1998 05 24 PEMERINTAH JAMIN DEPOSITO NASABAH BCA

Document Sample
1998 05 24 PEMERINTAH JAMIN DEPOSITO NASABAH BCA Powered By Docstoc
					PUSAT INFORMASI KOMPAS
Palmerah Selatan 26 - 28 Jakarta, 10270
Telp. 5347710, 5347720, 5347730, 5302200
Fax. 5347743
=============================================

KOMPAS Minggu, 24-05-1998. Halaman: 12



          PEMERINTAH JAMIN DEPOSITO NASABAH BCA
Jakarta, Kompas
  Gubernur Bank Indonesia Syahril Sabirin menegaskan, pemerintah
menjamin 100 persen dana deposito nasabah Bank Central Asia (BCA)
yang tengah dilanda rush. Apa pun yang terjadi pada bank-bank,
pemerintah menjamin keamanan dana nasabah. Hingga kini, belum ada
bank yang masuk kriteria Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN).
  "Jaminan pemerintah tetap 100 persen. Jadi, nasabah tidak perlu
khawatir. Apa pun yang terjadi pada bank, dana nasabah aman," tegas
Syahril usai jumpa pers Menko Ekuin Ginandjar Kartasasmita di Gedung
Bappenas, Sabtu (23/5). Selain Syahril, Ginandjar didampingi Menkeu
Bambang Subianto, Menperindag Rahardi Ramelan, Meneg PPN/Kepala
Bappenas Boediono dan Meneg PBUMN Tanri Abeng.
  Pada kesempatan jumpa pers itu, Ginandjar juga menegaskan,
pemerintah menjamin deposito nasabah bank. "Pemerintah menjamin
deposito. Kalaupun bank itu ditutup, si deposan tidak dirugikan."
  Ditanya apakah ada bank yang direkomendasikan masuk perawatan
BPPN, Syahril menjawab, "Kalau menurut kriterianya, belum."
  Menurutnya, rush yang kelihatan di BCA, lebih disebabkan rusaknya
beberapa kantor cabang BCA, sehingga tidak beroperasi. "Nasabah
berkumpul di kantor yang masih bekerja, sehingga terlihat antrean
panjang," katanya.
  Mengenai pembatasan pengambilan uang oleh BCA, kata Syahril,
itu masalah teknis, karena nasabah bertumpuk di kantor cabang yang
beroperasi. "Untuk menyediakan uang tunai perlu waktu, ya 'kan."
  Pada kesempatan itu Syahril membantah BI memberi subsidi kepada
bank-bank yang kesulitan likuiditas. "Kita bukan memberi subsidi pada
bank, tetapi memberi pinjaman dan bank dibebankan suku bunga yang
lebih tinggi dari SBI (Sertifikat Bank Indonesia). Itu wajar karena
suku bunga antarbank pun lebih tinggi dari SBI. Dengan suku bunga itu
diharapkan bank berupaya sekuat tenaga untuk mengembalikan dari BI.
Sebab kalau bunga terlalu rendah, semangat untuk mengembalikan juga
loyo."
  Ditanya apakah dalam waktu dekat BI akan menurunkan suku bunga
SBI, dikatakan, pihaknya menunggu perkembangan politik lebih lanjut.
"Nilai tukar 'kan memburuk karena politik. Kita lihat dulu
perkembangannya beberapa waktu ini. Dengan membaiknya keadaan politik,

diharapkan kurs akan membaik. Kalau pada waktunya kurs itu menguat,
SBI akan kita turunkan," katanya.

Terus diserbu
  Ribuan nasabah Bank Central Asia (BCA) terus menyerbu anjungan
tunai mandiri (Automatic Teller Machine-ATM) di seluruh kawasan
Jakarta dan sekitarnya. Terdorong rasa was-was akan terjadi sesuatu
(likuidasi) pada bank milik Soedono Salim ini, nasabah BCA rata-rata
mengambil seluruh uang tabungannya dengan berbagai pertimbangan.
  Berdasarkan pemantauan Kompas, Sabtu (23/5), hampir seluruh ATM
BCA yang masih berfungsi di mana saja, diserbu nasabah. Pemandangan
seperti ini terutama terlihat di lokasi ATM Drive Through, Jl
Sudirman. Sebanyak delapan (8) ATM yang disediakan dipadati antrean
panjang nasabah hingga 50 meter.
  Para nasabah dari berbagai penjuru Jakarta lebih senang menarik
uangnya di lokasi itu karena tempatnya teduh, terbuka, dan parkir
luas. Meski demikian, karena banyaknya nasabah, untuk bisa mengambil
uang, mereka rata-rata harus sabar menunggu tiga jam. "Saya sudah
berusaha mencari ATM yang kosong, tetapi tidak ada. Semua antrean
panjang. Karena itu saya putuskan untuk datang ke Sudirman. Ee,
tahunya juga sama," kata Autjai, nasabah dari Pondok Gede.
  Seorang karyawan BCA yang bertugas di bidang pelayanan ATM
menjelaskan, serbuan (rush) para nasabah ini telah berlangsung sejak
kerusuhan terjadi, Kamis dan Jumat (14-15/5) lalu. Dalam kerusuhan
itu banyak ATM BCA yang menjadi sasaran pengrusakan dan penjarahan.
  "Ada 119 ATM di Jakarta dan sekitarnya yang dirusak massa.
Barangkali inilah salah satu yang mendorong mereka mengambil
tabungannya, selain pertimbangan lainnya," katanya. Dia tidak mau
menyebutkan apa pertimbangan lainnya itu. Namun dia mengakui banyak
nasabah yang merasa khawatir terhadap bank ini setelah terjadi
kerusuhan dan pergantian kepemimpinan nasional.
  Apa pun alasannya, menurut dia, BCA tetap akan melayani nasabah
sebaik-baiknya. Untuk melayani nasabah, BCA mengoperasikan 200 ATM-n
ya
yang tersebar di seluruh Jakarta dan sekitarnya. Nasabah juga tidak
perlu khawatir, sebab seluruh ATM beroperasi 24 jam dan petugas terus
stand bye. "Begitu ATM kosong, kami langsung mengisi kembali,"
ujarnya.
  Diakui, petugas ATM BCA hanya 21 orang, sehingga terkadang
pelayanannya kurang cepat. "Tidak seperti hari-hari sebelumnya, yang
biasanya 2 atau 3 hari sekali mengisi ATM, tetapi sekarang hampir
setiap lima jam sekali," tambahnya. Agar semua nasabah bisa menarik
tabungannya, untuk pengambilan uang dibatasi. Yaitu, mereka yang
mempunyai kartu ATM BCA silver penarikan itu maksimum Rp 500.000 per

hari dan gold Rp 1 juta per hari.
  Sejauh ini, menurut dia, tidak ada keluhan dari nasabah, kecuali
mereka harus antre dua sampai tiga jam. Hal itu juga diakui Ny Yan,
nasabah dari bilangan Bintaro. Menurut Ny Yan, pihaknya telah antre
sejak pukul 08.30 WIB dan baru berhasil menarik tabungannya pukul
12.30 WIB. "Saya nyesel mengapa tidak dari dulu menarik tabungan yang
ada di BCA," katanya ketika mendengar desas-desus kondisi bank itu.
(ose/boy/ee)

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:16
posted:3/6/2012
language:Malay
pages:3