Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

TENIS LAPANGAN

VIEWS: 5,381 PAGES: 12

									MAKALAH



                  TENIS LAPANGAN




                         OLEH :

                       ANWAR ANO
                        A1B2 09 059




                     PENJASKES- REK

          FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

                  UNIVERSITAS HALUOLEO

                        KENDARI

                           2011
                                         BAB I

                                   PENDAHULUAN

   A. Latar Belakang

    Tenis ternyata merupakan olahraga yang sudah sangat tua. Terekam pada pahatan yang
dibuat sekitar 1500 tahun sebelum masehi di dinding sebuah kuil di mesir yang menunjukan
representasi dari permainan bola tenis dan dimainkan pada saat upacara keagamaan.
Permainan ini kemudian meluas ke seluruh daratan eropa pada abad ke-8.

    Pada awal perkembangannya tenis dimainkan dengan memakai tangan atau sebuah
tongkat yang dipukulkan bergantian menggunakan sebuah bola dari kayu yang padat.
Permainan ini kemudian berkembang lagi menjadi permainan bola dengan dipukulkan
melintasi sebuah dinding penghalang. Karena pada saat itu dirasakan bahwa kontrol bola
lebih terasa menggunakan tangan, maka media yang berkembang pada waktu itu adalah
dengan menggunakan sarung tangan kulit yang kemudian berevolusi kembali dengan
menambahkan gagang. Inilah cikal bakal lahirnya sebuah raket tenis. Bola pun berevolusi
dari sebuah bola kayu padat menjadi bola dari kulit yang diisi oleh dedak kulit padi.

   Olahraga ini sangat berkembang di Perancis waktu itu. Pada abad 16-18 telah mulai
banyak digandrungi terutama oleh kalangan Raja-raja dan para bangsawan dengan nama ‘Jeu
de Palme’ atau olah raga kepalan tangan. Kata Tenis sendiri dipercaya berasal dari pemain
Perancis yang sering menyebut kata ‘Tenez’ yang artinya “Main!” pada saat akan memulai
permainan dan hingga sekarang kata tersebut dipakai sebagai nama olahraga ini. Tenis
kemudian berkembang hingga dataran Inggris dan juga menyebar ke Spanyol, Itali, Belanda,
Swiss dan Jerman. Namun tenis mengalami kemunduran saat terjadinya revolusi Perancis dan
berkuasanya Napoleon Bonaparte di Eropa.

    Pada abad 19 barulah tenis dimunculkan kembali oleh para bangsawan Inggris dengan
membangun fasilitas-fasilitas country club atau lapangan tenis di rumahnya yang besar.
Karena pada waktu itu tenis populer dimainkan di halaman rumput, maka terkenal dengan
sebutan ‘Lawn Tennis’ atau tenis lapangan rumput. Pada masa ini juga mulai muncul bola
dari karet vulkanisir yang pada waktu itu dianggap dapat mengurangi rusaknya rumput di
lapangan tanpa mengurangi elastisitas dari bola itu sendiri.

    Sebutan Lawn Tennis berasal dari seorang Inggris bernama Arthur Balfour. Sejak
ditemukannya lawn tennis, orang mulai bereksperimen dengan memainkannya di permukaan
lain seperti clay court (tanah liat) dan hard court (semen). Menggeliatnya permainan tenis
ternyata mampu menggeser permainan Croquet sebagai olahraga musim panas. Puncaknya
terjadi pada tahun 1869 ketika salah satu klub croquet ternama di Inggris, All England
Croquet Club, tidak berhasil menarik banyak peminat dan mencoba untuk memasukan tenis
sebagai olahraga lainnya. Hasilnya klub ini sangat sukses menarik peminat terutama pada
permainan Tenis tersebut hingga pada tahun 1877 mengganti namanya menjadi ‘All Engand
Croquet and Lawn Tennis Club’. Sejarah ini berlanjut ketika lokasi klub yang bertempat di
Wimbledon terjadi kenaikan sewa tanah yang memaksa klub untuk mendapatkan dana lebih
dari biasanya. Oleh karena itu klub mengadakan turnamen tenis pertama di Wimbledon
dengan membentuk sebuah panitia untuk mengadakan pertandingan dan membuat peraturan
yang baku dalam permainan ini.
Rumusan Masalah

  1.   Bagaimana sejarah internasional dan nasional tenis lapangan ?
  2.   Berapa ukuran lapangan tenis lapangan ?
  3.   Sebutkan sarana dan prasarana tenis lapangan ?
  4.   Sebutkan kejuaraan tenis lapangan di Indonesia ?

B. Tujuan

       Makalah ini dibuat untuk mengetahui :
  1.   Sejarah internasional dan nasional tenis lapangan.
  2.   Ukuran lapangan tenis lapangan.
  3.   Sarana dan prasarana tenis lapangan.
  4.   Kejuaraan tenis lapangan di Indonesia.
                                         BAB II

                                    PEMBAHASAN

A. Sejarah Tenis lapangan

1. Sejarah internasional

        Terdapat berbagai jenis permainan yang menggunakan raket yang dimainkan dewasa
ini dan tenis merupakan salah satu permainan yang paling disukai. Menurut beberapa catatan
sejarah, permainan menggunakan bola dan raket sudah dimainkan sejak sebelum Masehi,
yaitu di Mesir dan Yunani. Pada abad ke-11 sejenis permainan yang disebut jeu de paume,
yang menyerupai permainan tenis kini, telah dimainkan untuk pertama kali di sebuah
kawasan di Perancis. Bola yang digunakan dibalut dengan benang berbulu sedangkan
pemukulnya hanyalah tangan.

       Permainan ini kemudian diperkenalkan ke Italia dan Inggris pada abad ke-13 dan
mendapat sambutan hangat dalam waktu yang singkat. Banyak peminatnya ternyata di antara
rakyat setempat terhadap permainan ini. Sejak itu perkembangan tenis terus meningkat ke
negara-negara Eropa yang lain.

       Raket bersenar diperkenalkan pertama kali pada abad ke-15 oleh Antonio da Scalo,
seorang pastur berbangsa Italia. Ia menulis aturan umum bagi semua permainan yang
menggunakan bola, termasuk tenis. Majalah Inggris "Sporting Magazine" menamakan
permainan ini sebagai 'tenis lapangan' (lawn tennis). Dalam buku "Book of Games And
Sports", yang diterbitkan dalam tahun 1801, disebut sebagai "tenis panjang". Tenis pada
mulanya merupakan permainan masyarakat kelas atas. Tenis lapangan rumput yang terkenal
di zaman Ratu Victoria lalu ditiru oleh golongan menengah, yang menjadikannya sebagai
permainan biasa.

        Klub tenis pertama yang didirikan adalah Leamington di Perancis oleh J.B. Perera,
Harry Gem, Dr. Frederick Haynes, dan Dr. Arthur Tompkins pada tahun 1872. Pada masa itu,
tenis disebut sebagai pelota atau lawn rackets. Dalam tahun 1874 permainan tenis telah
pertama kali dimainkan di Amerika Serikat oleh Dr. James Dwight dan F.R. Sears. Sementara
itu, All England Croquet Club pun telah didirikan pada tahun 1868. Dua tahun setelah itu
dibukalah kantornya di Jalan Worple, Wimbledon. Pada tahun 1875, klub ini juga bersedia
memperuntukkan sebagian dari lahannya untuk permainan tenis dan badminton. Sehubungan
dengan itu, peraturan permainan tenis lapangan rumput ditulis. Amerika Serikat mendirikan
klub tenis yang pertama di Staten Island. Bermula dari situlah, permainan tenis di Amerika
Serikat berkembang dengan pesat sekali. Dari sana lahir banyak pemain tenis tangguh yang
menguasai percaturan tenis tingkat dunia.

      Tenis ternyata merupakan olahraga yang sudah sangat tua. Terekam pada pahatan
yang dibuat sekitar 1500 tahun sebelum masehi di dinding sebuah kuil di mesir yang
menunjukan representasi dari permainan bola tenis dan dimainkan pada saat upacara
keagamaan. Permainan ini kemudian meluas ke seluruh daratan eropa pada abad ke-8

       Pada awal perkembangannya tenis dimainkan dengan memakai tangan atau sebuah
tongkat yang dipukulkan bergantian menggunakan sebuah bola dari kayu yang padat.
Permainan ini kemudian berkembang lagi menjadi permainan bola dengan dipukulkan
melintasi sebuah dinding penghalang. Karena pada saat itu dirasakan bahwa kontrol bola
lebih terasa menggunakan tangan, maka media yang berkembang pada waktu itu adalah
dengan menggunakan sarung tangan kulit yang kemudian berevolusi kembali dengan
menambahkan gagang. Inilah cikal bakal lahirnya sebuah raket tenis. Bola pun berevolusi
dari sebuah bola kayu padat menjadi bola dari kulit yang diisi oleh dedak kulit padi.

       Olahraga ini sangat berkembang di Perancis waktu itu. Pada abad 16-18 telah mulai
banyak digandrungi terutama oleh kalangan Raja-raja dan para bangsawan dengan nama ‘Jeu
de Palme’ atau olah raga kepalan tangan. Kata Tenis sendiri dipercaya berasal dari pemain
Perancis yang sering menyebut kata ‘Tenez’ yang artinya “Main!” pada saat akan memulai
permainan dan hingga sekarang kata tersebut dipakai sebagai nama olahraga ini. Tenis
kemudian berkembang hingga dataran Inggris dan juga menyebar ke Spanyol, Itali, Belanda,
Swiss dan Jerman. Namun tenis mengalami kemunduran saat terjadinya revolusi Perancis dan
berkuasanya Napoleon Bonaparte di Eropa.

       Pada abad 19 barulah tenis dimunculkan kembali oleh para bangsawan Inggris dengan
membangun fasilitas-fasilitas country club atau lapangan tenis di rumahnya yang besar.
Karena pada waktu itu tenis populer dimainkan di halaman rumput, maka terkenal dengan
sebutan ‘Lawn Tennis’ atau tenis lapangan rumput. Pada masa ini juga mulai muncul bola
dari karet vulkanisir yang pada waktu itu dianggap dapat mengurangi rusaknya rumput di
lapangan tanpa mengurangi elastisitas dari bola itu sendiri.

        Sebutan Lawn Tennis berasal dari seorang Inggris bernama Arthur Balfour. Sejak
ditemukannya lawn tennis, orang mulai bereksperimen dengan memainkannya di permukaan
lain seperti clay court (tanah liat) dan hard court (semen). Menggeliatnya permainan tenis
ternyata mampu menggeser permainan Croquet sebagai olahraga musim panas. Puncaknya
terjadi pada tahun 1869 ketika salah satu klub croquet ternama di Inggris, All England
Croquet Club, tidak berhasil menarik banyak peminat dan mencoba untuk memasukan tenis
sebagai olahraga lainnya. Hasilnya klub ini sangat sukses menarik peminat terutama pada
permainan Tenis tersebut hingga pada tahun 1877 mengganti namanya menjadi ‘All Engand
Croquet and Lawn Tennis Club’.

2. Sejarah Nasional

    a. Lahirnya PELTI di Indonesia.

       Besar kemungkinan, orang Belandalah yang memperkenalkan tennis di Indonesia,
walaupun tidak mustahil pula permainan ini dibawa para pelaut Inggris yang singgah dii
kota-kota besar Kepulauan Nusantara. Sayang arsip-arsip berbagai perkumpulan milik warga
negara Belanda yang pernah berdiri di negeri ini telah hilang, hingga kita tidak bisa melacak
mana di antara dua perkiraan itu lebih benar.

        Namun yang jelas, di negeri mana pun, olah raga ini mulai dimainkan dan lebih
dikenal di kalangan bangsawan, hartawan, dan kaum terpelajar. Juga di Indonesia. Apalagi di
zaman penjajahan Belanda. Di masa itu hanya segelintir kaum pribumi yang mampu
mengayunkan raket tennis, sedang jumlahnya yang lebih besar terdiri dari orang Belanda dan
Cina. Itu pun hanya di kota-kota besar.

       Jumlah kaum pribumi penggemar tennis mulai meningkat pada tahun-tahun 1920-an ?
seiring kian banyaknya murid-murid Indonesia mcmasuki sekolah sekolah menengah,
khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya. Mereka - umumnya para siswa
Stovia, Rechrsschool, dan -NIAS - pada gilirannya memperkenalkan olah raga ini ke
kalangan yang Iebih luas. Tennis pun mulai dimainkan atau dipertandingkan dalam kegiatan
berbagai organisasi pemuda di masa itu. Olah raga inipun mulai dilihat sehagai penghimpun
massa, terutama oleh kaum nasionalis yang mencitacitakan Kemerdekaan Indonesia.

        Lahirnya Boedi Oetomo, 1908, dan kemudian Soempah Pemoeda, 1928, memang
senantiasa menghangati setiap langkah dan gerak kaum muda di kurun itu. Maka tidak heran
bila penjajah Belanda selalu mengintip dan memantau setiap gcrak-gerik pergerakan pemuda,
yang nonpolitik apalagi yang berbau politik. Terhadap gerakan yang diduga kecenderungan
politik, tindakan pcmbatasan segera dilakukan. Toh serangkaian rintangan itu tidak membuat
kaum muda patriotik kehilangan akal. Disemangati sumpah Satoe Noesa, Satoe Bangsa,
Satoe Bahasa, mereka melebur beberapa organisasi pemuda yang berpolitik ke dalam satu
wadah baru yang disebut Indonesia Moeda, pada 1930.

       Latar belakang lahirnya Indonesia Moeda jelas berangkat dari larangan bagi kegiatan
politik yang diberlakukan kepada mereka. Mereka berkeyakinan, hanya dengan
menggerakkan aktivitas sosial masyarakat baru bisa dicapai persatuan seluruh rakyat menuju
kemerdekaan. Di dalamnya juga termasuk kegiatan olah raga. Setiap pemuda yang sehat dan
ingin sehat tentu menggernari olah raga, yang di dalamnya sportivitas dan sifat kompetitif
merupakan satu sisi dari mata uang, dan pada gilirannya dapat membangkitkan patriotisme.

        Semangat cinta Nusa dan bangsa ini nyatanya memang berkembang di kalangan
olahragawan Indonesia, termasuk di antara para petennis. Pada semacam kejuaraan nasional
yang diadakan oleh De Alegemeene Nederlandsche Lawn Tennis Bond (ANILTB) di
Malang, Jawa Timur, akhir 1934, tiga wakil pribumi mampu berjaya. Di partai tunggal putra,
dua saudara Soemadi dan Samboedjo Hoerip maju babak final, yang pertandingan akhirnya
dimenangkan oleh Samboedjo. Yang lebih mengesankan adalah dua partai berikutnya, yang
memperagakan keunggulan anak jajahan atas penjajahnya. Yang pertama, pasangan ganda
putra Hoerip Bersaudara, yang menggilas pasangan Belanda, Bryan/Abendanon, 6-3, 6-4 di
final. Juara ganda campuran juga diraih keluarga Hoerip, Samboedjo dan Soelastri, yang
mendepak pasangan "penjajah" , Bryan/Nn. Schermbeek, 6-4, 6-2 ? sekaligus mencetak gelar
pemegang juara tumarnen ANILIB tiga kali beruntun, 1932-19.34.

        Prestasi ini tak ayal mendorong Indonesia Moeda mcngadakan Pekan olah raganya
sendiri, yang berlangsung pada tiap hari ulang tahun atau pertemuan tahunannya. Tennis,
tentu, termasuk di antaranya cabang-cabang yang dipertandingkan. Salah Satu di antaranya
yang dilaksanakan pada Desember 1935 di Semarang - yang juga sekaligus menjadi saat
dicetuskannya pembentukan Persatuan Lawn Tcnnis Indonesia (PELTI).

        Kejuaraan ini sendiri diprakarsai oleh dr. Hoerip yang diakui sebagai Bapak Tennis
Indonesia. menghimpun 70 petennis dari seluruh Jawa, kejuaraan ini dipantau dan mendapat
perhatian serius dari pihak kolonnial Belanda. Itu tercermin dari pemuatan peristiwa penting
olah raga tennis tersebut dalam surat kabar De Locomotif 30 Desember 1935. dengan Judul
yang kalau diterjemahkan berbunyi : "Kejuaraan Tennis Seluruh Jawa dari Pcrsatuan Lawn
Tennis Indonesia" . Namun, di pihak lain, ini juga berarti pengakuan pihak Belanda bahwa
ANILTB telah mendapatkan saingannya.

Tanggal 26 Desember 1935 kemudian dicatat sebagai kari lahirnya PELTI
       Gagasan pendirian PELTI sendiri, yang dikemukakan pada Kejuaraan Tennis di
Semarang itu. berasal dari Mr. Budiyanto Martoatmodjo. tokoh tennis dari Jember - ia
kemudian dianggap sebagai pencetak dasar utama pendirian organisasi PELTI. Ketika
mcnguraikan azas dan tujuan pendiriannya ia mcngatakan bahwa PELTI, sebagaimana
organisasi kebangsaan lainnya, sama sekali "Tidal bersifat mengasingkan diri." Maka PELTI
akan selalu siap bekerja lama dengan persatuan tennis manapun dan apa saja, asal atas dasar
saling menghargai.

        Diungkapkan pula. tujuan praktis utama PELTI adalah mengembangkan dan
memajukan permainan lawan tennis di tanah air dan bagi bangsa sendiri. Dengan cara ini.
Iebih jauh, diharapkan akan dicapal tali persaudaraan yang erat di antara segala perhimpunan
dan pemain tennis bangsa Indonesia. PELTI juga akan menyebarluaskan peraturan
permainan, memberi keterangan dan bantuan dalam pembuatan lapangan tennis. Juga
mengadakan dan mengatur serta menyumbang bagi terlaksananya pertandingan, di samping
berusaha memasyarakatkan permainan tennis itu sendiri.

B. Ukuran Lapangan Tenis Single dan Double




              Lapangan tenis

        Lapangan tenis dibagi dua oleh sebuah jaring yang di tengah-tengahnya tingginya
persis 91.4 cm dan di pinggirnya 107 cm. Setiap paruh lapangan permainan dibagi menjadi
tiga segi: sebuah segi belakang dan dua segi depan (untuk service).

       Lapangan dan beberapa seginya dipisahkan dengan gatis-garis putih yang merupakan
bagian dari lapangan tempat bermain tenis. Sebuah bola yang dipukul di luar lapangan (meski
tidak menyentuh garis) dikatakan telah keluar dan memberi lawan sebuah nilai.
C. Sarana dan Prasarana

  1. Lapangan




a. Grass Court (lapangan rumput)

                   Seperti namanya, lapangan ini terbuat beralaskan rumput namun tentu
                   saja yang ditumbuhkan pada tanah yang keras agar memiliki pantulan.
                   Karakteristik lapangan ini adalah yang tercepat dalam hal laju bola di
                   lapangan. Bola cenderung untuk meluncur dan hanya sedikit memiliki
                   efek pantulan karena friksi minimum yang dihasilkan dari lapangan
                   rumput. Karena biaya perawatannya yang mahal terutama untuk
             perawatan rumput dan tanahnya, saat ini lapangan rumput sudah jarang
             dijumpai.

b. Hard Court (lapangan semen)



                                  Lapangan ini adalah lapangan tenis yang paling populer
                                  di mana-mana. Umumnya lapangan hardcourt terbuat
                                  dari semen atau dibeberapa tempat terbuat dari bahan
                                  pasiran yang di aspal. Karakteristik lapangan ini
                                  termasuk cepat-sedang, tergantung dari bahan yang
                                  dibuat untuk lapangannya. Untuk lapangan yang terbuat
             dari semen memiliki karakteristik cepat, tapi untuk yang berbahan pasir atau
             kerikil yang di aspal umumnya sedang. Di luar negri terdapat pula bahan
              sintetis untuk melapisi lapangan tenis, contohnya bahan Deco Turf (terbuat
              dari akrilik) dipakai untuk lapangan di Flushing Meadows rumahnya US Open
              atau di Australian Open memakai Rebound Ace.

c. Clay court (lapangan tanah liat)



                                 Lapangan ini terbuat dari serpihan-serpihan tanah liat atau
                                 pasiran dari batu bata yang dihancurkan. Lapangan model
                                 ini umumnya memiliki karakteristik lambat. Laju bola
                                 yang bergulir di lapangan memiliki putaran yang lambat
                                 sehingga memungkinkan bagi pemain untuk dapat
                                 memainkan bola lebih lama dengan rally-rally yang
              panjang. Di lapangan ini umumnya yang menguasai adalah baseliner karena
              sifatnya yang lebih defensif. Pemain yang memiliki pukulan topspin akan
              menghasilkan pukulan yang lebih melenting daripada biasanya di lapangan
              Hard Court. Lapangan clay

d. Indoor

                                  Istilah ini sebenarnya lebih pantas untuk masuk klasifikasi
                                  di luar negri. Di Indonesia lapangan indoor atau dalam
                                  ruangan yang umumnya adalah lapangan hard court,
                                  walaupun ada juga lapangan indoor clay seperti di
                                  lapangan tenis UMS 80, Kuningan, Jakarta. Tetapi kalau
                                  di luar negri, terutama di Amerika dan Eropa, lapangan
              dilapisi oleh karpet berbahan sintetis. ITF (International Tennis Federation)
              sendiri mengartikan lapangan karpet itu berbahan dasar dari karet seperti yang
              digunakan pada lapangan Tennis Masters. Namun ada pula yang memakai
              semacam rumput sintetis ataupun kayu tetapi jarang.

              Dari uraian di atas, karakteristik lapangan tenis menurut laju bolanya kira-kira
              ada 2, yaitu: cepat dan sedang-lambat. Permainan yang dimainkan di lapangan
              cepat (grass court dan hard court)

2. Raket

       Klasifikasi umum ukuran kepala raket adalah :
       - Tradisional 60 - 79 inci persegi
       - ukuran medium (Midsize) 80 - 95 inci persegi
       - ukuran besar (Oversize) 96 - 115 inci persegi
       - Sangat besar (Oversize) 116 inci persegi keatas

      Pengukuran berat ditentukan dari sisi pabrikan, mencerminkan berat raket tanpa senar.
      Untuk ukuran kepala raket tidak ada standar industri, tetapi petunjuk umum berikut ini
      dapat digunakan :
      - Ekstra ringan ( extra light) (XL) dibawah 12 ons
      - Ringan (light) (L) 12.0 - 12.5 ons
      - Medium ringan ( light medium) (LM) 12.51 - 13 ons
        - Medium (M) 13 - 13.5 ons
        - Berat (heavy ) (H) 13.51 keatas

       Material rangka raket. Kayu, dimana pernah digunakan untuk membuat semua raket
sudah tidak digunakan lagi dan kebanyakan raket sekarang dibuat dari fiberglassm graphite
atau kombinasi dari kedua material tersebut. Aluminium raket juga bisa didapatkan dan
harganya sangat bersaing (murah)

        Ukuran pegangan (grip). Peganagna raket memiliki 8 sisi dan tersedia dalam
beberapa ukuran berdasarkan ukuran lilitan pegangan (grip) tersebut. Ukurannya dari 4 inci -
5 inci dengan jarak perbedaan ukuran 1/8 inci. Ukuran ini ditulis di gagangnya nomor 0 - 8,
dengan 0 sesuai dengan 4 inci, 1 sesuai dengan 4-1/8 inci dst.

       Rangka lebar (wide bodies). Terminologi untuk konstruksi rangka yang
aerodinamis. Wilson dengan seri Profile-nya mengawali generasi rangka lebar (wide bodies)
pertama yang sangat kaku, sangat tebal dan sangat bertenaga (powerful). Generasi berikut
seringkali mengurangi sifat kak ketebalan,power dan kelenturan yang bervariasi.
(bersambung)

3. Bola
4. Baju olahraga tenis
5. Sepatu



D. Peraturan Tenis Lapangan

   Teknik bermain

       Forehand: sebuah pukulan di mana telapak tangan yang memegang raket dihadapkan
        ke depan.
       Backhand: sebuah pukulan di mana punggung tangan yang memegang raket
        dihadapkan ke depan.
       Groundstroke: sebuah pukulan forehand atau backhand yang dilakukan setelah bola
        memantul sekali di lapanganmu.
       Slice: pukulan forehand atau backhand dimana kepala reket dimiringkan sedikit dan
        dipukul dengan cara mengayunkan reket dari atas ke bawah.
       Spin: pukulan forehand atau backhand dimana reket dimiringkan sedikit atau banyak
        dimana jika mengenai bola akan mengalami perubahan arah (berputar).
       Dropshot: sebuah pukulan yang mengenai net lalu jatuh di daerah lawan.
       Smash: sebuah pukulan keras yang menghantam sebuah bola tanpa menyentuh tanah
        di atas kepala dan diarahkan ke lapangan sang lawan.
       Lob: sebuah pukulan dimana bola dipukul tinggi ke jurusan sebelah belakang lawan.
       Passing shot: sebuah pukulan dimana bola melalui (bukan melintas di atas) musuh
        yang berada di dekat net (lihat lob).
       Volley: pukulan forehand atau backhand sebelum bola memantul di lapanganmu.
E. Kejuaran Tennis Di Indonesia

   Christo “Raja” di Tulungagung Open Tennis Tournamnet 2010

      Ditulis oleh Okky Agusta/Humas Pelti Tulungagung
      Di penghujung tahun ini, Direktur Turnamen Wismilak International, Kevin Livesey
       mengumumkan tanggal penyelenggaraan turnamen tenis wanita international
       mendatang, yaitu pada tanggal 9 - 17 September 2007 di Nusa Dua, Bali. Turnamen
       tenis wanita terbesar di Asia Tenggara ini sekali lagi menjanjikan kejuaraan yang
       berkualitas, mengikuti jejak kesuksesan pelaksanaan Wismilak International yang
       sudah menginjak ke-13 kalinya dan makin tahun dinilai penyelenggaraannya makin
       bergengsi diantara serangkaian tur SE-WTA yang lainnya.
                                    BAB III

                                 PENUTUP



A. Kesimpulan

Dari uraian di atas maka dapat di simpulkan bahwa :

-    Tenis adalah sebuah permainan olahraga yang menggunakan raket dan bola dan
    dimainkan di sebuah lapangan. Dan lapangan tenis dibagi dua oleh sebuah jaring
    yang di tengah-tengahnya tingginya persis 91.4 cm dan di pinggirnya 107 cm. Setiap
    paruh lapangan permainan dibagi menjadi tiga segi: sebuah segi belakang dan dua
    segi depan (untuk service). Lapangan dan beberapa seginya dipisahkan dengan gatis-
    garis putih yang merupakan bagian dari lapangan tempat bermain tenis. Sebuah bola
    yang dipukul di luar lapangan (meski tidak menyentuh garis) dikatakan telah keluar
    dan memberi lawan sebuah nilai.

- Permainan ini kemudian diperkenalkan ke Italia dan Inggris pada abad ke-13 dan
  mendapat sambutan hangat dalam waktu yang singkat. Banyak peminatnya ternyata
  di antara rakyat setempat terhadap permainan ini. Sejak itu perkembangan tenis terus
  meningkat ke negara-negara Eropa yang lain.

- Besar kemungkinan, orang Belandalah yang memperkenalkan tennis di Indonesia,
  walaupun tidak mustahil pula permainan ini dibawa para pelaut Inggris yang singgah
  dii kota-kota besar Kepulauan Nusantara. Sayang arsip-arsip berbagai perkumpulan
  milik warga negara Belanda yang pernah berdiri di negeri ini telah hilang, hingga
  kita tidak bisa melacak mana di antara dua perkiraan itu lebih benar.

								
To top