MAKALAH- KEL6- PIP

Document Sample
MAKALAH- KEL6- PIP Powered By Docstoc
					                             KATA PENGANTAR




        Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT Rabb semesta alam atas
limpahan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis bisa menyelesaikan makalah ini
dengan judul “ Pendidikan dan Perubahan Sosial” tepat pada waktunya.


        Sholawat serta salam semoga tercurahkan kepada Rosul Allah Muhammad SAW
yang telah membawa kita dari kegelapan kepada cahaya Rabbi, semoga tercurahkan juga
kepada keluarga Beliau, sahabat dan somoga safa’at dapat kita terima di akhirat kelak.
Amin.


        Penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada Bapak Abdul Madjid dan
teman-teman satu team yang telah mendukung penyelesaian makalah sebagai tugas
kuliah. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa penyajian ini jauh dari tingkat
kesempurnaan, maka dari itu kritik dan saran sangat kami harapkan demi perbaikan
makalah ini.


        Mudah-mudahan bantuan dan dukungan yang diberikan Bapak atau semua pihak
dapat menjadi amal jariyah yang bermanfaat.
Dengan segala keterbatasan dan kelemahan yang ada pada penulis semoga makalah ini
dapat bermanfaat bagi yang membutuhkan.




                                                         Penulis
                           PENDAHULUAN


         Pendidikan adalah usaha sadar yang ditunjukan kepada peserta didik agar
menjadi manusia yang berkepribadian yang kuat dan utuh serta bermoral tinggi.
Secara    spesifik,   dengan   pendidikan   peserta   didik   secara   aktif   dapat
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,
pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta ketrampilan yang
diperlukan dirinya, masyrakat, bangsa dan negara. Sehingga dapat tercipta
Sumber Daya Manusia yang berkualitas. Pendidikan sangat mempengaruhi proses
perubahan sosial suatu individu dalam bermasyarakat dan akhirnya pendidikan
akan dapat membangun bangsa dan negara di era globalisasi ini.
         Berdasarkan faktanya, orang yang sekolah akan mendapat status sosial
tinggi di masyarakat dari pada orang yang tidak sekolah atau berpendidikan
tinggi. Hal semacam itu harus kita jauhkan dari pemikiran kita karena sebenarnya
pandangan seperti itu sudah tidak baru lagi yaitu sudah ada sejak Sarekat
Islam(SI) dalam pimpinan Tan Malaka, salah seorang legenda pergerakan
nasional. Jadi akan sangat berlebihan jika menganggap ide seperti itu sebagai
suatu terobosan sebab tidak akan ada botol baru untuk kecap yang sama.
         Di era globalsasi ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang
sedemikian pesat. Ekonomi         mengalami pasang surut berganti-ganti sulit
diprediksi. Kontelasi kekuasaan politik juga berubah-ubah. Kita sudah tidak lagi
hidup dengan anggapan lama yaitu tentang dunia yang teratur dan harmonis,
melainkan hidup dalam tidak keteraturan dan kecenderungan chaos. Jadi hal
semacam hanya dapat diatasi oleh orang-orang pikirannya terbukadan orang yang
selalu belajar untuk hal-hal baru. Bukanlah orang-orang yang siap pakai yang
dapat memanfaatkan dan berhasil untuk mengarahkan perubahan. Seperti di
televisi pernah ditayangkan setelah lulus SMP dianjurkan untuk melanjutkan ke
sekolah kejuruan. Dengan demikian, sekolah di tingkat manapun yang tetap
menjalankan pendidikan dengan orientasi siap pakai untuk para pelajarnya tidak
akan berhasil untuk mengemban misi sebagai agent of change tetapi sekedar
consumer of change dalam mengantisipasi masa depan(menuju masyrakat
modern).
       Pendidikan    akan   mempengaruhi       perilaku   sosial    suatu   individu   yang
mengakibatkan perubahan-perubahan sosial. Pendidikan dimaksudkan untuk menyiapkan
peserta didik memasuki masyarakat masa depan. Oleh karena itu, keputusan dan tindakan
dalam bidang pendidikan seharusnya berorientasi ke masyarakat masa depan tersebut.
       Ciri-ciri masyarakat masa depan:
1. Globalisasi
       Globalisasi berasal dari   kata global yang berarti secara umumnya, utuhnya,
kebulatanya. Sehingga menjadikan dunia sebagai satu kesatuan dan dunia seakan-akan
menjadi sempit dan tak menghiraukan batas-batas negara. Misalnya, peristiwa suatu
negara dapat tersebar keseluruh dunia.
       Peranan factor-faktor globalisasi meliputi 4 bidang yaitu,
a. Bidang iptek, misalnya adalah komputer, satelit dan lainnya. Perkembangan teknologi
ini sangat cepat yang mengakibatkan bumi semakin sempit dan transparan. Bahkan
mampu memberikan orientasi baru dalam bersikap dan berfikir.
b. Bidang ekonomi, mengarah pada ekonomi regional dan global. Misalnya, NAFTA
AFTA, dan lain sebagainya. Akibatnya, menyebabkan negara hanya bertapal batas politik
saja, sedang dari ekonomi semakin kabur.
c. Bidang lingkungan hidup, Indonesia yang mempunyai hutan tropis terbesar di dunia
harus menjaga kelestarian”paru-paru dunia” misalnya, suah di tetapkannya kebijakan,
reboisasi.
d. Bidang pendidikan, dalam kaitannya identitas bangsa, termasuk budaya nasional dan
budaya nusantara.
e. Selain itu juga terdapat bidang lain yaitu bidang politik, hukum, dan hak-hak asasi
manusia paham demokrasi. Misalnya, adalah pelaksanaan pemilu suatu negara dipantau
langsung oleh negara lain, dengan mengirim para peninjau baik sebelum maupun sesudah
pemilu. Ada semboyan”think globally but act locally”, yang berarti           bahwa dalam
menghadapi globalisasi itu menekankan perlunya berfikir dan berwawasan global namun
harus disesuaikan dengan keadaan sekitarnya.


2. Perkembangan iptek yang semakin cepat
         Perkembanga iptek yang semakin cepat dapat berdampak positif ataupun negatif.
Dampak positifnya, Memudahkan untuk mengikuti perkembangan iptek yang terjadi di
dunia, menguasai dan menerapkannya untuk memenuhi kebutuhan pembangunan.
Sedangkan, dampak negatifnya akan muncul bila kondisi sosial-budaya belum siap
menerima limpahan.
Francis Bacon “ Ilmu adalah kekuasaan” maka , teknologi merupakan kekuasaan atas:
Manusia, kebudayaan, dan alam.


3. Arus Komunikasi
         Perkembangan komunikasi yang semakin padat dan cepat, misalnya yang
berkaitan dengan informasi dan komunikasi, mendorong perkembangan masyarakat dari
masyarakat pertanian ke masyarakat industri dan masyarakat informasi. Seeriringnya
perkembangan informasi dan komunikasi seakan-akan mampu mengisi dimensi ruang
dan     waktu.   Unsur     dasar   proses   komunikasi   terdiri   dari,   sumber   pesan,
penyandian(encoding),Tranmisi pesan, saluran pembuka sandian(decoding), reaksi
internal penerima ,dan gangguan(noise).


4.Peningkatan Layanan Profesional
         Dengan semakin meningkatnya dan meluasnya wawasan dan pengetahuan serta
daya kritis, maka menuntut kualitas hidup yang lebih baik, sehingga pelayanan
profesional sangat dibutuhkan masyarakat demi meningkatkan mutu masyarakat
Sehingga agar mencapai hasil yang optimal maka harus di imbangi dengan peningkatan
kualitas tenaga professional.


Tuntutan bagi umat masa depan
      1. Pengembangan kehidupan siswa sebagai pribadi.misalnya, memperkuat dasar
         keimanan dan ketakwaan dan membiasakan berperilaku yang baik.
      2. Pengembangan kehidupan peserta didik sebagai anggota masyarakat misalnya,
         menumbuhkan rasa bertanggung jawab dalam masyarakat dan memberikan
         pengetahuan dan ketrampilan.
   3. Pengembangan        kehidupan     peserta       didik   sebagai   warga    negara
       misalnya,mengembangkan perhatian dan pengetahuan tentang kwajiban dan hak
       sebagai warga nnegara serta          menanamkan rasa tanggung jawab terhadap
       kemajuan bangsa dan negar..
   4. Pengembangan Peserata didik sebagai anggota umat manusia misalnya,
       meningkatkan tentang HAM dan pentingnya persahabatan antar bangsa.
Dengan tuntutan masa depan dapat terbentuknya           manusia modern dan terutama di
arahkan pada ketanggapan terhadap masalah sosial. Politik, kultural dan lingkungan.
Manusia mempunyai kreativitas , efisien dan etos kerja yang tinggi.


Upaya mengantisipasi masa depan
a. Perubahan Nilai dan Sikap
 1. Cara perubahan nilai dan sikap seseorang meliputi,
 2. Pembiasaan
 3. Internalisasi nilai melalui ganjaran-hukuman
 4. Keteladanan
 5. Teknik klarifikasi
Sedagkan proses internalisasinya meliputi
 1. Penerimaan (receiving)
 2. Penanggapan (responding)
 3. Penilaian,penyakinan (valuing)
 4. Pengorganisasian, konseptualisasi(organization)
 5. Perwatakan(characterization)
Antara pelestarian dan pembaruan nilai dan sikap harus ada keserasian dan keselarasan,
misalnya, dalam progam pendidikan muatan lokal dituntut untuk mampu melengkapi
muatan nasional dengan memfilter pengaruh global. Selain itu di tinjau dari aspek berupa
“ budaya dunia” sehingga dapat memberi peluang keberhasilan.


b. Pengaruh Budaya
       Dengan berkembangnya masyrakat menuju masyarakat modern yang perlu
ditekankan adalah kemampuan memfilter budaya yang masuk , karma di zaman globalissi
ini kita tidak mumgkin menutup diri terhadap pengaruh kebudayaan. Bila hal ini sampai
terjadi pada kita , kita sebagii manusia yang “gaptek’’ dan tidak dapat memenuhi tuntutan
zaman.Peranan pendidikan merupakan faktor penentu dalam membangun dan
memperkuat ketahanan kebudayaan.


c. Pengembangan sarana pendidikan
  Setrategi pendidikan dalam menyongsong masa era globalisasi:
 1. Pendidikan untuk pengembangan iptek misalnya, manufacturing
 2. Pendidikan untuk pengembanga ketrampilan menegemen dan bahasa asing
 3. Pendidikan untuk pengelolaan kependudukan,lingkungan, KB,dan kesehatan
 4. Pendidikan untuk pengembangan sistem nilai (fisafat agama dan ideologi)
 5. Pendidikan untuk mempertinggi mutu tenaga kependidikan dan kepelatihan misalnya
    pengelolaan pendidikan system formal dan nonformal untuk peningkatan mutu dan
    Sumber Daya Manusia (SDM).
KESIMPULAN




       Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar
dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya
untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian kecerdasan,
akhalak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat, sehingga
mampu mempengaruhi peruhahan sosial menuju masyarakat masa depan . Dengan
pendidikan diharapkan mampu menghasilkan manusia yang dapat menyesuaikan diri
dalam menghadapi masa era globalisasi. Masa semacam ini harus kita taklukkan dengan
pengetahuan dan “melek tegnologi” supaya kita bisa bersaing dengan dengan negara-
negara lain. Upaya untuk mengantisipasinya melalui beberapa cara antara lain: perubahan
nilai dan sikap, pengembangan kebudayaan, dan pengembangan sarana pendidikan.
Selain itu kita sebagai generasi penerus bangsa kita selalu siap untuk belajar hal-hal baru
bukan sebagai tenaga yang siap pakai untuk kepentingan industri.
DAFTAR PUSTAKA


     Tirtarhardja, Dr Umar dan DRS.S.La. Sulo.Pengantar Pendidikan.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:6
posted:3/3/2012
language:
pages:9
mr doen mr doen mr http://bineh.com
About just a nice girl