ISU-ISU KAWASAN DAN DINAMIKA HUBUNGAN INDONESIA - AFRIKA by ZuanDriza

VIEWS: 168 PAGES: 30

More Info
									ISU-ISU KAWASAN DAN DINAMIKA
 HUBUNGAN INDONESIA - AFRIKA

         Oleh: Sudirman Haseng, S.E, MSi
                  Direktur Afrika


  Disampaikan pada Diklat Sekdilu XXXV, April 2010
TOPIK BAHASAN

   Wajah Baru Afrika

   Isu-Isu Kontemporer

   Kebijakan Luar Negeri Indonesia terhadap Afrika

   Potensi Hubungan Ekonomi Indonesia - Afrika
Pembagian Afrika
    secara
   Geografis
Persepsi Tentang Afrika




   KEKERINGAN                           NARKOBA
                   KEMISKINAN




 AIDS, EBOLA     PERANG SAUDARA   UANG PALSU, KORUPSI

     Menghambat Keinginan untuk Bekerjasama dan
             Berdagang dengan Afrika
Persepsi seperti itu tidak tepat paling
tidak karena 2 alasan:
   Pertama, Afrika tidak hanya terdiri dari satu atau beberapa
    negara saja. Ada lebih dari 50 negara di Afrika dan sebagian
    besar di antaranya tidak menghadapi masalah-masalah
    tersebut seburuk seperti yang pernah digambarkan oleh
    media televisi beberapa tahun yang lalu.

   Kedua, Masalah-masalah tersebut tidak selalu bersifat
    permanen, dalam arti tidak tertutup kemungkinan negara
    yang menghadapi masalah tersebut pada gilirannya mampu
    mengatasi masalah-masalah tersebut.
                   Potensi Afrika
   Mulai berkembangnya demokratisasi dengan pemilu yang
    teratur dan aman
   Mulainya perhatian untuk melaksanakan “good governance”
    dan pemberantasan korupsi
   Berperannya AU di kalangan negara-negara Afrika
   Diterimanya program NEPAD sebagai “blue print”
    pembangunan Afrika
   Upaya penghapusan hutang luar negeri Afrika & Peningkatan
    komitmen G8 utk Afrika
   Meningkatnya perdagangan intra kawasan Afrika
   Meningkatnya investasi dan perdagangan negara2 Afrika
    dengan kawasan Asia, Eropa & AS
   Meningkatnya pertumbuhan ekonomi di sebagian negara2
    Afrika
 DINAMIKA AFRIKA SAAT INI




                        Cape Town, Afrika Selatan




Addis Ababa, Ethiopia
DINAMIKA AFRIKA SAAT INI
(lanjutan)




                 Nairobi, Kenya




Dakar, Senegal

                 Harare, Zimbabwe
               KEINDAHAN ALAM AFRIKA
          Afrika juga “menawarkan” sejuta pesona keindahan
         alamnya untuk dinikmati oleh para turis termasuk dari
                             Indonesia.




Gunung Kilimanjaro, Tanzania




                               Victoria Falls, Zimbabwe


Pantai Mahe, Seychelles
     PERWAKILAN RI DI BENUA AFRIKA
   Saat ini ada 16 Perwakilan RI di Afrika yakni:

A. Yang Berada di Bawah Koordinasi Dit. Afrika:
    1. KBRI Abuja (Nigeria)
    2. KBRI Dakkar (Senegal)
    3. KBRI Windhoek (Namibia)
    4. KBRI Pretoria (Afrika Selatan)
    5. KBRI Harare (Zimbabwe)
    6. KBRI Antananarivo (Madagascar)
    7. KBRI Dar Es Salaam (Tanzania)
    8. KBRI Addis Ababa (Ethiopia)
    9. KBRI Nairobi (Kenya)
    10. KJRI Cape Town (Afrika Selatan)
B. Yang Berada di Bawah Koordinasi Dit. Timur Tengah:

   1.   KBRI   Cairo (Mesir)
   2.   KBRI   Tunis (Tunisia)
   3.   KBRI   Tripoli (Libya)
   4.   KBRI   Khartoum (Sudan)
   5.   KBRI   Rabat (Maroko)
   6.   KBRI   Algier (Aljazair)
Pembagian Afrika secara politis
• Stabil & demokratis :
  Cape Verde, Ghana, Zambia, Mauritius, Benin, Botswana, Mali,
  Namibia, Sao Tome Principe, South Africa, Senegal, Seychelles,
  Mozambique

• Cenderung Stabil – Menuju demokratis :
  Angola, Kenya, Comoros, Liberia, Malawi, Sierra Leone, Tanzania,
  Burkina Faso, Burundi, Gambia, Nigeria, Central African Republic,
  Uganda, Djibouti, Ethiopia, Gabon, Rwanda, Togo, Cameroon,
  Congo (Democratic Republic)

• Bermasalah/konflik dan belum demokratis:
  Niger, Guinea Bissau, Chad, Republic of Congo, Madagascar,
  Guinea, Cote D’Ivoire, Mauritania, Somalia, Zimbabwe, Swaziland
  dan Lesotho (berbentuk monarki, belum demokratis)
Pembagian Afrika secara ekonomis
• Maju
  (GDP Per Kapita Diatas USD 5000)
  Seychelles, Botswana, Gabon, Mauritius, Afrika Selatan, Angola,
  dan Namibia

• Sedang Membangun/Potensial
  (GDP Per Kapita Antara USD 1000 – USD 5000)
  Swaziland, Congo, Rep. , Cameroon, Nigeria, Cote D’Ivoire,
  Mauritania, Senegal, Chad, Kenya, Benin, Lesotho, Ghana, Zambia,
  Burkina Faso, Mali, Sao Tome Principe, Tanzania, Uganda, Djibouti,
  Guinea, Madagascar, Rwanda, Cape Verde, Comoros

• Belum berpotensi
  (GDP Per Kapita Dibawah USD 1000 )
  Eritrea, Mozambique, Togo, Burundi, The Gambia, Malawi, Sierra
  Leone, Central African Republic, Ethiopia, Niger, Guinea-Bissau,
  Somalia, Liberia, Zimbabwe, Democratic Republic of Congo.
     Isu-Isu Kontemporer
   Demokratisasi di Afrika umumnya mengalami kemajuan, namun belum berjalan
    lancar sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi

   Pembangunan ekonomi di Afrika perlahan mengalami perbaikan, salah satu
    indikator adalah mulai masuknya investor asing.

   Organisasi-Organisasi Regional (AU, SADC, ECOWAS, COMESA, dll).
    Cenderung tidak bisa memenuhi deadline kesepakatan (free trade area,
    common market, common currency, dll) Disibukkan oleh agenda domestik
    masing-masing.

   AU: pembentukan Authority of the African Union yang disepakati pada
    pertemuan 12th Extraordinary Session of African Union Executive Council di
    Tripoli, Libya pada tanggal 15-16 April 2009, untuk menggantikan The African
    Union Commission…. Untuk mempercepat integrasi bidang politik, ekonomi
    dan sosial antara negara-negara Afrika.

   SADC: pembekuan keanggotaan Mauritania (2006) dan Madagaskar (Maret
    2009), transisi kekuasaan dianggap “tidak demokratis dan melanggar statuta
    SADC, AU dan PBB”

   ICC (Maret 2009): Perintah penangkapan kepada Omar al-Bashir (Presiden
    Sudan); dianggap “actor” ethnic cleansing di Darfur. Keputusan ICC ini
    ditentang oleh UA; Sudan tidak merupakan termasuk negara yang meratifikasi
    Statuta Roma.
   Regionalisasi di Kawasan
                                                                  Activitie
                                             Economic and Monetary
                       Free                                                   Free Travel
                                  Custom            Union                                       lPolitical    Defense
Regional bloc          Trade
                                   Union       Single     Currency       Visa -     Borderle      Pact         Pact
                       Area
                                               Market      Union         Free         ss
                      proposed    proposed proposed for proposed for                           proposed for
AEC                                                                                                              ?
                      for 2019    for 2019    2023         2028                                   2028
                      proposed
CEN – SAD
                      for 2010
                                  proposed               proposed for
COMESA                 in force                   ?
                                  for 2008                  2018
                                             proposed for proposed for                         proposed for
EAC                    in force   in force                             proposed        ?
                                                2009         2009                                 2010
            CEMAC      in force   in force        ?        in force
ECCAS                 proposed proposed
            Common                            proposed     proposed     proposed       ?                      in force
                     for 2007 ? for 2011 ?
            UEMOA      in force   in force        ?        in force
                                                         proposed for
            WAMZ                                  ?
ECOWAS                                                      2009
                                  proposed
            Common    Proposed                    ?        proposed     in force    proposed    proposed      in force
                                  for 2007
IGAD
                                                          de-facto in
            SACU       in force   in force                                    ?
                                                            force 1
SADC
            Common2 proposed      proposed proposed for proposed for
            ]       for 2008 3    for 2010    2015         2016
UMA
    Kebijakan Luar Negeri Indonesia
    terhadap Afrika
   Pemantapan Politik Luar Negeri dan Optimalisasi Diplomasi Indonesia
    dalam penyelenggaraan hubungan luar negeri dan pelaksanaan politik
    luar negeri.

    Secara khusus Indonesia memiliki kedekatan historis terhadap negara-negara
    kawasan Afrika yang dapat dijadikan modalitas dalam penggalangan dukungan
    terhadap Indonesia dalam berbagai forum multilateral. KAA di Bandung (1955)
    memberikan sumbangan besar bagi kemerdekaan negara-negara di kawasan
    Afrika. KTT Asia Afrika (2005) melahirkan komitmen NAASP (New Asia Africa
    Strategic Partnership) untuk mempromosikan perdamaian, kesejahteraan dan
    kemajuan di kedua benua.

    Melalui kerangka Kerjasama Selatan-Selatan, Indonesia memberikan bantuan
    dalam program Kerjasama Teknis antar Negara Berkembang (KTNB) kepada
    negara-negara Afrika (cth. bidang pertanian, pendidikan, pengembangan UKM,
    pembangunan desa) dalam rangka mempererat hubungan yang sekaligus
    diharapkan dapat membantu negara-negara Afrika untuk lebih berdaya dalam
    bidang ekonomi.

    Kedekatan hubungan antara Indonesia dan negara-negara Afrika juga diharapkan
    dapat mendorong peluang perluasan pasar baru bagi produk-produk Indonesia.

    Kebijakan tersebut kemudian didukung dengan penguatan hubungan bilateral.
Isu Kontemporer Hubungan
Bilateral RI – Negara-Negara Afrika
Upaya meningkatkan Keterwakilan Indonesia di Kawasan:

   Pembukaan KBRI Maputo (Mozambique)

   Usulan Pembukaan KBRI di Angola dan Ghana

   Usulan Pembukaan hubungan diplomatik dengan 7 negara
    (Botswana, Rep. Afrika Tengah, Guinea Equatorial, Malawi, Niger,
    Saotome & Principe, Chad)

   Usulan KBRI Addis Ababa menjadi “permanent observer” untuk
    organisasi Uni Afrika

   Upaya meningkatkan Kerjasama Ekonomi (tidak terdapat lagi
    hambatan di bidang politik); salah satu butir dari KTT “the New
    Asian African Strategic Partnership” (2005)
     – ITPC di Lagos dan Johannesburg
     – Kerjasama Pertanian, Kerjasama Pendidikan, Kerjasama Teknik
Potensi Hubungan Ekonomi
        RI - Afrika
             POTENSI PASAR AFRIKA




                            Kosmetik dan Alat Produk
 Produk Alat Tulis                                            Furnitur
                           Perlengkapan Kamar Mandi
Pertumbuhan 2 digit                                     Pertumbuhan 2 digit
                               PertumbuhanTinggi




Produk Ban dan                 Barang Konsumen           Bahan Bangunan
     Karet                  (Sabun. Sabun Cuci,etc)    Pertumbuhan 2 digit
Pertumbuhan 2                 Pertumbuhan 2 digit
     digit
    Source: **WTO; 2005;
               VOLUME PERDAGANGAN INDONESIA DENGAN
            SEJUMLAH NEGARA DI AFRIKA PADA TAHUN 2007-2009
                              (DALAM: RIBU US$)

   Negara          2007           2008              2009       TREND %
                                                              2009 / 2008
Afrika            809.947,1      978.760,6    834.808,4         -14,71
Selatan
Ethiopia           15.720,2       29.926,8        21.924,4      -26,74

Kenya              63.234,9       76.216,8        76.497,4       0,37
Madagascar         34.873,1      35.187,36        30.455,4      -13,45

Namibia            10.703,7       26.250,6        26.984,2       2,79
Nigeria           803.075,4      404.448,9        716.211,5     77,08
Senegal            12.340,2       18.368,8        17.702,4      -3,63
Tanzania           79.375,1       90.699,8    123.794,1         36,49
Zimbabwe           19.339,6       32.961,4        26.720,3      -18,93
           EKSPOR INDONESIA KE SEJUMLAH NEGARA AFRIKA
                      PADA TAHUN 2007-2009
                        (DALAM RIBU US$)

NEGARA           TAHUN 2007     TAHUN 2008 TAHUN 2009     TREND %

                                                          2009 / 2008

Afrika Selatan     557. 358,2     624.204,5   484.569,2         -22,37

Ethiopia             14.804,3      22.800,0    20.151,3         -11,62

Kenya                54.306,1      63.870,1    65.921,8           3,21

Madagascar           32.739,2      31.239,1    26.516,1         -15,12

Namibia               4.134,9       7.487,2     7.131,3          -4,75
Nigeria             195.870,6     289.628,5   207.362,1         -28,40
Senegal             11,289,9       16.193,2    16.496,1           1,87
Tanzania            63.120,4       54.977,6   107.810,8         96,10
Zimbabwe              5.285,8       3.565,0     2.838,8         -20,37
           IMPOR INDONESIA DARI SEJUMLAH NEGARA AFRIKA
                 PADA TAHUN 2007-2009 (DALAM RIBU US$)


    Negara          2007         2008       2009         TREND %
                                                        2009 / 2008
Afrika Selatan      252.588,9   354.556,1   350.239,2          -1,22

Ethiopia               916,0      7.126,9     1.773,1         -75,12

Kenya                 8.928,9    12.346,7    10.575,6         -14,34

Madagascar            2.113,8     3.948,5     3.939,3          -0,23

Namibia               6.568,8    18.763,3    19.852,8           5,81

Nigeria             607.204,8   114.820,4   508.849,3         343,17

Senegal              1.050,3      2.175,6     1.206,3         -44,55

Tanzania            16.254,7     35.722,2    15.983,3         -55,26

Zimbabwe             14.053,9    29.396,4    23.881,4         -18,76
 TOTAL PERDAGANGAN INDONESIA DAN BEBERAPA NEGARA AFRIKA
              SUB SAHARA 2007-2009 (RIBU US$)

                                   TAHUN 2007                   TAHUN 2008                  TAHUN 2009


NO        NEGARA             Migas          Non-Migas       Migas       Non-Migas       Migas       Non-Migas

 1     Ethiopia                      0        15,720.20             0     29,926.80             0     21.924,4


 2     Afrika Selatan           484.40       809,462.80     1, 535.09    977,225.50     55.268,83    779.539,6


 3     Madagaskar                    0        34,873.10             0     35,187.60             0     30.455,4


 4     Tanzania                      0        79,375.10             0     90,699.80             0    123.794,1


 5     Kenya                         0        63,234.90             0     76,216.80             0     76.497,4


 6     Zimbabwe                       0       19,339.60             0     32,961.40             0     26.720,3

 7     Namibia                        0       10,703.70             0     26,250.60             0     26.984,2


 8     Senegal                       0        12,340.20             0     18,368.80             0     17.702,4


 9     Nigeria               602,697.5       200,377.90    103,290.13    301,158.80    503.633,09    212.578,4

       TOTAL                 603,181.9       1,245,427.5   104,825.22   1,587,996.10   558.901,92   1,316,196.2


Sumber: www.depdag.go.id (diolah kembali)
Potensi Komoditas

Indonesia di Afrika
                 POTENSI EKSPOR
               KOMODITI INDONESIA
               UNTUK PASAR AFRIKA

 Produk Kertas
 Perlengkapan Rumah Tangga (Kulkas, AC, Fax,dll)
 Produk Tekstil
 Furnitur / Produk Kayu/Rotan & Kayu Jati
 Produk Karet
 Produk Plastik
 Obat-obatan dan vaksin untuk binatang
 Alat Telekomunikasi dan sistem radio (untuk militer, polisi dan
  sipil)
 Persenjataan (jaket anti peluru, pistol dan sepatu militer)
            POTENSI EKSPOR
          KOMODITI INDONESIA
          UNTUK PASAR AFRIKA
                        (lanjutan)

 Perlengkapan Industri Minyak
 Agroindustri (kopi, teh, sabun, dll.)
 Minyak Kelapa Sawit Mentah
 Produk Makanan Kaleng/ Susu, Kornet Sapi, Ikan Tuna,
  Jamur, Biskuit, Permen, Mi Instan, Rempah-rempah, Saus
  Sambal/Tomat
 Handicraft dan produk lainnya
Peluang dan Tantangan
Peluang:
1.    Peningkatan Kerjasama Perdagangan
     (Business mission, sosialisasi potensi pasar Afrika dan partisipasi dalam berbagai trade
      fair)

2.   Trade Related Investment
     (Industri sunset Indonesia dapat dialihkan ke negara-negara Afrika dalam rangka trade
     related investment untuk memperluas pemasaran ekspor Indonesia. Cth. Sinar Ancol)

3.   Kerjasama di Bidang Energi
     (Dalam rangka pengembangan sumber energi alternatif terkait energy security policy,
     saat ini tengah dikembangkan kerjasama di bidang energi (coal to liquid/CTL) dan
     migas. Cth. kerjasama antara Pertamina, PT. Bukit Asam dan SASOL (Afrika Selatan)
     dalam bidang pengolahan batu bara di Sumatera Selatan dan Kalimantan)

4.   Skilled Labor
     (Menjadikan negara-negara di kawasan Afrika sebagai tujuan professional/skilled labor,
     terutama di bidang konstruksi, pertambangan, perkayuan, perminyakan, dan pariwisata
     (industri spa dan kecantikan) ).
Peluang dan Tantangan
Tantangan :

1.   Masih rendahnya minat kalangan dunia usaha dan pelaku
     bisnis untuk melakukan perluasan pasar/ pioneering project
     ke Afrika. Hal ini terjadi karena persepsi negatif mengenai
     Afrika dan kurangnya informasi yang relevan.

2.   Lemahnya dukungan sektor perbankan/ financial
     management khususnya sebagai lembaga penjamin.

3.   Masih minimnya semangat kewirausahaan di kalangan
     pebisnis Indonesia terutama ketika berhadapan dengan
     permasalahan di lapangan.
    ALAMAT KAMI:

  DIREKTORAT AFRIKA
GEDUNG UTAMA LANTAI 4
JL. PEJAMBON 6 JAKARTA
 TELEPON: 021 381 3055
    FAX: 021 381 3337
TERIMA KASIH

								
To top