Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out
Get this document free

Deportasi

VIEWS: 1 PAGES: 3

									                                      Deportasi




Orang Yahudi dikumpulkan di ghetto Siedlce pada saat deportasi ke kamp Treblinka, dan
dipaksa berjalan ke stasiun kereta api. Siedlce, Polandia, 21-24 Agustus 1942.

Pada bulan-bulan setelah diselenggarakannya Konferensi Wannsee, rezim Nazi ajek
melaksanakan rencana "Solusi Akhir" mereka. Kaum Yahudi "dideportasi" -- diangkut dengan
kereta api atau truk ke enam kamp, yang semuanya berlokasi di wilayah pendudukan Polandia:
Chelmno, Treblinka, Sobibor, Belzec, Auschwitz-Birkenau, dan Majdanek-Lublin.

Nazi menyebut keenam kamp tersebut sebagai "kamp pemusnahan." Sebagian besar mereka
yang dideportasi dibunuh seketika dalam kelompok-kelompok besar dengan menggunakan gas
beracun. Nazi beralih menggunakan gas sebagai metode pembunuhan massal pilihan sebab
mereka menganggapnya lebih "bersih" dan lebih "efisien" daripada penembakan. Selain itu,
pembunuhan dengan gas membuat para pembunuh terbebas dari stres emosional yang banyak
dialami anggota regu pembunuh keliling yang menembaki orang secara berhadapan muka. Pusat-
pusat pembantaian tersebut berada di wilayah semipedesaan terpencil yang cukup tersembunyi
dari pandangan umum. Pusat-pusat pembantaian itu berlokasi di dekat jalur-jalur utama kereta
api, sehingga memungkinkan kereta api untuk mengangkut ratusan ribu orang ke lokasi-lokasi
pembunuhan.

Sejumlah besar korban dideportasi dari pemukiman ghetto di daerah sekitar, beberapa di
antaranya dideportasi sejak Desember 1941, bahkan sebelum pertemuan Wannsee
diselenggarakan. Akan tetapi, SS mulai secara serius mengosongkan pemukiman-pemukiman
ghetto pada musim panas 1942. Dalam tempo dua tahun, lebih dari dua juta orang Yahudi yang
dikeluarkan dari dalam ghetto. Hingga musim panas tahun 1944, hanya sejumlah kecil ghetto
yang masih tersisa di Eropa timur.

Pada saat yang bersamaan dengan dikosongkannya pemukiman-pemukiman ghetto, rombongan-
rombongan besar kaum Yahudi dan juga orang Roma (Gipsi) diangkut dari banyak negara jauh
yang diduduki dan dikendalikan Jerman, termasuk di antaranya Prancis, Belgia, Belanda,
Norwegia, Hungaria, Rumania, Italia, Afrika Utara, dan Yunani. Deportasi-deportasi tersebut
memerlukan bantuan dari banyak pihak dan semua sektor pemerintahan Jerman. Para korban di
Polandia kebetulan sudah ditahan di dalam pemukiman-pemukiman ghetto dan sepenuhnya
berada dalam kendali Jerman. Namun, mendeportasi kaum Yahudi dari belahan Eropa lain
merupakan suatu persoalan yang jauh lebih kompleks. Departemen Luar Negeri Jerman berhasil
menekan sebagian besar pemerintah negara-negara yang telah diduduki dan negara sekutu untuk
membantu Jerman mendeportasi kaum Yahudi yang bermukim di negara mereka masing-masing.
Tanggal-tanggal Penting

15 JULI 1942

DEPORTASI              SISTEMATIS              DARI           BELANDA               DIMULAI
Di Belanda kaum Yahudi secara sistematis dikonsentrasikan di kamp transit Westerbork.
Sebagian besar orang Yahudi yang dikirim ke Westerbork berada di sana hanya untuk sementara
waktu sebelum mereka dideportasi ke pusat-pusat pembantaian di timur. Sejak tanggal 15 Juli
1942, Jerman mulai mendeportasi hampir 100.000 orang Yahudi dari Westerbork: sekitar 60.000
ke Auschwitz, 34.000 lebih ke Sobibor, hampir 5.000 ke ghetto Theresienstadt, dan hampir 4.000
ke kamp konsentrasi Bergen-Belsen. Sebagian besar dari mereka yang dideportasi dibunuh
setibanya di kamp.

22 JULI 1942

KAUM YAHUDI WARSAWA DIDEPORTASI KE PUSAT PEMBANTAIAN
TREBLINKA
Antara tanggal 22 Juli dan pertengahan bulan September 1942, lebih dari 300.000 orang
dideportasi dari ghetto Warsawa: lebih dari 250.000 di antaranya dideportasi ke pusat
pembantaian Treblinka. Mereka yang dideportasi dipaksa pergi ke Umschlagplatz (titik
deportasi), yang terhubung dengan jalur kereta api Warsawa-Malkinia. Mereka dijejalkan ke
dalam gerbong-gerbong barang dan sebagian besar dideportasi ke Treblinka, lewat Malkinia.
Sebagian besar dari mereka yang dideportasi itu dibantai setibanya di Treblinka. Pada bulan
September, di pengujung deportasi massal tahun 1942, hanya 55.000 orang Yahudi yang masih
tersisa di ghetto tersebut.

15 MEI 1944

DEPORTASI SISTEMATIS KAUM YAHUDI DARI HUNGARIA DIMULAI
Pasukan Jerman menduduki Hungaria pada tanggal 19 Maret 1944. Pada bulan April 1944,
semua orang Yahudi, kecuali yang tinggal di Budapest, diperintahkan untuk memasuki
pemukiman-pemukiman ghetto. Deportasi sistematis dari pemukiman-pemukiman ghetto di
Hungaria ke Auschwitz-Birkenau dimulai pada bulan berikutnya, yaitu bulan Mei 1944. Dalam
tempo kurang dari tiga bulan, hampir 440.000 orang Yahudi dideportasi dari Hungaria dengan
menggunakan lebih dari 145 kereta api. Sebagian besar dari mereka dibantai setibanya di
Auschwitz.
Malaysia Deportasi Pria Saudi Penghina Nabi Muhammad
Kualalumpur Malaysia mendeportasi seorang pria muda Arab Saudi yang dicari negaranya
gara-gara kicauannya di Twitter dianggap menghina Nabi Muhammad. Tindakan jurnalis ini
bahkan memicu seruan masyarakat di Saudi untuk menghukumnya dengan pemancungan.

Hamza Kashgari yang ditahan di Malaysia minggu ini setelah kabur dari Arab Saudi,
meninggalkan Malaysia sebagai tahanan aparat Saudi.

"Dia telah dideportasi. Dia dijemput petugas Saudi di bandara," kata sumber, pada AFP, Minggu
(12/2/2012).

Kashgari kabur ke Malaysia setelah menulis komentar di Twitter yang dianggap menghina Nabi
Muhammad, yang kemudian memicu gelombang kemarahan. Hukuman penghinaan itu bisa
berupa hukuman mati. Kashgari ditahan di Malaysia pada Kamis, dalam perjalanan ke Selandia
Baru.

Pemerintah Malaysia belum mengkonfirmasi pendeportasian itu, namun statemen Kemendagri
pada hari Minggu menyatakan bahwa Kashgari akan dipulangkan ke Saudi.

Deportasi Kashgari mengundang kekecewaan dari kelompok-kelompok HAM. Amnesty
International dan Human Rights Watch menyatakan seharusnya Malaysia tidak memulangkan
Kashgari ke negerinya untuk menghadapi hukuman yang bisa saja berupa hukuman mati.
"Malaysia seharusnya mengizinkan dia mencari suaka dari badan pengungsi PBB ke negeri yang
dipilihnya," ujar mereka.

Kicauan Kashgari di Twitter bertepatan dengan Hari Maulud Nabi, memicu puluhan ribu
tanggapan berdasarkan layanan online yang melacak posting Twitter di dunia Arab. Tweet
Kashgari berbunyi "Saya mengasihi hal-hal tentang Anda (Nabi Muhammad-red) dan saya
membenci hal-hal tentang Anda dan banyak yang tak saya mengerti tentang Anda. Saya tak akan
berdoa untuk Anda."

Kashgari kemudian meminta maaf atas kata-katanya itu. Namun hal itu belum mampu
meredakan seruan publik untuk memancung kepala pemuda tersebut.

Sebuah komite ulama-ulama tinggi Saudi menyebut Kashgari "murtad" dan "kafir". Mereka
mendesak agar dia diadili di pengadilan syariah Islam. Sedangkan sebuah halaman Facebook
yang menyerukan eksekusi kepadanya menarik ribuan pendukung.

								
To top