Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS

VIEWS: 1,377 PAGES: 32

									                          LAPORAN
            PENELITIAN TINDAKAN KELAS
              (Classroom Action Research)

PENERAPAN MODEL EXAMPLES NON EXAMPLES
UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR
ASPEK AKHLAK (BERPERILAKU TERPUJI) PADA
SISWA KELAS X TKJ/3

      SMK NEGERI GUDO KABUPATEN JOMBANG




                                  Oleh:
                        KELOMPOK PPL
 No                        NAMA                                    NIM




        SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH

         P r a k t e k P e n g a l a m a n L a p a n g a n (PPL)
         Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Urwatul Wutsqo 2011
         Di SMK Negeri Gudo Jombang
AL-URWATUL WUTSQO (STIT – UW)
     BULUREJO DIWEK JOMBANG
                             2011




    P r a k t e k P e n g a l a m a n L a p a n g a n (PPL)
    Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Urwatul Wutsqo 2011
    Di SMK Negeri Gudo Jombang
                                        BAB I

                                 PENDAHULUAN



A. Latar Belakang

         Pendidikan Islam adalah pembentukan kepribadian muslim. Syariat

   Islam tidak akan dihayati dan diamalkan orang kalau hanya diajarkan saja,

   tetapi harus dididik melalui proses pendidikan.

         Dari satu segi kita melihat bahwa pendidikan Islam itu lebih banyak

   ditujukan kepada perbaikan sikap mental yang akan terwujud dalam amal

   perbuatan, baik bagi keperluan diri sendiri maupun orang lain.

         Dalam GBPP Mata pelajaran Pendidikan Agama Islam Kurikulum 1999,

   tujuan dari PAI tersebut adalah agar siswa memahami, menghayati dan

   mengamalkan ajaran Islam sehingga menjadi manusia muslim yang beriman,

   bertaqwa, kepada Allah saat dan berakhlak mulia.” Rumusan tujuan PAI ini

   mengandung pengertian bahwa proses Pendidikan Agama Islam yang dilalui

   dan dialami oleh siswa di sekolah dimulai dari tahapan kognisi, yakni

   pengetahuan dan pemahaman siswa terhadap ajaran dan nilai-nilai yang

   terkandung dalam ajaran Islam, untuk selanjutnya menuju ke tahapan afeksi,

   yakni terjadinya proses internalisasi ajaran an nilai agama ke dalam diri siswa,

   dalam arti menghayati dan meyakininya. Tahapan afeksi ini terkait erat

   dengan kognisi, dalam arti penghayatan dan keyakinan siswa menjadi kokoh

   jika dilandasi oleh pengetahuan dan pemahamannya terhadap ajaran dan nilai



               P r a k t e k P e n g a l a m a n L a p a n g a n (PPL)
               Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Urwatul Wutsqo 2011
               Di SMK Negeri Gudo Jombang
agama Islam. Melalui tahapan afeksi tersebut diharapkan dapat tumbuh

motivasi dalam diri siswa dan tergerak untuk mengamalkan dan menaati

ajaran Islam (tahapan psikomotorik) yang telah dinternalisasikan dalam

dirinya. Dengan demikian akan terbentuk manusia muslim yang beriman,

bertakwa dan berakhlak mulia.

      Sejalan dengan pengertian di atas, bahwasanya Pendidikan Islam

merupakan pembentukan kepribadian muslim yang mana diharapkan semua

siswa dapat memiliki pribadi yang baik atau berakhlak mulia. Namun banyak

yang kita ketahui saat ini, perilaku siswa di sekolah-sekolah tidak banyak yang

mencerminkan perilaku terpuji tapi malah sebaliknya, banyak perilaku mereka

yang sangat memprihatinkan. Ini disebabkan karena pembelajaran materi

akhlak yang terjadi di sekolah-sekolah hanya sebatas upaya transfer of

knowledge saja. Siswa hanya sekedar dikenalkan konsep tentang akhlak

terpuji atau tercela tanpa ada upaya lebih lanjut untuk transfer of value,

misalnya       bagaimana      menumbuhkan          kesadaran       pada   siswa   untuk

mengamalkan akhlak terpuji dan menghindari akhlak tercela dalam kehidupan

sehari-hari.

      Padahal penanaman konsep akhlak dalam diri anak didik sebagai upaya

untuk mengolah ranah afektif siswa melalui proses pembelajaran PAI sangat

urgen untuk dilakukan terutama siswa SMK yang sudah memasuki usia

remaja. Tingkah laku mereka banyak yang dipengaruhi oleh tingkah laku

teman-temannya.



               P r a k t e k P e n g a l a m a n L a p a n g a n (PPL)
               Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Urwatul Wutsqo 2011
               Di SMK Negeri Gudo Jombang
      Begitu pula kenyataan yang terjadi di kalangan siswa SMK Negeri

Gudo. Banyak siswa yang kurang percaya terhadap kemampuannya sendiri.

Dalam hal ini terbukti ketika pelaksanaan ujian ataupun ulangan harian

banyak siswa yang mencontek, yang mana hal tersebut belum bisa

mencerminkan husnudzon terhadap diri sendiri. Begitu juga banyak dijumpai

siswa yang sering menggosip tentang kejelekan temannya. Perilaku tersebut

tidak mencerminkan husnudzon terhadap sesama.

      Disinilah peranan Pendidikan Agama Islam sangatlah penting.

Ajarannya tentang akhlak diharapkan dapat menjadi bekal bagi siswa dalam

membentengi diri dari tingkah laku yang tidak terpuji seperti kasus di atas.

Oleh karena itu guru PAI harus memperbaiki cara mengajarnya sehingga

hanya menggunakan pendekatan kognitif yang menitikberatkan pada faktor

pengertian dan pemahaman saja, namun juga bisa menumbuhkan kesadaran

pada siswa untuk berperilaku yang terpuji serta menjauhi perilaku tercela.

      Penulis mencoba menggunakan pembelajaran yang tepat bagi siswa

untuk mengajarkan materi akhlak. Materi akhlak merupakan materi yang

menekankan pada aspek penerapan. Dengan metode ini pada materi akhlak

diharapkan terdapat transfer of value dalam proses pembelajaran, tidak sebatas

proses transfer of knowledge. Penelitian tindakan kelas ini berjudul

“Penerapan Model Examples non Examples untuk meningkatkan motivasi

belajar aspek akhlak (berperilaku terpuji) pada siswa kelas X TKJ 13 SMK

Negeri Gudo Kabupaten Jombang.



            P r a k t e k P e n g a l a m a n L a p a n g a n (PPL)
            Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Urwatul Wutsqo 2011
            Di SMK Negeri Gudo Jombang
B. Rumusan Masalah

   1. Apakah model examples non examples dapat meningkatkan motivasi

      belajar aspek akhlak pada siswa kelas X TKT/3 SMK Negeri Gudo

      Kabupaten Jombang Tahun 2011/2012.

   2. Apakah model examples non examples dapat meningkatkan hasil belajar

      siswa kelas x TKT 3 SMK Negeri Gudo Kabupaten Jombang 2011/2012?



C. Hipotesis

          Hipotesis awal penelitian yang mendasar dan prosedural yang

   digunakan dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang berjudul “Penerapan

   Model Examples Non Examples Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar

   Akhlak = Berperilaku terpuji pada siswa kelas X TKj/3 SMK Negeri Gudo

   Kabupaten Jombang”. Ini meliputi:

   1. Penerapan model examples non examples dapat meningkatkan motivasi

      belajar akhlak = berperilaku terpuji pada siswa kelas X TKJ/3 SMK

      Negeri Gudo Kabupaten Jombang 2011/2012.

   2. Penerapan model examples non examples dapat meningkatkan hasil

      belajar akhlak = berperilaku terpuji pada siswa kelas X TKJ/3 SMK

      Negeri Gudo Kabupaten Jombang.




               P r a k t e k P e n g a l a m a n L a p a n g a n (PPL)
               Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Urwatul Wutsqo 2011
               Di SMK Negeri Gudo Jombang
D. Tujuan Penelitian

           Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan yang ingin dicapai dari

   penelitian ini adalah:

   1. Untuk mengetahui apakah model examples non examples dapat

      meningkatkan motivasi belajar akhlak = berperilaku terpuji pada siswa

      kelas X TKJ/3 SMK Negeri Gudo Kabupaten Jombang 2011/2012.

   2. Untuk mengetahui apakah Penerapan model examples non examples dapat

      meningkatkan hasil belajar akhlak = berperilaku terpuji pada siswa kelas X

      TKJ/3 SMK Negeri Gudo Kabupaten Jombang.



E. Manfaat Penelitian

           Karya tulis ini diharapkan bermanfaat bagi siswa guru dan sekolah

   untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

   1. Bagi siswa, dapat dipakai sebagai acuan untuk meningkatkan motivasi

      siswa dan hasil belajar materi akhlak mapel Pendidikan Agama Islam.

   2. Bagi guru dapat dipakai sebagai bahan evaluasi untuk menyempurnakan

      proses pembelajaran, terutama materi akhlak pada Mata Pelajaran PAI.

   3. Bagi sekolah, terutama Kepsek agar dapat dipakai sebagai dasar untuk

      supervisi kelas sekaligus memberikan pembinaan bagi guru untuk

      melaksanakan metode pembelajaran sesuai dengan materi yang diajarkan.

   4. Bagi pemegang kebijakan dalam bidang pendidikan sebagai masukan

      untuk menentukan program dalam meningkatkan kualitas pendidikan.



                P r a k t e k P e n g a l a m a n L a p a n g a n (PPL)
                Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Urwatul Wutsqo 2011
                Di SMK Negeri Gudo Jombang
                                      BAB II

                              KAJIAN PUSTAKA



A. Teori Tentang Motivasi

   1. Pengertian Motivasi

            Adapun     pengertian     motivasi      adalah    (Abu      Ahmadi:   2005)

      menyatakan bahwa kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk

      melakukan sesuatu. Sedangkan (Muhammad Asrori: 2008) mendefinisikan

      motivasi sebagai: 1) Dorongan yang timbul pada seseorang, secara

      disadari atau tidak disadari, untuk melakukan suatu tindakan dengan

      tujuan tertentu, 2) Usaha-usaha yang dapat menyebabkan seseorang atau

      kelompok orang tertentu tergerak melakukan sesuatu karena ingin

      mencapai tujuan yang ingin dicapai.

            Dari pengertian motivasi di atas dapat dipahami bahwa motivasi

      merupakan suatu dorongan bagi seseorang untuk melakukan sesuatu. Jadi

      motivasi untuk belajar adalah kondisi psikologis yang mendorong

      seseorang untuk belajar. Suatu hasil belajar pada umumnya meningkat,

      jika motivasi untuk belajar bertambah. Oleh karena itu, meningkatkan

      motivasi belajar anak didik memegang peranan penting untuk mencapai

      hasil belajar yang optimal.

   2. Macam-Macam Motivasi

            Motivasi dibagi menjadi 2 yaitu:



              P r a k t e k P e n g a l a m a n L a p a n g a n (PPL)
              Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Urwatul Wutsqo 2011
              Di SMK Negeri Gudo Jombang
     a. Motivasi intrinsik yaitu motivasi yang berasal dari dalam diri

         seseorang.

     b. Motivasi ekstrinsik yaitu motivasi dari luar yang berupa usaha

         pembentukan dari orang lain. (Muhammad Asrori: 2008).

            Dengan demikian dapat dikatakan bahwa seseorang termotivasi

     karena memiliki kebutuhan yang harus dipenuhi. Motivasi sangat

     diperlukan bagi terciptanya proses pembelajaran di kelas secara efektif.

     Motivasi memiliki peranan yang sangat penting dalam pembelajaran, baik

     dalam proses maupun pencapaian hasil. Seorang siswa yang memiliki

     motivasi tinggi, pada umumnya mampu meraih keberhasilan dalam proses

     maupun output pembelajaran.



B. Akhlak

        Al-Ghazali (dalam Hanna Djumhana Bastaman: 1995) berpendapat

  bahwa peningkatan diri pada hakikatnya adalah perbaikan akhlak dalam arti

  menumbuhkembangkan          sifat-sifat   terpuji    (mahmudah)       dan   sekaligus

  menghilangkan sifat-sifat tercela (mazmumah) pada diri pribadi seseorang.

        Perbaikan akhlak sangatlah urgen dalam kehidupan sehari-hari, karena

  dengan akhlak yang terpuji bisa lebih mendekatkan diri pada taqwa, serta akan

  terjaganya kehidupan yang sejahtera di bumi ini. Namun yang terjadi sekarang

  malah sebaliknya, banyak manusia di bumi yang berbuat kerusakan, mereka

  tidak memperdulikan balasan yang akan mereka dapatkan di akhirat nanti.



              P r a k t e k P e n g a l a m a n L a p a n g a n (PPL)
              Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Urwatul Wutsqo 2011
              Di SMK Negeri Gudo Jombang
   Nabi ditunjuk oleh Allah sebagai suri tauladan kehidupan bagi seluruh umat

   manusia (Ismail:                    ).

         Oleh karena itu, nabi diutus ke bumi untuk menyempurnakan akhlak.




   “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia”

         Akhlak manusia itu dapat diperbaiki, bahkan sangat dianjurkan sekali.

   Upaya untuk memperbaiki akhlak ini memang tidak mudah untuk dilakukan,

   tapi walau demikian manusia harus tetap mencoba untuk berusaha

   memperbaiki akhlaknya. Karena dengan akhlak yang mulia (terpuji), maka

   akan tinggi derajatnya di mata Allah.



C. Sintaks Model Examples Non Examples

         Model pembelajaran ini sangat sesuai untuk materi akhlak, sebagai

   upaya menumbuhkan kesadaran siswa untuk mengamalkan perilaku terpuji

   dan menjauhi perilaku tercela. Adapun sintaks model examples non examples

   adalah sebagai berikut:

   1. Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran.

   2. Guru menayangkan gambar atau video, melalui K8 proyektor.

   3. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk

      memperhatikan atau menganalisa gambar / video.

   4. Melalui diskusi kelompok 2 – 5 orang siswa, hasil diskusi dari analisa

      gambar tersebut dicatat pada kertas.

               P r a k t e k P e n g a l a m a n L a p a n g a n (PPL)
               Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Urwatul Wutsqo 2011
               Di SMK Negeri Gudo Jombang
   5. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya.

   6. Mulai dari komentar atau hasil diskusi siswa guru mulai menjelaskan

      materi sesuai dengan tujuan yang dicapai.

   7. Kesimpulan

         Proses    kontruktivisme      terjadi    pada     saat    siswa   menganalisa

   gambar/video yang telah ditayangkan, karena pada saat itu siswa berdiskusi

   dengan teman sekelompoknya untuk menyimpulkan isi dari video yang telah

   diputarkan. Kontruktivisme berpandangan bahwa pengetahuan merupakan

   peroleh individu melalui keterlibatan aktif dalam menempuh proses belajar.

   (Benny A. Pribadi: 1983). Bisa dikatakan juga bahwa seorang siswa akan

   memiliki pengetahuan apabila terlibat aktif dalam proses penemuan

   pengetahuan dan pembentukan dalam diri. Oleh karena itu, keaktifan siswa

   sangat berpengaruh pada keberhasilan proses pembelajaran.



D. Media Pembelajaran Model Examples Non Examples

         Model pembelajaran examples non examples merupakan model

   pembelajaran yang menggunakan gambar/video sebagai media pembelajaran.

   Penggunaan media gambar/video ini disusun dan dirancang agar anak dapat

   menganalisis gambar tersebut menjadi sebuah bentuk diskripsi singkat

   mengenai apa yang ada di dalam gambar/video. Penggunaan model

   pembelajaran examples non examples ini lebih menekankan pada konteks




              P r a k t e k P e n g a l a m a n L a p a n g a n (PPL)
              Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Urwatul Wutsqo 2011
              Di SMK Negeri Gudo Jombang
analisis siswa sehingga diharapkan akan dapat mendorong siswa untuk

menuju pemahaman yang lebih dalam mengenai materi yang ada.

      Dalam pembelajaran          ini, penulis      menggunakan video tentang

husnuzhan    (berfikir   positif).    Adapun      video     yang      diputarkan   pada

pembelajaran ini ada 3 yaitu:

1. Video yang mengisahkan tentang husnuzhan pada Allah.

2. Video yang mengesahkan tentang husnuzhan pada diri sendiri.

3. Video yang mengesahkan tentang husnuzhan pada sesama manusia.

      Dari ketiga video tersebut dapat menunjang pemahaman siswa

mengenai materi yang disampaikan oleh guru, karena langsung diberikan

contoh-contoh yang sesuai dengan materi yang dibahas.




            P r a k t e k P e n g a l a m a n L a p a n g a n (PPL)
            Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Urwatul Wutsqo 2011
            Di SMK Negeri Gudo Jombang
                                        BAB III

                             METODE PENELITIAN



       Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action

research), karena penelitian ini dilakukan di dalam kelas. Menurut Suyanto (dalam

Masnur Muslich: 2010) mengatakan bahwa penelitian tindakan kelas adalah suatu

bentuk penelitian yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakan-tindakan

tertentu agar dapat memperbaiki dan/atau meningkatkan praktik-praktik

pembelajaran di kelas secara profesional. Jadi, dalam penelitian ini mengacu pada

perbaikan pembelajaran yang berkesinambungan.

       Adapun tahap penelitian tindakan pada suatu siklus adalah perencanaan,

pelaksanaan, observasi dan refleksi. Siklus ini berlanjut dan akan dihentikan jika

sesuai dengan kebutuhan dan dirasa sudah cukup.

A. Setting Penelitian dan Latar Belakang Subjek

   1. Tempat Penelitian

               Penelitian ini dilaksanakan di tempat penulis PPL yaitu SMK

       Negeri Gudo, Desa Gudo, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, Telefon

       0321-867638. Sekolah ini merupakan sekolah yang berstandart ISO

       (International Standart Operation).

               SMK Negeri ini memiliki 18 rombel, 6 untuk kelas X dan 6 untuk

       kelas XI dan 6untuk kelas XII. Dan memiliki 3 jurusan yaitu MM (Multi

       Media), TB (Tata Busana) dan TKJ (Tehnik Komputer dan Jaringan).



                P r a k t e k P e n g a l a m a n L a p a n g a n (PPL)
                Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Urwatul Wutsqo 2011
                Di SMK Negeri Gudo Jombang
2. Subjek Penelitian

          Adapun subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa

   kelas X TKJ/3 yang jumlahnya 38 siswa.

3. Waktu Penelitian

          Adapun waktu penelitiannya adalah 4 minggu, yakni tanggal 29

   Oktober sampai dengan Tanggal 28 Nopember 2011 Semester Ganjil

   Tahun Pelajaran 2011/2012.

4. Pengamat

          Penulis dibantu 1 orang yang bertugas sebagai pengamat, yaitu

   Nur Kholiq. Dan dibantu oleh seorang teman sebagai operator dan

   pengambilan dokumentasi kegiatan penelitian tindakan kelas, yaitu Budi

   Santoso.

5. Penerapan Penelitian tindakan ini pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama

   Islam, dengan materi KD mampu menunjukkan sikap husnudzan terhadap

   Allah, terhadap standard kompetensi membiasakan perilaku terpuji.

6. Media yang Digunakan

   a. Video adalah teknologi pengiriman sinyal elektronik dari suatu gambar

      bergerak       (wikipedia      Bahasa      Indonesia,     Ensiklopedia   Bebas).

      Penggunaan video sebagai media pembelajaran memiliki tujuan

      sebagai berikut:

      -   Untuk Tujuan Kognitif



              P r a k t e k P e n g a l a m a n L a p a n g a n (PPL)
              Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Urwatul Wutsqo 2011
              Di SMK Negeri Gudo Jombang
                   Dengan       menggunakan        video,    maka     kognitif   dapat

           dikembangkan, yakni yang menyangkut kemampuan mengenal

           kembali dan kemampuan memberikan rangsangan berupa gerak

           yang serasi.

       -   Untuk tujuan Psikomotorik

                   Video merupakan media yang tepat untuk memperlihatkan

           contoh keterampilan yang menyangkut gerak.

       -   Untuk Tujuan Afektif

                   Video dapat menjadi media yang sangat ampuh untuk

           mempengaruhi sikap dan emosi (Ronald H. Anderson: 1987).

           Sesuai dengan tujuan di atas, maka dari video yang digunakan

           sebagai media pembelajaran diharapkan siswa dapat memberi

           respon/rangsangan terhadap video, serta dapat mengamati isi video

           tersebut dan dapat mempengaruhi sikap siswa (menjadi lebih baik).

   b. Laptop dan LCD Proyektor. Media ini digunakan untuk menayangkan

       video yang mengesahkan tentang husnuzhan terhadap Allah, terhadap

       diri sendiri dan terhadap sesama manusia.

7. Instrumen penilaian yang digunakan adalah lembar pengamatan, lembar

   penilaian diri, pre test dan post test, angket, lembar observasi.

8. Proses pelaksanaan penelitian dilakukan selama dua siklus. Siklus 1 dan

   Siklus 2 terdiri dari 1 kali pertemuan. Siklus pertama tentang pengertian

   perilaku husnuzhan dan contoh-contoh perilaku husnuzhan terhadap Allah,



            P r a k t e k P e n g a l a m a n L a p a n g a n (PPL)
            Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Urwatul Wutsqo 2011
            Di SMK Negeri Gudo Jombang
      diri sendiri dan sesama manusia. Siklus kedua tentang menunjukkan sikap

      husnuzhan terhadap Allah, terhadap diri sendiri dan terhadap sesama

      manusia.

B. Sumber Data

            Sumber data dalam penelitian ini adalah 38 siswa kelas X TKJ/3 SMK

   Negeri Gudo Tahun 2011/2012 sebagai responden. Sumber data lain dari

   observer yang melakukan pengamatan terhadap sikap siswa, kondisi

   pembelajaran dan guru mata pelajaran PAI ketika tindakan kelas berlangsung.

   Data-data tersebut digunakan oleh guru sebagai masukan untuk melaksanakan

   pembelajaran berikutnya.



C. Rancangan Penelitian

        Dalam penelitian ini peneliti akan mengambil 2 siklus. Siklus kegiatan

   pelaksanaan tindakan kelas dapat digambarkan sebagai berikut:


             Rencana                                               Rencana

 Refleksi                Tindakan                    Refleksi                 Tindakan


            Observasi                                             Observasi

   Gambar 1 : Siklus Kegiatan Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas


   1. Rencana Tindakan Siklus 1

      Perencanaan




                P r a k t e k P e n g a l a m a n L a p a n g a n (PPL)
                Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Urwatul Wutsqo 2011
                Di SMK Negeri Gudo Jombang
-   Peneliti berdiskusi dengan teman sekelompok PPL membahas tentang

    masalah-masalah yang muncul selama pembelajaran PAI berdasarkan

    observasi. Dari diskusi tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil belajar

    siswa materi akhlak belum optimal. Hal tersebut dapat dilihat dari

    permasalahan yang timbul di kalangan siswa. Masih banyak siswa

    kelas X TKJ/3 yang menggosip tentang temannya, berkata kotor, dan

    mencontek ketika melaksanakan Ulangan Harian, UTS dan Pacaran.

    Sikap tersebut tentunya mereka belum bisa menunjukkan perilaku

    terpuji.

          Melihat kenyataan tersebut menjadikan guru agama perlu

    melakukan upaya solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan,

    sebagai tanggung jawab moral terhadap peningkatan sikap terpuji dan

    prestasi belajar peserta didik agar menjadi lebih baik.

          Beberapa hal yang dilakukan penulis pada tahap perencanaan

    secara ringkas adalah sebagai berikut:

    a. Mengidentifikasi masalah dan menetapkan alternatif pemecahan

        masalah.

    b. Merencanakan pembelajaran yang akan diterapkan dalam PBM.

    c. Menentukan materi pokok pembelajaran

    d. Menyusun scenario pembelajaran

    e. Menyusun pre test dan post test

    f. Menyiapkan sumber dan media pembelajaran



         P r a k t e k P e n g a l a m a n L a p a n g a n (PPL)
         Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Urwatul Wutsqo 2011
         Di SMK Negeri Gudo Jombang
   g. Menyusun format observasi dan pengamatan pembelajaran

   h. Menyusun format penilaian diri



Tindakan

       Pelaksanaan Tindakan yang akan dilakukan peneliti untuk

meningkatkan motivasi belajar materi akhlak:

       Berperilaku terpuji pada siswa kelas X TKJ/3 SMK Negeri Gudo

Tahun Pelajaran 2011/2012 melalui Model Examples Non Examples

dengan tiga tahapan yaitu:

a. Tahapan Pertama

   -    Menyampaikan tujuan pembelajaran dari materi yang akan dibahas

   -    Mengadakan pretes untuk mengetahui pengetahuan awal siswa

b. Tahap Kedua

   -    Membentuk kelompok yang anggotanya 5 orang secara heterogen

        (campuran menurut prestasi, jenis kelamin, suku)

   -    Mempersiapkan gambar/video sesuai dengan tujuan pembelajaran

   -    Menayangkan gambar/video melalui LCD Proyektor

   -    Memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk

        memperhatikan atau menganalisa gambar

   -    Melalui diskusi kelompok 5 orang siswa tersebut, hasil diskusi dari

        analisa gambar atau video dicatat pada kertas

   -    Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya



         P r a k t e k P e n g a l a m a n L a p a n g a n (PPL)
         Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Urwatul Wutsqo 2011
         Di SMK Negeri Gudo Jombang
   -     Mulai dari komentar atau diskusi siswa, guru mulai menjelaskan

         materi sesuai tujuan yang ingin dicapai.

c. Tahap Ketiga
   -     Siswa dan guru membuat kesimpulan
   -     Mengisi lembar post tes


Pengamatan

       Pada penelitian tindakan kelas ini, peneliti dibantu oleh seorang guru

PAI sekaligus berperan sebagai observer bagi peserta didik dan juga

tindakan guru yang dilakukan oleh Nur Kholiq.

       Adapun yang diamati observer dalam pelaksanaan tindakan yaitu:

1. Sikap siswa ketika mendengarkan penjelasan guru

2. Suasana kelas saat diterapkan model eksample dan non eksample

3. Aktifitas siswa pada saat pembelajaran

4. Gejala positif maupun negatif yang muncul pada saat tindakan.

       Demikian juga dalam melakukan aktifitasnya diamati observer yang

berstatus sebagai observasi. Data hasil observasi tersebut digunakan oleh

guru sebagai masukan untuk melaksanakan pembelajaran berikutnya.



Refleksi

       Pada tahap ini guru bersama teman observer menganalisis perubahan

yang terjadi pada peserta didik, suasana kelas dan hal-hal yang terjadi

selama proses pembelajaran berlangsung.



           P r a k t e k P e n g a l a m a n L a p a n g a n (PPL)
           Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Urwatul Wutsqo 2011
           Di SMK Negeri Gudo Jombang
              Dan hasil lembar observasi, angket, pre test dan post test serta

         penilaian diri dapat dilihat apakah tindakan yang dilakukan guru

         menghasilkan perubahan yang signifikan, yaitu dilihat pada perilaku siswa

         di dalam belajar apakah lebih aktif, komunikatif, antusias dan merasa

         senang sehingga peserta didik termotivasi untuk serius belajar.

               Apabila pada siklus 1 belum mencapai indikator yang sesuai dengan

         yang diharapkan, maka akan dilanjutkan pada siklus yang kedua (2) dan

         apabila pada siklus 2 belum mencapai hasil yang maksimal maka akan

         dilanjutkan pada siklus yang ke-3 dan seterusnya.



D. Instrumen Penelitian

           Instrumen adalah alat atau fasilitas yang dipergunakan oleh peneliti

   dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya mudah hasilnya baik, dalam arti

   lebih cermat, lengkap, sistematis sehingga lebih mudah diolah (Arikunto,

   1998: 151). Menurut bentuknya, instrumen dibedakan menjadi dua yaitu

   bentuk tes dan nontes. Bentuk tes dapat berupa tes subjektif dan tes objektif.

   Sedangkan bentuk non tes dapat berupa skala bertingkat, daftar cocok,

   wawancara, angket observasi, kuesioner, dan lain-lain. (Arikunto, 1998: 52-

   87)

           Berikut ini, beberapa teknik dan alat yang diperlukan, antara lain:

   1. Pedoman Pengamatan




                 P r a k t e k P e n g a l a m a n L a p a n g a n (PPL)
                 Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Urwatul Wutsqo 2011
                 Di SMK Negeri Gudo Jombang
         Pedoman pengamatan ini sangat diperlukan untuk mengamati proses

   pembelajaran yang sedang berlangsung, kinerja keras, kinerja guru, dan

   kinerja siswa. Bentuk pedoman pengamtan dapat berupa lembar

   pengamatan yang sudah dengan rinci menampilkan aspek-aspek dari prose

   yang harus dicermati, dan tinggal membubuhkan tanda cek atau

   menuliskan secara ringkas informasi mengenai proses. (Ghony M.

   Djunaidi)

2. Tes

         Metode ini digunakan untuk memperoleh data tentang tingkat

   kemampuan penguasaan materi pelajaran PAI sebelum dan sesudah proses

   pembelajaran dilaksanakan. Tes sebagai instrumen pengumpul data dapat

   dibedakan menjadi dua, yaitu: pertama, tes buatan guru yang disusun oleh

   guru dengan prosedur tertentu, dan kedua, tes terstandar yaitu tes yang

   biasanya sudah tersedia di suatu lembaga testing yang sudah terjamin

   keampuhannya. (Suharsimi Arikunto: 1999).

         Untuk dapat meningkatkan motivasi untuk berperilaku terpuji, maka

   terlebih dahulu siswa harus memahami materi tentang perilaku terpuji.

   Oleh karena itu pada awal siklus, guru memberikan tes tertulis (buatan

   guru sendiri) untuk mengetahui kompetensi siswa terhadap materi yang

   akan dibahas (pre test). Dan pada akhir siklus guru juga memberikan tes

   tertulis (buatan guru sendiri) untuk mengetahui kemampuan siswa (post

   test), kemudian pada akhir pembelajaran siswa diberi tes penilaian diri,



           P r a k t e k P e n g a l a m a n L a p a n g a n (PPL)
           Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Urwatul Wutsqo 2011
           Di SMK Negeri Gudo Jombang
   untuk mengetahui sejauh mana perubahan yang terjadi pada diri siswa

   setelah menerima materi perilaku terpuji.

3. Catatan Lapangan dan Aneedotal Records

         Kedua alat ini untuk mencatat informasi kualitatif yang terjadi

   terkait tindakan. Hal-hal yang dicatat sangat banyak macamnya, misalnya

   perilaku spesifik yang dapat menjadi petunjuk adanya permasalahan atau

   penunjuk untuk langkah berikutnya. Catatan kualitatif juga dapat dipakai

   untuk menunjukkan kecenderungan perubahan yang bersifat positif dan

   negative (Ghony M. Djunaidi). Penulis menggunakan teknik ini untuk

   merekam dan mencatat segala peristiwa yang terjadi di kelas, baik yang

   menunjukkan gejala positif maupun negative. Hasil catatan itu digunakan

   untuk melihat keberhasilan tindakan sekaligus sebagai bahan refleksi.

4. Angket

         Angket dan wawancara yaitu sejumlah pertanyaan yang harus diisi

   oleh responden, hanya berbeda penyampaiannya, kalau secara lisan

   disebut pedoman wawancara, dan bila secara tertulis disebut angket.

   (Ghony M. Djunaidi. 2008: 93). Namun yang penulis gunakan dalam

   penelitian ini adalah teknik angket, tujuannya adalah untuk mengetahui

   motivasi siswa dalam belajar aspek akhlak (berperilaku terpuji) dan respon

   siswa terhadap model pembelajaran examples non examples.

5. Dokumentasi




            P r a k t e k P e n g a l a m a n L a p a n g a n (PPL)
            Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Urwatul Wutsqo 2011
            Di SMK Negeri Gudo Jombang
            Menurut Suharsimi Arikunto, metode dokumentasi adalah mencari

      data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku,

      surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, ledger, agenda dan

      sebagainya yang berkaitan dengan penelitian. (Suharsimi Arikunto: 1993).

      Penerapan teknik dokumentasi ini diarahkan pada data-data tertulis berupa

      dokumentasi nilai-nilai PAI dan foto-foto pelaksanaan tindakan kelas.

E. Indikator Keberhasilan

         Indikator untuk mengetahui keberhasilan penelitian ini ditetapkan

   sebagai berikut:

   1. Antusias dan semangat dalam belajar

   2. Mau bertanya dan bekerja sama dalam kelompok

   3. Peningkatan aktifitas siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran dan

      mengerjakan tugas-tugas

   4. Hasil belajar meningkat

   5. Mengalami perubahan sikap yang positif dalam penilaian diri

   6. Mempunyai kesadaran untuk membiasakan perilaku terpuji

F. Teknik Analisis Data

         Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kualitatif yang

   digunakan untuk (i) mendeskripsikan hasil yang dicapai siswa; (ii)

   mendeskripsikan kegiatan guru dan siswa dalam pembelajaran; (iii)

   menganalisis hasil pengamatan dalam pembelajaran, hasil belajar dan angket

   siswa.



               P r a k t e k P e n g a l a m a n L a p a n g a n (PPL)
               Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Urwatul Wutsqo 2011
               Di SMK Negeri Gudo Jombang
                                       BAB IV

                HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN



A. Kondisi Awal

        SMK Negeri Gudo terletak di Desa Gudo, yang kehidupan sosial

   keagamaannya tergolong rendah. Kesadaran untuk melakukan aturan dan

   ajaran agama cukup rendah, selain itu di Gudo juga ada banyak yang memeluk

   agama selain Islam, yaitu Konghuchu, sehingga keberagaman agama di

   masyarakat Gudo tersebut bisa mempengaruhi kehidupan beragama siswa.

   Implementasi ajaran agama Islam dalam kehidupan sehari-hari sangat kurang,

   baik dalam menjalankan ibadah sholat maupun akhlaknya. Banyak

   penyimpangan kasus siswa di sekolah, di antaranya: berkelahi, pacaran,

   permusuhan, melecehkan teman, kurang menghormati guru dan lain-lain. Jam

   pelajaran agama yang hanya 2 jam perminggu tidak cukup membantu

   internalisasi nilai-nilai agama pada siswa.

        Selain itu motivasi siswa untuk belajar PAI masih sangat rendah, hal ini

   dapat dibuktikan dengan siswa jarang sekali mengulang pelajarannya di

   rumah, padahal pelajaran PAI, termasuk di dalamnya kompetensi akhlak

   membiasakan perilaku terpuji sangat penting dan harus dikuasai oleh siswa

   sebagai bekal dalam kehidupan sehari-hari.

        Sikap tersebut berakibat pada hasil belajar yang tidak optimal terbukti

   dalam penjajakan materi akhlak : membiasakan perilaku terpuji melalui pre



               P r a k t e k P e n g a l a m a n L a p a n g a n (PPL)
               Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Urwatul Wutsqo 2011
               Di SMK Negeri Gudo Jombang
   test diperoleh hasil rata-rata 60,6 (Kriteria Ketuntasan Minimal 75,1) nilai

   tertinggi 88 dan nilai terendah 40 dengan demikian peserta didik yang

   berjumlah 40 belum tuntas belajar sebanyak 31 siswa atau 77,5%.

        Untuk itu perlu adanya solusi yang tepat guna meningkatkan motivasi

   belajar siswa dalam belajar akhlak = membiasakan perilaku terpuji, sehingga

   hasil belajarnya juga akan meningkat. Solusi yang peneliti berikan adalah

   melaksanakan pembelajaran menggunakan model examples non examples.


B. Pelaksanaan Tindakan

        Pelaksanaan tindakan siklus 1 dilaksanakan tanggal 29 Oktober 2011.

   Jumlah siswa keseluruhan adalah 40 anak, namun yang mengikuti pelajaran 38

   anak. Materi pelajaran yang dipilih standard kompetensi akhlak =

   membiasakan perilaku terpuji dengan kompetensi dasar menyebutkan

   pengertian perilaku husnuzhan, dan menyebutkan contoh-contoh perilaku

   husnuzhan terhadap Allah, diri sendiri dan sesama manusia serta mampu

   menunjukkan sikap husnuzhan terhadap Allah terhadap diri sendiri dan

   terhadap sesama manusia.

        Sebelum melaksanakan proses pembelajaran, terlebih dahulu peneliti

   mempersiapkan perencanaan sebagai berikut:

        Menyiapkan perangkat mengajar yang meliputi :

   1. Kalender pendidikan

   2. Rincian pekan efektif

   3. Program tahunan

               P r a k t e k P e n g a l a m a n L a p a n g a n (PPL)
               Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Urwatul Wutsqo 2011
               Di SMK Negeri Gudo Jombang
4. Program semester

5. Silabus

6. RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran)

         Adapun di dalam RPP tersebut terdapat Standar Kompetensi (SK)

   dan Kompetensi Dasar (KD). Dalam SK tersebut terdapat tiga KD. Siklus

   pertama membahas KD 1 dan 2 yaitu menyebutkan pengertian perilaku

   husnuzhan dan menyebutkan contoh-contoh perilaku husnuzhan terhadap

   Allah, diri sendiri dan sesama manusia. Sedangkan siklus kedua

   membahas KD 3 yaitu mampu menunjukkan sikap husnuzhan terhadap

   Allah, terhadap diri sendiri dan terhadap sesama manusia.

      Media yang digunakan berupa video, laptop, LCD proyektor yang

       mana digunakan untuk visualisasi materi dalam bentuk power point

       serta digunakan untuk menayangkan video.

      Sumber belajar yang digunakan adalah bahan ajar dari guru, buku PAI

       yang relevan dan Al-Qur’an.

7. Alat Penilaian

         Adapun yang digunakan adalah lembar observasi atau pengamatan

   angket sikap minat dan motivasi belajar yang masing-masing berisi

   pernyataan atau pertanyaan, lembar penilaian diri dan soal pre test dan

   post test.

8. Daftar Hadir Siswa

9. Daftar Nilai siswa


             P r a k t e k P e n g a l a m a n L a p a n g a n (PPL)
             Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Urwatul Wutsqo 2011
             Di SMK Negeri Gudo Jombang
10. Jurnal guru

     Adapun pelaksanaan proses pembelajaran adalah sebagai berikut:

1. Pelaksanaan siklus pertama

           Pelaksanaan tindakan siklus 1 dapat dilihat berikut ini :

   a. Proses Pembelajaran (2 x 45 menit)

              Kegiatan Pendahuluan (20 menit)

       -     Mengucap salam dan doa

       -     Apersepsi : Mengulas kembali pembelajaran kemarin yaitu sumber

             hukum Islam.

       -     Penyampaian tujuan pembelajaran dan rencana kegiatan

       -     Pre test


              Kegiatan Inti (50 menit)

       -     Membentuk kelompok yang anggotanya 5 orang secara heterogen

             (campuran menurut prestasi, jenis kelamin).

       -     Mempersiapkan gambar / video yang sesuai dengan tujuan

             pembelajaran.

       -     Menayangkan gambar / video melalui LCD proyektor.

       -     Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa

             untuk memperhatikan / menganalisa gambar.

       -     Melalui diskusi kelompok 5 orang siswa. Hasil diskusi dari analisa

             gambar tersebut dicatat pada kertas.




              P r a k t e k P e n g a l a m a n L a p a n g a n (PPL)
              Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Urwatul Wutsqo 2011
              Di SMK Negeri Gudo Jombang
-   Dalam proses diskusi antara kelompok, diputarkan lagu Maher

    Zain “Insya Allah” agar suasana kelas menjadi santai atau tidak

    tegang.

-   Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya.

-   Mulai dari komentar / diskusi siswa guru mulai menjelaskan materi

    sesuai tujuan yang ingin dicapai.

-   Selama proses pembelajaran berlangsung, guru dan observer

    melakukan pengamatan terhadap jalannya pembelajaran dan

    mencatat semua kejadian ke dalam anecdotal record.


     Kegiatan Penutup (20 menit)

-   Guru memberikan penguatan materi pada siswa / kesimpulan.

-   Mengisi angket penilaian diri dan motivasi belajar

-   Mengisi lembar pos test.

     Adapun hasil monitoring terhadap siswa adalah sebagai berikut:




     P r a k t e k P e n g a l a m a n L a p a n g a n (PPL)
     Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Urwatul Wutsqo 2011
     Di SMK Negeri Gudo Jombang
                                         Tabel 1

                            Tindakan Siswa pada Siklus 1

    No            Butir pengamatan                   Jumlah         Persentase (%)
            Siswa yang antusias dalam
     1                                                  30               75%
            pembelajaran
            Siswa yang mau
     2      berkomunikasi dalam                         28               70%
            kelompok
            Siswa yang mau bertanya pada
     3                                                  10               25%
            guru
            Siswa yang merespon
     4                                                  38               95%
            examples non examples
            Siswa yang mau berlomba-
            lomba memberi tanggapan
     5                                                  15              37,5%
            mengenai gambar yang
            ditayangkan
            Siswa yang aktif positif dalam
     6                                                  34               85%
            proses pembelajaran 34

          Hasil tindakan pada siklus 1 dapat menunjukkan bahwa adanya

   motivasi belajar siswa yang belum maksimal.

b. Refleksi

          Pada siklus pertama, terdapat beberapa kekurangan dalam

   penerapan metode sehingga hasil yang diharapkan belum maksimal.

   Adapun kekurangan tersebut antara lain:

   1) Siswa kurang komunikatif dalam memberikan tanggapan pada

         video yang telah ditayangkan, karena siswa masih merasa takut

         salah.



          P r a k t e k P e n g a l a m a n L a p a n g a n (PPL)
          Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Urwatul Wutsqo 2011
          Di SMK Negeri Gudo Jombang
      2) Sebagian siswa belum bisa memahami isi yang ada dalam video

          dengan dikaitkan pada materi yang sedang dibahas.

      3) Siswa kurang komunikatif dalam bertanya, masih ada rasa ragu

          akan bertanya.

           Dari hasil refleksi tersebut, ada beberapa tindakan yang peneliti

      lakukan pada siklus kedua yaitu :

      1) Guru akan memberi motivasi pada siswa agar tidak merasa takut

          salah dalam memberi tanggapan mengenai isi video yang telah

          ditayangkan, agar siswa termotivasi untuk memberikan tanggapan,

          selain itu melatih siswa untuk menjadi kritis dalam melihat sesuatu.

      2) Untuk bisa mengaitkan isi video dengan isi materi yang sedan

          dibahas, maka guru akan memberikan pengantar materi sebelum

          video itu ditayangkan.

      3) Guru akan memberikan motivasi pada siswa, serta memancing

          permasalahan yang berkaitan dengan materi, agar siswa mudah

          terpancing untuk bertanya.

2. Pelaksanaan Siklus Kedua

   a. Proses Pembelajaran (2 x 45 menit)

      Kegiatan Pendahuluan (20 menit)

      -   Mengucap salam dan doa

      -   Apersepsi : Mengulas kembali pembelajaran kemarin yaitu sumber

          hukum Islam.



           P r a k t e k P e n g a l a m a n L a p a n g a n (PPL)
           Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Urwatul Wutsqo 2011
           Di SMK Negeri Gudo Jombang
-   Penyampaian tujuan pembelajaran dan rencana kegiatan

-   Pre test

Kegiatan Inti (50 menit)

-   Membagi       kelompok      menjadi      8   kelompok,     masing-masing

    kelompok terdiri dari 5 siswa.

-   Guru       mempersiapkan      gambar/video       sesuai    dengan   tujuan

    pembelajaran.

-   Guru memberi pengantar materi tentang membiasakan perilaku

    husnuzhan.

-   Guru menayangkan gambar/video melalui LCD proyektor.

-   Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa

    untuk memperhatikan / menganalisa gambar atau video.

-   Melalui diskusi kelompok 5 orang siswa hasil diskusi dari analisa

    gambar tersebut dicatat pada kertas.

-   Guru memberi motivasi pada siswa agar tidak merasa takut salah
    dalam memberi tanggapan mengenai video yang baru saja
    ditayangkan.
-   Mulai dari komentar/diskusi siswa, guru mulai menjelaskan materi

    sesuai tujuan yang ingin dicapai.

-   Guru memberi kesempatan pada siswa untuk bertanya.

Penutup (20 menit)

-   Kesimpulan

-   Mengisi angket penilaian diri dan motivasi belajar


     P r a k t e k P e n g a l a m a n L a p a n g a n (PPL)
     Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Urwatul Wutsqo 2011
     Di SMK Negeri Gudo Jombang
-       Mengisi lembar post test

         Adapun hasil monitoring siswa pada siklus kedua yaitu :

                                        Tabel 2

                          Tindakan Siswa pada Siklus 2


    No           Butir pengamatan                 Jumlah           Persentase (%)

           Siswa yang antusias dalam
    1                                                35                87,5%
           pembelajaran
           Siswa yang mau
    2      berkomunikasi dalam                       33                82,5%
           kelompok
           Siswa yang mau bertanya
    3                                                20                 50%
           pada guru
           Siswa yang merespon
    4                                                38                 95%
           examples non examples
           Siswa yang mau berlomba-
           lomba memberi tanggapan
    5                                                25                62,5%
           mengenai gambar yang
           ditayangkan
           Siswa yang aktif positif
    6                                                36                 90%
           dalam proses pembelajaran

         Hasil tindakan pada siklus 2 menunjukkan adanya motivasi

belajar siswa yang meningkat dari siklus pertama. Terbukti dengan

keaktifan siswa, serta semangat dan antusiasme dalam pembelajaran

yang maksimal.




         P r a k t e k P e n g a l a m a n L a p a n g a n (PPL)
         Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Urwatul Wutsqo 2011
         Di SMK Negeri Gudo Jombang

								
To top