Docstoc

hubptain-gdl-mutiatulba-7561-2-babi

Document Sample
hubptain-gdl-mutiatulba-7561-2-babi Powered By Docstoc
					                                         BAB I

                                 PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah

            Ada sebagian orang yang berpendapat bahwa kata kepercayaan, kebatinan

    dan kerohanian itu mempunyai pengertian yang sama, yaitu olah jiwa, olah rasa,

    yang berbeda hanyalah istilah kata saja. Ada lagi yang berpendapat bahwa

    kebatinan dan kerohanian merupakan penjabaran dari kepercayaan. Disamping itu

    ada pula yang membedakan antara pengertian istilah kata tersebut yaitu

    kepercayaan adalah sebutan bagi kelompok masyarakat yang mempercayai

    adanya Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan hasil cipta, rasa dan karsa manusia.

    Kepercayaan juga berarti suatu aliran yang mempunyai paham yang bersifat

    dogmatis yang terjalin dengan adat istiadat hidup sehari- hari dari berbagai suku

    bangsa yang mempercayai terhadap apa saja yang dipercayai pada nenek moyang.

    Untuk arti kebatinan menurut Mr. Wongsonegoro ialah satu kebaktian kepada

    Tuhan Yang Maha Esa menuju tercapainya budi luhur dan kesempurnaan hidup.1

    Dan arti kerohanian adalah memperhatikan jalan, melalui yang mana roh manusia

          a
    sudah l ma zaman sekarang ini dapat menikmati kesatuan dengan roh mutlak,

    sumber asal dan tujuan roh insani. Terdapatlah kerohanian monistis, menurut

    mana roh insani yang di anggap mengalir dari pada Tuhan dialihkan kepada

        1
          Abd Mutholib Ilyas, Abd Ghofur Imam, Aliran Kepercayaan dan Kebatinan di Indonesia
(Surabaya: Amin, 1988), 11


                                             1
                                                                                   2



   hakikat Ilahi dengan kehilangan identitasnya sendiri, tetapi dengan partisipasi

   pada daya gaib adi-insan. Terdapat pula kerohanian theosentris, dimana roh

   tercipta merasa dipersatukan dengan Tuhan Pencipta tanpa kehilangan

   kepribadiannya sendiri, entah melalui jalan budi atau gnosis, entah melalui cinta,

   bhakti dan tawakkal. 2

          Arti kebatinan bagi pengikut aliran kepercayaan kebatinan Sumarah yaitu

   usaha kesadaran penggalian diri pribadi untuk mendekatkan diri kepada Tuhan

   Yang Maha Esa dengan sujud menyembah melalui batin rohani. Menurut mereka

   “Kebatinan” di Indonesia ini sejak dahulu kala sebelum agama datang telah

   dimiliki oleh bangsa Indonesia, sebab itu kebatinan yang sekarang bernama

   kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa itu bukanlah agama baru. Bukanlah

   mereka yang sembahyang dan menyembah atau sujud itu adalah batin atau rohani,

   bukan hanya jasmani saja. Kalau dahulu nama kebatinan itu dicemooh atau

   ditakuti, karena di anggap aneh sebab mengundang roh-roh, tetapi setelah

   seseorang menghayati tehnik Sumarah ini beberapa tahun ternyata dugaan itu

   tidak benar, malahan dilarang berhubungan dengan roh-roh. Bukankah roh-roh itu

   makhluk Tuhan yang sekarang berupa roh, sekalipun pendiri Sumarah sendiri.

   Beliau hanya alat semata- mata dari Tuhan Yang Maha Esa. Alat dalam




      2
           Rahmat Subagya, Kepercayaan Kebatianan Kerohanian Kejiwaan Dan Agama
(Yogyakarta: Kanisius, 1993), 44
                                                                                             3



    menyampaikan petunjuk Tuhan dengan tehnik seperti yang di lakukan oleh kaum

    penghayat kepercayaan kepada Yang Maha Esa. 3

            Paguyuban Sumarah merupakan suatu organisasi kebatinan atau

    kerohanian atau kejiwaan yang di antara cirinya yang lain adalah, menurut

    penuturan pengikutnya, untuk mencari ketenangan dan ketentraman hidup lahir

    maupun batin, jasmani maupun rohani dengan cara menyerahkan seluruh jiwa dan

    raganya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, atau menyatukan diri manusia dengan-

    Nya. Dan juga dalam meditasinya tidak ada gerakan-gerakannya, baik tangan,

    kaki, ataupun badan. 4

            Menurut pengikut Sumarah hal yang menarik dalam Paguyuban Sumarah

    adalah tehnik menyembahnya sangat sederhana, tidak terlalu mempermasalahkan

    dengan mempelajari bahasa lain sebab Tuhan mengetahui semua bahasa. Tidak

    formalitas dan sebagainya tetapi asalkan batin kita selalu bersih dan pemikiran-

    pemikiran yang dapat mengganggu rasa penyerahan total. Menghadap kemana

    saja dan dimana saja itu dilakukan dan nama apa saja yang di sebut, apakah nama

    Tuhan, Allah, god, Gusti, Yang Maha Esa, yang penting harus dapat merasakan

    ke-Agungan Tuhan dalam sanubari kita sendiri. 5

            Berbicara tentang ajaran dari Paguyuban Sumarah sebelumnya kita

    ketahui bahwa di dalam ajaran Sumarah ada juga konsep tentang manusia.


        3
          M. Amin, “Sumarah”, Mawas Diri, 16 (Maret 1982), 15
        4
          Romdon, Tashawwuf Dan Aliran Kebatinan Perbandingan Antara Aspek -Aspek Mistikisme
Islam Dengan Aspek -Aspek Mistikisme jawa (Yogyakarta: Lembaga Studi Filsafat Islam, 1995), 106
        5
          Amin, Sumarah.........., 16
                                                                                   4



   Banyak macam- macam pendapat tentang manusia, seperti pendapat orang-orang

   Islam yang mengatakan bahwa manusia adalah jenis makhluk hidup yang paling

   sempurna dan istimewa di bumi. Karena di samping ia mampu bergerak, tumbuh

   berkembang dan merasakan, ia di karuniai akal pikiran yang dengannya ia dapat

   berpikir, mengetahui, berkehendak, dan memilih. Dengan demikian akal- lah yang

   menjadikan manusia lebih mulia dari pada makhluk lainnya. 6 aliran Sumarah

   mempunyai pendapat lain tentang konsep manusia yang juga berbeda dengan

   agama-agama lain. Islam pun juga mempunyai tanggapan lain tentang konsep

   penciptaan manusia denga n beberapa tingkatan yang sangat sempurna.

            Oleh karenanya, upaya untuk mempelajari perbedaan adanya manusia

   perlu dikaji dalam pemikiran yang kritis. Dari sini, konsep penciptaan manusia

   menurut Sumarah dan Islam menjadi tema penulis.



B. Identifikasi dan Pembatasan Masalah

            Dari latar belakang dan Rumusan masalah tersebut di atas, penulis

   menyadari bahwa pembahasan dalam skripsi ini masih terlalu umum sehingga

   perlu adanya batasan masalah yang nantinya pembahasan dalam skripsi ini

   menjadi terfokus dan dapat di ketahui pokok yang akan dibahas. Dari sini

   akhirnya dapat diketahui perbedaan dan kesamaan tentang penciptaan manusia

   menurut Paguyuban Sumarah dan agama Islam yang juga sama-sama mempunyai

   ajaran tentang konsep penciptaan manusia. Untuk penciptaan manusia menurut

      6
          Mahmudin, Menemukan Kebenaran Islam (Yogyakarta: Gava Media, 2006), 10
                                                                                       5



   Islam penulis memaparkan mengenai konsep penciptaan Adam dan manusia

   biasa, sedangkan untuk pembahasan konsep penciptaan manusia dalam Sumarah

   penulis memaparkan konsep penciptaan manusia biasa karena dalam Sumarah

   tidak ditemukan data-data yang membahas penciptaan manusia secara khusus

   (Adam, Hawa dan Isa).



C. Rumusan Masalah

           Permasalahan pokok yang terkait dengan pembahasan skripsi ini dapat

   dibuat perumusan masalah sebagai berikut:

   1. Bagaimana konsep penciptaan manusia menurut Sumarah?

   2. Bagaimana konsep penciptaan manusia menurut agama Islam?

   3. Bagaimana persamaan dan perbedaan konsep Penciptaan manusia menurut

       Sumarah dan Islam?



D. Penegasan Judul

           Agar tidak terjadi salah pengertian judul skripsi ini, maka perlu

   disampaikan penegasan dari judul “Konsep Penciptaan Manusia Menurut

   Sumarah Dan Islam” adapun pengertian kata-kata dalam judul adalah sebagai

   berikut:

   Konsep              : Ide atau pengertian yang diabstrakkan dari peristiwa konkret. 7


       7
          Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan Dan Pengembangan Bahasa, Kamus Besar Bahasa
Indonesia (Jakarta: Balai pustaka, 1997), 519
                                                                                           6



   Penciptaan          : Proses, perbuatan, cara penciptaan. 8

   Manusia             : Makhluk ciptaan Allah SWT dengan bentuk yang paling baik

                         dan paling sempurna atas kebanyakan makhluk lainnya di

                         dunia. 9

   Sumarah             : Suatu aliran kepercayaan dan kebatinan di Indonesia. 10

   Islam               : Agama yang ajaran-ajarannya diwahyukan kepada seluruh

                         manusia melalui Nabi Muhammad S.A.W. sebagai Rasul. 11

           Jadi yang di maksud judul tersebut adalah me mpelajari konsep kejadian

   atau penciptaan manusia menurut Sumarah dan Islam.



E. Alasan Memilih Judul

           Paguyuban Sumarah adalah suatu aliran kepercayaan dan kebatinan yang

   lahir di daerah Yogyakarta dan pernah berkembang di daerah tersebut hingga saat

   ini. Di Indonesia Paguyuban Sumarah berdiri dengan dipimpin oleh R. Ng.

   Soekirnohartono pada tahun 1935.

   1. Sumarah merupakan paguyuban aliran kepercayaan dan kebatinan di

      Indonesia yang sangat menarik untuk diteliti dan dikaji tentang bagaimana

      konsep penciptaan manusia nya, karena konsep penciptaan manusia terdapat

      pada salah satu ajaran Sumarah.


      8
        Ibid, 191
      9
        Mustofa, Dasar-Dasar Islam (Bandung: Angkasa, 1991), 27
      10
         Ilyas, Aliran Kepercayaan………., 97
      11
         Harun Nasution, Islam Ditinjau Dari Segi Aspeknya (Jakarta: UI Perss, 1985), 24
                                                                                7



   2. Karena penulis merupakan mahasiswa jurusan Perbandingan Agama yang

      mempelajari beberapa agama-agama di dunia termasuk di dalamnya aliran

      kepercayaan dan kebatinan termasuk di dalamnya adalah Sumarah.

   3. Karena konsep penciptaan manusia menurut Sumarah berbeda dengan konsep

      penciptaan manusia menurut aliran kepercayaan dan kebatinan yang lain serta

      agama Islam, oleh karena itu sebagai mahasiswa muslim penulis ingin

      mengkomparatifkan konsep penciptaan manusia menurut Sumarah dengan

      Islam.



F. Tujuan dan Kegunaan Penelitian

          Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah :

   1. Ingin mengetahui tentang konsep penciptaan manusia menurut Sumarah.

   2. Ingin mengetahui tentang konsep penciptaan manusia menurut agama Islam.

   3. Ingin mengetahui bagaimana persamaan dan perbedaan konsep penciptaan

      manusia menurut Sumarah dan Islam.



G. Telaah Pustaka

          Adapun data-data yang diambil dalam penelitian ini bersumber dari dua

   jenis data, yakni data primer dan data sekunder. Data primer adalah data-data

   yang bersumber dari buku-buku, data dokumenter atau tulisan yang khusus

   menjelaskan konsep penciptaan manusia menurut Sumarah dan Islam. Sumber

   primer tersebut antara lain :
                                                                             8



1. Arymurthy, Studi Kepustakaan Tentang Prilaku Hukum Dan Ilmu Sumarah

   (Jakarta: Departemen Pendid ikan Dan Kebudayaan,1980). Artikel ini ditulis

   oleh generasi penerus pimpinan Sumarah yang berisi tentang konsep manusia,

   prilaku hukum, konsep alam semesta, dan konsep tentang kesempurnaan.

2. Harun Yahya, Keajaiban Penciptaan Manusia (Jakarta: Nada Cipta Raya,

   2006). Disini mengungkap tentang proses penciptaan manusia menurut Islam

   yang terproses dalam rahim wanita, mulai dari masuknya sel telur wanita pada

   rahim, masuknya sel sperma laki- laki pada rahim wanita, masuknya sel

   sperma pada sel telur, kemudian menjadi zygote yang membelah-belah,

   tertanamnya zygote pada rahim, menjadi embrio, kemud ian menjadi janin,

   hingga bayi siap untuk lahir ke dunia.

3. Hertato Basuki, Paguyuban Sumarah (Semarang: Paguyuban Sumarah, 2007).

   Buku ini berisi tentang mempelajari ilmu Paguyuban Sumarah khususnya

   ajaran-ajaran pokoknya tentang konsep manusia.

4. M. Amin, “Sumarah”, Mawas Diri, 16 (Maret 1982). Di dalam artikel ini

   khusus membahas tentang teologi, ajaran-ajaran pokok Sumarah dan

   pandangan orang-orang Sumarah terhadap aliran kepercayaan dan kebatinan

   yang lain.

5. Agus Wahyudi, Rahasia Hakikat Diri Manusia Tangga Makrifat Menuju

   Insan Kamil (Yogyakarta: Lingkaran, 2007). Di dalam buku ini berisi tentang

   definisi manusia, jiwa, ruh, jasad dan asal- usul anak keturunan Adam.
                                                                             9



6. Agus Mustofa, Bersyahadat Dalam Rahim (Surabaya: Padma Press, 2006).

   Dalam buku ini memaparkan tentang penciptaan manusia serta proses

   masuknya ruh pada manusia selama manusia berada didalam rahim ibu.

       Sedangkan sumber sekundernya adalah data-data yang mendukung

pembahasan, yakni buku-buku atau tulisan tentang konsep penciptaan manusia

menurut Sumarah dan konsep penciptaan manusia menurut Islam. Data-data

sekunder tersebut diantaranya:

1. Bustanuddin Agus, Al-Islam (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 1993). Buku ini

   berisi tentang pengertian Islam, ajaran-ajaran pokok agama Islam dan hukum-

   hukum Islam.

2. Choiruddin Hadhari, Klasifikasi Kandungan Al-Qur’an (Jakarta: Gema Insani,

   2005). Dalam buku ini mengungkap sebagian isi atau kandungan yang ada

   dalam Al-Qur’an.

3. Rahnip, Aliran Kepercayaan Dan Kebatinan Dalam Sorotan (Surabaya:

   Pustaka Progressif, 1987). Buku ini berusaha menjawab beberapa persamaan

   dan perbedaan teologi, ajaran-ajaran, cara beribadah serta hukum- hukum

   antara Paguyuban Sumarah dengan agama Islam.

4. Romdon, Tashawwuf Dan Aliran Kebatinan (Yogyakarta: Lembaga Studi

   Filsafat Islam, 1995). Buku ini memaparkan sejarah perkembangan

   Paguyuban Sumarah, ajaran-ajaran pokok dalam Sumarah, serta cara

   beribadah untuk penyembahan kepada Tuhan.
                                                                               10



   5. Sayid Ni’matullah Al-Jazairi, Dari Adam As Hingga Isa As (Jakarta: Lentera,

      2007). Buku ini meceritakan tentang sejarah yang pernah terjadi di dunia

      seperti cerita para Nabi-nabi selain Nabi Muhammad.

   6. Hamka, Pelajaran Agama Islam (Jakarta: Bulan Bintang, 1992). Disini

      banyak menjelaskan tentang ajaran-ajaran Islam terutama rukun Islam dan

      rukun Iman.



H. Metode Penelitian

   1. Sumber Data

               Dalam penelitian ini penulis menggunakan beberapa sumber data yang

      dijadikan sebagai rujukan untuk menyusun skripsi ini. Adapun sumber data

      dalam penulisan skripsi ini berasal dari: Buku-buku yang berkaitan dengan

      Paguyuban Sumarah maupun agama Islam dan beberapa referensi lain seperti

      jurnal atau majalah Paguyuban Sumarah dan data-data yang berupa artikel dan

      video dokumentasi.

   2. Metode Pengumpulan Data

          Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode Library Research,

      yakni penelitian yang mengumpulkan data dan informasi dengan bantuan

      yang bermacam- macam materi berupa buku-buku, majalah, artikel, vidio

      dokumentasi dan lain- lain yang merujuk kepada Paguyuban Sumarah agama

      Islam.
                                                                                            11



3. Unit Analisis

              Untuk menguraikan suatu masalah yang dapat dikatakan atau dianggap

   ilmiah serta mengikuti disiplin ilmu pengetahuan, maka penulis menggunakan

   unit analisis sebagai berikut:

   a. Induktif adalah suatu cara atau jalan yang dipakai untuk mendapatkan

          ilmu pengetauan ilmiah bertitik tolak dari pengamatan atas hal- hal atau

          masukan yang bersifat khusus, kemudian ditarik kesimpulan yang bersifat

          umum. 12 Misalnya, pembahasan mengenai konsep penciptaan manusia,

          penulis      memulai         dari      yang       bersifat         khusus   kemudian

          menggeneralisasikan,        dengan      alasan     untuk     mempermudah       dalam

          memahami konsep penciptaan manusia menurut Sumarah dan Islam,

          karena pembahasan mengenai konsep penciptaan manusia dalam Sumarah

          dan Islam sangat rumit sekali sehingga perlu dijelaskan secara khusus

          terlebih dahulu. Inilah yang dimaksud penulis dengan metode induktif.

   b. Deduktif adalah suatu cara atau jalan yang dipakai untuk mendapatkan

          ilmu pengetahuan ilmiah yang bertitik tolak dari pengamatan atas hal- hal

          atau masalah yang bersifat umum, kemudian menarik kesimpulan bersifat

          khusus. 13 Seperti dalam pembahasan mengenai konsep penciptaan

          manusia, penulis mengemukakan dari hal- hal yang bersifat umum terlebih

          dahulu, kemudian menarik kesimpulan secara khusus. Hal ini bertujuan


   12
        Sudarto, Metode Penelitian Filsafat (Jakarta : Rajawali, 1997), 57
   13
        Ibid, 58
                                                                                       12



            supaya dapat memahami dengan mudah konsep penciptaan manusia.

            Inilah yang dimaksud penulis dengan metode deduktif.

   4. Metode Analisis Data

       a. Informatif Deskriptif, yaitu memberikan keterangan sesuai dengan data

            yang diperoleh. Dalam hal ini penulis menulis data-data tentang

            Paguyuban Sumarah dan agama Islam secara obyektif dan apa adanya

            sesuai dengan data yang diperoleh baik dari buku-buku, jurnal, artikel,

            majalah dan vidio dokumentasi.

       b. Metode Historis, menguraikan sejarah berkembangnya suatu aliran dan

            agama yang diteliti. 14 Metode ini diterapkan oleh penulis pada bab 2 dan

            bab 3, yakni untuk menguraikan sejarah dan perkembangan agama

            paguyuban Sumarah agama Islam.

       c. Analisis Interpretatif, yaitu pola penyajian dengan menggunakan analisis

            untuk mencapai suatu kesimpulan. 15 Metode ini dipakai oleh penulis pada

            bab 4 untuk menganalisis data tentang konsep penciptaan manusia

            menurut Sumarah dan Islam beserta ajaran-ajarannya. Metode ini

            digunakan untuk mengetahui sisi persamaan dan perbedaan konsep

            penciptaan manusia menurut Sumarah dan Islam sehingga bisa ditarik

            sebuah kesimpulan.



       14
            Anton Bakker, Metodologi Penelitian Filsafat (Yogyakarta : Kanisius, 1986), 75
       15
            Winarno Surakhmad, Pengantar Penelitian Ilmiah dasar, Metode Tehnik (Bandung :
Tarsito, 1998), 143
                                                                                 13



I. Sistematika Pembahasan

   Adapun sistematika pembahasan dalam skripsi ini sebagai berikut:

   Bab I :     Pendahuluan. Bab ini memuat: latar belakang masalah, identifikasi dan

               batasan masalah, rumusan masalah, penegasan judul, alasan memilih

               judul, tujuan dan kegunaan penelitian, telaah pustaka, metode

               penelitian dan sistematika pembahasan

   Bab II :    Seputar Paguyuban Sumarah. Dalam bab ini menguraikan tentang

               sejarah dan perkembangan aliran Paguyuban Sumarah, asas, tujuan

               dan ajaran-ajaran pokok dalam Sumarah, konsep penciptaan manusia

               menurut Sumarah.

   Bab III :   Seputar Agama Islam. Dalam bab ini menguraikan tentang ajaran

               pokok dalam agama Islam, konsep penciptaan manusia dalam Islam.

   Bab IV :    Analisis. Dalam bab ini akan dikemukakan analisis data tentang

               konsep penciptaan manusia menurut Sumarah dan Islam. Diantaranya

               badan jasmani, ruh, badan nafsu, perbedaan dan persamaan.

   Bab V :     Penutup. Bab ini berisi tentang kesimpulan dan saran.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:2
posted:3/3/2012
language:
pages:13
mr doen mr doen mr http://bineh.com
About just a nice girl