surat edaran microchip by anamaulida

VIEWS: 26 PAGES: 2

									                               DEPARTEMEN PERTANIAN
               DIREKTORAT JENDERAL PETERNAKAN
                                                                      Telp. : 021 7815580 – 83,
Jl. Harsono RM No.3 Gedung C                                                   021 78847319
Pasar Minggu, Jakarta 12550                                           Fax. : 021 7815581 – 83
Kotak Pos 1108/JKS, Jakarta 12001                                     Email : ditjennak@deptan.go.id


Kepada Yth. :

1. Para Gubernur/Bupati/Walikota
2. Para Kepala Dinas Provinsi/Kabupaten/Kota yang melaksanakan fungsi Peternakan dan
   Kesehatan Hewan
3. Bank Pelaksana KUPS
4. Peserta KUPS
5. Stakeholders terkait
Di
        Indonesia


                                    SURAT EDARAN
                                Nomor : 12020/SE/KU.340/F/03/2010

                                             Tentang

       Kebijakan Penggunaan dan Pemanfaatan Microchip untuk Identifikasi Sapi
                       Kredit Usaha Pembibitan Sapi (KUPS)


Menindak lanjuti Peraturan Menteri Pertanian No. 40/Permentan/PD.400/9/2009 tentang
Pedoman Pelaksanaan Kredit Usaha Pembibitan Sapi (KUPS), dipandang perlu
memberikan penjelasan terhadap lampiran peraturan tersebut mengenai “Obyek yang
dibiayai oleh KUPS, yaitu kegiatan usaha pembibitan sapi untuk produksi bibit sapi potong
atau bibit sapi perah yang dilengkapi dengan nomor identifikasi berupa microchips”.
Penjelasan tersebut disampaikan dalam bentuk Surat Edaran Direktur Jenderal Peternakan
sebagai berikut :

I. UMUM
     Surat Edaran ini dikeluarkan sebagai panduan bagi para peserta dan penyelenggara
     KUPS tentang Penggunaan dan Pemanfaatan Microchip untuk Identifikasi Sapi KUPS.

II. LINGKUP PENJELASAN

     1. Microchips atau microchip adalah alat identifikasi yang bekerja melalui frekuensi
        radio dan dikenal dengan sebutan Radio Frequency Identification (RFID). Alat
        identifikasi ini memuat nomor identitas tertentu yang berasal dari produsen (pabrikan)
        yang dapat dibaca oleh reader .

     2. Microchip harus ada pada seluruh sapi KUPS dengan nomor identitas tertentu yang
        bersifat individu dan tidak boleh ada nomor identitas yang sama, dengan kriteria
        sebagai berikut :

        a. Microchip memiliki frekuensi yang rendah (low frequency), Half Duplex (HDX) dan
           harus dapat dibaca oleh reader dari produsen yang berbeda (compatible) yang
            terdapat di dalam ear tag.
      b. Ear tag memiliki bentuk bulat (button) atau bentuk daun/flap dengan ukuran + 50
         mm. Bagian luar ear tag bertuliskan ”KUPS” yang permanen dan mudah dibaca
         secara kasat mata.

   3. Pemasangan ear tag adalah sebagai berikut :

      a. Pemasangan ear tag dilakukan oleh para peserta KUPS atau dapat bekerjasama
         dengan penyedia microchip;
      b. Ear tag dipasang pada telinga sapi bagian kanan/kiri;
      c. Pemasangan ear tag paling lambat 3 bulan setelah realisasi ternak. Khusus bagi
         peserta KUPS yang telah merealisasikan ternak sebelum terbitnya Surat Edaran
           ini, pemasangan ear tag paling lambat 3 bulan setelah diterbitkannya Surat
           Edaran ini.

   4. Penyedia microchip dapat diketahui secara terbuka melalui web site atau informasi
      dari instansi terkait.

   5. Monitoring terhadap sapi KUPS dilakukan secara berkala untuk keperluan
      pendataan. Peserta KUPS wajib menyampaikan data peserta dan nomor identitas
      microchip kepada Direktorat Jenderal Peternakan c.q Direktorat Perbibitan paling
      lambat 2 minggu setelah pemasangan microchip. Data yang dikirimkan oleh peserta
      KUPS harus sama dengan yang diberikan kepada bank pemberi kredit, meliputi :

      a. Nama peserta KUPS
      b. Alamat peserta KUPS (jalan, RT/RW, kelurahan/desa, kecamatan, kabupaten/
         kota, provinsi dan kode pos)
      c. Bank pemberi kredit
      d. Tanggal akad kredit
      e.   Asal sapi KUPS
      f.   Bangsa sapi KUPS
      g.   Jumlah sapi yang dibeli
      h.   Nomor identitas dalam microchip dari setiap sapi

   6. Pengelolaan data sapi KUPS akan diatur lebih lanjut oleh Direktorat Jenderal
      Peternakan.

Demikian surat edaran ini dikeluarkan untuk dilaksanakan.


                                                          Jakarta, 12 Maret 2010

                                                  DIREKTUR JENDERAL PETERNAKAN

                                                                    t.t.d

                                                              Tjeppy D Soedjana
Tembusan Yth. :
1. Menteri Pertanian
2. Para Pejabat Eselon I Lingkup Kementerian Pertanian

								
To top