Docstoc

HUKUM ISLAM

Document Sample
HUKUM ISLAM Powered By Docstoc
					                                        BAB II

                           SUMBER-SUMBER HUKUM



        Sumber hukum Islam dibagi menjadi tiga yaitu, Al Qur’an, Hadist dan Ij’tihad
atau al Ra’yu.
        Al Qur’an adalah kitab suci yang memuat wahyu / firman Allah melalui
malaikat Jibril kepada nabi Muhammad SAW , selama 22 tahun, 2 bulan 22 hari (
kurang lebih 13 tahun di Mekkah dan 10 tahun di Madinah). Al Qur’an sebagai
petunjuk manusia , yang isinya memberikan pedoman tentang bagaiman posisi
manusia dalam kaitannya dengan Habblum minallah dan hablumminnannas, sejarah
dan juga terdapat ayat yang sulit untuk ditafsirkan. Hal ini merupakan bukti bahwa
akal manusia itu adalah terbatas. Al Qur’an mengandung hukum yang mengatur
kewajiban manusia sebagai subyek hukum ( I’tiqadiyah), kewajiban untuk
memperbaiki diri ( akhlak), dan ibadah serta muamalah ( amaliyah).
        Hadist atau sunnah adalah perbuatan, perkataan dan sikap diamnya nabi
Muhammad SAW . Hadist dibedakan dalam yang sahih dan da’if tergantung pada
kekuatan ingatan / telitinya perawi, integritas perawi, tidak terputus ( dari sahabat , ke
tabi’ lalu ke tabi’ tabi’in), tidak mengandung adanya cacat isi dan tidak janggal.
Contohnya hadist Bukhari- Muslim.
        Al Ra’yu atau akal pikiran disebut juga ij’tihad. Yaitu usaha yang sungguh-
sungguh dengan menggunakan segenap kemampuan yang ada , dilakukan oleh orang (
ahli hukum ) yang memenuhi syarat untuk mendapatkan garis hukum yang belum
jelas / tidak ada ketentuannya dalam Al Qur;’an dan Hadist. Syarat orang yang dapat
melakukan ij’tihad adalah :
                   1. menguasai Al Qur’an dalam bahasa Arab
                   2. menguasai isi, sistim hukum Al Qur’an
                   3. Menguasai sumber-sumber Hukum Islam dan metodennya
                   4. Memahami fiqh
                   5. Memahami tujuan Islam
                   6. Harus jujur dan ikhlas.
        Dalam melaksanakan ij’tihad terdapat beberapa metode yaitu : ijma’ ( yaitu
kesesuaian pendapatpara ahli tentang satu masalah di suatu tempat dan pada masa
tertentu misalnya UUP), qiyas ( yaitu menyamakan hukum suatu hal yang tidak diatur
dalam Al Qur’an dan Hadist dan dengan mengguinakan ketentuan Al Qur’an dan
Hadist karena persamaan illatnya misalnya Khamar), istidal ( yaitu menyimpulkan
dua hal yang berlainan), mashalih al mursalah ( yaitu menemukan hukum baru demi
kepentingan umum , misalnya pajak), istish-hab ( yaitu menetapkan hukum menurut
keadaan yang terjadi sebelumnya sampai ada dalil yang mengubahnya ( misalnya
adanya bukti pembayaran), istihsan        ( yaitu menentukan hukum dengan cara
menyimpang demi keadilan dan kepentingan social misalnya pencabutan sertifikat
hak milik untuk kepentingan umum)dan urf ( yaitu adat istiadat yang tidak
bertentangan dengan hukum Islam , misalnya inden buah)..


                             Struktur Hukum Islam
                          Ayat – ayat hukum Al Qur’an


                                   Sunnah Rasul


                           Al Ra’yu ( lewat ij tihad)
                      Metode : ij’ma, qiyas, istihsan, istishab



                       Urf ( kebiasaan)



                    Putusan hakim, fatwa, legislasi , kompilasi



                            Amaliyah ( implementasi)

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:63
posted:3/21/2012
language:Malay
pages:2