Docstoc

Teori media pembelajaran

Document Sample
Teori media pembelajaran Powered By Docstoc
					                                    BAB II
                             LANDASAN TEORI




A. Media Pembelajaran Tiga Dimensi

        Salah satu media pembelajaran yang termasuk dalam kategori tiga

dimensi adalah benda-benda asli, atau wujud kenyataan kondisi yang sebenarnya.

Pengertian sebenarnya itu termasuk benda hidup seperti manusia, tumbuhan,

hewan, kemudian juga benda mati dan tak hidup (anorganik). Dilihat dari segi

efektivitas pengajaran, penggunaan benda sebenarnya adalah sebagai salah satu

media pembelajaran yang dapat memberikan urunan yang cukup berarti, terutama

dari pemerolehan pengalaman yang bersifat langsung dan konkrit. Karena segala

peristiwa yang terungkap di dalam jalinan interaksi dengan media sebenarnya

tersebut, cukuplah untuk mendapatkan pengalaman langsung, lengkap, dan

memberikan kesan yang mendalam dari apa yang dipelajarinya. Sehingga tepatlah

penggunaan media tiga dimensi ini sebagai alat peraga langsung untuk

mengembangkan potensi siswa dan menggali pengetahuan siswa sekaligus

memecahkan permasalahan yang dihadapi dalam penelitian tindakan tentang

pembelajaran IPA.

        Adapun wujud benda tiga dimensi ini merupakan representasi atau

pengganti dari benda yang sesungguhnya. Penggunaan model adalah untuk

mengatasi kendala tertentu sebagai pengganti realita. Misal untuk mempelajari

sistem gerak, rangka manusia (pembahsan materi sendi), pencernaan, pernafasan,

peredaran darah, sistem ekskresi, dan syaraf pada hewan.



                                       12
                                                                           13




1. Media Pembelajaran


        Media    pembelajaran    merupakan     perlengkapan    yang    berguna

membantu siswa dalam proses belajar mengajar. Melalui media pembelajaran

memudahkan siswa untuk memahami materi yang disajikan guru. Hal tersebut

sesuai dengan Hamalik (2005 : 201) yang mengemukakan bahwa “ Alat bantu

pengajaran lebih banyak berguna membantu siswa belajar ketimbang

membantu guru mengajar”. Berdasarkan hal tersebut, media pembelajaran

tidak asal ada, tetapi harus disesuaikan dengan kondisi siswa dan materi

pembelajaran. Media pembelajaran yang menarik perhatian siswa            akan

membantu siswa untuk mengikuti kegiatan pembelajaran. Dengan demikian,

siswa tidak merasa jenuh dan siswa akan lebih efektif dalam belajar.


        MC Luhan (Hamalik, 2005 : 201) mengatakan bahwa : “ Media

adalah suatu eksistensi manusia yang memungkinkannya mempengaruhi orang

lain yang tidak mengadakan kontak langsung dengan dia “. Dengan pengaruh

media tersebut akan membawa hasil yang sesuai tujuan yang diharapkan.

Namun itupun yang sesuai dengan situasi dan kondisi siswa. Batasan yang

dikemukakan MC Luhan sangatlah luas oleh karena itu, Hamalik (2005: 202)

merumuskan media dalam arti sempit dan dalam arti luas. Dalam arti sempit,

“ Media pengajaran hanya meliputi media yang dapat digunakan secara efektif

dalam proses pengajaran yang terencana, sedangkan dalam arti luas, media

tidak hanya meliputi media komunikasi elektronik yang kompleks tetapi juga

mencakup alat-alat sederhana, seperti : Slide, fotograpi, diagram, dan bagan

buatan guru, obyek-obyek nyata serta kunjungan keluar sekolah “. Berdasarkan
                                                                             14




pendapat tersebut media pembelajaran yang dapat digunakan untuk membantu

siswa dalam proses belajar dapat dikelompokan menjadi dua jenis, yaitu media

visual dan media audio. Media visual yaitu         media pembelajaran yang

digunakan melalui penglihatan, sedangkan media audio adalah media

pembelajaran yang digunakan melalui pendengaran.

        Media   pembelajaran    adalah   sarana    informasi    atau   peralatan

yang    dapat     digunakan     untuk     menjelaskan,.        mendeskripsikan,

mendemontrasikan, menganalisis dan sebagainya berbagai macam materi

pelajaran (Setiawan, 2008 : 4.8). Dengan berpedoman kepada apa yang

dijelaskan Setiawan tersebut,   media pembelajaran sangat berperan dalam

kegiatan pembelajaran, baik untuk siswa maupun untuk guru. Siswa merasa

terbantu dalam menganalisis dan memahami materi pelajaran                  yang

disampaikan oleh guru. Guru terbantu dalam menjelaskan, mendemontrasikan,

dan mendeskripsikan materi pembelajaran           yang disampaikan. Dengan

demikian, media pembelajaran merupakan bagian dari keseluruhan strategi

komunikasi dalam proses belajar mengajar.

        Media pembelajaran mampu merespon secara proaktif berbagai

informasi dan iptek bagi siswa baik media audio maupun visual apalagi yang

audio visual. Dengan demikian, pendidikan tidak kehilangan relefansi program

pembelajarannya. Jadi, jika guru dalam pelaksanaan belajar mengajar

menggunakan media pembelajaran yang menarik, maka proses belajar

mengajar tidak akan rumpang. Sebaliknya, guru yang tidak menggunakan

media pembelajaran dalam proses belajar akan merasakan kekurangan dalam
                                                                           15




proses belajar mengajar, media pembelajaran yang digunakan guru dalam

kegiatan belajar mengajar harus mampu menjawab kebutuhan kita dalam

memberikan pengertian yang lebih mendalam kepada anak didik. Selain itu,

media pembelajaran harus mampu        dalam    memotivasi atau merangsang

imajinasi anak didik. Media pembelajaran juga harus dapat menciptakan suatu

proses perubahan dalam diri siswa yaitu dari tidak tahu menjadi tahu, dari

tidak bisa menjadi bisa, dari asalnya tidak mengerti menjadi mengerti. Oleh

karena itu, media pembelajaran harus ada dalam proses pembelajaran. Dan

harus digunakan secara oftimal, agar siswa mampu memahami materi secara

oftimal pula.

2. Jenis - Jenis Media dan Klasifikasi Media Pembelajaran

         Media pembelajaran yang dapat digunakan guru       dalam mengajar

banyak macamnya. Oleh karena itu di bawah ini diklasifikasikan menjadi :

2.1 Media Visual

         Media visual merupakan media yang hanya bisa dilihat dengan

menggunakan indra penglihatan. Media ini digunakan guru untuk membantu

siswa dalam memahami materi yang disampaikannya. Media pembelajaran

yang termasuk media visual diantaranya : gambar, foto slide , kartun , model,

chart, torso, OHP dsb.
                                                                          16




2.2 Media Audio

         Media ini merupakan media pembelajaran yang hanya dapat didengar,

misalnya Radio dan Tape recorder.

2.3 Media Audio Visual

         Media ini tidak hanya dapat dilihat tetapi juga dapat didengar. Jadi

media ini pandang-dengar. Yang termasuk jenis media ini adalah : TV, Film

strif, video sound slide, film, dsb.

3. Karakteristik Media Pembelajaran Tiga Dimensi

         Media tiga dimensi ialah sekelompok media tanpa proyeksi yang

penyajiannya secara visual tiga dimensional. Kelompok media ini dapat

berwujud benda asli baik itu hidup maupun mati, dan dapat pula berwujud

sebagai tiruan yang mewakili aslinya. Benda asli ketika akan difungsikan

sebagai media pembelajaran dapat dibawa langsung ke kelas, atau siswa secara

keseluruhan dikerahkan langsung ke dunia sesungguhnya dimana benda asli itu

berada. Apabila benda aslinya sulit untuk dibawa ke kelas atau tidak mungkin

dihadapkan langsung ke tempat dimana benda itu berada, maka benda

tiruannya dapat berfungsi sebagai media pembelajaran yang efektif. Media tiga

dimensi yang dapat diproduksi dengan mudah, adalah tergolong sederhana

dalam penggunaan dan pemanfaatannya, karena tanpa harus memerlukan

keahlian khusus, dapat dibuat sendiri oleh guru, bahannya mudah diperoleh

dilingkungan sekitar.
                                                                            17




        Moejiono (1992) mengatakan bahwa media sederhana tiga dimensi

memiliki kelebihan–kelebihan diantaranya :

   Memberikan pengalaman secara langsung.

   Dalam penyajiannya dilakukan secara konkrit dan menghindari verbalisme.

   Dapat menunjukan objek secara utuh baik kontruksi maupun cara kerjanya.

   Dapat memperlihatkan struktur organisasi secara jelas.

   Dapat menunjukan alur suatu proses secara jelas.

Sedangkan media tiga dimensi ini juga memiliki kelemahannya diantaranya :

   Tidak bisa menjangkau sasaran dalam jumlah yang besar.

   Penyimpanannya memerlukan ruang yang besar dan perawatannya rumit.



4. Manfaat Media Pembelajaran.

        Dalam pelaksanaan proses belajar media pembelajaran sangat banyak

manfaatnya baik bagi siswa maupun bagi guru. Melalui media pembelajaran

yang menarik para siswa akan terangsang imajinasinya, sehingga para siswa

akan   lebih terbuka, dan hal-hal yang sifatnya abstrak dapat dikonkritkan

misalnya media pembelajaran torso kerangka manusia. Para siswa akan lebih

memahami berbagai macam sendi dan bentuknya secara nyata            melalui

pembuatan media tiga dimensi. Jadi pembelajaran tidak hanya verbalisme. Hal

tersebut sesuai dengan pendapat       Setiawan, dkk. (2008 : 4.5)      yang

mengemukakan bahwa “ Kita dapat mulai memanfaatkan berbagai sumber

belajar yang ada disekitar kita melalui pemakaian media sederhana diharapkan

imajinasi anak terangsang perasaannya tersentuh dan terjadinya pemahaman
                                                                        18




mendalam dalam pikirannya “Dengan demikian media pembelajaran dapat

membantu      para siswa dalam memahami materi pembelajaran secara

mendalam karena perhatian mereka terpusat dan terkonsentrasi penuh terhadap

materi pelajaran yang sedang dipelajarinya”.

        Media pembelajaran merupakan salah satu solusi bagi guru dalam

menjabarkan pemahaman        para siswa terhadap materi pelajaran     yang

disampaikan. Dengan penggunaan media pembelajaran yang sesuai dengan

siswa dan materi pelajaran dapat mengembangkan dan meningkatkan hasil

belajar yang lebih baik. Oleh karena itu guru harus mampu memilih dan

menggunakan media pembelajaran yang mampu           menghifnotis perhatian

terhadap materi pembelajaran yang disampaikan guru. Sejalan dengan fungsi

media adalah sebagai perantara untuk menjabarkan pemahaman materi dari

guru kepada siswa maka untuk lebih mengoptimalkannya, diperlukan suatu

cara atau pendekatan yang sesuai dengan media yang diterapkan sehingga

terjadi proses pembelajaran yang berkualitas. Adapun pendekatan yang sesuai

dengan media tiga dimensi adalah pendekatan keterampialn proses yaitu suatu

pendekatan yang menitik beratkan pada aktivitas dan kreativitas siswa untuk

mengembangkan kemampuan fisik dan mental yang sudah dimiliki ke tingkat

yang lebih tinggi dalam memproses perolehan belajarnya,(Hamalik Oemar,

1999 :128-127). Keterampilan Proses Sains (PKS) yaitu keterampilan

intelektual yang digunakan oleh semua ilmuan serta dapat diterapkan untuk

memahami fenomena. Keterkaitan antara pendekatan dan media yang

diterapkan bertujuan untuk mengalaborasikan pengetahuan yang dimiliki siswa
                                                                          19




dengan keterampilannya. Karena keterampilan proses bertolak dari suatu

pandangan bahwa setiap peserta didik memiliki potensi yang berbeda-berbeda,

dalam situasi yang normal mereka dapat mengembangkan potensi secara

optimal pula. Oleh karena itu dalam pembelajaran sains peserta didik perlu di

arahkan pada pertumbuhan dan pengembangan sejumlah keterampilan agar

mereka mampu memproses informasi sehingga ditemukan hal- hal baru yang

bermanfaat. Sebagai konsekuensi pendekatan keterampilan proses sains maka

siswa berperan sebagai pencari informasi bukan lagi sebagai penerima

informasi.

 Adapun tujuan menggunakan keterampilan proses adalah :

 1. Untuk memberikan motivasi belajar kepada siswa           karena dengan

     keterampilan proses   siswa senantiasa   berperan    secara aktif dalam

     belajar.

 2. Memperdalam konsep ,pengertian, fakta yang dipelajari karena pada

     hakikatnya siswa sendiri yang mencari dan menemukan konsep.

 3. Menerapkan teori dalam kehidupan masyarakat.

 4. Mengembangkan peserta didik yang bertanggung jawab, memiliki rasa

     kesetiakawanan sosial dalam menghadapi problem kehidupan.
                                                                             20




5. Jenis-jenis Metode Pembelajaran.

            Dalam melaksanakan proses belajar mengajar banyak metode

pembelajaran yang dapat digunakan atau dipilih.

            Jenis metode pembelajaran yang akan digunakan dalam perbaikan

pembelajaran pada saat ini adalah metode demontrasi. Oleh karena itu pada

bagian ini tidak akan dibahas metode lain selain metode demontrasi.

5.1 Metode Demontrasi

            Metode demontrasi adalah suatu metode dimana guru memperlihatkan

suatu proses, peristiwa, atau cara kerja suatu alat kepada peserta didik.

Demontrasi dapat dilakukan dengan berbagai cara, dari sekedar memberikan

pengetahuan yang sudah diterima begitu saja oleh peserta didik, sampai pada

cara agar peserta didik dapat memecahkan suatu masalah.

            Agar   pembelajaran   dengan   menggunakan    metode      demontrasi

berlangsung secara efektif, langkah –langkah yang dianjurkan adalah sebagai

berikut :

a. Lakukanlah perencanaan yang matang sebelum pembelajaran dimulai. Hal–

    hal tertentu perlu dipersiapkan, terutama fasilitas yang akan digunakan

    untuk kepentingan demontrasi .

b. Rumuskanlah tujuan pembelajaran dengan metode demontrasi, dan pilihlah

    materi yang akan didemontrasikan.

c. Buatlah garis besar langkah-langkah demontrasi, akan lebih efektif jika

    yang dikuasai dan dipahami baik oleh peserta didik maupun oleh guru.
                                                                           21




  d. Tetapkanlah apakah demontrasi tersebut akan dilakukan guru atau oleh

       peserta didik , atau oleh guru kemudian diikuti peserta didik.

  e. Mulailah demontrasi dengan menarik perhatian seluruh peserta didik dan

       ciptakanlah suasana yang tenang dan menyenangkan.

  f. Upayakanlah agar semua peserta didik terlibat secara aktif dalam kegiatan

       pembelajaran.

  g.   Lakukanlah evaluasi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan, baik

       terhadap efektivitas metode demontrasi maupun terhadap hasil belajar

       peserta didik.

            Untuk memantapkan hasil pembelajaran melalui metode demontrasi,

  pada akhir pertemuan dapat diberikan tugas-tugas yang sesuai dengan kegiatan

  yang telah dilaksanakan .



B. Peningkatan Pemahaman Siswa

   1. Pemahaman Siswa

            Pemahaman siswa didefinisikan sebagai kemampuan siswa dalam

   menyerap arti dari materi atau bahan yang dipelajari. Ini dapat ditunjukan

   dengan menerjemahkan materi dari suatu bentuk yang lain ( dari kata-kata

   pada angka-angka ), menginterpretasikan materi( menjelaskan, meringkas ),

   meramalkan akibat dari sesuatu. Dalam arti dengan adanya pemanfaatan

   media tiga dimensi ini sebagai cara atau usaha guru untuk meningkatkan

   pemahaman siswa terhadap materi pelajaran agar tidak cepat lupa.

   Bagaimanapun caranya meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi itu
                                                                            22




sangat penting karena anak akan merasa kesulitan menerima materi yang baru

lagi apabila materi sebelumnya anak kurang paham atau belum sepenuhnya

mengusai. Maka dari itu di dalam penyampaian materi pelajaran kepada siswa

diperlukan adanya sarana yang dapat mempermudah pemahaman siswa

terhadap mata pelajaran yang ada. Penggunaan atau pemanfaatan media tiga

dimensi dalam penelitian ini adalah salah satu upaya meningkatkan hasil

belajar siswa pada pelajaran IPA khususnya materi sendi ini. Dengan harapan

dapat menggali, mengembangkan, serta menambah pemahaman siswa

terhadap pelajaran IPA. Dalam penelitian ini menggunakan Penelitian

Tindakan Kelas dengan pendekatan yang sesuai dan metode pengumpulan

data menggunakan sistem observasi, angket, dan wawancara. Dalam

penelitian ini dilakukan sebanyak tiga siklus. Setiap siklus terdiri dari empat

tahap yaitu : rancangan, tindakan dan pengamatan, refleksi, dan kemudian

refisi.


2. Cara Mengukur Pemahaman


          Secara umum guru tidak dapat efektif jika tidak dapat mengukur

secara akurat terhadap pencapaian siswanya. Mengukur secara akurat ini

penting sebab guru tidak dapat membantu siswanya secara efektif jika tidak

mengetahui pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai siswanya dan

materi apa yang masih menjadi masalah bagi siswanya. Hal yang sama

pentingnya adalah guru tidak dapat memperbaiki jika tidak memperoleh

indikasi efektifitas dalam mengajar. Maka untuk mengambarkan pengetahuan
                                                                        23




dan keterampilan siswa sebagai dasar untuk mengukur pencapaian siswa

dilakukan beberapa cara diantaranya :


  a.   Pada Saat Awal Pembelajaran

           Untuk merencanakan pembelajaran yang efektif kita harus

  mempertimbangkan kemampuan dan karakteristik siswa. Informasi ini

  dapat diperoleh dari tes pencapaian. Selain itu informasi yang diperoleh

  adalah penguasaan materi prasyarat. Hal lain yang dapat disaring dari tes

  pencapaian siswa ini adalah mengukur pengetahuan siswa mengenai

  materi yang telah diajarkan.


  b. Selama Proses Pembelajaran

           Tes yang diberikan selama pembelajaran digunakan untuk

  menentukan bagaimana kemajuan pembelajaran. Informasi ini kemudian

  dapat digunakan untuk memodifikasi pembelajaran langsung dalam

  belajar. Dan hal ini digunakan sebagai evaluasi formative.


  c. Pada Akhir Pembelajaran

           Tes ini akan mengukur seberapa bagus materi telah dipelajari

  dengan membandingkan satu siswa dengan siswa lain. Untuk guru

  pengukuran ini digunakan sebagai evaluasi sumatif. Biasanya evaluasi ini

  digunakan sebagai dasar penentuan tingkatan (grade). Pada akhir

  pembelajran ini mengukur pencapaian siswa yaitu dengan melihat dari

  performance verbal dalam kelas, menjawab pertanyaan, kontribusi dalam
                                                                     24




diskusi, pertanyaan yang diajukan. Setelah itu guru memberikan tes

evaluasi berupa soal-soal seputar materi yang telah disampaikan.


d. Umpan Balik


           Fungsi penting pada tes pencapaian siswa adalah memberikan

umpan balik, karena dengan umpan balik guru bisa mengevaluasi keadaan

dimana siswa sudah menguasai atau belum, juga penampilan siswa pada

proses pembelajaran. Pada umpan balik ini dapat dijadikan remedial atau

merencanakan pembelajaran selanjutnya.


e. Evaluasi Pembelajaran


           Tes pencapaian yang paling banyak digunakan adalah mengukur

belajar individu sisiwa. Tetapi untuk tujuan lain dapat juga digunakan

untuk mengukur efektifitas metode pembelajaran, materi dan instruktur.

Dalam evaluasi formatif, kita dapat menentukan materi apa yang telah

dikuasai siswa, kesalahan apa yang dibuat siswa, dan problem belajar apa

yang dialami siswa. Karena tujuan utama dari evaluasi formatif adalah

mengidentifikasi problem belajar dan memodifikasi pembelajaran untuk

membantu siswa belajar, penugasan dan tes harus mengacu pada content

reference/ citerion reference.Hal ini difokuskan pada penguasaan siswa

terhadap materi tujuan khusus, tidak membandingkan siswa dengan

lainnya.
                                                                         25




3. Cara Melihat Peningkatan Pemahaman Siswa


        Untuk mengetahui adanya peningkatan pemahaman pada siswa maka

guru dapat melihatnya pada saat proses kegiatan belajar mengajar yaitu pada

tahap kegiatan inti dimana pada kegiatan tersebut guru bisa melihat siswa

yang aktif, sedang,atau biasa-biasa saja pada saat diskusi atau perorangan.

Kemudian juga pada tahap kedua guru dapat mengetahuinya pada saat

kegiatan evaluasi,dimana pada tahap evaluasi ini masing-masing individu

akan kelihatan antara siswa yang memahami dan belum memahami. Dapat

dilihat pada pos tes I siswa yang sudah memahami pembelajaran dengan nilai

rata-rata kelas 72,50. Sedangkan nilai siswa pada saat pre tes adalah 63, 46

dari 26 orang siswa secara keseluruhan. Hasil tersebut merupakan suatu

gambaran bahwa nilai anak setelah dilakukan tindakan atau perbaikan

mengalami peningkatan. Peningkatan nilai tersebut terus mengalami

perubahan sampai pada siklus II dan III ,yang artinya dalam setiap kegiatan

pembelajaran yang dilaksanakan dalam tiga siklus ini tingkat pemahaman

siswa terhadap materi pelajaran yang disampaikan semakin baik. Peningkatan

tersebut tidak lepas dari peran, usaha, keterampilan seorang guru untuk

memperbaiki pelajaran.
                                                                                26




C. Berbagai Macam Sendi

           Secara umum bahwa sendi adalah tempat bertemunya antara tulang satu

dengan yang lainnya atau dikatakan sebagai penghubung. Ada sendi yang dapat

digerakan dan ada juga sendi yang tidak dapat digerakan. Contoh beberapa sendi

yang terdapat pada tubuh manusia adalah sebagai berikut : sendi engsel, sendi

peluru, sendi pelana, sendi geser, dan sendi putar. Adapun salah satu penjelasan

dari sendi yaitu :


       sendi peluru adalah sendi yang memungkinkan gerakan ke semua arah. Hal

       tersebut dapat terjadi karena tulang yang satu dapat berputar pada tulang

       lainya. Pada sendi peluru terjadi pertemuan anatara ujung tulang yang

       berbentuk bola dengan tulang berbentuk mangkuk. Contohnya sendi pada

       ruas tulang leher yang paling atas, sendi pada bahu yang menghubungkan

       tulang lengan atas dengan tulang gelang bahu, serta sendi pada panggul
                                                                       27




Sendi engsel adalah sendi yang hanya dapat digerakan ke satu arah seperti

engsel pada jendela atau pintu. Contoh sendi engsel adalah sendi pada siku

yang menghubungkan tulang lengan atas dan lengan bawah, sendi pada

lutut yang menghubungkan tulang paha dan tulang kaki bawah, sendi pada

ruas jari tangan dan ruas jari kaki.




Sendi pelana adalah sendi yang bergerak ke dua arah, yaitu ke samping dan

ke depan, contohnya : sendi antara tulang telapak tangan dan pangkal ibu

jari.
                                                                          28




Sendi geser adalah persendian tempat ujung tulang yang satu menggeser ujung

tulang yang lain. Sendi geser hanya memungkinkan sedikit gerakan. Sendi

geser dijumpai pada sendi antartulang pergelangan tangan, antar tulang

pergelangan kaki




                                  .

   Sendi putar adalah persendian tempat tulang yang satu berputar

   mengelilingi tulang lainnya yang bertindak sebagai porosnya. Sendi putar

   terdapat pada hubungan antara tulang atlas (tulang leher yang pertama) dan

   tulang tengkorak. Tulang atlas masuk ke dalam lubang yang terdapat pada

   tulang tengkorak. Sendi putar dapat dijumpai pada antara tulang hasta dan

   pengumpil, dan sendi antara tulang atlas dengan tulang tengkorak.
                                                                              29




D. Rangka Manusia

  Rangka tubuh manusia tersusun antara tulang tulang yang saling berhubungan

  antar tulang gerakan di sebut sendi , adapun fungsi dari rangka manusia adalah

  sebagai pelindung antar organ vital, tempat terbentuknya sel sel darah , tempat

  melekatnya otot , membentuk tubuh , tempat pembentukan tubuh, dan

  menegakan tubuh, adapun macam macam sendi yang terhubung yaitu :

         sendi mati atau (sinartosis) , sendi mati merupakan antar tulang yang

         tidak dapat di gerakan, penghubung antar tulang adalah dsebut serabut

         jaringan ikat. Contohnya sendi mati jaringan otot pada bagian panggul.

         Sendi kaku (ampiartosis)

         Sendi kaku merupakan hubungan antar tulang yang dapat di gerakan

         secara terbatas penghubung antar tulangnya adalah tulang rawan

         contoh sendi kaku : hubungan antar ruas tulang belakang dan

         hubungan antar tulang rusuk dan tulang dada

     Sendi gerak (diartrosis)

     Sendi gerak merupakan hubungan antar tulang yang dapat digeran secara

     leluasa. Pada kedua tulang ujung tulang yang berbentuk rongga sendi yang

     berisi minyak sendi( cairan sinoval) contoh sendi gerak : hubungan atar

     tulang paha dan tulang pinggul. Di dalam mangkuk sendi terdapat cairan

     sendi yang berfungsi sebagai pelumas sehingga tulang tidak berbunyi jika

     di gerakan adapun sendi gerak ada 4 macam yaitu :

        1. Sendi engsel             3. Sendi pelana

        2. Sendi putar              4. Sendi peluru

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:794
posted:3/8/2012
language:Malay
pages:18
Description: Pengertian teori media pembelajaran