hingga sembilan ratus per centimeter persegi. Sekret dari
               kelenjar sebacea adalah sebum, yang tersusun atas campuran lipid meliputi trigliserida, lilin,
               squalene, dan kolesterol beserta esternya.
       Pada bagian bawah dermis, terdapat suatu jaringan ikat longgar yang disebut jaringan subkutan dan
       mengandung sel lemak yang bervariasi. Jaringan ini disebut juga fasia superficial, atau panikulus
       adiposus. Jaringan ini mengandung jalinan yang kaya akan pembuluh darah dan pembuluh limfe.
       Arteri yang terdapat membentuk dua plexus, satu di antara stratum papilare dan retikulare, satu lagi di
       antara dermis dan jaringan subkutis. Cabang-cabang plexus tersebut mendarahi papila dermis.
       Sedangkan vena membentuk tiga plexus, dua berlokasi seperti arteri, satu lagi di pertengahan dermis.
       Adapun pembuluh limfe memiliki lokasi sama dengan pembuluh arteri.




                                                               www.triwahyu.web.id                      Page 3
Susunan kulit Manusia                                                                                 2012

       Untuk mendukung fungsi kulit sebagai penerima stimulus, maka terdapat banyak ujung saraf, antara
       lain di epidermis, folikel rambut, kelenjar kutan, jaringan dermis dan subkutis, serta papila dermis.
       Ujung saraf ini tanggap terhadap stimulus seperti rabaan-tekanan, sensasi taktil, suhu tinggi/rendah,
       nyeri, gatal, dan sensasi lainnya. Ujung saraf ini meliputi ujung Ruffini, Vaterpacini, Meissner, dan
       Krause.


       Selain itu turunan kulit yang lain adalah kuku. Kuku merupakan lempeng sel epitel berkeratin pada
       permukaan dorsal setiap falang distal. Lempeng kuku terletak pada stratum korneum, sedangkan dasar
       kuku terletak pada stratum basal dan spinosum.
       Untuk mengetahui bagaimana fungsi kulit manusia dalam menunjang homeostasis, lihat juga Fisiologi
       Kulit




                                                               www.triwahyu.web.id                     Page 4

								
To top