Prilaku individu dalam organisasi by puttterbin

VIEWS: 330 PAGES: 13

									                                   BAB I

                               PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Prilaku individu dan kelompok dalam organisasi sangat terpengaruh pada

prestasi organisasi tersebut. Karena keberhasilan organisasi tergantung pada

keefektifan individu dan kelompok. Kelompok merupakan anggota yang terdiri

dari beberapa orang atau beragam, dimana merupakan pegawai kompeten yang

harus menghadapi masalah dengan kerangka acuan               berbeda. Untuk

menghadapi hal seperti itu, setiap individu dan kelompok harus berperilaku

professional terutama dalam pengambilan keputusan disuatu organisasi.

      Disamping itu, didalam organisasi pasti punya suatu kebiasaan. Dimana

kebiasaan tersebut biasa disebut budaya. Budaya dalam organisasi terbentuk

dari prilaku individu dan kelompok. Dari hal itu kebiasaan juga membantu

perkembangan organisasi antara lain:

   1. Memberikan identitas organisasi kepada karyawan

   2. Memudahkan komitmen kolektif

   3. Mempromosikan stabilitas system social

   4. Membentuk      prilaku    dengan     membantu     manajer   merasakan

      keberadaannya.




                                       1
1.2 TUJUAN PENULISAN

  1. Untuk mengetahui bentuk prilaku individu dan kelompok dalam organisasi

  2. untuk mengetahui peranan individu dan kelompok dalam organisasi

  3. untuk melengkapi salah satu tugas ujian akhir semester

1.3 RUMUSAN MASALAH

  1. Bagaimana prilaku individu-individu kelompok dalam organisasi?

  2. Apakah prilaku individu berpengaruh terhadap kelompok dan prestasi

     kerjanya?




                                     2
                                                   BAB II

                                            PEMBAHASAN



2.1 Prilaku individu dalam organisasi
            1
             Organisasi merupakan kesatuan yang memungkinkan masyarakat

mencapai suatu tujuan yang tidak dapat dicapai individu secara perorangan.

Organisasi ini mempunyai ciri prilaku yang terarah pada tujuan. Tujuan dan

sasaran organisasi dapat dicapai secara efisien dan efektif melalui tindakan

individu dengan bantuan kelompok atas persetujuan bersama.

            Prilaku individu adalah dasar prestasi organisasi. Prilaku individu ini

memiliki pengaruh penting atas tindakan individu dan motivasinya dalam

organisasi. Hal ini antara lain sebagai berikut:

       1. Karakteristik individu (individual characteristic)

       Mengingat prestasi organisasi tergantung atas prilaku dan prestasi individu,

masing-masing individu harus memiliki kemampuan dan skill yang bagus untuk

meningkatkan dan mempertahankan kualitas yang ada pada dirinya. Disamping

itu nilai psikologi social juga berpengaruh pada hubungan antar sikap, persepsi,

kepribadian, nilai dan prestasi individu dalam menentukan prilaku atau tindakan

yang harus dilakukannya.




1
    Gibson Ivancevich Donnely, Organisasi Jilid I, Erlangga, Jakarta, 1985, Hal 7.


                                                        3
    2. Motivasi individu

    3. Motivasi dan kemampuan kerja sangat mempengaruhi prestasi kerja.

        Sebab apabila individu tidak mempunyai motivasi untuk bekerja, maka

        akan terjadi prilaku individu yang tidak diinginkan.

    4. Imbalan2

Salah satu pengaruh paling kuat pada prilaku individu dalam organisasi ialah

system imbalan. Manajemen dapat menggunakan imbalan untuk meningkatkan

prestasi karyawannya.

    5. Stress

Stress merupakan hasil interaksi antara tugas pekerjaan dan individu yang

melaksanakannya. Stress dalam hal ini ialah suatu keadaan ketidakseimbangan

didalam diri individu yang bersangkutan.

    disamping hal diatas,ada 2 hal yang mempengaruhi prilaku individu dalam

organisasi antara lain :

1. kemampuan

    Kemampuan adalah sifat yang dibawa sejak lahir atau yang dapat

dipealjarinya untuk bisa menyelesaikan pekerjaan.

2 keterampilan

    keterampilan merupakan kecakapan dimana berhubungan dengan tugas

yang dimiliki dan dipergunakan oleh seseorang dalam waktu cepat.




2
 . Ibid hal 9-12
3. Angelo Kinicki Kreitner Robert, Prilaku organisasi, Salemba empat, Jakarta, 2003, Hal 150




                                                    4
Kemudian, dalam organisasi punya suatu kebiasaan. Dimana kebiasaaan itu

disebut budaya. Budaya dalam organisasi terbentuk dari perilaku individu dalam

organisasi tersebut, sebab organisasi tidak akan berkembang apabila prilaku

individu tidak mendukung.3

         Prilaku individu dalam organisasi merupakan studi prilaku, sikap dan

prestasi kerja manusia dalam organisasi dengan memanfaatkan teori dan

metode. Prilaku individu dalam organisasi dipandang sebagai:4

    1. Cara berfikir

    2. Bidang studi pilihan

    3. humanistic

    4. berorientasi pada prestasi kerja

    5. lingkungan yang berpengaruh pada orang-orangnya

    6. memiliki landasan ilmu



prilaku individu dalam organisasi dapat dibentu melalui beberapa hal:

    1. Mengenali bahwa setiap orang memiliki kekuatan untuk meningkatkan

         kinerjanya

    2. mempertahankan rasa percaya diri

    3. menetapkan sasaran-sasaran kinerja yang tinggi

    4. memberikan umpan balik (feedback)

    5. memperkenalkan pada mereka bahwa dirinya ada prestasi yang menonjol




4
 . Ibid hal 306
5. Gibson Ivancevich Danelly, organisasi jilid II, Erlangga, Jakarta, 1985, Hal 302


                                                     5
2.2 Kelompok dalam organisasi:

Prilaku kelompok dalam organisasi memiliki beberapa pandangan, antara lain:

1. Kelompok dalam artian persepsi

   Pandangan ini menunjukkan bahwa anggota suatu kelompok harus

mempersepsikan keberadaan (eksistensi) setiap anggota dan keberadaan

kelompok itu sendiri.

2. Kelompok dalam artian organisasi

   Pandangan ini menjelaskan bahwa suatu system yang diorganisasikan dari

dua orang atau lebih dimana saling berhubungan, sehingga system tersebut

melakukan beberapa fungsi dimana memiliki seperangkat standar hubungan,

peranan antara anggotanya, dan mempunyai perangkat norma yang mengatur

fungsi kelompok dan masing-masing pelaku anggota.

3. Kelompok dalam artian motivasi

   Pandangan      ini   menunjukkan   bahwa     sekumpulan       individu   yang

keberadaannya sebagai suatu kumpulan menguntungkan individu-individu.

4. Kelompok dalam artian interaksi

   Pada pandangan ini menjelaskan sejumlah orang yang berkomunikasi satu

sama lain, dimana saling melampaui rentang waktu tertentu dan jumlahnya

cukup sedikit. Sehingga setiap orang dapat berkomunikasi satu sama lain, tidak

sebagai orang kedua dan melalui orang lain. Tetapi berhadapan.

      Dari keempat pandangan ini, menunjukkan gambaran tentang prilaku

kelompok dalam organisasi. Sementara itu, dapat dinyatakan jika kelompok

muncul dalam organisasi maka akan muncul beberapa prilaku sebagai berikut:




                                      0
   1. Anggota akan termotivasi untuk bergabung

   2. Memandang         kelompok   sebagai   satu   kesatuan   orang-orang   yang

       berinteraksi

   3. Menyumbang dalam berbagai kuantitas terhadap proses kelompok

   4. Mencapai kesepakatan atau tidak sepakat melalui berbagai bentuk

       interaksi

Jenis-jenis kelompok:

1. Kelompok informal

   Kelompok informal merupakan kelompok yang terbentuk dari konsekuensi

tindakan para pegawai dan manajerial. kelompok ini muncul dan tumbuh dari

upaya individu atas kepentingan bersama dan persahabatan 5.

       Kelompok informal ini bisa mempengaruhi prestasi organisasi dan

individu. Dampaknya dapat bersifat positif dan negatif tergantung dari

kelompoknya. Disamping itu, kelompok informal juga terdiri dari dua hal: 6

   a. Kelompok kepentingan

       Adalah individu yang mungkin tidak jadi anggota dari kelompok komando

       atau tugas yang sama dapat berafiliasi untuk mencapai beberapa tujuan

   b. Kelompok persahabatan

       Kelompok ini terbentuk karena para anggotanya mempunyai kesamaan

tentang suatu hal seperti umur, keyakinan politik atau latar belakang etnis.

Kelompok persahabatan ini sering memperluas interaksi dan komunikasi dalam

berbagai aktivitas diluar kerja




                                        1
8

c. Kelompok kohesif

        Kelompok kohesif merupakan kelompok yang memiliki hubungan yang erat

antara anggota.

2. Kelompok formal

        kelompok Tidak hanya terbentuk karena tindakan manajerial, tetapi juga

karena usaha individu. kelompok formal merupakan kelompok yang diciptakan

keputusan manajerial untuk mencapai tujuan yang diciptakan oleh organisasi

tersebut.

Kelompok formal dan informal terbentuk karena berbagai alasan, alasan itu

antara lain:

        a. Pemuasan kebutuhan

               keinginan memuaskan kebutuhan dapat menjadi motivasi yang kuat atas

               pembentukan kelompok. Kebutuhan yang dimaksud yaitu mencakup

               kebutuhan akan rasa aman, social, penghargaan dan perwujudan diri dari

               sebagian besar karyawan sampai tingkat tertentu dapat terpenuhi dengan

               berafiliasi dengan kelompok.

        b. Kedekatan dan daya tarik

               interaksi antar pribadi dapat menimbulkan pembentukan kelompok. Segi

               terpenting dari interaksi antar pribadi adalah kedekatan dan daya tarik.

               Kedekatan menyangkut jarak fisik antara karyawan yang melaksanakan

               suatu            pekerjaan.            Sementara                  daya   tarik   melukiskan   ketertarikan

               seseorang, karena kesamaan konsep, sikap, prestasi dan motivasi.

6
    Gibson ivancevich lot-cit hal 226
7
    sarlito wirawan sarwono, psikologi social, balai pustaka, Jakarta, 1999, hal 6




                                                                             2
c. Tujuan

         Tujuan disini yaitu tujuan kelompok yang dapat menjelaskan mengapa

         seseorang tertarik dengan suatu kelompok

d. Ekonomi

         Kelompok     sapat    terbentuk   dari   individu   yang   percaya   akan

memperolehmanfaat ekonomi lebih besar dari pekerjaan mereka jika mereka

berorganisasi.

Salah satu model pengembangan kelompok, mengasumsikan bahwa prilaku

kelompok terbentuk melalui 4 tahap :

         1. Melalui dukungan bersama

         2. Komunikasi an pengambilan keputusan

         3. Motivasi dan produktivitas

         4. pengendalian dan pengorganisasian

         5. karakteristik kelompok

menurut teori FIRO-B ada 3 tahap proses pembentukan prilaku kelompok antara

lain :9

1. Inklusi

         Inklusi merupakan tahap awal karena individu baru pertama kali bergabung

dengan individu lain dalam kelompok



2. Kontrol

         Control adalah orang yang mendapat cukup kesempatan untuk memenuhi

kebutuhannya atas bimbingan seseorang.
7.
     Ibid Hal 7




                                            3
3. Afeksi

Disamping itu, karakteristik lain dari prilaku kelompok adalah:10

         1. Struktur

         2. Hierarki status

         3. Peranan

         4. NORMA (standar yang dimiliki oleh anggota kelompok dalam suatu

               kelompok)

         5. Kepemimpinan (peranan kepemimpinan juga penting dalam suatu

               kelompok untuk membantu kelompok mencapai tujuannya, memenuhi

               kebutuhan, mewujudkan nilai-nilai kelompok, menjadi pilihan anggota

               kelompok bila berinteraksi dengan pimpinan kelompok lain dan menjadi

               penengah dalam konflik.

         6. Kepaduan (keinginan anggota untuk tetap dalam kelompok dan ikatan

               mereka terhadap kelompok dapat menentukan kepaduannya)



Kelompok juga terbentuk melalui beberapa hal seperti:

1. Pemuasan kebutuhan

2. Penegasan pada proyek

3. Penataan ulang pekerjaan
                 11
                    Namun pada dasarnya prilaku kelompok terbentuk dari prilaku individu.

sebab, bila prilaku individu tidak mendukung, maka prilaku kelompok dalam

organisasi tersebut tidak akan bagus. Disamping itu, anggota kelompok sangat


8.
     Gibson Ivancevich Danelly, jilid I, Op-cit Hal 314
9
    . Kossenstan, aspek manusiawi dalam organisasi, Erlangga, 1993, Hal 92


                                                                             4
berpengaruh pada individu lain karena mereka tidak mungkin langsung bisa

menerima anggota baru. Hal ini dipengaruhi oleh norma sosialnya.




                                      5
                                   BAB III

                                 PENUTUP



3.1 Kesimpulan

      Prilaku individu dan kelompok dalam organisasi sangat dipengaruhi oleh

pekerjaan yang mereka laksanakan. Dimana pekerjaan itu memberikan

rangsangan yang kuat bagi prilaku individu. disamping itu, struktur juga

mempengaruhi prilaku dan fungsi kelompok didalam organisasi. Struktur sangat

berpengaruh pada pencapaian prestasi secara efektif.

      Kemudian budaya juga berpengaruh pada organisasi. Sebab, budaya

terbentuk dari prilaku individu dan kelompok. Prilaku individu dalam organisasi

merupakan studi prilaku, sikap dan prestasi kerja dalam organisasi dengan

memanfaatkan teori dan metode. Prilaku individu dipengaruhi oleh kemampuan

dan keterampilan.

      Prilaku individu dan kelompok akan terbentuk dengan baik apabila ada

motivasi dari pimpinan organisasi, adanya kepercayaan antara sesama dan

berusaha untuk meningkatkan prestasi kerja.



3.2 Saran

      Dalam sebuah organisasi terdiri dari individu-individu, dimana akan

membentuk kelompok. Untuk itu para pimpinan organisasi harus bisa

membentuk kepribadian anggota melalui organisasi tersebut, tanpa membeda-

bedakan antara satu dengan yang lainnya.



                                      6
                               DAFTAR PUSTAKA



Angelo kinicki kreitner Robert. 2003. prilaku organisasi. Jakarta: salemba empat

Donnelly ivancevich Gibson. 1985. organisasi jilid 1. Jakarta: erlangga

Donnelly ivancevich Gibson. 1985. organisasi jilid II. Jakarta: erlangga

Pace wayne. 2001. komunikasi organisasi. Bandung: rosda karya

Kossen stan. 1993. aspek manusiawi dalam organisasi. Jakarta: erlangga




                                         7

								
To top