Docstoc

pemeriksaan lab laboratoriu,

Document Sample
pemeriksaan lab laboratoriu, Powered By Docstoc
					Beberapa pemeriksaan yang dianjurkan selama kehamilan

1.Pemeriksaan Darah/Laboratorium
Pemeriksaan Laboratorium juga dapat dilakukan seorang wanita prahamil yang bertujuan
kesempurnaan sebuah hasil kehamilan.

Pemeriksaan yang dianjurkan pada seorang ibu hamil adalah pemeriksaan darah rutin meliputi kadar
hemoglobin (Hb), sel darah putih (lekosit), sel darah merah (eritrosit) dan laju endapan darah (LED).
Dengan hasil pemeriksaan diharapkan kita dapat menentukan seorang ibu kurang kadar hemoglobin
(anemia) atau tidak, dan adakah indikasi hasil laboratorium yang tidak normal. Selain itu diperiksakan
juga fungsi hati, fungsi ginjal, riwayat infeksi dengan hepatitis (sakit kuning), kadar gula darah dan
penyakit kelamin.

Pemeriksaan, darah rutin, fungsi ginjal, fungsi hati plus infeksi hepatitis (HbSAg) sangat dianjurkan.
Orang yang pernah terinfeksi sakit kuning (HbSAg) juga dianjurkan karena Indonesia masuk kategori
endemic penyakit kuning. Jika hasil pemeriksaan positif maka anak akan dipersiapkan diberikan vaksin
segera setelah lahir. Pemeriksaan penyakit kelamin dan penyakit yang ditularkan secara hubungan
kelamin seperti virus yang mengganggu kekebalan tubuh (HIV) hanya dilakukan pada kelompok risiko
tingi saja. Ada pemeriksaan khusus lain yang penting saat ini mengingat kecenderungan nikah dengan
orang asing, malah kadang terjadi juga pada yang nikah sesama melayu, tapi jarang yakni pemeriksaan
rhesus, karena bila terjadi ketidak cocokan Rhesus berakibat munculnya reaksi imunologi.

Pemeriksaan khusus, seperti petanda kemungkinan infeksi TORCH (toksoplasma, rubella d, sitomegalo
virus dan Herpes), mengingat biaya relative mahal, hanya disarankan saja kecuali pada kelompok ibu
yang patut diduga risiko tinggi terinfeksi, misal adanya riwayat kelahiran anah cacat, keguguran berulang
dan bayi yang meninggal dalam kandungan. Pemeriksaan khusus ini masuk kategori disarankan dan
kalau tidak mampu karena mahal, tetap tidak menjadi halangan bagi seorang ibu untuk hamil kembali
disebabkan kegagalan suatu kehamilan banyak factor penyebab lainnya.

2. Pemeriksaaan Ultrasonografi (USG)
Pemeriksaan dianjurkan bagi setiap ibu hamil minimal dua kali selama kehamilan yakni saat usia
kehamilan trimester pertama untuk deteksi awal sehat tidaknya janin di rahimnya dan saat trimester
ketiga, untuk deteksi posisi janin dalam rahim, kesejahteran janin, serta letak plasenta. Pemeriksaan
terlalu sering boleh-boleh saja karena pemeriksaan USG tidak membahayakan janin, asal saja tidak
menambah beban biaya. Pemeriksaan khusus lainnya misal dengan USG tiga dan empat dimensi, dengan
alasan ingin melihat format wajah anak, boleh-boleh saja sejauh mempunyai dana yang cukup karena
biaya relative mahal. Pemeriksaan khusus ini bukan suatu hal yang dianjurkan kecuali bagi yang
berminat, lazim dilakukan pada trimester kedua. Pemeriksaan khusus ini sempat menjadi perdebatan
para ahli karena dilematis yang terjadi bila saat melihat wajah terlihat adanya bibir yang sumbing,
sehingga menimbulkan trauma berat bagi keluarganya dan masalah ini merupakan salah satu hal yang
perlu dipertimbangkan sebelumnya.
Pemeriksaan Kadiotokografi (CTG)
Pemeriksaan CTG bertujuan melihat kesejahteraan janin, dengan melihat sinkronisasi fungsi plasenta
dengan denyut jantung janin setiap ada gerakan janin. Pemeriksaan dianjurkan bagi kelompok dengan
kehamilan risiko tinggi seperti, riwayat kehamilan buruk sebelumnya (bayi; meninggal dalam kandungan,
berat badan lahir rendah), sementara (ibu; tekanan darah tinggi, sakit gula dan kehamilan lewat waktu).

Bagi kelompok risiko rendah merupakan suatu pilihan yang baik untuk dilakukan selama masa
kehamilan. Pemeriksaan ini sangat penting dilakukan saat monitoring proses kelahiran saat di kamar
bersalin. Hasil Pemeriksaan CTG akan memberi masukan bagi dokter kandungan tentang tingkat
kesehatan janin sehingga menjadi pertimbangn perlu tidaknya tindakan khusus. Dengan pemeriksaan
penunjang yang terukur ini, para ibu hamil diharapkan dapat melewati masa kehamilan dengan baik
termasuk juga janin yang dikandungnya. Sebaiknya lakukan konsultasi aktif dengan dokter
keluarga/dokter kandungan bila ada kekhawatiran adanya sesuatu dalam kehamilan. Lebih cepat
diketahui maka dokter akan lebih dapat memastikan apakah kehamilan dilanjutkan.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:782
posted:3/9/2012
language:Malay
pages:2