Docstoc

perakitan komputer (PDF)

Document Sample
perakitan komputer (PDF) Powered By Docstoc
					    PERAKITAN
    KOMPUTER

                                                           Oleh:
                                              Budi Ardiansyah




PT INTIMEDIA CIPTANUSANTARA



                        Perakitan Komputer dan Pemeliharaannya |   i
Seri Keterampilan
Perakitan Komputer
ISBN : 978-602-8261-13-5

Penerbit
PT INTIMEDIA CIPTANUSANTARA
(Anggota IKAPI Nomor: 059/DKI/97)
Jl. Pule No. 30 Centex Raya Ciracas Jakarta Timur 13740
& (021) 87780462, 87780463 Faks. (021) 8412022

Nomor Penerbitan    :   160/IMCN/VI/08
Ukuran Buku         :   14,8 cm x 21 cm
Font/Size           :   NewsGotic/14 point
Editor              :   Endah Rukmini W, S. Pd
Ilustrasi Isi       :   Aat Iswatana
Setter/Layout       :   Tjipto Sutandi
Design Cover        :   Tim IMCN

Dicetak oleh:
PT NUSANTARALESTARI CERIAPRATAMA
Jl. Hos Cokroaminoto Kav. 57-58 (D/H. Jl. Ciledug Raya)
Ciledug - Tangerang 15157
Isi di luar tanggung jawab percetakan

Hak pengarang dan penerbit dilindungi undang-undang
Dilarang memproduksi sebagian atau seluruhnya dalam bentuk apapun
tanpa izin tertulis dari penerbit




ii | Perakitan Komputer dan Pemeliharaannya
            KATA PENGANTAR

    Komputer sebagai alat bantu pekerjaan manusia
terdiri atas berbagai komponen. Komponen-
komponen dirakit sebagai satu kesatuan sehingga
komputer dapat bekerja untuk mengolah data.
     Merakit komputer sendiri mudah dilakukan. Setiap
komponen memiliki spesifikasi masing-masing. Setiap
komponen sudah memiliki soket yang sesuai. Untuk
merakit komputer tidak sulit jika sudah tahu letak
yang benar dan cara untuk merakit komponen-
komponen komputer. Supaya komputer tahan lama
digunakan harus dirawat. Perawatan komputer dapat
menggunakan program aplikasi pada sistem
komputer. Komputer juga memerlukan perawatan
fisik.
   Buku Perakitan Komputer dan Pemeliharaannya
berisi petunjuk-petunjuk singkat untuk merakit
komputer dan menggunakan program aplikasi untuk
merawat komputer. Di dalam buku ini juga disajikan
gambar-gambar petunjuk untuk merakit komponen-
komponen.



                     Perakitan Komputer dan Pemeliharaannya |   iii
    Harapan kami buku ini, dapat memberikan
sumbangan atau masukan bagi para pembacanya
untuk menambah keterampilan yang dimiliki. Atas
semua masukan dan saran untuk pengembangan
buku ini di kemudian hari kami ucapkan terima kasih.



                                              Penyusun




iv | Perakitan Komputer dan Pemeliharaannya
                                      DAFTAR ISI


Daftar Isi ........................................................     iii
Kata Pengantar ...............................................          v


I     PERAKITAN KOMPUTER
      A.     Komponen Komputer dan
             Fungsinya .........................................        2
      B.     Bahan dan Alat untuk Merakit
             Komputer .........................................         8
      C.     Cara Perakitan Komputer ................... 10


II    PEMELIHARAAN KOMPUTER
      A.     Pengenalan Gangguan ....................... 30
      B.     Aplikasi untuk Mengatasi Gangguan .... 36
      C.     Mengatasi Gangguan Fisik ................. 55

DAFTAR PUSTAKA ........................................... 58




                             Perakitan Komputer dan Pemeliharaannya |    v
vi | Perakitan Komputer dan Pemeliharaannya
                      I PERAKITAN
                        KOMPUTER

     Merakit komputer merupakan hal yang menarik
bagi yang menggemari teknologi komputer. Sebelum
melakukan perakitan, alangkah baiknya kita
mengetahui beberapa komponen komputer beserta
fungsi-fungsinya. Dengan demikian akan lebih
memahami komponen komputer yang akan dirakit.


                   Perakitan Komputer dan Pemeliharaannya   |   1
A. Komponen Komputer dan Fungsinya
     Komputer terdiri atas beberapa komponen,
antara lain sebagai berikut.


1.      Motherboard/mainboard
    Fungsi motherboard atau mainboard pada
komputer adalah sebagai tempat induk dari
komponen-komponen pendukung komputer, di mana
semua komponen komputer akan terhubung langsung
dengan motherboard tersebut.




        Gambar 1.1 Motherboard atau mainboard




2    | Perakitan Komputer dan Pemeliharaannya
2.   Prosesor
    Prosesor adalah otak
utama     dari     komputer.
Kecepatan proses kerja pada
sebuah komputer sangat
dipengaruhi oleh kecepatan
prosesor tersebut.
                                 Gambar 1.2 Prosesor




3.   Random Acces Memory (RAM)
     RAM bermacam-macam
tipe, ada EDORAM, SDRAM,
dan DDRAM. Komponen ini
berfungsi untuk penyimpanan
memory.        RAM     juga
berpengaruh terhadap proses
kerja komputer.



                                        Gambar 1.3
                                          RAM



                   Perakitan Komputer dan Pemeliharaannya   |   3
4.      Harddisk
     Harddisk merupakan tempat penyimpanan data
atau file sistem (software) yang mendukung terhadap
kerja komputer.




                       Gambar 1.4 Harddisk


5.      VGA
     VGA berfungsi untuk menampilkan gambar dari
CPU ke monitor. VGA ini sangat mempengaruhi
terhadap tampilan pada layar monitor komputer.
Semakin tinggi kekuatan VGA semakin bagus
tampilan pada layar monitor.


4    | Perakitan Komputer dan Pemeliharaannya
    Sekarang ini VGA banyak yang satu paket
dengan mainboard. Perlu diketahui untuk VGA yang
onboard, maka kekuatan VGA sharing dengan RAM.
Misalnya kalau kita memiliki RAM 128 dan VGA
sharing sebesar 32 MB, maka RAM yang punya
sekarang hanya 96 MB.




             Gambar 1.5 Kartu VGA


6.   Sound
     Fungsi sound pada komputer adalah sebagai
keluaran suara, sound juga terdiri dari sound yang
outboard dan onboard, tetapi untuk sound tidak ada
sharing dengan RAM.




                    Perakitan Komputer dan Pemeliharaannya   |   5
7.      Floppy disk
     Floppy disk berfungsi untuk memasukkan/
memindahkan data dari disket ke komputer. Floppy
disk yang beredar di pasaran saat ini berupa 3,5 inci.
Floppy disk merupakan alat untuk input dan output
pada komputer.




                     Gambar 1.6 Floppy disk


8.      CD ROM
    CD/DVD ROM berfungsi untuk memasukkan/
memindahkan data dari CD/DVD ke komputer. CD/
DVD ROM merupakan alat untuk input dan output
pada komputer.




                      Gambar 1.7 DVD ROM


6    | Perakitan Komputer dan Pemeliharaannya
9.   Casing dengan power supply
     Casing berfungsi sebagai dudukan/tempat dari
seluruh komponen komputer. Sedangkan power
supply berfungsi untuk menyalurkan aliran listrik ke
mainboard dan komponen komputer yang lain.




 Gambar 1.8 Casing tower dengan power supply


10. Kabel data
   Untuk menyalurkan data-data baik dari CD/DVD
ROM, floppy disk ke harddisk atau sebaliknya.




            Gambar 1.9 Kabel data IDE



                    Perakitan Komputer dan Pemeliharaannya   |   7
B. Bahan dan Alat untuk Merakit Komputer
    Untuk merakit komputer diperlukan bahan-bahan
berupaka komponen komputer dan alat-alat untuk
merakitnya.
   Bahan-bahan yang disediakan untuk merakit
komputer sebagai berikut.
1.     Motherboard/mainboard
2.     Prosesor
3.     RAM
4.     Harddisk
5.     Floppy disk
6.     CD/DVD ROM
7.     Casing dengan power supply
8.     VGA card (apabila tidak onboard)
9.     Sound card (apabila tidak onboard)
10. Kabel data
11. Monitor komputer
12. Keyboard
13. Mouse
14. Kabel power




8   | Perakitan Komputer dan Pemeliharaannya
     Gambar 1.10 Monitor, mouse, dan keyboard
                   komputer


   Alat-alat yang diperlukan dalam merakit
komputer sebagai berikut.
1.   Obeng terdiri dari obeng plus (+) dan minus (-).
2.   Tang.
3.   Multimeter.
4.   Pinset (untuk mencabut jumper).




                     Perakitan Komputer dan Pemeliharaannya   |   9
C. Cara Perakitan Komputer
   Sebelum merakit sebuah komputer harus
memperhatikan beberapa hal berikut ini.
1.     Pada saat merakit, tangan jangan sampai
       berkeringat, karena akan menyebabkan
       terjadinya hubungan pendek dan akan
       mengakibatkan rusaknya hasil rakitan komputer.
2.     Jangan sampai memegang atau menyentuh kaki
       pin prosessor karena bisa menyebabkan
       rusaknya komponen tersebut.
3.     Apabila akan memasang komponen, jangan
       pada posisi power supply sedang menyala.
       Dikhawatirkan akan merusak komponen tersebut
       dan rusaknya rakitan yang telah disusun.


       Langkah-langkah Perakitan
1.     Simpan dan letakkan motherboard di atas casing
       (casing harus kompatibel dengan motherboard).




10   | Perakitan Komputer dan Pemeliharaannya
           Gambar 1.11 Motherboard


     Motherboard harus disimpan pada tempat yang
     rata. Dikhawatirkan apabila menyimpan pada
     tempat yang bergelombang/tidak rata akan
     menyebabkan kerusakan pada komponen yang
     akan dipasang pada motherboard atau juga
     dapat merusak komponen pada motherboard itu
     sendiri.
2.   Pasang prosessor pada motherboard/
     mainboard. Untuk mempermudah dalam
     pemasangan prosessor sebaiknya memasang
     prosessor pada saat motherboard masih berada
     di luar casing. Cara memasang prosesor di
     motherboard sebagai berikut.


                  Perakitan Komputer dan Pemeliharaannya |   11
       a.    Terlebih dahulu memasang pengait
             prosessor pada motherboard sebelum
             memasang prosessor. Perhatikan gambar
             di bawah ini.




 Gambar 1.12 Pemasangan pengait dan lubang
     prosesor pada pada motherboard


       b.    Kemudian pasang baut untuk mengunci
             pengait prosesor di atas. Untuk lebih
             jelasnya perhatikan gambar 1.13.




12   | Perakitan Komputer dan Pemeliharaannya
Gambar 1.13 Pemasangan baut pengait untuk
                prosesor


       Pemasangan baut berfungsi supaya pengait
       prosesor itu tidak mudah goyang sehingga
       posisi prosesor aman.


  c.   Pasang prosesor pada slot yang telah
       dipasang pengait prosesor. Dalam
       pemasangannya harus hati-hati dan posisi
       kaki prosesor harus sesuai dengan slot,
       jangan sampai terbalik.




                Perakitan Komputer dan Pemeliharaannya |   13
     Gambar 1.14 Pemasangan prosesor pada slot


3.     Pasang RAM pada tempat yang telah disediakan.
       Tipe RAM harus sesuai dengan slot yang ada di
       motherboard apakah itu tipe EDORAM, SDRAM,
       atau DDRAM. Biasanya untuk komputer yang
       sudah lama (Pentium 1√133 Mhz biasanya masih
       menggunakan jenis EDORAM, Pentium 233√
       Pentium 3 menggunakan jenis SDRAM, dan
       untuk komputer Pentium 4 sudah menggunakan
       DDRAM). Ada juga motherboard yang
       menyediakan dua jenis slot untuk pemasangan
       dua jenis RAM, yaitu jenis SDRAM dan DDRAM.




14   | Perakitan Komputer dan Pemeliharaannya
Gambar 1.15 Pemasangan RAM pada slot


     Dalam pemasangan RAM harus mengikuti
aturan sebagai berikut.
•   Aturan praktis, yaitu aturan yang
    menjelaskan bagaimana tata cara
    memasangkan RAM ke tempatnya.
    kesalahan dalam pemasangan RAM ini akan
    mengakibatkan      kerusakan      pada
    motherboard atau pada RAM.
•   Aturan teknis, yaitu aturan yang
    menjelaskan susunan tata letak RAM dalam
    hubungannya dengan pendeteksian
    terhadap keberadaan dan kapasitas RAM.
Pada setiap motherboard, slot RAM pasti
dilengkapi dengan pengunci, jadi kita dapat
mengunci RAM tersebut jika sudah terpasang
baik dengan motherboard.


             Perakitan Komputer dan Pemeliharaannya |   15
       Cara pemasangan RAM yaitu posisi RAM harus
       sudah sesuai dengan posisi slot, jangan sampai
       terbalik. Kemudian masukkan RAM tersebut ke
       dalam slot mulai dari ujung kanan RAM kemudian
       diikuti dengan ujung kiri RAM. Setelah RAM
       terpasang dengan baik mulailah mengunci RAM
       tersebut dengan cara menekan slot pengunci
       RAM yang berada di setiap ujung slot. Perhatikan
       gambar posisi pemasangan memori di bawah ini
       .




         Gambar 1.16 Pengunci RAM pada slot


4.     Setelah prosesor dan RAM terpasang dengan
       baik di motherboard, mulailah kita melangkah ke
       tahap berikutnya, yaitu menyiapkan casing.




           Gambar 1.17 Bagian dalam casing



16   | Perakitan Komputer dan Pemeliharaannya
5.   Pasang floppy disk pada casing. Pemasangan
     posisi floppy disk harus sesuai dengan casing,
     jangan sampai membuat dudukan baru untuk
     pemasangan tersebut.




Gambar 1.18 Pemasangan floppy disk pada casing


     Cara pemasangan floppy disk adalah masukkan
     floppy disk dari belakang atau dari dalam casing,
     jangan dari luar. Pegang ujung belakang floppy
     disk kemudian masukkan ke dalam casing dari
     dalam. Posisi flopy harus sesuai dengan


                    Perakitan Komputer dan Pemeliharaannya |   17
       keadaan/dudukan tempat yang disediakan pada
       casing supaya dalam input dan output disket
       dapat berjalan dengan baik. Sesuaikan dengan
       bagian depan luar casing sehingga kedudukan
       floppy disk pas.
       Setelah posisi floppy sesuai dengan casing,
       perkuat dengan baut supaya tidak longgar atau
       tidak lepas. Baut dipasang sisi samping floppy
       disk.




 Gambar 1.19 Pemasangan baut pada floppy disk


6.     Selanjutnya memasangkan harddisk ke casing.
       Posisi harddisk yang baik berada di bawah floppy
       disk. Cara memasangnya masukkan dari dalam
       casing atau dari belakang harddisk. Setelah
       pemasangan benar, pasang baut penguat pada



18   | Perakitan Komputer dan Pemeliharaannya
     harddisk tersebut supaya posisi harddisk aman,
     tidak mudah goyah, atau longgar.




 Gambar 1.19 Pemasangan harddisk pada casing


7.   Mulai pemasang baut/sekrup kecil pada casing.
     Baut/sekrup tersebut berfungsi supaya posisi
     motherboard tidak mudah goyah atau longgar.
     Usahakan antara casing dengan motherboard
     jangan sampai bersentuhan (menempel), karena



                   Perakitan Komputer dan Pemeliharaannya |   19
       dikhawatirkan akan menyebabkan korslet atau
       arus pendek. Baut juga berfungsi sebagai
       penahan supaya motherboard tidak bersentuhan
       langsung dengan casing. Penggunaan baut atau
       skrup dari plastik akan lebih baik.




     Gambar 1.21 Pemasangan baut plastik untuk
              menahan motherboard


8.     Masukkan motherboard pada casing dengan
       perlahan. Pada saat pemasangan motherboard
       ke casing usahakan jangan terlalu banyak
       gesekan antara motherboard dengan casing. Hal
       tersebut akan menyebabkan kerusakan pada
       motherboard. Jika susah dalam pemasangan
       motherboard, dapat membuka bagian casing



20   | Perakitan Komputer dan Pemeliharaannya
      yang menghalangi pemasangan motherboard,
      sehingga lebih leluasa untuk memasangnya.




     Gambar 1.22 Memasang motherboard pada
                    casing


      Perlu diingat posisi motherboard harus sesuai
      dengan posisi/lubang untuk output dan input
      seperti mouse, keyboard, printer, VGA, dan
      sound. Supaya dalam pemasangan komponen-
      komponen tersebut tidak mengalami kesulitan.
9.    Setelah posisi motherboard sesuai dengan
      casing, mulai pasang baut pada titik-titik
      motherboard dengan cara perlahan-lahan.


                   Perakitan Komputer dan Pemeliharaannya |   21
     Gambar 1.23 Memasang baut pengencang di
                   motherboard


10. Pasang dan kencangkan seluruh baut pada
    motherboard.
11. Pasang konektor power supply pada tempatnya
    di motherboard. Ada dua jenis power supply, ada
    ATX dan ATI. Masing-masing jenis power supplly
    itu berbeda slotnya, jangan sampai terbalik.




22   | Perakitan Komputer dan Pemeliharaannya
 Gambar 1.24 Konektor power supply ATX (a) dan
                   ATI (b)


12. Pasang VGA card (jika tidak menggunakan VGA
    yang onboard). Cara memasangnya yaitu
    masukkan perlahan kaki VGA itu ke dalam slot
    yang telah disediakan dimulai dari kaki VGA
    belakang kemudian kaki VGA depan. Jangan
    sampai tertukar dengan slot yang lain. Setelah
    itu baru pasang baut supaya posisi VGA tidak
    longgar. Posisi VGA yang tidak kuat akan
    menyebabkan terganggunya tampilan dari CPU



                  Perakitan Komputer dan Pemeliharaannya |   23
       ke layar monitor, bahkan dapat menyebabkan
       tidak tampilnya gambar ke layar monitor.

     a                                          b




                                                Slot AGP
                       c




Gambar 1.24 Pemasangan VGA card (a) pada slot
   AGP (b) hingga duduk dengan benar (c)



24   | Perakitan Komputer dan Pemeliharaannya
13. Pasang kabel serial port pada port yang tersedia
    di motherboard. Jika menggunakan motherboard
    dengan koneksi printer sudah on board dengan
    motherboard tidak perlu menggunakan kabel
    serial port.

        a                        b




    Gambar 1.25 Pasang kabel serial port pada
     motherboard (a) tepat pada slotnya (b)

        Letakkan port serial pada bagian belakang
    motherboard.
14. Pasang kabel LPT Port (Line Printer Port) pada
    motherboard.
                                     b
            a



     Gambar 1.26 Pasang kabel LPT Port pada
       motherboard (a) pada slotnya (b)


                   Perakitan Komputer dan Pemeliharaannya |   25
       Kemudian letakkan port serial pada bagian
       belakang motherboard.




     Gambar 1.27 Pasang serial port dan LPT port di
                  belakang casing.


15. Setelah kita memasang VGA card, serial port
    dan LPT port, kemudian pasang baut pada
    penutup casing (penutup yang menutupi posisi
    komponen tersebut) supaya lebih menguatkan
    posisi komponen yang tadi telah dipasang.




Gambar 1.28 Pasang baut pengencang untuk port
               belakang casing


26   | Perakitan Komputer dan Pemeliharaannya
    16. Setelah itu pasang kabel data ke harddisk.
        Caranya dengan pasangkan terlebih dahulu kabel
        data tersebut pada harddisk, kemudian
        pasangkan ke motherboard. Untuk harddisk
        kabel data harus dipasang pada ID 0 yang
        berfungsi sebagai primary master.
        Untuk CD/DVD ROM, alangkah baiknya
        menggunakan kabel data yang lain, tidak
        menggunakan kabel yang terpasang pada
        harddisk. Cara pemasangan kabel data untuk
        CD/DVD ROM, kabel data yang ada di
        motherboard terpasang pada ID 1 atau
        secondary master.
        Pemasangan untuk floppy disk sama, terlebih
        dahulu pasang kabel data pada floppy kemudian
        pasang di motherboard.

a             b                   c                       d




    Gambar 1.29 Pemasangan kabel data IDE primary
    (a, b) ke harddisk ke motherboard dan secondary
                   (c, d) ke floppy disk



                      Perakitan Komputer dan Pemeliharaannya |   27
17. Setelah kabel data terpasang, kemudian pasang
    kabel power untuk masing-masing komponen
    (harddisk, floppy disk, CD/DVD ROM).




      Gambar 1.30 Pemasangan kabel power ke
                    harddisk


18. Pasang kabel swicth, speaker, harddisk LED dan
    power LED pada motherboard. Apabila menemui
    kesulitan, lihat petunjuk pemasangannya pada
    buku     panduan       skema     pemasangan
    motherboard.




 Gambar 1.31 Pemasangan kabel power dan LED


28   | Perakitan Komputer dan Pemeliharaannya
19. Setelah semua terpasang, tutup casing tersebut
    dengan menggunakan baut supaya lebih kokoh/
    tidak longgar.
20. Mulai pasang semua komponen komputer, mulai
    dari monitor, mouse, keyboard, kabel power dan
    yang lainnya sesuai portnya di bagian belakang
    casing.




                  Perakitan Komputer dan Pemeliharaannya |   29
                   II PEMELIHARAAN
                         KOMPUTER

A. Pengenalan Gangguan
    Perawatan komputer dimaksudkan supaya
komputer dapat berjalan sebagaimana yang
diharapkan. Ada beberapa hal yang membuat
komputer bermasalah, sebagai berikut.




30   | Perakitan Komputer dan Pemeliharaannya
1.   Gangguan Disebabkan dari Luar
     Gangguan dari luar dapat terjadi karena hal-hal
berikut ini.
•    adanya virus komputer;
•    adanya orang lain yang mengacak-ngacak
     komputer.


     Virus adalah suatu program komputer yang
menjalar dari suatu sistem ke sistem lain dan fungsi
sistem tersebut. Virus komputer terdiri atas berbagai
macam, antara lain sebagai berikut.
•    Worm
    Worm adalah suatu program yang biasa
≈bersembunyiΔ di dalam memori dan dapat
memperbanyak dirinya sendiri sampai sistem menjadi
rusak.
•   Trojan horse
     Trojan horse adalah virus yang merupakan
bagian dari kode tersembunyi dalam program sah,
biasanya digunakan untuk mencegah penduplikasian
program secara ilegal.




                   Perakitan Komputer dan Pemeliharaannya |   31
•   Time bomb/logic bomb
    Time bomb/logic bomb adalah virus yang
berupa seperangkat instruksi pada suatu keadaan
yang telah ditentukan misalnya pada tanggal tertentu.

    Berdasarkan cara penularan virus-virs komputer
dapat dikelompokkan sebagai berikut.
•      Virus yang memanfaatkan boot record sebagai
       gerbang untuk menyusup ke memori komputer.
       Contohnya, virus Denzuko, Hackers, (c) Brain.
•      Virus file adalah virus yang menempel pada file
       berekstensi COM ataupun EXE. Contohnya, virus
       Rontok, Israel, Friday 13th, Datcrime.

     Kehadiran suatu virus dalam komputer dapat
ditunjukkan jika ada gejala-gejala sebagai berikut.
•      Timbul grafik tak dikenal atau pesan-pesan aneh.
•      Program melakukan load lebih lama, tidak
       seperti biasanya.
•      Akses ke disk berlebihan walaupun untuk hal-hal
       sederhana.
•      Pesan-pesan kesalahan yang tidak umum sering
       terjadi.
•      Kehilangan memori yang melebihi biasanya.


32   | Perakitan Komputer dan Pemeliharaannya
•   File/program menghilang secara misterius.
•   Data file berubah tanpa sebab.
•   Berubahnya volume disk.


     Untuk gangguan virus yang menyebar melalui
boot record dapat dicegah atau dibersihkan dengan
menggunakan perangkat lunak untuk membasmi
virus. Pembasmi atau anti virus dapat memiliki
kemampuan sebagai berikut.
•   Kemampuan untuk mendeteksi virus
•   Kemampuan untuk menghapus virus
•   Kemampuan untuk menyelamatkan data yang
    terkena virus


     Virus komputer pada saat ini sudah sangat
beragam jenis dan kemampuan. Virus-virus yang
tersebar sangat beragam dilihat dari tujuan
pembuatannya. Beberapa motivasi sehingga
seseorang membuat suatu virus adalah sebagai
berikut.
•   Menjaga perangkat lunak dari pembajakan. Virus
    ini biasanya dibuat dari perangkat lunak tersebut.




                   Perakitan Komputer dan Pemeliharaannya |   33
•      Menghancurkan data atau komputer. Virus
       seperti ini kalau dilihat dari tujuannya juga sudah
       tidak benar atau bertujuan menghancurkan data
       atau komputer orang lain atau dengan sengaja
       menghancurkan jaringan orang lain. Orang-orang
       atau instansi yang sengaja membuat virus
       seperti ini seharusnya mendapatkan hukuman
       pidana.
•      Iseng, mencari popularitas, dan rasa ingin tahu.
       Motivasi ini muncul karena keinginan sendiri
       untuk mencoba kemampuan sendiri.


    Alasan-alasan di atas yang termasuk agak
berbahaya dari segi motivasi adalah alasan ingin tahu
atau iseng. Jika hanya untuk mencari popularitas
biasanya hanya berupa tampilan untuk
memperkenalkan diri sendiri.
     Virus menyebar dengan berbagai macam cara,
yaitu:
•    penduplikatan data yang terkena virus ke tempat
     lain
•      menjalankan program yang terkena virus, atau;
•      mengaktifkan virus tersebut.



34   | Perakitan Komputer dan Pemeliharaannya
     Media yang sering digunakan dan rentan
terhadap penyebaran virus adalah:
•    disket;
•    jaringan komputer;
•    USB flash disk.


2.   Gangguan Akibat Pemakaian Komputer
   Gangguan pada komputer karena pemakaian
komputer, antara lain disebabkan karena berikut ini.
•  Seringnya melakukan penyimpanan dan
   penghapusan data.
•    Seringnya melakukan penyimpanan dan
     penghapusan data akan menyebabkan
     banyaknya bolongnya ruang data di tengah-
     tengah hard drive.
•    Tempat penyimpanan data (hard drive) sudah
     hampir mendekati penuh.
•    Sering terjadinya penyimpanan proses ke hard
     drive yang dilakukan oleh Operating System.
•    Terputusnya aliran listrik ketika data sedang
     dimodifikasi.




                   Perakitan Komputer dan Pemeliharaannya |   35
3.     Gangguan karena Kecerobohan Pengguna
     Gangguan karena kecerobohan pengguna lebih
disebabkan karena ketidaktahuan pengguna komputer
mengenai beberapa hal. Kecerobohan ini dapat terjadi
seperti mematikan komputer atau suatu program
dengan cara yang tidak mengikuti aturan, mengubah
setting pada komputer tanpa mengetahui kegunaan
program, .


B. Aplikasi untuk Mengatasi Gangguan
     Berikutnya akan dibahas beberapa perangkat
lunak untuk menangani gangguan-gangguan pada
komputer. Perangkat lunak yang akan dibahas adalah
perangkat lunak yang disediakan oleh Windows
sebagai sarana pemeliharaan komputer perangkat
lunak itu, adalah:
•      Disk Cleanup;
•      Scan Disk;
•      Disk Defragmenter;
•      Schedule Task.




36   | Perakitan Komputer dan Pemeliharaannya
     Aplikasi Schedule Task bukan merupakan aplikasi
untuk memelihara komputer, tapi dengan aplikasi ini,
semua utiliti dapat diprogramkan untuk berjalan
secara periodik.
     Program antivirus merupakan program yang
tidak ada dalam standar Windows, melainkan
merupakan aplikasi komersial yang dibuat oleh
berbagai perusahaan dengan kelebihan masing-
masing. Aplikasi ini sangat penting tetapi karena
jenisnya yang beragam dengan karakteristik yang
berbeda pula sehingga pembahasan tentang
perawatan komputer dibatasi oleh aplikasi-aplikasi
diatas.


1.   Disk Cleanup
a.   Manfaat Disk Cleanup
     Disk Cleanup merupakan salah satu program
atau perangkat lunak yang disediakan oleh Windows
untuk menangani masalah pemborosan ruang data
pada hard drive. Pemborosan hard drive dapat terjadi
karena beberapa hal, yaitu:
•    penggunaan Internet;
•    penghapusan data yang tersimpan di Recycle
     Bin;

                    Perakitan Komputer dan Pemeliharaannya |   37
•      file-file penampung yang telah dibuat oleh
       Windows;
•      file-file yang dibuat Windows untuk menjaga
       keadaan komputer.


     Disk Cleanup merupakan program penting
karena jika file yang sudah tidak dipakai tersebut tidak
dibuang akan mengakibatkan berikut ini.
1) Komputer akan berjalan abnormal atau proses
     yang dilakukan akan terhenti karena jika
     diperlukan file penampung untuk suatu proses
     seperti pengkopian data atau gambar dari satu
     aplikasi ke aplikasi yang lain. Sebagai contoh
     pengkopian sebuah gambar dari aplikasi paint
     ke aplikasi word akan memerlukan file
     penampung. Dalam kesempatan tersebut
     memory komputer telah penuh apabila kapasitas
     hard drive kurang dari file penampung. Hal ini
     menyebabkan sistem Windows menjadi sibuk dan
     mengalami jalan buntu yang akhirnya komputer
     tersebut sudah tidak dapat diberi perintah yang
     lain.
2) Kerusakan pada hard drive merupakan lanjutan
     dari akibat kasus diatas. Apabila kasus di atas


38   | Perakitan Komputer dan Pemeliharaannya
     tidak dapat ditangani dengan cara biasa, yaitu
     dengan mengakhiri perintah tersebut yang
     menggunakan cara tekan Ctrl + Alt + Del satu
     kali sehingga akan muncul kotak dialog Task
     Manager sebagai berikut.




      Gambar 2.1 Kotak dialog Task Manager


3)   Pada kotak dialog di atas diperhatikan proses
     atau aplikasi apa saja yang sedang berjalan.
     Tombol End Task berfungsi untuk mengakhiri


                   Perakitan Komputer dan Pemeliharaannya |   39
       atau menutup proses atau program. Perlu
       diperhatikan bahwa proses atau program yang
       akan ditutup harus proses yang bertuliskan Not
       Responsed karena biasanya proses yang
       terdapat tanda seperti inilah yang menghambat
       proses yang lain serta menutup memblok proses
       lain untuk dieksekusi. Tombol Shut Down
       berfungsi untuk mematikan komputer.


b.     Menjalankan program Disk Cleanup
     Untuk menjalankan aplikasi Disk Cleanu ikuti
langkah-langkah berikut.
1)     Untuk memulai program Disk Cleanup klik Start,
       pada Menu pilih Program → Accessories →
       System Tools → Disk Cleanup
                              Cleanup.
2)     Disk Cleanup aktif dan pertama kali ditanyakan
       adalah melakukan pemilihan drive mana yang
       akan dilakukan pembersihan. Lakukanlah
       pemilihan drive yang akan dibersihkan kemudian
       setelah itu tekan tombol OK untuk melanjutkan
       proses pembersihan atau tekan tombol Exit
       untuk keluar dari program tersebut.




40   | Perakitan Komputer dan Pemeliharaannya
Gambar 2.2 Kotak dialog pemilihan drive pada Disk
                   Cleanup


3)   Setelah memilih drive yang akan dibersihkan
     selanjutnya Windows akan melakukan proses
     inisialisasi. Setelah proses ini akan ditampilkan
     pilihan-pilhan file yang akan dihapus, seperti
     tampak pada gambar berikut ini.




                    Perakitan Komputer dan Pemeliharaannya |   41
Gambar 2.3 Pemilihan file yang hendak dibersihkan
              oleh Disk Cleanup


4)     View Files dimaksudkan untuk melihat file-file apa
       saja yang akan dihapus. Pada gambar di atas
       nampak tab page More Options, yang berisikan
       tombol-tombol untuk berikut ini.
       • Penghapusan komponen Windows yang
            tidak dipakai. Komponen ini biasanya dipilih
            atau ditambahkan ketika melakukan


42   | Perakitan Komputer dan Pemeliharaannya
             instalasi atau penambahan komponen yang
             dilakukan pada Control Panel → Add/
                       Program.
             Remove Program
     • Penghapusan program yang dianggap tidak
             berguna lagi.
     • Pengurangan ruang hard drive yang
             digunakan untuk System Restores.
5)   Tekan tombol OK untuk melakukan pembersihan
     file-file yang tidak berguna tersebut atau tekan
     Cancel untuk mengakhiri program tanpa
     melakukan proses penghapusan.


2.   Scandisk
a.   Manfaat Scandisk
     Program Scandisk merupakan program
merupakan atau aplikasi standar yang ada pada
Windows. Aplikasi ini bertujuan untuk mengecek hard
drive dari:
•    kerusakan hard drive (sektor hard drive yang
     rusak);
•    mengecek semua file dan direktori yang ada.




                   Perakitan Komputer dan Pemeliharaannya |   43
    Aplikasi ini akan otomatis dijalankan oleh
Windows apabila proses mematikan komputer pada
penggunaan komputer sebelumnya tidak benar.


b.     Menjalankan program Scandisk
     Untuk menjalankan aplikasi Scandisk ikuti
langkah-langkah berikut ini.
1) Klik tab Start dan pada menu pilih Program →
     Accessories → System Tools → Scandisk
                                    Scandisk.
     Akan muncul kotak dialog pada monitor seperti
     gambar di bawah ini.




 Gambar 2.4 Kotak dialog untuk lakukan Scandisk



44   | Perakitan Komputer dan Pemeliharaannya
2)   Pertama kali yang dilakukan adalah memilih drive
     yang akan diperiksa, kemudian setelah itu
     memilih jenis test yang akan dilakukan terhadap
     drive tersebut. Terdapat dua pilihan test, sebagai
     berikut.
     •    Test Standard, tes ini hanya akan menguji
          kerusakan yang terjadi pada direktori atau
          folder beserta file yang terdapat pada drive
          tersebut.
     •    Test Thorough, merupakan test permukaan
          fisik dari drive yang akan diuji. Test seperti
          akan berjalan lebih lama karena setiap
          cluster dari drive akan diuji apakah terdapat
          kerusakan di dalam fisik drive tersebut,
          apabila terdapat kerusakan dan didalamnya
          terdapat data maka windows akan berusaha
          memindahkan data tersebut ke tempat
          yang tidak rusak.


     Supaya Windows melakukan perbaikan secara
     otomatis ketika berjalannya pengecekan drive
     maka berilah tanda check list pada check box
     Automatically fix errors.




                    Perakitan Komputer dan Pemeliharaannya |   45
3)     Untuk menampilkan rangkuman dari proses
       scandisk ini maka pilihlah berikut ini.
       •     Always pada Display Summary, yang akan
             memunculkan kesimpulan pada akhir
             proses pengecekan drive
       •     Only if error found, yang akan memunculkan
             kesimpulan hanya jika terdapat kerusakan
             pada drive yang diuji.




46   | Perakitan Komputer dan Pemeliharaannya
       Sedangkan untuk menyembunyikan rangkuman
       hasil test maka pilihlah Never pada Display
       Summary.
4)     Untuk menyimpan hasil kesimpulan hasil Scan-
       disk maka lakukan berikut ini:
       • Replace Log, yang akan menghapus semua
            file scandisk.log dan menggantinya dengan
            isi dari hasil yang baru ini.
       •     Append to Log, yang akan menambahkan
             proses yang baru ini ke akhir dari file
             scandisk.log.
       Sedangkan untuk mengabaikan penyimpanan,
       pilihlah No Log.
5)     Apabila memilih Thorough Test akan terdapat
       sebuah pilihan detail dari test yang akan diujikan,
       sebagaimana diperlihatkan pada gambar berikut
       ini.




     Gambar 2.6 Kotak dialog Surface Scan Options


                      Perakitan Komputer dan Pemeliharaannya |   47
3.     Disk Defragmenter
a.     Manfaat Disk Defragmenter
     Disk Defragmenter merupakan utiliti yang
disediakan oleh Windows untuk menjaga kecepatan
akses pembacaan data dari suatu drive.
     Sebagai akibat dari penggunaan komputer akan
ada sesuatu yang ditulis ke dalam suatu drive,
dihapus dari suatu drive, atau ada yang dimodifikasi.
Hal ini akan menyebabkan penyimpanan data di hard
drive menjadi tidak teratur.
     Sebagai contoh diambil suatu kejadian yang
sering dilakukan terhadap data di komputer, sebagai
berikut.
1)     Ditulis suatu dokumen A.doc ke dalam hard
       drive, maka di dalam hard drive secara logika
       akan berbentuk sebagai berikut.
              A.Doc

2)     Kemudian terjadi penulisan B.txt ke dalam hard
       drive.
         A.Doc        .       B.txt       .




48   | Perakitan Komputer dan Pemeliharaannya
3)   Kemudian isi A.doc isinya ditambah.

         A.Doc   .      B.txt        .       A.doc              .


     •     Kemudian B.txt isinya dikurangi.

         A.Doc   .      B.txt .              A.doc              .


     Dari contoh di atas dapat dilihat bahwa dengan
adanya proses-proses yang sering dilakukan untuk
memodifikasi data di hard drive akan menyebabkan
sedikit penambahan proses dalam pembacaan
maupun penulisan dari dan ke hard drive. Jika akan
membaca A.doc, komputer akan membaca A.doc
yang pertama kemudian akan menuju A.doc
berikutnya. Dapat dibayangkan apabila telah terjadi
ratusan kali modifikasi terhadap suatu data, maka
akan terjadi ratusan kali proses pembacaan untuk
mengambil data tersebut.
     Aplikasi atau program Disk Defragmenter
berfungsi untuk menyusun kembali isi dari hard drive
sehingga pembacaan atau pengambilan suatu data
hanya dilakukan dengan sekali proses. Hal ini dapat
mempercepat proses pembacaan.


                     Perakitan Komputer dan Pemeliharaannya |   49
     Selain untuk mempercepat proses pembacaan,
penyusunan kembali isi hard drive dimaksudkan
supaya suatu saat jika komputer mati tanpa melalui
proses Shut Down akan menyebabkan suatu dokumen
kehilangan jejak isi dokumen selanjutnya karena isi
dari penunjuknya telah berubah isinya yang dinamakan
dengan istilah lost cluster.

b.     Menjalankan program Disk Defragmenter
     Untuk menjalankan Disk Defragmenter, ikuti
langkah-langkah berikut ini.
                                 Start,
1) Untuk mengktifkan, tekan tab Start pada Menu
     pilih Program → Accesories → System Tools
     → Disk Defragmenter
              Defragmenter.
2) Akan muncul kotak dialog Select Drive sebelum
     melakukan proses defragmentasi seperti terlihat
     pada gambar di bawah ini, harus dipilih drive
     mana yang akan dilakukan defragmentasi.




50   | Perakitan Komputer dan Pemeliharaannya
        Gambar 2.7 Kotak dialog Select Drive


3)   Setting Disk Defragmenter dapat dilakukan
     dengan menekan Tombol Settings, sehingga
     akan tampil kotak dialog sebagai berikut.




     Gambar 2.8 Kotak dialog Disk Defragmenter
                     Settings


                   Perakitan Komputer dan Pemeliharaannya |   51
       Setting seperti digambarkan di atas sudah yang
       terbaik, dengan hasil berikut ini.
       •     Mengubah posisi program file sehingga
             dapat dijalankan dengan lebih cepat.
       •     Mengecek drive dari adanya error atau
             kerusakan.


4)     Ketika proses defragmentasi berjalan, proses ini
       dapat dilihat secara detail maupun dengan hanya
       melihat persentasenya. Di bawah ini merupakan
       tampilan untuk melihat proses secara global atau
       hanya melihat persentase.




           Gambar 2.9 Kotak dialog persentase
                    defragmentasi



52   | Perakitan Komputer dan Pemeliharaannya
Untuk melihat detail proses defragmentasi tekan
           Details,
tab Show Details sehingga akan nampak
tampilan seperti di bawah ini.




Gambar 2.10 Proses deframentasi lengkap


Pada tampilan seperti di atas dapat dilihat detail
dari proses defragmentasi seperti proses
membaca, menulis atau sedang proses
optimasi. Setiap keadaan data atau block data
yang biasanya dilambangkan sebagai satu
cluster. Proses defragmentasi ini akan kembali
ke posisi awal (0%) setiap kali ada perubahan


               Perakitan Komputer dan Pemeliharaannya |   53
       terhadap isi hard drive yang sedang
       didefragmentasi. Untuk mencegah hal ini
       dianjurkan semua program dimatikan, kecuali
       program Disk Defragmenter ini.
       Untuk berpindah ke tampilan penggambaran
       proses secara global maka tekanlah tombol Hide
       Detail.
       Detail
       Untuk mengetahui cluster yang sedang
       mengalami proses deframentasi digunakan
       simbol warna. Tampilan setiap warna akan
       memperlihatkan       detail    dari   proses
       defragmentasi. Keterangan setiap warna pada
       proses defragmentasi dapat dilihat pada tab
       Legend.
       Legend




     Gambar 2.11 Tampilan pada Defrag Legend


54   | Perakitan Komputer dan Pemeliharaannya
5)   Berakhir proses ini ditandai dengan munculnya
     kotak dialog yang akan mempertanyakan apakah
     akan melakukan proses untuk hard drive yang
     lainnya atau keluar.


    Apabila akan keluar program ini di tengah proses
akan muncul dialog box seperti berikut ini.




 Gambar 2.12 Mengakhiri deframentasi di tengah
                  proses


C. Mengatasi Gangguan Fisik
    Pemeliharaan komputer tidak hanya menyangkut
program dan hardware dapa komputer. Pemeliharaan
komputer menyangkut perawatan fisik komputer.

                   Perakitan Komputer dan Pemeliharaannya |   55
Untuk merawat fisik komputer lakukan langkah-
langkah berikut ini.
1.     Pasang penutup pada CPU dan monitor setelah
       selesai digunakan. Penutup dari plastik mudah
       diperoleh di toko komputer. Jika sedang
       digunakan jangan pasang penutup apapun.
       Penutup ini akan melindungi CPU dan monitor
       dari debu.
2.     Bersihkan dari debu setiap dua atau tiga bulan
       sekali dengan menggunakan kuas kecil atau
       penghisap debu mini. Lakukan secara berkala.
       Caranya sebagai berikut.
       a.    Lepaskan CPU dari sumber listrik, monitor,
             printer, scanner, dan sebagainya.
       b.    Jauhkan CPU dari monitor, dapat di luar
             ruangan dengan cahaya yang terang.
       c.    Buka tutup casing sehingga dapat dilihat
             bagian dalam casing.
       d.    Gunakan kuas atau penghisap debu mini
             untuk membersihkan semua debu yang
             menempel pada komponen komputer,
             terutama pada casing fan dan pendingin
             prosesor. Bagian luar juga harus
             dibersihkan dari debu.


56   | Perakitan Komputer dan Pemeliharaannya
     e.   Setelah semua debu dibersihkan, cek ulang
          pemasangan kabel yang ada di dalam
          casing. Jangan sampai ada komponen-
          komponen komputer yang longgar.
     f.   Jangan biarkan ada air yang masuk ke CPU
          saat dibersihkan.
     g.   Pasang kembali tutup casing setelah yakin
          semua pada tempatnya.
     h.   Monitor juga harus dibersihkan di bagian
          luarnya. Jangan sampai membuka sendiri
          monitor komputer jika tidak memiliki
          keahlian.
3.   Lepaskan semua kabel dari sumber listrik jika
     tidak digunakan. Jangan dibiarkan komputer
     masih terhubung dengan listrik ketika
     ditinggalkan.




                   Perakitan Komputer dan Pemeliharaannya |   57
                DAFTAR PUSTAKA
Atang Gumawang. 2007. Belajar Merakit Komputer.
       Jakarta: INFORMATIKA.
Bambang Robiin dan Rusidi. 2007. Teknik Merakit
      PC dan Overclocking. Yogyakarta: Andi
Janer Simarmata. 2006. Pengenalan Teknologi
       Komputer dan Informasi. Yogyakarta: Andi.
Melwin Syarizal Daulay. 2007. Mengenal Hardware-
       Software dan Pengelolaan Komputer.
       Yogyakarta:Andi. Ali Zaki. 2007. Cara Mudah
       Merakit PC. Jakarta: Elex Media Komputindo.
Silvester Sila Wedjo. 2003. Langkah-Langkah Merakit
           PC. Jakarta.
Deathbrain. Merakit Komputer. artikel.webgaul.com
Digital      Ebook IT Pintar .                  Jakarta:   www.
           ebookpintar.com
dedenthea.wordpres.com
IlmuKomputer.com
www.elektroindonesia.com


58   | Perakitan Komputer dan Pemeliharaannya

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags:
Stats:
views:265
posted:3/5/2012
language:Malay
pages:66