Docstoc

Bab 6 Bentangalam Eksogenik Destruksional 2010 6

Document Sample
Bab 6 Bentangalam Eksogenik Destruksional 2010 6 Powered By Docstoc
					Bab 6. Bentangalam Eksogenik (Destruksional)                                          2010




                                                                                      6
                           Bentangalam Eksogenik

6.1. Umum
Bentangalam eksogenik adalah bentuk-bentuk bentangalam yang proses pembentukannya/
genetikanya dikontrol oleh gaya eksogen. Bentangalam eksogen dikenal juga sebagai
bentangalam destruksional (destructional landforms). Berikut ini adalah proses proses eksogen
yang merubah bentuk bentang, yaitu:

6.2. Bentangalam Hasil Aktivitas Sungai (Landforms of Fluvial
     Processes)
Air secara mekanik dan kimiawi berperan dalam proses pelapukan, erosi dan sedimentasi dari
material kulit bumi. Proses proses tersebut berjalan terus sepanjang masa dan akan
menghasilkan perubahan bentuk bentang alam yang sebelumnya ada. Jumlah air yang jatuh ke
permukaan bumi sebagai curah hujan/salju (presipitasi) setiap tahunnya di daratan adalah
setara dengan 4 milyar ton atau rata rata sekitar 40 inch untuk setiap satuan luas. Meskipun
penyebaran curah hujan tidak merata di setiap tempat di muka bumi, namun demikian air
memiliki peran yang penting terhadap perubahan bentuk bentangalam. Hampir 25% dari curah
hujan yang jatuh di atas daratan merupakan air permukaan (surface runoff) dan air ini
mengalir ke laut melalui alur-alur sungai yang terdapat di daratan. Material-material hasil
pelapukan dan erosi diangkut oleh air sungai dan diendapkan sebagai sedimen. Aktivitas sungai
yang mengalir di daratan akan meng-erosi dan merubah bentuk bentuk bentangalam. Proses-
proses erosi dan pembentukan alur-alur sungai merupakan agen di dalam perubahan bentuk
bentangalam.

Sistem Fluviatil adalah sekumpulan alur-alur sungai yang membentuk jaringan yang komplek
dan luas dimana air yang berasal dari permukaan daratan mengalir. Batas geografis dimana
seluruh air yang ada di suatu wilayah disebut sebagai watershed atau drainage basin. Dalam
satu watershed terdapat beberapa alur sungai kecil-kecil yang disebut sebagai cabang-cabang
sungai (tributaries) yang mengalirkan air ke alur sungai yang lebih besar (principal stream).
Sistem pengaliran sungai dalam suatu watershed dapat dipisah-pisahkan berdasarkan ukuran
alur sungainya dan dikenal sebagai stream ordering. Order pertama dari pengaliran sungai
adalah alur sungai yang ukurannya paling kecil, sedangkan order kedua adalah alur sungai
yang hanya memiliki cabang-cabang sungai dari order pertama sebagai cabang sungainya.
Order ke tiga adalah alur sungai yang hanya memiliki cabang-cabang sungai dari alur sungai
order pertama dan atau order kedua. Secara umum, sungai yang mempunyai order yang lebih
tinggi akan mempunyai batas pemisah air (watershed) yang lebih luas dan sudah barang tentu
akan membawa air permukaan yang lebih banyak.



     60                                                            Copyright@2010 By Djauhari Noor
Bab 6. Bentangalam Eksogenik (Destruksional)                                           2010


Topografi yang tinggi umumnya memiliki batas pemisah air yang memisahkan arah aliran air
runoff ke dalam cekungan yang berbeda didasarkan atas orientasi dari kemiringan lerengnya.
Salah satu yang mengendalikan jumlah air yang berada dalam sungai di setiap lokasi adalah
luas areal permukaan yang terdapat di dalam drainage basin tersebut dan hal ini merupakan
fungsi dari batas pemisah pengaliran. Sebagai contoh adalah batas pemisah air untuk pulau
Jawa adalah puncak-puncak gunungapi yang membujur dari barat ke timur yang memisahkan
aliran sungai-sungai yang mengalir ke utara (laut Jawa) dan ke selatan (samudra Hindia).

Bentangalam sungai adalah bentuk bentuk bentangalam yang terjadi sebagai akibat dari proses
fluviatil. Material material yang berukuran pasir kasar hingga kerikil akan terakumulasi
disepanjang saluran sungai, yaitu disepanjang aliran air yang terdalam atau disepanjang
aliran/arus yang terkuat karena pada kecepatan arus yang tinggi butiran-butiran sedimen yang
lebih halus akan terbawa arus. Endapan material tersebut dikenal sebagai Gosong Pasir (Bar).
Ke arah bagian tepi saluran sungai, kecepatan arus melemah dan butiran-butiran material yang
lebih halus akan terakumulasi dan terendapkan sebagai endapan Point bar. Selama banjir,
dataran banjir akan digenangi air yang memungkinkan butiran-butiran sedimen yang lebih
halus diendapkan dan semakin jauh dari alur sungai butiran sedimen yang diendapkan semakin
halus lagi, daerah dataran banjir dikenal sebagai bentangalam Flood plain. Kebanyakan dari
daerah dataran banjir tersusun dari endapan pasir dan lumpur, sedangkan pasir yang kasar
diendapkan ditepi saluran sungai utama dan dikenal sebagai Tanggul-alam (Levees), yaitu
akumulasi endapan yang sejajar dengan arah saluran sungai.

 Pada gambar 6.1 diperlihatkan beberapa bentuk bentangalam (morfologi) hasil dari proses
fluviatil (sungai) antara lain adalah Morfologi Kipas Aluvial (Alluvial fan), adalah bentuk
bentangalam yang tersusun dari material endapan sungai yang menyerupai bentuk kipas dan
umumnya terjadi dibagian muka lereng perbukitan dan daerah beriklim arid. Kipas alluvial
terbentuk pada sungai yang mengalir dari suatu lembah berbukitan dengan gradien lereng
yang curam ke arah lereng yang landai dari suatu dataran dan material material lepas yang
diangkut oleh air sungai diendapkan; Morfologi Sungai Bersirat (Braided-stream Deposits),
merupakan bentuk bentangalam hasil dari proses pengendapan pada alur sungai yang
berpindah-pindah; Morfologi Point Bar, adalah bentuk bentangalam yang berada pada kelokan
sungai bagian dalam yang merupakan hasil pengendapan sungai pada bagian dalam dari suatu
kelokan sungai (meander); Morfologi Gosongpasir (Bar deposits) merupakan bentangalam yang
berbentuk daratan disepanjang suatu alur sungai sebagai hasil pengendapan material yang
diangkut sungai.




            Bentangalam Kipas Aluvial                      Bentangalam Kipas Aluvial




    61                                                             Copyright@2010 By Djauhari Noor
Bab 6. Bentangalam Eksogenik (Destruksional)                                              2010




    Bentangalam Sungai Bersirat (Braided stream)   Bentangalam Sungai Bersirat (Braided stream)




               Bentangalam Point Bar                     Bentangalam Danau Tapal Kuda




          Bentangalam Gosongpasir (Bar)                    Bentangalam Undak Sungai




    62                                                               Copyright@2010 By Djauhari Noor
Bab 6. Bentangalam Eksogenik (Destruksional)                                                      2010




               Dataran Banjir                                                 Crevasse




                 Meander                                                     Tanggulalam




                Oxbow Lake                                                      Delta

                        Gambar 6-1 Bentangalam yang terbentuk oleh proses fluvial


    63                                                                         Copyright@2010 By Djauhari Noor
Bab 6. Bentangalam Eksogenik (Destruksional)                                               2010


6.3. Bentangalam Hasil Aktivitas Pesisir (Landforms of Coastal
     Processes)

Pada dasarnya ada perbedaan antara antara wilayah pantai (shore) dan pesisir (coast), pantai
adalah daerah dimana air laut dan daratan bertemu. Pantai berupa dartan yang sempit atau
lebar dimana pengaruh air laut berpengaruh dalam cara pembentukkannya. Daratan pantai di
bentuk oleh perbedaan pasang surut air laut atau kegiatan maksimum ombak mencapai
daratan. Garis pantai (shoreline) diartikan sebagai garis yang dibentuk pertemuan antara
daratan dan permukaan tinggi air laut rata-rata dari ketinggian pasang surut laut.

Wilayah Pesisir adalah suatu wilayah yang berada pada batas antara daratan dan lautan dan
merupakan tempat pertemuan antara energi dinamis yang berasal dari daratan dan lautan.
Wilayah pantai merupakan wilayah yang dipengaruhi oleh proses-proses erosi/abrasi,
sedimentasi, penurunan (submergence), dan pengangkatan (emergence). Morfologi pantai
adalah bentuk–bentuk bentangalam yang terjadi sebagai akibat dari aktivitas air yang berada di
wilayah pantai. Berbagai macam bentuk bentangalam dijumpai di wilayah pantai, kebanyakan
bentuk bentangalam pantai sebagai hasil perubahan gelombang air laut. Singkapan-singkapan
batuan yang berada disepanjang pantai dikenal sebagai muka daratan (headlands) ter-erosi,
menghasilkan pasir yang kemudian diangkut di sepanjang garis pantai dan diendapkan di
wilayah pantai membentuk bentuk-bentuk bentang alam tertentu.

6.3.1. Unsur-unsur dan sifat-sifat gelombang

Sebagaimana diketahui bahwa air laut yang terdapat di bumi dapat bergerak dan berpindah
dari satu tempat ke tempat lainnya dikarenakan oleh rotasi bumi, iklim, tekanan udara di bumi,
perbedaan temperatur di bumi. Gelombang air laut terjadi karena adanya energi yang
dirambatkan melalui media air laut.




                                                 Gambar 6-2 Bentuk lingkaran-2 gelombang yang
                                                 secara berangsur akan mengecil ke arah bawah
                                                 (dalam).




                                                 Gambar 6-3 Sifat rambat gelombang air laut
                                                 ketika mulai mendekati pantai, dan saat dasar
                                                 lautan mulai disentuh maka kecepatannya mulai
                                                 berkurang, dan terlihat lingkaran-2 mulai
                                                 memipih dan gelombang memuncak.




     64                                                                Copyright@2010 By Djauhari Noor
Bab 6. Bentangalam Eksogenik (Destruksional)                                                2010




                                                Gambar 6-4 Sifat gelombang yang menuju arah
                                                garis pantai yang tidak teratur (tanjung dan
                                                teluk) maka pengendapan akan terjadi di bagian
                                                dimana gelombang agak tenang (bagian teluk),
                                                dan energi akan tercurah pada bagian
                                                semenanjung.




Sifat sifat dari gelombang air laut secara berangsur akan mengecil ke arah bagian bawah
(gambar 6-2). Sedangkan sifat rambat gelombang air laut ketika mulai mendekati pantai, dan
saat dasar lautan mulai disentuh maka kecepatannya mulai berkurang, dan terlihat lingkaran-2
mulai memipih dan gelombang memuncak (gambar 6-3). Sifat gelombang yang menuju arah
garis pantai yang tidak teratur (tanjung dan teluk) maka pengendapan akan terjadi di bagian
dimana gelombang agak tenang (bagian teluk), dan energi akan tercurah pada bagian
semenanjung (gambar 6-4).

6.3.2. Bentuk-bentuk pantai

Bentuk bentuk pantai sangat dipengaruhi oleh aktifitas gelombang yang menuju ke arah
pantai. Dalam gambar 6-5. diperlihatkan beberapa contoh pantai yang dipengaruhi oleh proses
abrasi gelombang laut yang menuju ke arah pantai, yaitu:
    a). Arah gelombang membentuk sudut dengan garis pantai;
    b). Arah gelombang membentuk sudut dan mengarah ke arah muara sungai;
    c). Arah gelombang yang sejajar dengan garis pantai.




           Arah gelombang membentuk sudut               Bentuk pantai yang diakibatkan oleh arah
                  dengan garis pantai                     gelombang yang membentuk sudut
                                                                 terhadap garis pantai




    65                                                                 Copyright@2010 By Djauhari Noor
Bab 6. Bentangalam Eksogenik (Destruksional)                                                         2010




     Arah gelombang membentuk sudut dan mengarah                 Tertutupnya muara sungai yang disebabkan
                  ke arah muara sungai                              oleh arah gelombang yang menyudut
                                                                            terhadap garis pantai




          Arah gelombang yang sejajar dengan                   Bentuk pantai ”Spit” oleh arah gelombang yang
                     garis pantai                                       sejajar dengan garis pantai

               Gambar 6-5 Proses abrasi dan sedimentasi yang disebabkan oleh Gelombang Air Laut



6.3.3. Morfologi Pantai

Morfologi hasil aktivitas pesisir merupakan bentuk bentuk bentangalam yang proses terjadinya
sangat dipengaruhi oleh aktivitas daratan dan lautan. Pada gambar 6-6 diperlihatkan bentuk
bentangalam yang terjadi pada lingkungan pesisir/pantai.

1. Delta
   Lingkungan delta, yaitu suatu lingkungan dimana konsep keseimbangan dikendalikan oleh
   gaya-gaya yang berada dalam suatu sistem yang komplek. Delta berasal dari endapan
   sedimen sungai, tetapi ke ke arah bagian laut lebih banyak sediment yang di endapkan.
   Delta terbentuk ketika sungai mencapai ketinggian dasar air (base level), yaitu suatu
   ketinggian dimana air tidak lagi meng-erosi. Ketinggian dasar air menandai akhir dari suatu


     66                                                                          Copyright@2010 By Djauhari Noor
Bab 6. Bentangalam Eksogenik (Destruksional)                                            2010


   sistem sungai dan biasanya terletak di danau atau lautan. Sedimen yang diangkut dalam
   saluran sungai akan diendapkan di lokasi tersebut dan akhirnya membentuk suatu delta
   yang tersusun dari akumulasi lumpur dan pasir yang tebal. Bagian permukaan delta disebut
   sebagai dataran delta (delta plain) dengan bentuk morfologi dataran, terdiri dari rawa-rawa
   dan payau dengan drainase yang buruk dan di dalamnya sungai mengalir yang akhirnya
   mencapai lautan. Pada bagian delta plain, saluran-saluran sungai merupakan suatu sistem
   saluran air yang dikenal dengan distributaries, yaitu saluran-saluran kecil yang mengangkut
   sedimen dari saluran sungai yang besar dan didistribusikan melalui saluran-saluran yang
   berada di delta.

   Berdasarkan bentuk dan morfologinya, delta dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) jenis yaitu
   delta yang terbentuk akibat pengaruh pasang surut, gelombang, dan sungai:
       a. Delta yang didominasi sungai (A River-dominated delta), adalah delta yang
           terbentuk oleh pengaruh sungai. Aliran dari saluran sungai utama akan terpisah ke
           dalam saluran-saluran distributary yang komplek dan pengisi secara langsung ke
           dalam laut (danau) material yang diangkutnya. Contoh delta yang sangat populer
           adalah delta Nile di Mesir (gambar 6-7) dan delta Berau di Kallimantan.
       b. Delta yang didominasi pasang surut (Tide-dominated deltas), yaitu delta yang
           terbentuk sebagai akibat perubahan pasang surut yang ekstrim. Ketika surut
           terendah, sejumlah saluran pada delta mengalami insision dari gabungan antara
           arus pasang surut dan aliran sungai, sedangkan ketika pasang tertinggi, saluran-
           saluran terisi air laut, sedimen di pasok ke delta oleh sistem fluviatil yang berasal
           dari bagian hulu sungai,disini saluran pasang surut disebarkan oleh arus pasang
           surut bukan oleh aliran sungai. Pada saat pasang tertinggi, delta akan digenangi
           oleh air laut dan menjadi rangkaian pulau-pulau berbentuk lonjong yang dibatasi
           oleh saluran-saluran
       c. Delta yang didominasi gelombang (Wave-dominated deltas) dicirikan oleh
           bentuknya yang berukuran kecil. Tidak tergantung pada seberapa banyak sedimen
           dipasok oleh sungai, coastal delta didominasi sedikit banyak oleh gelombang karena
           gelombang sangat efektif mendistribusikan sedimen di sepanjang pantai. Delta
           menjadi tempat pengendapan sementara ketika gelombang bertiup dan berperan
           di dalam penyebaran pengendapan. Contoh delta Bangladesh.

2. Tanjung adalah bentangalam yang daratannya menjorok ke arah laut sedangkan bagian
   kiri dan kanannya relatif sejajar dengan garis pantai.
3. Teluk adalah bentangalam yang daratannya menjorok ke arah daratan sedangkan bagian
   kiri dan kanan nya relatif sejajar dengan garis pantai.
4. Stack dan Arches adalah bentuk-bentuk bentangalam pantai yang berada di sekitar garis
   pantai merupakan sisa-sisa daratan akibat kikisan / abrasi gelombang air laut dan
   mengakibatkan garis pantai mundur ke arah daratan. Arches adalah sisa-sisa daratan
   akibat erosi (abrasi) dengan bentuk yang tidak teratur karena batuannya resisten terhadap
   hantaman gelombang.
5. Wave-cut platform adalah bentangalam pantai yang terbentuk sebagai hasil erosi
   gelombang air laut yang tersusun dari lapisan batuan horisontal serta terletak pada zona
   muka air laut, sedangkan garis pantai mundur ke arah darat sebagai akibat erosi
   gelombang dan wave-cut platform tertinggal di bagian depan garis pantai.
6. Barrier (Tanggul) adalah bentangalam yang berbentuk memanjang sejajar dengan garis
   pantai dan terbentuk sebagai hasil pengendapan partikel partikel pasir dibagian muka
   pantai oleh abrasi gelombang air laut. Topografi barrier island umumnya lebih rendah
   dibandingkan dengan topografi pantai.
7. Lagoon adalah bentuk bentangalam yang terletak diantara barrier (tanggul) dan daratan,
   dengan kedalaman air yang dangkal dan dipengaruhi oleh air laut dan air tawar yang
   berasal dari darat.



    67                                                               Copyright@2010 By Djauhari Noor
Bab 6. Bentangalam Eksogenik (Destruksional)                                                        2010


8. Pantai submergent adalah bentangalam yang terbentuk dari pengaruh gabungan antara
   naiknya muka air laut (transgresi) dan penurunan cekungan.
9. Pantai emergent adalah bentangalam yang terbentuk sebagai akibat dari penurunan
   muka air laut (regresi) atau naiknya permukaan daratan. Umumnya bentuk pantai
   emergent ditandai oleh teras-teras pantai.




            Delta Berau Kalimantan                                           Delta Nile Mesir




                   Lagoon                                                          Spit




              Wave Cut Platform                                              Stack dan Arches

             Gambar 6-7 Berbagai morfologi pantai : Delta, Lagoon, Spit, Teluk, Stack dan Arche




    68                                                                           Copyright@2010 By Djauhari Noor
Bab 6. Bentangalam Eksogenik (Destruksional)                                                   2010


6.5. Bentangalam Hasil                  Aktivitas Angin (Landforms Eolian
     Processes)
  Wilayah-wilayah yang curah hujan (presipitasi) tahunannya kecil umumnya jarang tumbuh-
  tumbuhan sehingga tanah dan batuan yang terdapat di wilayah tersebut tersingkap dan hal
  ini menyebabkan tanah dan batuan yang ada dapat tererosi oleh angin dan terkena sinar
  matahari secara langsung. Angin sebagai agent akan mengerosi partikel-partikel yang
  berukuran lempung, lanau dan pasir pada batuan dan tanah membentuk bentangalam
  yang unik hasil pengendapan partkel-partikel tersebut. Setiap wilayah di bagian bumi
  memiliki sejarah iklim yang komplek dan seringkali aktivitas fluviatil dan kekeringan
  (ariditas) terjadi secara bersamaan. Konsekuensinya adalah bentangalam yang terbentuk
  oleh aktivitas angin dapat menutupi bentangalam yang dibentuk oleh aktivitas fluviatil.
  Banyak bentangalam gurun masih dikontrol oleh banjir bandang yang terjadi secara
  sporadis oleh hujan di daerah sekitar wilayah perbukitan.

  Aktivitas angin adalah aktivitas dimana partikel-partikel lepas yang berukuran lempung,
  lanau dan pasir mudah sekali berpindah oleh tiupan angin, sehingga daerah-daerah yang
  tidak bervegetasi, arid (kering) dan kaya sedimen akan dipengaruhi oleh aktivitas angin
  dan angin akan menjadi faktor yang sangat penting sebagai media/agent pada proses erosi
  dan sedimentasi. Angin yang sangat kuat dapat meng-erosi dan mengangkut sedimen lebih
  banyak, partikel pasir halus dapat berpindah hingga ratusan kilometer sedangkan partikel
  lempung dan lanau dapat dibawa hingga ribuan kilometer. Bentuk-bentuk bentangalam
  yang dikontrol oleh aktivitas angin adalah (gambar 6-8): Sand Dunes, Arroyos, Pediment,
  dan Inselbergs.

  1. Morfologi Sand dunes adalah bentangalam yang berbentuk bukit bukit pasir berpola
     parabolic atau ellipsoid dan merupakan hasil pengendapan partikel-partikel pasir yang
     diangkut oleh angin.
  2. Morfologi Loess adalah bentangalam yang berbentuk dataran dan merupakan hasil
     pengendapan material yang berbutir halus oleh angin.
  3. Morfologi Scree adalah bentangalam hasil hasil pengikisan angin yang diendapkan di
     kaki lereng.
  4. Morfologi Arroyos adalah bentangalam yang terbentuk sebagai akibat dari aliran air
     hujan yang membawa partikel-pasir yang mengisi bagian gullies dan valley dan
     umumnya terdapat di daerah yang beriklim arid.
  5. Morfologi Pediment adalah bentangalam berbentuk dataran landai merupakan
     endapan yang terletak dikaki-kaki bukit merupakan hasil erosi perbukitan disekitarnya.
  6. Morfologi Inselberg adalah bentangalam berbentuk perbukitan memanjang dan
     merupakan sisa hasil erosi angin.




                    Gambar 6-8 Morfologi Sand dunes (kiri) dan Inselberg (kanan)


    69                                                                      Copyright@2010 By Djauhari Noor
Bab 6. Bentangalam Eksogenik (Destruksional)                                                     2010




                         Gambar 6-9 Morfologi Scree (kiri) dan Pediment (kanan)




                              Gambar 6-10 Morfologi Arroyos (kiri) dan Loes (kanan)


6.6. Morfologi Karst
Morfologi Karst atau Topografi Karst adalah termasuk kedalam bentangalam Order 3 yang
terbentuk sebagai hasil dari proses erosi pada batugamping. Batugamping (CaCO3) merupakan
batuan utama karst, dan merupakan batuan penyusun bentangalam karst dengan berbagai
bentuk. Adapun batuan dolomit (CaMg (CO3)2) merupakan batuan yang kurang / tidak mudah
mengalami pelarutan oleh media air, sehingga batuan induk dolomit kurang berkembang dalam
pembentukan morfologi karst. Batuan karst tersingkap lebih dari 12% di muka bumi, baik di
daratan maupun di kepulauan, akan tetapi topografi yang benar benar memperlihatkan bentuk
topografi karst hanya 8% saja. Tempat tempat yang terkenal dengan bentangalam karst-nya
adalah di kepulauan Bahama dan Yunani. Sebagaimana diketahui bahwa 20-25% dari populasi
sirkulasi air bawah tanah (ground water) di dunia ada di wilayah batuan karst, sehingga dalam
bidang hidro-geologi, studi terhadap bentangalam karst menjadi sangat penting.

Karst adalah suatu bentang alam yang tersusun dari batuan karbonat (CaCO 3, MgCO3 atau
campuran keduanya) yang telah mengalami proses pelarutan. Batuan karbonat terlarut oleh
asam karbonat (H2CO3) yang terbentuk akibat interaksi air hujan dengan CO2 atmosferik
maupun oleh CO2 biogenik, yang berasal dari sisa tanaman yang membusuk (humus) di atas
permukaan tanah Kata karst berasal dari bahasa Jerman, yang mengambil alih kata carso dari
bahasa Italia, atau kars dari bahasa Slovenia. Karst sendiri berasal dari suatu daerah sebelah
Timur Laut kota Trieste, di daerah Slovenia, yang pada tahun 1850, tampak sangat gersang,
oleh deforestasi selama berabad-abad. Ini adalah kawasan yang pertama kali dideskripsi oleh
geologiwan abad lalu. Daerah ini telah mengalami penghijauan dan sudah tertutup hutan yang
cukup lebat, tetapi tetap dinamakan Karst. Kawasan karst - ialah suatu bentangalam yang
menampakkan karakteristik relief dan drainase yang khas, terutama disebabkan oleh derajat
pelarutan batu-batuannya di dalam air, yang lebih tinggi dari kawasan lain.

     70                                                                       Copyright@2010 By Djauhari Noor
Bab 6. Bentangalam Eksogenik (Destruksional)                                                    2010




                 Gambar 6-11 Proses pelarutan pada batugamping membentuk sinkhole/dolina


Sistem dinamis dari karst menyebabkan air meteorit (hujan dan salju) mengalir dibawah
permukaan dikarenakan sifat batuannya yang mudah larut dibandingkan jika mengalir diatas
permukaan seperti saluran saluran sungai. Di daerah batuan karst, aliran air mengalir
mengikuti rongga-rongga yang terbentuk sebagai akibat pelarutan yang berkembang pada
sistem rekahannya, air masuk dan keluar melalui tepi/ujung dari batuan yang mudah larut atau
ketempat tempat yang lebih rendah. Sebagai konsekuensi dari sifat tersebut maka hampir
semua topografi karst sebagai gugusan bentangalam yang menjadikan air meteorit mengallir
melalui rongga-rongga. Nama karst berasal wilayah Slovenia dan merupakan istilah dari kata
“kras” yang berarti “stonny ground”, stony karena di bagian barat Slovenia, tanah yang
pertama ditutupi oleh material hasil pelapukan batugamping. Pada umumnya morfologi karst
dicirikan oleh bentuk topografi yang tidak teratur dan umumnya terdapat adanya aliran sungai
bawah tanah serta lubang lubang hasil pelarutan air berbentuk dolina atau ovala.

Berbagai tipe dan bentuk bentangalam karst adalah :

   1. Morfologi Karst adalah bentangalam yang dibangun oleh batugamping yang dicirikan
      oleh adanya gua-gua, uvala, dolina sebagai hasil pelarutan air.

   2. Morfologi Pepino Hill adalah bentangalam perbukitan yang tersusun dari
      batugamping yang berbentuk kerucut kerucut batugamping.

   3. Morfologi Polje adalah bentangalam yang berbentuk amphitheatre hasil erosi pada
      perbukitan batugamping.

   4. Morfologi Dolina dan Ovala adalah lubang-lubang berbentuk kerucut terbalik sebagai
      hasil pelarutan air di daerah morfologi karst. Dolina dan Ovala dibedakan berdasarkan
      bentuknya, dolina berbentuk “V” dan ovala “U”.



    71                                                                       Copyright@2010 By Djauhari Noor
Bab 6. Bentangalam Eksogenik (Destruksional)                                2010




               Topografi Karst                      Pepino Hills




                     Polje                             Uvala




            Gua di perbukitan karst            Stalagtit dan Stalagmit




    72                                                   Copyright@2010 By Djauhari Noor
Bab 6. Bentangalam Eksogenik (Destruksional)                                                   2010




                 Stalagmit                                            Sinkhole (Dolina)

                        Gambar 6-12 Berbagai bentuk ekspresi bentangalam karst




    73                                                                      Copyright@2010 By Djauhari Noor

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:153
posted:3/15/2012
language:Indonesian
pages:14