Docstoc

askeb hamil fisiologis

Document Sample
askeb hamil fisiologis Powered By Docstoc
					         ASUHAN KEBIDANAN
PADA Ny. “W” GII P10001, UK 32-34 MINGGU,
        T/H, HAMIL FISIOLOGIS
   DI BPS Ny. IRSYADATUS. S,Amd.Keb
              SURABAYA




             DISUSUN OLEH :
             BENI WINARSIH
              NIM. 06.300.71




    SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
          ARTHA BODHI ISWARA
          PRODI DIII KEBIDANAN
               SURABAYA
                  2008
                          KATA PENGANTAR



     Puji syukur atas kehadirat Allah SWT, karena dengan limpahan rahmat dan
hidayahNya sehingga penulis dapat menyelesaikan Asuhan Kebidanan pada ibu
hamil di BPS IRSYADATUS Surabaya.
     Asuhan kebidanan pada ibu hamil ini tidak akan selesai tepat pada waktunya
tanpa bantuan dari berbagai pihak yang telah membantu. Untuk itu pada
kesempatan kali ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada :
     1. dr. Harjono AFK, AKK selaku PLH Ketua STIKES ABI Surabaya
     2. Lia Hartanti, SST selaku PJS Kepala Jurusan Prodi DIII Kebidanan
        STIKES ABI Surabaya.
     3. Eny Widiyasari Amd.Keb selaku Pembimbing Akademik Program Study
        DIII Kebidanan STIKES ABI Surabaya.
     4. Ny. Irsyadatus S. Amd.Keb selaku Pembimbing Praktek selama di BPS
        Irsyadatus Surabaya.
     Penulis menyadari bahwa dalam penulisan dan penyusunan Asuhan
Kebidanan ini masih jauh dari sempurna. Untuk itu penulis mengharapkan kritik
dan saran untuk perbaikan penyusunan yang akan datang.
     Semoga Asuhan Kebidanan ini dapat memberikan manfaat bagi penulis
khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.


                                                         Surabaya,


                                                         Penulis
                                              DAFTAR ISI



Halaman Judul
Lembar Pengesahan
Kata Pengantar
Daftar Isi
Bab I Pendahuluan ...........................................................................................
            1.1. Latar Belakang ..............................................................................
            1.2. Tujuan Penulisan ..........................................................................
                    1.2.1. Tujuan umum ....................................................................
                    1.2.2. Tujuan khusus ..................................................................
Bab II Tinjauan Kasus .......................................................................................
            2.1. Pengertian Kehamilan ..................................................................
            2.2. Proses Kehamilan (Fisiologis Kehamilan) ....................................
            2.3. Tanda dan Gejala Kehamilan .......................................................
            2.4. Pemeriksaan Kehamilan ...............................................................
            2.5. Diagnosa Banding Kehamilan ......................................................
            2.6. Hal-Hal Yang Penting Diperhatikan Dalam Kehamilan ..............
            2.7. Perubahan Fisiologis Pada Saat Kehamilan .................................
Bab III Tinjauan Kasus .......................................................................................
            3.1. Pengkajian Data .............................................................................
                    3.1.1. Data subyektif ...................................................................
                    3.1.2. Data obyektif ....................................................................
            3.2. Diagnosa .......................................................................................
            3.3. Masalah Potensial .........................................................................
            3.4. Identifikasi Kebutuhan Segera .....................................................
            3.5. Intervensi / Planning ......................................................................
            3.6. Implementasi ................................................................................
            3.7. Evaluasi ........................................................................................
Bab IV Penutup ..................................................................................................
             4.1. Kesimpulan ...................................................................................
             4.2. Saran .............................................................................................
Daftar Pustaka ......................................................................................................
                                      BAB I
                              PENDAHULUAN



1.1. Latar Belakang
          Kehamilan adalah suatu proses fisiologis. Untuk itu perlu dilakukan
     suatu pemeriksaan untuk mengetahui tanda dan gejala kehamilan.
     Kehamilan    dikatakan     fisiologis   apabila   selama   kehamilan   tidak
     menyebabkan terjadinya kematian maupun kesakitan pada ibu dan janin
     yang dikandungnya.
          Perkembangan        dunia   internasional    sangat   ditujukan   dalam
     pembangunan kesehatan untuk meningkatkan kualitas SDM serta angka
     kesakitan dan angka kematian pada wanita hamil dan bersalin harus dimulai
     sejak dini. Oleh karena itu kehamilan yang sehat sangat mempengaruhi
     potensi dari penerus keturunan dikemudian hari.
          Sebagai tenaga kesehatan khususnya bidan harapan kita untuk dapat
     melakukan perhatian tentang pendidikan kesehatan terhadap klien yang
     merupakan indikator yang dapat digunakan untuk menilai pencapaian hasil.
     Pelayanan / Asuhan Antenatal merupakan cara penting untuk memonitor
     serta mendeteksi dini adanya kelainan dalam kehamilan agar nantinya dapat
     dicegah dan dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi.
                                                         (Sarwono Prawirohardjo)


1.2. Tujuan Penulisan
     1.2.1. Tujuan Umum
          Dalam penulisan dan penyusunan asuhan kebidanan ini diharapkan
          mahasiswa dapat melakukan asuhan kebidanan pada klien dengan ibu
          hamil fisiologis.
     1.2.2. Tujuan Khusus
          - Mahasiswa diharapkan mampu melakukan pengkajiand ata pada
             klien dengan hamil fisiologis.
- Mahasiswa diharapkan mampu melakukan analisa data pada klien
  dengan hamil fisiologis.
- Mahasiswa diharapkan mampu melakukan identifikasi masalah
  dengan diagnosa potensial pada klien.
- Mahasiswa diharapkan mampu melakukan tindakan segera kepada
  klien dengan hamil fisiologis.
- Mahasiswa diharapkan mampu merencanakan tindakan yang akan
  dilakukan pada klien dengan hamil fisiologis.
- Mahasiswa diharapkan mampu melaksanakan rencana tindakan
  yang sudah ditentukan pada klien dengan hamil fisiologis.
- Mahasiswa diharapkan mampu melaksanakan evaluasi atas
  tindakan yang akan dilakukan pada klien dengan hamil fisiologis.
                                     BAB II
                           LANDASAN TEORI



2.1. Pengertian Kehamilan
     - Kehamilan adalah dimulai dari konsepsi (bertemunya sel telur dengan
        sperma) dan berakhir dengan permulaan persalinan.
     - Kehamilan (graviditas) dimulai dengan konsepsi (pembuahan) dan
        berakhir denagn permulaan persalinan. (Obstetri Fisiologi 1983 : 3).
     - Kehamilan adalah pertumbuhan dan perkembangan janin intrauterine
        (dalam kandungan) dimulai sejak konsepsi dan berakhir sampai
        permulaan persalinan.


2.2. Proses Kehamilan (Fisiologi Kehamilan)
     Proses kehamilan merupakan mata rantai yang berkesinambungan yang
     terdiri :
     2.2.1. Ovulasi pelepasan ovum
            Ovulasi adalah proses pelepasan ovum yang dipengaruhi oleh sistem
            hormonal yang kompleks.
            Jumlah ogonium pada wanita :
             BBL                    : 750.000
             Umur 6-15 tahun        : 439.000
             Umur 16 – 25 tahun     : 159.000
             Umur 26 – 35 tahun     : 59.000
             Umur 36 – 45 tahun     : 34.000
             Menopause              : Menghilang
     2.2.2. Terjadi migrasi spermatozoa dan ovum
            Proses pembentukan spermatozoa merupakan proses yang kompleks.
             Spermatogonium berasal dari sel primitif tubulus
             Menjadi spermatosit pertama
      Menjadi spermatosit kedua
      Menjadi spermatid
      Akhirnya spermatozoa
     Bentuk spermatozoa seperti cebong yang terdiri atas :
      Kepala : lajang sedikit gepeng yang mengandung inti
      Leher : penghubung antara kepala dan ekor
      Ekor      : panjang sekitar 10 kali kepala, mengandung energi
        sehingga dapat bergerak.
2.2.3. Terjadi konsepsi dan pertumbuhan zygot
     Pertemuan inti ovum dan inti spermatozoa disebut konsepsi atau
     fertilisasi dan membentuk zygot. Proses konsepsi berlangsung sebagai
     berikut :
     a. Ovum yang dilepaskan dalam proses ovulasi, diliputi oleh korona
        radiata, yang mengandung persediaan nutrisi.
     b. Pada ovum dijumpai inti dalam bentuk metafase ditengah
        sitoplasma yang disebut vitellus.
     c. Dalam perjalanan korona radiata makin berkurang pada zona
        pelusida. Nutrisi dialirkan divitellus, melalui saluran pada zona
        pelusida.
     d. Konsepsi terjadi pada pars ampularis tuba, karena ;
         Merupakan tempat yang paling luas
         Dindingnya penuh jonjot, tertutup sel yang mempunyai silia
         Ovum mempunyai waktu terlama dalam ampulla tuba.
     e. Ovum siap dibuahi setelah 12 jam dan hidup selama 48 jam
         Spermatozoa ditumpahkan, masuk melalui kanalis servikalis
           dengan kekuatan sendiri
         Dalam cavum uteri terjadi proses kapasitasi, yaitu pelepasan
           sebagian dari “Liproteinnya” sehingga mampu mengadakan
           fertilisasi.
         Spermatozoa melanjutkan perjalanan menuju tuba.
          Spermatozoa hidup selama tiga hari dalam genetalia interna.
          Spermatozoa akan mengelilingi ovum yang telah siap dibuahi
            serta mengikis karena radiata dan zona pelusida dengan proses
            enzimatik : hialuronidase.
          Melalui “stomata” spermatozoa memasuki ovum.
          Setelah kepala spermatozoa masuk kedalam ovum, ekornya
            lepas dan tertinggal di luar.
          Kedua intiovum dan inti spermatozoa bertemu dengan
            membentu zygot.
2.2.4. Terjadi nidasi (implantasi) pada uterus
      Dengan masuknya inti spermatozoa kedalam sitoplasma “Vitellus”
      membangkitkan kembali pembelahan dalam inti ovum yang dalam
      keadaan “metasase”. Proses pemecahan dan pematangan mengikuti
      bentuk anafase dan “telofase” sehingga pronukleus-nya menjadi
      “haploid”. Pronukleus spermatozoa dalam keadaan haploid saling
      mendekati dengan inti ovum yang kini haploid dan bertemu dalam
      pasangan pembawa tanda dari pihak pria maupun wanita.
2.2.5. Pembentukan placenta
      Bagian desidua yang tidak dihancurkan membagi placenta menjadi
      sekitar 15 sampai 20 kotiledon maternal. Sedangkan dari sudut fetus,
      maka plasenta akan dibagi menjadi sekitar 200 kotiledor fetus. Setiap,
      kotiledon fetus terus bercabang dan mengambang ditengah aliran
      darah untuk menjalankan fungsinya memberikan nutrisi, pertumbuhan
      dan perkembangan janin dalam rahim ibu. Darah ibu dan janin tidak
      berhubungan langsung dan dipisahkan oleh lapisan trofoblas, dinding
      pembuluh darah janin. Fungsinya dilakukan berdasarkan sistem
      osmotik dan enzimatis serta pinositosis. Situasi placenta demikian
      disebut sistem placenta hemokorial.
2.3. Tanda dan Gejala Kehamilan
    2.3.1. Gejala kehamilan tidak pasti
          1. Amenore (tidak mendapat haid)
          2. Nausea (enek) dengan atau tanpa vomitus (muntah). Sering terjadi
             pagi hari pada bulan-bulan pertama kehamilan disebut morning
             sickness.
          3. Mengidam (menginginkan makanan atau minuman tertentu)
          4. Konstipasi / obstipasi, disebabkan penurunan peristaltik usus oleh
             hormon steroid
          5. Sering kencing
          6. Pusing, pingsan dan mudah muntah
             Pingsan sering ditemukan bila berada ditempat ramai pada bulan-
             bulan pertama kehamilan, lalu hilang setelah kehamilan 18 minggu.
          7. Anoreksia (tidak ada nafsu makan)
    2.3.2. Tanda kehamilan tidak pasti
          1. Pigmentasi kulit, kira-kira 12 minggu atau lebih
          2. Leukore, sekret serviks meningkat karena pegnaruh peningkatan
             hormon progesteron
          3. Epalis (hypertrofi papila gingiva), sering terjadi pada TM I
             kehamilan
          4. Perubahan payudara, payudara menjadi tegang dan membesar
             karena      pengaruh   hormon   estrogen   dan     progesteron   yang
             merangsang daktuli dan alveoli payudara. Daerah areola menjadi
             lebih hitam kaerna deposit pigmen berlebihan. Terdapat colostrum
             bila kehamilan lebih dari 12 minggu.
          5. Pembesaran abdoment, jelas terlihat setelah kehamilan 14 minggu.
          6. Suhu basal meningkat terus antara 37,2 – 37,8 0C
          7. Perubahan organ-organ dalam pelvix :
             a. Tanda chadwick : livid, terjadi kira-kira minggu ke-6
             b. Tanda hegar : segmen bawah rahim lembek pada perabaan
             c. Tanda piscasexk : uterus membesar kesalah satu jurusan
             d. Tanda Braxton-Hiks : uterus berkontraksi bila dirangsang.
                Tanda ini khas untuk uterus pada masa kehamilan.
          8. Tes kehamilan. Yang banyak dipakai pemeriksaan hormon
             korionik gonadotropin (hCG) dalam urine.
             Dasarnya reaksi antigen, antibody dengan hCG sebagai antigen
    2.3.3. Tanda pasti kehamilan
          1. Pada palpasi dirasakan janin (bagian-bagian janin) dan balotemen
             serta gerak janin
          2. Pada auskultasi terdengar bunyi jantung janin (BJJ)
          3. Dengan ultrasonography (USG) atau scanning dapat dilihat
             gambaran janin.
          4. Pada pemeriksaan sinar X tampak kerangka janin. Tidak dilakukan
             lagi sekarang karena dampak radiasi terhadap janin.


2.4. Pemeriksaan Kehamilan
    Pemeriksaan kebidanan terbagi dalam :
    2.4.1. Anamnesa, meliputi :
          a. Identitas diri dan keluarga
          b. Riwayat obstetrik yang lalu
          c. Riwayat penyakit yang pernah / sedang diderita oleh ibu dan
             keluarga
          d. Riwayat sosial ekonomi
    2.4.2. Pemeriksaan, meliputi :
          a. Pemeriksaan umum
          b. Pemeriksaan luar (inspeksi, palpasi, auskultasi, perkusi)
          c. Pemeriksaan dalam :
             - Vaginal Toucher (VT)
             - Recktal Toucher (RT)
          d. Pemeriksaan rontgenologis
          e. Pemeriksaan laboratorium : darah, urine
          f. USG
2.4.3. Diagnosa atau ikhtiar pemeriksaan :
     a. Hamil atau tidak
     b. Primi atau multigravida
     c. Usia kehamilan
     d. Anak hidup atau mati
     e. Anak tunggal atau anak kembar
     f. Letak / posisi janin
     g. Anak intra uterine atau extrauterine
     h. Keadaan jalan lahir
     i. Keadaan klien
2.4.4. Prognosa (Ramalan)
     a. Setelah pemeriksaan selesai maka dasar pemeriksaan kita adalah
        harus membuat prognosa atau tafsiran persalinan artinya berusaha
        meramalkan apakah persalinan akan berjalan dengan biasa atau
        sulit dan berbahaya.
     b. Ramalan perlu untuk menentukan apakah penderita harus bersalin
        di RSUP (Rumah Sakit Umum Persalinan), RSU, atau di rumah
        saja, apakah proses persalinan harus dipimpin oleh dokter ahli atau
        oleh seorang bidan saja yang harus disediakan supaya persalinan
        dapat berlangsung dengan selamat bagi ibu dan janin.
2.4.5. Theraphy (pengobatan)
     Tujuan therapy pada kehamilan antara lain :
     a. Untuk mencapai taraf kehidupan yang setinggi-tingginya dalam
        kehamilan, sampai dengan menjelang persalinan.
     b. Ibu harus diberi nasehat-nasehat mengenai cara-cara kehidupan
        selama hamil. Berapa kali harus memeriksakan kehamilannya atau
        apa yang harus disediakan bila bersalin di rumah.
2.5. Diagnosis Banding Kehamilan
     Suatu kehamilan kadang harus dibedakan dengan keadaan atau penyakit
     dalam pemeriksaan yang meragukan :
     1. Pseudosiesis (wanita yang sangat menginginkan kehamilan penyebab
       gejala-gejala seperti hamil)
     2. Sistoma ovari
     3. Mioma uteri
     4. Vsica urinaria dengan retensi urine
     5. Menopause


2.6. Hal-hal Yang Penting Diperhatikan Dalam Kehamilan
     1. Berat badan dan tinggi badan ibu
       Pada pemeriksaan kehamilan pertama perhatikan apakah berat badan ibu
       sesuai dengan tinggi badan ibu dan usia kehamilan. Bila berat badan ibu
       kurang atau lebih car dan atasi penyebabnya. Pada pemeriksaan
       selanjutnya perhatikan peningkatan berat badan ibu. Penambahan berat
       badan ibu hamil 0,5 kg perminggu atau 9 kg – 11 kg selama kehamilan.
       Bila ibu memiliki tinggi badan kurang dari 140 cm, curigai adanya
       disproporsi sefalopelvik.
     2. Tekanan darah
       Apabila kenaikan tekanan darah sistolik > 30 mmHg atau mencapai >
       140 mmHg atau kenaikan tekanan darah diastolik lebih dari 15 mmHg
       atau mencapai > 90 mmHg, curigai adanya preeklamsia, eklamsia atau
       hipertensi dalam kehamilan.
     3. Tinggi fundus uteri
       Tinggi fundus uteri meningkat sesuai usia kehamilan. Peningkatan tinggi
       fundus uteri terutama pada trimester ketiga kehamilan.
     4. Bunyi jantung janin (BJJ)
       Dalam keadaan yang normal frekuensi BJJ berkisar antara 120-160
       x/menit. Berdasarkan partograf WHO, denyut kurang dari 120
       detik/menit (bradicardi) atau lebih dari 160 detik/menit (takicardi) saat
  ibu sedang tidak HIS menunjukkan gawat janin. Bila tidak ditemukan
  BJJ pada daerah punggung janin, curigai adanya kematian janin (IUFD),
  mola hidatidosa, atau pertumbuhan janin terhambat. Ditemukannya dua
  bunyi jantung ditempat yang berbeda dengan perbedaan frekuensi paling
  sedikit 10 detak/menit merupakan diagnosis pasti kehamilan ganda
  (gamelli).
5. Odema
  Odema tungkai bawah pada trimester terakhir dapat merupakan hal yang
  fisiologis. Namun bila disertai odema ditubuh bagian atas seperti muka
  dan lengan, terutama bila diikuti peningkatan tekanan darah, curigai
  adanya preeklamsia.
6. Besar dan letak janin
  Ukuran uterus yang tidak sesuai dengan usia kehamilan (lebih kecil)
  dapat disebabkan oleh terhambatnya pertumbuhan janin atau kematian
  janin intra uterine. Sedangkan bila lebih besar curigai adanya
  makrosomia, kehamilan mola, atau gamelli. Setelah kehamilan 34
  minggu, letak janin yang normal adalah memanjang dengan letak kepala
  di bawah. Kelainan yang dapat terjadi adalah letak lintang, letak oblia
  atau letak sungsang (presentasi bokong).
7. Perdarahan
  Perdarahan pada trimester pertama dapat merupakan hal yang fisiologis
  yaitu tanda hartman, perdarahan pervaginam akibat nidasi blastosis ke
  endometrium yang menyebabkan perlukaan. Perdarahan berlangsung
  sebentar, sedikit dan tidak membahayakan kehamilan. Perdarah TM1
  dapat merupakan hal patologis yaitu abortus, kehamilan ektropik, atau
  mola hidatidosa. Setelah kehamilan 22 minggu, perdarahan yang terjadi
  disebut perdarah antepartum, banyak disebabkan plasenta previa dan
  solusio placenta.
2.7. Perubahan Fisiologis Pada Kehamilan
     Dengan terjadinya kehamilan maka seluruh sistem genetalia wanita
     mengalami    perubahan   yang    mendasar    sehingga   dapat   menunjang
     perkembangan dan pertumbuhan janin dalam rahim. Plasenta dalam
     perkembangannya mengeluarkan hormon somatomamotropin, estrogen, dan
     progesteron yang menyebabkan perubahan pada :
     1. Rahim atau uterus
       Rahim yang semula besarnya sejempol atau beratnya 30 gr akan
       mengalami hipertrophy dan hiperplasia sehingga menjadi seberat 1000 gr
       saat akhir kehamilan. Otot rahim mengalami hiperplasia dan hipertrophy
       menjadi lebih besar, lunak, dan dapat mengikuti pembesaran rahim
       karena pertumbuhan janin.
       a. Pada ukuran 16 minggu, kavum uteri sepenuhnya diisi oleh amnion.
          Tingginya rahim setengah dari jarak simpisis dan pusat placenta sudah
          terbentuk sepenuhnya.
       b. Pada ukuran 20 minggu, fundus rahim terletak 2 jari dibawah pusat
          sedangkan pada ukuran 24 minggu tepat ditepi atas puast.
       c. Pada ukuran 28 minggu, TFU sekitar 3 jari diatas pusat atau sepertiga
          jarak antara pusat dan prosesus xifoideus.
       d. Pada ukuran 32 minggu TFU setengah jarak prosesus xifoideus dan
          pusat
       e. Pada ukuran 36 minggu TFU satu jari di bawah prosesus xifodeus
          kepala janin belum masuk PAP
       f. Pada ukuran 40 minggu TFU turun setinggi 3 jari dibawah prosesus
          xifoideus karena kepala janin sudah mulai masuk PAP
     2. Vagina (liang senggama)
       Vagina dan vulva mengalami peningkatan pembuluh darah karena
       pengaruh estrogen sehingga tampak makin merah dan kebiru-biruan
       (tanda chadwicks)
3. Ovarium (indung telur)
  Dengan terjadinya kehamilan, indung telur yang mengandung korpus
  luteum gravidarum akan meneruskan fungsinya sampai terbentuknya
  placena yang sempurna pada ukuran 16 minggu.
4. Payudara
  Payudara mengalami pertumbuhan dan perkembangan sebagai persiapan
  memberikan ASI pada saat laktasi. Perkembangan payudara tidak dapat
  dilepaskan dari pengaruh hormon saat kehamilan, yaitu estrogen,
  progesteron, dan somatoma monotropin fungsi hormon mempersiapkan
  payudara untuk pemberian ASI :
  i. Estrogen berfungsi :
     * Menimbulkan hipertrofy sistem saluran payudara
     * Menimbulkan penimbunan lemak dan air serta garam sehingga
        payudara tampak makin membesar
     * Tekanan serat saraf akibat penimbunan lemak cair dan garam
        menyebabkan rasa sakit pada payudara
  ii. Progesteron berfungsi :
     * Mempersiapkan asinus sehingga dapat berfungsi
     * Menambah jumlah sel asinus
  iii. Somatomammotropin berfungsi :
     * Mempengaruhi sel asinus untuk membuat kasein, laktalbumin, dan
        laktoglobulin
     * Penimbunan lemak sekitar alveolus payudara
     * Merangsang pengeluaran kolostrum pada kehamilan
      Penampakan payudara pada ibu hamil :
         Payudara menjadi lebih besar
         Areola payudara makin hiperpigmentasi
         Glandula montgomery makin tampak
         Puting susu makin menonjol
         Setelah persalinan, hambatan prolaktin tidak ada sehingga
           pembuatan ASI dapat berlangsung
5. Sirkulasi darah ibu
  Peredaran darah ibu dipengaruhi beberapa faktor antara lain :
   Meningkatnya kebutuhan sirkulasi darah sehingga dapat memenuhi
     kebutuhan perkembangan dan pertumbuhan janin.
   Terjadi hubungan langsung antara arteri dan vena pada sirkulasi retro-
     plasenter.
   Pengaruh hormon estrogen dan progesteron makin meningkat.
  Akibat dari faktor tersebut dijumpai beberapa perubahan peredaran
  darah:
  1. Volume darah meningkat
  2. Sel   darah   makin   meningkat    jumlahnya    untuk   mengimbangi
     pertumbuhan janin
  3. Sistem respirasi
  4. Sistem pencernaan
  5. Traktus urinarius
  6. Perubahan pada kulit (hyperpigmentasi)
  7. Metabolisme
                                   BAB III
                             TINJAUAN KASUS



3.1. Pengkajian Data
    3.1.1 Data Subyektif
         Anamnesa tanggal 08 Juli 2008-12-14                   Jam : 18.30 WIB
         1. Identitas
           Nama klien        : Ny. W                   Nama suami : Tn. W
           Umur              : 29 th                   Umur            : 30 th
           Suku / bangsa     : Jawa/Indonesia          Suku / bangsa : Jawa/
                                                                           Indonesia
           Agama             : Islam                   Agama           : Islam
           Pendidikan        : Akademi                 Pendidikan      : S1
           Pekerjaan : IRT                             Pekerjaan       : Wiraswasta
           Penghasilan       :-                        Penghasilan     :
                                                                 ± Rp. 1.300.000,-
           Alamat            : Jl. Lontar Gg.          Alamat rumah : Jl. Lontar Gg
                              Telaga Indah                                 Telaga Indah
         2. Alasan Kunjungan Saat Ini / Keluhan Utama
           Ibu mengatakan ingin memeriksakan kehamilannya.
         3. Riwayat Kebidanan
           a. Riwayat Menstruasi
              Siklus Menstruasi        : 28 hari       Menarche        : 12 th
              Lama                     : 7 – 8 hari    HPHT            : 19 – 11 – 08
              Warna                    : Merah         TP              : 26 – 08 – 08
              Bau                      : Anyir
              Flour Albus              : ya, tidak gatal, tidak bau.
           b. Riwayat Kehamilan, Persalinan, dan Nifas yang Lalu.
              Hamil ke                 :1
              Suami ke                 :1
    UK                     : 38 / 40 minggu
    Jenis Persalinan       : spontan
    Penolong               : Bidan
    Penyulit               : tidak ada
    BB / PB                : 2700 gr / 48 cm
    Jenis Kelamin          : Perempuan, Hidup (2,5 tahun)
    Meneteki               : (+) 1 tahun
    KB                     : (+) suntik 2 tahun
 c. Riwayat Kehamilan Ini / ANC / TT
    - Trimester I : Ibu mengatakan mual, muntah dan pusing pada
                   awal kehamilannya dan nafsu makan berkurang.
    - Trimester II : Ibu mengatakan mulai merasakan gerakan bayinya
                   pada usia kehamilan 4 bulan.
    - Trimester III :: -
4. Riwayat Kesehatan
  a. Riwayat Penyakit yang sedang atau pernah diderita
    Ibu mengatakan tidak pernah mempunyai penyakit menular,
    menurun     dan menahun seperti TBC, DM, Hipertensi, Asma,
    Jantung dan ibu mengatakan belum periksa lab tentang HIV/AIDS.
  b. Riwayat penyakit Keluarga / Keturunan
    Ibu mengatakan dalam keluarganya dan keluarga suaminya tidak
    ada yang mempunyai penyakit menular, menurun dan menahun
    seperti TBC, DM, Hipertensi, Asma, Jantung dan HIV/AIDS.
  c. Perilaku Kesehatan
    Ibu mengatakan bahwa ia tidak pernah merokok, minum-minuman
    beralkohol, narkoba, minum jamu selama kehamilan dan tidak
    memelihara hewan.
5. Riwayat Psikososial
  Ibu mengatakan kehamilannya diterima baik oleh suami dan keluarga.
6. Pola Kebiasaan Sehari-hari
  a. Pola Nutrisi
      Sebelum hamil : ibu mengatakan makan 3 x sehari dengan porsi
                         1 piring nasi, 3-4 potong lauk, sayur, kadang
                         buah dan air putih + 8 – 9 gelas / hari.
      Selama hamil    : ibu mengatakan makan 3 x sehari dengan porsi
                         sedang 1 piring nasi, 3-4 potong lauk, sayur,
                         kadang buah dan air putih + 8 – 9 gelas / hari
                         dan 2 gelas susu.
  b. Pola Eliminasi
      Sebelum hamil : ibu mengatakan BAB 1x sehari dengan
                         konsistensi lunak, BAK + 6-7 x sehari.
      Selama hamil    : ibu mengatakan BAB 1x sehari dengan
                         konsistensi lunak, dan BAK + 8-9 x sehari.
  c. Pola Aktivitas
      Sebelum hamil : ibu       mengatakan    setiap    hari   melakukan
                         aktivitas rumah tangga seperti memasak,
                         menyapu, mengepel dan mencuci.
      Selama hamil    : ibu mengatakan masih melakukan aktivitasnya
                         sebagai ibu rumah tangga seperti memasak,
                         menyapu, mengepel, dan mencuci.
  d. Pola Istirahat / Tidur
      Sebelum hamil : ibu mengatakan tidur siang + 1 jam dan pada
                         malam hari + 7-8 jam setiap hari.
      Selama hamil    : ibu mengatakan tidur siang + 1 jam dan tidur
                         malam + 7-8 jam setiap hari.
  e. Personal Hygiene
      Sebelum hamil : ibu mengatakan mandi 2x sehari, keramas 2
                         hari sekali, menggosok gigi 2x sehari dan
                         mengganti celana dalam 2x sehari.
          Selama hamil      : ibu mengatakan mandi 2 x sehari, keramas 2
                               hari sekali, menggosok gigi 2x sehari dan
                               mengganti celana dalam 2x sehari.
       f. Pola Aktivitas Seksual
          Sebelum hamil : ibu mengatakan melakukan hubungan seksual
                               + 2-3 x seminggu.
          Selama hamil      : ibu mengatakan melakukan hubungan seksual
                               + 1-2x seminggu.


3.1.2 Data Subyektif
     1. Pemeriksaan Umum
        a. Kesadaran : composmentis
        b. KU           : baik
        c. TB/BB        : 162 cm / 62 kg
        d. TTV          :
            TD       : 120/80 mmHg              Nadi     : 80x / menit
            Suhu : 365 0C                       RR       : 20x / menit
        e. Lingkar lengan atas : 24 cm
     2. Pemeriksaan Fisik
        a. Rambut           : bersih, warna hitam, tidak ada ketombe.
        b. Muka
             Chloasma gravidarum : tidak ada chloasma gravidarum
             Conjungtiva : merah muda, tidak anemis
             Sklera        : putih, tidak ikterus
        c. Mulut
             Stomatitis : tidak ada
             Gigi          : bersih, tidak ada caries
        d. Leher
             Pembesaran kelenjar getah bening           : tidak ada
             Pembesaran vena jugularis                  : tidak ada
             Struma                                     : tidak ada
  e. Dada           : tidak ada pigmen cheast
                        Tidak ada funnel cheast
  f. Payudara
       Bentuk      : simetris
       Areola      : hiperpigmentasi
       Puting susu : menonjol, tidak lecet
       Keluaran    : tidak ada / colostrum belum keluar
       Strie       : tidak ada
  g. Perut
       Striae      : striae alba
       Linea       : linea vividae
       Pembesaran : sesuai dengan usia kehamilan
       Bekas luka : tidak ada bekas luka operasi
  h. Vulva
       Warna       : merah kecoklatan
       Luka parut : tidak ada luka parut
       Keluaran    : (+) flour albus, tidak bau
       Varices     : tidak ada
       Odema       : tidak ada
  i. Anus
       Hemorroid : tidak ada
       Varices     : tidak ada
  j. Ekstrimitas atas / bawah
       Varices     : tidak ada
       Odema       : tidak ada
3. Pemeriksaan khusus
  a. Palpasi
       Leopold I
     TFU berada pada Px – pusat (30 cm). Pada fundus ibu teraba
     bagian lunak, melebar, kurang melenting diperkirakan bokong
     janin.
    Leopold II
     Pada perut bagian kanan ibu teraba bagian yagn keras, datar
     memanjang seperti papan diperkirakan punggung janin.
    Leopold III
     Pada perut bagian bawah teraba keras, melenting, bulat
     diperkirakan kepala janin dan masih bisa digoyangkan (belum
     masuk P.A.P)
    Leopold IV
     Tidak dilakukan.
b. Auskultasi
    Frekuensi : 12 – 12 – 12 teratur
    Cortonent : (+) 144 x / menit
c. Perkusi
    Reflek patella : +
d. TBJ
   (TFU – 12) x 155 = (30 – 12) x 155
                       = 2790 gr
e. Ukuran panggul luar
    Distantia spinarum      : 23 cm
    Distantia cristarum     : 26 cm
    Boudeloque              : 18 cm
    Lingkar panggul         : 80 cm
3.2. Diagnosa
 Tgl/Jam              Diagnosa                             Data Dasar
8 Juli 2008   GII P10001, Uk 32-34 Ds :         Ibu     mengatakan     ini     adalah
18.45 WIB     minggu, tunggal, hidup,           kehamilannya yang kedua dan ibu
              letkep V, intra uterine,          ingin memeriksakan kehamilannya.
              kesan panggul luar normal,        Pertama kali ibu merasakan gerakan
              keadaan umum ibu dan              janinnya pada usia kehamilan 4 bulan.
              janin baik.
                                         Do :   HPHT : 19-11-2007
                                                    TP : 26-08-2008
              BB sebelum hamil : 54 kg
                                                Observasi TTV :
              BB sekarang      : 62 kg
                                                TD     :   120/80 mmHg
                                                Nadi   :   80x / menit
                                                Suhu   :   365 0C
                                                RR     :   20x / menit
                                               Djj : (+) 144 x/menit
                                               Frekuensi 12-12-12, teratur.
                                         Palpasi :
                                         - Leopold I
                                            TFU antara Px-pusat. Pada fundus teraba
                                            bagian kurang melenting, kurang keras,
                                            lunak dan bundar diperkirakan bokong.
                                         - Leopold II
                                            Pada perut bagian kanan ibu teraba
                                            bagian keras memanjang seperti papan
                                            diperkirakan punggung janin (PUKA).
                                         - Leopold III
                                            Pada perut bagian bawah teraba keras
                                            melenting, bulat diperkirakan kepala
                                            janin dan masih bisa digoyangkan (belum
                                            masuk P.A.P)
                                         - Leopold IV
                                         - Tidak dilakukan


3.3. Masalah Potensial
      Tidak ada


3.4. Identifikasi Kebutuhan Segera
      Tidak ada
3.5. Intervensi / Planning
 Tgl/Jam                   Intervensi                                 Rasional
8 Juli 2008   Dx :     GII P10001, Uk 32-34 mgg,
18.45 WIB              T/H, letak kepala V, itnra
                       uterine, kesan panggul luar
                       normal, keadaan ibu dan
                       janin baik.
              Tujuan : Setelah           dilakukan
                          asuhan        kebidanan
                          selama      15      menit
                          diharapkan ibu dapat
                          mengetahui       keadaan
                          kehamilannya.
              Kriteria : Tidak               timbul
                          komplikasi            dan
                          penyulit            dalam
                          kehamilan dan ditandai
                          TTV      dalam       batas
                          normal :
              TD : 110/70 – 130/80 mmHg
              RR : 16-24 x / menit
              Suhu : 365 – 375 0C
              Nadi : 70 – 90 x / menit
              1. Lakukan pendekatan terapuetik 1. Diharapkan dapat terjalin kerja
                 pada ibu dan suaminya.           sama yang baik dengan petugas.
              2. Lakukan     observasi       TTV, 2. Diharapkan setelah dilakukan
                 palpasi, pemeriksaan fisik.         pemeriksaan fisik, TTV dan palpasi
                                                     ibu dapat mengetahui keadaannya
                                                     dan janinnya.
              3. Jelaskan hasil pemeriksaan 3. Diharapkan ibu dapat mengetahui
                 yang telah dilakukan          hasil pemeriksaan yang telah
                                               dilakukan.
              4. Berikan HE tentang :                  4.
                 a. Nutrisi                                 a. Diharapkan ibu akan dapat
                                                               memenuhi kebutuhan gizinya.
                 b. Personal Hygiene                        b. Diharapkan ibu dapat merawat
                                                               diri dan terhindar dari bahaya
                                                               infeksi.
              5. Jelaskan 6 tanda bahaya 5. Diharapkan ibu dapat mengetahui 6
                 kehamilan                  tanda bahaya kehamilan agar
                 * Perdarahan pervaginam    segera dapat dilakukan penanganan
                                            dan tindakan secara dini jika terjadi
                 * Penglihatan kaburi
                                            komplikasi.
                 * Nyeri kepala hebati
               * Edema
               * Nyeri perut hebat
               * Tidak ada gerakan janin
           6. Jelaskan tanda-tanda persalinan 6. Diharapkan ibu dapat mengetahui
              * Keluar darah dicampur lendir      tanda-tanda persalinan dan dapat
                 dari jalan lahir (vagina),       mengambil tindakan segera jika
                                                  terjadi tanda-tanda persalinan.
              * Keluar cairan yang tiba-tiba
                 dari vagina
              * Kenceng-kenceng          disertai
                 nyeri perut bagian bawah
           7. Berikan theraphy                7. Diharapkan kebutuhan ibu dapat
                                                 terpenuhi
           8. Anjurkan untuk kontrol 1 8. Untuk mengetahui keadaan ibu dan
              minggu lagi atau sewaktu-     janin (perkembangan kehamilan)
              waktu jika terjadi komplikasi


3.6. Implementasi
    1. Melakukan pendekatan terapeutik pada ibu dan suaminya agar dapat
       terjalin kerjasama yang baik dengan petugas.
    2. Melakukan observasi
       TTV :
                TD     : 120/80 mmHg              Nadi    : 80x / menit
                Suhu : 365 0C                     RR      : 20x / menit
       Pemeriksaan fisik, palpasi : TFU antara Px – pusat (30 cm), letkep V,
       DJJ (+) 144 x / menit teratur.
    3. Memberikan HE tentang :
        Nutrisi : makan teratur 3x sehari dengan menu gizi seimbang ibu
           hamil dan cukup minum air putih.
        Personal Hygiene : mandi 2x sehari, ganti pakaian, ganti CD,
           menggosok gigi 2x sehari.
    4. Menjelaskan 6 tanda bahaya kehamilan, antara lain :
       - Perdarahan pervaginam,
       - Penglihatan kabur,
       - Nyeri kepala hebat,
       - Edema,
       - Nyeri perut hebat,
       - Tidak ada gerakan janin.
     5. Menjelaskan tanda-tanda persalinan, antara lain :
       - Keluar darah bercampur lendir dari jalan lahir (vagina),
       - Keluar cairan yang tiba-tiba dari jalan lahir (vagina),
       - Kenceng-kenceng disertai dengan nyeri perut bagian bawah
     6. Memberikan therapy BG 1 x 1 selama 2 minggu, Fe 1 x 1, selama 2
       minggu.
     7. Mengajurkan ibu untuk kontrol 2 minggu lagi 22 Juli 2008 atau sewaktu-
       waktu jika terjadi keluhan / komplikasi.


3.7. Evaluasi
     Tanggal 8 Juli 2008                 Jam : 19.00 WIB
     S : Ibu mengatakan senang dan lega mengetahui janinnya dalam keadaan
         sehat dan tidak ada masalah dalam kehamilannya.
     O : - KU         : baik
         - TTV        :
                 TD       : 120/80 mmHg               Nadi   : 80x / menit
                               5 0
                 Suhu : 36           C                RR     : 20x / menit
            TFU 30 cm, antara Px – pusat.
            DJJ (+) 12-12-12 : 144 x / menit
         - Ibu paham dan bisa mengulang kembali penjelasan yang telah
            diberikan oleh bidan
     A : GII P10001, Uk 33-34 mgg, T/H, letkep V, intra uterine, kesan panggul
         luar normal, keadaan ibu dan janin baik.
     P : Rencana dilanjutkan
         Kunjungan ulang tanggal 22 Juli 2008.
                                 BAB IV
                               PENUTUP



4.1. Kesimpulan
          Dalam asuhan kebidanan pada ibu hamil harus dilakukan pengkajian
    data dengan sangat teliti dan selengkap mungkin. Data yang diperoleh ini
    adalah diperlukan untuk melakukan tindakan atau langkah selanjutnya.
          Dan dari danalisa data hasil pegnkajian maka akan ditmukan suatu
    diagnosa atau masalah dari klien. Kemudian kita lakukan rencana tindakan
    untuk mengatasi masalah klien dan lakukan diskusi bersama klien agar klien
    benar-benar mampu memahami dan melaksanakan rencana tindakan.
          Tetapi disini pelaksanaan tindakan haruslah disesuaikan dengan
    prioritas masalah dan berdasarkan perencanaan yang telah disusun.
    Kemudian setelah itu kita lakukan evaluasi dari tindakan yang telah
    dilakukan untuk melihat dan memberikan penilaian terhadap kelancaran
    atau berhasil tidaknya asuhan kebidanan yang telah dilakukan.


4.2. Saran
    a. Bidan
       Bidan adalam melakukan asuhan kebidanan harus sesuai dengan standar
       asuhan kebidanan sehingga masalah yang dihadapi klien dapat cepat
       teratasi.
    b. Klien
       Klien harusnya dapat bekerjasama dengan lebih baik dengan petugas
       kesehatan.
                          DAFTAR PUSTAKA



 Ranakusuma, boedisantosa.1999.Kapita Selekta Kedokteran Jilid I : Jakarta.
 Prawirohardjo, Sarwono. 2002. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan
  Maternal dan Neonatal : Jakarta.
 Sastrawinata, Sulaiman. 1983. Obstetri Fisiologi. Fakultas Kedokteran
  Universitas Padjajaran : Bandung.
 Manuaba, Ida Bagus Gde. 1992. Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan
  Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan, ECG : Jakarta.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:420
posted:3/9/2012
language:
pages:29