Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

tugas makalah polimer adisi

VIEWS: 3,022 PAGES: 10

									TUGAS
PAPER KIMIA POLIMER




                POLIMER ADISI


                 NAMA : TANTI IRYANTI

                 NIM    : H311 07 035




                      JURUSAN KIMIA




  FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

               UNIVERSITAS HASANUDDIN

                       MAKASSAR

                           2010
                                     BAB 1

                              PENDAHULUAN



1.1 Latar Belakang

        Polimer merupakan cabang ilmu yang menarik untuk dipelajari, dalam

kehidupan sehari-hari saja dapat kita jumpai beberapa produk-produk yang terbuat

dari polimer seperti plastik dan ban.      Polimer sebenarnya sudah ada dan

digunakan manusia sejak berabad-abad yang lalu. Polimer - polimer yang sudah

digunakan itu adalah jenis polimer alam seperti selulosa, pati, protein, wol, dan

karet. Polimer merupakan molekul besar yang terbentuk dari unit – unit berulang

sederhana. Nama ini diturunkan dari bahasa Yunani Poly, yang berarti “banyak”

dan mer, yang berarti “bagian”. Sedangkan industri polimer (polimer sintesis)

baru dikembangkan beberapa puluh tahun terakhir ini.

        Polimer merupakan ilmu pengetahuan yang berkembang secara aplikatif.

Oleh karena itu, sangat dibutuhkan pengetahuan yang baik tentang konsep-konsep

dasar polimer, guna dapat memahami dan mengembangkan ilmu polimer.

Berdasarkan reaksi polimerisasinya, polimer terbagi atas dua kelompok yaitu

polimer adisi dan polimer kondensasi. Berdasarkan latarbelakang tersebut maka

dalam makalah ini, penulis akan membahas tentang polimer adisi.


1.2 Rumusan Masalah

       Adapun rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah

apakah yang dimaksud dengan Polimer Adisi dan bagaimanakah contohnya?
                                      BAB II

                                 PEMBAHASAN



         Fajaroh (1996) mengatakan bahwa polimer adalah molekul bermassa

relatif tinggi yang dibangun oleh perulangan satuan-satuan identik melalui proses

polimerisasi. Polimer dapat diperoleh dari hasil alam (misalnya: karet alam,

sellulosa, protein) atau melalui sintesis di laboratorium (misalnya: PVC, teflon).

         Para ahli kimia telah berhasil menggali pengetahuan yang berguna bagi

sistesis polimer untuk memenuhi berbagai tujuan dan hal ini menyebabkan

industri polimer berkembang dengan pesat di abad ini. Hal ini ditandai dengan

semakin merambahnya polimer-polimer sintetik dalam berbagai segi kehidupan.

         Fajaroh (1996) mengatakan bahwa polimer merupakan obyek kajian yang

menarik dan sekaligus rumit. Karena itu sering dilakukan penggolongan polimer

untuk mempermudah mempelajarinya. Tiga macam cara penggolongan polimer

adalah    berdasarkan   sumbernya,    keseragaman     monomernya,      dan    proses

polimerisasinya.

         Berdasarkan reaksi polimerisasinya, maka polimer dibagi atas 2 kelompok,

yaitu polimer adisi dan polimer kondensasi. Polimer adisi merupakan polimer

yang terjadi karena reaksi adisi. Reaksi adisi atau reaksi rantai adalah reaksi

penambahan (satu sama lain) molekul-molekul monomer berikatan rangkap atau

siklis biasanya dengan adanya suatu pemicu berupa radikal bebas atau ion

(Anonim, 2010).

         Menurut Edwards (2002), jenis polimerisasi ditandai dengan adanya

karbon - karbon ikatan ganda di monomer.
       Adapun perbedaan antara polimer kondensasi dengan polimer adisi adalah

polimer kondensasi melepaskan hasil samping sedangkan polimer adisi tidak

melepaskan hasil samping.

       Wikipedia (2007) mengatakan bahwa sebuah polimer adisi merupakan

polimer yang dibentuk oleh reaksi adisi, dimana banyak monomer terikat bersama

melalui penyusunan kembali ikatan tanpa kehilangan setiap atom atau molekul.

Hal ini berbeda dengan polimer kondensasi yang terbentuk oleh reaksi kondensasi

dimana molekul, biasanya air, hilang selama formasi.

       Hal yang penting untuk diketahui dalam mempelajari kimia polimer adalah

mengetahui beberapa contoh yang terkait dengan polimer adisi.

       Berdasarkan penelitian Theis dan Ritter (2010) yang berjudul Formation

of epoxide-amine oligo-adducts as OH-functionalized initiators for the ring-

opening polymerization of ε-caprolactone dibahas bahwa: Epoksida-amina oligo-

adduct disintesis melalui mikrowave dengan dibantu oleh hidrogenasi katalitik

heterogen. Dengan demikian, 4-nitroanisole direduksi dalam microwave agar

4-aminoanisole dapat cepat bereaksi dengan eter diglisidil dari bisphenol A dalam

suatu reaksi polimerisasi adisi untuk menghasilkan oligo (alkohol amino).

Kelompok-kelompok hidroksi dari oligomer yang baru terbentuk digunakan

sebagai inisiator untuk polimerisasi pembukaan cincin-ε-kaprolakton untuk

menghasilkan kopolimer cangkok.

       Pada polimerisasi pembukaan cincin ε-kaprolakton, epoksida-amina (4)

digunakan untuk penyusunan kopolimer cangkok (6) melalui polimerisasi

pembukaan cincin (ROP) dari ε-kaprolakton (ε-CL, 5), di mana gugus hidroksi

sekunder (4) dari epokside-amina bertindak sebagai inisiator. ROP ini dikatalisis
oleh bismut (III) trifluoromethanesulfonate, yang dikenal sebagai katalis yang

efektif untuk ROP, seperti terlihat pada gambar di bawah ini (Theis dan Ritter.,

2010):




         Berdasarkan penelitian Liu (2006) pada jurnalnya yang berjudul Pd (II)-

Catalyzed Vinyl Addition Polymerization of Novel Functionalized Norbornene

Bearing Dimethyl Carboxylate Groups, mengatakan bahwa: tiga polynorbornenes

(PNB) difungsikan dengan grup karboksilat dimetil (karboksilat-asetat, propionat,

dan butirat) yang disintesis sebagai jenis-vinyl oleh paladium (II) yang dikatalisis

dengan rendamen tinggi. Pengaruh ukuran substituten, rasio molar monomer

untuk katalis, polaritas pelarut, waktu reaksi, dan suhu pada polimerisasi dimetil

propionat exo-norbornene secara sistematis diselidiki. Rasio molar rendah dan

suhu, serta tinggi polaritas pelarut, dan lama waktu reaksi, yang menguntungkan

bagi peningkatan konversi monomer, khususnya, pelarut yang berpengaruh pada

aktivitas katalis. Poli (cis-norbornene-exo-2 ,3-dimetil carboxylates) (PNB-dimetil

carboxylates) yang dihasilkan secara umum menunjukkan kelarutan yang baik

dalam pelarut organik dan memiliki suhu termal stabil yang cukup tinggi

mencapai 360 °C.
       Norbornene (NB) diketahui dapat membantu polimerisasi pembukaan

cincin polimerisasi (ROMP), seperti polimerisasi kationik atau polimerisasi

radikal dan polimerisasi vinylic (polimerisasi adisi olefin) seperti terlihat pada

gambar di bawah, tergantung pada katalis yang digunakan. Setiap rute

mengarahkan ke jenis polimer, yang berbeda dalam struktur dan sifat-sifatnya.

Diantara keduanya, vinil-tipe polynorbornene (PNB), mempertahankan struktur

bisiklik utuh yang berulang dalam unit, prosesnya terbilang menarik karena

polimer memiliki ketertarikan dan sifat kimia serta sifat fisik yang unik, seperti

stabilitas termal yang baik, transparansi optik tinggi, penyerapan air rendah, dan

konstanta dielektrik rendah. Kondisi ini menjadikannya kandidat yang sangat

menjanjikan untuk berbagai aplikasi dalam bidang mikroelektronik dan

Optoelektronik, misalnya, photoresists ultraviolet dalam, dielektrik interlevel

dalam aplikasi mikroelektronik, atau sebagai penutup lapisan untuk Liquid-crystal

display (Liu, 2006).




                       Gambar: 3 tipe polimerisasi untuk NB

       Pengaruh substituen derivatif NB pada katalisis polimerisasi adisi

paladium (II) dirangkum dalam Tabel 1. Pada tiap tingkat polimerisasi ditemukan
penurunan jumlah butirat> asetat> propionat dari 90% menjadi 68% yang disertai

dengan peningkatan ukuran sterik sisi-rantai monomer karboksilat, hal ini

menunjukkan bahwa ukuran substituen memainkan peranan penting dalam

reaktivitas monomer. Hal serupa juga terjadi untuk NB-dialkyl ester seperti yang

ditunjukkan pada Tabel 1. Namun, untuk NB-dialkyl ester dan dimetil NBTable

karboksilat memiliki jumlah karbon yang sama pada rantai samping, NB-dialkyl

ester terlihat   kurang reaktif dibandingkan dengan NB-dimetil karboksilat,

kemungkinan hal ini terjadi karena adanya hambatan besar dari ester asam

karboksilat NB lebih besar daripada metil karboksilat NB. Kurangnya efek sterik

pada NB memungkinkan untuk lebih mudah memasukkan ikatan Pd-C sehingga

propagasi rantai lebih cepat dalam polimerisasi (Liu, 2006).

     Tabel 1. Efek subtituen pada Norbornene terhadap Hasil Polimerisasi




       Berdasarkan penelitian Yampolskii (2009) dalam jurnalnya yang berjudul:

Novel High Free Volume Polymer, Addition Polytrimethylsilylnorbornene:

Diffusion or Solubility Controlled Permeation, mengatakan bahwa: polimer kaca

permeabel terutama poliasetilen dan polimer perfluorinasi telah digantikan oleh

polimer baru dengan struktur yang berbeda yaitu poli (norbornene trimetilsilil)

(PTMSN) adisi:
       Polimer ini memiliki permeabilitas gas yang relatif tinggi, (Р(О2) = 800

Barrer, Р(СО2) = 4350 Barrer). Yang menarik adalah bahwa untuk rangkaian gas

alkana С1-С4 permeabilitasnya meningkat ketika ukuran penetrasi meningkat dan

mencapai nilai Р(С4Н10) = 17.500 Barrer (pada 1 atm). Hal ini juga menunjukkan

bahwa polimer ini memiliki permselektifitas yang tinggi dalam pemisahan

campuran butana / metana (α (С4/С1) = 22) yang dekat dengan faktor pemisahan

ideal untuk pasangan gas ini. Ini tidak biasa karena permselektifitas dalam

pemisahan campuran gas sering menurun karena fenomena plasticization.

Permeabilitas dan permselektivitas dari poly(trimethylsilyl norbornene) (PTMSN)

ditentukan oleh permeasi kelarutan yang terkendali (Yampolskii, 2009).
                                   BAB III


                        KESIMPULAN DAN SARAN



5.1 Kesimpulan

       Dari ulasan pembahasan sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa

polimer adisi merupakan polimer yang dibentuk oleh reaksi adisi, dimana banyak

monomer terikat bersama melalui penyusunan kembali ikatan tanpa kehilangan

setiap atom atau molekul.

5.2 Saran

       Kepada teman-teman mahasiswa agar mempelajari bahasa inggris

sehingga menjadi lebih mudah dalam mencari referensi.
                             DAFTAR PUSTAKA



Anonim,         2010:        Polimer:         Ilmu     Polimer,     (Online),
      (http://usupress.usu.ac.id/files/Polimer;%20Ilmu%20Material_Normal_ba
      b%201.pdf, diakses 30 Oktober 2010).

Edward,         S.,        2002:          Polymerisation,           (Online),
      (http://www.webchem.net/acrobat/Polymerisation.pdf, diakses 30 Oktober
      2010).

Fajaroh, F., 1996, Mengenal Polimer. Media Komunikasi Kimia, (Online), 1(1),
       (http://journal.um.ac.id/index.php/media-komunikasi-
       kimia/article/view/2099, diakses 30 Oktober 2010).

Liu, B., Li, Y., Shin, B, G., Yoon, D, Y., Kim, I., Zhang, L., dan Yan, W., 2006,
       Pd (II)-Catalyzed Vinyl Addition Polymerization of Novel Functionalized
       Norbornene Bearing Dimethyl Carboxylate Groups. Journal of Polymer
       Science,                                                         (Online),
       (http://mslab.polymer.pusan.ac.kr/english/intl_paper/138.pdf, diakses 30
       Oktober 2010).

Theis, J., dan Ritter, H., 2010, Formation of epoxide-amine oligo-adducts as OH-
       functionalized initiators for the ring-opening polymerization of ε-
       caprolactone. Beilstein Journal of Organic Chemistry, (Online), (6),
       (http://www.beilstein-journals.org/bjoc/content/pdf/1860-5397-6-105.pdf,
       diakses 31 Oktober 2010).

Yampolskii, Y., Starannikova, L., Belov, N., Galizia, M., Angelis, M., dan Sarti,
     G, C., 2009, Novel High Free Volume Polymer, Addition
     Polytrimethylsilynorbornene: Diffusion or Solubility Controlled
     Permeation. The Open-Access Journal for the Basic Principles of
     Diffusion Theory, Experiment and Application, (Online), http://www.uni-
     leipzig.de/diffusion/journal/pdf/volume11/diff_fund_11%282009%2912.p
     df, diakses 30 Oktober 2010).

Wikipedia.,          2007:          Addition        Polymer,          (Online),
      (http://en.wikipedia.org/wiki/Addition_polymer, diakses      31 Oktober
      2010).

								
To top