Docstoc

askeb trisna

Document Sample
askeb trisna Powered By Docstoc
					   A. ANC (Ante Natal Care)
   1. Pengertian Antenatal Care (ANC)
   Antenatal Care (ANC) adalah pemeriksaan kehamilan yang diberikan oleh bidan atau
dokter kepada ibu selama masa kehamilan untuk mengoptimalisasikan kesehatan mental dan
fisik ibu hamil, sehingga mampu menghadapi persalinan, nifas, persiapan memberikan ASI,
dan kembalinya kesehatan reproduksi secara wajar (Manuaba, 1998).
   Pemeriksaan antenatal adalah pemeriksaan kehamilan yang dilakukan untuk memeriksa
keadaan ibu dan janin secara berkala, yang diikuti dengan upaya koreksi terhadap
penyimpangan yang ditemukan (Pedoman Pelayanan Antenatal di Tingkat Pelayanan Dasar,
2004 : 1).
   Pengawasan antenatal adalah pengawasan sebelum persalinan terutama untuk ditujukan
pada pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim (Manuaba, 2002 : 129).
   Pemeriksaan antenatal adalah pemeriksaan kehamilan yang dilakukan untuk memeriksa
keadaan ibu dan janin secara berkala, yang diikuti dengan upaya koreksi terhadap kegawatan
yang ditemukan (Depkes RI, 2004 : 12).
   Pelayanan atau asuhan merupakan cara untuk memonitor dan mendukung kesehatan ibu
hamil dan mendeteksi ibu dengan kehamilan normal (Prawirohardjo, 2000 : 89).
   Salah satu fungsi terpenting dari perawatan antenatal adalah untuk memberikan saran dan
informasi pada seorang wanita mengenai tempat kelahiran yang tepat sesuai dengan kondisi
dan status kesehatannya. Perawatan antenatal juga merupakan suatu kesempatan untuk
menginformasikan kepada para wanita mengenai tanda – tanda bahaya dan gejala yang
memerlukan bantuan segera dari petugas kesehatan (WHO, 2004 : 8).
   Pemeriksaan antenatal seyogyanya dimulai segera setelah diperkirakan terjadi kehamilan.
Pemeriksaan ini dapat dilakukan dalam beberapa hari setelah terlambat menstruasi, terutama
bagi wanita yang menginginkan terminasi kehamilan, tetapi bagi semua wanita secara umum
sebaiknya jangan lebih dari saat terlambat menstruasi kedua kali.


   2. Tujuan Antenatal Care (ANC)
   Tujuan asuhan antenatal care adalah:
        Membantu kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh
             kembang bayi.
        Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental, sosial ibu dan bayi.




                                              1
    Mengenali secara dini adanya ketidaknormalan atau komplikasi yang mungkin
       terjadi selama ibu hamil, termasuk riwayat penyakit secara umum, kebidanan, dan
       pembedahan.
    Mempersiapkan persalinan cukup bulan, melahirkan dengan selamat ibu maupun
       bayinya dengan trauma seminimal mungkin.
    Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian ASI
       eksklusif.
    Mempersiapkan peranan ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bagi bayi
       agar dapat tumbuh kembang secara normal (Saifudin, dkk, 2002).


       Perawatan antenatal mempunyai tujuan agar kehamilan dan persalinan berakhir
       dengan:
       a. Ibu dalam kondisi selamat selama kehamilan, persalinan dan nifas tanpa
           trauma fisik maupun mental yang merugikan.
       b. Bayi dilahirkan sehat, baik fisik maupun mental.
       c. Ibu sanggup merawat dan memberi ASI kepada bayinya.
       d. Suami istri telah ada kesiapan dan kesanggupan untuk mengikuti keluarga
           berencana setelah kelahiran bayinya (Poedji Rochjati, 2003 : 41).


3. Manfaat Antenatal Care (ANC)
           Manfaat Antenatal Care (ANC) sangat besar karena dapat mengetahui
   berbagai resiko dan komplikasi kehamilan sehingga ibu hamil dapat diarahkan untuk
   melakukan rujukan (Manuaba, 1998).
           Pemeriksaan antenatal juga memberikan manfaat bagi ibu dan janin, antara
   lain:
a. Bagi ibu
   1. Mengurangi dan menegakkan secara dini komplikasi kehamilan dan mengobati
       secara dini komplikasi yang mempengaruhi kehamilan.
   2. Mempertahankan dan meningkatkan kesehatan mental dan fisik ibu hamil dalam
       menghadapi persalinan.
   3. Meningkatkan kesehatan ibu setelah persalinan dan untuk dapat memberikan ASI.
   4. Memberikan konseling dalam memilih metode kontrasepsi (Manuaba, 1999).




                                          2
   b. Bagi janin
                Manfaat untuk janin adalah memelihara kesehatan ibu sehingga mengurangi
       persalinan prematur, BBLR, juga meningkatkan kesehatan bayi sebagai titik awal
       kualitas suber daya manusia (Manuaba, 1999).


   B. Standar Minimal Pelayanan ANC( STANDAR 7T)
                Menurut Saifuddin (2002) pelayanan antenatal mencakup banyak hal namun
       dalam penerapan operasional dikenal standar minimal “7T” yang terdiri dari :
   1. Timbang berat badan
   Selama kehamilan antara 0,3 – 0,5 kg per minggu. Bila dikaitkan dengan umur kehamilan
kenaikan berat badan selama hamil muda ± 1 kg, selanjutnya pada trimester II dan III masing
– masing bertambah 5 kg. Pada akhir kehamilan pertambahan berat total adalah 9 – 12 kg.
Bila ada kenaikan berat badan yang berlebihan perlu dipikirkan kearah adanya resiko seperti
bengkak, kehamilan kembar, hidramnion, dan anak besar (Depkes, 1997).
   2. Ukur tekanan darah
   Selama hamil tekanan darah dikatakan tinggi bila lebih dari 140/90 mmHg. Bila tekanan
darah meningkat, yaitu sistolik 30 mmHg atau lebih dan atau diastolik 15 mmHg atau lebih.
Kelainan ini dapat berlanjut menjadi preeklamsia dan eklamsia kalau tidak ditangani dengan
tepat (Depkes, 1997).
   3. Ukur tinggi fundus uteri
   Ukuran tinggi fundus uteri normal adalah sebagai berikut:
       12 Minggu : Tinggi fundus uteri 1 – 2 jari diatas symphysis.
       16 Minggu : Tinggi fundus uteri pertengahan antara symphysis–pusat.
       20 Minggu : Tinggi fundus uteri 3 jari dibawah pusat.
       24 Minggu : Tinggi fundus uteri setinggi pusat.
       28 Minggu : Tinggi fundus uteri 3 jari diatas pusat.
       32 Minggu : Tinggi fundus uteri pertengahan pusat-Proc.xyphoideus.
       36 Minggu : Tinggi fundus uteri 3 jari dibawah Proc.xyphoideus.
       40 Minggu : Tinggi fundus uteri pertengahan antara Proc.xyphoideus-pusat (Mochtar,
       1998).
   4. Pemberian imunisasi TT
   Pemberian TT baru akan menimbulkan efek perlindungan apabila diberikan sekurang-
kurangnya dua kali dengan interval minimal 4 minggu. Kecuali jika sebelumnya ibu pernah


                                              3
mendapat TT dua kali pada kehamilan yang lalu atau pada masa calon pengantin maka TT
cukup diberikan satu kali saja. Dosis pemberian imunisasi TT yaitu 0,5 cc IM pada lengan
atas.
    Adapun syarat pemberian imunisasi TT adalah sebagai berikut :
    a. Bila ibu belum pernah mendapat imunisasi TT atau meragukan diberikan II sedini
        mungkin sebanyak dua kali dengan jarak minimal dua minggu.
    b. Bila ibu pernah mendapat imunisasi TT dua kali, diberikan suntikan ulang/boster satu
        kai pada kunjungan antenatal yang pertama (Depkes RI, 1997).


    5. Pemberian tablet zat besi
    Pada dasarnya pemberian tablet zat besi dimulai dengan pemberian satu tablet sehari
sesegera mungkin setelah rasa mual hilang.Tiap tablet mengandung FeSO4 320 mg (zat besi
60 mg) dan asam folat 500 ug, minimal 90 tablet. Tablet besi sebaiknya tidak diminum
bersama kopi atau teh karena akan mengganggu penyerapan (Saifuddin, 2002). Sebaiknya
tablet besi diminum bersama air putih ataupun air jeruk. Selain itu perlu diberitahukan juga
bahwa ada kemungkinan tinja menjadi berwarna hitam setelah ibu minum obat ini, hal
tersebut adalah normal (Depkes, 1997).


    6. Tes terhadap penyakit menular seksual.
    Selama kehamilan, ibu perlu dilakukan tes terhadap penyakit menular seksual seperti
HIV/AIDS, Gonorrhoe, Siphilis. Hal tersebut dikarenakan sangat berpengaruh pada janin
yang dikandungnya. Apabila ditemukan penyakit – penyakit menular seksual harus segera
ditangani.


    7. Temu wicara dalam rangka persiapan rujukan
    Persiapan rujukan perlu disiapkan karena kematian ibu dan bayi disebabkan
keterlambatan dalam mencapai fasilitas pelayanan kesehatan (Saifuddin, 2002). Perlu diingat
juga bahwa pelayanan antenatal hanya dapat diberikan oleh tenaga kesehatan profesional dan
tidak dapat dilakukan oleh dukun bayi.
    Standar Pelayanan antenatal mencakup banyak hal yakni terdiri dari :
    a. Identifikasi ibu hamil
               Mengenali dan memotivasi ibu hamil untuk memeriksakan kehamilannya.
        Bidan melakukan kunjungan rumah dan berinteraksi dengan masyarakat secara
        berkala untuk memberikan penyuluhan dan memotivasi ibu, suami dan anggota
                                             4
   keluarganya agar mendorong ibu untuk memeriksakan kehamilannya sejak dini dan
   secara teratur.
b. Pemeriksaan dan Pemantauan Antenatal
            Memberikan pelayanan berkualitas dan deteksi dini komplikasi kehamilan.
   Bidan memberikan sedikitnya 4 kali pelayanan antenatal.
c. Palpasi Abdominal
            Palpasi juga disebut periksa raba. Palpasi guna memperkirakan usia
   kehamilan, pemantauan pertumbuhan janin, penentuan letak, posisi dan bagian bawah
   janin palpasi abdomen pada wanita hamil dilakukan mulai umur kehamilan 36
   minggu untuk kehamilan normal, dan umur kehamilan 28 minggu bila pada
   pemeriksaan Mc. Donald ditemukan tinggi fundus uteri lebih tinggi dari seharusnya.
   Tinggi fundus uteri dalam sentimeter (cm) yang normal harus sama dengan umur
   kehamilan dalam minggu yang ditentukan berdasarkan hari pertama haid terakhir.
   Jika hasil pengukuran berbeda 1-2 cm, masih dapat ditoleransi, tetapi jika deviasi
   lebih kecil 2 cm dari umur kehamilan, kemungkinan ada gangguan pertumbuhan janin
   (Mandriwati, 2006 : 84).
            Tinggi fundus uteri normal sebagai berikut :
            24 minggu : Tinggi fundus uteri setinggi pusat.
            28 minggu : Tinggi fundus uteri 3 jari atas pusat
            32 minggu : Tinggi fundus uteri pertengahan pusat – processus xyphoideus.
            36 minggu :Tinggi fundus uteri 3 jari di bawah processus xyphoideus.
            40 minggu : Tinggi fundus uteri pertengahan antara processus xyphoideus –
   pusat.
d. Pengelolaan Anemia Pada Kehamilan.
            Menemukan anemia pada kehamilan secara dini, dan melakukan tindak lanjut
   yang memadai untuk mengatasi anemia sebelum persalinan berlangsung. Bidan
   melakukan tindakan penemuan, penanganan dan atau rujukan semua kasus anemia
   pada kehamilan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
e. Pengelolaan dini hipertensi pada kehamilan
            Mengenali dan menemukan secara dini hipertensi pada kehamilan dan
   melakukan tindakan yang diperlakukan. Bidan menemukan secara dini setiap
   kenaikan tekanan darah pada kehamilan dan mengenai tanda serta gejala preeklamsia
   lainnya serta mengambil tindakan yang tepat dan merujuknya. Akibat yang dapat
   ditimbulkan dari pemeriksaan kehamilan yang tidak sesuai dengan standar minimal
                                           5
   yaitu komplikasi obstetri yang mungkin terjadi selama kehamilan tidak dapat
   dideteksi sedini mungkin serta ditangani secara memadai. Komplikasi obstetri itu
   antara lain : komplikasi obstetri langsung (perdarahan, preeklamsi/eklamsi, kelainan
   letak, anak besar, kehamilan kembar, ketuban pecah dini), komplikasi obstetri tidak
   langsung (sakit jantung, hepatitis, tuberkulosa, anemia, diabetes melitus) dan
   komplikasi yang berhubungan dengan obstetri (cedera akibat keclakaan kendaraan,
   keracuan, kebakaran).
f. Kunjungan Ibu Hamil
          Kunjungan ibu hamil adalah kontak ibu hamil dengan tenaga kesehatan untuk
   mendapatkan pelayanan antenatal sesuai standar yang ditetapkan. Kunjungan disini
   bukan hanya ibu hamil yang datang ke tempat pelayanan tetapi juga setiap kontak
   dengan tenaga kesehatan dan diberikan pelayanan antenatal sesuai standar baik di
   Posyandu, Polindes, atau kunjungan rumah oleh tenaga kesehatan.
          Kunjungan ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya adalah sebanyak
   empat kali yang dikenal dengan istilah K1, K2, K3, dan K4. Satu kali pada triwulan
   pertama (sebelum 14 minggu), satu kali pada triwulan kedua (antara 14 – 28 minggu),
   dan dua kali pada triwulan ketiga (antara minggu 28 – 36 dan sesudah minggu ke 36)
   (Depkes RI, 2004 : 47).
          Adapun uraianya sebagai berikut :
   1) K1 adalah kunjungan ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya pada trimester
      I (sebelum usia kehamilan 12 minggu) dengan jumlah kunjungan minimal satu
      kali dan mendapatkan pelayanan 7T yaitu timbang berat badan, ukur tekanan
      darah, imunisasi Tetanus Toxoid, periksa fundu uteri, pemberian tablet tambah
      darah, tes PMS, dan temu wicara. K1 ini mempunyai peranan penting dalam
      program kesehatan ibu dan anak yaitu sebagai indikator pemantauan yang
      dipergunakan untuk mengetahui jangkauan pelayanan antenatal serta kemampuan
      program dalam menggerakkan masyarakat (Depkes RI, 2001).
   2) K2 adalah kunjungan ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya pada trimester
      II (usia kehamilan 12 – 28 minggu) dan mendapatkan pelayanan 7T setelah
      melewati K1.
   3) K3 adalah kunjungan ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya pada trimester
      III (usia kehamilan 28 – 36 minggu) dan mendapatkan pelayanan 7T setelah
      melewati K1 dan K2.


                                        6
   4) K4 adalah kunjungan ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya pada trimester
      III (usia kehamilan >36 minggu) dan mendapatkan pelayanan 7T setelah melewati
      K1, K2, dan K3.


   ANATOMI GENETALIA WANITA
1. Genetalia Eksterna
                                                                a.       Mons Veneris
                                                           Bagian       ini     bagian     yang
                                                       menonjol di atas simfisis dan
                                                       pada wanita dewasa ditutupi
                                                       oleh rambut pubis. Pertumbuhan
                                                       rambut dipengaruhi oleh ras dan
                                                       suku     bangsa.          Pertumbuhan
                                                       rambut dibagian atas melintang
                                                       sampai                 sisi          atas
                                                       simfisis,sedangkan batas bawah
                                                       sampai        dengan      anus.    Mons
                                                       pubis     banyak              mengandung
      kelenjar sebasea (minyak) karena adanya bantalan lemak bagian ini sangat
      berperan dlam hubungan seksual yang dapat melindu gi simfisis pubis pada saat
      koitus dari trauma. Dengan meningkatnya usia, lemak bagian kulit berkurang
      termasuk dibagian mons pubis, selain itu rambut mons pubis pun akan menjadi
      menipis.
   b. Labia mayora (bibir besar)
          Bagian ini terdiri atas 2 bagian,yaitu kanan dan kiri. Bentuknya lonjong dan
      mengecil kearah bawah, terisi oleh jaringan lemak yang serupa dengan yang ada
      di mons veneris. Kedua labia bertemu pada bagian bawah dan belakang dan
      membentuk komissura posterior.
   c. Labia Minora (bibir kecil)
          Bagian ini merupakan suatu lipatan tipis dari kulit sebelah dalam labia mayor.
      Kedua bibir kecil ini bertemu dan membentuk preputium klitoridis pada bagian
      depan (diatas klitoris), dan dibawah membentuk klitoris frenulum klitoridis. Pada
      bagian belakang kedua labia minor juga bertemu dan membentuk fosa navikulare.
      Ruangan antara kedua labia minora disebut vestibulum.
                                         7
d. Klitoris
       Besar bagian ini kira-kira sebesar biji kacang biji hijau, tertuup oleh preputium
   klitoridis, dan terdiri atas glans klitoridis, korpus klitoridis dan dua buah krura
   yang menggatungkan klitoris ke os.pubis. glans klitoridis terdiri atas jaringan yang
   dapat menggembang, penuh dengan urat saraf sehingga sangat sensitif.
e. Vulva,Kelenjar Skene
       Bagian ini berbentuk lonjong dengan ukuran yang panjang dari muka
   kebelakang. Pada bagian muka dibatasi oleh klitoris, kanan dan kiri oleh kedua
   labia minor, dan dibelakang oleh perineum. Tidak jauh dari lubang kemih
   (orifisium uretra eksterna) di temukan dua ostia skene, dibagian kanan dan kiri
   bawahnya. Saluran ini analok dengan kelejar prostat pada laki-laki.
f. Orifisium Uretra
       Pada bagian vulva (1- 1,5 cm di bawah klitoris) ditemukan orifisium uretra
   eksterna berbentuk membujur 4-5 mm, dan tidak jarang sukar ditemukan karna
   tertutup lipatan-lipatan selaput vagina.
g. Kelenjar Bartholini
       Pada bagian kiri dan kanan bawah, dekat fossa navikulare terdapat kelenjar
   bartholini. Kelenjar ini berdiamater ±1 cm, terletak dibawah otot konstriktor
   kunni, dan mempunyai saluran kecil panjang 1,5 – 2 cm yang bermuara di vulva,
   tridak jauh dari fossa navikulare. Saat koitus, kelenjar ini mengeluarkan getah
   lendir.
h. Introitus Vagina
       Tiap wanita mempunyai introitus vagina dengan bentuk dan ukuran dan
   berbeda-beda. Pada seorang virgo (perawan) selalu dilindungi oleh labio minora,
   jika kedua bibir kecil ini dibuka, barulah terlihat dan ditutupi oleh selaput darah (
   himen).
i. Perineum
       Perineum merupakan daerah muskular yang ditutupi kulit, yang membentang
   antara komisura postirior dan anus. Panjangnya rata-rata 4 cm, perineum dibentuk
   oleh diakfakma pelvis, dan diafrakma orogenitalis diagfrakma pelvis terdiri atas
   muskulus levator ani dan muskulus koksigeus dan fasia yang menutupinya.
   Diakfrakma oroginitalis terletak disebelah luar diafakma pelpis, antara tuberkulum
   iskhiadikum dan simfisis pubis.perineum terdiri atas muskulus tranfersus perinei
   profunda, muskulus sfingter uretrae dan fasia yang menutupinya.
                                       8
2. Genetalia Interna
   a. Vagina/ liang senggama
           Vagina adalah suatu saluran berbentuk pipa atau tabung yang merupakan suatu
       lorong yang melengkung kedepan dan terdiri atas muskulo membranosa yang
       menghubungkan antara vulva sampai uterus panjang vagina pada dinding depan
       sekitar 6-7 cm dan lebih pendek dari dinding belakang, sedang pada dinding
       posterior (belakang panjangnya kira-kira 7-10 cm).
       Fungsi vagina adalah sebagai:
       1). Saluran keluar uterus
       2). Alat senggama
       3). Jalan lahir
       Dua pertiga bagian vagina sebelah atas merupakan bagian yang berasal dari
       duktus mulleri, sedang pertigaan bagian bawah berasal dari sinus urogenitalis.
       Pada puncak vagina ini menonjol leher rahim yang disebut porsio uteri. Puncak
       vagina disebut fornises (forniks), yang terdiri dari forniks anterior, forniks lateral
       kanan dan kiri, dan forniks posterior.
   b. Uterus
                                                                     Uterus      terletak     di
                                                                 panggul      kecil,   sebelah
                                                                 depan      dibatasi        oleh
                                                                 kandung       kencing      dan
                                                                 disebelah oleh re ktum.
                                                                 Bentuk     uterus     seperti
                                                                 buah advokat atau buah
                                                                 peer yang sedikit gepang
                                                                 kearah muka belakang.
                                                                 Dua lembar peritoneum
                                                                 menutupi       bagian      ini,
                                                                 bagian kanan dan kirinya
       bersatu membentuk ligamentum latum. Lipatan peritoneum disebelah depan
       longgar, yang disebut plika vesikouterina, kavum douglas merupakan kantong
       terletak disebelah belakang lipatan peritoneum antara uterus dan rektum. Di
       sebelah lateral ia berhubungan dengan struktur-struktur yang ada di dalam
       ligamentum latum yaitu:
                                           9
               1) Tuba fallopi
               2) Ligamentum rotundum
               3) Ligamentum ovarii proprium
               4) Arteri dan vena
Dinding rahim terdiri dari 3 lapisan:
   a) Perimetrium (lapisan peritoneum) yang meliputi dinding uterus bagian luar.
   b) Myometrium (lapisan otot) merupakan lapisan yang paling tebal terdiri dari otot-otot
       polos yang disusun sedemikian rupa sehingga mendorong isinya keluar pada
       persalinan diantara serabut-serabut otot terdapat pembulu darah, pembulu limfa dan
       urat saraf.
   c) Endometrium (selaput lendir) merupakan lapisan bagian dalam dari corpus uteri yang
       membatasi cavum uteri. Pada endometrium didapati lobang-lobang kecil merupakan
       muara dari saluran-saluran kelenjar uterus yang dapat menghasilkan sekret alkalis
       yang membasahi cavum uteri.
       c. Tuba Uterina
           Tuba uterina keluar dari corpus uteri, terdapat pada tepi atas ligamentum latum,
           berjalan kearah lateral, mulai dari kornu uteri kanan dan kiri. Panjang 8-14 cm
           dengan diameter kira-kira 0,6 cm. terdiri atas:
               a) Pars      intertisialis   (intra    murraris),   yang   terletak   didalam   uterus
                     (myometrium) merupakan bagian tuba yang berjalan pada dinding uterus,
                     mulai pada ostium interna tuba.
               b) Pars Ithmica, bagian tuba setelah keluar dinding uterus, merupakan bagian
                     tuba yang lurus dan sempit.
               c) Pars Ampularis, bagian tuba antara pars ithmica dan infundibulum
                     merupakan bagian tuba yang paling lebar dan berbentuk S. Ampula
                     membangun segmen distal dan segmen tengah tuba. Sperma dan ovum
                     bersatu dan fertilisasi terjadi di ampula.
               d) Pars Infundibulum, merupakan bagian yang paling distal, dilengkapi
                     dengan fibria/umbai-umbai dibagian ujungnya, sedang lubangnya disebut
                     ostium abdominalistubae. Fimbriae menjadi bengkak dan hampir erektil
                     saat ovulasi.




                                                     10
d. Ovarium (indung telur)




      Ovarium ada dua dikiri dan kanan uterus. Ovarium terletak di fosa ovarika
      yang merupakan suatu cekungan pada percabangan arteri iliaka eksterna dan
      arteri hipogastrika. Besar ovarium kurang lebih sebesar ibu jari tangan dengan
      ukuran kira-kira 1,5 cm. Ada dua ligamentum yang menggantung ovarium
      yaitu :
      a. Ligamentum ovarii proprium yang menggantung ke uterus
      b. Ligamentum          suspensorium   ovarii    (infundibulopelvikum)      yang
          menggantung ke dinding lateral panggul.
          Ovarium terdiri dua bagian yaitu bagian luar (cortex) dan bagian dalam
          (medula). Secara ontogenis ada tiga unsur yang membentuk jaringan
          ovarium, yaitu :
      1. Epitel coelom (mesotelium) yang menjadi pelapis ovarium dan sel-sel
          folikuler (granulosa).
      2. Sel-sel germinal (asal dari sel-sel endodernal primitif dari dinding yolk-sac
          dekat pangkal alantois).
      3. Sel-sel mesenkim lain yang menjadi sel-sel stroma dan sel teka
          (siswosudarmo, 1990 hal:10)
      Fungsi utama ovarium adalah sebagai tempat pemasakan sel-sel geminal,
      selain itu ovarium juga berfungsi sebagai sumber produksi hormon-hormon.


                                      11
ANATOMI PANGGUL
      Panggul terdiri atas dua, yaitu panggul besar dan panggul kecil. Dalam ilmu
kebidanan yang dimaksud dengan panggul adalah panggul kecil.
      Panggul terdiri atas :
          1. Bagian keras yang dibentuk oleh tulang
          2. Bagian yang lunak dibentuk oleh otot-otot dan ligamental.
   a. Tulang Panggul
      Tulang panggul terdiri atas 4 buah tulang:
          a) Dua tulang pangkal paha (os coccae)
          b) Satu tulang kelangkang (os sakrum)
          c) Satu tulang tungging (os coxigis)
   b. Tulang Pangkal Paha terdiri dari:
                                                                 a) Tulang         usus    (os
                                                      illium) merupakan tulang terbesar
                                                      dari panggul dan membentuk bagian
                                                      atas dan belakang dari panggul.
                                                                 b) Tulang         duduk   (os
                                                      ischium) terdapat sebelah bawah
                                                      tulang   usus.     Pinggir     belakang
                                                      berduri disebut spina ischiadica. Di
                                                      bawah spina ischiadica terdapat
                                                      insisura ischiadica minor, pinggir
                                                      bawah tulang duduk sangat tebal,
             bagian inilah yang mendukung berat badan kalau kita duduk dan disebut tuber
             ischiadikum.
          c) Tulang kemaluan (os pubis) terdapat sebelah bawah dan depan dari tulang
             usus. Dengan tulang duduk, tulang ini membatasi sebuah lubang dalam tulang
             panggul yang dinamakan foramen obturatorium.
          d) Perhubungan tulang pangkal paha
             Berhubungan dengan tulang kelangkang dengan perantara persendian
             anticulatio sacroiliaca dan berhubungan pula dengan jaringan pengikat yang
             dari tulang kelangkang pergi ke tulang usus maupun tulang duduk.


                                            12
       e) Tulang kelangkang (os sakrum) berbentuk segitiga melebar keatas dan
           meruncing ke bawah. Tulang kelangkang terletak sebelah belakang antara
           kedua pangkal paha.
       f) Tulang tungging berbentuk segitiga dan terdiri atas 3-5 ruas yang bersatu.
           Dalam persalinan tulang ini dapat bergeser ke belakang sehingga dapat
           memperluas jalan lahir dan memperlancar proses persalinan karena
           mempermudah lewatnya kepala janin saat proses melahirkan.
c. Panggul kecil terdiri dari :
       a) Pintu Atas Panggul
           Pintu atas panggul merupakan suatu bidang yang dibentuk oleh:
                  Promontorium
                  Ala sakralis
                  Artikulatio sacroiliaca
                  Linea iliopectinea/linea inominata
                  Emenentia iliopectinea
                  Corpus ossis pubis
                  Margo superior symphisis pubis
       Pada pengukuran panggul dalam diukur panjang jarak dari pinggir atas sympisis
   ke promontorium lebih kurang 11cm, disebut cojugata vera. Jarak terjauh gari
   melintang pada pintu atas panggul lebih kurang 12,5 -13 cm disebut diameter
   transversa. Bila ditarik garis dari articulatio sakroiliaka ke titik persekutuan antara
   diameter transversa dan konjugta vera dan diteruskan ke linea iniminata, ditemukan
   diameter yang disebut diameter obliqua sepanjang lebih kurang 13cm. cara
   melakukan pengukuran kojugata vera adalah jari tengah dan telunjuk di masukkan ke
   dalam vagina untuk meraba promontorium; jarak bagian bawah sympisis sampai ke
   promontorium disebut sebagai konjugata diagonalis.
       b) Pintu bawah panggul
           Pintu bawah panggul bukan merupakan suatu bidang datar, tetapi tersusun atas
       2 bidang yang masing-masing lberbentu segitiga yaitu bidang yang di bentuk oleh
       garis anatara ke 2 tuber ossis iskii dengan ujung os sakrun dan segitiga lainnya
       yang alasnya merupakan garis antara ke 2 tuber ossis iskii dengan bagian bawah
       sympisis.



                                             13
                 Pinggir bawah sympisis berbentuk lengkung ke bawah dan merupakan sudut
          (arkus pubis). Dalam keadaan normal besarnya sudut ini kurang lebih 900 lebih
          sedikit. Bila kurang dari 900 maka kepala janin akan lebih sulit di lahirkan karena
          memerlukan tempat lebih banyak ke dorsal jarak ke 2 tuber ossis iskii (distansia
          tuberum) diambil dari bagian dalamnya adalh kurang lebih 10,5cm.
          c) Ruang panggul (pelvic cavity)
                 Ruang panggul merupakan ruang dibawah pintu atas panggul dan mempunyai
          ukuran yang paling luas. Di panggul tengah terdapat penyempitan setinggi ke 2
          spina iskiadika., jarak atara ke 2 spina ini (distansia inter spinarum) normal kurang
          lebih 10,5cm. dari bentuk dan ukuran berbagai bidang rongga panggul tampak
          rongga ini merupakan sluran yang tidak sama luasnya di antara tiap-tiap bidang.
          Bidang yang paling lyuas dibentuk pada pertengahan sympisis dengan os sakral 2-
          3, sehingga kepala janin di mungkinkan bergeser melalui pintu atas panggul
          masuk ke dalam ruang panggul.
                 Kemungkinan kepala dapat lebih midah ke dalam ruang panggul diperbesar
          jika sudut antara sakrum dan lumbal, yang disebut inklinasi lebih besar.
Bentuk Panggul
Bentuk dasar tulang panggul menurut Caldwell-Molloy ada 4 bentuk:
   1) Panggul gynekoid
                 Panggul wanita normal biasanya berbentuk gynekoid. Pintu atas panggul
       bentuk hampir bulat. Panjang diameter antero-posterior kira-kira sama dengan
       diameter transversa. Jenis ini ditemukan pada 45% wanita.


   2) Panggul android
                 Bentuk pintu atas panggul hampir segitiga. Umumnya pria mempunyai jenis
       seperti ini, panjang diameter antero-posterior hampir sama dengan diameter
       transversa,akan tetapi yang terakhir ini lebih mendekati sakrum. Dengan demikian
       bagian belakangnya pendek dan gepeng, sedangkan bagian depannya menyempit ke
       muka. Jenis ini ditemukan pada15% wanita.
   3) Panggul Antropoid
                 Bentuk pintu atas panggul agak lonjong, seperti telur. Panjang diameter
       antero-posterior lebih besar daripada transversa. Jenis ini ditemukan pada 35%
       wanita.


                                             14
    4) Panggul Platipeloid
               Sebenarnya jenis ini adalah jenis ginekoid yang menyempit pada arah muka
        belakang.Ukuran melintang jauh lebih besar daripadaukuran muka belakang. Jenis ini
        ditemukan pada 5% wanita.


EMBRIOGENESIS
                                                               Pembelahan/Perkembangan
                                                             Awal Embrio
                                                             Zigot        mulai          menjalani
                                                             pembelahan         awal       mitosis
                                                             sampai beberapa kali. Sel-sel
                                                             yang dihasilkan dari tiap hari
                                                             setiap pembelahan berukuran
                                                             lebih      kecil     dari     ukuran
                                                             induknya disebut blastomer.
                                                             Sesudah 3-4 kali pembelahan,
                                                             zigot memasuki tingkat 16 sel,
                                                             disebut stadium morula (kira-
                                                             kira pada hari ke-3 sampai ke-4
                                                             pasca fertilisasi). Morula terdiri
                                                             atas inner cell mass (kumpulan
                                                             sel-sel disebelah dalam, yang
akan tumbuh menjadi jaringan-jaringan embrio sampai janin dan auter cell mass (lapisan sel
disebelah luar, yang akan tumbuh menjadi trofoblas, sampai plasenta).
        Kira-kira pada hari ke 5-6 dirongga sela-sela inner cell mass merembes cairan
menembus zona pellusida, membentuk ruang antar sel. Ruang antar sel ini kemudian bersatu
dan memenuhi sebagian besar masa zigot membentuk rongga blastokista. Inner cell mass
tetap berkumpul disalah satu sisi, tetap berbatasan dengan lapisan sel luar. Pada stadium ini,
zigot disebut berada dalam stadium blastula atau pembentukan blastokista. Inner cell mass
kemudian disebut sebagai embrioblast dan outer cell mass kemudian disebut sebagai
trofloblast.




                                             15
SIKLUS HORMONAL
    Dalam kehiduapan wanita sisklus hormonal merupakan sesuatu yang sangat penting dan
menentukan dalam reproduksi wanita. Siklus ini akan melibatkan siklus ovarium
(pertumbuhan folikel, ovulasi, dan pembentukan korpos luteum) siklus menstruasi
(perubahan-perubahan siklik dan endometrium). Ada 4 organ utama yang terlibat dalam
siklus ini yaitu:
    1. Hipotalamus
    2. Hipofisis
    3. Uterus
    4. Ovarium


    a. Siklus hipothalamus-hipofise


                                                                      Menjelang           akhir
                                                              menstruasi yang normal, kadar
                                                              progesteron dan estrogen darah
                                                              menurun. Dengan rendahnya
                                                              kadar ovarium dalam darah ini
                                                              akan    memacu      hipothalamus
                                                              untuk mensekresi Gonadotropin
                                                              Releasing Hormon(Gn-RH).Gn-
                                                              RH bekerja sebaliknya yaitu
                                                              menstimulasi sekresi hopifisis
                                                              antorior FSH. Pengaruh hormon
                                                              FSH                 menstimulasi
        perkembangan folikel de Graff ovarium dan produksi estrogen. Dangan menurunnya
        kadar estrogen menyebabkan Gn-RH hipotalamus memicu hipofise anterior
        mengeluarka Lutenizing Hormon (LH). Pada hari ke-!2 terjadi lonjakan LH yang
        menyolok dan kadar estrogen berada dibawah puncak, sehingga dalam waktu 24
        sampai 36 jam mengawali ekspulsi ovum dari folikel de Graff. LH mencapai puncak
        pada sekita hari ke-13 atau ke-14 pada siklus 28 hari. Apabila tedak terjadi fertilisasi
        atau implantasi ovum pada waktu itu,kadar progesteron dan estrogen menurun, terjadi
        menstruasi dan hipothalamus sekali lagi distimulasi untuk menyekresi Gn-RH. Proses
        ini disebut siklus hipothalamus-hipofise
                                              16
b. Siklus Menstruasi




   Dalam hidup seorang wanita akan mengalamimenstruasi dimana pada saat itu tidak
   kurang dari 400 kali akan mengalami pengelupasan dan regenerasi pada
   endometriumnya. Darah yang keluar lewat menstruasi seluruhnya tidak kurang dari 3
   kali jumlah total besi yang ada pada orang dewasa.
c. Fase Proliferasi
   Pada fase proliferasi hormon estrogen sangat berpengaruh terhadap perubahan
   endometrium. Dibawah pengaruh hormon estrogen (terutama estradiol 17 beta),
   endometrium akan mengalami proliferasi (epitel mengalami regenerasi, kelenjar
   memanjang dan jaringan ikat bertambah padat). Disamping itu estrogen berfungsi
   menambah afinitas reseptor estrogen dan sekaligus mempersiapkan reseptor
   progesteron. Pada masa ini endometrium tumbuh menjadi tebal kira-kira 3,5mm.
   kelenjar-kelenjar tumbuhnya lebih cepat dari jaringan lain hingga berkelok. Fase ini
   berlangsung kira-kira dari hari ke 5 sampai hari ke 14 dari hari pertama haid.
d. Fase Sekresi
   Pada fase ini hormon yang berpengaruh adalah hormon progesteron. Dibawah
   pengaruh progesteron maka menyebabkan keadaan endometrium tetap tebalnya tapi
   bentuk kelenjar berubah menjadi panjang dan berliku, membesar, melebar, berkelok-
   kelok dan banyak mengeluarkan getah. Disamping itu jaringan ikat diantaranya
   (stroma) menjadi sembab. Dalam endometrium sudah tertimbun glikogen dan kapur
   yang kelak diperlukan sebagai makanan untuk telur.

                                         17
   Fase sekresi ini berlangsung dari hari ke 14 sampai hari ke 28. Bila tidak terjadi
   kehamilan maka endometrium akan mengalami deskuamasi dan dilepaskan dengan
   perdarahan.
e. Fase Premenstruasi (fase iskemia)
   Ini terjadi bila telur tidak dibuahi. Fase ini berlangsung kerang lebih 2-3 hari sebelum
   menstriasi. Gambaran yang terjadi pada fase ini adalah corpus luteum berdegenerasi,
   ini menjadi produksi estrogen dan progesteron menurun dan pengkerutan lapisan
   pungsional endometrium akibat perubahan-perubahan pada faskular.
   Fase konstriksi arteria spiralis (coiled artery) terjadi 4-24 jam sebelum menstruasi,
   dengan akibat bagian luar atau atas endometrium mengalami antropi dan mengkerut.
   Setelah beberapa waktu arteri yang mengkerut ini mengalami dilatasi sehingga
   bagian-bagian yang nekrosis terlepas berupa darah menstruasi. Sebelum menstruasi
   berhenti, FSH memacu kembali beberapa folikel. Untuk tumbuh dan berkembang, dan
   dengan ini mulai lagi siklus ovarium dan endometirum yang baru. Bila kehamilan tak
   terjadi proses ini berlangsung terus sampai seorang wanita berumur 45-50 tahun.
f. Fase Menstruasi
   Menstruasi adalah perdarahan secara periodi dimana darah berasala dari endometrium
   yang nekrotik. Menstruasi terjadi sekitar 14 hari sesudah ovulasi pad siklus 28 hari.
   Hari pertama keluarnya rabas menstruasi ditetapkan sebagai hari pertama siklus
   endomerium. Darah menstruasi sebagian besar berasal dari darah arterial meskipun
   dapat juga berasal dari darah fenusa. Pada permulaan akan terjaddi robekan-robekan
   pada arteri spiralis sehingga terjadi hematoma. Akibatnya endometrium bagian luar
   atau atas menjadi menggelembung dan robek, akhirnya lepas, dengan berkontraksinya
   arteri spiralis menyebabkan pendarahan berhenti dan mulai dengan proses regenerasi
   yang terjadi dari sisa-sisa stratum spongiosum endometrium.
   Lama rata-rata menstruasi adalah 5hari (dengan rentang 3-6 hari) dan jumlah darah
   rata-rata yang hilang ialah 50ml (rentang 20-80 ml) namun hal ini sangat bervariasi.
   Pada sekitar 50% wanita, darah mentruasi tidak membeku. Darah menstruasi
   membeku dalam uterus, tetapi bekuan biasanya mencair sebelum keluar dari uterus.
   Selain darah rabas uterus mengandung lendir dan sel epitel.
g. Siklus Ovarium
   Berbagai hormon akan dikeluarakan oleh hipofisis (lobua anterior), tiga diantaranya
   sangat penting dalam fisiologi reproduksi. Ketiga hormon tersebut adalah:
   1) FSH (follicle stimulating hormon)
                                          18
   2) LH (luteinizing homon)
   3) Kedua hormon ini dikeluarkan oleh sel-sel beta dan sangat dibutuhkan oleh folikel
       yang selanjutnya menghasilkan estrogen.
   4) Prolaktin dikeluarkan oleh sel-sel alfa.
   Pada saat ovulasi kedua hormon naik secara mencolok, dan berlangsung kira-kira 2-3
   hari, terutama LH yang dapat mencapai 100 mu/ml, sedangkan FSH biasanya tidak
   lebih dari 40mu/ml.
h. Fase Pertumbuhan folikel
   Folikel primer terdiri atas oosit primer yang terbentuk dari perkembangan oogonium
   melalui pembelahan mitosis selama kehidupan fetal. Bagian ini dikelilingi oleh sel-sel
   folikel yang merupakan selapis sel pipih. Sebelum lahir oosit primer telah melakukan
   pembelahan meiosis pertama tetapi berhenti pada stadium profase.
   Dalam bulan ke -2 kehidupan intra uterin dalam kedua ovarium diduga terdapat
   600.000 oogonia, pada bulan ke-5 sebanyak 6juta dan pada saat lahir ada kira-kira 2
   juta. Menjelang pubertas oogonia yang masih bertahan dalam kedua ovarium kira-kira
   tinggal 300-400 ribu, disebbabkan oogonia yang lain mengalami degenerasi setelah
   pubertas folikel mengalami pematangan. Terjadi pembelahan meiosis yang selesai
   beberapa saat sebelum ovulasi. Perkembangan folikel ditandai dengan:
   a) Diferensiasi oosit primer
   b) Folifersi sel folikel
   c) Pertumbuhan teka folikuli dari stroma ovari
   Folikel primordial akan berkembang karena pengaruh hirmon FSH sehingga menjadi
   folikel masak disebut folikel de graff, karena ukuran kira-kira 17-20ml.
   folikel de graff terdiri atas (dari luar ke dalam):
   1) Lapisan jaringan ikat khusus yang disebut teka folikuli
   2) Lapisan epitel yang disebut membrana granulosa
   3) Oosit sekunder yang dikelilingi oleh selapis sel korona radiata dan dihubungkan
       dengan sel granulosa oleh kumulus ooforus
   4) Likuor folikuli
i. Ovulasi
   Keluarnya sel telur (ovum) dari folikel de graff dan pecahnya folikel de graff disebut
   ovulasi. Terjadinya ovulasi ini dipicu oleh LH surge yang kadang mencapai 100
   mu/ml plasma. Ternyata ovum yang masak belum sepenuhnya masak karena intinya


                                            19
masih dalam stadium metafasis dari pembelahan meiosis II. Pembelahan meiosis II
baru selsai bila pembuahan terjadi.
Ovulasi biasanya terjadi pad pertengahan siklus ovarium/siklus menstruasi. Banyak
cara yang digunakan saat ovulasi diantaranya dengan pengambilan ovum langsung
dari tuba, dengan cara ini Allen (1930) berhasil mengambil ovum dari hari 12, 15 dan
16 dari siklus menstruasi dan kesimpulannya ovulasi terjadi pada hari ke 14 Dari
siklus 28 hari. Cara lain adalah dengan memeriksa tempat rubturnya folikel.
Ada beberapa tanda dan tes untuk mengawali waktu ovulasi yaitu dengan adanya:
a) Rasa sakit diperut bagian bawah, yang terjadi pada pertengahan siklus disebut mid
   cycle pain atau mittelschmerz. Terjadi pad semua wanita, kira-kira 20% wanita
   merasakannya dan di sebabkan oleh iritasi peritoneum oleh darah atau cairan
   folikel.
b) Perubahan temperatur basal, menjelang saat ovulasi akan terjadi kenaikan suhu
   badan. Sebelum ovulasi suhu basal badan wanita rendah,seringkali dibawah 37°C.
   setelah ovulasi seiring peningkatan kadar progesteron,suhu basalnya meningkat.
   Ini bisa menjadi dasar metode symptothermal yang dipakai unutk kontrasepsi dan
   konsepsi.
c) Perubahan lendir serviks. Perubahan pada serviks dan lendir serviks mengikuti
   pola yang dapat diprediksi secara umum. Lendir praovulasi dan pasca ovulasi
   lengket, sehingga menghambat penetrasi sperma.
   Perubahan lendir serviks dapat diuji dengan dua macam tes yaitu:
   1) Uji membenang yaitu melihat lendir serviks dimana pada fase folikuler lendir
       serviks lebih kental dan opak, tetapi menjelang ovulasi menjadi lebih encer
       dan jernih, seperti putih telur sehingga dapat ditarik seperti benang kira-kira 6-
       10cm disebut spinnbarkeit.
   2) Fer n tes yaitu lendir serviks dibierkan kering pada sebuah objek glass (kira-
       kira 10 menit) dibawah mikroskop maka akan tampak gambaran daun pakis.
d) Adanya gambaran fase sekresi pada endometrium.
e) Kenaikan kadar progesteron
   Dengan pemeriksaan kadar progesteron pada saat ovulasi menunjukan kenaikan
   yaitu setinggi 2 mg/ml
f) LH surge
   Dengan pemeriksaan Radio Imuno Assay (RIA) tanda ovulasi dilihat dengan
   kenaikan mendadak LH.
                                       20
   g) Pemeriksaan USG
      Terlihat gambaran folikel yang masak denagn ukuran >1,7 cm (biasanya antara
      1,7-2 cm).
   h) Pemeriksaan laparoskopi
      Gambaran yang jelas terlihat menggunakan laparoskopi dangan melihat langsung
      ovarium untuk mencari adanya trigmata.
j. Korpus luteum
   Setalah terjadi ovulasi, dibawah pengaruh LH sel granulosa mengalami hiperplasia,
   hingga kemudian terbantuk korpus luteum yang menghasilkan hormon progesteron
   dan esterogen. Tergantung apakah terjadi pembuahan atau tidak, korpus luteum dapat
   menjadi korpus luteum graviditatum atau menjadi korpus luteum menstruatinum. Bila
   terjadi pembuahan kira-kira 9 hari setalah ovulasi, korpus luteum mengalami
   degenerasi dan beberapa saat kemudian akan menjadi korpus albikans. Dengan
   terbentuknya korpus albikan maka pembentukan hormon progesteron dan estrogen
   mulai berkurang bahkan berhenti sama sekali. Ini menghasilkan iskemi dan nekrosis
   endometrium yang kemudian disusul dengan menstruasi. Bila terjadi pembuahan
   korpus luteum makin besar disebut korpus luteum graviditatum. Dibawah pengaruh
   hormon progesteron endometrium dipertahankan dalam stadium sekresi dan siap
   menerima telur yang telah dibuahi.
k. Hormon-hormon yang diproduksi dalam ovarium:
   a) Estrogen
      Estrogen dibentuk oleh sel-sel teka. Sel-sel granulosa yang telah mengalami
      lutuinisasi menghasilkan baik esterogen maupun progesteron. Estradiol adalah
      estrogen utama dibuat oleh ovarium. Pada awal siklus menstruasi kadarnya kira-
      kira 50 pg/ml tetapi menjelang LH surge kadarnya mencapai 400 mg/ml. estradiol
      ini sebagai trigger pelepasan LH.
   b) Dibentuk olah korpus luteum setalah terjadi ovulasi. Selain itu plasenta, grandula
      supra renalis,juga merupakan sumber pembuatan progesteron.
l. Hormon-hormon penting lainnya yang berperan dalam reproduksi:
   1) Prostaglandin
      Prostaglandin (PG) adalah asam lemak yang dioksigenasi, dihasilkan oleh
      kebanyakan organ tubuh,terutama oleh prostat dan endometrium. Prostaglandin E
      dan prostaglandin F merupakan prostaglandin yang penting dalam fisiologi


                                          21
           reproduksi. Prostaglandin penting untuk mematangkan serviks dan memperkuat
           kontraksi endometrium pada saat persalinan.
           Prostaglandin mempengaruhi kontraktilitas otot polos dan modulasi aktivitas
           hormonal PG mempunyai peran penting pada ovulasi. Kadar PG yang tidak
           meningkat seiring dengan lonjakan LH menyebabkan ovun tetap terperangkap
           dalam folikel de graff.
           PG yang masuk ke vagina dan uterus meningkatkan motilitas otot uterus ynag
           membantu pengangkutan sperma melalui uterus dan menuju ke tuba. PG yang
           dihasilkan oleh wanita menyebabkan regresi korpus luteum, regresi endometrium
           dan pelepasan endometrium yang menyebabkan menstruasi. PG meningkatkan
           respon miometrium terhadap stimulasi oksitosik, meningkatkan kontraksi uterus
           menyebabkan dilatasi serviks.
       2) Prolaktin
           Sekresi prolaktin diatur oleh prolaktin inhibator faktor (PIF) yang dihasilkan di
           hipotalamus. Terdapat hubungan yang erat antara PIF dan GnRH. Penurunan PIF
           dan GrNH menyebabkan trias klinik amenorea, defisiensi estrogen dan galaktore.
           Kadar prolaktin normal adalah 5-25 ng/ml. fungsi utama prolaktin adalah
           pembentukan air susu. Bila kadar prolaktin meninggi, terjadilah trias aminorea,
           galaktore dan infetilitas karena:
           Penekanan sekresi gonedotropin:
              a) Umpan balik positif estrogen terhadap sekresi LH
              b) Penekanan sel granulosa korpus luteum sehingga progesteron tidak
                  terbentuk.
              c) Respon ovarium terhadap gonadotropin dihambat.


SIRKULASI DARAH FETAL
       Sistem kardiovaskular merupakan sistem organ pertama yang berfungsi dalam
perkembangan manusia. Pada akhir minggu ke 2, tabung jantung mulai berdenyut kemudian
selama minggu ke 4 dan ke 5 jantung berkembang menjadi organ 4 serambi dan menjadi
lengkap pad akhir masa embrio.
       Darah janin dialirkan ke plasenta melalui arteri umbilikalis dengan muatan darah
berisi makanan dari darah ibu, aliran darah tersebut masuk ke dalam tubuh janin melalui fena
umbilikalis yang bercabang 2. Setelah memasuki dinding perut janin darah yang masuk pada
tubuh janin beredar dalam hati dan diangkut melalui vena hepatikal ke dalam vena cava
                                               22
inferior. Darah yang mengalir melalui vena cava inferor mengandung darah bersih tetapi
bercampur dengan darah kotor dari anggota darah janin. Darah yang melalui vena cava
inferior masuk melalui masuk ke dalam serambi kanan kemudian sebagian masuk dalam
serambi kiri melalui foramen ovale dan sebagian mengalir ke bilik kanan bersama dengan
darah dari vena cava superior yang mengalir dari bagian kepala dan anggota atas.
       Setelah anak lahir karena anak bernafas terjadilah penurunan tekanan dalam arteri
pulmonalis, sehingga banyak darah yang mengalir ke paru-paru. Dengan terguntingnya tali
pusat maka darah dalam vena cava interior berkurang sehingga tekanan serambi kanan
berkurang dan tekanan serambi kiri bertambah, dan ini menyebabkan foramen ovale
menutup.


HUBUNGAN ANTARA FETUS DENGAN JALAN LAHIR
   A. SIKAP/HABITUS
       Hubungan antara bagian-bagian badan fetus satu sama lain. Biasanya fetus berada
dalam sikap fleksi. Membentuk ovoid mengikuti bentuk cavum uteri (ruangan fundus lebih
luas dari serviks). Fleksi yang terjadi dalam keadaan normal adalah fleksi maksimal kepala,
punggung membungkuk, kedua tangan bersilang kedepan dada dan kedua tungkai bersilang
ke depan perut. Tali pusat terletak diantara ke dua lengan dan tungkai.
       Sebelum kehamilan trimester III (kurang dari 32 minggu), volume cairan amnion
relatif lebih besar dari pada volume fetus sehingga fetus “bebas berenang-renang” dalam
cairan amnion. Sesudah memasuki trimester III (32 minggu atau lebih), volume cairan
amnion relatif kecil dari pada volume fetus sehingga fetus mulai “terakomodasi” dalam
cavum uteri. Dalam kehamilan normal, akomodasi ini menyebabkan letak kepala fetus lebih
rendah dari badan, dengan kepala terletak disegmen bawah uterus.
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi sikap janin yaitu jika terdapat kelainan anatomi fetus
maupun kelainan anatomis jalan lahir.
Letak/situs: hubungan antara sumbu fetus dengan sumbu jalan lahir.
Letak memanjang: sumbu fetus searah/sejajar sumbu jalan lahir.
Letak melintang: sumbu fetus tegak lurus sumbu jalan lahir.
Letak oblik: sumbu fetus dalam sudut tertentu dengan sumbu jalan lahir.
       Prognosis keberhasilan persalinan spontan per vaginam terbesar adalah pada janin
letak memanjang dan nilai prognosis akan berbanding terbalik dengan sudut antara sumbu
fetus dengan jalan lahir (letak lintang memiliki nilai prognosisi persalinan spontan per
vaginam yang terkecil).
                                              23
   B. PRESENTASI
       Presentasi adalah bagian tubuh fetus yang terdapat dibagian terbawah jalan lahir.
Apabila janin letaknya melintang atau oblik, presentasi dapat berupa bahu atau punggung.
Letak memanjang: presentasi dapat berupa kepala, atau sungsang/presentasi bokong. Pada
presentasi kepala, kemungkinan dapat berupa presentasi belakang kepala, puncak kepala,
dahi atau muka, tergantung kepada sikap kepala terhadap badan janin. Pada persalinan
normal janin berada pada letak memanjang dengan presentasi belakang kepala.
       Sementara itu , pada presentasi bokong terdapat beberapa kemungkinan berikut ini:
       1. Presentasi bokong sempurna (complete breech), fetus berada dalam posisi duduk
           dalam jalan lahir, tetai bokong masih merupakan presenting part. Seluruh anggota
           gerak janin fleksi sempurna (tungkai dan lutut fleksi).
       2. Presentasi bokong murni (frank breech), bagian terbawah (presenting part) dari
           fetus adalah bokong, kedua tungkai dalam fleksi dan sejajar toraks (lutut ekstensi).
       3. Presentasi kaki (footlink breech/incomplete breech). Salah satu atau kedua kaki
           lebih inferior dibandingkan dengan bokong dan akan menjadi bagian pertama
           yang lahir.
   C. POSISI
Hubungan antara bagian tertentu fetus (ubun-ubun kecil, dagu, mulut, sakrum, punggung)
dengan bagian kiri, kanan, depan, belakang, atau lintang terhadap jalan lahir. Ubun-ubun
kecil (belakang kepala) bentuk segitiga. Ubun-ubun besar (depan kepala/dahi) bentuk
segiempat/wajik.


DJJ (bila > 18 minggu)
Auskultasi: dengan stetoskop kayu laennec atau alat doppler yang ditempelkan di daerah
punggung janin, dihitung frekuensi pada 1 menit penuh. Batas frekuensi denyut jantung janin
normal adalah 120-160 denyut/menit. Takikardia menunjukkan adanya reaksi kompetensi
terhadap beban atau stress pada janin (fetal stress), sementara bradikardia menunjukkan
kegagalan kompensasi beban atau stress pada janin (fetal distress/gawat janin).


AMNIOCENTESIS
Amniocentesis adalah tindakan mengambil air ketuban, biassanya dilakukan transapdominal.
Tujuan mengambil air ketuban:
   1. Menentukan maturitas janin yaitu dengan memeriksa bilirubin, kreatinin, sel yang
       tercat lipid dan analisis surfaktan.
                                              24
       a. Pada kehamilan lebih 37 minggu, bilirubin dalam air ketuban harus sudah lenyap
           terdapat penyakit hemolitik.
       b. Konsentrasi kreatinin lebih dari / sama dengan 1,8 mg/dl.
       c. Jumlah sel-sel yang tercat lipid (berwarna orange pada pengecatan nile blue
           sulfate ) lebih dari/sama dengan 15%.
       d. Rasio lesitin / sfingomielin lebih dari /sama dengan 2.
   2. Monitoring penyakit hemolitik
   3. Determinasi sex
   4. Diagnosis kelainan genetik.


SIRKULASI PLASENTA
Darah janin, mengandung sedikit oksigen, dipompa oleh jantung janin menuju plasenta
melalui arteri umbilikalis, dan diangkut sepanjang percabangannya ke kapiler vili korionik.
Stelah membuang karbondioksida dan menyerap oksigen, darah kembali ke janin melalui
vena umbilikalis. Darah maternal dikirim kedalam plasenta di dalam desidua oleh arteri spiral
dan mengalir ke dalam ruang darah disekitar vili. Arah aliran darah tersebut dianggap serupa
dengan arah air mancur, darah mengalir ke atas dan membasahi vilus pada saat bersirkulasi
disekelilingnya dan mengalir kembali ke cabang vena uterina.


MENENTUKAN USIA DAN PERIODE KEHAMILAN
   A. Menentukan Usia Kehamilan
Menentukan usia kehamilan bisa dilakukan dengan berbagai cara, diataranya:
   1) Rumus Naegele
       Rumus naegele terutama digunakan untuk menentukan hari prkiraan lahir (HPL).
       Rumus ini berlaku untuk wanita dengan siklus 28 hari sehingga ovulasi terjadi pada
       hri ke 14. Caranya yaitu tanggal hari pertama menstruasi terakhir (HPM) ditambah 7,
       bulannya dikurang 3 dantahunnya ditambah 1.
   2) Berdasarkan Tinggi Fundus Uteri
       Secara tradisional perkiraan tinggi fundus dilakukan dengan palpasi abdominal/fundus
       dan membandingkan dengan beberapa patokan antara lain sympisis pubis, umbilikus
       atau prosesus xifoideus. Cara tersebut dilakukan dengan tampa memperhitungkan
       ukuran tubuh ibu. Sebaik-baiknya pemeriksaan tersebut, hasilnya masih kasar dan
       dilaporkan harilnya bervariasi. Sebagai standarisasi digunakan pita ukur untuk


                                             25
       mengukur tinggi fundus uteri dan pita ukur yang digunakan hendaknya menggunakan
       pita ukur yang terbuat dari bahan yang tidak mudah mengendur.
   3) Berdasarkan Palapasi Abdominal Rumus McDonald
       Fundus uteri diukur dengan menggunakan pita. Tinggi fundus dikalikan 2 dibagi 7
       (umur kehamilan dalam bulan) dan tinggi fundus dikalikan 8 dibagi 7 (umur
       kehamilan dalam minggu). Selain umur kehamilan pengukuran tinggi fundus uteri
       juga dapat digunakan untuk menentukan tapsiran berat janin. Tapsiran ini hanya
       berlaku untuk janin dengan persentasi kepala, rumusnya sebagai berikut:
       (tinggi fundus dalam cm-n) x 155 = berat dalam gram. Bila kepala diatas atau pada
       spina ischiadika maka n = 12, bila kepala berada dibawah spina ischiadika maka n =
       11.
   4) Quickening (Gerakan Janin Pertama)
       Bila hari pertama haid terakhir tidak diingat lagi, maka sebagai pegangan dapat
       dipakai antara lain dengan gerakan-gerakan janin. Gerakan janin pertama pad primi
       gravida biasanya dirasakan pad umur kehamilan 18 minggu dan pada multigravida
       biasanya dirasakan pada umur kehamilan 16 minggu.
   5) Ultrasonografi
       Penentuan usia kehamilan dengan menggunakan ultrasonografi dilakukan dengan 3
       cara, yaitu:
       a. Pengukuran diameter kantong gestasi (GS = gestational Sac), untuk kehamilan
             sampai dengan 7 minggu
       b. Pengukuran jarak kepala-bokong (GRI = Grown Rump Length), paling baik
             digunakan untuk menentukan usia kehamilan pada trimester 1 (sampai dengan
             usia kehamilan 12 minggu)
       c. Pengukuran diameter biparietal (BPD), digunakan untuk menentukan usia
             kehamilan terutama setelah usia kehamilan 9 minggu.
   B. Menentukan Periode Kehamilan
Periode kehamilan atau antepartum mencakup waktu kehamilan dari mulai hari pertama
periode terlambat menstruasi sampai dimulainya persalinan yang ditandai dengan mulainya
periode intrapartu. Periode antepartum dibagi menjadi 3 trimester. Trimester 1 umumnya
dihitung mulai 1-12 minggu, trimester 2 dihitung mulai 13-27 minggu dan trimester 3
dihitung mulai 28-40 minggu. Pembagian ini tidak boleh dipakai untuk menunjukkan umur
kehamilan, melainkan hanya untuk menunjukkan keadaan-keadaan atau penyulit-penyulit
yang umumnya terjadi dlam periode tertentu.
                                              26
PERUBAHAN ANATOMI, FISIOLOGIS DAN PSIKOLOGIS PADA IBU HAMIL
  A. Perubahan Anatomi Dan Fisiologis Pada Ibu Hamil
TRIMESTER 1
  1. Sistem Reproduksi
     a. Vagina dan Vulva
        Karena pengaruh hormon estrogen terjadi perubahan pada vagina dan vulva.
        Akibat hipervaskularisasi, vagina dan vulva terlihat lebih merah atau kebiruan.
        Warna livid pada vagina dan partioservic disebut tanda chadwick. Hormon
        kehamilan mempersiapkan vagina supaya distensi pada saat kehamilan sehingga
        dalam proses kehamilan mukosa vagina menjadi tebal, jaringan ikat menjadi
        longgar, dan otot polos mengalami hipertropi. Selama hamil, ph vagina akan
        bertambah asam dari 4 menjadi 6,5 sehingga vagina ibu hamil akan semakin
        rentan terhadap infeksi.
     b. Serviks uteri
        Akibat hormon estrogen, serviks mengalami perubahan menjadi lebih lunak yang
        disebut tanda goodell sebagai akibat dari hipervaskularisasi meningkatnya aliran
        darah ke serviks dan lebih banyaknya jaringan ikat yang mengandung kolagen.
        Selain itu, juga terdapat tanda chadwick yaitu uterus, serviks, dan itsmus melunak
        secara progresif dan serviks menjadi kebiruan.
     c. Uterus
        Dibawah pengaruh hormon estrogen dan progesteron pada bulan – bulan pertama
        kehamilan uterus akan semakin membesar karena peningkatan vaskularisasi
        pembuluh darah. Hiperplasia atau produksi serabut otot dan jaringan fibroelastis
        baru , hipertropi atau pembesaran serabut otot dan jaringan fibroelastis yang sudah
        ada, dan adanya perkembangan desidua. Selain bertambah besar uterus mengalami
        perubahan berat, bentuk dan posisi. Dinding otot menjadi kuat dan elastis , fundus
        pada serviks mudah fleksi yang disebut tanda Mc. Donal . pada kehamilan 8
        minggu uterus sebesar telur bebek berlanjut sampai minggu ke 12 sebesar telur
        angsa .hipertropi itsmus pada triwulan pertama membuat itsmus menjadi panjang
        dan lebih lunak yang disebut tanda hegar.
     d. Ovarium


                                          27
     Pada permulaan kehamilan, masih terdapat korpus luteum graviditatum, korpus
     luteum graviditatis sebagai penghasil hormon estrogen dan progesteron yang
     berukuran sekitar 3 cm yang kemudian akan mengecil setelah placenta terbentuk
  e. Mammae
     Sebagai      akibat     peningkatan        hormon   estrogen,     progesteron   dan
     somatomamotropin, tetapi belum mengeluarkan ASI. Estrogen menyebabkan
     hipertropi sistem saluran, progesteron menambah sel asinus pada mamae.
     Somatomamotropin        mempengaruhi        pembuatan   kasein,   laktalbumin   dan
     laktoglobulin. Perubahan pada pappila mamae adalah papila semakin membesar,
     lebih tegang, warna lebih hitam karena hiperpigmentasi. Sejak minngu ke 6
     kehamilan mamae terasa penuh, lebih sensitif, tersa geli, dari ringan hingga berat
     kemudian terasa lebih berat.
2. SISTEM ENDOKRIN
  Perubahan- perubahan hormonal yang terjadi selama masa kehamilan:
  a. Estrogen
     Produksi estrogen placenta terus naik selam kehamilan dan pada akhir kehamilan
     kadarnya mencapai 100x sebelum hamil.
  b.Progesteron
     Produksi hormon progesteron bahkan lebih banyak dibandingkan hormon
     estrogen. Progesteron menyebabkan tonus otot polos menurun dan juga diuresis.
  c. Human chronomic Gonadotropin ( HCG )
     Hormon HCG dapat terdeteksi beberapa hari setelah pembuahan sebagai dasar test
     kehamilan dan mencapai puncaknya pada 60 hari setelah konsepsi intuk
     mempertahankan korpus luteum.
  d.Pituitari Gonadotropin
     FSH dan LH dalam keadaan sangat rendah selama kehamilan karena ditekan oleh
     hormon estrogen dan progesteron placenta.
3. SISTEM PERNAPSAN
  Kebutuhan oksigen ibu meningkat sebagai respon terhadap percepatan laju metabolik
  dan peningkatan kebutuhan oksigen jaringan uterus dan payudara beberapa wanita
  mengeluh dipsneu saat istirahat karena peningkatan volume nafas satu menit yang
  disebut hiperventilasi kehamilan
4. SISTEM PERKEMIHAN


                                           28
  Pada bulan- bulan pertama kehamilan, kandung kemih akan tertekan oleh uterus yang
  membesar, keadaan ini akan menghilang dengan semakin tuanya kehamilan bila
  uterus sudah keluar dari rongga panggul, pada akhir kehamilan kandung kemih akan
  tertahan kembali karena penekanan dari bagian terbawah janin. Pada kehamilan
  fungsi ginjal berubah karena peningkatan aliran plasma ginjal, metabolisme sirkulasi
  ibu meningkat, mensekresi produk sampah janin, peningkatan volume darah, ureter
  berdilatasi peningkatan hormon kehamilan. Ginjal pada saat kehamilan bertambah
  besar, panjangnya bertambah 1 -1,5 cm, volume meningkat, ureter berdilatasi sebagai
  akibat dari hormon maternal.
5. SISTEM PENCERNAAN
  Perubahan rasa tidak enak di ulu hati disebabkan perubahan posisi lambung dan aliran
  balik asam lambung ke esofagus bagian bawah. Sering terjadi nausea dan muntah
  karena pengaruh HCG, tonus otot- otot traktus digestivus menurun sehingga motilitas
  seluruh traktus digestivus juga berkurang. Hipersalivasi terjadi sebagai konpensasi
  dari mual dan muntah yang terjadi. Apabila terjadi pada pagi hari disebut morning
  sickness. Pada beberapa wanita ditemukan adanya ngidam makanan dan pica yang
  dikaitkan dengan anemia.
6. SISTEM KARDIOVASKULER
  Volume plasma maternal mulai meningkat pada saat 10 minggu usia kehamilan dan
  meningkat sampai 30-34 minggu. Perubahan rata- rata volume placenta maternal
  berkisar antara 20 – 100% RBC meningkat 18% tanpa suplemen- suplemen zat besi
  dan terjadi peningkatan yang lebih besar yaitu 30% jika ibu meminum suplemen zat
  besi karena volume plasma meningkat rata –rata 50% sementara masa RBC
  meningkat hanya 18- 30% maka terjadi penurunan hematokrit selam kehamilan
  normal sehingga disebut anemia fisiologis. Tekanan darah akan turun selama 24
  minggu pertama kehamilan. Tekanan sistolik turun sekitar 5- 10 mmHg dan distolik
  sekitar 30- 50%.
7. SISTEM MUSKULOSKELETAL
  Peningkatan hormon estrogen dan progesteron menyebabkan peningkatan mobilitas
  dari sambungan atau otot terutama pelvic. Bersamaan dengan membesarnya ukuran
  uterus menyebabkan perubahan pada kurva tulang belakang.
8. SISTEM INTEGUMEN




                                       29
     Pada sistem integumen terjadi perubahan yaitu adanya cloasma gravidarum tau
     hiperpigmentasi yang disebabkan adanya pengaruh hormonal yaitu Melanophore
     Stimulating Hormone (MSH ).




  9. SISTEM METABOLISME
     Kenaikan berat badan baru tampak dalam bulan ke 3. Selain itu kehamilan
     menghasilkan perubahan dalam harga- harga normal berbagai hasil pemeriksaan
     laboraturium.


TRIMESTER II
   1. SISTEM REPRODUKSI
      a. Vulva dan vagina
         Peningkatan vaskularisasi vagina dan visera panggul lain menyebabkan
         peningkatan sensitivitas yang mencolok. Dimana peningkatan ini dapat
         mengakibatkan meningkatkan keinginan seksual pada ibu hamil trimester II.
         Peningkatan kongesti ditambah relaksasi dinding pembuluh darah dan uterus
         yang berat dapat menyebabkan timbunya oedema dan varises vulva.
      b. Serviks uteri
         Pada trimester II kehamilan, konsistensi serviks menjadi lunak dan kelenjar –
         kelenjar di serviks akan berfungsi lebih. Oleh karena itu, ibu hamil sering
         mengeluh mengeluarkan cairan pervaginam lebih banyak dari pada biasanya.
      c. Uterus
         Pada kehamilan 16 minggu cavum uteri di isi oleh ruang amnion yang berisi
         janin, dan istmus menjadi bagian korpus uteri. Pada kehamilan 16 minggu besar
         uterus kira – kira sebesar kepala bayi atau sebesar kepalan orang dewasa,
         sedangkan fundus uteri terletak di antara pertengahan pusat dan simfisis. Pada
         kehamilan 20 minggu fundus uteri terletak kira- kira 3 jari di bawah pusat,
         sedangkan pada kehamilan 24 minggu fundus uteri terletak di pusat.
         Segera setelah bulan keempat kehamilan, kontraksi uterus mulai terasa melalui
         dinding abdomen yang disebut dengan tanda ‘ BRAXTON HICKS’ yaitu
         kontraksi yang tidak teratur yang dapat menimbulkan nyeri, yang timbul secara


                                         30
     intermiten sepanjang setiap siklus menstruasi. Kontraksi memfasilitasi aliran
     darah uterus sehingga meningkatkan pengangkutan oksigen ke uterus.
  d. Ovarium
     Placenta mulai terbentuk dan menggantikan fungsi korpus luteum graviditatum
     pada usia kehamilan 16 minggu.
  e. Mammae
     Mulai kehamilan trimester II papila mammae telah dapat mengeluarkan cairan
     berwarna putih agak jernih yang disebut kolostrum. Perkembangan mammae
     semakin terlihat pada awal trimester II. Mammae semakin membesar dan penuh,
     pengeluaran ASI masih terhambat sampai kadar estrogen menurun.
2. SISTEM ENDOKRIN
        Peningkatan kadar estrogen dan progesteron menghambat pembentukan MSH
  dan LH.
3. SISTEM PERNAFASAN
        Seorang wanita hamil mengeluh sesak nafas karena adanya penurunan tekanan
  CO2 sehingga meningkatkan usaha bernafas.
4. SISTEM PERKEMIHAN
        Pada trimester II kehamilan, keluhan ibu tentang sering berkemih akan
  berkurang oleh karena uterus yang sudah keluar dari rongga panggul. Peningkatan
  vaskularisasi membuat mukosa kandung kemih menjadi mudah luka dan berdarah.
5. SISTEM PENCERNAAN
        Pada kehamilan trimester II sering terjadi konstipasi sebagai akibat dari
  hormon progesteron. Perut terasa kembung akan di alami ibu hamil pada trimester
  ini akibat tekanan uterus yang membesar dalam rongga perut sehingga mendesak
  saluran pencernaan bawah ke arah atas. Penyakit haemoroid atau yang biasa disebut
  wasir insidennya cukup sering terjadi pada kehamilan trimester II sebagai akibat
  konstipasi dan naiknya tekanan vena haemoroid. Panas perut ( heart burn ) terjadi
  karena aliran balik asam gastrik ke dalam esofagus bagian bawah.
6. SISTEM KARDIOVASKULAR
        Pada kehamilan 16 minggu, mulai jelas terlihat terjadinya proses hemodilusi.
  Hemodilusi adalah proses terjadinya peningkatan volume darah oleh penambahan
  kebutuhan sirkulasi darah yang sebelumnya hanya untuk tubuh wanita, setelah terjadi
  kehamilan sirkulasi darah bertambah untuk kebutuhan ibu dan janin. Pada minggu ke


                                      31
      24 tekanan darah yang sebelumnya pada trimester I menurun berangsur naik kembali
      pada tekanan darah sebelum hamil. Dapat timbul palpitasi.
   7. SISTEM MUSKULOSKELETAL
            Selama trimester II mobilitas persendian akan berkurang terutama pada daerah
      siku dan pergelangan tangan dengan meningkatnya retensi cairan pada jaringan
      konektif atau jaringan yang berhubungan dengan sekitarnya.


   8. SISTEM INTEGUMEN
            Peningkatan kadar estrogen dan progesteron juga mengakibatkan kadar MSH
      meningkat.
   9. SISTEM METABOLISME
            Kenaikan berat badan 0,4- 0,5 kg/ minggu selama sisa kehamilan


TRIMESTER III
      1. SISTEM REPRODUKSI
         a. Vulva dan vagina
             Dinding vagina banyak perubahan yang merupakan persiapan untuk
             mengalami peregangan pada waktu persalinan dengan meningkatnya
             ketebalan mukosa, mengendornya jaringan otak dan hipertrofi otot polos.
             Perubahan ini mengakibatkan bertambahnya dindinh vagina.
         b. Serviks uteri
             Pada saat kehamilan mendekati aterm, terjadi penurunan lebih lanjut dari
             konsentrasi kolagen. Konsentrasinya menurun secara nyata dari keadaan yang
             relatif dilusi dalam keadaan menyebar (dispersi) dan ter-remodel menjadi
             serat. Dispersi meningkat oleh peniongkatan rasio dekorin terhadap kolagen.
         c. Uterus
             Pada uterus terjadi perubahan-perubahan yaitu ismus uteri lebih nyata
             menjadi bagian korpus uteri dan berkembang menjadi sekmen bawah rahim
             (SBR). SBR menjadi lebih lebar dan tipis sehingga tampak batas yang nyata
             antara bagian yang atas yang lebih tebal dibandingkan dengan bagian bawah
             yang lebih tepis. Batas ini disebut dengan “LINGKARAN RETRAKSI
             FISIOLOGIS DINDING UTERUS”. Perubahan pada besar uterus adalah
             sbb:


                                          32
      1. 28 minggu: TFU pada 3 jari diatas pusat atau 1/3 jarak antara pusat ke
          prosesus xsifoideus (25cm).
      2. 32 minggu: TFU pada pertengahan antara pusat dan prosesus xsifoideus
          (27cm).
      3. 36 minggu: TFU pada 1 jari dibawah prosesus xsifoideus (30cm).
      4. 40 minggu: TFU pada 3 jari dibawah prosesus xsifoisdeus (33cm).
      Setelah minggu ke28 kontraksi braxton hicks semakin jelas, terutama pada
      wanita yang langsing dan dapat hilang dengan berjalan atau latihan fisik.
      Pada minggu-minggu terakhir kehamilan, kontraksi ini akan terasa semakin
      kuat sehingga sulit dibedakan antara kontraksi dan permulaan persalinan.
   d. Ovarium
      Plasenta menggantikan korpus luteum sebagai pembentuk hormon estrogen
      dan progesteron.
   e. Mammae
      Areola akan lebih besar dan kehitaman. Kelenjar montgomery, yaitu kelenjar
      sebasea dari areola akan membesar dan cenderung untuk menonjol keluar.
      Jika mammae semakin membesar, striae seperti yang terlihat pada perut akan
      muncul.
2. Sistem Endokrin
   Kelenjar andrenal pada kehamilan normal akan mengecil, sedangkan hormon
   androstenedion, testosteron, dioksikortikosteron, dan kortisol akan meningkat.
   Selain itu, dehidroepiandrosteron sulfat menurun.
3. Sistem Pernafasan
   Mulai umur kehamilan 32 minggu usus-usus tertekan uterus yang membesar ke
   arah diafragma menyebabkan diafragma kurang leluasa bergerak, sehingga
   menimbulkan ibu hamil mengalami kesulitan bernafas.
4. Sistem Perkemihan
   Pada trimester 3 kepala janin telah turun ke rongga panggul (pintu atas panggul)
   sehingga mulai menekan kandung kemih maka timbullah keluhan pada ibu hamil
   yaitu sering BAK. Selain itu, terjadi hemodilusi yang menyebabkan metabolisme
   air menjadi lancar. Pelvis ginjal kanan dan ureter lebih berdilatasi dari pada
   pelvis kiri akibat pergeseran uterus ke arah kanan karena terdapat kolon
   rektosigmoid di sebelah kiri. Perubahan-perubahan ini membuat pelvis dan ureter


                                    33
   mampu menampung urin dalam volume lebih besar dan memperlambat laju
   aliran urin.
5. Sistem Pencernaan
   Seiring dengan makin besarnya uterus, lambung dan usus akan tergeser.
   Demikian juga dengan yang lainnya seperti apendiks yang akan bergeser ke arah
   atas dan lateral.
6. Sistem Kardiovaskular
   Pada kehamilan trimester ke 3 terjadi hemodilusi yaitu penambahan volume
   darah sekitar 25% dan mencapai puncaknya pada usia kehamilan 32 minggu,
   sedangkan hematokrit mencapai level terendah pad minggu ke 30 sampai minggu
   32 karena setelah 34 minggu masa RBC terus meningkat tetapi volume plasenta
   tidak. Peningkatan RBC menyebabkan penyaluran oksigen pada wanita dengan
   hamil lanjut mengeluh sesak nafas dan pendek nafas. Aliran darah meningkat
   dengan cepat seiringpembesaran uterus, sehingga oksigen lebih banyak diambil
   dari darah uterus selama masa kehamilan lanjut. Pada kehamilan cukup bulan dan
   normal, seperenam volume darah total ibu berada didalam sistem perdarahan
   uterus. Gambaran protein dalam serum berubah dimana yang sebelumnya pada
   kehamilan trimester 1 jumlah protein, albumin dan gammaglobulin mengalami
   penurunan pada trimester 3 mengalami peningkatan.
7. Sistem Muskuloskeletal
   Perubahan tubuh secara bertahap dan peningkatan berat wanita hamil
   menyebabkan postur dan cara berjalan wanita hamil berubah secara mencolok.
   Peningkatan distensi abdomen yang membuat panggul miring kedepan,
   penurunan tonus otot perut dan peningkatan berat badan pada akhir kehamilan
   membutuhkan penyesuaian ulang turvatura spinalis. Turva lumbo sakrum normal
   harus semakin melengkung untuk mempertahankan keseimbangan. Mamae yang
   membesar dan posisi bahu yang membungkuk saat berdiri akan semakin
   membuat kuva punggung dan lumbai menonjol, pergerakan menjadi lebih sulit.
   Struktur ligamen dan otot tulang belakang bagian tengah dan bawah mendapat
   tekanan besar. Selama trimester 3 otot rektus abdominalis dapat memisah,
   menyebabkan isi perut menonjor di garis tengah tubuh. Umbilikus menjadi lebih
   datar dan menonjol. Selama trimester akhir, rasa pegal, mati rasa dan lemah
   dialami oleh anggota badan atas yang disebabkan lordosis yang besar dengan


                                   34
       fleksi anterior leher dan merosotnya lingkar bahu yang akan menimbulkan traksi
       pada nervus ulnaris dan medianus.
    8. Sistem Integumen
       Kulit digaris pertengahan perutnya (linea alba) akan berubah menjadi hitam
       kecoklatan yang disebut linea nigra. Kadang-kadang akan muncul dalam ukuran
       yang bervariasi pada wajah dan leher yang disebut dengan cloasma atau melasma
       gravidarum. Selain itu, pada areola dan daerah genital juga akan terlihat
       pigmentasi yang berlebihan.
    9. Sistem Metabolisme
       Berat badan wanita hamil akan naik kira-kira diantara 6,5-16,5kg rata-rata 12,5
       kg. kenaikan berat badan ini terjadi terutama dalam kehamilan 20 minggu
       terakhir. Kenaikan berat badan yang terlalu bayak sering ditemukan pada
       preeklamsia dengan akibat peningkatan morbiditas dan mortalitas ibu dan janin.
       Sebaiknya wanita tersebut diawasi dan di beri pengertian, sehingga berat badan
       hanya naik 2 kg tiap bulannya sesudah kehamilan 20 minggu. Kenaikan berat
       badan selama hamil disebabkan oleh: payudara 1-1,5 kg, janin 3-4 kg, uterus 0,5-
       1kg, plasenta 0,5-1 kg, protein dan lemak 4-4,5 kg, cairan amnion 1-1,5 kg, darah
       dan cairan tubuh 4-4,5 kg.


B. Perubahan Psikologi Pada Ibu Hamil
   Konsepsi dan nidasi merupakan titik awal dalam kehamilan yang dapat menyebabkan
   perubahan kehamilan baik fisik maupun psikologisnya. Bagi pasangan yang
   kehamilannya tidak diinginkan, akan muncul kegelisahan dan kecewa serta berusaha
   menghilangkan buah kehamilannya dengan cara apapun. Tindakan apapun yang
   dilakukan dengan tujuan menghilangkan kehamilan adalah pembunuhan. Hal ini tidak
   sesuai dengan UU No 23 tahun 1992 pasal 15.
   1. Trimester I
      Pada masa ini, tugas psikologis pertama sebagai calon ibu yaitu menerima
      kenyataan bahwa dia memang hamil. Selain itu, dampak dari perubahan fisik yang
      terjadi pada ibu hamil, berdampak pula pada psikologisnya berupa ras kecewa,
      penolakan, cemas, dan sedih. Dia akan merenungkan keadaan dirinya, dari mulai
      munculnya kebingungan tentang kehamilannya dengan pengalaman buruk yang
      pernah dialami sebelum kehamilan. Tanggung jawab baru atau tambahan
      tanggung jawab baru yang akan dipikul, keuangan dan rumah, serta penerimaan
                                        35
   kehamilan oleh orang lain. Seiring dengan keadaan tersebut                muncul
   ketidaknyaman yang menyertai selam trimester 1 yaitu mual muntah, lelah,
   perubahan selera, dan emosional.
2. Trimester II
   Pada trimester 2 sering disebut sebagai masa pancaran kesehatan. Masa ini dimana
   seorang ibu merasa dia sehat. Pada trimester ini seorang ibu sudah merasa lebih
   baik dan terbebas dari ketidaknyamanan kehamilan. Ibu sudah mulai menerima
   kehamilannya dan sudah mulai menggunakan energi dan pikirannya lebih
   konstruktif. Ibu mulai merasa kehadiran bayinya sebagai seseorang di luar dari
   dirinya sendiri. Trimester 2 dibagi menjadi 2 fase yaitu:
   a. Prequickening
       Akhir dari trimester pertama dan selama perquickening dalam trimester 2,
       wanita tersebut akan terus melengkapi dan mengevaluasi segala aspek yang
       menghubungkannya dengan ibunya sendiri. Kemampuan untuk dapat
       mempertahankan hubungan ibu dan anak diuji. Hubungan sosial wanita akan
       meningkat dengan wanita hamil lainnya atau yang baru menjadi ibu,
       ketertarikan, dan aktifitasnya, terfokus pada kehamilan, kelahiran, dan
       persiapan untuk peran yang baru.
   b. Postquickening
       Wanita mulai memikirkan bayinya sebagai individu yang merupakan bagian
       dari dirinya. Pada saat ini jenis kelamin bayi tidak begitu penting. Perhatian
       ditujukan pada kesehatan bayi dan kehadiran di dalam keluarga. Ketika janin
       menjadi semakin jelas, yang terlihat dengan adanya gerakan dan denyut
       jantung, kecemasan orang tua yang terutama ialah kemungkinan cacat pada
       anaknya.
3. Trimester III
   Pada trimester ini sering disebut masa penantian. Pada perode ini wanita mulai
   menanti kehadiran janin yang dikandungnya yang merupakan bagian dari dirinya.
   Dia menjadi tidak sabar ingin melihan bayinya. Ada prasaan yang tidak
   menyenangkan ketika bayinya tidak lahir tepat pada waktunya. Trimester 3 adalah
   waktu untuk mempersiapkan kelahiran dan kedudukan sebagai orang tua, orang-
   orang sekeliling akan membuat rencana pada bayinya. Sejumlah ketakutan dapat
   terlihat di trimester 3 ini. Wanita mungkin khawatir terhadap hidupnya dan
   bayinya.
                                      36
KEBUTUHAN DASAR IBU HAMIL
   A. Kebutuhan fisik pada ibu hamil
       1. Oksigen
       Kebutuhan oksigen adalah yang utama pada manusia termasuk ibu hamil. Berbagai
gangguan pernafasan bias terjadi pada pernafasan bias terjadi pada saat hamil sehingga akan
menggagu pemenuhan kebutuhan oksigen pada ibu yang berpengaruh pada bayi yang
dikandung. Untuk mencegah hal tersebut diatas dan untuk memenuhi kebutuhan oksigen
maka ibu hamil perlu:
       a. Latihan nafas melalui senam hamil
       b. Tidur dengan bantal yang lebih tinggi
       c. Makan tidak terlalu banyak
       d. Kurangi atau hentikan merokok
       e. Konsul kedokter bila ada kelainan atau gangguan pernafasan seperti astma dan
          lain-lain.
       Posisi miring kiri dianjurkan untuk meningkatkan perfusi uterus dan oksigenasi
fetoplasenta dengan mengurangi tekanan pada vena asenden (hipotensi supine).


       2. Nutrisi dalam kehamilan
       Pada saat hamil ibu harus makan makanan yang mengandung nilai gizi bermutu tinggi
meskipun tidak berarti makanan yang mahal harganya. Gizi pada waktu hamil harus
ditingkatkan hingga 300 kalori perhari, ibu hamil seharusnya mengkonsumsi makanan yang
mengandung protein, zat besi, dan minuman cukup cairan (menu seimbang).
   a. Kalori
       Di Indonesia kebutuhan kalori untuk orang tidak hamil adalah 2000 kkal, sedang
untuk orang hamil dan menyusui masing- masing adalah 2300 dan 2800 kkal. Kalori
dipergunakan untuk produksi energy. Bila kurang energy akan diambil dari pembakaran
protein yang mestinya dipakai untuk pertumbuhan. Asupan makanan pada ibu hamil pada
triwulan pertama sering mengalami penurunan karena menurunya nafsu makan dan sering
timbul mual dan muntah. Meskipun ibu hamil mengalami keadaan tersebut tetapi asupan
makanan harus tetap diberikan seperti biasa. Pada triwulan kedua nafsu makan harus
biasanya sudah mulai meningkat, kebutuhan zat tenaga banyak disbanding kebutuhan saat
hamil muda. Pada trimester ketiga, janin mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang


                                            37
sangat pesat. Perkembangan janin ini yang sangat pesat ini terjadi pada 20 minggu terakhir
kehamilan. Umumnya nafsu makan sangat baik dan ibu sangat merasa lapar.
   b. Protein
        Protein sangat dibutuhkan untuk perkembangan buah kehamilan yaitu untuk
pertumbuhan janin, uterus, plasenta selain iyu untuk ibu penting untuk pertumbuhan
payudara dan kenaikan sirkulasi ibu (protein plasma, hemoglobin dll). Bila wanita tidak
hamil konsumsi protein yang ideal adalah 0,9 gram/kg BB/hari tetapi selama kehamilan
dibutuhkan tambahan protein hingga 30 gram/hari. Protein yang dianjurkan adalah protein
hewani seperti daging, susu, telur, keju dan ikan karena mereka mengandung komposisi asam
amino yang lengkap.
   c. Mineral
        pada prinsipnya semua mineral dapat terpenuhi dengan makan makanan sehari-hari
yaitu buah-buahan, sayur-sayuran dan susu. Hanya besi yang tidak terpenuhi dengan makan
sehari-hari.kebutuhan akan besi pada pertengahan kedua kehamilan kira-kira 17 mg/hari.
Untuk memenuhi kebutuhan ini dibutuhkan suplemen besi 30 mg sebagai ferosus,
ferofumaret atau feroglukonat perhari dan pada kehamilan kembar atau pada wanita sedikit
anemik, dibutuhkan 60-100 mg/hari. Kebutuhan kalsium biasanya terpenuhi pada saat minum
susu.
   d. Vitamin
        vitamin biasanya telah terpenuhi dengan makan sayuran dan buah-buahan, tetapi
dapat pula diberikan ekstra vitamin. Pemberian asam folat terbukti mencegah kecacatan pada
bayi.
        3. Personal Higiene
        Kebersihan harus dijaga pada masa hamil. Mandi dianjurkan setidaknya dua kali
sehari Karena ibu hamil cenderung untuk mengeluarkan banyak keringat, menjaga kebersihan
diri terutama lipatan kulit (ketiak, bawah buah, daerah genetalia) dengan cara dibersihkan
dengan air dan dikeringkan. Kebersiahan gigi dan mulut, perlu mendapat perhatian karena
sering kali mudah terjadi gigi berlubang, terutama pada ibu yang kekurangan kalsium. Rasa
mual selama masa hamil dapat mengakibatkan perburukan hygiene mulut dan dapat
menimbulkan karies gigi.
        4. Pakaian selama kehamilan
        Pada dasarnya pakaian apa saja bisa di pakai, baju hendaknya yang longgar dan
mudah dipakai serta bahan yang mudah menyarap keringat. Ada dua hal yang harus di
perhatikan dan di hindari yaitu: 1) sabuk dan stoking yang terlalau ketat, karena akan menggu
                                             38
aliran balik. 2)sepatu dengan hak tinggi, akan menambah lordosis sehingga sakit pinggang
akan bertambah.
Payudara perlu ditopang dengan BH yang memadai untuk mengurangi rasa tidak enak karena
pembesaran dan kecenderungan penjadi pendulans.
       5. Eleminasi (BAB/BAK)
       Masalah buang air kecil tidak mengalami kesulitan, bahkan cukup lancer. Dengan
kehamilan terjadi perubahan hormonal, sehingga daerah kelamin menjadi lebih basah. Situasi
basah ini menyebabkan jamur (trikomonas) tumbuh sehingga wanita hamil mengeluh gatal
dan mengeluarkan keputihan. Rasa gatal sangat menggagu, sehingga sering digaruk dan
menyebabkan saat berkemih terdapat residu (sisa) yang memudahkan infeksi kandung kemih.
Untuk melancarkan dan mengurangi infeksi kandung kemih yaitu dengan minum dan
menjaga kebersihan sekitar alat kelamin. Wanita perlu mempelajari cara membersihkan alat
kelamin yaitu dengan gerakan dari depan kebelakang setiap kali selesai berkemih atau buang
air besar dan harus menggunakan tisu atau lap atau handuk yang bersih setiap kali
melakukanya. Membersihkan dan mengelap dari belakang ke depan akan membawa bakteri
dari daerah rectum ke muara uretra dan meningkatkan risiko infeksi. Sebaiknya gunakan tisu
yang lembut dan menyerap air, lebih disukai yang berwarna putih, dan tidak diberi
wewangian, karena tisu yang kasar diberi wewangian atau bergambar dapat menimbulkan
iritasi. Wanita harus sering menggati pelapis atau pelindung celana dalam.
       Di anjurkan minum 8-12 cairan setiap hari. Mereka harus cukup minum agar produksi
air kemihnya cukup dan jangan sengaja mengurangi minum untuk menjarangkan berkemih.
Apabila ingin berkemih muncul jangan diabaikan, menahan berkemih akan membuat bakteri
didalam kandung kemih berlipat ganda. Ibu hamil harus berkemih dulu jika ia akan
memasuki keadaan dimana dia tidak akan dapat berkemih untuk waktu yang lama (misalnya,
naik kendaraan jarak jauh). Ia selalu berkemih sebelum berangkat tidur dimalam hari. Bakteri
bias masuk sewaktu melakukan hubungan seksual. Oleh karena itu, ibu hamil dianjurkan
untuk berkemih sebelum dan sesudah melakukan hubungan seksual dan minum banyak air
untuk meningkatkan produksi kandung kemihnya.
       Akibat pengaruh progesteron, otot-otot tractus digestivus tonusnya menurun,
akibatnya motilitas saluran pencernaan berkurang dan menyebabkan obstipasi. Untuk
mengatasi hal itu, ibu hamil dianjurkan minum lebih 8 gelas. Wanita sebaiknya diet yang
mengandung serat, latihan/senam hamil, dan tidak dianjurkan memberikan obat-obat
perangsang dengan laxan.


                                             39
       6. Seksual
       Selama kehamilan berjalan normal, koitus diperbolehkan sampai akhir kehamilan,
meskipun beberapa ahli berpendapat sebaiknya tidak lagi berhubungan seks selama 14 hari
menjelang kelahiran.
Koitus tidak dibenarkan bial:
       a. Terdapat pendarahan pervaginam
       b. Terdapat riwayat abortus berulang
       c.   Abortus/ partus prematurus imminens
       d. Ketuban pecah
       e. Serviks telah membuka
       Pada saat orgasme dapat dibuktikan adanya fetal bradycardia karena kontraksi uterus
dan para peneliti berpendapat wanita yang melakukan hubungan seks dengan aktif
menunjukan insidensi fetal distress yang lebih tinggi. Pria yang menikmati kunikulus
(stimulasi oral genetalia wanita) bias kehilangan gairahnya katika mendapati bahwa secret
vagina bertambah dan mengeluarka bau berlebihan selama hamil. Pasangan yang melakukan
kunikulus harus berhati-hati untuk tidak meniupkan udara kedalam vagina. Pernah dilaporkan
satu kasus kematian karena emboli udara, gara-gara meniup udara melalui vagina selagi
melakukan kunilingus (bernhardt, dkk, 1988). Apabila serviks sedikit terbuka (karena sudah
mendekati aterm), ada kemungkinan udara akan terdesak diantara ketuban dan dinding rahim.
Udara kemungkinan bias memasuki danau plasenta, dengan demikian ada kemungkinan
udara memasuki jaringan vascular maternal.
       Gambar dengan menunjukkan berbagai variasi posisi sanggama sering membantu.
Posisi wanita diatas, sisi dengan sisi dan memasukan dari bawah adalah posisi alternative
yang dapat menggatikan posisi pria di atas. Posisi wanita diatas membuatnya dapat mengatur
sudut dan kedalaman penetrasi penis serta melindungi perut dan payudaranya. Posisi sisi
dengan sisi adalah posisi pilihan terutama pada trimester ketiga karena posisi ini mengurangi
energy dan tekanan pada perut yang hamil. Wanita multipara melaporka nyeri tekan
dipayudara pada trimester pertama. Posisi koitus yang menghindari tekanan langsung pada
payudara sangat dianjurkan untuk keadaan ini. Ibu hamil ini juga harus diberitahu bahwa
keadaan ini normal dan bersifat sementara. The National Family Planning and Reproductive
Health Assosiation, Washington, DC menyatakan bahwa untuk beberapa wanita, pemakaian
kondom harus tetap dilanjutkan sepanjang masa hamil. Tujuanya ialah mencegah penularan
penyakit menular seksual.


                                              40
       7. Mobilisasi dan body mekanik
   Ibu hamil boleh melakukan kegiatan/aktifitas fisik biasa selama tidak terlalu melelahkan.
Ibu hamil dapat melakukan pekerjaan seperti menyapu, mengepel, masak dan mengajar.
Semua pekerjaan tersebut harus harus sesuai dengan kemampuan wanita tersebut dan
mempunyai cukup waktu untuk istirahat.
   Secara anatomi, ligament sendi putar dapat meningkatkan pelebaran/ pembesaran rahim
pada ruang abdomen. Nyeri pada ligament ini terjadi karena pelebaran dan tekanan pada
ligament karena adanya pembesaran rahim. Nyeri pada ligament ini merupakan suatu ketidak
nyamanan pada ibu hamil. Sikap tubuh yang perlu diperhatikan oleh ibu hamil:
       a. Duduk
          Tempatkan tangan dilutut dan tarik tubuh ke posisi tegak. Atur dagu ibu dan tarik
       bagian atas kepala seperti ketika ibu berdiri.
       b. Berdiri
          Sikap berdiri yang benar sangat membantu sewaktu hamil disaat berat janin
       semakin bertambah, jangan berdiri untuk jangka waktu yang lama. Berdiri dengan
       menegakakan bahu dan mengangkat pantat. Tegak lurus dari telinga sampai ke tumit
       kaki.
       c. Berjalan
          Ibu hamil perlu tidak memakai sepatu berhak tinggi atau tanpa hak. Hindari juga
       sepatu bertumit runcing karena mudah menghilangkan keseimbangan. Bila memiliki
       anak balita, usahakan supaya tinggi pegangan keretanya sesuai untuk ibu.
       d. Tidur
          Ibu boleh tidur tengkurap, kalau sudah terbiasa, namun tekuklah sebelah kaki dan
       pakailah guling, supaya ada ruang bagi bayi anda. Posisi miring jugas menyenangkan,
       namun jangan lupa memakai guling untuk menompang berat rahim anda. Sebaiknya
       setelah usia kehamilan 6 bulan, hindari tidur terlentang, karena tekanan rahim pada
       pembuluh darah utama dapat menyebabkan pingsan. Tidur dengan kedua tungkai kaki
       lebih tinggi dari badan dapat mengurangi rasa lelah.
       e. Bangun dari berbaring
          Untuk bangun tempat tidur, geser dulu tubuh ibu ke tepi tempat tidur, kemudian
       tekuk lutut. Angakat tubuh ibu perlahan denagn kedua tangan, putar tubah lalu
       perlahan turunkan kaki ibu. Fiamalah dulu dalam posisi duduk beberapa saat sebelum
       berdiri. Lakuakan setiap kali ibu bangun dari berbaring.
       f. Membungkuk dan mengangkat
                                               41
            Terlebih dahulu menekuk lutut dan gunakan otot kaki untuk tegak kembali.
         Hindari membungkuk yang dapat membuat punggung tegang, termasuk untuk
         mengambil sesuatu yang ringan sekalipun.


         8. Exercise/ senam hamil
         Ibu hamil perlu menjaga kesehatan tumbuhnya dengan cara berjalan-jalan di pagi
hari,renang, olahraga ringan dan senam hamil.
            a. Berjalan-jalan dipagi hari
         Yang banyak dianjurkan adalah jalan-jalan waktu pagi hari untuk ketenangan dan
mendapatkan udara segar. Jalan-jalan saat hamil terutama pagi hari mempunyai arti penting
untuk dapat menghirup udara pagiyang bersih dan segar, menguatkan otot dasar panggul,
dapat mempercepat turunya kepala bayi kedalam posisi optimal atau normal, dam
mempersiapkan mental menghadapi persalinan. Berjalan juga dapat dengan cukup lembut
sehingga walaupun anda belum pernah mengerjakannya anda dapat memulainya pada waktu
hamil.


Agar latihan fisik pada ibu hamil tidak menimbulkan masalah sebaiknya:
   1) Konsultasilah dengan tenaga kesehatan mengenai           latihan fisik yang anda ingin
         teruskan sepanjang masa hamil.
   2) Cari bantuan untuk menentukan latihan fisik rutin, yang sesuai dengan kemampuan
         terutama jika anda tidak melakukan latihan fisik secara teratur sebelumnya,
   3) Hindari aktivitas dan latihan berisiko, dan membutuhkan kekuatan seperti berselancar,
         mendaki gunung, berlari dll.
   4) Berlatih secara teratur, sekurang-kurangnya tiga kali seminggu selama anda sehat,
         untuk meningkatkan tonus otot dan meningkatkan atau mempertahankan stamina
         anda.
   5) Batasi waktu aktifitas dan kurangi tingkat latihan.
   6) Hitung denyut nadi setiap 10 sampai 15 menit sewaktu melakukan latihan fisik.
   7) Hindari lingkungan yang terlalu panas dan berendam dalam air panas dan sama
         sebaiknnya anda tidak melakukan latihan lebih dari 35 menit terutama pada kondisi
         udara panas dan lembab.
   8) Latihan pemanasan dan peregangan menyiapkan sendi-sendi untuk latihan yang berat
         dan mengurangi kemungkinan cidera pada sendi.


                                               42
   9) Periode pendinginan setelah latihan dengan melakukan aktivitas ringan yang
       melibatkan tungkai bawah dapat membuat pernafasan, denyut jantung, dan tingkat
       metabolisme kembali normal.
   10) Istirahat selama 10 menit selama melakukan latihan, berbaring dan miring dan miring
       kiri.
   11) Minum dua atau tiga kelas air setelah melakukan latihan fisik untuk mengganti cairan
       tubuh yang hilang lewat pernafasan.
   12) Tambah asupan kalori, untuk menggati kalori yang terbakar saat latihan dan untuk
       menyediakan energy tambahan yang dibutuhkan pada masa hamil.
   13) Bersantai
   14) Kenakan bra penompang.
   15) Kenakan sepatu penompang.
   16) Segera berhenti berlatih dan kunjungi tenaga kesehatan jika anda mengalami sesak
       nafas, pusing, nyeri kontraksi lebih dari empat kali dalam satu jam, aktivitas janin
       berkurang atau terjadi pendarahan pervaginam.


           b. Senam hamil
       Senam hamil dimulai pada umur kehamilan setelah 22 minggu. Senam hamil
bertujuan untuk mempersiapkan dan melatih otot-otot sehingga dapat berfungsi secara
obtimal dalam persalinan normal serta mengimbangi perubahan titik berat tubuh. Senam
hamil ditujukan bagi ibu hamil tanpa kelainan atau tidak terdapat penyakit yang menyertai
kehamilan, yaitu penyakit jantung, ginjal, dan penyulit dalam kehamilan (hamil dengan
pendarahan, kelainan letak, dan kehamilan yang disertai dengan anemia).
Syarat senam hamil yaitu:
   1) Telah dilakukan pemeriksaan kesehatan dan kehamilan oleh dokter atau bidan.
   2) Latihan dilakukan setelah kehamilan 22 minggu.
   3) Latihan dilakukan secara teratur dan disiplin.
   4) Sebaiknya latihan dilakukan dirumah sakita atau klinik bersalin dibawah pimpinan
       instruktur senam hamil.


   B. Kebutuhan Psikologis Pada Ibu Hamil
       Kehamilan adalah suatu krisis maturitas yang dapat menimbulkan stres, tetapi
memberikan makna karena dengan keadaan tersebut wanita akan menyiapkan diri untuk
memberi perawatan dan mengemban tanggungjawab yang lebih besar. Titik akhir ini
                                             43
merupakan pemecahan krisis tersebut, tetapi apakah wanita siap menjalani atau tidak, ini
tergantung apakah proses psikologis yang normal selama kehamilan dapat dia jalani dengan
baik atau tidak.
   1. Faktor-faktor yang membantu kestabilan emosi calon ibu
       Faktor-faktor yang membantu kestabilan emosi calon ibu antara lain:
            a) Ibu sendiri mempunyai masa kanak-kanak yang bahagia sehingga keluarga
                  yang mempunyai anak dianggap sesuatu yang diinginkan dan menyenangkan.
            b) Pandangan mengenai keluarga bahwa didalamnya terdapat hubungan yang
                  saling memuaskan karena ibu telah mendapatkan cinta kasih sewaktu ia kecil
                  maka ia pun mampu untuk memberikan kasih sayang pada anaknya.
            c) Ibu mempunyai hubungan yang sehat dengan suami, anak hadir sebagai
                  hubungan intim antara dirinya dan suami yang dicintai.
            d) Ibu tidak diganggu oleh kesulitan sosial ekonomi seperti suami tidak bekerja,
                  perumahan yang buruk, penyakit dan lain-lain.
       Agar proses psikologis dalam kehamilan berjalan normal dan baik maka ibu hamil
perlu mendapatkan dukungan dan kenyamanan dalam psikologisnya. Dukungan bisa berasal
dari berbagai pihak baik itu dari suami, anak, teman, dan orang-orang di sekelilingnya.
   A. Support Keluarga
        Ibu merupakan salah satu anggota keluarga yang sangat berpengaruh, sehingga
perubahan apapun yang terjadi pada ibu akan mempengaruhi keluarga. Kehamilan
merupakan krisis bagi kehidupan keluarga dan diikuti oleh stress dan kecemasan. Kehamilan
dapat dikatakan sebagai maturasi dan suatu kejadian yang biasa dalam tumbuh kembang
keluarga.
       Kehamilan melibatkan seluruh anggota keluarga. Karena konsepsi merupakan awal,
bukan saja bagi janin yang sedang berkembang, tetapi juga bagi keluarga, yakni dengan
hadirnya seorang anggota keluarga baru dan terjadinya perubahan hubungan dalam keluarga,
maka     setiap     anggota    keluarga    harus     beradaptasi   terhadap   kehamilan   dan
mengiterprestasikannya berdasrkan kebutuhan masing-masing.
       Hubungan antara wanita dan ibunya terbukti signifikan dalam adaptasi terhadap
kehamilan dan menjadi ibu. Keberadan ibu disamping anak perempuannya selama masa
kanak-kanak seringkali berarti ibu jaga akan hadir dan mendukung selama anaknya hamil.
Reaksi ibu terhadap kehamilan anaknya menandakan penerimaannya terhadap cucu dan anak
perempuannya dan ini sangat membantu ibu dalam menghadapi kehamilannya dengan lebih
tenang. Anggota keluarga yang mampu memecahkan krisis, maturasi dengan sukses akan
                                                44
kembali kepada tugas/fungsi yang maksimal dan ini merupakan kekuatan bagi keluarga untuk
menciptakan hubungan baik.
       Pemecahan masalah dipengaruhi oleh individu dan keluarganya yaitu:
           1) Bagaimana organisasi keluarga itu
           2) Pengalaman yang lalu menghadapi krisis
           3) Cara-cara mempergunakan pola pemecahan masalah
           4) Kemampuan dan adanya sumber-sumber
       Tugas keluarga yang saling melengkapi dan dapat menghindari konflik adalah dengan
cara pasangan merencanakan untuk kedatangan anaknya, mencari informasi bagaimana
menjadi ibu dan ayah yang baik, suami mempersiapkan peran sebagai ibu rumah tangga.
       Agar kehamilan dapat berjalan dengan lancar dan ibu dapat mengadakan hubungan
yang sehat dengan bayinya, maka reaksi ibu terhadap kehamilan seharusnya:
           a) Menerima kehamilan
           b) Menghilangkan rasa takut terhadap persalinan
           c) Menerima peran ibu
           d) Menciptakan ikatan antara ibu dan bayinya
     Penelitian menunjukan bahwa dukungan emosi dari pasangan merupakan factor penting
dalam mencapai keberhasilan tugas perkembangan ini.
   B. Support dari Tenaga Kesehatan
       Peran bidan dalam perubahan dan adaptasi psikologis adalah dengan memberi support
atau dukungan moral bagi klien, meyakinkan bahwa klien dapat menghadapi kehamilannya
dan perubahan yang dirasakannya adalh sesuatu yang normal. Bidan harus bekerjasama dan
membangun hubungan yang baik dengan klien agar terjalin hubungan yang terbuka antara
bidan dan klien. Keterbukaan ini akan mempermudah bidan memberikan solusi terhadap
permasalahan yang dihadapi klien.
       Bidan juga berfungsi sebagai fasilitaor bagi kliennya. Bidan dapat membagi
pengalaman yang pernah dirasakan bidan itu sendiri, misalnya jika bidan tersebut juga pernah
merasakan kehamilan, hal ini akan membuat klien mengerti akan fungsi bidan yang disatu
sisi sebagai seorang bidan dan disisi lain sebagai manusia biasa yang juga merasakan
perubahan-prubahan yang terjadi dalam siklus kehidupan. Bidan juga dapat menceritakan
pengalaman orang lain sehingga klien mampu membanyangkan bagaimana cara mereka
sendiri untuk menyelesaikan dan menghadapi masalahnya.
       Bidan juga berperan sebagai seorang pendidik, bidan yang memutuskan apa yang
harus diberitahukan kepada klien dalam menghadapi kehamilannya agar selalu waspada
                                            45
terhadap perubahan yang terjadi, prilakunya dan bagaimana menghadapi permasalahan yang
timbul akibat kehamilannya.
   C. Rasa Aman dan Nyaman Selama Kehamilan
       Orang yang paling penting bagi seorang wanita hamil biasanya ialah ayah sang anak.
Semakin banyak bukti menunjukkan bahwa wanita yang diperhatikan dan dikasihi oleh
pasangan prianya selama hamil akan menunjukkan lebih sedikit gejala emosi dan fisik, lebih
sedikit komplikasi persalian, dan lebih mudah melakukan penyesuaian selama masa nifas.
       Ada 2 kebutuhan utama yang ditunjukkan wanita selama ia hamil, yaitu:
           a. Menerima tanda-tanda bahwa ia dicintai dan dihargai.
           b. Merasa yakin akan penerimaan pasangannya terhadap sang anak dan
               mengasimilasi bayi tersebut ke dalam keluarga.
   D. Persiapan Menjadi Orang Tua
       Untuk pasangan baru, kehamilan merupakan kodisi perubahan dari masa anak
menjadi orang tua, dan apabila kehamilan berakhir maka akan bertambah tanggung jawab
keluarga. Kehamilan dapat merupakan dorngan atau menjadi konflik pada pasangan suami
istri tergantung pada kemampuan keluarga untuk mempertahankan keseimbangannya.
       Suami akan mengalami perubahan menjadi orang tua, seperti bertambah tanggung
jawab. Selama terjadi pernatal, ibu ialah satu-satunya pihak yang membentuk lingkungan
tempat janin tumbuh dan berkembang. Persatuan simbiosis tertutup antara ibu dan anak
berakhir pada saat bayi lahir.
        Reaksi pertama seorang pria ketika mengtahui bahwa dirinya akan menjadi seorang
ayah adalah timbulnya kebanggaan atas kemampuannya mempunyai keturunan bercampur
dengan keprihatinan akan kesiapannya untuk menjadi seorang ayah dan menjadi pencari
nafkah untuk keluarganya. Seorang calon ayah mungkin akan sangat memperhatikan keadaan
ibu yang sedang hamil dan menghindari hubungan seks karena takut akan mencederai
bayinya. Ada pula pria yang hasrat seksnya terhadap wanita hamil relative lebih besar.
Disamping itu respon yang diperlihatkannya,seorang ayah perlu dapat memahami keadaan ini
dan menerimanya.
       Steele dan pollack (1968) menyatakan bahwa menjadi orang tua merupakan proses
yang terdiri dari 2 komponen. Komponen pertama, bersifat praktis atau mekanis, melibatkan
ketrampilan kognitif dan motorik. Komponen kedua, bersifat emosional, melibatkan
ketrampilan afektif dan kognitif. Kedua komponen ini penting untuk perkembangan dan
keberadaan bayi.
           1) Ketrampilan Kognitif-Motorik
                                             46
       Komponen pertama dalam proses menjadi orang tua melibatkan aktivitas perawatan
anak, seperti memberi makan, menjaganya dari bahaya, memungkinkannya untuk bisa
bergerak. Aktivitas yang berorientasi pada tugas ini atau ketrampilan kognitif-motorik tidak
terlihat secara otomatis pada saat bayi lahir. Kemampuan ini dipengaruhi oleh pengalaman
pribadinya dan budayanya. Banyak orang tua harus belajar untuk melakukan tugas ini dan
proses mungkin sukar bagi mereka. Akn tetapi hampir semua orang tua yang memiliki
keinginan untuk belajar dan dibantu dukungan orang lain menjadi terbiasa dengan aktivitas
merawat anak.c
           2) Ketrampilan Kognitif-Afektif
       Komponen psikologis dalam menjadi orang tua, sifat keibuan atau kebapaan
tampaknya berakar dari pengalaman orang tua di masa kecil saat mengalami dan menerima
kasih syang dari ibunya. Ketrampilan kognitif-afektif menjadi orang tua sikap yang lembut,
waspada dan memberi perhatian kepada bayinya.
   E. Persiapan Saudara kandung (Sibling)
       Kehadiran seorang adik yang baru dapat merupakan krisis utama bagi seorang anak.
Anak sering mengalami perasaan kehilangan atau merasa cemburu karena digantikan oleh
bayi yang baru. Beberapa factor yang mempengaruhi respon seorang anak adalah umur,sikap
orang tua, peran ayah, lama waktu berpisah dengan ibu, peraturan kunjungan di rumah sakit,
dan bagaimana anak itu dipersiapkan untuk suatu perubahan.
       Ibu yang memiliki anak harus menyediakan banyak            waktu dan tenaga untuk
mengorganisasi kembali hubungannya dengan anak-anaknya. Ia perlu mempersiapkan anak-
anak untuk menyambut kelahiran sang bayi dan memulai proses perubahan peran dalam
keluarga dangan melibatkan anak-anaknya dalam kehamialn dan bersikap simpatik terhadap
protes anak-anaknya yang lebih besar karena mereka kehilangan tampat dalam hierarki.
Untuk anak lainya, perlu dipersiapkan sehingga tidak terjadi persaingan. Persiapan mulai dari
awal kehamilan. Persiapan untuk menerima seorang anak baru akan membantu proses ikatan
batin. Persiapan untuk menghadapi kehamilan dan persalinan ibu dan partisipasi anak
didalamnya dapat membantu anak yang lebih besar dapat menerima perubahan ini. Anak
yang lebih tua menjadi partisipan aktif yang penting bagi keluarga. Persiapan untuk seluruh
keluarga mencakup pengaturan waktu dan pengasuh yang akan bertanggungjawab terhadap
anak yang lebih tua selama ibu dalam proses persalinan.
       Usia dan tingkat perkembangan anak mempengruhi respon mereka. Oleh karena itu
persiapan harus memenuhi kebutuhan setiap anak. Anak yang berusia kurang dari dua tahun
menunjukan minat kecil terhadap kehamilan. Bagi anak yang lebih tua, pengalaman ini
                                             47
mencakup penjelasan apa yang akan mereka lihat dan dengar. Dengan diberi penjelasan dan
pengertian anak biasanya tidak akan merasa disisihan dan akan merasa senang dengan
kehadiran adiknya yang bias dijadikan teman.
       Sibling rivalry adalah rasa persaingan diantara saudara kandung akibat kelahiran anak
berikutnya. Biasanya terjadi pada anak usia 2-3 tahun. Sibling rivalry ini biasanya ditujukkan
dengan penolakkan terhadap kelahiran adiknya, menangis, menarik diri dari lingkungannya,
menjauh dari ibunya, atau melakukan kekerasan terhadap adiknya (memukul, menindih,
mencubit, dan lain-lain). Untuk mecegah sibling rivalry ada beberapa langkah yang dapat
dilakukan, diantaranya sebagai berikut:
              Jelaskan pada anak tentang posisinya (meskipun ada adiknya, ia tetap
               disayangi oleh ayah ibunya).
              Libatkan anak dalam mempersiapkan kelahiran adiknya.
              Ajak anak untuk berkomunikasi dengan bayi sejak masih dalam kandungan.
              Ajak anak untuk melihat benda-benda yang berhubungan dengan kelahiran
               bayi.


TANDA-TANDA KEHAMILAN
   A. Tanda Pasti Kehamilan
       1. Gerakan janin yang dapat dilihat atau diraba atau dirasa, juga bagian-bagian janin
       2. Denyut jantung janin (DJJ)
       3. Terlihat tulang-tulang janin dalam foto rontgen tampak setelah minggu ke 12-14
   B. Tanda Tidak Pasti Kehamilan
       1. Terlambat datang bulan (amenorhoe)
       2. Mual muntah (nausea and vomiting)
       3. Mengidam
       4. Tidak tahan suatu bauk-baukan
       5. Pingsan (sinkope)
       6. Tidak ada selera makan (anoreksia)
       7. Lelah (fatigue)
       8. Mastodinia (payudara membesar)
       9. Miksi sering
       10. Konstipasi atau opstipasi
       11. Pigmentasi kulit
       12. Epulis
                                               48
     13. Varises
  C. Tanda Mungkin
     1. Perut membesar
     2. Uterus membesar
     3. Tanda hegar
     4. Tanda chadwick
     5. Tanda Piscaseck’s
     6. Tanda braxton hicks
     7. Teraba balotement
     8. Tanda goodell’s
     9. Pemeriksaan tes biologis kehamilan


KETIDAKNYAMANAN SELAMA HAMIL DAN CARA MENGATASINYA
  1. Kelelahan
     a. Terjadi pada trimester I
     b. Penyebab utamanya tidak diketahui, tetapi mungkin berhubungan dengan
        penurunan laju metabolisme basal pada awal kehamilan.
     c. Cara mengatasi: dorong ibu untuk sering beristirahat disela aktivitas tetapi
        heindari istirahat yang berlebihan dan yakinkan bahwa hal ini normal terjadi pada
        kehamilan.
  2. Keputihan
     a. Terjadi pada trimester I,II,III
     b. Penyebab: hiperplasia mukosa vagina, peningkatkan produksi lendir, dan kelenjar
        endoservikal sebagai akibat dari peningkatan kadar esterogen.
     c. Cara mengatasi: meningkatkan personal hygiene ibu hamil, dan gunakan pakaian
        dalam dari jenis kain katun(daya serap air kuat)
  3. Ngidam
     a. Terjadi pada trimester I, tapi bisa berlangsung selama kehamilan.
     b. Penyebab: mungkin berkaitan dengan persepsi individu mengenai apa yang bisa
        mengurangi rasa mual dan indra pengecap menjadi tumpul sehingga makanann
        yang dirangsang lebih dicari.
     c. Cara mengatasi: tidak mengganggu selama gizi ibu hamil mencukupi, kecuali
        makanan yang membahayakan ibu dan janin.
  4. Noctoria
                                          49
   a. Terjadi pada trimester I dan III
   b. Penyebab: tekanan uterus pada kandung kemih, air, dan sodium tertahan dalam
      tungkai bawah selama siang hari dan pada malam hari terdapat aliaran balik vena
      yang meningkat sehingga ter5jadi peningkatan output air seni.
   c. Cara mengatasi: penjelasan sesuai sebab, segera kosongka kandung kemih bila
      terasa penuh, perbanyak minum siang hari dan batasi minum pada malam hari,
      batasi minum bahan diuretika alamiah (kopi, teh, cola), jelaskan tentang tanda-
      tanda infeksi saluran kemih, dan posisi miring ke kiri.
5. Hyperemesis gravidarum
   a. Terjadi antara minggu ke-5 sampai 12 bisa terjadi lebih awal 2-3 minggu setalah
      hari pertama menstruasi terakhir.
   b. Penyebab: belum pasti diketahui.
   c. Cara mengatasi: hindari faktor penyebab, seperti makanan yang berbau menyengat
      dan berminyak. Makan biskuit atau kue kering sebelum bangun dari tempat tidur
      pada pagi hari. Dan istirahat sesuai kebutuhan dengan cara mengangkat kaki dan
      kepala agak ditinggikan.
6. Chloasma gravidarum
   a. Terjadi pada trimester II
   b. Penyebab: adanya kecenderungan genetis, peningkatan hormon esterogen, dan
      mungkin progesteron.
   c. Cara meringankan: hindari sinar matahari yang berlebihan dan gunakan bahan
      pelindung kulit non alergis.
7. Striae gravidarum
   a. Terjadi pada bulan ke 6-7.
   b. Penyebab: tedak jelas.
   c. Cara mengatasi: gunakan pakaian yang menopang payudara dan abdomen dan
      gunakan emollien topical atau anti pruritik jika ada indikasinya.
8. Haemorroid
   a. Terjadi pada trimester II dan III
   b. Penyebab: konstipasi tekanan dari uterus terhadap vena haemorrhoida, dan
      dukungan yang tidak memadai pada vena haemorrhoid di area annorektal.
   c. Cara mengatasi: hindari konstipasi dengan makan makanan berserat dan banyak
      minum air putih, gunekan kompres es atau hangat, jika prlu dengan perlahan
      masukan kembali ke dalam rektum.
                                          50
9. Konstipasi
   a. Terjadi pada trimester II dan III
   b. Penyebab: meningkatkan kadar progesteron yang menyebabkan peristaltik usus
       lambat, penurunan motilitas sebagai akibat dari relaksasi otot-otot halus, tekanan
       uterus yang membesar pada usus, dan konsumsi zat besi.
   c. Cara mengatasi: mengkonsumsi makanan yang mengandung serat, banyak minum
       air putih, istirahat yang cukup, dan melakukan senam hamil.
10. Hiperventilisasi(sesak nafas)
   a. Terjadi pada trimester II dan III
   b. Penyebab: uterus yang semakin membesar dan menekan diafragma.
   c. Cara mengatasi: anjurkan secara periodik berdiri dengan merentangkan lengan
       diatas kepala dan menarik nafas panjang serta tidur dengan bantal ditidurkan.
11. Nyeri ligamentum rotundum
   a. Terjadi pada trimester II dan III
   b. Penyebab: hipertropi dan peregangan ligamentum selama kehamilan, tekanan dari
       uterus pada ligamentum.
   c. Cara mengatasi: mandi air hangat, topang uterus dengan bantal dibawahnya, dan
       sebuah bantal diantara lutut pada waktu berbaring miring.
12. Pusing atau sakit kepala
   a. Terjadi pada trimester II dan III
   b. Penyebab: hypertensi postural yang berhubungan denagn perubahan-perubahan
       hemodinamis, kadang dihubungkan dengan hipoglikemia.
   c. Cara mengatasi: bangun secara perlahan dari posisi istirahat, berdiri terlalu lama
       dalam lingkungan yang sumpek,dan hindari berbaring denagn posisi terlentang.
       Komplikasi: preeklamsia berat.
13. Varises pada kaki dan vulva
   a. Terjadi pada trimester II dan III
   b. Penyebab: kongesti vena, kerapuhan jarinagn elastik yang diakibatkan olh
       estrogen dan faktor herediter.
   c. Cara mengatasi: tinggikan kaki sewaktu berbaring atau duduk, jaga supaya posisi
       kaki jangan bersilanagan,dan hindari duduk dan berdiri terlalu lama dan tidur
       dengan posisi berbaring ke kiri.
14. Gusi berdarah
   a. Terjadi pada trimester II
                                          51
   b. Penyebab: peningkatan hormon estrogen yang meningkatkan aliran darah ke
       rongga mulut, dan percepatan laju pergantian sel-sel selapis epitelial gusi, dan
       karena terjadi peningkatan vaskularisasi gusi.
   c. Cara mengatasi: berkumur dengan air hangat atau air garam, pemeriksaan gigi
       secara teratur serta menjaga kebersihan mulut dan gigi.
15. Insomia
   a. Terjadi akibat ketidaknyamanan karena pembesaran uterus, rasa sesak, nocturia,
       kongesti hidung dan dyspnea.
   b. Cara mengatasi: gunakan teknik relaksasi, sebelum tidur mandi dengan air hangat,
       minum minuman hangat, dan melakukan aktivitas yang dapat menimbulkan rasa
       ngantuk.
16. Kram pada kaki
   a. Terjadi akibat ketidakseimbangan kadar kalsium dan fosfor dalam tubuh, sirkulasi
       darah yang kurang ke bagian tungkai bawah serta adanya tekanan dari uterus pada
       syaraf.
   b. Cara mengatasi: gunakan terapi alat penghangat untuk otot.
17. Sakit punggung
   a. Terjadi akibat adanya spasme pada otot karna ada tekanan pada akar syaraf,
       peningkatan ukuran mammae dan kurfatur dari vetebra lumba sacral yang
       meningkat saat uterus membesar.
   b. Cara mengatasi: lakukan body mechanik yang baik seperti:
       1. Berjongkok dan bukan membungkuk saat mengangkat benda, supaya yang
          menahan tegangan dan beban bukan punggung.
       2. Lebarkan kaki dan letakkan satu kaki sedikit di depan kaki lain, pada waktu
          membungkuk agar terdapat dasar yang luas untuk keseimbangan pada waktu
          bangkit dari jongkok.
       3. Gunakan BH yang menopang.
18. Oedema dependen
   a. Penyebab: peningkatan kadar sodium, tekanan dari pembesaran uterus pada
       pelviks, dan vena kava inferior ketika berbaring.
   b. Cara meringankan: hidari posisi tidur terlentang, hindari berdiri dalam jangka
       waktu yang lama, tinggikan kaki dan tidur miring pada saat tidur, hindari
       pemakaian kaos kaki ketat, dan lakukan senam.


                                          52
       c. Komplikasi: bila terjadi edema pada wajah dan tangan disertai protein nuria
          kemungkinan terjadi preeklamsia.




PEMERIKSAAN PANGGUL
Ada 2 cara mengukur panggul yaitu :
   1. Pemeriksaan klinis
       Pemeriksaan dilakukan dengan 2 jari pada usia kehamilan 36 minggu, caranya dokter
       akan memasukan jarinya (jari telunjuk dan tengah) kejal;an lahir sehingga menyentuh
       ke tulang belakang atau promontorium selain itu, minghitung jarak dari tulang
       kemaluan hingga promotorium untuk mengetahui ukurang pintu atas panggul dan
       pintu tengah panggul.
       Jarak minimal antara tulang kemaluan dengan promtorium adalah 11 cm jika kurang
       maka dikategorikan pinggul sempit. Namun, jika bayi akan lahir tidak terlalu besar,
       maka ibu berpanggul sempit dapat melahirkan secara normal.
   2. Pemeriksaan rontgen
       Dilakukan dengan cara memotret panggul ibu, menggunakan alat rontgen. Selama
       pemotretan ibu diminta duduk, persis seperti tindakan rontgen pada anggota tubuh
       lain. Hanya saja intensitas cahaya diguanakan lebih rendah. Hasil foto dianalisa untuk
       mengetahui ukuran panggul. Dibanding pengukuran secara klinis, pengukuran alat
       rontgen menghasilkan data yang lebih terperinci mengenai diameter pintu panggul.


UKURAN PANGGUL
Beberapa ukuran panggul adalah sebagai berikut:
   1. Distantia Spinarum
       Jarak antara spina iliaka antrior superior kanan dan kiri, ukuran normal 23-26 cm
   2. Distantia Kristarum
       Jarak yang terjauh antar krista iliaka kanan dan kiri 26-29 cm
   3. Konjugata Eksterna (Boudeloque)
       Jarak atara pinggir atas sympisis dan ujung prosesus spinosum ruas tulang lumbal ke
       V ± 18-20 cm.
   4. Ukuran Lingkar Panggul
                                             53
      Dari pinggir atas sympisis ke pertengahan antara spina iliaka anterior superior dan
      trokanter mayor sepihak, kemudian kembali melalui tempat yang sama di pihak yang
      lain ukurannya ± 80-90 cm.
Peluang calon ibu agar bisa melahirkan normal berdasarkan bobot bayi:
   1. panggul sempit, panggul jenis ini hanya bisa mengeluarkan bayi berbobot 2,5 kg
      kebawah.
   2. Panggul sedang, bisa mengeluarkan bayi berbobot 2,5 kg sampai dengan 3,5 kg.
   3. Panggul luas, jenis panggul ini bisa mengeluarkan bayi berukuran bayi 3,5 kg sampai
      dengan 3,9 kg.


Ukuran panggul rata-rata dan kategori normal:
   1. Pintu atas panggul (pelvic inlet) minimal memiliki diameter 22 cm.
   2. Pintu tengah panggul (mid pelvic) diameter minimalnya adalah 20 cm.
   3. Pintu bawah panggul, panjang diameter normal rata-rata minimal 16 cm.


TANDA-TANDA BAHAYA KEHAMILAN
   A. Tanda Bahaya Dini Kehamilan Muda
      1. Pendarahan Pervaginam
          a. Abortus imminens
             Abortus imminens adalah peristiwa terjadinya pendarahan dari uterus pada
          kehamilan sebelum 20 minggu, hasil konsepsi masih didalam uterus dan tanpa
          adanya dilatasi serviks. Diagnosis abortus imminens ditentukan bila pada wanta
          hamil terjadi pendarahan melalui ostium uteri eksternum, disertai mules-mules
          edikit atau tidak sama sekali, besarnya uterus sesuai dengan usia kehamilan,
          serviks belum membuka, dan tes kehamilan positif.
          b. Kehamilan Ektopik Terganggu
             Kehamilan ektopik terjadi bila ovum telah dibuahi berimplantasi dan tumbuh
          di luar kovum uteri. Nyeri merupakan keluhan utama pada kehamilan ektopik
          terganggu. Kehamilan ektopik terganggu sangat bervariasi, dari yang klasik
          dengan gejala perdarahan mendadak dalam rongga perut dan di tandai dengan
          abdomen akut sampai gejala samar-samar, sehingga sulit membuat diagnosis.
          c. Abortus Komplet
             Pada abortus komplet semua hasil konsepsi sudah keluar, ditemukan
          pendarahan sedikit, ostium uteri telah menutup, dan uterus mulai mengecil.

                                           54
      Diagnosis dapat dipermudah bila hasil konsepsi yang telah keluar dapat diperiksa
      apakah sudah keluar semua dengan lengkap.
      d. Abortus Insipiens
      Abortus insipiens adalah peristiwa pendarahan uterus pada kehamilan sebelum 20
      minggu dengan adanya dilatasi serviks uteri yang meningkat, tetapi hasil konsepsi
      masih dalam uterus. Rasa mules lebih sering dan kuat, perdarahan bertambah.
      e. Abortus Inkomplet
      Abortus inkomplet adalah pengeluaran sebagian hasil konsepsi pad kehamilan
      sebelum 20 minggu dengan masih ada sisa tertinggal di dalam uterus. Pada
      pemeriksaan vagina, kanalis servikalis terbuka dan jaringan dapat diraba dalam
      kavum uteri atau kadang-kadang sudah menonjol dari kostium uteri eksternum.
      Perdarahan yang terjadi pada abortus inkomplet dapat banyak sekali, sehingga
      dapat menyebabkan syok dan perdarahan tidak akan berhenti sebelum sisa hasil
      konsepsi di keluarkan.
      f. Abortus Mola
      Molahidatidosa adalah uatu kehamilan yang berkembang tanpa janin dan
      ditemukan jaringan seperti buah anggur. Secara makroskopik, molahidatidosa
      mudah dikenal yaitu berupa gelembung-gelembung putih tembus pandang, berisi
      cairan jernih, dengan ukuran bervariasi dari beberapa milimeter sampai 1 atau 2
      cm.
   2. Hipertensi Gravidarum
      Biasanya terjadi hipertensi kronik, dimana hipertensi ini menetap oleh sebab
      apapun. Biasanya ditentukan pada kehamilan kurang dari 20 minggu. Gejala yang
      biasanya timbul adalah nyeri kepala, gangguan penglihatan, dan tekanan diastol
      kurang dari 10mmH.
   3. Nyeri Perut Bagian Bawah
      Nyeri perut pada kehamilan kurang dari 22 minggu biasanya merupakan gejala
      utama pada kehamilan ektopik atau abortus selain itu juga diagnosis banding nyeri
      perut pada kehamilan muda antara lain: kista ovarium, apendisitis, sistisis, dan
      pielofritis akut.


B. Tanda Bahaya Dini Kehamilan Lanjut
   1. Perdarahan Pervaginam


                                        55
   Perdarahan pada kehamilan lanjut adalah perdarahan pada trimester terakhir
   dalam kehamilan sampai bayi dilahirkan. Pada kehamilan lanjut, perdarahan yang
   tidak normal adalah merah, banyak, dan kadang-kadang disertai nyeri. Jenis
   perdarahannya dapat berupa:
   a. Plasenta previa: plasenta yang berinplantasi rendah sehingga menutupi
      sebagian/seluruh ostium uteri internum. Gejala yang terpenting adalah
      perdarahan tanpa rasa nyeri bisa tiba-tiba dan kapan saja serta darah berwarna
      merah segar.
   b. Solusio plasenta: lepasnya plasenta sebelum watunya dan perdarahan disertai
      rasa nyeri, darah berwarna merah kehitaman, dan menggumpal.
   c. Gangguan pembengkuan darah: koagulopati dapat menjadi penyebab dan
      akibat perdarahan yang hebat.
2. Sakit Kepala Yang Hebat
   Sakit kepala sering kali merupakan ketidaknyamanan yang normal dalam
   kehamilan. Sakit kepala yang abnormal adalah yang bersifat hebat, menetap, dan
   tidak hilang jika diistirahatkan. Bila sakit kepala hebat dan diseratai dengan
   pandangan kabur, mungkin adanya gejala pada preeklamsia.
3. Penglihatan Kabur
   Pengaruh hormonal bisa mengacaukan pandangan ibu hamil. Masalah visual yang
   mengindikasikan keadaan yang mengancam adalah yang bersifat mendadak,
   misalnya pandangan kabur dan berbayang/double vision. Perubahan visual ini
   mungkin terjadi disertai dengan sakit kepala yang hebat atau mungkin tanda
   preeklamsia.
4. Bengkak Wajah Dan Jari-Jari Tangan
   Bengkak merupakan masalah yang serius apabila mucul pada muka, tangan, dan
   tidak hilang setelah beristirahat disertai dengan keluhan fisik lainnya. Hal tersebut
   mungkin merupakan tanda-tanda adanya anemia, gagal jantung atau preeklamsia.
5. Keluar Cairan Pervaginam
   Keluarnya cairan pervaginam pada trimester III menjadi tidak normal jika:
   A. Keluarnya cairan berupa air-air pada trimester 3
   B. Ketuban dinyatakan pecah dini jika terjadi proses persalinan berlangsung.
6. Gerakan Janin Tidak Terasa
   Secara normal ibu merasakan adanya gerakaan janin pada bulan ke 5 atau bulan
   ke 6 usia kehamilan, namun pada beberapa ibu mungkin merasakan janin diawal.
                                      56
          Jika bayi tidur gerakannya melemah. Gerakan janin berasa sekali pada saat ibu
          beristirahat, makan, minum, dan berbaring. Biasanya bayi bergerak paling sedikit
          3 X dalam 3 periode. Apabila gerakan janin dirasakan berkurang, anjurkan ibu
          untuk konsultasi ke tenaga kesehatan.
      7. Nyeri Abdomen Yang Hebat
          Nyeri abdomen yang berhubungan persalinan normal adalah normal. Nyeri
          abdomen yang mungkin menunjukkan masalah yang mengancam keselamatan
          jiwa adalah yang hebat, menetap, dan tidak hilang setelah beristirahat.


PERSIAPAN PERSALINAN
Definisi Persiapan Persalinan
   1. Persiapan persalinan adalah rencana tindakan yang dibuat oleh ibu, anggota keluarga,
      dan bidan.
   2. Rencana ini tidak harus dalam bentuk tertulis dan biasanya memang tidak tertulis.
      Rencana ini hanya sekedar diskusi untuk memastikan bahwa ibu menerima asuhan
      yang ia perlukan.
   3. Dengan adanya rencana persalinan akan mengurangi kebingungan dan kekacauan
      pada saat persalinan, serta meningkatkan kemungkinan ibu akan menerima asuhan
      yang sesuai dn tepat waktu.


   Membuat Rencana Persalinan
   Hal-hal yang mengenai pembuatan rancana persalinan adalah sebagai berikut:
   1. Tempat Persalinan
      a. Pemilihan tempat persalinan ditentukan oleh nilai resiko kehamilan dan jenis
          persalinan yang direncanakan.
      b. Persalianan dianjurkan dilaksanakan dirumah sakit umum atau rumah sakit ibu
          dan anak, lengkap dengan tenaga terlatih dan peralatan yang memadai.
      c. Diluar negeri (misalnya di Amerika dan Belanda), persalinan dapat dilakukan
          dirumah karena memiliki kelebihan di bandingkan persalinan dirumah sakit.
   2. Memilih Tenaga Kesehatan Terlatih
      a. Tenaga kesehatan yang diperbolehkan menolong persalianan adalah dokter umum,
          bidan, serta dokter kebidanan atau kandungan.




                                             57
       b. Pemilihan tenaga penolong persalinan ditentukan oleh pasien, nilai resiko
           kehamilan, dan jenis persalinan yang akan dirncanakan bagi masing-masing
           pasien.
       c. Pemilihan pasien berdasarkan resiko dimaksudkan agar penanganan kasus lebih
           terarah dan ditangani oleh tenaga yang kompeten.
       d. Selain itu faktor ekonomi, agama, sosial, dan budaya kadang-kadang juga
           mempengaruhi pemilihan tenaga penolong persalinan:
                    Membuat     rencana    untuk   pengambilan     keputusan   jika   terjadi
                     kegawatdaruratan pada saat pengambil keputusan utama tidak ada.
                     1) Siapa pembuat keputusan utama dalam keluarga?
                     2) Siapa yang akan membuat keputusan jiak pembuat keputusan utama
                        tidak ada saat terjadi kegawatdaruratan?
                    Mempersiapkan sistem transportasi jika terjadi kegawtdaruratan
                     1) Banyak ibu yang meninggal karena mengalami komplikasi yang serius
                        selama kehamilan, persalinan atau pasca persalinan dan tidak
                        mempunyai jangkauan transportasi yang dapat membawa meraka ke
                        tingkat asuahan kesehatan yang dapat memberikan asuhan yang
                        kompeten untuk menangani masalah mereka.
                     2) Setiap keluarga seharusnya mempunyai suatu rencana transportasi
                        untuk ibu jika ia mengalami komplikasi dan perlu segera dirujuk ke
                        tingkat asuahan yang lebih tinggi.
Rencana persalinan perlu disiapkan lebih dini dalam kehamilan dan harus terdiri atas elemen-
elemen dibawah ini:
   1. Dimana ibu akan bersalin (desa, fasilitas kesehatan, rumah sakit)
   2. Bagaimana cara menjangkau tingkat asuhan yang lebih lanjut jika terjadi kegawat
       daruratan
   3. Kefasilitas kesehatan mana ibu akan dirujuk.
   4. Bagaimana cara mendapatkan dana jika terjadi kegawatdaruratan.
   5. Bagaimana cara mencari donor darah.
   6. Membuat rencana atau pola menabung.
   7. Mempersiapkan peralatan yang diperlukan untuk persalinan.




                                               58
DAFTAR PUSTAKA


Dewi, Vivian Nanny Lia dan Sunarsih, Tri. 2010. Asuhan Kehamilan untuk Kebidanan.
Yogyakarta. Salemba Medika.
Kusmiati, Yuni. Dkk. 2008. Perawatan Ibu Hamil. Yogyakarta. Fitramaya
Sulistyawati, Ari. 2009. Asuhan Kebidanan pada Masa Kehamilan. Yogyakarta. Salemba
Medika
Micron Medical Multimedia Edisi Kebidanan




                                            59

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:1417
posted:3/9/2012
language:Malay
pages:59